1

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Sejalan dengan perkembangan kehidupan masyarakat dewasa ini, masalah pemasaran merupakan salah satu dari banyak masalah yang dihadapi perusahaan juga peritail sehari – hari. Hal ini dapat terlihat bahwa masyarakat semakin teliti dan selektif dalam membelanjakan penghasilannya untuk mendapatkan barang dan jasa yang dapat memberikan kepuasan bagi konsumen. Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli atau konsumen agar bersedia membeli barang atau produk, dengan demikian kegiatan pemasaran mencakup usaha konsumen yang perlu dipuaskan. Dalam mempelajari perilaku konsumen, perusahaan perlu memperhatikan faktor – faktor yang mempengaruhi sikap konsumen itu sendiri yang berasal dari dalam diri manusia atau intern antara lain motivasi, sikap, persepsi, belajar dan kepribadian. Selain faktor intern diatas sikap konsumen juga perlu dipengaruhi faktor ekstern, antara lain : keluarga, kelas sosial, budaya dan kelompok sosial. Konsumen membeli sesuatu tentunya atas dasar adanya kebutuhan yang memerlukan pemuasan. Motif yang merupakan suatu kekuatan yang sifatnya internal mengarahkan tingkah laku seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu yang tujuannya adalah memuaskan kebutuhan (F. Hansen :

2

972). Untuk memahami konsumen harus dimulai dari perilakunya dalam pengambilan keputusan pemilihan toko (store Choice). Proses itu dimulai ketika konsumen berkunjung ke suatu toko untuk berbagai alasan seperti untuk membeli, mengumpulkan informasi, melakukan sosialisasi atau alasan-alasan pribadi lainnya. Selanjutnya konsumen mengevaluasi berbagai alternatif berbelanja dan memilih toko yang akan dikunjungi, serta memutuskan untuk membeli atau meninggalkan toko tersebut. Suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Beberapa faktor yang diduga berpengaruh dalam perilaku konsumen salah satunya adalah harga. Untuk sebagian besar konsumen harga adalah faktor utama yang dipertimbangkan dalam memilih produk maupun jasa, kecenderungan untuk memilih harga yang terjangkau dan potongan harga yang tinggi menjadi suatu kepuasan umum bagi para konsumen untuk menentukan keputusan pembeliannya dalam memilih suatu barang dan toko. Dari sinilah konsumen secara langsung bisa mendapatkan produk maupun jasa tersebut dilihat dari kemampuan daya belinya. Dari asumsi ini, terlahir variabel harga yang merupakan cerminan kemampuan daya belinya. Fenomena disisi lain dari pihak penjual juga berusaha merespon secara positif usaha konsumen untuk memperoleh apa yang diharapkan dengan jalan memberikan pelayanan yang terbaik. Selanjutnya timbul suatu asumsi bahwa faktor pelayanan juga mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan keputusan konsumen.

3

Seiring

dengan

kemajuan

zaman,

khususnya

dibidang

telekomunikasi banyak masyarakat yang menggunakan berbagai macam alat komunikasi terutama hand phone. Dengan berbagai kemudahan yang dimiliki hand phone, masyarakat bisa berkomunikasi dengan mudah, cepat dan bisa kapan saja. Berkaitan dengan penggunaan hand phone tentu saja mereka membutuhkan voucher untuk bisa berkomunikasi. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama masyarakat Pecangaan dan keinginan mereka dalam membeli voucher di counter atau di toko – toko terdekat, salah satu adalah di Vanza Cell Pecangaan. Vanza Cell juga menyediakan produk yang beraneka ragam diantaranya adalah hand phone, perdana jenis voucher, acesories hand phone, wartel. Salah satu faktor yang mempengaruhi tahap –tahap dalam proses pembelian yang dilakukan konsumen adalah motivasi yang berpengaruh terhadap prosess pembelian nyata. Faktor – faktor yang dapat digunakan oleh pihak penjual untuk mempengaruhi konsumen antara lain : ketersediaan produk, harga yang ditawarkan, pelayanan,. Dari beberapa faktor yang diduga berpengaruh dalam perilaku konsumen terhadap produk voucher Vanza Cell Pecangaan Jepara. Aspek lain dapat diungkapkan bahwa banyak faktor diantaranya adalah produk, keterjangkauan harga, dan pelayanan dipandang juga turut memegang peranan aktif dalam menumbuhkan keputusan pembelian seseorang. Asumsi seperti ini dibentuk dari adanya fenomena bahwa seseorang membeli sesuatu dipandang sebagai sebuah usaha dan kekuatan

4

untuk memperoleh sesuatu yang diharapkan. Terlebih lagi dengan usaha tersebut juga disertai dengan adanya pengeluaran biaya tertentu untuk mendapatkannya. Dengan adanya berbagai produk yang disediakan, harga yang ditawarkan dan pelayanan yang diberikan diharapkan nantinya konsumen dapat lebih tertarik untuk bisa membelanjakan penghasilanya di Vanza Cell Pecangaan Jepara. Berdasarkan uraian tersebut maka, penulis tertarik melakukan penelitian dan penulisan skripsi ini dengan judul “ANALISIS PENGARUH PERSEPSI PRODUK, HARGA, DAN PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN JEPARA ” 1.2. Ruang Lingkup Masalah Ruang lingkup masalah dimaksudkan untuk memperjelas dan mempermudah pemahaman dari peneliti agar pembahasan maslah lebih terarah, jelas dan tidak meniympang dari pembahasan yang ada. Maka peneliti membatasi pembahasan – pembahasan bekenaan dengan masalah yang diteliti, oleh karena itu dalam penelitian ini akan dianalisis tentang pengaruh produk, harga dan pelayanan terhadap keputusan pembelian di Vanza Cell Pecangaan Jepara. Sedangkan penelitian pengambilan data dan pengumpulan data dilakukan pada bulan april – mei 2009. Masalah yang dibahas adalah : a.Variabel produk, harga dan pelayanan yang mempengaruhi keputusan pembelian. PEMBELIAN PADA VANZA CELL PECANGAAN

5

b.

Obyek yang diteliti adalah Vanza Cell Pecangaan Jepara.

c.Sample penelitian diambil dari penelitian dilokasi Vanza Cell Pecangaan Jepara yaitu konsumen dari Vanza Cell. 1.3. Rumusan Masalah Vanza Cell Selular mempunyai koleksi produk yang cukup lengkap di Pecangaan Jepara, oleh karena itu seberapa besar pengaruh produk, harga dan pelayanan konsumen pada Vanza Cell Pecangaan seiring kemampuan untuk meningkatkan persaingan Retail sellular. Maka dari situlah timbul pertanyaan penelitian, yaitu : 1.3.1 Apakah faktor produk berpengaruh terhadap pengambilan

keputusan pembelian produk di Vanza Cell Pecangaan. 1.3.2 Apakah faktor harga berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian produk di Vanza Cell Pecangaan. 1.3.3. Apakah faktor pelayanan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian produk di Vanza Cell Pecangaan. 1.3.4. Apakah faktor produk, harga, dan pelayanan mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian produk di Vanza Cell Pecangaan. 1.4. 1.4.1. Tujuan dan Kegunaan Untuk menganalisis besarnya pengaruh variabel harga terhadap keputusan pembelian produk di Vanza Cell Pecangaan. 1.4.2. Untuk menganalisis besarnya pengaruh variabel produk terhadap keputusan pembelian produk di Vanza Cell Pecangaan.

6

1.4.3.

Untuk menganalisis besarnya pengaruh variabel pelayanan terhadap keputusan pembelian produk di Vanza Cell Pecangaan. 1.4.4. Untuk menganalisis besarnya pengaruh variabel produk, harga dan pelayanan secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian produk di Vanza Cell Pecangaan.

1.5.

Kegunaan Penelitian 1.5.1 Kegunaan Teoritis Merupakan sarana penerapan teori yang diperoleh dibangku perkuliahan ke dalam praktek yang ada. 1.5.2 Kegunaan Praktis 1.5.2.1. Dapat digunakan perusahaan untuk bahan pertimbangan dalam menjalankan strategi pemasaran. 1.5.2.2 Dapat digunakan sebagai informasi dan sedikit memberi gambaran bagi peneliti lain yang ada hubungannya dengan permasalahan ini.

