[Type the document subtitle] | Ummu Hammam

OLEH:
ANGGA SRI ADHITYA WISHNU/04
EVY ARISKA NOVELIA/07
WAHYU BAGUS NUR CAHYO/23
YANSENTLEY YUDHISTIRA/24

KELAS 8D
SEKOLAH TINGGI AKUTANSI
NEGARA
PROGRAM DIPLOMA IV

PENERAPAN SISTEM
PENGENDALIAN MANAJEMEN:
STUDI KASUS PT GARUDA
INDONESIA,TBK

STUDI KASUS:
1. GARUDA DIMINTA BERBENAH DAN MENAMBAH AWAK PESAWAT
SENIN, 22 NOVEMBER 2010 | 10:49 WIB
Garuda Diminta Berbenah dan Menambah Awak Pesawat

Antrean penumpang pesawat Garuda Indonesia di loket check in Terminal 2 F
Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (22/11). TEMPO/Subekti.
TEMPO Interaktif, Jakarta Maskapai
Garuda
Indonesia
diminta
membenahi sistem pengawasan dan menambah jumlah awak pesawatnya.
Rasio jumlah pesawat dengan awak Garuda saat ini dinilai tak sebanding.
"Harusnya
perencanaan
pengadaan
pesawat
penambahan crew," kata Presiden Asosiasi Pilot
Gerrardus, saat dihubungi, Senin (22/11).

diimbangi
dengan
Garuda, Stephanus

Sebelumnya, Kepala Humas Garuda, Pujobroto, mengatakan sejumlah rute
layanan penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta mengalami
keterlambatan (delay) pada Minggu (21/11). Sejumlah penerbangan Garuda
ke kota besar di Sumatera, Jawa, dan Bali mengalami penundaan. Rute yang
mengalami keterlambatan di antaranya, Medan, Banda Aceh, Padang,
Batam, Semarang, dan Denpasar.
Stephanus membantah keterlambatan itu akibat pilot Garuda mogok tugas.
"Keterlambatan itu tak ada kaitannya dengan aksi mogok pilot. Kami, para
pilot, babak belur terbang untuk Garuda kok diisukan penyebab
keterlambatan," ujarnya.

Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia, Tbk.

Masalah itu, kata dia, disebabkan tidak sinkronnya data pada transisi sistem
lama ke sistem baru sehingga tak terintegrasi. Terdapat perbedaan data
yang berakibat pada keterlambatan penerbangan.
Stephanus mengatakan data seluruh awak harus dimonitor dengan teliti.
Sehingga, manajemen mengetahui awak yang tengah terbang maupun lepas
tugas.
Saat ini, manajemen tak mengetahui persis data keberadaan awak Garuda
secara detail. Selain itu, awak pesawat harus diberi waktu istirahat setelah
bertugas. "Jangan dadakan ditugaskan. Itu melanggar undang-undang dan
membahayakan keselamatan penerbangan," ujarnya
Menurut dia, Garuda saat ini memiliki jumlah pesawat yang berlebih.
Mestinya, sejak tiga tahun lalu Garuda menambah jumlah awaknya.
Penambahan rute penerbangan pun berakibat kekacauan jadwal. "Dalam
keadaan normal, penambahan rute menyebabkan kekacauan. Ditutupnya
operasi Bandara Adisutjipto Jogjakarta sebenarnya membantu kelancaran
operasi Garuda," katanya. (KURNIASIH BUDI)

2. Emirsyah Satar: Garuda ‘Terbang’ karena Berbenah
Posted on September 3, 2011 by Ario Fajar
http://swa.co.id/listed-articles/emirsyah-satar-garuda-terbang-karenaberbenah

Kesuksesan PT Garuda Indonesia Tbk sebagai maskapai penerbangan
unggulan bukan karena ‘plat merah’, tetapi performa layanan dan kualitas
sumber daya manusia yang tidak diragukan. Namun, berita bagus ini
tidaklah ‘turun dari langit’. Perlu pembenahan yang maksimal di tubuh
manajemen Garuda.
Pernyataan tersebut diungkapkan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia
Tbk, Emirsyah Satar. “Ini bukan hanya keberhasilan satu dua orang tapi
juga
keberhasilan
managemen
yang
mau
berbenah
dan
berubah.” MilestoneGaruda Indonesia dimulai pada tahun 2005-2006. Saat
itu, Garuda berusaha untuk survive dari keterpurukan. Tahun 2007-2009
proses dimana turnaround dilakukan. Tahun 2010 hingga sekarang adalah

Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia, Tbk.

Pertama layanan dan kedua SDM. “Kami rancang se-Indonesia mungkin agar identitas ke-Indonesia-annya keluar dan mengena dibanyak orang. Untuk hal yang berkaitan dengan indera penciuman. Layanan Garuda Indonesia tersebut dengan sebutan Garuda Indonesia Experience yang diluncurkan sebagai salah satu bentuk penyajian kualitas layaan khas Indonesia yang digali dari akar kebudayaan Indonesia. Mulai dari senyum yang ramah para pramugari. Nuansa yang disajikan kental akan budaya Indonesia. dan sate padang. . Tbk. Garuda Indonesia sudah sejak empat-lima tahun silam melakukan pembenahan. Saat maskapai penerbangan lain menerapkan low cost carrrier. begitu juga partisi dipesawat pun bermotif anyaman gedek bambu. penglihatan.masa pertumbuhan Garuda Indonesia yakni dengan mencipatakan inovasi dan membenahi sistem. “Inilah yang tidak dipunya maskapai lain. pendengaran. Ketiga. makanan cita rasa Indonesia. Layanan khas Indonesia tersebut mencakup unsur lima indera. mulai dari apa yang dilihat. Kedua adalah rasa. hingga wangi-wangian aromaterapi yang sangat Indonesia. Misalnya dinding di kantor atau di executive lounge yang dibuat seperti anyaman gedek bambu.” terang Emir. Garuda Indonesia justru semakin meningkatkan pelayanan. nasi uduk. Pertama. Garuda Indonesia menyajikan makanan-makanan khas Indonesia seperti pudding lidah buaya. Garuda Indonesia ingin memperkenalkan arometrapi khas Indonesia. Hal ini merupakan konsep layanan baru Garuda Indonesia yang memadukan keramahtamahan Indonesia yang khas dengan aspek keselamatan dan kenyamanan yang dipersembahkan secara efisien dan efektif oleh SDM yang profesional. didengar dan diraba.” ujar Emir bangga . Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Garuda Indonesia Experience diluncurkan diakhir tahun 2009. Unsur-unsur tersebut ada dalam layanan Garuda Indonesia Experience. dirasa. dihirup. Keberhasilan itu ditunjang dari dua aspek. seragam batik khas Indonesia. Kekayaan budaya Indonesia menjadi hal utama dalam pelayanan Garuda Indonesia. Mulai dari branding hingga mencari identitas/karakter pesawat ditengah banyaknya maskapai lokal dan asing. Untuk layanan misalnya. Garuda Indonesia menyiapkan musik khas Indonesia yang diarrasemen secara modern oleh musikus terkenal Addie MS. Emir mengatakan salah satu cara mengembangkan perusahaan adalah dengan menjadi unik.

