BAB VIII

ATOM BERELEKTRON BANYAK
VII.1 Pendahuluan
Mekanika kuantum dapat menerangkan sifat tertentu atom hydrogen (1H1),
tetapi tidak bisa menjelaskan atau menyusun suatu model untuk atom berelektron
banyak. Kesulitan tersebut terletak pada perumusan matematik, misalnya atom
helium z = 2, hal ini berarti kita harus memasok 2 elektron. Ketika elektron
pertama kita masukkan, tingkat energinya berada atau mencapai tingkat dasar.
Hasil ini sesuai dengan tingkat-tingkat energi pada atom hidrogen yang sudah kita
pelajari. Tetapi ketika kita memasukkan elektron kedua, selain merasakan tarikan
dari inti atom dengan z = 2, ia juga mengalami tolakan elektrik dari elektron
pertama. Sedangkan ē pertama mengalami tolakan akibat masuknya ē kedua, hal
ini mengubah tingkat energi elektron pertama. Pemecahan persamaan yang
bersangkutan guna memperoleh tingkat enegi, suatu atom dengan dua atau lebih
elektron merupakan suatu hal yang tidak mungkin tercapai.
Jika suatu atom dengan z lebih dari satu elektron, kecenderungan
menempati tingkat energi terendah yang paling mungkin. Ini berarti semua
elektron akan menempati tingkat 1s. Perlu diketahui bahwa unsur gas mulia
cenderung tidak reaktif dan hampir semua keadaan tidak dapat membentuk
senyawa kimia.
VII.2 Spin Elektron dan Larangan Pauli
Teori atom hydrogen tidak dapat memberikan atom yang berelektron
banyak secara lengkap tanpa memasukkan spin elektron dan prinsip ekslusi yang
berpautan dengannya.
Menurut pandangan Goudsmit dan Uhlenbeck tentang gambaran klasik
dari ē sebagai bola yang berpusing pada sumbunya, pusingan ini berkaitan dengan
momentum sudut dan arena elektron bermuatan negatif, ē bermomen magnertik
(μs) yang arahnya berlawanan dengan momentum sudut (Ls).
Supaya ē memiliki momentum sudut yang berpautan dengan spin elektron,
benda sekecil itu harus berpusing dengan kecepatan ekuatorial (katulistiwa) yang

Bilangan kuantum s digunakan untuk memberikan momentum sudut spin ē. P2 V 2m E Dan energi relativistik  E  m02 c 4  p 2 c 2  V  1 2 Dari persamaan di atas Paul Dirac mendapatkan sebuah partikel yang mempunyai massa dan muatan seperti elektron. Harga s yang diperbolehkan ialah s = + S  s  s  1 . S 1 1    1  2 2  S 1 3    ћ 2 2 S L 3  2 1 . vektor momentum sudut spin dapat memiliki 2s + 1 =2 orientasi diberi spesifikasi oleh m s = +1/2 dan ms = -1/2. besarnya sudut spin ē adalah: 2 (momentum sudut spin)    1  (momentum sudut ē) Kuantisasi ruang spin elektron diberikan oleh bilangan kuantum magnetik spin ms. Komponen Sz momentum sudut spin sebuah elektron sepanjang arah medan magnetik dalam arah z ditentukan oleh bilangan kuantum magnetik spin. sehingga Sz  m s    12  Rasio giromagnetik yang merupakan karakteristik spin elektron hampir dua kali karakeristik gerak orbital elektron. Ide ini tidak bersesuaian dengan kehidupan sehari-hari karena tidak sesuai dengan konsep klasik. harus memiliki momentum sudut intrinsik dan momen magnetik. seperti juga vektor momentum sudut orbital boleh memiliki orientasi 2l + 1 dalam medan magnetik dari +1 sampai -1.besarnya beberapa kali kecepatan cahaya. Pada tahun 1929 sifat pokok spin ē dikokohkan oleh pengembangan mekanika kuantum Paul Dirac. dari persamaan energi non relativistic. Jadi dengan mengambil rasio ini sama dengan .

