You are on page 1of 21

TUGAS FISIKA LINGKUNGAN

Energi, Radiasi dan Kecepatan Udara

Disusun Oleh :
1. Desyca Rantyana
2. Intan Suharno
3. Khantsa Rabbani akbar
4. M.Toriq Rahman
5. Wahyuni Nurhayati

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II


JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
Jl. Hang Jebat III/F3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 1212O
Telepon 021-7243687/7231826. Fax. 02172222387

Pengertian Energi
Energi adalah suatu kemampuan untuk melakukan kerja atau kegiatan. Tanpa energi, dunia
ini akan beku dan diam. Hampir seluruh kegiatan manusia memerlukan energi, karena itu
energi disebut sumber daya alam.

A. Macam macam energi


1. Energi Mekanik
Energi mekanik dibedakan menjadi dua, yaitu energi potensial dan energi kinetik. Jumlah
kedua energi tersebut dinamakan energi mekanik. Energi potensial bersifat tidak aktif
(energi tempat), sedangkan energi kinetik ini dinamakan energi gerak. Contohnya pada
mesin kendaraan bermotor.
2. Energi Panas
Energi panas disebut juga kalor. Panas adalah salah satu bentuk energi. Energi panas yang
berpindah disebut kalor, sementara suhu adalah derajat panas suatu benda. Contohnya api,
matahari, kompor yang menyala, lilin yang menyala, dan

sebagainya.

3. Energi Magnetik
Energi magnetik dapat dipahami dengan mengamati gejala yang timbul ketika dua batang
magnet yang kutub-kutubnya saling didekatkan satu dengan yang lain. Kedua kutub magnet
memiliki kemampuan untuk saling melakukan gerakan. Kemampuan itu dinamakan energi
magnetik. Semakin besar energi magnetik yang dimiliki oleh suatu magnet, semakin besar
pula gaya yang ditumbulkan oleh magnet tersebut.
4. Energi Listrik
Energi listrik ditimbulkan oleh bermacam-macam cara. Misalnya, dengan sungai atau air
terjun yang memiliki energi kinetik, angin yang dipakai untuk menggerakkan kincir angin,
dengan menggunakan accu (energi kimia), dan lain-lain.
5. Energi Kimia
Energi kimia adalah energi yang diperoleh dari proses kimia. Untuk memahami adanya
energi yang disebut energi kimia dapat melalui pengertian yang disebut reaksi eksoterm
dimana berlangsungnya reaksi kimia disertai pembebasan kalori yang disebut energi kimia.
6. Energi Bunyi
Energi bunyi dapat diartikan getaran. Getaran selaras mempunyai energi dua macam, yaitu
energi potensial dan energi kinetik. Jumlah kedua macam energi pada suatu getaran selaras

adalah tetap dan besarnya tergantung massa, simpangan, dan periode. Apabila getaran
sangat besar, maka energi bunyinya semakin besar pula.
7. Energi Nuklir
Energi nuklir didapatkan apabila suatu atom pecah menjadi atom yang lain dan pecahan
tersebut disertai pembebasan energi. Satu-satunya sumber energi nuklir terbesar adalah
uranium. Dalam kemajuan sains dan teknologi akhir-akhir ini, nuklir digunakan diantaranya
pada kapal bertenaga nuklir, pembangkit tenaga listrik, dan juga untuk keperluan kesehatan.
8. Energi Cahaya
Energi cahaya banyak diperlukan terutama oleh tumbuhan berdaun hijau yang digunakan
untuk keperluan fotosintesis. Dengan kemajuan teknologi, saat ini dapat juga digunakan
energi dari sinar yang dikelan dengan sinar laser. Dibidang kedokteran, pemakaian laser
dibidang pembedahan sedang dalam tahap percobaan.
9. Energi Matahari
Energi matahari adalah yang paling besar dan paling murah didunia ini. Matahari
memancarkan energinya dalam bentuk gelombang-gelombang radiasi. energi matahari
dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, diantaranya untuk penggerak satelit buatan,
untuk kompor matahari, proses fotosintesis pada tumbuhan hijau, dan lain-lain.

