You are on page 1of 33

PRODUKSI SERBUK FITASE HASIL TEKNOLOGI

REKOMBINAN DAN APLIKASINYA UNTUK
MENINGKATKAN KUALITAS PAKAN
DAN KINERJA AYAM BROILER

Disertasi

Oleh:
Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa
05/1676/PS

PROGRAM PASCASARAJANA
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2012

PRODUKSI SERBUK FITASE HASIL TEKNOLOGI
REKOMBINAN DAN APLIKASINYA UNTUK
MENINGKATKAN KUALITAS PAKAN
DAN KINERJA AYAM BROILER

Disertasi

Oleh:
Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa
05/1676/PS

PROGRAM PASCASARAJANA
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2012

ii

146

RINGKASAN

Asam fitat mengikat sekitar 80% P dalam biji-bijian, tidak dapat dicerna dalam
saluran pencernaan unggas dan menurunkan nilai nutrien bahan pakan yang
berasal dari tanaman pertanian (Saryska et al., 2005). Senyawa ini mampu
mengikat ion mineral seperti: Mg++, Fe++, Zn++, Mn++, Ca++ (Pallauf et al., 1998),
fosfat

dan

protein

yang

berguna

bagi

pertumbuhan

ternak

(Deshpande dan Cheryan, 1984). Ternak nonruminansia tidak mempunyai fitase
pada saluran pencernaannya, sehingga kandungan senyawa fitat tidak bisa
dicerna. Hal ini disebabkan karena sifat chelating, sehingga senyawa fitat
terbuang bersama kotoran dan mencemari lingkungan (Shin et al., 2001).
Menurut Phillippy dan Mullaney (1997) mikrobia asli menghasilkan fitase
dengan jumlah lebih rendah dibanding mikrobia rekombinan. Selain itu mikrobia
rekombinan terbukti lebih efektif memproduksi fitase pada skala besar (over
production). Native phytase kurang stabil terhadap pH dan temperatur, tetapi
fitase yang dihasilkan oleh bakteri rekombinan mempunyai keunggulan lebih
stabil terhadap pH dan temperatur (Pasamontes et al., 1997). Fitase bakteri
rekombinan mempunyai kelebihan dibanding fitase bakteri asli, yaitu: aktivitas
spesifik yang tinggi (sekitar 1.000 kali lebih tinggi dibanding yang dihasilkan dari
bakteri asli), mampu menghidrolisis senyawa fitat sampai Inositol (2) monofosfat
dan

mampu

merombak

senyawa

fosfat organik dan anorganik lainnya

(Sajidan, 2007).
Fitase mengalami degradasi terutama oleh faktor temperatur dan kadar air,
sehingga

memerlukan

teknologi penyimpanan agar aktivitasnya stabil

Produksi bakkteri rekombinan dengan cara transformasi pET22b(+)+pEAS1 ke dalam dua jenis sel kompeten. Fitase dari bakteri Klebsiella pneumoniae strain ASR1 telah dapat dimurnikan.. Proses pembuatan pakan ternak berupa . Sistem pencernaan ayam broiler mempunyai variasi pH dari rendah sampai basa dan beberapa enzim pencernaan. tahan pH asam dan tahan terhadap aktivitas protease (Abondano. 2006). 2009). coli BL21+pET22b(+) dan E. Produksi enzim pada bakteri rekombinan membutuhkan induktor yaitu IPTG dan pemurnian enzim lebih mudah dengan adanya His-Tag yang akan terikat pada kolom Ni-NTA agarosa dan mudah dielusi dengan Imidazole. Gen phyK dari bakteri tersebut telah dapat dikloning ke dalam plasmid pET22b(+) produk Novagen dan diekspresikan dalam sel kompeten E. sehingga dapat dihasilkan fitase dari bakteri rekombinan yang mempunyai karakter tertentu (Sajidan et al. dikarakterisasi dan disekuensi gennya. coli strain C41 (DE3). Optimasi pada bakteri rekombinan dan enzim yang dihasilkan dapat mengoptimalkan aktivitas dan produksi dari bakteri rekombinan dan enzim tersebut. Gen phyK telah dapat disisipkan dalam plasmid pET22b(+) sehingga dihasilkan pET22b(+)+pEAS1. Beberapa syarat yang penting untuk diperhatikan pada aplikasi terapan produk enzim pada ternak unggas. coli BL21(DE3) penghasil fitase baik secara ekstra dan intraseluler. 2004b).147 (Anselme. Enzim hasil produksi dari bakteri asli mempunyai kelemahan dalam aplikasinya. sehingga diperlukan teknologi rekombinan untuk memperbaiki dan meningkatkan produktivitas enzim tersebut. sehingga dihasilkan bakteri rekombinan E. Secara rekombinan enzim dapat diproduksi dengan teknologi kloning gene. yaitu enzim harus tahan panas.

sekam padi) dan dikeringkan (kering matahari. pemanasan dan aplikasi pada pencernaan ayam broiler. Kedua faktor tersebut dapat menurunkan aktivitas fitase.6)P5 menjadi inositol(2. P. yaitu: D-inositol(1. P dan fosfat merupakan mineral penyusun tulang. Beberapa metode telah digunakan untuk menguji aktivitas hidrolisis dan stabilitas fitase secara in vitro. Ca berperan dalam pembentukan ikatan miofilamen dalam pembentukan otot. Zn.2. Mg. kering beku).4. Pakan tambahan dihasilkan dari fitase bakteri rekombinan yang dicampur dengan bahan pembawa (bekatul jagung.2.5. glukosa dan protein. fosfat. Mg berperan .4. Fitase dapat menghidrolisis fitat pada C3 atau C6 dari bentuk mio-inositol heksakisfosfat menjadi bentuk lebih sederhana. Enkapsulasi kitosan berguna untuk imobilisasi dan melindungi fitase dari cekaman selama penyimpanan. Asam fitat mengikat beberapa nutrien yang dapat dimanfaatkan oleh ayam broiler diantaranya mineral (Ca.6)P3 dan akhirnya menjadi inositol-2-P. profil darah. Kalsium. kering oven. kinerja produksi fitase dan kinerja produksi. Pakan tambahan diberikan pada ayam broiler dengan tujuan tertentu dan keberhasilan pemanfaatan pakan tambahan yang mengandung fitase dapat dilihat dengan menggunakan metode in vivo dengan melihat kecernaan ekskretal semu nutrien.4. sehingga nutrien yang terikat pada asam fitat terhidrolisis dan lepas dari ikatannya.6)P4 menjadi inositol(2.5)P3 atau inositol(1.5. Fe.4.148 crumble melalui tahap pemanasan pada temperatur 80 sampai 90oC. Proses tersebut bermanfaat untuk mempertahankan stabilitas fitase selama penyimpanan dan mempermudah pencampuran dalam pakan.6)P3 atau inositol(2. Asam fitat merupakan antinutrisi bagi ternak ayam. karena unggas tidak memiliki fitase pada sistem pencernaannya. Cu).

BM protein menggunakan poliakrilamid gel elektroforesis (Sulandari dan Zein. Karakterisasi pH. temperatur.2 dan 52. coli BL21 (DE3) untuk digunakan dalam produksi fitase dari bakteri rekombinan (Sajidan et al. coli BL21 dan E.. Karakterisasi Km dan Vm menggunakan metode menurut Robyt dan White (1997) dengan melihat produk yang dihasilkan berdasarkan grafik standar KH2PO4 sebagai nilai V. Karakterisasi pH. Penelitian Tahap ke-1 mengembangkan plasmid EAS1 ditransformasi ke dalam sel kompeten E. produksi bakteri dan produksi fitase menggunakan metode menurut Sajidan (2002) dan Novagen (2005b). 2004a).2 kDa. grafik pertumbuhan dan konsentrasi IPTG bakteri rekombinan menggunakan metode Sajidan (2002) dan Novagen (2005b) berdasarkan aktivitas relatif dengan melihat aras parameter tersebut. ekstraksi menggunakan kolom NiNTA agarosa dan elusi menggunakan imidazole. 2002). konsentrasi subtrat dan kofaktor ion logam fitase dengan melihat aktivitas relatifnya pada berbagai aras parameter tersebut (Greiner et al. Pengukuran aktivitas enzim fitase dengan metode dari Sajidan (2002).149 sebagai prekusor dan aktivator pada biosintesis asam amino dan arginin berperan dalam pembentukan kreatinin yang berfungsi sebagai buffer energi pada otot skeletal. temperatur. . Produksi enzim menggunakan induktor 1. 2003) dengan protein standar Proteina Marker (Bio-Rad katalog 161-0318) pada sekuensi protein 36. 1997. waktu inkubasi.. Fosfat mempunyai pernan penting dalam pembentukan DNA dan RNA. Sajidan.5 mM IPTG. dengan demikian juga berpengaruh terhadap pembentukan otot. DNA dan RNA berperan penting dalam pembentukan asam amino dan juga protein yang berperan pada pertumbuhan tubuh ternak. Transformasi.

