You are on page 1of 7

STEP 7

1. What is the purpose of interprofessional collaboration?

1) The goal of interprofessional collaboration is decreasing morbidity


(morbidity) and mortality (death rate)
2) Health services to the maximum
Sumber : Daldiyono (1997)
Penerapan Kolaborasi Pendidikan dan Praktik Antar Profesi
Kesehatan oleh Himika FK UGM 1 juni 2013
http://himika.fk.ugm.ac.id/penerapan-kolaborasi-pendidikan-dan-praktikantar-profesi-kesehatan/
Tujuan dari kolaborasi antar tim yaitu:
1) penurunan morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (angka kematian)
2) Pelayanan kesehatan secara maksimum

2. What is the benefit of interprofessional collaboration?


1) Relationship of doctor-nurse is not only possible, but also have a
direct impact on the outcome of patient.
2)There is a positive correlation between the quality of the relationship
doctor-nurse with the quality of the results obtained patient.
Sumber : (Kramer and Schamalenberg, 2003)
TREND

DAN

ISSUE

KEPERAWATAN

PERAWAT DOKTER Oleh:

PELAKSANAAN

Nandang Ahmad Waluya,

KOLABORASI

Poltekkes Jurusan

Keperawatan Bandung

1) hubungan dokter-perawat tidak hanya dilakukan saja, tetapi juga


berdampak

langsung

pada

hasil

yang

dialami

pasien

(Kramer

dan

Schamalenberg, 2003).

2) Terdapat hubungan korelasi (nilai yang menunjukan kekuatan)positif


antara

kualitas

hubungan

didapatkan pasien.

dokter-perawat

dengan

kualitas

hasil

yang

3. What are the barrier and solution of of interprofessional


collaboration?
1) Professional level and institutional level.
2) Differences in status and power remains a major source of
discrepancy that limits the establishment of professional collaboration
applications.
3) Doctors tend to be male, of higher economic level and are usually
physically bigger than the nurses, so that climatic and social conditions
still endorse physician dominance.
4) Doctor who always assume that the power of vocational nurses,
assistant nurses, and hospital policies that are less supportive.
Sumber

TREND

DAN

ISSUE

KEPERAWATAN

KOLABORASI PERAWAT DOKTER Oleh:

PELAKSANAAN

Nandang Ahmad Waluya,

Poltekkes Jurusan Keperawatan Bandung.


1) tingkat profesional dan institusional.
2) Perbedaan status dan kekuasaan tetap menjadi sumber utama
ketidaksesuaian yang membatasi pendirian profesional dalam aplikasi
kolaborasi.
3) Dokter cenderung pria, dari tingkat ekonomi lebih tinggi dan biasanya fisik
lebih besar dibanding perawat, sehingga iklim dan kondisi sosial masih
medukung dominasi dokter.
4) dokter yang selalu menganggap bahwa perawat merupakan tenaga
vokasional, perawat sebagai asistennya, serta kebijakan rumah sakit yang
kurang mendukung.

4. How to make of interprofessional collaboration become


effective?
Interproffesional collaboration can work well if:
1) all professions have vision and mission
2) The other profession know the limits of their profession
3) The other profession can exchange information properly

4) The member recognizes the competence of other professions who


joined the team
5) Good communication between fellow workers
6) Mutual trust with other professional health workers
7) Respect other professions in shared decision-making (in
collaboration).

Sumber :
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24628/4/Chapter
%20II.pdf http://www.slideshare.net/Kampus-Sakinah/hubungan-kerjaperawat-dengan-profesi-lain

Kolaborasi dapat berjalan dengan baik jika :


1) semua profesi memiliki visi dan misi yang sama
2) masing-masing profesi mengetahui batas-batas dari Pekerkaannya
3) anggota profesi dapat bertukar informasi dengan baik
4) masing-masing profesi mengakui keahlian dari profesi lain yang bergabung
dalam
5) Adanya komunikasi yang baik antar profesi.
6) Rasa saling percaya dengan profesi tenaga kesehatan lainnya
7) Menghargai profesi lain dalam pengambilan keputusan bersama (dalam
kolaborasi)

MEETING
5. How to make effective meeting with other profession?
The Place
Often there is no choice of venue because it is dictated by situation.
The venue should be comfortable and meet the needs of the numbers
who will attend. Organisers should provide sound equipment or visual
aids if they will be required.

(Seringkali tidak ada pilihan tempat karena ditentukan oleh keadaan. Tempat
tersebut harus nyaman dan memenuhi kebutuhan orang yang akan hadir.
Panitia harus menyediakan peralatan sound atau alat bantu visual jika
mereka akan memintanya.)

Timing
The time of the meeting is also significant. If people are coming a
distance to attend, their travel arrangements should be taken into
consideration and it would be best to hold the meeting at a suitable
time of day.
(Waktu pertemuan juga signifikan.Jika orang datang dari jauh untuk
menghadiri, pengaturan perjalanan mereka harus dipertimbangkan dan akan
lebih baik untuk mengadakan pertemuan pada waktu yang sudah di
tetapkan)

Preparations
If you're a manager it is good practice to involve your team in what is
to be discussed because it makes everyone a stakeholder in the
meeting. Your team and you must have good preparation to make an
effective meeting to reach the purpose.
( Jika anda seorang manager, ini adalah langkah yang bagus dalam
melibatkan tim anda untuk berdiskusi karena ini membuat seeorang merasa
terlibat di dalam pertemuan tersebut. Tim anda dan anda harus menyiapkan
persiapan yang matang untuk membuat pertemuan yang efektif dalam
pencapaian tujuan.)

