Handout-6

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN PERILAKU KEKERASAN

Disusun Untuk kalangan Sendiri
oleh Tim Keperawatan Jiwa
AKADEMI KEPERAWATAN LUMAJANG

ASUHAN KEPERAWATAN PERILAKU KEKERASAN PENDAHULUAN Umumnya klien dengan PK dibawa secara paksa ke RSJ. melukai serta melukai pada tingkat ringan dan yang paling berat adalah melukai/merusaik secara serius. Askep PK terdiri dari manajemen krisi yaitu askep saat terjadi kekerasan. AGRESIF : Memperlihatkan permusuhan. Perilaku kekerasan ditandai dengan menyentuh orang lain secara menakutkan. lingkungan atau interaksi dengan orang lain. keputusasaan. 1. kekerasan dan menuntut. Perilaku yang ditampakkan dimulai dari rentang rendah sampai tinggi. kritikan yang mengarah pada penghinaan. Banyak pendapat bahwa kerusakan sistim limbik. Interaksi sosial yang provokatif dan konflik dapat pula memicu PK. lobus frontalis. Penanganan yang dilakukan oleh keluarga belum memadai sehingga selama perawatan klien seyogyanya keluarga mendapat pendidikan kesehatan tentang cara merawat klien (manajemen PK) Asuhan keperawatan yang diberikan di RSJ thd PK perlu ditingkatkan serta dengan perawatan intensif di RSU. dihina. Kondisi klien seperti kelemahan fisik (penyakit fisik). lobus temporalis dan ketidakseimbangan neurotransmiter turut berperan dalam terjadinya PK FAKTOR PRESIPITASI Faktor presipitasi dapat bersumber dari klien. percaya diri yang kurang dapat menjadi penyebab PK. . namaun perilaku yang manifestasikan oleh perasaan marah dapat berfluktuasi sepanjang rentang adaptif dan maladaptif Rentang Respon MARAH : Respon Adaptif Asertif Respon Maladaptif Frustasi Pasif Agresif Kekerasan Kegagalan yang menimbulkan frustasi dapat menimbulakan respon pasif dan melarikan diri atau respon melawan dan menantang. san manajemen PK (MPK) yaitu askep yang bertujuan melatih klien mengontrol perilaku kekerasannya dan pendidikan kesehatan tentang MPK pada keluarga. Masa kanak-kanak yang tidak menyenangkan yaitu perasaan ditolak. merusak alat rumah tangga dan marah-marah merupakan alasan utama yang paling sering dikemukakan oleh keluarga. padat. budaya tertutup dan membalas secara diam (pasif-agresif) dan kontrol sosial yang tidak pasti terhadap PK akan menciptakan seolah-oalah perilaku kekerasan diterima (permisive) 4. yaitu : 1. Respon melawan dan menantang merupakan respon maladaptif yaitu agresif-kekerasan. 1995). KEKERASAN : sering juga disebut gaduh gelisah atau amuk. jika faktor berikut dialami oleh individual. semua aspek ini menstimulasi individu mangadopsi perilaku kekerasan 3. dianiyaya atau sanksi penganiayaan 2. DEFINISI Marah merupakan perasaan jengkel yang timbul sebagai respon thd kecemasan / kebutuhan yang tidak terpenuhi yang dirasakan sebagai ancaman (Stuart dan Sundeen. Seluruh askep ini dapat dituangkan menjadi pendekatan proses keperawatan. Bioneurologis. artinya mungkin terjadi/mungkin tidak terjadi PK. 2. Sosial Budaya. Klien tidak mampu mengendalikan diri. Umumnya klien masih dapat mengontrol perilakunya untuk tidak melukai orang lain. memberi kata-kata ancaman. Reinforcemen yang diterima pada saat melakukuan kekerasan sering mengobservasi kekerasan di rumah atau diluar rumah. kehilangan orang yang dicintai/pekerjaan dan kekerasan merupakan faktor penyebab yang lain. Demikian pula dengan situasi lingkungan yang ribut. memberi kata-kata ancaman tanpa niat melukai. mendekati orang lain dengan ancaman. Sering tampak klien diikat secara tidak manusiawi disertai bentakan dan pengawalan oleh sejumlah anggota keluarga bahkan polisi Perilaku kekerasan sering memukul anggota keluarga/orang lain. FAKTOR PREDISPOSISI Berbagai pengalaman yang dialami orang yang merupakan faktor presisposisi. Perilaku. ketidakberdayaan. Psikologis : kegagalan yang dialami dapat menimbulkan frustasi yang kemudian dapat timbul agresif atau amuk. Perasaan marah normal bagi tiap individu.

