Skizofrenia Paranoid

Lili Susanti
102011091
Fakultas KedokteranUniversitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510
Email: lili_hapz@yahoo.com
Abstrak
Dewasa ini dengan meningkatnya tuntutan kehidupan meningkat pula angka gangguan psikotik
pada masyarakat. Dalam makalah ini saya akan membahas lebih jauh mengenai skizofrenia
paranoid yang sering terjadi dengan harapan masyarakat mengerti dan tahu bagaimana
menanganinya. Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang ditandai dengan distorsi proses pikir,
persepsi, emosi dan perilaku.
Kata kunci: skizofrenia, skizofrenia paranoid, waham, psikotik, stress
Abstract
Nowadays with the increasing demands of life also increased the numbers of psychotic disorders
in the community. In this paper I will delve further into paranoid schizophrenia is often the case
in the hope people understand and know how to handle it. Schizophrenia is a psychotic disorder
characterized by distortion of thought processes, perceptions, emotions and behavior.
Keywords: schizophrenia, paranoid schizophrenia, delusional, psychotic, stress

1

Pendahuluan
Dewasa ini dengan tuntutan kehidupan yang semakin hari semakin meningkat
mengakibatkan tingkat gangguan psikotik pada manusia di seluruh dunia juga meningkat. Hal ini
bisa terjadi karena mereka tidak mampu mencari pemecahan dari masalah tersebut ataupun
masalah demi masalah yang bertubi-tubi menimpa mereka memberikan suatu stress ataupun
depresi berat. Dalam menyembuhkan penderita seperti ini dibutuhkan keterlibatan semua pihak.
Tidak hanya dibutuhkan dokter ataupun psikiater tapi dibutuhkan juga keterlibatan keluarga,
kerabat, ataupun temen-temen dekat. Yang menjadi masalah disini adalah banyaknya
penyalahtafsiran akan gangguan ini sehingga banyak juga terjadi diskriminasi terhadap orangorang yang mengalami gangguan kejiwaan baik dari masyarakat maupun keluarga pasien sendiri.
Salah satu gangguan psikotik yang sering adalah skizofrenia paranoid. Di sini kita akan
membahas lebih jauh mengenai gangguan ini dengan harapan masyarakat bisa lebih mengerti apa
arti dari gangguan ini, apa penyebab serta bagaimana cara mengatasinya.

Definisi Skizofrenia
Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang bersifat kronis atau kambuh ditandai dengan
terdapatnva perpecahan (schism) antara pikiran, emosi dan perilaku pasien yang terkena.
Perpecahan pada pasien digambarkan dengan adanya gejala fundamental (atau primer) spesifìk,
yaitu gangguan pikiran yang ditandai dengan gangguan asosiasi, khususnya kelonggaran
asosiasi. Gejala fundamental lainnya adalah gangguan afektif autisme, dan ambivalensi,
Sedangkan gejala sekundernya adalah waham dan halusinasi. Berdasarkan DSM-IV, skizofrenia
merupakan gangguan yang terjadi dalam durasi paling sedikit selarna 6 bulan, dengan I bulan
fase aktif gejala (atau lebih) yang diikuti munculnya delusi, halusinasi, pembicaraan yang tidak
terorganisir, dan adanva perilaku yang katatonik serta adanya gejala negatif.1

Epidemiologi
Di New York State Psychiatric Insitute, sekitar 20% pasien didiagnosis sebagai
skizofrenik pada tahun 1930-an. Angka tersebut meningkat di sepanjang tahun 1940-an dan pada
tahun 1952 memuncak hingga mencapai angka 80 persen. Secara kontras, konsep skizofrenia

2

1 3 .2 Etiologi Teori tentang penyebab skizofrenia. dan berkaitan dengan gejala positif dan skizofrenia. atropi koteks atau atropi otak kecil (cerebellum). Kasanin menggambarkan sembilan pasien yang didiagnosis menderita dementia precock. relatif konstan. Faktor Biologis Dan faktor biologis dikenal suatu hipotesis dopamin yang menyatakan bahwa skizofrenia disebabkan oleh aktivitas dopaminergik yang berlebihan di bagian kortikal otak. Persentase pasien yang didiagnosis sebagai skizofrenik di Rumah Sakit Maudsley di London. psikososial. dan lingkungan yang secara khusus mempengaruhi din seseorang sehingga dapat menyebabkan berkembangnya gejata skizofrenia. Dimana ketiga faktor tersebut saling berpengaruh secara dinamis. Pada mereka gangguan tersebut timbul secara mendadak dan penyembuhannya relatif cepat. pada tahun 1933. Beberapa figur penting di dunia psikiatri AS lebih memperluas konsep skizofrenia Bleuler yang pada dasarnya sudah luas.yang umum di Eropa tetap lebih sempit. yaitu:1 1. Penelitian terbaru juga menunjukkan pentingnya neurotransmiter lain termasuk serotonin. norepinefrin. terutama pada penderita kronis skizofrenia. Diagnosis tersebut kemudian menjadi bagian konsep skizofrenia di AS dan dicantumkan dalam DSM-I (1952) dan DSM-II (1968).1 Penyebab meningkatnya frekuensi diagnosis skizofrenia di Amerika Serikat dapat diketahui dengan mudah. glutamat dan GABA. Contohnya.1 2. Selain perubahan yang sifatnya neurokimiawi. Mengamati bahwa gangguan yang mereka alami dapat dikatakan sebagai kombinasi skizofrenik dan simtomsimtom afektif. Kasanin mengajukan istilah psikosis skizoafektif untuk menggambarkan berbagai gangguan yang dialami para pasien tersebut. dalam kurun waktu 40 tahun. penelitian menggunakan CT Scan ternyata ditemukan perubahan anatorni otak seperti pelebaran lateral rentrikel. Diatesis-Stres Model Teori ini menggabungkan antara faktor biologis. yaitu 20 %.

walaupun anak telah dipisahkan dan orang tua sejak lahir. Ilubungan interpersonal yang buruk dan penderita skizofrenia akan berkembang karena mempelajari model yang buruk  selama anak-anak. Resiko masyarakat umum 1%.2 Teori keluarga Tidak ada teori yang terkait dengan peran keluarga dalam menimbulkan skizofrenia.2 Teori belajar Menurut ahli teori belajar (learning theory). anak-anak yang menderita skizofrenia mempelajari reaksi dan cara berfikir irasional orang tua yang mungkin memiliki rnasalah emosional yang bermakna. yaitu:1-3 1) Skizofrenia Paranoid Tipe skizofrenia yang mernenuhi kriteria sebagai berikut: a. b. Tidak ada yang menonjol dan berbagai keadaan berikut ini: Pembicaraan yang tidak terorganisasi. perilaku yang tidak terorganisasi atau katatonilç atau afek yang datar atau tidak sesuai.2 Tipe-tipe Skizofrenia Berdasarkan definisi dan kriteria diagnostic tersebut. Genetika Faktor genetika telah dibuktikan secara rneyakinkan. salah interpretasi terhadap realitas dan  menarik diri dan hubungan sosial pada penderita skizofrenia. Faktor Psikososial  Teori perkembangan Ahli teori Sullivan dan Erikson mengemukakan bahwa kurangnya perhatian yang hangat dan penuh kasih sayang di tahun-tahun awal kehidupan berperan dalam menyebabkan kurangnya identitas diri. Pada kembar monozigot 47%.1 4. sedangkan untuk kembar dizigot sebesar 12%. pada orang tua resiko 5%. Preokupasi dengan satu atau lebih delusi atau halusinasi dengar yang menonjol secara berulang-ulang. pada saudara kandung 8% dan pada anak 12% apabila salah satu orang tua menderita skizofrenia.3.3 2) Skizofrenia Terdisorganisasi 4 . skizofrenia di dalam DSM-IV dapat dikelompokkan menjadi beberapa subtype. Namun beberapa penderita skizofrenia berasal dan keluarga yang disfungsional. anak dan kedua orang tua skizofrenia 40%.

