Referat Ilmu Penyakit Saraf

VERTIGO SENTRAL

Oleh
Tegar Wibawa Rachman
1102009281

Pembimbing
dr. Marjanti Butar butar, Sp.S

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Saraf
Rumah Sakit Kepolisian Pusat Raden Said Sukanto
Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan
Periode Oktober - November 2014

Vertigo Sentral DAFTAR ISI JUDUL 1 DAFTAR ISI 2 LATAR BELAKANG EPIDEMIOLOGI 3 6 ETIOLOGI 7 PATOGENESIS 8 MANIFESTASI KLINIS 9 PEMERIKSAAN FISIK 12 PEMERIKSAAN PENUNJANG 14 DIAGNOSIS 16 PENATALAKSANAAN 17 PROGNOSIS 18 KEPUSTAKAAN 19 Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 2 .

dan persepsi. labirin (telinga dalam).2). Jaras asendens terutama diproyeksikan ke serebelum dan nukleus vestibularis yang ada di medulla oblongata melalui neuron yang bersinaps kepadanya. Jaras desendens dari nukleus vestibularis menuju beberapa nukleus motorik yang melibatkan gerak mata menimbulkan reflex vestibulookularis. integrasi. Sistem inilah yang membentuk persepsi tentang lokasi berbagai bagian tubuh yang satu terhadap yang lain dan juga terhadap lingkungan. Masingmasing sistem tersebut terdiri dari 3 tingkat: resepsi. Gambar 1. Dalam mengatur keseimbangan tubuh tersebut. tetapi integrasi keseimbangan terutama terjadi di serebelum. yaitu sistem visual. dan propioseptor sendi dan otot. Jaras ini menolong mata mengunci objek penglihatan bila kepala bergerak (1.Vertigo Sentral LATAR BELAKANG Equilibrium adalah suatu kondisi keseimbangan tubuh dalam ruang. Ada juga yang mencapai korteks serebri. Tiga Sistem Keseimbangan Tubuh Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 3 . Informasi sensorik diterima oleh retina. terdapat tiga sistem yang berperan penting. sistem vestibular. dan sistem somatosensori.

badan atau dunia sekelilingnya berputar-putar (vertigo subjektif atau objektif). Bertentangan dengan vertigo. yang berarti memutar. dan glukosa (contohnya: stimulasi vagal. iskemik miokardium. yaitu adanya ilusi pergerakan. bukan hanya sensasi presinkop. Vertigo harus dibedakan dengan keluhan dizziness non-vertigo. Vertigo adalah suatu perasaan gangguan keseimbangan (3. oksigen. Vertigo disebabkan karena alat keseimbangan tubuh tidak dapat menjaga keseimbangan tubuh dengan baik (3). hipotensi ortostatik. dan hipoglikemia) dan mungkin mengakibatkan penurunan kesadaran (4).4). hipoksia. dan berjungkir balik. sempoyongan. Vertigo seringkali dinyatakan sebagai rasa pusing.Vertigo Sentral Vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere. yaitu vertigo vestibular dan nonvestibular. Karakteristik Waktu Sifat Vertigo Vertigo Vestibular Episodik Berputar Tegar Wibawa Rachman (1102009281) Vertigo Non-vestibular Konstan Melayang 4 . sedangkan vertigo non vestibular adalah vertigo yang disebabkan oleh gangguan sistem visual dan somatosensori. Vertigo vestibular adalah vertigo yang disebabkan oleh gangguan sistem vestibular. Klasifikasi vertigo Vertigo dapat diklasifikasikan menjadi dua. aritmia jantung. Klasifikasi vertigo Skema 1. rasa melayang. sensasi-sensasi ini diakibatkan oleh gangguan suplai darah. lightheadedness.

