LAPORAN PBL

LUKA / TRAUMA

DISUSUN
OLEH :
KELOMPOK 2

PROGRAM STUDY PENDIDIKAN DOKTER
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2011

.

Akan tetapi. Mendeskripsikan karakteristik luka ? 3. Menjelaskan keparahan / derajat luka sesuai dengan hukum yang berlaku ? . Ia tidak berniat membuat suaminya ditahan oleh polisi. KATA / KALIMAT KUNCI        Wanita 28 tahun Dianiaya oleh suaminya Usia pernikahan 3 tahun dengan seorang anak Mata kanannya terasa nyeri tetapi tidak mengalami gangguan penglihatan Mengalami sakit kepala sejak semalam disertai mual Ia dapat mengingat secara detail insiden semalam Melaporkan kebrutalan suaminya pada polisi PERTANYAAN PENTING 1. Mata kanannya terasa nyeri. Ia melaporkan kebrutalan suaminya pada pos polisi terdekat. Ia mengalami sakit kepala sejak semalam dan disertai mual. Ia sudah berusaha lari dari rumah. tetapi ia tidak mengalami gangguan penglihatan. namun sang suami terlalu kuat dibandingkan dirinya.MODUL 1 SKENARIO 2 Seorang wanita berumur 28 tahun dibawa ke PUSKESMAS diantar oleh polisi. karena secara finansial seluruh keluarga bergantung pada sang suami. ia tidak tahu apakah telah melakukan keputusan yang benar. Mereka baru saja memasuki tahun ke 3 pernikahan dengan seorang putri berumur 2 tahun. histology danfisiologi tubuh manusia ? 2. Menjelaskan karakteristik kemungkinan ‘agen’ penyebab luka ? 4. Ia dapat mengingat secara detail insiden semalam. Ia menyatakan bahwa semalam ia dianiaya oleh suaminya. Menjelaskan patomekanisme luka / trauma yang berkaitan dengan anatomi.

Selaput ini mencegah bendabenda asing di dalam mata seperti bulu mata atau lensa kontak (contact lens). Air mata mempunyai fungsi yang penting sebagai minyak pelumas dan turut mencegah kekeringan pada mata. mata itu tampak berbentuk bulat dan dilindungi oleh kelopak mata. Bersama-sama dengan kelenjar lacrimal yang memproduksi air mata. selaput ini turut menjaga agar cornea tidak kering.sklera .2 .isi bola mata. agar tidak tergelincir ke belakang mata. Dinding bola mata terdiri atas : .dinding bola mata . yang mengandung banyak pembuluh darah. badan kaca dan lensa. Dari luar. yang menyebabkan mata berkedip dengan cepat untuk menghindari cedera. adalah selaput lendir yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian depan bola mata hingga ke cornea. yang bereaksi cepat terhadap rangsangan eksternal. Isi bola mata terdiri atas uvea. Kelebihan air mata dibuang melalui lubang-lubang kecil pada kelopak mata dan mengalir ke dalam hidung.kornea. Bulu mata (pada bagian luar kelopak mata) serupa fungsinya dengan kumis pada kucing.JAWABAN : 1. retina. Bola Mata Bola mata terdiri atas : . Conjunctiva.