The Agenda
Every meeting should have a clear purpose and those attending
should be given the time, date, location and details of what will be
discussed. Some topics will always appear on the agenda of formal
meetings.
(Setiap rapat harus memiliki tujuan yang jelas dan yang hadir harus diberikan
waktu, tanggal, lokasi dan rincian dari apa yang akan dibahas. Beberapa
topik akan selalu muncul dalam agenda pertemuan formal.)

Participant

Formal meeting often have a list of people who have the right or duty
to attend.
(Pertemuan resmi sering memiliki daftar orang-orang yang berhak atau
kewajiban untuk menghadiri pertemuan.)

Eye Contact
Eye contact is also a significant factor. Ideally the seating should be
such that everyone has eye contact with each other. Often this is
difficult to achieve and those sitting at the corners of a large table may
feel less involved that their colleagues. The chairperson and anyone
presenting a proposal needs to be able to see and be seen by all
present.

(Kontak mata juga merupakan faktor yang signifikan. Idealnya tempat duduk
harus sedemikian rupa sehingga setiap orang memiliki kontak mata dengan
satu sama lain. Sering kali ini sulit dicapai dan mereka yang duduk di sudutsudut meja besar mungkin merasa kurang terlibat bahwa rekan-rekan
mereka. Ketua dan siapa pun menyajikan proposal harus mampu untuk
melihat dan dilihat oleh semua yang hadir. )

Chairing a meeting
If there are two competing points of view the chair should allow both to
be expressed and debated. If a manager chairs the meeting they may
listen to the views and arguments and make the decisions. In formal
meetings motions may be proposed and voted on to get a
decission.Then amendments are voted on first and the chair has the
casting vote.
(Jika ada 2 rundingan ketua harus menyetujui dari salah satu yang di
perdebatkan .ketua dari rapat harus melihat dan mendengarkan pendapat
anggota nya untuk membuat keputusan. Pada rapat formal mungkin
diadakan usulan dan hak memilih dalam memutuskan sesuatu.)

Sumber : Neil Harris is a careers & training consultant and author


working in St Albans and London, November 2008
http://www.jobs.ac.uk/careers-advice/managing-your-career/1234/howto-run-effective-meetings/

6. The important and strategy to make a cooperation with


other worker ?
The attitude of nurses who are able to and understand what should be
doing and do not be in a state of forced a key element to foster
relationships and cooperation with doctor. If the relationship goes well
will make work more effectively and efficiently so that in the end will
lead to satisfaction with the work to be done. The practice nurse
collaboration with doctor require knowledge, professional attitude
ranging from communication, cooperation with patients and physicians
to the skills nurses in making decisions.
Sumber : ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG
INDIKATOR KOLABORASI TERHADAP PRAKTEK KOLABORASI PERAWAT DOKTER
oleh Erlina Rumanti tahun 2009

http://eprints.undip.ac.id/24300/1/ERLINA_RUMANTI.pdf
Sikap perawat yang mampu dan mengerti apa yang seharusnya di
kerjakan dan mengerjakannya tidak dalam keadaan terpaksa merupakan
elemen kunci untuk membina hubungan dengan dokter. Jika hubungan
tersebut berjalan dengan baik akan membuat pekerjaan lebih efektif dan
efisien sehingga pada akhirnya akan menimbulkan kepuasan terhadap
pekerjaan yang akan dilakukan. Praktek kolaborasi perawat dengan dokter
memerlukan pengetahuan, sikap yang profesional mulai dari komunikasi,
cara kerjasama dengan pasien maupun dokter sampai kepada ketrampilan
perawat dalam membuat keputusan.

7. Things that must be prepared in letting the meeting go well


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

The purpose of the meeting


The main problem
Type the meeting
The amount of meetings
The place, time, and duration of meetings
Anyone who organize and arrange meetings
Announcement and notice of meeting

Sumber : Modul Komunikasi Efektif Fakultas Kedokteran Universitas Islam


Sultan Agung Semarang tahun 2014
1. Tujuan pertemuan
2. Permasalahan utama

3. Jenis pertemuan
4. Besarnya pertemuan
5. Tempat, waktu, dan lama pertemuan
6. Siapa saja yang menyelenggarakan dan mengatur pertemuan
7. Pengumuman dan pemberitahuan mengenai pertemuan

8. How to make an effective cooperation and strategy with


other wiorker ?
- Responsif to sensitivity that occurs in organizations
- Have a communicative nature
- Oriented On duty
- Able to generate good problem solving and in accordance with a new
problem
Sumber : Tekhnik Bekerja Dalam Tim oleh dr. Ophi Indria Desanti, MPH
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang
- Responsif terhadap kepekaan yang terjadi dalam organisasi
- Memiliki sifat yang komunikatif
- Berorientasi pada tugas
- Mampu menghasilkan pemecahan masalah yang baik dan sesuai dengan
tidak menimbulkan permasalahan yang baru