You are on page 1of 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia secara geologis terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama yaitu :
Lempeng Eropa-Asia, India-Australia dan Pasifik yang berperan dalam proses
pembentukan gunung api di Indonesia. Kondisi geologi ini memberikan kontribusi nyata
akan ketersediaan energi panas bumi di Indonesia. Manifestasi panas bumi yang
berjumlah tidak kurang dari 244 lokasi tersebar di P. Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan,
Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, P. Sulawesi, Halmahera dan Irian Jaya,
menunjukkan betapa besarnya kekayaan energi panas bumi yang tersimpan di dalamnya.
Penyelidikan energi panas bumi di Indonesia dimulai sekitar tahun 1920 dan
pengusahaannya berkembang dari tahun ke tahun. Untuk itu sangat diperlukan usahausaha yang harus dilakukan supaya sumber daya panas bumi tersebut yang terdapat di
Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tepat. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan yaitu dengan memperkirakan atau mengestimasi sumber daya, cadangan dan
potensi listrik panas bumi. Apa itu estimasi sumber daya, cadangan dan potensi listrik
panas bumi, bagaimana, serta mengapa penting untuk melakukan estimasi? Materi
tentang estimasi sumber daya, cadangan dan potensi listrik panas bumi akan dibahas lebih
lanjut dalam makalah ini.

1.2.Rumusan Masalah
-

Apa yang dimaksud dengan estimasi sumber daya, cadangan dan potensi listrik
panas bumi?

-

Metode apa saja yang ada dalam estimasi sumber daya, cadangan dan potensi
listrik?

1.3. Tujuan Penelitian
-

Untuk memenuhi tugas sistem panas bumi materi estimasi sumber daya, cadangan
dan potensi listrik panas bumi.

-

Untuk mengetahui pengertian estimasi sumber daya, cadangan dan potensi listrik
panas bumi.

-

Untuk mengetahui metode apa saja yang ada dalam estimasi sumber daya,
cadangan dan potensi listrik?
1

Metode untuk estimasi sumber daya.Pengertian estimasi sumber daya.1.1. Oleh karena itu potensi energi sumber daya panas bumi diperkirakan berdasarkan potensi lapangan lain yang memiliki kemiripan kondisi geologi.2. 2 . Dengan metoda perbandingan besarnya sumberdaya panasbumi di suatu daerah prospek panasbumi dapat diperkirakan dengan cara sebagai berikut: Hel = A x Qel (2. Luas prospek pada tahapan ini dapat diperkirakan dari penyebaran manifestasi permukaan dan pelamparan struktur geologinya secara global.BAB II PEMBAHASAN 2. Prinsip dasar metode perbandingan adalah menyetarakan besar potensi energi suatu daerah panas bumi baru (belum diketahui potensinya) dengan lapangan lain yang telah diketahui potensinya dan memiliki kemiripan kondisi geologi. cadangan (recoverable reserve) dan potensi listrik panas bumi.1) dimana: Hel = Besarnya sumber daya (MWe).2. karakteristik reservoir. A = Luas daerah prospek panas bumi (km2). 2. Metode perbandingan Metode ini digunakan apabila penyelidikan ilmu kebumian yang dilakukan baru sampai pada tahap penyelidikan penyebaran manifestasi permukaan dan pelamparan struktur geologinya secara global (permulaan eksplorasi). Pada tahap ini belum ada data yang dapat dipergunakan untuk memperkirakan besarnya sumber daya dengan menggunakan metode lain (secara matematis atau numerik). 2. geokimia dan geofisika. serta estimasi kesetaraan listrik. cadangan dan potensi listrik panas bumi Ada beberapa metode untuk memperkirakan besarnya sumber daya (resources). cadangan dan potensi listrik panas bumi Metode estimasi potensi energi panas bumi adalah cara untuk memperkirakan besarnya potensi energi listrik di suatu daerah/lapangan panas bumi berdasarkan hasil penyelidikan geologi.

