You are on page 1of 27

Makalah Case III

FBS 3-4
Parasitologi

Tutorial B2 :
- Farida Ananda Nasution
- Tira Kurniati
- Ramadhina Anggita Suci Aulia
- Santi Nur Puji
- Widya Novit Amanda
- Hilman Ramadhan
- Amri Ashshiddiq
- Muhammad Abdurrahman Salim
- Zenia Ladia
- Elsya Melinda
- Tisa Lovina
- Jeanne d’Arc Dyanchana

Fakultas Kedokteran UPN ‘Veteran’ Jakarta
2014

Case yang kami dapatkan :
Halaman 1
Bapak Mardi (45tahun), seorang prajurit TNI AD, baru beberapa bulan saja pindah dinas ke
Maluku bersama keluarganya. Sejak 5 hari yang lalu ia mengalami demam menggigil keluar keringat
dingin, disertai nyeri kepala, mual, muntah dan merasa nyeri pada otot-otot. Bapak Mardi khawatir
karena daerah tempat tinggalnya merupakan daerah endemik malaria.
Randi, putranya yang berusia 6 tahun juga selama ini tampak lesu dan sering mengeluh perutnya
tidak enak. Berat badan Randi juga terlihat lebih kecil dibandingkan dengan anak seusianya. Ibunya
menyangka mungkin anaknya kurang banyak makan. Namun, walaupun sudah banyak istirahat dan
makan dengan cukup, tetap saja berat badannya tidak naik. Randi pernah mengatakan pada ibunya
bahwa ia melihat cacing pada kotorannya saat buang air besar. Karena khawatir, akhirnya ibunya
membawa Bapak Mardi dan juga Randi ke rumah sakit untuk diperiksa.
Halaman 2
Dokter di RS melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik pada keduanya. Setelah itu dilakukan
pemeriksaan mikroskopik apus darah tepi pada Bapak Mardi dan pemeriksaan tinja pada Randi. Pada
pemeriksaan apusan darah tepi, ditemukan parasit stadium tropozoit muda Plasmodium falciparum.
Sedangkan pada pemeriksaan tinja Randi ditemukan telur cacing Ascaris lumbricoides.
Dokter menjelaskan bahwa parasit Plasmodium falciparum adalah protozoa yang ditularkan oleh
vector yaitu nyamuk dan mengalami daur hidup baikpada manusia sebagai hospes perantara maupun
nyamuk sebagai hospes definitive. Sehinggan selain pengobatan diperlukan juga pengendalian vector
untuk memutu daur hidup dari parasit.
Setelah memberikan pengobatan kepada kedunya, dokter menyarankan agar keluarga tersebut
menjaga dan lebih memperhatikan kebersihan di rumah dan lingkungannya, mencuci sayuran dan buahbuahan dengan benar dan mengingatkan Randi untuk selalu mencuci tangan dengan sabun setiap kali
habis BAB dan akan makan. Keduanya juga dianjurkan tetap makan makanan yang bergizi agar
imunitasnya meningkat sehingga mempercepat penyembuhan.
Dari case yang kami terima, kami mendapatkan terminologi :
-

Malaria
Cacing
Sigmoid
Splenomegali

Problem yang kami dapatkan :
-

Apa penyebab Pak Mardi demam?
Apa itu malaria?

morfologi. reproduksi dan daur hidup dari parasit? Bagaimana cara pembasmian dan pengendalian parasitologi? Bagaimana penyebaran parasit? Kami pun menyimpulkan hipotesis.- Apa penyebab malaria? Apa gejala malaria? Apa itu parasitologi dan ruang lingkupnya? Apa saja macam-macam parasit? Bagaimana daur hidup parasit? Vektor dan hospes parasit? Bagaimana parasit bereproduksi? Bagaimana definisi. peranan. yaitu : - Parasitologi Terminologi dalam Parasitologi Protozoa Helmintologi Entomologi Mikologi Imunitas Tubuh terhadap Parasit .

serkaria akan keluar dari tubuh siput dan menempel pada rumput menjadi Metaserkaria infektif dan akhirnya harus tertelan oleh sapi. redia . Siklus hidup secara langsung. Siklus hidup parasit secara umum dapat dibedakan menjadi : 1. Contoh cacing Ascaris suum yang menginfeksi babi. II. stadium (mirasidium. 2. Hospes dapat dibedakan berdasarkan : 1. Mengenai siklus hidup parasit sangatlah penting. Inang primer) adalah hospes yang memberikan makan untuk hidup parasit stadium seksual atau dewasa. redia dan serkaria. untuk kelangsungan hidup parasit membutuhkan satu hospes definitive dan satu atau lebih hospes intermedier. Contoh : pada kasus malaria seperti dituliskan terdahulu. Parasit adalah tanaman atau hewan yang hidup di luar atau di dalam organisme hidup lain yang memberikan beberapa keuntungan baginya. Disini hanya memerluka satu hospes babi dan perkembangan telur terjadi diluar tubuh babi (fase bebas). Contoh lain pada infeksi cacing hati Fasciola gigantica. nyamuk adalah sebagai hospes definitive.Terminologi dalam parasitologi : -Bagaimana daur hidup parasit sampai vector dan hospes. stadium Schizon dan Merozoit ditemukan didalam sel darah merah unggas. maka hospes dapat dibedakan menjadi : a. karena pengendalian penyakit parasit tanpa dilandasi dengan pengetahuan siklus hidup parasit adalah sia – sia. hospes sekunder. Jadi pada kasus malaria unggas ini. Induk semang. hospes alternative. Stadium Parasit Berdasarkan stadium paarsit yang dikandungnya. cacing dewasa yang berpredileksi didalam kantung empedu bertelur dan keluar bersama tinja dan mencemari lingkungan. Contoh cacing hati Fasciola gigantica yang menginfeksi sapi. sehingga unggas sebagai hospes intermedier. untuk melangsungan hidup parasit memerkulan hanya satu hospes (hospes definitif) dan parasit ini biasanya memiliki fase bebas. sporokista.Definisi Parasitologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang parasit dan parasitisme. Siklus hidup secara tidak langsung.Parasitologi Kedokteran I. -Apa yang dimaksud dengan Hospes? Hospes (inang=hewan penjamu) adalah hewan yang menderita kerugian akibat harus memberikan makan parasit. dari dalam telur akan keluar mirasidium yang harus membutuhkan hospes intermedier siput Lymnaea sp untuk berkembang menjadi sporokista. Hospes definitive (Inang definitive. Contoh : salah satu penyakit malaria unggas disebabkan oleh protozoa Plasmodium malariae. Hospes intermedier (hospes sementara. sedangkan stadium Schizon dan Merozoit ditemukan didalam darah unggas. Siklus hidup (daur hidup) parasit adalah serangkaian fase (stadium) dari parasit untuk kelangsungan hidupnya. b. inang antara) adalah hospes yang memberikan makan untuk hidup parasit stadium aseksual atau belum dewasa. telur mengalami perkembangan dimana di dalam telur terbentuk larva stadium 1 dan 2 yang bersifat infektif dan akhirnya tertelan lagi oleh babi dan berkembang menjadi dewasa. cacing dewasa bertelur dan keluar bersama tinja dan mencemari lingkungan. dimana bentuk seksualnya (makrogamet dan mikrogamet) ditemukan didalam tubuh nyamuk.