Energi magnetik Vm dari dwi kutub yang memiliki momen  umumnya sama dengan Vm   B cos  θ melambangkan sudut antara μ dan B. Kopling Spin-Orbit Kopling spin. Medan magnetik ini beraksi terhadap momen magnetik spin elektron sehingga menghasilkan efek Zeeman internal.orbit merupakan interaksi magnetic antara momentum sudut spin dan orbital elektron. sedangkan μ cos θ merupakan komponen μ yang sejajar dengan B. sehingga akan menimbulkan medan magnet yang besarnya B  0 fe 2r Dari persamaan 4. Sebuah elektron yang berputar mengelilingi sebuah inti mendapatkan dirinya berada pada medan magnetik.1  10 10 m Sehingga didapatkan medan magnetik sama dengan .dua.3. terbatas pada  sz   2em Dengan e 2m sebagai magneton Bohr 7. sehingga pada kasus momen magnetik spin elektron nilainya sama dengan μsz Vm   2em B Contoh soal Berapakah energi magnetik yang dimiliki elektron dalam keadaan 2p dari atom hidrogen dengan n =2? Pembahasan Karena elektron berorbit dikelilingi inti tiap detik oleh proton yang bermuatan +e.22 diketahui bahwa f  v 2r  8.4  1014 s 1 r  n 2 a 0  4a 0  2. momen magnetik spin μs sebuah elektron berkaitan dengan momentum sudut spin S melalui  s  me S Harga komponen μs yang mungkin sepanjang setiap sumbu z.13 dan 4.

4. m . m s ) = (2.0.0. m . karena z = 5 2 2 2 2 maka n = 2. Untuk 2 (2. m s ) yang sama. 61019 C ) 2 ( 2.) atau 2 2 1 1 1 1 ) atau (2. Prinsip eksklusi Dengan memasukkan spin ē dengan prinsip pauli.1.0.0.+ 1 ) atau (1.1.+ z = 5 (n..+ ) atau (2.  .4T ) Vm  3.2 1 1 ) atau (2.) atau (2. dengan bilangan kuantum (n. misal z = 3 ilustrasi struktur atomnya sebagai berikut: karena ē pertama akan memliki himpunan bilangan kuantum (n.).0.1. ē ketiga tidak boleh memiliki himpunan 2 2 bilangan kuantum yang sama seperti kedua ē pertama. oleh karena itu dapat kita ..  .1.1.0.27  10 24 J / T )(0.0.. maka dua ē dalam sebuah atom tidak boleh memiliki himpunan bilangan kuantum (n.).+ 1 1 ) dan (1.-1. akibatnya ia tidak boleh menempati tingkat n = 1.1. m . Asas Larangan Pauli merupakan aturan paling penting yang mengatur struktur atom.1.  . oleh karena itu ē ketiga harus pergi ke tingkat n = 2 (2s atau 2p).0.1.0. m .  = 0. m s ) = (1.. Berikut ini akan digambarkan bagaimana asas pauli bekerja dalam suatu atom yang memiliki ē banyak. m s ) = (1.B  0 fe B 2r ( 4 107 T . Dengan z = 5 (Boron) ē tidak dapat lagi menempati keadaan 2s.7  10 24 J 7.1 m =  1.110 10 m ) B  0.-1.0.27  10 24 J / T didapatkan Vm   2em B Vm  (9.41014 S 1 )(1.  .m / A )( 8.+ 1 ).0. tetapi menempati sub tingkat 2p.40T Dengan e 2m  9.

