You are on page 1of 21

LARUTAN ELEKTROLIT

1. Pengertian Larutan Elektrolit dan


Non Elektrolit

Setelah semua alat(kabel, larutan


elektrolit,elektroda, lampu holder dan bola lampu) disusun, dan kemudian dihubungkan ke
sumber listrik, terlihat lampu menyala. Ini membuktikan bahwa pada gambar listrik mengalir
melalui larutan elektrolit.
Larutan elektrolit yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, seperti larutan garam
dapur, natrium hidroksida, hidrogen klorida, amonia, dan cuka.

Setelah semua alat(kabel, larutan


elektrolit,elektroda, lampu holder dan bola lampu) disusun, dan kemudian dihubungkan ke

sumber listrik, terlihat lampu tidak menyala. Ini membuktikan bahwa pada gambar tidak
mengalir melalui larutan non elektrolit.
Larutan nonelektrolit yaitu larutan yang tidak menghantarkan arus listrik, seperti air suling,
larutan gula, dan alkohol.

2. Larutan Elektrolit Kuat, Lemah dan


Non Elektrolit
Larutan Elektrolit & Non. EDIT
Larutan NaCl, HCl, H2SO4, HNO3 merupakan larutan elektrolit kuat, terlihat hasil uji daya
hantar listrik larutan menggunakan elektrolit tester, larutan-larutan tersebut dapat
menghidupkan lampu dengan terang. Indicator lain yang ditunjukkan larutan elektrolit kuat
adalah menghasilkan banyak gelembung gas di sekitar elektrodanya.
Larutan HC2H3O2 (cuka), HF, HC3H5O3, HClO2 dan HNO2 merupakan larutan elektrolit
lemah, terlihat hasil uji daya hantar listrik larutan menggunakan elektrolit tester, larutanlarutan tersebut dapat menghidupkan lampu namun redup dan menghasilkan gelembung gas
di sekitar elektrodanya. Indicator lain yang terliat dari larutan elektrolit lemah adalah larutan
tidak dapat menghidupkan lampu namun menghasilkan gelembung gas di sekitar elektroda.
Larutan gula, aquades, alkohol, glukosa dan urea merupakan larutan non elektrolit. terlihat
pada gambar, saat larutan-larutan tersebut diuji menggunakan elektrolit tester, terlihat lampu
tidak menyala dan tidak ada gelembung gas disekitar elektroda. hal inilah yang
mengindikasikan semua larutan tersebut adalah larutan non elektrolit.

3. Teori Ionisasi

Pada Tahun 1887, seorang ilmuwan Swedia yang bernama Svante August Arrhenius
mengemukakan sebuah teori yang menjelaskan mengapa larutan elektrolit dapat
menghantarkan arus listrik. Menurutnya, larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik,
karena dalam larutan elektrolit tersebut terdapat ion-ion yang dapat bergerak bebas. Ion-ion
inilah yang dapat menghantarkan arus listrik. Untuk lebih memahami teori Arhennius ini,
coba perhatikan gambar di atas!
Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa arus listrik mengalir melalui larutan
elektrolit(CuCl2) yang ditandai dengan bergeraknya jarum amperemeter. Hal ini dikarenakan
larutan tersebut terion menjadi ion Ca2+ yang bergerak menuju katoda dan ion Cl- yang
bergerak menuju anoda

Berdasarkan gambar pertama terlihat bahwa


larutan elektrolit kuat (NaCl) terion sempurna menjadi ion Na+ dan Cl- sehingga dapat
menghidupkan lampu dengan terang karena jumlah ion yang banyak. Sedangkan pada
gambar ke dua terlihat larutan elektrolit lemah(CH3COOH) terion sebagian menjadi ion
CH3COO- dan ion H+ dan sebagian dalam bentuk CH3COOH Karena jumlah ion yang
sedikit maka lampu menyala dengan redup.
Daya hantar listrik pada larutan elektrolit kuat, lemah dan non elektrolit merupakan kekuatan
elektrolit yang dinyatakan dengan derajat ionisasi (). Secara matematis dinyatakan dengan
persamaan berikut
= mol zat yang terionisasi
mol zat mula-mula
Berdasarkan persamaan diatas dan kegiatan sebelumnya,
Jika = 1, maka zat terionisasi sempurna dan merupakan latutan elektrolit kuat
Jika 0< <1, maka zat terionisasi sebagian dan merupakan larutan elektrolit lemah
Jika = 0, maka zat tidak terionisasi dan merupakan larutan non elektrolit