Vm = 2. P (Jackson. Fitase kasar intraseluler dari bakteri rekombinan mempunyai kondisi optimum pada pH 5. Coli BL21 (DE3) menghasilkan bakteri rekombinan penghasil fitase dengan karakteristik kondisi optimum pada pH 7. Vm = 1. Fitase kasar ekstraseluler dari bakteri rekombinan pEAS1/AMP mempunyai kondisi optimum pada pH 5.37 µM/detik.05 µM/detik dan Mg2+ (10-4 M) bersifat sebagai kofaktor. temperatur 45 oC. konsentrasi substrat 3%. Mg2+ (10-4 M) bersifat sebagai kofaktor. Bekatul padi dianalisis uji Ca (Barrow et al. waktu inkubasi 60 menit. Vm = 5. . Ca dan P diuji dengan metode in vitro menurut Wu et al. Fitase murni ekstraseluler dari bakteri rekombinan pEAS1/AMP mempunyai kondisi optimum pada pH 5. Vm = 6. P dan abu sebelum dan sesudah uji in vitro dalam BK (Tillman et al. 1962). dan Fe3+ (10-4 M) sebagai inhibitor.. berat molekul 47. Pada penelitian Tahap ke-2 menguji stabilitas pH dan temperatur menggunakan metode menurut Sajidan (2002) dengan melihat aktivitas relatif fitase pada aras pH dan temperatur. 60 konsentrasi substrat 4%. Km = 34. waktu inkubasi 60 menit. temperatur 40 oC. konsentrasi substrat 1%.. temperatur 45 oC. Pb2+ dan Fe3+ (10-4 M) sebagai inhibitor. induktor IPTG konsentrasi 1.33 µM.39 µM/detik dan Mg2+ (10-4 M) bersifat sebagai kofaktor. waktu inkubasi menit. waktu inkubasi 60 menit.91 µM.150 Transformasi pEAS1 ke dalam sel kompeten E. Hidrolisis abu. konsentrasi substrat 2%. temperatur 40oC. 1985) dan abu (AOAC. Km = 54. Km = 12.82 µM. (2004) dengan menggunakan bekatul padi.82 µM. Fitase murni intraseluler dari bakteri rekombinan mempunyai kondisi optimum pada pH 5.3 kDa.5 mM yang diberikan pada waktu 94 menit setelah inkubasi.41 µM/detik.4 kDa. 1986). temperatur 40oC. Mg2+ (10-4 M) bersifat sebagai kofaktor. 1978) dan nilai hidrolisis dengan melihat selisih Ca. berat molekul 46. Km = 15.

P dan abu bekatul padi meningkat dengan adanya hidrolisis oleh fitase.. pH antara pH 2 sampai 8 dan mencapai optimum pada pH 5. 2006).8% dan perbandingan fitase dan kitosan 1:1. Fitase optimum pada konsentrasi asam asetat 0.2 %. temperatur antara 0 sampai 65oC dan mengalami penurunan dengan meningkatnya temperatur. Fitase dan kitosan dilarutkan pada bahan pembawa dengan cara disemprotkan menggunakan spayer dan diaduk sampai rata (Anselme. Campuran fitase-kitosan dengan masing-masing bahan pembawa kemudian secara kering matahari dikeringkan selama 72 jam (Yunus et al. Bahan pembawa yang digunakan bekatul jagung dan sekam padi dengan ukuran 1 mm. Kitosan dilarutkan dengan menggunakan asam asetat (No et al. Ketersediaan kandungan Ca. Pada penelitian Tahap ke-3 fitase terkarakterisasi diimobilisasi dan dipertahankan stabilitasnya dengan enkapsulasi kitosan. Serbuk fitase hasil teknologi rekombinan disimpan dan diuji stabilitasnya setiap minggu dengan melihat aktivitas relatif enzim secara in vitro. kering oven menggunakan alat pengering merek Memmert pada temperatur 39oC selama 48 jam (Stanbury dan Whitaker. kitosan 0..151 Fitase mempunyai stabilitas aktivitas waktu simpan selama enam hari pada temperatur refrigerasi pada kondisi cair. Aktivitas fitase stabil dengan menggunakan . 2006). 2002) pada aras parameter tersebut. 2006) selama 6 jam. 1987) dan kering beku menggunakan alat freez dryer (Mujumdar. Optimasi fitase terhadap kitosan dilakukan untuk mengetahui konsentrasi asam asetat. stabil terhadap pepsin tetapi kurang stabil terhadap pankreas secara in vitro. 2006). kitosan dan perbandingan fitase dengan larutan kitosan dengan melihat aktivitas relatif fitase (Sajidan.

Kecernaan yang dianalisis adalah kecernaan secara ekskretal (Leeme et al. konversi pakan dan kenaikan bobot badan dalam g/ekor/hari (Tillman et al. pengeringan dengan kering beku dan tahan selama penyimpanan 5 minggu. Japfa Comfeed Indonesia dan fase Grower (15 sampai 23 hari) menggunakan ransum berbasis jagung dan kedelai. Ransum yang digunakan untuk fase Starter adalah BR1 produksi PT. Multibreeder Adirama Indonesia Tbk. vaksinasi dan obat-obatan dan kebutuhan nutrien ransum didasarkan pada buku pedoman New Lohmann (MB202) Broiler Management Programme dari PT. P menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang  415 nm (Jackson. 2009). Ca. Penelitian Tahap ke-4 menguji serbuk fitase secara in vivo menggunakan ayam pedaging New Lohmann MB202 sebanyak 100 ekor. Pengukuran konsumsi pakan dalam g/ekor/hari.. Sampel ekskreta dimasukan dalam kantong plastik dan disimpan pada temperatur -20oC dan diuji kecernaan ekskretal bahan kering.. total protein dan glukosa semu (El-Hakim et al. 2008a).. Preparasi dan pengambilan ekskreta pada umur 19 dan 20 hari. P. 1985). Perlakuan ransum berupa ransum kontrol (R0). protein kasar dengan metode Kjehldahl metode (AOAC. Pemeliharaan ayam DOC sampai 14 hari dalam kandang postal secara kelompok dan setelah berumur 15 hari dalam kandang baterai secara individu masing-masing perlakuan 12 ekor. Pengambilan plasma darah pada umur 20 hari dan diambil pada vena sayap kanan. Analisis kandungan Ca menggunakan metode titrasi dengan larutan EDTA (Barrow et al. 1962).. ransum rendah P tanpa fitase (R1) dan ransum rendah P dengan fitase (R2). 1989). 2004). 1975) dan glukosa dengan GOD-PAP (DiaSys.152 bahan pembawa bekatul jagung. Darah dianalisis kadar Ca . Manajemen pemeliharaan meliputi pemberian pakan dan minum.

Ca (Barrow et al. 2007b). 2008a) dan total protein (DiaSys. 1992). glukosa). 1985). 2007a). bobot tulang tibia.. protein kasar. P (DiaSys. Pemotongan pada umur 24 hari dengan jumlah ayam 24 ekor (masing-masing 8 ekor dari R0. Secara umum dapat dihasilkan bakteri rekombinan dengan karakter optimum dapat diproduksi dan dapat menghasilkan fitase yang mempunyai karakter optimum. glukosa (DiaSys. Kandungan Ca darah. 1975). panjang tibia. pertambahan bobot badan dan konversi pakan meningkat dengan penggunaan serbuk fitase hasil teknologi rekombinan pada ransum rendah P dengan fitase dibanding ransum rendah P tanpa fitase.153 (DiaSys. Fitase dapat dienkapsulasi dengan kitosan dan dihasilkan serbuk . kandungan Ca dan abu tibia pada ransum kontrol mempunyai nilai lebih tinggi dibanding ransum rendah P ditambah serbuk fitase hasil teknologi rekombinan. tetapi kandungan glukosa darah tidak mempunyai nilai yang berbeda. Kandungan P dan protein dalam darah mengalami penurunan pada ransum rendah P dibanding ransum kontrol. P. kandungan P dan protein dalam darah. R1 dan R2). ransum rendah P dan ransum rendah P ditambah serbuk fitase hasil teknologi rekombinan tidak menunjukkan perbedaan nilai. bobot karkas dan bobot dada antara ransum kontrol. kalsium. kandungan P (Jackson. Peubah yang dianalisis pada tulang tibia kiri dengan melihat berat. Bobot karkas. panjang (Kocabagli. Aktivitas fitase mempunyai stabilitas dalam pencernaan ayam broiler secara in vitro. bobot daging dada. kandungan Ca dan abu tibia. Ayam dipotong menggunakan metode dzabah (Nuhriawangsa. kandungan P tulang tibia. bobot dada dan bobot daging diperoleh dengan menimbang dalam satuan gram (Soeparno. Kecernaan ekskretal semu (bahan kering. 1962) dan abu (AOAC. 2008b). 2001). 1999). Panjang.

. kinerja produksi fitase dan kinerja produksi. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa serbuk fitase dapat dihasilkan dari bakteri rekombinan AMP yang stabil selama kondisi penyimpanan dan saluran pencernaan ayam broiler dan dapat diaplikasikan pada pakan. profil darah. Serbuk fitase dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan kecernaan pakan.154 fitase yang siap diaplikasikan sebagai bahan tambahan pakan ayam broiler.

2):E78–E85. W. Rasool. Poult. Okur. Kazemi-Bonchenari. Mitchell. 5(8):764-771. S.. The effects of Saccharomyces cerevisiae on performance and nutrients digestibility in broilers fed with diet containing different levels of phosphorous. Impact of supplemental feed enzyme.. Br.. Poult. Powers. 2006. 2011. M. S. Tesis S-2. condiment mixture or their combination on broiler performance. J. R. Amilase and Phytase. Does supplemental dietary microbial phytase improve amino acid utilization ? A perspective that it does not. E. S.. Sands. Sci. W. Akhavan-Salamat. Sands. nutrient digesbilityand plasma constituent. T. M. 2009. Ahmed. Saylor. O. litter phosphorus and processing yields.. 2005. and M. Pakistan J. Ampas Tahu-Dedak Padi dan Ampas Tahu-Pollard Fermentasi serta Penggunaannya dalam Ransum Ayam Daging. Afr. Waheed.. Sci. Biotechno E-book. Khaltabadi-Farahani. D. Ozduven. W. Al-Arif. and H. Agric. 85:1200–1211. H. L. Raza. Akyurek. Poult. 2000. A. Nutr. Adeola. and A. 10(38):7526-7533. J. Enzymatic Fungtions: Protease. A. and J. O. The efficacy of an Escherichia coli-derived phytase preparation. P. Anim. Angel. J Anim Sci. O. Program Pascasarjana. H. Kluth. Effect of microbial phytase on growth performance and nutrients digestibility in broilers. and M. Simmins. and H..163 DAFTAR PUSTAKA Abondano. Samli. 13: 180-183. H. A. 2004. USA. . Sci. Res. Ozduzen. Rodehutscord. Effect of dietary phosphorus. 2001. Biotechnol. 4(1): 22-26. H. Technique for Phytase Enzyme Production from Aspergillus niger and its Efficacy for in vitro and in vivo Dephosphorylation of Corn and Soybean Meal. 50(05):583-591. 6(3):642649. E. 2006. Ghasemi. S. and T. Senkoylu. L. 82:2657-2666. A.. North Dakota State University. Studies on the effects of microbial phytase on amino acid digestibility and energy metabolisability in caecectomised laying hens and the interaction with the dietary phosphorus level. 2011. Akyurek. phytaseand 25-hydroxycholecalciferol on broiler chicken bone mineralization. Schulze. J. Sci. Adeola. The effects of supplementing an organic acid blend and/or microbial phytase to a cornsoybean based diet fed to broiler chickens. Yogyakarta. N. H. Agbede. A. H. J. Asian-Aust. Applegate. African J. and M. Sci. H. Universitas Gadjah Mada. 81(E Suppl. Al Harthi. 2009. J. 2003. H. J. Anim.

