BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Kehilangan sebagian gigi geligi dapat ditanggulangi antara lain dengan pembuatan
gigi tiruan sebagian lepasan, yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi estetik, fonetik,
pengunyahan, serta mempertahankan struktur rongga mulut sebaik mungkin. Keberhasilan
pemasangan gigitiruan sebagian lepasan dipengaruhi oleh beberapa faktor antar lain, yaitu
diagnose, rencana perawatan.
Gigitiruan Sebagian Lepasan (GTSL) adalah gigi tirian yang menggantikan satu atau
beberapa gigi yang hilang pada rahang atas (RA) atau rahang bawah (RB) dan dapat dibuka
pasang oleh pasien. Ada beberapa jenis GTSL berdasarkan bahan yang digunakan GTSL
dibagi menjadi dua kelompok yaitu GTSL resin akrilik yaitu gigitiruan yang basisnya dibuat
dari bahan resin akrilik, dan GTSL kerangka logam yaitu GTSLyang kerangkanya terbuat
dari logam.
Kedua jenis gigitiruan diatas merupakan gigi tiruan standar untuk menggantikan gigi
yang hilang yang mana dibedakan dari bahan basis yang digunakan untuk mendukung gigi
tiruan dan retensi didalam mulut, yang sering menyebabkan ketidaknyamanan pada pasien
saat tersenyum maupun saat berbicara.
Untuk menentukan gigi tiruan sebagian lepasan pada rencana perawatan kita terlebih
dahulu mengetahui bagian-bagian dari gigitiruan sebagian lepasan tersebut berdasarkan
indikasi dari tiap-tiap komponen.

1.2 Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.

Apakah pemeriksaan yang akan dilakukan dokter mahasiswi co-ass tersebut?
Apakah diagnose dari kasus diatas?
Apakah rencana perawatan awal pada kasus?
Apakah rencana perawatan akhir?
Bagaimana prognosa dari kasus?

1.3 Tujuan
1.
2.
3.
4.

Mengetahui pemeriksaan yang dilakukan
Mengetahui diagnose dari kasus
Mengetahui rencana perawatan awal yang akan dilakukan
Mengetahui rencana perawatan akhir yang akan dilakukan.
1

5. Mengetahui prognosa dari perawatan yang akan dilakukan.

BAB II
2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL)
Gigi tiruan sebagian adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengembalikan
beberapa gigi asli yang hilang dengan dukungan utama adalah jaringan lunak di bawah plat
dasar dan dukungan tambahan dari gigi asli yang masih tertinggal dan terpilih sebagai gigi
pilar. Pemakaian gigi tiruan mempunyai tujuan bukan hanya memperbaiki fungsi
pengunyahan, fonetik, dan estetik saja, tetapi juga harus dapat mempertahankan kesehatan
jaringan tersisa.
Setiap protesa yang dipasang dalam rongga mulut memiliki resiko merusak
kesehatan gigi dan jaringan pendukung, kerusakan ini dapat diperkecil dengan membuat
desain yang tepat dan dengan menginstruksikan pada pasien tentang cara menjaga
kebersihan mulut dan geligi tiruannya. Oleh sebab itu, rencana pembuatan desain
merupakan salah satu tahap penting dan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan
sebuah geligi tiruan.
2.2 Indikasi Dan Kontraindikasi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan
Indikasi
1.
2.
3.
4.
5.

Hilangnya satu atau lebih sebagian gigi
Gigi yang tertinggal dalam keadaan baik dan memenuhi syarat sebagai gigi pegangan3
Keadaan processus alveolarismasih baik
Kesehatan umum dan kebersihan mulut pasien baik
Pasien mau dibuatkan gigi tiruan sebagian lepasan

Kontraindikasi
1. Penderita yang tidak kooperatif, sifat tidak menghargai perawatan gigitiruan.
2. Umur lanjut, mempertimbangkan sifat dan kondisi penderita sebaiknyadibuatkan GT
temporer.
3. penyakit sistemik (epilepsy, DM tidak terkontrol)
4. OH jelek.

3

2.3 Tujuan pembuatan GTSL
1. Mencari Keserasian oklusi
Harus ada keserasian geligi terhadap sendi temporomandibula. Ini terjadi kalau
mandibula dapat menutup langsung dalam oklusi sentris tanpa danya kontak prematur
mandibula. Jadi terdapat keserasian antara geligi dengan sendi dan otot kunyah. Keadaan
seperti ini disebut keserasian oklusi.
2. Peningkatan Fungsi Bicara / Fonetik
Pertama, bagian yang bersifat statis, yaitu gigi, palatum dan tulang alveolar. Kedua yang
bersifat dinamis, yaitu lidah, bibir, vulva, tali suara dan mandibula. Alat bicara yang tidak
lengkap dan kurang sempurna dapat mempengaruhi suara penderita, misalnya pasien
yang kehilangan gigi depan atas dan bawah. Kesulitan bicara dapat timbul, meskipun
hanya bersifat sementara. Dalam hal ini geligi tiruan dapat meningkatkan dan
memulihkan kemampuan bicara, artinya ia mampu kembali mengucapkan kata-kata dan
berbicara dengan jelas, terutama bagi lawan bicaranya.
3. Perbaikan dan Peningkatan Fungsi Pengunyahan.
Jika ada gigi yang hilang otomatis pola kunyah terganggu, atau terselipnya makanan di
bagian yang tidak bergigi.
4. Pelestarian Jaringan mulut yang masih tinggal. Pemakaian geligi tiruan berperan dalam
mencegah atau mengurangi efek yang timbul karena kehilangan gigi.
5. Pencegahan Migrasi Gigi
Bila sebuah gigi dicabut atau hilang, gigi tetangganya dapat bergerak memasuki ruang
kosong tadi. Migrasi seperti ini pada tahap selanjutnya menyebabkan renggangnya gigi
lain. Dengan demikian terbukalah kesempatan makanan terjebak disitu, sehingga mudah
terjadi akumulasi plak interdental. Hal ini menjurus kepada peradangan jaringan
periodontal serta dekalsifikasi permukaan proksimal gigi. Membiarkan ruang bekas gigi
begitu saja akan mengakibatkan pula terjadinya overerupsi gigi antagonis dengan akibat
serupa. Bila overerupsi ini sudah demikian hebat sehingga menyentuh tulang alveolar
pada rahang lawannya, maka akan terjadi kesulitan untuk pembuatan protesa di kemudian
hari.
6. Peningkatan Distribusi Beban Kunyah
Hilangnya sejumlah besar gigi mengakibatkan bertambah beratnya beban oklusal pada
gigi yang masih tinggal. Keadaan ini memperburuk kondisi periodontal, apalagi bila
sebelumnya sudah ada penyakit periodontal. Akhirnya gigi jadi goyang dan miring,

