Diferensial Parsial

Turunan didefenisikan sebagai laju perubahan sebuah fungsi. Jika y = f(x), maka
dy/dx merupakan slope dari kurva y = f(x), yang merupakan laju perubahan y terhadap x.

Aplikasi dari turunan antara lain: untuk menentukan kecepatan, percepatan, laju
pendinginan, menentukan titik maksimum dan minimum dari suatu kurva dan
menentukan deret kuasa dari suatu fungsi.
I. Defenisi Turunan Parsial (derivative Partial)
Turunan dari suatu fungsi dimana fungsi tersebut terdiri dari beberapa variabel
bebas disebut turunan parsial. Contoh: dalam termodinamika gas ideal PV = nRT.
Dalam kasus ini ada beberapa variabel yang dapat dijadikan variabel bebas:
∂P
∂P
∂T
∂T
,
,
,
dst
∂T v
∂v T
∂p v
∂v p

( )

( )

( )

( )

Turunan parsial f(x,y) terhadap x (artinya: perubahan fungsi f terhadap x sejauh
x dengan y dibuat tetap) didefenisikan dengan:

∂(f ) ∂ f
f ( x+ ∆ x , y )−f (x , y )
1
= =f = lim
∂x ∂x
∆x
x ∆x → 0
Turunan parsial f(x,y) terhadap y didefenisikan dengan:
∂(f ) ∂ f
f ( x , y+ ∆ y )−f (x , y )
2
= =f = lim
∂ y ∂ y y ∆ y →0
∆y
Contoh 1 Tentukan fx dan fy dari fungsi f(x,y) = xy2
( x +∆ x ) y2 −x y 2
y 2 {( x +∆ x )−x }
∂f
y2 ∆ x
Solusi.
=f = lim
= lim
= lim
= y2
∂ x x ∆ x →0
∆x
∆x
∆ x→ 0
∆ x →0 ∆ x
2

2

x ( y + ∆ y ) −x y
∂f
2 xy ∆ y + x ∆ y 2
=f = lim
= lim
= lim (2 xy+ x ∆ y )=2 xy
∂y
∆y
∆y
∆ y →0
∆ y→0
∆ x →0
y

Selain

∂f
∂f
=f
=f
,
∂x x
∂y
y
∂ ∂f
∂2 f
=
=f
∂ y ∂ x ∂ y ∂ x xy

, turunan parsial yang lain yaitu:
∂ ∂f
∂2 f
=
=f
∂x ∂ y ∂x ∂ y
yx

( )

( )

3
∂ ∂f
∂2 f
= 2 =f
∂x ∂x ∂x
xx

∂ ∂f
∂2 f
= 2 =f
∂y ∂y ∂y
yy

( )

( )


∂2 f
∂3 f
= 2 =f
∂ y ∂ y ∂x ∂ y ∂x
yyx

(

)

Contoh 2: tentukan

∂z
∂x

dan

,

dst

∂z
∂y

dari fungsi z = x2y3

fxt.sin (x-t) – sin (x+t) 2 2 II. fyy. Diferensial Total dan turunan total . fxx.r2 sin2 ¿ 2 2 2 2 2 ∂z =2 r ¿ cos  . fyx fx = ex cos y fy = -ex siny ∂2 f f xx = 2 =e x cos y ∂x f xy = ∂2 f f yy= 2 =−e x cos y ∂y ∂2 f =f =−e x sin y ∂ y ∂x yx Latihan 2 1.sin ) = 2r (cos  . fxt. ft.ftx.ftt jawab.ftt jawab. fxx. fxy.ftx. fx = ft = −2( x+t )e−(x+t ) fxx = fxt = ftx = ftt = (4 ( x +t)2−2) e−(x+t ) 2. yang menjadi var.(1 .y) = ex cos y.cos )) = 2r (2 cos  . f(x. Jika fungsi z = x2 – y2 dengan x = r cos  dan y = r sin  dan r2 = x2 + y2 . ft. fy. Tentukan fx. bebas adalah x sehingga yang diturunkan hanya terhadap x) 3 3 ∂z ∂(x y ) = =3 x 2 y 2 ∂y ∂x Contoh 3.1) ∂r Atau 2 2 2 2 2 ∂ z ∂ ( x − y ) ∂ ( x −r −x ) = = =−2 r ∂r ∂r ∂r 2 2 2 2 2 2 2 ∂ z ∂ ( x − y ) ∂ ( r − y − y ) ∂ ( r −2 y ) = = = =2 r ∂r ∂r ∂r ∂r Contoh 4: jika f(x.3 3 ∂ z ∂(x y ) = =2 x y 3 ∂x ∂x Solusi: (y3 dibuat konstan. Tentukan fx. f(x.t) = e−(x +t) tentukan fx.t) = sin(x-t)+ sin(x+t) . tentukanlah ∂z ∂r Solusi: z = x2 – y2 = r2 cos2 .sin (x-t) – sin (x+t) fxt = ftx = sin (x-t) – sin (x+t) ftt = . fxx. fx = cos (x-t) + cos(x+t) dan ft = -cos (x-t) + cos (x + t) fxx = .

