BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 LATAR BELAKANG Dewasa ini perkembangan teknologi modern semakin berjalan demikian pesat,Banyak teknologiteknologi baru bermunculan yang saling bersaing di dunia.Banyak perusahaan dan industry Saling membuat produk-produk baru berkualita,khususnya di bidang elektronika. yang semakin Kini peragkat

elektronika terus maju dan berkembang sangat pesat,dalam berbagai sektor kehidupan,perangkat keras selalu hadir. Sebagai pengenalan produk elektronika ini,salah satunya adalah”variasi lampu berjalan”Produk ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.Seperti yang sering kita jumpai seperti lampulampu jalan,lampu taman dan juga sebagai lampu peghias gedung dll. Rangkaian ini bisa dibilang sederhana namun mempunyai fitur unik yang mampu menghasilkan keanekaragaman berbentuk lampu-lampu bervariasi yang mengagumkan.Rangkaian ini tersusun dari komponen-komponen elektronik seperti IC,transistor,diode,resistor,lampu.Variasi lampu berjalan ini dapat di aplikasikan kedalam bentuk gambar,tulisan dan sering digunakan sebagai penataan dekorasi seperti penataan cahaya atau lampu.

1

Kemudian dengan banyaknya pemakai dari lampu berjalan ini maka kami mencoba merakit dan mengaplikasikan rangkaian ini agar lebih bermanfaat.Semoga dengan terbuatnya rangkaian lampu berjalan ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan dalam pembuatan job training 1.”AMIN 1.2.1 MANFAAT 2.1.1 Sebagai Lampu Penghias 1. Sebagai penghias taman- taman kota. 2. Sebagai penghias jalan. 3. Sebagai penghias gedung mewah dll. 2.1.2 Sebagai pendukung pembuatan huruf dan gambar yang unik. 1.2.2 TUJUAN 2.2.1 Memenuhi tugas semester I pada mata kuliah Job Training I dimana berorientasi untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa Teknologi Informasi. 2.2.2 Lebih dapat mengenal lebih jauh lagi tentang Dunia Elektronik. 2.2.3 Meningkatkan kemampuan dalam perakitan rangkaian elektronika. 2.2.4 Menghasilkan sebuah produk yang lebih bermutu.

2

1.1.3 PERMASALAHAN Dalam pembuatan alat ini, penulis mempunyai beberapa kendala, antara lain: 1.3.1 Pencarian alat dan bahan sangat sulit. 1.3.2 Mengatur tata letak komponen. 1.3.3 Kurangnya pemahaman dari komponen. 1.3.4 Kurangnya penguasaan struktur kerja dari rangkaian. 1.1.4 BATASAN MASALAH Dalam pembuatan alat ini, batasan masalahnya hanya sebatas pengetahuan terhadap proses pembuatan alat itu sendiri, seperti : 1.Membatasi pengujian alat yang telah selesai di buat dimana: 2.Mengenai jika terjadi konsleting dan kerusakan saat pujian. 3.Mengenai cara kerja dan fungsi dari alat ini secara mendetail. 1.1.5 SISTEMATIKA PENULISAN Dalam penyusunan tugas job training ini sistematika penulisan yang digunakan adalah : 1.5.1 BAB 1 PENDAHULUAN 5.1.1 Latar Belakang 3

5.1.2 Manfaat dan Tujuan 5 .1.3 Permasalahan 5 .1.4 Batasan Masalah 5.1.5 Sistematika Penulisan 1.5.2 BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian-pengertian: 2.2 Teori Komponen – komponen: 2.2.1 Resistor 2.2.2 Transistor 2.2.3. Dioda 2.2.4 Kapasitor 2.2.5 Led (Light Emiting Dioda ) 2.2.5 IC (Intergrated Circuit) 1.5.3 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBAHASAN 5.3.1 Gambaran umum 5 .3.2 Gambar Rangkaian 5.3.3 Konsep sistim perancangan 5.3.4 Pengujian 5.3.5 Pembahasan 1.5.4 BAB IV PENUTUP 5.4.1 Kesimpulan 5.4.2 Saran

4

BAB II DASAR TEORI 2.1 PENGERTIAN Rangkaian lampu berjalan Adalah merupakan rangkaian elektronika <hardware> perangkat keras yang dapat di lihat.Dengan kata lain merupakan rangkaian bermacam –macam elektronika yang tersusun dari elektronik yang komponen-komponen

menghasilkan nyala lampu yang beragam, bervariasi dan berkejarkejaran.Dengan pengaplikasian dari komponen-komponen seperti: Resistor,Capasitor,Dioda,IC, Pontensiometer,dan Led. Untuk memper mudah dan mengingat komponen-komponen tersebut dapat di singkat sebagai berikut : 1. R : Resistor 2. C : Capasistor 3. D: Dioda 4. TR :Transistor 5. IC : Intergated Circuit 6. P : Pontensio meter 7. LED: Light Emiting Dioda.