B. Interaksi antara benda dan energi

Persamaan di atas mengatakan bahwa kerja (

) sama dengan integral dari dot

product gaya ( ) di sebuah benda dan posisi benda ( ).

Energi kinetic

Energi kinetis atau energi gerak adalah energi yang dimiliki oleh sebuah benda
karena gerakannya.
maka digunakan persamaan:

Keterangan:

energi kinetik translasi


massa benda
kecepatan linier benda
Jika satuan menggunakan sistem SI, maka satuan dari massa adalah kilogram,
kecepatan dalam meter per detik, dan satuan energi kinetik dinyatakan dalam joule.
Energi

kinetik

yang

dimiliki

suatu

benda

memiliki

hubungan

dengan momentumnya dengan persamaan:

keterangan:
adalah momentum
adalah massa benda

Energi potensial
Energi potensial adalah energi yang memperngaruhi benda karena posisi
(ketinggian) benda tersebut yang mana kecenderungan tersebut menuju tak
terhingga dengan arah dari gaya yang ditimbulkan dari energi potensial tersebut.
Berlawanan

dengan energi

sebuah sistem dikarenakan

kinetik,

gerakannya,

yang

atau

adalah

gerakan

energi

dari

internal

dari

partikelnya, energi potensial dari sebuah sistem adalah energi yang dihubungkan
dengan konfigurasi ruang dari komponen-komponennya dan interaksi mereka satu
sama lain.
Ep = mgh
m : massa (kg)
g : gravitsi (m/s)
h : ketinggian (m)

Contoh Soal :

1. Buah mangga berada di pohonnya setinggi 5 m, percepatan gravitasinya 10 N/Kg.


dan diperkirakan massa mangga itu 0,8 Kg. Berapakah energy potensial yang
dimiliki oleh buah mangga itu?
Dik: h = 5 m
m = 0,8 Kg
g = 10 N/Kg
dit: Ep?
Jawab: Ep = m x g x h
= 0,8 Kg x 10 N/Kg x 5 m = 40 J
Pada saat benda dilemparkan ke atas terdapat energy potensial yang besar dan
energy kinetic yang kecil.
-- Pada saat benda dilemparkan ke atas terdapat energy potensial, diantaranya:
a. Pada saat bergerak ke atas, energy potensialnya bertambah besar
b. Pada saat jatuh atau bergerak ke bawah, energy potensialnya mengecil, dan
c. Pada saat benda sampai di tanah, energy potensialnya nol.
Energy kinetic, adalah energy yang dimiliki oleh benda yang sedang bergerak.
-- Pada saat benda dilemparkan keatas terdapat energy kinetic, diantaranya:
a. Pada saat bergerak ke atas, energi kinetiknya berkurang atau mengecil, karena
dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi.
b. Pada saat benda jatuh atau bergerak ke bawah, energy kinetiknya bertambah
besar, dan
c. Pada saat bendanya sampai ditanah, energy kinetiknya nol.

contoh soal:
2. Seorang pelari dalam waktu 10 sekon dapat menempuh jarak 100 m, dan massa
pelari itu 60 kg. berapakah energy kinetic yang dimiliki oleh pelari?
Dik: t = 10 s
S = 100 m
m = 60 kg
dit: Ek?
Jawab:
Cari dulu v: v = jarak/waktu = 100/10 = 10 m/s
Maka Ek = m x v2
Ek = 60 kg x (10 m/s)2
Ek = 3000 J = 3 KJ
Energy mekanik dapat dirumuskan:
Em = S (Ep + Ek)
Em = energy mekanik (J)
p = energy potensial (J)
Ek = energy kinetic (J)

Contoh energy mekanik yang etrdiri dari energy potensial dan energy kinetic:
a.

