Latar Belakang

Selama mempelajari mikroba, kita tahu satu hal bahwa ukuran mikroorganisme atau
mikroba sangat kecil, oleh karena itu informasi yang dapat diperoleh tentang sifat-sifatnya dari
pemeriksaan terhadap individu itu terbatas. Pengamatan sifat-sifat seperti bentuk, susunan, permukaan,
pengkilatan dan sebagainya dapat dilakukan dengan pandangan biasa tanpa menggunakkan mikroskop,
pengamatan ini disebut pengamatan makroskopi.Supaya sifat-sifat tersebut tampak jelas, bakteri perlu
dibiakkan pada medium padat yaitu dengan cara isolasi bakteri. Isolasi adalah mengambil
mikroorganisme yang terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam suatu medium buatan.
Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal
dari campuran bermacam-macam mikroba. Cara isolasi bakteri dilakukan dengan metode tuang (pour
plate), metode goresan (streak plate), metode miring (slant culture), dan metode tegak (stab culture).
Praktikum kali ini kami semua menggunakan medium NA (Nutrien Agar). Dimana medium ini berfungsi
sebagai tempat mikroba itu tumbuh. Mikroorganisme yang dibiakkan di laboratorium pada medium
yang terdiri dari bahan nutrient. Biasanya pemilihan medium yang dipakai bergantung kepada banyak
faktor seperti seperti apa jenis mikroorganisme yang akan ditumbuhkan.
Perbenihan untuk pertumbuhan bakteri agar dapat tetap dipertahankan harus mengandung semua zat
makanan yang diperlukan oleh organisme tersebut. Faktor lain seperti PH, suhu, dan pendinginan harus
dikendalikan dengan baik.

Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam danmenumbuhkannya dalam suatu
medium buatan. Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba
lainnya yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini dapat dilakukan
denganmenumbuhkannya dalam media padat sel-sel mikroba akan membentuk suatu koloni sel yang
tetap pada tempatnya. Isolasi bakteri atau biakan yang terdiri dari satu jenis mikroorganisme (bakteri)
dikenal sebagai biakan murni ataubiakan aksenik. Biakan yang berisi lebih dari satu macam
mikroorganisme (bakteri) dikenal sebagai biakan campuran, jika hanya terdiri dari dua jenis
mikroorganisme, yang dengan sengaja dipelihara satu sama lain dalam asosiasi, dikenal sebagai biakan
dua-jenis
Persyaratan utama bagi isolasi dan kultivasi fage adalah harus adanya kondisi optimum untuk
pertumbuhan organisme inangnya. Sumber bakteriofage yang paling baik dan paling utama adalah
habitat inang. Sebagai contoh fage koli yang di jumpai di dalam pencernaan dapat diisolasi dari limbah
atau pupuk kandang. Hal ini dilakukan dengan sentifugasi atau filtrasi bahan sumbrnya dan penambahan
kloroform untuk membunuh sel-sel bakterinya (Adams, 2000).
Ada beberapa cara yang digunakan untuk bakteri, fungi, dan khamir dengan metode garis, metode
tuang, metode sebar, metode penuangan, serta micromanipulator. Dua diantaranya yang paling sering
banyak digunakan adalah teknik cawan tuang dan cawan gores. Kedua metode ini didasarkan pada

prinsip yang sama yaitu mengencerkan organisme sedemikian rupa sehingga individu species dapat
dipisahkan (plezar, 2006)
Mikroorganisme dibiakkan di laboratorium pada medium yang terdiri dari bahan nutrient. Biasanya
pemilihan medium yang dipakai bergantung kepada banyak faktor seperti seperti apa jenis
mikroorganisme yang akan ditumbuhkan.
Perbenihan untuk pertumbuhan bakteri agar dapat tetap dipertahankan harus mengandung semua zat
makanan yang diperlukan oleh organisme tersebut. Faktor lain seperti PH, suhu, dan pendinginan harus
dikendalikan dengan baik (Buckle, 2007)
Selain untuk tujuan diatas medium juga memiliki fungsi lain, seperti tempat untuk mengisolasi, seleksi,
evaluasi dan diferensiasi biakan yang didapatkan. Agar tiap-tiap medium memilki karakteristik yang
sesuai dengan tujuan sehingga seringkali digunakan beberapa jenis zat tertentu yang mempunyai
pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba (Suriawiria, 2005). Beberapa indikasi
pembiakan pada laboratorium mikrobiologi meliputi:
1.

Pengasingan (isolasi) mikroba pada biakan bakteri

2.

Menunjukan sifat khas mikroba.

3.

Untuk menentukan jenis mikroba yang diisolasi dengan cara-cara tertentu.

4. Untuk mendapatkan bahan biakan yang cukup untuk membuat antigen dan percobaan serologi
lainnya.
5.

Menentukan kepekaan kuman terhadap antibiotik.

6.

Menghitung jumlah kuman

7.

Mempertahankan biakan mikroba.

Mikroorganisme tidak memerlukan banyak ruangan untuk perkembangannya, sebab itu media
buatan (agar) dapat dimasukkan ke dalam sebuah tabung percobaan labu atau cawan Petri. Pada
permulaannya tabung atau cawan Petri harus dalam keadaan steril (bebas dari setiap mikroorganisme
hidup) lalu setelah itu dimasukkan mikrobia yang diinginkan, tabung atau cawan harus dilindungi
terhadap kontaminasi dari luar. Sumber utama pencemaran dari luar adalah udara, yang banyak
mengandung mikroorganisme yang berterbangan. Bentuk cawan petri, dengan tutup yang saling
menyelubungi, dirancang untuk mencegah pencemaran udara. Pencemaran tabung atau labu dihindari
dengan cara menyumbat mulutnya dengan penutup yang cocok, biasanya dengan kapas.
Permukaan luar cawan biakan yang menjadi sasaran pencemaran, dan bagian dalam labu atau
tabung akan tercemar bila dibuka untuk memasukkan atau mengeluarkan bahan. Bahaya ini dapat
dihindari dengan cara membakar bibir atau pinggiran cawan, tabung atau labu dalam api, segera setelah
penutup dibuka dan dibakar sekali lagi pada waktu akan ditutup.

Ada empat cara isolasi bakteri yaitu :
Pour plate atau shake culture
Beberapa ml suspensi bakteri dicampur dengan mediaum yang masih cair (belum membeku) dengan
demikian akan diperoleh piaraan adukan. Digunakan untuk mengencerkan atau mengisolasi yang
terdapat pada contoh. Setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu, koloni akan tumbuh pada
permukaan dan bagian bawah agar.
Streak Plate atau culture
Ujung kawat imokulasi yang membawa bakteri digesekkan atau digoreskan dengan bentuk zig-zag pada
permukaan agar-agar dalam cawan Petri sampai meliputi seluruh permukaan. Untuk memperoleh hasil
yang baik diperlukan keterampilan, yang biasanya diperoleh dari pengalaman. Metode cawan gores
yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang
diinginkan. Dua macam kesalahan yang umum sekali dilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan
medium dengan sebaik- baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjadi kurang
lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel
- sel yang digores.
Slant culture
Ujung kawat yang membawakan bakteri digesekkan pada permukaan agar-agar miring dalam tabung
reaksi. Dapat dilakukan dengan cara menggoreskan secaa zig-zag pada permukaan agar miring
menggunakan jarum ose yang bagian atasnya dilengkungkan. Cara ini juga dilakukan pada agar tegak
untuk meminimalisir pertumbuhan mikroba dalam keadaan kekurangan oksigen. (Rusdimin, 2003)
Stab culture
Ujung kawat yang membawakan bakteri ditusukkan pada media padat (agar-agar) dalam tabung reaksi,
berbeda dengan slant culture permukaan agar-agar ini tidak miring. Media agar setengah padat dalam
tabung reaksi, digunakan untuk menguji gerak bakteri secara makroskopis

Karakteristik koloni bakteri hasil inokulasi merupakan salah satu bagian dalam identifikasi bakteri.
Beberapa bentuk koloni spesifik koloni bakteri pada media agar datar yaitu (Sutedjo dalam Sari, 2009) :
1.

Ukuran

• Titik
• Kecil
• Sedang

Papas Sinar Sinanti. Noorkomala. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek.• Besar 2. Jakarta: Pt Gramedia Sari. 2000. U.com/doc/24589708/TeknikIsolasi-M-O [24 Desember 2013]. 2009. bergelombang secara beraturan (lobate ) • Bergelombang (undulate ) • Bergerigi (serrate ) • Seperti filamen (filamentous) Adams. Jakarta Waluyo. Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang .http://www. M. Warna koloni Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan tidak kontras dengan air. Mikrobiologi Terapan. University of Surrey. Jakarta : UI Press Rusdimin. L. Suriawiria. Oleh karena itu pengamatan tanpa pewarnaan menjadi lebih sukar dan tidak dapat digunakan untuk melihat bagian-bagian sel dengan teliti 3. 2004. 2005.R. 2007. 2003. Food Microbiology. Mikrobiologi Umum. New York Buckle.scribd. di mana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. Mikrobiologi Dasar.2006. Guildford. Teknik IsolasiMikroorganisme. Bentuk koloni • Bundar • Tidak beraturan • Rhizoid (tersebar seperti akar) 4. Bentuk bagian tepi koloni (margin ) • Rata (entire) • Tidak rata. Dasar-Dasar-Mikrobiologi. Universitas Gajah Mada: Yogyakarta Plezar.

.

Metode cawan gores yang dilaksanakan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan. Metode cawan gores Metode ini mempunyai dua keuntungan. 2004). Hal ini dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat. Dengan anggapan bahwa setiap koloni dapat terpisah dari satu jenis sel yang dapat diamati (Afrianto. Karena konsentrasi sel-sel mikroba di dalam spesimen pada umunya tidak diketahui sebelumnya. sel-sel mikroba akan membentuk koloni sel yang tetap pada tempatnya (Nur. .Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lain yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Dua diantaranya yang paling sering digunakan adalah metode cawan gores dan metode cawan tuang. Yang didasarkan pada prinsip pengenceran dengan maksud untuk memperoleh spesies individu. Metode cawan tuang Cara lain untuk memperoleh koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme adalah dengan mengencerkan spesimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan ( ±50 oC ) yang kemudian dicawankan. 2005). Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan isolasi mikrobayaitu antara lain : Sifat setiap jenis mikroba yang akan diisolasi Tempat hidup atau asal mikroba tersebut Medium pertumbuhan yang sesuai Cara menginokulasi mikroba. antara lain digunakan dalam mengidentifikasi mikroba. 2007). Dikenal beberapa cara atau metode untuk memperoleh biakan murni dari suatubiakan campuran. ada dua metode yang dilakukan untuk memperoleh biakan murni yaitu : 1. fisiologi dan serologi dibutuhkan mikroba yang berasal dari satu spesies (Dwidjoseputro. yaitu menghemat bahan dan waktu. maka pengenceran perlu dilakukan beberapa tahap sehingga sekurangkurangnya satu di antara cawan tersebut mengandung koloni terpisah di atas permukaan ataupun di dalam agar. dan Asnani. Biakan murni diperlukan dalam berbagai metode mikrobiologis. Metode Isolasi Menurut Hadioetomo (1993).e) cara menginkubasi mikroba Cara menguji bahwa mikroba yang diisolasi telah berupa kultur murni dansesuai dengan yang dimaksud Cara memelihara agar mikrobia yang telah diisolasi tetap merupakan kultur murni. Untuk mengamati ciri-ciri kultural morfologi. 2. Metode ini memboroskan bahan dan waktu namun tidak memerlukan keterampilan yang tinggi. I.

Metoe agar tuang berbeda dengan metoe gores kuadran.1 mL untuk disebarkan pada suatu medium padat. bila metode ini dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme. 2011). Metode ini juga perlu dilakukan pengencaran dengan beberapa serial pengenceran. 3) Isolasi sel tunggal . tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair. kemudian ditempatkan dalam mikromanupulator. Teknik Micromanipulator Mengambil satu bakteri dengan mikropipet yang ditempatkan dalam mikro manupulator. Teknik Sebar (spread plate) Teknik isolasi dan mikroba dengan cara menyebarkan mikroba pada permukaan media yang akan digunakan (Trianda. 2) Isolasi pada medium cair Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan (medium padat). yaitu : metode gaores kuadran dan metode agar cawan tuang. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. cawan tunag menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan yang kemudian dicawankan. Metode gores kuadran .kira 1 mL untuk diencerkan lebih lanjut. pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas permukaan atau di dalam cawan. Dari hasil pengenceran ini kemudian di ambil kira. Teknik Pengenceran (dilution method) Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam. 4. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar . terdapat berbagai cara untuk mengisolasi mikroba yakni : 1) Isolasi pada cawan Prinsip pada metode isolasi pada cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya.3. Bahwa koloni tunggal yang kita peroleh tersebut merupakan koloni yang murni. maka kita dapat mengulang pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel (Trianda.macam spesies diencerkan dalam suatu tabung yang tersendiri. dimana setiap koloni berasal dari setiap sel. kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni yang akan tumbuh dalam mdium tersebut. Dalam hal yang demikian ini dapat kita jadikan piaraan murni. Menurut Admin (2008). Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada cawan. 2011) 5. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0. Kemudian ditempatkan dalam medium encer untuk dibiakkan ( Trianda. 2011). Jika kita belum yakin. akan tetapi mungkin juga kita hanya akan memperoleh satu koloni saja.

Metode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang tiak
dapat diisolasi dengan metode agar cawan atau medium cair, sel mikroorganisme dilihat dengan
menggunakan pembesaran sekitar 100 X, kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan pipet
kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator yang dilakukan secara aseptik.
http://disachem.blogspot.com/2012/04/laporan-mikrobiologi-teknik-isolasi.html
(diakses pada tanggal 12 Desember 2012)
http://www.scribd.com/doc/43096211/isolasi-mikroba
(diakses pada tanggal 12 Desember 2012)
http://maskiahbiologi09.blogspot.com/2012/05/teknik-isolasi-mikroba.html
(diakses pada tanggal 12 Desember 2012)
Latar Belakang
Mikroba yang hidup di alam terdapat dalam bentuk populasi campuran. dan dijumpai sebagai spesies
yang tunggal. Dengan demikian, agar mikroba tersebut dapat diidentifikasikan, sehingga mudah
dipelajari sifat pertumbuhan, morfologis, dan fisiologis masing-masing mikroba maka langkah pertama
yang harus dilakukan yaitu spesies tersebut dipisahkan dari organisme lain yang umum dijumpai dalam
habitatnya, kemudian ditumbuhkan menjadi biakan murni yaitu suatu biakan yang terdiri dari sel-sel
dari satu spesies.
Mikroorganisme tersebar luas di dalam lingkungan baik di tanah, air, maupun udara. Keberadaan
mikroorganisme baru dapat kita rasakan melewati makanan yang kita konsumsi dan sebagai akibatnya
produk pangan jarang sekali yang steril dan umumnya tercemar oleh berbagai mikroorganisme. Bahan
pangan selain merupakan sumber gizi bagi manusia, juga sebagai sumber makanan bagi perkembangan
mikroorganisme. Pertumbuhan atau perkembangan mikroorganisme dalam makanan sangat erat
hubungannya dengan kehidupan manusia.
Mikroorganisme merupakan mahluk hidup yang sangat banyak, baik ditanah, air maupun udara. Untuk
itu perlunya isolasi maupun permurnian untuk mendapatkan mikroorganisme tersebut. Populasi yang
besar dan kompleks dengan berbagai mikroba terdapat dalam tubu manusia termasuk dimulut, saluran
pencernaan dan kulit. Isolasi adalah cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari
lingkungannya, sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni. Kultur murni ialah kultur yang sel-sel
mikrobianya berasal dari pembelahan dari satu seltunggal. Kultur murni atau biakan murni diperlukan
karena semua metode mikrobiologis yang digunakan untuk menelaah dan mengidentifikasi
mikroorganisme, termasuk penelaahan ciri-ciri kultural, morfologis, fisiologis,maupun serologis,
memerlukan suatu populasi yang terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Dari penguraian di atas
menjadi latar belakang mengapa dilakukan praktikum ini.
B. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dilakukannya praktikum isolasi mikroba yaitu untuk mengetahui bagaimana cara
mengisolasi mikroba dengan baik dan benar.
Kegunaan dari praktikum ini adalah praktikan mampu mengetahui bagaimana cara dan prosedur
mengisolasi mikroba dengan baik dan benar, sehingga kedepannya kita menjadi terampil jika
mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan mikroba.

