BAB I

PENDAHULUAN

Pertumbuhan merupakan indikator penting dalam menilai status kesehatan anak,
karena dapat mempengaruhi kualitas hidup anak, oleh sebab itu pertumbuhan perlu dipantau
secara berkala. Pemeriksaan dan pengukuran pertumbuhan dapat dilakukan dengan berbagai
cara, yaitu secara klinis yang dilakukan dalam pelayanan medis maupun secara
antropometris.
Identifikasi awal gangguan perkembangan sangat penting untuk kesejahteraan anakanak dan keluarga mereka. Hal tersebut merupakan suatu fungsi integral dari pendekatan
medis untuk menyediakan perawatan primer bagi anak-anak dan sebagai tanggung jawab
profesional perawatan kesehatan pediatrik. Identifikasi awal masalah perkembangan anak
harus mengarah pada evaluasi yang lebih lanjut dari segi perkembangan dan medis,
diagnosis, dan pengobatan, termasuk intervensi dini masalah perkembangan.
Banyak anak-anak dengan penundaan perkembangan tidak teridentifikasi sedini
mungkin. Sebagai hasilnya, anak-anak ini harus menunggu untuk mendapatkan bantuan yang
mereka butuhkan untuk dapat melakukan hal dengan baik dalam situasi sosial dan pendidikan
(misalnya, dalam sekolah). Di Amerika Serikat, sekitar 13% dari anak usia 3 sampai 17
tahun memiliki cacat perkembangan atau perilaku seperti autisme, gangguan intelektual (juga
dikenal sebagai retardasi mental), dan gangguan hiperaktifitas-defisit atensi.
Prevalensi keterlambatan perkembangan global di poliklinik anak RS Dr. Cipto
Mangunkusumo Jakana 2,3%. Karakterisitik klinis yang berhubungan bermakna dengan
keberhasilan identifikasi etiologi adalah jenis kelamin laki-laki, mikrosefali, dan adanya
gambaran disrnorpik. Prevalensi KPG di Poliklinik Neurologi Anak RS Dr. Cipto
Mangunkusurno Jakarta pada Januari 2006-Juli 2008 didapatkan pada 151 (2,3%) dari 6487
kunjungan. Keluhan terbanyak, belum bisa berjalan dan berbicara 71 (47,1%) kasus, 84
(55,6%) laki-laki, dan rerata umur (21,8 2 13,1) bulan. Riwayat kelahiran kurang bulan
33(21,9%), BBLR 45(29,8%), lahir pervaginam 125(79,2%), dan tidak segera menangis
46(30,%).
Gangguan perkembangan dalam keluarga ditemukan pada 20(13,2%) kasus.
Karakteristik klinis mikrosefali 81(53,6%), kasus gizi kurang dan gizi buruk 67 (44,4%),
riwayat kejang 57(37,7%) kasus. Etiologi dapat diidentifikasi pada 97(64,2%) kasus. Kasus
neurologi terbanyak 33(21,9%) disgenesis cerebral, 18 (11,9%) palsi cerebral, 15(9,9%)
1

infeksi TORCH, 11 (7,3%) sindrom genetik, dan 7(4,6%) kelainan rnetabolik kongenital.
Ditemukan perbedaaan bermakna pada riwayat kejang, jenis kelamin, mikrosefali, dan
gambaran dismorfik antara etiologi yang diketahui dan etiologi tidak diketahui.
Selain itu, banyak anak-anak yang memiliki penundaan dalam segi bahasa atau area
perkembangan lain yang dapat mempengaruhi kesiapan anak untuk sekolah. Namun, kurang
dari setengah dari anak-anak dengan penundaan perkembangan diidentifikasi sebelum
memulai sekolah, di saat penundaan perkembangan yang signifikan telah terjadi dan
kesempatan untuk pengobatan telah terlewatkan.
Penilaian perkembangan anak, yang merupakan proses mengenali anak-anak yang
kemungkinan berada pada risiko untuk penundaan perkembangan, dilakukan pada setiap
kunjungan dokter dalam upaya perawatan dan pencegahan. Penilaian ini harus mencakup
bertanya mengenai pertimbangan orangtua, memperoleh riwayat perkembangan anak,
mengobservasi

anak,

mendokumentasikan

mengidentifikasi
hasil-hasil

temuan.

risiko

dan

Kecurigaan

faktor-faktor
apapun

pelindung,

harus

diatasi

serta
segera

menggunakan alat skrining perkembangan, seperti tes-tes yang sudah distandardisasi untuk
mengidentifikasi setiap risiko atau masalah yang telah diketahui.
Jika pada tes skrining telah diidentifikasi adanya potensi masalah perkembangan,
evaluasi lebih lanjut mengenai perkembangan dan medis perlu dilakukan. Evaluasi yang lebih
rinci akan menunjukkan apakah anak memiliki gangguan atau penundaan perkembangan dan
memerlukan perawatan, termasuk layanan intervensi dini perkembangan.
Anak-anak yang didiagnosis dengan gangguan perkembangan dapat diidentifikasi
sebagai anak-anak dengan kebutuhan khusus dalam kesehatan, dan manajemen dari kondisi
kronis harus segera dimulai. Identifikasi gangguan perkembangan dan etiologi yang
mendasarinya juga dapat membantu serangkaian perencanaan perawatan, dari perawatan
medis anak sampai konseling genetik untuk orang tua anak.
American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa semua anak dapat
dievaluasi adanya penundaan perkembangan dan cacat selama kunjungan dokter pada usia 9
bulan, 18 bulan, dan 24 atau 30 bulan. Skrining tambahan mungkin diperlukan jika seorang
anak memiliki risiko tinggi untuk masalah perkembangan akibat kelahiran prematur, berat
badan lahir rendah, atau faktor risiko medis lainnya.

2

BAB II
PENILAIAN PERTUMBUHAN ANAK

Pertumbuhan (growth) adalah perubahan besar dalam hal jumlah dan ukuran pada
tingkat sel, organ, maupun individu. Perkembangan (development) adalah peningkatan
kemampuan dalam hal struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Perkembangan
memiliki pola yang teratur dan dapat diprediksi, yang merupakan hasil dari proses
pematangan. Pertumbuhan pada dasarnya merupakan dampak fisik, sedangkan perkembangan
mengarah pada fungsi suatu organ atau individu. Sebagai contoh, organ otak mengalami
pertumbuhan, ini ditandai dengan bertambahnya jumlah sel sehingga volume otak semakin
meningkat. Keadaan ini lazimnya disertai dengan perkembangan otak, yaitu peningkatan
fungsi otak, seperti kemampuan menghitung, mengingat, berbahasa, memecahkan masalah,
dan sebagainya. Contoh lainnya, organ anggota gerak bawah (kedua tungkai) mengalami
pertumbuhan yang ditandai dengan bertambahnya ukuran. Keadaan ini diiringi dengan
perkembangan organ tersebut, seperti dapat berfungsi untuk merangkak, berdiri, berjalan,
berlari, melompat, dan sebagainya.
Tujuan
Pemeriksaan secara klinis bertujuan untuk membuat diagnosis tentang pertumbuhan
dan status gizi anak dalam keadaan sehat maupun sakit. Pada saat ini terdapat beberapa baku
antropometri, berikut di bawah ini merupakan langkah-langkah menilai pertumbuhan
menggunakan baku NCHS tahun 2000 yang kemudian ditampilkan oleh CDC serta WHO
Menilai Pertumbuhan Anak
Langkah Persiapan
Alat ukur

Timbangan berat badan

Beam balance untuk anak kurang dari 2 tahun, setelah umur tersebut digunakan
timbangan injak atau electronic.