Baik level atas hingga level bawah. Garuda Indonesia secara berkesinambungan melakukan training dan pembekalan pengetahuan serta keterampilan kepada seluruh karyawan. citra perusahaan bukan hanya dilihat dari aktivitas promosi dan pemasaran yang besar saja. Untuk menjaga kualitas ke 28touch point pelayanan tersebut. para penumpang mendapatkan kenyamanan karena tidak harus antre pada counter imigrasi pada saat kedatangan. Mulai dari saat pemesanan tiket. (Acha) Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Immigration on Board adalah pemberian visa diatas pesawat bagi para penumpang yang menggunakan jasa penerbangan Garuda Indonesia. Selain itu. Garuda Indonesia juga memiliki layanan yang tidak dimiliki maskapai penerbangan lokal ataupun asing. Dengan demikian. mereka akan merasa seperti di rumah sendiri sampai saat meninggalkan pesawat. Layanan tersebut bernama Immigration on Board. sementara bagi orang Indonesia yang mau keluar negeri. di atas pesawat. hingga sampai tempat tujuan. Untuk pengembangan kualitas SDM. mulai dari pre journey hingga post journey untuk kenyamanan para penumpang. Sebagai bagian dari program peningkatan kepada penumpang.Maskapai penerbangan kebanggaan masyarakat Indonesia ini pun telah mempercantik diri dan semua detail pelayanan ditingkatkan. Tbk. setiap sebulan sekali dilakukan evaluasi dan kontrol sesuai unit masing-masing.Tujuan pembenahan dan inovasi tersebut adalah ketika penumpang asing mau ke Indonesia akan merasa sudah berada di Indonesia ketika masuk pesawat Garuda Indonesia. Visa on board ini merupakan pelayanan pertama di duniadan hanya satu-satunya pelayanan pemberian visa bagi wisatawan. Garuda Indonesia memetakan setidaknya 28 touch point pelayanan. . Emir menegaskan. check-in. boarding. tapi juga dari perilaku sumber daya manusia yang bekerja diperusahaan tersebut.

Garuda Indonesia resmi terdaftar sebagai Perusahaan Negara. . SEJARAH PENDIRIAN Nama “Garuda” diberikan oleh Presiden Soekarno di mana nama tersebut diambil dari sajak Belanda yang ditulis oleh penyair terkenal pada masa itu. Di samping inisiatif di pengembangan bisnis. Kesuksesan program restrukturisasi utang dalam perusahaan ini membuka jalan bagi Garuda Indonesia untuk menawarkan sahamnya ke publik (go public) pad bulan Februari 2011. tim manajemen baru mengelola perusahaan ini pada awal 2005. yang paling penting. “Saya Garuda. Garuda Indonesia mengembangkan strategi jangka panjang yang diaplikasikan hingga tahun 2000. mendapatkan stabilitias keuangan yang melibatkan usaha-usaha di restrukturisasi utang termasuk kewajiban penyewaan (leasing liabilities) dari European Export Credit Agency (ECA). pada 1950. Pada masa inilah perusahaan ini mulai mengembangkan program pelatihan yang komprehensif untuk staf serta awak kabinnya. die zijn vleugels uitslaat hoog bovine uw einladen". Noto Soeroto. Tbk. Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Selama tahun 80-an. sekaligus mendirikan fasilitas pelatihan di Jakarta Barat yang dinamai Garuda Indonesia Training Center (GITC). Perusahaan ini terus mengembangkan armadanya dan Garuda Indonesia pun masuk dalam jajaran 30 maskapai terbesar di dunia. dan rencana-rencana baru diformulasikan untuk masa depan Garuda Indonesia. Di tahun yang sama. dengan pesawat Douglas DC-3 Dakota bernomor “RI 001” yang bernama “Indonesian Airways”. peningkatan kesadaran di antara karyawan tentang pentingnya pelayanan bagi para penumpang. burung Vishnu yang melebarkan sayapnya tinggi di atas kepulauan Anda”. Setahun kemudian. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi operasional. Penerbangan komersial pertama dari Calcutta ke Rangoon dilakukan pada 26 Januari 1949. "Ik ben Garuda. pada 28 Desember 1949. menghidupkan kembali dan merevitalisasi semangat Garuda Indonesia. Di awal era 90-an. Ini adalah penerbangan pertama yang dilakukan atas nama Garuda Indonesian Airways. Perusahaan ini juga membangun sebuah Pusat Pemeliharaan Pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. yang artinya. pesawat DC-3 lain yang terdaftar sebagai “PK-DPD” dengan logo “Garuda Indonesian Airways” terbang dari Jakarta ke Yogyakarta untuk menjemput Presiden Soekarno. Manajemen baru Garuda Indonesia melakukan evaluasi ulang yang komprehensif dan restrukturisasi keseluruhan di perusahaan ini.OVERVIEW PERUSAHAAN 1. dan. Garuda Indonesia melakukan restrukturisasi berskala besar untuk operasi dan armadanya. Vishnoe's vogel.

Memiliki bisnis unit yang mendukung produk inti untuk meningkatkan keuntungan serta menghasilkan pendapatan tambahan dari usaha unit pendukung tersebut.2. 3.Melaksanakan usaha jasa angkutan udara yang memberikan kepuasan kepada pengguna jasa yang terpadu dengan industri lainnya melalui pengelolaan secara profesional dan didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi tinggi. STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional guna mencapai tujuan yang diharapkan dan diinginkan. . perorangan. . Struktur organisasi di PT Garuda Indonesia. adalah sebagai berikut: Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia.Menghasilkan keuntungan dengan jaringan domestik yang kuat untuk terus meningkatkan pangsa pasar domestik dan internasional bagi usahawan. Tbk. Misi Perusahaan Sebagai perusahan penerbangan pembawa bendera bangsa Indonesia yang mempromosikan Indonesia kepada dunia guna menunjang pembangunan ekonomi nasional dengan memberikan pelayanan yang profesional. wisatawan dan kargo termasuk penerbangan borongan. Visi Perusahaan “ Perusahaan Penerbangan Pilihan Utama di Indonesia dan Berdaya Saing Internasional” Menjadi perusahaan penerbangan yang handal dengan menawarkan layanan yang berkualitas kepada masyarakat dunia menggunakan keramahan Indonesia. . Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. VISI MISI PERUSAHAAN a. b. .

Komite lainnya. Tbk.Komite Audit. Remunerasi dan Tata Kelola Perusahaan /GCG. Dewan Komisaris akan membuat rekomendasi perbaikan atau saran dan menyampaikannya kepada seluruh anggota Direksi. antara lain: Komite Nominasi. Dalam melaksanakan tugasnya. Profil Dewan Komite Dewan Komisaris dapat membentuk komite-komite dalam rangka membantu tugas-tugasnya dan untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. . Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. Komite yang berada di bawah Dewan Komisaris yang telah dibentuk adalah: . b. Komite Pengembangan Usaha dan Pemantauan Resiko Komite-komite ini akan memberikan laporan dan bertanggungjawab kepada Dewan Komisaris.JKTDW/SKEP/037/2012 tanggal 25 Juli 2012 tentang Pembentukan Organ Pendukung Dewan Komisaris. . komite yang berada di bawah Dewan Komisaris dapat melakukan komunikasi langsung dengan Dewan Komisaris atau anggota-anggotanya dan mengadakan rapat secara berkala atau insidentil dengan Dewan Komisaris.a. Profil Dewan Komisaris Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Atas dasar laporan dari komite-komite yang dibentuknya.

