You are on page 1of 22

BAB II

TINJAUAN TEORI
I. Konsep Dasar Keluarga
A. Pengertian
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup
bersama dengan keterikatan aturan dan emosional dan individu yang
mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari kelurga
(friedman, 1988)
Kelurga adalah unit terkecil di masyarakat yang terdiri dari suami,
istri, dan anak-anak (UU No. 10, 1992)
B. Tipe-tipe Keluarga
Secara tradisional keluarga dikelompokkan menjadi tiga tipe, antara lain :
1. Keluarga inti (Nuclear Family) adalah keluarga yang terdiri dari ayah,
ibu, dan anak.
2. Keluarga besar ( Extended Family) adalah keluarga inti ditambah
keluarga lain masih mempunyai hubungan adalah (kakek, nenek,
paman, dan bibi)
3. Orang tua tunggal (Single Parent) adalah keluarga lain yang terdiri dari
satu orang dengan anak-anaknya akibat perceraian atau ditinggal
suami.
C. Struktur Keluarga
Struktur keluarga menurut parad dan Caplon (1965), dalam Friedman ada
4 yaitu :
1. Struktur

peran

keluarga

menggambarkan

peran

masing-

masing anggota keluarga dalam keluarga sendiri dan peranannya di


lingkungan masyarakat atau peran formal dan informal.
2. Nilai norma keluarga menggambarkan nilai dan norma yang dipelajari
dan diyakini oleh keluarga khususnya berhubungan dengan kesehatan.
3. Pola komunikasi keluarga menggambarkan bagaimana cara dan pola
komunikasi ayah, ibu, orang tua dengan anak, anak dengan anak, dan
anggota keluarga yang lain pada keluarga besar dengan keluarga inti.
4. Struktur kekuatan keluarga menggambarkan kemampuan anggota
keluarga untuk mempengaruhi dan mengendalikan orang lain untuk
mengubah perilaku keluarga yang mendukung kesehatan.

D. Tahap-tahap Keluarga
Di indonesia keluarga dikelompokkan menjadi 5 tahap berdasarkan
kemampuan untuk pemenuhan kebutuhan dasar psikososial, ekonomi
keluarga di masyarakat yaitu :
1. Keluarga prasejahtera adalah keluarga yang belum dapat memenuhi
kebutuhan dasar secara minimal yaitu kebutuhan pengakaran agama,
pangan, sandang, papan, dan kesehatan atau keluarga yang belum
dapat memenuhi salah satu atau indikator keluarga sejahtera tahap
satu.
2. Keluarga sejahtera tahap I adalah keluarga telah dapat memenuhi
kebutuhan dasar secara minimal serta telah memenuhi kebutuhan
sosial psikologisnya yaitu kebutuhan pendidikan, KB, interaksi dalam
keluarga,

interaksi

dengan

lingkungan,

tempat

tinggal

atau

transportasi.
3. Keluarga Sejahtera tahap II (Keluarga sejahtera II) adalah keluarga
yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan sosial psikologisnya
tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan perkembangan yaitu
kebutuhan untuk menabung dan memperoleh informasi.
4. Keluarga sejahtera tahap III (Keluarga sejahtera III) adalah keluarga
yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar, kebutuhan sosial,
psikologis dan kebutuhan pengembangan tetapi belum dapat
memberikan sumbangan baik internal ataupun keluarga serta berperan
aktif dengan menjadi pengurus lembaga masyarakat, yayasan sosial,
keagamaan, kesenian, olahraga dan lain-lain.
5. Keluarga tahap IV (Plus) adalah keluarga yang telah dapat memenuhi
seluruh kebutuhannya baik yang bersifat dasar, sosial, perkembangan
serta telah mampu memberikan sumbangan yang nyata bagi
masyarakat.
E. Fungsi Keluarga
Secara umum fungsi keluarga menurut Friedman 1988 adalah sebagai
berikut:

1. Fungsi Afektif (The Affective Function) adalah fungsi keluarga yang


utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk memepersiapkan
anggota keluarga untuk berhubungan dengan orang lain.
2. Fungsi sosialisasi dan tekspot bersosialisasi (Social action and social
placement function) adalah fungsi pengembangan dan tempat melatih
anak

untuk

kehidupan

sebelum

meninggalkan

rumah

untuk

berhubungan dengan orang lain di luar rumah.


