You are on page 1of 19

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA AN. AA DENGAN BRONKITIS
DI RUANG KANTHIL RSUD BANYUMAS

STASE KEPERAWATAN ANAK

Oleh:
KELOMPOK 2
Rizka Rahmaharyanti, S.Kep

G4D014001

Bagus Indiyanto Prasetyo, S.Kep

G4D014007

Austinia Putri, S.Kep

G4D014014

Sabar Ria Lestari, S.Kep

G4D014029

Aldi Maswihardo, S.Kep

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS
PURWOKERTO
2014

Kalibagor. IDENTITAS Nama : An. 04. Keluhan Utama Pasien sesak nafas dan tidak mengeluarkan suara saat menangis. AA TTL : 19 Juli 2014 Usia : 4 Bulan Jenis Kelamin : Laki-laki Pendidikan :- Alamat : Kaliori Rt. sudah 2 hari demam tinggi disertai batuk berdahak dan BAB cair 2x. Banyumas Agama : Islam Nama ayah/ibu : Dartono Pekerjaan ayah/ibu : Swasta Suku Bangsa : Jawa / Indonesia Diagnosa Medis : Bronkitis dan Diare Cair Akut Nomor RM : 722621 Masuk RS : 23/11/2014 Berat Badan : 7 Kg II. pasien mulai batuk. AA DENGAN BRONKITIS DI RUANG KANTHIL RSUD BANYUMAS Pengkajian dilakukan pada : Hari Senin. tanggal 24 November 2014. Alasan masuk : Ibu pasien mengatakan bahwa pasien dibawa ke rumah sakit karena terlihat kesulitan bernafas. 3. pukul 12. tidak mengeluarkan suara saat menangis. . III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Ibu pasien mengatakan pasien mulai demam pada hari jumat malam tanggal 21 November 2014. I.30 WIB. 04 Rw. Keluhan Tambahan Demam hari ke-2. Demam mendadak tinggi.ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN. batuk berdahak dan BAB cair 5x. KELUHAN UTAMA 1. 2.

berlendir. ngidam makanan sehat (bukan yang aneh-aneh) dan minum susu ibu hamil. Ibu pasien . tidak mau menetek dan BAK terakhir 2 jam sebelum masuk rumah sakit (12. ibu pasien masih mengeluhkan pasien masih demam (suhu : 40. Pukul 14. auskultasi mengi. 3. tanggal 23 November 2014. dan PASI berupa cerelac. BAB cair (dengan sedikit ampas) 5x sedikit-sedikit. 2 kali pada trimester pertama. Ibu pasien tidak mengkonsumsi obat selama hamil. Makan teratur dan banyak. IV. muntah jika batuk. auskultasi : wheezing dan ronkhi. Pada saat dikaji pukul 12. pasien masih demam tinggi. Pasien minum ASI sampai hingga sekarang. Sabtu sore. Muncul keluhan BAB cair 2x. mendapat suntikan imunisasi TT. dilakukan pemeriksaan dan didapatkan hasil bahwa pasien masih demam.00). tidak terdapat penyulit saat melahirkan.3oC). muntah jika batuk. obat batuk dihentikan.00 dengan ventolin 2. berat badan bertambah 10 kg selama hamil. Selma hamil ibu pasien rutin memeriksakan diri ke bidan. RIWAYAT MASA LAMPAU 1. Pasien dimasukkan ke ruang rawat inap anak (ruang kanthil) pada Senin pagi tanggal 24 November 2014. PASI dan bubur susu mulai diberikan saat anak memasuki usia 4 bulan. pasien diperiksakan ke bidan (masih keluarga pasien). pilek.Sabtu pagi tanggal 22 November 2014. Natal Ibu pasien mengatakan melahirkan pasien di bidan. normal (lewat jalan lahir tanpa prosedur tambahan/vakum). Postnatal Pasien lahir dengan berat badan lahir 3200 gram. bunyi napas ngorok. BAB cair 3x. namun masih mau menetek. Minggu siang. Pasien lahir langsung menangis lahir bersamaan dengan ketuban pecah. sudah dilakukan nebulizer pada pukul 08. 1 kali pada trimester kedua dan 3x pada trimester ketiga.30. batuk dengan bunyi nafas ngorok. pasien diperiksakan ke dokter umum dan diresepkan obat batuk (baby cough) dan Amoxilin. 2. sesak napas. batuk berdahak disertai sesak napas.5 mg. Susu yang diberikan adalah Lactogen. Prenatal Ibu pasien mengatakan tidak terdapat kelainan atau penyakit selama hamil.00 Pasien dibawa ke IGD RSUD Banyumas.

