You are on page 1of 9

BAB I

PEMDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelabuhan Laut merupakan terminal point antara angkutan darat dan angkutan laut,
angkutan darat dan angkutan laut, serta angkutan laut dengan angkutan darat. Pelabuhan, kata
aslinya adalah labuh yang berarti Pelabuhan laut, itu adalah tempat berlabuhnya kapal-kapal
laut. Dahulu kala sungai-sungai merupakan alur pelayaran bagi perahu-perahu dan kapalkapal, kapal-kapal tersebut biasanya sampai dimuara sungai berhenti berlabuh sambil
menunggu cuaca baik agar dapat melanjutkan perlayarannya menuju antar pulau dan melaut
kenegara lain.

Karenanya muara-muara sungai dahulu merupakan pelabuhan, dimana kapal-kapal
berlabuh (membuang jangkar/sauh). Perhubungan laut termasuk pelabuhannya merupakan
prasarana

(infrastructure)

dari

perekonomian.

Sehubungan

dengan

perkembangan

perekonomian, maka makin lama kapal-kapal makin besar, sehingga hanya kapal-kapal kecil
melewati sungai-sungai dan kapal-kapal besar berlabuh dipelabuhan sebagai terminalnya.
Selanjutnya pelabuhan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas tambat dan pergudangan serta pier
atau penahan gelombang.

Banyak Istilah-istilah kepelabuhanan yang belum ada terjemahannya dengan tepat,
sehingga dalam hal-hal seperti itu terpaksa masih digunakan istilah asing; antara lain ;
Kita kenal istilah Harbour dan Port dalam bahasa Inggris, terjemahannya keduanya adalah
Pelabuhan sedangkan keduanya memang berbeda.

Harbour adalah tempat perairan yang cukup dalam untuk tempat kapal-kapal berada,
bebas dari rintangan untuk navigasi dan terlindung dari taufan, sehingga kapal-kapal dapat
berlabuh disitu dengan aman.

Port adalah harbour yang secara tetap digunakan oleh masyarakat yang sibuk
berdagang dan bongkar muat angkutan laut. Jadi ringkasnya Port adalah Harbour yang telah
dimanage (dilola).

Pelabuhan Tanjung Priok. contoh harbour di Indonesia adalah pelabuhan-pelabuhan Eretan. Makassar dan lainlain. Mengetahui definisi tentang pasang surut laut. Sedangkan Port dipimpin oleh Port Administrator (Administrator Pelabuhan / Adpel) contoh Port di Indonesia adalah. Tanjung Perak. Batasan Masalah Pada makalah ini dibatasi hanya membahas permasalah yang mengcaup pasang surut laut. . Tujuan a. C. b. c. Pengandaran. B.Harbour dipimpin oleh Harbour master (Syahbandar). Belawan. Memahami terjadinya pasung surut laut. Pacitan dan lain-lain. Memberikan gambaran tentang prilaku pasang surut laut.

yaitu pasang surut harian (diurnal). Pasang Surut Laut 1. Pengaruh benda angkasa lainnya dapat diabaikan karena jaraknya lebih jauh atau ukurannya lebih kecil. bumi dan bulan.BAB II PEMBAHASAN A. fenomena pasang surut diartikan sebagai naik turunnya muka laut secara berkala akibat adanya gaya tarik benda-benda angkasa terutama matahari dan bulan terhadap massa air di bumi. Periode pasang surut adalah waktu antara puncak atau lembah gelombang ke puncak atau lembah gelombang berikutnya. Dalam sebulan. Definisi Pasang Surut Laut Menurut Pariwono (1989). Terdapat tiga tipe dasar pasang surut yang didasarkan pada periode dan keteraturannya. Perbedaan vertikal antara pasang tinggi dan pasang rendah disebut rentang pasang surut (tidal range). Puncak gelombang disebut pasang tinggi dan lembah gelombang disebut pasang rendah. variasi harian dari rentang pasang surut berubah . Harga periode pasang surut bervariasi antara 12 jam 25 menit hingga 24 jam 50 menit. Jadi pasang surut laut adalah gelombang yang dibangkitkan oleh adanya interaksi antara bumi. tengah harian (semi diurnal) dan campuran (mixed tides). Sedangkan menurut Dronkers (1964) pasang surut laut merupakan suatu fenomena pergerakan naik turunnya permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama oleh matahari. matahari dan bulan.