3. Fungsi Reproduksi (The reproduction function) adalah fungsi untuk
menghasilkan keturunan.
4. Fungsi Ekonomi (The Economic function) adalah keluarga berfungsi
untuk

memenuhi

mengembangkan

kebutuhan

ekonomi

atau

kemampuan

individu

untuk

tempat

untuk

meningkatkan

penghasilan atau memenuhi kebutuhan kelaurga.


5. Fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan (The health care
function) adalah untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota
keluarga agar memiliki produktifitas tinggi.
F. Tugas Keluarga di Bidang Kesehatan
Sesuai dengan pemeliharaan kesehatan, keluarga mempunyai tugas
di bidang kesehatan yang perlu dipelihara dan dilakukan meliputi :
1. Mengenal masalah kesehatan keluarga yang merupakan kebutuhan
yang tidak boleh dibiarkan karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak
akan berarti dan karena kesehatanlah kadang seluruh kegiatan sumber
daya dan dana keluarga habis.
2. Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga, tugas ini
merupakan upaya keluarga utama untuk mencari pertolongan yang
tepat yang mempunyai kemampuan memutusan untuk menentukan
tindakan keluarga.
3. Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.
4. Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan
keluarga
5. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi
keluarga.
II. Konsep Dasar Kehamilan

a. Pengertian
Kehamilan adalah masa dimana terdapat janin didalam rahim
seorang perempuan, masa kehamilan ini didahului oleh terjadinya
pembuahan yaitu bertemunya sel sperma laki-laki dngan sel telur yang
dihasilkan oeh indung telur. ( Dep.Kes, 2009 )
Kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin dikandung didalam
tubuh wanita, yang sebelumnya diawali dngan proses pembuahan dan
akan diakhiri proses persalinan.
b. Tanda dan Gejala Kehamilan
Tanda dan Gejala (keluhan) normal pada wanita hamil adalah:
1. Morning Sickness
2. Emesis Gravidarum
3. Kaki Kramp
4. Varises tampak
5. Sesak bagian bawah
6. Pinggang pegel
7. Edema
8. Hemoroid
c.

Perubahan-perubahan dan adaptasi fisiologis pada masa


kehamilan
1. Trimester I ( 0-12 minggu )
Seseorang yang mengalami kehamilan akan menunjukkan gejalagejala yang berasal dari buah kehamilan yaitu dari janin dan
placenta.
a. Adanya human chorionic gonadotropic (HCG) dalam saluran
kemih
b. Masalah gastro intestinal
1. Mual dan Muntah (4-6 minggu)
2. Morning sickness
3. Anorexia

4. Hiper Salivasi
5. Tak tahan terhadap bau-bau tertentu
c. Pengaruh Hormon Estrogen
1.

Tonus otot menurun, mengakibatkan mual dan


konstipasi

d. Perubahan Rahim
1.

Pada kehamilan 7 minggu,


rahim lebih kurang sebesar telur itik

2.

Pada kehamilan 10 minggu,


lebih kurang sebesar jeruk keprok

3.

Pada kehamilan 12 minggu,


lebih kurang sebesar kepalan tangan

e. Tanda-tanda Piscasick
Pembesaran dan perlunakan pada tempat implantasi
f. Tanda-tanda Hegar
Pada pemeriksaan dalam secara bimanual didapatkan seolaholah, jari-jari yang ada di luar bertemu dengan jari-jari yang
ada di dalam, hal ini di sebabkan oleh bertambahnya jumlah
pembuluh darah pada rahim.
g. Traktus Urinarius
Kehamilan mengakibatkan uterus membesar dan menekan
kandung kemih sehingga didapatkan ibu sering kencing.
h. Kardiovaskuler
1. Cardiac Volume meningkat lebih kurang 10% (lebih kurang
75 ml)
2. Diafragma terdorong kea rah atas kerena pembesaran
uterus, posisi jantung pada bagian kiri atas.
3. Cardiac Output
a. Denyut jantung meningkat, nadi meningkat lebih
kurang 10-15 x/mnt