1.5.1.1

1.5

Sistematika Penulisan Untuk memberikan gambaran mengenai isi dari penelitian ini maka penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab pendahuluan ini berisi latar belakang masalah, ruang lingkup masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan

penelitian dan sistematika penulisan.

7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi mengenai landasan teori, kerangka penelitian, dan perumusan hipotesis.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi mengenai variabel penelitian dan operasional, jenis dan sumber data, metode pengolaha data, metode analisis data dan sistemetika penulisan.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi mengenai gambaran umu perusahaan meliputi gambaran umum obyek penelitian, data-data konsumen, analisis data dan pembahasan.

BAB V

PENUTUP Bab ini berisi tentang ringkasan dari hasil dan pembahasan yang telah dijadikan sebagai kesimpulan dan juga berisi saran- saran..

8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Landasan Teori 2.1.1 Perilaku Konsumen Setiap pemasar harus jeli dalam mempelajari dan memahami tentang perilaku pembelian sehingga konsumen akan merasa puas dengan apa yang diberikan oleh perusahaan. Hal ini penting untuk memenuhi segala keinginan dan kebutuhan konsumen. Tatik Suryani (2008 : 6) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai berikut : “Sebagai tindakan yang terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini”. Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pada perilaku konsumen terdapat dua elemen penting yaitu : a. Proses pengambilan keputusan b. Kegiatan fisik yang semua ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan dan menggunakan barang-barang dan jasa ekonomis. 2.1.2 Keputusan Pembelian 2.1.2.1 Motif Pembelian Konsumen Motif yang merupakan suatu kekuatan yang sifatnya internal mengarahkan tingkah laku seseorang untuk melakukan

9

kegiatan tertentu yang tujuannya adalah memuaskan kebutuhan. Dalam menentukan keputusan pembelian biasanya seseorang dipengaruhi oleh motif pembelian. Motif pembelian adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai sesuatu tujuan (Basu Swastha dan Hani Handoko, 1997 : 77). Motif dalam pembelian dibagi menjadi : 1) Motif Pembelian Primer dan Selektif a. Motif pembelian primer atau Primary buying motive adalah motif yang menimbulkan perilaku pembelian terhadap kategori-kategori umum atau biasa pada suatu produk. b. Motif pembelian selektif atau selective buying motive adalah motif motif yang mempengaruhi keputusan tentang model dan merk ataupun kelas-kelas produk atau macam penjual yang dipilih untuk suatu pembelian. 2) Motif Rasio dan Emosional a. Motif rasio adalah motif yang didasarkan pada kenyataan seperti yang ditunjukkan oleh suatu produk kepada konsumen. Misalnya motif pembelian terhadap merk tertentu, karena kualitas selalu dapat dipercaya. b. Motif emosional adalah motif pembelian yang berkaitan dengan perasaan atau emosi individu. Seperti

10

penggungkapan rasa cinta, kenyamanan, kesehatan dan kepraktisan. Motif bersifat subyektif, sehingga sulit untuk menentukan hubungan antara motif pembelian dengan produk yang diberi. 2.1.2.2 Jenis-Jenis Perilaku Keputusan Pembelian Menurut Basu Swasta dan Irawan (2005 : 117) ada beberapa jenis perilaku keputusan pembelian, yaitu : 1) Perilaku Tanggapan Rutin / Perilaku Responsi Rutin Pembeli tidak selalu membeli merk yang sama karena stok habis, transaksi khusus dan keinginan akan bervariasi. Tetapi pada umumnya pembeli tidak memberikan banyak pikiran, usaha mencari atau waktu untuk membeli. Barang-barang dalam golongan ini sering dinamakan barang dengan keterlibatan rendah. 2) Pemecahan Masalah yang Terbatas Pemasar menyadari bahwa konsumen berusaha mengurangi resiko dengan mengumpulkan informasi. Pemasar harus merancang suatu program komunikasi yang meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembeli atas merek tersebut. 3) Pemecahan Masalah yang Ekstensif Pemasar produk dalam kelas ini harus memahami

pengumpulan informasi dan evaluasi kegiatan calon pembeli.

11

Pemasar perlu mempermudah pembeli mempelajari ciri produk, pentingnya produk dan kedudukan merek pemasar dengan ciri yang lebih penting. 2.1.2.3 Tahap-Tahap dalam Proses Keputusan Pembelian Dalam bukunya Philip Kotler (2000 : 204) menyatakan bahwa tahap-tahap dalam proses keputusan pembelian adalah : 1) Pengenalan Masalah Pada tahap ini pemasar perlu menentukan keadaan yang biasanya menggerakkan pengenalan masalah konsumen. Pemasar harus meneliti konsumen untuk mengetahui (a) jenis rasa membutuhkan atau masalah yang timbul, (b) apa yang membuat rasa kebutuhan itu timbul dan (c) bagaimana rasa kebutuhan itu mengarah ke produk tertentu. 2) Pencarian Informasi Inti yang penting bagi pemasar adalah sumber informasi utama yang akan digunakan oleh konsumen dan tiap pengaruh terhadap keputusan pembelian kemudian. Sumber informasi konsumen tergolong kedalam 4 kelompok : a. Sumber pribadi ( keluarga, teman, tetangga, kenalan ) b. Sumber komersial ( periklanan, tenaga penjual, pedagang, kemasan dan pameran ) c. Sumber publik ( media massa, organisasi penilai konsumen )

12

d. Sumber eksperimental / pengalaman ( penanganan, pengkajian, dan pemakaian produk ). 3) Evaluasi Alternatif Konsep-konsep dasar tertentu akan membantu menjelaskan proses penilaian konsumen. a. Konsumen memandang sebuah produk sebagai seuntaian ciri-ciri produk. b. Konsumen mungkin berbeda dalam memberikan bobot pentingnya ciri yang mencolok. c. Konsumen mungkin mengembangkan satu himpunan kepercayaan merek. d. Konsumen dianggap mempunyai fungsi utilitas. e. Konsumen tiba pada sikap kearah alternatif merek melalui prosedur evaluasi tertentu. 4) Keputusan Pembelian Pada tahap evaluasi, konsumen menyusun peringkat merekmerek dalam himpunan pilihan serta membentuk niat membeli. Biasanya konsumen akan membeli merek yang paling disukai. Langkah-langkah antara evaluasi alternatif dan

keputusan pembelian, yaitu :

13

Gambar 2.1 Tahap – tahap antara evaluasi alternative dan keputusan pembelian Evaluasi alternatif

Niat Pembelian

Situasi tak diinginkan

Sikap orang lain

Keputusan pembelian

Sumber Philip Kotler (2000: 208) 5) Perilaku Pasca Pembelian a. Kepuasan Purna Pembelian Bila seseorang memilih antara dua atau lebih alternatif, maka ketidak senangan ataupun ketidak sesuaian pasti timbul karena pengetahuan seseorang yang sementara bahwa keputusan yang telah dibuat itu mempunyai

keuntungan tertentu. Keputusan itu juga mempunyai kerugian. Ketidak sesuaian timbul setelah keputusan, dan selanjutnya, individu akan pasti mengambil langkahlangkah untuk mengurangi ketidak sesuaian.

14

b. Tindakan Pasca Pembelian Kepuasan konsumen terhadap produk akan

mempengaruhi perilaku berikutnya. Seorang konsumen yang puas kemungkinannya lebih besar untuk membeli produk tersebut pada waktu berikutnya dan akan menyampaikan hal-hal yang baik mengenai produk itu terhadap orang lain. Sedangkan konsumen yang tidak puas memberikan tanggapan yang berbeda. 2.1.2.4 Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam memutuskan pembelian suatu produk (Basu Swastha dan T. Hani handoko, 1997 : 55), diantaranya : 1) Faktor Ekstern Faktor ekstern meupakan faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yang timbul dari luar individu. Faktor ekstern meliputi : a. Keluarga Setiap anggota keluarga memiliki selera dan keinginan yang berbeda-beda, karena itu manajer pemasaran perlu mengetahui peranan tiap-tiap anggota keluarga dalam proses pembelian.