Namun demikian. Untuk meramalkan pasang surut. Pada saat itu akan dihasilkan pasang tinggi yang rendah dan pasang rendah yang tinggi. Pasang surut perbani ini terjadi pasa saat bulan 1/4 dan 3/4. Lintang dari tonjolan pasang surut ditentukan oleh deklinasi. pembangunan di daerah pesisir pantai. Meskipun ukuran bulan lebih kecil dari matahari. Gaya tarik gravitasi menarik air laut ke arah bulan dan matahari dan menghasilkan dua tonjolan (bulge) pasang surut gravitasional di laut. yaitu sudut antara sumbu rotasi bumi dan bidang orbital bulan dan matahari. bulan dan matahari membentuk sudut tegak lurus. maka ia dapat diramalkan. Pasang surut laut merupakan hasil dari gaya tarik gravitasi dan efek sentrifugal. Pada saat itu akan dihasilkan pasang tinggi yang sangat tinggi dan pasang rendah yang sangat rendah. Seperti telah disebutkan di atas. Rentang pasang surut juga bergantung pada bentuk perairan dan konfigurasi lantai samudera. Karena sifat pasang surut yang periodik. akan terbentuklah komponen-komponen pasang surut yang baru. diperlukan data amplitudo dan beda fasa dari masing-masing komponen pembangkit pasang surut. Pasang surut purnama ini terjadi pada saat bulan baru dan bulan purnama. . Pengetahuan tentang pasang surut sangat diperlukan dalam transportasi laut. karena interaksinya dengan bentuk (morfologi) pantai dan superposisi antar gelombang pasang surut komponen utama.secara sistematis terhadap siklus bulan. Gravitasi bervariasi secara langsung dengan massa tetapi berbanding terbalik terhadap jarak. Efek sentrifugal adalah dorongan ke arah luar pusat rotasi. bulan dan matahari berada dalam suatu garis lurus. dan lain-lain. komponen-komponen utama pasang surut terdiri dari komponen tengah harian dan harian. gaya tarik gravitasi bulan dua kali lebih besar daripada gaya tarik matahari dalam membangkitkan pasang surut laut karena jarak bulan lebih dekat daripada jarak matahari ke bumi. Pasang surut purnama (spring tide) terjadi ketika bumi. kegiatan di pelabuhan. Pasang surut perbani (neap tide) terjadi ketika bumi.

ternyata Bulan menyebabkan permukaan laut yang dekat dan berlawanan dengannya mengalami pasang naik. . Harian ganda (semidiurnal tide).B. pasang-surut di Indonesia dapat dibagi menjadi empat jenis yakni : 1. 3. 2. Selain itu. Air laut di permukaan Bumi yang dekat dengan Bulan akan terangkat sesuai dengan daya tarik Bulan. Dua jenis campuran. air laut pada sisi yang berlawanan akan naik karena gaya sentrifugal. hal tersebut menyebabkan permukaan laut yang posisinya 90 derajat dengannya mengalami pasang surut. Pasang-surut harian tunggal (diurnal tide). Terjadinya Pasang Surut Laut Pasang naik dan pasang surut pada perairan merupakan fenomena yang terjadi karena adanya gaya sentrifugal sebagai akibat gravitasi Bulan dan medan magnet Bumi. 1. Pasang Surut Harian Tunggal (Diurnal Tide) Dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut. Tipe Dasar Pasang Surut Secara umum terdapat empat tipe dasar pasang surut yang didasarkan pada periode dan keteraturannya. Sambil mengelilingi bumi. Pada jenis harian ganda misalnya terdapat di perairan Selat Malaka sampai ke Laut Andaman. Periode pasang surut adalah 24 jam 50 menit. Sedangkan. C.

Periode pasang surut rata-rata adalah 12 jam 24 menit. Pada pasang-surut campuran condong ke harian ganda (mixed tide. prevailing diurnal) contohnya terdapat di pantai selatan Kalimantan dan pantai utara Jawa Barat. Jenis harian tunggal misalnya terdapat di perairan sekitar selat Karimata. tetapi kadang-kadang untuk sementara waktu terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan tinggi dan periode yang sangat berbeda. Sedangkan jenis campuran condong ke harian tunggal (mixed tide. . tetapi tinggi dan periodenya berbeda. prevailing semidiurnal) misalnya terjadi di sebagian besar perairan Indonesia bagian timur.Pasang Surut Campuran Condong Ke Harian Ganda (Mixed Tide Prevailing Semidiurnal) Dalam satu hari terjadi dua kali air pasang dan dua kali air surut. . -Pasang Surut Campuran Condong Ke Harian Tunggal (Mixed Tide Prevailing Diurnal) Pada tipe ini dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut. antara Sumatra dan Kalimantan Grafik : Data Pasang Surut Tipe Semi-Diurinal Tide 3. Pasang Surut Harian Ganda (Semi Diurnal Tide) Dalam satu hari terjadi dua kali pasang dan dua kali air surut dengan tinggi yang hampir sama dan pasang surut terjadi secara berurutan secara teratur.Grafik : Data Pasang Surut Tipe Durial 2.