b. Filtrasi ginjal meningkat


c. Transportasi oksigen meningkat
i. Uterus
1. Pada saat tidak hamil beratnya 35-50 gr, volume 5-10
2. Istmus hipertropi, panjang lunak (tanda hegar)
j. Payudara
Membesar, tegang, dan sedikit nyeri disebabkan pengaruh
estrogen dan progesterone yang merangsang ductus dan alveoli
payudara.
k. Vagina
1. Peningkatan vaskularisasi
2. Peningkatan sekresi putih kental bersifat asam
l. Respirasi
1. Estrogen meningkat, menyebabkan peningkatan jaringan
ikat
2. Progesteron meningkat menyebabkab penurunan resistensi
dengan relaksasi otot polos yang memudahkan mengalirnya
Co2 dari janin ke Ibu
3. Diafragma tertekan, kurang leluasa bergerak
m. Moskuloskeletal
1. Relaksasi persendian
2. Uterus memanjang mengakibatkan nyeri pada ligamen
retundum
3. Perubahan postural,
a. Saat pinggang untuk mengimbangi lordosis dan tarikan
tulang belakang
b. Sakit pada anggota bagian atas oleh karena bahu dan
dada terdorong ke depan.
n. Kulit
Oleh karena pengaruh estrogen, kulit mengalami Hyper
pigmentasi kloasma, linea nigra dan strie gravidarum

2.Trimester II (12-28 minggu)


a) Uterus
1. Uterus membesar, hypertropi sel-sel otot
2. Dinding uterus tipis dan lunak
3. Fetus dapat dipalpasi pada abdomen
4. Uterus jadi bentuk ovale
5. Adanya kontraksi braxton his
b) Cervik
1. Terus memanjang
2. Adanya mucous plag
3. Sel otot Hypertropi
4. Kelenjar serviks aktif
c) Vagina
1. Sel otot Hypertropi
2. Adanya tebal
3. Adanya leukorhea
4. PH asam : 3,5-1,0
d) Payudara
1. Ductus dan alveoli Hypertropi
2. Areola dan puting membesar
3. Mulai ada sekresi kolostrum
e) Sistem Kardiovaskuler
1. Volume darah meluas
2. Hb menurun akibat ekspirasi plasma lebih besar dari pada sel
darah merah
3. Perubahan Out put meningkat 30-50%
4. Stroke volume meningkat
5. Tekanan darah sama dan cenderung sedikit menurun
6. Terjadi Hypertropi supina khusus pada trimester kedeua akhir
f) Sistem Respiratori

1. Oksigen dalam darah meningkat


2. Pernafasan lebih dalam
3. Volume darah tidak meningkat
4. Konsumsi oksigen meningkat
5. Uterus membesar dan menekan diafragma menyebabkan
sulit/sesak nafas
g) Sistem Urinary
1. Perubahan ukuran pada kandung kemih, meningkat
2. Udema fisiologis pada kandung kemih
3. Frekuensi berkemih menurun
4. Dilatasi ginjal dan ureter
5. Ibu rentan terhadap infeksi traktus urinarius
6. Filtrasi glomerulus meningkat 50%
7. Aliran plasma renal meningkat
8. Ekskresi glukosa, polipeptida, elektrolit dan vitamin yang larut
dalam air meningkat
h) Sistem Muskuloskeletal
1. Pusat graviti berubah akibat membesarnya uterus, lordosis
fisiologis
2. Kram pada kaki
i) Sistem Integumen
1. Hyperpigmentasi terutama pada putting dan perineum
2. Adanya linea nigra
3. Adanya pulmar eritema
4. Rambut menjadi halus
5. Kuku lebih lunak, tingkat pertumbuhan meningkat
j)

Sistem gastrointestinal
1. Mulut dan gigi
c. Hiperemia, sensitif terhadap zat iritan
2. Esofagus dan gaster
d. Kapasitas lambung menurun

e. Sekresi asam hydroverotik dan pepsin dalam lambung menurun


3. Liver
f. Meningkatnya serum posphatase, menurunnya albumin dan
globulin
4. Pankreas
g. Hypertropi, hyperplasia, dan hyperaktif sering terjadi pada selsel beta
h. Kebutuhan fisiologis kehamilan, pankreas diabetes gestasional
Intestinal
i. Waktu pengosongan lambung meningkat
j. Absorbsi nutrien dan air meningkat
k) Sistem Endokrin
1. Pituitary
Sekresi hormon luitenising dan folikel stimulating hormone
Prolaktin meningkat
2. Tiroid
Vaskularisasi meningkat
Meningkatnya T3 dan T4
BMR meningkat
3. Para Tiroid
Hyperplasi, sekresi hormone meningkat
4. Adrenal
Sekresi adenokortikotropic hormone (ACTH) meningkat
Level kortisol meningkat
5. Placenta
Fungsi utuh dan kompleks
3. Trimester III (28 minggu - kehamilan berakhir 38-42 minggu)
a. Sistem reproduksi
1. Uterus
Ukuran

bertambah

membesar,

distensi

miometrium,

dinding menipis, kontraksi Braxton hicks semakin jelas.