II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Isolasi mikroba
Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam
suatu medium buatan. Proses pemisahan atau pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan
karena semua pekerjaan mikrobiologis, misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan
suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Prinsip dari isolasi mikroba
adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal dari campuran bermacammacam mikroba. Hal ini dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat sel-sel mikroba
akan membentuk suatu koloni sel yang tetap pada tempatnya. Jika sel-sel tersebut tertangkap oleh
media padat pada beberapa tempat yang terpisah, maka setiap sel atau kumpulan sel yang hidup akan
berkembang menjadi suatu koloni yang terpisah, sehingga memudahkan pemisahan selanjutnya
(Dwidjoseputro, 1998).
Media cair, sel-sel mikroba sulit dipisahkan secara individu karena terlalu kecil dan tidak tetap tinggal di
tempatnya. Akan tetapi bila sel-sel itu dipisahkan dengan cara pengenceran, kemudian ditumbuhkan
dalam media padat dan dibiarkan membentuk koloni, maka sel-sel tersebut selanjutnya dapat diisolasi
dalam tabung-tabung reaksi atau cawan petri-cawan petri yang
terpisah (Dwidjoseputro, 1998).

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam mengisolasi mikroorganisme menurut Dwidjoseputro,
(1998) adalah sebagai berikut :
1. Sifat dan jenis mikroorganisme
2. Habitat mikroorganisme
3. Medium pertumbuhan

4. Cara menginokulasi dan inkubasi
5. Cara mengidentifikasi
6. Cara pemeliharaannya
Menurut Agus Krisno Terdapat beberapa macam cara mengisolasi mikroba, yaitu sebgai berikut ini:
1. Isolasi pada agar cawan
Prinsip pada metode isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh
individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. Setiap koloni yang terpisah yang tampak
pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. Terdapat beberapa cara dalam
metode isolasi pada agar cawan, yaitu: Metode gores kuadran, dan metode agar cawantuang.Metode
gores kuadran. Bila metode ini dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme,
dimana setiap koloni berasal dari satu sel. Metode agar tuang. Berbeda dengan metode gores kuadran,
cawan tuang menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan (500C), yang kemudian
dicawankan. sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas
permukaan atau di dalam cawan.
2.

Isolasi pada medium cair

Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan
(medium padat), tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair. Metode ini juga perlu dilakukan
pengenceran dengan beberapa serial pengenceran. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk
mendapatkan satu sel semakin besar.
3. Isolasi sel tunggal
Metode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang tidak
dapat diisolasi dengan metode agar cawan/medium cair. Sel mikroorganisme dilihat dengan
menggunakan perbesaran sekitar 100 kali. Kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan
pipet kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator, yang dilakukan secara aseptis.
Cara mengisolasi mikroba dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu sebagai berikut ini:
a. Isolasi mikroba dengan cara penggoresan.
Tujuan utama dari penggoresan ini adalah untuk menghasilkan koloni-koloni bakteri yang terpisah
dengan baik dari suspensi sel yang pekat. Cara ini lebih menguntungkan bila ditinjau dari sudut ekonomi
dan waktu, tapi memerlukan ketrampilan yang diperoleh dengan latihan. Penggoresan yang sempurna
akan menghasilkan koloni yang terpisah. Ada beberapa teknik goresan, antara lain : Goresan T, Goresan
kuadran, Goresan radian, dan Goresan sinambung.
b. Isolasi mikroba dengan cara penaburan

seperti Rhizopus oligosporus. Metode cawan gores memiliki dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu.. Metode ini memboroskan bahan dan waktu namun tidak memerlukan keterampilan yang tinggi. Metode cawan gores Metode ini mempunyai dua keuntungan. Tempe Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus. tidak hanya pada permukaan. Karena konsentrasi sel-sel mikroba di dalam spesimen pada umunya tidak diketahui sebelumnya. Metode cawan tuang Cara lain untuk memperoleh koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme adalah dengan mengencerkan spesimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan yang kemudian dicawankan. Banyak sekali jamur yang aktif selama fermentasi.Cara penaburan ( pour plate) merupakan cara yang kedua di samping penggoresan untuk memperoleh biakan murni dari biakan campuran mikroba. yaitu menghemat bahan dan waktu. 2. oryzae. ada dua metode yang dilakukan untuk memperoleh biakan murni yaitu : 1. Supaya koloni yang tumbuh dalam cawan tidak terlalu banyak ataupun sedikit maka contoh diencerkan hingga beberapa kali pengenceran dan ditaburkan pada beberapa cawan. arrhizus. Menurut Hadioetomo (1993). Dua macam kesalahan yang umum sekali dilakukan oleh para mahasiswa yang baru mulai mempelajari mikrobiologi ialah tidak memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik-baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjadi kurang lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel-sel yang digoreskan (Ratna. Rh. Tekstur kompak juga disebabkan oleh miselia jamur yang menghubungkan biji-biji kedelai tersebut. 1990). maka pengenceran perlu dilakukan beberapa tahap sehingga sekurang-kurangnya satu di antara cawan tersebut mengandung koloni terpisah di atas permukaan ataupun di dalam agar. Rh. dan demikian pula koloni-koloni akan berkembang di seluruh media. Metode cawan gores yang dilaksanakan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme seperti yang diinginkan. Jamur yang tumbuh pada kedelai tersebut menghasilkan enzim-enzim yang mampu merombak senyawa . tetapi umumnya para peneliti menganggap bahwa Rhizopus sp merupakan jamur yang paling dominan. contohnya dalam mempelajari pertumbuhan koloni streptococcal pada sel-sel darah merah. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang lumayan yang biasanya diperoleh dari pengalaman. Untuk beberapa tujuan hal ini menguntungkan. atau Rh. B. Cara ini berbeda dari cara penggoresan dimana media agar diinokulasi dalam keadaan tetap cair yaitu pada suhu 450C.Warna putih pada tempe disebabkan adanya miselia jamur yang tumbuh pada permukaan biji kedelai. stolonifer (kapang roti). sehingga membentuk padatan kompak berwarna putih. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai “ragi tempe”. Metode cawan gores yang dilaksanakan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan.

tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia). biasanya pembudidaya mengatur kondisi pH yang rendah (sekitar 3. Rhizopus Oligosporus Rhizopus oligosporus termasuk dalam jenis fungi berfilamen sehingga disebut juga kapang (mold) Rhizopus oligosporus. dan lain-lain. PDA (Potato Dextrose Agar) Potato Dextrose Agar (PDA) merupakan media yang sangat umum yang digunakan untuk mengembangbiakkan dan menumbuhkan jamur dan khamir. Bubuk kentang dan juga dextrose merupakan sumber makanan untuk jamur dan khamir. 1:1000. lemak. Namun. Pengenceran biasanya dilakukan 1:10. Komposisi Potato Dextrose Agar ini terdiri dari bubuk kentang. kanker. dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Larutan Fisiologis Larutan pengencer/ larutan fisiologis adalah larutan yang digunakan untuk mengencerkan contoh pada analisis mikrobiologi. (Feny. industri produk susu dan juga kosmetik menggunakan PDA untuk menghitung jumlah mikroorganisme pada sample.5) dan juga menambahkan asam atau antibiotik untuk menghambat terjadinya pertumbuhan bakteri. dan seterusnya. Hifa terinfiltrasi pada kedalaman 742 µm / sekitar 25% rata-rata lebar kotiledon kedelai.9 % NACl yang terkandung didalamnya. maka protein. hipertensi. Potato Dextrose Agar juga bisa digunakan untuk menghitung jumlah mikroorganisme menggunakan metode Total Plate Count. 1:100. jantung koroner. Komposisi gizi tempe baik kadar protein. Rhizopus oligosporus membentuk hifa penetrasi rata-rata 1400 µm2 ( ± 300 µm2 ) di luar permukaan kotiledon dan 1010 µm2 ( ± 340 µm2 ) pada bagian dalam ( flat ). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare. Kapang ini digunakan dalam pembuatan tempe melalui fermentasi dengan bahan dasar kedelai. penurun kolesterol darah. 2011). sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur (Freddish. dan lain-lain). Larutan Fisiologis ini lebih tepatnya medium setengah padat karena mengandung 0. Oleh karena itu. 2013). karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe. D. Tempe berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas. Karena fungsinya yang dapat mengembangbiakkan jamur. 2007). C. Medium sintetis juga bias dibilang bagian dari larutan fisiologis karena Larutan fisiologis ini sudah diketahui jumlah. dextrose dan juga agar.organik kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga senyawa tersebut dengan cepat dapat dipergunakan oleh tubuh (Krisno. jenis dan takarannya. Anonim I (2013). dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. diabetes melitus. Untuk memaksimalkan pertumbuhan bibit jamur. lemak. Pengenceran dilakukan untuk memperoleh jumlah mikroba terbaik untuk dapat dihitung yaitu antara 30 sampai 300 sel mikroba per ml. sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis. sekarang ini PDA juga banyak digunakan oleh pembudidaya jamur seperti jamur tiram. pencegah penyakit jantung. Perindustrian seperti industri makanan. E. Kemudian proses fermentasi .

com /2013/08/fermentasitempe. Fermentasi Tempe. Diakses pada tanggal tanggal 16 September 2013Makassar. 2013. dan penetrisi miselia jamur tempe ke dalam jaringan biji kedelai (Auliah. Sedangkan Rhizopus oryzae memiliki diameter sporangium lebih dari 150 µm.wordpress. biosintesa vitamin-vitamin B. Proses fermentasi mengakibatkan semakin meningkatnya nilai protein dan gizi dibandingkan dengan bahan dasarnya yaitu kedelai. 17 September 2013. S. Jakarta : Gramedia.html. R.. Larutan fisiologis.blogspot. 2011. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Hadioetomo. Potato Dextrose Agar (PDA). Krisno. Ratna. Makassar. Dwidjoseputro. serta adanya pengaruh dari enzim β-glukosidase yang menghidrolisis glukosida isoflavon sehingga kandungan daidzein-genistein dalam tempe meningkat yang berfungsi sebagai antioksidan terhadap kanker (Auliah. Firdaus.com/2007/10/04/khasiatdan-kandungan-gizi-tempe/. com/2011/01/13/peranan-rhizopus-oryzae-pada-industri-tempe-dalam-peranan-peningkatan-gizipangan/.terjadi secara aerob melalui lubang berpori pada pembungkus. 2013). Sri. Peranan Rhizopus Oryzae Pada Industri Tempe Dalam Peranan Peningkatan Gizi Pangan http://aguskrisnoblog. http://creation-of-fma. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Diakses pada hari Selasa. DAFTAR PUSTAKA Anonim I . Djambatan : Jakarta. 1993.com/2013/01/larutanfisiologis.wordpress. sporangium dengan diameter 80 –120 µm dan pada saat 7 hari akan pecah yang menyebabkan spora keluar kolumela dengan diameter 25-75 µm. perkecambahan spora.html. protein dalam kedelai dapat terurai menjadi asam-asam amino yang mudah dicerna oleh tubuh dan oleh enzim fitase yang berfungsi memecah fitat yang merugikan yaitu mengikat beberapa mineral sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal dalam tubuh. Pada proses fermentasi.mediaagar. 1990. http://www. kebutuhannya akan senyawa sumber karbon dan nitrogen.2013 . Khasiat dan Kandungan Gizi Tempehttp://freddish. Beberapa sifat penting dari Rhizopus oligosporus antara lain meliputi aktivitas enzimatiknya. Agus. Di akses pada tanggal 16 September 2013 Makassar Auliah. Di akses pada tanggal 17 September 2013 Makassar Freddish. 2013).com/blog/potatodextrose-agar-pda/. Feny. kemampuan menghasilkan antibiotika. http://auliafirdauss. 2013 . Gramedia :Jakarta. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2012.blogspot.. 2007. Rhizopus oligosporus biasanya memiliki rhizoid yang pendek. 1980. . Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Makassar. kolumela dengan diameter lebih dari 100 µm.

Meskipun seseorang mandi lima kali sehari dan rajin merawat kulit di salon kecantikan. mikroba terdapat diseluruh bagian tubuh manusia baik di luar tubuh. Flora tetap (Resident Flora) b. Untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan bakteri dan jamur pada kulit. maupun dalam tubuh. Streptococcus. yaitu Staphylococcus. Campuran organisme secara teratur ditemukan pada setiap situs anatomi disebut sebagai flora normal. Flora sementara (Transient Flora) Beberapa bakteri cenderung hidup permanen di kulit. dan Corynebacteria(Musjaya. otak. Untuk mengetahui tehnik isolasi flora normal 2. MANFAAT Dengan adanya praktikum ini. biasanya bebas dari mikroorganisme. dijamin tak ada kulit yang seratus persen bebas dari mikroorganisme atau yang lebih dikenal dengan sebutan kuman. Mikroflora normal merupakan sekumpulan mikroorganisme yang hidup pada kulit dan selaput lendir (mukosa) pada manusia normal dan sehat. Untuk mengetahui biakkan murni 3. seperti mulut. dll. Tidak hanya di kulit. Flora normal manusia terdiri dari beberapa eucaryotic jamur dan protista. yang terus-menerus berhubungan dengan lingkungan hidup organisme dan menjadi mudah dijajah oleh berbagai jenis mikroba.Di tubuh manusia terdapat mikroorganisme yang menguntungkan dan merugikan. yang terdiri atas empat genus. jaringan permukaan. TUJUAN Praktikum ini bertujuan untuk : 1. . B. diharapkan kita dapat mengidentifikasi bakteri dan jamur. Pada hewan yang sehat. serta kita dapat melakukan pencegahan terhadap infeksi bakteri dan jamur. hidung. selangkangan dan nafas C. jaringan internalnya. mulut. Mikroflora normal pada kulit dapat dibagi menjadi : a. rambut. maupun usus (Musjaya. 2010). Namun. misalnya darah. 2012). 2012). telinga. yaitu kulit dan selaput lendir. kecuali oleh para peneliti di lapangan yang lebih suka istilah "pribumi mikroba". tetapi bakteri yang paling banyak dan jelas komponen mikroba flora normal (anonim. otot. Propionibacteria.

Mikroba tidak hanya terdapat dilingkungan. Namun beberapa virus. tetapi juga menghuni tubuh manusia. Escherichia coli tidak berbahaya di dalam . Hal ini memberikan petunjuk mengenai kemungkinan sumber dan pentingnya mikroorganisme yang teramati pada beberapa infeksi klinis. Sebagai contoh. Kebanyakan flora normal yang terdapat pada tubuh manusia adalah dari jenis bakteri. Mikroba pada tubuh manusia yang sehat perlu diketahui karena alasan-alasan berikut: 1. 2. Diketahuinya hal ini dapat membantu menduga macam infeksi yang mungkin timbul setelah terjadinya kerusakan jaringan pada situs-situs yang khusus. 2010). Mikroba yang secara alamiah menghuni tubuh manusia disebut flora normal. atau mikroba (Pelczar.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Manusia secara konstan berhubungan dengan beribu-ribu mikroorganisme. Selain itu juga disebutkan bahwa. flora normal adalah kumpulan mikroorganisme yang secara alami terdapat pada tubuh manusia normal dan sehat. dan protozoa juga dapat ditemukan pada orang sehat (anonim. 2008). jamur.