Mencegah wabah penyakit yang tergolong vektor-borne disease >> memperkecil risiko kontak antara manusia dg vektor penyakit dan memperkecil sumber penularan penyakit/reservoir 2. Contoh : dalam siklus cacing hati Fasciola gigantica. Sebagian dari Anthropoda dapat bertindak sebagai vektor. maka hospes dapat dibedakan menjadi : a. Hospes non-esensial adalah hospes yang keberadaannya dalam siklus hidup parasit tidak merupakan satu keharusan. Seperti telah diketahui vektor adalah Anthropoda yang dapat memindahkan/menularkan suatu infectious agent dari sumber infeksi kepada induk semang yang rentan. Perlu tidaknya hospes Berdasarkan perlu tidaknya hospes untuk kelangsungan hidup parasit. cacing tanah tidak merupakan hospes yang harus ada. Kelas crustacea (berkaki 10): misalnya udang 2. Adapun prinsip dasar dalam pengendalian vektor yang dapat dijadikan sebagai pegangan sebagai berikut: 1. maupun dengan aplikasi pestisida (spraying. baiting. dan merupakan salah satu phylum yang terbesarjumlahnya karena hampir meliputi 75% dari seluruh jumlah binatang. siput air tawar genus Lymnaea harus ada untuk kelengkapan siklus hidup parasit. Kelas Myriapoda : misalnya binatang berkaki seribu 3. -Vektor dan pengendaliannya. kelambu 2. Usaha pencegahan (prevention) >> mencegah kontak dengan vektor >> pemberantasan nyamuk. sehingga siput disebut sebagai hospes intermedier 2. trapping) Cara Pengendalian vektor : 1. mengurangi. Antropoda dibagi menjadi 4 kelas : 1. Contoh : dalam siklus hidup Cacing Ascaridia galli yang menginfeksi ayam. Mencegah dimasukkannya vektor atau penyakit yg baru ke suatu kawasan yg bebas >> dilakukan dengan pendekatan legal. Vektor adalah anthropoda yang dapat menimbulkan dan menularkan suatu Infectious agent dari sumber Infeksi kepada induk semang yang rentan. Usaha penekanan (suppression) >> menekan populasi vektor sehingga tidak membahayakan kehidupan manusia . sehingga Lymnaea disebut Hospes Esensial b. Hospes esensial adalah hospes yang keberadaannya dalam siklus hidup parasit merupakan satu keharusan. Kelas hexapoda (berkaki 6) : misalnya nyamuk Pengendalian vektor adalah semua upaya yang dilakukan untuk menekan. Pengendalian vektor harus menerapkan bermacam-macam cara pengendalian agar vektor tetap berada di bawah garis batas yang tidak merugikan/ membahayakan. 2.dan serkaria) berkembang didalam tubuh siput air tawar (Lymnaea sp). Pengendalian vektor tidak menimbulkan kerusakan atau gangguan ekologi terhadap tata lingkungan hidup. karena tanpa cacing tanahpun siklus hidup cacing masih bisa berlangsung. Kelas Arachinodea (berkaki 8) : misalnya Tungau 4. yang mempunyai ciriciri kakinya beruas-ruas. atau menurunkan tingkat populasi vektor sampai serendah rendahnya sehigga tidak membahayakan kehidupan manusia. Tujuan pengendalian vektor : 1.

dan alat-alat lain yang agak lengkap. Pengendalian secara fisik-mekanik (physical-mechanical control) >> modifikasi/manipulasi lingkungan >> landfilling. Helminthologi dibagi menjadi: 1. laut. . . yaitu :  Simbiosis Komensialisme : Jasad yang mendapat keuntungan dari jasad lain tetapi inang tidak dirugikan. Pengendalian secara alamiah (naturalistic control) >> memanfaatkan kondisi alam yang dapat mempengaruhi kehidupan vector >> jangka waktu lama 2. Nemathelminthes (cacing gilik) : Nematoda 2. fertilisasi d. yaitu :  Helminthologi  Entomologi  Mikologi  Protozoologi i. Platyhelminthes (cacing pipih): Trematoda (cacing daun) dan Cestoda (cacingpita) Nematoda memiliki jumlah spesies terbanyak diantara cacing-cacing yang hidup sebagai parasit.3.  Predator : Parasit yang membunuh terlebih dahulu mangsanya untuk kemudian dimakan. Memiliki morfologi umum sebagai berikut: .Sistem pencernaan. Upaya peningkatan sanitasi lingkungan (environmental sanitation improvement) b. Simbiosis terdiri dari tiga.Ada yang panjangnya beberapa milimeter dan ada yang melebihi satu meter. ekor. Pengendalian dengan menggunakan bahan kimia (chemical control) -Derajat parasitisme Simbiosis adalah hubungan timbale balik suatu spesies dengan spesies lainnya untuk kelangsungan hidupnya. draining c.Helminthologi Helminthologi merupakan ilmu yang mempelajari parasit berupa cacing. bulat panjang. air tawar. dan reproduksi biasanya terpisah. -Tubuh simetri bilateral. -Memiliki rongga tubuh semu (Pseudoselom) -Biasanya bukan hermaprodit (1 individu jantan dan betina terpisah – betina umumnya berukuran lebih besar).Ilmu Parasitologi terbagi menjadi empat cabang.Punya kepala. bagian anterior dan posterior runcing. Pengendalian secara biologis (biological control) >> memanfaatkan musuh alamiah atau pemangsa/predator. Berdasarkan taksonomi. Usaha pembasmian (eradication) >> menghilangkan vektor sampai habis Metode pengendalian vector : 1.  Simbiosis Mutualisme : Hubungan antara dua jenis jasad yang keduanya saling menguntungkan. kebanyakan adalah parasit. Pengendalian terapan (applied control) >>memberikan perlindungan bagi kesehatan manusia dari gangguan vektor >> sementara a. -Port d’entrée Port d’entrée dalam parasit dapat melalui mulut. ekskresi.dan inhalasi. gigitan anthropoda yang menembus kulit . -Ditemukan hampir di semua tempat – darat. . III. Pengendalian dengan pendekatan per-UU (legal control) >> karantina e.

-Larva akan keluar dari usus menusu jantung lalu ke paru-paru dan kemudian keluar untuk kembali ke usus. dan partogenesis.-Saluran pencernaan sempurna-mulut sampai dengan anus. Stadium dewasa hidup di rongga usus kecil.60-90%. vivipar. atau debu. Nematoda dibagi menjadi dua: 1. Nematoda dapat berkembang biak dengan cara bertelur. Daur Hidup : -Telur yang keluar bersama feses penderita berada di tanah/ rumput. Nematoda usus  Ascaris lumbricoides Hospes : Manusia. -Telur akan masuk ke usus lalu berkembang menjadi larva Ascaris.  Ancylostoma duodenale Cacing ini ditemukan di Eropa pada pekerja pertambangan karena belum adanya fasilitas sanitasi yang memadai. Cacing jenis ini memiliki jalur masuk dapat berupa aktif maupun melalui gigitan vektor. atau minuman/makanan yang terkontaminasi. Cacing betina bertelur 100.000/hari. Nama Penyakit : Askariasis Distribusi Geografik : Kosmpolit. Hospes : Manusia. . prevalensinya di Indonesia +. Morfologi : Cacing jantan lebih kecil dari cacing betina. -Telur ini akan masuk ke tubuh manusia melalui tangan yang terkontaminasi.000-200. -Kemudian dihasilkan telur-telur lagi. Di usus Ascaris berkembang menjadi dewasa untuk bereproduksi. -Telur yang dihasilkan bisa mencapai 200 ribu buah.

kemudian paru-paru dan bergerak menuju bronkus. Prevalensi di Indonesia tinggi. Larva dapat masuk ke dalam tunuh dengan cara menembus kulit hospes dan masuk ke kapiler darah. Distribusi Geografik : Diseluruh daerah khatulistiwa. Telur yang keluar bersama feses penderita berada di tanah/ rumput. terutama pedesaan 40%. larva akan masuk ke jantung kanan. Morfologi : Daur Hidup : 1.Nama Penyakit : Ankilostomiasis. Pertambangan dan perkebunan. . 2. 3. Telur ini akan berkembang menjadi larva rabditiform dan kemudian menjadi larva filariform. Dari kapiler darah.