T (2. maka massa batuan adalah: mr = V.c. Perhitungan dilakukan berdasarkan kandungan energi panas didalam batuan dan didalam fluida (uap dan air) sebagai berikut: Panas yang terkandung di dalam reservoir = Panas yang tersimpan dalam batuan + Panas yang tersimpan dalam fluida Data yang diperlukan untuk perhitungan adalah:  Data luas daerah  Ketebalan  Temperatur reservoir  Porositas saturasi air dan uap  Densitas batuan  Daya hantar panas batuan  Densitas uap dan air  Energi dalam uap dan air Panas yang tersimpan dalam batuan Panas yang terkandung di dalam batuan yang mempunyai massa m.3) Apabila A adalah luas reservoir dan h adalah ketebalannya maka persamaan di atas menjadi: 3 . kapasitas panas c dan temperatur T. banyaknya energi panas bumi yang dapat dimanfaatkan pada kenyataannya (cadangan) dan besarnya energi listrik yang dapat dihasilkannya (potensi listrik tenaga panas bumi) telah diuraikan oleh O’Sullivan (1986). Metode volumetrik Metoda yang umum digunakan untuk perhitungan sumberdaya panasbumi (resources).Qel = Daya listrik yang dapat dibangkitkan persatuan luas (MWe/km2) 2.ρr (2.2. dapat ditentukan berdasarkan persamaan dasar berikut: Q = m. adalah porositas batuan dan ρ adalah densitasnya.2.(1-φ).2) Jadi apabila V adalah volume reservoir (bulk volume) φ.

ρv.Sv.ρL (2.13) Dimana: He= kandungan energi panas (kJ) A = luas daerah panas bumi (m2) 4 .ρr (2.cr.[(1-φ) ρr cr T + φ (SL ρL uL + Sv ρv uv) (2.4) Apabila batuan mempunyai kapasitas panas cr.h.h.SL.ρL (2.6) akan diperoleh persamaan yang menyatakan panas yang terkandung di dalam uap dan air (Qe) sebagai berikut: Qe = A. ditentukan berdasarkan persamaan dasar berikut: Qe = mL uL + mV uV (2.ρL. Persamaan tersebut adalah: Qr = A.SL.h.ρv (2.(1-φ).ρv (2.11) Persamaan diatas dapat dituliskan kembali sebagai berikut: Qe = A.9) mv = .Sv.SL.2) akan diperoleh persamaan yang menyatakan panas yang terkandung di dalam batuan (Qr).Sv.5) Panas yang tersimpan dalam fluida Energi yang terkandung di dalam air dan uap yang masing-masing mempunyai massa mL dan mV.(1-φ).uv) (2.8) Apabila A adalah luas reservoir dan h adalah ketebalannya maka kedua persamaan diatas menjadi: mL = A.h.uL + Sv.7) mv = v.6) φ.φ.ρv.ρL.φ.10) Apabila kedua persamaan tersebut disubstusikan ke persamaan (2.uL + A.12) Dengan demikian kandungan energi panas didalam reservoir (di dalam batuan dan fluida) adalah sebagai berikut: He = A.h.h.φ.φ. maka dengan mensubstitusikan persamaan (2.φ.uv (2.mr = A. energi dalam uL dan uV. saturasi air dan saturasi uap masing-masing SL dan Sv dan densitasnya ρL dan ρV maka massa air dan massa uap yang mengisi pori-pori batuan dapat dinyatakan oleh persamaan berikut : mL = v.(SL.ρr.T (2.φ.h.4) ke persamaan (2.h.φ.

19) 5 .16) 4.15) 3. yaitu energi listrik yang dapat dibangkitkan untuk kurun waktu t tahun (MWe) dengan cara sebagai berikut: (2. Hitung besarnya potensi listrik. dapat dihitung dengan prosedur sebagai berikut: 1. Hitunglah kandungan energi pada keadaan awal (initial) atau besarnya sumberdaya panas bumi dengan persamaan sebagai berikut: Hei = A.14) 2.[(1-φ) ρr cr Tf + φ (SL ρL uL + Sv ρv uv)f] (2.H = tebal reservoir (m) T = temperatur reservoir (oC) SL = saturasi air (fraksi) Sv = saturasi uap (fraksi) UL = energi dalam air (kJ/kg) Uv = energi dalam uap (kJ/kg) Φ = porositas batuan reservoir (fraksi) Cr = kapasitas panas batuan (kJ/kg0C) ρr = density batuan (kg/m3) ρL = density batuan (kg/m3) ρV = density batuan (kg/m3) Proses Perhitungan Besarnya energi panas yang dapat dimanfaatkan (cadangan) dan diubah menjadi energi listrik (potensi listrik).h.[(1-φ) ρr cr Ti + φ (SL ρL uL + Sv ρv uv)i] (2. yaitu energi panas yang dapat dimanfaatkan untuk kurun waktu t tahun (biasanya 25-30 tahun) dengan persamaan berikut: (2. Hitunglah kandungan energi pada keadaan akhir (T final): Hef = A.h. Hitung besarnya cadangan.17) 5. Hitung energi panas bumi yang dapat dimanfaatkan pada kenyataanya (=besarnya cadangan bila dalam kJ) Hde = Rf Hth (2. Hitung maksimum energi yang dapat dimanfaatkan: Hth = Hei – Hef (2.18) Hthermal mempunyai satuan MWthermal 6.

