You are on page 1of 14

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISA OBAT

Penetapan Kadar Benzocain + ZnO dalam Vaselin

Penyusun :
Ni Made Indri Widanti

1143050078

Fakultas Farmasi
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

titrasi substitusi dan titrasi tidak langsung. Titrasi langsung merupakan metode yang paling sederhana dan sering dipakai. sedangkan untuk suasana asam digunakan asam klorida. Prinsip Percobaan Benzocain : nitrimetri / reaksi diazotasi ZnO : Kompleksometri III. Menetapkan kadar Benzocain dalam vaselin secara nitrimetri. Tujuan Percobaan 1. Teori a. b. Titrasi kompleksometri terdiri dari titrasi langsung.Penetapan Kadar Benzocain + ZnO dalam Vaselin I. baik bebas atau berbentuk ion. baik bebas atau terikat pada molekul yang atom atau ion non logam. Menetapkan kadar ZnO dalam vaselin secara kompleksometri. Sedangkan sebagai akseptor yaitu yang dapat menerima atau bersama-sama mengikat pasangan elektron tersebut dan biasanya adalah atom logam atom yang netral. Setiap atom atau ion non logam. Karena asam nitrit tidak stabil maka diganti dengan NaNO₂ yang merupakan garam dari asam nitrit. titrasi kembali. . 2. II. Metode ini didasarkan pada reaksi dazotasi yakni reaksi antara amina aromatik primer dengan asam nitrit dalam suasana asam. dapat bertindak sebagai donor asalkan dapat memberikan pasangan elektron. Larutan ion yang akan ditetapkan ditambah dengan dapar. Kompleksometri ( Gravimetri dan Volumetri hal 173 ) Senyawa kompleks dapat didefinisikan sebagai senyawa yang terbentuk antara dua senyawa asam basa menurut Lewis. Nitrimetri ( Volumetri dan Gravimetri hal 231 ) Metode nitrimetri adalah metode penetapan kadar secara kuantitatif dengan menggunakan larutan baku NaNO₂.

mudah larut pada etanol.19 Benzocain yang telah dikeringkan diatas fosfor pentoksida P selama 3 jam mengandung tidak kurang dari 98. stabil di udara.0 dan tidak lebih dari 101. bersifat anastesi local pada lidah.83 Zink oksida yang baru dipijarkan mengandung tidak kurang dari 99 100. tidak berbau.5 dan tidak lebih dari ZnO.misalnya dapar pH 10 lalu ditambah indicator logam yang sesuai dan dititrasi langsung dengan larutan baku Na₂EDTA.1 M setara dengan 16. Monografi a. Kelarutan : sangat sukar larut dalam air. putih atau putih kekuningan. Aethylis Aminobenzoas ( Farmakope Indonesia Edisi IV halaman 66 ) Benzocain O CH3 C H2 NH2 O benzocain BM = 165. tidak berbau. lambat laun menyerap karbondioksida dari udara. dalam kloroform dan dalam eter. Pemerian : serbuk amorf sangat halus. IV. Zinci Oxydum / Zink oksida ( Farmakope Indonesia Edisi IV halaman 835 ) BM = 81.0 . . Pemerian : hablur kecil atau serbuk hablur putih. larut dalam asam encer. agak sukar larut dalam minyak zaitun dan minyak amandel. 1 ml NaNO₂ 0.52 mg b.