Dari bronkus. Nama penyakit :fasioliasis Penyebaran geografik : amerika latin dan prancis.taiwan. a. Fasciola hepatica Hospes : kambing dan sapi(kadang pada manusia). 5.india dan afrika.menetas dalam air ( beberapa menetas di tubuh hospes perantara.babi.filiphina.(beberapa di geital) -saluran pencernaan seperti huruf Y terbalik.anjing.30x13mm. -mirasidium menjadi sporokista lalu redia -redia mencari hosper perantara II misal ikan .tikus.vietnam.bentuk dewasa pipih dorsoventral dan simetris bilatera -tidak mempunyai rongga badan -ukuran 1mm-75mm -2buah batil isap dimulut dan di perut. Di usus halus larva berkembang menjadi cacing dewasa dan menghasilkan telur.sapi. Morfologi :Pipih seperti daun +.kambing. dasar kerucut terdapat batil isap perut(+-1.jepang. Telur 140x90mikron Daur hidup : . Morfologi : . -hidup anaerob Daur hidup -telur keluar bersama tinja . Bagian anterior seperti kerucut dan diujungnya terdapat batil isap mulut (+-1mm).4.musang. Testis dan kelenjar vetilen bercabang.thailand. Distribusi geografik : umunya terdapat di RRC.korea. Dan beberapa di indonesia. larva akan bergerak menuju ke trakea.6mm) Saluran pencernaan bercabang cabang sampai ke ujung distal sekun. Hospes : kucing.burung. Cacing daun adalah cacing yang termasuk kelas trematoda.harimau dan mansia. Hal ini menimbulkan rangsang batuk sehingga larva tertelan dan masuk ke usus halus.redia yang berapa di dalam hospes perantara II dimakan oleh hospes defnitif dan kemudian berkembang menjadi cacing dewasa.

filiphina.jepang. -Ukuran telur 80-118xmikron x 40-60mikron.taiwan.amerika latin dan indonsia. -Ovarium terletak dibelakang batil isap perut. -Menetas dan mencari keong air (lymnaea spp) terjadi perkembangan mirasidium menjadi sporokista menjadi redia menjadi serkaria.anjing dan harimau. afrika.msang.kelinci. -Serkaria keluar dari keong air mencari hospes perantara II yaitu tumbuh tumbuhan air dan pada permukaan air membentuk kista metaserkaria. -Tertelan akan menetas di usus halus lalu menembus dinding usus menuju ruang peritoneum hingga menembus hati.thailand. -Testis berlobus terletak berdampingan antara batil isap perut dan ekor.vietnam. -Telur matang dalam air setelah 9-15 hari dan berisi mirasidium. b. . -Larva menuju saluran ampedu dan menjadi dewasa.-Dikeluarkan melalui saluran ampedu ke dalam tinja keadaan belum matang. Morfologi : -Bentuk bundar lonjong seperti biji kopi dan ukurannya 8-12x4-6mm dan berwarna coklat tua -Batil isap mulut dan perut hampir sama.korea. Penyebaran geografik : RRC. Paragonimus westermani Hospes : manusia.india.

8-0. -Telur cacing berbentuk lonjong dan berdinding tipis transparan.esofagus yang pendek.diafragma dan menuju paru. -Batil isap kepala kira kira seperempat ukuran batil isap perut. Mirasidium mencari keong air perkembangan mirasidium menjadi sporokista menjadi redia menjadi serkaria. Uterus berpangkal pada ootip.Daur hidup : -Telur keluar bersama tinja -Menetas 16 hari. -Vitelaria letaknya lebih lateral dari sekum. -Dua buah testis yang bercabang letaknya agak tendem di bagian posterior cacing.rongga perut. c.taiwan dan indonesia.5cm dan lebar 0.sepasang sekum yang tidak becabang dengan dua identasi yang khas.faring yang menggelembung. -Kutikulum di tutupi duri kecil. berukuran panjang 130-140mikron dan lebar 80-85mikron. -Dimakan hospes defnitif metaserkaria menjadi cacing dewasa muda di duodenum. -Bentuk lonjong dan tebal.india. .thailand. Morfologi : -Ukuran 2-7.vietnam.2 cm. Fasciolopsis buski Hospes : kecuali manusia dan babi yang dapat menjadi hospes defnitif cacaig tersebut. Nama penyakit : fasiolapsiasis. -Saluran pencernaan terdiri dari prefaring yang pendek. Anjing dan kelinci juga dapat dihinggapi. Distribusi geografik : RRC. -Cacing dewasa terbungkus dalam kista biasanya ada dua cacing didalamnya. -Ovarium bentuknya bulat. -Bermigrasi menembus dinding usus halus. -Serkaria keluar mencari hospes perantara II udang batu atau ketam. dengan sebuah operkulum yang nyaris terlihat pada sebuah kutubnya. berkelok kelok kearah anterior badan cacing. -Mengeluarkan telur 15000-48000 butir telur sehari.

-Mirasidium keluar dan berenang bebas mencari hospes perantara I (keong air tawar. -Pada umumnya uterus terdapat 50-300 butir telur.5-19. Dalam redia induk banyak terdapat redia anak. -Dibagian ventral badan terdapat canalis gynaechoporus.5 mm x 0. -Cacing betina lebih halus dan panjang berukuran 16-26 mm x 0.Daur hidup : -Telur dalam air pada suhu 27-32 derajat celcius menetas selama 3-7 minggu. -Serkaria berenang mencari hospes dan menjadi metaserkaria yang berbentuk kista.9 mm. -Badan gemuk dan bundar. tempat cacing betina sehingga tampak seolah-olah cacing betina ada dipelukan cacing canta. Schistosoma atau bilharzia Hospes : defnitif : manusia reservoar : berbagai macam binatang. -Ukuran telur 95-135 x 50-60 mikron. -Kutikulum berbentuk terdapat tonjolan halus sampa kasar. -Dalam keong mirsidium tumbuh menjadi sporokista kemudian pindah ke bagian hati dan jantung keong. -Tidak mempunyai operkulum. yang pada gilirannya membentuk serkari. -Mempunyai duri. d. -Serkaria matang menjadi koyak melepaskan banyak redia induk. Morfologi : -Cacing jantan berwarna kelabu atau putih kehitam-hitaman.hippeutis dan gyraulus).3 mm. berukuran 9. eliocharis.segmentina. tergantung spesiesnya. -Dimakan manusaia dalam waktu 25-30 hari menjadi cacing dewasa. Nama penyakit : skistosomiasis atau bilharziasis. waktu 3 bulan ditemukan telur dalam tinja. . eichornia dan zizania. Tumbuhan yang sering dihinggapi metaserkaria adalah trapa.