15

b. Kelas Sosial Pengelompokan orang yang sama dalam perilaku mereka berdasarkan pada posisi atau ekonomi mereka di dalam masyarakat. c. Kebudayaan Seperangkat symbol bermakna, nilai, gagasan dan bendabenda yang membantu individu berkomunikas, membuat tafsirandan masyarakat. d. Kelompok Sosial Kelompok ini sering dijadikan pedoman oleh konsumen selalu mengawasi kelompok tersebut baik tingkah laku maupun mentalnya. 2) Faktor Intern Faktor lingkungan intern merupakan psikologis yang berasal dari proses intern individu. Faktor Intern meliputi : a. Persepsi Persepsi dapat dirumuskan sebagai proses seseorang individu dimana stimula atau rangsangan diseleksi, diorganisir dan diinterprestasikan. melkaukan evaluasi sebagai anggota

16

b. Sikap Sikap seseorang adalah predisposisi atau keadaan mudah terpengaruh untuk memberikan tanggapan terhadap rangsangan lingkungan, yang dapat memulai atau membimbing tingkah laku orang tersebut. Sikap ini dilakukan konsumen berdasarkan pandangannya terhadap produk dan proses balajar baik pengenalan atau saran dari orang lain. Sikap konsumen bisa merupakan sikap positif maupun negatif terhadap produk-produk lain. c. Motivasi Motivasi adalah keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong kegiatan dalam melaksanakan kegiatankegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. d. Belajar Belajar merupakan perilaku akibat adanya pengalamanpengalaman masa lalu, perasaan (puas atau tidak puas) akan mempengaruhi tanggapan konsumen. 2.1.3 Produk Produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhannya (Basu Swasta DH dan Irawan, 2003 : 165)

17

2.1.3.1

Klarifikasi Produk

Ada beberapa faktor dalam pengklarifikasian produk yaitu : 1) Daya Tahan dan Wujud a. Barang yang tidak tahan lama atau nondurable goods adalah barang yang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan. b. Barang tahan lama atau durable goods adalah barang berwujud yang biasanya dapat digunakan berkali-kali. c. Jasa atau services adalah jasa bersifat tidak berwujud, tidak dapat dipisahkan dan mudah habis. Akibatnya jasa biasanya memerlukan lebih banyak penggendalian mutu, kredibilitas pemasok dan kemampuan penyelesaian. 2) Klarifikasi Barang Konsumen a. Barang convenience adalah barang-barang yang biasanya sering dibeli konsumen, segera dengan usaha yang minimum. b. Barang shopping adalah barang-barang yang

berkarakteristiknya dibanding berdasarkan kesesuaian kualitas, harga dan gaya dalam proses pemilihan dan pembelian. c. Barang khusus atau specially goods adalah barang-barang yang karakteristiknya unik atau identifikasi merek dimana untuk memperoleh barang-barang itu sekelompok

18

pembeli yang cukup besar tersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. d. Barang unsought adalah barang-barang yang tidak diketahui konsumen atau diketahui namun secara normal konsumen tidak terpikir untuk membelinya. 3) Klarifikasi Barang Industri a. Bahan baku dan suku cadang atau material and part adalah barang-barang yang sepenuhnya memasuki produk yang dihasilkan. Barang itu terbagi menjadi dua kelas yaitu, bahan mentah serta bahan baku dan suku cadang hasil manufaktur. b. Barang modal atau capital item adalah barang-barang tahan lama yang memudahkan pengembangan dan atau pengolahan produk akhir. Barang modal meliputi dua kelompok yaitu instalasi dan peralatan. c. Perlengkapan dan jasa bisnis adalah barang dan jasa tidak tahan lama yang membantu pengembangan dan atau pengolahan produk akhir. Perlengkapan ada dua jenis yaitu perlengkapan operasi dan barang untuk

pemeliharaan serta perbaikan. Sedangkan jasa bisnis meliputi jasa perbaikan dan pemeliharaan serta jasa konsultasi bisnis.

19

2.1.4

Harga Harga juga dijadikan pertimbangan oleh konsumen dalam melakukan pembelian. Menurut Basu Swastha dan Irawan (2005 : 241) mendefinisikan harga sebagai jumlah uang atau ditambah barang kalau mungkin, yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk beserta pelayanannya. Dari definisi tersebut kita dapat mengetahui bahwa harga yang dibayarkan oleh pembeli itu sudah termasuk pelayanan yang diberikan oleh penjual, bahkan penjual juga menginginkan sejumlah keuntungan dari harga tersebut. Jika konsumen menolak maka manager perusahaan harus segera merubahnya. Dalam penetapan harga perusahaan tidak bisa menetapkan harga untuk semua keadaan. Harga dapat ditentukan dengan melihat tujuan dari penetapan harga. Banyak perusahaan yang secara sadar atau terang-terangan dalam menetapkan harga tidak memperhatikan tujuan perusahaan sehingga dalam penetapan harga yang terarah pada pencapaian perusahaan. Perusahaan harus mempertimbangkan berbagai faktor dalam penetapan kebijakan harga. Philip Kotler (2002 : 519) mengemukakan langkah-langkah penetapan harga yaitu : memilih tujuan penetapan harga, menentukan permintaan pasar, memperkirakan biaya produksi,

menganalisa biaya harga dan tawaran pesaing, memilih metode penetapan harga dan memilih harga akhir. Setelah harga ditetapkan maka harga tersebut dapat dimodifikasi agar menarik konsumen dengan cara :

20

1) Harga diskon adalah pengurangan harga karena perbedaan jumlah produk yang dibeli, waktu pembelian dan waktu pembayaran. 2) Harga geografis adalah penetapan harga karena ongkos angkut barang. 3) Harga promosi adalah harga yang hanya bertujuan untuk menarik pelanggan atau menghabiskan persediaan. 4) Harga psikologis adalah pemberian harga dengan menggunakan angka ganjil atau tidak dengan harapan memberikan kesan yang murah. Harga sering dijadikan indikator bagi konsumen. Apabila harga lebih tinggi, orang cenderung beranggapan bahwa kualitas lebih baik. Barang dengan harga tinggi biasanya dianggap superior dengan barang yang mempunyai harga yang rendah dianggap inferior atau rendah tingkatannya. 2.1.5 Pelayanan Sikap dan pelayanan pihak Vanza Cell Pecangaan Jepara merupakan kunci keberhasilan, juga usaha untuk menarik pembelian oleh konsumen di Vanza Cell Pecangaan Jepara dituntut untuk menekankan pelayanan yang cepat dan baik mengingat bahwa Vanza Cell Pecangaan Jepara selalu terlibat dalam penjualan produk-produk, maka faktor pelayanan Vanza Cell Pecangaan Jepara merupakan faktor yang ikut menentukan. Tanggung jawab penjual tidak hanya menjual barang saja, akan tetapi perlu diperhatikan pelayanannya. Menurut Parasuraman (1998) pelayanan terbagi dalam lima dimensi, yaitu sebagai berikut :

21

a. Tangibles bukti fisik yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukan eksistensinya kepada pihak eksternal. Yang meliputi fasilitas fisik (gedung, gudang dan sebagainya), perlengkapan dan peralatan yang di pergunakan teknologi, serta penampilan pegawainya. b. Reliability, atau kehandalan yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. c. Responsive, atau ketanggapan yaitu suatu kemampuan untuk membantu memberikan pelayanan yang cepat atau responsive dan tepat kepada pelanggan. Dengan penyampaian informasi yang jelas. d. Assurance, atau jaminan dan kepastian yaitu pengetahuan,

kesopansantunan dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya pada para pelanggan kepada perusahaan. e. Empathy, yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan konsumen. Sebaik apapun produk atau jasa yang diberikan tidak akan dibeli konsumen jika produk tersebut bukan kebutuhan konsumen, walupun produk tersebut merupakan kebutuhan konsumen, tetapi tidak dikomunikasikan dengan baik, yang bisa dipahami oleh konsumen, maka konsumen tidak akan mengenali dan membelinya. Walaupun kebutuhan dan keinginan setiap konsumen adalah berbeda, tetapi semua konsumen melakukan hal yang sama yaitu konsumsi barang dan jasa. Kesamaan kegiatan yang dilakukan ini