jika z = f(x. laju perubahan dari fungsi z adalah akibat perubahan sebesar dx pada arah x dan dy pada arah y. dengan pengertian: dy Δy = lim dx Δ x→ 0 Δ x (artinya Δy −¿ Δx dy →0 ) dx 4 dx = x dan dy  y dan dy adalah pendekatan tangent atau pendekatan linear dari y. ∂w ∂w ∂w dx + dy + dz ∂x ∂y ∂z Diferensial fungsi dari fungsi disebut aturan rantai atau aturan chain (chain Rule): Jika z = f(x. jika perubahan pada y adalah dy dan pada x adalah dx maka dy=¿ ∂y ∂x dx (ini disebut dengan diferensial total yaitu pendekatan x = dx dan y= dy) Dengan cara yang sama.z) dw= III.y) dan y’ = dy/dx = df(x)/dx adalah slope tangent kurva di titik (x.y).Gambar 1 adalah kurva y = f(x) pada bidang (x. maka: dz dz dx dz dy = + dt dx dt dy dt Jika z = f(x. Diferensial total untuk tiga variabel w = f(x.v). y = f(x) dy y Dari gambar 1 kita menggunakan x untuk perubahan di x dan y untuk perubahan x = dx di y.y) dimana x = f(t) dan y = g(t). maka diferensial total dari fungsi tersebut adalah dz= ∂z ∂z dx + dy ∂x ∂y Artinya. maka: dz dz dx dz dy = + du dx du dy du dz dz dx dz dy = + dv dx dv dy dv .y).y) dimana x = f(u.y.v) dan y = g(u. jika perbedaan pada persamaan 4 sangat kecil maka Δy =¿ Δx dy dx +   0 seperti x 0 maka Δ y =¿ dy dx x Dapat juga dituliskan.

2 2 dH −0. Sebuah mobil melalui daerah ini dengan koordinat x(t) = -7 + 10 cos (10t) dan y(t) = 4 + 10 sin (10t).02.02 y e−0. e−0.y) = x2 + 3xy terhadap x.4 e−0.(−100 sin ( 10 t )) dx dt 2 2 dH dy =−0.3.y) = 2 2 e−0.Turunan total dari f(x) = df ∂ f ∂ f d x2 ∂ f d xn = + +…+ d x1 ∂ x1 ∂ x2 d x1 ∂ xn d x1 Contoh: tentukan turunan total dari f(x.01.0 ) ) ]+ [−0.0 ) ) ] dt 2 2 Maka kecepatan mobil = IV.01(x + y ) .(−100 sin ( 10.0−2.1 ) e =−8 e ≈−6.230 dt Fungsi IMPLICIT Fungsi y(x) didefenisikan sebagai fungsi implicit jika u(x.01( x + y ) .01( x + y ) .02 x e−0.25 =( 2. Tentukan kecepatan mobil dimana ketinggian mobil bertambah atau berkurang pada t = 0.01 ( x + y ) . Untuk menghitung dy/dx terlebih dahulu kita memecahkan persamaan u(x.(100 cos ( 10.02 x e−0.01 ( x + y ) .02.(100 cos (10 t )) dy dt 2 2 dH =[−0.y berdasarkan persamaan H(x.25 −0.01( 3 +4 ) . sehingga dH =[−0.01 (3 +4 ) .y) = 0. bergantung pada dua peta koordinat x.(−100 sin ( 10t ) ) ] + [−0. jika diberikan y = sin-1x Solusi. Dengam x1 = x dan x2 = y maka: ∂f =2 x+3 y ∂x dy 1 = dx √ 1−x 2 ∂f =3 x ∂y df 1 =2 x +3 y+ 3 x dx √1−x 2 Contoh.02 y e−0.4 . H.3 .y) = 0 bagi y kemudian menurunkannya terhadap x: .(100 cos ( 10t ) ) ] dt 2 2 2 2 Pada t = 0. Solusi: dH dH dx dH dy = + dt dx dt dy dt dH dx =−0. x = 3 dan y = 4. diketahui level elevasi/peninggian tanah di laut.