Ukuran panjang / tinggi badan
3

Untuk anak kurang dari 2 tahun digunakan infantometer, sedangkan apabila lebih dari
2 tahun digunakan stadiometer atau microtoise

Pita ukur lingkar kepala menggunakan pita ukur lingkar kepala yang tidak melar.

Kurva standard pertumbuhan dari WHO untuk anak 0-2 tahun

Kurva standard pertumbuhan dari CDC untuk anak 2-5 tahun

Langkah Pelaksanaan
Prosedur Pengukuran Panjang Bayi
a.Bayi hanya menggunakan popok. Sepatu dan hiasan kepala harus dibuka.
b.Bayi diletakan di tengah alat pengukur.
c.Dilakukan oleh 2 orang, yaitu orang pertama memegang kepala bayi agar menempel pada
ujung papan ukur ang tidak dapat digeser, posisi kepala lurus dengan pandangan vertical ke
atas dalam Frankfort horizontal plane. Orang kedua meluruskan kedua tungkainya dengan
telapak kaki menempel pada papan pengukur yang dapat digeser.
d.Lakukan pembacaan dengan ketelitian 0,1 cm.

Langkah Pelaksanaan
Prosedur Pengukuran Berat Bayi
a. Dilakukan oleh 2 orang, yaitu orang pertama mengukur berat bayi sambil menjaga anak
agar tidak jatuh dan orang kedua mencatat hasil pengukuran.
b. Bayi dalam keadaan tanpa pakaian atau hanya menggunakan popok yang kering.
c. Tempatkan bayi di tengah alat timbangan.
d. Lakukan pembacaan dengan ketelitian 0,01 kg.

4

Prosedur Pengukuran Tinggi Anak / Remaja a. f. b. Topi. b. d. e. Anak / remaja dengan berdiri tegak menempel pada alat stadiometer atau microtoise tanpa alas kaki. c. Pakaian dilepaskan. Hiasan di kepala dilepas. Bayi lebih nyaman dalam dekapan orangtua.01 kg.1 cm. Ukur lingkaran kepala atau lingkaran occipital-frontal yaitu lingkaran kepala terbesar melalui belakang kepala (occiput) dan sebelah atas alis mata. g. hiasan rambut. atau hiasan lainnya yang akan mengganggu pengukuran harus dilepaskan. Prosedur Pengukuran Berat Anak / Remaja a. hanya menggunakan pakaian dalam saja. b. Lakukan pembacaan dengan ketelitian 0. Timbangan sebaiknya diletakan di ruangan tertutup. Mata pengukur sejajar dengan puncak kepala. d. Anak / remaja berdiri tegak di tengah alat timbangan. 5 . d. Pandangan lurus ke depan. c. Anak diintruksikan untuk menarik nafas dalam-dalam. Lakukan pembacaan dengan ketelitian 0. c.1 cm.Prosedur Pengukuran Lingkar Kepala a. Geser alat ukur ke bawah hingga sedikit menekan kepala. Lakukan pembacaan dengan ketelitian 0.

Tanggal pemeriksaan 5 Juli 2004: 2004 07 05 Tanggal lahir 20 Desember 2002: 2002 12 20 Umur kronologis: 1 06 15 6 . harus digunakan umur koreksi sampai anak berusia 2 tahun. Cara menghitung umur koreksi adalah dengan cara mengurangi umur kronologis terhadap jumlah minggu prematur.Langkah Penilaian A. dalam mengukur berat dan panjang badan serta lingkar kepala. Contoh : Bayi Lina lahir pada tanggal 20 Desember 2002. Contoh : Tanggal pemeriksaan 10 Mei 2004:2004 05 10 Tanggal lahir 23 Juni 2002 :2002 06 23 Umur kronologis: 1 10 17 Umur kronologis anak adalah 1 tahun. lahir dengan umur gestasi 33 minggu. umur koreksi digunakan sampai anak berusia 3 tahun.Hitung Umur Anak Cara menghitung umur anak adalah dengan cara mengurangi tanggal pemeriksaan terhadap tanggal lahir. 17 hari dan diplot sebagai 22 ½ bulan Menghitung Umur Anak yang Lahir Prematur Untuk bayi prematur. dengan berat lahir 2000 gram. 10 bulan. Untuk bayi prematur dengan berat kurang dari 1000 gram.

24 hari dan diplot pada 16 ½ bulan. BB/U Perempuan BB/U Laki-laki 7 . 4 bulan.Prematur 7 minggu: 01 21 Umur koreksi: 1 04 24 Umur anak adalah 1 tahun.

TB/U Perempuan TB/U Laki-laki 8 .

BMI/U Perempuan BMI/U Laki-laki 9 .

CDC Perempuan 10 .

CDC Laki-laki 11 .

Tabel Persentil Lingkar Lengan Atas Anak laki-laki 12 .

9 8-8.9 13-13.9 18-18.9 15-15.9 12-12.9 16-16.9 4-4.9 16-16.9 10-10.9 5-5.9 2-2.9 6-6.9 10-10.9 18-18.9 2-2.Kelomp ok umur 1-1.9 8-8.9 5-5.9 9-9.9 14-14.9 3-3.9 11-11.9 12-12.9 7-7.9 5 138 142 143 149 153 156 164 168 178 174 185 194 202 214 208 218 220 222 10 142 145 150 154 157 162 167 172 182 182 194 203 211 223 221 224 227 227 Interpretasi Penilaian Pertumbuhan 13 .9 7-7.9 14-14.9 15-15.9 5 142 141 150 149 153 155 162 162 175 181 186 193 194 220 222 244 246 245 10 146 145 153 154 160 159 167 170 178 184 190 200 211 226 229 248 253 260 25 150 153 160 162 167 167 177 177 187 196 202 214 228 237 244 262 267 276 Persentil 50 159 162 167 171 175 179 187 190 200 210 223 232 247 253 264 278 285 297 75 170 170 175 180 185 188 201 202 217 231 244 254 263 283 284 303 308 321 90 176 178 184 186 195 209 223 220 249 262 261 282 286 303 311 324 336 353 95 183 185 190 192 204 228 230 245 257 274 280 303 301 322 320 343 347 379 25 148 152 158 160 165 170 174 183 194 193 208 216 223 237 239 241 241 241 Persentil 50 156 160 167 169 175 176 183 195 211 210 224 237 243 252 254 258 264 258 75 164 167 175 177 185 187 199 214 224 228 248 256 271 272 279 283 295 281 90 172 176 183 184 203 204 216 247 251 251 276 282 301 304 300 318 324 312 95 177 184 189 191 211 211 231 261 260 265 303 294 338 322 322 334 350 325 Anak Perempuan Kelomp ok umur 1-1.9 6-6.9 13-13.9 3-3.9 9-9.9 11-11.9 17-17.9 4-4.9 17-17.

Kriteria CDC WHO LLA/U Gizi buruk BB/TB <70% BB/TB<-3SD <70% Gizi kurang BB/TB 70-90% BB/TB<-2SD 70-89% Gizi normal BB/TB ≥90-120% BB/TB-2SD s/d +1SD 90-109% Risiko gizi lebih - BB/TB atau BMI >+1SD s/d +2SD - Gizi lebih BMI≥p85 BB/TB atau BMI >+2SD s/d +3SD 110-120% Obesitas BB/TB >120% atau >p90 BMI ≥p95 BB/TB atau BMI >+3SD >120% Superobesitas BB/TB >140% - - Perawakan pendek TB/U<p3 - - 14 .

