You are on page 1of 12

LAPORAN RESMI

PRAKTEK PENGELANTANGAN
PR.I-II PROSES PERSIAPAN SERAT RAYON SECARA
PERENDAMAN

Nama

: Toha Hidayatullah

NIM

:134015

AKADEMI TEKNOLOGI WARGA SURAKARTA
OKROBER 2014
PROSES PROSES PERSIAPAN SERAT RAYON SECARA PERENDAMAN

Secara umum karakteristik serat rayon viskosa disajikan pada tabel. Moisture Regain 12–13% Tahan panas penyetrikaan. Larutan viskosa kemudian dipintal dengan cara pemintalan basah sehingga dihasilkan filamen rayon viskosa. 2. kemudian berkembang ke seluruh dunia hingga saat ini. Rayon modifikasi yang mempunyai kekuatan tinggi digunakan sebagai serat penguat pada pembuatan ban kendaraan bermotor. Crumb hasil pencabikan didiamkan dalam suatu bejana selama 1-2 hari agar terjadi reaksi sempurna dan dihasilkan crumb yang namamnya selulosa alkali. Selulosa xantat kemudian dilarutkan dalam larutan NaOH 10% sampai dilhasilkan larutan polimer kental yang disebut larutan viskosa. oksidator dan enzim. pemanasan yang lama menyebabkan warna menjadi kuning Elastisitas jelek. sebelum diolah menjadi serat.A. 1. bahan baku serat buatan selain dapat berasal dari alam misalnya selulosa atau protein juga dapat berasal dari bahan baku yang harus disintesis terlebih dahulu. sukar untuk kembali ke . Membandingkan hasil proses hilang kanji yang dilakukan dengan menggunakan berbagai cara sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal B. Selanjutnya selulosa alkali ditambahkan larutan karbondisulfida sehingga terjadi proses xantasi. Kelemahan serat rayon adalah kekuatan tarik dalam keadaan basah mengalami penurunan kekuatan yang cukup besar. 1) Sifat rayon viskosa Rayon viskosa merupakan serat buatan yang berasal dari selulosa oleh karena itu sifatnya mirip dengan serat selulosa yang lain. Pulp sebagai bahan baku mula-mula direndam dalam larutan NaOH 18% sehingga terjadi penggembungan dari pulp. Serat rayon viskosa adalah serat buatan yang bahan bakunya berasal dari alam yaitu kayu pohon pinus yang dibuat menjadi lembaran kertas tebal yang disebut pulp. Serat Rayon Viskosa Serat rayon viskosa merupakan serat buatan yang pertama kali dibuat tahun 1891 oleh Courtaulds Ltd. Menghilangakan kanji pati pada benang lusi pada benang rayon dengan menggunakan cara detergent/sabun . 2) Morfologi serat rayon viskosa Pengamatan mikroskopik serat rayon viskosa menunjukkan bentuk silinder lurus bergaris-garis pada penampang memanjang dan bergerigi berlekuk-lekuk pada penampang melintang seperti yang disajikan pada gambar 3) Penggunaan serat rayon viskosa Serat rayon banyak digunakan untuk tekstil pakaian sebagai pengganti serat kapas. Hasil reaksi xatasi disebut selulosa xantat. Karakteristik Serat Rayon Viskosa Daya serap Efek panas Elastisitas Bersifat hidrofilik. DASAR TEORI Serat buatan merupakan serat yang dibuat dengan teknologi pembuatan serat. Pulp yang telah menggembung dicabik-cabik sehingga dihasilkan cabikan pulp yang disebut crumb. TUJUAN PRAKTEK 1..