5. 4. 10. 11. Luas daerah reservoir (m2). 3. 4. Faktor konversi listrik 10 %. Lama waktu pembangkitan listrik (tahun).atau: Hel= (2. 2. kJ Hth = Maksimum energi panas bumi yang dapat dimanfaatkan. 3. Temperatur pada keadaan akhir (0C). oC Hei = Kandungan energi didalam batuan dan fluida pada keadaan awal.Mwe Hel = Energi listrik yang dapat dibangkitkan selama kurun waktu tertentu. Kapasitas panas batuan (kJ/kg 0C). Faktor perolehan (fraksi). kJ Hef = Kandungan energi di dalam batuan dan fluida pada keadaan akhir. 8. Temperatur reservoir pada keadaan awal (0C).Mwe Rf = Faktor perolehan. Ketebalan reservoir (m). 7. Densitas batuan (kg/m3). Temperatur akhir (abandon temperatur) = 180 oC. Data yang diperlukan: 1. Faktor konversi listrik (fraksi). kJ Hthermal = Energi panas bumi yang dapat dimanfaatkan selama kurun waktu tertentu. Lama pembangkitan listrik 25-30 tahun. % t = Lama waktu (umur) pembangkitan listrik (tahun) = Faktor konversi listrik Asumsi-asumsi yang umum digunakan dalam perhitungan adalah : 1. Porositas batuan (fraksi). Saturasi air dan saturasi uap pada keadaan akhir (fraksi). 2. kJ Hde = Energi panas bumi yang dapat dimanfaatkan pada kenyataannya. 9. Saturasi air dan saturasi uap pada keadaan awal (fraksi). 12. 6.20) dimana: Ti = Temperatur reservoir pada keadaan awal (0C) Tf = Temperatur reservoir pada keadaan akhir (energi panasbumi tidak ekonomis lagi untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik). Faktor perolehan 25%. 6 .

2.3. temperatur. b. Kegiatan pemodelan dapat dilakukan dengan membagi sistem reservoir menjadi sejumlah blok atau grid yang satu sama lain saling berhubungan. temperatur. kandungan air dan kandungan uap didalam reservoir serta sifat fluidanya. Dalam proses perhitungan. laju alir masa dan entalpi fluida terhadap waktu. Penerapan Metode Simulasi Reservoar Metode ini umumnya digunakan pada lapangan panas bumi yang mempunyai sumur telah berproduksi. yaitu kondisi reservoir. baik secara lateral maupun secara vertikal dapat diperhitungkan. Hasil perhitungan yang didapat berupa :  Perubahan tekanan dan temperatur terhadap kedalaman.  Perubahan tekanan. struktur batuan dan lokasi sumur. Dengan metode ini reservoir dimodelkan sebagai suatu sistem yang terdiri dari sejumlah blok dan masing-masing saling berhubungan. sehingga keanekaragaman sifat batuan dapat diketahui dari data sumur bor. diperlukan simulator reservoir yang harganya relatif mahal dan diperlukan keahlian khusus untuk mengoperasikannya. Untuk mendapatkan kondisi awal reservoir (natural state). perlu dilakukan perhitungan dengan waktu yang lama sehingga diperoleh kondisi setimbang (steady). Prinsip metode simulasi reservoir Dalam metode ini digunakan model pendekatan parameter heterogen (distributed parameter approach). yang tekanan dan temperaturnya tidak 7 . baik di sumur maupun di tempat-tempat lainnya. Metode ini juga memberikan gambaran yang lebih baik mengenai penyebaran permeabilitas di dalam reservoar dan perubahanperubahan yang terjadi di dalamnya pada saat diproduksikan.2. porosistas. Metode simulasi reservoir a. Dengan cara ini maka keanekaragaman permeabilitas. Pembagian blok dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya adalah jenis dan karakteristik batuan. Dengan menggunakan simulator kemudian dihitung besarnya tekanan. saturasi air dan saturasi uap di tiap blok serta laju alir masa dan laju alir aup dari blok yang satu ke blok lainnya untuk berbagai variasi waktu.