4

Pola kunyah jadi berubah. Berdasarkan bahan a. beban berlebih tadi akan menyebabkan abrasi berlebih pula pada permukaan oklusal/insisal atau merusak restorasi yang dipakai. dan kondusif bagi oral hygiene yang buruk. susunan. Resin akrilik. Walaupun beban oklusal sekarang berkurang. 2. 7.Perawatan dengan gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik diindikasikan pada pasien lanjut usia dengan gigi yang jaringan periodonsiumnya relatif masih sehat. berubah bentuk. karena pasien berusaha menghindari kontak prematur ini. gigi tiruan Yang dibuat dan dipasang setelah luka pencabutan sembuh b. 2. sepanjang penampilan wajahnya tidak terganggu. Overerupsi gigi pada keadaan tertentu dapat pula mengakibatkan terjadinya kontak oklusi premature atau interfernsi oklusal. Perubahan pola ini mungkin saja menyebabkan disfungsi otot kunyah. Nampaknya banyak sekali pasien yang dapat menerima kenyataan hilangnya gigi. Berdasarkan cara pemasangan a. Immediate.4 Klasifikasi 1. baik yang disebabkan hilangnya. gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik secara normal tidak digunakan untuk lebih dari beberapa bulan. tetapi tetap ingin memperbaiki penampilan wajahnya. Bila perlekatan periodontal gigi-gigi ini kuat. Penderita dengan gigi depan malposisi. dalam jumlah besar sekalipun. karena gigi tiruan jenis ini memiliki kualitas mekanik yang buruk. Konvensional. dalam bentuk gigi tiruan sementara.Penggunaan gigi tiruan sementara ini membantu pasien untuk beradaptasi dengan gigi tiruan penuh nantinya dan gigi tiruan sementara sering dapat dengan mudah ditansformasikan menjadi gigi tiruan penuh. biasanya dibuatkan suatu geligi tiruani mi di at yang dipasang langsung segera setelah pencabutan gigi. 5 . karena relatif tidak mahal dan mudah dimodifikasi. Pembuatan restorasi pada kasus seperti ini menjadi rumit dan perlu waktu lama. namun gigi tiruan jenis ini banyak digunakan. warna maupun berjejalnya gigi geligi. Manfaat estetika Alasan utama seorang pasien mencari perawatan prostodontik biasanya karena masalah estetik. gigi tiruan yang dibuat sebelum pencabutan dan dispasang segera setelah pecabutan.pr otr usif atau berjejal dan tak dapat diperbaiki dengan perawatanort odonti k.terutama ke labial untuk gigi depan atas. lebih tidak nyaman digunakan. khususnya pada prostodontik geriatri.

Kelas III : daerah tak bergigi terletak di antara gigi-gigi yang masih ada di bagian posterior maupun anteriornya dan unilateral. pada dasarnya sama dengan klasifikasi kennedy : a. b. Klasifikasi Swenson . 1992). Berdasarkan letak sadel Klasifikasi Kennedy a. Geligi tiruan tooth borne. Hasil ini dapat dicapai dengan membuat desain kerangka sesederhana mungkin. c. Kelas II : daerah tak bergigi terletak di bagian posterior dari gigi yang masih ada. 4. b. memiliki kualitas mekanik sangat baik dan memberikan kemungkinan desain denture yang mempertimbangkan kesehatan jaringan periodonsium gigi abutment. 3. estetis dan kenyamanan pasien. beberapa bagian geligi tiruan didukung oleh gigi sebagian yang lainnya didukung oleh mukosa (Watt & McGregor. geligi tiruan ini seluruhnya didukung oleh mukosa dan lingir alveolar dibawahnya. Berdasarkan jaringan pendukung Klasifikasi menurut Osborne J & Lammie GA a. c. untuk mencegah atau mengurangi efek negatif dari oral hygiene yang buruk. Geligi tiruan mucosa borne. dengan basis dan konektor major dan minor yang didesain tidak berkontak dengan alveolar ridge atau palatum secara aproksimal 3 mm dari gigi. d. Logam. c. Kelas I : daerah tak bergigi terletak di bagian posterior dari gigi yang masih ada dan berada pada ke dua sisi rahang (bilateral) b. semua pendukung untuk geligi tiruan berasal dari gigi geligi.Ketika perawatan dengan gigi tiruan sebagian lepasan dengan kerangka logam terhambat karena alasan keuangan. d. Kelas I : Unilateral free end Kelas II : Ujung bebas bilateral/ Bilateral free end Kelas III : Bounded sadle Kelas IV : Anterior tooth supported Klasifikasi Soelarko (Indonesia) : 6 . Geligi tiruan tooth and mucosa borne. b. Kelas IV : daerah tak bergigi terletak pada bagian anterior dari gigi-gigi yang masih ada dan melewati garis tengah rahang. tetapi berada hanya pada salah satu sisi rahang saja (unilateral). gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik sering menjadi alternatif yang lebih baik daripada gigi tiruan penuh jika pasien tidak memiliki masalah fungsional.

gigi antagonis sudah ekstrusi dalam berbagai derajat.a.. daerah tak bergigi dibagi atas enam kelas. yang kemudian dikenal sebagai Klasifikasi Applegate-Kennedy dengan rincian sebagai berikut (Suryatenggara et al. Keadaan ini sering dijumpai pada rahang bawah dan biasanya telah beberapa tahun kehilangan gigi. 1991). Secara klinis. Kelas 3 → kombinasi kelas I dan kelas II Menurut Applegate. divisi II = 2 sisi. a. jumlah gigi yang masih tertinggal bagian anterior umumnya sekitar 6 10 gigi 7 . dijumpai keadaan sebagai berikut:       derajat resorpsi residual ridge bervariasi tengang waktu pasien tak bergigi akan mempengaruhi stabilitas geligi tiruan yang akan dipasang jarak antar lengkung rahang bagian posterior sudah biasanya sudah mengecil gigi asli yang masih tinggal sudah migrasi ke dalam berbagai posisi. Kelas 1 →free end : divisi I = 1 sisi. Kelas 2 →saddle tertutup : -divisi I = 1 sisi. divisi 3 = gigi anterior c. Kelas I : daerah tak bergigi berupa sadel berujung bebas (free end) pada kedua sisi (Kelas I Kennedy). divisi II = 2 sisi b.