2. Serviks
Effacement, pengeluaran mukosa.
3. Vagina
Hiperemia, pertumbuhan lactobacil, leukhoren.
4. Payudara
Membesar, tegang, kolostrum keluar.
b. Sistem kardiovaskuler
1. COP meningkat 40 %
2. Volume darah ibu meningkat 30-50 %
3. HR meningkat 15 X/menit
4. Stroke volume meningkat
5. Kerja kardiovaskuler meningkat sangat beresiko pada ibu
dengan masalah jantung.
c. Sistem pernafasan
1. Diafragma tertekan pembesaran uterus ke atas
2. Iga-iga expansi
3. Konsumsi oksigen meningkat
d. Sistem perkemihan
1. Dilatasi koliks renal, filterasi glomerulus meningkat
2. Frekuensi miksi meningkat
3. Konsentrasi albumin plasma menurun
e. Sistem muskuloskeletal
Lordosis, sulit berjalan, rebas-rebas ekstremita
f. Sistem integumen
1. Strie semakin terlihat, pigmentasi meningkat
2. Rambut tipis dan rontok
3. Kuku cepat tumbuh dan mudah patah
g. Sistem gastrointestinal
1. Mulut dan gusi hiperemia, gusi sangat sensitif
2. Gastrik refluks, kapasitas gaster menurun

3. Mobilitas intestinal menurun, predisposisi konstipasi


h. Sistem endokrin
1. Pituitary
Prolaktin meningkat, oksitosin meningkat
2. Tiroid
BMR meningkat
3. Plasenta
Fungsi maksimal
D. Perubahan Psikologis
1. Reaksi-reaksi psikologi dan focus perhatiannya perasaan wellbeing menyadari bahwa kehamialan akan mudah dikenal orang
lain.

2. Penerimaan terhadap kehamilan


ambivalence sebagian besar dapat teratasi dan kehamilan
dapat diterima.
3. Maternal role attainment
Replikasi berlanjut, peran model yang diperlukan pergerakan
janin, internalisasi dan fantasi.
4. Fantasi
Berlanjut, membantu ibu untuk mengenal perannya.
5. Hubungan dengan ibu
Semakin erat dan penting, tukar pengalaman, perlu penerimaan
ibunya sebagai support.
6. Hubungan dengan janin
Sadar dengan adanya pergerakan janin, memulai perilaku kontak
dengan janin, gerak janin diartikan sebagai bentuk komunikasi
yang rutin
7. Body image

Janin merupakan bagian yang terpisah dari ibu, tanda-tanda


kehamilan mulai dapat diobservasi.
8. Waktu dan jarak
Kehamilan tidak lama akan berakhir, ibu terfokus pada janinnya,
ibu mungkin menarik diri dari orang lain.
Penerimaan terhadap fetus meningkat
a) Fantasi terhadap perubahan peran
b) Rasa cemas akan keadaan janin meningkat
c) Fokus perhatian pada persalinan
d) Perubahan Psikologis Ibu
e) Menaruh perhatian pada persalinan
Perubahan psikologis Ayah
a) Butuh perhatian kecemasan meningkat, merasa kehilangan
personal freedom, covuode syndrom berat
b) Parent hgood, fantasi, bicara dengan calon ayah lain
Pathways
Kehamilan

Trimester I

Peningkatan
Estrogen

Uterus membesar
Payudara membesar

Tonus
Tonus
otototot Menekan
menurun
menurun gaster
HCL lambung
Peristaltik
Tekanan gaster
Tekanan gaster
Mual/muntah

Vaskularisasi
Erektil

Rahim membesar

Trimester III
Perubahan fisik

Perubahan
pola seksual

Mencari informasi
persalinan & perawatan
janin/anak

kapasitas VU
Trimester
TrimesterIII
II

Perubahan psikologis

Focus perhatian pada


keselamatan janin

kecemasan

Perubahan pola
eliminasi

Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan

Diafragma
Diafragmaterdorong
terdorong
ke
keatas
atas
Ketidak nyamanan
pada ibu

Uterus semakin
membesar

Penekanan
Penekananpada
pada
saluran
kemih
(ureter)
saluran kemih (ureter)