yaitu badan yang terdiri atas segmen-segmen yang disebut proglotid. -Leher. masuk ke rongga usus/kandung kemih kelura dangan tinja atau urin. berisi sel telurdan dikeluarkan bersama tinja. pakistan. . berkembang menjadi sporokista I dan membantuk bnyak sporokista II.Daur hidup : -Telur berisi embrio menembus keluar pembuluh darah. kelas cestoidea. yaitu kepala yang merupakan alat untuk melekat. Distribusi geografik : amerika. -Masuk kedalam tubuh hospes. -Berenang mencari hospes. Tiap proglotid dewasa mempunyai susunan alat kelamin jantan dan betina yang lengkap. Pada cestoda dikenal dua ordo yaitu: a. Telur mempunyai operkulu. tiap proglotid mempunyai alat kelamin jantan dan betina yang lengkap. eropa. Lubang genital dan lubang uterus terletak ditengah-tengah proglotid. -Strobila. -Serakria keluar dari hospes berenang menembus kulit manusia -Cacing dewasa hidup di pembuluh darah. Nama penyakit : difilobotriasis. rumania. Reservoar = anjing. keadaan ini disebut hermafrodit. Pseudophyllidea b. berukuran 70x45 mikron. yaitu tempat pertumbuhan badan. Cyclophyllidea Pseudophyllidea mempunyai dua skoleks dengan dua lekuk isap ( bothrium =suctorial groove). filum platyhelminthes.  Diphyllobothrium latum Hospes : defnitif = manusia. Cacing dewasanya menempati saluran usus vertebrata dan larvanya hidup di jaringan vertebrata dan invertebrata. -Masuk ke dalam air telur menetas dan mengeluarkan mirasidium. turkestan. sporokosta II banyak membentuk serkaria. Cacing pita termasuk subkelas cestoda. -Telur mempunyai operkulum. dilengkappi dengan batil isap atau dengan lekuk isap. Morfologi : -Berwarna gading -Panjangnnya bisa sampai 10 m dan terdiri atas 3000-4000 buah proglotid. Sifat umum : -Skoleks. jepang dan siberia. kanada. swis. kucing dan lebih jarangn 22 mamalia.

-Proglotid dewasa terdapat folikel testis yang berjumlah 300-400 buah. -Ikan dimakan hospes defnitif yaitu manusia dan ikan tidak dimasak dengan benar maka sparganum tumbuh menjadi cacing dewasa di rongga usus halus. Morfologi : -Besar dan panjang. larva bersilia menetas dari telur. kerbau dan lain sebagainya adalah hospes perantaranya. leher.timur tengah.eropa. -Leher sempit.  Taenia saginata Hospes : defnitif = manusia. -Skoleks hanya berukuran 1-2 milimeter. -Mempunyai 4 batil isap dengan otot yang kuat. Sedangkan hewan memamahbiak dari keluarga bovidae. Daur hidup : -Cacing dewasa di usus halus manusia(bertelur) -Telur yang belum berkembang keluar bersama tinja masuk dalam air tawar. Rostelum adalah penonjlan diskoleks. -Kapepoda (cyclops. ruas-ruas tidak jelas dan didalamnya tidak terlihat struktur tertentu. masuk kerongga badan. -Korasidium. diaptomus) memakan korasidium. dan strobilayang merupakan rangkaian ruas-ruas proglotid sebanyak 1000-2000 bua. -Proserkoid berkembang dirongga badan kopepoda. lubang kelaminterdapat di pinggir proglotid. -Panjang cacing 4-12 meter atau lebih. rusia dan juga indonesia. dapat unilateral atau bilateral selang seling. seperti sapi. Lubang uterus ( uterine pore) tidak ada. tersebar dibidang dorsal. berenang bebas dalam air. Distribusi geografik : penyebaran kosmopolit. . Cyclophyllidea mempunyai skoleks (kepala) empat batil isap dan dilengkapirostelum dengan atau tanpa kait-kait. Nama penyakit : taniasis saginata. -Terdiri dari kepala (skoleks). -Proserkoid menjadi larva pleroserkoid atau disebut sparganum. -Strobila terdiri dari rangkaian proglotid yang belum dewasa (imatur) dan yang mengandung telur atau gravid. -Kopepoda yang infektif dimakan ikan air tawar.tanpa kait-kait. -Korasidium menembus alat cerna kapepoda.-Dikeluarkan melalui lubang uterus proglotid gravid.

-Ternak yang makan rumput yang terkontaminasi dihinggapi cacing gelembung. Daur hidup : -Telur melekat dirumput bersama tinja. oleh karena telur yang tertelan dicerna dan embrio heksakan menetas. bila orang defekasi di padang rumput atau karena tinja yang hanyut disunga waktu banjir. -Dalam waktu 8-10 minggu menjadi dewasa. terjadi selama 12-15 minggu. ii. -Embrio heksakan di saluran pencernaan ternak menembus dinding usus. tempat melekat otot. paha belakang dan punggung.Entomologi Entomologi kedokteran merupakan ilmu yang mempelajari tentang vektor. -Yang dihinggapi larva adalah otot maseter. Morfologi umum entomologi : -Badan beruas-ruas -Umbai beruas-ruas -Eksoskelet dan bentuk badan simetris bilateral -Sebelah badan luar serangga dilapisi oleh kitin yang pada bagian tertentu mengeras dan membentuk eksoskelet yang berfungsi sebagai pelindung tubuh.pengatur penguapan air dan penerus rangsang yg berasal dari luar tubuh Umbai-umbai tubuh bedasarkan fungsinya : -Pada kepala tumbuh menjadi antenna dan mandibula -Pada toraks menjadi kaki dan sayap -Pada abdomen menjadi kaki pengayuh . Setelah 1-3 tahun cacing ini mengalami degenerasi.pelindung organ dalam. kelainan dan penyakit yang disebabkan oleh artropoda. -Cacing gelembung yang ada pada otot dimakan maka skoleksnya keluar dari cacing gelembung dengan cara evaginasi dan melekat pada mukosa usus halus biasanya jejunum. masuk ke saluran getah bening atau darah dengan dan ikut dengan aliran darah ke jaringan ikat disela-sela otot untuk tumbuh menjadi cacing gelembung disebut sistiserkus bovis. yaitu larva taenia saginata.-Lubang kelamin selang seling pada sisi kanan atau kiri strobila.

Bila gangguan itu berlangsung lama. Cara-cara serangga memasukkan toksinnya ke dalam tubuh manusia: -Kontak langsung (ulat) -Gigitan (kelabang) -Sengatan (kalajengking) -Tusukan (nyamuk) Serangga dapat menimbulkan alergipada orang yang rentan. Contohnya adalah nyamuk. Berdasarkan lamanya hidup pada hospes. seperti telur cacing. -Penularan secara transovarian Vektor yang terinfeksi akan menularkan penyebab penyakit kepada anaknya. disertai perubahan biologi (tempat hidup dan makanan). Salah satu gangguan kepala dapat disebabkan oleh tuma kepala (Pediculushumanusvar. yaitu : -Parasit permanen : Yaitu apabila seluruh atau sebagian hidupnya parasit ada pada satu hospes. Penyakit yang dapat disebabkan oleh artropoda adalah : -Pedikulosis Pedikulosis merupakan gangguan yang disebabkan oleh infeksi tuma. Pada metamorphosis tidak sempurna memiliki stadium telur – (larva) _ nimva – dewasa. misalnya tingau debu (Dermatophagoidesdanmayfly). parasit dibedakan menjadi dua. Pertumbuhan artropoda dipengaruhi hormon juvenile yang di sekresikan oleh kelenjar korporaalata. Selanjutnya larva infektif akan menularkan penyakit kepada manusia.Artropoda juga memiliki system pencernaan. system peredaran darah (terbuka) dan system reproduksi. system pernapasan (dengan trakea). . Morfologi serta biologi bentuk muda dan dewasa hampir sama. Serangga dapat pula menimbulkan rasa ngeri. artropoda dibagi menjadi : -Artropoda yang menularkan penyakit (vector dan hospes perantara) -Artropoda yang menyebabkan penyakit (parasit) -Artropoda yang menyebabkan alergi -Artropoda yang meyebabkan kelainan karena toksin yang dikeluarkan -Artropoda yang menimbulkan entomophobia Serangga dapat menularkan penyakit melalui beberapa cara. Fase antara tingkat muda dan dewasa memiliki perbedaan morfologi yang jelas. Berkurangnya hormon juvenile menjadi pertanda kelanjar pertoraks untuk mengeluarkan hormone ekdison yang berfungsi untuk merangsang pengelupasan kulit atau eksoseklet. system syaraf (otak dan ganglion).capitis) yang termasuk family pediculidae. Menurut besarnya peran dalam ilmu kedokteran. dll. Metamorfosis sempurna memiliki stadium telur – larva – pupa – dewasa.yaitu : -Penularan secara mekanik -Penularan berlangsung dari penderitake orang lain dengan perantara bagian luar tubuh serangga.Contohnya adalah tungau kudus -Parasit periodic : Merupakan parasit yang hidupnya berpindah-pindah dari satu hospes ke hospes lainnnya dalam daur hidupnya. disebut entomofobia. Selama pertumbuhannya serangga mengalami perubahan bentuk yang disebut metamorfosis. rasa takut karena bentuk serangga yang dilhatnya dan gangguan pikiran akibat mengkhayalkan penyakit yang mungkin timbul.

