You are on page 1of 31

STEP 1

Bula: SEBUAH LESI YG MENONJOL DAN MELINGKAR UKURAN Lebih dari 0,5cmberisi cairan serosa di atas
dermis missal pd luka bakar.
Luka bakar: kerusakan kulit bias jg dsertai kerusakan jaringan yg ada dbawahnya yg dsebabkan oleh
panas,listrik, zat kimia atau radiasi.
STEP2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Mengapa bias terjadi hematom pd pelipis kanan?
Kenapa bias terjadi bula?
Sebutkan derajat2 luka bakar
Bagaimana penghitungan presentase luas luka bakar?
Kenapa dipasang infuse NaCL 30 tetes permenit dan dipasang kateter?
Algoritma penatalaksanaan?
Jenis2 luka bakar apa saja?
Mengapa produksi urin hanya 5 cc dan berwarna kuning kemerahan?
Klasifikasi luka bakar?
Interpretasi dari vital sign?
Komplikasi?
Patofisiologi luka bakar?

STEP 3
1. Mengapa bias terjadi hematom pd pelipis kanan?
LUKA BAKAR TERJADI INFLAMASIpembuluh darah bervasodilatasitahanan kapiler
turunsirkulasi berkumpul disatu tempathematom
Patofisiologi luka bakar?
Arus listrikada perpindahan electron protonkena listrik bertumpuk d plasma darah tdk bisa
keluar perpindahan semakin cepat menyebabkan panas gang keseimbangan cairan
elektrolitshock, asidosis, nekrosis disfungsi dan serebral dari nekrosis ada sel2 yg mati 
melepaskan toksin menyebabkan SIRS menyebabkan gagal hepar dan jantung.
Electron proton tdk seimbang dlm darah menyebabkan permeabilitascairan yg ada di darah
malah keluarvolume di darah berkurang
Nekrosis penurunan elektrolit
Disfungsi serebral
Listrik lebih pengaruhnya yg arus AC (arus bolak balik) listrik kjantung bisa menyebabkan
ventrikel fibrilasi ke jantung.

Electrical injury
Cedera listrik adalah salah satu jenis trauma dengan patofisiologi yang agak berbeda dari
trauma pada umumnya.
Untuk memahami cedera listrik, diperlukan pemahaman-pemahaman tertentu listrik dasar.
Arus searah (DC) Arus dalam arah yang konstan. Baterai, misalnya, memberikan energy
langsung saat itu juga. arus searah tegangan tinggi digunakan sebagai alat untuk transmisi
sebagian besar tenaga listrik.

Alternating current (AC) adalah arus listrik yang membalikkan arahnya secara teratur.
Setiap interval gerak maju-mundur disebut siklus. Gelombang sirkuit listrik AC adalah
gelombang sinus, karena gelombang ini menghasilkan energy dalam transmisi paling efisien ,
tetapi, pada saat yang sama, juga lebih berbahaya daripada DC.

Volt adalah satuan gaya gerak listrik atau tekanan yang menyebabkan arus mengalir.
Sengatan listrik yang kebanyakan berasal dari sumber tegangan yang konstan, yaitu yang
voltasenya tidak berubah dari waktu ke waktu.

Penggunaan tegangan lebih mengarah ke transmisi yang lebih efisien daya, sehingga itu
menguntungkan selama transmisi sejumlah besar kekuatan untuk mendistribusikan power
dengan tegangan yang sangat tinggi (kadang-kadang setinggi ratusan kilovolt). Namun, tegangan
tinggi juga memiliki kekurangan, yang utama adalah bahaya meningkat menjadi siapa pun yang
datang ke dalam kontak dengan mereka, isolasi tambahan yang diperlukan, dan kesulitan
meningkat dalam menangani aman mereka.

Ampere adalah suatu satuan arus listrik. Lebih tepatnya, itu adalah aliran sejumlah elektron
per detik.

Ohm adalah suatu satuan hambatan listrik. Konduktansi didefinisikan sebagai 1/resistance

(yaitu, invers perlawanan). Pada ketahanan suatu material arus tergantung pada sifat fisik dan
kimia dari material. Jumlah arus yang sering menentukan besarnya cedera. Hukum Ohm
menyatakan bahwa arus berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan
resistensi (I = V / R) dan dapat berguna untuk menghitung arus selama sengatan listrik.
Panas yang dihasilkan dalam bahan akibat arus ditentukan oleh kekuatan listrik yang
masuk. Watt adalah unit tenaga listrik yang disampaikan ketika arus 1 ampere melalui 1 ohm
selama 1 detik. Power adalah sama dengan tegangan dikalikan dengan arus (P = VxI). Energi
didefinisikan dalam istilah sebuah watt kedua. Satu watt-kedua adalah sama dengan 1 joule. Satu
watt daya yang disampaikan selama 1 detik menghasilkan 0,24 kalori panas.
Patofisiologi
Mekanisme utama akibat luka listrik adalah sebagai berikut:

1. Energi listrik menyebabkan kerusakan jaringan langsung, mengubah potensial sel membran
istirahat, dan tetany memunculkan otot.
2. Konversi energi listrik menjadi energi panas, menyebabkan kerusakan jaringan besar dan
nekrosis coagulative.
3. cedera mekanis dengan trauma langsung akibat jatuh atau kontraksi otot kekerasan.

Faktor-faktor yang menentukan derajat cedera termasuk besarnya energi yang disampaikan,
resistensi dari jaringan yang kontak dengan arus listrik, jenis arus, jalur arus, dan lamanya
kontak. Efek sistemik dan kerusakan jaringan secara langsung proporsional dengan besarnya arus
yang. Jumlah arus (ampere) secara langsung berhubungan dengan tegangan dan berbanding
terbalik dengan perlawanan, sebagaimana ditentukan oleh hukum Ohm (I = V / R, dimana I =
arus, V = tegangan, R = resistansi). Dari parameter yang dijelaskan oleh hukum Ohm, tegangan
biasanya dapat ditentukan dan digunakan untuk mengukur besarnya potensi pemaparan saat ini
dan besarnya cedera yang disebabkan.