Genogram: . namun ayah pasien memiliki riwayat TB paru degan efusi pleura 3 tahun yang lalu dan telah menyelesaikan pengobatan OAT selama 6 bulan setelah didiagnosa TB (2. pasien sudah mendapatkan imunisasi hepatitis. saat berumur 4 bulan 5. 8. Paman dan kakek pasienyang tinggal serumah mempunyai kebiasaan merokok. Pernah dirawat di RS Ibu pasien mengatakan pasien baru pertama kali dirawat di rumah sakit. Kecelakaan Ibu pasien mengatakan tidak pasien tidakpernah mengalami kecelakaan atau jatuh. akibat tertular keluarga (sepupu pasien yang tinggal serumah) yang juga sedang batuk pilek. RIWAYAT KELUARGA Pada anggota keluarga tidak ada yang memiliki asma. 6. susu formula) maupun benda tertentu. BCG dan DPT (1). baik terhadap makanan (cerelac. Alergi Ibu pasien mengatakan hingga saat ini pasien belum pernah mengalami alergi. 7. polio (1). Obat yang digunakan sebelum masuk RS : Baby cough dan amoxilin. ASI. Obat-obatan yang digunakan Ibu pasien mengatakan pasien tidak pernah diberikan obat sebelum sakit seperti sekarang. 4. 9.5 tahun yang lalau). Penyakit waktu kecil Ibu pasien mengatakan pasien baru pertama kali sakit.mengatakan pasien baru pertama kali sakit. Imunisasi Ibu pasien mengatakan. V.

namun tidak terdapat jendela di kamar pasien. parametritis.00 . - Infeksi alat kelamin wanita. Lingkungan rumah Ibu pasien mengatakan tinggal di lingkungan rumah yang tidak padat dan bersih.KEADAAN KESEHATAN SAAT INI 1. tempat pembuangan (sampah) dan wc ada di belakang rumah.RIWAYAT SOSIAL 1. pelviperitonitis. Obat-obatan a. adneksitis.Keterangan: --------. indikasi : Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram-positif dan/atau Gram-negatif yang peka terhadap ampisilin : - Infeksi saluran nafas. Pembawaan secara umum Pasien terlihat rewel. demam puerperal.: : perempuan : klien : laki-laki : garisperkawinan : serumah : garisketurunan : meninggal VI. pelvis kecil seperti : aborsi septis. sistitis. VII. lebih banyak dengan ibu dan neneknya. - Gonore yang tidak berkomplikasi. . namun masih bisa diajak bercanda. Diagnosa medis Bronkitis dan DCA (Diare cair akut) 2. bronkopneumonia. otitis media. endometritis. 2x1 (06. Injeksi Ampicillin 175 mg (IV).00) (Antibiotik. ventilasi baik. Yang mengasuh dan alasannya Pasien diasuh oleh kedua orang tuanya. - Infeksi saluran kemih seperti pielonefritis akut dan kronik. Ibu pasien mengatakan tinggal bersama dengan nenek pasien dan keluarga adiknya dalam satu rumah. 24. sering menangis hingga susah tidur. 2. Rumah berlantai semen. 3.