atau dengan pemakaian insektisida golonganklorin (benzenheksaklorida) atau permetrin Artropoda dapat menjadi vektor penularan penyakit. Pencegahan dilakukan dengan cara menjaga kebersihan kepala. Pemberantasan tuma kepala bias dengan tangan.Ae aegypti merupakan vektor penyakit virus yang menyebabkan DHF.sisirserit.0-1. diantaranya : -Aedes aegypti Ae. Tempat perindukan Ae. berukuran 1. aegypti termasuk kelas insekta.5 mm -Berwarna kelabu -Kepala berbentuk segitiga -Segmen toraks bersatu dengan abdomen -Ujung setiap kaki dilengkapi dengan kuku -Dapat berpindah ke hospes lain -Telurnya berwarna putih diletakkan di rambut dengan perekat kitin -Pediculus dewasa lebih menyukai rambut kepala bagian belakang kepala -Tuma kepala berjalan dari helai rambut ke helai rambut lainnya dengan menjepit kuku-kukunya. Morfologinya khas. ordo diptera. rambut akan melekat satu sama lain dan mengeras. dan demam kuning. dan eksudat nanah yang berasal dari luka gigitan yang meradang dan dapat ditumbuhi jamur. tumbuh menjadi pupa dan akhirnya menjadi dewasa. Seekor nyamuk betina dapat meletakkan 100 butir telur tiap kali bertelur. Setelah kira-kira 2 hari telur menetas menjadi larva lalu melakukan pengelupasan kulit sebanyak 4 kali. Infeksi sering terjadi dengan kontak langsung. Pertumbuhan dari telur menjadi dewasa dibutuhkan waktu kira-kira 9 hari. -Tuma menghisap darah sedikit demi seikit dalam waktu lama. quinquefasciatus). sedangkan tuma dewasa dapat bertahan hidup selama 27 hari -Patologi dan gejala klinis Lesi pada kepala diakibatkan oleh tusukan tuma pada saat menghisap darah Lesi sering ditemukan di belakang kepala atau leher Air liur tuma merangsang timbulnya papul dan rasa gatal -Epidemiologi Pada infeksiberat. chikungunya. biasanya tidak melibihi jarak 500m. Waktu pertumbuhan dari telur menjadi dewasa adalah 28 hari. yaitu mempunyai gambaran lira yang putih pada punggungnya. .Morfologi dan daur hidup Pediculushumanus : -Bentuk dari Pediculushumanus lonjong. Aegypti adalah tempat-tempat berisi air bersih yang berdekatan dengan rumah penduduk . mempunyai warna dasar hitam dengan bintik-bintik putih terutama pada kakinya. Kedaan tersebut disebut plicapalonica. telur (nits).Telurnya mempunyai dinding yang bergaris-garis dan menyerupai gambaran kain kasa.Larvanya mempunyai pelana yang terbuka dan gigi sisir yang berduri lateral. Nyamuk betina meletakkan telurnya di dinding tempat perindukannya 1-2 cm di atas permukaan air. Morfologi dan Daur hidup Ae. aegypti dewasa berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan nyamuk rumah(Cx. famili culicidae tribus culicini. dapat ditemukan banyak tuma dewasa.

Tungau hanya tedapat pada lesi primer. aegypti mempunyai jarak terbang pendek. Pada saat menggali terowongan. aegypti sering dikenal dengan istiah Pemberantasan Sarang Nyamuk(PSN). dan melakukan pendidikan kesehatan masyarakat melalui ceramah atau penyuluhan agar masyarakat dapat memelihara kebersihan lingkungannya .scabiei berbentuk oval dan gepeng. mengubur benda-benda di pekarangan yang dapat menampung air.scabiei menyebabkan penyakit skabies.Sarcoptes scabiei menyebabkan penyakit skabies atau kudis Morfologi dan daur hidup : Badan S. misalnya malation. Nimfa berubah menjadi dewasa sekitar 3-5 hari. misalnya lamda sihalotrin. . mengganti air dan membersihkan tempat-tempat air secara teratur tiap minggu sekali. dan hasil metabolisme. pemberian temofes ke dalam tempat penampungan air. tungau mengelarkan sekret yang dapat melisiskan stratum korneum. yaitu setelah matahari terbit 08. ordo acari. betina: 300x350 mikron. dilakukan dengan cara penyemprotan dan pengasapan (fogging) dengan insektisida orgonofosfat. permetrin serta karbamat. Stadium dewasa mempunya 4 pasag kaki. vesikel.Nyamuk betina mengisap darah manusia pada waktu siang hari. ikan guppy) . disebut abatisasi. Ukuran betina lebih besar dibandingkan jantannya.Biologik: misalnya memelihara ikan pemakan jentik(ikan kepala timah. eksematisasi dan pioderma.00-17. fenitrotion dan piretroid sintetik. Larva menjadi nimfa dalam waktu 3-4 hari.Tungau betina membuat terowowngan di stratum korneum kulit. Menutup.0010.Telur menetas menjadi larva sekitar 3-5 hari.Kimia : Pemberantasan larva dilakukan dengan larvasida. sedang di laboratorium bisa mencapai 2 bulan.00 dan sebelum matahari terbenam 15. Mengubur) Perlindungan perseorangan untuk mencegah gigitan Ae. S.Pengisapan darah dilakukan dari pagi sampai petang dengan dua puncak waktu. Jantan:150x200 mikron. dan kelas arachnida.Umur nyamuk dewasa betina di alam kirakira 10 hari. Pada skabies/kudis. melakukan fogging dengan melation setidak-tidaknya 2 kali dengan jarak 10 hari di daerah yang terkena wabah di daerah yang endemi DHF.Fisik: dengan melakukan 3M (Menguras. pustul.Pada umumya Ae. Aegypti dilakukan dengan cara : a. Aegypti. dua hari kemudian tungau betina bertelur 2-3 butir/hari. seperti menggunakan kelambu atau kawat seperti kasa untuk menutupi ventilasi jenela agar nyamuk tidak masuk rumah. Pemberantasan nyamuk dewasa Pemberantasan nyamuk dewasa. Sekret dan ekskretnya menyebabkan sensitisasi sehingga menimbukan pruritus dan lesi sekunder.Sarcoptes scabiei Sarcoptes scabiei adalah tungau yang termasuk famili sarcoptidae. Lesi sekunder berupa papul. lesi primer berupa terowongan yang berisi tungau. . Dapat juga terjadi lesi tersir berupa ekskoriasi. Pemberantasan Ae. Pemberantasan jentik Pemberantasan jentik Ae. b. yaitu sekitar 40-100 m.00. dilakukan dengan cara: . telur. Setelah kopulasi. sedangkan tungau jantan mengalami kematian. dan kadang bula.