Perkembangan ini dapat dinilai dengan dari posisi berbaring. Hal ini memberi petunjuk mengenai kemampuan diri dalam daya gerak dan beralih ke aktivitas motorik halus. bahasa. yaitu motorik kasar. emosional. Bayi atau anak dengan resiko tinggi terjadinya penyimpangan perkembangan perlu mendapat prioritas. Divisi-divisi perkembangan dapat berubah-ubah suatu waktu. hiperbilirubinemia. dan lain sebagainya. Perkembangan Motorik Halus 15 . berlari. dll. Perkembangan Anak memiliki beberapa macam aspek termasuk empat area terpisah. diantaranya bayi premature. berjalan. ibu diabetes mellitus. duduk. intelektual. serta perilaku sosial dan personal.BAB III PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK Perkembangan anak menggambarkan peningkatan kematangan fungsi individu. Oleh karena itu perkembangan anak harus dipantau secara berkala. dan spiritual. seksual. Perkembangan Motorik Kasar Termasuk dapat perkembangan ini adalah pengaturan anak terhadap tubuhnya dengan cara meningkatkan mobilitas. Aspek lainnya yaitu sensorik. riwayat asfiksia. Milestone (titik acuan) yang penting dalam perkembangan motorik kasar pada anak meliputi kemampuan dalam mengangkat kepala. motorik halus. naik tangga. berputar. gemely. dan lain sebagainya. dan merupakan indicator penting dalam menilai kualitas hidup anak. infeksi intrapartum. memakai sepeda roda tiga. mengambil sebuah objek. berdiri. Aspek-aspek tersebut biasanya berkembang secara bersamaan dalam proses belajar dan maturasi anak. posisi tengkurap. moral. berat lahir rendah.

dan lain sebagainya. Perkembangan ini tergantung pada fungsi pendengaran. dan semangat anak. Tes skrining tersebut merupakan tes yang terkenal di dunia untuk menilai perkembangan anak dilihat dari empat area penilaian. dan cara meniru. Pada tahun 1992. koordinasi tangan dengan mata. koordinasi tangan dengan mulut. Perkembangan Bahasa Perkembangan bahasa adalah perkembangan motor sensorik. Hal ini terkait dengan kemampuan sosial dan interpersonal seperti senyum sosial. 16 . kemampuan menggenggam. DDST telah dimodifikasi menjadi Denver II atau modified DDST dengan 125 penilaian. kemampuan tangan dalam menggerakkan jari. motorik halus-adaptif. cara bermain. beberapa diantaranya sulit untuk dilakukan. pengenalan ibu. Penilaian Perkembangan Penilaian perkembangan merupakan hal yang penting untuk mendeteksi penundaan perkembangan anak yang abnormal. Terdapat 105 penilaian. penggunaan mainan.Bergantung pada maturasi traktus neural. bahasa. kemampuan meniru. dan perilaku personal-sosial. Tes skrining yang tersering dipakai untuk mendeteksi adanya penundaan perkembangan pada anak balita adalah Denver Developmental Screening Test-DDST atau Tes Skrining Perkembangan Denver. Perkembangan Sosial dan Personal Perkembangan sosial dan personal meliputi reaksi personal anak tersebut terhadap lingkungan sosial dan kultural di sekitarnya dengan maturitas neuromotorik dan stimulasi lingkungan. memakai baju. Tes tersebut memiliki penilaian yang lebih sedikit pada area bahasa. tingkat pemahaman. Hal ini merupakan kemampuan komunikasi dengan perkembangan dari cara bicara yang sebenarnya. Tes ini tidak sesuai untuk anak-anak dengan ibu yang memiliki pendidikan yang tidak tinggi. yaitu motorik kasar. Hal ini berkembang dari refleks menjadi suatu keterampilan. Perkembangan motorik halus memberi petunjuk aktivitas adaptif dengan pengaturan sensorimotorik halus termasuk koordinasi mata. Reflek-reflek neurologis awal telah digantikan dengan aktivitas yang memiliki tujuan.

Untuk mengatasi secara dini bila ditemukan kelainan perkembangan. tangan. motorik kasar. Sektor gerakan motorik halus. 9 – 12 bulan c. 3 tahun e. Yaitu aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh dan biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan otot-otot besar. Yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu. melompat. Tahap kedua Dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. 3. yang dikelompokkan menjadi 4 sektor. menggunakan benda-benda kecil. Prosedur Penilaian Pola Perkembangan Anak Dengan DDST II 1. 3. kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostic yang lengkap. 5 tahun ii. Tujuan: a. Dilakukan pada: i. Untuk menemukan adanya keterlambatan perkembangan anak sedini mungkin. Untuk meningkatkan kesadaran orang tua atau pengasuh anak untuk berusaha menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan. 2. Contohnya koordinasi mata. Sektor bahasa. memainkan. Manfaat: a. a. 18 – 24 bulan d. 2. Contohnya duduk. 17 . melakukan kegiatan yang melibatkan gerakan-gerakan tubuh tertentu yang dilakukan otot-otot kecil tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. 4 tahun f. Aspek yang dinilai: Ada 125 tugas perkembangan yang dinilai. yaitu : 1. 4. Tahap pertama : dilakukan pada usia 0 – 6 tahun. 3 – 6 bulan b.A. c. Untuk mengetahui tahap perkembangan yang telah dicapai anak. Sektor gerakan motorik kasar. personal sosial dan bahasa b. dll. b. Untuk menilai perkembangan anak pada empat aspek yaitu perkembangan motorik halus. berjalan.

 Pada setiap tugas perkembangan yang berjumlah 125. Angka kecil menunjukkan tugas yang harus dikerjakan sesuai dengan nomor yang ada pada formulir. g. Yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Kemudian mewakili 3 bulan. terdapat batas kemampuan perkembangan yaitu 25%. Dekat dengan anak. Mengkaji kegiatan anak yang meliputi 4 sektor yang dinilai. b.  Deteksi dini penyimpangan perkembangan anak umur < 6 tahun. sampai anak berusia 6 tahun. f. Lingkungan diatur supaya anak merasa nyaman dan aman selama dilakukan test. sampai anak berumur 24 bulan.  Skala umur tertera pada bagian atas formulir yang terbagi dari umur dalam bulan dan tahun. mengikuti perintah dan berbicara spontan. ALAT 1. sejak lahir sampai berusia 6 tahun. tetapi apabila memungkinkan maka penilai dapat memperhatikan apa yang biasa dilakukan oleh  anak. Sektor personal sosial. e. Sediakan meja tulis dengan kursinya dan matras. Usahakan test perkembangan dilakukan pada tempat yang tenang / tidak bising. Setiap ruang antara tanda umur mewakili 1 bulan.   Pada beberapa tugas perkembangan terdapat huruf dan angka pada ujung kotak sebelah kiri. 4. c. Gulungan benang wol merah (diameter 10 cm) 18 . berisi 125 gugus tugas yang disusun dalam formulir menjadi 4 sektor untuk menjaring fungsi. Formulir Denver. d. Persiapan a.Yaitu kemampuan untuk memberikan reflek terhadap suara. Menjelaskan pada orang tua bahwa DDST bukan test IQ. 5. 6. dan bersih. 50%. artinya tugas perkembangan tersebut dapat lulus berdasarkan laporan dari orang tua / pengasuh anak. 75% dan 90% dari populasi anak lulus pada tugas perkembangan tersebut. contohnya R singakatan dari report.