5

2.2 RESISTOR Resistor merupakan jenis tahanan listrik yang dilambangakan dengan huruf R yang berasal dari bahasa inggris. Resistor termasuk komponen elektronika yang paling murah harganya. Besar tahanan diukur dengan satuan ohm ( Ω ) diambil dari nama yang pertama kali yang menemukan yaitu George Simon Ohm. Fungsi dari tahanan antara lain untuk : 1. Mengatur kuat arus listrik 2. Membagi tegangan 3. Sebagai unsur pemanas pada alat-alat listrik Cara menghitung besar tahanan pada resistor adalah dengan mencocokkan warna (gelang warna)yang ada pada badan resistornya, barulah kita dapat menghitung besar tahanan pada resistor tersebut. Oleh karena itu kita harus menghafal sandi-sandi warna pada resistor.

Gbr.1 Gambar diatas adalah gambar Resistor Kemampuan resistor untuk menghambat disebut juga resistensi atau hambatan listrik. Besarnya diekspresikan dalam satuan Ohm. Suatu resistor dikatakan memiliki hambatan 1 Ohm apabila resistor tersebut menjembatani beda tegangan sebesar 1 Volt dan arus listrik 6

yang timbul akibat tegangan tersebut adalah sebesar 1 ampere, atau sama dengan sebanyak 6.241506 × 1018 elektron per detik mengalir menghadap arah yang berlawanan dari arus. Hubungan antara hambatan, tegangan, dan arus, dapat disimpulkan melalui hukum R =V/I di mana V adalah beda potensial antara kedua ujung benda penghambat, I adalah besar arus yang melalui benda penghambat, dan R adalah besarnya hambatan benda penghambat tersebut. Kode Warna Resistor : berikut ini, yang terkenal sebagai hukum Ohm:

Berdasarkan penggunaanya, resistor dapat dibagi Resistor Biasa (tetap nilainya), ialah sebuah resistor penghambat gerak arus, yang nilainya tidak dapat berubah, jadi

7

selalu tetap (konstan). Resistor ini biasanya dibuat dari nikelin atau karbon. Resistor Berubah (variable), ialah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah- ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut. Sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan jenis ini kita bagi menjadi dua, Potensiometer, rheostat dan Trimpot (Trimmer Potensiometer) yang biasanya menempel pada papan rangkaian (Printed Circuit Board, PCB). Resistor NTC dan PTS, NTC (Negative Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Sedangkan PTS (Positife Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah besar bila temperaturnya menjadi dingin. 2.1.1 Resistor Tetap (Fixed Resistor) Symbol Resistor dan gambar resistor. simbol Gambar

8

Contoh cara menghitung nilai resistor Gelang I : Jingga = 3 Gelang II : Kuning = 4 Gelang III : Hijau Gelang IV : Perak =105 = 10%

Maka nilainya = 3.400.000 Ohm dengan toleransi 10% 2.1.2 Resistor Tidak Tetap Manual (Adjustable Manual resistor) Resistor jenis ini adalah resistor yang nilainya dapat dirubah. Resistor jenis ini juga dikenal dengan : Potensiometer yang dapat diubah dengan memutar gagang. VR (Variabel Resistor) atau disebut juga trimpot (Trimer Potensio)

Gbr.1

Gbr.2

simbol

Gambar bentuk Potensiometer, Trimpot, dan Simbolnya 2.1.3 Resistor Tidak Tetap Otomat (Variabel Resistor Devices) Resistor jenis ini bisa berubah nilainya secara otomatis bila terkena cahaya atau panas. Selama ini yang banyak kita jumpai 9

adalah : NTC (Negatife Temperatur Cooficient) dan LDR (Light Dependence Resistor). NTC jika mendapat panas maka nilai hambatannya mengecil sedangkan LDR peka terhadap cah Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resistor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar wattnya. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W = I . R watt. Semakin besar ukuran fisik suatu resistor bisa menunjukkan semalin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut.Umumnya dipasar tersedia ukuran 1/8,1/4,1,2,5,10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki 5,10,20 watt. Dan umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk silinderTetapi resistor ukuran jumbo ini nilai resistansinya dicetak langsung dibadannya, misalnya 100W, 5W. 2.2 CAPASITOR Kondensator (Capasitor) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad. Ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Kondensator kini juga dikenal sebagai "kapasitor", namun kata "kondensator" masih dipakai hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan 10

listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya. Kebanyakan bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan bahasa Italia "condensatore", seperti bahasa Perancis condensateur, Indonesia dan Jerman Kondensator atau Spanyol Condensador. Kelompok Kapasistor: . Kapasitor elektrostatik adalah Kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik, mika dan film. Komponen ini di pasar tersedia dari besaran pf sampai beberapa mf, yang umumnya untuk aplikasi proyek yang berkaitan dengan frekuensi tinggi. Temasuk kelompok bahan dielektrik film adalh bahan-bahan material seperti polyester(mylar), adalah kapasitor (-) polystyrene, yang dan bahan (+) di polyprophylene, plycarbonat, metalized paper dan lainnya. Kapasitor adalah kapasitor elektrolitik polar dielektrinya adalah lapisan metal-oksida. Biasanya kapasitor ini denagan tanda badannya.dikatakan kapasitor polaritas karena dalam proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif (anoda) dan kutub negatif (katoda). Bahan-bahan yang di gunakan dalam kapasitor ini sepeti tantalum, aluminium, magnesim, titanium, niobium, zirconium, dan zinc (seng) yang permukaanya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal oksida (oksida film). 11

Kondensator di identikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.

Gbr.1 Lambang kondensator (mempunyai kutub positif dan negatif) pada skema elektronika. Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor (capacitor).

12

Gbr.2 Lambang kapasitor (tidak mempunyai kutub) pada skema elektronika. Namun kebiasaan dan kondisi serta artikulasi bahasa setiap negara tergantung pada Kini masyarakat kebiasaan yang lebih tersebut sering hanya menyebutkannya. orang

menyebutkan salah satu nama yang paling dominan digunakan atau lebih sering didengar. Pada masa kini, kondensator sering disebut kapasitor (capacitor) ataupun sebaliknya yang pada ilmu elektronika disingkat dengan huruf (C).Satuan dalam kondensator disebut Farad. Satu Farad = 9 x 1011 cm² yang artinya luas permukaan kepingan tersebut menjadi 1 Farad sama dengan 10 6 mikroFarad (µF), jadi 1 µF = 9 x 105 cm².Satuan-satuan sentimeter persegi (cm²) jarang sekali digunakan karena kurang praktis, satuan yang banyak digunakan adalah: 1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad) 1 µF = 1.000.000 pF (piko Farad)

13

1 µF = 1.000 nF (nano Farad) 1 nF = 1.000 pF (piko Farad) 1 pF = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad) Adapun cara memperluas kapasitor atau kondensator dengan jalan: 1. Menyusunnya berlapis-lapis. 2. Memperluas permukaan variabel. 3. Memakai bahan dengan daya tembus besar 2.3 TRANSISTOR Transistor adalah komponen elektronik yang mempunyai tiga buah kaki. Sebelum kita memasang transistor pada rangkaian, sebaiknya kita terlebih dahulu mengenal nama kaki dan transistor jenis apa dia, karena jika terjadi kekeliruan dalam pemasangan kaki itu maka akan berakibat pada rangkaian yang kita miliki. Transistor merupakan dioda dengan dua sambungan (junction). Sambungan itu membentuk transistor PNP maupun NPN. Ujung –ujung terminalnya berturut-turut disebut emitor, basis, dan colector. Basisi selalu ada ditengah, diantara emitor dan colector. Transistor ini disebut transistor bipolar, karena struktur dan prinsip kerjanya tergantung dari perpindahan elektron dikutubnegatif mengisi kekurangan elektron (hole) di kutub positif. Yang mana arti bipolar adalah : bi=2 dan polar=kutub. Sedangkan yang menemukan transistor bipolar pertama kali adalahWiliam Schockley pada tahun 1951. 14

Gbr.1 Gambar Transistor Oleh karena transistor merupakan penggabungan dua dioda sehiingga transistor terbagi atas dua jenis: a. Transistor jenis PNP (positive negative positive) b. Transistor jenis NPN (negative posistive negative) Transistor pada umumnya memilki 3 buah kaki yaitu: 1.Basis (B) 2.Emitor (E) 3.Colektor (C) Pada pemasangan kaki transistor tidak boleh bertukar tempat. Pada umumnya kaki C sudah diberi tanda yaitu dengan lingkaran , bintang ,segitiga, titik atau bujur sangkar pada badan transistor. 2.3.1 Transistor PNP : Pada gambar rangkaian memiliki symbol anak panah menuju ke dalam. Rangkaian PNP bermassa positif. Rangkaian PNP memiliki symbol anak panah menuju ke dalam.