berbentuk lurus atau berkelok-kelok) di tempat predileksi. Histolityca Terdapat 2 stadium penting yaitu: -Trofozoid : Dapat bersifat patogen dan menginvasi usus besar. Dan penyakit kolitik amebik. karena tahan terhadap asam. karena pus bersifa akarisida.Berkembang biak secara belah pasang -Kista : Tidak bersifat patogen tetapi infektif. gentalia ksterna pada laki-laki.Parasit yang sering ditemukan dalam usus besar manusia dan primata tertentu. -Trofozoit masuk ke rongga usus halus.Tungau hidup di dalam terowongan(berwarna putih abu-abu dngan panjang sekitar 1mm. gluteus. ekstremitas. Skabies biasanya menghinggapi pasien dengan hygiene yang buruk. siku bagian luar. -Kista yang punya 4 inti akan membentuk 8 buah trofozoit. Penjelasan gambar -Kista matang (Infektif) tertelan. lisis = rusak. pergelangan tangan bagian ventral. miskin dan hidup dalam lingkugan yang padat dan kumuh. Epidemiologi : Terdapat di seluruh dunia. Manusia adalah hospes dari 8 spesies Ameba yang hidup di rongga usus besar. Masuk ke lambung. iii. -Di rongga terminal Usus halus. Diagnosis dapat dipastikan bila ditemukan S. Garukan dapat mengeluarkan tungau secara mekanik dan jika terjadi infeksi sekunder maka pus yang terbentuk dapat membunuh tungau. yaitu jari tangan. Terutama pada daerah dengan sanitasi lingkungan yang buruk Daur hidup ent. Manusia adalah satu-satunya hospes parasait Ent. Bersifat merusak jaringan. umbilikus. Histolityca. lipatan ketiak depan. Berasal dari kata Histo = Jaringan. terutama daerah tropik dan daerah iklim sedang.Protozoologi Contoh Protozoa adalah Entamoeba Histolytica.Penyebab Penyakit disentri hingga menyebabkan kematian.scaibei yang di dapatkan dengan cara mencongkel tungau dari kulit. kerokan kulit. Patogen pada manusia. di lambung masih utuh. terjadi Ekskistasi dan keluarlah trofozoit. dan areola mammae pada perempuan. Nama penyakit yang ditimbulkan adalah Amebiasis. . 7 diantaranya apatogen thd manusia. Punya dinding yang melindungi dari cuaca buruk di luar tubuh manusia.

Yang menunjukkan tanda patogmonik infeksi Ent. -Setelah lisis. yg berfungsi melisiskan matriks protein ekstrasel. Ia membuat pori-pori pada lapisan lipid -Lalu terjadi invasi ameba ke jaringan ekstrasel mll Sistein Proteinase yang dikeluarkan stadium trofozoid Sistein. didahului dengan kontak stadium trofazoid dengan sel epitel kolon -Melalui antigen Gal.dispar tidak dapat dibedakan. yang besar dan lebar seperti daun. lalu inti sel hancur -Dikarenakan oleh Amoebapores. Infeksi -Dapat ditetapkan dengan menemukan stadium kista /trofozoit dalam tinja -Tidak selalu menyebabkan gejala (asimtomatik) -Stadium trofozoid. Di rongga usus besar. stadium Trofozoid Ent. Dibentuk dengan mendadak dan pergerakan cepat menuju suatu arah. Dalam waktu 1 tahun.stadium trofozoid beerubah menjadi stadium Precyst. -Stadium kista. -Diare.histolytica Secara morfologis. Dapat ditemukan pada tinja padat Patologi dan gejala klinis -Masa inkubasi bervariasi. pada permukaan stadium trofazoid. -Antigen tdd 2 kompleks disulfida dengan kedua rantai dihubngkan dengan protein -Sel epitel menjadi Immobile dalam beberpa menit -Granula dan struktur plasma menghilang. sel yang berinti satu(enkistasi). tidak memperlihatkan gejala klinis. Pada intinya akan ditemukan granul-granul berisi bakteri atau sisa makanan. terjadi invasi terjadi invasi trofozoid ke jaringan submukosa . yang terdapat pada sitoplasma trofozoid -Tdd 3 rangkaian peptida rantai pendek. Hospes dapat mengeliminasi penyakit tanpa adanya penyakit -10% asimtomatik berkembang menjadi simtomatik.histolytica dan E. rata-rata 1-4 minggu -90 % penderita. Bila di temukan di eritrosit disebut Eritthopagocytosis. harus diobati karena menjadi sumber penularan bagi sekelilingnya. Protease tdd Amebapain dan histolin.-Endoplasma terdapat inti -Ektoplasma. Dapat ditemukan pada tinja yang konsistensinya lembek/cair. kemudian membelah menjadi berinti 2. bening homogen di bagian tepi terlihat jelas -Terbentuklah pseudepodium. dan akhirnya berinti 4 yang dikeluarkan bersama tinja.

Ditemukan Hepatomegali -Gejala demam. -Lebih sering ditemukan pada orang dewasa -Bila tidak diobati. Peradangan (infeksi sekunder) -Peradangan bisa meluas hingga menyerang usus yang sehat. Asbes berisi nanah berwarna cokelat. batuk. berlendir. -Dikeluarkan melalui tinja. diare. atau nyeri yang menyebar sampai bahu kanan -Gangguan gastrointestinal. tidak nafsu makan -BB menurun -Amebiasis kolon menahun -Gejala usas ringan( tidak enak di perut) -Diare yang diselingi sembelit -Dasar penyakit : Kolitis Ulserosa Amebik (radang usus besar dengan ulkus mengaung) -Amebiasis ekstra intestinal -Memperlihatkan gejala (2-4 minggu) -Biasanya asbes di lobus kanan Hati. asbes pecah menjalar ke pleura/usus -Melalui aliran darah. kejang otot perut. jantung. Baik untuk kasus akut atau kronik -Px serologi -Uji standar : IHA -Uji alternatif karena cepat : ELISA -Deteksi antigen -PCR (Polimerase Chain Reaction) Pencegahan -Kebersihan perorangan -Mencuci tangan dengan bersih sebelum makan dan sesudah BAB -Kebersihan lingkungan -Masak air minum sampai mendidih -Mencuci sayuran bersih atau masak dulu sayuran sebelum dimakan. lesi. ulkus kecil yang tersebar di mukosa usus -Nekrosis-lisis sel jaringan.-Bersarang di jaringan submukosa dan membuat kerusakan yang lebih luas daripada di mukosa usus -Terjadi luka (ulkus Ameba). stadium trofozoit mencapai jaringan paru dan otak dan menimbulkan asbes paru dan otak. atau berdarah. . muntah. Frekuensi 10x perhari -Kadang-kadang demam. -Tempat yang sering dihinggapi Ent. Disebut tinja Disentri. nyeri perut kuadran kanan atas -Nyeri pleura kanan. Bentuk klinis -Amebiasis intestinal -Amebiasis kolon akut -Nyeri perut -Diare dengan tinja cair. Mual. kostipasi. Diagnosis Karena rendahnya status sosial dan kurang sanitasi lingkungan Pemeriksaan yang dilakukan -Px mikroskopik Sebaiknya dilakukan 3x dalam waktu 1 minggu. sigmoid. Seluruh kolon dan rektum dapat dihinggapi hingga infeksi berat.rektum. Tinja yang bercampur lendir dan darah.histolytica : sekum.