Universitas Gadjah Mada. Poult. K. The efficacy of a novel microbial 6-phytase expressed in A. K.. L. blenheim).G. J. P. 2010. 2006. S. Balamurugan. and A. S. Considerations on The Use of Microbial Phytase. Using enzymes and organic acids in broiler diets. Rao. Berka. ANZA (The Australia New Zaeland Food Authority). Fru. AOAC. Gramedia. C. Page: 443. Washington D. Anjum. Faruk . Jurusan Nutrien dan Makanan Ternak. Association of Official Analytical Chemist. Brussels. Tech. Asian-Aust.C. calciumand phytase on performance of growing turkeys. In: Proceedings of Soil Science Society of America. Petunjuk Praktikum. I.. V. L. Phytase: Basics of Enzme Function. Simpson. 18(9):1299-1304. Departement of Animal Sci. 2010. 47:97-105. S. Waibel. CEFIC. R. Ebook: Farm Animal Management @ Purdue. S. Inorganic Feed Phosphates. Harold. and J. Poult. 1975. Sci. and A. Anonim. Biokimia Tanaman Pakan. 1979. 2000. Carlson. Byun. Optimal conditions for phytate degradation. Fakultas Peternakan.. Rey. E. E. J. Anim. Cechova . A. Atia. 79:231–239. Applegate. Official Methods of Analysis.164 Anggorodi. S. 2005. 1962. Ilmu Makanan Ternak Umum. Sandberg. W. C. 1998. Bhanja. R. feed intake. M. and A. Food Chem. feed efficiency and blood glucose in broiler chickens. Hermes. oryzae on the performance and phosphorus utilization in broiler chickens. 10 (2): 160-168. M.T. J. 3(2):193-195. Panda. Poult. P. F. M. An EDTA Method for The Direct Routine Determiantion of Calcium and Magnesium in Soils and Plant Tissue. Effect of supplementing microbial phytase on performance of broiler breeders fed low non-phytate phosphorus diet. Pedersen . Elvig-Joergensen . Klotz. Yogyakarta. Effect of multienzyme supplementation on weight gain.. 2011.. K. Chandrasekaran. V. Angel. Phytase as A Processing Aid. A. R. Sci. M. P. Sharma. Laboratorium Bionutrien.. P. 2006. Agric. Jakarta. M. Bergman. F. W. Sci. 12th ed. B. Indian Sci. I. Anselme. V. Brown. 48:4647-4655. U. and D. R. Full Assessment and Regulatory Impact Assasment. and M. J.. P. R. M. Broz. estimation of phytase activity and localization of phytate in barley (Cv. Effect of dietary phosphorus. T.. and R. S. Sci. Subject A371: 1-11. Barrow. Autio. Purdue University. 2005. Molecular characterization and expression of a phytase genefrom the thermophilic . and R. R. Walser. Chaudhry. 2004. Reddy. Aureli. K. and E. 2000. T.

Chandrasekaran. J. 2009:1-36. R. A. Broz. H. T. 43:29-34. J. M. 35:273–280. Lett. 1987. Agustini. 2006. Microbial phytase improves amino acid in young chicks fed diets based on soybean meal but not diets based on peanut meal. lanuginosus. Jordaan. M. Tamilnadu Vet. The effect of microbial phytase in broiler grower diets containing low phosphorus. G.. Microbial and Enzyme Technology: Advances in Enzyme Immobilisation. Crouvoisier. D.. J. FEBS (Federation of European Biochemical Societies). 1997. Purification and characterization of the bacterial MraY translocase catalyzing the first membrane step of peptidoglycan biosynthesis.. Biotech. 2010. R. AAPS Pharm. 2009. Biol. M. and V. R. D. Muller. J. Cabuk. 76 : 355 – 360. J. Poult.980. Br. 24:17-25. Raviand. 2007. Herdyastuti. and U. Effect of enzyme supplementation on carcass quality. Perrin-Voltz. Bhumkar. Blanot. 2009. Alcicek. and R. K. Pemakaian Kitosan Limbah Udang Windu sebagai Matriks Pendukungpada Imobilisasi Papain. Infofish. Intr. Appl. Schulze. Union Physiol. Biehl. 2(2):93-98... and D. and C. 5(87):31-33. and J. Borriss. A. Herter. Oldale. P. energy and protein. Ezhilvalavan. Bozkurt. 279(29):29. R. Brzeski. T. D. Berndt. Sci. Rychen. 7(2)50:E1-E6. J. Chitin and chitosan putting waste to good use.. and D. Baker. 277(2010):1284–1296. J.. dan N. Anim. Bharathidhasan. Akta Kimindo. A. H. Sci. 2006. . Tech. intestinal viscosity and ileal digestibilities of broilers to nutrient reduced diet. J. J. J. Poult.165 fungus Thermomyces 64(11):4423-4427. 2004. Pokharkar. E. D. Bohm. J. Bouhss. and A. J. 2009. 5(6):239-245. Brady. Sci. Simoes Nunes. Mengin-Lecreulx.974–29. Environ. B. Natarajan. Sci. and S. Kumar.. M. Crystal structure of Klebsiella pneumoniae ASR1 phytase suggests substrate binding to a preformed active site that meets the requirements of a plant rhizosphere enzyme. M. Sci. R. R. Heinemann. 1994. S. Cahyaningrum. Microbiol. Chem.. A. Poultry Sci. Effect of supplemental phytase on performance and phosphorus utilisation in broiler chickens fed a low phosphorus diet without addition of inorganic phosphates. Novel mechanisms in the regulation of phosphorus homeostasis. Studies on effect of pH on crosslinking of chitosan with sodium tripolyphosphate: A Technical Note.

Poult. Ravindran. and R.. Myers. Poult.. Bedford and G. Carbohydrate Res. Biochem. J. L. Cheryan. S. H. Crit. 83:406–413. P. K. Response of broilers to feeding low-calcium and phosphorus diets plus phytase under different environmental conditions: Body weight and tibiotarsus mineralization. Rev. Ceron. and H. Hernandez. M. J. U. M. 13(4): 297-335. K. Chang. Glonek. F. Goff. J.C. A.. 2000. Reduction of Campylobacter jejuni in a Simulated Chicken Digestive Tract by Lactobacilli Cultures. J. Sci. T. R. Brit.352. Sci. 2007. Langmuir. Horst. 4:745-752. Bedford. Stability and catalytic kinetics of acid phosphatase immobilized on composite beads of chitosan and activated clay. Oxford Biology. Gil. S. Chen. Introduction Biological Energetic: How energy and information control the living world. Sci. B. J. Dallorso. 63(11):1594-1597. R. Cowieson. H. 2006. (Abstr.. CABI Pub. and M. and T. Batt. Eds. 2004. The effects of 1. Enzyme Encapsulation in Layer-by-Layer Engineered Polymer Multilayer Capsules. 2004. E. Phytic acid interactions in food system. S. N. 1976. Chang. Br. Y.. J. Juang.W. and V. Page: 315. H. 2004. Chotani. And T. and R. 77:850–858. 2001. Caruso. Acamovic. Partridge. P. Cheetham. J. Service. Costello. G. M. Bower. 85:1923–1931.H. In: Enzyme in Farm Animal Nutrition. Madrid. 16:1485-1488. SPI Pub.. R. and R. . F. Poult.. G.. Utilizing Solanum glaucophyllum alone or with phytase to improve phosphorus utilization in broilers. Becker. 31P-nuclear macnetic resonance-pH titration of mio-inositol hexaphosphat. Nutr.. V. 1980. M. M. J. Cowieson. The effect of phytase and phytic acid on the loss of endogenous amino acids and mineral from broiler chickens. Pawlak. L. 39(9):1087-1090. Mohwald. D. E. 45(1):101-108. T. C.). Y. Expression. J. Edwards Jr. Design and Production. M. A. A. Jones. 1998.25dihydroxycholecalciferol and phytase on the natural phytate phosphorus utilization by laying hens. Trau. Clarkson. and J. Sci. Poult. B. Food Prot. Sell. T. 46:159-171. R. and T. 2000. Effect of phytic acid and microbial phytase on the flow and amino acid composition of endogenous protein at the terminal ileum of growing broiler chickens. Nutr. Catala-Gregori.. Renneberg. J. 2010.166 Carlos. Process. Great Britain. Cheng. Enzymes: Screening. 2. B. Garcıa. Food Sci.

