RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah

:

SMA Negeri 10 Kota Jambi

Mata Pelajaran

:

Kimia

Kelas / Semester

:

X/ I

Materi Pokok

:

Ikatan Kimia

Alokasi Waktu

:

6 x 45’

A. Kompetensi inti
KI 1

: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2

:Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli ( gotong royong serta kerjasama, toleran, damai), santun, responsive
dan pro aktif dan menunjukkan sikap sebagai

bagian dari solusi atas

berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
KI 3

:Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual,
procedural

berdasarkan rasa ingin tahunya tentang imu pengetahuan,

tehnologi, seni, budaya, dan humaniora,dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4

:Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah kongkrit dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang di pelajarinya disekolahsecara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator
3.5 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi,
dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.
Indikator :
 Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya.
 Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion,
 Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen

 Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi
 Menjelaskan proses terbentuknya ikatan logam
 Menjelaskan sifat-sifat senyawa ion
 Menjelaskan sifat-sifat senyawa kovalen

4.5 Mengolah dan menganalisis perbandingan proses pembentukan ikatan ion, ikatan
kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta interaksi antar partikel
(atom, ion, molekul)materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi.
Indikator :
 Membedakan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan kovalen
koordinasi.
 Menganalisis konfigurasi elektron dan struktur Lewis dalam proses pembentukan
ikatan kimia.
 Memprediksi jenis ikatan yang terbentuk melalui beberapa contoh senyawa.
 Membandingkan proses terbentuknya ikatan ion dan ikatan kovalen.
 Menganalisis sifat logam dengan proses pembentukan ikatan logam.

C. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa

dapat

menjelaskan

kecenderungan

suatu

unsur

untuk

mencapai

kestabilannya.
2. Siswa dapat menyadari adanya keteraturan konsep reaksi oksidasi-reduksi dalam
suatu persamaan reaksi
3. Siswa dapat menunjukkan sikap positif (individu dan social) dalam diskusi
kelompok
4. Siswa dapat menunjukkan perilaku dan sikap menerima, menghargai dan
melaksanakan kejujuran, ketelitian, disiplin dan tanggung jawab.
5. Siswa dapat menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion,
6. Siswa dapat menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen
7. Siswa dapat menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi
8. Siswa dapat menjelaskan proses terbentuknya ikatan logam
9. Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat senyawa ion
10. Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat senyawa kovalen

15. 12. 13. Siswa dapat menganalisis sifat logam dengan proses pembentukan ikatan logam. Kossel dan G. Siswa dapat membedakan proses pembentukan ikatan ion. Materi Pembelajaran  Fakta  Garam (NaCl)  Air (H2O)  Konsep  ikatan ion. dan ikatan kovalen koordinasi. D.N Lewis berpendapat atom disebut stabil jika mempunyai konfigurasi elektron mirip gas mulia yaitu pada kulit terakhir mempunyai 8 elektron (oktet) atau 2 elektron (duplet jika jumlah kulit hanya 1) . ikatan kovalen. Siswa dapat menganalisis konfigurasi elektron dan struktur Lewis dalam proses pembentukan ikatan kimia. Siswa dapat memprediksi jenis ikatan yang terbentuk melalui beberapa contoh senyawa.11. 14. Siswa dapat membandingkan proses terbentuknya ikatan ion dan ikatan kovalen.  ikatan kovalen.  ikatan kovalen koordinasi  ikatan logam  Prinsip  Konfigurasi elektron  Elektron valensi  Struktur Lewis  Teori oktet dan duplet E. Materi Inti Teori Oktet dan Duplet W.

