You are on page 1of 10

PEDOMAN TUK LSP-PPT MIGAS

PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI
LSP PPT MIGAS
1.

RUANG LINGKUP DAN ACUAN
Ruang lingkup: Pedoman ini menguraikan kriteria Tempat Uji Kompetensi
Tenaga Kerja yang mencakup persyaratan manajemen dan persyaratan
teknis.

2.

ACUAN NORMATIF
a. Acuan normatif yang digunakan adalah: Undang-Undang No. 13 tahun
2003 tentang Ketenagakerjaan;
b. Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2004 tentang Badan Nasional
Sertifikasi Profesi;
c. Pedoman BNSP 201- 2006;
d. Peoman BNSP 202- 2005;
e. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI);
f. Pedoman BNSP 206 – 2007;

3.

ISTILAH DAN DEFINISI

3.1

LEMBAGA adalah LSP ”PPT Migas” yang menyelenggarakan Sertifikasi
Kompetensi Kerja Tenaga Teknik Khusus Migas

yang merupakan

Lembaga Sertifikasi Profesi

3.2

LEMBAGA

SERTIFIKASI

PROFESI

adalah

lembaga

netral

baik

pemerintah atau swasta yang mendapatkan lisensi dari BNSP, yang
memiliki keahlian dan dapat dipercaya untuk melaksanakan kegiatan
pemberian sertifikat kompetensi yang menyatakan
bersangkutan

telah

memenuhi

persyaratan

bahwa asesi yang

teknis

tertentu

yang

dipersyaratkan dalam pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan
standardisasi.
1

ketrampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. adalah seseorang yang mempunyai kualifikasi yang relevan dan kompeten untuk melaksanakan dan/atau asesmen/penilaian kompetensi. 3. 3.3 LSP “PPT MIGAS” adalah lembaga sertifikasi profesi Pusdiklat Migas 3. adalah proses pemberian sertifikat yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi kerja nasional Indonesia dan/atau internasional. adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan. adalah suatu proses asesmen untuk mengumpulkan buktibukti dan membuat keputusan apakah suatu kompetensi telah dicapai. 3. 2 . 3. ketrampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan.5 Uji kompetensi. merupakan tempat kerja dan atau lembaga yang dapat memberikan fasilitas pelaksanaan uji kompetensi.6 Sertifikasi Kompetensi Kerja.10 Asesor kompetensi.8 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).7 Kompetensi Kerja. adalah Lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi profesi yang mendapatkan lisensi dari BNSP. 3.PEDOMAN TUK LSP-PPT MIGAS 3. 3. yang dilakukan oleh asesor kompetensi. yang telah diverifikasi oleh LSP berlisensi.9 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).4 Tempat Uji Kompetensi (TUK).

SUMBERDAYA a. Verifikasi TUK tempat kerja diberikan dengan surat keputusan penetapan verifikasi oleh LSP PPT MIGAS.1. Sistem pengelolaan TUK pada saat digunakan untuk uji kompetensi dilakukan oleh LSP PPT MIGAS yang dituangkan dalam dokumen prosedur.11 Peserta Uji Kompetensi. LSP PPT MIGAS dapat menetapkan persyaratan tambahan bagi TUK sesuai dengan karakteristik profesi. e. TUK harus memiliki personil minimal 1 orang yang memahami skema sertifikasi dan uji kompetensi sesuai dengan SKKNI. PERSYARATAN TEMPAT UJI KOMPETENSI 4. b. adalah pemohon yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk dapat ikut serta dalam proses sertifikasi 4.1. TUK DI TEMPAT KERJA (DESIGNATED ASSESSMENT VENUE) 4. TUK harus memiliki sarana dan alat kerja yang dibutuhkan untuk uji kompetensi sesuai SKKNI.1. PEMBENTUKAN a.PEDOMAN TUK LSP-PPT MIGAS 3. TUK dibentuk oleh industri/organisasi/perusahaan yang mengoperasikan sistem kerja yang baik (good practices). 3 .1. c. dan kegiatan sesuai dengan kriteria unit kompetensi atau kualifikasi.1. d. TUK harus memiliki perangkat kerja yang meliputi: SKKNI sesuai ruang lingkup TUK. c. 4.1. b. Permohonan menjadi TUK ditujukan kepada Lembaga Sertifikasi Profesi terkait.1. PERSYARATAN DASAR 4.2.1.