Dalam pencucian cenderung menyusut 2. Sedangkan untuk benang-benang dengan antihan tinggi dan gintir tidak harus dilakukan penganjian karena mempunyai kekuatan yang lebih tinggi. Kanji bersifat menghalangi penyerapan (Hidrofob) larutan baik dalam proses pemasakan. 1. dan penyempurnaan khusus sehingga hasil proses tersebut kurang sempurna. kanji poliakrilat dapat dihilangkan dalam kondisi alkali atau oksidator. pencelupan.semula. kanji PVA peka terhadap larutan alkali. Oleh karena itu sebelum dilakukan proses penghilangan kanji perlu diketahui lebih dulu jenis dan kadar kanji yang digunakan. pencapan.4 g/denier 15–25% Gamabara penamapang serat rayon. Proses penghilangan kanji bertujuan untuk menghilangkan kanji yang terdapat pada bahan atau benang lusi pada kain hasil pertenunan tanpa merusak seratnya.2. kanji CMC larut dalam air panas dan lain-lain. Pada proses pencelupan dan pencapan zat warna tidak bisa masuk kedalam serat sehingga warna luntur dan tidak rata. Proses penganjian tidak dilakukan pada kain-kain rajut. pengelantangan. terbakar habis meninggalkan abu.6 g/denier dalam keadaan bash 1. seperti tepung kanji akan sulit larut dalam air dan dapat dihilangkan dengan enzim. agar jumlah putusnya benang kecil sehingga diperoleh mutu kain yang baik. pada proses perajutan tidak diperlukan gesekan dan tegangan yang kuat seperti halnya pada pertenunan. Metoda Penghilangan Kanji . Penganjian benang lusi biasanya menggunakan kanji alam maupun kanji sintetik tergantung dari jenis seratnya seperti tertera pada Tabel 9. karena selain mempunyai karakter yang berbeda. Proses penghilangan kanji ini memerlukan perhatian karena setiap jenis kanji mempunyai sifat khusus. Desizing Proses penganjian dilakukan pada benang-benang lusi yang terbuat dari selulosa dan sintetik maupun campuran serat sebelum proses pertenunan untuk menambah kekuatan dan daya tahan gesekan selama proses pertenunan. Kimia Pembakaran Stabilitas dimensi Kekuatan Mulur Lebih tidak tahan asam dibandingkan kapas Meneruskan pembakaran.

Kanji dapat dilarutkan atau dirusak menjadi molekul -molekul yang lebih kecil dan mudah larut. Digunakan sebagai bahan tambahan hidroksietil selulosa. poliamida. wol. Sukar dihilangkan. poliakrilat. Mudah dihilangkan dengan air panas.pada kanji lain. locust bean Dipakai sebagai tambahan pada gum kanji alam untuk meningkatkan daya lekat. poliester sutera. tapioka. kentang. o penghilangan kanji yang telah rusak atau tahap pencucian Untuk menghilangkan kanji dikenal beberapa cara : 1) Perendaman 2) Asam Encer 3) Alkali Encer 4) Enzym 5) Oksidator Bahan Tepung Kanji (pati) Gom alam Protein Resin Turunan Selulosa Zat Tambahan Lemak gajih. rayon viskosa. . Umumnya digunakan untuk kanji modifikasi (dekstrin). poliester. Sebagian digunakan untuk serat buatan Stirena-maleat. penganjian serat kapas dan rayon hidroksietil stapel. poliester kapas. kapas RV. minyak dan malam Tabel 9. poliester. Tahan terhadap selulosa dan etil-selulosa gesekan. kekuatan cukup dan viskositasnya baik Zat aktif permukaan.Agar kanji larut dalam air kanji harus dihidrolisa atau dioksidasi menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga rantai molekulnya lebih pendek dan mudah larut dalam air. Tragakan. sutera. metil. gom arab.2 Jenis Kanji Berdasarkan Bahan Dasarnya Jenis Kanji Keterangan Jagung. protein dan penurun viskositas dan resin untuk mendapatkan kondisi fisika tertentu agar hasil penganjian optimum Sebagai zat asli atau yang Untuk meningkatkan hasil penganjian disulfatkan dan dibuat lebih lemas dan fleksibel terdispersi dalam air Serat yang dilakukan proses desizing yaitu serat kapas. Mudah dihilangkan melalui proses pemasakan (alkali) Karboksimetil selulosa (CMC). dengan tahapan sebagai berikut: o impregnasi dalam larutan penghilang kanji atau tahap pembasahan o penyerapan larutan penghilang kanji untuk perusakan kanji atau tahap penggembungan o pelarutan kanji atau tahap pendispersian. kapas rayon. anti busa Ditambahakan pada kanji pati. sagu. nilon dan serat buatan lainnya. fleksibilitas dan penyerapan air Perekat. poliester wol. walupun kasein digunakan perendaman enzim. poliakrilat dan Secara luas digunakan untuk benang polivinil-alkohol serat asetat. gelatin dan kasein Sebagian besar digunakan untuk penganjian filamen asetat dan rayon.