1 (tidak stabil) → 11Na+ : 2.  Maka dari itu.8 (stabil) + 2e Berlaku untuk atom yang mempunyai elektron valensi 2 atau 1  Menangkap elektron contoh: 9F : 2. yaitu atom Helium).8. atom-atom akan membentuk konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia. dalam pembentukan ikatan kimia.6 (tidak stabil) + 2e → 8O-2 :2.7 (tidak stabil) + e 8O → 9F.: 2. Nomor Periode Unsur Atom K L M N O 1 He 2 2 2 Ne 10 2 8 3 Ar 18 2 8 8 4 Kr 36 2 8 18 8 5 Xe 54 2 8 18 18 8 6 Rn 86 2 8 18 32 18 P 8  Kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia terdekat dikenal dengan istilah Aturan Oktet.8 (stabil) + e 12Mg : 2.8 (stabil) Berlaku untuk atom yang mempunyai elektron valensi 6 atau 7 .8 (stabil) : 2. sedangkan atom yang lain menerima elektron  Melepaskan elektron contoh: 11Na : 2.8.2 (tidak stabil) → 12Mg+2: 2. Salah 1 petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya 1 golongan unsur yang stabil yaitu golongan VIIIA atau golongan 18 (gas mulia).  Ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul dengan cara sebagai berikut : a) atom yang 1 melepaskan elektron.  Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet.

7 (belum stabil)stabil setelah disumbang 1 elektron dari H xx H + x xx x H x Cl x xx Cl xx xx c) Penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan Struktur Lewis Adalah lambang atom yang dilengkapi dengan elektron valensinya. biasanya dalam urutan: kanan  kiri  atas  bawah. Elektron ke-5 seterusnya akan diisikan secara berpasangan.8. Terjadi pada atom-atom yang mempunyai energi ionisasi yang tinggi sehingga sukar melepaskan elektron dan yang mempunyai afinitas elektron rendah sehingga sukar sukar mengikat elektron.  Ikatan Ion  Ikatan yang terjadi antara ion positif dan ion negatif karena gaya elektrostatis • Ion positif terjadi karena melepaskan elektron . ikatan kovalen koordinat / koordinasi / dativ dan ikatan logam. contoh : HCl 1H :1 (belum stabil) stabil setelah disumbang 1elektron dari Cl 17Cl : 2. maka ikatan kimia dibedakan menjadi 4 yaitu : ikatan ion. sehinggalah kesemua empat sukuan tersebut berisi dengan satu elektron. H Na Mg Al C N O F Ne Berdasarkan perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan. Melukis Struktur Lewis Titik-titik mewakili elektron valens ini diisi satu persatu dahulu. ikatan kovalen.b) Penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari masing-masing atom yang berikatan.

 Atom Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia. (2. 8.• Ion negatif terjadi karena mengikat elektron • Ion positif berasal dari unsur logam terutama dari Gol IA dan IIA • Ion negatif berasal dari unsur non logam terutama Gol VI A dan VIIA • Terjadi antara unsur logam dan non logam Contoh 1 : Ikatan antara 11 Na dengan 17 Cl Konfigurasi elektronnya : 11 Na = 17 Cl  2. 8. 7 Atom Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia.8.8)  ** *  ( Na )   Cl    **  e  * *    Antara ion Na+ dengan Cl  terjadi gaya tarik-menarik elektrostatis sehingga terbentuk senyawa ion NaCl.1) Na  (2.8) Cl  e  Cl (2.8.8.7)  (2.6) (2. Na  (2. 1 = 2.8) Reaksi yang terjadi : Na  Na  e (x2) .

 Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam).O  2e  O 2 (x1) + 2 Na + O 2 2 Na+ + O Na2O Sifat-sifat senyawa ion  Mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi  Sulit menguap  Lelehan dan larutan dapat menghantarkan listrik.  Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion. Ada 3 jenis ikatan kovalen : a).  Atom non logam cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama. Ikatan Kovalen Tunggal Contoh 1 :  Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom H membentuk molekul H2  Konfigurasi elektronnya : .  Pada umumnya mudah larut dalam air  Ikatan Kovalen  Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan.  Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).

atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama. ke-2 atom H saling meminjamkan 1 elektronnya sehingga terdapat sepasang elektron yang dipakai bersama.      H  F  H  F    Rumus struktur = H  F Rumus kimia = HF Perbedaan antara Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen No 1 Sifat Titik didih Senyawa Ion Tinggi Senyawa Kovalen Rendah . 7  Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi. maka atom H dan atom F masing-masing memerlukan 1 elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne).  Jadi.  Agar atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil.  Untuk itu. H  H  H  H Rumus struktur = HH Rumus kimia = H2 Contoh 2 :  Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF  Konfigurasi elektronnya : 1H =1 9F = 2.1H =1  Ke-2 atom H yang berikatan memerlukan 1 elektron tambahan agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil (sesuai dengan konfigurasi elektron He).

sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama. Contoh 1: o Terbentuknya senyawa BF3  NH 3 N ** B * F* * * ** *o *o ** *o *o ** ** F ** *o o* H H ** F* *o * H H o* N * * *o *o * F* * * ** H *o ** ** F ** * **F * * * *o B + H . o Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.cair.2 Titik leleh Tinggi Rendah 3 Wujud Padat pada suhu Padat.gas pada suhu kamar kamar 4 Daya hantar listrik Padat = isolator Lelehan = konduktor Larutan = konduktor 5 Kelarutan dalam air 6 Kelarutan dalam trikloroetana (CHCl3) Padat = isolator Lelehan = isolator Larutan = ada yang konduktor Umumnya larut Umumnya tidak larut Tidak larut Larut  Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)].

6 Ikatan koordinasi xx x S x + 3 O xx O xx O xx S x x O Rumus Lewis Ikatan rangkap 2 Ikatan koordinasi  Ikatan Logam Ikatan logam adalah suatu kekuatan utama yang menyatukan atom-atom logam.6 8O: 2.8. Atom dari senyawa logam hanya mengandung satu sampai tiga elektron valensi. Dengan demikian. logam membentuk model ikatan yang berbeda. dan senyawa ionik bersifat rapuh (berlawanan dengan sifat logam). Model Lautan Elektron . Ikatan logam merupakan akibat dari adanya tarik menarik muatan positif dari logam dan muatan negatif dari elektron yang bergerak bebas. Sifat-sifat logam tidak dapat dimasukkan dalam kriteria ikatan seperti ikatan kovalen maupun ikatan ion. Senyawa kovalen merupakan penghantar listrik yang buruk dan umumnya berupa cairan (dengan sifat berkebalikan dengan pembentukan logam).Rumus Lewis atau F F H B N F H H Rumus struktur Contoh 2: o Terbentuknya senyawa SO3 16S: 2. Senyawa ionik tidak dapat mengantarkan listrik pada fase padatan. Dengan demikian atom tersebut tidak mampu membentuk ikatan kovalen.

Contoh ikatan unsur yang mempunyai ikatan logam adalah sebagian besar logam seperti Cu. Model ini didasarkan pada sifat logam berikut: Energi ionisasi yang rendah Logam umumnya mempunyai energi ionisasi yang rendah. Elektron valensi menjadi terdisosiasi dengan inti atomnya dan membentuk lautan elektron. Semua elektron valensi logam-logam bergabung membentuk lautan elektron yang bergerak bebas di antara inti atom. Sebagai contoh. Logam transisi seperti Fe. Elektron valensi dapat bergerak dengan bebas diluar pengaruh inti. Dengan demikian. Ni. Ag. Banyak orbital kosong Telah diteliti bahwa logam mempunyai banyak orbital yang kosong sebagai akibat elektron valensi logam lebih rendah daripada orbital valensi logam. Lorentz mengusulkan sebuah model yang dikenal dengan model gas elektron atau model lautan elektron. Ikatan logam tidak mempunyai arah. dsb membentuk ikatan campuran yang terdiri dari ikatan kovalen (pada elektron 3d) dan ikatan logam . Au.Untuk menjelaskan ikatan pada logam. dsb. Elektron yang bergerak bebas beraksi sebagai ikatan terhadap ion bermuatan positif. pengertian ini merujuk pada elektron valensi yang tidak terikat dengan kuat oleh inti. Akibatnya. Secara tak langsung. Al. logam litium mempunyai orbital 2pyang kosong. logam mempunyai elektron yang bebas bergerak. Skema ikatan logam dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Contoh Ikatan Logam Elektron yang paling luar pada sebagian besar logam biasanya mempunyai hubungan yang tidak erat dengan ini karena letaknya yang jauh dari muatan positif inti. dan magnesium mempunyai orbital 3p dan 3d yang juga masih kosong. natrium mempunyai orbital 3p dan 5d yang kosong. ikatan tidak rusak ketika logam ditempa.

2. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Waktu 1. Buku kimia kelas 1 3. Model Dan Metode Pembelajaran Pendekatan pembelajaran : Pendekatan scientific Model Pembelajaran : PBL Metode Pembelajaran : diskusi dan tanya jawab G. Jika seorang wanita atau laki-laki hidup sendirian maka ia akan . Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan memberikan pernyataan “ Ikatan kimia sama halnya dengan ikatan sebuah perkawinan. Literatur lainnya H. Internet 2. Guru masuk ke dalam kelas dan menyapa siswa dan 10 menit memeriksa kehadiran siswa (guru menanamkan sikap disiplin).F. Alat Dan Sumber Pembelajaran Media  Algatamia  LCD Projektor  Laptop  LKS Alat  Papan tulis dan spidol Sumber Belajar 1. Media.

Menanya : 4.” 3. 2. Siswa diminta membuat konfigurasi elektron dari unsur-unsur gas mulia serta mengamati jumlah elektron valensi unsur-unsur tersebut. Guru bertanya kepada siswa “berapa elektron valensi pada tiap unsur tersebut? Bagaimana hubungan antara susunan elektron valensi dengan aturan oktet duplet?”. Inti 1. Guru membagikan media (algatamia) dan LKS yang telah dibuat kepada setiap kelompok. Sehingga dengan mempelajari ikatan kimia ini kita akan dapat melihat bagaimana unsur-unsur tersebut mencapai kestabilannya dan sifat apa yang dihasilkannya. 6. “Bagaimana unsur dapat saling berikatan. Guru menjelaskan cara menggunakan media algatamia. 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. misalnya unsur Na dan Cl membentuk NaCl (garam)?” Mengumpulkan Data : 5. Guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan tentang konfigurasi elektron suatu unsur dan elektron valensinya.merasa kesepian dan merasa hidupnya ada yang kurang begitu juga dengan unsur jika berdiri sendiri ia tidak akan stabil tetapi jika ia berikatan dengan unsur lain ia akan dapat mencapai kestabilannya. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok 65 menit yang terdidri dari 4-5 orang. Guru membimbing siswa untuk dapat memnjelaskan proses terbentuknya ikatan antara unsur Na dan . Mengamati : 3.

. 4.unsur Cl yang merupakan salah satu contoh ikatan ion dengan cara mengkonfigurasikannya terlebih dahulu dan melihat jumlah ev serta kestabilan unsur Na dan Cl dengan bantuan media algatamia. Mengkomunikasikan : 8. dan sifat-sifat ikatan ion). 2. Guru mengakhiri kegiatan belajar. Guru membimbing siswa untuk dapat menganalisis proses pembentukan ikatan ion berdasarkan contoh yang diberikan dan membimbing siswa untuk dapat mengetahui sifat-sifat dari ikatan ion. Guru memberikan tugas baca bagi siswa untuk materi berikutnya (ikatan kovalen). ikatan ion. Penutup 1. Siswa menyajikan hasil analisis pembentukan ikatan ion dan sifat-sifat dari ikatan ion. Mengasosiasi : 7. Guru melakukan refleksi hasil belajar dengan melakukan tanya jawab materi yang telah diberikan. 3. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan hasil 15 menit pembelajaran pada hari itu(teori oktet duplet.

4.Pertemuan 2 Kegiatan Pendahuluan Waktu Deskripsi Kegiatan 1. Guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan terkait materi sebelumnya G: Di pertemuan sebelumnya kita mempelajari mengenai kestabilan unsur. Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan menanyakan tentang kestabilan atom dan proses terbentuknya ikatan. Siswa mengamati fenomena wujud garam dapur dan 65 menit . Gambar air dan garam dapur disertai data titik didih b. 2. Data sekunder sifat fisik titik leleh dan titik didih senyawa kovalen (molekul) dan senyawa ionik 2. Inti Mengamati : 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada hari itu. Guru masuk ke dalam kelas dan menyapa siswa dan 10 menit memeriksa kehadiran siswa (guru menanamkan sikap disiplin). Siswa mengamati fenomena berupa data perbedaan titik didih air dan garam dapur yang ditayangkan di slide power point a. Berapakah jumlah elektron valensi yang dibutuhkan oleh suatu unsur untuk mencapai kestabilan? S: Dua atau delapan G: Bagaimanakah cara atom tersebut untuk melengkapi elektron valensinya menjadi dua atau delapan? S: Membentuk ikatan kimia dengan atom lain G: Ikatan apa yang sudah kita pelajari di minggu lalu? S: Ikatan ion 3.