22

membawa implikasi bahwa semua konsumen memiliki kepentingan yang sama. Setiap konsumen mendambakan memperoleh barang dan jasa dengan sebaik – baiknya. 2.2 Hasil Penelitian Terdahulu Adapun sebagai referensi dan penguat penelitian ini, maka peneliti menggunakan dasar penelitian terdahulu. Tabel . 2.1. Penelitian terdahulu No 1. 2.3. Kerangka Penelitian Nama Judul Obyek Variabel  Variabel (Y) Keputusan Konsumen  Variabel (X) 1. Produk 2. Harga 3. Pelayanan 4. Lokasi  Variabel (Y) 1. Sikap Konsumen  Variabel (X) 1. Harga 2. Pelayanan 3. Fasilitas 4. Lokasi Analisis Hasil Data Regresi ∼ Variabel Linier produk,harga, Berganda , pelayanan dan Korelasi lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keput.pembelian Regresi Linier Berganda, ∼ Variabel harga, pelayanan, fasilitas dan lokasi secara parsial dan bersama – sama berpengaruh positif dan siginifikan Variabel Independent, secara parsial dan bersama – sama berpengaruh positif dan siginifikan terhadap Y

Agus “ Analisis Faktor – Mutiara Noryanto Faktor Yang Sellular (2005) Mempengaruhi Mlonggo Keputusan Konsumen Dalam Membeli Voucher Di Mutiara Sellular Mlonggo ” Aryes Analisis faktor – Warnet Novianto faktor yang Lihardo ( 2005 ). mempengaruhi Jepara sikap konsumen dalam menggunakan jasa Internet.

2.

3.

Juliasti ”Faktor – faktor Lembaga (1998) yang pendidikan  Variabel (Y) mempengaruhi Bhs.Inggris 1. Sikap keputusan dalam Oxford Konsumen pemilihan lembaga Yokyakarta  Variabel (X) pendidikan bahasa 1. lokasi Inggris ” 5. Harga 6. Kualitas 7. Tingkat pendidikan

Regresi Linier Berganda

23

Menurut Masri Singarimbun dan Mardalis (1999 : 145), kerangka atau konsep pikir adalah generalisasi dari kelompok fenomena tertentu, sehingga dapat dipakai untuk menggambarkan fenomena yang sama. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh produk, harga, dan pelayanan konsumen terhadap keputusan pembelian di Vanza Cell Pecangaan Jepara Gambar 2.2 Skema Kerangka Pikir Teoritis. Produk (X1)

H1 H2

Harga (X2)

Keputusan Pembelian (Y)

Pelayanan (X3)

H3

Sumber. Biong (1993) Liu dan Leach (2001) Keterangan : H1 : Variabel produk berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian (Y) H2 : Variabel harga berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian (Y) H3 : Variabel pelayanan berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian (Y)

2.4

Hipotesis

24

2.4.1. Perumusan Hipotesis Pengertian hipotesis menurut S. Nasution (2003 : 39) adalah pernyataan sementara atau tentative yang merupakan dugaan atau terkaan tentang apa saja yang kita amati dalam usaha untuk memahaminya, sedangkan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : 2.4.1. Diduga ada pengaruh positif dan signifikan variabel persepsi produk terhadap keputusan pembelian produk di Vanza Cell Pecangaan Jepara. 2.4.2. Diduga ada pengaruh positif dan siginifikan variabel persepsi harga terhadap keputusan pembelian produk di Vanza Cell Pecangaan Jepara. 2.4.3. Diduga ada pengaruh positif dan signifikan variabel persepsi pelayanan terhadap Cell Pecangaan Jepara. keputusan pembelian produk di Vanza

BAB III METODE PENELITIAN

25

3.1

Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.1.1. Variabel Dependent Variabel dependent adalah variabel yang di pengaruhi oleh variabel independent. Dimana variabel dependen dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian ( Y ). Dimana keputusan pembelian adalah predisposisi abadi yang membangkitkan dan mengarahkan pada perilaku kearah tujuan tertentu atau pembelian. 3.1.2. Variabel Independent Variabel independent adalah variabel yang tidak dapat di pengaruhi variabel lain. Variabel independen di sini adalah sebagai berikut :  Produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhannya (Basu Swasta DH dan Irawan, 2003 : 165 ). Produk disini adalah barang-barang yang dijual kepada konsumen (X1).  Harga adalah jumlah uang atau barang kalau mungkin, yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk beserta pelayanannya. Harga disini adalah harga yang ditawarkan pada Vanza Cell Pecangaan, variasi harga serta potongan harga yang tinggi dalam pembelian produk Vanza dan keterjangkauan harga jual yang ditetapkan (X2).

26

 Pelayanan disini adalah indikator - indikator yang terdapat dalam dimensi atau unsur – unsur pelayanan (X3). 3.2. Populasi dan sampel Populasi merupakan unsur-unsur yang memiliki satu atau beberapa ciri yang sama yang menjadi obyek dari penelitian (Moh. Nasir, (1997 : 457). Sampel merupakan bagian yang digunakan sebagai tujuan penyelidikan populasi dari aspek-aspeknya, untuk dapat menggambarkan keadaan dari populasi secara lebih obyektif. Penentuan sampel dibatasi pada konsumen yang bertempat tinggal di Pecangaan. Penentuan sampel pada penelitian ini adalah seluruh konsumen yang berkunjung di Vanza Cell Pecangaan Jepara yang membeli produk sellular Vanza. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan batasan waktu yang artinya bahwa setiap orang yang berkunjung di Vanza memakai produk sellular yang kebetulan ditemui peneliti pada tanggal yang telah ditentukan oleh peneliti. Mengingat populasinya yang tak terhingga atau tidak diketahui dengan pasti jumlahnya dan berdasarkan kenyataan bahwa banyak konsumen yang memakai produk cellular. Dalam hal ini, diketahui bahwa jumlah populasi tidak dapat diketahui dengan pasti, maka untuk menentukan besarnya sampel digunakan teknik accidental sampling dengan rumus sebagai berikut (Djarwanto, 1995 : 154) : α Z = 2 n= = 1,96
2

= 96,04

27

E Keterangan : n = Ukuran sample Nilai standar daftar

0,20

Zα/z =

luas

normal

atau

standar

dengan

tingkat kepercayaan α = 95%./(0.05) E =Tingkat kepercayaan yang diinginkan dengan besarnya eror maksimal 20 %. Berdasarkan hasil perhitungan diatas diperoleh sampel sebesar 96,04. Untuk mempermudah penelitian maka penulis membulatkan besarnya sample menjadi 96 responden. 3.3. Jenis dan Sumber Data 1) Sumber Data. Data diperoleh dalam penelitian ini dapat dibedakan menjadi dua sumber , yaitu : a. Data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh organisasi yang menerbitkan atau menggunakannya. b. Data sekunder, yaitu data yang terlebih dahulu dikumpulkan orang lain diluar penulis. 3.4. Metode Pengumpulan Data Di dalam penelitian langkah awal yang diperlukan adalah mengemukakan

mempersiapkan metode yang relevan, dimana corak dan bentuknya bergantung scope dan obyek penelitian. Adapun metode yang digunakan adalah sebagai berikut :

28

1) Angket (questionnare) Yaitu sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh data dari responden mengenai informasi. Informasi yang diinginkan keabsahan suatu hasil penelitian sangat ditentukan oleh suatu pengukuran. 2) Wawancara Wawancara dilakukan dengan cara bertanya secara langsung

dengan sumber data atau responden, teknik ini merupakan bagian penting dari setiap survey dan dilaksakan berdasarkan panduan dan pertanyaan yang telah dibuat. Memberikan angket kepada responden dan

menghendaki jawaban tertulis, lebih mudah jika dibanding dengan menggorek jawaban responden dengan bertatap muka. 3) Observasi Merupakan penelitian yang dilakukan dengan cara mengawasi langsung obyek yang diteliti untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan penelitian. 4) Dokumentasi Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, buku, agenda dan sebagainya. Metode ini agak tidak begitu sulit, dalam arti apabila kekeliruan sumber datanya masih tetap, belum berubah. 3.5. Metode Pengolahan Data