Kulit Kulit secara konstan berhubungan dengan bakteri dari udara atau dari benda-benda. dan Lactobacillus (Pelczar. . 2008). dan telinga. Actinomyces. 2008) 2. tetapi kebanyakan bakteri ini tidak tumbuh pa. banyak bergantung pada kesehatan pribadi masing-masing individu (Pelczar. Mikroba mulut atau rongga mulut sangat beragam. adanya makanan terlarut secara konstan dan juga partikel-partikel kecil makanan membuat mulut merupakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Kebanyakan bakteri ini adalah spesies Staphylococcus seperti S. 1. dapat juga dijumpai bakteri Branhamella catarrhalis dan Haemophilus influenzae (Pelczar. seperti Propionibacterium acnes. staphylococus seperti S. aureus serta sianobakteri aerobic. Beberapa jam sesudah lahir. suatu peradangan pada selaput lendir organ ini. mulut. saluran urogenital. S. Veillonella. 2008). Flora normal biasanya ditemukan di bagian-bagian tubuh manusia yang kontak langsung dengan lingkungan misalnya kulit. mata. 2008). penyebab jerawat (Pelczar. terdapat peningkatan jumlah mikroorganisme sedemikian sehingga di dalam waktu beberapa hari spesies bakteri yang khas bagi rongga mulut menjadi mantap. epidermidis. Didalam hulu kerongkongan hidung. usus. Jasad-jasad renik ini tergolong ke dalam genus Streptococcus. Hidung dan Nasofaring (“nasopharynx”) Flora utama hidung terdiri dari corinebakteria. 2005).da kulit karena kulit tidak sesuai untuk pertumbuhannya (Pelczar 2008) Kebanyakan bakteri kulit di jumpai pada epitelium yang seakan-akan bersisik (lapisan luar epidermis).usus tetapi bila memasuki kandung kemih dapat menyebabkan sistitis. 3. 3. epidermidis dan S. Mulut Kelembapan yang paling tinggi. Hal ini dapat membuat kita menaruh perhatian lebih besar terhadap infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang merupakan mikroba normal atau asli pada inang manusia (Pelczar. 2008). hidung. Neisseria. Jauh di dalam kelenjar lemak dijumpai bakteri-bakteri anaerobik lipofilik. 2008). aureus serta streptococcus (Jawetz. membentuk koloni pada permukaan sel-sel mati. Organ-organ dan jaringan biasanya steril (anonim.

Mikrooganisme yang mampu berkembang baik pada pH rendah ini dijumpai di dalam vagina dan mencakup enterococus.4 sampai 4. 2. Penumpukan glikogen pada dinding vagina disebakan oleh kegiatan indung telur. 2008). Isolasi mikroba merupakan aktivitas untuk menumbuhkan mikroorganisme di luar dari lingkungan alaminya.6. ureter dan kandung kemih bebas dari mikroorganisme. Sebagai akibat perombakan glikogen. agaknya disebabkan efek antibakterial yang dilancarkan oleh selaput lendir uretra dan seringnya epitelium terbilas oleh air seni. 3. Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Jamur memperoleh makanan dengan cara menyerap zat organik dari lingkungannya (anonim. Mikroba yang tumbuh pada medium NA adalah hanya bakteri. Tetapi jumlahnya berkurang di dekat kandung kemih. Bakteri ini mengubah glikogen yang dihasilkan epitelium vagina. BAB V PENUTUP A. sedangkan mikroba yang tumbuh pada medium PDA adalah kapang dan khamir. 2008). Candida albicans (Pelczar. Ciri populasi ini berubah menurut variasi daur haid. KESIMPULAN Adapun kesimpulan yang telah didapatkan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut : 1. dan di dalam proses tesebut menghasilkan asam. Penghuni utama vagina dewasa adalah Lactobacillus yang toleran terhadap asam. Jamur umumnya bersifat uniseluler (bersel banyak). Saluran Kemih Kelamin Pada orang sehat.4. namun bakteri pada umunya dijumpai pada uretra bagian bawah baik pada pria maupun wanita. maka pH di dalam vagina terpelihara pada sekitar 4. ginjal. . Biakan murni adalah biakan yang terdiri atas satu spesies yang ditumbuhkan dalam medium buatan. Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi.

permukaan kaki. lipatan tangan. lipatan tangan (ketiak). lipatan leher. mukosa mulut. Tidak hanya dikulit mikroba terdapat diseluruh bagian tubuh manusia baik di luar tubuh maupun dalam tubuh seperti mulut. kelembaban dan ada tidaknya nutrisi tertentu serta beberapa zat penghambat. Dengan diketahuinya flora normal yang terdapat pada tubuh manusia sebagai kesehatan masyarakat diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya . Di tubuh manusia terdapat mikoorganisme yang menguntungkan dan merugikan. Meskipun seseorang mandi lima kali sehari dan rajin merawat kulit disalon kecantikan.1 Latar Belakang Mikroflora normal manusia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai macam mikroorganisme seperti bakteri dan fungi yangmerupakan penghuni tetap dari bagian-bagian tubuh tertentu khususnya kulit. Streptococcus dari kelompok viridians merupakan kelompok organnisme yang biasa menghuni saluran nafas atas. Dalam membedakan bakteri pathogen ataupun mikroorganisme flora normal tidak memiliki batasan yang jelas karena hal tersebut bergantung dengan keadaan di lingkungan sekitar dan juga keadaan manusia dimana flora normal tersebut tumbuh. usus besar dan vagina. dijamin tidak ada kulit yang seratus persen bebas dari mikroorganisme atau lebih dikenal dengan sebutan kuman. Oleh karena itu melalui laporan ini kami membuktikan bahwa di tubuh kitaterdapat berbagai mikroorganisme baik bakteri maupun jamur yang bisa di perbanyak jumlahnya melalui uji coba menggunakan media NA dan PDA dengan sampel dari permukaan lipatan kulit leher. Contohnya. Dari uraian di atas maka yang melatarbelakangi untuk pembuatan laporan ini adalah mengetahui bagaimana cara mengisolasi dan mengidentifikasi flora normal yang ada pada vagina. telinga. vagina dan lipatan kaki. Bakteri ini terkadang sangat sulit dibedakan dengan bakteri pathogen yang menyebabkan penyakit pada setiap tubuh kita yang terluka maupun tidak terluka tetapi dihuni oleh bakteri pathogen tersebut. Flora normal ini dapat menimbulkan penyakit pada manusia yaitu pada kondisi tertentu. selangkangan. mukosa mulutdan selangkangan dengan menggunakan media NA dan PDA.praktikum isolasi flora normal BAB I PENDAHULUAN 1. Mikroorganisme ini bersifat komensal dimana pertumbuhan pada bagian-bagian tubuh tertentu bergantung kepada faktor fisiologis seperti suhu. maka mereka akan hidup di katup jantung yang rusak atau katup prostetik dan menimbulkan endokarditis infektif. Apabila masuk ke aliran darah dalam jumlah banyak. hidung maupun dalam usus.

Dari satu bagian tubuh dengan bagian tubuh yang lain flora normal bervariasi baik dalam hal jumlah maupun macamnya (Jawetz. Kebanyakan diantaranya merupakan bakteri yang sangat . tujuan percobaan ini yaitu : 1.1 Flora normal Flora normal adalah berbagai bakteri dan fungi yang secara tetap menghuni bagian tubuh tertentu. selalu berubah dari waktu ke waktu sesuai kondisi lingkungan setempat. Untuk mengetahui teknik isolasi flora normal pada tubuh manusia 2. walaupun keduanya dapat berada secara asimtomatik.3 Manfaat Adapun manfaat dari praktikum ini adalah praktikan dapat mengetahui teknik isolasi flora normal pada tubuh manusia. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. 1. Untuk mengetahui mikroorganisme yang terdapat pada sampel mikroba 1. Dapat membantu menduga macam infeksi yang mungkin ada pada tubuh manusia. tumbuh di beberapa bagian tubuh dalam keadaan tidak pernah statis. Mikroorganisme berada di dalam tubuh manusia. Pada tubuh dalam keadaan normal. kolon dan vagina. diperkirakan terdapat lebih kurang 10 12 bakteri yang menghuni kulit. Sebagai contoh. suatu peradangan pada selaput lendir organ ini.1 Pengertian 2.2 Tujuan Berdasarkan latar belakang di atas. orofaring. 1010 di mulut dan 1014 di saluran pencernaan. Escherichia coli tidak berbahaya di dalam usus tetapi bila memasuki kandung kemih dapat menyebabkanSistitis. 2005). Virus dan parasit tidak dianggap sebagai anggota flora normal. praktikan dapat mengetahui biakan murni dan jug adapt mengetahui mikroorganisme yang terdapat pada sampel mikroba. hal ini memberikan petunjuk mengenai kemungkinan sumber dan pentingnya mikroorganisme yang teramati pada beberapa infeksi klinis. Untuk mengetahui biakan murni 3. Serta praktikan mampu mengetahui mikroorganisme yang terdapat pada sampel mikroba sehinga dapat menaruh perhatian lebih besar terhadap infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang merupakan mikroba normal atau asli pada inang manusia.menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan. terutama kulit. Manusia sejak lahir berada di dalam biosfer yang penuh dengan mikroorganisme.

2005). sebelum menentukan penyebabnya.2 Isolasi flora normal Isolasi mikroba merupakan aktivitas untuk menumbuhkan mikroorganisme di luar dari lingkungan alaminya (Jawetz. 2. dan mampu beradaptasi (secara evolusi) terhadap hospes (Jawetz. 2. Berdasarkan fungsinya termasuk dalam medium umun yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri. Pepton banyak mengandung nitrogen sehingga baik digunakan sebagai bahan dalam pembuatan medium. Seorang klinisi atau ahli mikrobiologi klinik harus mengkorelasikan dengan data-data klinik pasien. Biasanya seorang ahli mikrobiologi klinik dituntut bertanggung jawab untuk mengidentifikasi mikroorganisme penyebab infeksi pada spesimen secara tepat. dalam waktu singkat. putih telur. . Nutrien Agar (NA) merupakan medium padat dilihat dari konsistensinya. 4. 2.1.2 Medium 2. 2005). Untuk menentukan mikroorganisme mana yang bertanggung jawab pada timbulnya infeksi di area mengandung flora normal adalah suatu pekerjaan yang sulit.2. dimana bahan-bahannya terdiri dari : 1. Ekstrak daging. proses pembuatannya dilakukan dalam kondisi steril. Untuk itu pengetahuan mengenai flora normal sangat penting dalam penegakan diagnosis penyakit infeksi (Jawetz. kemampuan menempel pada permukaan tubuh. Medium yang dibuat dalam percobaan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan mikroba. yaitu medium padat dan medium cair (Nurirjawati. Menurut Nurirjawati (2012). Pepton adalah protein yang terdapat pada susu kedelai.spesifik dalam hal kemampuan menggunakan bahan makanan. Oleh karena itu. 3. merupakan ramuan dasar dalam media biakan yang larut dalam air dan berfungsi sebagai sumber protein dan mineral. Dalam percobaan ini medium yang dibuat ada 2 macam berdasarkan konsistensinya.1 NA (Nutrient Agar) Medium merupakan bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang digunakan untuk menumbuhkan mikroba. 2012). Adanya flora normal pada beberapa bagian tubuh manusia sangat menyulitkan bagi seorang mokrobiolog untuk menentukan mikroorganisme penyebab infeksi pada spesimen klinik yang diperiksanya. Agar merupakan zat pemadat/pengeras medium yang bukan sebagai bahan makanan mikroba. Akuades berfungsi melarutkan bahan-bahan yang telah dicampurkan. 2005).

spesies Bacteroides. Jika di tusuk terasa mudah. Pada waktu pubertas. Air ekstrak kentang selanjutnya dituangkan ke dalam larutan agar-agar. 2.3 Bakteri/ jamur yang terdapat di vagina 2.3.4 sampai 4.3. Keuntungan pembentukan asam ini yaitu untuk mencegah bakteri yang bersifat pathogen dalam vagina. Lactobacil aerob dan anaerob ditemukan kembali dalam jumlah yang besar dan akan mempertahankan keasaman pH melalui pembentukan asam dari karbohidrat khususnya glikogen.2. kemudian dituangkan ke dalam cawan petri (Panjaitan.Klostridia. 2011).Streptokokus anaerob (Peptostreptokokus). Mikrooganisme yang mampu berkembang baik pada pH rendah ini dijumpai di dalam vagina dan mencakupEnterococus. Kemudian disterilkan di dalam autoclave selama kurang lebih 15 menit dengan suhu 121-1240C pada tekanan 1. Kemudian 15 gram agar-agar larut. Hal ini dapat diketahui dengan menusuk kentang dengan garpu. dan di dalam proses tesebut menghasilkan asam. Setelah Monopause. lactobacil aerob muncul dalam vagina dan menetap selama pH tetap asam. Saat Pubertas. Jika pH menjadi netral. 2. 2008).3 Etiologi .25 atm. Setelah menopause laktobasil kebali berkurang jumlahnya dan flora campuran muncul kembali. Gardnerella (Haemophilus) vaginalis. terdapat flora campuran kokus dan basil. maka pH di dalam vagina terpelihara pada sekitar 4. Setelah dididihkan. Lactobacil aerob dan anaerob ditemukan kembali dalam jumlah yang besar dan mempertahankan keasaman pH melalui pembentukan asam dari karbohidrat khususnya glikogen. 2005). Saat lahir. Sebagai akibat perombakan glikogen.6.2 PDA (Potato Dextrose Agar) Pada pembuatan media Potato Dextrose Agar (PDA) kentang yang telah dikupas dan dipotongpotong dengan ukuran ± 1 x 1 x 1 cm sebanyak 200 gram direbus dalam 500 ml air suling sampai cukup empuk. Lactobacil aerob muncul dalam vagina dan menetap selama pH tetap asam. 2.3. Dalam flora normal vagina juga ditemukan Streptokokus hemilitikus grup B. Bakteri ini mengubah glikogen yang dihasilkan epitelium vagina. larutan ditambahkan air steril sampai volumenya menjadi 100 ml. Ureaplasma urealyticum. Setelah itu PDA dikeluarkan dan dibiarkan hingga dingin (10-20oC). dan kadang-kadang Listeria atau spesies Mobiluncus (Jawetz dkk. selanjutnya dekstrosa (dapat diganti dengan gula pasir) sebanyak 15 gram dimasukkan ke dalamnya. Apabila pH ini menjadi netral akan terdapat flora campuran yaitu coccus dan bacil.1 Pengertian Setelah lahir. larutan PDA dimasukkan ke dalam erlenmayer kemudian ditutup dengan kapas steril dan ditutup lagi dengan menggunakan aluminium foil. 2008). Larutan ini kemudian disaring dengan kain katun yang tipis. Penumpukan glikogen pada dinding vagina disebakan oleh kegiatan indung telur.2 Pathogenesis Penghuni utama vagina dewasa adalah Lactobacillus yang toleran terhadap asam. Candida albicans (Pelczar. berarti kentang telah mengeluarkan sarinya.2. Lactobacil akan berkurang jumlahnnya dan flora campuran coccus dan bacil akan muncul kembali (Pelczar.