dan hasilnya lebih baik.6 – 5. Suhu sangat berpengaruh sekali karena pada suhu yang terlalu tinggi atau lebih rendah dari suhu optimal dapat menurunkan aktifitas kerja enzim tersebut. Sedangkan kondisi optimal jenis enzyme pankreas adalah sebagai berikut : a. b) Tidak terjadi kerusakan pada serat. Enzymoline. Viveral. Kain setelah dibakar dilewatkan dalam bak pemadam api yang mengandung larut enzim. ditutup plastik dan dimasukan dalam suatu ruang kemudian diputar (batcher). Gabalit. Anamyl. karena suhu yang tinggi dapat mengurangi (mematikan) aktifitas enzyma. Karena ada beberapa kelebihan dalam penggunaannya yaitu : a) Hidrolisa kanji berjalan cepat sehingga waktu pengerjaan lebih pendek. Maltoferment. Prinsip penghilangan kanji dengan enzim adalah merendam peras kain dalam larutan enzim selanjutnya kain diperam selama 6–8 jam tergantung jenis enzimnya. 1) Enzym mout / malt diastase Diperoleh dari masa pertumbuhan gandum. Dagomma. efektif. Proses penghilangan kanji simultan dengan proses pembakaran bulu lebih efesien.a. Oyatsime dan lain-lain. wol. Reaksi yang terjadi pada perubahan kanji menjadi gula dengan enzym : degradasi 2( )n + n O n 2n + O Kanji (amilum) enzyma maltosa dipecah glukosa (gula) Rendam peras dapat dilakukan bersamaan proses pembakaran bulu. Suhu larutan 40 – 55 . Jenis enzim ini diperdagangkan dengan nama Diastofar. Konsentrasi 1 – 3 gram/l b. Adapun kondisi yang optimal untuk jenis enzyma ini adalah sebagai berikut: a. karena pada pH dan suhu tersebut daya kerja enzym akan berkurang dan hasil kurang sempurna. sutera. c) Senyawa protein yang berfungsi sebagai katalisator Terdapat 3 golongan enzima yang digunakan untuk proses penghilangan kanji yaitu : 1) Enzym Mout / Malt diastase 2) Enzym Pankreas diastase 3) Enzym Bakteri diastase Dalam proses penghilangan kanji dengan enzim perlu memperhatikan faktor suhu dan pH. Konsentrasi enzym 5 – 20 gram/l b. poliamida. rayon viskosa. kapas. Ultraferment. Suhu larutan 40 – 65 c. Textillomalt. Deglatal dan sebagainya. Perendaman dapat dilakukan dengan cara kain digulung. Enzyma Mout diastase aktifitasnya sangat dipengaruhi oleh suhu pada pH. pH larutan 4. Terhydna Diastase.2 2) Enzyma pankreas diastase Jenis enzym ini diperoleh dari kelenjar-kelenjar ludah perut babi dengan nama dagang Novofermasol As. Enzim Untuk serat kapas. Penghilangan kanji dengan enzim sekarang banyak dilakukan baik oleh industri besar maupun industri kecil. atau dapat pula dilakukan dengan cara kain ditumpuk dan ditutup plastik.

etoksilat. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Oksidator H2O2 H2O + O* H2O + O* ( )n Kanji (amilum) rantai panjang n( ) (C6H10O5)m Kanji (amilum) rantai pendek Pengerjaan penghilangan kanji dengan oksidator yaitu kain diimpregnasi dengan larutan oksidator kemudian di-batching beberapa jam atau dilakukan pengukusan selama 20 menit pada suhu 100-105 . Hidrolasa dan sebagainya.c. dan biasanya berbusa banyak (biasanya digunakan untuk pencuci kain dan pencuci piring). tapi dapat bekerja di air sadah (air yang kandungan mineralnya tinggi). etoksisulfat. Linear alkilbenzene sulfonat. Diastase. mengendorkan dan mengangkat kotoran dari kain dan mensuspensikan kotoran yang telah terlepas. etoksisulfat.8 – 7. pH larutan 5 – 7 b. Beberapa zat pengoksidasi seperti hidrogen peroksida dan garam persulfat dapat digunakan untuk merusak (mendegradasi) kanji tanpa menyebabkan kerusakan serat selulosa sepanjang kondisi proses yang terkontrol. Biolase. netral atau negatif bergantung pH air yang . Beberapa zat pengosidasi dapat dipakai sendiri-sendiri atau bersamaan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan biaya yang lebih murah.5 – 1 gram/l b. Surfaktan yang biasa digunakan dalam deterjen adalah linear alkilbenzene sulfonat. memiliki daya bersih yang sangat baik. imidazolin dan betain. surfaktan ini biasanya digunakan pada pelembut (softener). c. Imidazolin dan betain dapat berubah menjadi partikel positif. Konsentrasi 0. sutera. Penggunaan zat oksidator memberikan keuntungan selain mendegradasi kanji. rayon viskosa. Suhu larutan 60 – 70 c. alkil sulfat. pH larutan 6. alkil sulfat bila dilarutkan dalam air akan berubah menjadi partikel bermuatan negatif.0 3) Enzyma dari bakteri (Bakteri diastase) Enzym jenis ini diperoleh dari pertumbuhan jasad remik yang disterilkan dengan nama dagang : Rapidase. juga sedikit memberikan efek pengelantangan sehingga proses penghilangan kanji dapat dilakukan sekaligus dengan proses pengelantangan. Fungsi surfaktan adalah untuk meningkatkan daya pembasahan air sehingga kotoran yang berlemak dapat dibasahi. Rapid. DETERGENT Komponen penting deterjen adalah surfaktan. Senyawasenyawa amonium kuarterner. busa yang dihasilkan sedikit. poliester kapas. Oksidator Untuk serat kapas. berubah menjadi partikel positif ketika terlarut dalam air. tidak berubah menjadi partikel yang bermuatan. Etoksilat. dan dapat mencuci dengan baik hampir semua jenis kotoran. Kondisi optimum untuk jenis ini adalah sebagai berikut : a. senyawa amonium kuarterner.