 .  (n) Persamaan dapat digunakan untuk memeriksa fungsi gelombang yang dapat dipakai untuk memberikan sebuah system yang terdiri dari dua partikel identik. (3)..1) menyatakan partikel yang dipertukarkan dapat diberikan oleh salah satu: .1) Dengan fungsi gelombang  ( 2. VII.3.  .  (n) dari masing-masing partikel menjadi. n) dari system n partikel tak berintraksi dapat dinyatakan sebagai perkalian fungsi gelombang  (1).. Kita anggap salah satu partikel dalam keadaan kuantum a dan yang lain dalam keadaan b.3. Secara simbolis kita syaratkan  2 (1. .perkirakan bahwa sifat Boron dengan tambahan 1 ē 2p akan berbeda dari sifat Litium yang hanya memiliki ē 2s. Kita juga bisa menggunakannya untuk menunjukkan fungsi gelombang lengkap  (1. partikel dalam keadaan a menggantikan yang dalam keadaan b dan sebaliknya. .  (3)..2.2)   2 ( 2. Hal inilah yang menyebabkan berbedanya berbagai sifat kimia dan fisika. dan kemudian menempatkan ē pada tingkat berikutnya.…. . masing-masing memberikan bagian  yang merupakan fungsi dari salah satu koordinat dari tiga koordinat r. n)   (1). (2). karena partikel tersebut identik sehingga tidak ada perbedaan dalam rapat peluang  2 dari system jika partikel tersebut ditukarkan. . . . ….  (2).3 Fungsi gelombang simetrik dan antisimetrik Pada bab sebelumnya diketahui bahwa fungsi gelombang lengkap  dari elektron atom hidrohen yang dapat dinyatakan sebagai perkalian dari tiga fungsi gelombang yang terpisah.2. Proses menggunakan habis semua bilangan kuantum yang mungkin bagi satu tingkat.  (1.

2) (Simetrik)  (2. fungsi gelombang system menjadi  1   a (1). sedangkan yang tandanya menjadi berlawanan setelah pertukaran disebut antisimetrik.2)   2 ( 2. b (2) Sedangkan jika partikel 2 dalam keadaan a dan partikel 1 dalam keadaan b. S  1 2  a (1) b (2)   a (2)  b (1) Dan antisimetrik A  1  a (1) b (2)   a (2)  b (1) 2 . Fungsi gelombang yang tidak dipengaruhi oleh pertukaran partikel disebut simetrik.  11   a (2).1)   (1.1)   (1. Terdapat dua kombinasi yang mungkin yang simetrik. Jadi kombinasi linier  11 dan  1 merupakan fungsi gelombang yang tepat untuk menyatakan keadaan system.2) (Antisimetrik) Atau Dan tetap memenuhi persamaan  2 (1. Jika partikel 1 dalam keadaan a dan partikel 2 dalam keadaan b. Fungsi gelombang bukan merupakan kuantitas yang diukur. sehingga dapat diubah tandanya pada pertukaran partikel.1) . fungsi gelombangnya menjadi. ( 2. b (1) Karena kedua partikel tidak bisa dibedakan. secara ekuivalen kita bisa mengatakan bahwa system itu setengah waktunya dalam dalam konfigurasi yang fungsi gelombangnya  1 dan setengahnya dalam konfigurasi yang fungsi gelombangnya  11 .

Pada kasus pertama kedua partikel bisa berada pada keadaan kuantum yang sama secara serentak a = b. Pertukaran partikel 2 1 dan 2 tidak menyebabkan perubahan  s . seiring dengan penambahan nomor atom tersebut. sedangkan pada kasus kedua. sedangkan  A akan berubah tandanya.4 Konfigurasi elektron Berikut ini akan diberikan tingkat-tingkat energi dalam atom ē banyak. Ada beberapa perbedaan antara antara perilaku partikel yang fungsi gelombangnya simetrik dengan partikel dengan fungsi gelombang asimetrik. VII. dengan demikian kita dapat simpulkan bahwa system elektron harus diberikan oleh fungsi gelombang yang tandanya berbalik jika terjadi pertukaran untuk tiap pasang elektron. Jika dibandingkan dengan prinsip eksklusi empiris pauliyang menyatakan bahwa tidak terdapat dua elektron dalam sebuah atom yang berada pada keadaan kuantum yang sama.Faktor 1 diperlukan untuk menormalisasikan  s dan  A . jika diambil a  b . kita dapatkan  A  0 . 6p 5d 6s 5s 4p 3d 4s 3p 3s 2p 2s 1s energi .