Non-dermatofit hanya bisa menginfeksi sampai lapisan paling luar dari stratum korneum. pemeriksaan tidak dilakukan pada histopatologi. Tidak disarankan untuk membilas vagina dengan cairan-cairan yang dapat mengganggu keseimbangan pH vagina. 2. tetapi cukup untuk menemukan jamur (terutama hifa) dalam sediaan kulit yang dicurigai terinfeksi jamur (Mawarni. jamur ini menyerang daerah tangan dan kaki terutama daerah telapak dan sela-sela jari. 2.4 Pencegahan Menurut Hastini (2008).4. Memperhatikan bagaimana cara menggunakan cairan tersebut dengan benar dan apa efek samping yang harus diwaspadai selama menggunakan cairan antiseptik pembilas vagina tersebut. Untuk kedua jamur ini. sementara non-demartofit tidak mempunyai zat ini. bukan sebaliknya. Perbedaan ini disebabkan jamur dermatofit ini mengeluarkan zat tertentu (lipofilik dan proteofilik) untuk membuat epidermis ruptur. 2. Kurang menjaga kebersihan. Infeksi ini menular dari adanya kontak dengan debris keratin yang terinfeksi jamur di . 2.5 Pengobatan Pengobatan yang dapat dilakukan untuk keputihan yang masih ringan adalah dengan menggunakan larutan antiseptik khusus pembilas vagina yang dapat diperoleh di apotek.3. Menghindari pakaian dalam yang ketat atau bahan yang tidak menyerap keringat. mikroorganisme pada vagina yaitu : beberapa pencegahan untuk mengurangi berkembangnya 1. pangkal paha.3. gangguan dapat ditemukan mulai dari stratum basal sampai stratum korneum. 2008). bakteri atau virus mengakibatkan kuman baik menurun sehingga terjadinya perkembangan bakteri jahat (patogen) meningkat. 3.4 Bakteri/ jamur yang terdapat di kulit kaki 2. sehingga menyebabkan pH kewanitaan anda meningkat. Perbedaan kedua tipe ini dalam menginfeksi adalah posisi (kedalaman). 2012).Infeksi yang disebabkan jamur. (Hastini. Dermatofit bisa menginvasi ke dalam lapisan epidermis. 2.4. Dermatofit dan nondermatofit termasuk dalam kategori jamur yang menginfeksi daerah superfisialis kulit (epidermis). Tidak dapat menjaga kebersihan pada area kewanitaan anda akan menimbulkan masalah keputihan sehingga bakteri jahat (patogen) meningkat mengakibatkan terjadinya infeksi yang mudah menyebar ke area kewanitaan (Hastini. dan kulit kepala. Namun tidak semua produk pembersih vagina yang dijual di pasaran baik untuk kesehatan vagina.2 Pathogenesis Trichophyton rubrum. Membiasakan membasuh vagina dengan cara yang baik dan benar yaitu dengan gerakan dari depan ke belakang. 2008).1 Pengertian Infeksi jamur umumnya terjadi di kaki meskipun sebenarnya dapat pula terjadi pada berbagai bagian tubuh lain seperti tangan.

2. maka sebaiknya obatilah dengan obat kutu air. Kaki yang sering terkena air seperti saat mencuci juga akan memperbesar risiko tumbuhnya jamur kutu air (Mawarni.5 Bakteri/ jamur yang terdapat di selangkangan 2. 2. Kelompok yang sering terserang adalah petani. Mengalami gatal-gatal di bagian selangkangan dapat menjadi masalah tersendiri bagi siapa saja karena infeksi jamur bisa menyerang pria dan wanita(Supriono. 2. 2010).2 Pathogenesis .3 Etiologi Salah satu faktor dapat terjadinya infeksi jamur pada kaki adalah lingkungan yang lembab dan hangat merupakan tempat favorit bagi jamur. jamur dan kelembaban. Selangkangan sangat sensitif terhadap bakteri. 2010).4. atau kaus kaki basah dapat menyebabkan infeksi jamur pada kaki. Bagian yang lembab cukup mudah untuk terinfeksi jamur (Supriono. Tidak berganti-gantian memakai handuk ketika mandi. kemudian usahakan untuk tidak memakai sandal atau sepatu yang lembab atau basah.5. 2.tempat yang kelembaban tinggi (lingkungan berair) ataupun tertutup. karena biasanya kutu air sering hinggap di daerah-daerah tempat seperti itu. tukang cuci. Obat kutu air banyak didapat di apotek baik itu berupa salep maupun berupa tablet. 2012). 2012). Adapun yang berupa tablet cara melakukannya adalah dengan meminnya sesuai dengan aturan pakai (Mawarni.4 Pencegahan Untuk menghindari berkembangnya mikroorganisme pada daerah liparan kaki. 2010). sepatu plastik. karena ini bisa mengakibatkan timbulnya jamur pada kulit dan badan akan terasa gatal-gatal dan masih banyak lagi yang bisa membuat kutu air menyerang tubuh (Mawarni.4. Hal ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan kulit menjadi merah-merah atau luka (Supriono. Memakai sepatu basah. 2012). 2012).4. Penyebaran dari telapak kaki bisa sampai ke sela-sela jari dan bagian lateral kaki (Mawarni. menjaga kebersihan diri adalah hal penting yang harus dilakukan. 2. dan tentara yang sering memakai sepatu tertutup.5.1 Pengertian Selangkangan merupakan salah satu bagian tubuh yang mudah lembab karena ini merupakan bagian yang sering terlipat.5 Pengobatan Jika penyakit pada lipatan kaki sudah menyerang atau hinggap pada kulit. Cara melakukannya dengan mengoleskan salep pada daerah-daerah yang terasa gatal atau yang terkena kutu air. Gatal di selangkangan merupakan salah satu indikasi bahwa area di dekat kemaluan tersebut terinfeksi oleh jamur.

2. 2. 2. Kebersihan kulit 3.Tinea cruris adalah infeksi jamur yang terjadi di selangkangan.5. Mandi menggunakan sabun antiseptik Untuk mengatasi gatal mandi menggunakan sabun antiseptik merupakan salah satu solusinya. 2. Iklim panas dan kelembaban menyebabkan perspirasi meningkat 2. dilakukan untuk menghindari Memilih celana dalam yang agak longgar Menggunakan celana dalam yang tidak terlalu ketat dapat mengurangikelembaban di selangkangan sehingga jamur tidak menyebar lagi karena daerah yang lembab sangat sensitif terhadap jamur dan bakteri. terutama di lipatan bagian atas paha dan alat kelamin. 2010). Ruam ini gatal. Menggunakan obat tradisional yaitu gelugur dan asam kendis . Tinea cruris membentuk ruam yang dimulai pada daerah selangkangan. pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengobati perkembangan mikroorganisme pada daerah selangkangan yaitu : 1.3 Etiologi Menurut Supriono (2010). yaitu : 1.5. Ruam sering kali menyebar ke bagian dalam paha infeksi dapat menyebar ke kulit bagian lain dari tubuh (Supriono. 4.5 Pengobatan Menurut Supriono (2010).4 Pencegahan Menurut Supriono (2010). Menggunakan salep yang mengandung ketonazole. memiliki perbatasan merah dan bias menyebar. Meminum obat untuk anti gatal 3. mizonazole dan fungasol. pencegahan yang dapat berkembangnya mikroorganisme pada daerah selangkangan yaitu : 1. Saat ini banyak produk sabun mandi yang dilengkapi dengan antiseptik sehingga membuat jamur di selangkangan tidak tumbuh lagi dan mati. salah satu faktor dapat terjadinya infeksi candida yaitu faktor eksogen.5. Kebiasaan berendam kaki dalam air yang terlalu lama menimbulkan maserasi dan memudahkan masuknya jamur. misalnya pada trush. balanopostitis. 2. Kontak dengan penderita.

2. terutama pada hiperhidrosis. Beberapa pendapat mengatakan bahwa keringat yang dihasilkan kelenjar ekrin memperberat bromhidrosis apokrin dengan mendorong penyebaran lokal dari komponen keringat yang dihasilkan kelenjar apokrin dan meningkatkan kelembaban lingkungan untuk bakteri berkembang biak (Wibosono. Kelenjar apokrin banyak ditemukan di daerah aksila dan genital tetapi juga dapat ditemukan di dada. atau lipatan-lipatan di bawah payudara. Infeksi kulit terutama terjadi pada bagian-bagian tubuh yang basah.1 Pengertian Penyakit jamur yang disebabkan oleh spesies Candida disebutCandidiasis. Infeksi paling sering terdapat pada orang gemuk dan diabetes. Pada kebanyakan kasus tidak bersifat invasive atau mengancam nyawa.6. Candidiasis kulit yang terdapat pada lapisan terluar kulit merupakan bentuk yang paling sering dari infeksi Candida. Host di daerah aksila terdiri dari berbagai bakteri. kebanyakan berupa bakteri Gram positif. Kelenjar ini menghasilkan sejumlah kecil cairan berminyak yang tidak berbau saat mencapai permukaan kulit. namun hanya Diphtheroids yang menghasilkan bau badan khas (Wibosono. Sekresi kelenjar sebasea dan penguraian produk dari keratinisasi. Karakteristik bau bisa berhubungan dengan berbagai amino – aciduria. telinga (kelenjar seruminous). dapat menghasilkan bau tidak sedap. dan penyakit lain. degradasi bakteri terhadap keratin dapat menghasilkan bau tidak sedap. Aroma tubuh manusia dihasilkan dari kelenjar apokrin walaupun dapat berasal dari sumber lain. Beberapa pasien yang mengeluh bau badan dapat mengalami fobia atau paronia (Wibosono. 2009).6. Aerobic diphtheroids. Leyden menyatakan walaupun ada beberapa mikroorganisme yang merupakan flora normal aksila. Bau khas dihasilkan akibat penguraian oleh bakteri terhadap cairan berminyak(Wibosono. Keringat dapat memiliki bau khas seperti pada penyakit gout. 2009). hangat seperti ketiak. 2009). 2009). Kelenjar ekrin tersebar hampir di seluruh permukaan tubuh dan berhubungan dengan proses termoregulasi dengan menghasilkan keringat sedangkan kelenjar apokrin menyebabkan bau khas feromon. skrotum. scurvy.6 Bakteri/ jamur yang terdapat di lipatan tangan (ketiak) 2. seperti bawang putih dan arsen. Pada situasi tertentu. seperti Micrococcaceae. Mengkonsumsi beberapa makanan. Pengaruh hiperhidrosis pada bromhidrosis belum jelas. Ketika keringat yang dihasilkan kelenjar ekrin melembutkan keratin. lipatan paha. diabetes. alkohol. Sekresi apokrin berpengaruh terhadap produksi bau melalui aktivitas bakteri terhadap komponen yang dihasilkan. sekresi dari kelenjar ekrin yang tidak berbau dapat menghasilkan bau tidak sedap dan menyebabkan bromhidrosis ekrin. Daerah-daerah itu menjadi merah dan mengeluarkan cairan dan dapat membentuk vesikel (Simatupang. seperti bawang putih. 2009). dan area periorbital (kelenjar Moll). 2. kari. Sekresi kelenjar ekrin biasanya tidak berbau tetapi berbagai subtansi dapat diekskresikan.2 Pathogenesis Kelenjar sekretori manusia terdiri dari apokrin dan ekrin. dan beberapa obat (penisilin . dan Propionibacteria.

Bercak itu bakal tampak lebih jelas dan berpendar warna khusus jika dilihat di bawah lampu wood. 2009). faktor genetik juga berperan dan kondisi daya tahan tubuh yang sedang menurun seperti pada penderita yang mendapat pengobatan steroid dalam jangka waktu lama. 2010). . Penyakit ini biasanya disebabkan kulit berminyak. karena jamur dan bakteri adalah penyebab bau badan. salah satu faktor dapat terjadinya infeksi candida yaitu faktor eksogen. Gejala penyakit panu awalnya berupa bercak-bercak warna putih hingga kecoklatan. 2010). 2. Mengoleskan cuka putih pada ketiak dengan menggunaka kapas. Malassezia furfur merupakan bentuk spora yang merupakan penyakit baberubah menjadi pathogen (Andriana. dapat berbentuk teratur atau tidak teratur. jangan menggunakan deodoran sama sekali. lengan. untuk menjauhi bau ketiak dan badan pakailah baju berbahan katun yang bisa menyerap keringat (Mawarni. Maka dalam sesaat kemudian ketiak akan bebas dari bau.6.6. Kebersihan kulit 3.7. ketiak. menggunakan sabun deodoran atau menggunakan sabun herbal agar kulit bebas dari jamur.dan bromida) dapat menyebabkan bromhidrosis ekrin. serta kadang disertai sisik halus di atasnya.4 Pencegahan Tidak memakai pakai linen dan sutera karena bisa menyebabkan endapan keringat yang bisa menciptakan bau badan. 2.3 Etiologi Menurut Simatupang (2009). Lokasi tubuh yang paling sering diserang penyakit ini adalah dada punggung. 2. yaitu : 1. leher bahkan muka dan kulit kepala yang berambut (Andriana. tungkai atas. Iklim panas dan kelembaban menyebabkan perspirasi meningkat 2. Mandi minimal 2 kali sehari. Selain itu. terdapat flora normal yang berhubungan Pityrosporom sp. 2. keadaan tubuh yang cenderung lebih banyak berkeringat. Perubahan hormon. bromhidrosis ekrin dapat disebabkan oleh gangguan metabolik (Wibosono.6. 2. ada beberapa pengobatan untuk penyakit panu diantaranya : 1. seperti pada saat beranjak dewasa 4.7 Bakteri/ jamur yang terdapat di lipatan leher 2.1 Pengertian Pada kondisi kulit normal. lipatan paha. Saat stress atau gugup sehingga tubuh mengeluarkan banyak keringat. 2012).5 Pengobatan Menurut Mawarni (2012).

2. panas dan tidak ada aliran udara).7. faktor-faktornya adalah faktor eksogen atau yang berasal dari luar tubuh manusia seperti kelembaban dan suhu yang tinggi. Pada lingkungan yang berminyak.Lalu. keringat juga akan meningkatkan kelembaban tubuh. dan kondisi daya tahan tubuh yang sedang menurun seperti pada penderita yang mendapat pengobatan steroid dalam jangka waktu lama. Malassezia fufur merupakan bentuk spora dan merupakan bentuk yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia (Andriana. 2010). sehari dua kali. Tunggu keringat sampai kering. Mandi dengan menggunakan sabun yang berbahan antiseptik secara rutin.4 Pencegahan Menurut Andriana (2010). keadaan tubuh yang cenderung lebih banyak berkeringat. 2010).2 Pathogenesis Jamur Malassezia furfur tidak datang dari tanah atau binatang. dan pakaian yang terlalu tertutup. 2.3 Etiologi Menurut Andriana (2010). bercak putih tersebut disebabkan oleh asam dekarboksilase yang dihasilkan oleh jamur yang bersifat kompetitif inhibitor terhadap enzim tirosinase dan mempunyai efek sitotoksik terhadap melanosit yang menghasilkan pigmen warna pada kulit (Andriana. Hal tersebut untuk menghilangkan keringat yang setiap hari keluar dari tubuh.5 Pengobatan Menurut Andriana (2010). Faktor endogen atau yang berasal dari tubuh manusia sendiri seperti kulit berminyak. 2. faktor genetik juga berperan.7. oleh karena itu. jamur Malassezia furfurakan mengalami perkembangan yang optimal. Ketika kondisi tubuh sedang berkeringat apalagi keringat yang diakibatkan karena kegiatan fisik dapat membuat tubuh lebih mudah terkena jamur panu akibat dari kelembapan kulit yang berubah drastis. leher. panu akan mudah sekali tumbuh. cara mengobati timbulnya bakteri/ jamur pada bagian tubuh yaitu : . Jamur ini tidak akan menjadi penyakit jika tidak ada faktor-faktor pendukung (pakaian yang lembab. tetapi ditemukan pada kulit manusia sebagai penghuni tetap pada lapisan atas kulit bersama dengan mikroba lainnya. Dalam keadaan seperti ini. bitik putih seringkali terjadi pada lengan atas bagian belakang. higiene perorangan kurang baik. flora normal pada kulit bisa berubah menjadi patogen atau menimbulkan penyakit pada manusia. Selain menyebabkan bau asam. dada dan wajah.2. cara mencegah timbulnya bakteri/ jamur pada bagian tubuh yaitu : 1. Akibat dari pertumbuhan jamur Malassezia furfur menimbulkan bercak putih. 2.7.7.