6). perubahan Stress. Vertigo akibat gangguan di korteks sangat jarang terjadi. muntah. hiperventilasi Gejala Penyerta posisi Mual. Perbedaan Vertigo Vestibular dan Non-vestibular (7) Vertigo vestibular selanjutnya dapat dibedakan menjadi vertigo vestibular perifer dan sentral. Vestibular Sentral Perlahan. Vertigo vestibular perifer adalah vertigo yang terjadi akibat gangguan alat keseimbangan tubuh di labirin (telinga dalam) atau di saraf kranial VIII (Saraf Vestibulokoklear) divisi vestibular. tumor di sistem saraf pusat. Karakteristik Onset Durasi Frekuensi Intensitas Mual muntah Diperparah perubahan V. infeksi. dan sklerosis multiple. biasanya menimbulkan gejala kejang parsial kompleks (5. onset gradual Minggu hingga bulan Biasanya konstan Sedang Sering kali tidak ada Kadang tidak berkaitan posisi kepala Usia pasien Berapapun.Vertigo Sentral Faktor pencetus Gerakan kepala. biasanya Usia lanjut Gangguan status muda Tidak ada atau kadang- Biasanya ada mental Defisit nervi cranial kadang Tidak ada Kadang disertai ataxia atau cerebellum Pendengaran Seringkali berkurang atau Biasanya normal dengan tinnitus Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 5 . onset mendadak Menit hingga jam Biasanya hilang timbul Berat Tipikal Ya V. dan koneksinya di batang otak. tinnitus Gangguan mata. gangguan somatosensorik Tabel 1. baik di pusat integrasi (serebelum dan batang otak) ataupun di area persepsi (korteks). Penyebab vertigo sentral antara lain adalah perdarahan atau iskemik di serebelum. Vertigo vestibular sentral adalah vertigo yang terjadi akibat gangguan alat keseimbangan tubuh di sistem saraf pusat. nukleus vestibular. Vestibular Perifer Tiba-tiba. trauma. Vertigo yang disebabkan neuroma akustik juga termasuk dalam vertigo sentral. tuli.

Sebanyak 10% dari pasien infark serebelum. ada nistagmus vertical.000 per tahun . Insidens sklerosis multiple berkisar diantara 10-80/ 100. Vertebral Neuroma Akustik Sklerosis Multiple Tabel 2. Dalam satu seri pasien dengan infark serebelum. Jenis kelamin Insidens penyakit cerebrovaskular sedikit lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. dengan setengah dari kasus terjadi pada mereka yang berusia 60-80 tahun. hanya memiliki gejala vertigo dan ketidakseimbangan. tidak ada fatique 5-30 detik Meniere’s disease nistagmus fatique Massa Cerebellar / stroke Labyrinthitis Encephalitis/ abscess otak Positional vertigo Insufisiensi A. diabetes melitus. rasio antara penderita pria dibandingkan wanita adalah 2:1. Rasio stroke iskemik serebelum dibandingkan dengan stroke perdarahan serebelum adalah 3-5: 1.000 orang menderita stroke setiap tahunnya. Sekitar 3000 kasus neuroma akustik didiagnosis setiap tahun di Amerika Serikat. sekitar 500. atherosclerosis. Dari stroke yang terjadi. diantaranya hipetensi. Rata-rata pasien dengan infark serebelum berusia 65 tahun. Sklerosis multiple dua kali lebih banyak pada wanita dibandingkan pria. pasien dengan hematoma serebelum rata-rata berusia 70 tahun. Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 6 . dan stroke.Vertigo Sentral Nistagmus Penyebab Nistagmus horizontal dan Nistagmus horizontal atau rotatoar.5% diantaranya terjadi di serebelum. Usia Vertigo sentral biasanya diderita oleh populasi berusia tua karena adanya faktor resiko yang berkaitan. 85% merupakan stroke iskemik. dan 1. Dalam satu seri. Perbedaan Vertigo Vestibular Perifer dan Sentral (7) EPIDEMIOLOGI (5) Frekuensi Di Amerika Serikat.