Durian yang masih berada dipohonnya memiliki energy potensial.

b.

Durian yang jatuh atau lepas dari pohonnya mengalami perubahan bentuk
energy potensial menjadi energy kinetic

c.

Durian yang terus melorot ke bawah memiliki energy mekanik

d.

Durian saat menyentuh tanah atau sampai ditanah energy mekaniknya nol
berubah menjadi energy bunyi, karena durian mengeluarkan bunyi yang
sangat keras saat sampai di tanah.

Hukum kekekalan energy mekanik:


a. Semakin kecil energy kinetic, maka makin besar energy potensialnya
b. Semakin kecil energy potensial, maka makin besar energy potensialnya
c. Jumlah energy kinetic dan energy mekanik selalu tetap

Energi dalam
Energi internal adalah energi kinetik dihubungkan dengan gerakan molekul-molekul,
dan energi

potensial yang

dihubungkan

dengan getaran rotasi dan

energi listrik dari atom-atom di dalam molekul. Energi internal seperti energi adalah
sebuah fungsi keadaan yang dapat dihitung dalam sebuah sistem.
Energi dalam (E) adalah total energi kinetik (Ek) dan energi potensial (Ep) yang ada di
dalam sistem. Oleh karena itu energi dalam bisa dirumuskan dengan persamaan
E = Ek + Ep

C. Perubahan Bentuk Energi


Hukum Pertama Termodinamika
Pada dasarnya merupakan hukum konservasi energi, yaitu: energi tidak dapat
diciptakan maupun dimusnahkan; energi hanya dapat diubah dari satubentuk menjadi
bentuk yang lain.
Pengertian yang lebih hakiki tentang hukum pertama termodinamika menyatakan
bahwa jika satu sistem mengalami serangkaian perubahan yang tidak terbatas kembali
kekeadaan semula, maka total perubahan energi adalah nol.
Hal ini menerangkan pada kita bahwa energi merupakan fungsi keadaan. (Hardjono
Sastrohamidjojo kimia dasar gajah mada university press) persamaannya dapat dinyatakan
sebagai berikut:
E = q + w
E = perubahan energi internal.
q = panas (kalor)

Jika sistem menyerap panas, maka energi sistem bertambah (q>0)


Jika sistem melepas panas, maka energi sistem berkurang (q<0)
w = kerja (usaha).
Jika sistem melakukan kerja, maka energi sistem berkurang (w<0)>0)
Jika E akhir awal sama, maka DE = 0

D. Macam Macam Perubahan Bentuk Energi


a. Energy kimia menjadi energy listrik, contohnya:
1. Pada batu baterai yan gsedang digunakan
2. Aki yang sedang digunakan
b. Energy listrik menjadi energy kimia, contohnya:
1. Pada waktu menyetrum aki
2. Pelapisan logam oleh logam lainnya (penyepuhan)
c. Energy gerak atau kinetic menjadi energy listrik, contohnya:
1. Pada waktu dynamo sepeda digunakan
2. Pada waktugenerator digunakan
d. Energy listrik menjad energy kinetic, contohnya:
1. Blander yang digunakan
2. Kipas angin listrik
3. Bor listrik
4. Hair drayer
e. Energy listrik menjadi energy cahaya, contohnya:
1. Lampu pijar yang digunakan
2. Lampu neon
3. Televisi
4. Computer
f. Energy listrik menjadi energy bunyi, contohnya:
1. Radio

2. Televisi
3. Vcd player
4. Tape recorder
g.

Energy listrik menjadi energy kalor atau panas, contohnya:


1. Kompor listrik yang digunakan
2. Solder listrik
3. Heater
4. Dispenser

h.

Energy nuklir menjad energy listrik, contohnya: pada PLTN

i.

Energy matahari menjadi energy listrik, contohnya pada system solar cell

j.