15

Arus pada Emitor bergabung dengan arus pada basis keluar pada Collector, Jadi Ic =Ie + I C B E Lambang Trasistor PNP

2.3.2 Transistor NPN : Rangkaian NPN memiliki symbol anak panah menuju keluar. Rangkaian NPN bermassa positif. Arus pada Collector bergabung dengan arus pada basis keluar pada Emiter, Jadi Ie B E Ket : E = Emiter B = Basis C = Collector Perlu diketahui bahwa transistor ada yang bersifat universal yang sering juga disebut transistor jenis TUN, atau TUP. Yang mana TUN berarti tergolong NPN, sedangkan TUP berarti PNP yang memilki frekuensi rendah. Sehingga jika terdapat rangkaian elektronika yang bertuliskan transistor jenis TUN ataupun 16 =Ic + Ib C

TUP berarti anda tidak harus menggunakan transistor bertipe sama, jika nantinya anda mencoba mereparasi suatu perangakat elektronika , maupun pada rangkaian praktek. Beberapa TUN diantaranya : golongan BC107,BC108, dan BC109; 2N3856A, 2N3859, 2N3860, 2N3904, 2N3947, 2N4124. Dan beberapa TUP diantaranya golongan BC177 dan BC178. sebagai contoh untuk golongan BC107 terdiri dari BC207, BC317, BC547, BC347, BC147, BC237 golongan transistor lainnya. Salah satu Prinsip kerja dari transistor adalah sebagai saklar. Sebagai contoh adalah pada transitor jenis PNP BC108 Jika kaki basis mendapat tegangan maka kaki kolektor akan terhubung ke kaki basis, dan sebaliknya jika kaki basis tidak mendapat tegangan maka kaki kolektor tidak akan terhubung dengan kaki emitor 2.4 POTENSIOMETER Potensiometer yang dibuat dari kawat adalah jenis potensiometer lama yang lahir pada generasi pertama pada waktu rangkaian elektronika masih mengunakan tabunghampa (Vacuum Tube). Potensiometer jenis ini pada umumnya memiliki kendalan yang tinggi. Namun demikian potensiometer seperti ini sudah jarang dipergunakan lagi karena fisiknya yang besar akan memakan tempat yang luas.Potensiometer yang terbuat dari kawat ini perubahan nilai tahanannya adalah bersifat liner dan biasanya diberi tanda dengan huruf B,sedangkan bentuk potensiometer yang terbuat dari bahan 17 dan sebagainya. Begitu pula untuk

carbon perubahan nilai tahanannya bersifat logaritmis dan diberi tanda dengqan huruf A.Yang dimaksud dengan Potensiometer Liner adalah Potensiometer yang perubahan nilai tahananannya sebanding dengan nilai pengaturnya sedangkan Potensiometer Logaritmis perubahan nilai tahanannya berdasarkan perhitungan logaritma Bentuk Fisik dari Potensiometer adalah seperti gambar dibawah ini:

Gbr.1 Bentuk Potensiometer Sesuai dengan pemakaiannya Potensiometer terbagi menjadi: Potensiometer yang tidak dilengkapi dengan saklar,potensiometer jenis ini umumnya memiliki nilai tahanan 50 Kilo Ohm , 100 Kilo Ohm dan banyak dipergunakan sebagai pengatur volume, nada tinggi (treble) dan nada rendah (bass). Potensiometer yang dilengkapi sakelar, potensiometer jenis ini penggunaannya selain dipakai sebagai pengatur volume juga

18

berfungsi sebagai sakelar (sakelar ON – OFF) pada pesawat radio transistor. Potensiometer ganda (bertingkat), potensiometer ini terdiri dari 2 buah potensiometer yang dihubungkan menjadi satu dalam satu poros dan biasanya dipergunakan dalam rangakaian – rangkaian setereo. Bentuk fisik potensiometer yang dilengkapi sakelar seperti pada gambar dibawah ini:

Gbr.2 Bentuk Potensiometer 2.5 DIODA Dioda yang disingkat dengan lambang ‘D’ ialah suatu komponen elektronika yang terbuat Dari bahan semikonduktor yang saling dipertemukan. Dalam elektronika komponen dioda ini sering pula disebut dioda tipe DUG dan DUS. Dioda ini pada dasarnya merupakan tahanan arus searah, karenanya hanya dapat melakukan arus listrik dengan satu arah saja, tidak melakukan arus pada arah sebaliknya. Apabila kutub positif pada baterai dihubungkan dengan yang bermuatan positif (anoda) pada dioda tersebut, sedangkan kutub negatif baterai dihubungkan dengan yang bemuatan negatif (katoda) 19

pada dioda, maka dioda tersebut akan melakukan arus sehingga tidak mempunyai tahanan, atau kalaupun bisa melakukan tahanan pada arus yang mengalir sangat kecil. Sebaliknya, bila kutub positif pada baterai dihubungkan ke katoda dioda dan kutub negatif pada baterai dihubungkan pada anoda, maka dioda tersebut justru tidak dapat melakukan arus, hal ini karena tahanan dari dioda tersebut tidak terhingga. Untuk menentukan diantara dua kutub yang berbeda pada dioda sehingga diketahui anoda dan katodanya, biasanya pada badan dioda tersebut sudah diberi tanda, baik berupa lingkaran maupun tanda lain, adanya gelang pada salah satu ujung komponen, hal ini menandakan bahwa kutub yang paling dekat dengan gelang berwarna tersebut adalah katoda. Karena dioda hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja, maka komponen ini biasanya dipakai untuk aplikasi rangkaian penyearah. Struktur dioda tidak lain adalah sambngan semikonduktor tipe P dan tipe N. dengan struktur demikian arus hanya dapat mengalir dari sisi P menuju sisi N.

A

K

Gbr 1.1 Symbol diode

20

2.6 LED Light Emmiting Dioda atau lebih dikenal dengan sebutan LED (light-emitting diode) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju. Gejala ini termasuk bentuk elektroluminesensi. Warna yang dihasilkan bergantung pada bahan semikonduktor yang dipakai, dan bisa juga dekat ultraviolet, tampak, atau inframerah. Led adalah alat untuk mengalirkan arus listrik hanya ke satu arah. Bila menghantarkan arus yang sesuai, akan memancarkan cahaya. Harus diberi hambatan seri untuk membatasi arus yang mengalir melaluinya. Kutub/kaki positif anoda adalah kaki yang lebih panjang, sedangkan kaki yang lebih pendek merupakan kaki negatif (katoda) (tetapi tidak selalu demikian). Tanda panah menunjukkan arah mengalirnya arus listrik. Led adalah dioda yang dibuat dari bahan Ga (galium), As, dan Fosfor yang dapat mengeluarkan emisi cahaya. LED merupakan produk temuan lain selain dioda. Strukturnya sama dengan dioda, tetapi belakangan P-N juga melepaskan energi berupa panas dan cahaya. LED dibuat agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya, untuk mendapatkan emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang dipakai adalah gallium, arsenis, dan phosporus. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula. Pada saat 21

ini warna cahaya LED yang banyak dijumpai dipasaran ialah merah, kuning, dan hijau. Dan LED Emisi cahaya Panjang gelombang dari cahaya yang dipancarkan, dan

oleh karena itu warnanya, tergantung dari energi “bandgap” dari bahan yang membentuk pn junction. Sebuah dioda normal, biasanya terbuat dari silikon atau germanium, memancarkan cahaya tampak dekat-inframerah, tetapi bahan yang digunakan untuk sebuah LED memiliki energi bandgap antara cahaya dekat-inframerah, tampak, dan dekat-ultraungu.
2.7 IC ( INTEGRATED CIRCUIT) Integrated circuit (IC) atau disebut juga rangkaian terintegrasi ialah suatu rangkaian elektronika yang telah digabung. Jenis rangkaian ini ditemukan oleh seorang sarjana amerika yang bernama jack kilby tahun 1958. Kilby menemukan suatu rangkaian elektronika yang dapat disusun dari sejenis batu yang mereka sebut chip, rangkaian integrasi ini lebih dikenal dengan IC. Dalam rangakian IC yang kompleks artinya bukan hanya terdiri dari hanya 1 transistor melainkan beberapa transistor

22

chip ini di masukkan dalam suatu kapsul yang dilapisi plastik hitam atau logam. Biasanya dikenal bentuk kapsul IC yaitu: Berupa kaleng dengan kaki sekelilingnya. Berupa balok tipis ( flat pack) dengan kakinya IC dalam berisan satu garis atau dua garis ( dual in line) IC mempunyai kegunaan yang bermacam- macam,sesuai dengan kebutuhan.IC mempunyai fungsi yang beragam sesuai settingan dan kegunaan dari IC tersebut. Berikut wujud IC yang terdiri dari 4 buah transistor NAND pada satu chip.Berikut susunan dalam IC 4011.