khususnya di daerah sekitar sumur. mengenai ukuran dan parameterparameter reservoir di masing-masing blok seperti permeabilitas. apabila telah tercapai keselarasan antara hasil simulasi dengan data lapangan. dll. Peramalan kinerja sumur dan reservoir dilakukan dengan menggunakan model tersebut diatas dengan berbagai skenario produksi dan injeksi.berubah terhadap waktu. geokimia). Penyelarasan hasil simulasi dengan data lapangan (history matching) dilakukan dengan mengubah-ubah harga aliran panas yang masuk ke dalam reservoir dan parameter batuan. 8 . Kalibrasi dilakukan dengan mengubah-ubah parameter batuan dan aliran panas ke dalam reservoir yang mempunyai tingkat ketidak pastian tinggi. 2. Setelah dibuat model reservoir pada kondisi awal. Simulasi model komputer (grid system) 6. porositas. Model tersebut dinilai telah merepresentasikan kondisi reservoir sebenarnya. 5. Pengkajian konsep model yang ada dan melakukan revisi (apabila diperlukan) dengan mengikut sertakan hasil interpretasi data ilmu kebumian serta data sumur baru. panas spesifik. Model ini diuji validitasnya dengan cara membandingkan hasil perhitungan dengan data sebenarnya. fluida reservoir dan semua data sumur lainnya serta hasil-hasil studi yang telah dilakukan sebelumnya. geofisika. Penetapan bagian dari reservoir yang akan dimodelkan. Secara garis besar tahapan kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Persiapan data masukan komputer. 3. 4. Pengkajian keseluruhan data yang mencakup data manifestasi permukaan (data geologi. Interpretasi dengan mengintegrasikan semua data ilmu kebumian dan semua data sumur dengan data yang baru diperoleh. konduktivitas batuan. yaitu hasil pengukuran di lapangan pada keadaan awal (sebelum reservoir diproduksi). kemudian dilakukan perhitungan untuk mengetahui kondisi reservoir pada tahap produksi.

4. Simulasi model yang merepresentasikan kondisi reservoir sebenarnya pada keadaan awal. karenanya potensi listrik biasanya dikategorikan kedalam kelas spekulatif. mengasumsikan bahwa potensi listrik di daerah prospek yang belum disurvei rinci adalah 12 MWe/km2 (Pertamina. Ketersediaan data pada tahap eksplorasi awal Pada tahap eksplorasi awal. Oleh karenanya pada tahap ini besarnya sumberdaya sulit untuk diperkirakan. 8. misalnya. Pertamina. Dengan meningkatnya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi maka data yang diperoleh semakin banyak dan semakin akurat sehingga hasil perhitungan mempunyai tingkat kepastian semakin tinggi. Ketersediaan data tergantung dari kegiatan/survei yang telah dilakukan di daerah tersebut. Simulasi untuk memperoleh model yang merepresentasikan kinerja semua sumur dan reservoir pada saat diproduksi. 1995) dan luas daerahnya adalah 20 km2. Karena data masih sangat terbatas maka besarnya potensi listrik belum dapat ditentukan dengan menggunakan metoda perhitungan seperti yang dijelaskan di atas. 9.7.2. sangat berguna untuk memperkirakan asal sumber air. Data hasil analisa air dari sampel yang diambil dari mata air panas. survei biasanya dilakukan dengan menggunakan peralatan yang sederhana dan mudah dibawa. Data Kesulitan utama dalam menentukan besarnya sumberdaya (resources). Para ahli umumnya berspekulasi mengenai hal tersebut. kolam air panas dan lain-lain. a. cadangan dan potensi listrik panas bumi adalah “data” tidak seluruhnya ada. Ketidak pastian terutama pada saturasi air dan saturasi uap pada keadaan akhir (Tfinal). Karena sifatnya masih spekulatif tentunya tingkat kepastiannya masih sangat rendah. 2. Disamping data hasil survey. Kegunaan Data Manifestasi Permukaan Untuk Perkiraan Awal Manifestasi panas bumi di permukaan sangat penting untuk mendapatkan perkiraan awal (pada tahap 1 dan 2) mengenai jenis sistim/reservoir panas bumi yang terdapat di bawah permukaan. juga banyak parameter yang tidak diketahui dengan pasti sehingga biasanya diasumsikan. Peramalan kinerja semua sumur dan reservoir dengan berbagai skenario produksi dan injeksi (selama jangka waktu 20-30 tahun). sehingga data yang diperoleh masih sangat terbatas. jenis reservoir dan temperatur 9 .