Energy panas atau kalor menjadi energy listrik, contohnya pada:


1. Energy panas bumi menjadi listrik (PLTG)
2. Energy uap menjadi listrik (PLTU)

E. Penggunaan energi dan pengaruhnya terhadap kesehatan lingkungan


1. Manusia dapat melakukan kegiatan karena memiliki energi didalam tubuh. Manusia
memperoleh energi dari makanan yan dimakannya. Oleh karena itu, makanan
menyebabkan manusia dapat melakukan kegiatan sehari-hari seperti bekerja,
berolah raga, belajar, menyanyi dan sebagainya. Didalam tubuh, makanan yang kita
makan akan bereaksi dengan zat-zat lain. Akibat reaksi itu terjadi penguraian bahan
makanan sehingga sehingga menghasilkan energi. Makanan sesungguhnya
merupakan bahan-bahan kimia alami. Didalam makanan tersimpan energi yang
disebut energi potensial kimia.
2. Energi kimia dapat juga diubah menjadi energi panas. Misalnya, minyak tanah yang
berasal dari dalam kompor bila dibakar menghasilkan api. Api merupakan energi
panas. Jadi, dalam hal ini energi kimia diubah menjadi energi panas.
3. Sumber energi untuk kehidupan mahluk hidup dimuka bumi berasal dari cahaya
matahari. Cahaya matahari digunakan oleh tumbuhan hijau untuk membuat

makanannya. Tumbuhan merupakan bahan makanan bagi manusia dan hewan.


Selanjutnya, makanan yang kita makan memberikan energi sehingga kita dapat
melakukan berbagai kegiatan.
4. Kita dapat memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi pengganti miyak
bumi. Sinar matahari dapat dimanfaatkan dengan cara mengumpulkan/memusatkan
sinar matahari kesatu titik sehingga terkumpul energi panas yang besar. Energi panas
ini dapat dipergunakan untuk memanaskan air atau untuk menghangatkan ruangan.
Peralatan untuk menyimpan energi matahari itu disebut fotosel. Energi matahari ini
kemudian diubah menjadi energi listrik, yang dapat digunaklan baik untuk keperluan
rumah tangga maupun industri.

Pengertian radiasi

Tiga

macam

radiasi

ion

yang

dapat

menembus

benda-benda

padat: kertas, aluminium dan timbal


Dalam fisika, radiasi mendeskripsikan setiap proses di mana energibergerak melalui
media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain. Orang awam sering
menghubungkan kata radiasi ionisasi(misalnya, sebagaimana terjadi pada senjata nuklir,
reaktor nuklir, dan zat radioaktif), tetapi juga dapat merujuk kepada radiasi elektromagnetik
(yaitu, gelombang radio, cahaya inframerah, cahaya tampak, sinar ultra violet, dan X-ray),
radiasi akustik, atau untuk proses lain yang lebih jelas.
Apa yang membuat radiasi adalah bahwa energi memancarkan (yaitu, bergerak ke
luar dalam garis lurus ke segala arah) dari suatu sumber. geometri ini secara alami

mengarah pada sistem pengukuran dan unit fisik yang sama berlaku untuk semua jenis
radiasi. Beberapa radiasi dapat berbahaya.
A. Macam- macam radiasi
1. Radiasi ionisasi
Beberapa jenis radiasi memiliki energi yang cukup untuk mengionisasi partikel. Secara
umum, hal ini melibatkan sebuah elektron yang 'terlempar' dari cangkang atom elektron,
yang akan memberikan muatan (positif). Hal ini sering mengganggu dalam sistem biologi,
dan dapat menyebabkan mutasi dan kanker.