membutuhkan manajemen medis dan bedah saraf yang agresif. adalah 20% Neuroma akustik memiliki tingkat kematian yang rendah jika dapat didiagnosis dengan cepat. oleh karena itu. sistem vestibular. Cara berjalan. Tumor dapat diangkat tanpa mengganggu N VII. Pemulihan seperti yang terjadi pada vertigo perifer akut tidak dapat diharapkan pada vertigo sentral. yang kemudian diintegrasikan di serebelum dan batang otak. lalu dipersepsikan oleh korteks. Tingkat kematian pasien lainnya.Vertigo Sentral Morbiditas/ Mortalitas Cedera vaskular dan infark di sirkulasi posterior dapat menyebabkan kerusakan yang permanen dan kecacatan. dan fokus mata selama kepala Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 7 . ETIOLOGI (2. Infark di daerah yang disuplai oleh arteri posterior inferior serebelar sering terkait dengan efek massa dan penekanan batang otak dan ventrikel ke empat. postur. Dalam satu rangkaian 94 pasien. Dalam satu seri. yaitu yang GCSnya lebih dari 8. namun gangguan pendengaran unilateral dapat terjadi. dan sistem propioseptif. infark serebelum memiliki tingkat kematian sebesar 7% dan 17% dengan distribusi arteri superior serebelar dan arteri posterior inferior serebelar. 20 diantaranya datang dengan Glasgow Coma Scale (GCS) 8 yang mengindikasikan adanya penurunan kesadaran yang signifikan.5) Beberapa penyebab vertigo sentral adalah:         Perdarahan dan infark serebelum Sindrom Wallenberg Insufisiensi vertebrobasilar Diseksi arteri vertebral Sklerosis multiple Neoplasma (termasuk neuroma akustik) Infeksi sistem saraf pusat Trauma PATOGENESIS Sensasi keseimbangan merupakan hasil dari informasi yang tepat yang dideteksi atau diterima oleh reseptor sistem visual.

Oklusi arterial dan infark iskemik (5) Oklusi arteri dan infark iskemik dapat disebabkan oleh cardioemboli. arteri basilar. dan persepsi berakibat pada gangguan keseimbangan (5). Vertigo sentral merupakan sensasi gangguan keseimbangan akibat gangguan di pusat integrasi (serebelum dan batang otak) atau persepsi (korteks). Neuroma akustik bilateral biasa terjadi pada orang dewasa muda dan berkaitan dengan neurofibromatosis tipe 2. Pathogenesis beberapa penyebab vertigo sentral adalah sebagai berikut. Namun begitu. emboli dari plak arteri vertebralis. Gangguan informasi sensori. Namun. Perdarahan serebelum biasanya berkaitan dengan penyakit vaskular hipertensif dan antikoagulasi. semua bergantung pada sensasi keseimbangan yang utuh. thrombosis arteri lokal. Neuroma akustik biasanya berkembang di satu sisi (unilateral). Perjalanan penyakitnya fluktuatif dengan berbagai gejala dan tanda. Penyebab lainnya Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 8 . Jika tidak diberi pengobatan. Perdarahan serebelum lebih jarang terjadi dibandingkan dengan infark serebelum. oklusi total arteri besar tidak akan berakibat pada kematian karena adanya anastomosis dari sirkulus arteriosus wilisi dan arteri posterior komunikans. Neuroma Akustik (5) Neuroma Akustik adalah tumor sel Schwann yang berasal dari divisi vestibular saraf cranial VIII (Vestibulokoklear) di kanal auditori interna proksimal. pusat integrasi. perdarahan serebelum spontan merupakan kondisi mengancam jiwa. Sklerosis Mutiple (5) Sklerosis Mutiple merupakan penyakit demyelinisasi pada sistem saraf pusat. neuroma akustik dapat berkembang ke sudut serebelopontin dan menekan saraf cranial VII (Fasialis) dan saraf kranial lainnya.Vertigo Sentral bergerak. Satu atau kedua arteri vertebral. dan cabang-cabang arteri kecil dapat tersumbat.