Sengatan listrik diklasifikasikan sebagai tegangan tinggi (> 1000 volt) atau tegangan
rendah (<1000 volt). Sebagai aturan umum, tegangan tinggi dikaitkan dengan morbiditas dan
kematian yang lebih besar, meskipun cedera fatal dapat terjadi pada tegangan rendah.

Tulang memiliki tahanan paling tinggi. tetapi sering telah tegangan yang melebihi 10 juta volt. jaringan dengan cairan yang tinggi dan mengandung banyak elektrolit mampu mengkonduksi listrik lebih baik. Arus transthoracic dapat menyebabkan aritmia fatal. Kulit adalah resistor utama terhadap arus listrik. Otot dada tetany melibatkan diafragma dan otot interkostal dapat mengakibatkan kegagalan pernapasan. Secara umum. Tubuh memiliki tahanan yang berbeda-beda. sehingga pengembangan sindrom kompartemen dapat terjadi dalam kompartemen tubuh. Sifat pengulangan dari AC meningkatan kemungkinan pengiriman arus ke miokardium yang dapat memicu fibrilasi ventrikel. sering menyebabkan korban terlempar jauh dari sumber listrik tersebut. Hasil cedera Electrothermal jaringan edema jaringan. dan selaput lender juga memiliki tahanan yang rendah terhadap listrik. Transcranial arus dapat menyebabkan cedera otak langsung. kejang. otot. Petir adalah arus searah besar yang berlangsung dari 1 / 10 sampai 1 / 1000 per detik. Arus listrik yang melewati kepala atau dada lebih mungkin menghasilkan luka fatal. Ini bervariasi dari 1000 ohm untuk kulit tipis lembab untuk beberapa ribu ohm untuk kulit kapalan kering. kerusakan jantung langsung. Sedangkan jaringan saraf memiliki tahanan paling rendah. pernapasan. Kulit memberikan tahanan “intermediate” dan merupakan faktor yang paling penting menghambat aliran arus. atau pernapasan. dan bersama-sama dengan pembuluh darah.AC secara substansial lebih berbahaya daripada DC. Jalur arus menentukan jaringan yang berisiko dan apa jenis cedera yang dihasilkan. DC biasanya menyebabkan kontraksi otot tunggal . Kontak dengan AC dapat menyebabkan kontraksi otot yang berakhir pada tetani otot. dan kelumpuhan. dan derajat resistensi ditentukan oleh ketebalan dan kelembaban. kaki ini adalah situs yang paling sering terlibat untuk pengembangan sindrom kompartemen . Sebaliknya.

Konsentrasi natrium intraseluler . Namun pada flash.Jenis Luka Bakar LIstrik  Direct contact : Arus masuk melewati tubuh.hipoksia sel otot. Patofisiologi Rhabdomyolysis disebabkan oleh banyak etiologi namun pada dasarnya ini merupakan dari kerusakan pada sarcolemma dan pelepasan komponen intraseluler sel otot. Luka jenis biasanya terdapat titil kontak sumber dan titik arus keluar.  Electrical arc : biasa disebut arus pendek. Hal ini diterjemahkan menjadi "penghancuran otot rangka" dan merupakan hasil akhir dari berbagai proses yang perubahan dan perusakkan. rhabdomyolysis mempunyai 3 ciri khas yaitu kelemahan otot. menyebabkan panas menyebabkan “electrothermal burns”.myalgia dan urin yang berwarna kecoklatan gelap. Sarcolemma merupakan selaput tipis yang membungkus serat otot lurik. akan menyebabkan luka bakar.  Flame :biasanya disebabkan karena pakaian yang terbakar akibat electrothermal burns atau electrical arc sehingga kulit terbakar karena kontak dengan api langsung yang berasal dari pakaian yang terbakar  Flash : ketika panas dari electrical arc bersentuhan langsung dengan tubuh. arus tidak masuk kedalam tubuh. disana terdapat banyak pompa yang mengatur gradient elektrokima seluler. Lalu arus juga masuk ke dalam tubuh. Pada orang dewasa. deplesi ATP dan gangguan elektrolit pada pompa natrium-kalium. Bunga api yang terpancar antara objek listrik yang memeiliki potensi berbeda ketika bersentuhan langsung. Rhabdomyolisis Definisi Rhabdomyolysis adalah sindrom yang disebabkan oleh cedera pada otot rangka dan melibatkan kebocoran cairan intraseluler dalam jumlah besar ke dalam plasma. Mekanisme kerusakan dalam rhabdomyolysis mencakup kerusakan membrane sel. Namun ketiga karakter ini terkadang jarang muncul bersamaan.

melalui mekanisme protein carrier. Akibatnya bagian dalam sel lebih negative daripada bagian luar sel. Pompa Na/K-ATPase secara memompa natrium dari dalam sel ke luar sel. asam urat dan myoglobin. Sehingga terjadi peningkatan kalsium intraseluler.fosfat. pertukaran kalsium secara aktif juga terjadi. Selain itu. Cairan intrasel ini juga dapat terakumulasi pada jaringan otot sekitarnya. Peningkatan kalsium dalam sel ini akan mengakibatkan hiperaktivitas dari protease dan enzim proteolitik dan memacu terbentuknya radikal bebas oksigen. . keseimbangan komposisi elektrolit.biasanya dijaga pada 10 mEq/L oleh pompa natrium-kalium adenosine triphosphatase (Na/KATPase) yang terletak di sarcolemma tersebut. Cairan ini terdiri dari kalium.creatinin kinase. yaitu kalsium masuk kedalam sarkoplasmic reticulum dan mitokondria. Enzim-enzim tersebut dapat mendegradasi myofilamen dan merusak membrane fosfolipid dari sel sehingga terjadi kebocoran cairan intraseluler ke dalam plasma. Gradient ini menarik natrium ke dalam sel sebagai pergantian dari keluarnya kalsium. Pompa Na/K-ATPase ini bekerja menggunakan ATP (energy) Bila. ada gangguan dari fungsi pompa NA/K-ATPase ini yang bisa disebabkan oleh kerusakan membran sel atau kurangnya energy.

seperti berikut: 1. Psikosis akut . trauma tumpul 2. push-up. Cedera listrik tegangan tinggi 3.Etiologi Rhabdomyolysis mungkin terjadi setelah peristiwa traumatis. Status asthmaticus 4. maraton. Status epilepticus 3. Sporadis berat latihan (misalnya. sit-up) 2. jongkok. Luka bakar Rhabdomyolysis mungkin terjadi setelah aktivitas otot yang berlebihan. termasuk yang berikut: 1.