Bentuk simbol IC4011

Bentuk chip IC4011

23

Berikut gambar Simbol IC 555

Berikut gambar Simbol IC 4015

24

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBAHASAN 3.1 GAMBARAN UMUM Rangkaian variasi lampu berjalan yaitu lampu yang ditata berbaris atau berderet yang dapat menyala bergantian seperti berkejar- kejaran.Rangkaian ini menggunakan tegangan 12 volt, rangkaian ini banyak kita jumpai dikehidupan sehari-hari sebagai penghias lampu kota dan penghias taman kota. Rangkaian ini dapat diaplikasikan kecermatan kedalam ini dalam suatu rangkaian namun lain rumit yang lebih ini dinamis.Rangkaian sederhana dibutuhkan

pengerjaannya.rangkaian

.rangkaian

menggunakan 3 buah IC yang di operasikan dengan potensiometer sebagai pembangkit frekuensi. Sebagai langkah kerjanya, Produk ini terdiri dari bermacammacam komponen elektronika diantaranya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. IC Transistor Resistor Kondensator Lampu Potensiometer Dioda

25

3.1.1 Jumlah bahan- bahan yang dibutuhkan: Transistor 7 buah IC PCB IC IC Resistor 3 buah Resistor Resistor Resistor 7 buah Resistor 7 buah Dioda Capasitor Capasitor Capasitor Led 7 buah Potensiometer Transformator BC 109 4011 4015 Ne 555 10 kΩ 8,2 kΩ 3,9 kΩ 33 kΩ 1 kΩ 1n418 4 1 µF 10 nf 10 µf 12Volt megaΩ 12 volt

26

3.2 GAMBAR RANGKAIAN

27

Gbr.1 Skema rangkaian 3.3 CARA KERJA 1.Rangkaian akan bekerja pada saat dihubungkan pada tegangan 12 volt, pada IC,555, adalah sebagai pembangkit pulsa,pengatur waktu dan frekuensi. Dimana kaki vcc adalah kaki 8,Kemudian IC555 memberikan perintah kepada IC4015,Disaat itu juga IC4011 memberikan perintah secara bersamaan pada IC 4015,kemudian IC4015 menjalankan perintah tersebut.melalui transisistor kemudian mengoperasikan led. Dimana kaki 3 dari IC 555 mengirim perintah oclok.kemudian perintah ,N2 N1 ,N3 dan keluar pada N4,IC4011 ke kaki 7, IC4015 kemudian output dari

28

IC4015 membawa arus

melewati resistor

ke transistor.

Transistor disini sebagai saklar .Apa bila arus masuk maka sakelar akan terbuka sedangkan apabila arus kosong maka saklar transistor akan tertutup sebagai mana telah di ketahui cara kerja gerbang NAND.Pada saat saklar tertutup maka lampu akan menyala sedangkan pada saat saklar terbuka maka lampu akan mati bergantiaan antarara LED 1 sampai LED ke 7 seteusnya. .2.Kemudian ada Potensiometer yaitu sebagai Pengatur tegangan ,pengatur frekuensi,dan juga sebagai driver. Dimana:digunakan sebagai gerak lampu saat cepat dan saat lambat. Kemudian, N1 sampai dengan N4 adalah bentuk IC 4011 yang berfungsi mengoperasikan lampu pertama dan kedua. Rangkaian ini dikatakan berhasil apabila lampu pertama menyala kemudian mati dan digantikan dengan lampu kedua seterusnya saampai lampu ketujuh. Jika lampu tidak menyala maka periksa R2kembali C3, C8, R18, dan R19 atau periksa kembali dalam pemasangan kaki-kaki transistor yang mungkin terbalik.

1.4PERANCANGAN 29

1.4.1 Proses pembuatan 1.Menyiapkan komponen dan bahan yang digunakan seperti pada gambar: Seperti pcb,dan komponen-komponen lainya.