c. e. dan katatonik. Di bawah ini semuanva menonjol:  Pembicaraan yang tidak terorganisasi. Irnobilitas motorik. Ekolalia atau ekopraksia (pembicaraan yang tidak bermakna). dan perilaku yang tidak terorganisasi atau katatonik yang menonjol. gerakan stereotipik yang berulang-ulang. Manifestasi Klinis Skizofrenia Berdasarkan DSM-IV. seperti ditunjukkan adanva katalepsi (termasuk fleksibilitas lilin) atau stupor.keyakinan yang aneh. Terdapat terus tanda-tanda gangguan. b. Negativisme yang berlebihan (sebuah resistensi yang tampak tidak adanya motivasi terhadap semua bentuk perintah atau mempertahankan postur yang kaku dan menentang semua usaha untuk rnenggerakkannya) atau niutisîn. seperti adanya gejala negatif atau dua atau lebih gejala yang terdapat dalam kriteria A. ciri yang terpenting dan skizofrenia adalah adanya campuran dan dua karakteristik (baik gejala positif maupun gejala negatif). Tidak memenuhi kriteria untuk tipe katatonik 3) Skizofrcnia Katatonik Tipe skizofrenia dengan gambaran klinis yang didominasi oleh sekurang-kurangnya dua hal berikut ini:3 a. pembicaraan yang tidak terorganisasi. terdisorganisasi. b. atau bermuka menyeringai secara menonjol. Secara urnum.  Perilaku yang tidak terorganisasi. Tidak adanva delusi. Aktivitas motorik yang berlebihan (tidak bertujuan dan tidak dipengaruhi oleh stimulus eksternal). walaupun ditemukan dalam bentuk yang lemah (misalnya. dapat digolongkan dalarn tiga kelompok:1. 4) Skizofrenia Tidak Tergolongkan Tipe skizofrenia yang memenuhi kriteria A. halusinasi.4 5 . karakteristik gejala skizofrenia (kritenia A). Gerakan-gerakan sadar yang aneh. tetapi tidak memenuhi kriteria untuk tipe paranoid. mannerism yang menonjol. pengelarnan persepsi yang tidak lazim). seperti yang ditunjukkan oleh posturing (mengambil postur yang tidak lazim atau aneh secara disengaja). d. b.Tipe skizofrenia yang mernenuhi kriteria sebagai berikut: a.  Afek yang datar atau tidak sesuai.3 5) Skizofrenia Residual1-3 Tipe skizofrenia yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a.

ketiadaan pembicaraan yang berisi. 6 . menarik diri. inkoherensi. menampilkan pose tubuh yang aneh. pendidikan. Identitas Pasien1 Identitas yang perlu kita gali adalah : nama. pekerjaan dan status pernikahan. ketidakteraturan pembicaraan. Misalnya asosiasi longgar. umur. jenis kelamin.1 Gejala negatif adalah menurunnya atau tidak adanya perilaku tertentu. atau waxy flexibility. antara lain perilaku yang aneh (misalnya katatonia. Pada gangguan jiwa ringan pasien mengerti kondisinya baik (tilikan dirinya baik) sehingga biasanya ia akan datang sendiri ke dokter dan menceritakan keluhannya . mengalami gangguan sosil serta kurangnya motivasi untuk beraktivitas. halusinasi. dan sebagainya. alamat. dan dari gangguan jiwa ringan dan gangguan jiwa berat. dimana pasien menampilkan perilaku tertentu berulang-ulang. sehingga orang lain mengerti (dikenal dengan gangguan berpikir formal). tidak adanva perasaan yang bahagia dan gembira. seperti perasaan yang datar.1 Kategori gejala yang ketiga adalah disorganisasi. gejala positif b. Bila mendapatkan informasinya dari keluarganya atau tetangganya harus orang yang benar-benar dekat dan mengerti akan kehidupan pasien tersebut.4 Penegakan Diagnosis Anamnesis A. B. yang akan dipertahankan dalam waktu yang lama) dan disorganisasi pembicaraan. namun pada pasien Skizofrenia justru muncul. Adapun disorganisasi pembicaraan adalah masalah dalam mengorganisasikan ide dan E pembicaraan. dan perubahan perilaku. Gejala positif adalah gejala yang bersifat aneh.a. yaitu orang lain dapat memutar atau membentuk posisi tertentu dan anggota badan pasien. gejala lainnya Gejala positif adalah tanda yang biasanya pada orang kebanyakan tidak ada. agama. Keluhan Utama Bisa berupa sebab datang ke rumah sakit. antara lain berupa delusi. gejala negatif c.

latar belakang keagamaan orang tuanya. E. atau kronis ( lebih dari 6 bulan). saudaranya dan    anggota keluarga lainnya. atau riwayat penyakit medis umum yang pernah diderita sebelumnya. riwayat pekerjaan b. C. H. apakah 7 . Riwayat Pribadi Riwayat pribadi pasien bisa kita pakai untuk memahami perjalanan hidup pasien sejak dalam kandungan hingga sekarang. Riwayat Keluarga1 Harus kita gali tentang riwayat penyakit yang ada di dalam keluarga terutama tentang   adanya riwayat gangguan jiwa pada keluarganya yang harus kita gali adalah : apakah keluarga memberikan dukungan social bagi pasien atau tidak. harus digali juga onset penyakitnya. bagaimana sikap pasien dengan teman-temannya. Aktifitas sosial Bagaimana pasien selama ini berhubungan dengan lingkungan sosialnya. riwayat riwayat militer d. riwayat pernikahan c. teman sesamajenis dan lawan jenisnya. Riwayat Penyakit dahulu Riwayat ini terdiri dari riwayat penyakit gangguan jiwa sebelumnya. pola asuh keluarganya (orang tua). Riwayat Perjalanan Penyakit Dalam riwayat perjalanan penyakit.1bulan ).kanak awal)  riwayat usia 3-11 tahun (masa kanak petengahan)  riwayat kanak akhir (pubertas)  riwayat saat dewasa: disini terbagi lagi menjadi : a. F. subakut ( antara 1-6 bulan ). hubungan dengan keluarganya ( antara pasien dengan orang tuanya . riwayat pendidikan G. tingkat sosial ekonomi keluarga. aktivitas keagamaan Perlu kita cari informasi tentang altivitas keagamaan dalam keluarga.  riwayat pranatal dan perinatal (saat kehamilan)  riwayat usia 0-3 tahun (masa kanak. apakah orang tuanya termasuk keras atau permisif terhadap aktifitas keagamaan anaknya. dengan siapa pasien mempunyai hubungan jiwa yang paling dekat dalam keluarganya . harus kita gali sedalam mungkin mengenai informasinya . apakah termasuk akut ( . D.tetapi bila penderita dengan gangguan jiwa yang berat (tilikan dirinya jelek) ia merasa bahwa dirinya sakit sehingga keluarganya atau pihak lain yang membawanya ke dokter.

