You are on page 1of 11

Laporan Praktikum Elektronika Dasar

KARAKTERISTIK RESISTOR MENGGUNAKAN RANGKAIAN
SEDERHANA PEMBAGI TEGANGAN

Disususn oleh :

Alkip D.K

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2014

KARAKTERISTIK RESISTOR MENGGUNAKAN RANGKAIAN
SEDERHANA PEMBAGI TEGANGAN
Alkip D.k
Jurusan Pendidikan Fisika
Universitas Negeri Gorontalo

Abstrak
Tegangan listrik diperlukan sebagai sumber daya untuk menggerakan suatu peralatan
listrik, seperti: komputer, pengendali, lampu, instrumen (alat ukur), dll. Tegangan listrik DC
dapat dihasilkan dari. Rangkaian pembagi tegangan (voltage divider) adalah suatu rangkaian
yang digunakan untuk mengubah nilai resistansi menjadi tegangan.

Rangkaian pembagi

tegangan (voltage divider) disebut juga sebagai rangkaian pembagi potensial (potential
divider). Input ke sebuah rangkaian pembagi tegangan adalah tegangan Vin. Tegangan
Vin tersebut menggerakkan arus I untuk mengalir melewati kedua resistor. Karena kedua
resistor terhubung secara seri, maka arus yang sama mengalir melewati tiap-tiap resistor.

Pendahuluan
Tegangan listrik diperlukan sebagai sumber daya untuk menggerakan suatu peralatan
listrik, seperti: komputer, pengendali, lampu, instrumen (alat ukur), dll. Tegangan listrik DC
dapat dihasilkan dari. Rangkaian pembagi tegangan (voltage divider) adalah suatu rangkaian
yang digunakan untuk mengubah nilai resistansi menjadi tegangan. Pada rangkaian pembagi
tegangan dua buah resistor yang dihubungkan secara seri yang melalui Vin yang merupakan
tegangan listrik yang dihubungkan ke resistor R1 dan R2, akan mengalirkan arus (I) melalui
dua buah resistor (R1 dan R2). Arus yang melewati kedua resistor akan memiliki nilai yang
sama dengan arus yang masuk karena dihubungkan secara seri. Besarnya nilai hambatan atau
resistansi total kedua resistor adalah Rtotal = R1 + R2. Sedangkan besarnya nilai tegangan input
(Vin) dapat kita cari menggunakan Hukum Ohm. (Depari, 2002; 77).

Pada saat diberi

muatan, rangkaian pembagi tegangan ternyata mengalami penurunan atau jatuh tegangan.
(Sutrisno. 1986).

Gambar 1

Dalam rangkain listrik arus searah untuk meperoleh suatu tegangan tertentu dapat
menggunakan suatu kombinasi tahanan tertentu, rangkaian seperti ini disebut rangkaian
pembagi tegangan pada gambar 1.
Besarnya arus yang mengalir dalam rangkaian adalah :

Tegangan pada R2 adalah :

Dengan cara yang sama tegangan pada R1 diperoleh :

Persamaan ini adalah persamaan untuk menghitung tegangan output yang dihasilkan
oleh sebuah rangkaian pembagi tegangan. Dengan memilih dua buah resistor dengan nilai
tahanan yang sesuai, kita dapat memperoleh nilai tegangan output manapun didalam kisaran 0
V hingga Vin.
Tujuan dari pelaksanaan percobaan ini guna untuk membuktikan bahwa besarnya
karakteristik resistor terhadap rangkaian sederhana pembagi tegangan melalui perbandingan
antara tengangan yang masuk dari catudaya dengan tegangan yang keluar dari rangkaian.
membuktikan kemampuan dari resistor dan dioda dalam membagi tegangan yang masuk ke
dalam sebuah rangkaian listrik dengan manfaat dapat membuktikan bahwa tegangan yang
masuk dalam sebuah rangkaian dapat terbagi.

Metode
Metode yang digunakan didalam pratikum Elektronika Dasar ini yaitu metode
Eksperimen, di mana bereksperimen menggunakan sebuah rangkaian untuk mengetahui

karakteristik resistor terhadap rangkaian pembagi tegangan dengan menggunakan dioda yang
sebagai penyearah pada sebuah rangkaian Resistor. Untuk metode pengambilan data yang
dilakukan adalah menggunakan multitester.
Adapun variabel bebas dari percobaan ini yaitu tegangan input (Vinput) yang dapat
berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan di atur dari catudaya dan untuk variabel terikat yaitu
tegangan output dari rangkaian yang sesuai tegangan input yang berubah. Sedangkan untuk
variabel kontrol adalah resistansi pada rangkaian.
Metode pengambilan data yang harus dilakukan adalah multitester digital yang akan
digunakan dipastikan terlebih dahulu untuk bisa digunakan dalam percobaan. Selain itu alat
dan bahan juga harus disiapkan juga, sehingga percobaan dapat berjalan dengan lancar.
Kemudian, setelah semua alat dan bahan siap digunakan, alat dan bahan tersebut dirangkai
seperti gambar 2.
Lokasi yang digunakan untuk melakukan eksperimen ini di sebuah Laboratorium
Fisika 1 Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo. Praktikum dilakukan pada hari
sabtu 22 November 2014 pada pukul 17:00 WITA hingga selesai.

