LAPORAN PRAKTIKUM BIOPROSES

FERMENTASI ASAM SITRAT OLEH ASPERGILUS NIGER
(FERMENTASI AEROB)
Dosen Pembimbing : Dr. Ir. H Bintang Iwhan Moehady,M.Sc

Kelompok / Kelas
Nama

: II / 2A
: 1. Desi Supiyanti
2. Fitra Firmansyah Herdiana
3. Ishna Nur Fathonah
4. Sahara Tulaini

Tanggal Praktikum
Tanggal Pengumpulan Laporan

NIM. 131411005
NIM. 131411008
NIM. 131411014
NIM. 131411025

: 07 Januari 2015
: Januari 2015

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
TAHUN 2014
BAB I
PENDAHULUAN

propanetricarboxylic acid) merupakan asam organik yang banyak digunakan di industri makanan sebagai perisa. Memahami kondisi operasi optimum untuk pembentukan produk asam sitrat c. Fermentasi asam sitrat sangat kompleks dan dipengaruhi komposisi media fermentasi terutama oleh makronutrien (P). Zn. 1.1. Jamur aspergillus niger adalah mikroba yang paling banyak digunakan dalam industri asam sitrat. sepeerti Fe.2 Tujuan Percobaan Tujuan percobaan ini adalah mahasiswa diharapkan mampu : a. seperti besi dan tembaga yang akan dihasilkan senyawa kompleks untuk pembersih boiler dan instalasi sejenis. tablet effervescent multivitamin dan senyawa pelarut aspirin. dan dapat bereaksi dengan logam berat. 2. dan Mn. di bidang farmais sebagai pembuatan antacid..1 Latar Belakang Asam sitrat (2-hydroxy-1. 3. Memahami perbedaan komposisi media fermentasi untuk pertumbuhan dan produksi b. Memahami jenis pola pembentukan asam sitrat BAB II LANDASAN TEORI . Asam sitrat juga digunakan sebagai senyawa pengkelat logam. Asam sitrat adalah metabolit primer yang dihasilkan dari proses fermentasi. ion-ion logam(trace element).

makanan dan minuman sebagai “acidifying and flavour agent”. Sacharaecopsis lipolytica. ciavatus. Asam ditrat diproduksi dari beet dan molase dengan cara fermentasi menggunakan Aspergillus niger L – 51. Paeocilomyces dicaricatum. tak berbau dan rasanya asam. Asam sitrat biasanya diproduksi dalam bentuk kristal monohidrat (C6H8O7. wentii yang merupakan galur yang paling produktif. Arthroacter paraffimeaus dan Corynebacterium sp. digunakan dalam industri farmasi. wentii. A. Diantar mikroba tersebut adalah Aspergillus niger. Mikroba yang dapat menghasilkan asam sitrat cukup banyak.H2O). yang disebut Citromyces dan selanjutnya dilaporkan bahwa Penicillum dan Mucor pun dapat menghasilkan produk tersebut. Penicillum luteum. Proses fermentasinya: .2. sejak berkembangnya proses fermentasi dari larutan yang mengandung karbohidrat (gula). umumnya akan menurunkan produktivitas bila ditumbuhkan pada media yang mengandung sumber karbon lain. Citromeaces prefferianus. Candida guillermondii. Trichoderma viride. A. Suatu galur yang memberikan hasil optimum pada media yang mengandung sumber karbon tertentu. Dalam memilih suatu species mikroba perlu dipertimbangkan suatu kenyataan bahwa suatu galur mikroba seringkali dikembangkan berdasarkan jenis sumber karbonnya. Produksi asam sitrat yang menggunakan bahan baku jeruk dan sebagainya. Wehmwr (1983) menguraikan cara produksi asam sitrat dengan fermentasi oleh sejenis fungi. Mucor priformis. secara berangsur-angsur mulai berkurang. Mudah larut dalam air dingin daripada dalam air panas. Tahun 1917 Curle menegaskan bahwa strain-strain dari Aspergillus niger merupakan fungi yang paling baik untuk digunakan dalam produksi asam sitrat.1 Fermentasi Asam Sitrat Asam sitrat adalah suatu asam trikarboksilat. P. citrinum. Diantar mikroba tersebut yang dipakai untuk produksi asam sitrat adalah Aspergillus niger dan A. yang tak berwarna.