Perubahan tubuh
semakin tampak
membesar

Body image

Distensi
Distensiparu-paru
paru-paru
Distensi
paru-paru
Urin
terhambat
Kapasitas
VU
Inefektif pola nafas

Sering miksi
Terganggu miksi

Absorbsicairan
cairan
Absorbsi
di
usus
di usus
Resiko infeksi
konstipasi
E. Pengkajian
Pengkajian dasar pada klien
1. Aktivitas dan istirahat
a) Tekanan darah lebih rendah dari normal pada 8-12 minggu pertama
kembali pada tingkat normal pada separuh waktu kehamilan
teakhir
b) Denyut nadi meningkat 10-15 X/menit
c) Mur-mur sistolik pendek, dapat terjadi sehubungan dengan
peningkatan volume darah
d) Varises pada ekstremitas baah dan edema terutama pada trimester
III
e) Episode sinkope
2. Integritas ego
a) Menunjukkan perubahan persepsi diri
b) Body image rendah
3. Eliminasi

a) Perubahan pada konsistensi dan frekuensi defekasi


b) Peningkatan frekuensi berkemih
c) Peningkatan berat jenis urin
d) Timbulnya hemoroid
4. Makanan dan cairan
a) Mual, muntah, terutama pada trimester pertama. Nyeri sering
terjadi
b) Penambahan berat badan
2-4 kg pada trimester I
11-12 kg trimester II dan III
c) Membran mukosa kering, hipertrofi jaringan, gusi mudah terjadi
perdarahan
d) Hb dan Ht rendah, mungkin ditemui (anemia fisiologis)
e) Glukosuria dan edema
5.

Nyeri dan ketidaknyamanan


a) Keram kaki
b) Nyeri tekan, dan bengkak pada payudara
c) Kontraksi braxton hicks setelah 28 minggu
d) Nyeri punggung

6.

Pernafasan
a) Mukosa tampak lebih merah dari biasanya
b) Frekuensi pernafasan dapat meningkat relatif terhadap ukuran / tinggi
uterus
c) Pernafasan thorakal

7.

Keamanan
a) Suhu tubuh 360 C 370 C
b) DJJ terdengar pada usia kehamilan 17 20 minggu
c) Gerakan janin terasa pada usia kehamilan 20 minggu
d) Quickening pada usia kehamilan 16 20 minggu
e) Ballotement ada pada bulan ke 4 dan ke 5

8.

Seksualitas
a) Berhentinya menstruasi
b) Perubahan respon / aktifitas seksual
c) Leukhorea
d) Peningkatan secara progresif ukuran uterus
e) Payudara membesar, hiperpigmentasi pada areola
f) Perubahan pigmentasi kloasma, lineanigra, palmal eritrema, spidernevi,
strie gravidarum
g) Tanda tanda hegar, chadwick positif

9.

Interaksi sosial
a) Bingung atau meragukan perubahan peran yang diantisipasi
b) Tahap maturasi / perkembangan bervariasi dan dapat mundur dengan
stressor kehamilan
c) Respon anggota keluarga lain dapat bervariasi, dari respon positif dan
mendukung sampai disfungsional

10.

Penyuluhan / pembelajaran
Harapan individu terhadap kehamilan, persalinan, melahirkan tergantung
pada usia, tingkat pengetahuan, pengalaman, paritas, keinginan terhadap
anak, dan stabilitas ekonomi

11.

Pemeriksaan diagnostik
a) Darah : Hb, Golongan darah, screening HIV atau Hepatitis
b) Screening untuk TBC paru titer rubella
c) Test serum HSG

F. Diagnosa Keperawatan
I. Trimester I
a) Resiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b.d perubahan nafsu makan, mual dan muntah
b) Ketidaknyamanan b.d perubahan fisik dan hormonal
c) Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan b.d hilangnya cairan
yang berlebihan ( muntah )

II. Trimester II
a) Resiko tinggi terhadap perubahan citra tubuh b.d biofisik atau respon
orang lain
b) Tidak efektifnya pola pernafasan b.d pergeseran diafragma karena
pembesaran uterus
c) Resiko tinggi terhadap infeksi saluran kemih b.d statis urinarius,
hygiene buruk
III. Trimester III
a) Perubahan

pola

seksual

b.d

perubahan

hasrat

seksual,

ketidaknyamanan
b) Kurangnya pengetahuan ( kebutuhan belajar ) mengenai persiapan
persalinan / kelahiran perawatan bayi b.d kurangnya pengalaman,
kesalahan interprestasi informasi