Lakukan penilaian tingkat pencapaian pada masing-masing komponen (motorik halus. motorik kasar. Tentukan hasil penilaian B. tanggal lahir. 4. Kertas kosong 7. 3. . Hitung umur anak dan buat garis umur. Botol kaca kecil dengan diameter lubang 1. Cara pengukuran a. Tentukan usia anak yang akan diukur b. d. Beri garis atau tanda pada garis usia anak dan tarik garis atas dan bawah pada skala DDST II.2.5 cm 6. 10 buah kubus warna merah. Pensil merah 9. Bola tennis 8. Buat komunikasi yang baik dengan anak. Kismis/manik-manik 3. Boneka kecil dengan botol susu 10. Bel/lonceng kecil 7. 2. c.5 cm x 2. Kerincing dengan gagang yang kecil 5. Sapa orang tua / pengasuh anak dengan ramah. maka harus dilakukan koreksi. 5. Untuk anak yang lahir lebih dari 2 minggu sebelum tanggal perkiraan dan berumur kurang dari 2 tahun. kuning. Cara Pemeriksaan DDST 19 . Jelaskan maksud dan tujuan test DDST pada orang tua.Instruksi umum : catat nama anak. hijau. . Bila anak lahir prematur. dan tanggal pemeriksaan pada formulir. 8.Umur anak dihitung dengan cara tanggal pemeriksaan dikurangi tanggal lahir.personal sosial dan bahasa )untuk batasan usia yang ditentukan. biru 2. koreksi factor prematuritas.5 cm 4. PROSEDUR 1. Pelaksanaan Test DDST SEKTOR Personal sosial Motorik halus/adaptif Bahasa Motorik kasar RESPON ANAK KESIMPULAN B. Cangkir plastic dengan gagang / pegangan 11.

1. 3. Tarik anak ke Diangkat 20 . Anak menggerakan lengan seimbang amati aktifitas lengan dan tungkainya dengan seimbang dan tungkai anak 2. Amati gerakan kepala. Gerak Tidurkan anak terlentang. 5. Mengangkat Tidurkan kepala posisi anak dalam Anak mengangkat kepala sehingga dagu tengkurap. Bangkit Letakkan dengan posisi terlentang. Menumpu Pegang anak dalam posisi Anak dapat menumpukan beban pada beban berdiri.2 Kepala Lihat item motorik kasar Anak mengangkat kepala 905 selama terangkat 905 no. Sektor Motorik Kasar No Item Cara Pemeriksaan Syarat Lulus . berjauhan dengan permukaan tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan Kepala Lihat item motorik kasar Anak mengangkat kepala 455 selama terangkat 455 no.2 Duduk Pegang anak dalam posisi Anak dapat mempertahankan kepalanya dengan duduk beberapa detik beberapa detik tegak selama beberapa detik kepala tegak 6. pegang ketika tubuhnya kepala tegak tangan dan anak dalam Untuk sesaat. 1. dan perlahan kakinya beberapa detik lepaskan 7. Dada Letakkan anak dalam Anak mengangkat kepala dan dadanya terangkat dan posisi tengkurup menumpu pada lengan menumpu pada lengan 8. kepala anak tidak terkulai pergelangan tangan anak. Membalik Perhatikan apakah badan membalikkan anak Anak membalikan badannya dengan badannya sempurna dari posisi tengkurap ke terlentang 9. 4.

12. Berdiri 2 Bantu anak berdiri. Duduk tanpa Pegang anak dalam posisi Anak duduk selama 5 detik atau lebih pegangan duduk. Lari Dorong anak untuk berlari Anak berlari dengan baik tanpa terjatuh 20. perlahan lepaskan Berdiri Letakkan dengan posisi berpegangan berpegangan pada benda Bangkit Dudukan anak di lantai. 18. 11.posisi duduk. 15. letakkan benda berdiri mainan untuk diambilnya Berjalan Amati apakah anak sudah Anak dapat menyeimbangkan tubuh dengan baik berjalan Berjalan Minta anak untuk berjalan Anak mundur beberapa langkah tanpa mundur mundur duduk 19. 21. Bangkit lalu Saat duduk anak Anak berubah ke posisi duduk berbaring/tengkurap/berdir i sambil dipegang. dengan baik bola ke depan cm di depan anak 22. dorong anak ke posisi duduk 14.11 Anak berdiri tanpa ditopang selama 10 sendiri 16. 10. topang Anak berdiri tanpa ditopang selama 2 detik dari jarak dekat detik atau lebih Berdiri Lihat item motorik no. Anak menarik badannya sendiri ke untuk berdiri dorongkan anak berdiri dalam Anak berdiri selama 5 detik atau lebih dengan anak untuk posisi berdiri berdiri 13. Melompat Minta anak berpegangan untuk Anak melompat dan mengangkt ke 2 21 . Membungku k detik atau lebih Saat anak berdiri di lantai Anak membungkuk untuk mengambil kemudian tanpa pegangan. Berjalan Tanyakan kepada orang tua Anak dapat menaiki tangga menaiki apakah anak dapat menaiki tangga tangga Menendang Letakkan bola sekitar 15 Anak menendang bola ke depan tanpa 17.

1. Melempar bola kakinya Beri anak bola dan berdiri Anak melempar bola dengan lengannya tangan 1 meter darinya ke atas 24. Melompat dengan Anak dapat melompat Anak dapat melompat dengan 1 kaki 1 dengan 1 kaki sebanyak 2 kali atau lebih kaki 28. Sektor Motorik Halus-Adaptif No. Berdiri 1 kaki Lihat item no. Berdiri 1 kaki Lihat item no.melompat 23. Item Mengikuti garis tengah Cara pemeriksaan Syarat lulus ke Tidurkan anaktelentang.25 Anak dapat berdiri selama 4 detik 4 detik 30. Lompat jauh Letakkan selembar kertas.25 Anak dapat berdiri selama 5 detik 5 detik 31. Anak melompati mertas tanpa dan dorong anak untuk melompatinya melompatinya 25. Berdiri 1 kaki Lihat item no. Berdiri 1 kaki Perintahkan 1 detik anak menyeimbangkan untuk Anak dapat berdiri selama 1 detik diri dengan 1 kaki 26. Pegang benang Anak dapat mengikuti benang merah di atas wajah anak sejauh ia dapat ke titik tengah garis setengah 22 . Berjalan Tunjukkan pada anak car Anak berjalan 4 langkah atau lebih dengan berjalan pada garis lurus merapatkan dengan menempelkan tumit ke jari tumit ke depan jari yang kaki berlainan 2. Berdiri 1 kaki Lihat item no.25 Anak dapat berdiri selama 3 detik 3 detik 29.25 Anak dapat berdiri selama 2 detik 2 detik 27.