Holzheim. M. 2008b. Chem. P. DiaSys Diagnostic Systems GmbH. Canada. Holzheim. 76(5):489– 493. 257:6669-6676. and R. Tech.. L. Effect of pyytic acid.. ExpA: A conditional mutation affecting the expression of a group of exported proteins in Escherichia coli K-12. Dassa. Holzheim. 2007b. Glucose GOD FS. Holzheim. Darias. 1984. DiaSys. J. N. Quality.. DiaSys. General Gen.. Adeola.167 Daniel. E. Calcium AS FS. C. Sci. Enzyme Immunoassays: From Concept to Product Development. Sci. Peters. D. I. J. DiaSys Diagnostic Systems GmbH. S. Denbow. and P. DeBoer. Poult. 5th ed. In: Sturkie’s Avian Physiology. Phosphate FS. E. 1982. 83:962-970. R. H. Chem. A. Grossman. Germany. Nutrient flows in agriculture in the Netherland with special emphasis on pig production. Mol. Germany. 27:251157.. 49: 516-519. (Diakses tanggal 03 Pebruari 2008). 181(2):192-200. Gantrointestinal An atomy and Physiology.M1. 75:2054-2063. Biol. A. and J.google. Cheryan. Eds Academic Press. and P. M. Anim. Environ. J. Desphande. S. Agricultural phosphorus and eurotrophication: A symphosium review. DiaSys. Cherel-Desjoyaux. T. Dassa. Germany. T. Cahu. .http://books. E. L. J.. Whittow. 2000. Boquet. M.com/books?id=MgKK90bEmRUC&pg=PT 386&lpg=PT386&dq=method+of+drying+enzyme+technology&source=web &ots=BOxmFmrpuE&sig=0I1DNGJX3PFkb7ZqqTgqezzhblk#PPT391. DiaSys Diagnostic Systems GmbH. Onyango.. J. R. Biotech. The acid fosfatase with optimum of 2. and W. M. M. DiaSys. Sturkie and G.5 Eschericia coli: Physiological and biochemical study.). Sands. S. 1981. J. 2008a. DiaSys Diagnostic Systems GmbH. L. 1988. S. D. Boquet. 1997. Functional stabilization of cellulase by covalent modification with chitosan. Dilger. 2004. 2007a. Lemunyon. J. J. Evaluation on microbial phytase in broiler diets. and O. S. Total Protein FS. Food Sci. C. divalent cationsand their interaction on -amylase activity. 2001. Villalonga. N. 2007. J. Desphande. B. Koops. and M.. Page: 299-321. Germany. Sharpley. (Abstr.

Poult. Nova Science Pub. Lyagin. F.. W. Sci. V. Sci. 2009.168 Driver. 78:327–335. Cherian and M. P. Peregudov. W. J. Samy. R. El-Sherbiny. Int. Oil Chem. Annals.. H. Poult. Sci. Parkhurst. 2008. M. 2008. Tryptophan methylester modulation of poult responses to Bordetella avium. Inc. El-Shora. 1999. Poult. P. A. G. Edens. and S. 1981. D. G. F. and G. Essential groups and stability of α-glucosidase of Penicillium notatum. Sci. S. E. Steenfeldt. D. 2006. Votchitseva. Osman. J. A. Pant. Use of organic acid. Simons. 2004. Efremenko. and S. C. Jensen. B. M. Poult. K.. M. Poult. Atencio. Hassan. A demonstration of postpellet application of dry phytase to broiler diets. A. Metwally. El-Deek. J. and G. Edwards. S. Sci. and A. Zaikov. Engberg. Yersin.. T. Edens.. A.A. S.. 9(10): 972-977. Yakout. M. K.. New Delhi. Page: 11-35.. 85:96-99. A. A. Res. Ed. Khlaf. A. M. 2010. H. C. 11:34–45. Ferket... C. R. Dwijati. bone peubahs and phosphorus excretion of broilers fed low phosphorus diets supplemented with phytase from 23 to 40 days of age. M. In: Enzyme Technology.O. and M. Gudkov. Evans. Improvements in nitrogen-corrected apparent metabolizable energy of peanut meal in response to phytase supplementation. J. Ed.. Am. and E. M. 2004. General Properties. Poult. Y. J. R. Hedemann. Ali. A. 83:925938. E. Muraleedharan Asiatech Pub. J. Furlan. N. Havenstein. A. Harian Kedaulatan Rakyat. W. Egypt. Microbiol.. Sci. A.. 8(1):14-20. B. Varfolomeyev. Performance. M. Aliev. Pesti. In: Biotechnology State of The Art and Propspect for Development. A. and H. H. Pandey.. M. 30 April 2004. India. N. El-Hakim. A. 2009. 59(2): 285-291. A. and B. herbs and their combination to improve the utilization of commercial low protein broiler diets. H. I. R. Mohamed. A. Jr.. and D. G. 2002. . A. Poult. S. New York. Webb. 58(9):850-851. Yahya. G. A. 2009. 29(I):77-97. Larroche.K. Page: 87-101. N. J. Calcium-phytate complex formation studies.R.A. Appl. Respone of broilers to microbial phytase supplementation as influenced by dietary corn gluten meal arass. Inc. Abd-Elsamee. Hati-hati Konsumsi Pangan Berasam Fitat. Soc. Springer. The Influence of Length and Localization of Polyhistidine Tag in The Molecule of Organophosphorous Hydrolase on The Biosythesis and Behavior of Fusion Protein. Pierce. Influence of whole wheat and xylanase on broiler performance and microbial composition and activity in the digestive tract. Soccol and C. M. M.

Wang. 2005. E. Biol. 2004. Fasihi. Mehri. coli appA encoded bifunctional enzyme that exhibits both phytase and acid phosphatase activities. G. In: Precongreso Cientifico Avicola IASA XXVII convencion ANECAWPDC. 32(1999):217-221. Forsberg. 2009. J. Appl. Poult. J. Konietzny. J. 303: 107-113. O’Donoghue. J.A. Page: 424-430.. Robertson. J. L. E.. . Enhancing the thermal tolerance and gastric performance of a microbial phytase for use as a phosphate-mobilizing monogastric-feed supplement. Haller. Kim. Moghaddam. S. Jany. Konietzny. In: Modern Livestock and Poultry Production. and K. R. Greiner. J. and M. U. 2000. Jany. Food Res. Sci. Res. H. J. J. R. U. phosphorous and calcium retention on broiler chicken. Gh. Ghasemi.. B. Gauthier R. R. 70(5):3041–3046. S. Garrett.. Purification and characterization of a phytase from Klebsiella terrigena. New York. J. A. Environ. J.. Poult. Gray. Tahmasbi. the key to productivity (The case of organic acid). Biochem. serum peubahs. Biophys. USA. Zhang. Effect of dietary phosphorus and phytase arass on the reproductive performance of large white turkey breeder hens.. J. D. Intestinal health. J. and B. Mexico. Delmar Cengage Learning. Short. Kerovuo. Grimes. Kashefi.. 84:485–493. and A. Guerra-Hernandez. Can. R. Golovan. Chaji. A. J. D. J. 2002. Garcia-Villanova. Fayazi. and F. Gillespie. W. M. W. 4(3):258-264. Greiner. Puerto Vallarata. J. G. 341: 201-206. K. Ghorbani. and K. Sci. Effect of dietary phytase and NSP-degrading enzymes in diets containing rape seed meal on broier performance and carcass characteristic. L. Arch. Jefo Nutrition Inc. Flanders. E. Barton. E. L. E. and M. R. The effect of phytase and Saccharomyces cervisiae (Sc47) supplementation on performance. B.169 Garcia-Estepa. Swine. P. 1999.. Alijani. Sci. Kretz. and C. 5(2): 162-168. Haller. Int. Wineland. A. R. 2010. 1993. S. and K. N. Christensen.. Biochem. Hazlewood. Microbiol. M. M. Purification and characterization of two phytases from Escherichia coli. V. 46:59-71. M. Characterization and overproduction of the E. D. Arch. Phytic acid content in milled cereal products and breads. J. 1997. E. Biophys. Godwin. 2006. Microbiol. Page: 388478. Inter.

E. and C. Tech. M.. Tillam. W. E. H. 1998. Page:191-216. T. H. A. Effects of high pressure on enzymes related to food quality. R. M. Sci.. Gadjah Mada University Press. Food Chem. Raboys. Spring. A. Xuan. Weinheim. Sci. Sell. and C.. Food Sci. Manaluc. Baker. 77:1899-1904. Wilfred.org/jointabs/iaafs154. D. and J. Hartadi. (1974). 1991. 7(5):6. Pharmacol. 1998. Wiley-VCH. Y. Hendrickx. W. The effect of nonGMO phytase on the performance of broilers fed diets containing different concentration of phosphorus.. and D. Poult. R. In: Enzyme Catalysis in Organic Synthesis... I. R. P. Waldroup. N. dan A. J. G. J. J. 2007). (Diakses tanggal 26 Agustus. Efektivitas Asam Asetat dalam Ekstraksi Asam Fitat Pollard. P. Becker. and V. 1988. Pharmacol. L.. M. Germany. Ludikhuyze. 9(5):197-203. IDRC. Y. W. Moore Jr. Rayh. M. W. Toharmatb. dan P. and N. 2005. H. 53(2):311-6 (Abstr. http://www. 2012.. Eds.pdf. and P.).170 Guenter. and J. J. Thieu. 2008. Phytate hydrolysis in soybean and cottonseed meals by Aspergillus ficuum phytase. T. Nutrient composition of corn and soybean meal. Han. and A. 1969. Huff. E. C. Van den Broeck. Hadorn. Han. P. Jensen. P. T. G. Balog.. Pudjiono. Edisi ke-5. H. Inter. Cong . T. Canada. 70:812-822. I. T. Waldroup. Han. Drauz.. 2007. N. In: Enzyme in Poultry and Swine Nutrition. Phong . A. Gallo. Ed. Poult. L. S. Y. 1990. P. L.). Reksohadiprodjo. on the fattening broiler chicken feed with corn soybean based diets. Hassan.adsa. H. Res. B. Magnesium binding in the digesta of the chicken. K. Media Peternakan: 114121. Protein and amino acid quality of feather meals. J. Guenter. Physiol. Efficacy of hydrolytic enzyme preparation from Aspergillus spp. Page: 99-114. R Marquardt and Z. I. Daniel. Huff. May. Yogyakarta. T. Effect of dietary phytase and high available phosphorus corn on broiler chicken performance. 7(10): 984-989. Parsons.. M. Anim. Abstr. Hernamana.. Weemaes. . Groger and O. E. D. J. C. Dat. Harmon. A simple rheological method for the in vitro assessment of mucin-polymer bioadhesive both strength. S. 1997. Production and Isolation of Enzyme. J. H. 28:459-464. Wiedmer. W. J. (Abstr. 2004. Hang. 1975. Poult. Sci. W. Hirose. Nydegger. Agric. G. 36:259. Sci. Can. Phytases in Cereals and Hemicelluloses in Canola (Rapeseed) Meal and Lupins. Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia.