H2O2 3. deterjen jenis ini tidak bereaksi dengan ion yang terdapat dalam air sadah. Kebanyakan deterjen jenis ini adalah turunan dari ammoniak. Namun. diyakini bahwa hanya sedikit orang atau pemirsa yang dapat memahami esensi dari iklan tersebut Berdasarkan ion yang dikandungnya. C. deterjen dibedakan atas : 1. produk biasnaya tidaka dijual dalam partai kecil. 3. Nonionic detergents kurang mengeluarkan busa dibandingkan dengan ionic detergents. mereka juga mengandung sifat antikuman yang membuat mereka banyak digunakan di rumah sakit. Sequester-T 6. Deterjen Cair Secara umum. Deterjen Krim Deterjen krim bentuknya hampir sama dengan sabun colek. Neutral atau Non-Ionic Detergents Nonionic detergen banyak digunakan untuk keperluan pencucian piring. 2. Berdasarkan bentuk fisiknya. deterjen cair hamper sama dengan deterjen bubuk. tetapi kandungan formula keduanya berbeda. Di luar negeri. natrium karbonat. Builder digunakan untuk melunakkan air sadah dengan cara mengikat mineral-mineral yang terlarut. ALAT DAN BAHAN 1. H2SO4 4. Yang sering digunakan sebagai builder adalah senyawa kompleks fosfat. natrium silikat atau zeolit. Selain itu. deterjen dibedakan atas: 1. natrium sitrat. Karena deterjen jenis ini tidak memiliki adanya gugus ion apapun. Pembasah . sehingga sering digunakan untuk pencuci alat-alat rumah tangga. Kain rayon 2. Hal yang membedakan hanyalah bentuknya: bubuk dan cair. 2. Anionic detergents Deterjen jenis ini adalah merupakan deterjen yang memiliki gugus ion negatif. Cationic detergents Deterjen yang memiliki kutub positif disebut sebagai cationic detergents. kandungan lain yang penting adalah penguat (builder). builder juga membantu menciptakan kondisi keasaman yang tepat agar proses pembersihan dapat berlangsung lebih baik serta membantu mendispersikan dan mensuspensikan kotoran yang telah lepas. Sebagai tambahan selain adalah bahan pencuci yang bersih. Sebagai contoh ada sebuah iklan deterjen tertentu yang menjelaskan tentang kelebihan produk deterjen dengan kandungan butiran berbentuk padat (masif) bila dibandingkan dengan deterjen dengan butiran yang berongga. yang meningkatkan efisiensi surfaktan. Produk ini banyak digunakan di laundry modern menggunakan mesin cuci kapasitas besar dengan teknologi yang canggih. Kedua surfaktan ini cukup kestabilan dan jumlah buih yang dihasilkannnya. Deterjen bubuk Bila dicermati berbagai iklan deterjen bubuk di televisi maka masing-masing produk deterjen mencoba menjelaskan kepada konsumen tentang keunggulan produknya yang secara fisik berbeda dengan produk lainnya. tetapi dijual dalam partai besar (kemasan 25 kg). NaOH 5. Setelah surfaktan. sehingga surfaktan dapat berkonsentrasi pada fungsinya. 3.digunakan.