5. Mengikuti melewati untuk garis Anak dapat mengikuti benang melewati tengah garis tengah setengah lingkaran dengan mata atau dengan kepala dan 3. sentuhkan bagian belakang dalam beberapa detik. bersentuhan apakah kedua Perhatikan Anak tangannya mengangkat diangkat tangannya kedua bersama-sama bersama-sama ke garis tengah tubuhnya. Memegang mata. Ketika anak telentang atau dipegangi oleh Anak memegang kerincingan kerincingan orang tuanya. Lihat item motorik halus no 1. Anak didudukan dipangkuan orang tua. Gerakan tangan dapat dihentikan 2. Anak duduk dipangkuan orang tua. kearah objek atau paling tidak yang menggerakkan tangan untuk mudah dijangkau dan dorong anak untuk mencapai mainan tersebut. Sebaiknya manik-manik diletakan pada tempat yang berwarna kontras seperti selembar kertas putih. anak. Mengamati ke sisi tubuh yang lain. kedua Anak mengulurkan tangan tangannya Letakkan diletakan mainan diatas kerincingan meja.memfokuskannya. Anak melihat jelas kea rah manic-manik lalu jauhkan manik-manik dihadapan manik-manik tersebut. Mengikuti melewati dagu dan mulut. menuju garis tengah tubuh. Goyangkan benang lingkaran dengan kedua untuk menarik perhatian dan gerakan matanya atau dengan kepala dengan lambat setengah lingkaran dari dan matanya. Anak dapat mengikuti benang derajat dengan menyusuri setengah lingkarandari satu sisi tubuh 6. satu sisi tubuh anak ke sisi tubuh yang lain beberapa kali. atau ujung jari tangan anak dengan 4. 180 Lihat item motorik halus no 1. Tangan kerincingan. Tidurkan anak terlentang. Pemeriksa dapat menunjuk atau menyentuh manik- 7. Meraih manik untuk menarik perhatian anak. menarik kembali perhatian anak lalu dilanjutkan kembali. 23 .

atau meja. Anak didudukkan di panggkuan orang Anak manik-manik tua. Anak didudukkan dipangkuan orang tua. Membenturkan anak. Letakkan satu kubus di masing-masing Anak memegang satu kubus dua kubus tangan anak dan doorong ia untuk di masing-masing tangan dan membenturkan kedua kubus bersama. Dorong anak untuk mengambil dan dipegang setiap tangan. Mengambil dua Letakan dua kubus diatas meja di depan Anak mengambiil dua kubus kubis anak. Lihat Memegang item motorik halus no secara bersamaan. Anak kubus dari tangan yang satu akan memindahkan kubus pertama ke ketangan yang lain. 24 . jari manik-manik untuk menarik perhatian dan ibu jari bersama-sama telunjuk. Saat anak lantai. Bila anak tidak membenturkan tua melaaporkan bahwa anak kedua kubus. kubus.8. Berikan anak sebuah kubus. Anak mengambil manik- dengan ibu jari pemeriksa dapat menunjuk/menyentuh manik dengan jari telunjuk dan 13. Memindahkan jelas diambilnya. 9. kedua tangannya diatas mengambil manik- meja. tetapi jangan berikan kubus ke masing-masing satu kubus. tanyakan pada orang tua memukulkan benda yang apakah anak dapat membenturkan benda lebih kecil bersama-sama. seluruh tangan. anak. Jangan gerakkan tangan kecuali untuk melepaskan benang merah. manik dengan menggunakan Jatuhkan satu manik-manik didepan anak gerakan dalam jarak yang mudah dijangkau anak. Mencari benang mengambil mainan tersebut. tetapi 10. tubuhnya. Pastikan manik-manik tidak melekat di tangan anak.pemeriksa dapat memberikan bersama-sama atau jika orang contoh. lalu berikan Anak memindahkan sebuah kubus satu lagi pada tangan yang sama.membenturkan kubus tersebut sama. anggota mengambil kubus yang kedua.jauhkan benang sehingga seolah-olah menghilang. 12. Anak tampak jelas mencari tarik perhatiannya pada benang merah benang kea rah bawah atau ke yang dipegang pemeriks. mulut. atau dengan beberapa jari. Ulangi jika 9. melihat kearah benang. tanpa tangan yang lain sehingga ia dapat menggunakan 11. Menggaruk respons anak tidak jelas.

jari- jarinya). Dorong anak dalam cangkir sedikitnya satu untuk memasukan kubus ke dalam kubus dan membiarkan yang cangkir dengan memberikan contoh dan lain. mengeluarkan/membuang dengan contoh. Pemeriksa boleh bertujuan di kertas.coretan pensil secara tidak coret.yang lebih kecil bersama-sama dalam 14. Mencoret-coret aba-aba beberapa kali. kedua Anak meletakan satu kubus di kubus tangan di atas meja. yang tertutup untuk membukanya. Contohkan pada anak 2-3 kali untuk Anak manic-manik mengeluarkan manik-manik dari botol. Menaruh kubus Letakan tiga kubus dan satu cangkir di Anak memasukakn kubus ke di cangkir atas meja di hadapan anak. lalu mengeluarkan manik-manik tersebut. 15. bagaimana cara mencoret-coret. emmpat kubus jatuh saat anak memindahkan tangannya. Anak meletakkan satu kubus di atas sehingga kubus lainnya tersusun sampai empat kubus dan tidak jatuh 25 . Dorong anak untuk atas kubus lainnya sehingga menumpuk kubus satu demi satu dengan tidak 18.tetapi jangan memberikan contoh sengaja. dengan Menara contoh dan aba-aba yang di berikan. (Jangan beri skor lulus jika anak memindahkan manik-manik 17. Letakkan kertas dan pensil di atas meja di Anak membuat coretan yang hadapan anak. dari Lihat item motorik halus nomor 17. kemudian minta mengulanginya (jangan anak untuk manik-manik dari botol atau menggunakan mengambil/menggaruk botol kata buamg atau tumpahkan). Menara dari dua Anak di dudukkan di dekat meja. Mengeluarkan saat menggunakan pensil. Perhatikan anak dengan saksama demi keamanan mata dan mulut anak pada 16. Berikan meletakan pensil di tangan anak dan skor gagal jika anak membuat mendorongnya untuk mencoret. satu waktu.

minimal sepanjang 2.5 kemudian katakana kepada anak untuk cm. Jika lulus menara dari 8 kubus. Jika lulus menara dari 6 kubus. menara dari 4 kubus. Menggoyangkan Contohkan ibu jari pada anak 2 kubus. Menara kali. Letakkan sebuah pensil vertikal atau lebih di atas dan selembar kertas di depan anak. dengan Anak menggerakkan menggunakan 1 atau 2 tangan untuk genggaman baik dengan 1 membuat genggaman. dari Lihat item motorik halus nomor 17. mengayunkan atau menggerakan ibu jari 26 . Meniru menara dari 2 kubus.saat 19. berarti anak juga lulus menara dari 6 kubus. Katakana pada anak untuk jari-jari selain ibu jari. dengan posisi ibu tangan maupun 2 tangan jari mengarah ke atas. dan menara dari 22. berarti anak juga lulus menara dari 4 kubus dan 20. dengan sudut kemiringan menggambar garis vertikal pada anak. kertas. Anak meletakkan satu kubus diatas kubus lainnya sehingga tersusun sampai enam kubus dan tidak jatuh saat anak memindahkan tangannya. enam kubus anak memindahkan tangannya. Percobaan dapat dilakukan tiga 21. garis Anak di dudukan di kursi yang nyaman Anak membuan 1 vertikal garis untuk menulis. tidak lebih dari 30 derajat. delapan kubus Anak meletakan satu kubus di atas kubus lainnya sehingga tersusun sampai 8 kubus dan tidak jatuh saat memindahkan anak tangannya. Menara dari Lihat item motorik halus nomor 17. Jangan memegang/membimbing tangan anak. Ayun-ayunkan ibu tanpa membuat gerakan pada jari pemeriksa.