Asam sitrat merupakan senyawa antara pada siklus krebs. Sebagian besar (80%) dari glukosa diubah menjadi piruvat melalui lintasan glikolisis. Bila glukosa ditambahkan glukosa. besi dan seng adalah unsure-unsur yang sering disebut-sebut. Mekanisme pembentukan asam sitrat seperti dinyatakan dengan siklus Krebs atau siklus asam trikarboksilat.Larutan gula dari berbagai sumber telah digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan asam sitrat dalam skala industri. mangan. yaitu dengan penambahan Kalium ferrosianida atau dengan cara pertukaran ion. C-23). tetapi sukrosa dan glukosa tetap merupakan bahan baku yang paling mudaj dan paling baik kemudian diikuti oleh maltosa dan molase (tetes). Apabila sumber karbon bukan glukosa. Rangkaian reaksi melalui glioksilat. Pada Aspergillus niger fosfoenol piruvat dapat diubah langsung menjadi oksaloasetat (tanpa melalui piruvat) oleh enzim fosfenol piruvat karboksilase. Apabila kadar logamnya tinggi. fosfat. Kekurangankekurangan nitrogen. Piruvat akan mengalami dekarboksilasi dan berkaitan dengan koenzim A membentuk asetil KoA dan selanjutnya masuk ke dalam siklus krebs dengan bantuan enzim piruvat karboksilase yang mengubah piruvat menjadi oksaloasetat. tapi misalnya asam asetat atau senyawa alifatik berantai panjang (C-9. Lintasan reaksi karbolik yang mendahului pembentukan asam sitrat ini diantaranya adalah lintasan glikolisis (Embden-Meyerhoff parnas) dan lintasan Entner Doudoroff yang menyediakan senyawa antara asam piruvat yang merupakan senyawa kunci dalam metabolisme sel. maka untuk mengurainya biasanya tetesnya mengalami pengolahan pendahuluan terlebih dahulu. Mg2+ atau Mn2+ dan K+ atau NH4+. . Reaksi tersebut membutuhkan ATP sebagai sumber energi. Diduga bahwa terjadinya akumulasi asam sitrat ini adalah sebagai akibat dari adanya kekurangan enzim disebabkan kurangnya unsure-unsur nutrisi. yaitu bahwa asam piruvat yang diperoleh dari glukosa menghasilkan Acetil CoA yang berkondensasi dengan asam oxalo-asetat yang telah terbentuk dalam siklus menghasilkan asam sitrat. siklus tersebut terhambat. maka isositrat liase terinduksi sehingga siositrat diubah menjadi malat oleh malat oleh malat sintesa.

molase (bai dari gula maupun bit). Biasanya. Fermentasi kultur terendam terbagi dua yaitu dilakukan pada fermentor berpengaduk (stirrer pengaduk) dan pada air lift fermentor. mangan. Justru kadang-kadang perlu dilakukan perlakuan pendahuluan untuk mengurangi kandungan atau pengaruh mineral mikro yang bersifat toksik terhadap mikroba. onggok. Sedangkan fermentasi kultur permukaan dapat dilakukan dengan menggunakan media cair maupun media padat. karena pada bahan baku sumber karbon yang dipakai untuk produksi secara komersial.Media untuk produksi asam sitrat harus menyediakan semua kebutuhan zat gizi mikroba. Misalnya pada penambahan tembaga. Inokulum ini dibiakkan pada substrat padat suhu 25 0C dengan masa inkubasi 10 – 14 hari pada kondisi aerobic. limbah pengolahan kopi dan limbah pengolahan nenas. Penambahn tembaga berkoreasi positif dengan produksi asam sitrat. nitrogen dan mineral. mineral mikro (tembaga. talas dan singkong) sirup glukosa yang berasal dari pati yang dihidrolisa dengan asam. b. atau limbah pengolahan hasil pertanian dapat digunakan sebagai sumber karbon diantaranya adalah umbi-umbian (misalnya ubi kayu. Fermentasi permukaan pada media padat . b.besi. Sumber karbon Berbagai hasil pertanian. magnesium. a. sukrosa. asam sitrat tidak akan diproduksi. dedak padi atau gandum. yaitu meliputi sumber karbon. Sumber nitrogen dan mineral Untuk proses fermentasi dibutuhkan sejumlah senyawa sumber nitrogen dan mineral (baik mineral makro maupun mikro). 1. Proses fermentasi Proses fermentasi dapat dilakukan dengan fermentasi kultur terendam atau fermentasi kultur permukaan.seng dan molybdenum) tidak perlu ditambahkan. Pembuatan inokulum dan starter Untuk fermentasi media padat dan fermentasi dangkal dibutuhkn inokulum berupa suspensi spora. mineral tersebut sudah terdapat dalam jumlah yang banyak. Metode fermentasi a.