b. Infus KA-EN 3B 5 tpm 3. d. Selain sebagai antipiretik juga bekerja sebagai analgesik. tiap 4 jam jika panas terus-menerus Antipiretik. Lacto-B (oral). melakukan dan mengajarkan keluarga pasien untuk fisioterapi dada dan batuk efektif.00 .00) e. Zinc Sirup 10 mg (2. mendorong pemberian ASI hingga normal 8-10x/hari dan peningkatan intake cairan secara oral. c. jika panas (suhu > 37. Hasil laboratorium Pemeriksaan tanggal 23 November 2014 Jenis Pemeriksaan Nilai Normal Hasil Interpretasi .5 ml) (oral). mengauskultasi suara nafas. Airway management (memposisikan pasien miring/semi fowler.00 . 20. gangguan pernapasan dimana bronkospasme dan sekresi mukus kental yang berlebihan merupakan faktor komplikasi. 2x1 (06. memonitor pernapasan dan status oksigen. Paracetamol Sirup 70 mg (3ml) tiap kali pemberian (oral). mengkolaborasi pemberian antipiretik/parasetamol sirup) b. Tindakan keperawatan a. batuk.00) f. sakit gigi dan menurunkan demam. retraksi dinding dada dan cuping hidung. 08. mendorong peningkatan intake cairan.00) Bronkodilator. 2x1 (tiap 12 jam. indikasi : asma. memonitor hasil lab dan vital sign) 4. 1x1 (06. 18.5oC). Fever treatment (memonitor vital sign. - Infeksi saluran pencernaan seperti shigellosis dan salmonelosis. kompres hangat dan tepid sponge bath. bekerja dengan meningkatkan ambang rangsang rasa sakit dan bekerja langsung pada pusat pengatur panas di hipotalamus. menganjurkan penggunaan pakaian tipis. Fluid management (monitor status hidrasi. melakukan dan mengajarkan keluarga pasien untuk kompres hangat (fontanela dan aksila) tiap 1 jam setelah pemberian parasetamol. bronkitis kronik dan emfisema. memonitor balance cairan. terapi parenteral KA EN 3B 5 tpm. indikasi : Meringankan rasa sakit pada keadaan sakit kepala.5 mg (Inhalasi/Nebulizer). mengkolaborasikan pemberian terapi nebulizer dengan bronkodilator) c. - Ampisilin injeksi untuk meningitis) Ventolin 2.

6 fL 6.0 mmol/l Normal . 3x/hari Selama sakit : Menetek ASI jarang (2-3x/hari).4 gr/dL Normal .5-14.MONO 4.90-10.5 gr/dl Rendah . bidan dan rumah sakit).8-35. sehat ialah ketika tidak ada keluhan dan tanda sakit atau bayi tenang (tidak panas.5-5.0 fL 77.0 fL Rendah .06-4.Clorida 94-111 mmol/l 105 mmol/l Normal Kimia Darah VIII. Keluarga pasien (ibu dan bapak) cepat tanggap dalam melihat gejala sakit pasien karena segera memeriksakan pasien ke fasilitas kesehatan (dokter.EOS 0.4 gr/dL 32.MCV 81.00-1.RDW 11. minum air putih ± 20ml/hari.LYM 18.0 % Normal .Darah Lengkap : . .3-73.9 % Normal .4 % Normal .MPV 6.037 % Rendah .7 % 11.MCHC 31.70-10. Pengkajian Pola Fungsional 1.7 % 32.24 fL Rendah . 2.19 106/uL Normal . Pasien tidak pernah diberikan obat.HGB 12.3 % Normal .5 mmol/l 5.WBC 3.7 % 47. Persepsi kesehatan dan pola manajemen kesehatan Ibu Pasien mengatakan mengetahui penyakit pasien.PLT 155-366 103/uL 215 103/uL Normal .5 % 12.9-14.0-48.1 103/uL 9. selain atas resep dokter untuk penyakit saat ini.3 % Rendah .Kalium 3.MCH 27.600-7.Natrium 135-155 mmol/l 140 mmol/l Normal .NEU 39.7-53.2 gr/dl 10.2 pg 25.0-31. Nutrisi – pola metabolik Sebelum sakit : Menetek ASI sering (8-10x/hari).33 % Normal .RBC 4.0 pg Rendah .BASO 0.30 % 0.36 103/uL Normal . tidak rewel).3 % 39.HCT 37. minum air putih ± 80ml/hari.69 106/uL 4.40-12.1-96.70 % 1. makanan tambahan : cerelac 5 sendok tiap kali makan. Ibu dan bapak pasien.