Nyeri kepala. Sindrom Wallenberg (2) Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 9 . Pasien juga dapat mengalami ataxia trunkal dan tidak dapat duduk tanpa penyangga. pasien seringkali mengeluhkan adanya sensasi pergerakan sisi samping atau depan belakang. MANIFESTASI KLINIS Beberapa karakteristik vertigo sentral adalah (2):           Onset gradual Lebih konstan Durasi lebih panjang (minggu hingga bulan) Intensitas ringan sampai sedang Tidak dipengaruhi posisi kepala Seringkali tidak disertai mual dan muntah Seringkali disertai dengan gangguan status mental Seringkali tidak berkaitan dengan tinnitus dan gangguan pendengaran Nistagmus horizontal atau vertikal. Biasanya terdapat kelemahan saraf kranial VI (Abdusens) atau deviasi konjugat mata berlawanan dengan lesi perdarahan. tanpa adanya nistagmus fatigue Disertai dengan tanda gangguan serebelum dan batang otak. dan muntah dapat tidak terjadi. mual. Vertigo sentral traumatik disebabkan oleh perdarahan petekie di nukleus vestibular di batang otak. Infark serebelum memberikan gambaran klinik yang serupa.Vertigo Sentral Vertigo sentral yang diakibatkan infeksi sistem saraf pusat (mikroabses) dan kejang lobus temporal sangat jarang terjadi. seperti: o Ataxia o Pandangan kabur o Diplopia o Disfagia o Disartria Perdarahan dan infark serebelum (2) Perdarahan serebelum biasanya menyebabkan gejala vertigo akut dan ataxia. Tes Romberg dan Tandem akan memberikan hasil abnormal. Selain vertigo berat.

Sesuai dengan definisi TIA. Sama seperti TIA secara umum. karena orthostatik akan memperburuk gejala iskemik vertebrobasilar. Insufisiensi Vertebrobasilar (2) Transient ischemic attack (TIA) dari batang otak dapat memicu vertigo. vertigo mungkin terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam hitungan menit hingga jam. sindron Horner. Tanda orthostatik harus ditentukan. dan VIII (Vestibulokoklear) dapat muncul menyebabkan vertigo. gangguan harus hilang secara total dalam 24 jam. mual. dan sindrom Horner unilateral. vertigo. Penemuan kontralateral meliputi hilangnya sensasi nyeri dan suhu pada sumbu tubuh dan anggota gerak. faring. vertigo yang diinduksi iskemik vertebrobasilar dapat diprovokasi dengan perubahan posisi. dan hilangnya fungsi penglihatan bilateral. disarthria. Tidak seperti penyebab vertigo sentral lainnya. VII (Fasialis). Sklerosis Multiple (2) Penyakit demyelinasi dapat disertai dengan vertigo yang berlangsung beberapa jam hingga minggu dan biasanya tidak berulang. Biasanya lesi saraf kranial VI (Abdusens). dan laring (mengakibatkan disfagia dan disfonia). Diseksi Arteri Vertebralis (2) Diseksi arteri vertebral dapat menyebabkan stroke pada sirkulasi posterior. hilangnya refleks kornea. Penemuan ipsilateral klasik meliputi rasa baal pada wajah. dan nistagmus. Gejala dan tanda dari diseksi arteri vertebral meliputi nyeri kepala. Vertigo yang diinduksi iskemik vertebrobasilar dapat terjadi dengan disertai diplopia. Memutar kepala menyumbat setengah arteri vertebral ipsilateral sehingga menyebabkan ada gangguan sirkulasi sementara pada batang otak. Intesitas vertigo ringan-sedang Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 10 . muntah. dan paralisis atau paresis pada palatum mole. disfagia.Vertigo Sentral Infark medulla lateral dari batang otak dapat menyebabkan vertigo sebagai bagian dari presentasi klinisnya.