Alat Dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu catu daya (power supply)
yang berfungsi untuk menyuplai tegangan langsung ke komponen. Multitester digital
berfungsi untuk mengukur tegangan yang keluar (Voutput) serta memperbaiki kesalahan
pembacaan pada multitester analog dan alat ini juga memiliki ketelitian yang lebih baik
dibandingkan multitester analog, sehingga dapat diketahui tegangan dari catu daya terbagi
setelah melewati R2. Kabel penghubung berfungsi sebagai alat penghubung antara alat dan
bahan yang digunakan untuk mengalirkan arus listrik.
Resistor 220 Ω yang berfungsi sebagai penahan arus yang mengalir dalam rangkaian.
Untuk membagi tegangan yang masuk ke rangkaian digunakan sebuah dioda untuk
menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus pada tegangan balik. Dioda
berasal dari dua elektroda yaitu anoda dan katoda. Dioda berfungsi sebagai penyearah,
penstabil tegangan untuk dioda zener, pengganda tegangan, dan sebagainya. PCB (printed
circuit board) atau papan sirkuit cetak yang digunakan untuk meletakkan komponen
mengikuti pola rangkaian. Kedua bahan ini dilekatkan menggunakan solder dan timah pada
papan PCB. Timah juga berfungsi sebagai penghantar arus listrik.

Pada praktikum ini menggunakan dua buah resistor 220 Ω yang telah disusun dalam
satu rangkaian, kemudian di hubungkan menggunakan kabel penghubung ke catu daya dan
multimeter. Ujung resistor di hubungkan ke positif catu daya, ujung resistor yang lain di
hubungkan ke negatif catu daya, dan sambungan kawat resistor dan resistor di hubungkan ke
positif multimeter. Dari negatif multimeter di hubungkan ke negatif catu daya. Setelah itu
hubungkan kabel pada catu daya dengan sumber arus listrik. Kemudian hidupkan catu daya
dengan menekan tombol ON. Mengatur tegangan input pada catu daya sebesar 1.0 volt, lalu
1.2 volt, 1.4 volt, 1.6 volt, 1.8 volt, 2.0 volt, 2.2 volt, 2.4 volt, 2.6 volt, 2.8 volt, 3.0 volt, 3.2
volt, 3.4 volt, 3.6 volt, 3.8 volt, dan 4.0 volt. Tegangan yang keluar (output) akan terukur pada
multitester, sebagai tegangan yang sudah terbagi.

RANCANGAN PENELITIAN
Hal pertama yang dilakukan dalam pratikum yaitu menyusun alat-alat yang telah di
sediakan sesuai dengan procedure dan tata cara pembuatan rangkaian sehingga menjadi satu
rangkaian seperti di gambar 2, Kemudian rangkaian yang telah selesai di hubungkan ke catu
daya (power supply) agar dapat mengalirkan arus ke dalam rangkaian tersebut dan ntuk
mengetahui seberapa besar arus yang masuk dan tegangan yang terbagi.

R

D
V

Gambar 2. Skema Rangkaian Pembagi Tegangan

Gambar 3. Rangkaian Pembagi Tegangan

Analisis Data

gambar 4. grafik V input/ V output

Berdasarkan grafik di atas yang merupakan hubungan antara tegangan input dengan
tegangan output membuktikan bahwa berbanding lurus, sehingga membuktikan bahwa
karakteristik resistor terhadap rangakaian sederhana pembagi tegangan yang menggunakan
dioda sebagai penyearah berjalan dengan baik yaitu seberapa besarnya tegangan yang
diberikan rangkaian tersebut dapat membagi tegangan itu.
grafik hubungan antara tegangan input (Volt) dan tegangan output (Volt) pada gambar
4 yang menunjukkan bahwa terjadi pembagian tegangan saat tegangan catudaya masuk
melalui resistor dan terbagi pada R2. Tegangan masuk 1.0 volt dan menghasilkan tegangan
keluar 0.5 volt yang melalui resistor R1= 220 Ω dan R2= 220 Ω.