Pola eliminasi urin Sebelum sakit : BAK 4-6x/hari (Sekali BAK ± 60 ml. 6. . warna kuning terang dan bau khas. Gerakan tangan dan kaki aktif. 180 ml/hari). terutama saat diajak bercanda. 2x/hari Di RS : Tambahan cairan parenteral KA EN 3B 5 tpm. Selama sakit : Gerakan tangan dan kaki aktif. dan tidur malam ± 8 jam Selama sakit : Ibu pasien mengatakan semalam pasien tidak tidur karena menangis terus-menerus. pupil berdilatasi saa disinari cahaya. Selama sakit : BAB 5x/hari. namun belum bisa sampai tengkurap.makanan tambahan : cerelac 2 sendok tiap kali makan. warna kuning jernih dan bau khas. Aktifitas-pola latihan Sebelum sakit : Pasien sudah bisa miring. warna kuning terang dan bau khas. Pasien masih belum bisa menahan kepala untuk tegak. Pola defekasi Sebelum sakit : BAB 2x/hari konsistensi cair dengan ampas. jarang rewel (menangis). Penglihatan Pasien bisa mengikuti cahaya pada penlight pemeriksa.Sensori Kognitif: a. konsistensi cair. kekuatan menetek berkurang. sedikit-sedikit tiap kali BAB. 3. 240-360 ml/hari). Pola istirahat – Tidur Sebelum sakit : Ibu pasien mengatakan. sering menangis. Pasien lebih rewel dari biasanya. pasien tidur di pagi dan siang hari ± 6 jam. Pola kognitif . pasien juga bisa fokus menatap pemeriksa yang mengajak bercanda. baru bisa tidur tadi pagi selama 5 jam. 5. Pola eliminasi a. 4. Selama sakit : BAK 3x/hari (Sekali BAK ± 60 ml. mudah tertawa. warna kuning jernih dan bau khas. b.

b. Pola reproduksi dan seksual Pasien berjenis kelamin laki-laki. Keadaan umum : CM. Suhu : 40. Pendengaran Pasien menoleh ke arah pemeriksa saat diajak bermain dan dipanggil namanya. LD : 44 cm . BB : 7 Kg . 10. LILA : 14 cm d. PB : 68 cm b. namun ayahnya selalu mendampingi. c. d. Pengecap Pasien tidak memiliki masalah dengan menetek. Koping – Pola toleransi stres 11. pasien sangat dekat dengan ibunya dan terlihat tenang berada di dekat ibunya. Pernafasan : 32 x/menit b. sedang dengan GCS = E4V5M6 2. 7. lidah bersih. Pola konsep diri 8. Sensasi Pasien menangis jika ada yang tidak nyaman dirasakan (pada saat injeksi : nyeri) Sensori: Pasien merespon pemeriksa dengan melihat dan menggerakkan tangan dan kaki bahkan menangis. Tanda vital a. LP : 43.Pola keyakinan - IX. Nilai . Pemeriksaan Fisik 1. Nadi : 120 x/menit c. Pola peran-Hubungan Kasih sayang (attachment) pasien dan orang tua baik. menenangkan saat pasien rewel. 9.3 0 C 3. Antropometri a. Interaksi paling banyak dengan ibu.5 cm c.