Tiga jenis utama radiasi ditemukan oleh Ernest Rutherford, Alfa, Beta, dan sinar gamma.
radiasi tersebut ditemukan melalui percobaan sederhana, Rutherford menggunakan
sumber radioaktif dan menemukan bahwa sinar menghasilkan memukul tiga daerah
yang berbeda. Salah satu dari mereka menjadi positif, salah satu dari mereka bersikap
netral, dan salah satu dari mereka yang negatif. Dengan data ini, Rutherford
menyimpulkan radiasi yang terdiri dari tiga sinar. Beliau memberi nama yang diambil
dari tiga huruf pertama dari abjad Yunani yaitu alfa, beta, dan gamma.

Radiasi alpha ()

peluruhan alfa
Peluruhan Alpha adalah jenis peluruhan radioaktif di mana inti atom memancarkanpartikel
alpha, dan dengan demikian mengubah (atau 'meluruh') menjadi atomdengan nomor
massa 4 kurang dan nomor atom 2 kurang.
Namun, karena massa partikel yang tinggi sehingga memiliki sedikit energi dan jarak yang
rendah, partikel alfa dapat dihentikan dengan selembar kertas (atau kulit).

Radiasi beta ()

peluruhan beta
peluruhan

beta

adalah

jenis

peluruhan radioaktif di

mana

partikel

beta

(elektron ataupositron) dipancarkan.


Radiasi beta-minus ()terdiri dari sebuah elektron yang penuh energi. radiasi ini kurang
terionisasi daripada alfa, tetapi lebih daripada sinar gamma. Elektronseringkali dapat
dihentikan

dengan

beberapa

sentimeter

logam.

peluruhan neutron menjadi proton dalam nukleus,

radiasi

ini

terjadi

melepaskan partikel

ketika
betadan

sebuah antineutrino.
Radiasi beta plus (+) adalah emisi positron. Jadi, tidak seperti , peluruhan + tidak dapat
terjadi

dalam

isolasi,

karena

memerlukan

energi, massa neutron lebih

besar

daripada massa proton. peluruhan + hanya dapat terjadi di dalam nukleus ketika nilai
energi yang mengikat dari nukleus induk lebih kecil dari nukleus. Perbedaan antara energi
ini masuk ke dalam reaksi konversi proton menjadi neutron, positron dan antineutrino, dan
ke energi kinetik daripartikel-partikel

Radiasi gamma ()

peluruhan gamma

Radiasi

gamma atau sinar

elektromagnetik yang

gamma adalah

diproduksi

sebuah

bentuk

oleh radioaktivitas atau

berenergi
proses

dari radiasi
nuklir

atau subatomiklainnya seperti penghancuran elektron-positron. Radiasi gamma terdiri dari


foton dengan frekuensi lebih besar dari 1019 Hz. Radiasi gamma bukan elektron atau
neutron sehingga tidak dapat dihentikan hanya dengan kertas atau udara, penyerapan sinar
gamma lebih efektif pada materi dengan nomor atom dan kepadatan yang tinggi. Bila sinar
gamma bergerak melewati sebuah materi maka penyerapan radiasi gamma proporsional
sesuai dengan ketebalan permukaan materi tersebut.
2. Radiasi non-ionisasi
Radiasi non-ionisasi, sebaliknya, mengacu pada jenis radiasi yang tidak membawa energi
yang cukup per foton untuk mengionisasi atom atau molekul. Ini terutama mengacu pada
bentuk energi yang lebih rendah dari radiasi elektromagnetik (yaitu, gelombang radio,
gelombang mikro, radiasi terahertz, cahaya inframerah, dan cahaya yang tampak). Dampak
dari bentuk radiasi pada jaringan hidup hanya baru-baru ini telah dipelajari. Alih-alih
membentuk ion berenergi ketika melewati materi, radiasi elektromagnetik memiliki energi
yang cukup hanya untuk mengubah rotasi, getaran atau elektronik konfigurasi valensi
molekul dan atom. Namun, efek biologis yang berbeda diamati untuk berbagai jenis radiasi
non-ionisasi