Statip 2. Alat dan Bahan Alat : 1. titrasi dengan NaNO₂ . Klem buret 3. Panaskan larutan hingga mendidih.1 M ( Farmakope Indonesia Edisi III halaman 749 ) Larutkan 7. HCl encer 4. tambahkan suspensi 5 g pati dalam 35 ml air sambil diaduk. Prosedur kerja a.1 M ( Farmakope Indonesia Edisi III halaman 749 ) Timbang seksama 500 mg sulfanilamida yang sebelumnya telah dikeringkan pada suhu 105 selama 3 jam. Erlenmeyer 4. Campur kedua larutan lalu tambahkan 1000 ml air. Pembakuan NaNO₂ 0.Kelarutan : tidak larut dalam air dan dalam etanol.69 mg ZnO V. Dapar ammonia pH 10 7. Spatel VI. Larutkan 2 g ZnCl₂ dalam 10 ml air. Pembuatan pasta kanji iodide ( Gravimetri dan volumetri halaman 235 ) Larutkan 750 mg kalium iodida dalam 5 ml air. larut dalam asam encer. Pembuatan HCl encer ( Farmakope Indonesia Edisi III halaman 649 ) Disiapkan 17 ml HCl pekat dalam 100 ml air. masukkan dalam gelas kimia. Pembuatan NaNO₂ 0. 1 ml Asam sulfat 1 N setara dengan 40. Gelas ukur 6. Buret Bahan : 1. Dinginkan hingga suhu 15 .5 g NaNO₂ dalam air secukupnya ad 100 ml 2. 3. Na₂EDTA 5. 4. Pasta kanji iodida 3.1 M 2. EBT 6. Didihkan selama 2 menit. Dinginkan. NaNO₂ 0. tambahkan 50 ml dan 5 ml asam klorida aduk hingga larut. Beaker gelas 5. Nitrimetri 1.

6 g Na₂EDTA dalam air ad 1000 ml. Titrasi dengan larutan Na₂EDTA. Tambahkan 50 ml EBT (pengenceran NaCl 1:100). 2.7 larutkan dalam 100 ml air. Pembuatan EBT (Penuntun Praktikum Kimia Kualitatif halaman 12 ) . 1 ml Na₂EDTA setara dengan 4. Penetapan kadar Benzocain ( Farmakope Indonesia Edisi IV halaman 66 ) Timbang seksama 30 mg yang sebelumnya telah dikeringkan.22 mg Sulfanilamid 5. Titrasi dengan larutan Na₂EDTA 0. Penetapan kadar (Penuntun Praktikum Kimia Kualitatif halaman 76 ) 200 mg Zn dilarukan dalam 25 ml air tambahkan 3 ml larutan buffer PH 9-10.1 M hingga terjadi perubahan warna biru dengan segera bila larutan yang dititrasi digoreskan pada kertas kanji iodida.1 M setara dengan 1. Pembuatan larutan Na₂EDTA ( Analisa Kuantitatif Bahan Baku dan Sediaan farmasi halaman 89 ) Larukan 18. 1 ml NaNO₂ 0.1 M kemudian digoreskan pada kertas kanji iodida memberikan warna biru seketika. 5. Pembakuan Na₂EDTA 0.1 M 17.069 mg ZnO 3. Titrasi dinyatakan selesai bila campuran yag telah didiamkan selama 5 menit masih memberikan warna biru jika digoreskan pada kertas kanji iodida. Pembuatan dapar ammonia PH 10 EDTA ( Analisa Kuantitatif Bahan Baku dan Sediaan farmasi halaman 89 ) Larutkan 5.0. Kompleksometri 1. dinginkan dalam tangas air es hingga suhu 10 .52 mg b. Titrasi dengan NaNO₂ 0. warna ungu menjadi biru.05M ( Analisa Kuantitatif Bahan Baku dan Sediaan farmasi halaman 90 ) Timbang seksama 100 mg .4 g dalam 70 ml dan encerkan dengan air hingga 100 ml.05M hingga warna berubah dari merah violet menjadi biru muda. 1 ml NaNO2 0. Tambahkan 3 ml buffer ammonia (PH10) dan 40-50 mg EBT dalam NaCl (1:100). 4. larutkan dalam campuran 100 ml air dan 15 ml HCl p.

Penetapan kadar + HCl  NH3+Cl + HONO + NH3 Cl - NH2 N=O NH2 H N=N O N Cl Cl 3. Indicator luar NaNO₂ + HCl  NaCl + KI + HCl  KCl + HI 2HI + 2  + 2NO + 2 b.Campuran bagian eryocrom dengan 100 bagian NaCl. Pembakuan NaNO₂ + HCl  NaCl + + HONO Sulfonamida + HONO < 15 < 15 Garam diazonium 2. VII. Nitrimetri 1. Pembakuan ZnO Zn2+ + O3S O-Zn-O OH HO N= N=N NO2 ZnEBT + Na2EDTA . Kompleksometri 1. Reaksi a.