Anak menggambar 2 garis tanda + (tanda Tunjukkan pada anak tanda + pada saling berpotongan. Tes dapaat dilakukan 24. Menggambar tiga kali Berikan anak pensil dan kertas. Laksanakan item no. Tanpa menyebut bentuk gambar setidaknya mendekati titik atau menggerakan jari atau pensil untuk tengah. Anak menggambar beberapa (lingkaran) Tunjukan kepada anak gambar lingkaran bentuk yang mendekati atau di belakang lembar DDST II/pemeriksa sangat mendekati lingkaran dapat membuat gambar sendiri tanpa yang tertutup. Mencontohkan pertanyaan. sebelum dinilai Berikan anak Mencontoh pensil dan kertas. apabila anak tidak menjawab benar sebanyak 3 kali. Garis tidak perlu 26. untuk menunjukan bagaimana cara membuat lingkaran. 28. maka ulang 27. Laksanakan item no. lebih bagian. 25. katakana kepada anak : “buat satu gambar yang sama seperti gambar ini”. (Gagal menyebutkan bentuk gambar jika dan garis berkelanjutan sehingga menggerakan jari telunjuk atau pensil membentuk spiral). 23. Mencontoh 0 Berikan pada anak pensil dan kertas. Putar kertas dan tanyakan 5 dari 6 tes kembali. Katakana Anak menggambar 3 atau orang 3 bagian pada anak untuk menggambar seseorang.29. benar-benar lurus garis Tunjukkan pada anak 2 garis parallel dan Anak memilih garis yang yang lebih tanyakan pada anak mana yang lebih lebih panjang 3 dari 3 tes atau panjang panjang. plus) kertas. bila anak tidak Anak persegi dengan dapat mencontohkannya tunjukan cara sangkar dengan garis lurus petunjuk Menggambar membuatnya. Memilih menunjukkan cara pembuatannya.24 dan membentuk 4 sudut Anak menggambar 3 atau menggambar bujur 27 . Bagian Patikan anak telah menyelesaikan gambar sepasang dinilai satu bagian.ke kanan dan kekiri dengan cara yang sama. Jangan membantu anak.

Bereaksi 2. 8. mengeluarkan suara Dengarkan apakah anak membuat suara Anda anak banyak mendengar anak seperti Ooh. dengarkan suara lain yang Anda dikeluarkan selain tangisan. Berdiri di belakang anak pada saat anak Anak merespon dengan bunyi kerincingan dipangku menghadap orang tuanya atau menoleh Menoleh ke arah didudukan di atas meja.orang 6 bagian 29. Anak meniru suara anda 9. 3. datangnya suara. mendengar keras atau teriakan yang berteriak. 1.atau aah. Anak menoleh ke arah datangnya suara Berbisiklah sambil menyebut nama anat datangnya suara Bersuara 1 suku beberapa kali Dengarkan apakah anak menghasilkan satu Anda mendengarkan anak Kata suku kata kea rah menghasilkan satu suku kata. (tidak spesifik) papa atau mama atau mama Kombinasi 2 suku Dengar apakah anak mengulang-ulang 2 Anak dapat mengulang 2 12 kata yang sama Mengoceh Dengarkan apakah anak mengucapkan kata Anak mengatakan papa suku kata yang sama Dengarkan apakah anak suku kata membuat Anak mengoceh 28 .Buat suara seperti batuk 10. Menoleh ke menyenangkan. Sektor Bahasa No Item .24 dan Merujuk pada syarat lulus Mencontohkan Berikan anak pensil dan kertas persegi tunjukan pada anak gambar bujur sangkar item motorik halusno... kata Papa atau mama 11. bel Bersuara Cara Pemeriksaan Syarat Lulus terhadap Pegang bel sehingga anak tidak dapat Anak merespon bunyi bel melihatnya. Letakkan tangan anda di antara mulut anda. 5. sembunyikan bel Selama tes. 4. Sama dengan item no. Dengar apakah anak mengeluarkan suara Anda mendengar anak yang 6. Ooh/ahh 7.27 3. mengeluarkan suara Tertawa Dengar apakah anak tertawa dengan keras tersebut Anda mendengar anak Berteriak tertawa dengan keras. lebih bagian. Meniru bunyi kata.

20 pembicaraan anak Anak menyebut 4 nama 25. 14. tes. Mengucapkan 2kata anak dan kata apa saja mengucapkan 1 kata Tanyakan pada orang tua anak berapa Orang tua melaporkan banyak kata yang dapat diucapkan oleh anak dapat 16.18 22. Dengarkan apakah anak sudah membuat Anda mendengar anak kombinasi sedikitnya 2 kata yang bermakna mengucapkan kombinasi 20. Mengucapkan 3kata anak dan kata apa saja mengucapkan 2 kata Tanyakan pada orang tua anak berapa Orang tua melaporkan banyak kata yang dapat diucapkan oleh anak dapat 17. Mengucapkan 4kata anak dan kata apa saja mengucapkan 3 kata Tanyakan pada orang tua anak berapa Orang tua melaporkan banyak kata yang dapat diucapkan oleh anak dapat 18. benar Anak menunjuk dengan perhatikan benar 4 atau 5 kemampuan Pemeriksa memahami Pembicaraan Selesai sebagian dimengerti berbicara anak yang bermakna sebagian dari 24. 23. Papa atau dirinya sendiri Dengarkan apakah anak mengucapkan kata anak mengucapkan kata mama(spesifik) papa kea rah papa atau mama kea rah mama Mengucapkan 1kata penuh makna Tanyakan pada orang tua anak berapa Orang tua melaporkan papa atau mama dengan banyak kata yang dapat diucapkan oleh anak dapat 15. Mengetahui 2 Minta anak 2 kegiatan pada gambar gambar dengan benar Anak dapat menunjukan 2 kegiatan 26.percakapan yang tidak masuk akal kepada 13.Anak menunjuk dengan Menunjuk 4gambar bagian tubuh Lihat item no. Menyebut 1gambar untuk menunjukkan suatu tindakan 2 kata Tunjukan pada anak suatu gambar dan Anak menyebut 1 nama 21. Bagian tubuh 6 biarkan anak menyebutkan nama gambar gambar dengan benar Pastikan anak dapat menunjuk bagian. Menyebut 4gambar Lihat item no. 19. atau 3 gambar dengan Mengerti 2 benar Tanyakan kepada anak pertanyaan yang Anak menjawab dengan kata sifat berhubungan dengan kata sifat benar 2 pertanyaan 29 . Menunjuk 2gambar anak dan kata apa saja mengucapkan 4 kata Pastikan anak dapat menunjuk suatu gambar Anak menunjuk dengan Kombinasi kata benar 2 atau 3 gambar.