Bola mata dibungkus oleh 3 lapis jaringan. merupakan bagian terluar yang melindungi bola mata. 3. Otot dilatator dipersarafi oleh parasimpatis. Sklera merupakan jaringan ikat yang kenyal dan memberikan bentuk pada mata. Jaringan uvea ini terdiri atas iris. Otot siliar yang terletak di badan siliar mengatur bentuk lensa untuk kebutuhan akomodasi. Bila terdapat jaringan ikat di dalam badan kaca disertai dengan tarikan pada retina. badan siliar. Lapis ketiga bola mata adalah retina yang terletak paling dalam dan mempunyai susunan lapis sebanyak 10 lapis yang merupakan lapis membran neurosensoris yang akan merubah sinar menjadi rangsangan pada saraf optik dan diteruskan ke otak. Bagian terdepan sklera disebut kornea yang bersifat transparan yang memudahkan sinar masuk ke dalam bola mata. Badan kaca mengisi rongga di dalam bola mata dan bersifat gelatin yang hanya menempel pupil saraf optik. Badan siliar yang terletak di belakang iris menghasilkan cairan bilik mata (akuos humor). sedang sfingter iris dan otot siliar di persarafi oleh parasimpatis. Bola mata di bagian depan (kornea) mempunyai kelengkungan yang lebih tajam sehingga terdapat bentuk dengan 2 kelengkungan yang berbeda. yaitu :1 1. Pada iris didapatkan pupil yang oleh 3 susunan otot dapat mengatur jumlah sinar masuk ke dalam bola mata. Jaringan uvea merupakan jaringan vaskular. 2. . maka akan robek dan terjadi ablasi retina. dan koroid. Kelengkungan kornea lebih besar dibanding sklera. Terdapat rongga yang potensial antara retina dan koroid sehingga retina dapat terlepas dari koroid yang disebut ablasi retina. makula dan pars plans.Bola mata berbentuk bulat dengan panjang maksimal 24 mm. Jaringan sklera dan uvea dibatasi oleh ruang yang potensial mudah dimasuki darah bila terjadi perdarahan pada ruda paksa yang disebut perdarahan suprakoroid. yang dikeluarkan melalui trabekulum yang terletak pada pangkal iris di batas kornea dan sklera.

Lensa terletak di belakang pupil yang dipegang di daerah ekuatornya pada badan siliar melalui Zonula Zinn. zigomatik. ala magna os. os. os. fenoid 3.frontal 2. Rongga orbita yang berbentuk piramid ini terletak pada kedua sisi rongga hidung. Atap atau superior : os. dilalui oleh saraf . vena. os. os. Inferior : os. dan saraf simpatik yang berasal dari pleksus karotid. etmoid. palatina 4. dan dasar orbita yang terutama terdiri atas tulang maksila. dan terdapat kelenjar lakrimal yang terletak di daerah temporal atas di dalam rongga orbita. optik. Nasal : os. Dinding orbita terdiri atas tulang : 1. Dinding lateral orbita membentuk sudut 45 derajat dengan dinding medialnya. bersama-sama tulang palatinum dan zigomatikus. zigomatik. lakrimal. maksila. frontal. maksila. arteri. sfenoid. Rongga Orbita Rongga orbita adalah rongga yang berisi bola mata dan terdapat 7 tulang yang membentuk dinding orbita yaitu : lakrimal. os. Terdapat 6 otot penggerak bola mata.frontal. etmoid Foramen optik terletak pada apeks rongga orbita. Lensa mata mempunyai peranan pada akomodasi atau melihat dekat sehingga sinar dapat difokuskan di daerah makula lutea. Lateral : os.

saraf nasosiliar (V). Fisura orbita inferior terletak di dasar tengah temporal orbita dilalui oleh saraf infraorbita dan zigomatik dan arteri infra orbita.Fisura orbita superior di sudut orbita atas temporal dilalui oleh saraf lakrimal (V). sedikit sel fibroblast dengan inti kecil & cabang sitoplasma yg panjang 3. HISTOLOGI MATA  SKLERA Membran kuat. kenyal. saraf frontal (V). Fosa lakrimal terletak di sebelah temporal atas tempat duduknya kelenjar lakrimal. melindungi 5/6 bgn posterior bola mata 1. saraf okulomotor (III). Rongga orbita tidak mengandung pembuluh atau kelenjar limfa. abdusen (VI). saraf troklear (IV). dan arteri vena oftalmik. Episklera Jar ikat jarang  serat kolagen & elastin 2. Stroma Sklera (Subst Propria Sklera) Jar ikat padat kolagen  serat kolagen tebal. Lamina Fuska Serat kolagen. khas : melanosit & makrofag yg berisi melanin Fungsi sklera : Proteksi bola mata .

Epidermis tersusun dari beberapa lapisan tipis yang mengalami tahap diferensiasi pematangan. orbikularis okuli pars palpebralis  Tarsus  Septum orbita  Konjungtiva palpebralis ANATOMI & HISTOLOGI KULIT Kulit mepunyai tiga lapisan utama: epidermis. mata  Palpebra ◦ Lipatan kulit ◦ 2 buah tiap mata ◦ Pelindung bola mata ◦ Terdiri dari :  Kulit  Subkutan  M. cedera mekanik atau kimia dan mencegah masuknya mikroorganisme penyebab penyakit. Mereka memproduksi melanin. Orang berkulit lebih gelap mempunyai lebih banyak melanosit aktif. dermis dan jaringan subkutis.Bersama kornea  pertahankan ukuran & btk b. Kulit ini melapisi dan melindungi organ di bawahnya terhadap kehilangan air. pigmen gelap kulit. Lapisan paling dalam epidermis membentuk sel–sel baru yang bermigrasi kearah permukaan luar kulit. Epidermis terdiri dari 5 lapisan yaitu : . Epidermis terdalam juga menutup luka dan mengembalikan integritas kulit sel–sel khusus yang disebut melanosit dapat ditemukan dalam epidermis.