362 gr 3.7 = 0.7 liter 2. 5.5 cc/l  Pembasah : 1 cc/l  Suhu : 60O – 70O C  waktu : 30 menit  Vlot : 1 = 35 Resep detergent  Sequester T : 0. 8.7 gram 1. 6. Pengaduk 2. 7.724 liter 2. Detergent : 1 gr/l x 0. Termometer 3.35 cc 3.7 = 0. Gelas ukur 4.7 x 35 = 724.7 = 0. Detergen 9. Beeker glas Pipet Pipet volume Bulb Timbangan D.5 cc/l  Suhu : 40O – 50O C  Waktu : 1 jam  Vlot : 1 = 35 Pencucian panas  Suhu : 70 -80o C  Waktu : 10.. Air 1.7 cc 4. RESEP dan PERHITUNGAN KEBUTUHAN RESEP Resep enzim  Rapidese : 0.448 gr . Rapidese 8.5 gr/l x 0. Kebutuhan air : BB x vlot = 20.724l = 0.5 gr/l (zat pelunak)  Suhu : 90O C  Waktu : 10 – 15 menit  Vlot : 1 = 35 Resep oksidator  H2O2 : 1 cc/l  NaOH : 1 gr/l  Pembasah : 0.7 cc Detergen  berat bahan/kain : 20. Rapidese : 1 cc/l x 0. Pembasah : 1 cc/l x 0. Kebutuhan air : berat bahan x vlot = 20 x 35 = 700 ml = 0. Sequester T : 0. Detergent : 2 gr/l x 0.724 = 1.15 menit  Vlot : 1 = 30  Sabun/detergent : 1 -2 g/l  Suhu : 70 – 80o C  Waktu : 10 – 15 menit  Vlot : 1 = 30 Pencucian sabun Perhitungan ENZIM  berat bahan/kain : 20 gram 1.7.5 ml = 0.

FUNGSI ZAT 1. kain dicuci dengan pencucian panas . kebutuhan air panas : BB x Vlot = 14.7 = 0.1 x 30 = 423 gr = 0.4.mengakat dan menghilangkan sisa zat kimia dan kotoran dari serat 4. dan amti perubahan warna yang terjadi fdan anlisa hasilnya. berikutnya zat kimia dan zat bantu ke dalam beker glas  Naikkan suhu larutan pada larutan prosessesuai pada resep setelah itu masukkan kain pada larutan proses dan lakukan pengerjaan pada kain (sesuai waktu pengerjaanya pada resep)  Setelah proses. Rapidase : bakteri yang akan menguraikan (bio degradasi) kanji pati menjadi senyawa yang lebih sederhana (glukosa/maltosa).. Kebutuhan air : BB x vlot = 20. 6. 2. Detergen : untuk mendisperesikan . H2O2 (35 %) : 1% x BB = 3.3 gram 1.  Hitung kebutuhan air dan zat-zat kimia yang akan digunakan dalam proses  Ambil air dan timbang zat kimia sesuai dengan kebutuhan  Masukkan air ke dalam beker gelas. FLOW PROSES Kain rayon Uji kain & CMC Hilang kanji pencucian . Pembasah : 1 cc/l x 0. NaOH : : 1% x BB = 4.sabun dan bilas  Kerinkan bahan. kebutuhan sabun : 1 l = 0. Setelah itu ditimbang untuk mengetahuai berat kain setelah proses.724 gr OKSIDATOR  berat bahan/kain : 20. Sequester T : untuk mengikat ion-ion logam berat dalam air sehingga tidak mengganggu proses 5.423 = 0. kondisikan pada Lab (± 2 jam).  Hitung % penurunan berat bahan untuk mengetahuai banyaknya kanji yang dapat dihilangkan dari kain G. 3.423 liter 2. H2O2 : untuk megoksidasi (memutuskan) rantai molekul knji yang panjang menjadi pendek.42 cc 5.3 x 35 = 423 gram = 0.423 gr/l x 0. amati perubahan warna yang terjadi dan analisa hasilnya. PROSEDUR PRAKTEK  Timbang kain dan catat berat kain yang akan diproses  Uji keberadaan kanji pada kain dengan larutan Ki. NaOH : untuk menaikkan pH larutan proses sehingga H2O2 lebih cepat mengurai menghasilkan On dan OOH.423 gr E. F.423 l 6. Detergent : 1 gr/l x 0. Pembasah : zat aktif permukaan yang dapat meneruskan tegangan antar muka (permukaan) kain dan larutan proses lebih mudah terserap/termasuk kedalam kain. uji keberadaan kanji.