Gangguan Harga diri : HDR POHON MASALAH : Resti menciderai : orla / lingkungan PK HDR DX. Anggota tim krisis dapat staf perawat. Istilah yang biasa digunakan di RSJ untuk tempat pembatasan gerak adalah kamar isolasi. Perilaku kekerasan 2. perawat primer. PK RENCANA KEPERAWATAN Rencana tindakan keperawatan dibagi 3 . Wawancara : diarahkan pada penyebab marah. Rencana tindakan keperawatan pada keluarga klien : A. pandangan tajam. PEDOMAN MANAJEMEN KRISIS SAAT TERJADI PK 1. Rencana tindakan keerawatan pada klien Perilaku kekerasan (MANAJEMEN PK) 2. Risiko menciderai 3. perasaan marah. memukul jika tidak senang 2. membutuhkan pembatasan interaksi dengan orang lain dan memerlukan pengurangan stimulus dari lingkungan (stuart & Laraia.TANDA DAN GEJALA Pada pengkajian awal dapat diketahui alasan utama klien dibawa ke RS adalah PK di rumah. Observasi : muka merah. 1998) . otot tegang. ketua tim atau staf perawat yang penting ditetapkan sebelum melakukan tindakan. Sering pula tampak klien memaksakan kehendak : merampas makanan. KEPERAWATAN 1. Tim krisis perilaku Kekerasan Tim krisi PK terdiri dari ketua tim krisis yang berperan sebagai pemimpin (leader) dan anggota tim minimal 2 orang. klien lain dan staf dari kemungkingan bahaya. tanda-tanda marah yang dirasakan klien MASALAH KEPERAWATAN 1. Pembatasan gerak Pembatasan gerak adalah memisahkan klien di tempat yang aman dengan tujuan melindungi klien. Rencana keperawatan pada klien saat terjadi PK (MANAJEMEN KRISIS) 3. Kemudian perawat dapat melakukan pengkajian dengan cara : 1. penanggungjawab shif. Klien dibatasi pergerakannya karena dapat menciderai / dicederai orang lain. suara tinggi. Aktifitas yang dilakukan oleh tim krisis adalah sbb : (stuart & Laraia. berdebat. 2. 1998) 1) Tunjuk ketua tim krisis 2) Susun anggota tim krisis 3) Beritahu petugas keamanan jika perlu 4) Pindahkan klien lain dari area penanganan 5) Ambil alat pengikat (jika pengekanagn akan dilakukan 6) Uraikan rencana penangan pada tim 7) Tunjuk anggota tom untuk mengamankan anggota gerak klien 8) Jelaskan tindakan pada klien dan berusaha membuat klien koooperatuf 9) Ikat klien dengan etunjuk ketua tim 10) Berikan obat sesuai preogram terapi dokter 11) Pertahankan sikap yang tenag dan konsistensi thd klien 12) Evaluasi tindakan yang telah dilakukan bersama anggota tim 13) Jelaskan kejadian pada klien dan staf lain jika diperlukan 14) Integrasikan klien kembali pada lingkungan secara bertahap. Risiko menciderai orang lain 2. dokter atau konselor yang telah terlatih menangani krisi. yaitu : 1. Ketua tim adalah perawat yang berperan sebagai kepala ruangan.

