FTS152-Teknologi Peralatan Konstruksi

PRODUKSI AGGREGAT

Cut Zukhrina Oktaviani, ST., MT

Fakultas Teknik
Jurusan Teknik Sipil
Universitas Syiah Kuala

PENDAHULUAN
 Proses yang dilakukan untuk menghasilkan material untuk pekerjaan
konstruksi sangat ditentukan oleh sifat asli dari material dan hasil akhir
produk yang diinginkan.
 Empat pekerjaan material yang dilakukan untuk memenuhi hasil yang
dibutuhkan:
 Pengurangan ukuran partikel  penghancuran.
 Pemisahan sesuai ukuran partikel  penyaringan.
 Pembuangan material yang tidak diinginkan  pencucian.
 Penanganan dan pemindahan material yang telah dipecah 
penyimpanan dan transportasi.
 Dalam mengoperasikan peralatan pemecah material (crushing plant),
pola pengeboran, jumlah bahan ledak, ukuran shovel atau loader yang
digunakan untuk mengisi batu, dan ukuran pemecah utama harus
disesuaikan, agar semua batu dapat digunakan secara ekonomis.
 Kapasitas pengisian shovel atau loader dalam lubang dan kapasitas alat
pemecah (crushing plant) harus diusahakan sama.
 Ukuran minimum jaw dan gyratory crushers yang direkomendasikan
untuk menangani batu yang diisi menggunakan bucket dengan kapasitas
yang spesifik, dapat dilihat pada tabel 14.1.

Ukuran Minimum Primary Crusher

akan lebih ekonomis jika menggunakan portable plant dan memproduksi sendiri batuan pecah dari pada membeli.PENDAHULUAN  Ada beberapa jenis dan ukuran portable crushing serta peralatan penyaring (screening plant) yang digunakan dalam industri konstruksi.  Gambar 14.1 – Portable Crushing  Jika lokasi penyimpanan batu berada didekat lokasi proyek yang membutuhkan agregat. .

 Output dari primary crusher menjadi input bagi secondary crusher. tingkat penghancuran dibagi menjadi beberapa tahap agar ukuran produk dapat lebih terkontrol.  Material berbutir halus merupakan material buangan pada beberapa peralatan. secondary crusher.  Jika terdapat perbedaan besar antara ukuran material yang masuk kedalam crusher dan ukuran produk yang dihancurkan. dan menghasilkan ukuran batu yang lebih kecil (pada tahap pertama).  Pemecah primer (primary crusher) menerima batu secara langsung dari excavator setelah dihancurkan.  Beberapa jenis batuan harus melalui empat atau lebih proses penghancuran untuk mendapatkan ukuran yang diinginkan. yang mengurangi ukuran batu menjadi lebih kecil lagi.  Pengurangan ukuran partikel menggunakan crushing plant dilakukan secara bertahap karena pengurangan partikel berkaitan langsung dengan energi yang digunakan.PENGURANGAN UKURAN PARTIKEL  Crusher diklasifikasikan berdasarkan tahap pemecahannya menjadi primary crusher. dibutuhkan energi yang lebih besar. dan tertary crusher (pemecah primer. pemecah sekunder. . dan pemecah tersier).  Untuk meminimalisasi kuantitas material buangan.  Jika terjadi konsentrasi energi dalam proses single-step maka akan dihasilkan kelebihan material yang berbutir lebih halus.

Tahapan Proses Agregat .

 Jaw crusher digunakan sebagai unit primer karena memiliki kemudi (flywheel) yang menyimpan energi tinggi dan memiliki kelebihan mekanikal.  Jenis crusher dan rasio pengurangan material dapat dilihat pada Tabel 14. yaitu rasio antara ukuran input crusher terhadap ukuran produk. dibagi dengan jarak terkecil antara permukaan roll.PENGURANGAN UKURAN PARTIKEL  Saat batu melewati crusher. gyratory.  Jaw. dibagi dengan jarak dari open setting pada bagian bawah.2  Crusher juga diklasifikasikan berdasarkan metode transmisi energi mekanis untuk memecahkan batu. dan roll crusher bekerja menggunakan tekanan kompresif. .  Gyratory asli adalah jenis crusher yang digunakan sebagai primary crusher. roll dan impact crusher juga dapat digunakan sebagai unit sekunder dan tersier (secondary dan tertiary crusher). yaitu jarak antara permukaan yang tidak bergerak dan permukaan yang bergerak pada bagian atas jaw. pengurangan ukuran batu dapat dinyatakan sebagai rasio pengurangan. rasio pengurangan diestimasi sebagai gape.  Rasio pengurangan dari roller crusher diestimasi sebagai rasio dari dimensi batu terbesar yang dapat diapit oleh roll.  Jenis gyratory.  Untuk jaw crusher.