4. Elektrolit Berupa Senyawa Ion dan


KOvalen Polar

Kesimpulan

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT


1. Larutan yang dapat menghantarkan listrik disebut larutan elektrolit, sedangkan larutna
yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan non elektrolit.
2. Berdasarkan daya hantarnya larutan elektrolit dibedakan menjadi larutan elektrolit
kuat dan elektrolit lemah.
3. Jika diuji dengan elektrolit, maka pada larutan elektrolit kuat akan terlihat gejala yaitu
lampu menyala terang dan banyak gelembung gas. Sedangkan larutan elektrolit lemah
akan memperlihatkan gejala lampu yang redup dan terdapat gelembung gas atau
hanya terdapat gelempbung gas tanpa nyala lampu. Larutan non elektrolit mempunyai
gelembung gas dan tidak membuat lampu menyala.

4. Kekuatan elektrolit dapat diukur dengan menggunakan derajat ionisasi (). Jika
5. Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena adanya ion-ion yang
bergerak bebas.
6. Zat elektrolit kuat dalam air menggion secara sempurna, sedangkan zat elektrolit
lemah hanya mengion sebagian.
7. Zat elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar

Uji Kompetensi
1) Senyawa yang dapat menghantarkan arus listrik jika dilarutkan ke dalam air dan
mempunyai ikatan ion adalah.
a. KCl d. NH3
b. HCl e. H2SO4
c. HNO3
2) Table berikut menampilkan hasil eksperimen dari daya hantar beberapa jenis air.
No Jenis air lampu Gelembung gas
1 Air laut Terang Banyak
2 Air sungai Mati Sedikit
3. Air danau Mati Sedikit
4. Air sumur Redup Banyak
5. Air PDAM Mati Sedikit
Kesimpulan dari data diatas adalah.
a. Semua air adalah elektrolit
b. Semua air adalah non elektrolit
c. Air sunagi dan air danau serta air PDAM adalah non elektrolit.
d. Air sungai dan air sumur adalah elektrolit kuat
e. Larutan yang mempunyai sifat yang sama dengan air sungai adalah larutan non elektrolit
3) Sebanyak 90 g CH3COOH ( = 0,1) dilarutkan dalam 1 L air. CH3COOH yang berubah
menjadi ion adalah.
a. 0,1 mol d. 0,25 mol
b. 0,15 mol e. 0,30 mol
c. 0,20 mol
4) Reaksi yang benar dari senyawa ionik AB2(s) yang dilarutkan dalam air adalah
a. AB2(s) > A(s) + B2(g)
b. AB2(s) > A2+(aq) + 2B- (aq)
c. AB2(s) > A2+(aq) + B2- (aq)
d. AB2(s) > A(s) + 2B (aq)
e. AB2(s) > A2-(aq) + B2 (g)
5) Sebuah senyawa terionisasi sempurna menjadi ion-ion jika dilarutkan dalam air.
Pernyataan yang benar tentang hal di atas adalah
a. Senyawa tersebut mempunyai nilai H+(aq) + Cl-(aq)
Reaksi diatas disebut sebagai
a. ionization d. neutralization