leher. Lapisan inilah yang paling tebal. b. Letak . Luka Akibat kekerasan Benda tumpul 1. Memar (Kontusio. corak dan warna kulit. d. jenis benda penyebab. Serabut kolagen untuk memberikan kekuatan pada kulit. Informasi mengenai bentuk benda tumpul dapat diketahui jika ditemukan adanya ‘perdarahan . seperti didaerah mata. kerapuhan pembuluh darah. Stratum Korneum Selnya sudah mati.a. Stratum lusidum Selnya pipih. Stratum Granulosum Stratum ini terdiri dari sel–sel pipih. bedanya dengan stratum granulosum ialah sel–sel sudah banyak yang kehilangan inti dan butir–butir sel telah menjadi jernih sekali dan tembus sinar. Dermis terdiri dari 2 lapisan : a. retikularis ( stratum retikularis ) Kedua jaringan tersebut terdiri dari jaringan ikat lonngar yang tersusun dari serabut–serabut kolagen. usia. c. seperti kekerasan benda tumpul pada dahi menimbulkan hematom palpebra. atau pada bayi dan orang usia lanjut. kondisi dan jenis jaringan. hematom) Memar adalah suatu perdarahan dalam jaringan bawah kutis/kulit akibat pecahnya kapiler dan vena yang disebabkan oleh kekerasan tumpul. Bagian atas. Stratum Basal/Germinativum Stratum germinativum menggantikan sel–sel yang diatasnya dan merupakan sel–sel induk. Serabut elastis memberikan kelenturan pada kulit. serabut elastis dan serabut retikulus. jenis kelamin. intiselnya sudah mati dan mengandung zat keratin. papilaris ( stratum papilaris ) b. Subkutis Terdiri dari kumpulan–kumpulan sel–sel lemak dan diantara gerombolan ini berjalan serabut–serabut jaringan ikat dermis. Lapisan ini hanya terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki. Bila kekerasan benda tumpul mengenai jaringan longgar. maka memar cenderung lebih luas. Dalam sitoplasma terdapat butir–butir yang disebut keratohialin yang merupakan fase dalam pembentukan keratin. Adanya jaringan longgar juga memungkinkan berpindahnya ‘memar’ ke daerah yang lebih rendah akibat gravitasi. Bagian bawah. e. Retikulus terdapat terutama di sekitar kelenjar dan folikel rambut dan memberikan kekuatan pada alat tersebut. Stratum Spinosum Stratum ini terdiri dari sel-sel bentuk polygonal dan mengalami mitosis. bentuk dan luas memar dipengaruhi oleh besarnya kekerasan. serta penyakit yang diderita. tidak mempunyai intisel.