Perbandingan type crusher .

karena pengaruh gravitasi dan adanya pergerakan dari bagian jaw yang bergerak. yaitu bagian jaw yang tidak bergerak dengan bagian jaw yang bergerak.3 .JAW CRUSHER  Beroperasi dengan mengalirkan batu ke dalam ruangan diantara dua jaw.  Pelat akan rusak jika crusherdipaksa untuk memecah objek yang keras atau mengalami kelebihan beban.  Jaw crusher biasanya didesain dengan toggle (pelat) sebagai bagian yang paling lemah.  Lihat gambar 14.  Ruang diantara jaw berkurang pada saat batu turun kebawah.

 Kapasitas untuk berbagai jenis jaw crusher tipe Black dapat dilihat pada Tabel 14. digunakan tekanan tinggi dibagian bawah swing jaw.  Dalam memilih jaw crusher. menaikkan dan menurunkan pitman.  Bagian atas jaw yang terbuka harus berukuran 2 in lebih lebar daripada ukuran batu terbesar yang akan masuk kedalamnya. ukuran batu yang dapat masuk harus dipertimbangkan.  Rotasi dari shaft kedua yang eksentrik dan berada dibelakang jaw yang bergerak. menggerakkan dua pelat. yang ditahan dari shaft pada kerangka crusher. yang secara terpisah menutup bukaan pada bagian bawah kedua jaw.Pelat Dobel (Double Toggle)  Double-toggle jaw crusher tipe Black memiliki jaw yang bergerak. dan menimbulkan gerakan penghancuran.  Saat pitman menaikkan dua pelat.3 .

Kapasitas Blade Jaw Crusher .

Pelat Tunggal (Single Toggle)  Saat shaft dari crusher pelat tunggal berputar. bagian jaw yang bergerak akan bergerak vertikal dan horizontal. . lebih ringan dan kuat untuk pekerjaan konstruksi.  Crusher jenis ini lebih banyak digunakan karena ukurannya yang lebih kecil.

 Berdasarkan pengalaman.  Jika hasil dari crusher memiliki ukuran yang sama dengan ukuran setting.5 menunjukkan persentase material yang dapat lolos atau tertahan disaringan.  Gambar 14. ukuran aggregat akan bervariasi (lebih besar dari pengaturan crusher hingga berbutir sangat halus). 15% dari jumlah total batu yang melewati crusher akan berukuran lebih besar dari setting. .Ukuran Produk Jaw dan Roll Crusher  Meskipun pengaturan discharge opening dari crusher akan menentukan ukuran maksimum batu yang dikeluarkan. maka 15% dari output tidak akan lolos saringan.

Persentase Material yang dapat lolos atau tertahan di saringan .

antara 1 hingga ¼ in.Contoh Soal  Sebuah jaw crusher dengan dengan closed setting 3 in dimasukkan batu dengan kecepatan 50ton/hr (tph).5 . dan < ¼ in. Tentukan jumlah batu yang diproduksi dalam tph jika rentang ukuran crusher > 2 in. antara 1 hingga 2 in.  Gunakan tabel pada gambar 14.

GYRATORY CRUSHER  Gyratory adalah jenis crusher yang paling efisien.  Untuk melindungi crusher dari objek yang tidak dapat dipecahkan atau kelebihan beban.  Karakteristik crusher jenis ini adalah terdapat mantle yang berputar didalam suatu mangkuk.  Beroperasi paling efisien pada beban penuh . permukaan luar pemecah dapat diberi pegas atau dilakukan penyesuaian hidrolik untuk ketinggian mantle. jumlah material undersized di feed. kekerasan bijih.  Pekerjaan pemecahan material dapat dilakukan secara terus menerus dan digunakan untuk pemecahan primer dan sekunder pada batuan keras dan abrasif.  Gyratory crusher beroperasi secara kontinyu  Kapasitas crushing yang tinggi dibandingkan Jaw crusher (600-6000 ton/hr)  Lebih dipilih daripada Jaw crusher jika kapasitas lebih dari 900 ton/hr  Mudah dioperasikan  Konsumsi daya lebih rendah daripada Jaw crusher  Daya yang dibutuhkan dipengaruhi: ukuran umpan.

6  Unit pemecah terdiri dari besi cor atau kerangka baja dengan eccentric shaft dan gigi kemudi pada bagian bawah unit.7 .  Saat batu masuk kebagian atas ruang pemecah dan turun kebawah.  Pada bagian atas terdapat ruang pemecah yang berbentuk kerucut yang dilapisi dengan baja keras atau pelat baja-mangan yang disebut ‘concaves’.  Bagian pemecah termasuk kepala pemecah dari baja keras yang terdapat pada batang baja vertikal.True Gyratory  Gyratory crusher dapat dilihat pada Gambar 14. batu mengalami pengurangan ukuran hingga batu melewati ruang bawah yang terbuka.  Lihat Gambar 14.

Gyratory crusher .