Momentum sudut orbital total dan spin total dalam sub kulit tertutup adalah nol. energi d p s f d p s f d p s s d p s d p s p s s n= 1 2 3 4 5 6 7 gambar 7. 2 Kulit atomik atau sub kulit atomik yang berisi penuh jatah elektronnya disebut tertutup. Tingkat 1s memiliki tingkat energi terendah. Sub kulit atom dalam urutan pertambahan energi dan tidak di dasarkan pada suatu skala tertentu.5 Sifat-Sifat Unsur . sehingga energinya lebih rendah.2 Urutan keadaan kuantum dalam atom. misal (2s atau 3d) dikenal sebagai sub kulit.gambar 7. VII. d (  =0) mempunyai 10 ē dan seterusnya. Jumlah ē yang dapat ditempatkan pada setiap sub kulit adalah 2(2  +1). Faktor (2  +1) berasal dari nilai m yang berbeda untuk setiap  . sub kulit p (  =1) tertutup mempunyai 6 ē. factor 2 datang dari kedua nulai m yang berbeda untuk m s = + 1 . atom semacam itu bersifat kimiawi pasif. Energi tingkat 2s selalu selalu sedikit lebih rendah dari pada 2p (struktur halus antara 2s dan 2p sangat kecil. karena itu ē 2s terikat lebih kuat pada atom. Sebuah sub kulit s (  =0) yang tertutup mengandung 2 ē. Semua nilai tingkat n dan  tertentu. sehingga tidak dapat diperlihatkan pada slaka diagram ini). seperti pada gas mulia. ē dalam kulit tertutup semuanya terikat kuat karena muatan inti yang positif lebih besar dari pada muatan negative ē perisai (terhalang) yang di dalam. Elektron 2s merasakan daya tarik yang lebih besar dari inti atom di bandingkan dengan tarikan yang dirasakan oleh ē 2p.1. Sehingga atom ini tidak menarik ē lain dan elektron-elektronnya tidak mudah terlepas.

jika diberi magnet B.Struktur atom atau konfigurasi dari suatu atom membantu kita untuk memahami sifat-sifat fisika dan kimia bebagai unsur. Misal atom Hidrogen (E = 13. 2. hal ini karena ukuran sebuah atom oleh rapat probabilitas ē. Resistivitas elektrik ( )  = 1. Suseptibilitas (X) Bila suatu bahan ditempatkan dalam suatu medan magnet dengan intensitas B . bahan ini disebut paramagnetik (X > 0) dan apabila suatu untai listrik dikenakan suatu medan magnet. 1017 Ω Cm resistivitas bagi belerang.6 eV untuk ē pertama dan E = 54. maka bahannya termagnetisasi yang besarnya sebanding dengan B. Jari-jari atom tidak dapat diukur melalui peercobaan.7 . Sifat fisika dari berbagai unsur berdasarkan teori atom. Sub-kulit yang terisi penuh tidak memberi saham pada sifat fisika dan kimia. maka akan mengalir arus imbas dalam untai tersebut. 3. Mo M =X B Suatu bahan yang tadinya tidak termagnetisasi. Jari-jari atom Jari-jari sebuah atom bukan suatu besaran yang tertentukan secara pasti.4 eV untuk ē kedua.6 eV) Helium E = 24.10-6 Ω Cm resistivitas paling kecil bagi tembaga. Sub-kulit yang terisi penuh merupakan konfigurasi paling mantap. Pengukurannya dilakukan dengan mengukur jarak antara atom dalam sebuah kristal yang mengandung unsur itu. Arus imbas ini .  = 2 . maka bahan tersebut bersifat magnet. Energi ionisasi Energi minimum yang diperlukan untuk membebaskan sebuah elektron dari atomnya. 1. Dari sudut pandang atom. 1. 2. 4. arus bergantung pada aliran ē yang relative lemah ikatannya yang mudah dibebaskan dari atomnya dengan mengenakan beda potensial.