Saluran natrium-kalsium terpisah maka berfungsi untuk memompa tambahan natrium ke dalam sel dalam pertukaran untuk ekstrusi kalsium dari sel. Myoglobinuria Definisi Myogolbinuria. diartikan dari kata pembentuknya yaitu terdapatnya myoglobin di dalam urin. yang menyebabkan peningkatan kalsium terionisasi bebas dalam sitoplasma. Dalam kondisi normal.Rhabdomyolysis Toksin-dimediasi dapat dihasilkan dari penyalahgunaan zat. menyebabkan pelepasan isi intraselular seperti mioglobin dan creatine kinase ke sirkulasi. . Kalsium intraseluler tinggi mengaktifkan enzim kalsium yang lebih banyak tergantung memecah membran sel. Semua proses yang mengganggu penyimpanan atau penggunaan energy oleh sel otot dapat menyebabkan myoglobinuria. Sebuah model dari domain heliks dari mioglobin ditampilkan pada gambar di bawah. Kerusakan pada sel-sel otot mengganggu dengan kedua mekanisme. Myoglobinuria biasanya merupakan akibat dari rhobdomyolysis yaitu perusakan sel otot. sebagian kalsium intraseluler biasanya diasingkan dalam organel. Patofisiologi Mioglobin dilepaskan dari jaringan otot oleh kerusakan sel dan perubahan dalam permeabilitas membran sel otot rangka. pompa natrium kalium ATPase mempertahankan kandungan natrium sangat rendah intraselular. Selain itu.

obstruksi tubulus terutama terjadi pada tingkat tubulus distal. protein heme monomer yang mengandung zat besi dalam bentuk ferro (Fe +2). Hal ini mudah disaring oleh glomerulus dan cepat diekskresikan ke dalam urin. gelap-merah-17.Mioglobin adalah. Selain itu. Ketika jumlah besar mioglobin memasuki lumen tubulus ginjal.8 kDa. berinteraksi dengan protein Tamm-Horsfall dan terpresipitasi. Baik gugus heme dan radikal bebas hidroksil besi bisa menyebabkan mediator kritis dan bersifat toksis tubulus langsung. spesies oksigen reaktif yang dihasilkan oleh kerusakan baik otot dan sel-sel epitel ginjal yang mempromosikan oksidasi oksida besi untuk oksida besi (Fe +3). . sehingga menghasilkan radikal hidroksil. yang terutama terjadi di tubulus proksimal. proses ini dibantu dengan keasaman urin.

Indikasi pemasangan kateter urine untuk diagnosis adalah sebagai berikut : 1. 1999)pemasangan kateter urine dapat dilakukan untuk diagnosis maupun sebagai terapi. Bulacairanya yg ada didalam keluar Menurut (Brockop dan Marrie.Dengan demikian. terjadi pengendapan mioglobin dalam tubulus ginjal dengan obstruksi sekunder dan keracunan tubular. melakukan regular kateterisasi pada klien segera setelah mengakhiri miksinya dan kemudian diukur jumlah urine yang keluar. Kenapa dipasang infuse NaCL 30 tetes permenit dan dipasang kateter? Naclkoloid isi plasma dan protein Lika bakar bekas luka bakar ada bulamengandung koloid Tetsanya dihitung dgn jumlah luas bakar dalam persen di kali 4 ketemu cc dalam jam. . kalo sudah mendingankoloid 3. 2. Pengukuran residual urine dengan cara. 1 cc=20 tetes Pasnng kateter pantauan dieresis untuk dewasa 0. Mengapa produksi urin hanya 5 cc dan berwarna kuning kemerahan? Krn adanya luka bakar listrik penurunan hematokrit mendadakkehancuran eritrosit dbuang d ginjalurin berwarna kuning kemerahan dan gelap Urin sedikit cairan intersisisal keluar di daerah luka menyebabkan cairan yg masuk keginjal sedikit. Untuk mengambil sample urine guna pemeriksaan kultur mikrobiologi dengan menghindari kontaminasi.5-1 cc/kg bb perjam Koloid=cairan yg mengandung berat masa lebih dari 8000 dalton Kristaloid= kurang dari 8000 dalton Koloid plasma dan protein Kristalod isi elektrolid Nacl (natrium klorida)kristaloid Indikasi penggunaan dan perbedaan Kenapa kristaloid menstabilkan elekrtron dan neuronnya Gawat daruratkristaloid menstabilkan cairan2 d tubuh. 2. atau keduanya merupakan penyebab utama untuk cedera ginjal akut selama myoglobinuria.