te. Klien mau menjabat tangan 3. Klien dapat menyimpulkan tyanda-tanda jengkel atau kesal yang dialami 1. 5) Bantu klien menggunakan metode kontrol diri yang diperlukan 6) Bantu klien memenuhi kebutuhan nutrisi. eliminasi.peratur. Klien mau membalas salam 2. Beri salam atau panggil nama 2. dkk. 1999). beri rasa aman dan sikap empati 6. misalnya setelah ikatan dibuka satu per satu secara bertahap. prosedur dan lamanya pada klien dan staf agar dimengerti dan bukan hukuman 5) Jelaskana perilaku yang mengindikasikan pengelepasan pada klien dan staf 6) Jangan mengikat pada pinggir tempat tidur. melukai diri sendiri dan atau oranag lain (rauhins. 7) Lakukan supervisi secara periodik untuk memantau dan memberikan tindakan keperawatan yang diperlukan 8) Libatkan klien dalam memutuskan pemindahan klien secara bertahap 9) Dokumentasikan alasan pembatasan gerak. Pengekangan/pengikatan fisik dan obat psikotropika Pengekangan dilakukan jika perilaku klien berbahaya. respon klien dan alasan penghentian pembatasan gerak 3.Langkah-langkah pelaksanaan pembatasan gerak adalah sebagai beriikut : 1) Tunjuk ketua tim krisi 2) Jelaskan tujuan. 1998). Pengekangan adalah pembatasan gerak klien dengan mengikat tungkai klien (stuart & Laraia. Klien mau tersenyum 5. 1993) atau stategi tindakan yang lain tidak bermanfaat. Bantu klien untuk mengungkapkan penyebab perasaan jengkel atau kesal TUK 3 Kriteria Evaluasi Intervensi Klien dapat mengindentifikasikan tanda-tanda PK 1. Simpulkan bersama klien tanda-tanda jengkel atau kesal yang dialami klien . Anjurkan klien mengungkapkan yang dialami dan dirasakan saat jengkel atau kesal 2. Klien mau mengetahui nama perawat 1. Klien dpt mengungkapkan perasaan jengkel atau kesal (dari diri sendiri. Observasi tanda PK pada klien 3. Tindakan pengekangan masaih umum digunakan perawat disertai dengan penggunaan obat psikotropika (duksburi. prosedur dan lama tindakan pada klien dan staf lain 3) Jelaskan pada klien dan staf lain ttg perilaku yang diperlukan untuk mengakhiri tindakan 4) Buat perjanjian dengan klien untuk mempertahankan. Klien mengungkapkan perasaannya 2. RENCANA KEPERAWANAN PADA KLIEN PERILAKU KEKERASAN TUM : Klien tdk menciderai dng melakukan managemen PK TUK 1 Kriteria Evaluasi Intervensi Klien dapat membina hubungan saling percaya 1. bacakan buku pada klien untuk memfasilitasi kerja sama klien pada tindakan 9) Perawatan pada daerah pengikatan :  Pantau kondisi kulit yang diikat : warna. eleminasi. Lakukan kontak singkat tapi sering TUK 2 Kriteria Evaluasi Intervensi Klien dapat mendefinisikn penyebab PK 1. Sebutkan nama perawat sambil jabat tangan 3. atau orang lain) 1. kebersihan dir dan kebersihan kamar. Ikat dengan posisi anatomis. karena harga diri klien berkurang karena pengekangan 2) Siapkan jumlah staf yang cukup dengan alat pengekang yang aman dan nyaman 3) Tunjuk 1 orang perawat sebagai ketua tim 4) Jelaskan tujuan. sensasi  Lakukan latihan gerak pada tungkai yang idikat secara bergantian setiap 2 jam  Lakukan perubahan posisi tidur  Periksa tanda-tanda vital tiap 2 jam 10) Bantu pemenuhan kebutuhan nutrisi. tindakan yang dilakukan. Langkah-langkahpelaksanaan pengekangan : (stuart & Laraia. B. kemudian dilanjutkan dengan pembatasna gerak kemudian kembali ke lingkungan smeula 13) Dokumentasikan seluruh tindakan yang dilakukan beserta respoin klien. Berikesempatan untuk mengungkapkan perasannya 2. Ikatan tidak terjangkau klien 7) Lakukan supervisi yang adekuat dengan tindakan terapeutik dan pemberian rasanya nyaman 8) Beri aktifitas seperti televisi. Klien mau kontak meta 6. 2. 1998) 1) Beri suasana yang menghargai dengan supervisi yang adekuat. 12) Kurangi pengekangan secara bertahap. hodrasi. Jelaskan maksut hubugan interaksi 4. dari lingkungan. mengontrol perilakunya. Klien dapat mengungkapkan perasaan saat marah atau jengkel. klien mau menyebutkan nama 4. Jelaskan tentang kontrak yang akan dibut 5. hidrasi dan kebersihan diri 11) Libatkan dan latih klien untuk mengontrol perilaku sebelum ikatan dibuka secara bertahap.