G. Rencana Asuhan Keperawatan


Trimester I
1. Resiko tinggi terhadap perubahan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan
berhubungan dengan nafsu makan, mual atau muntah
Hasil yang di harapkan
- BB Menjelaskan komponen diet seimbang prenatal
- Mengikuti diet yang dianjurkan
- Mengkonsumsi suplemen zat besi atau vitamin sesuai resep
- Menunjukkan penambahan yang sesuai
Intervensi
- Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi dulu atau sekarang
dengan mengunakan batasan 24 jam.
- Tanyakan keyakinan berkenaan dengan diet sesuai budaya dan halhal yang tabu selama kehamilan
- Timbang BB klien pastikan BB pregravida biasanya

- Tinjau ulang frekuensi dan beratnya mual dan muntah


- pantau kadar HB atau HL
- tes urin aleton, albumin dan glukosa
- ukur pembesaran uterus
Kolaborasi
Buat rujukan sesui indikasi
2. Ketidak nyamanan berhubungan dengan perubahan fisik dan pengaruh
hormonal
Hasil yang di harapkan
- Menerima tanggung jawab untuk menghilangkan ketidaknyamanan
- Melaporkan hasil penatalaksanaan ketidaknyamanan :
1. Catat adanya rasa tidak nyaman
2. Evaluasi derajat ketidaknyamanan selama pemeriksaan internal
3. Tekankan pentingnya menghindari manipulasi putting berlebihan
4. Kaji adanya hemoroid
5. Mual atau muntah : anjurkan untuk meningkatkan asupan
karbohidrat saat banggun tidur ,makan sedikit tapi sering dan
hindarkan bau-bauan yang menyengat
6. Hidung yang tersumbat anjurkan penggunaan udara yang di
lembabkan

dan

hindari

semprotan

nasal

dan

obat

yang

menghilangkan mampet
7. Kaji

tingkat

kelelahan

dan

sifat

dasar

komitmen

keluarga/pekerjaan.
Kolaborasi :
Penambahan suplemen kalsium per hari
3. Risiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan
kehilangan cairan yang berlebihan (muntah)
Hasil yang diharapkan :
- Menurunkan keparahan mual dan muntah.
- Mengkosumsi caiarn dalam jumlah cukup per hari

- Mengobservasi tanda-tanda dehidrasi yang memerlukan tindakan


Intervensi
1. Auskultasi DJJ
2. Tentukan frekuensi atau beratnya mual/muntah
3. Kaji suhu dan turgor kulit membrane mukosa dan tekanan darah,
masukan dan haluaran urin, timbang BB klien dan bandingkan dengan
standar
4. Anjurkan meningkatkan masukan cairan (minuman) berkarbonat,
makan 6x/hr dengan jumlah yang sedikit dan makan tinggi serat
(popcorn,roti sebelum tidur)
Trimester II
1. Risiko tinggi terhadap gangguan citra tubuh berhubungan dengan persepsi
perubahan biofisik, respon orang lain
Hasil yang diharapkan :
- Menggunakan adptasi secara bertahap untuk mengubah citra tubuh
- Mendemonstrasikan citra tubuh positif dengan mempertahankan
kepuasan penampilan keseluruhan berpakaian dengan pakaian yang
tepat dan berhak rendah
Intervensi

Kaji sikap terhadap kehamilan, perubahan bentuk tubuh

Mendiskusikan perubahan aspek fisiologis dan respon klien terhadap


perubahan.

Anjurkan gaya dan sumber-sumber yang tersedia dari pakaian saat


hamil.

Diskusikan metode perawatan kulit dan berias, menggunakan kaos


kaki penyokong pemeliharaan postur dan program latihan sedang.

Rujuk pada sumber lain seperti konseling dan kelas-kelas menjadi


orang tua.

2. Ketidakefektifan pola pernafasan berhubungan dengan pergeseran


diafragma dan arena pembesaran uterus.