Gbr.1 2. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan seperti : kabel,solder,timah,tang potong dan lain- lain

Gbr.2 Peralatan kerja yang di perlukan

30

Gbr.3 Multimeter 3. Memanaskan solder

Gbr.4 Nyala lampu pada solder menandakan sebagai penunjuk indikator. 4 .Penyolderan

Gbr.4 Penyolderan harus rapi agar tidak terjadi konsleting 5.Memasang lampu led pada pcb sebanyak 7 buah Dengan menyolderkan timah pada kaki komponen. Yang disusun dengan sejajar kemudian potong kakinya agar rapi,dan jangan lupa kaki positif dan negatif

31

Gbr.5 6.Memasang transistor sebanyak 7 buah Seperti dalam memasang pada led,1.kaki resistor hubungkan pada kaki led negative. di

Gbr.6 7.Memasang transistor bc 107 sebanyak 7buah Pasang ke 3 kaki transistor dengan benar dan tidak lupa antara kaki colektor ,emitor dan basis.Kaki emitor dihubungkan pada gronw,sedangkan kaki kolektor dihubungkan pada 1 kaki resistor. Dan sambungkan seanyak tuju sambungan.

32

Gbr.7 8. Memasang lagi resistor sebanyak 7buah Menghubungkan 1 kaki resistor pada kaki basis transistor,yaitu R1 pada TR1 dnan R2 pada TR2 dan seterusnya sampai kaki yang ketuju.

Gbr.8 9.Memasang 3 buah IC sekaligus yaitu IC 555,4025,4011..Pada pemasangan IC ini diperlukan kecermatan dan pengamatan yang benar karena kondisinya yang rumit dan terdiri banyak kaki.Antara IC555,IC4015 dan IC4011. atas

33

Gbr.9 10. Memasang kapasitor sebanyak 3 buah dan resistor, .Kaki kapasitor C1,C2 dihubungkan pada IC555 kaki 2 dan5,sedangkan satu kakinya dihubungkan pada IC 4015 kaki 14 dan 6.kemudian C3 dihubungkan pada kaki katoda dioda,dan R19.kaki anoda dari diode dihubungkan pada N3 danN1 pada IC 4011.

Gbr.10 11. Memasang Potensiometer 3 Kaki- kakinya di hubungkan pada kaki IC555 kaki 4,dan 6.dan kaki satunya dihubungkan dengan kaki R1

34

Gbr.11 12. Komponen telah semua terpasamg tinggal kita test dengan multimeter apakah benar. rangkaian telah terhubungkan dengan

Gbr.12 Hasil pemasangan komponen 13 . Menyambungkan rangkaian yang sudah selesai pada tegangan 12 volt. Dapat menggunakan baterai sebanyak 4 buah untuk mendapatkan tegangan 12 volt Dapat juga menggunakan trafo 12 vott.

35

1.4.2 Pengujian 1 Menyiapkan Power supply yang digunakan sebesar 12V.

Gbr.1 2 .Menyambung kutub Positif dan Negatif pada Rangkaian.

Gbr.2 3 Mengecek kembali mulai dari pemasangan,penyolderan apakah masih baik.

Gbr.3

36

4..Potensiometer dapat dikatakan bekerja apabila dapat mengatur nyala led mulai dari merubah-ubah kondisi menyala bergantian dari led. 5.IC4011 akan berfungsi apabila lampu led dapat menyala,dan berpindah bergantian,kemudian memberikan taganganyan pewaktu 12 volt.masing itu tidak lepas dari IC 555 trafo nyala yang led diatur menyala lama mengunakan

bergantian.kemudian IC4015 meneruskan kerja dari keduanya. 6.Trasistor dapat fungsi dimana led dapat menyala bergantian secara berurutan..apabila salah satu lampu mati maka ada transistor yang tidak berfungsi..atau rusak 7.Pengujian

Gbr.7 Hasil pengujian

37

3.6 PEMBAHASAN 3.6.1. Pembahasan Komponen 1. IC 4011 sebagai pengatur pengoperasian lampu 1 dan 2 dimana: N1 sampai dengan N4 adalah bentuk IC 4011 yang berfungsi mengoperasikan lampu pertama dan kedua. Rangkaian ini dikatakan berhasil apabila lampu pertama menyala kemudian mati dan digantikan dengan lampu kedua seterusnya saampai lampu ketujuh. Jika lampu tidak menyala maka periksa R2kembali C3, C8, R18, dan R19 atau periksa kembali dalam pemasangan kaki-kaki transistor yang mungkin terbalik. 2 Resistor sebagai pemberi hambatan pada rangkaian. 3 Dioda sebagai sekering atau pengaman rangkaian..4 IC 555 sebagai oclok,dan pembangkit pulsa 4. IC4015 sebagai driver terdiri dari 4 input dan 8 output aktif sebagai pegendali tegangan ke led. 5. IC 4011 sebagai penatur nilai masukan ke led dimana IC ini terdiri dari 4 gerbang NAND yang telah diatur nilai nya. 6. Terpasang 19 buah resistor yaitu sebagai penghambat arus pada rangkaian. 7. Terpasang 7 buah transistor type TUN BC 107 di gunakan sebagai saklar 8. Terpasang dioda digunakan sebagai sekering. 9. Terpasang kapasistor dan resistor serta potensiometer, digunakan sebagai pengatur frekuensi 38