Anjurkan klien untuk menggunakan cara yang telah dipelajari saat jengkel/marah 6. jelaskan prinsip benar minum obat (baca nama yg tertera pada biotol obat. Dukung klien untuk mendemonstrasikan cara mengontrol PK 2. jelaskan cara-cara merawat klien :  Terkait dengan cara mngontrol perilaku marah secara konstruktif  Sikap tenang. Latihan manajemen perilaku kekeasan d) Secara spiritual : anjurkan klien sembahyang. Perilaku kekerasan yang biasa dilakukan 2. Klien dapat bermain peran dengan PK yg biasa dilakukan 3. berdoa atau ibadah lain : meminta pada tuhan untuk diberi kesabaran. susun jaduwal melakukan cara yang telah dipelajar Intervensi 1. 2. ]Anjurkan klien mnta obat dan minum obat tepat waktu 6. mengadu pada tuhan ttg kekerasan atau kejengkelan TUK 8 Kriteria Evaluasi Intervensi Klien dapat mempergunakan obat dengan benar sesuai dengan program pengobatan 1. efek) 2. Beri reinforcement positif atas keberhasilakn klien menstimulasi cara tsb 5. bicara tenang dan jelas  Membantu klien menenali penyebab marah 4. Anjurkan klien melaporkan pada perawat atau dokter jika merasakan efek yang tidak menyenangkan 7. beri pujuan jika klien minum obat dengan benar. Bantu keluarga mendemonstrasikan cara merawat klien 5. Cara yang biasa dilakukan klien saat marah. latihan asertif. klien dapat menyebutkan obat-obat yang diminum dan kegunaannya (jenis. diskusikan dengan klien cara lain yang sehat a) Secara fisik : tarik nafas dalam. 2. Bicarakan akibat atau kerugian dari cara yang dilakukan klien Bersama klien menyimpulkan akibat cara yang digunakan oleh klien tanyakan pada klien ”apakah ia ingin mempelajari cara baru yang sehat?” Tanyakan pada klien ”apakah ia ingin mmepelajari cara baru yang sehat?” Berikan pujian jik klien mengetahui cara lain yang sehat. Identifikai kemampuan keluarga dalam merawat klien dari sikap apa yang telah dilakukan keluarga thd klien delama ini 2. Klien dapat minum obat sesuai program pengobatan 1. TUK 9 Kriteria Evaluasi Klien mendapat dukungan keluarga mengontrol PK Keluarga klien dapat :  menyebutkan cara merawat klien yang berperilaku kekerasan  mengungkapkan rasa puas dalam merawat klien 1. jika sedang kesal atau memukul bantal atau kasur atau oleh raga atau pekerjaan yang memerlukan tenaga. olahraga. Jelaksan jenis-jens obat yang diminum klien 2. b) Secara verbal : katakan bawa anda sedang kesal atau tersinggung/jengkel (”saya kesal anda berkata seperti itu”. Klien daat menjelaskan akibat dari cara yang digunakan klien TUK 6 Kriteria Evaluasi Intervensi Klien dapat mendefinisikan cara yang konstruktif dalam berespon thd kemarahan Klien dapat melakukan cara berespon thd kemarahan secara kponstruktif TUK 7 Kriteria Evaluasi Klien mampu mendemonstrasikan cara mengontrol PK Mendemontasikan cara mengontrol PK :  Fisik : tarik nafas dalam. Bantu klien bermain peran sesuai dengan PK yang biasa dilakukan 3. pukul kasur dan bantal  Verbal : mengatakan secara langsung dengan tidak menyakiti  Spiritual : sembahyang. Bicarakan dengan klien apakah dengan cara yag klien lakukan masalahnya selesai TUK 5 Kriteria Evaluasi Intervensi Klien dapat mengidentifikasi akibat PK 1. waktu. Jelaskan manfaat minum obat dan efek obat yang perlu diperhatikan 5. bantu keluarga mengungkapkan perasaannya setelah melakukan demnstrasi Intervensi . diskusikan manfaat minum obat dan kerugian berhenti minum obat tanpa seijin dokter 3. bantu klien menstimulasikan tersebut (role play) 4. kaji Perilaku kekeraan yg biasa dilakukan klien 2.TUK 4 Kriteria Evaluasi Intervensi Klien dapat mengidentifikasikan PK yg biasa dilakukan 1. dosis obat. 3. 1. dapat menyelesaikan masalah atau tidak 1. Bantu klien mengidentifikasi manfaat cara yang telah dipilih 3. Jelaskan peran peran serta keluarga dapam merawat klien 3. ”saya marah karena mama tidak mau memenuhi keinginan saya”) c) Secara sosial : lakukan dapam kelompok cara marah yang sehat. waktu dan cara minum) 4. dosis. 3. berdoa/ibadah klien 1.