dibantu 3 Komisaris Independen. Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Kedudukan masing-masing anggota Direksi termasuk Direktur Utama adalah setara. yaitu: Direktur Pemasaran dan penjualan. Dewan Komisaris wajib. Tugas Direktur Utama adalah mengkoordinasikan kegiatan Direksi. Namun. Masing-masing anggota Direksi dapat melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. dan tidak dimaksudkan untuk kepentingan pihak atau golongan tertentu. Direktur Operasi. Direktur Keuangan. melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan (Pasal 108 UUPT. 01/2011).Dewan Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas untuk melaksanakan pengawasan atas kebijakan kepengurusan Perseroan dan kegiatan usaha Perseroan serta untuk memberikan nasihat kepada Direksi sebagaimana diminta atau ketika diperlukan dalam rangka memastikan Perseroan dikelola sesuai dengan maksud dan tujuan usahanya. Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada. Tbk. Pasal 31 UU BUMN. Dewan Direksi Direksi sebagai organ Perusahaan bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial dalam mengelola Perusahaan. Direktur Strategi. Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum.Dewan Komisaris terdiri dari 1 Komisaris Utama. Pasal 12 Permen BUMN No. Direktur Layanan. dan direktur bagian dibawahnya. pelaksanaan tugas oleh masing-masing anggota Direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama. dan 2 Komisaris. Dewan direksi dijabat oleh 1 orang direktur utama. . c. Pasal 15 AD. dengan itikad baik dan tanggung jawab penuh.

Garuda ingin menjadi maskapai dengan predikat bintang lima yang sejajar dengan maskapai pesaing-pesaingnya. Guna mempermudah pemahaman sekaligus pencapaiannya.STRATEGI PERUSAHAAN Sebagai upaya ‘berbenah’. Dengan program lompatan besar yang merupakan rencana jangka panjang Garuda selama 5 tahun. . PT Garuda Indonesia menerapkan pembaruan strategi pada tahun 2011 guna melakukan transformasi dan restrukturisasi dalam manajemen perusahaan. Tbk. telah ditetapkan Milestones untuk program Quantum Leap yang menunjukkan pertumbuhan setiap tahunnya secara terus menerus dan secara lengkap dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Guna mencapai Milestones sampai tahun 2015 seperti digambarkan diatas. Garuda Indonesia telah menetapkan tujuh pendorong pertumbuhan utama yang penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut: Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Strategi yang diusung perusahaan adalah “Quantum Leap” yang akan diterapkan pada tahun 2011-2015.

Segmen ini setiap tahun mengalami pertumbuhan sebesar 5-7%. Perusahaan akan terus mengembangkan Citilink sehingga bisa mandiri dan menguntungkan. International. dan Beijing serta beberapa kota di Eropa dan Amerika Serikat yang direncanakan dapat terealisasi pada tahun 2012-2014. Perusahaan akan memperkuat brand Garuda Indonesia. . Restrukturisasi yang paling signifikan dilakukan dengan menerapkan penerbangan langsung Dalam waktu dekat garuda akan membuka rute Hongkong. 5. Domestic. sekaligus meremajakan dan menyederhanakan tipe pesawat terbang yang digunakan serta modernisasi armada. 4. Fleet.1. Perusahaan akan kembali memperkuat pasar internasional dengan merestrukturisasi rute. Shanghai. dimana perusahaan akan mempercepat masuknya pesawat–pesawat baru dan mengeluarkan yang tua dengan tujuan peningkatan efisiensi konsumsi bahan bakar dan biaya perawatan. Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Garuda akan melakukan pengembangan armada berdasarkan pertumbuhan dan potensi pasarnya. 2. Perusahaan akan mengisi pasar Low Cost Carrier melalui “Citilink”. Potensi ini diperkuat dengan bergabungnya Garuda ke aliansi global SkyTeam. Brand. LCC. Garuda mencanangkan untuk terus tumbuh dan mendominasi pasar full services carrier diIndonesia. Tbk. serta terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan melalui konsep “Garuda Indonesia Experience”. Saat ini Garuda merupakan satu-satunya maskapai penerbangan kelas premium domestik. 3.

Garuda juga akan terus melaksanakan pengembangan “human capital” sebagai resources yang akan menentukan keberhasilan Quantum Leap Perusahaan ke depan. 7. Garuda akan fokus kepada upaya efisiensi biaya secara terus menerus sehingga keseluruhan biaya yang terjadi. berada pada tingkat yang lebih kompetitif dibandingkan maskapai-maskapai lainnya. Human Capital. Dengan pelayanan “immigration on board”. Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. 6. Cost Discipline. . Garuda akan terus berupaya untuk memiliki jumlah dan kualitas sumber daya manusia yang tepat. semakin memahami budaya Fly-Hi serta menghargai setiap karyawannya. Tbk.Ditambah lagi dengan terobosan menjadi maspakai pertama dan merupakan satusatunya layanan di dunia.

Masalah Motivasi . mereka sangat termotivasi untuk bekerja dengan baik. namun banyak pegawai yang tidak berkinerja baik karena masalah motivasi. . Tiga isu utama yang menjadi penyebab dalam kegagalan pencapaian tujuan organisasi adalah: a.Tbk sebagai bentuk pengendalian manajemen. Masalah ini biasa terjadi.kurangnya pengarahan menyebabkan karyawan tidak memahami tujuan organisasi dan bagaimana kontribusi untuk mencapainya. Hal Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. dan stamina.masalah lainnya menyangkut keterbatasan pribadi pegawai. tingkat kecerdasan. karena keterbatasan yang dimiliki karyawan tidak seimbang dengan kebutuhan awak yang harus mengoperasikan pesawat. akan menimbulkan masalah bagi management control Menurut artikel di atas. training. Tbk. Jumlah penambahan pesawat baru tidak diikuti dengan perekrutan karyawan baru untuk mengoperasikan pesawat-pesawat tersebut.SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN Sistem Pengendalian Manajemen merupakan proses atau cara manajemen menjamin bahwa karyawan dalam perusahaan melakukan tindakan sesuai dengan tujuan dan strategi organisasi. seperti kurangnya pengalaman. terlebih dahulu akan dianalisis penyebab atau masalah yang yang dihadapai oleh Manajemen. tetapi karena keterbatasan pribadi secara spesifik. Keterbatasan Personil . masalah yang dihadapai manajemen adalah Keterbatasan Personil.walaupun mereka memahami apa yang harus dilakukan. Mereka tahu apa yang diinginkan organisasi. rasio jumlah pesawat dengan awak yang mengoperasikan dinilai tak sebanding. karyawan mengetahui bagaimana cara berkontribusi untuk perusahaan dan termotivasi untuk mencapai tujuan perusahaan. Kurangnya pengarahan (Lack of Direction) . b. Namun. a. karena tujuan individu dan tujuan organisasi tidak selamanya selaras. Alasannya. Salah satu fungsi pengendalian manajemen melibtkan pemberian informasi pada karyawan bagaimna cara mereka berkontribusi pada organisasi. pengetahuan. Sistem pengendalian manajemen dilakukan sebagai bentuk kendali manajemen agar implemnetasi strategi sesuai dengan strategi yang telah diformulasikan sebelumnya. Untuk mengetahui langkah-langkah yang diambil oleh PT Garuda Indonesia. Dalam hal ini.