dan babi. Cara berkembang biaknya dengan cara belah pasang. Di Indonesia frekuensinya 8-18%. Hospes perantara adalah manusia. Tersebar diseluruh dunia. DaurHidup: -PRE-ERITROSITIK SPOROZOID MASUK KE SIRKULASI DARAH TUBUH MANUSIA LEWAT GIGITAN NYAMUK SPOROZOID MASUK DAN MENYERANG SEL PARENKIM HATI SPOROZOID MENJADI SKIZON.Vektornya adalah nyamuk Anopheles betina. Mempunyai inti entamoeba dengan kariosom besar dan biasanya letaknya eksentrik. Hidup sebagai komensal di usus besar Daur hidup : -Stadium vegetatif/trofazoit -Stadium kista -Stadium trofazoit Berbentuk lonjong atau bulat.  Plasmodium falciparum Nama penyakitnya yaitu malaria tropikana. Merupakan protozoa apatogen yang hospesnya adalah manusia. ada contoh lain yaitu Entamoeba coli. Kista yg berinti 2 mempunyai vakuol glikogen yang besar dan benda kromatoid yg halus.Dalam tinja biasanyakista berinti 2 atau 8.-Tidak menggunakan tinja manusia sebagai pupuk -Membuang sampah di tempat yang tertutup untuk menghindari lalat dan lipas Selain itu. Biasanya ditemukan dalam tinja lembek/cair -Stadium kista Berbentuk bulat atau lonjong.Dinding kista berwarna hitam. INTINYA MEMBELAH MEMBENTUK MEROZOIT EKSO-ERITROSITER . monyet. Tidak mudah mati oleh kekeringan.

sakit kepala. MEROZOID BERKEMBANG MENJADI TROPOZOID TROPOZOID TUMBUH MENJADI SCHIZON MUDA-TUA-MATANG SCHIZON MATANG MEMBELAH MENJADI BANYAK MEROZOID–RBC PECAH– MEROZOID KELUAR RBC MEROZOID YANG BERHASIL MENGHINDARI FAGOSITOSIS MEMASUKI RBC BARU UNTUK MENGULANGI SIKLUS ERITROSITIK & MEMBENTUK GAMETOSIT -SPOROGONI GAMETOSIT TERMAKAN OLEH NYAMUK KETIKA MEMINUM DARAH TERINFEKSI -GAMETOSIT JANTAN & BETINA BERSATU MENJADI ZIGOT .MEROZOID KELUAR BEBAS DARI SEL PARENKIM HATI SEBAGIAN MEROZOID MASUK KE SEL PARENKIM HATI BARU UNTUK MENGULANGI REPRODUKSI KEMBALI -SIKLUS ERITROSITIK MEROZOID KE PEREDARAN DARAH & MENYERANG RBC DI DALAM RBC. baru kemudian ditandai dengan gejala yang khas. bibir dan jari tangan membiru. Demam malaria : -Stadium menggigil Berlangsung dari 15 menit – 1 jam Penderita merasa kedinginan. mual dan muntah Berlangsung 2-6 jam . seperti lesu. seperti demam malaria. nadi cepat tetapi lemah. anemia. demam tidak teratur. hingga menggunakan selimut tebal -Stadium PuncakDemam Perasaan dingin berubah menjadi sangat panas. Splenomegali. anoreksia.OOKINET -OOKINET BERGERAK & MENEMBUS DINDING USUS AGAR MENEMPEL PADA PERMUKAAN LUAR USUS – OOKISTA Gejala tidak spesifik.

iv. dengan cara : -Menggunakan kelambu. kapang. mudah pecah dan nyeri sehingga perabaan limpa harus secara lembut dan hati-hati. meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur. Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya.Penderita berasal dari endemik malaria. Malaria menahun Pembesaran limpa pada awalnya lunak. atau ragi.-Stadium Berkeringat Penderita mulai berkeringat banyak. Pencegahan Mengurangi kontak atau gigitan nyamuk. bukan spesiesnya sendiri. Fungi memiliki bermacam-macam bentuk. -Memasang kain kassa pada ventilasi -Menggunakan obat nyamuk -Menghindari pakaian yang menggantung -Melakukan 3M -Mengobati penderita malaria sampai tuntas Penyakit infeksi parasite bisa disebabkan oleh protozoa. sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara membentuk spora.banyak orang juga menyebut cendawan. dan ektoparasit. Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara :dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah.Mikologi Mikologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jamur (fungi) . Karena parasit mempunyai daur hidup yang rumit maka respon imun tubuh kurang bermakna dalam perlawanan terhadap parasit dan banyak penyakit parasit yang berkembang menjadi penyakit kronis. bertunas atau fragmentasi hifa. SADT sebaiknya dibuat setelah puncak demam. khamir. sehingga antara eritrosit saling melekat begitupun antara eritrosit terinfeksi dengan dinding endothelium alat dalam sehingga menimbulkan gumpalan yang membendung kapiler alat-alat dalam inilah yang menyebabkan malaria selebral (malaria yang menyerangotak) Diagnosa -Diagnosa klinik Adanya spenomegali dan anemia.  Malaria kronik Limpa kelabu dan keras  Anemia Eritrosit yang terinfeksi oleh parasit ini akan memiliki daya afinitas yang tinggi terhadap eritrosit lain maupun terhadap endothelium alat dalam. Jamur . cacing. -Diagnosa Laboratorium Pemeriksaan darah dan ditemukan parasit ini di dalam eritrosit. 2 atau 3 hari selanjutnya terulang kembali serangan demam sama seperti tahapan stadium-stadium diatas  Splenomegali. suhu turun cepat penderita seolah-olah sembuh Berlangsung selama 2-4jam Dilanjutkan dengan stadium tanpa demam atau stadium dengan suhu normal.

Produk ini bersifat efektif melawan bakteri gram positif maupun gram negatif yang bersifat sangat merugikan kita. Usaha menyatukan fungi dengan hewan pada golongan yang sama juga gagal karena fungi mencerna makanannya di luar tubuh (eksternal). Sporotrichosis : Akibat infeksi Sporothrix schenckii.Zygomycotina . Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah.Ascomycotina . Hampir tidak dijumpai rasa sakit. Klinis : Terbentuknya nodul verrucous atau plaque pada jaringan subkutan. kebun dll. Habitat jamur ini adalah di daerah tropik. terbentuk abses yang dapat meluas sampai otot dan tulang. Phialophora verrucosa. Kromoblastosis : infeksi kulit granulomatosa progresif lambat yang disebabkan oleh Fonsecaea pedrosoi. sebagai contoh : produk aflatoxin. terbentuk pertumbuhan mirip kutil tersebar di aliran getah bening Pencegahan : Pemakaian sepatu pada saat beraktifitas di lingkungan terbuka (lapangan tanah. yang merupakan jamur degan habitat pada tumbuh-tumbuhan atau kayu. Akibat secara histologi adalah terjadinya peradangan menahun. 2. Dalam perkembangannya.memiliki kotak spora yang disebut sporangium. dan nekrosis. Fungi bukan autotrof seperti tumbuhan melainkan heterotrof sehingga lebih dekat ke hewan.Basidiomycotina .Deuteromycotina Infeksi yang ditimbulkan oleh fungi dapat dibedakan menjadi 2. meskipun demikian dapat juga diberikan Kalium iodida secara oral selama beberapa minggu. sel-sel fungi berdinding sel yang tersusun dari kitin. Jika tidak diobati maka lesi-lesi akan menetap dan meluas ke dalam dan ke perifer sehingga berakibat pada derormitas. mengenai lapisan bawah kulit meliputi otot dan jaringan konektif (jaringan subkutis) dan tulang. Klinis : ditandai dengan pembengkakan seperti tumor dan adanya sinus yang bernanah. Fronsecaea compacta. Jamur masuk ke dalam jaringan subkutan melalui trauma. Selain itu. 3. sedangkan untuk lesi yang lebih besar dilakukan kemoterapi dengan flusitosin atau itrakonazol.Mikosis Subkutan Adalah Infeksi oleh jamur yang mengenai kulit. Mycetoma (madura foot) : Infeksi pada jaringan subkutan yang disebabkan oleh jamur Eumycotic mycetoma dan atau kuman (mikroorganisme) mirip jamur yang disebut Actinomycotic mycetoma. di alam berada dalam keadaan saprofit. Di dalam sporangium terdapat spora. fungi dipisahkan dari tumbuhan karena banyak hal yang berbeda. Klinis : Terbentuk abses atau tukak pada lokasi yang terinfeksi. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. sawah. terdapat di dalam tumbuhan atau tanah. 1. Beberapa antibiotika yang dihasilkan oleh fungi sebagai contoh penisilin dan sefalosporin sangat bermanfaat bagi perkembangan dunia klinis. . Jamur masuk melalui trauma ke dalam kulit biasanya pada tungkai atau kaki. Jamur terlihat terlihat sebagai granula padat dalam nanah. . yaitu : infeksi yang ditimbulkan karena fungi sebagai individu bersarang atau menyerang tubuh kita (mengakibatkan infeksi) atau produk yang dihasilkan oleh fungi yang masuk ke dalam tubuh kita (tanpa sengaja) yang bersifat toksik dan mematikan. tidak seperti Fungi dapat dibedakan menjadi 5 devisio yaitu : . Fungi dulu dikelompokkan sebagai tumbuhan. terkadang penyebaran infeksi terjadi juga pada persendian dan paru-paru. Pengobatan : Pada kasus infeksi dapat sembuh dengan sendirinya walaupun menahun. kemudian menyebar melalui aliran getah bening.) Pengobatan : Dilakukan pembedahan pada kasus lesi yang kecil. Invasi terjadi ke dalam kulit melalui trauma. tidak seperti hewan yang mencerna secara internal. Cladosporium carrionii.Oomycotina . Getah bening menjadi tebal.