saat di tengkurapkan pasien bisa mengangkat kepalanya (tidak terdapat kaku kuduk). Tengkuk Tengung masih lemas. sklera putih. Telinga Telinga simetris. hati teraba 2cm. Tes reflek : pasien menoleh ke arah kanan saat dilakukan rangsangan pada punggung bagian kanan dan menoleh ke kiri saat dilakukan rangsangan pada punggung bagian kiri. terletak dibawah arcus costa. 10. Dada Terdapat retraksi dinding dada di sub sternal namun tidak terlalu dalam. ujung atas telinga sejajar dengan gasis mata. 8. tidak terdapat mata cekung. 9. Paru-paru Bunyi nafas ngorok. bibir berwarna merah muda. hati dan limpa tidak teraba. bising usus : 20x/menit 14. Jantung Auskultasi bunyi jantung regular 12. turgor kulit baik (elastis). lidah bersih. 5. tidak terdapat stomatitis. tidak terdapat sekret.e. Hidung Hidung simetris. Mata Mata simetris. lensa jernih. Lingkar Kepala LK : 42 cm. produksi air mata sedikit (saat menangis) 6. tidak terdapat secret. tidak terdapat caput succedaneum. belum tumbuh gigi. perkusi timpani. 15. sutura pada fontanela belum tertutup. terdapat kotoran sedikit. Terdapat pernapasan cuping hidung. gusi berwarna merah. kepala pasien ke bawah (jatuh). auskultasi whezing dan ronkhi. terutama pada supra sternal 13. Punggung Bersih. tidak tampak kemerahan. bentuk kepala normal. tidak terdapat kelainan pada tulang punggung (prina brifida). 11. Perut Cembung. Genitalia . 7. Status gizi : BB/PB = -1 (BB dan status gizi normal) 4. simetris. saat pasien diangkat. Mulut Membran mukosa lembab. konjungtiva merah muda.

Ekstremitas Tangan dan kaki pasien dapat bergerak bebas. lembab. memegang gantungan kunci dengan bel yang diberikan pemeriksa. tangan bersentuhan. tidak terdapat pembesaran penis abnormal. turgor kulit baik (elastis). membalas senyum pemeriksa. X. bersih. akral teraba panas dan Capilarry refill 2 detik. interpretasi hasil pemeriksaan perkembangan anak dengan denver II sebagai berikut : 1. testis turun. bersih. terdapat insersi vena pada tangan kanan (pergerakan terbatas). Interpretasi : Perkembangan bahasa pasien normal 3.Genitalia pasien laki-laki. Kulit Kulit pasien berwarna kuning langsat. mengeluarkan suara ooomah.Pasien berhasil (passed) pada poin mengamati pulpen warna warni yang digerak-gerakkan pemeriksa di depan pasien. tertawa. Bahasa Hasil : Pasien berhasil (passed) pada poin menoleh ke bunyi-bunyian yang dibuat pemeriksa (didekatkan ke telinga pasien). Motorik halus Hasil : . tersenyum spontan dan mengamati tangan (memandang tangan pemeriksa selama 3 detik) => P Interpretasi : Perkembangan personal sosial pasien normal 2. 16.Pasien gagal mengikuti gerakan 100 (75%) yang dibuat pemeriksa => C . Personal sosial Hasil : Pasien berhasil (passed) pada poin menatap muka. 17. mata pasien mengkuti gerakan pen ligh pemeriksa yang lewat garis tengah (diantara kedua mata pasien dalam jarak 10 cm dari atas ke bawah) dan mengikuti ke garis tengah (pen ligh digerakkan dari ujung mata pasien ke bagian tengah) => P . PEMERIKSAAN PERKEMBANGAN Usia kronologis pasien : 4 bulan 8 hari. letak lubang kencing di ujung kepala penis. tidak terdapat ruam. berteriak.