manajemen dapat menghindari (problem avoidance) atau menghadapi masalah-masalah tersebut dengan menerapkan jenis pengendalian yang sesuai. yaitu: Masalah kurangnya pengarahan dan keterbatasan persnil yang dihadapi oleh manajemen PT Garuda. para pilot. Kurangnya pengarahan dari pihak manajemen pada awak pesawat menjadi penyebab lain tidak sinkronnya informasi pada transisi sistem lama pada sistem baru sehingga menyebabkan perbedaan data yang berdampak pada keterlambatan penerbangan. Menurut Merchant . Tbk." ujarnya. babak belur terbang untuk Garuda kok diisukan penyebab keterlambatan.ini didukung oleh pernyataan Presiden Asosiasi Pilot Garuda. Kami. Tbk. . dapat diatasi dengan menerapkan jenis pengendalian sebagai berikut: - Result Control: dengan menerapkan akuntabilitas hasil atau pertanggungjawaban pada hasil kerja karyawan dengan memberikan reward dan punishment. Stephanus Gerrardus: Stephanus membantah keterlambatan itu akibat pilot Garuda mogok tugas. Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia.untuk mengatasi masalah pengendalian diatas. "Keterlambatan itu tak ada kaitannya dengan aksi mogok pilot.

serta redundancy.. PERSONEL/CULTURAL CONTROL Pengendalian terhadap karyawan atau People Control dilakukan perusahaan untuk menjamin bahwa pegawai: a. (akan dijelaskan pada bab berikutnya) Personel/Cultural Control: dengan menerapkan selection and placement. Tbk. akan meningkatkan kemungkinan bahwa pekerjaan tersebut akan dikerjakan dengan baik pula. Akan mengendalikan perilaku antar pegawai (cultural Control) Cultural controls dirancang untuk mendorong pemantauan timbal-balik (mutual monitoring). Cara lain agar para pegawai bertindak secara layak adalah adanya jaminan bahwa pekerjaan dirancang sedemikian rupa sehingga para pegawai yang memiliki kualifikasi tinggi serta termotivasi. Training merupakan metode yang umum untuk membuat para pegawai melakukan pekerjaannya dengan baik. training. (2) Training. 1. provision or necessary resouces.- Action Control: dengan menerapkan preaction review . kemungkinan besar dapat meraih sukses. bekerja keras dan memiliki pengalaman. Implementasi dari personnel controls ini dapat dilakukan melalui 3 metode: (1) Selection and placement. . karena training menyediakan berbagai informasi yang bermanfaat mengenai hasil (results) dan tindakan yang diharapkan serta bagaimana tugas yang dibebankan dapat dilakukan sebaik-baiknya. (3) Job design and provision of necessary resources. dengan diberikannya lingkungan kerja yang baik serta alat-alat yang dibutuhkan. Akan mengendalikan perilaku mereka sendiri (Personel control) Personnel controls adalah pengendalian yang berisi segala tindakan yang dilakukan oleh para manajer untuk menjadikan para pegawainya melaksanakan tugas secara sendiri dengan memuaskan.action accountability. creation of a strong Organizational Culture. Banyak perusahaan yang menyiapkan waktu dan upayanya untuk menyeleksi dan menempatkan pegawai. Memperoleh pegawai yang tepat dalam melakukan pekerjaan tertentu. b. karena para pegawainya melaksanakan tugasnya dengan jujur. yaitu bentuk tekanan kelompok (group pressure) Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. dan Group Based Reward.

Pengelolaan sumber daya manusia di PT Garuda Indonesia dianggap berhasil menciptkan peningkatan pelayanan dan performa keuangan di perusahaan. Tbk. Dalam artikel lain disebutkan. atau management philosophy. Pemindahan (transfer) cenderung untuk memperbaiki pergaulan di dalam organisasi. para manajer dapat mengarahkan budaya melalui pengaturan tone at the top. dengan cara pengaturan ruang kantor terbuka dan seragam dalam bentuk ‘casual’. Perencanaan rewards berdasarkan pencapaian kolektif ini bisa dalam berbagai bentuk seperti bonus. telah menciptakan ‘budaya informal’. dan interior decor. codes of ethics. vision. Beberapa organisasi seperti technology firms in silicon valley. (3)Intraorganizational transfers. Pemberian rewads didasarkan kepada pencapaian kolektif juga mendorong cultural controls. serta pengaturan-pengaturan yang bersifa sosial seperti seragam. (2)Group-based rewards. bahwa PT Garuda Indonesia meningkatkan performa perusahaannya dengan mengelola sumber daya manusia. kunci peningkatan performa perusahaan pada tahun 2012 sebagai The Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Banyak perusahaan yang mengarahkan budaya organisasinya melalui apa yang disebut dengan codes of conduct. Akhirnya. perbandaharaan bahasa.yang sangat kuat terhadap individu yang menyimpang dari norma dan nilai kelompok. (5)Tone at the top. . dapat mencegah ketidaksesuaian perspektif dan tujuan (4)Physical and social arrangements. atau statement of mission. antara lain: (1)Codes of conduct. Dalam Laporan Tahunan (Annual Report) Garuda Indonesia tahun 2012. Pengaturan-pengaturan fisik seperti office plans. corporate credos. profit-sharing yang menyediakan kompensasi berdasarkan kinerja perusahaan atau divisi. yang memberikan pesan tentang pentingnya inovasi dan persamaan hak pegawai. architecture. Para manajer dapat berupaya untuk menciptakan dan mengarahkan budaya organisasi (organizational cultures) melalui berbagai cara. Untuk menganalisis pengendalian personil/budaya tak dapat dilepaskan pada manajemen sumber daya manusia pada perusahaan. dan dengan demikian. dapat juga mengarahkan budaya organisasi.

dan pada tahun 2012 menjadi 7. Hal yang dilakukan oleh PT Garuda Indonesia adalah: a. akan tetapi dari kalangan teknis ataupun ekonomi yang nantinya dibutuhnkan oleh perusahaan. Tbk. Sistem pemilihan dan penempatan dilakukan dengan rekrutmen yang ketat. perusahaan telah bertambah dari 5.(Training&Job design and provision of necessary resources) Sebagai input dari Pengelolaan Talent adalah proses talent acquisition baik dari dalam Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Tbk memiliki serangkaian pengujian dan pelatihan terhadapa calon karyawan dan karyawan perusahaan. Contoh: b.008 orang.975 orang. Pengelolaan Talent. Right People – Selection and Placement Right people in right place merupakan salah satu kiat PT Garuda Indonesia untuk menempatkan orang-orang atau pegawai yang mempunyai kualitas dan potensi di posisi yang sesuai. Perusahaan merekrut tidak hanya pilot dan pramugari saja. proses rekruitmen dilakukan dengan menetapkan kriteria yang dibutuhkan. Sampai saat ini. kemudian akan dilakukan uji oleh perusahaan. . Setidaknya sejak tahun 2010. 2011 6708 orang.Leading Flight Company di Indonesia terletak pada pengelolaan sumber daya manusia. PT Garuda Indonesia.