Perubahan warna terjadi mulai dari tepi kea rah tengah. impact abrasion) Luka lecet yang disebabkan oleh penekanan benda tumpul secara tegak lurus terhadap permukaan kulit. Bentuk impresi tulang dan dapat memberikan gambaran bentuk benda penyebabnya. abrasi) Merupakan luka kulit yang superfisial.tepi’ . Pada ‘perdarahan tepi’ perdarahan tidak dijumpai pada lokasi yang bertekanan. subdural. atau memar disekitar luka. arteri basilaris atau berasal dari perdarahan subaraknoid. cedera kepala juga dapat mengakibatkan perdarahan epidural. b. Dari gambaran kedalaman luka pada kedua ujungnya dapat ditentukan arah kekerasan yang terjadi. dan akhirnya menghilang dalam 14 sampai 15 hari. 2.  Perdarahan subdural akibat robeknya sinus. a. dan jaringan otak. pada keadaan tertentu perdarahan dapat juga terjadi tanpa disertai patah tulang. lalu berubah menjadi ungu atau hitam. seperti bila tubuh korban terlindas ban. sedankan pada lebam mayat warna merah tampak merata. Cedera kepala Selain kelainan kulit kepala dan patah tulang tengkorak. sering tampak luka lecet. dan subaraknoid. Bentuk luka lecet tekan umumnya sama dengan bentuk permukaan benda tumpul tersebut. dan setelah 4 sampai 5 hari akan berwarna hijau yang kemudian berubah menjadi kuning dalam 7 sampai 10 hari. . kerusakan selaput otak. tepi tidak rata. Pada saat perlukaan. Luka lecet serut (graze)/ geser (friction abrasion) Adalah luka lecet yang terjadi akibat persentuhan kulit dengan permukaan badan yang kasar dengan arah kekerasan sejajr/ miring terhadap kulit. dengan penjelasan sebagai berikut :  Perdarahan epidural sering pada kekerasan tumpul pada daerah pelipis dan belakang kepala akibat garis patah melewati sulkus a. akibat cedera pada epidermis yang bersentuhan dengan benda yang memiliki permukaan kasar atau runcing. Patah tulang Dapat terjadi pada kekerasan tumpul yang cukup kuat. 4. vena jembatan. memar berwarna merah. Patah tulang jenis impressi terjadi akibat kekerasan benda tumpul pada tulang dengan daerah persinggungan yang kecil. Sesuai mekanisme terjadinya luka lecet dibedakan dalam 3 jenis : a. Hematom antemortem dapat dibedakan dari lebam mayat dengan melakukan penyayatan kulit. akar rambut tampak hancur atau tercabut bila kekerasannya di daerah yang berambut. Luka lecet gores (scratch) Diakibatkan oleh benda runcing yang menggeser lapisan permukaan kulit. Luka robek (vulnus lasetaum) Merupakan luka terbuka yang terjadi akibat kekerasan tumpul yang kuat sehingga melampaui elastisitas kulit atau otot. Walaupun kerusakannya minimal tetapi luka lecet dapat memberikan petunjuk kemungkinan adanya kerusakan yang hebat pada alat-alat dalam tubuh. Luka Lecet (ekskoriasi. Umur memar dapat dilihat dari warnanya. 3. tetapi perdarahan akan menepi sehingga bentuk perdarahan sesuai dengan bentuk celah antara kedau kembang yang berdekatan (cetakan negatif). Ciri luka robek bentuk tidak beraturan. c. Pada hematoma antemortem akan dijumpai adanya pembengkakan dan infiltrasi darah merah kehitaman dalam jaringan. Arah kekerasan ditentukan dengan melihat letak tumpukan epitel.meningea. Luka lecet tekan (impression. Kulit pada luka lecet tekan tampak berupa daerah kulit yang kaku dengan lebih gelap dari sekitarnya.