1. Tempat Uji Kompetensi harus: 4 .1.PEDOMAN TUK LSP-PPT MIGAS Pedoman pelaksanaan sertifikasi dari skema sertifikasi LSP PPT MIGAS 4. Penilaian terhadap kelayakan TUK pemohon.1.1. 4.3. dengan surat Keputusan Penetapan organisasi induk tentang dibentuknya TUK.2. TUK DI LEMBAGA DIKLAT DAN LEMBAGA YANG MENAWARKAN JASA TUK.3. b. VERIFIKASI TUK TEMPAT KERJA (DESIGNATED ASSESSMENT VENUE) a. TUK dipersiapkan pembentukannya oleh lembaga pendidikan dan pelatihan atau oleh suatu organisasi yang legal.2.1. Struktur organisasi tempat uji kompetensi harus memiliki kepala TUK. bagian teknik operasional dan bagian mutu yang menjamin kesesuaian manajemen yang berkesinambungan.2.1. ORGANISASI 4. TUK mengajukan permohonan untuk mendapatkan verifikasi dengan melampirkan bukti persyaratan dasar dan pengelolaan. 4.2. dilakukan asesmen oleh asesor lisensi dari LSP PPT MIGAS yang menilai aspek organisasi dan sistem kesesuaian dokumen serta kesesuaiannya terhadap pelaksanaannya.1.1.2. 4. 4.2.2. LSP PPT MIGAS dapat menetapkan persyaratan tambahan bagi TUK sesuai dengan karakteristik profesi. 4.4.

4. b. menerapkan sistem manajemen mutu TUK sesuai Pedoman ini. Kredible dan memuaskan pelanggan. Bidang teknis uji kompetensi mempunyai tugas: a. menyiapkan sarana dan prasarana uji kompetensi b. c. menerapkan persyaratan khusus sesuai profesi yang ditetapkan oleh LSP PPT MIGAS dalam lingkup profesinya.7.5. Kepala TUK mempunyai tugas-tugas sebagai berikut: a. menjaga kesesuaian TUK terhadap persyaratan tempat kerja sesuai Pedoman BNSP dan Pedoman-pedoman dari LSP PPT MIGAS.1.1. 4.2. b. Mempunyai kebijakan dan prosedur yang menyatakan komitmen untuk mengikuti. c.6.2. pihak yang berwenang.1. c. memelihara berlangsungnya sistem manajemen agar sesuai dengan standar dan pedoman yang berlaku. atau organisasi yang memberikan pengakuan. menyiapkan asesor pendamping terhadap proses uji kompetensi yang dilakukan oleh asesor uji kompetensi dari LSP PPT MIGAS. 5 . b. memfasilitasi proses Uji Kompetensi. Bagian manajemen mutu mempunyai tugas: a. menyiapkan rencana program dan anggaran pelaksanaan uji kompetensi. c.2. organisasi harus mencakup pekerjaan yang dilakukan dalam fasilitas tempat kerja yang permanen dan operasional.PEDOMAN TUK LSP-PPT MIGAS a. melakukan audit internal dan kaji ulang manajemen TUK. Personil inti terhindar dari pertentangan kepentingan. melaksanakan penyiapan penyelenggaraan uji kompetensi/asesmen kompetensi. d. 4.