Lembaga pelatihan ini ditujukan untuk semua karyawan PT. GITC ini melakukan serangkain pelatihan mulai dari pelatihan bahasa Inggris. Approach and Landing Accident Reduction (ALAR) dan Threat and Error Management (TEM) Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Penyusunan strategi perusahaan dalam mengelola talent dimulai dari klarifikasi strategi bisnis dan area-area kritikal dalam mencapai target perusahaan. dan excecutive management) . Identifikasi kebutuhan Talent yang selaras dengan strategi Perusahaan.perusahaan (juga meliputi anak perusahaan) maupun dari luar untuk menjamin kesinambungan kepemimpinan jangka panjang sesuai dengan perkembangan bisnis dan untuk mengantisipasi kebutuhan bisnis ke depan. mulai dari level 1 hingga level 6. demi menjamin competitiveness dan agresivitas perusahaan dalam menghadapi tantangan industri saat ini dan di masa yang akan datang. kelayakan penerbangan.dalam hal penanganan keselamatan Garuda Indonesia Training Center mengadakan symposium “kelayakan keselamatan penerbangan (Flight Operation Safety)”. para pilot harus melewati beberapa tingkatan level ujian. PT. Proses yang dilaksanakan diantaranya mencakup: . keselamatan penerbangan. mentoring. Dilakukan dengan meningkatkan kompetensi dengan training yang dilakukan untuk menyiapkan pegawai-pegawainya sebagai future leader.Mempertahankan talent dengan metode dan mekanisme penilaian karyawan Dalam hal pelatihan para karyawannya. Proses pengelolaan talent berlanjut dengan pencarian kader potensial dengan talenta yang mampu bersaing. Untuk pelatihan bahasa Inggris saja.Seleksi Talent dengan mempertimbanakan aspek kinerja dan potensi critical. Acara tersebut diadakan bersama-sama dengan Boeing. Garuda Indonesia membentuk sebuah lembaga yang disebut “Garuda Indonesia Training Center”. . membahas materi mengenai Safety Management System(SMS).Penetapan critical/key posisi dari area yang ada di perusahaan. . dan lain sebagainya. Simposium yang diikuti sebanyak 43 “captain pilot” yang berasal dari 20 perusahaan penerbangan nasional tersebut.Garuda Indonesia Misal: . Tbk. ICAO dan Direktorat Sertifikasi & Kelayakan Udara (DSKU). .Pengembangan talent (assignment. Hal tersebut untuk memenuhi tuntutan standar bahasa Internasional yang besertifikasi ICAO .bagi pilot. tidak hanya di regional namun juga global (talent acquisition).

Tanggap & Produktif -> 7. Etika bisnis dan etika kerja tersebut merupakan hasil penyempurnaan dari pedoman perilaku (code of conduct) yang diterbitkan melalui Surat Keputusan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk No. Perusahaan menetapkan etika bisnis & etika kerja perusahaan melalui Surat Keputusan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk No. Di dalam organisasi hal ini perlu dipicu oleh masing-masing pimpinan dimana pimpinan di organisasi ini merupakan kepala unit dan saat ini Kepala unit tersebut adalah people manager yang mempunyai kewajiban untuk memantau dan memastikan bahwa kinerja unit yang dipimpinnya sejalan dengan kinerja perusahaan. Pada tahun 2008. Tbk antaralain: a. tepat dan akurat -> 2. d. tulus & terbuka openness -> 9.Tbk harus memiliki setidaknya 5 nilai perusahaan. Menjaga kerahasiaan perusahaan Integrity -> 10.JKTDZ/SKEP/50002/08 tanggal 14 Januari Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Kreatif & Inovatif Honesty & -> 8. JKTDZ/SKEP/50023/11 tanggal 11 Maret 2011.c. Bekerja kras. People Manager-Tone at the Top Pengelolaan pegawai diberikan kepada masing-masing manajer unit untuk men-drive pegawainya untuk berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi. Tbk. . Budaya Perusahaan Budaya perusahaan yang diimplementasikan oleh PT Garuda Indonesia. Ramah. yaitu: Gagasan Artinya efficient & effective Loyality -> 1. Perusahaan merumuskan dan meluncurkan code of conduct (kode etik). Disiplin -> 4. Etika bisnis dan Etika Kerja –Code Of Conduct Nilai-nilai perusahaan diberlakukan untuk memberikan kesadaran bahwa karyawan PT Garuda Indonesia. Perumusan nilai-nilai perusahaan dilakukan sejak tahun 2007. Cepat. Pada tahun 2011. Jujur. hangat dan bersahabat Centricity -> 6. Konsisten & patuh pada aturan Garuda Kelima nilai ini disingkat menjadi FLY HI. cerdas & tuntas Costumer -> 5. Hemat -> 3.

begitu juga partisi dipesawat pun bermotif anyaman gedek bambu. Penyempurnaan dilakukan berdasarkan umpan balik dari hasil proses implementasi internalisasi serta rekomendasi hasil GCG assessment tahun 2009. pelatihan dan terintegrasi dengan sistem penilaian pegawai. kabin didesain dengan memberikan layanan visual dan audio dalam tiap seat. penglihatan. Garuda Indonesia menyajikan makananmakanan khas Indonesia seperti pudding lidah buaya. didengar dan diraba. dihirup. dirasa. . Perusahaan mengimplementasikan whistleblowing system sebagai alat manajemen untuk membantu Penegakan etika perusahaan. Pengaturan ruang kerja diatur sedemikian rupa supaya membawa cita rasa khas Indonesia sebagaimana tercantum dalam visi untuk menggunakan keramahan khas Indonesia. b. . o Pertama. Tata nilai "FLY HI" dan etika Perusahaan merupakan soft structure untuk membangun Budaya Perusahaan sebagai pendekatan yang digunakan Garuda untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). mulai dari apa yang dilihat. Garuda Indonesia menyiapkan musik khas Indonesia yang diarrasemen secara modern oleh musikus terkenal Addie MS. o Ketiga. pendengaran.2008 tentang Nilai-nilai Perusahan dan Pedoman Perilaku (code of conduct) Insan Garuda Indonesia. Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. dan sate padang. Tbk. Misalnya dinding di kantor atau di executive lounge yang dibuat seperti anyaman gedek bambu. Internalisasi nilai-nilai dan etika Perusahaan dilakukan secara intensif melalui berbagai saluran komunikasi. Dalam artikel disebutkan bahwa pengaturan Layanan khas Indonesia mencakup unsur lima indera. o Kedua adalah rasa. Melalui sistem ini diharapkan semua pemangku kepentingan mau melaporkan dugaan pelanggaran etika yang dilakukan oleh oknum pegawai Garuda. Etika Bisnis dan Etika Kerja Perusahaan merupakan himpunan perilaku-perilaku yang harus ditampilkan dan perilakuperilaku yang harus dihindari oleh setiap Insan Garuda Indonesia. Di dalam pesawat. Physical and Social arrangement Hal ini tampak pada pada penggunaan seragam pada karyawan terutama pramugari dengan seragam batik dan pilot dengan jas. nasi uduk.