J. kontimuitas. sikap terhadap pemeriksa. Kemudian isi pikiran berupa preokupasi dan gangguan pikiran Pengendalian Impuls Daya Nilai Berupa norma sosial. tempat dan orang. dan derelisasi. dan nilai-nilai yang dianut pasien . ilusi. C. Fungsi Intelektual (Kognitif) Di sini kita menilai taraf pendidikan.2 L. keserasian dan empati. Riwayat hukum Apakah pasien pernah berurusan dengan hal hukum.1 B. daya konsentrasi. kesadaran. uji daya nilai. dan daya nilai realita. jika ada apa sebabnya? K. Riwayat perkembangan Seksual Perlu juga kita tanyakan darimana pasien mendapatkan informasi tentang masalah seksualnya dan bagai mana sikapnya terhadap perkembangan seksualnya. takut atau tertekan kejiwaannya. pengetahuan umum. daya ingat berupa jangka panjang. dan F. apakah ada rasa kecemasan. dan segera. impian . G. Deskripsi Umum Kita dapat memperhatikan penampilan. Impian dan Nilai-nilai Kita tanyakan menganai fantasi . orientasi waktu. serta pikiran abstrak D. Mood dan Afek Kita dapat menilai afek. jangka pendek.orang yang suka mengisolasi diri atau antisosial.2 I. dan kecerdasannya. E. pembicaraan. H. hendaya bahasa. apakah hidup di panti rehabilitasi atau asrama. Situasi kehidupan sosial pasien sekarang Apakah tinggal dengan orang tuanya atau bersama orang lain. data.1-3 Status Mental A. Jika ada harus kita cari tahu mengapa. atau rumah keluarga sendiri .data ini juga bermanfaat untuk membantu kita memahami pasien dan memudahkan dalam penegakkan diagnosis serta penatalaksanaannya. depersonalisasi. perilaku dan aktivitas psikomotor. Gangguan Persepsi Di sini kita menilai halusinasi. Fantasi . Proses Berpikir Kita dapat menilai arus pikiran pasien bagaimana produktivitas. Tilikan (Insight) Taraf dapat dipercaya Pemeriksaan Fisik 8 . I. apakah ada masalah-masalah yang muncul terhadap perkembangan seksualnya. apakah ada kekerasan seksual yang pernah dialami atau hal yang lain.

retraksi intercostal. konsistensi. cuppong. ronki. suara nafas. Mata: Konjungtiva. duduk. tinggi badan dan BMI. tato. posisi mata pada orbit. medan penglihatan. lidah. 3. tahi lalat. Kulit: Ruam. berdiri). eksudat. axila atau telinga). gigi. tekanan darah (mencakup lengan kanan. respirasi. visus.2 7. reaksi pupil. epitrochlear. bruit. perdarahan. lokasi laring. skar. inspeksi sumbatan. gerakah otot extraocular mata. palpasi diatas sinus frontalis. motilitas. sklera. ukuran. mendengkur (grunting) 9. Kepala: bentuk dan ukuran. gusi.2 1. 10. 6. eksudat. Selalu mencakup tekanan darah dan denyut jantung posisi supine dan setelah pasien berdiri selama 1 menit jika terjadi penurunan volume darah (perdarahan gastrointestinal. injeksi). 9 . lengan kiri. misal “1 cm di atas sudut sternum” dari pada “tidak ada peningkatan tekanan vena jugularis”. bentuk. nyeri tekan. fundus (warna. pankreatitis. sutura. suara nafas tambahan (rale. margin. supraclavicula. lesi. pola rambut. Nodi lymphatika: Lokasi (kepala dan leher. inflamasi.1 11. diare atau muntah) atau jika dicurigai insufisiensi autonomik terutama pada pasien yang dilaporkan pusing atau sinkop. palpasi nyeri tekan. ukuran. berat badan. ukuran tonsil. nyeri tekan. nadi. 8. 5. bulging. kelopak. tekanan vena jugularis. pharing (lesi. perkusi (mencakup pergerakan diafragma diantara pernapasan inspitasi tidal dan penuh. Thorax: Simetri gerakan respirasi. General: Mood. Catat tekanan vena jugulasi dalam centimeter diatas atau di bawah sudut sternum. membran timpani (intak. Telinga: Tes pendengaran. bruit carotid. pemeriksaan thyroid. HJR. takik). discharge. maxilla dan ethmoid. pulsasi vena mata. Tenggorokan: Bibir. rasio A – V.Pemeriksaan fisik yang kita lakukan bertujuan untuk mengetahui penyebab dari gangguan psikiatri tersebut serta untuk menyingkirkan differential diagnosis. 2. nodi limfatika. Tanda Vital: Suhu (oral. kanal eksternal. Hidung: Simetris. nyeri tekan. erupsi. tumpul atau berkilau. Catat jika pasien tampak lebih tua atau muda dari umur sebenarnya. kripta). Pasien pediatrik: ubun-ubun. fremitus dan pelebaran dinding dada. eritema. rektal. axilla. ukuran. Pasien pediatrik: bunyi sengau (nasal flaring). inguinal. Tulis jika kondisi pasien distres atau dalam posisi yang tidak biasa misal duduk dengan bersandar ke depan (posisi yang umum terlihat pada pasien PPOK eksaserbasi akut atau pericarditis). 4.1. nyeri tekan. berbaring. trauma. tingkat perkembangan. cairan atau darah. motilitas. eksudat. whezing. Leher: Gerakan (Range of Motion). ras dan jenis kelamin.

palpasi nyeri tekan (jika ada. pergerakan mata pursuit. 12. 16. 7 Fasialis . check rebound tenderness). palpasi pada pulsasi pada radial. Pembuluh darah vaskular: Pola rambut. Neurologis: Terdapat 12 nervus kranial. 5 Trigeminal – refleks kornea (afferent). obesitas). splenomegal.4. flat. inspeksi dan palpasi precordium pada titik dengan impulse maksimal. pemeriksaan feses untuk perdarahan tersembunya. Abdomen: Bentuk (scaphoid. Genitalia pria: inspeksi lesi penis. LLSB dan pada kanan dan kiri SIC 2 dengan diafragma dan apex dan LLSB dengan bell. calf tenderness. adenopathy inguinal. varicocel) dan hernia. nyeri tekan. tonus sphinter.inversi. refleks kornea (efferent) 10 . menunjukan gigi. ulnar. Rektum: Inspeksi dan palpasi hemoroid. respon pupil afferen  3. edema. Muskuloskeletal: Amputasi. senyum atau bersiul. poplitea. sianonis. ginekomastia pada laki-laki. femoral. terdapatnya feses atau tidak. guarding. nyeri tekan sudut costo vertebral. clubbing. nodul. transluminasi massa testikular. tes otot masseter dan  temporalis dengan cara pasien menggigit. sensasi facial. whispered pectoriloquy. ascites. auskultasi bruit femoral.perkusi timpani dan massa. fissura. egophony (ditemukan dengan konsolidasi). pulsasi simultan radial. distensi. impulse apical dan thrill. dorsalis pedis. Homans sign.3 15. ptosis. varicositis. deformitas. hepatomegali. eksoriasi dan fissura dan skin dimpling atau pendataran kontur. nyeri tekan. palpasi massa. perubahan warna pada kulit. nyeri tekan. nyeri tekan dan kehangatan. fungsinya sebagai berikut:1  1 Olfactorius – pencium  2 Optikus – Visus. menutup mata. auskultasi suara usus dan bruit. Jantung: detak. massa. pembengkakan scrotum. 17. testis (ukuran.  pergerakan mata volitional. brachial. 14. massa.menaikan alir.3 13. pemeriksaan skar. ukuran hepar (dari garis midclavikular). trochlear. medan penglihatan dan fundus. disandarkan kedepan dan ekhalasi penuh. Payudara: Inspeksi discharge pada putting.6 Oculamotorius. palpasi pembengkakan sendi. Jika indikasi: vokal fremitus. abducen – respon pupil efferent. posterior tibia. auskultasi apex.1 18.2. skin tags. Juga pada apex dengan bell pada pasien dengan posisi decubitis lateral kiri dan pada SIC ketiga dan keempat dengan diafragma pada posisi pasien duduk. pembengkakan sendi dan range of motion.krepitasi). 19. Pada pria ukuran prostat dari ukuran kecil (1+) dan sangat besar (4+).