b. dissociation e. oxidation
c. autoredox
9) Table berikut menampilkan hasil eksperimen beberapa larutan.
No Lampu Gelembung gas
1 Terang Banyak
2 Mati Sedikit
3 Redup Sedikit
4 Mati Tidak ada
Yang merupakan larutan elektrolit lemah adalah
a. 1 dan 3 d. 1 dan 2
b. 2 dan 3 e. hanya 4
c. 3 dan 4
10) Diberikan beberapa larutan,
1. H2SO4 4. NH3
2. CH3COOH 5. HCl
3. NaCl 6. Aquades
Larutan yang menghidupkan lampu dengan redup dan menimbulkan sedikit gelembung gas
disekitar elektroda adalah
a. 1 dan 2 d. 2 dan 4
b. 2 dan 6 e. 3 dan 6
c. 4 dan 5
11) Larutan yang menghantarkan arus listrik jika dilarutkan dalam air dan mempunyai ikatan
kovalen adalah
a. HCl d. MgCl2
b. NaBr e. CuCl2
c. NaNO3
12) Table berikut menampilkan hasil eksperimen dari daya hantar beberapa larutan
No Larutan Lampu Gelembung gas
1 A Hidup Banyak
2 B Mati Sedikit
3 C Mati Tidak ada
4 D Hidup Banyak
5 E Mati Sedikit
Larutan yang disebut sebagai elektrolit lemah adalah
a. A and B
b. A and C
c. B and C
d. B and E
e. C and E
13) Sebanyak 0, 2 mole of CH3COOH dilarutkan dalam 1 L air. Jumlah mol dari asam asetat
yang terionisasi adalah 0,001 mol. Nilai dari derajat ionisasi () adalah .
a. 0,1 d. 0,5
b. 0,005 e. 0,15
c. 0,05

14) Sebuah senyawa terionisasi sempurna menjadi ion-ion jika dilarutkan dalam air.
Pernyataan yang benar tentang hal di atas adalah
a. A2B3(s) > 2A(s) + 3B (g)
b. A2B3 (s) > 3A2+(aq) + 2B-3 (aq)
c. A2B3 (s) > 2A3+(aq) + 3B2- (aq)
d. A2B3 (s) > 2A+(s) + 3B3- (aq)
e. A2B3(s) > 2A2-(aq) + B2 (g)
15) Sebuah senyawa terionisasi sebagian di dalam air jika dilarutkan dalam air. Pernyataan
yang benar berdasarkan hal diatas adalah
a. Nilai derajat ionisasi dari senyawa tersebut adalah 0 < < 1
b. Larutan tersebut merupakan non elektrolit
c. Senyawa tersebut menghidupkan lampu dengan terang jika diuji dengan elektrolit tester
d. Larutan tersebut merupakan elektrolit kuat
e. Larutan tersebut tidak mempunyai ion

Kunci Jawaban Uji Kompetensi


1) A
2) A
3) B
4) B
5) C
6) C
7) D
8) A
9) B
10) D
11) A
12) D
13) B
14) C
15) A

2. Pengertian Oksidasi dan Reduksi


Berdasarkan Penerimaan dan
Pelepasan Elektron
Apa pengertian oksidasi, reduksi, reduktor dan oksidator berdasarkan pada penerimaan dan
pelepasan electron, pahami contoh berikut!

Berdasarkan gambar di atas :


1. Oksidasi adalah peristiwa penerimaan electron.Sedangkan reduksi adalah peristiwa
pelepasan electron.
2. oksidator adalah zat yang menerima elektron.Sedangkan reduktor adalah zat yang melepas
elektron.

3. Bilangan Oksidasi
Bilangan oksidasi adalah suatu muatan yang dimiliki oleh suatu unsure jika semua electron
ikatan didistribusikan ke unsur yang lebih elektronegatif. Bilangan oksidasi suatu unsure
dalam atom, senyawa ataupun ion dapat ditentukan dengan memperhatikan aturan-aturan
berikut :

Berdasarkan aturan-aturan diatas, kita bisa menentukan bilangan oksidasi suatu unsure,
senyawaataupun ion. untuk lebih jelasnya, pahamilah dan ikutilah langkah-langkah
penentuan biloks unsure dalam senyawa berikut!

4. Pengertian Oksidasi dan Reduksi


Berdasarkan Kenaikan dan Penurunan
Bilangan Oksidasi
Pada kegiatan sebelumnya telah dibahas 2 konsep mengenai oksidasi reduksi, reduktor dan
oksidator yaitu berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen dan yang kedua adalah
berdasarkan penerimaan dan pelepasan electron. Dan sebelumnya juga telah dibahas
mengenai penentuan bilangan oksidasi unsur. Sekarang akan dibahas mengenai oksidasi dan
reduksi berdasarkan peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi.
Untuk lebih jelasnya pahamilah contoh berikut ini!

oksidasi adalah reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi dan reduksi adalah reaksi
yang mengalami penurunan bilangan oksidasi.
zat yang mengalami oksidasi disebut reduktor dan zat yang mengalami reduksi disebut

oksidasi. zat hasil oksidasi disebut produk oksidasi dan zat hasil reduksi disebut produk
reduksi.