Sesuai dengan masalah yang dihadapi dalam artikel pertama. kemudian meminta untuk disesuaikan atau meminta rencana yang lebih cermat lagi sebelum persetujuan akhir diberikan. Behavioral controls dimaksudkan agar sesuatu menjadi tidak mungkin. Behavioral constraints: Behavioral constraints merupakan bentuk negatif dari action control. yakni menyangkut jaminan bahwa para pegawai melaksanakan (atau tidak melaksanakan) tindakan tertentu untuk manfaat (atau membahayakan) organisasi. untuk pelaksanaan tugas yang sangat perlu. Tbk. Preaction reviews • Preaction reviews adalah meneliti rencana tidakan (action plans) dari para pegawai yang dikendalikan. (3) melakukan observasi atau penyelidikan tentang apa yang terjadi. dan (4) memberikan penghargaan untuk tindakan-tindakan yang baik atau menjatuhkam hukuman kepada mereka yang melakukan penyimpangan. Namun bentuk control ini tdk diterapkan di area lainnya karena sangat mahal. Penerapan action accountability controls memerlukan langkah-langkah : (1) mendefinisikan tindakan-tindakan apa yang diterima (acceptable) atau yang tidak diterima (unacceptable). 2. Garuda Indonesia ingin memperkenalkan arometrapi khas Indonesia. c. atau paling tidak menyiapkan tambahan pegawai (atau mesin).o Untuk hal yang berkaitan dengan indera penciuman. Redundancy umumnya diterapkan pada computer facilities. atau lebih sulit bagi pegawai untuk melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan. Peneliti akan menyetujui atau tidak menyetujui rencana tindakan yang diajukan. security functions dan critical operations lainnya. untuk mengatasi masalah kurangnya pengarahan dan keterbatasan personil. Tbk adalah: Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. ACTION CONTROL Action control. . jenis action control yang dapat diterapkan oleh PT Garuda Indonesia. Action accountability • Action accountability menyangkut pembebanan kepada para pegawai suatu tanggung jawab atas tindakan-tindakan yang mereka ambil. Penerapan Pada PT Garuda Indonesia. • Meliputi penunjukan lebih banyak pegawai (atau. Behavioral constraints dapat diterapkan secara fisik (physically) atau administratif (administratively) b. (2) mengkomunikasikan definisi dimaksud kepada para pegawai. Redundancy. Tbk. d. Implementasi Action controls a.

8. ras. Memberikan informasi yang relevan dan akurat kepada pelanggan mengenai layanan Perusahaan. Tbk adalah Sistem pengendalian gratifikasi ini ditetapkan dalam rangka mendukung internalisasi budaya kerja yang bersih. 12. warna kulit dan status sosial. dan tidak melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. yang memuat kebijakan fungsional. agama. Memastikan penumpang beserta bagasinya dalam keadaan aman. Memenuhi semua komitmen yang telah dipublikasikan kepada pelanggan. 2. Mendefinisikan tindakan apa yg diterima dan tidak diterima untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. sejalan dengan perkembangan perusahaan yang telah melaksanakan ‘Go Public’. instruksi kerja (work instructions) dan catatan mutu (records). Membina hubungan baik dengan pelanggan. keamanan dan kenyamanan penumpang selama berada di dalam pesawat. Memastikan ketepatan dan kelengkapan layanan jasa angkutan barang pelanggan. Berterima kasih terhadap saran dan kritik pelanggan. Perusahaan menyusun sistem manajemen yang didokumentasikan dalam manual fungsional. Memenuhi ketepatan jadwal penerbangan pelanggan. 13. Tbk. 3. Menjaga kerahasiaan informasi mengenai pelanggan. 5. Memberikan kemudahan akses pemesanan dan transaksi layanan penerbangan perusahaan. c. Memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan dalam layanan pelaporan kesiapan untuk terbang. 6. Salah satu bentuk penerapan action accountability pada PT Garuda Indonesia. transparan dan profesional. . 4. prosedur operasi baku (standard operating procedures). Selain itu perusahaan juga dituntut untuk semakin meningkatkan kinerjanya terlebih ketika Garuda harus mengemban kepercayaan para pemegang saham (stake holder) yang telah mendukung penuh perusahaan. 10. Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Melindungi keselamatan. Memberikan layanan optimal dengan tidak membedakan suku. 9. 11. para insan Garuda juga ditekankan untuk melakukan. 7. Action accountability Untuk memastikan kebijakan pokok Perusahaan diimplementasikan dengan efektif.a. Menangani keluhan pelanggan dengan memberikan solusi terbaik.

melakukan observasi atau penyelidikan tentang apa yang terjadi. Yang dimaksud dari konsekuensi dari tindakan yang diambil adalah pemberian reward untuk karyawan atas kinerja yang baik atau punishment jika kinerja karyawan buruk. Menerima gratifikasi dari pelanggan melebihi dari batasan yang ditetapkan perusahaan. 2. .mengkomunikasikan definisi dimaksud kepada para pegawai. 5. RESULT CONTROL Result Control merupakan kontrol yang berfokus pada hasil yang dicapai dari tindakan-tindakan yang diambil. . b. 3. Membuat pelanggan tanpa adanya informasi yang jelas dan akurat. PT Garuda Indonesia melakukan rekrutmen pegawai untuk menambah kebutuhan sumber daya manusia pada divisi-divisi yang belum terpenuhi. Insan Garuda juga tidak diperkenankan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Result control mempengaruhi tindakan karyawan karena hal ini menyebabkan karyawan menjadi fokus akan konsekuensi dari tindakan yang diambil. result control sangat efektif untuk meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja semaksimal mungkin sesuai Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia.Selain itu. Tidak memberikan respon terhadap kendala yang sedang dihadapi pelanggan. 3. . Penyampaian informasi dapat dilakukan dengan whistleblowing system yang diterpakan oleh perusahaan. 4. komunikasi yang dilakukan manajemen pada karyawan dilakukan dalam bentuk perumusan kebijakan dan manual. Tidak melaporkan penerimaan gratifikasi baik langsung maupun tidak langsung dari pelanggan. Dengan adanya reward dan punishment ini. Memanfaatkan informasi penting tentang pelanggan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan pelayanan pada customer hingga pada akhirnya meningkatkan pendapatan perusahaan. Penambahan Pegawai dan Armada-Redundancy Untuk menyeimbangkan antara kebutuhan awak dengan jumlah maskapai yang akan dilayani. PT Garuda Indonesia juga melakukan pembelian pesawat baru berjenis Air Bus dan Boeing. Observasi dan penyelidikan dilakukan ketika adanya laporan bahwa gratifikasi telah dilakukan oleh karyawan perusahaan. Tbk.

Performance targets dapat mempengaruhi perilaku melalui 2 cara : (1) performance targets mendorong tindakan dan meningkatkan motivasi. kesempatan training. target harus dirinci untuk setiap aspek dimensi kinerja yang diukur. penugasan pekerjaan. . kecuali mereka mampu untuk memahami artinya. dapat membentuk cara pandang para pegawai tentang apa yang penting. Tbk. kebebasan. bonus. Hukuman (punishment) adalah kebalikan dari penghargaan. “what you measure is what you get”. what you cant measure”  Providing rewards (or punishment). Dalam banyak case nonfinnacial reward justru paling memotivasi. result controls akan mendorong para pegawai untuk melakukan hal-hal yang keliru. pengakuan dan kekuasaan. jaminan pekerjaan. “you cant manage.”what we measure affect what we do” Apabila dimensi kinerja ini tidak didefinisikan dengan tepat. merupakan elemen result controls yang penting. public Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. promosi. seperti demosi. yang pada hakekatnya merupakan penetapan angka-angka kepada obyek tertentu. melalui pemberian tujuan jelas yang harus dicapai oleh pegawai. Dalam result control system. baik yang bersifat finansial maupun non-finansial. (artinya tidak selaras dengan tujuan organisasi atau tidak sesuai dengan strategi).  Setting performance targets. Result control merupakan sistem kontrol yang preventif yang efektif karena langsung mengarah pada masalah pengendalian dibutuhkan dan dapat digunakan untuk mengontrol karyawan dalam berbagai level organisasi.  Measuring performance.dengan bersifat dimana perilaku tujuan organisasi. Pengukuran (measurement). Setiap orang pada dasarnya tidak akan merespon umpan balik. dan bukan pernyataan yang kabur. Obyek tertentu tersebut adalah kinerja (performance) dari pegawai (atau kelompok dari para pegawai) dalam periode waktu tertentu. Tujuan yang ditetapkan dgn baik dan diikuti oleh pengukuran. tidak adanya approval dari atasan. (2) performance targets menyediakan para pegawai untuk mengartikan kinerja mereka sendiri. Untuk mengimplementasikan result controls diperlukan 4 (empat) tahapan :  Defining performance dimension. Penghargaan umumnya berupa kenaikan gaji. Berbagai hasil pengukuran yang berbeda kemudian dapat dihubungkan dengan penghargaan (rewards).