ankle S1-2 (4+ hiperaktif dengan klonus. Jika terdapat gangguan pendengaran tulis pada riwayat atau pada  pemeriksaan. Cerebellum: Tes Romberg. 20. gosokan jari. rontgen dan pemeriksaan lainnya.3 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium. terdapat beberapa kriteria diagnostik skizofrenia di dalam DSM-IV antara lain:1 a. snout dan yang lainnya. triseps C7-8. abdominal (atas T8-10. quadricep (lutut) L3-5. 9.1. tes Weber – Rinne. 22. 3 gerakan aktif melawan gravitasi. 1+ terjadi penurunan atau kurang dari normal. Identifikasi menggunakan dermatol dan diagram inervasi kutaneus. sedikit gerakan. 2 gerakan aktif tanpa melawan gravitasi. mengangkat bahu. 3+ aktif dibanding yang umum. diperiksa dengan cara detak jam.mendengar. Reflek: Brachioradialis dan biceps C5-6. 4.2 21. Palatum bergerak keatas   pada garis tengah. dorong kepala melawan tekanan. 8 Akustikus . 11 Accesorius spinal. Karakteristik gejala1 Terdapat dua (atau lebih) dan kriteria di bawah ini. berbicara. gerakan aktif dalam melawan tahanan. 12 Hypoglosus – gerakan lidah. 0 tidak ada). bawah T10-12). Tes kekuatannya dengan menekan lidah pasien dengan mukosa bucal pada tiap sisi saat anda menekankan jari pada pipi pasien. Pasien pediatrik: refleks moro. 2+ normal. 0 tidak ada gerakan sama sekali). getaran menggunakan garputala frekuensi 128 atah 256 Hz atau sensasi posisi pada ekstremitas atas dan bawah bagian distal dan streognosis atau graphesthesia. Sensorik: Nyeri (tajam) atau suhu ekstremitas atas dan bawah distal dan proksimal. masing-masing ditemukan secara signitìkan selama periode satu bulan (atau kurang bila berhasil ditangani):1 11 .3 Kriteria Diagnostik Skizofrenia Menurut Kaplan & Sadock.3 23. Periksa juga refleks patologis seperti Babinsku. 10 glosopharingeal dan vagus – refleks gag. Observasi jika ada fasikulasi. bagian proksimal dan distal (Derajat kekuatan: 5: gerakan aktif kuat dalam melawan tahanan yang kuat. Motorik: Periksa kekuatan pada ekstremitas atas dan bawah. tes tunjuk hidung. Hofman. refleks menghisap.

topiknya sering menyimpang atau tidak berhubungan). prestasi akademik. Selama periode prodrornal atau residual ini. e. 4) Perilaku yang tidak terorganisasi secara luas atau munculnya perilaku katatonik yang jelas.3 d. manik atau episode campuran yang terjadi secara bersamaan yang terjadi bersama dengan gejala fase aktif. atau perawatan dini. seperti pekerjaan.1 c.1. 2) Jika episode mood terjadi selarna gejala fase aktif maka durasi totalnya akan relatif lebih singkat bila dibandingkan dengan durasi periode aktif atau residualnya. alogia atau avolisi (tidak adanva kemauan). karena: 1) Tidak ada episode depresif mayor.2 b. tanda-tanda dan gangguan mungkin hanya dimanifestasikan oleh gejala negatif atau dua atau Iebih gejala yang dituliskan dalam kriteria A dalam bentuk yang lemah. adanya kegagalan untuk mencapai beberapa tingkatan hubungan interpersonal. Di luar gangguan Skizoafektifdan gangguan Mood1 Gangguan-gangguan lain dengan ciri psikotik tidak dimasukkan. 5) Gejala negatif yaitu adanya afek yang datar. 12 . Durasi Adanya tanda-tanda gangguan yang terus-menerus menetap selama sekurangnya enam bulan. Disfungsi sosial atau pekerjaan Untuk kurun waktu yang signifikan sejak rnunculnya onset gangguan. atau pekerjaan yang diharapkan). bila berhasil ditangani) yang memenuhi kriteria A (yaitu fase aktif gejala) dan mungkin termasuk pula periode gejala prodromal atau residual. hubungan interpersonal. Pada periode enam bulan ini. ketidakberfungsian ini meliputi satu atau lebih fungsi utama.1.1) Delusi (waham) 2) Halusinasi 3) Pernbicaraan yang tidak terorganisasi (misalnya. Catatan: Hanya diperlukan satu gejala dan kriteria A. jika delusi yang muncul bersifat kacau (bizzare) atau halusinasi terdiri dan beberapa suara yang terus menerus mengornentari perilaku atau pikiran pasien. harus termasuk sekurangnya satu bulan gejala (atau kurang. Di luar kondisi di bawah pengaruh zat atau kondisi medis umurn Gangguan tidak disebabkan oleh efek fìsiologis langsung dan suatu zat (penyalahgunaan obat. pengaruh medikasi) atau kondisi medis urnum. atau dua atau lebih suara yang saling berbincang antara satu dengan yang Iainnya. yang jelas di bawah tingkat yang dicapai sebelum onset (atau jika onset pada masa anak-anak atau remaja.

Klasifikasi perjalanan gangguan jangka panjang (klasiflkasi ini hanya dapat diterapkan setelah sekurang-kurangnya satu tahun atau lebih. c) Kontinum (ditemukan adanya gejala psikotik yang menonjol di seluruh periode observasi): dengan gejala negatif yang menonjol. dunia dan agama. d) Episode tunggal dalam remisi parsial.4 Pada skizofrenia paranoid gambaran utama yang menonjol adalah:1  Waham kejar atau waham kebesaran. Fungsi sosial dan kehidupan perkawinannya pada umumnya cukup terganggu. waham cemburu dapat pula ditemukan. urusan penyelamat bangsa. sejak onset awal dan munculnya gejala fase aktif):1 a) Episodik dengan gejala residual interepisode (episode ini dinyatakan dengan munculnya kembali gejala psikotik yang menonjol). Sebagai tambahan. Hubungan dengan perkembangan pervasive1 Jika ada riwayat gangguan autistik atau gangguan perkembangan pervasive lainnya. khususnva dengan gejala negatif yang menonjol. diagnosis tambahan skizofrenia dibuat hanya jika muncul delusi atau halusinasi secara menonjol untuk sekurang kurangnya selama satu bulan (atau kurangjika berhasil ditangani). Skizofrenia Paranoid Perjalanan penyakit pada skizofrenia tipe paranoid agak konstan. khususnya: dengan gejala negatif yang menonjol. perubahan  tubuh atau halusinasi yang mengandung isi kerajaan/kebesaran. e) Episode tunggal dalarn remisi penuh.f. b) Episodik tanpa gejala residual interepisodik. Biasanya fungsi intelektual dan pekerjaan dapat dipertahankan walaupun gangguan tersebut bersifat kronik. Jarang terjadi hendaya dalam kemampuan fungsi sehari-hari apabila isi waham tidak disentuh. f) Pola lain yang tidak ditemukan (tidak spesifik). Gambaran penyertanya meliputi:1-4 13 . misalnya kelahiran luar biasa (excited birth). seperti misalnya kenabian atau mesias.