4. Kerusakan kulit akibat luka bakar menyebabkan kehilangan cairan tambahan karena penguapan yang berlebih (insensible water loss meningkat). Meningkatnya permeabilitas menyebabkan udem dan menimbulkan bula dengan membawa serta elektrolit. Kenapa bias terjadi bula? Pembuluh darah kapiler yg terpajan sm suhu tinggi bias rusak dan permeabilitas rusakanemipeningkatan permeabilitas menyebabkan edem dan bula nnti mengandung banyak elektrolitcairan turun ke intra vaskuler ke intrasisial. ZONA KERUSAKAN JARINGAN  Zona Koagulasi Daerah yang langsung mengalami kerusakan (koagulasi protein) akibat pengaruh panas.5%-1 %. Saunders Elsevier. “Blood Volume ” setiap 1 % luka bakar. James M Becker.BP. Hal ini menyebabkan berkurangnya volume cairan intravaskuler. Essentials of Surgery. Permeabilitas meningkatperpondahan proton dan neutron di plasma tdk bias kluarbisa menyebabkan panas--> permeabilitas meningkat Akibat pertama luka bakar adalah syok karena kaget dan kesakitan. Jakarta. Bila luka bakar lebih dari 20 % akan terjadi syok hipovolemik dengan gejala yang khas yaitu : gelisah. dan blood volume setiap 1% luka bakar). A. 2003. Dr. Tubuh kehilangan cairan antara ½ % . Sp. . pucat dingin berkeringat. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Edisi 1. nadi kecil. Luka Bakar – Pengetahuan Klinik Praktis. Yefta. Pembuluh kapiler yang terkena suhu tinggi rusak sel darah yang di dalamnya ikut rusak sehingga dapat terjadi anemia. Kerusakan kulit akibat luka bakarmenyebabkan kehilangan cairan akibat penguapan yang berlebihan (insensible water loss meningkat)produksi urine menurun. Philadelphia. dan cepat.1 %. Sumber : Moenadjat. tekanan darah menurun dan produksi urine menurun (kegagalan fungsi ginjal).Meningkatnya permeabilitas menyebabkanedemaberkurangnya volume cairan intravaskuler (Tubuh kehilangan cairan antara 0.

. Proses inflamasi Proses inflamasi yang terjadi pada luka bakar berbeda dengan luka sayat elektif. terjadi kerusakan endotel pembuluh darah disertai kerusakan trombosit dan leukosit. Pada saat ini terjadi reaksi inflamasi lokal yang kemudian berkembang menjadi reaksi sistemik dengan dilepaskannya zat-zat yang berhubungan dengan proses immunologik. Luka terbuka akibat kerusakan jaringan (kulit dan jaringan dibawahnya) dapat menimbulkan masalah. FASE LUKA BAKAR Dalam perjalanan penyakit dibedakan 3 fase pada luka bakar. proses inflamasi di sini terjadi lebih hebat disertai eksudasi dan kebocoran protein. diikuti perubahan permeabilitas kapiler dan respons inflamasi lokal. sehingga terjadi gangguan perfusi (no flow phenomena). yaitu : a. Zona Statis Daerah yang berada langsung di luar zona koagulasi. B. Fase awal. fase syok Pada fase ini problem yang berkisar pada gangguan saluran nafas karena adanya cedera inhalasi dan gangguan sirkulasi. burn-toxin) yang menginduksi respon inflamasi sistemik (SIRS = Systemic Inflammation Response syndrome). yaitu kompleks lipoprotein (lipid protein complex. Pada fase ini juga terjadi gangguan keseimbangan sirkulasi cairan dan elektrolit. ikut mengalami reaksi berupa vasodilatasi tanpa banyak melibatkan reaksi seluler.  Zona Hiperemi Daerah di luar zona statis. akibat cedera termis yang bersifat sistemik. fase akut. yaitu : 1. Fase setelah syok berakhir / diatasi / fase subakut Fase ini berlangsung setelah syok berakhir / dapat di atasi. 2. Proses ini berlangsung selama 12-24 jam pasca cedera dan mungkin berakhir dengan nekrosis jaringan.

misalnya bouttoniérre deformity.b. Proses penguapan cairan tubuh disertai panas / energi (evaporative heat loss) yang menyebabkan perubahan dan gangguan proses metabolisme. Luka bakar derajat I  Kerusakan terjadi pada lapisan epidermis . kering Derajat 2: -dangkal (mengenai sebagian dermis):nyeri. hantaranya sedang masuk sub kutan ada yg sebagian dermis akibat epidermis mengelupas menyebabkan bula Derajat 3: masuk ke otot hantaranya lebih besar dari pada dermis Ringan: luas terbakar kurang dr 15% untuk dewasa untuk anak@ kurang dari 10 Terdapat luka bakar derajat tiga kurang dr 2% tdk dapat luka bakar d wajah. Surabaya 1993 5. hanya kelenjar keringat yg masih derajat 3:suda tidak nyeri biasanya sampe sub kutis derajat 4: sudah mengenai organ. kontraktur dan deformitas lain yang terjadi karena kerapuhan jaringan atau organ-organ stuktural. eritem. 3. Luka bakar akibat tersengat listri: Derajat 1: kena epidermis hantaran rendah blm adanyeri Derajat 2. dan tdk ada trauma lain yg menyertai (trauma fraktur< trauma infalasi) Sedang: luas 15-25% (dewasa) 10-20% untuk anak2 terdapat luka derajat tiga kurang dr 10% Berat: luas lebih dari 25% (dewasa) dan lebih dari 20% untuk anak2 derajat tiga 20% terdapat luka bakat pd wajah. Djohansjah.dalam :masih nyeri. Sumber : Marzoeki. masih nyeri. a. Infeksi yang dapat menimbulkan sepsis c. Airlangga University Press. Masalah pada fase ini adalah timbul penyulit dari luka bakar berupa parut hipertrofik. kaki dan perineum. Sebutkan derajat2 luka bakar? Derajat 1: epidermis. ada folikel rambut . tanyan dan kaki. Ilmu Bedah Luka dan Perawatannya. Fase lanjut Fase ini berlangsung setelah terjadi penutupan luka sampai terjadi maturasi.

kelenjar keringat. sering terletak lebih tinggi diatas kulit normal. yaitu : 1. Penyembuhan terjadi lebih lama dan disertai parut hipertrofi. Organ – organ kulit seperti folikel rambut. kelenjar sebasea masih utuh benih2 epitel Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 10-14 hari tanpa terbentuk sikatrik 2. berupa reaksi inflamasi disertai proses eksudasi. . Organ-organ kulit seperti folikel rambut. Luka bakar derajat II ini dibedakan menjadi 2 (dua). kelenjar sebacea tinggal sedikit. Luka bakar derajat II  Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis.  Dijumpai bulae. hiperemi berupa eritema Tidak dijumpai bullae Nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 5-10 hari b. kelenjar keringat.  Dasar luka berwarna merah atau pucat. Derajat II dangkal (superficial) IIA Kerusakan mengenai bagian superfisial dari dermis lapisan atas dari corium/dermis. Derajat II dalam (deep) IIB Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis dan sisa – sisa jaringan epitel tinggal sedikit.  Nyeri karena ujung-ujung saraf teriritasi.    Kulit kering. Biasanya penyembuhan terjadi dalam waktu lebih dari satu bulan.