 Jika gyratory crusher digunakan sebagai pemecah sekunder. dengan nilai rata-rata 8:1.  Kapasitas gyratory crusher dapat dilihat pada Tabel 14.  Lihat Gambar 14. ukuran yang dipilih ditentukan oleh ukuran batu yang dipecah atau ditentukan oleh kapasitas yang diinginkan.8. peningkatan kecepatan dalam batas yang layak.4 .  Jika gyratory crusher digunakan sebagai pemecah primer. diukur antara concaves dan kepala pemecah.  Kapasitas dari true gyratory crusher biasanya berdasarkan open-size setting.True Gyratory  Ukuran gyratory crusher adalah lebar dari receiving opening.  Rasio pengurangan untuk true gyratory crusher biasanya berkisar 3:1 hingga 10:1. dapat meningkatkan kapasitas.

Kapasitas Gyratory Crusher .

.  Receiving opening berukuran lebih kecil.  Kapasitas dari standard model biasanya didasarkan pada closed-size setting.  Kecepatan rotasi lebih tinggi (sekitar dua kali true gyratory).Cone Crusher  Cone crusher digunakan sebagai pemecah sekunder atau pemecah tersier.  Cone crusher dapat menghasilkan batu dengan gradasi halus dan lebih seragam dalam jumlah yang lebih besar.  Standard model memiliki feed opening yang lebih besar untuk pemecah sekunder dan menghasilkan batu dengan ukuran 1x4 in.  Menghasilkan produk dengan ukuran yang lebih seragam.  Perbedaan cone crusher dengan gyratory crusher:  Kerucut (cone) yang lebih pendek.

Cone Crusher
 Attrition model menghasilkan batu dengan ukuran maksimum sekitar ¼ in.
 Gambar 14.9 menujukkan perbedaan antara gyratory dan cone crusher
standar.
 Kepala yang berbentuk kerucut pada cone crusher biasanya terbuat dari
baja mangan, yang terletak pada vertical shaft dan berfungsi sebagai salah
satu permukaan pemecah partikel.
 Concave dipasang pada dibagian atas crusher.
 Bagian bawah dari shaft diatur dalam eccentric bushing untuk
menghasilkan efek gyratory sebagai rotasi shaft.
 Diameter maksimum dari kepala
crusher digunakan untuk
menentukan ukuran dari cone
crusher.
 Karena rotasi dengan kecepatan
tinggi, semua pertikel yang melalui
cone crusher akan mengalami
pengurangan ukuran tidak lebih dari
closed-size setting yang harus
digunakan untuk menentukan
ukuran dari discharge opening.
 Kapasitas cone crusher untuk
standar Symons dapat dilihat pada
Tabel 14.5

Kapasitas Symons Standard Cone Crusher

ROLL CRUSHER
 Digunakan untuk menghasilkan tambahan pengurangan ukuran batu.
 Terdiri dari kerangka besi cor berat dilengkapi dengan satu atau
lebih roll baja keras yang masing-masing menggantung pada shaft
horizontal.
 Pada single-roll crusher, material dimasukkan diantara roller
berdiameter besar dan adjustable liner. Tidak ekonomis untuk
memecahkan material yang sangat abrasif.
 Double roll; roll crusher dengan dua roller bekerja dengan roll yang
dikemudikan secara terpisah oleh tarikan flat-belt atau katrol Vbelt. Salah satu roll dipasang pada slide frame untuk menyesuaikan
lebar discharge opening antara dua roll. Roll yang dapat bergerak
merupakan spring-loaded untuk menjaga roll agar tidak rusak saat
material yang tidak dapat dihancurkan melewati mesin.
 Ukuran maksimum material yang dapat masuk ke dalam roll
sebanding dgn diameter roll.

 Lihat gambar 14. Ukuran maksimum partikel yang dapat dihancurkan ditentukan oleh: R = radius roll B = sudut nip (1645’).9575R. C = Roll setting (ukuran akhir produk).085R + C .10  Berdasarkan gambar: X =R–D = R – 0. A = Ukuran maksimum feed.9575R = 0. D = R cos B = 0.0425R A = 2X + C = 0.

N = kecepatan roll (rpm). kecepatan rotasi roll.  V2 = volume aktual (cu in/min atau cfm).ROLL CRUSHER  Kapasitas bervariasi sesuai dengan jenis batu. ukuran feed. lebar roll.  Persamaan matematis  V1 = CWS .  Kapasitas dipengaruhi oleh: C = jarak antara roll (in). S = kecapatan putaran roll (in/minute). ukuran akhir produk.  V1 = volume teoritis (cu in/min atau cfm). R = radius roll (in). Q = kapasitas izin (ton/hour). dan luas batu yang masuk ke dalam crusher.  W = lebar roll (in).

ROLL CRUSHER  Asumsi : volume realistis adalah ¼ hingga 1/3 dari volume teoritis. S = 2RN  Sehingga Q = CW RN/864 tph .184 cfm. V2 = CWS/3 cu in/min V2 = CWS/5.728 tph  S menyatakan diameter roll dan kecepatan (rpm).  Asumsi : batu yang dipecah memiliki berat satuan 100 lb/cf Q = {100 lb/cf x (60 min/hr) V2} / 2.000 lb/ton Q = 3 min/cf x V2 tph Q = CWS/1. V2 = V1/3.