Radiasi Neutron

Radiasi Neutron adalah jenis radiasi non-ion yang terdiri dari neutron bebas. Neutron ini
bisa mengeluarkan selama baik spontan atau induksi fisi nuklir, proses fusi nuklir, atau dari
reaksi nuklir lainnya. Ia tidak mengionisasi atom dengan cara yang sama bahwa partikel
bermuatan seperti proton dan elektron tidak (menarik elektron), karena neutron tidak
memiliki muatan. Namun, neutron mudah bereaksi dengan inti atom dari berbagai elemen,
membuat isotop yang tidak stabil dan karena itu mendorong radioaktivitas dalam materi
yang sebelumnya non-radioaktif. Proses ini dikenal sebagai aktivasi neutron.

Radiasi elektromagnetik

Radiasi elektromagnetik mengambil bentuk gelombang yang menyebar dalam udara kosong
atau dalam materi. Radiasi EM memiliki komponen medan listrik dan magnetik yang

berosilasi pada fase saling tegak lurus dan ke arah propagasi energi.Radiasi
elektromagnetik diklasifikasikan ke dalam jenis menurut frekuensi gelombang, jenis ini
termasuk (dalam rangka peningkatan frekuensi): gelombang radio, gelombang mikro, radiasi
terahertz, radiasi inframerah, cahaya yang terlihat, radiasiultraviolet, sinar-X dan sinar
gamma. Dari jumlah tersebut, gelombang radio memiliki panjang gelombang terpanjang
dansinar

gamma memiliki

disebut spektrum yang

dapat

terpendek.
dilihat

Sebuah

atau

cahaya,

jendela
yang

kecil frekuensi,
dilihat

dengan

yang
mata

berbagai organisme, dengan variasi batas spektrum sempit ini. EM radiasi membawa energi
danmomentum, yang dapat disampaikan ketika berinteraksi dengan materi.

Cahaya

Cahaya adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang yang terlihat oleh mata
manusia (sekitar 400-700 nm), atau sampai 380-750 nm. Lebih luas lagi, fisikawan
menganggap cahaya sebagai radiasi elektromagnetik dari semua panjang gelombang, baik
yang terlihat maupun tidak.

Radiasi termal

Radiasi termal adalah proses dimana permukaan benda memancarkan energi panas dalam
bentuk gelombang elektromagnetik. radiasi infra merah dari radiator rumah tangga biasa
atau pemanas listrik adalah contoh radiasi termal, seperti panas dan cahaya yang
dikeluarkan oleh sebuah bola lampu pijar bercahaya. Radiasi termal dihasilkan
ketika panasdari

pergerakan partikel bermuatan

dalam atom diubah

menjadi radiasi

elektromagnetik. Gelombang frekuensi yang dipancarkan dari radiasi termal adalah


distribusi probabilitas tergantung hanya pada suhu, dan untuk benda hitam asli yang
diberikan oleh hukum radiasi Planck. hukum Wien memberikan frekuensi paling mungkin
dari radiasi yang dipancarkan, danhukum Stefan-Boltzmann memberikan intensitas panas.

Pancaran kalor secara radiasi mengikuti Hukum Stefan Boltzmann:

W = e . s . T4
Ket :
W = intensitas/energi radiasi yang dipancarkan per satuan luas per satuan waktu
s = konstanta Boltzman =5,672 x 10-8 watt/cm2.K4
e = emisivitas (o < e < 1) T = suhu mutlak (K)
Kemampuan suatu bahan untuk menyerap radiasi dinamakan sebagai emisivitas (). Benda
hitam mempunyai emisivitas = 1 sedangkan benda mengkilap mempunyai emisivitas = 0.