Pasien gagal (masih belum bisa) menumpu beban pada kaki (>75%) => C .5 tahun ynag lalu).Pasien gagal (masih belum bisa) mengangkat kepala (45o-90o) (100%) apabila diangkat untuk digendong (kepala masih lemas ke belakang) => 2 D . lemas.Pasien gagal (masih belum bisa) membalik (60%) => OK . Pada saat dilakukan pengkajian. Motorik kasar Hasil : .Interpretasi : Perkembangan motorik halus pasien normal. rewel. demam (suhu 40. tidak mengeluarkan suara saat menangis. Terdapat keluarga pasien (kakek dan paman) yang tinggal serumah. ayah pasien memiliki riwayat TB paru dengan efusi pleura 3 tahun yang lalu dan sudah menyelesaikan pengobatan dengan OAT selama 6 bulan (2. sudah 2 hari demam tinggi disertai batuk berdahak dan BAB cair 2x.Pasien gagal (masih belum bisa) duduk dengan kepala tegak (100%) => D . memiliki kebiasaan merokok. kurang mau menetek dan BAB cair 5x (hingga pukul 12. . terdapat anggota keluarga (sepupu yang tinggal serumah) yang menderita batuk pilek. karena terdapat satu sektor.30). XI. 4. auskultasi terdapat suara wheezing dan ronkhi pada supra sternal.Pasien gagal (masih belum bisa) bangkit kepala tegak (40%) => OK Interpretasi : Perkembangan motorik kasar pasien Suspect Interpretasi secara keseluruhan perkembangan anak : Meragukan. pasien masih terlihat sesak (RR:32x/menit). RINGKASAN RIWAYAT KEPERAWATAN Ibu pasien membawa pasien ke rumah sakit karena terlihat kesulitan bernafas. yakni motorik kasar yang mengalami lebih dari 2 keterlambatan.Pasien berhasil (passed) pada poin mengangkat kepala (100%) (pada saat ditengkurapkan)=> P . suara nafas seperti ngorok. terlihat retraksi dinding dada pada sub sternal dan cuping hidung. tidak terdapat jendela di kamar pasien (hanya ventilasi).3oC ).Pasien berhasil (passed) pada poin gerakan seimbang (100%) => P .Pasien gagal (masih belum bisa) dada terangkat menumpu 1 lengan (75%) => C .

warna kuning dan sedikit-sedikit. Resiko ketidakseimbangan volume cairan : kurang dari kebutuhan tubuh b.Pasien terlihat enggan menetek . ANALISA DATA Data Fokus Etiologi DS : Ibu pasien mengatakan bahwa pasien Proses penyakit demam (bronkitis) DO : Suhu : 40.Feses pasien terlihat cair dan berwarna kuning . knsistensi cair.Auskultasi paru : Whezing dan ronkhi pada supra sternal .3oC XIII.Pasien terlihat sulit bernapas. . Hipertermi b. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.d akumulasi sekret berlebih 3.Terdapat cuping hidung.XII.RR : 32x/menit .d proses penyakit (bronkitis) 2.Ibu pasien mengatakan bahwa pasien enggan menetek dan minum sedikit Resiko ketidakseimbang an volume cairan : kurang dari kebutuhan tubuh DO : . Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b. terdapat bunyi ngorok (penumpukan sekret) yang terdengar walaupun tidak dilakukan auskultasi.Ibu pasien mengatakan pasien sudah BAB aktif (diare) 5x hari ini.Bising usus : 20x/menit . DS: Kehilangan cairan .Suhu badan pasien tinggi (hiertermi) 40.d kehilangan cairan aktif (diare) . retraksi dinding dada pada sub sternal .3 oC Akral teraba panas DS : Ibu pasien mengatakan bahwa pasien Akumulasi sekret kesulitan benapas Masalah Hipertermi Ketidakefektifan bersihan jalan nafas DO: .