Neuroma akustik memiliki gejala awal berupa gangguan pendengaran dan tinnitus. dan sebagainya). gangguan koordinasi. Selain itu. infeksi serebelum. Neoplasma yang biasa terjadi adalah ependimoma pada pasien yang berusia lebih muda. Neoplasma Neoplasma ventrikel keempat dapat menyebabkan vertigo yang disertai gejala dan tanda gangguan batang otak. Infeksi Sistem Saraf Pusat Beberapa infeksi sistem saraf pusat yang dapat menyebabkan vertigo adalah abses pada serebelum. jika terus berkembang gejala gangguan batang otak dan saraf kranial lain dapat muncul karena efek sekunder dari perkembangannya hingga ke fossa posterior (5). Episode vertigo muncul terutama ketika menggerakkan kepala dapat berlangsung hingga berbulan-bulan. dan sebagainya. Ataxia atau neuritis optik dapat ditemukan atau sudah berlangsung sebelumnya. Biasanya gejala muncul dalam 7-10 hari setelah terjadi whiplash injury. Gejala vertigo biasanya disertai dengan tanda-tanda infeksi seperti demam. encephalitis. Neuroma akustik biasa terjadi di sudut serebelopontin. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik terutama pemeriksaan neurologis dan kardiologis penting dalam mengidentifikasi pasien dengan vertigo sentral. malaise. Vertigo dapat ditemukan sejak presentasi awal (8). neuroma akustik juga memberikan gejala akibat penekanan saraf VII (Fasialis). Trauma Trauma yang biasanya terjadi adalah trauma leher.Vertigo Sentral dan terdapat nistagmus. Selain itu juga terdapat nyeri pada leher dan nistagmus pada pergerakkan kepala. dan metastasis pada pasien yang berusia lebih tua (2). Gangguan kesadaran Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 11 . tanda-tanda serebelar (gangguan keseimbangan.

5 jam setelah presentasi. Pada infark serebelum.Vertigo Sentral Adanya gangguan kesadaran membutuhkan perhatian klinis khusus. Selain itu nistgamus akibat lesi sentral dapat unidireksi atau multidireksi. sedangkan pada lesi perifer hanya ditemukan nistagmus unidireksi. Nistagmus terdiri dari pergerakan lambat mata dalam satu arah diikuti dengan pergerakan cepat ke arah sebaliknya. Nistagmus horizontal bukanlah tanda spesifik dari vertigo perifer. lalu ke kiri o Leher sedikit lebih diekstensikan ketika pasien dalam posisi supine o Berbeda dengan vertigo sentral. berbeda dengan nistagmus pada lesi perifer yang cenderung membaik dengan fiksasi pandangan. Karakteristik nistagmus akibat lesi sentral lainnya adalah memburuk dengan fiksasi pandangan. Nistagmus vertikal dianggap spesifik untuk vertigo sentral. Pasien dengan perdarahan serebelum. pada vertigo perifer. Nistagmus.Barany) o Pertama. kurang dari 1 menit (nistagmus fatigue) Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 12 . yang terjadi pada 11% pasien dalam waktu 50 jam setelah infark serebelum. Pada infark serebelum. dapat hilang dengan cepat. nistagmus tidak terjadi secara tiba-tiba setelah perubahan posisi. Dalam satu seri. 46% mengalami perburukan status mental kurang lebih 5. penekanan batang otak terutama terjadi jika meliputi pembuluh darah arteri serebelum posterior inferior. Gangguan kesadaran mungkin diakibatkan oleh infark atau penekanan batang otak. Nistagmus (9) Pemeriksaan pergerakan ekstraokular adalah kritikal. perubahan posisi (dari duduk menjadi supine) dilakukan dengan kepala lurus menghadap ke depan o Lalu diulangi dengan kepala 45° ke kanan. jika ada. Nistagmus dan Gejala Vertigo yang Diinduksi  Dix-Hallpike (Manuver Nylen. nistagmus horinzontal paling banyak ditemukan. dan setelah nistagmus muncul. tanda awal penekanan batang otak adalah lethargi. merupakan infromasi yang penting.

Defisit Saraf Kranial Selain gangguan pendengaran. defisit neurologis lainnya tidak seharusnya ditemukan pada pasien vertigo perifer maupun sentral. Adanya defisit saraf kranial lain seperti kelemahan otot-otot wajah. membutuhkan evaluasi lanjutan. palsy pandangan lateral. Hal ini terkait dengan adanya gangguan sepanjang fasikulus longitudinal medial dan diagnosis sklerosis multiple dan gangguan batang otak lainnya.Vertigo Sentral Gambar 2. hilangnya refleks kornea. Manuver DixHallpike  Drachman Dizziness Stimulation Battery o Tanda Vital postural o Manuver Valsava o Berbelok tiba-tiba ketika berjalan o Tiga menit hiperventilasi o Hallpike o Geleng kepala dengan posisi berdiri dan mata terbuka o Stimulasi sinus carotid Opthalmoplegia Intranuklear Opthalmoplegia intranuklear bermanifestasi sebagai parsial atau tidak adanya pergerakan adduksi mata dan nistagmus kasar pada abduksi mata dengan arah pandangan lateral. Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 13 . disarthria.