ketersediaan oksigen dan suhu media. yang menghasilkan konsentrasi gula 1-5 % (diluar total 14 %) akan menghasilkan asam sitrat yang lebih sedkkit bila dibandingkan dengan media yang hanya mengandung sukrosa. Larutan dengan konsentrasi 14-20 % dapat dipergunakan. 2. 2) Garam-garam anorganik Selain karbon. 3. kalium. yakni mangan. Pada fermentasi ini. Meskipun ini harus sedikit defisien dalam unsure fosfat atau satu atau lebih unsure logamnya. tapi lebih sedikit memerlukan lahan dan tenaga kerja. dedak padi. belerang dan magnesium untuk media fermentasi. fosfor. seng dan mungkin tembaga. Produksi menurut kultur permukaan Pemilihan media fermentasi yang tepat adalh factor yang paling kritis dalam produksi asam sitrat. Fermentasi ini menggunakan paralatan yang lebih canggih dengan kebutuhan energi yang lebih banyak. nisbah luas permukaan terhadap volume. seperti onggok. dedak gandum. 1) Kandungan gula Umumnya konsentrasi gula yang tinggi diperlukan untuk mendapatkan hasil yang banyak. . hydrogen dan oksigen yang berasal dari karbohidrat diperlukan juga nitrogen. Fermentasi kultur terendam Saat ini sebagian besar (80%) produksi asam sitrat berasal dari fermentasi kultur terndam. besi. Dalam hal ini diperlukan defisiensi nutrsional logam-logam dan fosfat. Beberapa factor sangat menetukan persiapan media. garam organic. Faktor-faktor tersebut adalah kandungan gula. mikroba kurang sensitife terhadap tingginya konsentrasi mineral mikro. Fermentasi permukaan pada media cair Fermentasi ini menggunakan media cair pada wadah dangkal (tidak terlalu dalam) sehingga memperluas bidang kontak antara media dengan oksigen di udara. pulp tebu dan limbah pengolahan nenas. Substitusi parsial terhadap sukrosa dan fruktosa atau glukosa. Hidrolisa parsial selama sterilisasi juga menurunkan hasil asam sitrat. pH.Fermentasi ini menggunakan media padat dari limbah pengolahan hasil pertanian.

selain itu juga dihasilkan kalsium glukonat. . Mereka menyatakan bahwa jumlah asam sitrat yang dihasilkan akan meningkat seiring dengan peningkatan suhu dari 8 – 28 0C. Diatas 30 0 C produksi asam sitrat akan menurun dan produksi asam oksalat justru akan meningkat. sedangkan asam keluar dengan cara difusi. 5) Suplai oksigen Suplai oksigen (melalui udara) yang terlalu banyak justru akan menurunkan rendemen. Laju awal proses enzimatik dan difusi akan menentukan beberapa lama fermentasi berlangsung. Tetapi suplai udara yang terlalu sedikit juga berakibat tidak baik terhadap asam sitrat. 6) Suhu Suhu yang tepat tergantung pada organisme dan kondisi fermentasi. Kadang-kadang justru rendemen akhir fermentasi dengan suplai udara khusus sama saja dengan rendemen akhir fermentasi tanpa suplai udara. Doelgar dan Prescott menegaskan bahwa 26 28 0 C adalah suhu yang paling optimum. Penggunaan pH rendah banyak menguntungkan yakni hasil asam sitrat yang tinggi. 4) Nisbah luas permukaan terhadap volume media Dalam fermentasi asam sitrat konversi gula menjadi asam sitrat dilakukan oleh enzimenzim intrasel dan berlangsung dalam sel yang membentuk suatu lapisan miselium. Garam-garam anorganik dan pH sangat berpengaruh terhadap prporsi asm sitrat dan oksalat yang dihasilkan. Biasanya fermentasi dilakukan pada suhu 25 – 35 0C. pembentukan asam oksalat tertekan dan bahaya kontaminasi minimum.3) Keasaman (pH) Kemantapan pH adalah factor yang terpenting dalam proses fermentasi. Gula masuk ke dalam sel-sel secara osmosis. Jadi pH dan garam anorganik harus demikian hingga produksi asam sitrat tinggi dan sebaliknya asam oksalat ditekan serendah mungkin. Aspergillus niger pada suhu inkubasi menghasilkan kalsium sitrat sebanyak 25 – 30 gram dari 200 gram molase yang mengalami dua hari fermentasi.