29

Menurut Marzuki (1995 : 81) terdapat 3 tahap agar data primer yang didapat dari kuesioner dapat dihitung dengan menggunakan alat analisis tertentu, yaitu : 1) Editing Pekerjaan atau mengorek atau melakukan pengecekan, apakah terdapat kekeliruan-kekeliruan dalam pengisian data. 2) Coding Merupakan upaya untuk memberikan tanda atau kode bagi tiap-tiap kategori tersebut diberi skor (scoring) atau nilai yang berupa angka pada jawaban untuk memperoleh data tertentu yang diperlukan berdasarkan skala Likert, dan skor tersebut adalah a. Untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) mendapat nilai 1 b. Untuk jawaban Tidak Setuju (TS) mendapat nilai 2 c. Untuk jawaban Ragu-Ragu (RR) mendapat nilai 3 d. Untuk jawaban Setuju (S) mendapat nilai 4 e. Untuk jawaban Sangat Setuju (SS) mendapat nilai 5 3) Tabulating Adalah pengelompokan jawaban-jawaban yang serupa dengan cara yang diteliti dan teratur, kemudian dihitung dan jumlah berapa banyak peristiwa atau gejala yang termasuk dalam satu kategori.

3.6.

Metode Analisis Data

30

3.6.1. Analisis Kuantitatif Mengolah data dalam bentuk angka dengan menggunakan statistik. Alat yang digunakan adalah sebagai berikut : 1) Analisis Regresi Berganda Digunakan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel X dan Y. Dalam hal ini adalah pengaruh antara variabel produk, harga, dan pelayanan secara bersama-sama terhadap variabel keputusan pembelian produk elektronik. Rumus persamaan regresi : Y = a + b1.X1 + b2.X2 + b3X3 +e Dimana : Y X1 X2 X3 a b1–b2 e = Keputusan Pembelian = Produk = Harga = Pelayanan = Konstanta = Koefisien regresi = error estimasi ( kemungkinan kesalahan )

2) Koefisien of Determinan Untuk mengukur kebenaran penggunaan model analisa regresi digunakan koefisien determinan. R2 merupakan ukuran ikhtisar yang menyatakan seberapa baik garis regresi sample sesuai dengan data yang dibentuk dalam formula atau persamaan regresi, jika nilai R2

31

mendekati angka 1 maka dapat dikatakan bahwa penggunaan model tersebut bisa dibenarkan. Dari koefisien determinan (R2) ini dapat diperoleh suatu nilai untuk mengukur besarnya pengaruh dari beberapa variabel dari X terhadap variasi naik turunnya variabel Y yang biasanya dapat dinyatakan pula dalam prosentase. 3) Korelasi Berganda Dalam anlisis ini akan diukur tingkat hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen yaitu keputusan pembelian. Menurut J. Supranto ( 2000 : 153 ), koefisien korelasi sederhana dapat dihitung dengan rumus :

Rxy =

{ n∑ x )(− (∑ x }) { n∑ y )(− (∑ y)

n.∑ x − ∑ xy∑ y

2 2 2 2

Dimana : N X Y = Jumlah Sampel = Variabel Bebas = variabel tidak bebas

R xy= koefisien korelasi antar variabel X dan Y Dan untuk perhitungan korelasi dalam skripsi ini menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS 12.0

32

Untuk pengujian hipotesis ini untuk analisis uji adalah : ∼ Apabila r test > r tabel berarti koefisien signifikan dan ∼ Apabila r test < r tabel berarti koefisien tidak signifikan. 4) Uji Statistik a. Uji t Uji t digunakan untuk menguji signifikan pengaruh variabel independent (X) terhadap variabel dependen (Y). Pengambilan keputusan : pengambilan keputusan dilakukan dengan

membandingkan nilai thitung dengan ttabel. b. Kriteria pengujian :  Jika thitung < ttabel maka Ho diterima artinya variabel

independent tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.  Jika thitung > dari ttabel maka Ho ditolak artinya semua variabel

bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. Gambar 3.1

Daerah ditolak Daerah diterima

α = 0,05
Sumber .J. Supranto

5) Uji F

33

Uji F digunakan untuk mengukur dan mengetahui seberapa besar variabel bebas secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel terikat. Pengambilan keputusan : Dilakukan dengan

membandingkan nilai Fhitung dan Ftabel. a) Kriteria pengujian : ∼ Jika Fhitung < dari Ftabel maka Ho diterima artinya secara barsama-sama variabel independent tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. ∼ Jika Fhitung > dari Ftabel maka Ho ditolak artinya secara bersamasama variabel independent berpengaruh terhadap variabel dependen.

Gambar 3.2 Daerah ditolak Daerah diterima
α = 0,05

Sumber .J. Supranto

34

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Sejarah perusahaan Awal mula berdirinya perusahaan adalah karena semakin majunya tekhnologi informasi dan elektronika dinegara kita pada umumnya terutama di wilayah kabupaten Jepara lingkup Pecangaan Jepara pada khususnya maka terinspirasi ide untuk mendirikan sebuah kios/toko sellular diwilayah tersebut. Yang bertujuan untuk menyediakan sarana dan prasarana segala macam perlengkapan accessories, part, service, aplikasi & isi ringtone hp dan lain – lain.. Vanza Cellular Mobile Phone Factory Outlet – Outlet Community adalah nama yang terbentuk dan memiliki makna menyediakan berbagai faktor kebutuhan sellular sekaligus menjadi komunitas outlet - outlet diwilayah Jepara umumnya dan Pecangaan khususnya, komunitas ini bersifat nonformal yakni tidak terorganisir namun bertujuan menghindari adanya komunitas - komunitas sepihak, komunitas ini bertujuan

35

menyelaraskan dan menjadi wadah inspirasi serta ide atau tempat penampungan berbagai macam keluhan dan saran. Utamanya komunitas ini berfungsi agar keputusan harga penjualan stabil diwilayah pecangaan sehingga mampu menumbuh kembangkan outlet - outlet baru dan mampu menyerap pertumbuhan ekonomi mikro diwilayah Pecangaan. Karena kita tahu ekonomi makro yang menjadi andalan kota Jepara disektor furniture terpuruk akibat adanya komunitas komunitas yang sepihak dan hanya menguntungkan segelintir orang saja, yang akhirnya lambat laun akan merusak perekonomian Jepara. 4.1.2. Lokasi Perusahaan Lokasi unit dagang Vanza Cell terletak dijantung perdagangan kota Pecangaan, sebelah pasar Pecangaan. Lokasi Unit Dagang Tepatnya di Jl. Pemuda no 2 & 3 Bunderan Pecangaan 594662. 4.1.3. • Struktur Organisasi Vanza Cell Pemilik & Manager : Rahmat Sholihin S.E Sebagai mempunyai pemilik dan tugas pimpinan yang langsung Vanza Cell dan

beberapa

meliputi

perencanaan

pengorganisasian dan juga pengawasan 1) Perencanaan ∼ Mengontrol dan memback up segala aktifitas toko mulai dari display, perawatan, customer care, lobby pengadaan barang dan sebagainya

36

∼ Menetukan tujuan yagn ingin dicapai, laba dan omset perusahaan ∼ Memberikan pengarahan penting tentang bagaimana rencana kerja tersebut dilaksanakan ∼ Menentukan kebijakan – kebijakan dan segala peraturan intern

2) Pengorganisasian Yaitu suatu kajian untuk menetapkan susunan organisasi dan mengadakan penggolongan tugas kemudian pimpinan

mendelegasikan tugas – tugas dan tanggung jawab kepada masing – masing bawahannya. 3) Pengawasan/ Controlling Adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh pimpinan untuk memastikan apakah tugas – tugas yang diberikan kepada bawahannya sudah dilaksanakan dengan baik dan sudah sesuai rencana. Apabila ternyata ada ketidak sesuaian maka hal tersebut harus segera dievaluasi dan penyesuaian sehingga tidak merugikan perusahaan. • Seksi Keuangan : Tutik Maria Ulfah SpSi ∼ Mengaudit seluruh keuangan dalam perusahaan ∼ Bertanggung jawab atas keuangan diperusahaan ∼ Mengaudit laba rugi perusahaan • Mekhanik Supervisor : A. Khairuzzaki