2 10. jenis fluida reservoir serta karakteristiknya.K (dT/dz) A dimana: K = Konduktivitas panas batuan (W/m0K A = Luas daerah (m2) (dT/dz) = Gradien temperatur (0C/m) (2. Dari hasil pengukuran temperatur tanah dapat diperkirakan besarnya aliran panas yang tejadi secara konduksi (Qe).5 km di sebelah selatan Kawah Kamojang Penguapan dari telaga dan kolam-kolam air panas/hangat Telaga Kawah Manuk Tanah Beruap PANAS (Mwe) 20.1 Perkiraan Panas yang Hilang Melalui Manisfestasi Panasbumi Permukaan Di Lapangan Kamojang JENIS MANIFESTASI Semua fumarole Kawah Pangasahan Sumur nomor 3 Semua mata air panas/hangat Mata air Cipangasahan Mata air panas yang terletak 2.1 2.qmv (2.2 8.0 22.qmL + hv.6 4.di bawah permukaan. yaitu dengan menggunakan persamaan berikut: Qe = .5 0.2 17. Dari harga laju aliran massa dan temperatur air dapat dihitung besarnya aliran panas ke permukaan yang terjadi secara konveksi.22) dimana: Qe = Laju alir panas total (dalam kJ/detik atau kW) hL = Enthalpy air (kJ/kg) hv = Enthalpy uap(kJ/kg) qmL = Laju alir massa air (kg/detik) qmv = Laju alir massa uap (kg/detik) Laju aliran panas total ke permukaan atau biasa dinyatakan sebagai panas yang hilang ke permukaan (heat losses to the surface) merupakan jumlah dari aliran panas kepermukaan yang terjadi secara konduksi dan secara konveksi.2 44.21) Dari hasil pengukuran kecepatan alir air dapat ditentukan besarnya laju aliran massa.9 10 . yaitu dengan menggunakan persamaan berikut: Qe = hL. Tabel 2.

tektonik dan sejarah geologi termasuk sejarah vulkanismenya. Atas dasar pemikiran tersebut. besarnya panas yang hilang ke permukaan sering dipakai sebagai perkiraan awal dalam menentukan besarnya sumberdaya. Pada akhir survei eksplorasi rinci. hidrologi dan temperatur reservoir. Data geofisika Dari survei geofisika didapat data berupa peta tahanan jenis. perkiraan permeabilitas secara kualitatif. yang terjadi secara terus menerus. ii. Data geokimia Survei geokimia akan menghasilkan data berupa kimia fluida dan gas dari manifestasi panas serta kandungan gas dan unsur-unsur lainnya yang terkandung didalam tanah (soil) dan aliran sungai di sekitar daerah prospek. sistim fluida. karakteristik fluida dalam reservoir. yaitu untuk memperkirakan kelakuan reservoir bila diproduksikan selama kurun waktu tertentu.Lain-lain TOTAL 25. Ketersediaan Data Pada Tahap Eksplorasi Lanjut Pada eksplorasi lanjut (tahap-2) disamping survei geologi dan geokimia secara rinci. data manifestasi panas. Sebagai contoh pada Tabel 6. Perkiraan mengenai besarnya panas yang hilang ke permukaan tidak hanya berguna untuk membuat perkiraan awal mengenai besarnya sumberdaya.2 97. Data geologi Hasil survei geologi menghasilkan data berupa peta penyebaran batuan. iii. Besarnya panas yang hilang ke permukaan sebesar 97. diperkirakan panas yang hilang ke permukaan sebanding dengan panas yang masuk kedalam sistim (heat influx). data yang tersedia meliputi: i. perlu diperhitungkan dalam model. peta penyebaran batuan alterasi. karakteristik dan umur batuan. biasanya 25-30 tahun. Dari data-data ini akan didapat gambaran umum mengenai evolusi magmatik sampai terbentuk sistim panasbuminya. profil struktur tahanan jenis. batuan penyusun reservoir. umur terbentuknya sistim panas bumi serta sumber panas.4 Atas dasar prinsip kesetimbangan massa dan panas (massa and heat balance). juga dilakukan survei geofisika. pola struktur geologi.4 MW dapat diartikan sebagai besarnya minimum energi yang masuk kedalam reservoir secara terus menerus. adanya massa dan panas yang hilang ke permukaan. daerah prospek. peta anomali gravitasi dan magnetik beserta profil 11 . Dari data-data ini akan didapat gambaran mengenai daerah prospek. tetapi juga akan diperlukan untuk pemodelan (simulasi) reservoir. b. Untuk memperoleh model yang mencerminkan keadaan sebenarnya (representatif).1 diperlihatkan hasil perhitungan panas yang hilang kepermukaan karena adanya manifestasi panas bumi di permukaan.

berikut karakteristik hidrothermal serta model panasbuminya yang merupakan acuan dasar bagi letak dan target pemboran eksplorasi. ketebalan reservoir. geokimia dan geofisika akan menghasilkan gambaran detail konfigurasi prospek panas bumi. peta seismisitas berikut besaran dan profil tegaknya dan data streaming potential. hidrologi bawah permukaan. Pada tahap ini ketebalan dan temperatur reservoir dapat diperkirakan dengan lebih pasti dari data hasil pengukuran di sumur. jenis dan tipe batuan ubahan dalam kaitannya dengan sistem panas bumi. data yang diperoleh semakin banyak dan semakin akurat sehingga hasil perhitungan mempunyai tingkat kepastian semakin tinggi.2. Klasifikasi potensi a. 12 . struktur batuan dasar dan konfigurasi sumber panas. sedangkan saturasi air dan uap belum dapat diperkirakan. sehingga biasanya diasumsikan. Kajian geokimia ditekankan pada tipe dan tingkat maturasi air. Ketersediaan data setelah dilakukan pemboran sumur Setelah dilakukan pemboran sumur. kedalaman puncak reservoir. Kajian teknik reservoir menghasilkan fase teknik yang mendefinisikan klasifikasi cadangan termasuk sifat fisis batuan dan fluida serta permindahan fluida dari reservoir. geometri reservoir. Kajian geologi lebih ditekankan pada sistem. Interpretasi dari data-data geologi. Mengestimasi kehilangan panas (natural heat loss) yang dilakukan pada awal eksplorasi. geofisika dan teknik reservoar. Untuk perhitungan cadangan.tegaknya. 2. vulkanis. luas prospek dan temperatur reservoir sudah dapat diperkirakan. Dasar-dasar Estimasi Potensi Energi Panas Bumi Estimasi potensi energi panas bumi ini didasarkan pada kajian ilmu geologi. c. asal mula air panas. lapisan penudung. Dari keempat kajian tersebut diatas diperoleh potensi energi dan model sistem panas bumi. Metode estimasi cadangan Estimasi potensi energi panas bumi dapat dilakukan dengan cara : 1. geokimia. struktur geologi. Dari data-data ini akan didapat gambaran penyebaran daerah prospek.5. model hidrologi dan sistem fluidanya. Kajian geofisika menghasilkan parameter fisis batuan dan struktur bawah permukaan dari sistem panas bumi. umur batuan. b.

suhu fluida permukaan dan bawah permukaan serta parameter panas bumi lainnya yang berguna untuk panduan penyelidikan selanjutnya. yang lebih dititik beratkan pada penyelidikan ilmu kebumian 13 . dilengkapi dengan penyelidikan geohidrologi dan hidrologi yang menghasilkan peta hidrogeologi. jenis fluida bawah permukaan. 3. Membandingkan dengan daerah panas bumi lain yang mempunyai kemiripan lapangan dan telah diketahui potensinya. Penyelidikan rinci Penyelidikan rinci dilakukan berdasarkan rekomendasi dari penyelidikan sebelumnya. 4. Penyelidikan pendahuluan lanjutan Dalam penyelidikan pendahuluan lanjutan ini dilakukan penyelidikan geologi. Hasilnya berupa peta anomali unsur unsur kimia yang terkandung di dalam air. tanah panas. Penyelidikan geofisika yang digunakan adalah pemetaan geofisika dan menghasilkan peta geofisika dengan interval yang memungkinkan untuk dibuat kontur. Penyelidikan geologi dilakukan dengan pendataan dari udara dan permukaan yang menghasilkan peta geologi pendahuluan lanjutan.2. Mengestimasi energi panas yang terkandung dalam batuan maupun fluida. Tahapan penyelidikan dan pengembangan panas bumi Tahapan penyelidikan dan pengembangan panas bumi yang berkaitan dengan klasifikasi potensi energi (lihat Alur kegiatan penyelidikan dan pengembangan panas bumi dan lampiran) adalah sebagai berikut : 1. steaming ground. Penyelidikan Pendahuluan/Rekonaisan Kegiatan ini meliputi studi literatur dan peninjauan lapangan (geologi. solfatar). asal-usul fluida serta sistem panas bumi. pengambilan contoh analisis kimia air. gas serta tanah. gas dan tanah. c. Mengestimasi kandungan massa fluida dengan memperhitungkan energi panas yang terdapat dalam fluida (air panas maupun uap). dan geofisika. Dari penyelidikan ini akan diperoleh peta geologi tinjau dan sebaran manifestasi (seperti : air panas. 2. geokimia. 3. Penyelidikan geokimia meliputi pengamatan visual. geokimia). fumarol.

geokimia. 14 . data fisis dan kimia bawah permukaan serta kualitas dan kuantitas fluida. geokimia dan geofisika. Pengeboran eksplorasi (wildcat) Pengeboran eksplorasi (wildcat) adalah kegiatan pengeboran yang dibuat sebagai upaya untuk mengindentifikasi hasil penyelidikan rinci sehingga diperoleh gambaran geologi. geofisika). Penyelidikan geofisika dilakukan dengan cara pemetaan dan pedugaan yang menghasilkan peta anomali dan penampang tegak pendugaan sifat fisis batuan. Analisis data terpadu dalam tahap penyelidikan ini menghasilkan model panas bumi tentatif dan saran lokasi titik bor eksplorasi. fisik dan kimia reservoar serta potensi sumur dari suatu lapangan panas bumi. 4. Studi kelayakan Kajian mengenai kelistrikan dan evaluasi reservoar untuk menilai kelayakan pengembangan lapangan panas bumi dilengkapi dengan rancangan teknis sumur produksi dan perancangan sistem pembangkit tenaga listrik. 5. Pada sumur landaian suhu dilakukan juga penyelidikan geologi.terpadu (geologi. Hasilnya berupa peta anomali unsur kimia dan model hidrologi. Penyelidikan geokimia dilakukan dengan interval titik yang lebih rapat dan lokasi penyelidikannya lebih terarah berdasarkan hasil penyelidikan sebelumnya. 7. Pengeboran delineasi Kegiatan pada tahap ini adalah pengeboran eksplorasi tambahan yang dilakukan untuk mendapatkan data geologi. sifat fisis serta kimia batuan dan fluida sumur. Prastudi kelayakan Kajian mengenai potensi panas bumi berdasarkan ilmu kebumian dan kelistrikan yang merupakan dasar untuk pengembangan selanjutnya. termasuk di dalamnya pemetaan batuan ubahan. 6. dan dilengkapi pemboran landaian suhu. yang menghasilkan penampang batuan. Pada penyelidikan geologi dilakukan pemetaan geologi rinci dengan skala yang lebih besar daripada peta pendahuluan lanjutan.

15 . 9. Pengeboran pemngembangan Jenis kegiatan yang dilakukan adalah pengeboran sumur produksi dan sumur injeksi untuk mencapai target kapasitas produksi. a. b.8. Pemanfaatan langsung Pemanfaatan langsung adalah pemanfaatan fluida panas bumi untuk keperluan nonlistrik. Pemanfaatan tidak langsung Pemanfaatan tidak langsung adalah pemanfaatan energi panas bumi sebagai pembangkit tenaga listrik. Pada tahap pengeboran pengembangan ini dilakukan pengujian seluruh sumur yang ada sehingga menghasilkan kapasitas produksi. Pemanfaatan langsung Panasbumi dapat dimanfaatkan dengan dua cara yaitu dengan cara pemanfaatan langsung dan tidak langsung.