5. Reaksi Redoks, Non Redoks


dan Autoredoks
Seperti yang telah dijelaskan pada kegiatan sebelumnya, reaksi redoks adalah reaksi yang
unsure-unsurnya mengalami kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi. Selain reaksi redoks
terdapat pula reaksi non redoks dan autoredoks. Apa perbedaan ketiganya ? pahamilah contoh
berikut!

reaksi redoks adalah reaksi yang mengalami reaksi oksidasi dan reduksi. reaksi non redoks
adalah reaksi yang tidak mengalami oksidasi dan reduksi. sedangkan reaksi autoredoks
adalah reaksi redoks yang oksidator dan reduktor atau produk oksidasi dan produk reduksi
adalah atom yang sejenis.

7. Aplikasi Redoks dalam Kehidupan


Reaksi redoks mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam
industry. Berikut akan dijelaskan mengenai beberapa aplikasi redoks dalam kehidupan seharihari dan insustri.

2. Proses Pemutihan
Pemutihan adalah suatu proses menghilangkan warna alami dari serat tekstil, benang, kain,
bubur kayu kertas dan produk lainnya dengan reaksi kimia tertentu. Beberapa zat pewarna
bisa dihilangkan dengan zat-zat pengoksidasi sebagai suatu pemutih. Pemutih yang paling
umum digunakan adalah senyawa-senyawa klor, hydrogen peroksida, natrium perborat dan
kalium permanganate. Dan sebagian zat pewarna bisa dihilangkan menggunakan zat
pereduksi seperti Belerang dioksida.

3. Mencegah Kerusakan Akibat Radikal Bebas


Radikal bebas merupakan sebuah istilah untuk menyatakan sebuah atom atau kelompok atom
yang sangat reaktif yang mempunyai suatu electron yang tidak berpasangan. Radikal bebas
berperan menimbulkan beberapa penyakit seperti radang persendian dan penyakit hati.
Radikal bebas dalam tubuh dapat menyerang lemak, protein dan asam nukleat. Selain itu,
radikal bebas juga dapat merusak sel-sel hidup, membusukkan makanan dan merusak zat-zat

seperti karet, bensin dan oli.


Untuk mencegah kerusakan akibat radikal bebas, ilmuwan menggunakan zat yang disebut
antioksidan, yaitu suatu jenis molekul yang dapat menetralkan radikal bebas itu sendiri, yang
memberikan electron (memanfaatkan reaksi redoks) untuk menstabilkan dan menetralkan
radikal bebas yang berbahaya. Jenis antioksidan yang lain bekerja melawan molekul-molekul
yang membentuk radikal bebas dengan menghancurkan molekul-molekul tersebut sebelum
menghasilkan kerusakan tertentu. Contoh-contoh antioksidan yang sering digunakan adalah
Vitamin C (asam askorbat), vitamin E, dan beta Karoten. Antioksidan yang sering digunakan
dalam industry antara lain adalah BHT (butylated hydroxytoluene) dan BHA (butylated
hydroxyanisole), yang sering ditambahkan pada bahan makanan dengan konsentrasi yang
kurang dari 1%.
4. Pengolahan Air Limbah
Konsep reaksi redoks sering dimanfaatkan dalam proses pengolahan air limbah. Di dalam
suatu tempat pengolahan, limbah dilewatkan pada serangkaian sekat dan ruangan yang di
dalamnya dilakukan beberapa proses, termasuk proses kimia untuk mengurangi kotoran dan
zat racun. Pada umumnya, proses pengolahan air limbah terdiri dari tiga fase pengolahan
utama, yaitu primer skunder dan tertier.
a. Pada pengolahan primer, sebagaian besar zat padat dan zat-zat anorganik dihilangkan dari
limbah.
b. Pada pengolahan skunder. Zat-zat organic dikurangi dengan mempercepat proses-proses
biologi secara alamiah. Untuk mengurangi zat-zat organic dalam air limbah dilakukan reaksi
oksidasi menggunakan lumpur aktif yang mengandung banyak bakteri aerob. Reaksinya
sebagai berikut :
CH2O + O2 CO2 + biomasa
Senyawa N organic NH4+ + NO3Senyawa P organic H2PO4- ; HPO42c. Pada proses tertier, sisa-sisa zat padat, zat-zat beracun, logam berat, dan bakteri
dihilangkan dari air, sehingga air tersebut bebas dari kotoran yang mungkin terdapat di

dalamnya.

