RESUME JURNAL

Judul Penelitian

:

Effect of relaxation-breathing training on anxiety and asthma signs/symptoms of children
with moderate-to-severe asthma: A randomized controlled trial
Peneliti

:

Li-Chi Chiang, Wei-Fen Ma, Jing-Long Huang, Li-Feng Tseng, Kai-Chung Hsueh
Sumber

:

International Journal of Nursing Studies 46 (2009) 1061–1070

Tujuan Penelitian

:

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kepada perawat di sebuah wilayah di Taiwan yang
bertujuan untuk memberikan teknik relaksasi pada pasien asma. This study is a report to
explain to the nurse in a region in Taiwan that report to provide a relaxation technique in patients
with asthma.

Latar Belakang
:
Perkembangan demografi dan perencanaan reorientasi terhadap pelayanan kesehatan di
Taiwan telah mengubah beban kerja perawat yang lebih baik dibanding dengan negara lain.
Namun, kurangnya kejelasan menyebabkan timbulnya masalah dalam menempatkan peran
perawat dalam mengembangkan teknik relaksasi pernapasan

dan intervensinya pada

penderita asma. Demographic developments and planning reorientation of health services in
Taiwan has changed the nurses' workload better than other countries. However, the lack of
clarity led to the emergence of problems in putting the role of nurses in developing breathing
relaxation techniques and intervention in patients with asthma.

Metodologi
:
Dilakukan melalui teknik pembagian kelompok antara peserta dan peserta tersebut di bagi
menjadi beberapa kelompok . Terdiri dari 48 peserta yang dimulai dari usia 6-14 tahun ,
dengan asma sedang sampai berat dan orang tua mereka . Peserta secara acak di tugaskan
untuk mengelompokkan eksperimen atau perbandingan dan kemudian dicocokkan dengan
jenis kelamin, usia , dan tingkat keparahan asma. . Anak-anak dalam kelompok eksperimen
juga diberikan 30 menit dari pelatihan dalam teknik relaksasi nafas dan CD untuk praktek

rumah. Data dari hasil penelitian mendapatkan intervensi selama 12 minggu dan dianalisis
dengan menggunakan Model Mixed di SPSS ( 12,0 ) . Conducted through group sharing
techniques between participants and the participants were divided into several groups.
Consisted of 48 participants who started from the age of 6-14 years, with moderate to severe
asthma and their parents. Participants were randomly assigned to group experiments or
comparisons and then matched by sex, age, and severity of asthma. . Children in the
experimental group were also given 30 minutes of training in relaxation techniques breath
and CDs for home practice. Data from the research interventions for 12 weeks and analyzed
using Mixed Models in SPSS (12.0).
Hasil
:
Didapatkan hasil bahwa Kecemasan ( terutama kecemasan negara ) secara signifikan lebih
rendah untuk anak-anak dalam kelompok eksperimen dibandingkan kelompok pembanding .
Perbedaan dalam empat variabel fisiologis lainnya juga mencatat antara pra - dan pascaintervensi , tetapi perubahan ini tidak berbeda secara signifikan antara kelompok . Showed
that anxiety (particularly anxiety states) was significantly lower for children in the
experimental group than the comparison group. Differences in four other physiological
variables also noted between the pre - and post-intervention, but these changes did not differ
significantly between groups.
Kesimpulan
:
Perawat dalam melakukan tindakan keperawatan perlu membuat Sebuah kombinasi dari
manajemen diri dan latihan relaksasi bernapas yang dapat mengurangi kecemasan , sehingga
meningkatkan kesehatan anak-anak yang menderita asma . sehingga Jika hal ini dilakukan
dapat berfungsi sebagai dasar bukti untuk praktek keperawatan psikologis dengan anak-anak
penderita asma . Nurses in nursing action necessary to make a combination of selfmanagement and relaxation breathing exercises can reduce anxiety, thus improving the
health of children with asthma. If this is done so that it can serve as the basis of
psychological evidence for nursing practice with children with asthma.
Kata Kunci

:

Ansietas , anak – anak , asma , latihan relaksasi bernapas . Anxiety , Children , Asthma ,
Relaxation-breathing trainin.

KRITISI JURNAL
Latar Belakang
-

:

Walaupun dijelaskan pada bagian pembahasan, tetapi pada bagian abstrak, peneliti tidak
memberikan gambaran secara ringkas tentang tindakan relaksasi yang dilakukan perawat ,
penulis hanya mengatakan “Relaxation-breathing training could be used in children to
reduce their anxiety but no reports could be found for its use in children with asthma”,
harusnya peneliti memberikan gambaran ringkas tentang

yang dimaksud, sehingga

pembaca jauh lebih tertarik.
- Terlepas dari abstrak penjelasan ringkas dari latar belakang penelitian telah digambarkan
secara jelas dan terstruktur, mulai dari teknik relaksasi pernapasan pada anak anak yang
menderita asma dan efek dari teknik relaksasi pernafasan yang dilakukan perawat di
Taiwan, hal ini tertuang dalam statement berikut : “ Emotional stress triggers and
exacerbates asthma in children. Reducing anxiety in adults by relaxation-breathing
techniques has been shown in clinical trials to produce good asthma outcomes. However,
more evidence is needed on using this intervention with asthmatic children “ .
- Peneliti juga membandingkan dengan tindakan perawat dinegara lain, serta menjelaskan
penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait dengan penelitan sebelumnya, lalu
mengangkat tentang teknik relaksasi pernapasan ini tertuang dalam statement : “
Relaxation-based behavioral therapy was found in a meta-analysis of 31 psychoeducational programs conducted between 1972 and 1993 to exert moderately strong
effects (effect size> 0.35) on psychological health, attacks, lung function, and medication
dosage of adult asthmatics (Devine, 1996) “.
Tujuan :
Peneliti telah menuliskan secara jelas tujuannya yakni untuk mengevaluasi efektivitas
gabungan manajemen diri dan latihan relaksasi - bernapas untuk anak-anak dengan asma
sedang sampai berat dibandingkan dengan self- management - satunya pelatihan. hal ini
tertuang dalam kalimat : “The aim of the study was to clarify the role of the PHN in one Irish
community care area in the light of acknowledged problems in defining boundaries of the
role.”
Metode:
Peneliti menjelaskan bahwa bentuk penelitian yang digunakan adalah berasal dari Peserta
secara acak ditugaskan untuk kelompok eksperimen atau perbandingan dan dicocokkan dengan jenis
kelamin, usia , dan tingkat keparahan asma . Kedua kelompok berpartisipasi dalam program
pengelolaan diri asma . “ The researcher explained that the form used in this study is derived

from Participants were randomly assigned to the experimental group or the comparison and
matched by sex, age, and severity of asthma. Both groups participated in an asthma selfmanagement program “ .
Sampel
Peneliti menggunakan metode eksperimen atau perbandingan untuk mengidentifikasi teknik
relaksasi pada penderita asma di Taiwan maupun dari luar negara lain .Metode ini tepat
digunakan dengan pertimbangan agar semua anak anak yang diambil mewakili anak anak
lain yang juga menderita asma di daerah geografis yang berbeda.