Rekombinn DNA dimungkinkan dengan adanya enzim yang dapat memotong DNA pada lokasi yang

spesifik. Enzim-enzim tersebut dikenal sebagai enzim. Kerja enzim tersebut dalam tubuh inangnya
adalah mengenali dan memotong DNA (termasuk DNA faga tertentu) yang asing bagi bakteri
tersebut. Maksud dari kegiatan memotong DNA asing tersebut tidak lain sebagai mekanisme
perlindungan bakteri terhadap DNA yang menyelinap dari organisme lain seperti virus atau sel
bakteri lain. Enzim-enzim ini bekerja dengan memotong-motong DNA pada lokasi-lokasi yang
spesifik- mengenali daerah atau urutan DNA pendek dalam molekul DNA dimana urutan DNA yang
dikenali tersebut bersifat PALINDROME. Selanjutnya enzim tersebut akan memotong DNA pada
titik tertentu di dalam urutan DNA tersebut (kusumawaty,2014) .
Hasil pemotongan enzim restriksi ada dua jenis. Hasil pemotongan yang menghasilkan ujung tumpul
atau “Blunt end” dan hasil pemotongan yang menghasilkan ujung lancip/ lengket atau “sticky end”.
Dengan memanfaatkan kerja enzim, peta restriksi dari suatu molekul DNA dapat dibuat
(kusumawaty, 2014) .

Escherichia coli termasuk kelompok bakteri berbentuk batang aerob fakultatif gram negatif
dengan tebal 0,5 μm, panjang antara 1,0 - 3,0 μm, berbentuk seperti filamen yang panjang, tidak
berbentuk spora, bersifat Gram negatif.
(Anggraini, 2013)
Escherichia coli sudah menjadi ”work house ” untuk produksi berbagai protein rekombinan dan telah
digunakan secara luas sebagai sel inang untuk kloning berbagai gen heterologus dengan berbagai
sistem ekspresi (Sumarsih, 2011).

Plasmid adalah DNA ekstrakromosomal yang dapat bereplikasi secara autonom dan bisa ditemukan
pada sel hidup. Di dalam satu sel, dapat ditemukan lebih dari satu plasmid dengan ukuran yang
sangat bervariasi namun semua plasmid tidak mengkodekan fungsi yang penting untuk
pertumbuhan sel tersebut. Umumnya, plasmid mengkodekan gen-gen yang diperlukan agar dapat
bertahan pada keadaan yang kurang menguntungkan sehingga bila lingkungan kembali normal,
DNA plasmid dapat dibuang. Sebagian besar plasmid memiliki struktur sirkuler. Plasmid ditemukan
dalam bentuk DNA utas ganda yang sebagian besar tersusun menjadi superkoil atau kumparan
terpilin. Agar dapat digunakan sebagai vektor kloning, plasmid harus memiliki beberapa kriteria,
yaitu berukuran kecil, relatif memiliki jumlah salinan yang tinggi (high copy number), memiliki gen
penanda seleksi dan gen pelapor, serta memiliki situs pemotongan enzim restriksi untu
memudahkan penyisipan DNA ke dalam vektor plasmid.
Pemotongan DNA plasmid, DNA asing, dan DNA rekombinan dilakukan menggunakan enzim restriksi
tertentu dengan kondisi tertentu. Enzim restriksi yang dipergunakan adalah enzim HindIII untuk
memotong DNA plasmid dan DNA asing. Hasil pemotongan DNA dengan enzim restriksi diamati dengan
elektroforesis gel agarosa(Susanti, 2004).

Plasmid pETDuet memiliki spesifikasi sebagai berikut :
Source/Vendor: EMD Biosciences
Analyze:
Sequence
Plasmid Type: Bacterial Expression, coexpression
Promotor:
T7
Clone Method: Unknown
Size: 5420

pETDuet Map.addgene. Available online muenchen.pdf .upi. lacI gene and ampicillin resistance gene. http://www.org/vector-database/2659/ Novagen. Catalog Number: 71146 Stable: Unspecified Constitutive: Unspecified Viral/Non-Viral: Nonviral Admin addgene.Bacterial Resistance: Ampicillin Notes: pETDuet-1 is designed for the coexpression of two target genes.edu/Direktori/FPMIPA/JUR. pETDuet plasmid.de/fileadmin/PEPF/pET_vectors/pETDuet-1_map. pETDuet-1 carries the pBR322-derived ColE1 replicon._PEND.pdf at http://www.helmholtz- http://file._BIOLOGI/197008112001122DIAH_KUSUMAWATY/Materi/Enzim_restriksi.