KESIMPULAN
1. Terdapat 3 konsep redoks yaitu berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen,
berdasarkan pelepasan dan penerimaan electron dan berdasarkan kenaikan dan
penurunan bilangan oksidasi.
2. Berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen :
Oksidasi adalah suatu reaksi yang mengikat oksigen
Reduksi adalah suatu reaksi yang melepas oksigen
Oksidator adalah zat yang merupakan sumber oksigen
Reduktor adalah zat yang menerima oksigen
3. Berdasarkan penerimaan dan pelepasan elektron:
Oksidasi adalah suatu reaksi yang melepas elektron
Reduksi adalah suatu reaksi yang menerima elektron
Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi
Reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi
4. Berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi:
Oksidasi adalah suatu reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi
Reduksi adalah suatu reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi
Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi
Reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi
5. Bilangan oksidasi adalah suatu muatan yang dimiliki oleh suatu unsur bila semua
electron ikatan semuanya didistribusikan pada unsure yang lebih elektronegatif
6. Autoredoks/ disproporsionasi adalah suatu reaksi redoks dimana zat yang sama

mengalami oksidasi dan reduksi


7. Penerapan redoks dalam kehidupan sehari-hari meliputi
a. Pembakaran bahan bakar roket
b. Pemutihan
c. Antioksidan
d. Pengolahan air limbah

Uji Kompetensi
1. Perhatikan pernyataan berikut
(1) Penambahan muatan positif
(2) Pelepasan oksigen
(3) Kenaikan bilangan oksidasi
(4) Pengurangan muatan positif
(5) Pelepasan elektron
Pernyataan yang sesuai dengan konsep redoks adalah
a. 1,2 and 4 d. 1,3 and 5
b. 1,3 and 4 e. 2,4 and 5
c. 2,3 and 5
2. pada reaksi CuO + H2 > Cu + H2O zat yang bertindak sebagai reduktor adalah
a. CuO d. H2O
b. Cu e. CuO and H2O
c. H2
3. Penurunan bilangan oksidasi terdapat pada reaksi
a. SO3 SO4
b. NO2 NO3
c. CrO4 2+ Cr 3+
d. Fe(OH)2 Fe2O3
e. H2S SO2
4. Bilangan oksidasi dari Cr in Na2Cr2O7 is
a. +12 d. -12
b. +6 e. -6
c. +3
5. Bilangan oksidasi tertinggi dari Cl terdapat pada
a. HClO3 d. NaOCl
b. Cl2O3 e. ClO4
c. MgCl2
6. Pada reaksi
Cl2 + 2KOH > KCl + KClO + H2O
Bilangan oksidasi Cl berubah darike.
a. -1 to -1 and 0
b. +1 to -1 and 0
c. 0 to -4 and -2
d. -2 to 0 and +1
e. 0 to -1 and +1
7. Terdapat 5 senyawa yang terdiri dari Cl, asal klorida, asam hipoclorit, asam klorit, asam
klorat, asam perklorat. Bilangan oksidasi Cl berturut-turut adalah
a. -1,0,+1,+2,+3
b. -1,+1,+3,+5,+7