37

∼ Menangani perbaikan dan perawatan handphone hardware dan software. ∼ Bertanggung jawab dalam pengadaan spare part hp, dan lainnya yang berhubungan dengan tekhnis. ∼ Bertanggung jawab atas keluhan dan mengambil alih

Frontliner

: Ari Dwi Prasetyo, Ahmad Abidin, Ahmad Saefudin, Amalia

∼ ∼

Melayani konsumen dalam penjualan barang. Memberikan pelayanan dan informasi tertentu yang

dibutuhkan ∼ Berkomunikasi dengan konsumen tentang apa yang

menjadi keluhan konsumen ∼ ∼ Bertanggung jawab pada display barang Bertanggung jawab terhadap pengadaan produk sellular,

accecories, hp dan lainnya. 4.2 Penyajian Data 4.2.1. Gambaran umum responden Para konsumen yang dipilh sebagai responden dalam penelitian ini adalah masyarakat yang secara keseluruhan menjadi pengguna atau konsumen Vanza Cell Pecangaan Jepara, dengan asumsi para pengunjung yang berada diobjek dengan melakukan transaksi. Jumlah konsumen yang dipilih sebagai responden adalah sebanyak 96 responden.

38

4.2.2.

Keadaan umur responden Setelah dilakukan proses tabulasi dari kuesioner yang berjumlah 96

responden, maka didapatkan hasil frekuensi responden berdasarkan umur diperoleh data sebagai berikut.

Table 4.1 Keadaan umur responden Vanza Cell Tahun 2009 No Umur (tahun) Banyak (%) ≤ 20 19 19.79 1 20 – 25 40 41.66 2 3 26 – 35 25 26.04 4 > 35 12 12.5 Jumlah 96 100 Sumber : data primer yang diolah, 2009 Dari tabel secara prosentase keadaan umur dari keseluruhan responden adalah sebagai berikut : presentase terbesar pada umur 20 – 25 Tahun, disusul 26 – 35 Tahun kemudian ≤ 20 Tahun dan yang terakhir adalah umur > 35 Tahun. Karna umur 20 sampai 25 mereka sedang gencar meniti karir. 4.2.3. Jenis kelamin responden Dari 96 responden yang telah mengisi kuisioner penelitian di Vanza Cell, maka didapatkan hasil frekuensi responden berdasarkan jenis kelamin sebagai berikut : Tabel 4.2 Jenis Kelamin Responden Tahun 2009 Jenis Kelamin Banyak

No

(%)

39

Laki – laki Perempuan Jumlah Sumber : data primer yang diolah, 2009

1 2

67 29 96

69.79 30.20 100

Dari tabel diatas, prosentase responden dilihat dari jenis kelamin adalah laki – laki sebanyak 69.79 % Dengan alasan bahwa laki – laki lebih banyak menggunakan fungsi dari sellular itu sendiri. kemudian adalah perempuan dengan 30.20% dengan intensitas bahwasanya perempuan lebih kecil peranya dalam proses pembelian sellular di Vanza Cell Pecangaan Jepara. 4.2.4. Pendidikan Responden Dari hasil penyebaran kuisioner yang telah diisi oleh 96

responden dan telah diolah, maka peneliti membagi kedalam empat kelompok responden dilihat berdasarkan tingkat pendidikan, diperoleh data sebagai berikut.

Tabel 4.3 Tingkat Pendidikan Responden Tahun 2009 No Pendidikan Banyak 1 SD 11 2 SMP 42 3 SMA 25 4 Perguruan tinggi 18 Jumlah 96 Sumber : data primer yang diolah, 2009 Dari tabel secara prosentase pendidikan

(%) 11.45 43.75 26.04 18.75 100 dari

responden

keseluruhan responden adalah sebagai berikut : presentase terbesar adalah tingkat pendidikan SMP sebanyak 43.75 %, Disini SMP lebih dominan terhadap keputusan pembelian karna tingkat pendidikan SMP keinginan

40

untuk selalu tampil tinggi dengan bergonta ganti handphone maupun sering malakukan pembelian voucher. Kemudian tingkat SMA sebesar 26.04 %, karna dari segi keinginan sudah berkurang, disusul Perguruan tinggi 18.75% dan terakhir adalah tingkat SD sebesar 11.45%.

4.2.5.

Jenis pekerjaan responden Dari 96 responden yang telah mengisi kuisioner di Vanza Cell Pecangaan Jepara, secara garis besar responden dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok berdasarkan jenis pekerjaan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut : Tabel 4.4 Jenis Pekerjaan Responden Tahun 2009 No Jenis Pekerjaan Banyak 1 Wiraswasta 23 2 Pegawai Negeri 18 3 Pegawai Swasta 18 4 Lainnya 37 Jumlah 96 Sumber : data primer yang diolah, 2009

(%) 23.95 18.75 18.75 38.54 100

Dari tabel secara prosentase jenis pekerjaan responden dari keseluruhan responden adalah sebagai berikut : prosentase terbesar adalah tingkat pekerjaan lainnya yaitu sebesar 38.54% (37), lainnya merupakan jenis pekerjaan yang selain diatas diantaranya adalah pelajar, petani lalu wiraswasta karna sebagai pengembang usaha, sebanyak 23.95% (23) Pegawai Negeri kemudian untuk pegawai swasta prosentase yang dimiliki adalah sama sebanyak 18.75% (18).

41

4.2.6. Status responden Adanya hasil pengolahan data dari kuisioner yang telah diisi oleh 96 responden, dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok responden berdasarkan status responden, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.5. dibawah ini.

Tabel 4.5 Status Responden Tahun 2009 No Status Banyak 1 Belum Menikah 58 2 Menikah 30 3 Duda/janda 8 Jumlah 96 Sumber : data primer yang diolah, 2009

(%) 60.41 31.25 8.33 100

Dari tabel status responden diatas berdasarkan prosentase adalah sebagai berikut : prosentase terbesar adalah responden yang berstatus belum menikah sebesar 60.41% (58) kebutuhan akan selalu mencari perkenalan atau teman itu sebagai pendasar, lalu disusul responden yang menikah sebanyak 30 atau 31.25% kebutuhan akan keluarga dengan karir, kemudian yang terakhir adalah Lainnya/Duda/Janda sebanyak 8.33% atau 8 responden. 4.2.7. Hasil pengumpulan data responden a) Produk Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh produk terhadap keputusan pembelian, diajukan beberapa pertanyaan meliputi : produk yang dijual bervariasi, kelengkapan voucher di vanza, produk di vanza

42

merupakan produk yang tidak kadaluarsa, produk mendapatkan garansi. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang produk bervariasi diperoleh sikap sebagai berikut yang menyatakan sangat setuju sebanyak 29 responden, yang setuju sebanyak 39 responden, netral sebanyak 20 responden, tidak setuju sebanyak 7 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 1 responden. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang kelengkapan produk sellular diperoleh sikap sebagai berikut yang

menyatakan sangat setuju sebanyak 50 responden, yang setuju sebanyak 25 responden, netral sebanyak 12 responden, tidak setuju sebanyak 9 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang produk lebih baru diperoleh sikap sebagai berikut yang menyatakan sangat setuju sebanyak 42 responden, yang setuju sebanyak 37 responden, netral sebanyak 8 responden, tidak setuju sebanyak 7 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 2 responden. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang produk mendapat jaminan pengembalian/garansi diperoleh sikap sebagai berikut yang menyatakan sangat setuju sebanyak 24 responden, yang setuju sebanyak 35 responden, netral sebanyak 20 responden, tidak setuju sebanyak 12 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 5 responden.