2 Skema Kerja 3.25 gram KH2PO4 2.2 Alat yang digunakan a Fermentor berbentuk Erlenmeyer 100 mL yang dilengkapi dengan pengaduk b c d e f g h magnetic.1 Media Pertumbuhan dan Media Produksi Mencampurkan semua bahan untuk media pertumbuhan dan media produksi dalam erlenmeyer 1 L Memipet 5 ml dan masukkan ke Menuangkan kembali larutan dalam tabung yang berisi Melepaskan spora yang Inkubasi dalam inkubator 100 ml (media pertumbuhan) ke dalam media pertumbuhan biakan jamur melekat hingga terlarut semua shaker 800 ml (media produksi) .5 gram FeCl3 0.8  Aquadest 900 mL 3.1 Bahan yang digunakan a Biakan murni Aspergillus Niger b Media pertumbuhan  kentang 200 gram  dextrose 200 gram  CaCO3 0.2.0025 g HCl sampai PH 3.01 g ZnSO4 0.1.1 Alat dan Bahan 3.1.5 gram MgSO4.02 gram  Aquadest 1000 gram c      Media sintesis Shu & Johnson  Sukrosa 140 gram  Urea 2.02 gram  MgSO4 0.7H2O 0.BAB III METODOLOGI PERCOBAAN 3. aerasi dan saluran pengambilan sampel Incubator yang dapat diatur suhunya Botol sampel Buret Erlenmeyer 50 mL Corong kaca Refraktometer Shaker 3.

3.2.2 Proses Fermentasi Memasukkan 100 ml media pertumbuhan ke dalam media pertumbuhan Menyusun alat untuk fermentasi Melakukan sampling 1 jam sekali Melakukan titrasi sampel dengan NaOH 1 M Mengukur brix dari larutan .

3 Konsentrasi sukrosa (%) 13.BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 4.0.3 1.32 12.1.6 2.4 9.1 Data Kalibrasi Konsentrasi sukrosa (%) 0 1 3 5 10 14 Brix 0 0.5 1.3 12.3 12.95x .3 1.1 Hasil Pengamatan 4. NaOH(mL) 1.2 13.15 Chart Title 14 12 f(x) = 0.21 Vol.55 4.2 Data Pengamatan No Waktu Brix 1 2 3 4 5 0 1 2 3 46 12.1.89 13. Asam Sitrat(mL) 5 5 5 5 5 Vol.21 13.4 .3 2.21 13.24 10 8 brix 6 4 2 0 0 2 4 6 8 10 12 14 16 konsentrasi sukrosa 4.4 12 12.

03 0.022 0.6 7 8 9 4.58 2.01 R² = 0.2 2.01 0.2 2.69 2.63 5 5 5 5 2.53 13.56 0.02 konsentrasi 0.013 0.024 0.022 0.01 0 0 10 20 30 40 50 60 waktu Gambar 2.013 0.024 pH Asam Sitrat 2.69 2.56 2.02 0.58 2.96 0.57 2.023 0.013 0.63 13.015 0.3 2.69 2.03 f(x) = 0x + 0.4 Pengolahan Data No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 waktu 0 1 2 3 44 45 46 47 48 Konsentrasi Asam Sitrat (N) 0.3 47 48 49 50 12.6 12.7 12.66 2. Kurva konsentrasi asam sitrat terhadap waktu fermentasi .7 13.7 12.1.63 13.