Para individu yang mengalami skizofrenia paranoid selalu cemas„. Kadang ditemukan kebingungan tentang identitas jenis atau ketakutan bahwa dirinya diduga oleh orang lain sebagai orang-orang homoseksual. d. suatu keyakinan yang tidak herdasar bahwa pasangan seksual mereka tidak setia. Suka bertengkar/berdebat. Beberapa pasien terjangkit waham cemburu. Diagnosis skizofrenia paranoid diberikan kepada sejumlah besar pasien yang akhir-akhir ini dirawat di rumah sakit jiwa. Waham kejar. bahwa sering munculnya orang yang sama di suatu jalan yang biasa mereka lalui berarti mereka sedang diawasi. b.     Kecemasan tak berfokus. Contohnya. Para pasien yang menderita skizofrenia paranoid sering kali mengalami ideas of reference. Waham lain yang disebutkan terdahulu. mereka memasukkan berbagai peristiwa yang tidak penting ke dalam kerangka waham dan mengalihkan kepentingan pribadi mereka ke dalam aktivitas tidak berarti yang dilakukan orang lain. dan kadang kasar. dan ciri-cirinya lebih stabil dalam jangka panjang. kekuasaan.argumentatif. Melakukan kekerasan. Kriteria Diagnostik Skizofrenia Paranoid a. Waham kejaran adalah yang paling umum.5 Halusinasi pendengaran yang jelas dan nyata dapat rnenyertai waham. c. mereka mengira bahwa potongan percakapan yang tidak sengaja mereka dengar adalah percakapan tentang diri mereka. atau identitas diri mereka. seperti merasa dikejar atau dimata-matai. Waham besar. Kunci diagnosis ini adalah adanya waham. Apabila seseorang penderita skizofrenia tipe paranoid mempunyai keluarga yang menderita skizofrenia biasanya anggota keluarganya menderita skizofrenia tipe paranoid. di mana mereka memiliki rasa yang berlebihan mengenai pentingnya. Secara emosional 14 . Kemarahan. dan bahwa apa yang mereka lihat di televisi atau baca di majalah dengan satu atau lain cara merujuk pada mereka. Onset tipe ini cenderung timbul dalam usia yang lebih lanjut dibandingkan dengan tipe lainnya. Waham cemburu. pengetahuan. juga dapat terlihat jelas. Halusinasi yang berisi kejaran atau kebesaran. namun pasien dapat mengalami waham kebesaran. marah.

Kedua jika pasien tidak mampu mengendalikan impulsnya. Di awal tahun 1930-an praktik menimbulkan koma dengan memberikan insulin dalam dosis tinggi diperkenalkan. tidak mengalamai disorganisasi. dan intens kepada oranglain. menciptakan sualu iklim yang memungkinkan. oleh Sakel (1938). Ketiga jika perilaku pasien tentang waham telah mempengaruhi fungsi kehidupannya.5 Penanganan Biologis 1. ditambah minimnya staf profesional. Bila ada pasien skizofrenia yang mengalami masalah hukum. meskipun mereka kaku. tetapi ada alasan tertentu dimana diperlukan perawatan di rumah sakit . Perawatan di rumah sakit Pada umumnya pasien dengan gangguan delusional dapat diobati dengan rawat jalan. dan terapi koma-insulinyang berisiko serius terhadap kesehatan.6 Pertemuan umum para pasien di rumah rumah sakii jiwa di awal abad ke-20. sehingga kemampuannya untuk dapat berfungsi dalam keluarga dan masyarakat berkurang. Bahasa yang mereka gunakan meskipun penuh rujukan pada delusi.mereka responsive. harus diusahakan untuk membujuk pasien supaya menerima perawatan di rumah sakit. yaitu : Pertama diperlukan pemeriksaan medis dan neurologis yang lengkap menunjukkan kondisi medis nonpsikiatris yang menyebabkan gangguan delusional. 15 . yang mengklaim bahwa 3/4 clari para pasien skizofrenia yang ditanganinya menunjukkan perbaikan signifikan. atau mungkin bahkan didorong secara halus. sehingga dapat melakukan tindakan-tindakan kekerasan. Terapi Kejut dan Psychosurgery. jika hal tersebut gagal.5 Jika dokter yakin bahwa pasien akan baik jika diobati di rumah sakit. eksperimentasi berbagai intervensi biologis yang radikal.5. formal. Berbagai temuan terkemudian oleh para peneliti lain kurang mendukung hal itu. Dengan demikian memerlukan intervensi profesional untuk menstabilkan hubungan sosial atau pekerjaan. Mereka juga lebih sadar dan verbal disbanding para pasien skizofrenia tipe lain. termasuk koma yang ticlak dapat disadarkan dan kematian—secara bertahap ditinggalkan.5.6 2. biasanya mereka dari kelompok yang menderita subtipe paranoid.

Adakalanya pasien dengan gangguan psikotik menolak pemberian medikasi ini. obat harus dihentikan.komitmen hukum mungkin diindikasikan. Jika respon gagal dalam masa percobaan selama 6 minggu. olanzapine [Zyprexa].6 Beberapa dokter menyatakan bahwa pimozide (oral) atau serotonin-dopamin antagonis mungkin efektif dalam mengatasi gangguan delusional terutama pada pasien dengan waham somatik. pasien secara sukarela masuk ke rumah sakit untuk rnenghindari komitmen hukum. Farmakoterapi Dalam keadaan gawat darurat. jika dokter meyakinkan pasien bahwa perawatan di rumah sakit adalah diperlukan. dan risperidone) berhubungan dengan pengobatan sebelumnya. Dokter tidak boleh memaksakan medikasi segera setelah perawatan di rumah sakit.6 3. Penyebab kegagalan tersering adalah ketidakpatuhan. Pasien gangguan delusional kemungkinan menolak medikasi karena mereka dapat secara mudah menyatukan pemberian obat ke dalam sistem wahamnya. bahwa sama sekali tidak ada niat untuk berbuat jahat pada dirinya. misalnya pasien curiga ada racun di dalam obat yang diberikan. dapat dicoba antipsikotik dari golongan lain. sehingga pasien kemudian tidak menganggap bahwa dokter berbohong. Dalam hal ini perlu kebijaksanaan dokter untuk menjelaskan kepada pasien secara perlahan-lahan.6 Riwayat pasien tentang respon medikasi adalah pedoman terbaik dalam memilih suatu obat. malahan harus menggunakan beberapa hari untuk dapat membina hubungan yang baik dengan pasien. Biasanya obat diberikan dalam dosis rendah dan ditingkatkan secara perlahan-lahan. Percobaan dengan obat-obat tersebut dipertimbangkan jika pasien memiliki ciri suatu gangguan afektif. Jika pasien tidak merespon terhadap pengobatan antipsikotik. Seringkali. Dokter harus menjelaskan efek samping potensial kepada pasien. karena mereka memasukkan hal ini ke dalam sistem wahamnya. sebagian besar klinisi berpendapat bahwa obat antipsikotik adalah obat terpilih untuk gangguan delusional. pasien yang teragitasi parah harus diberikan suatu obat antipsikotik secara intramuskular. Dapat digunakan anti depresan atau anti konvulsan. Pada 16 . Walaupun percobaan klinik yang dilakukan secara adekuat dengan sejumlah pasien belum ada.6 Hasil dari pengobatan dengan serotonin-dopamin antagonis (contoh : clozapin [Clozaril].

Ahli terapi dapat menghindari kepuasan yang berlebihan dengan tidak memperpanjang periode perjanjian yang telah ditentukan. kognitif dan perilaku seringkali efektif. dengan tidak memberikan perjanjian ekstra kecuali mutlak diperlukan. Jika pasien mulai ragu-ragu dengan wahamnya. Ahli terapi tidak boleh secara aktif mendukung gagasan bahwa waham adalah kenyataan. Psikoterapi Elemen terpenting dari suatu psikoterapi adalah menjalin hubungan yang baik antar pasien dengan ahli terapinya. Ahli terapi tidak boleh setuju atau menantang waham pasien. Terapi individual tampaknya lebih efektif daripada terapi kelompok. Dokter dapat menstimulasi motivasi untuk mendapatkan bantuan dengan menekankan kemauannya untuk membantu pasien mengatasi kecemasan dan iritabilitasnya. ahli terapi dapat meningkatkan tes realitas dengan meminta pasien memperjelas masalah mereka. Kepuasan yang berlebihan malahan dapat meningkatkan permusuhan dan kecurigaan pasien karena disadari bahwa tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi.6 Penanganan Psikologis 1.beberapa kasus berespon baik terhadap SSRIs (selective serotonin reuptake inhibitors). klinisi harus berusaha mendapatkan keluarga sebagai sekutu di dalam proses pengobatan. Ahli terapi harus tepat waktu dan terjadwal. terutama pada kasus-kasus gangguan morfologi tubuh. Terapi keluarga Jika anggota keluarga hadir. dan tidak toleran terhadap bayaran. tujuannya adalah agar tercipta suatu hubungan yang kuat dengan pasien dan pasien dapat percaya sepenuhnya pada ahli terapinya.5 Kejujuran ahli terapi sangat penting.5 Ahli terapi tidak boleh membuat tanda-tanda yang meremehkan waham atau gagasan pasien. tanpa menyatakan bahwa waham yang diobati. Sebagai akibatnya. tetapi dapat secara simpatik menyatakan pada pasien bahwa keasyikan mereka dengan wahamnya akan menegangkan diri mereka sendiri dan mengganggu kehidupannya yang konstruktif. walaupun ahli terapi harus menanyakan waham untuk menegakkan diagnosis. Tanpa menjadi terlihat berpihak pada musuh. klinisi dapat memutuskan untuk melibatkan mereka di dalam rencana pengobatan.4.4 2. baik 17 . Terapi suportif berorientasi tilikan.

Dengan melakukan hal-hal tersebut memungkinkan orang yang bersangkutan mengambil bagian lebih besar dalam hal-hal positif yang terdapat di luar tembok-tembok institusi mental sehingga meningkatkan kualitas hidup mereka. suatu literatur klinis dan eksperimental yang sedang berkembang dewasa ini menunjukkan bahwa berbagai keyakinan maladaptif pada beberapa pasien kenyataannya dapat diubah dengan berbagai intervensi kognitifbehavioral. Pelatihan Keterampilan Sosial Pelatihan keterampilan sosial dirancang untuk mengajari para penderita skizofrenia bagaimana dapat berhasil dalam berbagai situasi inlerpersonal yang sangat beragam—antara lain membahas pengobatan mereka dengan psikiater.5 3. keterampilan kehidupan tersebut bukan hal yang dapat dilakukan begitu saja. mengatakan tidak terhadap tawaran membeli obat di pinggir jalan. Kita beralih ke beberapa pendekatan kognitif-behavioral dalam penanganan skizofrenia.pasien dan anggota keluarganya perlu mengerti bahwa konfidensialitas dokter-pasien akan dijaga oleh ahli terapi dan dengan demikian membantu pasien. mengisi formulir lamaran kerja dan belajar melakukan wawancara kerja (kadang disebut rehabilitasi pekerjaan). para individu semacam itu harus berusaha keras untuk menguasainya atau kembali menguasainya. membaca jadwal perjalanan bis—berbagai perilaku yang bagi sebagian besar di antara kita dilakukan begitu saja dan hampir tidak pernah kita pikirkan dalam kehidupan sehari-hari.2 5. pada para pasien skizofrenik. 18 . memesan makanan di restoran. Tanda terapi yang berhasil mungkin adalah suatu kepuasan penyesuaian sosial. dan kegagalan yang dihasilkannya.5 Hasil terapi yang baik tergantung pada kemampuan dokter psikiatrik untuk berespon terhadap ketidakpercayaan pasien terhadap orang lain dan konflik interpersonal. frustasi. Terapi personal (Personal Therapy). bukannya menghilangkan waham pasien. Meskipun demikian. termasuk delusi.6 4. Sebelumnya diasumsikan bahwa tidak ada gunanya mencoba mengubah berbagai distorsi kognitif. Bagi para penderita skizofrenia. Terapi Kognitif-Behavioral. belajar tentang seks yang aman.

Asumsi yang berlaku adalah ketidakteraturan emosional merupakan bagian dari berbagai diathesis biologis dalam skizofrenia dan suatu faktor yang harus diterima dan dihadapi pasien dalam hidupnya dan bukan dihilangkan (atau disembuhkan) seluruhnya. juga terdapat fokus kuat untuk mengajarkan keterampilan sosial spesifik serta mendorong pasien untuk tetap meneruskan pengobatan mereka dalam roda pemeliharaan. namun optimistik bahwa hidup dapat menjadi lebih baik. berdasarkan temuan dalam penelitian EE bahwa penurunan jumlah reaksi emosi para anggota keluarga menurunkan tingkat kekambuhan setelah keluar dari rumah adalah mengajari pasien bagaimana mengenali afek yang tidak sesuai. Terapi tersebut juga mencakup terapi perilaku rasional emotif untuk membantu pasien mencegah berbagai frustrasi dan tantangan yang tidak terhindarkan dalam kehidupan menjadi suatu bencana dan dengan demikian membantu mereka menurunkan kadar stres. dan mereka mempelajari berbagai keterampilan untuk mengurangi masalah-masalah tersebut. sangat mungkin akan menghambat upaya pasien untuk hidup sesuai aturan sosial konvensional.5 Terapi individual Hogarty juga mencakup berbagai elemen non behavioral. dengan dosis yang umumnya lebih rendah dari dosis yang diperlukan dalam fase penyakit yang akut dan paling parah. Namun.Terapi personal adalah suatu pendekatan kognitif behavioral berspektrum luas terhadap multiplisitas masalah yang dialami pia pasien skizofrenia yang telah keluar dari rumah sakit. yaitu. jika diabaikan. seperti penarikan diri dari kehidupan sosial atau intimidasi yang tidak pantas kepada orang lain. terutama penerimaan yang hangat dan empatik atas gangguan emosional dan kognitif pasien bersama dengan ekspektasi yang realistik.5. afek yang tidak sesuai dapat semakin berkembang dan menyebabkan berbagai distorsi kognitif dan perilaku social yang tidak sesuai. jika tidak terdeteksi. Satu elemen utama dalam pendekatan ini. Perilaku semacam itu.4 Selain itu. pasien juga sering diajari teknik-teknik relaksasi otot sebagai suatu alat bantu untuk belajar mendeteksi kecemasan atau kemarahan yang berkembang secara perlahan kemudian menerapkan keterampilan relaksasi untuk mengendalikan berbagai emosi tersebut secara lebih baik.6 Para pasien juga diajari untuk memerhatikan tanda-tanda kekambuhan meskipun kecil. Terapi individualistik ini dilakukan secara satu per satu maupun dalam kelompok kecil (lokakarya). termasuk bekerja dan membangun serta mempertahankan hubungan sosial. 19 .