Siswa diminta mengidentifikasi rumus molekul air (H2O) 2. sesuai dengan aturan oktet untuk mencapai kestabilan. berapa banyak elektron yang dibutuhkan atom H untuk mencapai aturan duplet? S: 1 elektron valensi . Guru bertanya mengenai fenomena perbedaan titik didih yang terjadi pada air dan garam dapur S: Mengapa air mendidih lebih cepat yaitu pada suhu yang lebih rendah daripada garam dapur? S: Apakah unsur pembentuk air sama dengan unsur pembentuk garam dapur? S: Mengapa perbedaan unssur pembentuk air dan garam dapur bisa menyebabkan perbedaan titik didih? S: Apakah ada perbedaan ikatan antara unsur pembentuk air dengan unsur pembentuk garam dapur? Mengumpulkan data : 1.air Menanya : 1. Siswa diarahkan untuk bisa menjawab berapa elektron yang dibutuhkan atom oksigen dan hidrogen agar stabil G: Nah. Siswa diarahkan untuk bisa menjawab bagaimana cara atom oksigen dan hidrogen mencapai kestabilan 4. Siswa diminta untuk menghitung elektron valensi untuk atom hidrogen dan oksigen 3. berapa banyak lagi elektron yang dibutuhkan atom O untuk menjadi oktet? S: 2 elektron valensi G:Coba sekarang hitung.

Siswa secara berkelompok membahas LKS melalui diskusi antar kelompok. Siswa diminta untuk mencoba mengerjakan LKS yang sudah diberikan sesuai dengan pertanyaan yang bersifat menuntun di LKS 2. 2. rangkap. 3. Siswa membuat pembelajaran yang kesimpulan telah dari dilaksanakan proses 15 menit (ikatan kovalen dan sifat-sifat ikatan kovalen). . Siswa secara berkelompok diamati jawabannya oleh guru 3. Guru memberikan tugas baca bagi siswa untuk materi berikutnya.G:Apakah pada molekul ini terjadi serah terima elektron seperti pada ikatan ion? Mengasosiasi : 1. Guru mengakhiri kegiatan belajar. dan rangkap tiga serta sifat-sifat ikatan kovalen melalui tugas LKS yang telah diberikan. Siswa mendapatkan latihan soal untuk dikerjakan di rumah. Penutup 1. 4. Mengkomunikasikan : Siswa menyajikan hasil analisis proses terbentuknya dan perbedaan ikatan kovalen tunggal.

-Menggambarkan awan elektron valensi berdasarkan susunan elektron dalam orbital. Guru melakukan mengapa atom apersepsi logam cenderung melepaskan elektron sedangkan atom non logam cenderung menerima elektron? 4. Guru memberikan motivasi dengan menanya dengan menanya pengertian ikatan kovalen. Guru membentuk kelompok yang anggotanya 4-5 orang menurut nomor absen. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. -Menganalisis pembentukan senyawa berdasarkan pembentukan ikatan (berhubungan dengan kecenderungan atom untuk mencapai kesetabilan). 2.Pertemuan 3 Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Waktu 1. Guru “Menanya” : 65 menit -Apakah dalam molekul H2O dan NH3 mampu mengikat 1 atom H lagi?. Inti 1. Dengan “Mengumpulkan data” melalui media power point tentang -Mengingatkan susunan elektron valensi dalam orbital. -Menganalisis ikatan kovalen koordinasi. 3. -Menganalisis sifat logam dengan proses pembentukan ikatan logam. 2. 2. . Guru masuk ke dalam kelas dan menyapa siswa dan 10 menit memeriksa kehadiran siswa (guru menanamkan sikap disiplin).

