2.1.

Acute Necrotizing Ulceratif Gingivitis ANUG
2.1.1. Etiologi
Peran bakteri
Plaut dan Vincent memperkenalkan konsep bahwa NUG disebabkan oleh
bakteri spesifik : fusiform bacillus dan organism spirochetal.
Rosebury dan teman-teman menjelaskan fusospirochetal complex terdiri dari
T. microdentium, intermediate spirochetes, vibrios, fusiform basilus, dan organism
berfilamen, sebagai tambahan pada spesies Borrelia. Loesche dan teman-teman
menjelaskan sebuah flora konstan predominan dan berbagai macam flora berhubungan
dengan NUG. Flora konstan terdiri dari : Prevotella intermedia, Fusobacterium,
Treponema, dan spesies Selenomonas. Bermacam-macam flora terdiri dari kesatuan
tipe bacteri.
Pengobatan dengan metronidazole menghasilkan reduksi yang signifikan pada
spesies Treponema, P. intermedia, dan Fusobacterium, dengan resolusi pada gejala
klinis. Spektrum antibakteri ini mendukung bukti bahwa anggota flora bakteri anaerob
adalah penyebabnya.
Peran respon host
Tanpa menghiraukan apakah bakteri spesifik adalah penyebab NUG, kehadiran
organism ini tidak cukup untuk menyebabkan penyakit ini. Eksudat dari lesi NUG
meghasilkan abses fusospirochetal, daripada tipikal NUG, ketika dibiakkan pada
hewan. Injeksi local intrakutaneus pada hyaluronidase- dan chondroitinase-berisikan
sel- memfiltarsi bebas oral microaerophilic diphteroid bacilli yang memperburuk lesi
spirochetal yang dihasilkan oral treponema.
Penting bagi klinisi untuk menentukan factor predisposisi yang menyebabkan
imunodefisiensi pada NUG. Imunodefisiensi bias berhubungan dengan berbagai

tingkatan kekurangan nutrisi. luka pada gingival. atau penyakit sistemik. Pindborg melaporkan bahwa 98% pasien yang menderita NUG adalah perokok dan frekuensinya meningkat seiring bertambahnya asap tobacco. Seperti penyakit kronis (sifilis. Faktor predisposisi sistemik Defisiensi nutrisi. Area gingival yang terkena trauma akibat gigi lawan pada maloklusi. NUG sering muncul melapiskan penyakit preexisting gingival kronis dan poket periodontal. factor psikososial. Hubungan antara NUG dan merokok sering dijelaskan di literature. seperti permukaan palatal dibelakang incisor maksilaris dan permukaan labial gingival pada incisor mandibula. Peneliti menemukan bakteri fusospirochetal sebagai bakteri oportunis. dan merokok adalah factor predisposisi yang penting. Penyakit sistemik yang melemahkan bisa menjadi factor predisposisi NUG. ganguan GI parah (ulcerative colitis). anemia). kebiasaan kesehatan lain (alcohol dan narkoba). Faktor predisposisi local Preexisting gingivitis. Necrotizing gingivitis sudah dihasilkan dengan member hewan makanan yang tidak bernutrisi. Periodontal poket yang dalam dan tutup pericoronal adalah area yang rentan karena menyediakan tempat yang nyaman untuk proliferasi bakteri anaerob basilus fusiformis dan spirochetes. Yang penting. Faktor psikosomatik . kelelahan akibat kehilangan tidur kronis. blood dyscrasias (leukemia. NUG bisa saja menjadi gejala pada pasien dengan infeksi HIV. bisa menjadi factor predisposisi NUG. dan merokok adalah factor utama penyebab penyakit. kanker). hanya berproliferasi jika jaringan mengalami defisiensi. Efek merokok pada penyakit periodontal pada umumnya telah menjadi bahan pembelajaran selama dua decade terakhir ini. dan HIV.