: sebelum dilakukan desizing dan di tes larutan KI berwarna biru kehitaman. dan setelah desizing berwarna ungu kekuningan.enzym .deterjen : Sebelum dilakukan desizing dan di tes dengan larutan KI berwarna biru kehitaman.8 % 6. % PENURUNAN BERAT 1.7 % 5. Enzym HASIL UJI KANJI .Blue methylen : sebelum dilakukan desizing tidak ada bercak bercak.Panas. HASIL PRAKTEK a.25 % . dan setelah desizing berwarna kuning keunguan. b. berarti kain tidak terdapat kanji CMC . Oksidator 2. Tabel Presentase Penurunan Berat Hasil Desizing Nama Bayu Detergen Enzim Oksidator 3. Panas timbang pengkondiisian timbang Uji kanji Bilas + keringkan H. Sabun.

7 % Kuning keunguan Nissa Adimas Nur Galih Agung April Rata-rata Ungu kekuningan - 4. Karena deterjen mengandung: 1.Angga Andreas Kuning Kuning Ungu kekuningan 3. dan deterjen. Material lain selain surfaktan untuk mengikat kotoran didalam suspensi 7.07 % I. Water softener untuk menghilangkan efek kesadahan 5.2 % 5.2 % Kuning Kuning Ungu kekuningan 5.98 % 4.4 % 3.4 % Kuning keunguan - Ungu kekuningan 4.2 % Kuning Kuning keunguan Ungu kekuningan 3. Setelah proses desizing.3 % Kuning Kuning Ungu kekuningan - 4.0 % 4. dapat membandingkan hasil proses kain yang dikerjakan dengan enzym. Enzim untuk mengikat protein. Rantai .4 % Kuning Kuning Ungu kekuningan 5. oksidator. dapat diketahui bahwa kain yang diproses desizing dengan deterjen dan Enzym mempunyai hasil yang lebih baik dan optimal. serta kualitas kain nantinya. tepung kanji dapat didegradasi oleh enzym tanpa merusak seratnya. Substansi untuk mengubah pH yang mempengaruhi penampilan ataupun Stabilitas dari komponen lain 4. ataupun karbohidrat didalam serat.2 % 6. Dari hasil praktek. Oxidants untuk memutihkan dan menghancurkan kotoran 6. Surfaktan yaitu untuk mengikat lemak dan membasahi permukaan 2.7 % 5.3 % 5. Berikut penjelasan mengenai perbedaan hasil praktek.1 % 5. Kanji kanji yang masih terdapat pada kain harus dihilangkan. lemak.24 % 4. Abrasive untuk menggosok kotoran 3.5 % 4.3 % 4.7 % 4.8 % 4.1 % - 2.8 % Kuning keunguan Kuning keunguan Ungu kekuningan 2.8 % - Kuning keunguan Kuning Ungu kekuningan 6. karena akan sangat mempengaruhi dalam proses pencelupan maupun pencapan. Bakteri amilase dan pankreas akan memutus ikatan glukosa dari kanji tanpa mengganggu ikatan glukosa dari serat. Dengan enzymatik polisakarida tepung kanji dapat didegradasi membentuk berat molekul yang lebih kecil menjadi glukosa yang larut dalam air. DISKUSI ANLISA Hilang kanji / Desizing adalah proses untuk menghilangkan kanji pada benang lusi yang semula penting untuk proses pertenunan.

surakarta : Akademi teknologi warga. Setelah dilakukan proses desizing.pdf . KESIMPULAN 1. oksidator dan deterjen yang mempunyai hasil paling optimal adalah menggunakan Deterjen. K. atau memecah molekul menjadi fraksi fraksi yang lebih kecil. Tohahidayatullah. J. Hasil hilang kanji dari ketiga cara seperti enzym. 2. makalah proses penyempurnaan tekstil.ini akan terdegradasi dari ujung rantai sampai pada sisi rantai menjadi dekstrin yang larut. DAFTAR PUSTAKA 1. 2014. kanji pada kain dapat dihilangkan. 2. Modul-tkj-04-melakukanperbaikanperiferal-121119051009-phpapp02.