Contoh Soal  Tentukan ukuran maksimum batu yang dapat masuk ke smooth-roll crusher.7 in .  Hasil akhir produksi roll crusher memiliki nilai rasio pengurangan yang tidak lebih besar dari 4:1.  Jika roll crusher digunakan untuk material yang berbutir halus.  A = (0. dimana diameter roll 40 in dan roll setting 1 in.085 x 40 in/2) + 1 in = 2.6 menunjukkan kapasitas untuk smooth-roll crusher.ROLL CRUSHER  Tabel 14.  Kapasitas pada tabel hanya digunakan untuk menentukan estimasi kemungkinan output dari crusher karena kapasitas aktual dapat lebih atau kurang dari nilai yang tertera pada tabel. rasio pengurangan partikel dapat mencapai 7:1.

Kapasitas smooth-roll crusher .

 Kecepatan rotasi mempengaruhi efektifitas operasi dari alat pemecah.11 dan 14.12).  Impact crusher jenis single-rotor ini ekonomis hanya untuk tanah dengan abrasi rendah.  Beberapa impact crusher didesain menggunakan shear dan kompresor untuk menambah kekuatan memecah batu. dimana kecepatan juga mempengaruhi rasio pengurangan material. .  Impact crusher jenis single-rotor memecah batu menggunakan pendorong yang membentur material dan pendorong yang membentur material ke apron dari unit pemecah (lihat Gambar 14.  Kapasitas produksi impact crusher jenis single-rotor dipengaruhi oleh kecepatan rotor.IMPACT CRUSHER  Impact crusher memecahkan batu dengan menggunakan daya berkecepatan tinggi.

beberapa arm dan hammer yang dihubungkan dengan kumparan yang terpasang pada shaft.  Hammer mill terdiri dari bagian housing frame. horizontal shaft yang memanjang hingga ke housing.IMPACT CRUSHER  Impact crusher jenis double rotor memiliki model yang sama dan mengurangi ukuran agregat dengan mekanisme mekanis yang sama dengan impact crusher jenis single-rotor. .  Hammer mill dapat digunakan untuk pemecahan primer dan sekunder.  Impact crusher jenis double rotor menghasilkan material halus yang lebih banyak. satu atau lebih pelat penghancur yang terbuat dari baja mangan atau baja keras lainnya.13). rangkaian grate bar yang jaraknya dapat disesuaikan untuk mengatur lebar opening (Lihat gambar 14.  Impact crusher yang paling banyak digunakan adalah jenis hammer mill.

 Ukuran hammer ditentukan oleh ukuran feed opening.IMPACT CRUSHER  Saat batu yang akan dihancurkan masuk kedalam penggilingan (mill). .  Hammer mill dapat memproduksi material halus yang lebih banyak dan tidak dapat menangani material basah/lengket.  Pengurangan ukuran akhir material dilakukan dengan menggiling (grinding) material pada bagian bawah grate bar. hammer akan berputar dengan kecepatan tinggi. jenis batu yang dihancurkan. membentur material. dan kecepatan rotasi dari shaft. menghancurkannya dan membawa material ke pelat penghancur sehingga mengurangi ukuran material. ukuran material yang masuk ke dalam penggilingan.  Kapasitas hammer mill akan berbeda dan ditentukan oleh ukuran alat.

Alat Untuk Memproses Aggregat Khusus  Untuk menghasilkan aggregat halus seperti pasir atau batu yang sebelumnya telah dihancurkan menggunakan alat penghancur lainnya. batu ikut berputar dan tergiling.  Penggiling pada rod mill dilengkapi dengan pengatur trunnion disetiap bagian ujung dan roda kemudi disalah satu ujungnya.  Rod mill dilengkapi dengan steel rod (batang baja) yang ukurannya lebih pendek dari panjang penggiling.  Rod mill dan ball mill mengurangi ukuran partikel dengan menggiling batu yang masuk dengan media penggiling seperti bola (ball) atau batang (rod). .  Rod mill merupakan circular steel sheel yang dilapis pada permukaan hard-wearing.  Batu masuk melalui trunnion pada salah satu ujung penggiling dan keluar diujng lainnya. biasanya digunakan rod mill atau ball mill.  Saat penggiling berputar perlahan.

 Ball mill menghasilkan material halus dengan ukuran yang lebih kecil dari yang ukuran yang dihasilkan oleh rod mill. .14) untuk menggiling batu.Alat Untuk Memproses Aggregat Khusus  Penggiling dapat beroperasi dalam kondisi basah atau kering (dengan atau tanpa tambahan air).  Ball mill sama dengan rod mill. tetapi ball mill menggunakan bola-bola baja dengan ukuran yang beragam (Lihat Gambar 14.  Ukuran rod mill ditentukan oleh dameter dan panjang dari shell.