Kelas II: Daerah tak bergigi sama seperti Kelas II Kennedy. Gigi antagonis relatif lebih ekstrusi dan tidak teratur. ada kemungkinan dijumpai kelainan sendi temporomandibula. 8 . sering dijumpai kelainan sendi temporomandibula. Kelas III: keadaan tak bergigi paradental dengan dua gigi tetangganya tidak lagi mamapu memberikan dukungan pada protesa secara keseluruhan. Indikasi protesa: protesa dengan desain bilateral dan perluasan basis distal. b. Secara klinis dijumpai keadaan :     Resorbsi tulang alveolar terlibat lebih banyak. dua sisi dan dengan perluasan basis ke distal. Ekstrusi menyebabkan rumitnya pembuatan restorasi pada gigi antagonis. c. Pada kasus ekstrim karena tertundanya pembuatan gigi tiruan untuk jangka waktu tertntu karena perlu pencabutan satu atau lebih gigi antagonis.  Karena pengunyahan satu sisi. Kelas ini sering tidak diperhatikan pasien. Indikasi protesa : protesa lepasan.

seperti pada kasus akibat trauma. d. Kelas V: daerah dengan sadel tertutup dan gigi tetangga bagian depan tidak kuat menerima dukungan. Kelas IV: daerah tak bergigi sama dengan Kelas IV Kennedy. Gigi harus disusun dengan “overjet” besar. sehingga dibutuhkan banyak gigi pendukung. 9 .  Geligi tiruan sebagian lepasan dengan desain bilateral dan dukungan gigi atau jaringan atau kombinasi.Secara klinis.  Pada kasus meragukan sebaiknya dibuat protesa sebagian lepasan. Pada umumnya untuk kelas ini dibuat geligi tiruan sebagian lepasan. Tulang pendukung mengalami resorbsi servikal dan atau disertai goyangnya gigi secara berlebihan. jika:   Tulang alveolar sudah banyak hilang. pada pasien dengan daya kunyah besar. Indikasi protesanya berupa protesa lepasan dua sisi. Bentuk dan panjang akar gigi kurang memadai.  Beban oklusal berlebihan. sehingga perlu penebalan sayap untuk memenuhi faktor estetik Indikasi protesa:  Geligi tiruan cekat.  Diperlukan dukungan danretensi tambahan dari gigi penahan. bila gigi gigi tetangga masih kuat. e. dijumpai keadaan:    Daerah tidak bergigi sudah panjang.  Dibutuhkan distribusi merata melalui lebih banyak gigi penahan.  Mulut pasien depresif. Indikasi protesa: protesa sebagian lepasan dukungan gigi dengan desain bilateral.

diagonal dimana garis fulkrum melewati median line. dengan letak klamer harus berhadapan dan tegak lurus dengan median line b. Klasifikasi ini didasarkan pada letak klamer. • Median line dengan lokasi fulkrum tegak lurus.f.: Menurut Miller : a. Kelas VI: daerah dengan sadel tertutup dan kedua gigi tetangganya kuat. Kelas III Menggunakan 3 klamer. • Median line dengan lokasi fulkrum tegak lurus. Menurut Cummer : 10 . Kelas II • Memakai 2 klamer. satu sisi dan dukungan dari gigi. letak klamer sedemikian rupa sehingga bila ditarik akan berbentuk segitiga yang letaknya kira kira ditengah protesa. d. Kelas I : Menggunakan 2 klamer. e. diagonal dimana garis fulkrum melewati median line. Indikasi protesanya berupa protesa cekat atau lepasan. c. Kelas IV Memakai 4 klamer. bila dihubungkan dengan garis membentuk segiempat dan terletak ditengah tengah protesa. Kelas II • Memakai 2 klamer.

Bersifat tegar/rigid. berorientasi pada frame protesa b. letaknya diagonal. dengan demikian dapat mengimbangi daya torsi yang akan disalurkan ke gigi penyangga sebagai daya yang merusak . tepi superior konektor utama harus terletak cukup 11 . Konektor utama/ konektor mayor (Mayor Connector) Konektor utama merupakan bagian dari GTKL yang menghubungkan bagian-bagian gigitiruan yang terletak pada sisi kiri dan kanan rahang.5 Komponen Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Kerangka Logam (GTKL) KONEKTOR Konektor merupakan basis pada GTKL yang terdiri dari konektor utama dan konektor tambahan. bila dihubungkan membentuk garis tegak lurus pada median line.a. Kelas III protesa dengan 2 atau lebih retensi direct. c. letak pada 1 sisi/bidang. Agar konektor ini berfungsi dengan baik harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu: 1. Bagian konektor utama yang berada diatas puncak linggir disebut mesh retainer dan berfungsi sebagai retensi untuk meletakan anasir gigitiruan. Kelas II protesa dengan 2 retensi direct. letak berhadapan. Kelas I protesa dengan 2 retensi (klamer) direct. 2. Kelas IV protesa dengan 3 4 klamer. d. bila dihubungkan dengan gads membentuk segi empat dan berada di tengah protesa 2. Lokasi tidak mengganggu pergerakan jarigan dan tidak menyebabkan tergesernya jaringan. a. sehingga gaya-gaya yang berkerja pada gigi tiruan dapat didistribusikan secara efektif keseluruhan bagian atau daerah pendukung.

Kontur bagian perifer konektor harus dibentuk membulat dan tidak tajam sehingga tidak mengganggu lidah Keuntugan dari basis Logam:    Akurat dan bentuknya tetap/tidak berubah Mudah dibersihkan Penghantar termis yang baik artinya perubahan suhu disalurkan ke   jarigan di bawahnya. Dapat dibuat lebih tipis dari resin akrilik Basis logam dapat diperkecil sehingga lebih nyaman.jauh dari tepi ginggiva sehingga tidak menekan atau menggeser jaringan tersebut. Untuk rahang atas tetapi superior konektor utama kira-kira 6mm dari tepi gingival dan untuk rahang bawah 4mm. Gambar: Konektor Utama 3. Kelemahan dari basis logam  Basis logam tidak dapat dilapisi atau dicekatkan kembali 12 .

Untuk kelas I. Kebutuhan dukugan palatum minimal 2. Indikasinya: 13 .II Kennedy b. Kelas I. Batang palatal ganda/ double palatal bar/ antero-posterior palatal bar Indikasinya: a. Warna basis metal tidak sesuai dengan warna jarigan mulut sehingga  mengganggu estetis jika dipakai pada bagian anterior Teknik pembuatannya rumit dan mahal Konektor utama untuk Rahang atas ada empat macam: 1. Plat Palatal Penuh Konektor ini menutupi palatum lebih luas dari jenis lainnya. 4. Daerah tidak bergigi berujung tertutup dan ruang edentulous yang pendek b. Disini terjadi penyaluran beban fungsional yang lebih merata pada permukaan yang luas. juga pada pasien yang tidak bisa beradaptasi dengan plat palatal penuh c. BPT ini terletak pada jarigan yang kompresibilitasnya rendah oleh karena itu jarigan terjadi ayunan anteroposterior. Indikasinya: a. Konektor ini digunakan jika torus palatines meluas sampai batas posterior dari palatum keras. Torus palatines besar.tetapi tidak meluas sampai batas palatum keras dan lunak. Gigi penyyagga anterior dan posterior terpisah jauh. Batang palatal tunggal/single palatl bar Letaknya dibagian tengah palatum sedangkan besarnya disesuaikan dengan letak atau jumlah gigi yang hilang.II.IV Kennedy b. Plat palatal berbrntuk u/ konektor palatum tapal kuda Indikasinya: a. 3.

karena akan menyulitkan pembersihnya. degan demikian retensi tidak langsung sangat dibutuhkan untuk stabilitas gigitiruan Bentuk-bentuk konektor utama untuk rahang bawah 1. Jarak kedua batang jangan terlalu kecil. Linggir sisi pada rahang bawah hanya sedikit sekali member dukugan . Batang Lingual/ lingual Bar Merupakan bentuk paling sederhana Indikasinya: Bila ada ruangan yang cukup antara tepi gingival bagian lingual dan jaringan sulkus lingual. Tepi inferior batang atas bersandar pada puncak singulum geligi anterior bawah. 14 . karena pada kasus perluasan distal kebutuhan akan dukugan merupakan syarat utama dengan memperluas konektor. Konektor utama untuk rahang bawah Konektor pada rahang atas dapat memberikan dukugan pada gigitiruan. 2. Indikasinya : a. Batang Lingual Ganda / double lingual Bar Konektor ini mampu menggurangi tekanan pada jaringan pendukung karena tekanan kunyah disalurkan pada semua gigi yang dilewatinya. beban pada gigi penyangga menjadi berkurang.Untuk kelas I Dan II Kennedy . Kedua batang tersebut disatukan oleh konektor minor pada kedua ujungnya dengan sandaran. Sebagai penahan tak langsung dengan syarat gigi anterior bebas perawatan periodontal. satu hal yang sangat terbatas pada rahang bawah karena berbedanya bentuk anatomi kedua rahang.

Batang Labial/ Labial bar. Contohnya: penahan langsung dan sandaran oklusal dihubungkan dengan konektor mayor melalui konektor minor. Konektor minor berjalan vertical dari konektor mayor. sehingga betuk konvensional tidak bisa digunakan.b. Jika menggunakan plat lingual akan menyebabkan tersangkutnya sisa makanan 3. Konektor ini biasanya dipakai pada kasus dengan gigi anterior yang terlalu miring kelingual. Pada kasus dengan torus mandibular besar b. Pada kasus dengan ruang interproksimal besar yang besar yang bisa dijumpai pada gigi yang sudah mendapat perawatan periodontal. Konektor Minor. Frenulum lingualis yang tinggi atau tempat yang ada untuk lingual bar terbatas c. Untuk stabilitas gigi geligi yang lemah setelah perawatan periodontal 4. 15 . Plat Lingual Plat lingual ini merupakan penahan tidak langsung dan stabilator yang baik. Konektor Tambahan / Minor connector Konektor minor adalah bagian dari gigitiruan yang menghubungkan konektor utama dengan bagian-bagian lain dari gigitiruan. Tepi superior harus ditepatkan pada 1/3 tengah permukaan lingual gigi depan bawah Indikasinya : a. Pada kelas I kennedy dengan resorpsi vertical yang berat pada prosesus alveolaris d.

Lokasi Konektor Minor  Didaerah embrasure lingual antara dua gigi dan harus berbentuk lancip ke arah gigi penyangganya 16 . Menyalurkan tekanan fungsional / tekanan kunyah ke gigi penyangga. Bentuk Konektor minor  Harus mempunyai ketebalan yang cukup agar tetap tegar sehingga penyaluran tekanan efektif.Gambar: Konektor Minor Fungsi Konektor minor:   Penghubungkan bagian-bagian gigitiruan dengan konektor mayor.

Didaerah proksimal berdekatan daerah tak bergigi Gambar: Konektor minor di daerah proksimal PENAHAN (retainer) Penahan (retainer) merupakan bagian geligi tiruan sebagian lepasan yang berfungsi member retensi dan karenanya mampu menahan protesa tetap pada tempatnya. Berdasarkan tipe penahan ada 2 (dua) : 1. 17 . Ekstra koronal adalah penahan yang dilekatkan pada permukaan gigi penyangga.Gambar: Konektor minor di daerah embrasure a.

dukungan rugae. lengan retentife.penahan ekstra koronal 2. 1991). bertahan terhadap pergeseran atau daya yang melepaskan. 1991). Penahan intra koronal Berdasarkan jenis retainer dibagi menjadi 2 :  Pertama.. penahan tak langsung (indirect retainer) yang memberikan retensi untuk melawan gaya yang cenderung melepas protesa ke arah oklusal dan bekerja pada basis. terdiri dari:  Tahanan / retention fungsinya menahan gigitiruan tetap pada tematnya. sandaran oklusal. penahan langsung (direct retainer) yang berkontak langsung dengan permukaan gigi penyangga dan dapat berupa cengkeram atau kaitan presisi  (Suryatenggara et al.. 18 . Kedua. Macam-macam bentuk penahan tak langsung antara lain. Retensi tak langsung ini diperoleh dengan cara memberikan retensi pada sisi berlawanan dari garis fulkrum dimana gaya tadi bekerja. DIRECT RETAINER Prinsip dasar cangkolan : Cangkolan merupakan penahan langsung. perluasan basis/plat (Suryatenggara et al. dan berfungsi menahan mendukung dan menstabilkan GTSL Cangkolan dapat berfungsi dengan baik jika merupakan atu kesatuan yang mempunyai tiga fungsi yaitu : 1. Intra koronal (kaitan presisi) adalah penahan yang terletak dalam batas kontur anantomi mahkota gigi penyangga digunakan pada GTKL.

Lengan resiprokal / reciprocal arm. Sifat : fleksibel Letak : dibawah garis survey Pemeluk / bracing fungsinya mencegah giigitiruan bergerak kearah lateral. letaknya pada atau diatas garis survey. befungsi mencegah gigitiruan bergerak kearh ginggiva.  Sifat : kaku Letak : diatas garis survey 2. Sifat : kaku Letak : pada permukaan oklusal 3. Sifat : kaku Letak : pada atau diatas garis survey 19 . Fungsinya mengimbangi pergerakan horizontal atatu gaya yang ditimbulkan oleh lengan retentive. scr ksluruhannya berada pada daerah no retentive. Dukungan / support.

lengan resiprokal dan sandaran oklusl.Lengan retentive Berdasar bentuk. b. 20 . b. dan sandaran oklusal. Kelompo cangkolan supra garis survey. Cangkolan kers / akers claps : Merupakann bentuk dasar dari jenis circumfernsial. dan kuat cankolan ini memnuhi semua persyaratan suatu cangkolan karena mempunyai lengan retentive. Oleh karena bntukya sederhana. cangkolan terbagi . Bentuk batang merupakan cangkola berbbentuk batang. terdiri dari legan bukal. Kelompok cangkolan infra garis survey. lengannya berasal dari kerangka gigitiruan disebut juga cangkola ginggival. merupakan cangkolan meingkar mengelilingi hamper seluruh permukaan gigi penyangga. lengnnya berasal dari oklusal disebut juga cangkolan oklusal. lengan lingual. Circumferensial. a. Kelompok cangkolan supra gris survey/cangkolan oklusal anatara lain: a. efektif. cangkolan terbagi : a. Diunakan untuk gigi premolar dan molar terutama bila gigi tidak miring. Berdasarkan desain.

sandaran. lengannya diputar membalik mencapa gerog retentive dekat daerah tak bergigi.Cangkolan akers: a. c.c lengan retentive b.b. Cangkolan mengarah belakang / back action  Unntuk gigi posterior dengan retensi sedikit  Undercut pada bagian distal dan mesio bukal  Konektor tambahan pada mesio palatal  Sandaran oklusal I distal dan lengan dibagian distal Cangkolan mengarah belakang d. Cangkolan mengarh belakang membalk / reserve back action 21 . Cangkolan kail / reverse action Modofikasi drai akers. lengan respirokal.

Sadaran pada bagian mesio insisal. Cangkolan stengah-setengah / half and half  Cangkola ini terrdiri dari dua lengan dan dua sandaran  Lengan retentife dari distal dan lengan resiprokal dari mesial pad sisi  lingual. Digunakan pada premolar yang berdiri sendiri Cangkolan setengah-setengah f.    Undercut pada bagaian mesiolingual Konektor minor pada bagian bukal Sandaran pada bagian distal Digunakan pada molar yang miring ke lingual Cangkolan mengarah kebelakang membalik e. Konektor tamahan pada bagian mesio lingual Lengannya dari singulum kea rah distal lalu membelok ke bukal an berakhir pada bagian mesio labial. 22 . Cangkolan kaninus / cuspid universal claps  Lebih banyak dipakai untuk kaninus bawah tetapi dpat juga untuk kaninus    atas bila factor estetis diabaikan.

mialnya pada kasus klas II kennedy tanpa modifikasi.Cangkolan kaninus ‘ g.  23 . Cangkolan ini terdiri dari dua buah cangkola akers yang besatu dengan demikian mempuyai dua lengan bukal. dua legan lingual dan dua sandaran oklusal.  Dua buah lengan yang terletak pada embrasure gigi dan pendek. Cangkolan akers ganda / double akers claps  Digunakan unntuk premolar dan molar pada sisi rahang yang tidak  kehilangan gigi. Cangkolan embrasure / embrasure claps  Cangkolan ini mempunyai empat lengn dan dua ssandaran. Cangkolan akers ganda h.

cangkolan embrasure i. Pada molar atas konektor minor ada dimesial lalu lengannya meneglilingi bagian palatal dan distal seta pada undercut mesio bukal. Cangkolan kombinasi / combination claps 24 . bila diguakan pada molar bawah. konektor minornya berada dimesial dengan lengan mengelilingi prukan bukal dan distal serat berakhir pada undercut mesio lingual. Cangkolan cincin / rin claps Indikasi :  Untuk molar terakhir yang berdiri sendiri. Cangkolan cincin j.

Penderita mementigkan factor estetis karena cangkolan in kurang terlihat. Cngkolan T / T bar claps lebih banyak digunakan untuk gigi premolar atas 25 . Daerah retentive pada 1/3 bgian gingival Untuk GTSL didukung gigi Letak gigi yang abnormal dalam lengkung rahang Cangkolan infra garis survey : 1. Cangkolan kombinas Kelompok cangkolan infra garis survey / cangkolan gingival Cangkolan gingival adalah semu jenis cangkolan yang lengannya bearsala dari basis gigitiruan dan mencapai daerah retentive dari daerah ginggivanya. Tiujuaan penggunaan cangkolan ini dalah memanfaatkan kelebihan dari masing-masing tipe cangkolan. Biasanya diunakan pada :  Penderita denga frekuensi karies tinggi karena luas permukaan gigi yang tertutup oleh cangkolan ini relative lebih kecil dibandingkan dengan kelompok     cangkolan oklusal. Cangkola ini serig dikombinasikan dengan cangkolan gingival.

sandaran. Pada bagian lingual kedua lengan bersatu dan bersandar pada singulum.Cangkolan T a. Cangkolan mesio distal 26 . Cangkolan batang I/I bar claps  Digunaka pada GTSL berujung bebas untuk memperkecil daya torsi pada gigi penyangga Cangkolan I 3. lengan retentif 2. Cangkolan mesio distal / mesio distal claps  Digunakan untuk gigi kaninus yng berdiri sendiri atau bila ada sedikit diastema. b. konektor tambahan c.

menahan lengan-lengan cangkolan tetap pada tempatnya.Sandaran / Rest Sandaran merupakan bagian dari gigi tiruan yang bersandar pada permukaan oklusal atau insisal dari gigi untuk memberi dukungan vertikal pada GTSL. pada gigi anterior dapat menahan gaya antero-posterior dan efek splunt pada gigi asli anterior. Sandaran juga merupakan bagian dari kesatuan cangkolan. dasar tempat kedudukan sandaran sedikit miring kepusat gigi penyangga pada permukaan oklusal dan konkaf. Kedudukan sandaran/Rest-seat Bentuk kedudukan sandara adalah berbentuk sendok. Sandaran /rest yang berdiri sendiri dapat juga berfungsi sebagai indirect retainer. memperbaiki oklusal pada gigi malposisi sehingga dapat berkontak dengan antagonisnya. jika sandaran oklusan tidak ada lengan cangkolan dapat berubah bentuk dan letak karena daya yang timbula selama berfungsi menekan jaringan lunak san terjasi resorpsi sehingga gigi tiruan tidak kontak dengan antagonisnya mencegah terjadi gum suipling yang akan mengakibatkan gigi penyangga goyang. mencegah ektrasi gigi penyangga menghindari tumpukan sisa makanan antara cangkolan dengan gigi penyangga. Fungsi sandaran adalah :       menyatukan tekanan olkusal/tekanan gigi penyangga. Sudut antaran sandaran oklusal dan konektor minor lebih kecil dari 90 derajat Sudut antara sandaran oklusal dan konektor minor Sandaran pada gigi posterior 27 .

Bentuk bulat ini mengikuti outline fossa mesial atau distal dari permukaan oklusal gigi yang dpersiapkan untuk kedudukan sandaran. Lebar dalam arah fasial lingual : sekurang-kurangnya ½ jarak antar ujung tonjol gigi.Outline pada sandaran oklusal umumnya berbentuk segitiga dengan dasar segi tiga terletak pada marginal ridge dan perluasan ketengah gigi dan harus bulat. Sandaran singulum Sandaran singulum terletak pada gigi kaninus 28 . Lebar dalam arah asial lingual : sekurang-kurangnya ½ jarak antara ujung tonjol gigi. Pandangan oklusal Panjang sandaran : bervariasi dari ⅓ sampai ½ panjang mesio distal gigi. Dasar kedudukan sandaran: Sedikit dimiringkan kepertengahan gigi dan semua bagian harus konkaf atau berbentuk sendok dengan kedalaman maksimum 1 sampai dengan 2 mm Sandaran pada gigi anterior Lokasi sandaran : 1.

Sandaran singulum 2. Sandaran insisal Sandaran insisisal terletak pada permukaan insisal. Permukaan labial dan lingual dipreparasi dan dasarnya tegak lurus PENAHAN TAK LANGSUNG / INDIRECT RETAINER Fungsi indirect retainer adalah sebagai berikut :     Merupakan retensi tambahan untuk mengimbangi gerakan – gerakan yang terjadi sewaktu pengunyahan Menambah stabilitas GTSL Sebagai vertical atop untuk mencegah tertekannya jaringan lunakdibawah GTSL Membantu splint gigi depan Bentuk – bentuk indirect retainer :      Sandaran oklusal Sandaran insisal Sandaran singulum Plat lingual Batang lingual ganda A . garis fulcrum yang dibangun dari sandaran oklusal yang mendukung basis anterior B . sandaran oklusal yang ditempatkan di posterior 29 .

Memberikan stimulasi kepada jaringan dibawah basis gigitiruan. 30 .Penanhan tidak langsung bentuk konektor dukungan gigi A . porselen. dan logam. Gerakan – gerakan ini merupakan massage bagi jaringan yang berada dibawah basis gigi tiruan. Basis Basis merupakan bagian dari gigi tiruan yang menggantikan tulang alveolar yang hilang dan berfungsi antaralain :    Mendukung anasir gigitiruan Menyehatkan tekanan oklusal ke jaringan pendukung yaitu gigi penyangga serta mehkota dan tulang alveolar dibawah basis gigitiruan. 2. ANASIR GIGITIRUAN Anasir gigi tiruan merupakan bagian dari GTSL yang menggantikan gigi asli yang hilang. plat lingual pada gigi rahang bawah(tampak samping) sebagai bentuk dan posisi plat lingual SADEL Merupakan bagian dari GTSLyang menggantikan tulang alveolar yang hilang dan mendukung anisir gigi tiruan.6 Komponen – Komponen GTSL dari Resin Akrilik 1. Pada waktu berfungsi akan terjadi gerakan vertical karena adanya gerakan fisiologik gigi penyangga dan jaringan. Anasir gigi tiruan yang biasa digunakan adalah dari akrilik.

Bagian basis yang berdekatan denngan gigi penyangga. Penggolongan basis gigi tiruan :  Basis dukungan gigi / basis tertutup / bounded saddle . Tekanan oklusal secara langsung disarungkan ke gigi penyangga melalui sandaran  oklusal. Keuntungan basis gigitiruan resin akrilik yaitu :  Warnanya sesuai dengan ajringan sekitarnya  Jika patah dapat dipreparasi  Teknik pembuatannya mudah  Harganya murah  Dapat dilapis untuk dicekatkan kembali dengan mudah Kelemahan basis gigitiruan resin akrilik :  Pengantar termis yang buruk  Mudah abrasi pada saat pembersihan dan pemakaian  Resin akrilik dapat menyerap cairan mulut sehingga dapat menyebabkan perubahan warna  Sisa makanan mudah melekat pada basis resin akrilik. Basis gigitiruan resin akrilik memungkinkan pemberian warna dan penegmbalian kontur wajah penderita sehingga keliatan alamiah. Memberikan retensi dan stabilisasi pada gigi tiruan. Basis gigi tiruan yang berkontak baik dan fungsional dengan jaringan pendukung. Basis dukungan gigi Basis dukungan gigi merupakan basis yang dibatasi oleh gigi asli pada kedua sisi. dan didukung oleh gigi penyangga melalui sandaran oklusal sedangkan bagian enamel akan didukung oleh tulang alveolar dan mukosa yang berada dibawah basis gigitiruan. akan menambah retensi dan dapat menetralisir gaya yang timbul.  Memenuhi factor estetik. Basis dukungan jaringan /kombinasi/berujung bebas/free and saddle Basis dukungan jaringan merupakan basis yang bagian distalnya tidak dibatasi oleh gigi sadel. 31 .

32 . Hal ini sesuai dengan prinsip dasar biomekanik yaitu gaya oklusal harus diluaskan ke permukaan seluas mungkin. dengan demikian mencapai tulang alveolar dan pergerakan basis dapat dicegah sehingga meningkatkan faktor retensi stabilitas. Bila linggir tajam. maka sayap berakhir pada puncak linggirmilohioid. Bagian distolingual meluas dari retromolar pad kke sulkus alveolingual. Penahan / Retainer Penahan merupakan bagian dari gigi tiruan yang berfungsi member retensi pada gigi tiruan agar tetap pada tempat atau kedudukannya. sehingga tekanan pertekanan besar menjadi kecil. Batas sayap lingual tergantung dari anatomi linggir milohioid. Perluasan Basis pada Rahang Bawah Pada basis dukungan jaringan. tidak perlu menemui alveolar seperti pada basis dukungan jaringan atau gigi tiruan penuh. Bagian bukal sampai tidak mengganggu pergerakan frenulum.Bagian posteriornya sampai kebatas mukosa bergerak dan tidak bergerak. basis perlu diperluas menutupi palatum sampai ke tuberositas dan hamular notch. Perluasan basis gigi tiruan dengan basis dukungan gigi. Perluasan Basis pada Rahang Atas Bila gigi posterior tidak ada. Bila linggir tidak tajam. dengan memperluas basis ini akan meningkatkan retensi dan stabilisasi pada gigi tiruan.Basis dukungan jaringan Perluasan Basis Basis gigi tiruan sebaiknya menutupi permukaan jaringan seluas mungkin. maka sayap dapat diperluas sampai sulkus alveolingual. perluasannya sampai menutupi retromolar pad dan meluas kelateral sampai ke sulkus bukalis. 2.

Cangkolan tuang.kontak cangkolan dengan gigi penyangga merupakan kontak garis kontinyu. Menurut konstruksinya cangkolan dapat berupa. Tahanan / retention  Pemeluk atau bracing fungsinya mencegah gigi tiruan bergerak kearah lateral.terdiri dari:  Tahanan atau retention fungsinya menahan gigi tiruan tetap pada tempatnya. Prinsip dasar cangkolan Prinsip dasar cangkolan kawat dan cangkolan tuang pada dasarnya sama.cangkolan kawat merupakan cangkolan yang lengan-lengannya terbuat dari kawat jadi. Lengan retentive.Penahan yang digunakan untuk GTSL adalah penahan jenis ekstra koronal yang di kenal dengan cangkolan. b.kontak cangkolan tuang pada permukaan gigi penyangga merupakan kontak bidang dan sifatnya kaku.berpenampang bulat dan dibentuk dengan membengkokkannya dengan tang.digunakan untuk gigi tiruan kerangka logam.cangkolan kawat ini sifatnya lentur.digunakan untuk gigi tiruan resin akrilik. 33 .bertahan terhadap pergenseran atau daya yang melepaskan.cangkolan tuang ini disebut juga cangkolan cor yang dibuat dengan pengencoran logam.untuk dapat berfungsi dengan baik satu kesatuan cangkolan harus mempunyai 3 fumgsi: 1. Cangkolan kawat.pasif tidak menekan gigi penyangga. a.

fungsinya mengimbangi pergerakan horizontal atau gaya yang ditimbulkan oleh lengan retentive.  Cangkolan cari 3 yang terdiri dari lengan retentive. Dukungan atau support. Lengan resiprokal atau reciprocal secara keseluruhannya berada pada daerah nono retentive. Lengan resiprokal 3.berfungsi mencegah gigi tiruan bergerak kearah gingival Dukungan/support Kelompok cangkolan kawat untuk gigi tiruan resin akrilik antara lain:  Cangkolan cari satu atau cangkolan C.Pemeluk/bracing 2. SADEL 34 .reciprocal dan sandaran oklusal.letaknya pada bagian bukal gigi penyangga(hanya lengan retentive saja) dan digunakan pada gigi kaninus. Cangkolan tiga jari 3.letaknya pada atau diatas garis survey.digunakan untuk gigi premolar dan molar.

sedangkan anasir dari gigi tiruan dari porselen perlekatannya secara mekanis. 35 .[perlekatan anasir gigi tiruan dari akrilik kebasis.anasir gigi tiruan biasanya terbuat dari akrilik dan porselen. 4.Sedel merupakam bagian dari gigi tiruan yang menggantikan tulang alveolar yang hilang dan mendukung anasir gigi tiruan.untuk porselen dipake bila ruang intermaksila besar.anasir gigi tiruandari akrilik dipakai pada pasien dengan ruang intermaksila kecil.merupakan perlekatan kimia. Anasir Gigi Tiruan Anasir gigi tiruan adalah bangian GTSL yang menggantikan gigi asli yang hilang.