Bagaimana penghitungan presentase luas luka bakar? Rule of five Bayi: kepala 4x5% bag depan belakang.  Tidak dijumpai bulae.  Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang dikenal sebagai eskar.Tusukan.  Penyembuhan terjadi lama karena tidak terjadi proses epitelisasi spontan dari dasar luka. Luka bakar derajat III  Kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis dan lapisan yang lebih dalam. kulit hitamabu2.  Organ-organ kulit seperti folikel rambut. kelenjar sebasea mengalami kerusakan. Yefta Moenadjat) 6. kelenjar keringat.kulit putihmerah c.  Tidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi. ( Luka Bakar. oleh karena ujung-ujung saraf sensorik mengalami kerusakan/kematian. Karena kering letaknya lebih rendah dibanding kulit sekitar.  Kulit yang terbakar berwarna abu-abu dan pucat. Pengetahuan klinis praktis. kaki kanan kiri 2x5% anak:2x5% .

badan belakang 18% : 36% 4) Tungkai masing-masing 18% : 36% 5) Genetalia/perineum : 1% Total : 100% 7.anak kepala 3x5% pd lengan kanan kiri 2x5%. badan depan dan belakang 3x5%. Algoritma penatalaksanaan? . kaki kanan kiri 3x5% rule of nine atau rule of wallace yaitu: 1) Kepala dan leher : 9% 2) Lengan masing-masing 9% : 18% 3) Badan depan 18%.

terutama pada anak dan orang tua). mengecek kecepatan pernafasan yakni sekitar 20x/ menit 3. yakni: 1. siram dengan air mengalir yang banyak selama 15 menit atau lebih. . hindari hipotermia (penurunan suhu di bawah normal. Secara sistematik dapat dilakukan 6c : clothing. Airway. baru selanjutnya dilakukan pada fasilitas kesehatan  Clothing : singkirkan semua pakaian yang panas atau terbakar.Pada fase akut dapat dilakukan pertolongan pertama untuk bantuan hidup dasar. Circulation. yakni membebaskan jalan nafas agar pasien dapat tetap bernafas secara normal 2. melakukan palpasi pada nadi untuk mengecek pulsasi yang pada orang normal berkisar antar 60 – 100x/ menit Dilakukan observasi ABC terus menerus sampai keadaan pasien benar-benar stabil. Untuk pertolongan pertama dapat dilakukan langkah clothing dan cooling.  Cooling : Dinginkan daerah yang terkena luka bakar dengan menggunakan air mengalir selama 20 menit. Bila penyebab luka bakar berupa bubuk. covering and comforting. Bahan pakaian yang menempel dan tak dapat dilepaskan maka dibiarkan untuk sampai pada fase cleaning. cleaning. Cara ini efektif samapai dengan 3 jam setelah kejadian luka bakar – Kompres dengan air dingin (air sering diganti agar efektif tetap memberikan rasa dingin) sebagai analgesia (penghilang rasa nyeri) untuk luka yang terlokalisasi – Jangan pergunakan es karena es menyebabkan pembuluh darah mengkerut (vasokonstriksi) sehingga justru akan memperberat derajat luka dan risiko hipotermia – Untuk luka bakar karena zat kimia dan luka bakar di daerah mata. cooling. chemoprophylaxis. Breathing. maka singkirkan terlebih dahulu dari kulit baru disiram air yang mengalir.

10 jam. Tidak boleh diberikan pada wajah.  Chemoprophylaxis : pemberian anti tetanus. sulfadiazin dapat terabsorpsi. Pemberian krim silver sulvadiazin untuk penanganan infeksi. bayi baru lahir. Praktis tidak larut dalam alkohol. Absorpsi: perak umumnya tidak diabsorpsi. Terapi dapat dilanjutkan sampai proses penyembuhan berjalan baik atau sampai bagian yang terbakar siap untuk dicangkok.  FARMAKOLOGI ADME. perempuan hamil. tak berbau atau praktis tak berbau. Hindarkan dari paparan cahaya. Cleaning : pembersihan dilakukan dengan zat anastesi untuk mengurangi rasa sakit. proses penyembuhan akan lebih cepat dan risiko infeksi berkurang. terutama jika dioleskan pada area yang luas dan/atau pemakaian jangka panjang. Eliminasi: waktu paruh. Ekskresi: 60% diekskresikan melalui ginjal.thickness (dapat dilihat pada tabel 4 jadwal pemberian antitetanus). dioleskan dengan menggunakan sarung tangan steril pada permukaan yang terbakar (setelah membersihkan dan debriment luka). ibu menyususi dengan bayi kurang dari 2 bulan  SIFAT FISIKOKIMIA Perak sulfadiazin (USP 29): serbuk kristalin berwarna putih atau putih krem. Dengan membuang jaringan yang sudah mati. dengan ketebalan 2mm. kloroform and eter. riwayat alergi sulfa. Terdekomposisi dalam asam mineral yang cukup kuat.  KONTRA INDIKASI Dikontraindikasikan terhadap pasien dengan hipersensitivitas terhadap produk . 1-2 kali per hari. sedikit larut dalam aseton. Warna dapat berubah menjadi kuning akibat paparan cahaya. dapat diberikan pada luka yang lebih dalam dari superficial partial. larut dalam larutan amonia 30%. dapat diberikan kecuali pada luka bakar superfisial.  DOSIS PEMBERIAN OBAT Secara topikal.