 Underfed compression crusher akan menghasilkan material yang berukuran besar dengan persentase yang lebih besar.  Crusher jenis gyratory tidak membutuhkan feeder.  Penggunaan feeder di depan crusher mampu mengatasi masalah surge feeding yang dapat mengurangi kapasitas crusher.  Kapasitas compression crusher dan impact crusher akan meningkat jika stone feed seragam.  Pemasangan feeder dapat meningkatkan kapasitas jaw crusher sebanyak 15%.FEEDER  Compression-type crusher (jaw crusher) didesain untuk memanfaatkan interaksi partikel dalam proses penghancuran.  Pada impact crusher. tubrukan antar partikel tidak dapat dimanfaatkan jika kondisi mesin underfed.  Jenis-jenis feeder:  Apron  Vibrating  Plate  Belt .

dengan rotasi eksentrik.  Belt feeder dioperasikan dengan prinsip yang sama dengan apron feeder.  Belt feeder digunakan untuk material yang berukuran lebih kecil (pasir atau aggregat dengan diameter yang kecil) .  Terdapat dua vibrating feeder sederhana yang diaktifkan oleh vibrating unit dan vibrating grizzly feeder.  Vibrating feeder membutuhkan perawatan yang lebih sedikit dibanding apron feeder.FEEDER  Apron feeder adalah feeder yang terletak diatas pan dan membentuk continuous belt. pelat dapat dibuat maju mundur pada pelat horizontal dan dapat digunakan untuk memasukkan material yang seragam ke dalam crusher.  Apron feeder dapat diperoleh dengan ukuran yang panjang.  Plate feeder.

 Batu yang disimpan didalam tempat penyimpanan sementara disebut surge pile.  Penggunaan surge pile memungkinkan beberapa peralatan meningkatkan produksi akhirnya sebanyak 20%.  Lihat Gambar 14. masing-masing dilengkapi dengan saringan belt conveyor untuk memindahkan batu untuk selanjutnya dipecah lagi atau untuk disimpan.15  Alat pemecah dilengkapi dengan tempat penyimpanan sementara. .SURGE PILE  Alat pemecah dapat terdiri dari berbagai jenis dan ukuran.

 Meningkatkan jumlah batu yang dapat ditangani.  Jika pemecah primer mengalami kerusakan.  Membutuhkan pembangunan tempat penyimpanan atau reclaiming tunnel. .  Kapasitas yang dibutuhkan peralatan – kapasitas output yang diperlukan.  Kelemahan penggunaan surge pile:  Membutuhkan tambahan tempat penyimpanan.  Metode feeding dari crusher. peralatan dapat terus beroperasi.Surge Pile  Keuntungan yang diperoleh dari penggunaan surge pile:  Meningkatkan uniform feed dan meningkatkan efisiensi crusher.  Perbaikan dapat dilakukan pada bagian primer atau sekunder tanpa menghentikan produksi.  Ukuran spesifik dari produk.  Ukuran maksimum dari feed stone. Pemilihan Alat Pemecah  Pemilihan alat pemecah didasarkan pada informasi berikut ini:  Jenis batu yang akan dihancurkan.

Aggregat akan digunakan pada proyek yang membutuhkan material dengan ukuran sebagai berikut:  Pertimbangkan penggunaan jaw crusher sebagai alat pemecah primer dan roll crusher sebagai alat pemecah sekunder. Batu diangkut dari tempat penambangan dengan menggunakan truk. yang akan menjaga keseragaman feed.  Material yang lebih besar dari 1½ in akan dimasukkan ke dalam roll crusher. dan dimasukkan ke pemecah primer menggunakan apron feeder. .Contoh Soal  Tentukan crusher primer dan sekunder untuk menghancurkan 100 tph batu kapur. Ukuran maksimum batu dari tempat penambangan adalah 16 in.  Output dari jaw crusher akan disaring dan material yang memenuhi spesifikasi akan dipindahkan. disimpan ditempat penyimpanan.

rasio pengurangan sekitar 5:1 (baik). Jaw crusher harus memiliki top opening minimum 18 in. yaitu sebagai berikut:     .  Gambar 14.5 menunjukkan distribusi ukuran produk dari crusher.Contoh Soal Asumsi setting jaw crusher adalah 3 in.3 menggambarkan kapasitas crusher dengan ukuran 24x36 in dengan kemungkinan kpasitas 114 tph dengan berat batu saat dihancurkan 100 lb/cf. Tabel 14.

Karenanya untuk setiap nilai setting.  Minimum radius adalah 17.85 Q = jumlah batu baru  Q = jumlah batu baru/0. (gunakan persamaan A = 0.85 = 63.  Jumlah total batu yang melewati crusher termasuk batu yang dimasukkan kembali ditentukan sebagai berikut:  Q = jumlah total batu yang melalui crusher.15 Q = jumlah batu yg dimasukkan kembali  0. . C = 1.  Coba gunakan crusher 40x20 in dengan estimasi kapasitas 105 ton/hour untuk setting 1½ (Lihat tabel 14. roll harus cukup besar untuk menangani batu berukuran 3 in. 15% batu yang melalui roll crusher akan dihancurkan kembali. dimana A = 3in.5).085R + C.  Untuk berbagai nilai setting.6).7 in.  Asumsi ukuran setting 1½ in.5 tph  Crusher 40x20 in dapat menangani jumlah batu diatas dengan mudah. crusher akan menghasilkan 15% batu yang dihancurkan yang memiliki sedikitnya satu dimensi yang lebih besar dari setting.  0.85 = 54 tph/0.Contoh Soal  Saat roll crusher menerima output dari jaw crusher.