3. a. e. SARANA DAN PERANGKAT 4. TUK memiliki fungsi sebagai tempat penyelenggaraan asesmen/uji kompetensi. Mempromosikan organisasinya sebagai TUK yang diverifikasi.2. TUGAS DAN WEWENANG TUK 4.1.1.2. Mempromosikan uji kompetensi di wilayah kerjanya c. 4.1.2.3. Wewenang a. Mengusulkan kebutuhan biaya pelaksanaan uji kompetensi di TUK kepada LSP PPT MIGAS b. Mengkoordinasikan persyaratan administratif untuk pelaksanaan kegiatan uji kompetensi termasuk pengusulan penugasan asesor.2.3. 4.8. Membuat usulan Materi Uji Kompetensi kepada LSP PPT MIGAS b. Melakukan penerimaan pendaftaran calon peserta uji kompetensi untuk disampaikan kepada LSP PPT MIGAS.PEDOMAN TUK LSP-PPT MIGAS 4. 4.2. TUK seharusnya memiliki kantor tetap sekurang-kurangnya dalam waktu 2 tahun dan memliki sarana kerja yang memadai.2. 4. melaksanakan tugas-tugas ketatausahaan organisasi TUK.2. TUK mempunyai tugas: a. 6 .2.2. Mengusulkan hasil evaluasi penerapan standar kompetensi dalam pelaksanaan uji kompetensi. dan melakukan pemeliharaan serta evaluasi penerapan standar kompetensi dalam uji kompetensi.2. Mengkaji ulang pelaksanaan uji kompetensi di TUK. c. d. b.2. Bagian Administrasi mempunyai tugas: a. memfasilitasi unsur-unsur organisasi TUK guna terselenggarannya program uji kompetensi. FUNGSI. Menyiapkan tempat uji kompetensi yang sesuai tempat kerja.2.

2. TUK harus memiliki asesor kompetensi sesuai dengan ruang lingkup yang diajukan untuk diverifikasi.3. Standar kompetensi sesuai lingkup layanannya. Peralataan harus dipelihara kinerjanya. termasuk piranti keras dan piranti lunak. b. 4. TUK harus memiliki perangkat kerja yang meliputi: a. 4. menerapkan dan memelihara Standar Prosedur Operasi (SOP) / sistem mutu yang sesuai dengan lingkup kegiatannya.2. c.4.PEDOMAN TUK LSP-PPT MIGAS 4. Peralatan dan piranti lunak yang digunakan untuk uji kompetensi harus mampu menghasilkan akurasi yang diperlukan dan harus sesuai dengan spesifikasi yang relevan. Jika menggunakan peralatan di luar pengawasannya yang tetap. dijaga keamanannya dari penyetelan yang akan mengakibatkan ketidakabsahan hasil pengujian. b.3. 4.2. harus dipastikan persyarataan standar ini dipenuhi.3.2.5.3.2. d. 7 . 4. Pedoman pelaksanaan sertifikasi termasuk tata cara penyiapan Tempat Uji Kompetensi. PERSYARATAN MANAJEMEN 4.1. TUK harus memiliki rencana kegiatan yang mencerminkan pelayanan yang diberikan. Perangkat a. Peralatan pengujian. Sistem Jaminan Mutu/SOP a. untuk menjadi bagian dari tim asesor LSP PPT MIGAS dengan persyaratan tetap menjaga ketidakberpihakan sebagai asesor.4. Standar Prosedur Operasi/Sistem Mutu TUK harus menetapkan.2.4.3.2.