air liur merupakan medium yang kaya serta kompleks yang dapat dipergunakan sebagai sumber nutrien bagi mikrobe pada berbagai situs di dalam mulut (Pelczar. menjadi lebih jelas karena jaringan di sekitar gigi menyediakan lingkungan anaerobic (Pelczar.8. abses perioral. hangat. Ketika gigi mulai tumbuh. spesies Prevotella. anaerob obligat seperti Bacteroides dan bakteri fusiform (Fusiobacterium sp. 2005). 2. S. 2008). Infeksi periodontal. Dalam waktu 4-12 jam setelah lahir. 2008). Spesies actinomyces secara normal terdapat pada jaringan tonsil dan pada gingival dewasa. Ragi (spesies Candida) terdapat pada mulut (Jawetz dkk. 2. 2005). Sampai munculnya gigi.8. . Difteroid dan terkadang Lactobacillus. 2005). Jadi. mengambil 1 siung bawang putih potong menjadi 2 bagian dan gosok-gosokkan ke kulit yang terkena panu. aureus) dan Streptokokus (Jawetz dkk. protein. Aspirasi saliva (mengandung sampai dari organisme-organisme diatas dan aerob) dapat menyebabkan pneumonia nekrotik. spesies Fusobakterium.8 Bakteri/ jamur yang terdapat di mukosa mulut 2. Jasad-jasad renik ini tergolong ke dalam genus Streptococcus. rongga mulut pada hakikatnya merupakan suatu inkubator yang steril. Actinomyces dan Lactobacillus (Pelczar. Stafilokokkus (S. Infeksi pada mulut dan saluran nafas bagian atas sering meliputi bakteri anaerob. epidermidis. bertambah dengan Stafilokokus aerobic dan anaerob. abses paru dan empiema (Jawetz dkk. muncul Spirochaeta anaerob. Moraxella catarrbalis).1 Pengertian Flora utama hidung terdiri dari Korinebakteria. streptococcus viridians menjadi flora tetap yang utama sepanjang hidup. 2008). juga bisa mengobati panu dengan obat-obat yang tersedia di apotek seperti mycoral. Cara menghilangkan panu dengan menggunakan bawang putih. dan senyawa-senyawa anorganik. karbohidrat. kebanyakan mikroorganisme di dalam mulut adalah aerob atau anaerob fakultatif. Neisseria. sinusitis dan mastoiditis teruatama melibattkan Prevotella melaninogenica. Mereka mungkin berasal dari saluran nafas ibu dan pengasuhnya. Selaput lendir (mukosa) mulut dan faring steril saat lahir namun dapat terkontaminasi sewaktu melalui jalan lahir. asam amino. begitupula dengan berbagai macam protozoa.2 Pathogenesis Pada waktu lahir. lipid. (Neisseria. terdapat peningkatan jumlah mikroorganisme sedemikian sehingga di dalam waktu beberapa hari spesies bakteri yang khas bagi rongga mulut menjadi mantap.1. Air liur terdiri dari air. Spesiesrothia dan spesies Capnocytophaga muncul bersamaan dengan beberapa vibrio anaerob dan laktobacilli. dan lembap yang mengandung sebagai substansi nutrisi. Selain cara alami diatas. 2. Veillonella. Pada awal hidupnya.). Caranya. Fusobakterium dan teptostreptokoki. diplokkus gram negatif. Ketika gigi pertama muncul. Beberapa jam sesudah lahir.

2.5 Pengobatan Menurut Ramansyah (2011). Miconazole. hal ini lebih efektif dibanding dengan hanya menyikat gigi tiruan. ditaruh diatas lidah kemudian dikumurkan dahulu sebelum ditelan.8.1 Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini yaitu : Hari/tanggal : Jumat/04 April 2014 Waktu : 13.4 Pencegahan Kebersihan mulut dapat dijaga dengan menyikat gigi maupun menyikat daerah bukal dan lidah dengan sikat lembut. kebersihan mulut yang tidak terjaga atau karena kondisi tubuh yang tidak fit serta kurangnya konsumsi vitamin C (Pebrin. 2011). gigi tiruan harus direndam dalam larutan pembersih seperti Klorheksidin. sering digunakan antara lain : 1. karena permukaan gigi tiruan yang tidak rata dan porus menyebabkan candida mudah melekat.2. mengkonsumsi makanan dan minuman yang panas. 2. terluka saat menggosok gigi.00 s/d selesai Tempat : Laboraturium Terpadu FKIK UNTAD 3. dan jika hanya menyikat gigi tiruan tidak dapat menghilangkannya (Ramansyah. 2. Amfotericine B.8. siklus haid. Efek samping terhadap ginjal seringkali menimbulkan nefrositik. Pada pasien yang memakai gigi tiruan.8. alergi makanan. mekanisme kerja obat ini yaitu dengan cara merusak membran sel jamur. stress.2 Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu : . Digunakan 4x/hari setengah sendok makan. kelainan pencernaan. beberapa golongan anti jamur yang efektif untuk kasus-kasus pada rongga mulut. BAB III METODOLOGI 3. dihasilkan oleh Streptomyces nodusum. 2011). makanan berminyak.3 Etiologi Faktor penyebab dari penyakit sariawan biasanya dikarenakan karena luka tergigit. lanosterol 14 demethylase sehingga terjadi kerusakan sintesa ergosterol dan selanjutnya terjadi ketidaknormalan membrane sel. Clotrimazole. mekanisme kerjanya dengan cara menghambat enzim cytochrome P 450 sel jamur.

3. Spritus 6.3 Prosedur Kerja Adapun prosedur kerja pada praktikum ini yaitu : 3.2. Korek api 3.2.3. Kertas A4 4. Masker 5. Bunsen 2.3.1 1) Medium NA : Menyiapkan medium NA (Nutrien Agar). Cawan Petri 7. lipatan leher dan mukosa mulut. Sampel mikroba vagina. . Spray 3. lipatan tangan (ketiak). Lap Halus 8.1 Alat 1. lipatan kaki .2 Bahan 1. Incubator 9. Alkohol 70% 3. Medium PDA (Potato Dextrose Agar) 5. Medium NA (Natrium Agar) 4.selangkangan. Cotton Bud 2. Handskun 6.

dengan cara mengoleskan pada sampel. 4) Menyalakan bunsen. 3. 2) Mensterilkan meja dengan menggunakan alkohol. 6) Mensterilkan medium PDA (Potato Dextrose Agar) denganmelidahapikan setiap sisi medium PDA dengan cara diputar-putar. 3) Mensterilkan tangan dengan menggunakan alkohol. 11) Setelah 24 jam sampel dapat diamati. 3) Mensterilkan tangan dengan menggunakan alkohol. . 8) Mengoles sampel secara zig-zag pada medium NA (Nutrien Agar). 6) Mensterilkan medium NA (Nutrien Agar) dengan melidahapikan setiap sisi medium NA dengan cara diputar-putar.2 Medium PDA : 1) Menyiapkan medium PDA (Potato Dextrose Agar). dengan cara membuka sedikit bagian medium NA (Nutrien Agar) agar medium NA (Nutrien Agar) yang sudah steril tidak terkontaminasi mikroorganisme diluar . 4) Menyalakan bunsen. 9) Mensterilkan kembali medium NA (Nutrien Agar) dengan caramelidahapikan kembali sisi-sisi cawan petri. 7) Membuka tutup medium NA (Nutrien Agar) yang telah disterilkan. dan kemudian memasukan sampel ke dalam inkubator selama 24 jam dengan suhu 300C. dengan cara mengoleskan pada sampel. 5) Mengambil sampel yang akan digunakan menggunakan cotton bud.3. dengan cara membuka sedikit bagian medium PDA (Potato Dextrose Agar) agar medium PDA (Potato Dextrose Agar) yang sudahsteril tidak terkontaminasi mikroorganisme diluar . 8) Mengoles sampel secara zig-zag pada medium PDA (Potato Dextrose Agar). 5) Mengambil sampel yang akan digunakan menggunakan cotton bud. 10) Membungkus medium NA (Nutrien Agar) menggunakan kertas dengan cara terbalik. 7) Membuka tutup medium PDA (Potato Dextrose Agar) yang telahdisterilkan.2) Mensterilkan meja dengan menggunakan alkohol.

9) Mensterilkan kembali medium PDA (Potato Dextrose Agar) dengan cara melidahapikan kembali sisi-sisi cawan petri.1 Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini yaitu : Hari/tanggal : Jumat/04 April 2014 Waktu : 13.00 s/d selesai Tempat : Laboraturium Terpadu FKIK UNTAD 3. Masker 5. Kertas A4 4. Incubator 9.2. Lap Halus 8. Bunsen 2.2 Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu : 3.1 Alat 1. Korek api . 11) Setelah 24 jam sampel dapat diamati. Cawan Petri 7. Spray 3. dan kemudian memasukan sampel kedam inkubator selama 24 jam dengan suhu 300C. Handskun 6. 10) Membungkus medium PDA (Potato Dextrose Agar) menggunakan kertas dengan cara terbalik. BAB III METODOLOGI 3.

Alkohol 70% 3. .selangkangan.3. lipatan kaki . 3.2 Bahan 1. Medium NA (Natrium Agar) 4. 4) Menyalakan bunsen. lipatan leher dan mukosa mulut.3. 6) Mensterilkan medium NA (Nutrien Agar) dengan melidahapikan setiap sisi medium NA dengan cara diputar-putar.1 Medium NA : 1) Menyiapkan medium NA (Nutrien Agar).2. dengan cara mengoleskan pada sampel. 8) Mengoles sampel secara zig-zag pada medium NA (Nutrien Agar). lipatan tangan (ketiak). 7) Membuka tutup medium NA (Nutrien Agar) yang telah disterilkan.3 Prosedur Kerja Adapun prosedur kerja pada praktikum ini yaitu : 3. 3) Mensterilkan tangan dengan menggunakan alkohol. Medium PDA (Potato Dextrose Agar) 5. Spritus 6. Sampel mikroba vagina. Cotton Bud 2. dengan cara membuka sedikit bagian medium NA (Nutrien Agar) agar medium NA (Nutrien Agar) yang sudah steril tidak terkontaminasi mikroorganisme diluar . 5) Mengambil sampel yang akan digunakan menggunakan cotton bud. 2) Mensterilkan meja dengan menggunakan alkohol.

11) Setelah 24 jam sampel dapat diamati. dan kemudian memasukan sampel ke dalam inkubator selama 24 jam dengan suhu 300C.3. 3) Mensterilkan tangan dengan menggunakan alkohol. 10) Membungkus medium NA (Nutrien Agar) menggunakan kertas dengan cara terbalik. 6) Mensterilkan medium PDA (Potato Dextrose Agar) denganmelidahapikan setiap sisi medium PDA dengan cara diputar-putar. dengan cara mengoleskan pada sampel. 5) Mengambil sampel yang akan digunakan menggunakan cotton bud. 3.1 Tabel Medium NA . 11) Setelah 24 jam sampel dapat diamati. 8) Mengoles sampel secara zig-zag pada medium PDA (Potato Dextrose Agar). dan kemudian memasukan sampel kedam inkubator selama 24 jam dengan suhu 300C. 7) Membuka tutup medium PDA (Potato Dextrose Agar) yang telahdisterilkan.9) Mensterilkan kembali medium NA (Nutrien Agar) dengan caramelidahapikan kembali sisi-sisi cawan petri. 10) Membungkus medium PDA (Potato Dextrose Agar) menggunakan kertas dengan cara terbalik. 2) Mensterilkan meja dengan menggunakan alkohol.1 Hasil Pengamatan 4. BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 4. 9) Mensterilkan kembali medium PDA (Potato Dextrose Agar) dengan cara melidahapikan kembali sisi-sisi cawan petri. 4) Menyalakan bunsen. dengan cara membuka sedikit bagian medium PDA (Potato Dextrose Agar) agar medium PDA (Potato Dextrose Agar) yang sudahsteril tidak terkontaminasi mikroorganisme diluar .2 Medium PDA : 1) Menyiapkan medium PDA (Potato Dextrose Agar).1.

 Bentuk : ireguler (tidak beraturan. bertepi)  Ukuran : sedang  Elevasi : flat (ketinggian tidak terukur.  Permukaan : berkerut Terdapat bakteri bakteri  Margin : entire (tepian rata)  Warna : putih  Bentuk : ireguler  Ukuran : pinpoint 2. Lipatan  Elevasi : flat kaki  Permukaan : halus mengkilap Terdapat bakteri  Margin : lobate  Warna : putih bakteri . Morfologi Gambar Ket. Sampel Ket. nyaris vagina rata dengan medium) 1.No.

Lipatan tangan (ketiak)  Elevasi : raiset (ketinggian terlihat nyata)  Permukaan : halus mengkilap  Margin : entire  Warna : putih bakteri jamur . Bentuk : ireguler  Ukuran : besar 3. Selangka- Elevasi : raiset ngan  Permukaan : halus mengkilap Terdapat bakteri  Margin : labate  Warna : putih bakteri Terdapat bakteri dan jamur  Bentuk : sirkuler  Ukuran : kecil 4.

Terdapat bakteri dan jamur  Bentuk : sirkuler  Ukuran : pinpoint 5. Lipatan  Elevasi : flat leher  Permukaan : halus mengkilap  Margin : entire  Warna : putih bakteri jamur  Bentuk : sirkuler bakteri  Ukuran : pinpoint 6. Mukosa  Elevasi : flat mulut  Permukaan : halus mengkilap Terdapat jamur  Margin : entire  Warna : putih jamur .

1.2 Tabel Medium PDA No. bertepi)  Ukuran : sedang 1.  Elevasi : konveks (bentuk cembung seperti tetesan air) Vagina  Permukaan : halus mengkilap  Margin : entire (tepian rata)  Warna : putih jamur bakteri . morfologi Gambar Ket. Sampel Ket. Terdapat bakteri dan jamur  Bentuk : sirkuler (bulat.4.

Terdapat bakteri dan jamur  Bentuk : pinpoint  Ukuran : kecil 2. Lipatan kaki  Elevasi : flat  Permukaan : halus mengkilap  Margin : lobate  Warna : putih jamur bakteri Terdapat bakteri dan jamur  Bentuk : ireguler  Ukuran : moderat 3. Selangka Elevasi : flat ngan  Permukaan : berkerut  Margin : entire  Warna : putih jamur .

Lipatan tangan (ketiak)  Ukuran : kecil  Elevasi : flat Terdapat bakteri  Permukaan : halus  Margin : entire  Warna : putih bakteri  Bentuk : sirkuler  Ukuran : pinpoint 5. Lipatan leher  Elevasi : flat  Permukaan : halus  Margin : entire  Warna : putih Terdapat bakteri .bakteri  Bentuk : sirkuler 4.

masker digunakan untuk menutup mulut dan hidung. spray yang digunakan untuk menyemprotkan alkohol. cawan petri sebagai wadah medium NA dan PDA.2 Pembahasan Mikroorganisme tetap/normal (resident flora/indigenous) yaitu mikroorganisme jenis tertentu yang biasanya ditemukan pada bagian tubuh tertentu dan pada usia tertentu. Mukosa mulut  Elevasi : flat Terdapat jamur  Permukaan : halus  Margin : filamentous  Warna : putih jamur 4. lap halus untuk membersihkan meja. Keberadaan mikroorganismenya akan selalu tetap.bakteri  Bentuk : rezoid  Ukuran : besar 6. inkubator yang berfungsi sebagai tempat untuk pertumbuhan bakteri dengan suhu tertentu dan . kertas A4 digunakan untuk mempertahankan suhu pada saat berada dalam inkubator. handskun untuk membungkus tangan agar tetap steril. baik jenis ataupun jumlahnya. Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu bunsen.