minyak. meliputi rasa terbakar.5  EFEK SAMPING Reaksi hipersensitivitas. Pembalutan luka (yang dilakukan setelah pendinginan) bertujuan untuk mengurangi pengeluaran panas yang terjadi akibat hilangnya lapisan kulit akibat luka bakar.  Comforting : dapat dilakukan pemberian pengurang rasa nyeri. Perak umumnya tidak diabsorpsi. Tidak diketahui apakah dapat menembus plasenta. Jangan berikan mentega. . Perak sulfadiazin sebaiknya hanya diberikan pada kehamilan jika manfaatnya untuk kondisi ibu lebih besar dibandingkan kemungkinan risikonya pada janin. oli atau larutan lainnya. sulfadiazin dapat terabsorpsi dan mengakibatkan efek samping sistemik. Tidak terdapat data mengenai risiko efek samping pada bayi akibat paparan obat dalam air susu. dan dapat terkait dengan peningkatan risiko kernicterus. Tidak terdapat data mengenai penggunaan perak sulfadiazin pada ibu hamil. trombositopenia. dapat terjadi: perubahan warna kulit karena deposisi perak. gatal dan kemerahan. agranulositosis. anemia aplastik. dermatitis esfoliatif)  PENGARUH KEHAMILAN Kategori B. reaksi hipersensitifitas dan dermatologi (sindrom steven johnson. kehamilan (trimester akhir).  Covering : penutupan luka bakar dengan kassa. golongan sulfonamid umumnya diekskresikan ke dalam air susu ibu. Tidak diketahui apakah sulfadiazin diekskresikan ke dalam air susu ibu. anemia hemolitik ( pada pasien defisiensi GGDP).  PENGARUH MENYUSUI Dapat diberikan pada ibu menyusui. bayi lahir prematur maupun usia <2 bulan. lekopenia transien. Namun.perak atau golongan sulfonamid. namun sulfadiazin dapat diabsorpsi dan masuk ke dalam darah jika dioleskan pada area yang luas dan/atau pemakaian jangka panjang. jika dioleskan pada area yang luas. Luka bakar superfisial tidak perlu ditutup dengan kasa atau bahan lainnya. menghambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi. Dilakukan sesuai dengan derajat luka bakar.

Terapi cairan  Cairan infus yang diberikan adalah cairan kristaloid (ringer laktat. b.  Jumlah cairan yang diberikan berdasarkan formula dari Parkland : 3-4 cc x berat badan (kg) x %TBSA + cairan rumatan (maintenance per 24 jam). NaCl 0.Proses koagulasi protein sel di jaringan yang terpajan suhu tinggi berlangsung .  Pengawasan kecukupan cairan yang diberikan dapat dilihat dari produksi urin yaitu 1cc/kgBB/jam. 8.  Cairan formula parkland (3-4ccx kgBB x %TBSA) diberikan setengahnya dalam 8 jam pertama dan setengah sisanya dalam 16 jam berikutnya.9%/normal Saline). misalnya denganmenyelimuti dan menutup bagian yang terbakar untuk menghentikan pasokanoksigen pada api yang menyala. c. Singkirkan baju. Segera hindari sumber api dan mematikan api pada tubuh. Setelah sumber panas dihilangkan rendam daerah luka bakar dalam air ataumenyiramnya dengan air mengalir selama sekurang-kurangnya lima belas menit. perhiasan dan benda-benda lain yang membuat efek Torniket. Dilihat jln nafas Airway trauma inhalasi breathing: dinilai frek pernafasan hemithorak simetris atau tidak curkulasi: ad tanda2 shock atau tidak kalo ada pasang infuse diusabilty: kesadaran gimana PERTOLONGAN PERTAMA PADA PASIEN DENGAN LUKA BAKAR a.karena jaringan yang terkena luka bakar akan segera menjadi oedem.

Menjauhkan penderita dari sumber kebakaran dan menghentikan proses pembakaran. Prinsip penanganan pada luka bakar sama seperti penanganan pada luka akibattrauma yang lain. Misalnya:  Segera menjauhkan penderita dari api  Dibungkus dengan kain basah  Minta penderita berguling sehingga api tidak menjalar  Baju terbakar (apalagi dengan bahan sintetik) dibuka agar proses pembakaran berhenti ii.terussetelah api dipadamkan sehingga destruksi tetap meluas. St. f. e. DI TEMPAT KEJADIAN i. Bawa ke rumah sakit. d. John Ambulance. Evaluasi awal. Penderita diselimuti agar tidak terjadi hipotermi iv. Proses ini dapatdihentikan dengan mendinginkan daerah yang terbakar dan mempertahankan suhudingin ini pada jam pertama sehingga kerusakan lebih dangkal dan diperkecil. AIRWAY . Chapter 19. yaitu dengan ABC (Airway Breathing Circulation) yang diikutidengan pendekatan khusus pada komponen spesifik luka bakar pada surveysekunder. DI RUMAH SAKIT i. First aid: First on the Scene: Activity Book.  Bila kena listrikaliran listrik diputus  Bahan kimia bubukdisikat Kulit yang terbakar disiram dengan air mengalir selama sekurang-kurangnya ¼ jam untuk menghentikan proses koagulasi protein karena pembakaran iii. Es tidak seharusnya diberikan langsung pada lukabakar apapun. Akan tetapi cara ini tidak dapat dipakai untuk luka bakar yang lebih luas karenabahaya terjadinya hipotermi.

Rumus Baxter/Parkland Cairan yang diberikan hanya kristaloid Ringer Laktat dengan perhitungan: Luas luka (%) x BB x 4 ml = kebutuhan ml dalam 24 jam .ah separuh hari pertama. PEMBERIAN CAIRAN INTRAVENA Rumus untuk menghitung kebutuhan cairan: Rumus Evans  Luas luka (%) x BB (kg) = jumlah (ml) kristaloid/NaCl 0. BREATHING  Luka bakar di dadamenghambat pernafasan  Luka bakar di tempat tertutupkeracunan CO Afinitas CO terhadap hemoglobin tinggi (280 kali oksigen)ikatan HbCO yang membahayakan. Pada hari kedua jumlah cairan A+B+C yang diperlukan ada. Subglotisdilindungi laringtrauma inhalasiedema dan sumbatan jalan nafas  Tanda klinis trauma inhalasi:  Luka bakar pada wajah  Alis mata dan bulu hidung hangus  Sputum yang hitam/mengandung karbon  Riwayat terkurung api atau berada di ruang tertutup yang terbakar  Dicurigai trauma inhalasi:  Tindakan BHD dengan jaw-thrust  Pemasangan OPA  Dipertimbangkan intubasi atau crico-thyroidostomy/tracheostomy (sumbatan nafas dapat terjadi sewaktu-waktu) ii.9% per 24 jam  Luas luka (%) x BB (kg) = jumlah (ml) koloid/plasma per 24 jam  Dekstrose 5% = 2000 ml per 24 jam Separuh A+B+C diberikan dalam 8 jam pertama dan sisanya diberikan 16 jam selanjutnya. Supraglotisrawan terhadap trauma bakar langsung. iii.

v. ANTIBIOTIKA.  Antasida  mencegah tukak curling.Separuh RL diberikan 8 jam pertama dan separuh berikutnya dalam waktu 16 jam. PENANGANAN LOKAL  Derajat I : tidak memerlukan terapi  Derajat II & III :  Dibersihkan dahulu dengan air mengalir dari kotoran yang melekat  Perawatan secara terbuka/tertutup .  Analgetik  menghilangkan rasa nyeri.C dan D.  Nutrisi tinggi protein minimal 2500 kalori sehari.B. monitor respon penderita bisa dilihat dari produksi urin yang cukup. Sebaiknya setelah dilakukan kultur dan test sensitivitas. DAN OBAT LAIN  Antibiotik sistemik (golongan aminoglikosida)  mencegah terjadinya infeksi pseudomonas. Yang harus diingat:  Waktu 8 jamwaktu yang dihitung saat terjadinya luka bakar  Jumlah cairan hanya perkiraan. iv.  Pemasangan Naso-Gastric Tube (NGT)  mencegah dilatasi lambung akut (bila penderita muntah dan peristaltik terganggu pada luka bakar). NUTRISI. pemberian cairan dapat berubah sesuai dengan respon penderita.  Anemia  obat anti anemia ditambah dengan vitamin A.  Selain tanda vital.

 Kompres nitras argenti 0. cepat dingin. Perawatan Tertutup  Ditutup dengan pembalut untuk menghindari kontaminasi  Keuntungan: enak dilihat.Perawatan Terbuka  Keuntungan: mudah dan murah.5% dan krim silversulfadiazin 1% bakteriostatik kuat dan efektif terhadap semua kuman serta aman. . kering dan kuman sulit berkembang. sehingga tidak jarang dari balik balutan tampak pus. terlindung dan tidak terkontaminasi dari luar  Balutan menjadikan luka sebagai medium yang baik untuk pertumbuhan kuman.

Leher dan pergelangan kaki dalam keadaan ekstensi agar kepala/leher tidak tertarik ke bawah dan kaki tidak drop foot.Sendi dan tangan diatur dalam posisi fungsionalsendi bahu. paha. . dan lutut dalam posisi ekstensi. siku.

Bila masih ada jaringan mati yang belum dibuang atau nanahdebridement.  Luka derajat II tanpa infeksikeropeng lepas sendiri dalam 7-12 hari (pada waktu itu jaringan di bawahnya sudah sembuh). .  Luka derajat IIIkeropeng yang kering dilepaskan setelah 2 minggu dan jaringan granulasi ditutup dengan skin graft. luka bakar akan membentuk keropeng. Beberapa hari dengan perawatan terbuka atau tertutup.

Jenis2 luka bakar apa saja? a. dan menyebabkan cedera langsung ke jaringan tersebut. vi.  Pemberian zat penawar tidak dianjurkan  menimbulkan reaksi kimia seperti panas yang bisa lebih membahayakan.  Asam  koagulasi  proses pembakaran dapat dibatasi. 9. LUKA BAKAR KHUSUS  Luka bakar listrik  Tubuh penghantar listrik yang baik  kerusakan akibat serangan listrik lebih hebat dari yang kelihatan dari luar  Kejang otot akibat aliran listrik  henti nafas (pada otot pernafasan) dan fraktur  Kerusakan otot  mioglobinuria  gagal ginjal akut Jika ada mioglobinuria  infus manitol 25 gram diulangi dengan dosis separuhnya bila belum membantu diuresis  Ganggu kerja listrik jantung  fibrilasi ventrikel  Luka bakar zat kimia  Basa  kelihatan ringan di permukaan. Penanganan Penderita Gawat Darurat (First Aid Training). Api dapat membakar . Penyembuhan keropeng/eschar yang tebal dapat mengganggu vaskularisasiescharotomy. Disikat hati-hati ii. Paparan api  Flame: Akibat kontak langsung antara jaringan dengan api terbuka.  Zat kimia berbentuk tepung: i. Dicuci dan diencerkan dengan air mengalir  Zat kimia berupa cairan: langsung disiram dengan air mengalir (lebih lama lebih baik). Unissula Press.

Serat alami memiliki kecenderungan untuk terbakar. Gas panas Inhalasi menyebabkan cedera thermal pada saluran nafas bagian atas dan oklusi jalan nafas akibat edema. Umumnya luka bakar mencapai kulit bagian dalam. c. Luka yang disengaja atau akibat kecelakaan dapat dibedakan berdasarkan pola luka bakarnya. Radiasi . luka umumnya melibatkan keseluruhan ekstremitas dalam pola sirkumferensial dengan garis yang menandai permukaan cairan. Contohnya antara lain adalah luka bakar akibat rokok dan alat-alat seperti solder besi atau peralatan masak.  Benda panas (kontak): Terjadi akibat kontak langsung dengan benda panas. Uap panas Terutama ditemukan di daerah industri atau akibat kecelakaan radiator mobil. semakin besar kerusakan yang akan ditimbulkan. Sedangkan pada kasus yang disengaja. d. Aliran listrik Cedera timbul akibat aliran listrik yang lewat menembus jaringan tubuh. Luka bakar yang dihasilkan terbatas pada area tubuh yang mengalami kontak.pakaian terlebih dahulu baru mengenai tubuh. Zat kimia (asam atau basa) g. uap panas dapat menyebabkan cedera hingga ke saluran napas distal di paru. Pada kasus kecelakaan. f. Semakin kental cairan dan semakin lama waktu kontaknya. yang satu sama lain dipisahkan oleh kulit sehat. sedangkan serat sintetik cenderung meleleh atau menyala dan menimbulkan cedera tambahan berupa cedera kontak. b. Apabila terjadi inhalasi. luka umumnya menunjukkan pola percikan. Scalds (air panas) Terjadi akibat kontak dengan air panas. e. Listrik yang menyebabkan percikan api dan membakar pakaian dapat menyebabkan luka bakar tambahan. Uap panas menimbulkan cedera luas akibat kapasitas panas yang tinggi dari uap serta dispersi oleh uap bertekanan tinggi.

dkk. 3. Berat : . Interpretasi dari vital sign? Akibat yang terlihat pada individu yang mengalami luka bakar merupakan hasil dari penyebab efek panas itu sendiri terhadap kulit. efek dari panas terhadap elemen darah atau pembuluh darah serta kelainan metabolik yang terjadi secara umum. kaki. Kapita Selekta Kedokteran. Ringan : . Efek terhadap kulit adalah merusak lapisan kulit sehingga mudah terjadi infeksi menyebabkan panas dan cairan tubuh yang hilang bertambah banyak. . Sunburn sinar matahari. Klasifikasi luka bakar? Derajat luka bakar : 1.Luka bakar derajat III seluas > 10% . 2.Luka bakar derajat II seluas 10-15% . Fase syok sering terjadi dalam 24 jam pertama. Sedang : . 2002.Luka bakar derajat II seluas > 20% .Luka bakar derajat III seluas 5-10 % Luka bakar derajat sedang sebaiknya dirawat untuk observasi. kerusakan luas jaringan lunak atau gangguan jalan napas. . 11. Sumber : Masoenjer.h. tangan.Luka bakar derajat II yang mengenai wajah.Luka bakar dengan komplikasi patah tulang.Luka bakar derajat I . alat kelamin atau persendian sekitar ketiak. Jakarta : Media Aeuscullapius 10.Luka bakar derajat II seluas < 15 % .Luka bakar akibat listrik dengan tegangan > 1000 volt . Efek terhadap pembuluh darah adalah berupa permeabilitas kapiler yang meningkat sehingga cairan dan protein merembes menyebabkan hipovolemi dan syok.Luka bakar derajat III seluas < 2 % Luka bakar ringan tanpa komplikasi dapat berobat jalan. terapi radiasi. FKUI.

Injuri yang langsung mengenai memberan sel menyebabkan sodium masuk dan potassium keluar dari sel. Kompensasi terhadap syok dengan kehilangan cairan maka tubuh mengadakan respon dengan menurunkan sirkulasi sistem gastrointestinal yang mana dapat terjadi ilius paralitik. 383 12. serotonin. Repon luka bakar akan meningkatkan aliran darah ke organ vital dan menurunkan aliran darah ke perifer dan organ yang tidak vital. tachycardia dan tachypnea merupakan kompensasi untuk menurunkan volume vaskuler dengan meningkatkan kebutuhan oksigen terhadap injury jaringan dan perubahan sistem. Substansi-substansi ini menyebabkan meningkatnya permeabilitas kapiler sehingga plasma merembes (to seep) kedalam sekitar jaringan. (Philadelphia: WB. Kemudian menurunkan perfusi pada ginjal. yang mengawali turunnya kardiac output. Sumber : Sumber : Adapted form A. 1986) p. 7th ed. Luka bakar yang luas menyebabkan edema tubuh general baik pada area yang mengalami luka maupun jaringan yang tidak mengalami luka bakar dan terjadi penurunan sirkulasi volume darah intravaskuler. Komplikasi? Etiologi luka bakar Vasokonstriksi dan vasodilatasi?? Luas luka bakar dalam scenario? Jumlah tetesan? Rumus untuk menghitung kebutuhan cairan: Rumus Evans  Luas luka (%) x BB (kg) = jumlah (ml) kristaloid/NaCl 0. Saunder Co. Guyton. dan prostaglandin) dari jaringan yang mengalmi injuri. dan terjadi vasokontriksi yang akan berakibat pada depresi filtrasi glomerulus dan oliguri. Denyut jantung meningkat sebagai respon terhadap pelepasan catecholamine dan terjadinya hipovolemia relatif. 16.. 14. Injuri panas yang secara langsung mengenai pembuluh akan lebih meningkatkan permeabilitas kapiler. Textbook of medical physiology. 13. Secara keseluruhan akan menimbulkan tingginya tekanan osmotik yang menyebabkan meningkatnya cairan intracellular dan interstitial dan yang dalam keadaan lebih lanjut menyebabkan kekurangan volume cairan intravaskuler.C. leukotrienes. 15.Segera setelah injuri luka bakar.9% per 24 jam  Luas luka (%) x BB (kg) = jumlah (ml) koloid/plasma per 24 jam  Dekstrose 5% = 2000 ml per 24 jam . Kadar hematokrit meningkat yang menunjukan hemokonsentrasi dari pengeluaran cairan intravaskuler. dilepaskan substansi vasoaktif (catecholamine. histamin.

Wim de Jong. Buku Ajar Ilmu Bedah. Rumus Baxter/Parkland Cairan yang diberikan hanya kristaloid Ringer Laktat dengan perhitungan: Luas luka (%) x BB x 4 ml = kebutuhan ml dalam 24 jam Separuh RL diberikan 8 jam pertama dan separuh berikutnya dalam waktu 16 jam.  Selain tanda vital.Separuh A+B+C diberikan dalam 8 jam pertama dan sisanya diberikan 16 jam selanjutnya. Pada hari kedua jumlah cairan A+B+C yang diperlukan ada.ah separuh hari pertama. . Yang harus diingat:  Waktu 8 jam  waktu yang dihitung saat terjadinya luka bakar  Jumlah cairan hanya perkiraan. monitor respon penderita bisa dilihat dari produksi urin yang cukup. pemberian cairan dapat berubah sesuai dengan respon penderita.