Untuk mencapai Bintang Lima dari lembaga pemeringkat maskapai independen asal Inggris. Untuk mengatasi permasalahan tersebut.  Penetapan On-Time Performance. Bahkan pada tahun 1997 media Daily Telegraph sempat menyebut Garuda sebagai armada penerbangan BUMN dengan layanan dan keamanan terburuk. PT Garuda Indonesia Tbk pernah melewati ‘masa kelam’ karena terlanjur nyaman dengan semua fasilitas dari pemerintah. Kebiasaankebiasaan yang dapat menimbulkan keterlambatan pemberangkatan. Garuda Indonesia Tbk harus meningkatkan pelayanannya. Reward berupa bonus yang diberikan ternyata mampu meningkatkan kinerja para pegawai.embarrassment. Sebagai salah satu BUMN. Garuda memutuskan untuk berbenah. Bahkan bagi pihak yang menghambat keberangkatan pesawat akan diberikan teguran. . menyadari bahwa perusahaan diambang merugi besar-besaran. perusahaan menerapkan On-Time Performance. Namun. Permasalahan yang sering dikeluhkan oleh pelanggan adalah ketepatan waktu pemberangkatan dan kedatangan pesawat. Emisrsyah Satar “Garuda tidak berkompetisi Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. dihapuskan. kegagalan untuk memperoleh penghargaan atau kehilangan pekerjaan. seperti kebiasaan para pejabat tinggi yang sering meminta agar pesawat menunggu hingga mereka sampai di bandara. Amsterdam. Skytrax. terutama karena adanya dukungan finansial. Dalam program ketepatan waktu setiap pesawat yang terlambat pergi selalu diawasi dan dievaluasi. Hal ini bisa dilihat bahwa Garuda Indonesia Tbk pernah mendapatkan penghargaan ”The Most Punctual Airlines” selama 2 tahun berturut-turut dari bandara Schiphol. maka bisa dilihat bahwa usaha yang digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan penumpang tidaklah dengan menekan harga tiket. Tbk. Penghargaan tersebut diberikan kepada maskapai penerbangan yang memiliki ketepatan terbaik dalam waktu kedatangan dan waktu keberangkatan dari bandara Sciphol. Seperti yang disampaiakan oleh ex-CEO Garuda Indonesia Tbk. Salah satu cara yang diambil oleh manajemen perusahaan untuk melakukan perbaikan adalah penggunaan Pengendalian Hasil (Result Control) agar Garuda Indonesia Tbk dapat survive. tetapi melalui peningkatan kualitas layanan. Dengan konsep yang digunakan. Amsterdam. Kebiasaan tersebut dihapuskan dengan mengubah sikap mental seluruh petugas dan kepada mereka diberikan bonus atas ketepatan waktu.  Higher Seat Load Factor Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan yang berkonsep full service carrier (maskapai dengan pelayanan penuh).

grade system dilihat dari task performance pegawai berkenaan. Penilaian berdasarkan tugas yang telah diberikan. yaitu meningkat 15. adanya bonus yang diberikan kepada pegawai atas Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa Result control merupakan salah satu alat pengendalian manajemen yang berfokus pada hasil atau output dari tindakan yang ingin dicapai oleh perusahaan (Merchant dan Van der Stede. memenuhi persyaratan keahlian di masa depan. akan tetapi Garuda menawarkan kenyamanan dan keamanan” (ditulis pada situs swa. Tbk. 2007). diharapakan dapat meningkatkan kepuasan pengguna jasa Garuda IndonesiaTbk. Pada Garuda IndonesiaTbk. Hal ini terbukti dengan meningkatnya pengguna layanan Garuda Indonesia Tbk pada Q1 2014. Rapor yang efektif akan memperlihatkan dengan jelas apa yang perlu dicapai oleh pegawainya.co. Grade sistem akan berpengaruh pada besaran insentif dan bonus yang akan diberikan. Rapor yang dikelola dengan baik juga akan membantu pegawai untuk fokus melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan tujuan utama organisasi. evaluasi atas tugas tersebut dan setiap pencapaian akan berpengaruh pada grade yang diberikan. beserta proses pengelolaannya. Atas peningkatan pendapatan ini akan diberikan bonus kepada pegawai. Pada Garuda Indonesia Tbk. mendukung perubahan. result control yang diterapkan oleh perusahaan tersebut terlihat dari adanya target jumlah kursi yang terjual (higher seat load) .pada lingkup harga. . pegawai juga mendapatkan reward berupa promosi jabatan.  Performance Management. 19 November 2011). Peningkatan jumlah penumpang ini akan meningkatkan pendapatan perusahaan. mengembangkan tim unggulan terbaik.6 % jika dibandingkan dengan penumpang pada periode yang sama pada tahun 2013. atau bahkan dilakukan pemutusan hubungan kerja. Tujuan dari sistem promosi-degradasi ini adalah untuk mempertahankan pegawai dengan kinerja bagus. memperoleh calon pengganti untuk key position. Peran sistem Performance Management (PM) dalam hal ini performance appraisal demikian penting di dalam organisasi dan merupakan salah-satu alat utama dari perusahaan untuk mencapai tujuannya. sedangkan kepada pegawai dengan task performance yang rendah dapat dicopot dari jabatannya tersebut. Dengan peningkatan kualitas layanan.id. Selain reward berupa bonus. memastikan adanya peluang bai pegawai dengan potensi tinggi serta untuk mendorong pencapaian kinerja yang maksimal. PM dapat dilihat sebagai kompas maupun rapor perusahaan.

Melihat dari result control yang diberlakukan oleh perusahaan dan hasil yang diperoleh. Garuda mampu memperoleh penghargaan “Five Stars Airline” dari Skytrax. Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Tbk. result control mampu mengatasi masalah dalam perusahaan. Bahkan dengan peningkatan kinerja pegawainya. promosi jabatan serta pemberian punishment berupa penurunan jabatan atau down grade kepada pegawai berdasarkan task performance pegawai. yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang layanan jasa penerbangan internasional. pada tahun 2014. .ketepatan waktu pemberangkatan dan kedatangan pesawat serta pemberian grade.