Grafik : Mixed Tide D.  Mean Higher High Water (MHHW) adalah tinggi rata-rata pasang tertinggi dari dua air tinggi harian pada suatu periode waktu yang panjang. Beberapa elevasi tersebut adalah sebagai berikut :  Mean Sea Level (MSL) atau Duduk Tengah adalah muka laut rata-rata pada suatu periode pengamatan yang panjang. Jika hanya satu air tinggi terjadi pada satu hari. Hal ini tidak akan terjadi untuk pasut harian (diurnal).  Mean Lower Low Water (MLLW) adalah tinggi rata-rata air terendah dari dua air rendah harian pada suatu periode waktu yang panjang. Hal ini tidak akan terdapat pada pasut diurnal. Elevasi Muka Air Mengingat elevasi di laut selalu berubah setiap saat. . yaitu jika tunggang (range) pasut itu tertinggi. sebaiknya selama 18. maka air tinggi tersebut diambil sebagai air tinggi terttinggi.  Mean Higher Low Water (MHLW) adalah tinggi rata-rata air tertinggi dari dua air rendah harian pada suatu periode waktu yang panjang.  Mean Low Water (MLW) adalah tinggi air rata-rata pada semua surut rendah.  Mean Lower High Water (MLHW) adalah tinggi rata-rata air terendah dari dua air tinggi harian pada suatu periode waktu yang panjang.6 tahun. maka harga air rendah tersebut diambil sebagai air rendah terendah. Jika hanya satu air rendah terjadi pada satu hari. maka diperlukan suatu elevasi yang ditetapkan berdasar data pasang surut.  Mean Tide Level (MTL) adalah rata-rata antara air tinggi dan air rendah pada suatu periode waktu.  Mean High Water (MHW) adalah tinggi air rata-rata pada semua pasang tinggi.  Mean High Water Springs (MHWS) adalah tinggi rata-rata dari dua air tinggi berturut-turut selama periode pasang purnama. yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan pelabuhan.

Harbour adalah tempat perairan yang cukup dalam untuk tempat kapal-kapal berada. kata aslinya adalah labuh yang berarti Pelabuhan laut.BAB III KESIMPULAN Pelabuhan Laut merupakan terminal point antara angkutan darat dan angkutan laut. Port adalah harbour yang secara tetap digunakan oleh masyarakat yang sibuk berdagang dan bongkar muat angkutan laut. Pasang-surut harian tunggal (diurnal tide). matahari dan bulan. sehingga kapal-kapal dapat berlabuh disitu dengan aman. bebas dari rintangan untuk navigasi dan terlindung dari taufan. 3. Tipe dasar pasang surut tebagi menjadi 3 bagian : 1. Jadi ringkasnya Port adalah Harbour yang telah dimanage (dilola). . Pasang surut laut adalah gelombang yang dibangkitkan oleh adanya interaksi antara bumi. Dua jenis campuran. kapal-kapal tersebut biasanya sampai dimuara sungai berhenti berlabuh sambil menunggu cuaca baik agar dapat melanjutkan perlayarannya menuju antar pulau dan melaut kenegara lain. itu adalah tempat berlabuhnya kapal-kapal laut. serta angkutan laut dengan angkutan darat. Pelabuhan. Harian ganda (semidiurnal tide). Dahulu kala sungai-sungai merupakan alur pelayaran bagi perahu-perahu dan kapalkapal. angkutan laut dan angkutan laut. 2.

html http://rustadinet.html http://ilmukelautan.DAFTAR PUSTAKA http://a298431oseanografi.blogspot.com/2012/01/pasang-surut-laut.com/2013/10/terjadinya-pasang-surut.blogspot.com/publikasi/oseanografi/fisika-oseanografi/402-pasang-surut .