BAK) khas . BAK 3x/hari intake dan output (Sekali BAK ± 60 ml.00. .Menginformasikan .d proses penyakit Perencanaan Tujuan Rencana Tindakan Setelah dilakukan tindakan keperawatan klien dapat mencapai suhu tubuh yang terkontrol. 1 24 Nov ’14 Diagnosa Keperawata n Hipertermia b.00 . namun sering. warna terapi paren-teral.Ibu pasien mengerti dn dan mendemonstra. Monitor warna kulit 3. Ajarkan pada orang tua tepid sponge bath 8. Berikan antipiretik (paracetamol sirup) 70 mg Indikator A T Hipertemia Denyut nadi sesuai yang diharapkan Berkeringat saat panas Perubahan warna kulit Pernapasan sesuai yang diharapkan Keterangan : 1 = keluhan ekstrim 2 = keluhan berat 3 = keluhan sedang 4 = keluhan ringan 5 = tidak ada keluhan Rasional Implementasi Respon 12.Ibu pasien mengerti dan tua untuk mencoba menetekkan meningkatkan intake pasien dan meminumcairan (ASI. 180 ml/hari).Menganjurkan orang .Pasien menetek 3x/hari. Monitor intake dan output 4.Warna kulit pasien warna kulit pasien kuning langsat.Mengobservasi . tidak tampak kemerahan. air kan air putih sedikitputih secara oral) sedikit. kuning jernih dan bau IWL. Pasien minum dengan tenang dan reflek menelan baik. dan tidak terdapat ruam . (minum pasien.S: 40. dengan kriteria hasil: Thermoregulation Fever Treatment 1.30 .Mengukur suhu dan .Menyelimuti pasien . menanyakan pada minum air putih ±20 ibu pasien tentang ml/hari.3oC nadi pasien N: 120x/menit . pasien Respon pasien : masih enggan untuk menetek dan minum air putih sedikit (1 sdm) .Pasien terakhir parasetamol sirup 70 mengkonsumsi mg (3ml) parasetaml syrup pukul 09.mencoba memprakteksikan kompres kan sendiri dengan me- Evaluasi (SOAP) . 13. Ajarkan orang tua untuk kompres hangat 6. Tutupi pasien dengan selimut dan anjurkan memakai pakaian tipis 5. Monitor tanda-tanda vital 2. Anjurkan kepada orang tua untuk meningkatkan intake cairan 7. RENCANA KEPERAWATAN No Tgl. Pasien tidak muntah.Ibu pasien mengganti dengan selimut tipis selimut pasien dengan dan menganjurkan kain yang lebih tipis pemakaian pakaian dan mengambil kaintipis kain yang tadinya berada di sekitar pasien.Memberikan .XIV.Memonitor dan .

aksila dan lipatan paha setiap 1 jam setelah pemberian parasetamol 20.9oC nadi pasien N: 130x/menit .S: 38. Pasien minum dengan tenang dan reflek menelan baik.Menganjurkan ibu .00 .Pasien terakhir mengparasetamol sirup 70 konsumsi parasetamol mg (3ml) sirup pukul 16.00. Pasien tidak muntah. 21.7oC pemberian parasetamol 05. Suhu : pasien setelah 1 jam 38. Suhu : pasien setelah 1 jam 38.30 .8oC pemberian parasetamol 25 Nov ‘14 00.Mengukur suhu dan .S: 38.00 .Memberikan .00 . Pasien tidak muntah.Pasien terakhir mengparasetamol sirup 70 konsumsi parasetamol mg (3ml) sirup pukul 20.30.Mengukur suhu dan .Menganjurkan ibu . aksila hangat lagi kepada dan lipatan paha.30 .Mengukur suhu dan .hangat kepada orang tua pasien ngompres hangat pasien pada bagian fontanela.00 . 01.8oC .Ibu pasien mengompres pasien untuk hangat pasien pada melakukan kompres bagian fontanela.hangat pasien pada kukan kompres bagian fontanela. aksila hangat lagi kepada dan lipatan paha.Ibu pasien mengompres pasien untuk mela.Memberikan . Pasien minum dengan tenang dan reflek menelan baik..S: 39oC nadi pasien N: 150x/menit 20.