 (momentum sudut atomik total) Dan besarnya momentum sudut dalam komponen z adalah: J M z j . maka (X < 0) disebut diamagnetic. . ini yang menghasilkan medan B . Natrium (Na).6 Momentum Sudut Total ( J ) Elektron dalam sebuah atom selalu memiliki:  Momentum sudut orbital L  Momentum sudut spin tertentu S tertentu Kedua momentum sudut ini memberi sumbangan pada momentum sudut total dari atom tersebut. (komponen dari momentum sudut atomik total) dengan Mj merupakan bilangan kuantum yang mengatur J dan Jz. Setiap momentum sudut total J J harus terkuantisasi yang besarnya: J  J  J  1 . Litium (Li). L    1  L z  m  Demikian pula halnya dengan momentum sudut spin. keduanya harus dijumlahkan secara vector. Momentum sudut tetap diberikan oleh elektron tunggal. Atom unsur group I dalam tabel periodik. VII. S  s  s  1  S z  ms  Karena L dan S merupakan vector. Untai elektrik adalah ē yang mengorbit dan arus imbas sedikit penambahan atau pengurangan laju ē dalam orbitnya. sehingga menghasilkan momentum sudut total J dari suatu atomik. seperti Hidrogen (H). Bahan dengan arah melawan medan B yang dikenakan.menimbulkan medan magnet yang cendrung melawan medan yang dikenakan. sehingga X tidak terdefinisikan. Besar momentum sudut orbital untuk sebuah elektron atomik sangat ditentukan oleh bilangan kuantum orbital  . Sedangkan fotomagnetik tidak bergantung pada medan magnet B luar.

dan efek torka internal hanya menimbulkan prosesi dari L dan S di sekitar arah resultannya J. sehingga: J  j  j  1  J z  m j Sehingga: J z  Lz  S Z m j  ml  m s Momentum sudut L dan S berinteraksi secara magnetis seperti yang kita lihat dalam pasal 7. kecuali atom yang sangat berat ialah. sedangkan L dfan S meneruskan berpresesi di sekitar J. dan sebagai hasil timbul torka terhadap masing-masing. dan momentum sudut spin S i terkopel bersama menjadi resultan tunggal lainnnya S secara bebas.2. momentum sudut total J kekal baik arah maupun besarnya. Skema ini disebut kopling LS (sambatm LS) yang dapat diringkas sebagai berikut: L   Li S   Si J  LS . Momentum L dan S berinteraksi magnetis melalui efek spin untuk membentuk momentum sudut total J. Namun jika terdapat medan magnetic eksternal B. J merupakan tetap jumlah vector dari momentum individual. Jika tidak terdapat medan magnetic eksternal. Kita akan memeriksa penyebab kelakuan ini kemudian dalam pasal berikut. VII.J  LS biasanya digunakan lambing j dan mj untuk bilangan kuantum yang memberikan J dan Jz untuk elektron tunggal.7 Kopling LS Pola yang biasa untuk semua atom. Bila momentum sudut total J terbentuk oleh lebih dari satu elektron yang menyumbang momentum sudut orbital dan spin. bahwa momentum sudut orbital L dari berbagai elektron terkopel bersama secara listrik menjadi resultan tunggal. maka J berpresesi di sekitar arah B.