Sifat Menghitung 5kubus 4 warna Tanya kepada anak 5 kata dengan benar Anak dapat mengartikan 5 Lihat item no.29 pertanyaan Anak meletakkan 5 kubus dan mengatakan ada 5 kubus di atas 38. Menyebutkan 2 Tanyakan pertanyaan mengenai lawan kata kertas Anak dapat menjawab 2 39. atau 3 warna Tanyakan pada anak satu per satu kata yang Anak menjawab dengan Menghitung 1kubus berhubungan dengan kata benda benar 2 pertanyaan Letakkan 8 kubus di atas meja dii depan Anak meletakkan 1 kubus 29.25 benar 3 pertanyaan Anak dapat menunjuk 4 Kegiatan atau5 Pembicaraan benar Pemeriksa Lihat item no.27 4 tugas dengan benar Anak dapat menyebutkan 35. Mengerti 3 kata 37. 31. Menyebut 1 warna Pastikan anak dapat menyebut warna 28.27. Kegunaan 2 benda 1.2. lawan kata Mengartikan 7 Lihhat item no.23 seluruhnya gambar dengan memahami seluruh pembicaraan anak 33.28 kubus di atas kertas Anak menjawab dengan Lihat item no. Mangartikan 5 kata 36. 32. Kegunaan 3 benda Mengetahui 4 Anak dapat menyebutka anak dan mengatakan ada 1 Lihat item no. 30. Depan Menyebut 4 warna Lihat item no.26 atau 6 kata dengan benar Anak menjawab dengan 3 Lihat item no. 35 kata dengan benar Anak dapat mengartikan 7 Kata kata dengan benar 30 . dimengerti Mengerti 4kata Minta anak berdiri Anak dapat menjalankan 34.

amati apakah anak menatap Anak tangannya salah satu tangannya selama sedikitnya beberapa detik selama tes beberapa detik. Posisikan anak telentang. Jika tidak. lebih dulu pada seseorang sebelum 4. Sektor Personal Sosial No. 2. Letakkan mainan yang menarik diatas Anak berusaha mendapatkan menjangkau meja dalam jarak mudah dijangkau oleh mainan dengan 31 . menatap tangannya dilaporkan terjadi Berusaha melihatnya. dirumah. 3. Item Menatap mata Cara Pemeriksa Tidurkan anak posisi telentang sehingga Anak Syarat Lulus menatap wajah wajah pemeriksa berhadapan dengan pemeriksa. Membalas senyum wajah anak dalam jarak 25-30 cm. tanyakan pada atau dilaporkan terjadi orang tua apakah anak pernah tersnyum dirumah. 1. lalu Anak merespon dengan tersenyum dan berbicara pada anak tersenyum.bukan hanya sekilas atau 5.4. Mengamati disenyumi atau disentuh. Tersenyum spontan tanpa menyentuhnya. Selama tes. Selama tes amati apakah anak Anak melihat orang tersenyum pada orang tua/pemeriksa tua/pemeriksa dan tersenyum tanpa diawali stimulasi suara atau secara spontan selama tes sentuhan.

mainan anak. Bila anak tidak melakukan ini. atau melaporkan anak tua menyentuh lengan/tangan anak. memberitahukan untuk keinginan (Jika tidak teramati.daaa” tangan atau sambil merespon melambaikan melambaikan dengan tangan padanya. Melambaikan seseorang apa yang ia inginkan) Pemeriksa atau orang tua meninggalkan Anak tangan ruangan. apakah anak mau Menyatakan melakukannya dirumah) Selama tes. mintalah orangtua untuk mencobanya (Bila anak masih tidak mau melakukannya. Anak dapat menepuk-nepuk Tepuk tangan tunjukkan permainan tepuk tangan tangannya saat tes atau dengan kedua tangan pemeriksa dan dilaporkan terjadi dirumah. 9. (Jika tak ada respon. bola Gelindingkan bola kearah dengan pemeriksa bisa anak. atau makanan kecil lainnya sendiri. mengambil mainan) Tanyakan pada pengasuh apakah anak Pengasuh melaporkan anak Makan sendiri benar-benar dapat memakan crackers. tanyakan kepada orangtua 8. tanyakan kepada khususnya. lihat wajah anak dan ucapkan mengangkat lengan atau “Daa. Anak dapat Usahakan agar anak menggelindingkan menggelindingkan bola 32 . dapat melakukan hal tersebut. Jangan biarkan orang jarinya. dapat melakukan hal tersebut kue. (tak ada kesempatan jika anak belum 7. atau dilaporkan orangtua bagaimana anak memberitahu terjadi dirumah.. amati apakah keinginan memberitahu anda/orang tua apabila ia (bukan anak Anak melakukan sesuatu menangis) menginginkan sesuatu tanpa menangis. menjulurkan/merentangkan lengan atau tubuhnya kearah mainan (anak tidak harus 6. tanyakan kepada orang 10. ajak anak untuk bermain dengan pemeriksa. pernah diberikan makanan jenis itu) Tanpa menyentuh tangan/lengan anak. Bermain tua apakah anak melakukannya dirumah).

Lakuakan atau dilaporkan dapat 11. Tujuannya membuang sampah atau mengambil menentukan sesuatu jika diminta oleh orang tuanya. berapa banyak makanan sendok/garpu dan menyendok yang tumpah? 15. atau sepatu 16. atau berbicara di telepon. Tanyakan kepada orang tua apakah anak Anak dapat membuka pakaian dapat melepas pakaiannya sendiri. di Tanyakan kepada orang tua apakah anak Orang tua melaporkan anak rumah membantu rumah mengerjakan yang sederhana. atau celana. Tanyakan kepada orang tua apakah anak Orang tua melaporkan bahwa kegiatan dapat meniru kegiatan dirumah. Minum dengan mem-vaccum. 33 . hanya sedikit tumpah. ya jenis pakaian apa ? disertai usaha membuka dan mengembalikan kembalikan jaket.kembali bola kearah anda. jika pakaiannya. menggosok. Katakana mulut boneka atau dengan kepada anak :“Beri adik bayu minum!” jelas meletakannya ke mulut. oleh orang dewasa. sandal. membantu. minum sendiri tanpa bantuan dan cairan tidak sampai tumpah lebih dari separuh cangkir. menyapu. terlepas dengan Member minum mudah. (Cangkir/gelas tidak boleh 13. kaus. Tanyakan kepada orang tua apakah anak Orang tua melaporkan anak Cangkir dapat memegang cangkir/gelas dan dapat minum dengan cangkir. apakah bukan untuk anak memahami dan melaksanakan Menggunakan permitaan bantuan. tugas-tugas dapet misalnya meniru. banyak makanan ke dalam Melepaskan mulut. Membantu tertutup). melakukan hal tersebut. Tanyakan kepada orang tua apakah anak Orang tua melaporkan bahwa sendok atau garpu menggunakan sendok atau garpu untuk anak menggunakan makan. seperti anak dapat meniru beberapa mengelap debu. 14. Jika ya. seperti sepatu. Letakan boneka dan botol minuman di Anak meletakan botol ke Boneka atas meja di depan anak. Jangan beri skor jika topi. kaus kaki. Menirukan beberapa kali. jenis kegiatan yang dilakukan 12. popok.

Memakai T-shirt tidak diterima. dan mengeringkan tangannya. tanpa bantuan. antak memegang Jika ya. anak tersebut) menyebutkan salah nma satu temannya. dorong ia untuk 17. Nama binatang atau teman imajinasi 21. jenis pakaian apa saja yang dapat pakaian. dari kepala dan memasukan lengan baju. Nama sepupu/saudara dapat diterima jika mereka tidak tinggal bersama.atau “Beri adik bayi botol susu!” Apabila anak menirukan member ASI. Tanyakan kepada orang tua apakah anak Orang tua melaporkan bahwa dengan bantuan dapat menggosok gigi dengan bantuan. Topi yang diletakan sembarang 18. diantara gigi. dikepala Menggosok gigi diberi skor lulus. Sepatu tidak harus anak pakai ditalikan pada kaki yang benar. *(Jika lulus “berpakaian 34 tanpa . Minta anak menyebut nama teman Anak Teman bermainnya (yang tidak tinggal bersama panggilan mencuci dan sendiri mengeringkan dapat menyabuni. Memakai pakaian menggunakan botol. dengan baik sendiri dan lengkap tanpa bantuan. Jika melepaskan beberapa jenis ya. Tanyakan kepada orang tua apakah anak Anak dapat memakai dan dapat memakai pakaiannya sendiri. tidak sikat dan gigi Mencuci dan bagaimana itu dilakukan anak. minta orang tua menjelaskan menggerakkan 19. Tanyakan kepada orang tua apakah anak Anak dapat melepaskan Tdapat memakai/ melepaskam T-shirt shirt tanpa bantuan. 20. Tanyakan kepada orang tua apakah anak Anak dapat berpakaian Bantuan dapat berpakaian tanpa banyak bantuan. Baju dapat dari belakang atau dari 22. Berpakaian tanpa luar. membilas. Tanyakan kepada orang tua apakah anak Orang tua melaporkan anak mengeringkan dapat tangan tangannya Menyebut nama kecuali letak keran jauh dari jangkauan.