Contoh Soal  Ukuran output dari crusher adalah sebagai berikut:  Kombinasi output dari setiap crusher: .

Layout Pabrik  Konfigurasi pabrik harus direncanakan dengan tepat. dan tenaga.  Ketersediaan drainase.  Pertimbangkan produktivitas peralatan. air.  Persyaratan lingkungan fisik untuk setiap peralatan. menggerakkan crane. dan menaikkan peralatan untuk menggerakkan peralatan pemecah material yang berat.  Akses untuk personil yang akan melakukan perbaikan. harus dievaluasi.  Tersedia tempat penyimpanan material yang memadai. .  Ruang yang cukup disekitar unit pabrik. arus material dari lokasi dimana truk memasuki pabrik dengan material kasar ke lokasi dimana truk meninggalkan pabrik dengan produk aggregat yang telah dihancurkan. seperti pondasi.

6  Penyaringan aggregat  Partikel batu yang telah dihancurkan harus dipisahkan ke dalam dua atau lebih kelompok berdasarkan ukuran partikelnya.  Proses scalping dilakukan pada primary crusher.  Partikel dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran saringan (screen opening) akan melewati saringan. dan partikel yang lebih besar akan tertahan di saringan. lumpur atau sisa-sisa pada produk akhir.  Grizzly dapat digunakan untuk menyaring material dari primary crusher.  Tujuan scalping pada primary crusher adalah mencegah masuknya batu yang berukuran besar kedalam crusher dan dan bertujuan untuk menghilangkan kotoran.  Lihat gambar 14.  Clear opening menyatakan jarak antara bagian tepi dalam dari dua kawat paralel. .  Screen opening terdiri dari jenis mesh dan clear opening.  Jumlah aggregat yang melewati saringan 1 in dan tertahan di saringan ¼ in tidak boleh lebih kecil dari 30% atau lebih dari 40% dari jumlah total aggregat.PEMISAHAN KELOMPOK PARTIKEL  Scalping (penyaringan) batu yang telah dihancurkan  Scalping merupakan proses pemisahan batu yang akan diproses (batu yang terlalu besar untuk crusher opening atau batu yang sudah berukuran kecil yang akan digunakan tanpa harus dipecah lagi).  Mesh menyatakan jumlah opening per liniear inch.

Grizzly scalper ahead of a small crusher .

 Pada saat yang bersamaan. . scrubber dapat dipasang disekitar saringan untuk mengaduk material di dalam air.  Penggunaannya sederhana dan biaya pemeliharaan serta biaya perbaikannya rendah.Revolving Screen  Revolving screen memiliki lebih banyak keuntungan dibandingkan jenis saringan lainnya.  Jika aggregat yang akan dibersihkan mengandung lumpur dan tanah liat. terutama jika digunakan untuk membersihkan dan menyaring pasir dan kerikil. aliran air dapat disemprotkan ke aggregat saat aggregat melewati saringan.

dan elektromagnet yang dihubungkan ke kerangka atau ke saringan. material harus mengerakkan material maju dan naik sehingga ruang gerak relatif adalah 45 terhadap horizontal.17  Getaran diperoleh dari eccentric shaft.  Kemiringan horizontal 20% atau kurang dari receiving ke discharge end.  Lihat Gambar 14. .  Getaran sebesar 850-1250 strokes per min menyebabkan aggregat dapat mengalir diatas permukaan saringan. counterweight shaft.  Untuk saringan horizontal.Vibrating Screen  Vibrating screen terdiri dari satu atau lebih lapisan kawat berjaring terbuka yang tersusun bertingkat didalam kotak besi segiempat.

Vibrating Screen .

jenis material yang disaring.Vibrating Screen  Partikel yang lebih kecil yang lebih kecil dari opening pada saringan akan lolos saringan.  Kapasitas untuk saringan kering dapat dilihat pada Gambar 14.  Kapasitas saringan adalah berat ton material yang dapat dipisahkan seluas 1 sf untuk setiap jam. dan berbagai faktor lainnya. kadar kelembaban material yang disaring. efisiensi akan menurun menjadi 85% untuk deck kedua dan 75% untuk deck ketiga. tetapi diperlukan peralatan tambahan untuk menangani air.  Efisiensi tertinggi adalah pada saringan jenis single-deck. dengan efisiensi 90-95%. .  Wet screening dapat meningkatkan efisiensi penyaringan. sedangkan partikel yang lebih besar akan dikeluarkan melalui discharge end.  Efisiensi saringan adalah perbandingan jumlah material yang lolos saringan dengan jumlah total material kecil yang dapat melewati saringan (efisiensi dinyatakan dalam persen).  Kapasitas saringan bervariasi mengikuti ukuran opening.  Jika jumlah deck ditambah.18.  Kapasitas yang diberikan pada gambar diatas harus dimodifikasi menggunakan faktor koreksi.