Pembuatan drainase melaui pembedahan dapat membantu penyembuhan. trimetropin-sulfametoksazol. sawah. sifat biokimiawi. Infeksi cacing biasanya terjadi kronik dan kematian hospes akan merugikan parasit sendiri. . Beberapa cacing juga mengaktifkan komplemen melalui jalur alternatif. Cacing merangsang subset Th2 sel CD4+ yang melepas IL-4 dan IL-5. Masing-masing jamur cenderung menyerang organ tertentu. struktur.Imunitas terhadap Parasit Imunitas Bawaan terhadap Parasit Meskipun berbagai protozoa dan cacing mengaktifkan imunitas nonspesifik melalui mekanisme yang berbeda. Pertahanan terhadap infeksi cacing banyak diperankan oleh aktivasi sel Th2.Pencegahan : Pemakaian sepatu pada saat beraktifitas di lingkungan terbuka ( lapangan tanah. Sitokin yang dilepas sel T yang dipacu antigen spesifik merangsang proliferasi sel goblet dan sekresi bahan mukus yang menyelubungi cacing yang .Reaksi inflamasi yang ditimbulkannya diduga dapat mencegah menempelnya cacing pada mukosa saluran cerna. organ vicera tulang dan sistem syaraf yang diakibatkan oleh jamur Blastomycetes dermatitidis dan Blastomycetes brasieliensi Klinis : Kasusnybucha IV.Selanjutnya eosinofil diaktifkan dan mensekresi granulenzim yang menghancurkan parasit.Mikosis Sistemik Adalah infeksi jamur yang mengenai organ internal dan jaringan sebelah dalam. Banyak cacing memiliki lapisan permukaan tebal sehingga resisten terhadap mekanisme sitosidal neutrofil dan makrofag. pertama dirusak oleh IgG. menyerang pada kulit. 4. siklus hidup dan patogenisitasnya. kebun dll. artinya mempunyai daya adaptasi morfologik yang unik terhadap pertumbuhan dalam jaringan atau pertumbuhan pada suhu 37 o C. Semua jamur bersifat dimorfik. Blastomikosis : infeksi yang terjadi melalui saluran pernafasan. Parasit yang masuk ke dalam lumen saluran cerna. Banyak parasit ternyata mengembangkan resistensi terhadap efek lisis komplemen. Respons imunnonspesifik utama terhadap protozoa adalah fagositosis. Cacing dan ekstrak cacing dapat merangsang produksi IgE yang nonspesifik.Kenyatan tersebut menimbulkan respons imunspesifik yang berbeda pula. Seringkali tempat infeksi awal adalah paru-paru. dan dapson pada fase dini sebelum terjadi demorfitas. Imunitas Dapatan terhadap Parasit Berbagai macam protozoa dan cacing berbeda dalam besar. IL-4 merangsang produksi IgEdan IL-5 merangsang perkembangan dan aktivasi eosinofil. kemudian menyebar melalui darah. Mikosis subkutan akut kerapkali juga berdampak pada terjadinya mikosis sistemik melalui terjadinya infeksi skunder. Infeksi yang kronikitu akan menimbulkan rangsangan antigen persisten yang meningkatkan kadar immunoglobulin dalam sirkulasi dan pembentukan kompleks imun. paru-paru. Fagosit juga menyerang cacing dan melepas bahan mikrobisidal untuk membunuh mikroba yang terlalu besar untuk dimakan. mikroba tersebut biasanya dapat tetap hidup danberkembangbiak dalam hospes karena dapat beradaptasi dan menjadi resisten terhadap system imun hospes. IgE yang berikatan dengan permukaan cacing diikat eosinofil.Bahkan beberapa di antaranya dapat hidup dalam makrofag. tetapi banyak parasit tersebut yang resisten terhadap efek bakterisidal makrofag. Eosinofil lebih efektif disbanding leukosit lain karena eosinofil mengandung granul yang lebih toksik disbanding enzim proteolitik dan RO yang diproduksi neutrofil dan makrofag.) Pengobatan : dengan kombinasi streptomisin. IgE dan juga mungkin dibantu oleh ADCC.

Pembentukan granuloma terlihat jelas di sekitar telur cacing skistosoma di hati. .IL-6. Hal tersebut terjadi atas pengaruh selTh 1 dan defisiensi sel T akan mengurangi kemampuan tubuh untuk membentuk granuloma dan kapsul. Degranulasi sel mast/ basofil yang IgE dependen menghasilkan produksihistamin yang menimbulkan spasme usus tempat cacing hidup. cacing dapat dihancurkan oleh system imun dengan cara-cara yang sudah disebut di atas.  Granuloma Pada beberapa infeksi. oksida nitrit dan enzim yang membunuh cacing.Hal itumemungkinkancacingdapatdikeluarkandaritubuhmelaluipeningkatangerakanusus yang diinduksi mediator sel mast seperti LTD4 dan diare akibat pencegahan absorbsinatrium yang tergantung glukosa oleh histamine dan prostaglandin asal sel mast. Eosinofil menempel pada cacing melaluiIgG/IgA dan melepas protein kationik.  Demam pada Infeksi Demam pada infeksi terjadi karena dilepasnya sitokin pirogen seperti IL-1. Makrofag yang dikerahkan. Reaksi tersebut merupakan respon selular terhadap penglepasan antigen kronik setempat. Cacing biasanya terlalu besar untuk fagositosis.IFN.MBP . beberapa bakteri terhambat pertumbuhannya jika suhu lingkungannya tinggi. Fibrosis yang berat yang berhubungan dengan CMI dapat merusak arus darah vena di hati dan menimbulkan hipertensi portal dan sirosis. Panas yang dihasilkan juga menguntungkan dan merupaakan salah satu mekanisme pertahan tubuh.dirusak. PMN dan makrofag menempel melalui IgA/IgG dan melepas superoksida. Dalam hal ini badan berusaha mengucilkan parasit dengan membentuk kapsul yang terdiri atas sel-sel inflamasi.dan neurotoksin.TNFatau prostaglandin yang memainkan peranan penting dalam proses imununologi. melepas faktor fibrogenik dan merangsang pembentukan jaringan granuloma dan fibrotik.