Wibisono Indiarto

21060111130079

Muhammad Irfan

21060111130083

Ellian Adhi Satya

21060111140131

Multimedia

KOPI BALI
Salah satu buah tangan khas Bali adalah Kopi Kintamani atau yang lebih sering
dikenal dengan Kopi Bali. Kopi Bali sendiri merupakan jenis kopi Arabica, dimana kopi
Arabica sendiri merupakan kopi dengan penikmat terbanyak di dunia. Kopi Arabica
sendiri terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu speciality Arabica dan commercial Arabica.
Commercial Arabica merupakan jenis kopi Arabica yang banyak beredar di pasaran dan
tidak memiliki rasa khas, kebanyakan berasal dari Kolombia dan Brazil. Sedangkan
untuk speciality Arabica, kopi ini merupakan jenis kopi yang memiliki rasa unik dan
hanya berasal dari tempat-tempat tertentu. 6 diantara 7 jenis speciality Arabica berasal
dari Indonesia, yaitu Gayo (Aceh), Madheling/Mandailing (Sumatra Utara), Java (Jawa
terutama Jawa Timur), Kintamani (Bali), Toraja/Kalosi Toraja (Sulawesi) dan
Mangkuraja (Bengkulu).

Kopi ini dikembangkan dengan sistem Subak Abian. Kopi Kintamani sendiri memiliki aroma coklat dan jeruk karena biasanya ditanam berdekatan dengan tanaman sayur. bahwa anggotanya harus bertani secara organik. Jenis kopi ini juga dikenal mempunyai reputasi dengan nama “origin coffee” atau kopi asli dari Indonesia. Keunggulan lain dari jenis kopi Kintamani ini adalah dari sisi sejarah dan tradisi budaya lokal yang membuat jenis tanaman kopi ini memiliki mutu berkualitas tinggi. kakao dan jeruk. Jenis kopi ini terlihat hampir memiliki persamaan dengan kopi jawa. Jenis kopi ini juga memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan kopi Mandailing (Sumatera) yang lebih memiliki kekentalan yang lebih tinggi dengan daya asam yang lebih rendah. iklim dan tanaman yang ditanam di sekitar tanaman kopi. Perbedaannya adalah dari sisi jenis kopi Kintamani Bali yang lebih memiliki aroma menyengat dibandingkan dengan kopi jawa yang memiliki aroma rempah.Setiap speciality Arabica memiliki rasa yang berbeda satu sama lain tergantung dari tanah tempat penanaman. Dalam Subak Abian melekat aturan adat yaitu petani memiliki kesepakatan. Tak boleh ada anggota yang menggunakan bahan kimia. Pupuk . Rasa dari kopi ini pun menjadi pahit dan asam.

Menurut Dinas Perdagangan Provinsi Bali.9 ton seharga 80 ribu dollar AS. maka akan mendapat sanksi adat yaitu tidak akan diajak di subak atau bahkan dikucilkan secara adat (kasepekang). realisasi perdagangan ekspor kopi Bali selama tahun 2012 mencapai 17. Aturan lainnya adalah anggota dilarang panen kopi jika belum berwarna merah. Perolehan devisa tersebut bertambah hingga 87 persen jika dibandingkan periode sama tahun 2011. Tujuannya agar kualitas kopi tetap bagus. juga agar memenuhi standar produk organik. Perancis dan beberapa negara Eropa lainnya. Hal ini yang membuat kita sebagai rakyat bangsa Indonesia harus bangga terhadap jenis produk bernilai ekonomis tinggi dari Bali ini.dan pestisidanya juga organik. Komoditas kopi ini telah berhasil menembus pasar Jepang. yang hanya 5. Jika ada anggota yang melanggar sampai tiga kali. Artinya harga kopi Pulau Dewata lebih baik di pasaran dunia. .8 ton dengan nilai 170 ribu dollar AS. Selain untuk memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produksi.