114.13 mg No.45 ml 2.6 mg 6. Penetapan kadar ZnO+2HCl ZnCl+H2O ZnCl+EBT ZnEBT+2Cl- ZnEBT + +EBT(biru) Na2EDTA Z n ZnEDTA VIII.52 mg = 110. Pembakuan Berat = x vol buret x kesetaraan = x 10 ml x 1. 114. Data percobaan a.5ml 3. 114.+O3S N=N NO2 +Na2EDTA EBT (Biru) 2.5ml Perhitungan : 1) Mgrek titran = Mgrek titrat VxM= . Nitrimetri 1.5 mg 6.5 mg 6. Berat sulfanilamid (mg) Volume NaNO₂ (ml) 1.

Penetapan kadar Benzocain  Data penetapan kadar I No. 111.1022 3) Mgrek titran = Mgrek titrat VxM= 6.6.45 ml x M = M = 0.1022 Rata – rata konsentrasi NaNO₂ yang sebenarnya : M 2.85 2. 111.5 ml x M = M = 0. Berat sampel ( mg) Volume NaNO₂ (ml) 1. 111.5 ml x M = M = 0.7 1.5 1.5 1.9 Perhitungan : 1) Kadar = = ( ) x x x 100 x 100 .1031 2) Mgrek titran = Mgrek titrat VxM= 6.9 3.

55 2. Berat sampel ( mg) Volume NaNO₂ (ml) 1.6 Perhitungan : 1) Kadar = ( ) = x x x 100 x 100 = 24.17 2) Kadar = ( ) x = x x 100 x 100 = 28.4 1. 111.6 1.05 2) Kadar = ( ) x x 100 .6 3.85 3) Kadar = ( ) x = x x 100 x 100 = 28.1 1. Penetapan kadar Benzocain  Data penetapan kadar II No.80 Rata-rata kadar benzocain ( sampel ) : 3. 111.= 28. 109.

27 Rata-rata kadar benzocain ( sampel ) 4. Pembakuan Berat = x vol buret x kesetaraan = x 10 ml x 4. Kesimpulan  Konsentrasi NaNO2 sebenarnya yaitu 0.12 mg No. 54.8 ml 2.5 mg 3.069 mg = 27.7 mg 3.8 ml . Kompleksometri 1. Berat (mg) Volume Na₂EDTA (ml) 1.75 ml 3.21 % b. 54.61 %  Kadar benzocain II dalam vaselin yaitu 24.32 3) Kadar = ( ) = x x x 100 x 100 = 24.8 mg 3.= x x 100 = 24.1025M  Kadar benzocain I dalam vaselin yaitu 28. 54.

0500 Rata – rata konsentrasi Na₂EDTA yang sebenarnya : M 2.0501 2) Mgrek titran = Mgrek titrat VxM= 3. 30. 30.8ml 3.8ml x M = M = 0.75ml Perhitungan : .8ml x M = M = 0. 30.8ml 2.2 mg 0.3 mg 0.0505 3) Mgrek titran = Mgrek titrat VxM= 3.75ml x M = M = 0.1 mg 0. Berat ZnO (mg) Volume Na₂EDTA (ml) 1.Perhitungan : 1) Mgrek titran = Mgrek titrat VxM= 3. Penetapan kadar ZnO  Data penetapan kadar I No.

30. Penetapan kadar ZnO  Data penetapan kadar II No.97 x x x 100 x 100 .1ml 2.17 Rata – rata kadar ZnO (sampel) : = 10. Berat ZnO (mg) Volume Na₂EDTA (ml) 1.78 3) Kadar = ( ) x = x x 100 x 100 = 10.82 2) Kadar = ( ) x = x x 100 x 100 = 10.3 mg 1. 30.59 3.0 mg 1. 30.1ml 3.1ml Perhitungan : 1) Kadar = ( ) = = 14.2 mg 1.1) Kadar = ( ) x = x x 100 x 100 = 10.

83 3) Kadar = ( ) = x x x 100 x 100 = 14.0502 M  Kadar ZnO I dalam vaselin yaitu 10.89 4.59%  Kadar ZnO II dalam vaselin yaitu 14. Kesimpulan  Konsentrasi Na2EDTA sebenarnya yaitu 0.2) Kadar = ( ) = x x x 100 x 100 = 14.88 Rata – rata kadar ZnO ( sampel ) : = 14.89 .