sehingga. . Efek ini mudah dimengerti jika kita membayangkan terdapat dua elektron dalam orbit Bhor yang sama. ini lebih kuat dari gaya spin orbit magnetic yang mengkopel S membentuk L mendominasi. Namun. biasanya sedemikian sehingga konfigurasi energi terendah adalah konfigurasi dengan L maksimum. Gaya listrik yang mengkopel Li besar. elektron cenderung untuk berputar mengelilingi inti dengan arah yang sama sehingga memaksimumkan L. J. S. dalam atom berat muatan inti cukup besar untuk menghasilkan interaksi spin-orbit yang orde besarnya sama dengan interaksi listrik antara Li dan Si. J. Kopling antara berbagai L. L L L  1  Lz  M L  S S  S  1  Sz  M s J  J  J  1  J z  M j Skema LS ditentukan oleh kuat relatif gaya listrik yang mengkopel momentum sudut orbital individual menjadi suatu resultan L dan momentum sudut spin individual menjadi suatu resultan S. Seperti biasa L. walaupun terdapat medan magnet eksternal yang agak J dalam atom ringan.8 Kopling JJ Gaya listrik yang terkopel dalam Li menjadi vector tunggal menjadi vector L dan menjadi S dan Si . Sz dan Jz terkuantisasi dengan bilangan kuantum masing-masing L. VII. Ketakberlakuan serupa juga terjadi dalam medan magnetic eksternal kuat (> 1T). Lz. dan skema kopling LLS mulai tidak berlaku. Ms dan Mj.. Karena elektron saling tolak menolak secara listrik. yang menimbulkan efek Paschen-Back dalam spectrum atomik. Dalam kasus ini presesi presesi L L dan S J dalam mengelilingi B lebih lambat dari pada yang mengelilingi J .momentum sudut L dan S berinteraksi magnetic melalui efek spin orbit untuk membentuk momentum sudut total J . Ml. S.

momentum sudut total Ji dari elektron masing-masing dapat dijumlahkan langsung membentuk momentum sudut J dari keseluruhan atom itu. VII. ±1 . Namun terdapat dua elektron 1s dalam keadaan dasar helium dan sangat menarik untuk membahas efek kopling LS dalam sifat dan kelakuan atom helium.Dalam batas kegagalan kopling L S . hidrogen dan natrium. Berbagai pemindahan yang memecahkan garis spectral Hot (n = 3 n) menjadi tujuh komponen yang berjarak berdekatan.10 Spektrum Dua Elektron Elektron tunggal merupakan penyebab timbulnya tingkat energi dari keduanya. mula-mula kita perhatikan kaidah seleksi untuk transisi terizinkan di bawah kopling LS: ΔL = 0. tingkat energi natrium akan sama dengan tingkat energi hydrogen. Jadi dalam aproksimasi (hampiran) pertama kita harapkan. Kaidah seleksi untuk transisi yang diizinkan di sini ialah Δl = ±1. maka: Ji  Li  Si J   Ji Skema yang serupa memakai huruf besar dipakai untuk menyatakan keadaan elektronik keseluruhan atom menurut bilangan kuantum momentum sudut orbital total L sebagai berikut: L=0 1 2 3 4 5 6 S P D F G H I VII. dan pertama kali di temukan dalam tahun 1947 dalam “pergeseran Lamb” dari keadaan 22 S ½. situasi ini dikenal sebagai kopling j-j (sambatan j-j) karena masing-masing Ji diperikan dengan bilangan kuantum j. Efek yang kedua ini jelas terlihat untuk keadaan dengan n dan I kecil. Untuk melakukan hal itu.9 Spektrum Satu Elektron Faktor-faktor tambahan ini memecah keadaan energi tertentu menjadi subkeadaan garis spectral. kecuali tingkat yang terendah yang bersesuaian dengan n = 3 alih-alih n = 1 karena prinsip ekslusi.