Sehingga jika sistem pengendalian manajemen yang dijalankan kurang efektif dan efisien maka kinerja perusahaan juga menjadi tidak efektif dan efisien yang berdampak pada penurunan pendapatan.PERFORMA LAPORAN KEUANGAN (20112013) Sukses tidaknya penerapan sistem pengendalian manajemen dan pengendalian strategi oleh PT Garuda Indonesia. . Bidang usaha jasa sangat erat kaitannya dengan sistem pengendalian manajemen di mana jasa yang diberikan merupakan berasal dari kontribusi manusia. secara umum dapat dilihat pada pencapaian tujuan perusahaan serta peningkatan performa laporan keuangan selama sistem pengendalian berlangsung. Tujuan lain perusahaan adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik. Tujuan lain tersebut dilakukan dengan mengaplikasikan sisem pengendalian manajamen yang efektif dan efisien.aman dan sejahtera bagi semua karyawan perusahaan dengan memberikan gaji yang layak dan kesejahteraan yang terbaik sehingga perusahaan dapat menghasilkan produk (barang dan jasa) yang mengungguli para pesaingnya dalam pemenuhan keinginan dan kebutuhan konsumen. PT Garuda Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha utama jasa angkutan udara niaga.Tujuan perusahaan secara umum adalah untuk memperoleh laba yang sebesar besarnya dan untuk meningkatkan kekayaan bersih para pemegang saham. yang pada gilirannya perusahaan meningkatkan pangsa pasar. Tbk. perlu dilakukan analisis hubungan antara laporan keuangan dengan sistem pengendalian manajemen yang dilakukan perusahaan. yaitu karyawan. Analisis Neraca Tabel Neraca Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. yaitu tahun 20112013. Oleh sebab itu.

yaitu sebesar 29.85%.Pada neraca terdapat aset.14% pada tahun 2013. dan ekuitas. hutang. Untuk ekuitas juga mengalami peningkatan. Secara grafik dapat digambarkan sebagai berikut: Sehingga secara berkelanjutan dari tahun 2011 sampai 2013 PT Garuda Indonesia pada Neraca menunjukkan pertumbuhan yang positif.86% pada tahun 2012 dan 27. dan ekuitas.67% pada tahun 2012 dan 66. Aset mengalami pertumbuhan setiap tahun. Sedangkan pada hutang juga mengalami peningkatan. yaitu pertumbuhan aset 2012 dari aset 2011 sebesar 35. hutang.10% pada tahun 2013.20% dan aset 2013 dari aset 2012 sebesar 48. baik pada aset. . Analisis Laporan Laba Rugi Tabel Laporan Laba Rugi Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. yaitu sebesar 42. Tbk.

yaitu sebesar 23.072 triliun menjadi 137 triliun. disebabkan karena beban operasional penerbangan meningkat. dari laba sebesar 1.61% pada tahun 2012 dan 35. Namun. laba yang diperoleh mengalami penurunan yang signifikan pada tahun tahun 2013.64% merupakan kenaikan laba pada tahun 2012 dan sebesar 87. Secara grafik dapat digambarkan sebagai berikut: Penurunan pada tahun 2013 sebesar 87. . Peningkatan beban tersebut disebabkan salah satunya karena pada tahun 2013 pemerintah mengeluarkan kebijakan kenaikan harga BBM. Tbk.Laporan Laba Rugi PT Garuda Indonesia total pendapatan mengalami pertumbuhan positif.18%.18 merupakan penurunan laba pada tahun 2013. Analisis Rasio Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Rinciannya sebesar 60.79% pada tahun 2013.

2. Tiga hal pokok yang berada di dalam ROE. ROA PT Garuda Indonesia dari tahun 2011 s. dan 0. Penurunan ROE tersebut disebabkan karena adanya peningkatan ekuitas pada tahun 2012 dan penurunan laba pada tahun 2013. ROE. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat potensi bahwa pangsa pasar dalam kompetisi jasa penerbangan PT Garuda Indonesia meningkat.d.71% pada tahun 2011.00% pada tahun 2013. PT Garuda Indonesia memiliki ROE 10. Return on Equity yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mengalami pertumbuhan yang tinggi. 9.1. dan hutang yang dipakai dalam melakukan usaha (financial leverage). efisiensi perusahaan dalam mengelola aset (assets management). Penurunan tersebut disebabkan salah satunya penambahan investasi pada PT Garuda Indonesia dalam usaha meningkatkan pelayanan kepada konsumen.40 pada tahun 2012. Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. dan 1. Tbk.38 pada tahun 2013. yaitu kemampuan perusahaan menghasilkan laba (profitability). 4. Return on Asset menunjukkan apa yang dapat dilakukan perusahaan dengan apa yang mereka miliki dan berguna untuk membandingkan dengan perusahaan pesaing pada indusri yang sama. 2013 menunjukkan penurunan.49 pada tahun 2011. yaitu 4. .94% pada tahun 2012. ROA.

Terdapat faktor-faktor diluar kemampuan perusahaan yang menyebabkan penurunan tersebut. pemerintah yang merupakan salah satu hambatan dan peluang bagi perusahaan juga turut andil di dalam mempengaruhi pendapatan bersih/laba yang tidak bisa dikelola dengan sistem pengendalian manajemen yang efektif dan efisien. Pendapatan yang diperoleh bergantung sepenuhnya kepada jasa yang diberikan. yaitu adanya kebijakan kenaikan harga BBM yang menyebabkan biaya operasional menjadi membengkak. Pendapatan yang meningkat dari tahun 2011 sampai dengan 2013 merupakan salah satu wujud keberhasilan sistem pengendalian manajemen tersebut. Oleh sebab itu. Hal ini menjadi tamparan bagi PT Garuda Indonesia untuk Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. Tbk. Namun demikian. dan paham akan keinginan pimpinan. pendapatan optimal. Pada uraian analisis laporan laba rugi disebutkan bahwa pendapatan PT Garuda Indonesia dari tahun 2011 sampai dengan 2013 mengalami peningkatan sehingga dapat dikatakan bahwa jasa yang diberikan oleh PT Garuda Indonesia efektif dan optimal. Lingkungan kerja yang baik. d. c. SARAN Dengan penurunan profit pada tahun 2013 secara tajam menunjukkan bahwa implementasi strategi tidak mampu menahan penurunan kinerja keuangan. karyawan yang kompeten. jika jasa yang diberikan efektif dan optimal maka pendapatan yang akan diterima akan optimal juga. Faktor eksternal yang berperan adalah pemerintah. aman dan mendukung bagi semua karyawan perusahaan. faktor eksternal yaitu. termotivasi. serta komitmen akan sistem pengendalian manajemen yang berjalan membuat PT Garuda Indonesia dapat mencapai tujuan utama yaitu. b. . Pada Laporan Laba Rugi disebutkan bahwa laba/profit PT Garuda Indonesia mengalami penurunan seperti diuraikan pada analisis sebelumnya. PT Garuda Indonesia seperti disebutkan pada overview perusahaan merupakan perusahaan di bidang utama jasa penerbangan. hubungan kinerja laporan keuangan dengan sistem pengendalian manajemen adalah saling berkaitan di dalam meningkatkan penanganan terhadap resiko-resiko internal tetapi tidak untuk resiko-resiko eksternal.KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN a. Secara umum sistem pengendalian manajemen PT Garuda Indonesia telah berjalan efektif dan efisien.

. dan merombak manajemen yang tidak efektif dan efisien menjadi alternatif pilihan perusahaan. Tbk. Implementasi Quantum Leap harus dilaksanakan lebih ketat lagi.terus berbenah. Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia. walaupun telah mendapta beragam pernghargaan .

. Tbk.DAFTAR REFERENSI https://www.wordpress.com Merchant and Van der Stede: Management Control Systems © Pearson Education Limited 2014 Annual Report Garuda Indonesia Tahun 2011-2013 http://yudistiray.garuda-indonesia.com/2010/04/12/garuda-indonesia-maskapaidengan-penerapan-customer-value-added/ Sistem Pengendalian Manajemen –PT Garuda Indonesia.