untuk didiskusikan dan dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Melalui proses “Mengassosiasi” yaitu . 4.Melalui proses “Mengassosiasi” Siswa diminta 15 menit menyimpulkan bahwa ikatan kovalen koordinasi dan ikatan logam berpengaruh kepada sifat materi 2. menyajikan hasil analisis pembentukan ikatan kovalen koordinasi dan ikatan logam. Guru memberikan tugas baca bagi siswa untuk materi berikutnya.3. Guru memberi tugas kepada kelompok tentang proses pembentukan ikatan kovalen koordinasi dan ikatan logam. Penutup 1. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 5. 4. masing-masing kelompok “Mengkomunikasikan” dengan mempresentasikan di depan kelas. Selama siswa bekerja di dalam kelompok.Guru memberikan tugas terstruktur mengerjakan soalsoal ikatan kovalen koordinasi.Setelah diskusi berakhir.Guru mengakhiri kegiatan belajar. Guru melakukan refleksi hasil belajar dengan melakukan tanya jawab materi yang telah diberikan (post test) 3.Menganalisis konfigurasi elektron dan struktur Lewis dalam proses pembentukan ikatan kovalen. guru membimbing siswa mengerjakan lks. 5. .

Aspek Sikap Mekanisme dan Instrumen Prosedur - Observasi Keterangan .I. Oktober 2014 Mengetahui. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1.. ………………… NIP.Lembar Observasi Kerja Kelompok 2. 3. ……………. Prosedur Penilaian: No 1. Kepala SMAN 10 Kota Jambi Guru Mata Pelajaran Kimia Nama kepala sekolah Nama Guru NIP. Teknik Penilaian: Tugas : - Membuat peta konsep tentang ikatan kimia serta mempresentasikannya Observasi - Sikap ilmiah saat diskusi dan presentasi dengan lembar pengamatan Portofolio : Peta konsep 2. Pengetahuan Ketrampilan - Penugasan - Soal Penugasan - Tes Tertulis - Soal Objektif - Kinerja - Kinerja Presentasi Presentasi Jambi . Lampiran 1 LembarPengamatan .

dansantun 1. 2 . 5 . 4 .LEMBAR PENGAMATAN SIKAP Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : X/2 Tahun Ajaran : 2013/2014 Waktu Pengamatan : 2 jam Indikator perkembangan sikapreligius. . Religius Tanggugjawab Peduli Responsif Santun B M M M B M M M B M M M B M M M B M M M T T B K T T B K T T B K T T B K T T B K .. N Na o ma Sis wa 1 .tanggungjawab. 3 . BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas 2.responsif.peduli. MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten 3. MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan. MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten 4.

Keterangan 1 BT= kurang 2 MT= sedang 3 MB= baik 4 MK= sangatbaik Lampiran 2 Lembar Observasi mengenai sikap ilmiah saat diskusi LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI Mata Pelajaran : KIMIA Kelas/Program : X/M-IPA Observasi No NamaSiswa 1. 2. 11. 9. 10. 4. Cukuptinggi Jujur Disl Tgjwb peduli Krjsm Juml (1) (2) (3) (4) (5) (6) 4 4 4 4 4 20 . 8. 5. Sangattinggi 3. 6.. 3. Tinggi 2. 7. Keteranganpengisianskor 4.

Berusaha menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh b. Menyelesaikan permasalahan yang menjadi tanggung jawabnya d. Peduli a. Disiplin a. Mengerjakan LKS dengan sungguh-sungguh b. Tanggung jawab a. Berusaha menemukan solusi permasalahan secarabersamadlmkelompoknya d. Jujur a. Menunjukkan sikap bersahabat c. Mampu memberikan ide/gagasan terhadap suatu masalah yang ada di sekitarnya d. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan karakter siswa pada kondisi awal dengan pencapaian dalam waktu tertentu. Bertanya kepada teman/guru bila menjumpai masalah c. Mengerjakan LKS sesuai petunjuk dan tepat waktu c. Menyampaikansesuatuberdasarkankeadaan yang sebenarnya b. Tidakmenutupikesalahan yang terjadi 2. membantuteman yang membutuhkan b. Partisipasidalamkelompok 4. Menunjukkan rasa empatidansimpatiuntukikut menyelesaikan masalah c. Hasil yang dicapai selanjutnya dicatat. Kurang INDIKATOR KOMPETENSI INTI 1 DAN 2 1. dianalisis dan diadakan tindak lanjut.1. Memberikanbantuansesuaidengankemampuannya 5. . b. Mentaati aturan main dalam kerja mandiri dan kelompok 3. Selalu hadir di kelas tepat waktu b. Menjagakebersihankelas. Kerja sama a. Menghargaipendapat lain PEDOMAN PENILAIAN: a.