43

b) Harga Untuk mengetahui sikap responden mengenai harga diajukan beberapa pertanyaan meliputi, harga yang ditawarkan sangat bervariasi, harga sesuai dengan pasaran, harga jauh dibawah pasar dan harga yang ditawarkan terjangkau bagi pengguna ponsel. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang harga yang ditawarkan sangat bervariasi diperoleh sikap sebagai berikut yang menyatakan sangat setuju sebanyak 27 responden, yang menyatakan setuju sebanyak 29 responden, netral sebanyak 30 responden, tidak setuju sebanyak 9 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 1 responden. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang harga yang sama pada outlet lain diperoleh sikap sebagai berikut yang menyatakan sangat setuju sebanyak 24 responden, setuju sebanyak 38 responden, netral sebanyak 28 responden, tidak setuju sebanyak 3 responden dan yang sangat tidak setuju sebanyak 3 responden. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang harga yang jauh dibawah pasar diperoleh sikap sebagai berikut yang menyatakan sangat setuju sebanyak 19 responden, setuju sebanyak 37 responden, netral sebanyak 25 responden, tidak setuju sebanyak 15 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang harga terjangkau dengan pengguna ponsel menyatakan sangat setuju

44

sebanyak 7 responden, setuju sebanyak 46 responden, netral sebanyak 21 responden, tidak setuju sebanyak 16 responden dan yang sangat tidak setuju sebanyak 6 responden. c) Pelayanan Untuk mengetahui sikap responden mengenai pelayanan yang diberikan oleh perusahaan, maka diajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut : pelayanan yang diberikan Vanza Cell memuaskan, pelayanan yang diberikan sangat cepat dan tepat dan juga ramah, pelayanan melalui fasilitas – fasilitas yang disediakan sudah bagus dan tersedia, pengetahuan para karyawan sudah baik mengenai produk yang dijual dan dapat membantu dalam memberikan informasi yang dibutuhkan. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang pelayanan di Vanza Cell sangat memuaskan diperoleh sikap sangat setuju sebanyak 20 responden, setuju sebanyak 37 responden, netral sebanyak 31 responden, tidak setuju sebanyak 7 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 1 responden. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang pelayanan yang diberikan sangat cepat, tepat dan juga ramah diperoleh sikap sangat setuju sebanyak 16 responden, setuju sebanyak 50 responden, netral sebanyak 22 responden, tidak setuju sebanyak 7 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 1 responden.

45

Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang pelayanan melalui fasilitas – fasilitas yang digunakan sudah baik dan bagus diperoleh sikap sangat setuju sebanyak 17 responden, setuju sebanyak 38 responden, netral sebanyak 26 responden, tidak setuju sebanyak 15 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang pengetahuan para karyawan sudah baik mengenai produk yang dijual dan dapat membantu dalam memberikan informasi yang dibutuhkan diperoleh sikap sangat setuju sebanyak 10 responden, setuju sebanyak 48 responden, netral sebanyak 28 responden, tidak setuju sebanyak 6 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 4 responden. d) Keputusan pembelian Keputusan pembelian merupakan proses dalam pembelian nyata setelah malalui tahap – tahap sebelumnya, setelah melakukan evalusi atas sejumlah alternatif maka konsumen dapat memutuskan apakah suatu produk akan dibeli atau tidak dibeli sama sekali. Untuk mengetahui keputusan konsumen dalam pembelian divanca Cell Pecangaan Jepara diajukan beberapa pertanyaan melalui kuisioner yang telah disusun peneliti meliputi : berpengaruh karena kelengkapan produk dan harga, harga dan pelayanan, kenal dengan pemilik, mengutamakan produk, harga dan pelayanan. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang keputusan pembelian karena kelengkapan produk dan harga diperoleh

46

sikap sebagai berikut sangat setuju sebanyak 22 responden, setuju sebanyak 52 responden, netral sebanyak 14 responden, tidak setuju sebanyak 7 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 1 responden. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang keputusan pembelian karena pengaruh harga dan pelayanan diperoleh sikap sebagai berikut sangat setuju sebanyak 22 responden, setuju sebanyak 48 responden, netral sebanyak 18 responden, tidak setuju sebanyak 3 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 5 responden. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang keputusan pembelian karena kenal dengan pemilik diperoleh sikap sebagai berikut sangat setuju sebanyak 22 responden, setuju sebanyak 46 responden, netral sebanyak 20 responden, tidak setuju sebanyak 8 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden. Hasil jawaban responden dari pertanyaan kuisioner tentang keputusan pembelian karena mengutamakan produk, harga dan pelayanan sikap sebagai berikut sangat setuju sebanyak 9 responden, setuju sebanyak 54 responden, netral sebanyak 19 responden, tidak setuju sebanyak 7 responden dan sangat tidak setuju sebanyak 7 responden. 4.3 Analisis Data dan Pembahasan Sebagaimana telah diuraikan dalam bab sebelumnya, bahwa penelitian dengan analisis kuantitatif ini menggunakan regresi berganda. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran mengenai pengaruh antara produk,

47

harga dan pelayanan terhadap keputusan pembelian di Vanza Cell Pecangaan Jepara. 4.3.1. Regresi berganda Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variable produk, harga dan pelayanan terhadap keputusan pembelian di Vanza Cell Pecangaan Jepara. Pada tabel 4.6 dibawah ini menunjukkan hasil perhitungan regresi ( Coefficient dan ANOVA )

Tabel 4.6 Output analisis regresi : Dengan Menggunakan SPSS 12.0 Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 3.85 (Constant) 1.538 2 .274 Produk .091 .307 .249 Harga .107 .243 .227 Pelayanan .112 .201 Adj. R2 = 0,956 t tabel = 1.664 F hitung = 19.276 Sumber : Data primer yang diolah dengan SPSS 12.0, 2009 Model 1 2.504 3.003 2.318 2.029 .014 .003 .023 .045 SignF=0.000

Pengolahan data lengkap dengan menggunakan SPSS 12.0 dapat dilihat pada lampiran 3 Apabila hasil penghitungan pada tabel 4. dimaksukkan di dalam persamaan regresi linier berganda, maka persamaan nilai regresinya adalah : Y = 3.852 + 0. 274 X1 + 0. 249 X2 + 0. 227 X3 Dari persamaan regresi berganda diatas menunjukkan bahwa variabel produk, harga dan pelayanan berpengaruh terhadap keputusan

48

pembelian. Adapun penjelasan koefisien regresinya adalah sebagai berikut : a. Keofisien regresi 0.274 menyatakan bahwa ada pengaruh antara produk terhadap keputusan pembelian di Vanza Cell sebesar 0.274 tanpa diperngaruhi faktor lain. Yang berarti koefisien regresi variabel produk bernilai positif artinya semakin banyak produk yang ditawarkan, maka semakin tinggi pula tingkat keputusan konsumen dalam pembelian. b. Keofisien regresi 0.249 menyatakan bahwa ada pengaruh antara harga terhadap keputusan pembelian di Vanza Cell sebesar 0.249 tanpa diperngaruhi faktor lain. Yang berarti Koefisien regresi variabel harga bernilai positif artinya bilamana terjadi kenaikan harga untuk barang – barang mewah maka permintaan akan naik. c. Keofisien regresi 0. 227 menyatakan bahwa ada pengaruh antara pelayanan terhadap keputusan pembelian di Vanza Cell sebesar 0.227 tanpa diperngaruhi faktor lain. Yang berarti Koefisien regresi variabel pelayanan bernilai positif artinya semakin bagus pelayanan yang disediakan, maka semakin tinggi pula tingkat keputusan konsumen dalam pembelian.. d. Variabel yang memiliki pengaruh paling kuat adalah variabel produk kemudian harga dan disusul pelayanan. Ini dibuktikan dari nilai Unstandardized coefficient, nilai tertinggi diperoleh produk (0. 274), kemudian harga (0. 249) dan pelayanan (0. 227).

49

4.3.2

Koefisien Determinan Koefisien determinan digunakan untuk mengetahui seberapa besar prosentase ( % ) sumbangan variable bebas terhadap variable terikat. Koefisien Determinasi untuk produk, harga dan pelayanan terhadap keputusan pembelian diVanza Cell Pecangaan Jepara adalah diperoleh Adj. R2 = 0.956 (95.6%) berarti bahwa ketiga variabel bebas memberikan kontribusi pengaruh sebesar 95.6 % terhadap variable terikat dan untuk sisanya sebesar 4.4 % dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan kata lain Jika nilai adjusted R square mendekati angka 1, maka variabel bebas semakin dekat hubungannya dengan variabel terikat, atau dapat di katakan bahwa penggunaan model tersebut bisa dibenarkan.