Dalam hal ini agar digunakan sebagai pemadat. margin entire dan berwarna putih. Komposisi Potato Dextrose Agar ini terdiri dari Potato infusion 200 gram. Terakhir. nitrogen. Medium Nutrient Agar (NA) merupakan medium yang berwarna coklat muda yang memiliki konsistensi yang padat dimana medium ini berasal dari sintetik dan memiliki kegunaan sebagai medium untuk menumbuhkan bakteri. permukaan berkerut. Bakteri tersebut berukuran sedang. korek api digunakan untuk menyalakan bunsen. Sampel pertama yang diamati yaitu vagina. elevasi flat. agar 15 gram dan akuades. medium yang telah dibungkus dimasukkan ke dalam inkubator selama 24 jam dengan suhu 30 0C. Dalam hal ini kentang digunakan sebagai bahan dasar karena merupakan sumber karbon (karbohidrat). permukaan mengkilap dan halus. Setelah selesai mengoleskan sampel pada medium NA dan PDA sampel kemudian dibungkus menggunakan kertas A4 secara terbalik. Bahan yang digunakan yaitu cotton bud yang berfungsi untuk mengambil sampel. lipatan tangan (ketiak). Pada percobaan kali ini langkah awal yang dilakukan yaitu tindakan aseptis untuk mensterilkan meja dan kedua tangan dengan antiseptik. Potato Dextrose Agar (PDA) termasuk medium semi alamiah karena tersusun atas bahan alami (kentang) dan bahan sintesis (dextrose dan agar). Agar digunakan untuk memadatkan medium PDA. medium NA (Natrium Agar) sebagai tempat berkembangnya bakteri. karena sifatnya yang mudah membeku dan mengandung karbohidrat yang berupa galaktam sehingga tidak mudah diuraikan oleh mikroorganisme. elevasi sedang.Pada sampel yang dibiakkan di NA terdapat bakteri karena medium NA merupakanmedium untuk . akuades untuk melarutkan agar. lipatan leher dan mukosa mulut. dextrose 20 gram. dextrose dan kentang. vitamin dan energi. yang bertujuan agar tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme yang berada di lingkungan luar. selangkangan. berdasarkan hasil pengamatan bakteri pada medium NA (Nutrient Agar) terlihat sangat banyak bakteri.margin entire dan berwarna putih. Nutrient Agar (NA) merupakan suatu medium yang berbentuk padat. lipatan kaki. Bubuk kentang dan juga dextrose merupakan sumber makanan untuk jamur dan khamir. tidak lupa pula menggunakan masker. Sedangkan pada medium PDA (Potato Dextrose Agar ) terlihat adanya bakteri dan jamur yang berukuran sedang. Menyalakan bunsen untuk mensterilkan cawan sebelum dimasukan sampel. Potato Dextrose Agar (PDA) merupakan media yang sangat umum yang digunakan untuk mengembangbiakkan dan menumbuhkan jamur dan khamir. Cawan petri harus disterilkan untuk meminimalisir mikroorganisme lain yang berada di lingkungan luar agar tidak terkontaminasi dengan media yang akan dipakai untuk menumbuhkan bakteri. alkohol sebagai aseptis yang berfungsi sebagai tindakan yang diperlukan untuk mencapai keadaan bebas kuman dan bakteri patogen. NA dibuat dari campuran ekstrak daging dan peptone dengan menggunakan agar sebagai pemadat. Inkubator yang digunakan bersuhu 300C karena bakteri dan jamur mudah berkembang pada suhu tersebut. vitamin serta karbohidrat yang sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembang. Dalam hal ini ekstrak beef dan pepton digunakan sebagai bahan dasar karena merupakan sumber protein. berbentuk sirkuler. medium PDA (Potato Dextrose Agar) sebagai tempat berkembangnya jamur. yang merupakan perpaduan antara bahan alamiah dan senyawa-senyawa kimia. spritus sebagai bahan bakar buret dan sampel mikroba vagina. berbentuk ireguler.inkubator yang digunakan pada percobaan ini bersuhu 300C.

margin entire dan berwarna putih. Pada sampel yang dibiakkan di NA terdapat bakteri karena medium NA merupakanmedium untuk menumbuhkan bakteri. elevasi flat. bakteri tersebut berukuran besar. Sedangkan pada medium PDA (Potato Dextrose Agar) terlihat adanya bakteri dan jamur yang berukuran kecil. Penumpukan glikogen pada dinding vagina disebakan oleh kegiatan indung telur. Pada sampel yang dibiakkan di PDA juga diperoleh bakteri. margin lobate dan berwarna putih. maka pH di dalam vagina terpelihara pada sekitar 4. permukaan mengkilap dan halus. Pada sampel yang dibiakkan di PDA juga diperoleh bakteri. permukaan halus dan mengkilap. berbentuk sirkuler. Pada sampel yang dibiakkan di PDA diperolehbakteri. hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor seperti aktifitas yang berlebih atau terlalu banyak bergerak. Mikroorganisme yang tumbuh di daerah selangkangan menyebabkan bau yang tidak sedap. Sedangkan pada medium PDA (Potato Dextrose Agar) terlihat adanya bakteri dan jamur yang berukuran moderat. Bakteri tersebut berukuran pinpoint. mikroorganisme yang berlebih dapat berdampak buruk bagi tubuh. margin lobate dan berwarna putih. Sampel keempat yang diamati yaitu lipatan tangan (ketiak).menumbuhkan bakteri. Bakteri ini mengubah glikogen yang dihasilkan epitelium vagina dan di dalam proses tesebut menghasilkan asam. Berdasarkan hasil pengamatan bakteri pada medium NA (Nutrient Agar) terlihat adanya bakteri. Tinea cruris merupakan mikroorganisme yang terdapat di selangkangan. hal ini menandakan bahwa pada saat melakukan percobaan ini kemungkinan media PDA telah terkontaminasi dengan mikroorganisme yang berada di lingkungan luar. elevasi flat. Candida albicans dan sejumlah besar bakteri anaerobik. Mikroorganisme Trichophyton rubrum yang berlebih akan mengakibatkan kutu air. margin entire dan berwarna putih. berdasarkan hasil pengamatan bakteri pada medium NA (Nutrient Agar) terlihat sangat banyak bakteri. berbentukireguler. berbentuk ireguler. permukaan halus mengkilap. Masalah yang biasanya ditimbulkan oleh mikroorganisme pada vagina yaitu keputihan. permukaan halus mengkilap. yaitu terasa gatal pada daerah selangkangan bahkan sampai memerah. Sedangkan pada medium PDA (Potato Dextrose Agar) terlihat adanya bakteri . hal ini tidak dijumpai sebelum masa akil balig ataupun setelah menopause (mati haid). Mikroorganisme yang terdapat pada lipatan kaki yaituTrichophyton rubrum. berbentukpinpoint.6. Mikrooganisme yang mampu berkembang baik pada pH rendah ini dijumpai di dalam vagina dan mencakupEnterococcus. elevasi flat. hal ini menandakan bahwa pada saat melakukan percobaan ini kemungkinan media PDA telah terkontaminasi dengan mikroorganisme yang berada dilingkungan luar. permukaan berkerut. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang menggunakan sepatu dalam waktu yang lama karena mikroorganisme berkembang pada tempat yang lembab. Sampel ketiga yang diamati yaitu selangkangan. Sampel kedua yang diamati yaitu lipatan kaki. Penghuni utama vagina dewasa adalah Lactobacillus yang toleran terhadap asam. hal ini menandakan bahwa pada saat melakukan percobaan ini kemungkinan media PDA telah terkontaminasi dengan mikroorganisme yang berada di lingkungan luar. elevasi raiset. berdasarkan hasil pengamatan bakteri pada medium NA (Nutrient Agar) terlihat adanya bakteri dan jamur yang berukuran kecil. margin lobate dan berwarna putih. berbentuk ireguler. elevasi raiset. Sebagai akibat perombakan glikogen. Pada sampel yang dibiakkan di NA terdapat bakteri karena medium NA merupakan medium untuk menumbuhkan bakteri.4 sampai 4.

berbentuk rizoid. berdasarkan hasil pengamatan bakteri pada medium NA (Nutrient Agar) terlihat adanya bakteri dan jamur. Namun juga diperoleh jamur. Sampel kelima yang diamati yaitu lipatan leher. kurang menempel. hal ini menandakan bahwa pada saat melakukan percobaan ini kemungkinan media NA telah terkontaminasi dengan mikroorganisme yang berada di lingkungan luar. Streptococcus salivariusadalah spesies bakteri dominan flora mulut manusia dan merupakan spesies yang paling sering diidentifikasi menyebabkan kasus meningitis bakteri yang terjadi setelah prosedur injeksi tulang belakang karena kontaminasi dari situs prosedur dengan air liur.margin entire dan berwarna putih. permukaannya halus mengkilap dan margin entire. Pada sampel yang dibiakkan di NA terdapat bakteri karena medium NA merupakan medium untuk menumbuhkan bakteri. . berbentuk sirkuler. Oleh karenanya bakteri yang dihasilkan tidak terlihat jelas. permukaannya halus dan marginfilamentous. memiliki elevasi flat. yangberukuran pinpoint. Dari satu bulatan yang berwarna putih yaitu koloni bakteri. hanya satu bulatan putih tersebut. hal ini menandakan bahwa pada saat melakukan percobaan ini kemungkinan media NA telah terkontaminasi dengan mikroorganisme yang berada di lingkungan luar. Namun juga diperoleh jamur. Dari hasil itu juga diperoleh bakteri dan tidak tumbuh jamur. Pada sampel yang dibiakkan di NA terdapat bakteri karena medium NA merupakan medium untuk menumbuhkan bakteri.yang berukuran kecil. elevasi flat. sehingga menyebabkan tumbuhnya jamur. Sedangkan pada medium PDA (Potato Dextrose Agar) terlihat adanya bakteri yang berukuran pinpoint. Neisseria. berdasarkan hasil pengamatan bakteri pada medium NA (Nutrient Agar) diperoleh hasil yang menunjukan bulatan yang kecil berwarna putih. hal itu dikarenakan pada saat penempelan bakteri pada media. Hal ini terjadi kemungkinan pada saat memasukan sampel pada media ini telah masuk organisme di luar lingkungan entah terkontaminasi dari tangan ataupun dari nafas. hal ini juga dikarenakan mediaPDA telah terkontaminasi dengan mikroorganisme yang berada di lingkungan luar. margin entire dan berwarna putih. elevasi flat. Pada sampel yang dibiakkan di NA terdapat bakteri karena medium NA merupakan medium untuk menumbuhkan bakteri. margin entire dan berwarna putih. hal ini menandakan bahwa media NA tersebut telah terkontaminasi dengan organisme di luar lingkungan. Sedangkan pada media PDA yang seharusnya ditumbuhi jamur malah tumbuh bakteri. berbentuk sirkuler. berbentuk sirkuler. Pada sampel mukosa mulut ini terdapat jamur pada medium NA. berukuran pinpoint.Kemungkinan bakteri yang terdapat pada lipatan kulit ini biasanya bakteri Malassezia furfur. elevasi flat. permukaan halus dan mengkilap. hal ini juga dikarenakan mediaPDA telah terkontaminasi dengan mikroorganisme yang berada di lingkungan luar. Sedangkan pada pengamatan bakteri pada medium PDA (Potato Dextrose Agar) diperoleh hasil yang menunjukan bulatan yang kecil berwarna putih. permukaan halus. memiliki elevasi flat. berukuranbesar. yang jumlahnya kemungkinan satu koloni lebih dari lima ratus sampai beribu-ribu juta sel bakteri. Pada sampel terakhir yaitu mukosa mulut. berbentuk sirkuler. Sedangkan pada media PDA yang seharusnya ditumbuhi jamur malah tumbuh bakteri. Actynomyces. permukaan halus. Bakteri ini jika melebihi batas maka akan menyebabkan penyakit panu. Flora normal yang menetap di mulut yaituStreptococcus. Lactobacillus.

BAB V PENUTUP 5. 2. sedangkan mikroba yang tumbuh pada medium PDA adalah kapang dan khamir. 5. menjaga kebersihan makanan ataupun minuman yang akan dikonsumsi. mikroorganisme yang terdapat pada selangkangan adalah Tinea cruris. Sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat wajib untuk mengetahui flora normal pada tubuh manusia karena flora normal yang berlebih pada tubuh dapat menggagu kehidupan sehari-hari. pada lipatan kulit leher terdapat mikroorganisme Malassezia furfur dan mikroorganisme yang menetap di mulutyaitu Streptococcus.2 Saran 5. 3. memperhatikan kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah dampak negatif dari bakteri atau jamur.2 Asisten Dosen Diharapkan saat melakukan praktikum ini asisten dosen dapat memastikan alat dan bahan steril agar hasil pengamatan lebih baik dan diharapkan asisten dosen dapat menjelaskan flora normal pada sampel lebih detail lagi. Pada vagina terdapat mikroorganisme Laktobacillus. 5. Karena flora normal selalu ada pada tubuh kita walaupun kita sudah membersihkannya. pada lipatan tangan (ketiak) terdapatmikroorganisme spesies Candida.Pada tubuh kita bukan hanya terdapat bakteri atau jamur yang merugikan namun ada juga beberapa jenis bakteri yang membantu proses metabolisme.2. pada lipatan kaki terdapat mikroorganisme Trichophyton rubrum.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan pada praktikum ini yaitu : 1.1 Instansi Kesehatan Diharapkan kepada para instansi kesehatan agar dapat mensosialisasikan bahwa pentingnya selalu membersihkan tubuh menggunakan sabun anti septik. Sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi flora normal yang berlebih yaitu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan. Biakan murni adalah biakan yang terdiri atas satu spesies yang ditumbuhkan dalam medium buatan.2. untuk mencegah dampak negatif dari jamur dan bakteri ada beberapa hal yang harus kita perhatikan diantaranya menjaga kebersihan diri dengan sering mandi minimal 2 kali sehari. . Mikroba yang tumbuh pada medium NA adalah hanya bakteri.

ac. 21:36. http:// panu-penyebabgejala-dan-cara-mengobati. Jakarta. http:// diakses Jawetz. 2012. dkk. wordpress.php/PFSJ/article/view/2823).. Salemba medika. DAFTAR PUSTAKA Andriana. Michael J. Nurirjawati. Mawarni Iga. Michael. (http://jurnal. UI-Press. 2012. 2008. blogspot. 10:50. 2009. Pencegahan dan Pengobatan Keputihan. Mikrobiologi Kedokteran Buku 1. . 8 April 2014. 2010. http://nurirjawati. bebaskeputihan. dkk. gejala dan cara mengobati.com/2012/01/21/laporan-lengkap-alat-dan-medium/.C. Universitas Indonesia. 2005. J.id/index. Universitas Sumatera Utara. 2011. Pelczar dan E. PT Gramedia Pustaka Utama. Laporan Lengkap Alat dan Medium. Diakses pada selasa. 13:20. http:// igamondo. Medan. penyebab. 2012. Mikroorganisme.blogspot. Pebrin. 2011.3 Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Diharapkan kepada mahasiswa kesehatan masyarakat yang telah belajar tentang flora normal agar dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan dapat memberikan contoh kepada masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.S Chan.html. Dasar-Dasar Mikrobiologi. 8 April 2014. Panjaitan H. diakses pada rabu.html. 11:20. Panu. Identifikasi Fungi yang Berkembang pada Batang Sawit (Elaeis Guineensis Jacq. Jakarta. diakses pada rabu. 8 April 2014. 8 April 2014.html. 12:00. Penyakit yang disebabkan oleh jamur.com/2009/12/pencegahan-keputihan. Jakarta.2.com/2012/12/penyakit-yang-disebabkan-oleh-jamur.) Pasca Penebangan.usu. Hastini Dinah.Diakses pada rabu. pada rabu. Dasar-Dasar Mikrobiologi Jilid 2. Pelczar.5. 8 April 2014. Jakarta.