Dapat terjadi spontan pada sengatan matahari. mesenterium atau otot. Memar ini terjadi ketika obyek yang menekan memiliki pinggiran dan alur. tumor. b. sehingga kulit dipaksa mengikuti alur dan bentuknya. Kata ‘memar’ mengacu pada lesi yang dapat dilihat pada kulit atau yang terjadi pada subkutanea. sementara ‘kontusio’ dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja seperti limpa. venule. dan penyakit infeksi tertentu. ukuran yang lenih kecil disebut ekimosis dan yang terkecil seukuran ujung peniti disebut petekie. Kontusio disebabkan oleh kerusakan vena. Harus ada ruangan yang cukup untuk darah yang keluar berakumulasi. Perdarahan subaraknoid biasanya berasal dari fokus kontusio/laserasi jaringan otak. Cedera leher Dapat terjadi bila korban tertabrak dari belakang di mana kepala mengalami percepatan mendadak sehingga terjadi hiperekstensi kepalanyang disusul dengan hiperfleksi. Memar Intradermal Memar yang biasa terjadi akibat penekanan berada pada subkutanea. Jika dilihat. Karena banyaknya jaringan subkutanea pada orang yang gemuk. Baik ekimosis dan petekie biasanya terjadi bukan karena sebab trauma mekanis. Lesi contre coup terjadi akibat gaya positif akselerasi. dan tekanan oleh tulang yang mengalami deformitas. perdarahan yang terjadi lebih dapat dilihat. leukemia. sering pada jaringan adiposa. Namun kadang samara. Jumlah darah yang keluar . Kebocoran pembuluh darah. Ekstravasasi darah dengan diameter lenih dari beberapa millimeter disebut memar atau kontusio. keracunan CO. Kontusio atau memar Meskipun sering bersamaan dengan abrasi dan laserasi. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Munculnya Memar 1. Ini menjelaskna kenapa memar lebih mudah terjadi pada skrotum daripada tumit dimana jaringan jaringan fibrosanya padat. Perdarahan kapiler hanya dapat dilihat melalui mikroskop. Penggunaan kata memar lebih banyak digunakan dokter saat memberikan laporan atau keterangan pada kalangan non-medik. 2. jika berada di lapisan subepidermal. Tekanan negative akibat deformitas tulang dapat menyebabkan contre coup bila tekanan lebih dari 1 atm. mereka lenih mudah terjadi memar daripada orang yang kurus jika faktor lain seperti fragilitas pembuluh dan umur sama. bahkan petekie berasal dari pembuluh darah yang lebih besar dari kapiler. Berdasarkan Skenario : Luka akibat kekerasan benda tumpul yang sesuai dengan skenario yakni memar. arteri kecil. lesi otak selain ditemukan di daerah benturan (coup) juga ditemukan pada sisi lain dari titik benturan (contre coup) dan diantara keduanya (intermediate lesion). memar terjadi pada perbatasan dermis dan epidermis. Jumlah darahnya sedkiti namun karena posisinya yang superfisial dan lapisan tipis di atasnya yang jernih sehingga polanya dapat dibedakan. memar murni terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis. Ketika memar terjadi akibat penekanan dengan obyek berpola. dorongan likuor. Pada kekerasan akibat kepala bergerak mengenai benda diam.

dapat turun sampai pada siku atau tumit. perdarahn subkutanea dapat turun melewati alis mata dan muncul di orbita mata yang memberikan gambaran ‘mata hitam’ yang dapat disalahartikan sebagai trauma langsung. ini dikemukakan oleh nRoberts yang mengadakan penelitian. Hemoglobin pecah menjadi hemosiderin. berarti tidak terjadi pada saat yang sama. terjadi karena tekanan yang besar. biliversin dan bilirubon yang menyebabkan perubahan wanra memar dari ungu atau coklat kebiruan menjadi coklat kehijauan.3. Namun kekerasan tersebut telah dapat mencederai pembuluh darah kapiler dibawahnya sehingga terjadinya perdarahan dibawah epidermis (kulit ari). Beberapa faktor yang berpengaruh antara lain:  Besarnya ekstravasasi  Umur korban  Idosinkrasi seseorang Beberapa observasi yang ditemukan:  Jika ditemukan memar yang nampak baru tanpa disertai perubahan warna. kemudian hijau kekuningan sebelum akhirnya samar. Patofisiologi / mekanisme terbentuknya : suatu kekerasan tumpul yang relative lunak dapat tidak mengakibatkan cedera pada kulit / epidermis. “Marginal Hemorrhage ”: memar terjadi di tepi daerah yang terkena trauma. jejas pukulan cambuk / tongkat dsb. Perubahan Memar oleh Waktu Dengan berlalunya waktu. misalnya jejas ban. 2. Memar kecil pada deasa muda yang sehat akan menghilang dalam waktu 1 minggu. Contohnya.sel darah merah menutupi ruptur dan mengandung Hb membuat degradasi secara kimiawi yang memyebabkan perubahan warna. Penting pada kasus penyiksaan anak. sementara pada area yang dalam membutuhkan waktu untuk muncul ke permukaan. Ruangan yang cukup 4. Memar jenis ini bisa menggambarkan bentuk benda penyebabnya. diperkirakan terjadi 2 hari sebelum kematian  Jika memar terdapat perubahan warna kehijauan. Begitu juga memar pada lengan atas atau betis. Pada luka memar hal yang perlu diperhatikan adalah : 1. hematom yang terbentuk pecah oleh pengaruh enzim jaringan dan infiltrasi seluler. Memar dapat bergerak mengikuti gaya gravitasi. Namun pada memar akibat ‘gigitan asmara’ (cupang) akan menghilang dala waktu beberapa hari. Kedalaman memar yang terjadi 5. . diperkirakan terjadi tidak lebih dari 18 jam sebelum kematian  Jika ada beberapa memar dengan beberapa warna yang berbeda. Pada orang yang berbaring lama Pergerakan dari Memar Pada daerah superfisial memar muncul dengan cepat. dibawah dermis (kulit) ataupun di jaringan dan otot. Fragilitas pembuluh darah 6.