.S: 38.Memberikan . Suhu : 38.8oC pemberian parasetamol 00.Pasien terakhir mengparasetamol sirup 70 konsumsi parasetamol mg (3ml) sirup pukul 22.Ibu pasien mengerti dan orang tua tepid mencoba memprakteksponge bath kan seka dan kompres hangat mulai dari kepala hingga kaku pasien dengan air hangat. Pasien tidak muntah 06.Mengukur suhu dan .Memberikan . Pasien minum dengan tenang dan reflek menelan baik.Ibu pasien mengompres pasien untuk mela.00 .hangat pasien pada kukan kompres bagian fontanela.Pasien terakhir mengparasetamol sirup 70 konsumsi parasetamol mg (3ml) sirup pukul 17.Memberikan .00.00.00 .00 .Menganjurkan ibu . aksila hangat lagi kepada dan lipatan paha..S: 38.00 . Pasien minum dengan tenang dan reflek menelan baik.Mengukur suhu dan . 22.Pasien terakhir mengparasetamol sirup 70 konsumsi parasetamol mg (3ml) sirup pukul 00.Mengajarkan pada .2oC.26 Nov ‘14 nadi pasien N: 150x/menit .00 . Pasien tidak muntah.00. handuk kecil dan besar serta thermometer. Suhu : pasien setelah 1 jam 38. 20.9oC nadi pasien N: 120x/menit 21.00 .6oC nadi pasien N: 110x/menit 02.

Mengajarkan pada . mg (3ml) Pasien minum dengan tenang dan reflek menelan baik.Ibu pasien mengerti dan orang tua tepid mencoba memprakteksponge bath kan seka dan kompres hangat mulai dari kepala hingga kaku pasien dengan air hangat. Kolaborasi penggunaan bronkodilator (ventolin 2. Anjurkan pada orang .00 .00 . Identifikasi masukan oksigen ke jalan nafas 3. Berikan terapi nebulizer 7.Pasien minum dengan tenang dan reflek menelan baik. Posisikan pasien miring kanan atau kiri untuk memaksimalkan ventilasi 2. Pasien tidak muntah. 05. Auskultasi suara nafas 5. Suhu : 38.00.S: 38oC nadi pasien N: 110x/menit .00 .Mengukur suhu dan . dengan kriteria hasil: Airway status:airway patency Indikator Kedalaman inspirasi Pernapasan sesuai dengan yang diharapkan A T Airway Management 1. Hilangkan sekret dengan batuk efektif 4.Pasien terakhir meng06. handuk kecil dan besar serta thermometer.5 mg) 6. Pasien tidak muntah 06.2oC.d penumpukan sekret Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan bersihan jalan nafas efektif. 2 24 Nov ‘14 Ketidakefekt ifan bersihan jalan nafas b.Memberikan konsumsi parasetamol parasetamol sirup 70 sirup pukul 02.

Berkan terapi parenteral 3. dengan kriteria hasil: Hydration Indikator A T Diare Hipertermi Nadi cepat Keterangan : 1 = keluhan ekstrim 2 = keluhan berat 3 = keluhan sedang 4 = keluhan ringan 5 = tidak ada keluhan Fluid Management 1. dan cuping hidung Akumulasi sputum Batuk Kemampuan mengeluarkan sekret Suara nafas tambahan Keterangan : 1 = keluhan ekstrim 2 = keluhan berat 3 = keluhan sedang 4 = keluhan ringan 5 = tidak ada keluhan 3 24 Nov ‘14 Resiko ketidakseim bangan volume cairan : kurang dari kebutuhan tubuh b.tua untuk meningkatkan cairan untuk mengoptimalkan keseimbangan cairan 8.d kehilangan cairan aktif (diare) Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan kekurangan volume cairan tidak terjadi. Kaji vital sign 6. Monitor batuk. CATATAN PERKEMBANGAN No Tgl Diagnosa Keperawatan Catatan Perkembangan (SOAP) Paraf . Monitor status hidrasi (membrane mukosa. Anjurkan untuk meningkatkan intensitas pemberian ASI 4. Monitor pernapasan dan status oksigen 9. retraksi dinding dada. turgor kulit) 2. Monitor balance cairan 5. Motivasi orang tua untuk meningkatkan intake cairan secara oral XV.

1 2. . XVI. 3.