Hasil Dan Pembahasan
Tabel data hasil pengukuran
Tegangan Input

Tegangan Output

(Volt)

(Volt)

1.0

0.5

1.2

0.6

1.4

0.7

1.6

0.8

1.8

0.9

2.0

1.0

2.2

1.1

2.4

1.2

2.6

1.3

2.8

1.4

3.0

1.5

3.2

1.5

3.4

1.5

3.6

1.7

3.8

1.9

4.0

2.0

gambar 5. grafik V input/ V output

Pembahasan
Rangkaian pembagi tegangan (potensial divider) sangat sering digunakan untuk
mengubah tegangan pada suatu rangkaian. Pada rangkaian pembagi tegangan bahwa tegangan
output (Vout) akan berkurang ketika arus ditarik dari rangkaian. (Tooley, M.2003). Sehingga
rangkaian pembagi tegangan di uji untuk memperoleh hasil pengukuran yang baik. (Junaidi.
2013).
Pada rangkaian pembagi tegangan ini tegangan input (Vin) yang melalui resistor akan
disearahkan oleh dioda sehingga tegangan outputnya (Vout) akan terbagi atau jika dibebani
maka rangkaian pembagi tegangan akan mengalami penurunan atau jatuh tegangan. (Sutrisno.
1986). Hal tersebut membuktikan bahwa tegangan input (Vin) lebih besar daripada tegangan
output (Vout).
Menghubungkan resistor seri seperti ini pada tegangan DC memiliki satu keuntungan,
tegangan yang berbeda muncul di setiap resistor menghasilkan sebuah rangkaian yang disebut
Rangkaian Pembagi Tegangan. Hukum tegangan Kirchoff menyatakan bahwa " tegangan
dalam rangkaian tertutup sama dengan jumlah semua tegangan (IR) di seluruh rangkaian".
Dalam rangkaian dua resistor yang dihubungkan secara seri melalui Vin, yang
merupakan tegangan listrik yang terhubung ke resistor, di mana tegangan keluaran Vout
adalah tegangan resistor yang diberikan oleh formula. Jika lebih resistor dihubungkan secara
seri pada rangkaian maka tegangan yang berbeda akan muncul di setiap resistor berkaitan
dengan masing-masing hambatan R (IxR hukum Ohms) menyediakan tegangan berbeda dari
satu sumber pasokan/catudaya (Malvino,2003:63). Namun, harus berhati-hati ketika
menggunakan jaringan jenis ini sebagai impedansi karena dapat mempengaruhi tegangan
keluaran.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan, membuktikan bahwa tegangan yang masuk melalui
resistor akan terbagi saat melalui dioda sebagai penyearah arus. Sehingga terbukti bahwa pada
rangkaian pembagi tegangan, saat tegangan input melalui resistor dan dioda maka tegangan
outputnya akan terbagi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tegangan input (Vin) lebih besar
daripada tegangan output (Vout). tegangan yang terbagi pada setiap resistor merupakan rasio
dari resistansi total pada rangkaian dikalikan tegangan total rangkaian.

Saran
Percobaan ini masih memiliki banyak kelemahan yang dimungkinkan karena kesalahan
praktikan dalam melakukan pengamatan dalam mengukur serta kurangnya ketelitian dari
praktikan dalam merangkai alat dalam percobaan. Dan di harapkan kepada pembaca agar
dapat lebih menguasai cara pengoperasian dan merangkai alat yang digunakan sehingga akan
lebih meminimalkan kemungkinan kesalahan yang akan terjadi

Daftar Pustaka
[1] Albert Paul, Malvino. Prinsip-Prinsip Elektronika, Jilid 1 & 2, Edisi Pertama, Penerbit:
Salemba teknika, Jakarta 2003
[2] Depari, S Atal. 2002. Rangkaian Pembagi Tegangan. [Internet]. [Diakses tanggal 1
Desember 2014].
[3] Junaidi. 2013. Komputerisasi Alat Ukur V-R meter untuk Karakterisasi Sensor Gas
Terkalibrasi NI DAQ BNC-2110. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Lampung,
Indonesia. [Internet]. Tersedia di: http://staff.unila.ac.id/junaidi/files/2013/02/jurnaljunaidi. [Diakses tanggal 1 Desember 2014].
[4] Sutrisno. 1986. ELEKTRONIKA : Teori dan penerapannya Jilid 1. Bandung : ITB.
[5] Sumariadi, Wildian, Meqorry Yusfi, Jurnal Fisika Unand Vol. 2, No. 1, Januari 2013,
http://jurnalsain-unand.com/FilesJurnal/26352746310%20Sumariadi.pdf [1 desember
2014]
[6] Tooley, M. 2003. Rangkaian Elektronik : Prinsip dan Aplikasi Edisi Kedua. Jakarta :
Erlangga.
[7] Yani, A. 2011. Penggunaan Rangkaian Multivibrator sebagai Saklar Sentuh. Program
Studi Sistem Komputer, Universitas Dian Nusantara. [Internet]. Tersedia di:
http://lppm.trigunadharma.ac.id/public/fileJurnal/hp6Z7-Jurnal-A-YaniRangkaian%20Multivibrator.pdf. [Diakses tanggal 1 Desember 2014].

Gambar 6

Gambar 7