Supriono. 2008. (http://jurnal. Kandidiasis Oral. 2005 Mikrobiologi Kedokteran (Medical Microbiology). Simatupang.com/2012 diakses hari kamis (22 maret 2012.ac. Michael. 2012. B. Salemba Medika. Guli. Diakses pada hari rabu. http//messoffaword press/2012 diakses hari kamis (22 maret 2012. 21:32) http//pemburu mikroba. DAFTAR PUSTAKA Jeweltz. Penerbit Erlangga.id/index. Epidemologi Kesehatan. 8 April 2014. Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Tadulako.php/PFSJ/article/view/2823). M. http: // /Kandidiasis Oral _ CaRameLite. 2011. Universitas Indonesia. Palu Pelczar. Medan. Diakses pada pada selasa. Jakarta. Dasar-Dasar Mikrobiologi. 21:15) . Candida Albicans. Musjaya.Melnick. Jakarta. 2009. 2010. 9 April 2014 pukul 07:21 WITA. htm.Ramansyah. 21:36.. J. Jakarta M.blogspot. Universitas Sumatera Utara. Penuntun Praktikum Agent Penyakit.usu.

maka pada artikel kesehatan kali ini akan memaparkan secara ringkas tentang mikro flora normal yang terdapat pada tubuh kita. streptococcus dari kelompok viridians merupakan kelompok organnisme yang biasa menghi=uni saluran nafas atas. Apabila masuk ke aliran darah dalam jumlah banyak. Contohnya. kadang-kadang S. Melnick. Jamur dan ragi sering terdapat pada lipatan-lipatan kulit. 2. maka mereka akan hidup di katup jantung yang rusak atau katup prostetik dan menimbulkan endokarditis infektif. . propionibacterium). Flora Tetap (Resident Flora) Flora Sementara (Transient Flora) PERAN FLORA TETAP Mikroorganisme ini bersifat komensal dimana pertumbuhan pada bagian-bagian tubuh tertentu bergantung kepada factor fisiologis seperti suhu. dan basil coliform gram negative serta acitenobacter. streptococcus alfa hemoliticus (S. Mikro flora normal itu sendiri merujuk kepada sekumpulan mikroorganisme yang hidup pada kulit dan selaput lendir (mukosa) pada manusia normal dan sehat. Referensinya dapat dilihat di Mikrobiologi Kedokteran buku 1 karangan Jawetz. Beberapa anggota flora tetap di saluran pencernaan mensintesis vitamin K dan penyerapan berbagai zat makanan.MIKRO FLORA NORMAL Setelah kita mengetahui beberapa laboratorium kesehatan. Mikro flora normal pada kulit ini dapat di bagi menjadi : 1. kelembaban dan ada tidaknya nutrisi tertentu serta beberapa zat penghambat. Namun demikian flora normal ini tidak berbahayajika tidak berada pada lokasi asing dalam jumlah banyak dan adanya factor-factor predisposisi dan dapat pula bermanfaat bagi tubuh inang pada tempat yang seharusnya atau tidak ada kelainan yang menyertainya. bakteri pembentuk spora yang banyak terdapat di udara. viridians) dan enterococcus. stafilokokkus aerobic dan anaerobic non hemolitikus (Staphylococcus epidermidis. FLORA NORMAL PADA KULIT Mikroorganisme utama pada kulit adalah difteroid aerobic dan anaerobic (misalnya corynebacterium. dan Adelberg’s ataupun pada buku tentang mikrobiologi lainnya karena secara umum sama. tanah. Flora yang menetap di selaput lender dan kulit dapat mencegah kolonisasi oleh bakteri pathogen dan mencegah penyakit akibat gangguan bekteri. Flora normal ini dapat menimbulkan penyakit pada manusia yaitu pada kondisi tertentu. basil gram postif aerobic. air. aureus dan golongan peptostreptococcus).

namun flora secara cepat muncul kembali dari kelenjar sebasea dan keringat. aureus) dan streptococcus. Kemudian setelah 4 – 12 jam setelah lahir flora seperti Streptococcus viridians menjadi flora tetap yang utama sepanjang hidup. . asam lemak pada sekresi sebasea danadanya lisozim. begitu pula dengan beberapa protozoa. FLORA NORMAL PADA MULUT DAN SALURAN NAFAS BAGIAN ATAS Pada hidung terdapat flora normal utama yaitu dari Corinebacteria. teruatama pada faring adalah streptococcus non hemoliticus dan alfa hemoliticus serta Neisseria. Organism normal pada saluran nafas bagian atas.micro bacteria tahan asam nonpatogen terdapat pada daerah-daerah yang kaya sekresilemak/sebum (genital. telingan bagian luar). Begitu pula dengan ragi (spesies Candida) terdapat pada mulut. epidermidids. spesies rothia dan spesies capnocytophaga muncul secara bersamaan dengan vibrio anaerob dan lactobasili. melaninogenica). selaput lendir(mukosa) pada mulut dan faring akan terkontaminasi oleh flora. Spesies Actinomyces secara normal terdapat pada jaringan tonsil dan pada gingival orang dewasa. Faring dan Trakhea Pada daerah ini juga terdapat flora normal yang sama. spesies prevotella (terutama P. Saat lahir. stafilococcus (S. akan muncul spirochaeta anaerob. Factor-faktor yang berperan menghilangkan flora sementara pada kulit adalah pH rendah. spesies fusobakterium. Jumlah mikroorganisme pada permukaan kulit mungkin bias berkurang dengan jalan menggosok-gosoknya dengan sabun yang mengandung heksaklorofen atau desinfektan lain. Ketika gigi mulai tumbuh. S.

jumlah koloni dihitung sesudah inkubasi (Gaman. B.2008). Untuk metode streak plate misalnya. Karena sebelum dituang bakteri tersebut diencerkan terlebih dahulu. Sehingga syarat penghitungan langsung yaitu dalam 1 media terdapat 30-300 koloni dapat terpenuhi(Prescott et. Sel-sel yang mampu hidup terus inilah yang dihitung dengan berbagai metode untuk menetapkan jumlah sel hidup. dan serologi.I. Istilah pertumbuhan umumnya dipergunakan bakteri dan mikroorganisme yang lainnya dan biasanya lebih mengacu pada perubahan di dalam hasil panen sel dan bukanlah dilihat. Prinsip kerja isolasi bakteri cukup sederhana yakni dengan menginokulasikan sejumlah kecil bakteri pada suatu medium tertentu yang dapat menyusung kehidupan bakteria (Pelczar.lalu digoreskan pada permukaan medium agar tersebut dengan pola tertentu yang khas. 1993). Tujuan 1. Sedangkan pengujian sifat-sifat tersebut di alam terbuka sangat mustahill untuk dilakukan. Latar Belakang Isolasi mikroorganisme mengandung arti proses pengambilan mikroorganisme dari lingkungannya untuk kemudian ditumbuhkan dalam suatu medium di laboratorium. 2007). Cara apapun yang digunakan.1986). Lalu hasil pengenceran tersebut diencerkan lagi dengan beberapa ketentuan. Metode pengenceran yaitu dengan mengencerkan misalnya 1 ose bakteri dengan air.PENDAHULUAN A. cara pengenceran. . Di dalam suatu populasi bakteri. Dapat memberikan penjelasan tentang isolasi. Suatu proses pertumbuhan menyatakan pertambahan jumlah atau massa yang melebihi dari yang ada di dalam inokulum asalnya (Volk. cara penggesekan atau penggoresan. cara penuangan. Ada berbagai cara untuk mengisolasi bakteri dalam biakan murni yaitu. cara penyebaran. Proses isolasi ini menjadi penting dalam mempelajari identifikasi mikrobia. 2. Metode ini dapat digunakan untuk penghitungan bakteri secara langsung. tidak semua sel mampu hidup terus.2008). fisiologi. Yang dianggap sebagai sel hidup ialah sel yang mampu membentuk koloni di dalam agar biak atau membentuk suspensi dalam larutan biak. Pada jumlah total sel ikut dihitung semua sel yang nampak atau yang dapat dihitung dengan cara lain. uji morfologi.al. dan cara inokulasi pada hewan. cara pengucilan 1 sel. Hal ini bertujuan untuk mengurangi konsentrasi bakteri (Barazandeh. mikrobia diletakkan dalam pada ujung plate menggunakan ose. Dari pertambahan jumlah individu mikroorganisme tersebut. sehingga dengan demikian sel-sel mati dan cacat ikut dihitung. Ada pula metode pour plate atau penuangan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan(Waluyo. Untuk mengetahui cara melakukan isolasi mikroorganisme dengan berbagai metode melalui media agar.1994).

Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat-alat yang kan digunakan untuk mengerjakan medium dan pengerjaan inokulasi . khamir. Biakan murni ini terdiri dari satu populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk (Hans. atau yang biasanya dikenal dengan istilah biakan campuran. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan penelitian misalnya untuk mengisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yang telah resistem terhadap suatu antibiotik. Kegagalan dalam hal pemindahan biakan dapatmenyebab kankontaminasi dari pertumbuhan mikroba yang tidak diharapkan. sekali kita bersin dapat menebarkan beribu. Hal ini sangat penting dalam tahap awal pekerjaan isolasi mikroba terutama yang berasal dari stok kultur ( bukan dari substrat). khamir.atau untuk mengetahui mikroba yang dipakai untuk bioremediasi holokarbon (Ani. kapang dll.  Teknik Pemindahan Biakan Tujuan dari pemindahan biakan untuk menguasai teknik pemindahan biakan bakteri dari satu wadah ke wadah lain.II. Populasi dari mikroba yang ada di lingkungan ini sangatlah beraneka ragam dan masih dalam bentuk campuran Oleh karena itu. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri. Pemindahan bakteri dari medium lama kemedium baru memerlukan banyak ketelitian.beda yang dikenal dengan istilah biakan murni. Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air. di dalam penelaahan terhadap suatu mikroorganisme. Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup besar. tanah. dan air yang merupakan komponen alam sebagai tempat tinggal kita juga dihuni oleh beragam mikroorganisme. 1996) Teknik isolasi mikroba adalah suatu usaha untuk menumbuhkan mikroba diluar dari lingkungan alamiahnya. udara. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita seperti mulut. selain ditumbuhkan juga perlu dilakukan isolasi. jamur. dengan kata lain terdiri dari beberapa jenis mikroorganisme atau belum murni. Udara. TINJAUAN PUSTAKA Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini sangatlah besar dan cukup kompleks. tanah. secara aseptik sehingga hanya biakan murni yang diharapkan yang tumbuh. Isolasi mikroba berarti memisahkan satu jenis mikroba dari biakan campuran menjadi satu biakan murni (populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk) Penelitian yang layak mengenai mikroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit ini. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri. kapang dan sebagainya. substrat yang berupa bahan pangan.2002). Sebagai contoh. Populasi mikroba di lingkungan sangan beranekaragam sehingga dalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh koloni tunggal. tanaman dan hewan. saluran pencernaan dan kulit.ribu mikroorganisme. menjadi spesies yang berbeda.

Dalam praktek. 2011). Hal ini untuk menghindari kontaminasi yaitu masuknya mikroba lain yang tidak diinginkan sehingga biakkan yang tumbuh di dalam medium adalah benar-benar biakan murni (Dwiyana. 2012). dituang ke dalam cawan petri steril (cawan gelas dengan garis tengag tiga inci) dan dibiarkan sampai menjadi padat. 2011). Campuran itu kemudian ditungkan kedalam cawan petri steril dan dibiarkan padat pertumbuhan koloni terjadi baik dalam medium tujuan pada kedua proses ialah untuk memisahkan bakteri satu sama lain sehingga sel-sel itu akan tumbuh menjadi kolonikoloni yang terpisah didalam medium yang padat. Apabila sebaran dilakukan dengan menggerakkan kawat gelang kian kemari dari satu bagian ke bagian lain. Dari hasil pengenceran ini kemudian di ambil kira. Cawan petri. . sehingga setelah mengalami pertumbuhan. akan tetapi mungkin juga kita hanya akan memperoleh satu koloni saja. Teknik Pengenceran (dilution method) Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0. 2011) 5. (Dwiyana. Kemudian dapat diambil sel-sel dari satu koloni untuk mendapatkan biakan murni. Ada beberapa metode penggorean yang berbeda. kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni yang akan tumbuh dalam mdium tersebut. dan akan tumbuhlah biakan murni.1 mL untuk disebarkan pada suatu medium padat. Bahwa koloni tunggal yang kita peroleh tersebut merupakan koloni yang murni. Dalam hal yang demikian ini dapat kita jadikan piaraan murni. sering piringan kedua digores kembali dengan organism yang berasal dari koloni yang diidolasi untuk menjamin bahwa hasil yang diperoleh adalah biakan murni (Dwiyana.  Teknik Pertumbuhan Mikroorganisme 1. didinginkan pada suhu 45 C. kemudian ditempatkan dalam mikromanupulator. bakteri yang tertinggal pada kawat gelang semakin berkurang. Teknik Piringan Goresan (Streak plate method) Medium agar dicairkan. 2011). Metode Tuang (pour-plate method) Terdiri atas penginokulasian biakan campuran kedalam tabung uji yang mengandung agar mencair yang telah didinginkan pada suhu 450c. namun kesemua metode bertujuan untuk meletakkan sebagian besar organism pada beberapa goresan pertama. goresan dilakukan diatas permukaan agar. koloni yang berasal dari bakteri individual akan benar-benar terpisah satu sama lain. Jika dilakukan secara sempurna. 4.kira 1 mL untuk diencerkan lebih lanjut. goresan akhir akan meninggalkan bakteri individual cukup terpisah satu sama lain. 2011) 2.macam spesies diencerkan dalam suatu tabung yang tersendiri. Kemudian ditempatkan dalam medium encer untuk dibiakkan ( Trianda. Jika kita belum yakin. 3. Kemudian koloni tunggal dapat ditinggalkan kemedium steril. isinya diaduk untuk memencarkan bakteri keseluruh medium.benar-benar steril. Teknik Sebar (spread plate) Teknik isolasi dan mikroba dengan cara menyebarkan mikroba pada permukaan media yang akan digunakan (Trianda. Teknik Micromanipulator Mengambil satu bakteri dengan mikropipet yang ditempatkan dalam mikro manupulator. maka kita dapat mengulang pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel (Trianda. Kemudian dengan kawat gelang menginokulasi yang penuh dengan biakan campuran (misalnya specimen ludah atau bahan lain).

1990). Michael. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa mikroorganisme di alam terdistribusi dimana-mana dalam jumlah yang besar dan sangat kompleks. mikroba terdapat berbagai populasi campuran dari berbagai jenis mikroba yang berbeda. Setiap spesies mikroorganisme akan tumbuh dengan baik didalam lingkungan hanya selama kondisinya menguntungkan bagi pertumbuhan dan untuk mempertahankan dirinya. protozoa. ESC Chan. Ratna Sari. Dengan ilmu pengetahuan tentang mikrobiologi.mereka menghuni tanah. Untuk mempelajari kehidupan mikroba perlu dilakukan kulturisasi (pembiakan) dan isolasi (pemisahan) mikroba yang umumnya membutuhkan teknik-teknik tertentu (Sutedjo. yang membuat kondisi bagi pertumbuhan spesies lain lebih menguntungkan. Karena itu konsep kultur murni yang ditekankan terdahulu harus dinilai kembali dalam penelaan ekosistem mikroba. air dan atmosfer. tumbuh dalam suatu lingkungan yang bebas dari pencemaran oleh bentuk-bentuk kehidupan lain. Beratus-ratus spesies mikrorganisme yang meghuni bermacam-macam pada bagian tubuh kita. maka dapat dipelajari spesies mikroba yang telah dipisahkan (diisolasi).air A. Dalam proses pemisahan harus dilakukan dengan tepat dan penuh ketelitian.. maka organisme yang telah teradaptasi dengan baik dalam keadaan lingkungan terdahulu (Pelezaer Jr. 2001). seperti di . Mikroorganisme dalam lingkungan alamiah jarang terdapat sebagai biakan murni. 1997). Berbagai sedimen tanah atau air boleh jadi mengandung bermacammacam spesies cendawan. Setelah suatu medium telah terisi mikroba maka kegiatan identifikasi dapat dilakukan (Oetomo Hadi. bakteri dan virus. Beberapa mikroorganisme merupakan mikroorganisme yang dapat tumbuh dimana-mana. Di dalam alam. Begitu terjadi perubahan radialdalam hal suhu atau pH. sehingga secara umum dapat dibagi menjadi beberapa spesies. algae.. Teori Umum Mikroorganisme terdapat dimana-mana disekitar kita.

saluran pencernaan dan kulit. seperti duri. karena dalam media padat sel-sel mikroba akan membentuk suatu koloni sel yang tetap pada tempatnya. Pada waktu inokulasi. terutama apabila akan memisahkan populasi campuran mikroorgansime dari alam yang disebut biakan campuran menjadi spesies-spesies yang berbeda-beda menjadi suatu biakan murni yang terdiri atas satu jenis mikroorganisme (Jide. serupa akar. sel-sel mikroba sulit dipisahkan secara individu karena terlalu kecil dan tidak tetap tinggal ditempatnya (Sutedjo.F Wheeter. Untuk itu terlebih dahulu harus diusahakan agar semua alat-alat yang ada sangkut-paut dengan medium dan pekerjaan inokulasi itu benar-benar steril. serupa tasbih. .dalam mulut. Penelitian perlu dilakukan. Bentuk koloni dilukiskan sebagai titik-titik.. Hal ini dapa dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat.A. Pemanasan ini menghancurkan setiap bentuk kehidupan yang ada pada permukaan jarum atau alat pemindah (Sutedjo. bulat. 2003). serupa batang. benang. Sifat-sifat koloni pada agar-agar miring berkisar bentuk dan tepi koloni dan sifat itu dinyatakan dengan pedang. Bila digunakan media cair. 1997). Sebagai contoh adalah sekali bersin dapat menyebarkan beribu-ribu mikroorganisme. 1998). Inokulasi (penanaman bakteri) merupakan pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru minta banyak ketelitian. Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lain yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. dan serupa akar (Volk W. serupa kumparan. 1998). ini untuk menghindari kontaminasi yaitu masuknya mikroorganisme yang tidak kita inginkan (Dwidjaseputro. permukaan. dan tepi. Untuk meumbuhkan suatu biakan bakteri dalam media steril sejumlah sel-sel (inokulum) dipindahkan (diinokulasi) kedalam media dengan perlakuan khusus untuk mempertahankan kemurnian dari biakan. serupa titik. jarum yang digunakan untuk memindahkan mikroba harus dipijarkan diatas api segera sebelum dan sesudah melakukan pemindahan. Sifat-sifat koloni pada agar-agar lempengan mengenai bentuk. dan mereka dalam jumlah yang banyak. 1997).