dengan hasil yang paling positif dicapai oleh mereka yang dapat hidup bersama keluarga mereka sendiri.-berikut ini adalah contoh awal pendekatan tersebut yang diambil dari salah satu kasus kami sendiri. Dengan peringatan bahwa pendekatan yang cukup intelektual ini mungkin hanya tepat bagi minoritas pasien skizofrenia. Mengajari pasien keterampilan penyelesaian masalah sosial—cara mengatasi berbagai lantangan yang tidak terhindarkan yang dihadapi oleh setiap orang dalam berhubungan dengan orang lain —merupakan. sebagai "manajemen kritisisme dan penyelesaian konflik". bahwa mereka harus tetap meneruskan pengobatan. Berbagai menunjukkan bahwa bentuk intervensi ini dapat membantu banyak pasien skizofrenik tetap hidup di luar rumah sakit dan berfungsi dengan lehih baik. Melalui diskusi kolaboratif (dan dalam konteks berbagai moda intervensi lain. penanganan ini dapat berlangsung selama 3 tahun dengan sesi terapi setiap satu atau dua minggu sekali.Secara umum. 1971).4-6 20 . dan bahwa mereka dapat mempelajari berbagai macam keterampilan agar dapat menjalani hidup secara maksimal.6 Perlu dicatat bahwa fokus terapi ini sebagian besar terletak pada pasien. beberapa pasien dibantu untuk memberikan suatu makna nonpsikotik terhadap berbagai simtom paranoid sehingga mengurangi intensitas dan karakteristiknya yang berbahaya. Sementara itu.6 6. hal penting dalam terapi ini adalah apa yang disebut Hogarty dkk.5. sama dengan yang dilakukan dalam terapi kognitif Beck untuk depresi dan pendekatan Barlow terhadap gangguan panik. para pasien diajari bahwa mereka memiliki kerentanan emosional terhadap stres. fokus dalam berbagai studi keluarga adalah mengurangi tingginya EE dalam keluarga pasien—yang merupakan suatu perubahan lingkungan dari sudut pandang pasien —tujuan terapi pribadi adalah mengajarkan keterampilan coping internal kepada pasien. Terapi Reatribusi (Reatribution Therapy). bagian dari elemen terapi ini (D'Zurilla & Goldfried. tidak pada keluarga. Istilah tersebut merujuk pada cara menghadapi umpan balik negatif dan orang lain dan cara menyelesaikan berbagai konflik interpersonal yang merupakan bagian tak terhindarkan dalam berhubungan dengan orang lain. bahwa pikiran mereka tidak selalu sejernih yang seharusnya.6 Terakhir. termasuk pemberian obat-obatan antipsikotik). Ini bukan penanganan jangka pendek. berbagai cara baru dalam berpikir tentang dan mengendalikan berbagai reaksi afektif terhadap tantangan apa pun yang terdapat di lingkungannya.

yaitu ketika seorang individu mulai menarik diri secara sosial dan lingkungannya (Prabowo. Individu dengan fase prodromal singkat.5 Pelatihan relaksasi tampaknya memungkinkan pasien menguji hipotesis non-paranoid tentang titiktitik tekanan yang dirasakannya dan menemukan kebenaran hipotesis tersebut sehingga menghapuskan keyakinan terhadap sensasi-sensasi tersebut yang telah berperan dalam paranoid yang dideritanya. mengepalkan lengan dengan kuat. secara urnum melewati tiga fase utama. Namun. Fase prodromal Fase prodromal ditandai dengan deteriorasi yang jelas dalam fungsi kehidupan. dan si pasien mengamati bahwa perasaan tersebut mirip dengan titik-titik tekanan yang dirasakannya. dalam sesi pertama terapis meminta pasien untuk mengulurkan tangan kanannya. Awal munculnya skizofrenia dapat terjadi setelah melewati suatu periode yang sangat panjang. dan melengkungkan pergelangan tangannya ke bawah sehingga kepalan tangannya menekuk ke arah dalam lengannya. yaitu:4-6 a." dan secara umum pembicaraannya mulai terlepas dari nada paranoid yang terdahulu. 2007). serta mencakup paling sedikit dua gejala dan kriteria A pada kriteria diagnosis skizofrenia. hal itulah yang terjadi.5 21 . penting juga meminta si pasien mempertanyakan sistem delusionalnya. secara bertahap ia mampu menganggap titik-tilik tekanan tersebut sebagai suatu "sensasi. sebelurn fase aktif gejala gangguan dan tidak disebabkan oleh gangguan afek atau akibat gangguan penggunaan zat.5 Pelatihan relaksasi ekstensif membuat klien mulai dapat mengendalikan kecemasannya dalam berbagai situasi di rumah sakit dan pada saat yang sama mengurangi intensitas titik-titik tekanan. Tujuannya adalah menimbulkan rasa legang di bagian depan lengannya.5 Perjalanan Gangguan dan Prognosis Skizofrenia Perjalanan berkembangnya skizofrenia sangatlah beragam pada setiap kasus. sebelum gejala lain yang memenuhi kriteria untuk menegakkan diagnosis skizorenia muncul.Namun. Individu yang mengalami fase prodromal dapat berlangsung selama beberapa rninggu hingga bertahun-tahun. perkembangan gejala gangguannya Iebih jelas terlihat daripada individu yang rnengalarni fase prodromal panjang. Seiring ia mampu mengendalikan perasaannya. Maka.

yaitu prognosis positif apabila didukung oleh beberapa aspek berikut. Penegakan prognosis dapat menghasilkan dua kemungkinan. Menurut Sirait. melakukan penarikan din. pekerjaan. munculnya gejala negatif. Beberapa penelitian menemukan lebih dan periode waktu 5 sampai 10 tahun setelah perawatan pertama kali dirurnah sakit. sering kambuh secara berulang. Hal ini disebabkan karena setelah pasien selesai dengan perawatan di rurnah sakit.1 Sedangkan prognosis negatif. adanya kehidupan yang relatif haik sebelum terjadinya gangguan dalam bidang sosial. skizofrenia merupakan gangguan yang bersifat kronis. bercerai. atau pasangannya telah men inggal. Fase Aktif Gejala Fase aktif gejala ditandai dengan munculnya gejala-gejala skizofrenia secara jelas. Oleh karena itu. Dalam perjalanan gangguannva. Sebagai akibatnya episode psikosis dapat ditandai oleh adanya kesenjangan yang semakin besar antara individu dengan Iingkungan sosialnya.5 c. oleh karena ini.b. fase prodromal terjadi secara singkat. adanya perilaku yang autistik. riwavat kehidupan sebelum terjadinva gangguan kurang baik fase prodromal terjadi cukup lama. Fase Residual Fase residual terjadi setelah fase aktif gejala paling sedikit terdapat dua gejala dan kritenia A pada kriteria diagnosis skizofrenia yang bersifat mentap dan tidak disebabkan oleh gangguan afek atau gangguan penggunaan zat. Beberapa pasien skizofrenia mengalami kekambuhan hingga lebih dan lima kali. Sebagian besar penderita gangguan skizofrenia memiliki kelainan pada kemampuannya untuk melihat realitas dan kesulitan dalam mencapai insight. dan seksual. terapi akan tetap dilanjutkan di lingkungan rurnah. dapat ditegakkan apabila muncul beberapa keadaan seperti berikut: onset gangguan Iebih awal. Seorang caregiver maupun anggota keluarga lainnya berperan penting selama pasien berada pada fase aktif maupun fase residual. seperti: onset terjadi pada usia yang lebih lanjut. faktor pencetus tidak jelas. dan adanva sistem pendukung yang baik. tantangan terapi saat ini adalah untuk mengurangi dan mencegah terjadinya kekambuhan. Lebih dari 50% memiliki hasil buruk. berangsur-angsur menjadi sernakin menarik diri dan tidak berfungsi selarna bertahun-tahun. kesuksesan 22 . adanya riwayat keluarga yang mengidap skizofrenia. faktor pencetusnya jelas. hanya 10 sampai 20°/s memiliki hasil yang baik. munculnya gejala gangguan mood1 adanya gejala positit sudah menikah. statusnya lajang. dan tidak adanya sistern pendukung yang baik.