3.6.2 Pemaksimalan alat Adanya kurang pahaman mengenai pengetahuan tentang alatalat yang dipakai serta pemasangan komponen-komponen terutama dalam pemasangan IC. 3.6.3 Masalah dalam proses perancangan Masalah yang terjadi dalam proses perancangan meliputi 1. Penyolderan dikarenakan penulis baru pertama kali ini menyolder karena selama ini tidak pernah menyolder dan merakit rangkaian elektronika.komponen-komponen yang tersedia dan tercantum dalam perangkaian alat tersebut 2. Apakah benar rangkaian itu sesuai dengan yang hasil yang diharapkan, kekhawatiran ini terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang karakteristik dari 3 Susahnya mendapatkan IC karena merupakan komponen terpenting dari dalam rangkaian, IC sebagai alat driver pengoperasian saklar transistor yang mengoperasikan led. 3.6.4. Penyebab terjadinya masalah Seperti telah dijelaskan diatas bahwa terjadinya masalah tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman serta pengetahuan penulis terhadap komponen-komponen yang ada, bagaimana karakteristiknya, daya tahan komponen, serta penggunaannya, hal itulah yang menjadi penyebab terjadinya berbagai masalah tersebut

39

BAB IV PENUTUP 1. KESIMPULAN Pembuatan variasi lampu berjalan memang agak rumit, tapi dengan adanya dorongan,niat dan kemauan,untuk dapat menyelesaiakan job training ini maka ahirnya terselesaikan juga. Meski timbul berbagai masalah ketika akan membuat alat ini. Dari pencarian komponen sampai dalam perancangannya yang pada awalnya cukup membingungkan. Hal ini justru memotivasi diri agar dapat memahami karakteristik-karakteristik dari komponenkomponen yang ada. Pertama ketika mencoba mencari komponen-komponen yang diperlukan dalam perangkaian alat ini ada beberapa komponen yang belum ada. Hal ini justru menimbulkan kekawatiran tersendiri apakah komponen tersebut masih dijual dipasaran atau telah dihentikan produksinya karena dari informasi yang diterima dari pihak distributor(penjual) bahwa banyak komponen-komponen yang telah dihentikan pembuatannya. Dan akhirnya dari informasi seorang teman, komponen tersebut akhirnya dapat ditemukan. Ketika perangkaian pertama kali terjadi suatu hal yang membingungkan dikarenakan hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan salah satu komponen mengalami kerusakan. Ternyata setelah diselidiki, ada beberapa komponen dari alat tersebut yang salah dalam peletakkan atau penghubungannya 40

dengan komponen-komponen yang lain. Setelah memperbaiki letak dan hubungannya, alat tersebut akhirnya dapat bekerja. Perancangan pemakainya. Alat ini sepenuhnya akan berfungsi secara maksimal jika digunakkan secara maksimal pula serta menggunakkan alat-alat pendukung lainnya yang membuat alat ini bekerja secara maksimal pula. Maksudnya digunakkan secara maksimal adalah apabila alat ini ditempatkan 2.SARAN Sebagai bahan perbaikan dan pengembangan, berikut ini beberapa saran yang dapat dijadikan pedoman : 1.Sebelum melakukan perancan perlu mempertimbangkan komponen komponen yang tersedia dipasaran; 2. Sebelum dirangkai di papan PCB maka lebih baik dibuat dahulu di circuit maker dan wish board sebagai alat bantu perancangan agar tidak terjadi kesalahan pada pembuatan; 3. Memerlukan alat bantu perancangan yang menunjang agar hasil rancangan lebih baik; 4.Pelajari dengan lebih mendalam pada Komponen – komponen elektronika; 5. Kembangkan alat ini agar dapat menjadi suatu alat yang lebih bermanfaa 41 alat ini mengalami sedikit perubahan dikarenakan kurang maksimalnya kerja alat tersebut bagi para

DAFTAR PUSTAKA 1 Ketrampilan Elektronika,S.Wibowo Eska 2. Panduan praktis belajar elektronika,Efvy ZamidraZam. 3. Pintar servis alat-alat elektronika,Drs.Pambudi Prasetya. 4. Aneka hobby elektronika,Dedy Rusmady.cv pioni rjaya

42

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful