Sumber: http://jasmansyah.50megs.com/korg1.

htm

SENYAWA HIDROKARBON
Disebut Hidrokarbon : mengandung unsur C dan H
Terdiri dari : 1. Alkana (CnH2n+2)
2. Alkena (CnH2n)
3. Alkuna (CnH2n-2)

ALKANA










Hidrokarbon jenuh (alkana rantai lurus dan siklo/cincin alkana)
Disebut golongan parafin : affinitas kecil (=sedikit gaya gabung)
Sukar bereaksi
C1 – C4 : pada t dan p normal adalah gas
C4 – C17 : pada t dan p normal adalah cair
> C18 : pada t dan p normal adalah padat
Titik didih makin tinggi : terhadap penambahan unsur C
Jumlah atom C sama : yang bercabang mempunyai TD rendah
Kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar
BJ naik dengan penambahan jumlah unsur C
Sumber utama gas alam dan petrolium

Struktur ALKANA : CnH2n+2

CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 (heksana)

sikloheksana

230 11 .PEMBUATAN ALKANA :  Hidrogenasi senyawa Alkena  Reduksi Alkil Halida  Reduksi metal dan asam PENGGUNAAN ALKANA :  Metana : zat bakar.25 Minyak gas berat Bahan bakar pemanas Sisa destilasi : 1. Bahan yang tidak mudah menguap.cat. tapi lebih reaktif .17 Minyak gas ringan Bahan bakar diesel 305 . dan carbon black (tinta.ban)  Propana. Isobutana : zat bakar LPG (Liquified Petrolium Gases)  Pentana. aspal dan kokas dari m. Heptana : sebagai pelarut pada sintesis Fraksi tertentu dari Destilasi langsung Minyak Bumi/mentah TD (oC) Jumlah C Nama Penggunaan < 30 1-4 Fraksi gas Bahab bakar gas 30 . Heksana. lilin dan vaselin 2. sintesis.12 Minyak tanah Bahan bakar memasak 230 . Butana. bumi ALKENA     Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua Alkena = olefin (pembentuk minyak) Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur) : 2-metil-2-butena Sifat sama dengan Alkana. Minyak mudah menguap. minyak pelumas.180 5 -10 Bensin Bahan bakar mobil 180 .305 13 .405 18 .semir.

etanol) PEMBUATAN ALKENA :     Dehidrohalogenasi alkil halida Dehidrasi alkohol Dehalogenasi dihalida Reduksi alkuna ALKUNA   Hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga Sifat-sifatnya menyerupai alkena. bau yang khas. dapat dibakar. eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3 – 34 %) Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking” Pembuatan : pengawahidratan etanaol PENGGUNAAN ETENA :  Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)  Untuk memasakkan buah-buahan  Sintesis zat lain (gas alam. tetapi lebih reaktif Struktur ALKUNA : CnH2n-2 CH=CH (etuna/asetilen) ETUNA = ASETILEN => CH=CH   Pembuatan : CaC2 + H2O ------ C2H2 + Ca(OH)2 Sifat-sifat :  Suatu senyawaan endoterm.STRUKTUR ALKENA : CnH2n CH3-CH2-CH=CH2 (1-butena) ETENA = ETILENA = CH2=CH2    Sifat-sifat : gas tak berwarna. minyak bumi. maka mudah meledak .

tak berwarna. tak berwarna. mudah terbakar dengan nyala yang berjelaga dan berwarna (karena kadar C tinggi) Pengunaan Benzen :  Dahulu sebagai bahan bakar motor  Pelarut untuk banyak zat  Sintesis : stirena. tak larut dalam air. fenol. td. larut dalam kebanyakan pelarut organik. dsb ALKIL HALIDA . dipakai untuk mengelas besi dan baja  Untuk penerangan  Untuk sintesis senyawa lain PEMBUATAN ALKUNA  Dehidrohalogenasi alkil halida  Reaksi metal asetilida dengan alkil halida primer SENYAWA AROMATIK    Senyawa alifatis : turunan metana Senyawa aromatis : turunan benzen (simbol Ar = aril) Permulaan abad ke-19 ditemukan senyawa-senyawa organik yang mempunyai bau (aroma) yang karakteristik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (damar benzoin. cumarin. 80oC. anilin. asam sinamat dll) BENZEN =C6H6    Senyawa aromatis yang paling sederhana Berasal dari batu bara dan minyak bumi Sifat fisika : cairan.  Suatu gas. detergen. anhidrida asam maleat. baunya khas Penggunaan etuna :  Pada pengelasan : dibakar dengan O2 memberi suhu yang tinggi (+. nilon. insektisida.3000oC). isopropil benzen.

tapi larut dalam pelarut organik tertentu. tersier Aril halida = ArX = senyawa halogen organik aromatik Sifat fisika Alkil Halida :  Mempunyai TD lebih tinggi dari pada TD Alkana dengan jumlah unsur C yang sama.  Senyawa-senyawa bromo. Struktur Alkil Halida : R-X (X=Br. I) CH3-CH2-CH2-CH2-Cl (CH3)2CH-Br Primer sekunder CH2-Cl Benzil khlorida PEMBUATAN ALKIL HALIDA :     (CH3)3C-Br Dari alkohol Halogenasi Adisi hidrogen halida dari alkena Adisi halogen dari alkena dan alkuna PENGGUNAAN ALKIL HALIDA : tersier CH2=CH2-Cl Vinil khlorida . sekunder. Cl. iodo dan polikloro lebih berat dari pada air. I) Alkil halida = haloalkana = RX struktur primer. Cl.  Tidak larut dalam air.   Senyawa alkil halida merupakan senyawa hidrokarbon baik jenuh maupun tak jenuh yang satu unsur H-nya atau lebih digantikan oleh unsur halogen (X = Br.

sebagai propellant (penyebar) kosmetik.H R R  Berat jenis alkohol > BJ alkena  Alkohol rantai pendek (metanol. uapnya berat. sekunder dan tersier Sifat fisika alkohol :  TD alkohol > TD alkena dengan jumlah unsur C yang sama (etanol = 78oC. Kloroform (CHCl3) : pelarut untuk lemak.OH R-CH2-OH Primer (R)2CH-OH sekunder PEMBUATAN ALKOHOL :  Oksi mercurasi – demercurasi  Hidroborasi – oksidasi  Sintesis Grignard (R)3C-OH tersier . etena = -88. diisi sampai penuh). H. obat bius (dibubuhi etanol. dsb.  Freon (Freon 12 = CCl2F2. Freon 22 = CHCl2F) : pendingin lemari es. dan O Struktur alkohol : R-OH primer. disimpan dalam botol coklat.H-----------------O .6oC)  Umumnya membentuk ikatan hidrogen O . alat pemadam kebakaran (Pyrene. insektisida.  Tetraklorometana = karbontetraklorida (CCl4) : pelarut untuk lemak. alat “air conditioner”. ALKOHOL   Alkohol : tersusun dari unsur C. etanol) larut dalam air (=polar) Struktur Alkohol : R . TD rendah 77oC.

dll  Etanol : minuman beralkohol. larutan 70 % sebagai antiseptik. sebagai pengawet. dan O Sifat fisika eter :  Senyawa eter rantai C pendek berupa cair pada suhu kamar dan TD nya naik dengan penambahan unsur C. koloroform. H.  Mudah terbakar  Unsur C yang sama TD eter > TD alkana dan < TD alkohol (metil.metilamina. sintesis formaldehid. Struktur eter : R – O – R CH3-CH2-O-CH2-CH3 (dietil eter) . n-pentil eter 100 oC. eter dengan rantai panjang sulit larut dalam air dan larut dalam pelarut organik. heksil alkohol 157oC).  Eter rantai C pendek medah larut dalam air. dan sintesis eter.metilklorida. dll FENOL  Fenol : mengandung gugus benzen dan hidroksi  Mempunyai sifat asam Mudah dioksidasi struktur Mempunyai sifat antiseptik Penggunaan sbg antiseptikum dan sintesis    OH ETER   Eter : isomer atau turunan dari alkohol (unsur H pada OH diganti oleh alkil atau aril) Eter : mengandung unsur C. nheptana 98oC. antifreeze radiator mobil.metilsalisilat. Hidrolisis alkil halida PENGGUNAAN ALKOHOL :  Metanol : pelarut.

sekunder. dibanding air lebih basa.  Kelarutan dalam air berkurang dengan naiknya BM. Struktur amina : R-NH2.  Mudah larut dalam air  Amina yang lebih tinggi berbentuk cair/padat. (R)2NH. berbau ikan. Sifat fisika Amina :  Suku-suku rendah berbentuk gas. dsb. AMINA   Senyawa organik bersifat basa lemah. pelarut dari minyak. (R)3N =primer.  Tak berwarna. berbau amoniak. ä Eter-eter tak jenuh : pada opersi singkat : ilmu kedokteran gigi dan ilmu kebidanan.CH3-CH2-O-C6H5 (fenil etil eter) PEMBUATAN ETER :  Sintesis Williamson  Alkoksi mercurasi – demercurasi PENGGUNAAN ETER : ä Dietil eter : sbg obat bius umum. Jumlah unsur C kecil sangat mudah larut dalam air. tersier CH3-CH2-CH2-CH2-NH2 Primer (CH3)2NH (CH3)3N sekunder Struktur Amina berdasarkan rantai gugus alkil/aril :     Amina aromatis Amina alifatis Amina siklis Amina campuran tersier .

Merupakan senyawa polar. absorben gas alam. membuat damar buatan. pencepat vulkanisasi. Sifat-sifat kimia aldehid dan keton umumnya serupa.  Penggunaan : sebagai desinfektans. hanya berbeda dalam derajatnya. Aldehid berasal dari “ alkohol dehidrogenatum “ (cara sintesisnya). FORMALDEHID = METANAL = H-CHO  Sifat-sifat : satu-satunya aldehid yang berbentuk gas pada suhu kamar. ALDEHID       Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung gugus karbonil (C=O) yang terikat pada sebuah atau dua buah unsur hidrogen.PEMBUATAN AMINA :  Reduksi senyawa nitro  Reaksi alkil halida dengan amonia dan amina PENGGUNAAN AMINA : ä Sebagai katalisator ä Dimetil amina : pelarut. larutanya dalam H2O dari 40 % disebut formalin. tak berwarna. baunya tajam. ä Trimetil amina : suatu penarik serangga. mengeraskan protein (mengawetkan contoh-contoh biologik). TD aldehid > senyawa non polar Sifat fisika formaldehid : suatu gas yang baunya sangat merangsang Akrolein = propanal = CH2=CH-CHO : cairan. dll. sangat reaktif. membuat sabun. baunya tajam. Unsur C kecil larut dalam air (berkurang + C). Struktur Aldehid : R – CHO .

PROPANON = DIMETIL KETON = ASETON = (CH3)2-C=O  Sifat : cairan tak berwarna. mudah menguap.  Penggunaan : sebagai pelarut ASETOFENON = METIL FENIL KETON  Sifat : berhablur. pelarut yang baik.PEMBUATAN ALDEHID :  Oksidasi dari alkohol primer  Oksidasi dari metilbenzen  Reduksi dari asam klorida KETON   Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil (C=O) terikat pada dua gugus alkil. sebagai fenasil klorida (kloroasetofenon) dipakai sebagai gas air mata Struktur : (R)2-C=O . tak berwarna  Penggunaan : sebagai hipnotik. Sifat-sifat sama dengan aldehid. dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril.

dan benzen TD asam karboksilat > TD alkohol dengan jumlah C sama. alkohol. Struktur Asam Karboksilat : R – COOH dan Ar – COOH CH3-CH2-CH2-CH2-COOH Valelat COOH .PEMBUATAN KETON  Oksidasi dari alkohol sekunder  Asilasi Friedel-Craft  Reaksi asam klorida dengan organologam ASAM KARBOKSILAT        Mengandung gugus COOH yang terikat pada gugus alkil (R-COOH) maupun gugus aril (Ar-COOH) Kelarutan sama dengan alkohol Asam dengan jumlah C 1 – 4 : larut dalam air Asam dengan jumlah C = 5 : sukar larut dalam air Asam dengan jumlah C > 6 : tidak larut dalam air Larut dalam pelarut organik seperti eter.

CH3-COOH (asam asetat) Asam benzoat ASAM FORMAT = HCOOH  Sifat fisika : cairan. suku-suku yang rendah larut dalam air. tak berwarna. penyamakkan kulit. sebagai pelarut. selulosa dan sebagai penambah makanan. bereaksi kira-kira netral. industri tekstil. merusak kulit. zat warna. TD 118oC. ester. Struktur Amida : R – CONH2 PEMBUATAN AMIDA :  Reaksi asam karboksilat dengan amoniak  Garam amoniumamida dipanaskan  Reaksi anhidrid asam dengan amponiak PENGGUNAAN AMIDA : ä Formamida berbentuk cair. Sifat fisika : zat padat kecuali formamida yang berbentuk cair. ä Untuk identifikasi asam yang berbentuk cair. plastik. bahan farmasi. dimana 1 H diganti dengan asil. larut dalam H2O dengan sempurna  Penggunaan : sintesis anhidrat asam asetat. . serat buatan. dimana gugus –OH digan-ti dengan –NH 2 atau amoniak. TL 17oC. garam. larut dalam H 2O dengan sempurna.  Penggunaan : untuk koagulasi lateks. dan fungisida. tak berwarna. zat wangi. berbau tajam. ASAM ASETAT = CH3-COOH  Sifat : cair. PEMBUATAN ASAM KARBOKSILAT     Oksidasi alkohol primer Oksidasi alkil benzen Carbonasi Reagen Grignard Hidrolisin nitril AMIDA   Amida adalah turunan asam karboksilat.

ä Sebagai zat wangi dan sari wangi. butil asetat (pelarut dalam industri cat). . Struktut ester : R – COOR PEMBUATAN ESTER :  Reaksi alkohol dan asam karboksilat  Reaksi asam klorida atau anhidrida PENGGUNAAN ESTER : ä Sebagai pelarut. tak berwarna. ESTER   Ester adalah turunan asam karboksilat. ds. dimana gugus H pada –OH diganti dengan gugus R.ä Untuk sintesis nilon. sedikit larut dalm H2O. kebanyakan mempunyai bau yang khas dan banyak terdapat di alam. Sifat fisika : berbentuk cair atau padat.