B. Sifat Sifat Radiasi


Apabila suatu gelombang elektromagnetik mengenai suatu permukaan atau medium
maka gelombang tersebut bisa dipantulkan atau diteruskan oleh media tersebut. Pada saat
melalui medium, gelombang secara berkelanjutan akan mengalami pengurangan.
Jika pengurangan tersebut berlangsung sampai tidak ada lagi gelombang yang
akan menembus permukaan yang dikenainya maka permukaan ini disebut sebagai benda
yang bertingkah laku sebagai benda hitam. Jika gelombang melalui suatu medium tanpa
mengalami pengurangan, hal ini disebut sebagai benda/permukaan transparan. Jika hanya
sebagian dari gelombang yang mengalami pengurangan maka medium disebut sebagai
permukaan semi transparan.
Permukaan benda hitam tidak akan memantulkan cahaya radiasi yang diterimanya,
karenanya benda hitam disebut sebagai benda penyerap paling baik, dan benda tersebut
terlihat berwarna hitam.

Hukum Pergeseran Wien


maks T = C
Keterangan :
maks = panjang gelombang radiasi maksimum (m)
C = Konstanta Wien = 2,898 x 103 m.K
T = suhu mutlak benda (Kelvin)
C, L = 0,05 m, dan k = 1,5

C. Penggunaan dan pengaruh radiasi dalam kesehatan lingkungan


1. Radiasi dan zat radioaktif digunakan untuk diagnosis, pengobatan, dan penelitian. sinar
X, misalnya, melalui otot dan jaringan lunak lainnya tapi dihentikan oleh bahan padat.
Properti sinar X ini memungkinkan dokter untuk menemukan tulang rusak dan untuk
menemukan kanker yang mungkin tumbuh dalam tubuh. Dokter juga menemukan
penyakit tertentu dengan menyuntikkan zat radioaktif dan pemantauan radiasi yang
dilepaskan sebagai bergerak melalui substansi tubuh.
2. Para peneliti menggunakan atom radioaktif untuk menentukan umur bahan yang dulu
bagian dari organisme hidup. Usia bahan tersebut dapat diperkirakan dengan
mengukur

jumlah karbon radioaktif mengandung

dalam

proses

yang

disebut

penanggalan radiokarbon. Kalangan ilmuwan menggunakan atom radioaktif sebagai


atom pelacak untuk mengidentifikasi jalur yang dilalui oleh polutan di lingkungan.

Pengertian kecepatan angin


Kecepatan angin adalah kecepatan udara yang bergerak secara horizontal pada ketinggian
dua meter diatas tanah.Kecepatan angin akan berbeda pada permukaan yang tertutup oleh
vegetasi dengan ketinggian tertentu
A. Proses terjadinya angin
Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan
sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun karena udaranya berkurang.
Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara
menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi
dan naik kembali.Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamakan
konveksi.

Angin

B. Faktor Faktor Terjadinya Angin


Faktor-faktor yang menyebabkan angin terhadi antara lain adalah:

Gradien Barometris, yaitu bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari
dua isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat
tiupan anginnya.

Lokai, kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat daripada angin yang jauh
dari garis khatulistiwa.

Tinggi Lokasi, semakin tinggi lokasinya semakin kencang pula angin yang bertiup. Hal
ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menhambat laju udara. Di
permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan
gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempa, gaya gesekan ini semakin
kecil.

Waktu, Angin bergerak lebih cepat pada siang hari, dan sebaliknya terjadi pada
malam hari.
Sebenarnya yang kita lihat saa angin berhembus adalah partikel-partikel ringan

seperti debu yang terbawa bersama angin. Angin bisa kita rasakan hembusannya karena kita
mempunyai indra perasa, yaitu kulit, sehingga kita bisa merasakannya.

C. Dampak adanya angin


1. Angin untuk menggerakan perahu layar menelusuri nusantara, bahkan untuk menembus
batas lintas negara, misalnya seperti Orang Buton.
2. Angin sebagai tenaga listrik pengganti bahan bakar diesel atau batubara, di negara
Australia angin digunakan sebagai tenaga listrik pengganti bahan bakar diesel atau
batubara.
3. Angin sangat untuk perjalanan para nelayan pulang dan pergi.
4. Angin berfungsi sebagai instrument untuk membantu take-off atau landing pesawat di
landasan pacu bandara.
5. Angin juga bermanfaat untuk menghilangkan rasa panas dan gerah. seperti pada alat
kipas angin.
Selain bermanfaat angin juga dapat menimbulkan masalah.
6. Angin Puting Beliung adalah angin yang berputar dalam waktu yang sangat singkat sekitar
3 sampai 5 menit, sering terjadi di darat dengan radius sekitar 5 - 10 km.
7. Angin puting beliung dapat membuat atap - atap rumah semi permanen berterbangan
dan dapat membuat pohon tumbang. Agar terhindar dari terjangan angin puting beliung
perlu di ambil langkah antisipatif berikut :
* Menebang dahan - dahan dari pohon yang rimbun dan tinggi untuk mengurangi beban
berat pada pohon tersebut
* Memperkuat atap rumah yang sudah rapuh
* Cepat berlindung atau menjauh dari tempat kejadian, bila menetahui adanya indikasi
akan terjadi puting beliung.
8. Angin Topan (Badai Tropis) adalah angin yang berputar dengan skala yang lebih lama
sekitar 3 - 7 hari, selalu terjadi di laut dengan daya rusak mencapai ribuan km, Indonesia
termasuk negara yang tidak akan pernah dilintasi angin tersebut, namun demikian untuk
wilayah yang dekat dengan angin topan akan merasakan dampak tidak langsungnya, antara
lain:
* Peningkatan kecepatan angin > 20 knots atau 37 km/jam
* Gelombang tinggi > 2.5 m
* Hujan lebat dan angin kencang pada radius 1000 km dari pusat badai
ALAT UNTUK MENGUKUR ANGIN
Alat untuk mengukur angin antara lain:

Anemometer, adalah alat yang mengukur kecepatan angin.

Anemometer

Wind Vane, adalah alat untuk mengetahui arah angin.

Windvane

Windsock, adalah alat untuk mengetahui arah angin dan memperkirakan besar kecepatan
angin, yang biasanya banyak ditemukan di bandara-bandara.

Windsock

Contoh, energi kinetik dari sebuah benda yang bermassa 80 kilogram bergerak dengan
kecepatan 18 meter per detik, maka energi kinetiknya adalah

Ek = (1/2) 80 182 J = 12.96 kiloJoule (kJ)


Karena besaran energi kinetik berbanding lurus dengan kuadrat kecepatannya, maka sebuah
objek yang kecepatannya meningkat dua kali lipat, maka benda itu mempunyai energi
kinetik 4 kali lipat dari semula. Contohnya adalah, sebuah mobil yang bergerak dengan
kecepatan 2 kali dari kecepatan mobil lainnya, maka mobil itu juga membutuhkan jarak 4
kali lebih jauh untuk berhenti, diasumsikan besar gaya pengeremannya konstan.

Daftar pustaka
http://wawasan-terpanas.blogspot.com/2013/04/manfaat-dan-kerugian-anginbagi.html#sthash.NBlqVKoa.dpuf
http://softilmu.blogspot.com/2013/07/pengertian-dan-macam-macam-angin.html
http://harunarcom.blogspot.com/2014/03/proses-terjadinya-angin-dan-jenis-jenis.html
http://rajinbelajar.net/pengertian-kecepatan-angin#.VCaAEmeSzfI
http://macam-macamrumusfisika.blogspot.com/p/usaha-dan-energi.html
http://id.wikipedia.org/w/index.php?search=rumusrumus+energi&title=Istimewa%3APencarian&go=Tuju+ke
http://www.academia.edu/7535338/Fisika_dan_Prinsip_Ekonomi
https://www.batan.go.id/ensiklopedi/08/01/02/02/08-01-02-02.html