Kekerasan fisik. yang berarti bahwa trauma terjadi semasa korban hidup. perkawinan. persusuan. Bentuk-bentuk KDRT adalah (Pasal 5): a. Warna. sesuai dengan waktu penyembuhan luka (Memar menghilang dengan perubahan warna. b. Demikian pula kekerasan fisik pada tingkat tertentu. juga dianggap bukan kekerasan pada budaya dan Negara tertentu. KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) Pengertian kekerasan berbeda dari satu individu ke individu lain. seksual. Orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut (Pekerja Rumah Tangga).3. Kekerasan psikis. yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik. dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang (pasal 7) . menantu. dan anak (termasuk anak angkat dan anak tiri). b. anak atau pembantu rumah tangga. Undang-Undang PKDRT ini menyebutkan bahwa Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan. hilangnya kemampuan untuk bertindak. hilangnya rasa percaya diri. ipar dan besan). dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan. biru-hijau-coklat-kuning-hilang ). baik dalam keluarga inti maupun keluarga yang diperluas. Kekerasan psikis adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan. 6. 4. isteri. pengasuhan. psikologis. kekerasan seksual dan pencederaan psikologis. 5. adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit. memar dapat terlihat di pergelangan kaki. dari suatu Negara ke negara lain dan dari budaya yang satu ke budaya lain. Lingkup rumah tangga dalam Undang-Undang ini meliputi (Pasal 2 ayat 1) : a. dan perwalian. jatuh sakit atau luka berat (Pasal 6). Contoh : trauma pada dahi yang jaringan ikat dibawahnya jarang memar dapat terjadi di daerah kelopak mata. dan/atau c. memar kadang-kadang harus dibedakan dengan lebam mayat. rasa tidak berdaya. Suami. Lokasi memar tak selalu sama dengan lokasi trauma. Korbannya dapat merupakan isteri. Bila letaknya di daerah atau di dekat lebam mayat. atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga (Pasal 1 ayat 1). Memar merupakan salah satu tanda intravitalitas trauma. terutama terhadap hubungan pelaku korban tertentu. Kekerasan terhadap perempuan seringkali terjadi di dalam lingkungan rumah tangga. Orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan orang sebagaimana dimaksud dalam huruf a karena hubungan darah. Dengan demikian adanya brill-haematome belum menunjukkan letak traumanya. yang menetap dalam rumah tangga (mertua. Trauma pada betis. Kekerasan dalam bentuk verbal dan emosional tidak dianggap sebagai kekerasan pada beberapa budaya atau Negara. pemaksaan. Adanya warna kuning di sekitar warna memar menunjukkan bahwa memar telah berusia lebih dari 18 jam. Jenis kekerasannya pun bervariasi dari kekerasan fisik.

pemaksaan hubungan seksual dengan cara tidak wajar dan/atau tidak disukai. atau pemeliharaan kepada orang tersebut. padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan. Kekerasan seksual adalah setiap perbuatan yang berupa pemaksaan hubungan seksual. Penelantaran rumah tangga adalah seseorang yang menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya. Pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu. d. . Selain itu. perawatan.c. penelantaran juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut (pasal 9). Kekerasan seksual . pemaksaan hubungan seksual dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu. Kekerasan seksual meliputi (pasal 8):   Pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut. Penelantaran rumah tangga.

Balai Penerbit FKUI. Kapita Selekta Kedokteran edisi ketiga Jilid 2.DAFTAR PUSTAKA     Mansjoer A. Widiatmaka W. Bagian Kedokteran Forensik FKUI. 1997. Jakarta . Budiyanto A. Ilmu Penyakit Mata.Wahyu ika dkk. Jakarta barat .Suprohaita. Binarupa Aksara. Idries Abdul M.wardhani. Siswandi S. Jakarta: 2009. 2000. Ilyas S. dkk. Pedoman Ilmu kedokteran Forensik edisi pertama. . h:1-12. Media Aeusculapius FKUI.Jakarta : 1997. ILMU KEDOKTERAN FORENSIK.

Related Interests