Alur kegiatan penyelidikan dan pengembangan panas bumi PENYELIDIKAN PENDAHULUAN PENYELIDIKAN PENDAHULUAN LANJUTAN PENYELIDIKAN RINCI Sumber daya spekulatif Sumber daya hipotesis Cadangan terduga PENGEBORAN EKSPLORASI (WILDCAT) Cadangan mungkin PRASTUDI KELAYAKAN PENGEBORAN DELINEASE Cadangan terbukti (siap dikembangkan) STUDI KELAYAKAN 16 .

Potensi kelas mungkin mempunyai tingkat kepastian yang lebih rendah dari potensi terbukti dan dihitung dengan memasukan data satu sumur eksplorasi (discovery well). sedangkan temperatur dihitung dengan geotermometer. gas atau isotop). Potensi hipotetis: data dasar adalah hasil survei regional geologi.2. Potensi terbukti mempunyai tingkat kepastian yang paling tinggi dan dihitung dengan memasukan data dari paling sedikit satu sumur eksplorasi (discovery well) dan dua sumur delineasi. cadangan dan potensi listrik panas bumi seringkali diklasifikasikan menjadi tiga. Kelas terbukti (proven). Kelas mungkin (probable). geokimia dan geofisika. 2. Daya per satuan luas ditentukan dengan asumsi. Klasifikasi sumber daya 1. b.2. yaitu ditinjau dari kualitas dan kuantitas data. Kelas terduga (possible). 2. Potensi terduga mempunyai tingkat kepastian yang lebih rendah lagi dan dihitung hanya berdasarkan data survei geologi. geokimia dan geofisika. 3. yaitu: 1.6. Klasifikasi sumber daya dan cadangan a. 17 . Kelas Sumber Daya Spekulatif Kelas sumber daya spekulatif adalah kelas sumber daya yang estimasi potensi energinya didasarkan pada studi literatur serta penyelidikan pendahuluan. sumberdaya. Luas reservoar dihitung dari penyebaran manifestasi dan batasan geologi. Potensi spekulatif mempunyai tingkat kepastian yang paling rendah dan dihitung hanya berdasarkan keberadaan manifestasi panas permukaan dan tanda-tanda lainnya. Kelas Sumber Daya Hipotetis Kelas sumber daya hipotetis adalah kelas sumber daya yang estimasi potensi energinya didasarkan pada hasil penyelidikan pendahuluan lanjutan. Klasifikasi cadangan Berdasarkan pada tingkat ketidakpastiannya. Luas daerah prospek ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan geologi/geokimia/geofisika sedangkan temperatur diperkirakan berdasarkan data geotermometer (air.

Klasifikasi potensi 6.2.BAB III PENUTUP 3.1. Saran Materi mengenai estimasi sumber daya.Oleh sebab itu. yaitu: 1. cadangan (recoverable reserve) dan potensi listrik panas bumi. Ada beberapa metode untuk memperkirakan besarnya sumber daya (resources). geokimia dan geofisika. Metode volumetrik 3. Data 5. karakteristik reservoir. Kesimpulan Metode estimasi potensi energi panas bumi adalah cara untuk memperkirakan besarnya potensi energi listrik di suatu daerah/lapangan panas bumi berdasarkan hasil penyelidikan geologi. serta estimasi kesetaraan listrik.cadangan dan potensi listrik panas bumi telah dibahas dalam makalah ini. Metode simulasi reservoir 4.Serta mensyukuri semuanya sebagai ciptaan Tuhan yang harus kita jaga dan pelihara. Klasifikasi sumber daya dan cadangan Metode yang paling umum digunakan adalah metode perbandingan dan metode volumetrik. penulis menyarankan kepada pembaca agar memanfaatkan semua informasi dan pengetahuan yang terdapat dalam pembahasan makalah ini untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat membantu dan mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya dimuka bumi ini. 3. 18 . Metode perbandingan 2.

ac.pdf http://psdg.id/index. Ph.Nenny Miryani Saptadji.go.esdm.D.php?option=com_content&view=article&id=383&Itemid=3 95 http://geothermal.itb. .id/sites/default/files/public/estimasi_energi_geothermal.bgl.pdf 19 .DAFTAR PUSTAKA Ir. Teknik Panas Bumi.