4.3.3. Korelasi berganda Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara variable produk, harga dan pelayanan secara bersama – sama terhadap keputusan pembelian di Vanza Cell Pecangaan Jepara. Dari perhitungan korelasi berganda diperoleh r = 0.982 dan r tabel pada df = 96 -1-1-1 = 93, dengan siginifikan 5 % sebesar 0.206 karena nilai r
hitung

lebih besar dari r tabel (0.982 > 0.206) ini berarti variable produk, harga dan pelayanan secara bersama – sama berhubungan terhadap keputusan pembelian di Vanza Cell Pecangaan Jepara. 4.3.4 Pengujian Hipotesis a) Uji t

50

Uji t dilakukan untuk melihat pengaruh tiap – tiap variable independent secara parsial terhadap varibel dependen 1. Pengaruh antara produk terhadap keputusan pembelian divanza Cell Pecangan Jepara Dari perhitungan regresi yang telah dilakukan diperoleh pengaruh positif antara variable produk terhadap keputusan pembelian divanza cell Pecangan Jepara. Pengujian dengan menggunakan uji t diperoleh t
hitung

sebesar 3.003, sedangkan t

tabel

pada tingkat signifikan 95% dan df dengan nilai n = 96-1-1-1 = 93 sebesar 1.664 (t hitung > t tabel ) yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variable produk terhadap keputusan pembelian Gambar. 4.1. Signifikansi Variabel Produk Daerah Penolakan Ho Daerah Penerimaan Ho 0 1.664 3.003

Sesuai dengan hipotesis yang terdapat pengaruh positif dan signifikan antara produk dengan keputusan pembelian di vanza cell pecangaan jepara. 2. Pengaruh antara harga dengan keputusan pembelian diVanza Cell Pecangaan Jepara.

51

Dari perhitungan regresi yang telah dilakukan diperoleh pengaruh positif antara variable harga terhadap keputusan pembelian divanza cell Pecangan Jepara. Pengujian dengan menggunakan uji t diperoleh t hitung sebesar 2.318, sedangkan t tabel pada tingkat signifikan 95% dan df dengan nilai n = 96-1-1-1 = 93 sebesar 1.664 (t hitung > t tabel ) yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variable harga terhadap keputusan pembelian di vanza Cell Pecangaan Jepara.

Gambar. 4.2. Signifikansi Variabel Harga Daerah Penolakan Ho Daerah Penerimaan Ho 0 1.664 2.318

Dengan adanya kecocokan hipotesis bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan variable harga dengan keputusan pembelian di vanza cell pecangaan jepara. 3. Pengaruh antara pelayanan dengan keputusan pembelian diVanza Cell Pecangaan Jepara Dari perhitungan regresi yang telah dilakukan diperoleh pengaruh positif antara variable pelayanan terhadap keputusan pembelian divanza cell Pecangan Jepara. Pengujian dengan

52

menggunakan uji t diperoleh t

hitung

sebesar 2.209, sedangkan t

tabel

pada tingkat signifikan 95% dan df dengan nilai n = 96-1-1-1 = 93 sebesar 1.664 (t hitung > t tabel ) yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variable pelayanan terhadap keputusan pembelian di vanza Cell Pecangaan Jepara.

Gambar. 4.3. Signifikansi Variabel Pelayanan Daerah Penolakan Ho Daerah Penerimaan Ho 0 1.664 2.209

Dengan adanya kecocokan hipotesis bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan variable pelayanan dengan keputusan pembelian di vanza cell pecangaan jepara. Dan variable yang paling dominant berpengaruh adalah variable produk dengan t paling besar. b) Uji F Pengujian dengan menggunakan uji F ini digunakan untuk menguji apakah terdapat pengaruh secara bersama – sama antara keseluruhan variable independent yaitu produk, harga dan pelayanan
hitung

yang

53

terhadap variable dependent yaitu keputusan pembelian di Vanza Cell Pecangaan Jepara. Melalui perhitungan uji F diperoleh nilai sebesar 19.276 sedang F
tabel

pada tingkat signifikan 95 % dengan df1 = k = 3, df2 = n-k-1 =

96-3-1= 92 adalah sebesar 2,703. pada kondisi ini menunjukkan bahwa hipotesis nihil (Ho ; X1, X2, X3 = 0) ditolak dan hipotesis alternative (Ha ; X1, X2, X3 ≠ 0 ) itu berarti diterima.

Tabel 4.7 Tabel Ikhtisar Hasil Uji F N F Signifikansi Keterangan 96 19.276 0,000a Signifikan Sumber : data primer yang diolah dengan SPSS 12.0 Hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara produk, harga dan pelayanan terhadap keputusan pembelian diVanza Cell Pecangan Jepara. Gambar 4.4 Signifikansi serempak (Uji F)

Daerah Penolakan Ho Daerah Penerimaan Ho 2.703 19.276

54

Ini sesuai dengan hipotesis yang secara bersama – sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian di vanza cell pecangaan jepara.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis data dari data – data yang diperoleh dari hasil penelitian tentang analisis pengaruh produk, harga dan pelayanan terhadap keputusan pembelian di Vanza Cell Pecangaan Jepara yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan dikemukakan

persamaan regresi sebagai berikut : Y = 3.852 + 0. 274 X1 + 0. 249 X2 + 0. 227 X3 . Dari persamaan regresi berganda diatas dapat disimpulkan bahwa :

55

5.1.1. Variabel produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Vanza Cell Pecangan Jepara. Ini berarti semakin banyak barang yang ditawarkan maka semakin besar pula tingkat keputusan konsumen untuk malakukan pembelian. 5.1.2. Variabel harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable keputusan pembelian. Yang berarti Koefisien regresi variabel harga bernilai positif artinya bilamana terjadi kenaikan harga untuk barang – barang mewah maka permintaan akan naik. 5.1.3. Variabel pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable keputusan pembelian. semakin bagus pelayanan yang disediakan, maka semakin tinggi pula tingkat keputusan konsumen dalam pembelian. 5.1.4. Secara bersama – sama ketiga variabel (produk, harga dan pelayanan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Vanza Cell. 5.1.5 Variable bebas secara bersama – sama ketiga variabel (produk, harga dan pelayanan) berhubungan dengan keputusan pembelian. 5.1.6. Variabel yang paling dominan berpengaruh adalah variable produk dengan nilai koefisien yang paling besar disbandingkan harga dan pelayanan. 5.2. Saran Dari permasalahan dan analisa yang telah diuraikan, maka penulis mengemukakan saran yang mungkin dapat menjadi bahan pertimbangan

56

Vanza Cell untuk menunjang keberhasilan dalam melakukan penjualan dan menarik konsumen lebih banyak. Saran-saran tersebut diantaranya : 5.2.1. Variabel Harga mendapatkan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Vanza setelah Produk, maka dari harga produk di Vanza harus bisa dipertahankan. 5.2.2. Produk yang ditawarkan di Vanza memiliki pengaruh yang paling besar terhadap keputusan pembelian, maka dari itu untuk bisa lebih meningkatkan penjualan faktor keragaman produk harus selalu ditingkatkan. 5.2.2. Variabel pelayanan disini adalah faktor yang paling kecil berpengaruh diantara produk dan harga terhadap keputusan pembelian, maka dari itu faktor pelayanan di Vanza Cell seperti customer service, keramahan pelayanan frontliner harus lebih bisa ditingkatkan . 5.3.3 Adanya pengaruh persepsi produk, harga dan pelayanan yang masing – masing mempunyai nilai positif dan signifikan baik secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Ketiga persepsi yang ditimbulkan akan memperngaruhi tingkat keberhasilan penjualan Vanza, maka dari itu produk, harga dan pelayanan harus bisa dipertahankan dan perlu ditingkatkan.

57

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful