You are on page 1of 12

I.

No. Percobaan

: VII

Judul Percobaan

: Lipid

III.

Tanggal Percobaan

: 20 November 2014

IV.

Tujuan Percobaan

: Menguji kelarutan lemak dan minyak pada berbagai

II.

jenis pelarut. Menguji sistem emulsi lemak/minyak dalam air. Menentukan
bilangan penyabunan suatu lemak/minyak.

V.

Alat dan Bahan
Alat

:

:

Bahan :

a. Tabung reaksi

a. Air

b. Pipet ukur

b. Bensin

c. Beker gelas

c. Alkohol 96%

d. Erlenmeyer

d. Eter

e. Batang pengaduk

e. NaOH

f. Gelas ukur

f. Mentega
g. Minyak goreng
h. Larutan ikan
i. Larutan susu

VI.

Dasar Teori
Lipida adalah senyawa organik berminyak atau berlemak yang tidak larut dalam

air, dapar diekstrak dari sel dan jaringan oleh pelarut nonpolar, seperti kloroform dan
eter. Asam lemak adalah komponen unit pembangun pada hampir semua lipid.Asam
lemak adalah asam organik berantai panjang ang mempunyai atom karbon dari 4 sampai
24. Asam lemak memiliki gugus karboksil tunggal dan ekor hidrokarbon nonpolar yang
panjang. Hal ini membuat kebanyakan lipid bersifat tidak larut dalam air dan tampak
berminyak atau berlemak.
Lipida tidak mempunyai rumus empiris dan struktur yang sama tetapi terdiri atas
beberapa golongan.Lipida merupakan komponen penting dalam membran sel,termasuk
diantaranya fosfolipid , glikolipid dan dalam sel hewan adalah kolesterol.Kolesterol
merupakan senyawa induk bagi steroid lain yang disintesis dalam tubuh.Steroid adalah
hormon-hormon yang penting seperti hormon korteks, adrenal, hormon seks, vitamin D,

Emulsi adalah dispersi atau suspensi metastabil suatu cairan lain yang kedua tidak saling melarutkan. gum. sedangkan minyak dalam bentuk cair dalam suhu kamar. diantaranya disebabkan kandungannya yang tinggi akan asam lemak jenuh yang secara kimia tidak mengandung ikatan rangkap. karena bila dibiarkan. Supaya terbentuk emulsi yang stabil diperlukan suatu zat pengemulsi yang disebut emulsifier atau emulsifying agent yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan antara kedua fase cairan. alcohol. Sifat dari lipid (lemak) : a. Asam lemak jenuh yang terdapat di alam adalah asam palmitat dan asam stearat. untuk perambatan cepat pada syaraf bermyelin. c. eter. Bahan emulsifier dapat berupa: protein. Lipida adalah senyawa organik yang tidak larut dalam air tapi dapat diekstraksi dengan pelarut non polar seperti khloroform. aseton. aseton. Lemak pada umumnya tidak larut dalam air tetapi sedikit larut dalam alkohol dan larut sempurna dalam pelarut organik seperti eter. Emulsifier akan membentuk lapisan di sekeliling minyak sebagai akibat menurunnya tegangan permukaan. b. Untuk pengertian sehari – hari lemak merupakan bahan padatdalam suhu kamar. shingga mempunyai titik lebur yang lebih tinggi. dan karbondisulfid. eter. maka kedua cairan akan membentuk dua lapisan. 1 gram lemak menghasilkan 39. Minyak dalam air akan membentuk emulsi yang tidak stabil. shingga mengurangi kemungkinan bersatunya butir-butir minyak satu dengan yang lainnya. . sebagai penyekat panas disekeliling organ tertentu dan sebagai penyekat listrik. Sebaliknya minyak dalam soda (Na2CO3) akan membentuk emulsi yang stabil karena asam lemak yang bebas dalam larutan bereaksi membentuk sabun. 1. Hidrofobik (sulit untuk larut dalam air). benzena dan pelarut lainnya.06 kjoule atau 9. kloroform. sabun atau garam empedu. Cara kerja emulsifier terutama di sebabkan oleh bentuk molekulnya yang daat etrikat baik pada minyak maupun air. Lemak dan minyak termasuk dalam kelompok lipid. Hanya larut dalam larutan non-polar seperti klorofom. benzena. dan benzene. yang pada umumnya bersifat tidak larut dalam air. Lemak merupakan bahan padat pada suhu kamar.Fungsi lipid diantaranya sebagai sumber energi yang efisien ketika tersimpan dalam jaringan adipose.dan asam empedu.3 kcal.

alkohol kompleks dan karbohidrat. Lipida Majemuk . 2. Lemak terdiri atas unsur-unsur karbon. 2. terhidrolisis menjadi asma lemak. dan oksigen. Lipida sederhana ini dapat dibagi kedalam tiga golongan. Lemak dan Minyak. Jika dihidrolisis. dan oksigen. sedangkan minyak tersusun oleh asam lemak tak jenuh. Lipida Sederhana Kelompok ini disebut juga homolipida yaitu suatu bentuk ester yang mengandung karbon. alkohol dan gugus amin. 1. 1. Glikolipid. hydrogen. Lemak. Adapun perbedaan lemak dan minyak yaitu : a) pada temperatur kamar lemak berbentuk padat dan minyak berbentuk cair. Waxes Merupakan ester asam lemak dengan alkohol alifatik rantai panjang atau alkohol aromatik. b.d. terhidrolisis menjadi asam lemak. sedangkan kurang dari 10 akan berbentuk cair. b) Lemak tersusun oleh asam lemak jenuh. lipida yang termasuk ini hanya menghasilkan asam lemak dan alcohol. 3. Lemak yang berbentuk padat dikarenakan jumlah atom karbon yang lebih dari 10. Aminolipid. Lilin. yaitu: a. 4. alkohol dan gugus sulfat 5. Sulfolipid. Lipida dapat dikelompokkan menurut sifat kimia dan sifat fisiknya sebagai berikut: 1. terhidrolsis menjadi asam lemak. Fosfolipid. terhidrolisis menjadi asam lemak. hidrogen. ester asam lemak Merupakan ester asam lemak yang menghasilkan bahan tambahan selain asam lemak dan alkohol. ester asam lemak dan gliserol Merupakan ester asam lemak dengan alkohol. Asam lemak jenuh tidak memiliki ikatan rangkap pada strukturnya sedangkan asam lemak tak jenuh memiliki ikatan rangkap pada strukturnya. gliserol dan asam fosfat.

Istilah amfipatik yang semula digunakan oleh Hartley pada tahun 1936. steroid. serebrosida (glikolipida). Banyak lipida yang mempunyai sifat fisik amfipatik. contohnya lemak. . contohnya fosfolipida. yaitu lipid yang dapat disabunkan. lipid dapat dibagi dalam dua golongan besar. aldehida. Di samping itu berdasarkan sifat kimianya yang penting. dan lipoprotein. Derivat Lipida Derivat lipida merupakan hasil hidrolisis kelompok yang telah disebut diatas. amino. dan lipid yang tidak dapat disabunkan. memberikan turunan hidrokarbon yang mempunyai satu bagian (polar) “bersimpati” dengan suasana air dan satu bagian hidrokarbon (hidrofobik) yang tidak bersimpati dengan suasana air. 6. gliserol.Kelompok ini berupa ester asam lemak dengan alcohol yang mengandung gugus lain. alcohol. zat yang termasuk ke dalam golongan ini ialah asam lemak. sulfolipida. contohnya steroid. dan keton. lipida. yakni yang dapat dihidrolisis dengan basa.

larutan ikan. Pemanasan dilanjutkan sampai terbentuk sabun. Tambahkan masing-masing tabung reaksi 1 mL minyak goreng. mentega. 5 gram minyak goreng dimasukkan ke dalam beker gelas kemudian ditambahkan NaOH 1N sedikit sambil dipanaskan pada suhu 70oC sebanyak 5x 0. Siapkan 5 buah tabung reaksi yang bersih dan kering.VII. Prosedur Percobaan A.142 g = 1. 2. Kedalam campuran yang telah ditambahkan HCl di tambahkan bensin atau alkohol 96% dan amati apa yang terjadi. Kedalam larutan sabun yang telah terbentuk ditambahkan HCl 1 N kemudian amati apa yang terjadi. B. Aduk-aduk sampai homogen. Pemeriksaan Kelarutan Lemak 1. 2.71 g (yang terdapat dalam sekitar 42 mL 1N NaOH). 4. larutan susu. . Ulangi percobaan di atas dengan memakai mentega dan sumber lipid lainnya. kemudian dicampurkan dengan bahan sebagai berikut :  Tabung I : ditambah 1 mL air  Tabung II : ditambah 1 mL bensin  Tabung III : ditambah 1 mL alkohol 96%  Tabung IV : ditambah 1 mL eter  Tabung V : ditambah 1 mL NaOH 1 N 3. Diamkan beberapa menit dan amati serta catat perubahan yang terjadi. Reaksi Penyabunan dan Sifat-Sifat Asam Lemak 1.

Hasil Pengamatan A. Pemeriksaan Kelarutan Lemak 1. Larutan Ikan 4. Larutan Susu .VIII. Mentega 3. Minyak Goreng Tabung Minyak goreng Pereaksi Hasil I 1 mL 1 mL air Tidak larut II 1 mL 1 mL bensin Larut III 1 mL 1 mL alkohol 96% Tidak larut IV 1 mL 1 mL eter Larut V 1 mL 1 mL NaOH Tidak larut Tabung Mentega Pereaksi Hasil I 1 mL 1 mL air Tidak larut II 1 mL 1 mL bensin Larut III 1 mL 1 mL alkohol 96% Tidak larut IV 1 mL 1 mL eter Larut V 1 mL 1 mL NaOH Tidak larut Tabung Larutan Ikan Pereaksi Hasil I 1 mL 1 mL air Larut II 1 mL 1 mL bensin Tidak larut III 1 mL 1 mL alkohol 96% Larut IV 1 mL 1 mL eter Larut V 1 mL 1 mL NaOH Larut Tabung Larutan Susu Pereaksi Hasil I 1 mL 1 mL air Larut II 1 mL 1 mL bensin Tidak larut III 1 mL 1 mL alkohol 96% Larut IV 1 mL 1 mL eter Larut V 1 mL 1 mL NaOH Larut 2.

Penentuan Kelarutan lemak Hidrolisis Asam Lemak . Persamaan Reaksi 1. Reaksi Penyabunan dan Sifat-Sifat Asam Lemak 2. Reaksi Penyabunan dan Sifat-sifat Asam Lemak Tabung NaOH 1 N Pemanasan HCl 1 N Hasil I 42 mL 30 menit 5 mL Larutan sabun (terbentuk 2 fasa) II 42 mL 30 menit 5 mL Larutan sabun (terbentuk 2 fasa) IX.B.

Mentega Minyak .

Pembahasan Pada percobaan ini mengenai lipid. jadi keduanya sukar bercampur oleh karena itu emulsinya mudah pecah. alkohol 96%. Air adalah senyawa polar sedangkan minyak adalah senyawa non polar. pada percobaan ini melakaukan dua uji. tetapi untuk pelarut bensin tidak larut. untuk pelarut air. reaksi penyabunan dan sifat-sifat asam lemak. Eter juga cenderung bersifat non polar. eter yang memiliki berat molekul rendah dapat larut dalam air seperti halnya alcohol.X. suatu senyawa larut pada pelarut yang mempunyai struktur yang mirip dengannya. setiap tabung ditambahkan 1 mL minyak goreng dengan pelarut yang berbeda. yaitu pemeriksaan kelarutan lemak dan reaksi penyabunan dam sifat-sifat asam lemak. mentega dan minyak goreng dengan pelarut air. Pertama uji kelarutan lemak. Untuk minyak goreng dengan pelarut bensin dan eter hasil yang didapat larut. sehingga kelarutannya dalam air sangat kecil. campuran ini disebut campuran homogen. Kelarutan eter dalam air akibat terjadinya ikatan hidrogen antara molekul air yang polar dengan pasangan elektron bebas dari oksigen. larutan ikan. alkohol dan NaOH hasil yang didapat. Pada larutan larutan ikan dan susu.COO -) dan bagian yang bersifat hidrofob (R– atau alkil). Untuk . Sabun ( R COONa atau R COOK ) mempunyai bagian yang bersifat hidrofil (. alkhol dan NaOH larut. 1 mL larutan ditambahkan pelarut. untuk pelarut air. Dikarenakan larutan ikan dan larutan susu bersifat polar. eter . sedangkan pelarut tersebut bersifat polar. Untuk sifat kelarutan eter. Kelarutan suatu senyawa dalam suatu pelarut didasarkan pada suatu prinsip yang disebut dengan prinsip like dissolved like. Apabila ester ini bereaksi dengan basa maka akan terjadi saponifikasi yaitu proses terbentuknya sabun dengan residu gliserol. Bagian karboksil menuju air dan menghasilkan buih (kecuali pada air sadah). minyak goreng dan mentega bersifat nonpolar. eter dan NaOH. bensin. minyak tidak larut dan terbentuk dua fasa campuran ini disebut dengan campuran heterogen karena minyak goreng bersifat nonpolar. sedangkan alkil (R–) menjauhi air dan membelah molekul atau kotoran (flok) menjadi partikel yang lebih kecil sehingga air mudah membentuk emulsi atau suatu lapisan film dengan kotoran. Kedua. Pada pelarut tersebut bersifat nonpolar. Sabun dalam air akan bersifat basa. Lemak adalah suatu gliserida dan merupakan suatu ester. Prinsip like dissolved like yang pertama yaitu. Bahan yang akan diuji pada percobaan ini yaitu larutan susu.

Reaksi penyabunan menghasilkan gliserol sebagai hasil sampingan. yang paling banyak terbentuk sabunya yaitu pada minyak goreng.memantapkan suatu emulsi perlu ditambahkan suatu zat emulgator. Pada reaksi penyabunan ini. sampel yang digunakan mentega dan minyak goreng. Reaksi lemak atau minyak dengan suatu basa kuat seperti NaOH menghasilkan sabun. Oleh karena itu. dan ditambahkan dengan HCl akan terbentuk 2 fasa. Pada saat penambahan NaOH tersebut sambil dipanasakan pada suhu 70 oC. . kemudian ditambahkan lagi Alkohol. reaksinya disebut reaksi penyabunan (saponifikasi).

Pada larutan larutan ikan dan susu. sehingga kelarutannya dalam air sangat kecil. Pada sampel minyak goreng dan mentega untuk pelarut air. karena minyak goreng bersifat nonpolar. untuk pelarut air. Eter juga cenderung bersifat non polar.XI. 2. suatu senyawa larut pada pelarut yang mempunyai struktur yang mirip dengannya. . Kelarutan suatu senyawa dalam suatu pelarut didasarkan pada suatu prinsip yang disebut dengan prinsip like dissolved like. eter . 5. 1 mL larutan ditambahkan pelarut. sedangkan pelarut tersebut bersifat polar. Prinsip like dissolved like yang pertama yaitu. tetapi untuk pelarut bensin tidak larut. 3. Reaksi lemak atau minyak dengan suatu basa kuat seperti NaOH menghasilkan sabun. Kesimpulan 1. Dikarenakan larutan ikan dan larutan susu bersifat polar. alkhol dan NaOH larut. 4. minyak tidak larut dan terbentuk dua fasa. alkohol dan NaOH hasil yang didapat.

http://020793 ashima.com/2013 /06/laporan-praktikum-lipid.blogspot. Laporan Praktikum Biokimia. 2013.html.blogspot. 2014.Daftar Pustaka Asrul.blogspot. http://pricilasherly . http://c-31120062. Diakses tanggal 23 November 2014. Diakses tanggal 23 November 2014.com/2012/10/laporan-praktikum-biokimia-identifikasi. Laporan Praktikum Lipid. http://asrultoosilajara.html. http://inengahjuliana.wordpress. Sherly.com/2014/11/05/laporan-praktikum-biokimia-lipid/.com /2013/06/laporan-praktikum-lipida.com/2013/04/laporan-praktikum-biokimia-identifikasi1269.blogspot. 2012. Diakses tanggal 23 November 2014. Diakses tanggal 23 November 2014. 2014.ht ml. Lidha. 2013.html.com/2013/12/laporanlipid. Sinaga. Laporan praktikum biokimia indentifikasi lipid. Firma. Diakses tanggal 23 November 2014. Laporan Hasil Praktikum Uji Kelarutan. Hanis. Ashima.blogspot. com/2014/05/laporan-hasil-praktikum-uji-kelarutan. 2013. Pricila. Diakses tanggal 23 November 2014. Diakses tanggal 23 November 2014. . http://lianaros. Laporan Praktikum Biokimia Identifikasi Lipid. Laporan Lipid. Juliana. 2013. http://lidhafirma. Sari.blogspot. Rosi Maulina.html.html. Nuraini. Laporan Praktikum Lipid.