Kapasitas Saringan Kering .

maka kapasitas aktual dari saringan akan lebih besar dari nilai kapasitas yang diberikan pada Gambar 14.  Tabel 14. .18.18 untuk mendapatkan kapasitas koreksi dari berbagai nilai efisiensi.7 memberikan nilai-nilai faktor yang dapat dikalikan dengan nilai kapasitas dari Gambar 14.Faktor Efisiensi  Jika efisiensi saringan yang diizinkan adalah rendah.

18 adalah berdasarkan penyaringan material kering dengan ukuran partikel seperti yang terdapat pada output dari crusher. kapasitas saringan akan meningkat (demikian pula sebaliknya).  Nilai deck factor diberikan pada Tabel 14.Deck Factor  Nilai deck factor akan bervariasi mengikuti posisi deck untuk saringan jenis multiple-deck.8 Faktor Ukuran Aggregat  Kapasitas saringan yang diberikan pada Gambar 14.9 memberikan nilai faktor yang dapat digunakan untuk koreksi kapasitas saringan karena pengaruh kelebihan partikel berbutir halus atau berbutir kasar.  Jika material yang disaring sebagan besar merupakan material dengan ukuran kecil.  Tabel 14. .

 Luas minimum saringan untuk kapasitas tertentu dihitung menggunakan rumus: A = Q / CEDG . C = kapasitas teoritis dari saringan (ton/jam/ft2). D = deck factor. G =faktor ukuran aggregat. E = faktor efisiensi.  Kapasitas koreksi untuk saringan dihitung dengan persamaan berikut: Q = ACEDG dimana Q = kapasitas saringan (ton/hr).18 menunjukkan kapasitas saringan dalam ton per jam per m2 dengan berat material saat dihancurkan sebesar 100 lb/cf. A = luas saringan (ft2).Menentukan Luas Saringan yang diperlukan  Gambar 14.

18) E = 1.25 (Tabel 14. Analisis aggregat menunjukkan bahwa 30% material berukuran kurang dari ¾ in.Contoh Soal  Tentukan ukuran minimum saringan jenis single-deck.  Sehingga A = 36.10 = 40.8)  Karena adanya kemungkinan variasi pada G = 0. Q = 120 tph  A = 120 tph / 3.32 tph/sf x 1.  Diketahui:  Gunakan persamaan A = Q / (CEDG).0 sf.8 (Gambar 14. faktor-faktor yang digunakan dan untuk memberikan batas aman.8 (Tabel 14. Lebar kotak saringan adalah 4 ft.  Maka digunakan saringan dengan ukuran minimum 4x10 ft (40-sf). D = 1.4 sf. dengan opening 1½ in-sq. efisiensi saringan adalah 90% (sangat baik). .0 (Tabel 14.32 tph/sf 0. untuk menyaring 120 tph batu kering yang telah dihancurkan dengan berat 100 lb/cf saat dihancurkan.4 sf x 1.25 x 1. disarankan untuk memilih saringan yang kapasitas totalnya lebih besar 10-25% dari kapasitas yang diperlukan.7)  Diperoleh A = 36.9).0 x C = 3.

 Terdapat mesin mekanis dan water flow machine yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan pasir menjadi berbagai kelompok ukuran.  Mesin lain yang dapat digunakan untuk menangani pasir adalah screw-type classifier.  Lihat Gambar 14. partikel pasir turun kebagian bawah tank.19 . Saat air mengalir keujung luar tank.Persiapan Pasir dan Klasifikasi Mesin  Untuk pasir dan material berbutir halus lainnya yang harus memenuhi gradasi dengan ukuran tertentu.  Pasir dan air dimasukkan kedalam classifier disalah satu bagian ujung tank. digunakan peralatan mekanis agar didapatkan gradasi sesuai dengan yang diinginkan. partikel yang kasar turun terlebih dahulu dan partikel yang halus turun terakhir.

aggregat harus dibersihkan dari material-material mengganggu yang tidak akan digunakan.ALAT LAIN UNTUK MEMPROSES AGGREGAT Log washer  Sebelum aggregat digunakan.20 .  Mesin ini terdiri dari tank baja dengan dua batang kemudi motor elektrik yang dihubungkan dengan beberapa paddle yang dapat diganti.  Lihat Gambar 14.  Salah satu metode untuk menghilangkan material tersebut adalah dengan menggunakan mesin log washer.