Namun. o CT scan dengan potongan hingga ke fossa posterior dapat digunakan jika tidak tersedia MRI. Periksa adanya murmur dan irama irregular yang menunjukkan adanya fibrilasi atrium. dan lesi substansi alba seperti sklerosis mutiple. dan sekarang telah Doppler USG menggantikan angiografi intrarterial. dan refleks patologis positif membutuhkan evaluasi lanjutan. perdarahan. kehamilan. dan sebagainya. hyperesthesia. terutama untuk mendiagnosis infark. Pencitraan Pencitraan fossa posterior penting dilakukan jika terdapat kecurigaan adanya vertigo sentral. angiografi. dan kondisi ketidakseimbangan metabolik (hiperglikemia. dll). tes tumit-lutut.Vertigo Sentral Pemeriksaan Neurologis Ekstremitas dan Koordinasi Kelemahan. Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 14 . PEMERIKSAAN PENUNJANG (5) Pemeriksaan penunjang yang diperlukan adalah:  Laboratorium Pemeriksaan laboratorium digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit  lainnya seperti anemia. CT Scan terbatas karena resolusi yang lebih buruk dan adanya artifak tulang. tumor. Ataxia merupakan indikator penting adanya gangguan serebelar. MRA. Pemeriksaan Jantung Pemeriksaan kardivaskular yang teliti dapat mengungkap penyebab asal stroke emboli. o MRI adalah pencitraan terpilih. o Angiografi intraarterial dahulu digunakan untuk mendiagnosis oklusi di berkembang sistem CT vertebrobasilar. Pemeriksaan ataxia meliputi tes jari-hidung. hipoglikemia.

4. 3. Perbandingan CT Scan (kanan) dan MRI (kiri) dalam Pencitraan Perdarahan Serebelar di Fossa Posterior Pemeriksaan penunjang lainnya adalah:  Elektrokardiografi (EKG) digunakan untuk melihat adanya fibrilasi atrium  atau disaritmia lainnya dan bukti adanya infark myocardial akut. Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan Neurologis MRI Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 15 .Vertigo Sentral Gambar 3. 2. Audiometri dan Brain Auditory Evoked Response (BAER) DIAGNOSIS Diagnosis vertigo sentral ditegakkan dengan: 1. Tes kalori dan Elektronystagmografi (ENG) digunakan untuk melokalisasi  lesi di apparatus vestibukar atau di nukleus saraf vestibular.

Vertigo Sentral Skema 2. dan gizi o Pemasangan infus untuk merehidrasi pasien o Kalori 25 kkal/kgBB/hari Pemberian obat-obat simptomatik Tirah baring Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 16 . Alur diagnosis Vertigo (10) PENATALAKSANAAN (5) Penatalaksaan vertigo sentral ditujukan kepada penyakit penyebab. Penatalaksanaan awal:     Penatalaksanaan tanda-tanda vital Keseimbangan cairan. elektrolit.