Oke. Informasikan ttg cara merawat klien PK PERTEMUAN KE -2 DAN 3 1. 3.Terminasi a. Orientasi a. Bicara tenang. Cara mengevaluasi PK di rumah 3. Cara mengevaluasi jadual kegiatan di rumah STRATEGI PELAKSNAAN TINDAKAN KEPERAWATAN ( SP )  Masalah :Perilaku Kekerasan  Pertemuan : ke 3 A.TUK 10 Kriteria Evaluasi Intervensi Klien mendapat perlindungan dari lingkungan untuk mengontrol PK 1. Informasikan ttg perilaku kekerasan 4. hari ini kita pelajari 1 ( satu ) cara  Nah. Identifikasi masalah keluarga 3. Kerja  Ali ada berapa cara yang sehat. nada suara rendah. Mendemonstrasikan satu cara marah yang konstruktif B. tahan sebentar. dan keluarkan dari mulut  Coba ikuti suster. ya bagus. Diagnosa : Risiko merusak lingkungan berhubungan dengan perilaku kekerasan 3. bagus  Apakah ada yang membuat Ali marah sore dan malam kemarin ?  Bagaimana dengan perasaan. 2. kita bisa berdiri atau duduktegak. cara marah dan akibat marahnya Ali. Salam terapeutik Selamat pagi Ali b. Penerapan cara merawat klien selama dirawat di RS PERTEMUAN KE-4 1. Perencanaan pulang tentang cara merawat klien di rumah 2. masih ada tambahan ( jika perlu ulang satu-satu ) C. Evaluasi/ Validasi  Bagaimana perasaan Ali saat ini ? Wah. TUK : 6. Evaluasi Objektif . Kontrak  Topik : Ali masih ingat apa yang akan kita latih sekarang ? Betul kita akan latihan cara marah yang sehat  Tempat : Mau dimana kita bercakap-cakap ? Baik disini saja seperti biasa  Waktu : Mau berapa lama ? 15 menit ya Ali 2. Lalu tarik nafas dari hidung. tunjukkan kepedulian lindungi agar klien tidak menciderai orang lain dan lingkungan jika tidak dapat diatas lakukan :  Pembatasan gerak atau pengekangan (lihat pedoman) C. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ( SP ) 1. cara marah yang biasa dilakukan serta akibat yang terjadi 2. Kontrak dengan keluarga 2. Memilih satu cara marah yang konstruktif 7. kondisi : klien dapat menyebutkan tanda dan gejala marah. gerakan tidak terburu-buru. Ali boleh pilih mau latihan nafas dalam atau pukul kasur dan bantal ?  Baiklah. kita latihan nafas dalam  Jadi. Proses Keperawatan 1.. ulang sampai 5 kali 3. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA KLIEN PERTEMUAN KE-1 1. ada perasaan plong atau lega b. tarik dari hidung. kalau Ali lagi kesal dan perasaan sudah mulai tidak enak segera nafas dalam agar cara marah yang lama tidak terjadi  Caranya seperti ini. dan tiup dari mulut. Evaluasi Subjektif Bagaimana perasaan Ali setelah latihan.

c. berapa kali tarik nafas dalam ?  Ya benar. nanti kalau sudah dijalankan di cek list. 5 kali Rencana Tindak Lanjut  Nah. nanati siang kita belajar cara lain  Waktu : Mau jam berapa ? Bagaimana kalau jam 11. sampai nanti . Baik.00  Tempat : Mau dimana ? Di sini lagi. lalu siang sebelum makan dan malam sebelum tidur  Juga lakukan kalau ada yang membuat kesal  Bagaimana kalau kita buat jadwal kegiatannya ? Baik. Kontrak  Topik : Nah waktu kita sudah habis. d. berapa kali sehari Ali mau latihan ? Bagaimana kalau 3 kali ?  Mau kapan saja ? Bagaimana kalau pagi bangun tidur. Nah ini caranya.  Coba apa yang sudah kita pelajari ?  Bagus.