terserang penyakit atau didalam tubuhnya terdapat binatang. Waham Curiga yitu klien yakin bahwa ada orang atau kelompok orang yang sedang mengancam dirinya. Gagal melalui tahapan perkembangan dengan sehat Disingkirkan oleh orang lain dan merasa kesepian Hubungan yang tidak harmonis dengan orang lain Perpisahan dengan orang yang dicintainya Kegagalan yang sering dialami Keturunan. 4. 6.5 Faktor yang mempengaruhi terjadinya waham adalah:5 1. Keyakinan ini berasal dari pemikiran orang tersebut yang sudah kehilangan kontrol. Waham Sisip pikir yaitu klien yakin bahwa ada pikiran orang lain yang disisipkan/dimasukan kedalam pikirannya. 3. 8. padahal dia tidak pernah menyatakan pikiranya kepada orang tersebut. Waham Somatik yaitu klien yakin bahwa bagian tubuhnya tergannggu. Waham Agama yaitu keyakinan klien terhadap suatu agama secara berlebihan. Waham Kontrol pikir yaitu klien yakin bahwa pikiranya dikontrol oleh kekuatan dari luar. Waham Siar pikir yaitu klien yakin bahwa orang lain megetahui isi pikiranya. paling sering pada kembar satu telur Sering menggunakan penyelesaian masalah yang tidak sehat. 3. Waham Kebesaran yaitu keyakinan klien yang berlebihan tentang kebesaran dirinya atau kekuasaan. 6. 23 . 4. 2. misalnya menyalahkan orang lain. Waham Nihilistik yaitu klien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada lagi di dunia atau sudah meninggal dunia. 7.4 Diagnosis Banding Gangguan Waham Waham adalah keyakinan seseorang yang tidak sesuai dengan kenyataan yang tetap dipertahankan dan tidak dapat dirubah secara logis oleh orang lain. 2. 5. 5.pengobatan senta kekambuhan pasien akan ditentukan oleh caregiver selain faktor-faktor lain yang turut mempengaruhi kesuksesan pengobatan tersebut. 7. Terdapat beberapa jenis waham antara lain:5 1.

Gangguan psikotik singkat/akut didefinisikan sebagai suatu gangguan kejiwaan yang terjadi selama 1 hari sampai kurang dari 1 bulan. Prilaku dan Hubungan Sosial • Hipersensitif • Hubungan interpersonal dengan orang lain dangkal • Depresif • Ragu-ragu • Mengancam secara verbal • Aktifitas tidak tepat • Streotif • Impulsive • Curiga 4. waham atau perilaku kacau/aneh. dan dapat kembali ke tingkat fungsional premorbid. misalnya terdapat halusinasi.Gejala Klinis 1.6 Manifestasi Klinis Perilaku yang diperlihatkan oleh pasien yaitu:6 1. Afektif • Situasi tidak sesuai dengan kenyataan • Afek tumpul 3. Keyakinan atau ketakutan yang aneh/tidak masuk akal 3. Fisik • Higiene kurang • Muka pucat • Sering menguap • BB menurun • Nafsu makan berkurang dan sulit tidur Psikotik Akut Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidak mampuan individu menilai kenyataan yang terjadi. Mendengar suara-suara yang tidak ada sumbernya 2. dengan gejala psikosis. Kognitif • Tidak mampu membedakan nyata dengan tidak nyata • Individu sangat percaya pada keyakinannya • Sulit berfikir realita • Tidak mampu mengambil keputusan 2. Kebingungan atau disorientasi 24 .

episode suatu gangguan mood sebelumnya. dan riwayat ingesti zat psikotomimetik yang belum lama mungkin tidak dapat diperoleh dari wawancara klinis saja. walaupun hasilnya mungkin negatif. tetapi mungkin memperluas 25 . berteriak teriak atau diam membisu dan gangguan daya ingat untuk peristiwa yang belum lama terjadi. Gejala karakteristik untuk gangguan psikotik singkat adalah perubahan emosional. Peristiwa tersebut adalah kematian anggota keluarga dekat dan kecelakaan kendaraan yang berat. menjadi aneh atau menakutkan seperti menyendiri. Gejala gangguan psikotik singkat selalu termasuk sekurang kurangnya satu gejala psikosis utama. Walaupun pandangan tersebut memiliki alasan. konsentrasi terganggu. Perubahan perilaku. orang lain atau lingkungan. mengancam diri sendiri.6 Contoh yang paling jelas dari stresos pencetus adalah peristiwa kehidupan yang besar yang dapat menyebabkan kemarahan emosional yang bermakna pada tiap orang.6 Pemeriksaan status mental biasanya hadir dengan agitasi psikotik parah yang mungkin terkait dengan perilaku aneh.4. halusinasi. membunuh pikiran atau perilaku. riwayat yang diperlukan untuk membuat diagnosis mungkin tidak dapat diperoleh hanya dari pasien. tetapi tidak selalu memasukkan keseluruhan pola gejala yang ditemukan pada skizofrenia. biasanya dengan onset yang tiba-tiba. disorientasi. bunuh diri. bicara dan tertawa serta marah-marah atau memukul tanpa alasan. informasi mengenai gejala prodromal. Disamping itu. kecurigaan berlebihan. Walaupun adanya gejala psikotik mungkin jelas. gangguan memori. Beberapa gejala tersebut ditemukan pada gangguan yang mengarahkan diagnosis delirium dan jelas memerlukan pemeriksaan organik yang lengkap.6 Seperti pada pasien psikiatrik akut. tidak kooperatif. dan wawasan miskin. perhatian terganggu. konfusi dan gangguan pemusatan perhatian mungkin lebih sering ditemukan pada gangguan psikotik singkat daripada gangguan psikotik kronis. suasana hati labil atau depresi. Beberapa klinis berpendapat bahwa keparahan peristiwa harus dipertimbangkan didalam hubungan dengan kehidupan pasien. klinis mungkin tidak mampu memperoleh informasi yang akurat tentang ada atau tidaknya stressor pencetus. pakaian atau perilaku yang aneh. berteriak atau kebisuan. agresif fisik atau verbal. Beberapa klinisi telah mengamati bahwa gejala afektif. kegelisahan. delusi. tidak teratur berbicara.

Tetapi penjumlahan derajat stress yang disebabkan oleh urutan peristiwa memerlukan suatu derajat pertimbangan klinis yang hampir tidak mungkin. 4. 2003. Kaplan HI. perawatan di rumah sakit. Buku saku psikiatri. Jakarta : PT. Gerald C. 22-45. 2006. Davidson. kerabat ataupun temen dekat pasien. Klinisi lain berpendapat bahwa stressor mungkin merupakan urutan peristiwa yang menimbulkan stress sedang.definisi stressor pencetus dengan memasukkan peristiwa yang tidak berhubungan dengan episode psikotik. emosi dan perilaku. Susan. Sadock BJ. Kesehatan mental. Abnormal Psychology. 20-87.134-47.h. Yogyakarta: Kanisius. Sadock BJ. Sadock VA. terapi keluarga. terapi kognitif-behavioral. Jakarta: EGC. bukannya peristiwa tunggal yang menimbulakan stress dengan jelas. serta terapi reatribusi.6 Kesimpulan Skizofrenia adalah suatu gangguan psikotik yang ditandai dengan distorsi proses pikir. 5.h.p. Dalam proses penyembuhannya diperlukan keterlibatan semua pihak tidak hanya pihak dokter.1019-1087. suster ataupun psikiater tapi dibutuhkan juga keterlibatan anggota keluarga. 3. Edisi ke-9. Philadelphia: McGraw-Hill Higher Education.h. Raja Grafindo Persada.407-13. Penanganan biologis antara lain terapi kejut dan psychosurgery.2010. Jakarta: EGC. persepsi.4th. 2003. Jakarta: Widya Medika. Psikologi abnormal. Ed. Hoeksoma. Edisi ke-6. Kita dapat melakukan 2 penanganan dalam skizofrenia yaitu penanganan biologis dan penanganan psikologis atau psikososial.1-37. Nolen. 2. Semiun Y. Tomb DA. 2006. h. Sedangkan penanganan psikologis berupa psikoterapi.h. Edisi ke-2. Edisi ke-3. Kaplan & sadock buku ajar psikiatri klinis. Gejala positif berupa peningkatan atau distorsi dari fungsi yang normal sedangkan gejala negatif berupa pengurangan atau kehilangan dari fungsi normal. Gangguan ini mempunyai 2 gejala khas yaitu gejala positif dan gejala negatif. Ilmu kedokteran jiwa darurat. Daftar Pustaka 1. 26 . pelatihan keterampilan sosial. terapi personal. 2006. 6. dan farmakoterapi.