Hasil yang diharapkan :


- Melaporkan penurunan frekuensi / beratnya keluhan.
- Mendemonstrasikan perilaku yang mengoptimalkan fungsi pernafasan.
Intervensi :
1. Kaji status pernafasan (sesak nafas, kelelahan)
2. Pantau masalah medis sebelumnya (alergi, asma, TBC).
3. Kaji kadar Hb / Ht, tekankan pentingnya suplemen vitamin.
4. Berikan informasi tentang rasional kesulitan bernafas dan program
aktivitas / latihan yang realistis. Anjurkan untuk meningkatkan
istirahat, tambah waktu untuk melakukan aktivitas tertentu dan latihan
ringan seperti berjalan.
3. Risiko tinggi terhadap infeksi saluran kemih berhubungan dengan statis
urinarius praktik hygiene yang buruk.
Hasil yang diharapkan :
- Mengidentifikasi perilaku yang dapat menurunkan statis urin.
- Menyebutkan tanda dan gejala yang memerlukan evaluasi intervensi.
- Bebas dari tanda dan gejala infeksi.
Intervensi :
1. Berikan informasi tentang tanda infeksi saluran kemih. Tekankan
perlunya melaporkan tanda-tanda infeksi pada pemberi pelayanan
kesehatan serta tidak minum obat sampai pemberitahuan selanjutnya.
2. Tekankan perlunya mencuci tangan secara teratur/menyeluruh sebelum
dan saat memegang makanan serta setelah toileting.
3. Anjurkan klien minum gelas 6-8gelas ciran per hari.
4. Anjurkan klien mempraktikan latihan kegel sepanjang hari.
Kolaborasi :
- Sample urin untuk pemeriksaan mikroskopik ph.
Trimester III
1. Perubahan pola seksual berhubungan dengan perubahan hasrat seksual,
ketidaknyamanan salah pengertian/merasa takut.

Hasil yang diharapkan :


- Mendiskusikan masalah yang dengan hubungan isu-isu seksualitas
pada trimester III.
- Mengekspresikan kepuasan bersama dengan hubungan seksual.
Intervensi :
1. Kaji persepsi pasangan terhadap hubungan seksual.
2. Anjurkan pasangan untuk berdiskusi secara terpisah dan terhadap satu
sama lain tentang perasaan dan masalah yang berhubungan dengan
perubahan pada hubungan seksual, berikan informasi tentang
kenormalan perubahan.
3. Berikan informasi tentang metode-metode alternative untuk mencapai
kepuasan seksual dalam pemenuhan kebutuhan keintiman.
4. Anjurkan pilihan posisi untuk koitus selain dari posisi diatas.
5. Anjurkan klien untuk mengungkapkan rasa takut yang dapat
menurunkan hasrat untuk koitus.
Kolaborasi :
Rujuk konseling bila masalah tidak teratasi.
2. Kurangnya pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai persiapan untuk
persalinan/kelahiran perawatan bayi berhubungan dengan kurangnya
pemajanan/pengalaman kesalahan interprestasi informasi.
Hasil yang diharapkan :
- Mendiskusikan

perubahan

fisik/psikologis

berkenaan

dengan

persalinan.
- Mengidentifikasikan sumber-sumber yang dapat untuk mendapatkan
informasi tentang perawatan bayi.
- Mengungkapkan kesiapan untuk persalinan/kelahiran bayi.
Intervensi :
1. Berikan informasi tentang perubahan fisik/fisiologis normal berkenaan
persalinan.

2. Berikan

informasi

tertulis/verbal

tentang

tanda-tanda

awitan

persalinan, bedakan antara persalinan palsu dan benar, diskusikan


tahap-tahap persalinan.
3. Berikan

informasi

verbal/tertulis

tentang

perawatan

bayi,

perkembangan dan pemberian makanan, kaji keyakinan budaya.


4. Lakukan orientasi terhadap rumah sakit dan rumah bersalin.

DAFTAR PUSTAKA

1. Manuaba. (2001). Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri


Ginekologi dan KB. Jakarta : EGC.

2. Haen Forer. (1999). Perawatan Maternitas Edisi 2. Jakarta : EGC.

3. Dongoes, RE. (2001). Rencana Perawatan Maternal / Bayi Edisi 2.


Jakarta : EGC.

4. Muchtar Rustam. (1998). Sinopsis Obstetri Fisiologi Obstetri


Patologi Edisi: 2. Jakarta : EGC.

5. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Unpad Bandung. (2000). Obstetri


Fisiology. Bandung : Elemen.