Mobiliti : derajat kegoyangan gigi. gigi 28 sisa akar. Pemeriksaan intraoral : pemeriksaan dari bagian rongga mulut yang meliputi mukosa - (bibir. kegoyahan gigi dibedakan menjadi : Derajat 2 : kegoyahan gigi sekitar 1 mm. Dari keluhan pasien tidak mau kelihatan ompong karena profesinya sebagai guru dan mengganggu penampilan waktu bicara. pada regio 15 terdapat tonjolan pada tulang alveolar.1 Kasus Putri mahasiswi co-ass bagian prosthodonti akan menunjukan pada pembimbing.BAB III PEMBAHASAN 3. palatum.2 Terminologi - Diagnosa : upaya untuk menegakan atau mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh - seseorang. mulut. Rencana perawatan akhir : perawatan yang akan dilakukan yang merupakan hasil akhir yang dicapai (gigi tiruan). Apa rencana perawatan dan komponen gigi tiruan yang tepat pada pasien tersebut? 3. Pemeriksaan objektif : pemeriksaan yang dilakukan secara klinis yang mencakup keadaan - rongga mulut pasien. 36 . jarak margin gingiva dengan sulkus lingualis 4 mm. gingiva) dan gigi. merupakan pergerakan gigi pada dataran vertical atau - horizontal. Pemeriksaan subjektif : pemeriksaan yang dilakukan dengan anamesa keluhan yang - menjadi alasan penderita mencari pertolangan pengobatan. Menurut Fedidk (2004). Pasien perempuan usia 35 tahun dengan keluhan kerusakan dan kehilangan gigi dan ingin dibuatkan gigi tiruan yang bisa dibuka dan dipasang oleh pasien untuk memperbaiki fungsi. Rencana perawatan awal : perawatan yang akan dilakukan terhadap rongga mulut - sebelum mendapatkan gigi tiruan. Prognosa : Ramalan suatu penyakit dan berhubungan dengan penatalaksanaan - pengobatan. Putri mempersiapkan pasien untuk dilakukan pemeriksaan intra oral diketahui kehilangan gigi 17 16 15 25 26 38 37 36 34 46 47 48 dan gigi 11 21 mobiliti grade 2 indikasi pencabutan.

dukungan mukosa gigi .Basis .Retainer .Basis . Pembuatan GT-KL konventional.Retainer . Pembuatan GT-KA immadiet konventional.4 Rumusan Masalah 37 . cangkolan kawat.3 Skema Pasien Pemeriksaan subjektif Pemeriksaan objektif Visual Sonda si Palpasi Perkusi Diagnosis RPawal Preparasi rest oklusan RPakhir Rahang Atas 2.Mi) .Anasir gigi Prognosa 3.3. dukungan mukosa gigi .Anasir gigi 3.Konektor (Ma. Exo gigi 11 21 28 Rahang Bawah 1.

Gigi 28 : radix 38 .Sondasi : ditemukan adanya sisa akar gigi 28 .Perkusi : ditemukan gigi 11 21 mobiliti grade 2 .Kehilangan gigi untuk rahang bawah klas 1 modifikasi 1 (kennedy) . 3. Apakah pemeriksaan yang dilakukan oleh mahasiswi co-ass? Bagaimanakah diagnosa dari kasus diatas? Apakah rencana perawatan awal dari kasus diatas? Apakah rencana perawatan akhir dari kasus diatas? Bagaimanakah prognosa dari kasus diatas? 3. 5.5 Analisa Masalah 1.1. Pemeriksaan Objektif (intra oral) - Visual : ditemukan adanya sisa akar gigi 28.Palpasi : ditemukan pada regio 15 terdapat tonjolan di tulang alveolar Odontogram X = Missing = Mobiliti = Radix 2. Apakah pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter? Pemeriksaan Subjektif - Data pasien : perempuan usia 35 tahun Keluhan utama : Kerusakan dan kehilangan gigi dan ingin dibuatkan gigi tiruan - yang bisa dibuka dan dipasang oleh pasien untuk memperbaiki fungsi. 2. Keluhan tambahan : Pasien tidak mau kelihatan ompong karena profesinya sebagai guru dan mengganggu penampilan waktu bicara.Gigi 11 21 : mobiliti grade 2 .Gigi 17 16 15 25 26 38 37 36 34 46 47 48 : missing . Bagaimanakah diagnosa dari kasus diatas? . kehilangan gigi 17 16 15 25 26 38 37 36 34 46 47 48.Kehilangan gigi untuk rahang atas klas 3 modifikasi 2 (kennedy) . 4. jarak margin gingiva dengan sulkus lingualis 4 mm .

Retainer : Jenis : direct retainer yaitu aker claps (lengan resiprokal. lengan retentif dan sandaran oklusal) dan half and half claps (lengan retentif dan sandaran oklusal) dan indirect retainer. Apakah rencana perawatan akhir dari kasus diatas? Rahang atas  Pembuatan GT 1) GTSL menurut bahan : kerangka akrilik 2) Cara pemasangan : GTSL Immadiate-konvensional 3) Jaringan pendukung : mukosa dan gigi 4) Komponen . : sirkum ferensial : supra bulge (lengan retentif) dan infra bulge (lengan resiprokal . . lengan resiprokal.Anasir gigi Exo gigi 11 21 dan 28 Bentuk Desain  Rahang bawah  Pembuatan GT 1) GTSL menurut bahan : kerangka logam 2) Cara pemasangan : GTSL konvensional 3) Jaringan pendukung : mukosa dan gigi 4) Komponen .Konektor mayor (plat lingual).Anasir gigi 5. Tipe : ekstrakoronal retainer Bentuk : sirkum ferensial Desain : supra bulge . Bagaimanakah prognosa dari kasus diatas? Prognosa : baik.- Regio 15 : eksostosis 3.Basis : bahan resin akrilik hot curing . konektor minor .Tidak ada kelainan jaringan pendukung 39 . Apakah rencana perawatan awal dari kasus diatas? . dan sandaran oklusal.Preparasi gigi penyangga untuk kedudukan sandaran oklusal 4.Retainer menggunakan cangkolan kawat Jenis : direct retainer Tipe : ekstrakoronal retainer dengan konstruksi cangkolan kawat (cangkolan 3 jari) terdiri dari lengan retentif.Basis : bahan resin akrilik hot curing .

- Tidak ada gigi penyangga yang miring Tidak ada resobsi tulang alveolar 40 .

com/doc/111431722/Indikasi-Dan-Kontraindikasi-Gigi-Tiruan-SebagianLepasan 41 .scribd.Tinjauan Pustaka http://id.