Penyakit ini sering dihubungkan dengan stress. dan juga kenaikan sekresi adrenokortikal adalah umum pada pasien dengan penyakit ini. penggunaan tobacco. kerja yang berkepanjangan tanpa istirahat yang cukup. Permukaan kawah gingival ditutupi oleh pseudomembran keabuan membuat garis demarkasi rawa dari remainder gingival . Penyakit rekuren ditandai dengan periode remisi dan eksaserbasi. terkadang diikuti oleh penyakit yang parah atau infeksi akut traktus respiratorius. Gangguan psikologis.Faktor ini adalah factor yang penting sebagai penyebab NUG. Tanda oral Ciri lesi adalah punch out. Relatif ringan dan bentuk persistenya adalah penyakit subakut.1. Perubahan kebiasaan hidup. sesudahnya memperpanjang ke marginal gingival dan jarang menempel pada gingival dan mukosa oral. dan stress psikologi adalah ciri yang sering dialami penderita. ANUG dicirikan dengan serangan tiba-tiba (sudden onset).2. depresi seperti kawah pada puncak papilla interdental. Gejala Klinis Biasanya muncul dalam bentuk akut. 2.

dan depresi mental terkadang mengikuti kondisi ini.3. lesi menggundulkan permukaan pseudomembran. Dalam beberapa contoh. gangguan GI. Tanda lain yang ditemukan adalah fetid odor dan saliva yang meningkat.mukosa oleh pronounced linear erythema. tanda sistemik. toxemia. kelemahan umum. Dalam kasus yang sangat jarang. membuka margin gingival. berkilauan. Reaksi sistemik lebih bahaya pada anak-anak. yang berwarna merah. dan pasien sadar akan jumlah yang berlebihan dari saliva yang pucat. Insomnia. kenaikan denyut jantung. dan fatal brain abses bias terjadi. Ekstraoral. sakit kepala. Pengelolaan . fusospirochetal meningitis. infeksi paru-paru. Ada rasa metalik palsu. konstipasi. Pada kasus yang parah. sequelae yang parah seperti noma atau gangrenous stomatitis. Karakteristik lesi adalah cepat menghancurkan gingival dan menggarisi jaringan periodontal. kehilangan nafsu makan. dan peritonitis. dan pasien mengeluh pada radiating konstan. dan hemorragi. dan symptom Pasien biasanya bisa berjalan dan mempunyai komplikasi yang minimum. Local lymphadenopati dan kenaikan temperature adalah ciri umum dari tahap ringan dan sedang penyakit ini. Gejala oral Lesi sangat sensitive jika dipegang. ada tanda komplikasi sistemik seperti demam tinggi. 2. Hemoragi gingival spontan atau pronounced bleeding pada stimulasi yang sedikit adalah ciri tambahan pada tanda klinis. menggerogoti rasa sakit yang diperhebat oleh makanan panas atau pedas dan mengunyah.1. leukositisis.

minum-minuman beralkohol. Pada kunjungan pertama ini. apakah ada jenis makanan tertentu atau kondisi tertentu yang dapat memperburuk kondisi penyakit ini. Kunjungan pertama Kunjungan pertama ini digunakan dokter untuk mengetahui riwayat medis pasien. ada tidaknya poket periodontal. perawatan keadaan kronis lain di rongga mulut selain gingiva. ada tidaknya halitosis. Pemeriksaan pada kavitas oral meliputi pemeriksaan tanda-tanda klinis ANUG. perawatan dilakukan dibawah anestesi topikal kemudian daerah yang terserang secara akut tersebut diusap secara halus dengan cotton pellet lembab (lebih baik menggunakan air hangat) untuk menghilangkan pseudomembran dan debris lain. pericoronitis flap ataupun keadaan lain seperti restorasi yang buruk serta kalkulus. Selain itu juga harus ditanyakan pernah menerima jenis perawatan apa sebelumnya. Tujuan utama dari perawatan awal ini adlah menekan jumlah mikroba dan menghilangkan jaringan nekrotik. ada tidaknya pembesaran kelenjar limfe ( khususnya submental dan submaksilar). Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan yang meliputi visual. dan menggali berbagai informasi tentang pasien tersebut mulai dari tempat tinggal. penghilangan gejala seperti demam dan malaise dan yang terakhir adalah perbaikan kondisi sistemik atau faktor yang berkontribusi pada perubahan kondisi gingiva. lingkungan kerja.Ada empat prinsip utama perawatan ANUG yaitu: pengurangan inflamasi dengan menekan jumlah mikroba serta menghilangkan jaringan nekrotik. Perawatan ANUG ini terdiri dari beberapa kunjungan dan rangkaian terapi. .serta pemeriksaan tanda-tanda vital seperti temperatur. dan keadaan psikososial (stress). kebiasaan seperti merokok.

minum apalagi menyikat gigi sehingga pemberian analgesik (contoh: ibuprofen) merupakan tindakan yang sangat perlu dilakukan pada pasien tersebut. Penggunaan hidrogen peroksida 3% yang dicampur air hangat dalam jumlah yang sama setiap 2-3 jam atau berkumur dengan klorheksidin 0. Namun jika ekstraksi atau bedah benar-benar perlu dilakukan maka pemberian antibiotik sistemik (amoxycillin) sangat dianjurkan. Peningkatan OH merupakan hal yang wajib diinstruksikan pada pasien. makanan berempah. Antibiotik yang bisa diberikan amoxicillin 500 mg atau erithromycin 250 mg (setiap 6 jam sekali selama 10 hari) atau tetracyclin 250 mg atau metronodazole 500 mg (dua kali sehari selama 7 hari). Melihat penyebab utamanya yaitu infeksi bakteri. . pada pasien moderat atau pada kasus berat maka pemberian antibiotik sangat dianjurkan. sebaiknya menggunakan alat ultrasonic untuk meminimalisir rasa sakit. Selain keempat perawatan di atas.Penghilangan kalkulus harus dilakukan. Pasien diwajibkan menggunakan sikat gigi berbulu halus untuk mengurangi ketidaknyamanan kemudian diinstruksikan untuk melakukan flossing. mulai dari bagian yang superficial. Ekstraksi dan bedah periodontal sebaiknya dundur sampai 4 minggu setelah pasien terbebas dari segala gejala untuk mencegah eksaserbasi.12% dua kali sehari juga bisa dilakukan. memperbanyak konsumsi cairan. Hal yang perlu diingat. pasien dengan ANUG ini seringkali mengeluhkan rasa sakit sehingga susah untuk makan. Skeling subgingival dan kuretase sebaiknya ditunda karena dapat memperluas infeksi ke jaringan yang lebih dalam dan ditakutkan terjadi bakterimia. Pasien dengan komplikasi sistemik maka penggunaan antibiotik perlu dikurangi 1-3 hari. pasien juga diminta untuk menghindari konsumsi tembakau.

Scalling dapat dilakukan jika dibutuhkan dan penting untuk laksanakan. rasa sakit berkurang atau sudah tidak ada. Pasien diinstruksikan untuk mengikuti prosedur plak control. pasien harus tetap melakukan perawatan rutin untuk mencegah menjalar nya penyakit ini ke tahap yang lebih parah dan mencegah terjadinya rekurensi. Kunjungan ketiga Kunjungan berikutnya. Margin gingival yang terlibat biasanya eritema tetapi tanpa pseudomembran di superfisial.mengurangi kegiatan luar (outdoor) serta beristirahat dan memperhatikan gizi makanannya. Beberapa eritema mungkin masih tetap terlihat dibeberapa area yang terlibat dan ginggiva sedikit sakit bila disentuh. Kondisi pasien biasanya membaik. Instruksi yang diberikan pasien sama seperti sebelumnya. yang dengan hatihati dapat dihilangkan. pasien diamati tingkat kemajuan tanda-tanda dan gejalanya. Pasien diminta datang 1-2 hari kemudian untuk follow up. pasien diamati perubahan gejalanya dan dibuat perencanaan lebih jauh lagi untuk penatalaksanaan kondisi periodontal pasien. Kunjungan kedua Kunjungan kedua. sehari atau 2 hari setelah kunjungan pertama. Penyusutan ginggiva mungkin terlihat sebelum tertutup kalkulus. yang harus ditekankan pada pasien adalah menghilangnya rasa sakit bukan merupakan acuan bahwa perawatan telah selesai. sekitar 5 hari setelah kunjungan kedua. Pasien . Pada kunjungan ketiga ini seharusnya pasien sudah tidak menunjukkan gejala apapun. yang penting untuk keberhasilan perawatan dan untuk menjaga kesehatan jaringan periodontal.

Penghilangan permukaan pseudomembran yang memperlihatkan underlying red.harus diberitahu tentang pentingnya nutrisi. flap pericoronal. faktor pshycososial. Berkumur dengan hidrogen peroksida dihentikan. dan hal yang mungkin membutuhkan rekontruksi kembali atau bedah estetik serta jarak kunjungan berikutnya. Sayangnya. Melakukan scalling dan root planning berulang penting untuk dilaksanakan. yang mengindikasikan adanya pengurangan inflamasi da reepitelisasi tetapi sisa permukaan masih berkilau. poket periodontal. Pada tahap selanjutnya. yaitu: 1. Perjanjian harus direncanakan untuk perawatan giggivitis kronis. tetapi berkumur dengan chlorhexidine dapat dilakukan 2 atau 3 minggu. penghentian merokok dan kebiasaan lain yang dapat menyebabkan penyakit ini terjadi kembali. . pasien sering kali menghentikan perawatannya karena kondisi akutnya telah menurun. bagian terbesar dan yang kemerahan dari margin berkurang. Pasien harus di evaluasi kembali setelah satu bulan untuk memeriksa oral hygine. Perubahan gingiva dengan penyembuhan Karakteristik lesi NUG mengalami perubahan mengikuti rangkaian penyembuhan dari respon perawatan. serta untuk menghilangkan semua bentuk iritasi lokal. hemoragi. bagaimanapun ini adalah saat dimana perawatan lebih lanjut pasien dengan masalah periodontal kronis seharusnya dimulai. kebiasaannya. yang mengindikasikan adanya inflamasi yang disebabkan oleh nekrosis dan infiltrasi bakteri ke jaringan yang kehilangan fungsi barier epitel normal. depresion seperti kawah pada ginggiva. 2.