sehingga J = 0 ± J = 0 terlarang. akan terlihat bayangan tulang tangan di tabir flouresensi itu. tetapi menjadi cukup lemah setelah menembus alumunium setebal 1. dengan menempatkan tangan di antara tabung sinar X dan tabir berlapiskan bahan pendar. Beberapa kesimpulan hasil penelitian Roentgen tentang radiasi sinar Roentgen atau sinar X adalah sebagai berikut:  Hampir semua bahan dapat ditembus sinar X. ΔL = 0 dilarang dan ΔL = ± I merupakan satu-satunya kemungkinan. J harus berubah jika keadaan awal memiliki J. Ini berarti sinar X dapat menghasilkan muatan listrik sewaktu melintasi medium.  Sinar X tidak dapat dikumpulkan oleh lensa. Lebih lanjut Roentgen berkesimpulan bahwa: radiasi yang menghasilkan pendaran itu berasal dari bagian tabung yang ditumbuk sinar katoda. Sinar itu dapat menembus balok kayu setebal 3 cm. menyebabkan bahan fosforesen berkilau dan terjadi perubahan flat fotografik.  Sinar x dapat menetralkan muatan pada benda bermuatan listrik positif maupun negative.  Sinar X ini didapatkan menjalar menurut garis lurus walaupun melalui medan listrik dan magnetik. .11 Spektrum Sinar X Sewaktu mempelajari pemijaran gas bertekanan rendah W. ±1 (kaidah seleksi LS) ΔS = 0 Bila hanya satu elektron yang terkait.C. Selanjutnya. meskipun permukaan kertas yang menghadap tabung adalah yang tidak berlapiskan bahan pendar. Roentgen pada tahun 1895 melihat terjadinya fluoresensi atau pendaran pada kertas yang dilapisi bahan pendar barium platino cyanida yang di tempatkan menghadap tabung gas pijar.  Sinar X dapat menghitamkan kertas potret.5 cm. VII. tetap dapat menembus bahan dengan mudah.ΔJ = 0. dan bahkan pada jarak sejauh 2 meter.

(Elektron K juga dinaikkan kekeadaan . dipihak lain penyebabnya adalah transisi elektronik dalam atom yang telah diganggu oleh elektron yang datang. hanya 0. Foton K (x dipancarkan jika elektron L (n = 2) melakukan transisi ke keadaan K yang kosong (n = 1). Kita tinjau apa yang terjadi bila elektron berenergi tinggi menumbuk atom dan melepaskan sebuah elektron kulit-K. merupakan hasil dari kbalikan efek foto listrik. Moseley membenarkan persamaan di atas dengan mengukur frekuensi Kα untuk banyak sekali unsur dengan memakai metode difraksi. menurut rumus E (Kα) = 10. Dalam tahun 1913 – 1914 Fisikawan Inggris yang masih muda H. Energi 2 3 8 ch foton sinar X Kα diberikan dalam elektron-volt bergantung dari (Z . Spektrum sinar X yang malar merupakan hasil dari kebalikan efek foto listrik. Jika elektron berenergi tinggi menumbuk atom dan melepaskan sebuah elektron kulit K (elektron K juga dapat dinaikkan kekeadaan kuantum yang lebih atas yang tak terisi.2 persen untuk natrium dan lebih kecil lagi untuk atom yang lebih berat). Kita mudah mendapatkan hubungan aproksimasi antara frekuensi garis sinar X Kα dari suatu unsur dan nomor atomiknya Z.2 eV x (Z – 1)2. sehingga: m Z  1 e 4  1 1 cR( Z  1) 2  1 1 3cR( Z  1) 2 v    2  2  2 3 2 2  1 4 4 8 o h 2   n f ni  2 dengan R = me 4 = 1. dipihak lain penyebabnya ialah transisi elektronik dalam atom yang telah diganggu oleh elektron yang datang. Spektrum diskritnya. dengan energi kinetic elektron transformasi menjadi foton berenergi hv. Sinar X terjadi apabila sinar katode membentur bahan padat terutama logam. tetapi perbedaan energi yang diperlukan untuk hal itu dan perbedaan energi untuk melepaskan elektron tidak penting.1).G. Spectrum diskritnya. Untuk mendapatkan frekuensi foton Kα dengan mengambil ni = 2 dan nf = 1.097 x 107 m-1 menyatakan konstanta Rydberg. dengan energi kinetik elektron tertransformasi menjadi foton berenergi hv. Spectrum sinar X yang malar. dan mengganti e4 dengan (Z – 1)2 e4 .