Salam terapeutik b. Evaluasi respon klien thd tindakan keperawatan 1) evaluasi subyektif 2) evaluasi obyektif b. Kondisi Klien 2. Tindakan Keperawatan 3. Kontrak yg akan datang 1) Topik 2) Waktu 3) Tempat FORMAT STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Hari/tanggal Jam Interaksi ke 1 A. Tujuan Umum Klien tdk menciderai dng melakukan managemen PK 4.FORMAT STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Hari/tanggal Jam Interaksi ke 1 A. fase terminasi a. Rencana tindak lanjut (apa yg perlu dilatih klien sesuai dng hasil tindakan yg telah dilakukan c. STRATEGIKOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN 1. Kontrak  Topik  Waktu  tempat 2. PROSES KEPERAWATAN Kondisi Klien Diagnosa Keperawatan Tujuan Umum Klien tdk menciderai dng melakukan managemen PK Tujuan Khusus Klien dpat mendefinisikan penyebab PK . Tujuan Khusus 1 = BHSP  Beri salam atau panggil nama  Sebutkan nama perawat sambil jabat tangan  Jelaskan maksut hubugan interaksi  Jelaskan tentang kontrak yang akan dibut  beri rasa aman dan sikap empati  Lakukan kontak singkat tapi sering B. Fase orientasi a. PROSES KEPERAWATAN 1. Diagnosa Keperawatan 3. Evaluasi/validasi c. fase Kerja (langkah-langkah tindakan keperawatan) 5.

Fase orientasi g. Kontrak  Topik  Waktu  tempat 2. Kontrak yg akan datang 7) Topik 8) Waktu 9) Tempat . STRATEGIKOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN 1. Salam terapeutik h.Tindakan Keperawatan Berikesempatan untuk mengungkapkan perasannya Bantu klien untuk mengungkapkan penyebab perasaan jengkel atau kesal B. Rencana tindak lanjut (apa yg perlu dilatih klien sesuai dng hasil tindakan yg telah dilakukan c. Kontrak yg akan datang 4) Topik 5) Waktu 6) Tempat FORMAT STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Hari/tanggal Jam Interaksi ke 1 A. STRATEGIKOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN 1. Fase orientasi d. Salam terapeutik e. fase terminasi a. PROSES KEPERAWATAN Kondisi Klien Diagnosa Keperawatan Klien tdk menciderai dng melakukan managemen PK Tujuan Umum Tujuan Khusus Tindakan Keperawatan B. Evaluasi respon klien thd tindakan keperawatan 5) evaluasi subyektif 6) evaluasi obyektif b. Evaluasi respon klien thd tindakan keperawatan 3) evaluasi subyektif 4) evaluasi obyektif b. Evaluasi/validasi f. fase Kerja (langkah-langkah tindakan keperawatan) 3. Kontrak  Topik  Waktu  tempat 2. fase Kerja (langkah-langkah tindakan keperawatan) 3. fase terminasi a. Rencana tindak lanjut (apa yg perlu dilatih klien sesuai dng hasil tindakan yg telah dilakukan c. Evaluasi/validasi i.

PROSES KEPERAWATAN 6. Rencana tindak lanjut (apa yg perlu dilatih klien sesuai dng hasil tindakan yg telah dilakukan c.FORMAT STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Hari/tanggal Jam Interaksi ke 1 A. Evaluasi respon klien thd tindakan keperawatan 7) evaluasi subyektif 8) evaluasi obyektif b. Fase orientasi j. fase terminasi a. Salam terapeutik k. STRATEGIKOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN 1. Evaluasi/validasi l. Kondisi Klien Diagnosa Keperawatan Klien tdk menciderai dng melakukan managemen PK Tujuan Umum Tujuan Khusus Tindakan Keperawatan B. Kontrak  Topik  Waktu  tempat 2. fase Kerja (langkah-langkah tindakan keperawatan) 3. Kontrak yg akan datang 10) Topik 11) Waktu 12) Tempat .

Related Interests