material akan terpisah sesuai dengan ukurannya.  Beberapa spesifikasi mengharuskan aggregat yang diangkut oleh belt conveyor tidak diperbolehkan mengalir bebas dari discharge end pada belt. paddle mengerakkan aggregat ke arah upper end dari tank dan menghasilkan gesekan antar partikel.  Jika aggregat mengalir bebas menuju bagian ujung belt conveyor. . bagian ujung discharge akan naik.  Ujung belt harus dijaga agar tetap pada posisi rendah dan aggregat harus dikeluarkan melalui rock ladder.  Aliran air akan memindahkan material yang tidak diperlukan dan mengeluarkannya dari tank pada bagian lower end. dan supply air mengalir konstan kedalam elevated end. Aggregat yang akan diproses masuk kedalam mesin pada bagian lower end. diperlukan pemisahan partikel yang berukuran besar dengan partikel yang berukuran kecil. sedangkan aggregat yang telah diproses akan dikeluarkan pada bagian upper end.  Saat batang kemudi berputar dengan arah yang berlawanan.Alat Lain Untuk Memproses Aggregat  Log washer  Saat washer ditarik oleh mesin.  Segregation (Pemisah)  Setelah batu dihancurkan dan disaring untuk mendapatkan ukuran yang diinginkan.

42 oz dst. pasir.CONVEYOR BELT • Conveyor Belt merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan tanah. kerikil batuan pecah beton. 8 dan seterusnya. . • Belt Belt terdiri dari beberapa lembar (ply) bahan disatukan dengan semacam perekat. Jumlah lapisan dapat 4. 7. dan struktur penahan. 6. 36. pulley. • Kapasitas pemindahan material oleh belt conveyor cukup tinggi karena material dipindahkan secara terus menerus dalam kecepatan yang relative tinggi. Sedangkan berat setiap lapisan adalah 28. unit pengendali. idler. Bagian permukaan belt ditutupi oleh karet yang berfungsi untuk menghindari terjadinya abrasi akibat gesekan material. 32. • Jika material yang akan dipindahkan memiliki jarak perpindahan yang relative pendek maka portable conveyor dapat digunakan. • Bagian dari belt conveyor adalah belt atau ban berjalan.

pasir. idler. • Bagian dari belt conveyor adalah belt atau ban berjalan. • Kapasitas pemindahan material oleh belt conveyor cukup tinggi karena material dipindahkan secara terus menerus dalam kecepatan yang relative tinggi. unit pengendali.CONVEYOR BELT • Conveyor Belt merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan tanah. kerikil batuan pecah beton. • Jika material yang akan dipindahkan memiliki jarak perpindahan yang relative pendek maka portable conveyor dapat digunakan. . dan struktur penahan. pulley.

2. Sedangkan berat setiap lapisan adalah 28. 6.CONVEYOR BELT 1. Bagian permukaan belt ditutupi oleh karet yang berfungsi untuk menghindari terjadinya abrasi akibat gesekan material. Kapasitas Belt Berat material yang dipindahkan oleh belt conveyor ditentukan dengan menggunakan rumus berikut ini : T = 60ASW/2000 T = berat material yang dihitung dalam ton/ jam A = potongan luas area material (sq ft) S = kecepatan ban (ft/menit) W = berat jenis material (lb/cft) . 32. 42 oz dst. 36. Belt Belt terdiri dari beberapa lembar (ply) bahan disatukan dengan semacam perekat. 8 dan seterusnya. 7. Jumlah lapisan dapat 4.

Idler : merupakan alat yang menahan ban.CONVEYOR BELT 3. Tenaga itu diperlukan untuk menggerakan belt dalam keadaan kosong. dan rotary plow. 5. memindahkan beban secara horizontal serta mengangkat atau menurunkan beban secara vertical. Tenaga tersebut tergantung dari tipe dan ukuran idler. berat bagian yang berputar. dan berat material. Ada beberapa macam feder yang umum digunakan antara lain apron. Ketiga tenaga tersebut kemudian dijumlahkan untuk mengetahui tenaga total yang dibutuhkan. 4. sedangkan idler bagian bawah berbentuk rata. . Idler bagian atas yang menahan beban berbentuk trapesiun dimana sepertiga lebar dibagian tengah rata dengan kedua bagian sisi yang mirring. Tenaga Untuk Menggerakan Belt Sejumlah tenaga luar yang dibutuhkan untuk menggerakan sebuah conveyor belt. reciproting. rotary vane. berat ban. Feeder Feeder yang diletakkan di bagian awal sebauh system conveyor berfungsi untuk mengatur agar material yang diletakkan di atas belt seragam dalam jumlah. Untuk menentukan daya angkut belt conveyor maka tenaga yang diperlukan oleh idler untuk bergerak perlu ditetapkan.

 Dilarang menggerakkan produk yang terjepit saat peralatan sedang bekerja.  Pasang kembali semua guard.  Dilarang melumasi peralatan saat peralatan sedang bekerja. atau shield setelah melakukan tindakan pemeliharaan. cover.Keselamatan  Harus tersedia ruang kerja yang besar untuk memberikan ruang gerak bagi pekerja dan peralatan. atau shield saat peralatan sedang beroperasi. cover. .  Standar keselamatan yang harus diperhatikan:  Dilarang memindahkan guard.  Block part berguna untuk mencegah gerakan tak terduga pada saat melakukan tindakan pemeliharaan atau perbaikan.  Sumber listrik harus selalu dalam positive lockout sebelum melakukan tindakan pemeliharaan.