02 n : Cairan jernih. tidak berbau atau lemah. Uraian sampel . 1979 : 268) : GLUKOSUM : Glukosa : C6H12O6 / 198. FI III. mudah menguap dan mudah bergerak. serpih atau butiran. Kegunaan : Sebagai bahan pemadat medium NA. serbuk hablur atau butiran putih. bau khas rasa panas. air suling : H2O / 18. : Praktis tidak larut dalam air . Aquades ( Ditjen POM.smi n anan n B. jauh dari nyala api. rasa manis : Mudah larut dalam air. : Sebagai aseptis 3. 1979) Nama resmi Sinonim : Aqua destillata : Aquades. Glukosa (Dirjen POM . Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik. 1979) : Aethanolum : Alkohol : Cairan tak berwarna. terlindung dari cahaya. Mudah terbakar dengan memberikan nyala biru yang tidak berasap. di tempat sejuk. tidak berbau. Agar (Ditjen POM. Alkohol 70 % (Ditjen POM III. 1979) Nama resmi : Agar Sinonim : Agar-Agar : Berkas potongan memanjang. rasa berlendir. tidak berwarna. : Dalam wadah tertutup rapat. agak sukar larut dalam etanol (95) P. dan larut dalam air mendidih. Mendidih : dalam wadah tertutup rapat : sebagai pereaksi C. 2. jingga lemah kekuningan sampai kuning pucat atau berwarna. : Sangat mudah larut dalam air. kloroform P dan dalam eter P. berlekatan atau berbentuk keping.17 : Hablur tidak berwarna. an : Sebagai pelarut mi nan 4. sangat mudah larut dalam air mendidih. tidak berasa. Uraian Bahan 1. tidak berbau. jernih.

pectin. puree nanas. Kotoran hidung 6. Air PDAM Daya 5. kalsium karbonat. Nissin Crispy : PT. Kotoran kulit 7. Slay O’lay Komposisi: tepung terigu. minyak nabati. Urin 8. panile. kalsium bikarbonat. natrium bikarbonat). glukosa. gula. garam. Air sumur bor Muhammad Yamin 3. pengatur keasaman.1. bahan pengembang ( ammonium bikarbonat. lesithin kedelai. susu bubuk. fruktosa. Saliva 9. Informasi nilai gizi:  Energy total 170 kkal  Energy lemak 45kkal  Lemak total 5g 5%akg  Protein 2g 3%akg  Karbohidrat total 30g 10%akg  Gula 13g  Natrium 120mg  Vitamin b1 25%akg  Vitamin b2 10%  Vitamin b6 20%  Vitamin b12 15%  Kalsium 6% Produksi 10. perisa nanas. Mayora Indah 5%akg . Air sumur Singa 4. pewarna makanan. Air laut Akkarena 2. premis piramin.

Gula 55 g. dan natrium 20 mg Produksi : PT. Lesitin Kedelai. Gula. vitamin C. air. dan buah jambu. Ultra Jaya Milk . garam. Natrium. pengatur keasaman asam sitrat. Protein 17 g. Vitamin B6. Keju. Vitamin B3. perisa jambu. Pewarna Makanan Tartrazin Cl 19140 : PT. Vitamin A. : Lemak total 0 g. serat 10 g. Asam folat. Bumbu Sapi Panggang.mposisi duksi masi gizi osisi masi gizi : Tepung Terigu. Penguat Rasa (MSG). Perisa Keju. Produksi : PT. Lemak Nabati. karbohidrat 39 g. Garam. Kalium. Teh Melati (Pucuk daun teh pilihan) : Kandungan energi total 150 kkal. Lemak dan protein 0 g. vitamin A. Vitamin C. pewarna alami karmin (CI 73015). Gula. NISSIN BISCUIT INDONESIA 11. Buavita Jambu Biji : Sukrosa. Teh Pucuk Harum Komposisi : Air. pemantap nabati. dan Vitamin C. Mayora Indah 12. Soda Kue. Vitamin B1. Susu Bubuk. gula 20 g. Karbohidrat 1 g.

2. Escherichia coli (Chairuddin. Kuman ini tidak bergerak. Tanah Pettarani (Maros) D. tidak berspora dan gram positif. Kalla 15. dan bersifat gram-negatif. Tanah Rappocini 16. dan lebar 0. dan bahkan dapat tersusun seperti rantai pendek. menggerombol. Hanya kadang-kadang yang gram negatif dapat ditemukan pada bagian tengah . Uraian Mikroba 1. 1999) Kingdom : Prokariotik Divisio : Cyanobacteria/Bacteria Class : Schizomycetes Ordo : Eubacteriales Familia : Enterobacteriaceae / Escherichieae Genus : Escherichia Spesies : Escherichia coli Morfologi : Sel bakteri Escherichia coli berbentuk batang dengan kedua sisinya sejajar dan kedua kutub atau ujungnya berbentuk cembung. Diameter kuman antara 0. Pada sediaan langsung yang berasal dari nanah dapat terlihat sendiri. 1999) Kingdom : Prokariotik Divisio : Scotobacteria Ordo : Eubacteriales Familia : Micrococeaceae Genus : Staphylococcus Spesies : Staphylococcus aureus Morfologi: Kuman ini berbentuk sferis.6 m. agak rata karena tertekan. Staphylococcus aureus (Chairuddin. Susunan gerombol yang tidak teratur biasanya ditemukan pada sediaan yang dibuat dari pembenihan padat.8 – 1. sedangkan dari pembenihan kaldu biasanya ditemukan tersendiri atau tersusun sebagai rantai pendek. mempunyai ukuran panjang dengan rentang 2 – 3 m. bila menggerombol dalam susunan yang tidak teratur mungkin sisinya.0 mikron. Tanah BTP 14. Tanah Hj. berpasangan.13.

air. Prosedur Kerja (Suriawira. pada kuman yang telah difagositosis dan pada biakan tua yang hampir mati. banyaknya/besarnya bervariasi. Na-tetrationat. kita panaskan sampai cair. mempunyai habitat pada tanah.2005) a. dapat hidup dalam air yang dibekukan. 2. lingkungan aquatic sel pencernaan hewan maupun pada manusia.1986) Kingdom : Procaryotae Divisio : Protophyta Class : Schizomycetes Ordo : Eubacteriales Family : Enterobacteriaceae Genus : Salmonella Species : Salmonella thyposa Morfologi :Merupakan kuman gram negatif. MCA dan SDA. Salmonella thyposa (Pelczaer. membentuk endospora tersebar luas dalam tanah dan terbawa oleh partikel-partikel debu diudara. Na-dioksi kholat. Media yang telah kita buat minggu kemarin. bergerak dengan flagel peritrik tumbuh dengan cepat pada pembenihan biasa tetapi tidak merugikan laktosa/sukrosa. D. Penuangan Media 1. Telah tersedia 3 cawan petri dan 6 tabung reaksi. Cawan petri masing- masing diisi 15 ml media NA.gerombolan kuman. tidak berspora. Streptococcus mutans (Pelczaer. Cenderung menghasilkan hydrogen sulfide. Pipet menggunakan pipet volume . 3. bergerak dengan flagel. 4. menghambat kuman koliform dan bermanfaat untuk mengisolasi. bersifat aerobik. Untuk masa yang lama resisten terhadap zat kimia tertentu seperti hijau brilliant. 1986) Kingdom : Procaryotae Divisio : Protophyta (Schizophyta) Class : Schyzomycetes Ordo : Eubacteriales Famili : Micrococcaceae Genus : Streptococcus Spesies : Streptococcus mutans Morfologi : Sel berupa batang.

Sedangkan pada tabung reaksi masing-masing berisi madia yang sama namun dibuat tegak dan miring. 3. sedangkan tabung reaksi diisi 2 ml media yang sama dengan tegak dan miring. setelah diisi media taung disandarkan pada rak tabung agar miring. Biakan bakteri pada 35-370C selama 24 jam sampai 48 jam. Kita hanya menggores dan menusuk air selokan saja pada tabung ini.20 ml. Lebih baik diamkan sampai dingin pada suhu kamar. Setiap selesai melakukan inokulasi satu galur mikroorganisme. Pipet menggunakan pipet volume 5 ml. 3. sedangkan media tegak ditusuk dengan menggunakan kawat ose lurus. 2. media siap digores. Galur kapang lebih baik diinokuasi akhir untuk menghindari penyebaran spora yang tidak diinginkan. Semua cawan dan tabung di inkubasi pada suhu yang optimum dan waktu yang tepat untuk pertumbuhan mikroorganisme yang diinokulasi. Pada cawan putar sekali saja dan jangan diganggu atau digoncang agar tidak terjadi gumpalan. beri label. c. Tiap cawan diberi tanda untuk masing-masing air. Inokulasikan masing-masing 1 isolat mikroorganisme yang telah disediakan. Inkubasi Hasil Inokulasi 1. air bak. kawat ose harus di flambir (dibakar sempurna msampai membara) untuk menghidari kontaminasi. Air bak. SDA dan MCA. air ledeng. dan air selokan. khamir pada 30-350C selama 3 hari dan kapang pada 20-250C selama 5-7 hari. Inokulasi Mikroorganisme 1. Air ledeng dan air selokan digores pada cawan petri yang masing- masing telah berisi media NA. b. 4. yaitu . Pada tabung media miring. Cara melakukan inokulasi yaitu dengan cara menggores media plat dan miring meggunakan ose bulat. . 4. Biarkan memadat. Setelah memadat.

Dibungkus dengan kertas coklat (duplo) dan diberi label agar tidak tertukar dengan yang lain. Pengamatan dilakukan terhadap seluruh cirri makroskopis yang dapat dilihat.2. Sedangkan pada SDA dimasukkan dalam lemari kayu dibungkus an diberi label. Hasil percobaan inokulasi yang terbaik dapat disimpan dalam lemari pendingin untuk dipergunakan pada percobaan minggu depannya atau untuk identifikasi. Jika perlu dapat dilihat cirri makroskopisnya juga. Untuk hasil inokulasi pada media MCA dan NA dimasukkan dalam incubator. 3. 4. . Catat seluruh pengamatan dengan lengkap dan teliti bila perlu dengan foto.

yaitu sampel terlebih dahulu ditabur pada cawan petri. tepinya entire. tepinya serrate. Air PAM Daya dengan metode tuang mempunyai bentuk yang circular. metode tegak. Untuk metode isolasi. Pembahasan Isolasi lingkungan mikroorganisme untuk adalah mendapatkan cara biakan pemindahan yang mikroorganisme murni. Setelah itu diingkubasi selama 1 x 24 jam dan diamati. Sedangkan darii inokulasi mikroorganisme adalah suatu cara penanaman mikroba ke dalam suatu medium. kemudian dimasukkan 1 ose Streptococus mutans dan diingkubasi selama 1 x 24 jam.B. Untuk uji beberapa sampel pada metode isolasi bakteri diperoleh urin dengan metode gores mempunyai bentuk yang circular. kemudian dimasukkan medium sebanyak 10 ml. dan elevasinya umbonate. Pada praktikum inokulasi metode yang digunakan adalh metode miring. kemudian menuang medium sebanyak 10 ml. Tanah Rappocini dengan metode sebar mempunyai bentuk yang rhizoid. . metoge gores dan metode tabur. Isolasi mikroorganisme bertujuan memperlihatkan keanekaragaman mikroorganisme diudara atau dilingkungan sekitar kita dan inokulasi dilakukan bertujuan untuk mengamati pengaruh-pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan mikroba yang ada disekitar kita selama ini. Dan untuk metode tabur. dan elevasinya convex. metode yang digunakan adalah metode tuang. Untuk metode inokulasi. tepinya lobate. Pada praktikum isolasi. dan elevasinya flat. Untuk metode gores kedalam cawan Petri dituang tunggu hingga memadat setelah itu dimasukkan sample sebanyak 1 ose dan digores pada permukaan medium secara zig-zag dan diingkubasi 1 x 24 jam. Untuk uji Streptococcus mutans pada Na tegak ditemukan bentuk koloni yang papiliate. Untuk metude cair dengan cara menuang medium NB kedalam tabung reaksi steril kemudian dituang sampel mikroba dan diingkubasi 1 x 24 jam. dan metode cair. NA miring uniform turbidity dan untuk metode cair bentuk koloninya cerab. tepinya entire. Untuk Rhizopusbentuk koloninya untuk NA tegak pellide. kemudian dimasukkan sampel pada permukaan medium dengan cara disebar. metode sebar. dan elevasinya convex. metode tegak dengan cara menuang medium NA sebanyak 10 ml kedalam tabung reaksi steril. kemudian dibiarkan memadat dengan kemiringan 45o. Untuk metode miring dengan cara menuang 10 ml medium NA kedalam tabung reaksi steril. Buavita dengan metode sebar mempunyai bentuk yang irregular. dan diingkubasi 1 x 24 jam. Pada metode sebar dimasukkan medium dahulu sebanyak 10 ml tunggu hingga memadat. pada NA miring bentuk koloninya flocculent growth. pada metode tuang dilakukan dengan menuang sampel kedalam cawan petri terlebih dahulu. setelah itu diambil 1 ose Sreptococcus mutans dan digores pada permukaan medium dengan cara zig-zag. dan untuk NB bentuk koloninya sediment.

Sartini.. dan elevasinya umbonate... Mikrobiologi Dasar . N. tepinya entire.. 1998. Jide.. Pelczaer Jr.. Malang.. Universitas Hasanuddin. Universitas Indonesia. Oetomo hadi.. “Mikrobiologi Farmasi Dasar. Diposkan oleh Revi Reski sari di 4:53:00 PM . Makassar.PT... tepinya undulate.Gramedia. Buavita dengan metode sebar mempunyai bentuk yang circular. 1998 . ECS Chan.. Sutedjo. “Dasar-Dasar Mikrobiologi”. 2003. Volk W. dan elevasinya convex. Jakarta.. “ Mikrobiologi Tanah” .. Jakarta. tepinya entire.. dkk. Jakarta.. 1986. Wheeter . F . “Dasar-dasar Mikrobiologi”.. dan elevasinya convex. M. tepinya entire. 1990.. 1997.. Jakarta.. Djambatan. A. DAFTAR PUSTAKA Dwidjaseputro. Rineka Cipta. dan elevasinya convex. Air PAM Daya dengan metode tuang mempunyai bentuk yang circular.. Erlangga.Sedangkan pada isolasi jamur diperoleh urin dengan metode gores mempunyai bentuk yang circular. ”Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek”. Ratna sari. Tanah Rappocini dengan metode sebar mempunyai bentuk yang filamentous..