memainkan anak harus permainan memainkan dan orang lain. termasuk mengoleskan pasta gigi ke sedikitnya beberapa kali. Bermain ular Tanyakan kepada orang tua apakah anak Orang tua melaporkan anak tangga atau kartu dapat bermain kartu atau bermain papan dapat sederhhana seperti monopoli. Tanyakan kepada orang tua apakah anak Orang tua melaporkan anak tanpa bantuan dapat menggosok giginya sendiri tanpa dapat menggosok gigi tanpa bantuan atau pengawasan beberapa kali. sikat 25. dapat ular memahami tangga. Tanyakan kepada orang tua apakan anak Orang tua melaporkan bahwa makanan dapat menyiapkan makanan tanpa dan bantuan mengambil anak dapat melakukannya termasuk menggunakan mangkuk. dn menggosok gigi dengan Mengambil gerakan maju mundur. sendok. dan kartu papan atau dengan duduk. dan menuangkan makanan ke mangkuk tanpa banyak tumpah. Khususnya.bantuan”. 35 . menanti giliran. anak juga lulus pada “memakai pakaian” dan “memakai T-shirt”) 23. benar-benar 24. bantuan atau pengawasan . dan Menggosok gigi memahami permainan tersebut.

36 .

37 .

Skor ini hanya boleh dipakai pada uji coba dengan tanda R. lakukan ujicoba tambahan ke sebelah kiri pada sektor yang sama sampai anak dapat melewati 3 uji coba. Skor Penilaian Skor dari tiap uji coba ditulis pada kotak segi empat. Uji coba dekat tanda garis 50%. No : No Opportunity / tidak ada kesempatan.Pencatatan Hasil 1. Bila anak tidak mampu untuk melakukan salah satu uji coba pada langkah 3( “gagal”. 2. Anak tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan uji coba karena ada hambatan. Anak menolak untuk melakukan uji coba. F : Fail / Gagal. atau ibu / pengasuhanak memberi laporan ( tepat / dapat dipercaya bahwa anak dapat melakukannya ). R : Refusal / Menolak. 4. “menolak”. kemudian dilanjutkan sampai kanan garis umur. Anak tidak dapat melakukan uji coba dengan baik atau ibu / pengasuh anak memberi laporan (tepat) bahwa anak tidak dapat melakukannya dengan baik. Semua uji coba untuk setiap sektor dimulai dengan uji coba yang terletak di sebelah kiri garis umur. Penolakan dapat dikurangi dengan mengatakan kepada anak apa yang harus dilakukan. Tarik garis umur dari garis paling atas ke bawah dan cantumkan tanggal pemeriksaan pada ujung atas garis umur. Anak melakukan uji coba dengan baik. atau menanyakan kepada anak apakah ia dapat melakukannya ( uji coba yang dilaporkan oleh ibu / pengasuh anak tidak di skor sebagai penolakan ). Pada setiap sektor dilakukan minimal 3 uji coba terdekat di sebelah kiri garis umur serta tiap uji coba yang dilalui garis umur. 38 . Koreksi faktor prematuritas. P : Pass / Lewat. 3. “tidak ada kesempatan” ).

Lebih (advanced) Bilamana lewat pada ujicoba yang terletak di kanan garis umur. dll dapat memberikan perlaku yang menghambat tes perkembangan 39 . Delayed/keterlambatan Bila seorang anak gagal (F) atau menolak (R) melakukan ujicoba yang terletak lengkap disebelah kiri garis umur. dikatagorikan sebagai normal. merasa lapar. Normal Bila gagal atau menolak melakukan tugas perkembangan disebelah kanan garis umur. Hasil ini tidak dimasukkan dalam mengambil kesimpulan. maka dikatagorikan sebagai normal. Demikian juga bila anak lulus (P). dinyatakan perkembangan anak lebih pada ujicoba tsb. apakah perilaku tsb merupakan perilaku sehari-hari yang dimiliki anak tsb. No Opportunity/ tidak ada kesempatan. Selama tes perkembangan. orang tua melaporkan bahwa anaknya tidak ada kesempatan untuk melakukan tugas perkembangan tsb. 3. bandingkan dengan anak lainnya. Apakah ada perilaku yang khas. Caution/ peringatan Bila seorang anak gagal (F) atau menolak (R) tugas perkembangan. dimana garis umur terletak pada atau antara persentil 75 dan 90. amati perilaku anak. Bila ada perilaku yang khas tanyakan kepada orang tua/ pengasuh. 2. gagal (F) atau menolak (R) pada tugas perkembangan dimana garis umur terletak antara persentil 25 dan 75. Pada tugas perkembangan yang berdasarkan laporan. 5. Bila tes perkembangan dilakukan sewaktu anak sakit.Interprestasi Penilaian Individual 1. 4.

2. Uji ulang dalam 1 – 2minggu Bila pada uji ulang didapatkan hasil yang mencurigakan atau tidak dapat diuji. 40 . maka pikirkan untuk merujuk anak tersebut.Intervensi Denver II 1. Tidak dapat diuji Bila ada skor menolak pada ≥ 1 uji coba yang terletak di sebelah kiri garis umur atau menolak pada > 1 uji coba yang ditembus garis umur pada daerah 75 – 90 %. Suspek Bila didapatkan ≥ 2 peringatan dan / atau ≥ 1 keterlambatan. Lakukan uji ulang dalam 1 – 2 minggu untuk menghilangkan faktor sesaat seperti rasa takut. keadaan sakit atau kelelahan. 4. 3. Normal Bila tidak ada keterlambatan dan atau paling banyak satu caution. Lakukan ulangan pada kontrol berikutnya.

Sixth Edition 8.B. Geme 7. Accessed on: March 11. World Health Organization Growth Standards. J. 9th Edition. Ronald S: The Development Of The Infant & Young Child. DDST II. Royhanati I. Kliegman. "The Denver Developmental Screening Test". Developmental Screening and Assessment Instrumentswith an Emphasis on Social and Emotional Development for Young Children Ages Birth through Five. (1967). May 2008 2..nectac.pdf . Nelson textbook of Pediatrics. St. Forfar and Arnold’s textbook of Pediatricss. The Journal of Pediatrics 9.org/~pdfs/pubs/screening. Ringwalt S. Developmental Screening Tools. William K. Dobbs. OP Ghai. Frankenburg.com/docs/71064626/Financial-Screening-Form-DevelopmentalDisabilities-Services---PowerPoint. Stanton. Schor. Available at: http://www.DAFTAR PUSTAKA 1. Behrman. 19th Edition. Denver Developmental Screening Test II.docstoc. 7th Edition 6. Macias MM. Elsevier 41 . Ghai Essential Pediatrics. June 16 2006 3. WHO. Available at: http://www. 2013 5. Accessed on June 2013 4. Illingworth..