VII.2 persen untuk natrium.4  10 3 eV . E2 = 4.36 eV. Hitung ketiga tingkat energi pertama untuk elektron-elektron bebas dalam suatu sumur empat persegi panjang tak hingga yang lebarnya 6 Å Jawab : Tingkat-tingkat energinya diberikan oleh En  n2h2 n 2 (hc) 2 n 2 (12. l = 2. yang lebih kecil lagi untuk atom yang lebih berat). E3 = 9.16 eV. seperti yang telah ditunjukan. E1 = 1.12 Contoh Soal 1. hanya 0. maka jumlah elektron maksimum dalam suatu subkulit diberikan oleh 2(2l + 1) = 2(2 x 2 + 1 ) = 10 yang berhubungan dengan 10 kombinasi dari m1 dan m2 seperti ditunjukan dalam tebel di bawah ini.) 2    1. 2.kuantum yang lebih atas yang tak terisi. tetapi perbedaan energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron tidak penting. L m1 m2 2 2 2 2 1 2 - 1 2 2 1 2 1 1 2 - 1 2 2 0 2 0 1 2 - 1 2 2 -1 2 -1 1 2 - 1 2 2 -2 2 -2 1 2 - 1 2 .04n 2 eV 8ma 2 8( mc 2 ) a 2 8(0.04 eV.511  10 6 eV )(6 ) 2 Oleh karena itu. Tentukan jumlah elektron maksimum yang dapat menempati suatu subkulit d Jawab : Untuk suatu subkulit d.

Tentukan transisi dipol listrik yang mungkin bagi keadaan-keadaan ini Jawab : Transisinya harus memenuhi aturan seleksi Δl = ±1.-13. Pada tabel diatas ditunjukan keadaan-keadaan energi hidrogen (l = L).4 n .5 n =3 .-3.6 n =2 =1 S P D . S P D L=0 l=1 l=2 .-1.3. jadi hanya pada gambar no 2 saja yang dapat diperkenankan.

4keV.-3.L=0 l=1 . Berapakah energi kinetik elektron-elektron foto yang dipancarkan kulit K? Jawab : Energi ikat kulit K adalah . Berapakah energi maksimum sinar-X pesawat tersebut? Jawab : Elekteon-elektron dalam tabung TV memiliki energi 20 keV.6 n =2 =1 4.15 Å disinari dengan sebuah sinarX 0.    0. Sebuah tabung TV beroperasi dengan potensial pemercepat 20 keV. Sebuah bahan yang tepi absorpsinya 0.-1.5 l=2 n =3 .4 n . Panjang gelombang yang bersangkutan adalah  c hc 12.10 Å.-13. bila elektron-elektron ini pada akhirnya diam karena mengalami tumbukan dengan satu foton sinar-X yang dipancarkan maka energi fotonnya adalah 20 keV.62   h 20keV 5.

15 Energi foton yang datang adalah E  hc 12.12.4keV.2 keV.4keV. Energi kinetik sebuah elektron Auger yang dipancarkan oleh sebuah sinarX Kά dari kulit L suatu bahan dengan tepi absorpsi K 0. Tentukan energi sinar-X Kά dan panjang gelombang tepi absorpsi L. .7 keV  41.10  Energi kinetik maksimum adalah selisih antara kedua nilai ini.   124keV  0. Tentukan jumlah elektron maksimum yang dapat menempati suatu subkulit f dan daftarkan nilai-nilai m1 dan m2 bagi elektron-elektron ini ? 3.827 Å adalah 10. Sebuah elektron dipercepat melalui sebuah potensial 105 V.7 keV K 0.Ek  hc 12. tentukan panjang gelombang terpendek yang mungkin akan dihasilkan apabila elektron ini berinteraksi dengan suatu sasaran berat ? 4.   82. K maks  E  E K  124keV  82.3keV VII. Tentukan jumlah elektron maksimum yang menempati suatu subkulit p ? 2.1 Soal-soal 1.

Related Interests