khususnya untuk perdarahan serebelum. mencakup observasi secara langsung. Penatalaksanaan pasien dengan gangguan kesadaran dan perburukan gejala:  Pasien yang lethargi dan dengan gangguan kesadaran membutuhkan pengawasan  ketat. mungkin berguna. setelah pasien diberi penjelasan lengkap dan jelas. seperti: o Operasi mayor dalam 10 hari terakhir o Hipertensi berat o Adanya perdarahan akut atau edema pada CT Scan o Perbaikan gejala yang cepat Keputusan untuk memberikan terapi thrombolitik dibuat setelah konsultasi neurologis langsung dan dengan persetujuan pasien. Namun penelitian selanjutnya. Sebelum memberikan terapi thrombolitik. diperlukan. atau secara intravena dalam tiga jam setelah onset gejala dan  tidak ada kontraindikasi. dan untuk terapi hiperventilasi o Memberikan obat-obat dieresis seperti manitol dan furosemide o Memberikan kortikosterois seperti dexamethason Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 17 .Vertigo Sentral Penatalaksanaan stroke iskemik:  Terapi thrombolisis diberikan melalui kateter intrarterial ke dekat sumbatan. Penatalaksanaan stroke perdarahan:  Penelitian menyatakan bahwa pemberian recombinant activated factor VII jika diberikan dalam 4 jam setelah onset gejala. perhatikan beberapa hal  terutama resiko terjadinya perdarahan intraserebral. dan monitor pulse oxymetry. Pasien dengan gangguan kesadaran dan perburukan gejala membutuhkan intervensi yang cepat untuk meminimalisasi edema dan kompresi batang  otak Hal yang dapat dilakukan diantaranya: o Intubasi endotrakeal untuk menjaga jalan nafas. mengontrol pernafasan. elektrokardiogram.

7th ed. Greenberg DA. 2008 [4] Simon RP.7 th ed. Diunduh tanggal 8 November 2014. Amerika serikat: The McGraw-Hill Companies. Namun. Diunduh dari http://emedicine. CNS Causes of Vertigo [Internet]. Inc. bergantung dari penyakit yang mendasari. Neurologi Klinis Dasar. Meckler GD. Aminoff MJ. diantaranya adalah perdarahan. 10 September 2009. WebMD LLC.Vertigo Sentral Konsultasi Konsultasi neurologis pasien dengan vertigo sentral kepada ahli saraf maupun ahli bedah saraf diperlukan. Cydulka RK. Sidharta P. Ma OJ. kemajuan bedah saraf memperbaiki prognosis beberapa kondisi serius Prognosis pasien dengan infark arteri vertebral atau basilar adalah buruk. Clinical Neuroanatomy. Stapczynski S. KEPUSTAKAAN [1] Waxman SG. Central Vertigo [Internet]. karena bedah dekompresi seperti suboccipital kraniektomi dan ventrikulostomi dapat menyelamatkan jiwa. Inc. Clinical Neurology. Diunduh dari http://emedicine.com/article/884048-overview#a0104 Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 18 . Diunduh tanggal 8 November 2014.com/article/794789-clinical#a0217 [6] Antunes MB. 2010 [2] Tintinalli JE.medscape. 21 Januari 2011. Amerika serikat: The McGraw-Hill Companies. Tintinalli’s Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide. Jakarta: Dian Rakyat. Cline DM. 2011 [3] Mardjono M. Prognosis pasien dengan perdarahan serebelum spontan adalah buruk. 26th ed.medscape. Inc. Pasien dengan space occupying lesion ataupun hidrosepalus dikonsultasikan ke ahli bedah saraf. Amerika Serikat: The McGrawHill Companies. edema. PROGNOSIS (5) Prognosis pasien dengan vertigo sentral sangat bervariasi. WebMD LLC. 2009 [5] Marril KA. Beberapa keadaaan emergensi harus diperhatikan dan segera dikonsultasikan kepada ahli bedah saraf. kompresi batang otak.

Papadakis MA. Inc. 2005 Tegar Wibawa Rachman (1102009281) 19 . 2011 [8] Rowland L. Amerika Serikat: Lippincott Williams and Wilkins. Adams and Victor’s Principles of Neurology. 50th ed. Merritt’s Neurology. Amerika Serikat: The McGraw-Hill Companies. 2009 [10] Delisa AJ. Samuels MA. Physical Medicine and Rehabilitation. 2005 [9] Ropper HA. 9th ed.Vertigo Sentral [7] Mcphee SJ. 11th ed. 4 th ed. editor. Inc. Amerika Serikat: The McGraw-Hill Companies. Amerika Serikat: Lippincott Williams and wilkins. Current Medical Diagnosis and Treatment 2011.