f.4. independen dari kegiatan yang diaudit. Bidang kegiatan yang diaudit. e. Dokumen yang diterbitkan harus ditinjau dan disetujui oleh personil yang berwenang sebelum diterbitkan. b. c. 4. Temuan audit ditindaklanjuti dengan tindakan perbaikan pada waktunya.2. c.4. Dokumen SOP/sistem mutu dan rekaman diidentifikasi secara unik. Audit Internal dan kaji ulang manajemen a. Dokumentasi SOP/sistem mutu dikomunikasikan. e. 4. 8 . dimengerti. Kaji ulang manajemen TUK harus dilakukan secara periodik sesuai jadwal dan prosedur yang telah ditetapkan. Pengendalian Dokumen dan rekaman a. TUK harus secara periodik melaksanakan audit internal untuk memverifikasi kesesuaian pengoperasian kegiatannya terhadap persyaratan.2. f. dan diterapkan oleh semua personil yang terkait. Dokumen dikaji ulang secara berkala. bila sumber daya mengijinkan. TUK mengendalikan semua dokumen. Program audit internal mencakup semua unsur sistem mutu/SOP. d. Waktu penyimpanan rekaman harus ditetapkan. b. d.3. Audit harus dilaksanakan oleh personil yang terlatih dan mampu yang.PEDOMAN TUK LSP-PPT MIGAS b. tersedia. temuan audit dan tindakan perbaikan yang dilakukan harus direkam. Rekaman mutu harus mudah didapat bila diperlukan dalam fasilitas yang memberikan lingkungan yang sesuai untuk mencegah terjadinya kerusakan atau deteriorasi. Peranan dan tanggung jawab manajemen teknis dan manajemen mutu ditetapkan dalam panduan mutu/SOP. c.2.

b. d.4. Program pelatihan relevan dengan tugas sekarang dan tugas yang diantisipasi. Mempunyai kebijakan dan prosedur untuk mengidentifikasi dan merencanakan pelatihan yang dibutuhkan personil. b. o Dokumen perangkat kerja sesuai yang disyaratkan.2. Memastikan kompetensi personil yang melakukan pendampingan pengujian kompetensi. Personil a. Menetapkan uraian tugas dan kewenangan tertentu kepada personil tertentu. 4. TUK mengajukan permohonan untuk mendapatkan verifikasi dengan melampirkan: o Dokumen organisasi sesuai yang disyaratkan.4. 4. mengevaluasi pelaksanaan uji.1 Tata cara pemberian status verifikasi a.5. Penilaian terhadap kelayakan TUK pemohon dilakukan dalam 2 tahap: o Tahap pertama. dilakukan “adequacy audit” audit kecukupan yang menilai aspek organisasi dan sistem melalui asesmen 9 . Temuan kaji ulang manajemen dan tindakan yang dilakukan harus direkam. dan menandatangani laporan pengujian kompetensi.5. c. VERIFIKASI TUK 4.2. e.2. Personil yang dikontrak dan personil teknis dan pendukung inti tambahan harus disupervisi dan kompeten dan mereka bekerja sesuai dengan sistem TUK.PEDOMAN TUK LSP-PPT MIGAS g.

LSP PPT MIGAS berwenang menjatuhkan sanksi kepada TUK berstatus verifikasi yang gagal memenuhi ketentuan yang berlaku. kedua dan ketiga diterbitkan dalam selang waktu 1 (satu) bulan. TUK berstatus verifikasi wajib mebuat laporan berkala setiap 6 bulan tentang pelaksanaan uji kompetensi kepada LSP PPT MIGAS. Laporan mencakup jumlah peserta uji kompetensi. c. masalah-masalah keluhan pelanggan serta usulan perbaikan.2.5. Pemberian verifikasi disertai ketentuan yang mewajibkan TUK yang telah diverifikasi mempertahankan kelayakan organisasi dan kelayakan programnya. serta konfirmasi dukunngan industri terkait. 4. c. b. Proses pengenaan sanksi adalah melalui peringatan tertulis pertama. LSP PPT MIGAS melakukan surveilan terhadap TUK. Pengawasan a. 4.2.5. Sanksi a. asesmen kesesuaian dokumen dan sistem terhadap persyaratan dan Pedoman BNSP dan LSP serta kesesuaiannya terhadap pelaksanaannya. b. 10 . unit kompetensi dan kualifikasi. o Tahap kedua.3.PEDOMAN TUK LSP-PPT MIGAS kesesuaian dokumen terhadap persayaratan pedoman BNSP dan pedoman LSP. c. Bentuk sanksi yang diberikan berupa: o Pemberhentian sementara kegiatan TUK. o Pencabutan Status verifikasi.2.