Dilger. (Diakses tanggal 04 Maret. M. PAU Bioteknologi. T. Jie. 1985. G. Johri. F. Fadi. Johnston. 2011. The effects of different arass of supplement with phytase on production performance in broilers.W. Yu-Guo. Johnson. Italy. A. Jendza. and E. R. H. Li-Juan. Inagawa. Nutr. Z.. 82:705-714. M. and M. H. 2004. M.171 Idriss.htm#TopOfPage. K. H. Anim. L... 84:3364-3374. Jackson. Zheng-Li. NY. Manner. Arch. Farouk. Richter. 1987.. T. Chem. 1994.. Agric. I. Ismail. Extracellular phytase activity of Bacillus amyloliquefaciens FZB45 contributes to its plant-growth-promoting effect. Anim. L. 2002. Sands. F. E. Chile. A. Microbiol. D.fao..org/docrep/article/agrippa/659_en-03. Borris. D. UVC. E. 2006. J. Page: 1-7. In: Proceeding EPC XII European Poultry Conference. Effect of phytic acid on the hydrolysis of lactose with beta-galactosidase. Effect of Energy Aras. Attia. S. O. J. Illanes. T. Can. H.). Chem. A. J Anim Sci. J. and B. 47:67-73. J. E. http://www. Bunting. Bochow. L. 2007:2 (Abstr. Rosner. Nutrition Research in India and its Perspective: Prospects of Microbial Phytase in Phosphorus Utilization by Poultry. 2007. 53(4): 353 – 373. 148:1-13. Effect of phytase addition and dietary calcium and phosphorus arass on plasma metabolites and ileal and totaltract nutrient digestibility in pigs. J. Sci. Makarewicz. M.. 1987. Borriss. A. A. Greiner. A. R. B. Univ. Qota. Nagasawa. and A. A. Adeola. Biotechnology Enzyme. Rice by Products and Enzyme Additions on Carcass Yield. and O. F.S. and T. J. 2000. R. A. Kiyosawa. and R. 1969. Matthews. Ismadi. Yogyakarta. Metoda Analisis Enzimatis. Prentice–Hall. Shakmaki. E. Inc. J. Valparafso. Englewood Cliffs. Comparative studies on the in vitro properties of phytases from various microbial origins. A. 2006. Biol. J. Tete. L. 51:30273032. Wei. Verona. Farouk. M. S. O. S. Southern. Soil Chemical Analysis. . Aggoor. 2011). N. L. Y. L. K. Igbasan F. J. Universitas Gadjah Mada. Shi-Lai.. Gansu Agric. Structure of phytic acid. S.. and S. Bidner. Efficacy and equivalency of an Escherichia coli-derived phytase for replacing inorganic phosphorus in the diets of broiler chickens and young pigs. Miksch. M. L. Olcott. Williams. Meat Quality and Plasma Constituents of Japanese Quail.

Effect pelleting temperature of phytase supplemented broiler feed on tibia mineralization. Perez-Vendrell. J. Kang.adsa. Czech. J. C. 2011. A. FEMS Microbiol. nutrient digestibility and egg quality of laying hen. N. Verstegen. calcium and phosphorus content of serum and performance. Page: 92-196. DS11 and its overexpression in Escherichia coli. Heetkamp. Poult. Gerrits.htm. Sci. Reevaluation of nonphytate phosphorus requirement of growing pullets with and without phytase. BASF. moleculare gene cloningand sequencing of a novel phytase from Bacillus subtilis. H. D. Effect of dietary supplemental microbial phytase and nonphytate phosphorus on perrformance.. K. Lee. A. Kim. J. Isolation and characterization of a phytase with improved properties from Citrobacter braakii. Na. J. Kemme. Abstr. 2005. S. A. Kim. Page: 148-157. W. J. K. 2004). Sci. P. 162:185-191. J. J. S. Aneglovicova. Environ. F... Y. In: Proceeding of The 6th Forum of Animal Nutrition. M. Nurminen.tripod... Biotechnol. 2011). J. 84:571–580. Zandstra. K. J... H. Schrama. K. J. and J. M. S. Kies. Nutr. K.pdf. Microbiol. Lett. and M. 25 (2003):1231–1234.. 1997. Juanpere. O. P. J. W. and A. 1998. and H. Lauraeus.com/Vol2-No-1/Vol2-No1-B4. Z. Lee. 51(2): 78-84. T. K. W. Kim. Poult. 2009. Kim. M. and J. A. L.. S. Yu and T. Microbial Growth and Culture Media. S. 2004. J. Khan. Kim. K. and Y. J. J. W. L. IK International Pub. Basmacioglu. Lett. Nonmineral Related Effect of Phytase in Pig Diet. Isolation. Angulo. and K. 2003. and K. W. Anim. characterization. H.. 64:2079-2086. Kango. Park. Kalkinen. Kim. Influence of Chitosan Molecular Weight on Its Physical Properties. Kim H. Mineral absorption and excretion as affected by microbial phytaseand their effect on energy metabolism in young piglets. Cloning of the thermostable phytase gene (phy) from Bacillus sp. (Diakses tanggal 26 Agustus. Ltd. J. Kerovuo. H. J. van der Linden. J. M.O. 44(1):58-61. Assessment of potential interactions between phytase and glycosidase enzyme supplementation on nutrient digestibility in broilers. J. Kirkpinar. Y. Ryu. K. K. In: Textbook of Microbiology.. J. A.172 Jongbloed.. 2005. Biotechnol. H. 2006. 135: 1131–1138. W. http://www. N. 2010. (Diakses tanggal 21 Maret. K. J. Yu. Lee. India. Keshavarz. Anim. http://uia4. Kies. Oh. Brufau. and M. Sci. . A. 1998. Y. E. B. T. de Jonge. Sci. W. House Pvt.org/jointabs/iaafs154. Peh. Appl. (1977). The effect of microbial phytase on blood performance of broiler chickens. Apajalahti. Germany. Lee. Mroz. 2000. Kliment. 79:1143–1153.

Vet. D. J. Poult. vitamin D and citric acid on growth performance and phosphorus. Polymers. Effects of multiple enzyme (ROVABIO® Max) containing carbohydrolases and phytase on growth performance and intestinal viscosity in broiler chicks fed corn-wheat-soybean meal based diets. Turkey J. Lee. 2000. Sci. and C. Sci. Hong. 25:797-802. The effect of dietary phytase supplementation at different arass on tibial bone characteristics and strength in broilers. 4:157-163. J. Ledoux. and T. 81:1522–1532. Appl. USA.. Kornegay. 87:2466–2476. Med. Li. N. Ravidran. Kozłowski. 52(74):59-66. S. and W. 2004. Nagy. Bryden. Bedford and G. Kumar. Kim. D. 2010. Page: 237-272. W. L. Thacker. 60:423-437. J. 46:1–27. A. W. J. S. Alih Bahasa: M. A review of chitin and chitosan applications. Wang. Principles of Biochemistry. Poult. Guelph. Lan. Ileal digestibility of amino acid in feed ingridients for broiler. Use of phytase in broiler chicken diets: A review. Angelovicova. K... Phosphorus utilization and characterization of ileal digesta and excreta from broiler chickens fed diets varying in cereal grain. Eds. and H. X. B. Thacker. Leytem. 2010. A. 2002. J. J.. J. Commercial Poultry Nutrition. N. Potravinárstvo Mimoriadne Císlo. P. M. Ontario. Che. and Y. A. A. Kang.. 1995. and J. Lehninger. D. 23(9): 1198-1204. Efficacy of supplementation of a phytase-producing bacterial culture on the performance and nutrient use of broiler chickens fed corn-soybean meal diets. L.. Kim.. J. Penerbit Elangga. Asian-Aust. Partridge.. G. G. and P. M. Y. B. L. An.G. World's Poult. Summers. Abdullah. Digestion of Phosphorus and Other Nutrients: the Role of Phytases and Factors Influencing Their Activity. Sci. Vet.A. University Book.173 Kliment. Efficacy of Escherichia coli derived phytase on performance. J. Poult. E. S. phosphorus arasand phytase addition. Effect of microbial phytase. In: Enzymes in Farm Animal Nutrition. Q. K. Anim. 2008. 2010. M. R. M. bone mineralization and nutrient digestibility in meat turkeys. Sci.. Anim. Leeson. K. 1998. CAB. 4: 166-171. V. C. 2001. Zoot. 1991. S. Ho. Substitution of phytase for inorganic phosphorus for turkey hens. Thenawidjaja. Canada. Jankowski. N. 2001. Sci. Veum. Y. Widyaratne. Leeme. . Jakarta. Jeroch. M. Blacksburg. Reactive Funct. Zyla. T. and S. 1994. Jalaludin.R. Kocabagli. and P. V. Res. R.

P. In: Enzyme in Animal Nutrition. Page: 3-30. M. and M. A. 2001. I. aspartate transaminase and lactate dehydrogenase. Page: 61-84. Sutjipto. Poult. K. Sci.. Partridge.. D. M. B.. I.. Rianto dan S. Newkirk. and G. J. A. Goosen. E. Partridge. F. and H. 1998. and I. Florida. J. 73:1-12. Maenz. M. Um. 2006. E. United Kingdom. P. Edwards. Morgan. Dunn. USA. .. Biochemistry A Fungtional Approach. R. R. Lim. 1996. Anim.. Manangi. E. J. E. W. Paik. C. C. S. McDonald. F. Kiaei. Surabaya. G. 81:177-192. R. T. Enzymatic Characteristic of Phytases as They Relate to Their Use in Animal Feeds.. Enzyme Modification by Natural Chemical Chaperons of Microorganisms. AsianAust. 62(4):103-111. serum concentrations of minerals and the activity of alanin transaminase. The effect of phytase supplementation on the performance of broiler chicken feed diets with different arass of non-phytate phosphorus. CABI Pub. 14(2):250-257. London. Eds. Anim. Eds. Q. Mansoori. Page: 85-108. Sumarno. 1997. McGilvery. Maenz. B. Sigit. Kim. T. M. M. Prentice Hall. Al Registan. Modirsanei. Application and Properties of Chitosan. K. Microbiol. 2002. Poult. 6th ed. M. and C. A. J. J. S. Evaluation of phytase enzyme with chicks fed basal diets containing different soybean meal samples. D. D. Goldstein.. Influence of calcium and non-phytate phosphorus deficient diets with phytase on the performance of broilers. 77:557-563. Karpekina. Feed Sci. Animal Nutrition: Evaluation off Foods: Digestibility. L. D. N. R. S. The effect of minerals and mineral chelatory on the formation of phytaseresistent and phytase-susceptible forms of phytic acid in solution and in slurry of canola meal. Utari. and S. 2004. H. Penterjemah: T. Res.. Technol. Maenz. Classen. Analysis of Feed Enzymes. Bedford dan G. W. Martirosova. Bedford dan G. 2005. Res. Eds. Appl. P. G.174 nitrogen and calcium digestibility in growing swine. Technol. Classen. Grandmasion. M. 2005. Greenhalg. Wibowo. M. S. Engele-Schaan. Vet. I. and H. R. and R. Anim. Li. Sci. W. United Kingdom. Airlangga University Press. J. McCleary. Feed Sci.. D. CABI Pub. D. A. Namkung. J. Kang. In: Applications of Chitin and Chitosan. Phytase activity in the small intestinal brush border membran of the chicken. and G. K. 73(5):609-615. V. 15:292-306. CRC Team. Coon. 1999. 2007. D.. J. W. In: Enzyme in Animal Nutrition. H.

2011. and B.. 2006. 1980. ADM Alliance Nutrition Co. 18(6): 1091. Nutr. In: Handbook of Industrial Drying.AgriWorld.. Microbiol. R. M. Carb. Immobilization of enzymes on chitin and chitosan. S. Cox. H. G. Bras.. J. Seoul. Biswas. Nelson. Ed. Samie. Gidney. G. H. (Abstr. Rekayasa Genetik.nl. Muzzarelli. 2006. S.. A. Effect of supplemental phytase on the utilization of phytate phosphorus by chicks. F. I. 2005. Poult. No. A. Rev. Sci. 2007. Kim. and R.. Wodzinski.. Stability and antibacterial activity of chitosan solutions affected by storage temperature and time. 6(3):201-206. M. Worth Pub. USA. Poult. Baracho. A. Phytase in Swine Diets. Nelson. Nass. M. 1991. 6.. Res. and H. 65:174–178. K. UGM. Classification and Selection of Dryers. . T. J. H. Avic. USA. and M. Mubarika. S. 2005. R. Yoo Han Publ. (Diakses tanggal 16 Januari. New York. Assessment of broiler surface temperature variation when exposed to different air temperatures. A. D. S. D. 13(4): 259-263. Shahrbabak. A. Taylor. Principles. Shieh. R.. Ware. Garcia. A. Inc. K. Mujumdar. and J. Enz. Nascimento. R. and T.. The effects of phytase and different aras of dietary calcium and phosphorous on phytate phosphorus utilization in laying hens. The effect of dietary levels of inorganic phosphorus. M. Page: 366-372. A. J. S. Nutr. calsiumand cholcasiferol on the digestibility of phytate-P by the chick. S. D. Vol. A. J. Pol. Forage and Water Analysis: Accurate Analysis with Minimal Equiment. 1992. Mujumdar. http://www. 1998. Nahn. 2005). M. Inc. Muzzarelli.S. R. Prinyawiwatkul. Mondal. 3rd ed. Musapuor. 2011. 3th ed.. H. 11 No. 1990. Nutr. Practical Guide to Feed. Technol. Lehninger Principles of Biochemistry. and W. Y. K. H. S. S. A. Mohammed. Korea Republic. 101:1289–1293. Immobilization of enzymes on chitin and chitosan. PAU Bioteknologi. A. 4 (8): 560-562. L. 1971. Panda. 2(3): 177-184. Yogyakarta. J. N. Cienc.). A. Pereira. 2000. T. Feed Mix. CRC Press. 66:251-259.. Effect of micobial phytase in soybean meal based broiler diets containing low phosphorous.175 Mellor. Lee. Sci. J. Park. New Phytase Breaks. Pourreza. Midland. Br. Alliance Nutrition Swine.

J. and Protease or Phytase Individually or in Combination in Broilers. 1999. Agriculture Research and Advisory Station. Non Karkas dan Kandungan Kimia Daging Ayam Broiler. Cowieson. Adeola. F. plasma phosphorus concentrationand leg bone characteristics. and O. J. M. Grafton.W. L. (Diakses tanggal 01 Nopember. The yeast production system in which Escherichia coli phytase is expressed may affect growth performance. Yogyakarta. (Abstr. 2004.. M. NSW. A. Hal:114-118. Effects of phytase on broilers performance and body status of phosphorus. 1999. Universitas Sebelas Maret. Corebima dan Subiyanto. and R. Olukosi. M. K. Officer. 2005a. Bedford. Page: 72. Stroshine. Poult. dan Sajidan. R. (Diakses tanggal 01 Nopember. J. 83:421– 427.merckbio. and S. 78:366–377. Feed Enzymes. Competent Cells. R. http://www. Fakultas Pertanian. Australia. Adeola. B.merckbio. 2007). NSW Agriculture. M.. Old. D. 85(8): 1946. Sci. R.. Program Studi Produksi Ternak. 8nd. Kombinasi Aras E.com. In: Proc. Poult. coli-derived phytase gene: A proof-of-concept nutritional study in pigs. I. Pengantar Ilmu Ternak Dalam Pandangan Islam: Suatu Tinjauan Tentang Fiqih Ternak. A.com. Amylase. Jakarta. Novagen. Corn expressing an E. coli dan K. Sci. . Mineral Avaibility and Metal Binding Constituent of The Diet. Surakarta. Hebron Univ. John Wiley & Sons. Age-Related Influence of a Cocktail of Xylanase. J. P.. http://www. Nyannor. Inc. A. E. Feed Manfact. 2009. P. D. D. 2011. Principles of Gene Manipulation: An Introduction of Genetic Engineering. Anim. Microbial phytase in finisher diets of white pekin ducks: Effect on growth performance. Orban. Dalam: Prosiding Seminar Nasional dalam Rangka Dies Natalis Fakultas Peternakan UGM ke-38. 2007). 1962. Penterjemah: H. 2007. O. Poult. Sci. A. Conf. 2007. 2005b. Susilo. Karkas. bone ashand nutrient use in broiler chicks. pET System Manual. J. O. pneumonia Penghasil Fitase pada Pakan Wheat Pollard 30% terhadap Performan. 2003. Bedford. O. F.176 Nord. E. Cornell Nutr. New York. Onyango. Williams. Nuhriawangsa. and O. Omar. 2007. Adeola. Res. Advances in Enzymology and Related Areas of Molecular Biology.M. O’dell. B.). 2009. 4(1):55-66. Primrose. I. M. Sci. Adeola. Nuhriawangsa. A. 86:77–86. A.P. and O. UI-Press.. Novagen. A.

2006. J. 45:3337-3342. 50: 301-319. 46:3491-1496. Sci. 2008. K. T. Jakarta. Szakacs. Diets containing Escherichia coli-derived phytase on young chickens and turkeys: . and V. Pallauf.. Effect of Enzyme Supplementation on Intestinal Environment and Poultry Performance. 2001. purification and characterization of a heat-stable phytase from fungus A. Rao. Agric. purification and properties of microbial phytases. 1997. T. Q. Sci. C. J. J. DSM Nutritional Products Inc. R. and M. Phytase Enzyme for Layers. R. Panda. http://www. Koops. Nutrien flows in agriculture in the Netherland with special emphasis on pig production. Poult. G. M. Odugawa. M. 47(4): 1385-1388. J. 1998. Dietary phytase reduces magnesium bioavailability in growing rats.. S. Penerbit Erlangga. Rimbach. S. and Van Loon.. Anim Sci. B. Efficacy of an Escherichia coli Phytase in Broilers Fed Adequate or Reduced Phosphorus Diets and Its Effect on Carcass Characteristics.htm. Bedford. L. Soccol. Pallauf. L.) leaves. K. Principles of Biological Chemistry. Grossman.. Peters. 1999. J. Haiker. Nutrional significance of phytic acid and phytase. Nutr.. 1997. T. Penterjemah: R. Soendoro. Technol. Pasamontes. 2007. J. Raju. Pirgozliev. M. and J. Agric. Microbiol. Food Chem. O’Connor-Dennie. Expression of an Aspergillus niger phytase(phyA) in Escherichia coli. A. Poult. 75: 2054-2063. Wyss. M. M. Q.. 18 : 1029-1037. 2010. M. (Diakses tanggal 23 Januari. Tessier. Rodriguez-Leon. B. Persia. E. fumigatus. C. L. D. Q. Appl. Owens. S. M. Food Chem. M. G. 85:1737–1745. Production. 44:258-264. Arch.177 Orderkirk. A. 1985. Emmert. B. J. S. Pillai.. Acamovic. Phillippy. R. 1998. J. Gene cloning. Bhanja. A. Nutr. 2007. Iowa State University. B. Pietsch. M. 63:1696-1700. and G. V. Soccol..ca/nsaf /elibrary/archieve/lives/laypull/phytase. Agric. Food Chem. J. J.ns. N. and S. Phillipy. J. P. Biores. Gajula. Mullaney.. 77:203-2014. 1997. 1997. A. 2002. A. Susceptibility of Wheat and Aspergillus niger Phytases to Inactivation by Gastrointestinal Enzymes. Pandey. Environ. H. Anim. and E. and Rimbach. Iowa. Phillipy. and W. Purification and catalytic properties of a phytase from Scallion (Allium fistulosum L. O. Performance of broiler chicken fed low non phytate phosphorous diets supplemented with microbial phytase.. Page. V. V. T. Res.gov.

2000. J. Ravindran. Ferreira. Veiga. T. Co. Sci. 86:705-713. Biol. 5th ed. 31:603–632. 2001. and B. Monterey. V. British Poult. Biochemical Tecniques Theory and Practice. Roller.K. Reddy. Wibowo.178 Effect of performance. Polym. and S. and V. J. Qiagen.R. 25 (1): 9-16.. Pharmacol. H. 1997. J.. Poult. Neogi. A. The QIAexpressionist. Chem. C. and W. L. D. 49(2):144-154. Acamovic. White. FLA. F. metabolizable energy. 87(4):677688. and F. Silva. Boca Raton. J. Bryden. Phytases in Cereals and Legumes. A. Salunkhe. Robyt.. K. influence on bone’s quality. 2000. J. Pierson.D. 2007. and D. Selle. O. 2008. Sci. Effects of dietary phytase on performance and nutrient metabolism in chickens. and R. and excreta quality of broiler chickens. and P. dan A. Cabahug. A. Microbiol. Sathe. Ribeiro. Chitin and chitosan: Properties and applications. Tulang Tibia dan Ekskreta Ayam Petelur. J. J. 41:193-200. J. Ratriyanto. 2008. Raju. Inc. 1989. Cowieson. G. Bogosavljevic-Boškovic.. Rhoades. Pengaruh Penggunaan Kerabang Telur dalam Ransum terhadap Kadar Kalsium di Mukosa Usus Halus. nutrient utilization. 2003. Doskovic. Poult. Oduguwa. California.. V. Tri-Yuwanta. Sci. nutrien digestibility and nutrient retention. V. Prog. H. . 1(3):174-178. Goud. The QIAexpressionistTM: A Handbook for High-aras Expression and Purification of 6xHis-tagged Proteins. and M. S. Anim. Saurnya. Selle. U. Radovic. 25(1):31-40.. Rinaudo. Respons of broiler chicken to microbial phytase supplementation as influence by dietary phytic acid and non-phytate phosphorous arass. II. P. Ravidran. Studies on extracelluler enzyme keratinase from Dermatophyte Microsporum gypseum. Bedford. R.. Sci. Chitosan-reinforced alginate microspheres obtained through the emulsification/internal gelation technique.K. Environ. Biotechnol. 2007. M. 2005. Influence of dietary electrolyte balance and microbial phytase on growth performance. Ravidran V. Pirgozliev. Antimicrobial actions of degraded and native chitosan against spoilage organisms in laboratory media and foods.. Appl. Husb. S. endogenous secretions and intestinal morphology. Effect on apparent metabolisable energy.. Buletin Peternakan. Sci. 2006. M. N. Poult. Sci.. 3(5-6): 303-309. J. R. Phytase in diet for fattening chickens. CRC Press. Br. Germany. J. Brooks/Cole Pub. 66(1):80-86.. Euro. S.

P. Dalam: Proseding Seminar Nasional Pengembangan Usaha Peternakan Berdaya Saing di Lahan Kering. Biophys. Han. 65:110-118. and M. Sajidan. Dalam: Dunia Esai. E.. A. S. 2004. Safamehr.. 2006.. Deutschland (Germany). Cloning. A. Aplikasi Eschericia coli dan Klebsiella pneumoniae Penghasil Fitase dan Kombinasinya pada Pakan Campuran Wheat Pollard terhadap Performan Ayam Broiler. Laporan Penelitian Bogasari Nugraha VI. P. 1(3):169-176. 2004b. Yogyakarta. Surakarta. Nuhriawangsa. Chung. and H. 126:476-480. Ratriyanto. 83:61–68. 2005. R. Bulan Nopember 2004:186-192. Appl. Borris. M.duniaesai. http://www. Sandberg. 1996. Muller. and P.. High dietary calsium level decreases colonic phytate degradation in pigs fed rapessed diet. C. Moughan. J. Sajidan. Anim. Sajidan. Iranian J. Dalam Rangka Dies Natalis UGM..1 T. Biotechnol. total Phosphorusand amino acids in a low-phosphorus diet for broilers. Turk. Greiner. and X. and R. 2008). F. L. J.htm. P. Appl. 2008. Rutherfurd. K.com: Sains dan Teknologi. Pierson. J. T. Molecular and phycological characterization of a3-phytase from soil bacterium Klebsiella pneumoniae ASR1. Aplikasi Probiotik dari Mikrobia Penghasil Fitase Pada Pakan Ayam Broiler dengan Campuran Wheat Pollard. Sci. Dietary Aspergillus niger phytase increases iron absorption in humans. Ratriyanto. Sandstrom. Sci.com/sains/sains22. . 2004a. Sandberg. E. A. Y. M. Nutr. Hulten. Attarhoseini. S. J. and N. 257: 117-123. LP-UNS. J. J. A. H.. A. 1993. Nuhriawangsa. Sajidan.G. Effect of phytase supplementation in diets on nutrient digestibility and performance in broiler chicks. C.Jungbult. 2002. J. Hruby. Dissertation. (Diakses tanggal 03 Pebruari.179 Rodriguez. R.S. 2011. K. and B. Res. Remus. M. Larsen. E. Lei. Sakomura. E. Sajidan. C. M. Biochem. Effect of microbial phytase on ileal digestibility of phytate phosphorus. Comm. Appl. dan A. Molekulare Characterisierung einer Phytase (Myo-inositol Hexakiphosphate Hydrolase) und von Phosphatasen aus Bakterienisolaten indoneschicher Reisfelder (Klebsiella pneumoniae). Farouk. Res. Santos. P. Mycrobiol. Poult. 2007. sequencingand expression of an Escherichia coli acid phosphaase/phytasegene (appA2) isolated from pig colon. Morel. egg qualityand biochemical peubahs of comercial Hy-Line hens. Sumber: Kompas Cyber Media Th. 1999. Nutr. Institut fuer Biologie. Poult. dan A. M. A. R. Effects of rice bran and phytase supplementation on performance. 123:559-566. Enzim dan Bioaktif sebagai Penopang Devisa Negara. Humboldt Universitat zu Berlin. 17:191–201.

T. R. R. M. G. Shirley. Cousins. low calcium and phosphorusand removing the dietarytrace mineral premix on carcass traits. Nys. Oh. A. Wodzinski. L. Effect of microbial phytase on energy availabilityand lipid and protein deposition in growing swine. J. N. R. L.. phytase activity and supplemented zinc source. E.. Ha. 1996. B. 2005. XII:1161-1165. A. Sheldon. Edwards Jr. Gargova. Lague. and C. Bacteriol. 2003. Gadjah Mada Press. Synth. S. Shieh. J. and T. 1997. Effects of microbial phytase. Braun. L. Catal. J.. 2003. D. Southern. 2001..H. R.180 Sariyska. and F. Angelov. 76:594–598. M. 1969. Oh. 35:10731081. Shin. Scoot. P. Y. M. 1994. D. J. Anim. Chavez. Regulation of the formation of acid phosphatases by inorganic phosphate in Aspergillus ficuum. J Anim Sci. P. McKnight. M. Persica. A. Sci. F. The effect of combined phytase and xylanase addition on performance of broilers fed . Southern. 2010. and J.C. T. Schlegel.. and A. Koleva. M. Scheideler. Shelton.. Bidner. 2007. Graded levels of phytase past industry standards improves broiler performance. LeMieux. and J. Oh. Allgemeine Microbiologie. Touchburn. B. Enzyme mechanism and catalytic property of  propeller phytase. H. C. Poult. E. J. and B. Jondreville. Yogyakarta. Efficacy of supplemental microbial phytase at different dietary calcium arass on growth performance and mineral use of broiler chickens. 82:671–680. E. Sebastian. 349:1289–1307.. M. and H. Structure. L. Baskoro. Sci. Short. J. Sci. B. Ware. L. G. M. Poult. Page. A. pork quality. S. 81:2053-2062.. 2004. T. Aspergillus niger phytase: Purification and characterization. Shelton. and P. J. plasma metabolitesand tissuemineral content in growing-finishing pigs. Enzyme Immobilization: The Quest for Optimum Performance. Comparison of inert markers [chromic oxide or insoluble ash (celiteä)] for determining apparent metabolizable energy of wheat-or barley-based broiler diets with or without enzymes. and E. H. Poult. Nutr. 2004.. 82:2630-2639... A. L. and F. Penterjemah: R. V.. Zinc availability and digestive zinc solubility in piglets and broilers fed diets varying in their phytate contents. Biotechnol. H. J Anim Sci. Sell. L. Pierson. S. Biotechnol. Eq. Hruby. Adv. T.C. T. 75:1516–1523. Burrows. S. Bidner. 19(3): 98-105. L. Boldaji. Utilization of phytate phosphorus in laying hen as influenced by dietary phosphorus and calsium. T. I. 4(2):200–209. R. S. 9:851-858. 1978. Schlegel. F. J.K.

Krikorian. E. Bidang Zoologi. Sumantri. Skoglund.. J. and T. 1982. Jakarta. D. and C. Bedford. Anim. Yogyakarta. Poult. Abstr. T. F. Anim. S. Sulandari. Simon. S. Weremko. and M. E. Cet. Anim. Structure and Development of Meat Science. PAU Pangan dan Gizi. Zein. 1987. Can. Gadjah Mada University Press.. Inhibitation of trypsin activity in vitro by phytate. 1999. S. Suharsono. J. USA. M. 1. Larsen. 2004. Whitaker.181 wheat-based diets.. dan J. 2011. Universitas Gadjah Mada.. Kunze. dan M. Singh. Biotechnol Appl.T. Scott. Comparisson between steeping and pelleting a mixed diet at different calsium levels on phytate degradation in pigs. Prentice-Hall Inc. 1990. Can.V.. P. Food Chem. 2006. 83:985-989. Sandberg. org/meet/91st/psabs5. Pusat Penelitian Biolog. Torrie. J. R. 2nd ed. Swatland. Czerwiński. Agric. Singh. Soeparno. and A. S. New Jersey. Int. Mieczkowska. Principles and Prosedures of Statistic. Larsen. 29(2):185-189 . S. Sci. Steel. Principles of Fermentation Technology. Silversides. and A. Satyanarayana. Sci. 77:471-477..(41). G. O. J. 1997. Nguyen. 6(3):69–87. Sun. Feed Sci.. F. Englewood Cliffs. J. Skoglund. http://www. 3rd ed. Enzimologi. Smulikowska. 15(2006): 237–252. 2008). Pergamon Press. and A. Stanbury... The effect of phytase enzyme and level on nutrient extraction by broilers. 1992. Biochem. R. Technol. D. 1993.D. P. and A. Penterjemah: B. T. Developments in biochemical aspects and biotechnological applications of microbial phytases. 2002.. 1984. Immobilization of Horseradish Peroxidase in CrosslinkedPhylloilicates: Condition and Characterizations. 1997. Molecul. G. Comparisson between steeping and pelleting a mixed diet at different calsium arass on phytate degradation in pigs. Sci. S. and T. Food Sci. Yogyakarta. 77:471-477. Biotechnol. 2003. and F. S. G. J. A. Gramedia. J. Si. Panduan Praktis Laboratorium DNA. Biol. In vitro properties of phytases from various microbial origins. Ilmu dan Teknologi Daging. A. T. A.poultryscience. Cibinong. Effects of exogenous phytase in chickens fed diets with differently processed rapeseed expeller cakes. 37 (2002):813–822. Igbasan... Sandberg. H. J. Rev. H. LIPI. B.pdf. (Diakses tanggal 03 Pebruari. 30:799-800.

Poult.C. Sci. 1996. Viveros. I. 47: 310-315.. L. Solid Phytase Composition. Su. T. N. Food. A. H. A. M. properties. 3. Woyengo. Thesis. A.1. Poult. A. Y. S. Prep. 55(2007): 65–70. 2007. Blacksburg. Effects of microbial phytase supplementation on mineral utilization and serum enzyme activities in broiler chicks fed different levels of phosphorus. A. M. Pierce. S. Patent Scope WO/2000/020569. H. A. O. F. 2002. Rothlisbuis. Friedlein. Philip. .). and A. Wang Y.. Virginia. 1987.182 Sun. Pasamontes.. Ullah. J. Rev. Toronto. J. Remy. WIPO. H. 1986. B. Phytase. Tamim. Expressionand Enzyme Characterization of an Acid Heat-Stable Phytase from Aspergillus fumigatus WY-2. 1st ed. and D. Angel. A. J. Al-Khateeb. M. Adewale. Wu. J. Lehmann. Sci. Q. U. M. Widodo. Bioteknologi Industri Susu. R. Production. A. Influence of three preparation in broiler diets based on wheat or corn: In vitro measurements of nutrient release. 42:263-302. Influence of dietary calcium and phytase on phytate phosphorus hydrolysis in broiler chicken. 2003. G. Kronenberger. Lebdosoekojo. Gao. and W.. R. G. P.. Ullah. and N. Crit. M. Ravidran. A.H. Sci. Faculty of the Virginia Polytechnic Institute and State University. Ilmu Makanan Ternak Dasar. 83:1358-1367. Hartadi.. E. Wilhelm. Charles. 81:1172– 1183. X. Biochem. Christman. F. N. A. Gadjah Mada University Press. Reksohadiprodjo. R.8) from Aspergillus ficuum NRRL 3135: Purification and characterization. Ecracelluler phytase (E. dan S. Synowiecki. L. 43(2):145 (Abstr. Wodzinski. Adv. Augustine. Tillman. Performance and nutrient utilization responses in broilers fed phytase supplemented mash or pelleted corn-soybean meal based diets. and Lijia. Sci. S. 2004.3. Yogyakarta. 1984. Appl. W.. Gibson. X. and M. Current Microbiol. Wyss. 2010. Yogyakarta. Percetakan Dua Warna. Poult. Stanbury. and some new applications of chitin and its derivatives. Principles of Fermentation Technology.. V. Arija. Broiler Performance and Intestinal Alterations when Fed Drug-free Diets. Microbiol.. Whitaker. 17:63-91. Sci. World Intllectual Property Organization. Centeno. Middendorf.. 2004. Wu. J. 2004. H. 2003. Brenes. Wahl. Pergamon Press. J. and M. Cloning. and A. 3(7): 450-455. and C. Schnoebelen. Poult. Tessier. 2007. J. Prawirokusumo.D. J.. Hendriks.

M. T. Jiang. Vogel. Kornegan. K. F. Yamasaki. S. Effects of a new recombinant phytase on performance and mineral utilization of laying ducks fed phosphorus-deficient diets. J Appl. J. A. J. L. Letters. Jung. S. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. E. J. Ishmais. Biophysical characterization of fungal phytases (myo-inositol hexaisphosphat phosphohydrolases): Molecular size. 1995.183 Muller. 40:348-352. 2009. Yogyakarta. 2004. Yunus. A. 2010. A. M. Diktat Kuliah. J.. Yi. 144: 1565-1573. and H. Jalal. M. J. M. Cheng. 2006. K. Phytase activity of anaerobic ruminal bacteria. C. Z. H. Lei. Bioeng. Res. Poult. T. J. W. Swastike. Yoon. and A. Sci. Materials Sci. J. Yang. The Influence of supplemental multi-enzyme feed additive on the performance. 18:284-291. Effect of microbial phytase on growth and mineral utilization in broilers fed on maize soyabean-based diets. and K. Fritts. Microbial Tech. N. and G. Denbow. and M. Klibanov. H. 75:979-990. P. 1996. 4. Yanke. Hans-Werner L. On the role of reversible denaturation (unfolding) in the irreversible thermal inactivation of enzymes.. K.. A. H. Appl.. 9(2):126-133. Pemanfaatan Bakteri Penghasil Fitase Asli Indonesia untuk Meningkatkan Ketersediaan Sumber Phosphat Organik pada Pakan Ayam Broiler Ramah Lingkungan. B. 8(6):449-454. H. Effect of phytase supplementation on the calsium requirement of broiler chicks. B.J. Zhou.. Adolphus. Jawa Tengah. Poult. W. W. 5(2):112-120. S. D Bae. H. K. glycosylation pattern and engeneering resistance. L . Yuwanta. and M. 2000. Y.. Br. and enzymatic properties of phytase enzyme. E. Y. Biotech. Enterobacter sp. . 1999. R. Poult. 2006. E. Microbiol. and D. Waldroup.. Selinger. H. Effect of microbial phytase on nitrogen and amino acid digestibility and nitrogen retention of turkey poults fed corn-soybean meal diets. G.. 14(1995):1751-1753. H. 1999. Y. carcass characteristics and meat quality traits of broiler chickens. Inter. M.. R. Laporan Penelitian Terapan. 65(2):359-366. Environ. S. A. A. Isolation and identification of phytase-producing bacterium. Sci. Yang. Choi. J. 1998. J. Y. A. Sci. Kim. Yan.. Sci.. Cho. Kersey. Sazzad. 1996. Poult. P. Zakaria. G. Microbiol. Zanini. Poult. Zhang. Fakultas Peternakan. Nuhriawangsa. and P. and P. Min. C. J. Enz. T. Huang. dan W. Dasar Ternak Unggas. 25(9):2221-2230. J. Z. Zale. Lee. Solidification of aragonite type CaCO3 powder containing chitosan with acetic acid by hydrothermal hot pressing. Universitas Gadjah Mada. Weiping. Z. S.

Poult. Z. Buku Diktat Kuliah Program Pascasarjana Ilmu Peternakan. Wang. 1995. J. 2008. S. Ledoux. Teknik Penelitian Nutrisi dan Makanan Ternak: Teknik Pemisahan Nitrogen Urin dan Feses pada Ayam (PTN 7001). Food Chem. Jurusan Nutrien dan Makanan Ternak. Swiatkiewicz. Poult. Z. Wikiera. A. Complete enzymic dephosphorylation of corn-soybean meal feed under simulated intestinal conditions of the turkey. UGM. Fakultas Peternakan. Fakultas Peternakan.. L. X. Nutrien Non-Ruminansia/Unggas (PTM 631). G. acid phosphatase and pectinase in dephosphorylation of wheat-based feeds fed to growing broilers. Leudoux. R. 2000..184 Zhou. 79: 1434-1443. Yogyakarta. Zhang. and D. Yogyakarta. Laboratorium Makanan ternak. Zuprizal. S. Res. Y. Zyla. J. Koreleski. Veum. . UGM. Jiang. Comparison of the efficacies of a novel Aspergillus niger mycelium with separate and combined effectiveness of phytate. K.. J. Yang. and T. P. Buku Diktat Kuliah Program Pascasarjana Ilmu Peternakan. Zuprizal. and G. R. Piironen. W. Yang. J. Sci. D. 17(3):331-339. 1995. Zyla. 43:288-294. Appl. B. 2010. R. Effects of a New Recombinant Phytase on the Performance and Mineral Utilization of Broilers Fed Phosphorus-Deficient Diets. J. Agric. K.