c. 0,+1,+2,+3,+4
d. 0,+1,+3,+5,+7
e. +1,+3,+5,+7,+8
8. Reaksi berikut yang disebut sebagai autoredoks adalah
a. KClO3 > KCl + 3O2
b. Fe + Fe(SO4)3 > 3FeSO4
c. Ba + 2H2O > Ba(OH)2 + H2
d. Cl2 +KOH > KCl + KClO + H2O
e. C + 4HNO3 > CO2 + 2H2O + 4NO2
9. Oksidator dari reaksi
2Al(s) + 3I2(s) > 2AlI3(s)
adalah
a. Al d. Al and AlI3
b. I2 e. Al and I2
c. AlI3
10. Rumus kimia dari emas (III) klorida adalah.
a. Au3Cl d. Au(ClO)3
b. AuCl3 e. Au2Cl3
c. Au3ClO
11. pada reaksi CuO + H2 > Cu + H2O the zat yang bertindak sebagai oksidator adalah
a. CuO d. H2O
b. Cu e. CuO and H2O
c. H2
12. Penurunan bilangan oksidasi terdapat pada reaksi
a. SO3-2 > SO4-2
b. NO2- > NO3c. CrO4 2+ > Cr 3+
d. Fe(OH)2 > Fe2O3
e. H2S > SO2
13. Bilangan oksidasi dari Cl pada HClO3 adalah
a. +1 d. -1
b. +5 e. -5
c. +3
14. Bilangan oksidasi tertinggi dari Mn terdapat pada
a. MnO2 d. KMnO4
b. Mn2O3 e. K2MnO4
c. CaMnO4
15. Pada reaksi
2CO + 2NO > 2CO2 + N2
Bilangan oksidasi N berubah dari.ke.
a. +2 to 0
b. +2 to +1
c. +3 to +1
d. +3 to +2
e. +4 to 0
16. Terdapat 5 senyawa yang mengandung Cl yaitu KCl, KClO, KClO2, KClO3, KClO4.
Bilangan oksidasi Cl berturut-turut adalah
a. -1,0,+1,+2,+3
b. 0,+1,+2,+3,+4

c. -1,+1,+3,+5,+7
d. 0,+1,+3,+5,+7
e. +1,+3,+5,+7,+8
17. Reaksi yang disebut autoredox adalah
a. 2SO2 + O2 > 2SO3
b. 2FeCl3 + H2S > 2FeCl2 + 2HCl + S
c. 3I2 + 6KOH > 5KI + KIO3 + 3 H2O
d. SO2 + 2H2S > 3S + 5H2O
e. C + 4HNO3 > CO2 + 2H2O + 4NO2
18. Oksidator pada reaksi
C(s) + 2KNO3(aq) > CO2(g) + KNO2
adalah
a. C d. KNO2
b. KNO3 e. C and CO2
c. CO2
19. Rumus kimia dari tembaga(I) sulfida adalah.
d. Cu2S d. Cu2SO4
e. Cu2S3 e. Cu2(SO4)3
f. CuS2
20. Dalam pengolahan air limbah terdapat 3 tahap pengolahan, primer, skunder, tertier.
Kegiatan yang dilakukan pada tahap primer adalah
a. Penghilangan bakteri
b. Penghilangan zat beracun
c. Penghilangan zat anorganik
d. Penghilangan zat organic
e. Penambahan lumpur aktif

Kunci Jawaban Uji Kompetensi


1. C 11. A
2. B 12. C
3. C 13. B
4. B 14. D
5. E 15. A
6. E 16. C
7. B 17. C
8. D 18. B
9. B 19. A
10. B 20. C

Pengertian Oksidasi dan Reduksi


Berdasarkan Pengikatan dan
Pelepasan Oksigen

Redoks merupakan singkatan dari reaksi reduksi dan oksidasi. Apa itu reduksi dan oksidasi ?
Ada 3 konsep yang menjelaskan mengenai oksidasi dan reduksi yaitu berdasarkan pengikatan
dan pelepasan oksigen, berdasarkan penerimaan dan pelepasan electron dan yang terakhir
berdasarkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi.
Untuk lebih jelasnya mari kita bahsa satu per satu.
1. Pengikatan dan pelepasan oksigen
Untuk mengetahui pengertian oksidasi dan reduksi, perhatikanlah contoh berikut ini

Berdasarkan contoh diatas, diketahui bahwa oksidasi adalah peristiwa pelepasan oksigen. Zat
yang merupakan sumber oksigen disebut oksidator. Sedangkan Reduksi adalah peristiwa
pengikatan oksigen. Dan zat yang menerima oksigen disebut reduktor.

PETA KONSEP
PETA KONSEP