Plak kontrol yang efektif oleh pasien penting untuk membentuk dan menjaga kontur ginggiva normal pada area gigi yang ireguler. permukaan tekstur dan kontur ginggiva normal diperbaiki. 2. penyembuhan seringkali menyebabkan margin ginggiva berbentuk shelflike. Bagaimanapun jika kehilangan tulang interdental. yang mungkin menjadi masalah estetik dan menyerupai penyimpanan plak dan inflamasi ginggiva rekuren. 4. Acute Herpetic Gingivostomatitis 2. termasuk keratinisasi. reduksi atau inflamasi. Hal ini dapat dikoreksi oleh usaha untuk memperbaiki kehilangan jaringan melalui prosedur plastic periodontal atau dengan pembentukan kembali ginggiva dengan cara pembedahan. Hal ini diikuti tanda awal dari pemulihan kontur dan warna normal ginggiva.2. Pertimbangan Perawatan Tambahan Kontur ginggiva sebagai prosedur adjunctive Pada kasus nekrosis ginggiva yang parah. atau jika seluruh papila hilang. penyembuhan sering kali mengarah pada pemulihan kontur ginggiva normal. bentuk gigi ireguler. konsistensi. Pada tahap akhir. Etiologi . meskipun arsitektur normal ginggiva didapatkan hanya setelah beberapa minggu atau beberapa bulan. Bagian akar yang terlihat oleh penyakit akut dapat ditutupi dengan ginggiva yang sehat.3.1. warna. yang mengindikasikan dibentuk kembali fungsi barier epitel normal.2.

Gambaran Klinis Gingivostomatitis ulseratif akut terjadi sebagai akibat replikasi virus dalam jaringan yang terkena.3. Perawatan Terapi supportive symptomatic termasuk obat kumur clorhexidine. langit-langit dan di bagian dalam pipi. 2. agen antivirus dengan melakukan perlawanan terhadap HSV. tenggorokan. Dosis standard 200mg acyclovir. Di dalam rongga mulut dapat timbul vesikel (gelembung) berukuran kecil yang umumnya berkelompok dan dapat dijumpai di bagian dalam bibir. lidah. Ada reaksi inflamasi lebih besar dan akibatnya edema dan eritema. Menggunakan acyclovir. soft diet. Lesi individual dapat dimulai sebagai vesikula tetapi mungkin meluas ke mukosa dan lapisan kulit dalam.2. HSV terletak tersembunyi di jaringan saraf dan jaringan orofasial 2.2. . Seperti infeksi primer.2. dan cukup minum.HSV pada mulanya menginfeksi sel epitel tidak berkeratin pada mukosa oral untuk menghasilkan intra epithelial blisters. Gusi dapat membengkak dan mudah berdarah. terapi analgesik.

multivitamin syrup 1X1 sendok the tetap dilanjutkan. Pasien disarankan untuk kontrol seminggu kemudian. Terapi Chlorhexidine obat kumur 3X sehari. Kunjungan II : Lesi pada rongga mulut dibersihkan dengan povidone iodine 10% dan diulasi dengan triamsinolone acetonid 0. Penatalaksanaan Kunjungan I : Di klinik lesi diulasi dengan povidone iodine 10% setelah itu diulasi dengan triamsinolone acetonid 0. 2. Dosis harus dikurangi setengahnya untuk anak dibawah 2 tahun.1%.2.5 kali sehari selama 5 hari. . Pasien diberi resep Chlorhexidine obat kumur 3X sehari. multivitamin syrup 1X1 sendok teh dan dianjurkan minum susu yang mengandung tinggi protein dan tinggi kalori dan dianjurkan untuk control dalam waktu 5 hari kemudian.4.1%.

Related Interests