65 pH 2.69 R² = 0.4 0 10 20 30 40 50 waktu Gambar 4.6 2.8 12. Kurva konsentrasi sukrosa terhadap waktu 60 .2 konsentrasi 13 12.01x + 13.45 0 10 20 30 40 50 60 waktu Gambar 3.55 2.14 13.6 12.2.4 13.0x + 2. Kurva pH asam sitrat terhadap waktu fermentasi 13.95 2.6 f(x) = 0.8 13.5 2.7 f(x) = .75 2.

Politeknik Negeri Ujung Pandang. Jurusan Teknik Kimia. .2 Pembahasan DAFTAR PUSTAKA Petunjuk Praktikum Teknologi Bioproses. Politeknik Negeri Ujung Pandang.4. Teknologi Bioproses. Makassar. Jursan Teknik Kimia.2005 Tim Penyusun. Makassar.

0. 0.0.3 mL .16x10-4.Masam sitrat pH = -log √3.NNaOH = 1.2 mL .16x10-4. Nasam sitrat Nasam sitrat pH = VNaOH .05 N Sampel 1 Vasam sitrat. Nasam sitrat Nasam sitrat pH pH pH Sampel 8 = VNaOH .4 mL .Masam sitrat = -log √3.16x10-4. 0.0.0.16x10-4.05 N = 0. 0.Masam sitrat = -log √3.LAMPIRAN  Penentuan pH Asam Sitrat Konsentrasi NaOH = 0. Nasam sitrat Nasam sitrat pH pH = -log √Ka. Nasam sitrat Nasam sitrat pH pH pH = VNaOH .022 N = -log √Ka.05 N = 0.NNaOH = 2.58 Sampel 7 Vasam sitrat.013N = -log √Ka.2 mL .015 = 2.024N = VNaOH .013 = 2.05 N = 0.16x10-4.0.013 = 2.05 N = 0.58 .69 Sampel 4 Vasam sitrat. 0.0.022 = 2.NNaOH = 2.69 Sampel 3 Vasam sitrat.013N = -log √Ka.013 N = -log √Ka.5 mL . Nasam sitrat 5 mL .3 mL . Nasam sitrat 5 mL .16x10-4.Masam sitrat = -log √3.Masam sitrat = -log √3.69 Sampel 5 Vasam sitrat.NNaOH = 1. Nasam sitrat 5 mL .015 N = VNaOH .05 N = 0. Nasam sitrat 5 mL .024 = 2.022N = -log √Ka.3 mL . Nasam sitrat 5 mL . Nasam sitrat Nasam sitrat pH = VNaOH . 0.56 Sampel 6 Vasam sitrat. 0. Nasam sitrat Nasam sitrat pH pH = -log √Ka.Masam sitrat = -log √3.0. Nasam sitrat Nasam sitrat pH = VNaOH .022 = 2.NNaOH = 1.013 = 2.16x10-4.NNaOH = 2.05 N = 0.0. Nasam sitrat 5 mL . Nasam sitrat 5 mL .66 Sampel 2 Vasam sitrat.NNaOH = 1.05 N = 0.Masam sitrat = -log √3.

0.NNaOH = 2.0.21 13.05 N = 0.949 Didapatkan data hasil perhitungan sebagai berikut : No waktu Brix Konsentrasi sukrosa (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 46 47 48 49 50 12.4mL .21 13.7 12. 0.16x10-4.6 12.NNaOH = 2.949x . 0.63 13.Vasam sitrat.4 12 12.Masam sitrat = -log √3.21 13. Nasam sitrat 5 mL . Nasam sitrat Nasam sitrat = -log √Ka.05 N = 0.3 12.024 = 2.53 13.0.57 pH pH pH = VNaOH .237 sehingga rumus yang digunakan pada perhitungan konsentrasi sukrosa pada sampel adalah : Konsentrasi glukosa ( x )= Brix ( y ) +0.7 12.3 12.Masam sitrat = -log √3.63 .023N Sampel 9 Vasam sitrat.89 13. Nasam sitrat 5 mL .7 13.3 12. Nasam sitrat Nasam sitrat pH = VNaOH .3 mL . didapatkan persamaan : y = 0.56  Perhitungan Kadar sukrosa pada Sampel: Berdasarkan persamaan garis yang dibuat dari kurva kalibrasi.023 = 2.237 0.32 12.16x10-4.024N = -log √Ka.63 13.