y.1) Solusi. u(x.y) terhadap x dan y: du =2 x −4 y +7 dx du =4 y−4 x dy du =13 dx dititik (1. Misalkan fungsinya y = f(x). fungsi implicit u(x.y) dimana ∂u ≠0 ∂y Contoh. Jadi kemiringan kurva dititik (1.y) = 0 menyatakan sebuah kurva pada bidang xy dan dy/dx menyatakan kemiringan garis singgungnya dititik (x. Aplikasi diferensial parsial untuk masalah nilai maksimum dan minimum Dalam diferensial biasa. tentukan kemiringan garis singgung pada kurva x 2 + 2y2-4xy + 7x = 3 di titik (1. secara geometris.…) = 0 du= ∂u ∂u ∂u dx + dy + dz +…=0 ∂x ∂y ∂z Dari persamaan ini. du =−8 dy dititik (1. terbaca: ∂u dz ∂x = dx ∂u ∂z − ∂u dz ∂y = dy ∂u ∂z − dan V.-1) adalah dy 13 = dx 8 ( ) Fungsi implicit untuk tiga variabel atau lebih yakni u(x. -1). maka nilai/titik ekstremnya ditentukan dari dy/dx = 0.z.du= ∂u ∂u dx + dy=0 ∂x ∂y ∂u dy ∂x =− dx ∂u ∂y () Asalkan ∂u ≠0 ∂x .y) = x2 + 2y2-4xy + 7x – 3 = 0 Turunan parsial u(x. nilai ekstrem (nilai maksimum dan minimum) sebuah kurve adalah bahwa turunan pertama persamaan fungsi kurve pada masing-masing variabel adalah nol. -1). .

y) = 8x3 – 2x = 0 8x3 – 2x = 2x (4x2 – 1)=0  x = 0 dan x =±1/2 . Minimum jika fxx(a. maka persoalan nilai ekstrem ini disebut unconstrain Contoh. dengan nilai ekstrem maksimumnya: f(x.2 = 0 pers 1 subs ke 2  1) 2) x = 2y + 2 = 2(2x + 2) + 2  x = -2 dan y = -2 jadi titik ekstrem dari f(x. Maksimum jika fxx(a.-2) = 8 (substitusikan (-2. Titik pelana/sadlle jika D<0 dan fxx(a. D=det [ f xx f xy f yx f yy ] Dengan penentuan syarat cukup untuk ekstrem: a.b)>0 dan D>0 c.b) bukan suatu nilai eksterm d. Jika D = 0. kita lakukan dengan menurun parsialkan keduanya fxx. Carilah titik ekstrem dari fungsi f(x.y) = xy-x 2-y2-2x-2y+4 dan tentukan jenis ekstremnya? Solusi: fx = df/dx = y – 2x – 2 = 0  y = 2x + 2 fy = df/dy = x – 2y .-2) kedalam persamaan fungsi f(x. maka tidak ada yang dapat disimpulkan dari jenis fungsi ekstremnya/tidak member kesimpulan Kasus 1: jika variabel x dan y bebas/tidak berhubungan.y) adalah (-2.y)) b. Tentukan nilai ekstrem dan jenisnya dari fungsi f(x.-2) merupakan titik ekstrem maksimum dari fungsi f.y) maka nilai ekstremnya diperoleh dari: Fx = dz/dx = 0 dan fy = dz/dy = 0 Untuk mencirikan jenis ekstremnya.-2) jenis ekstremnya: fxx = d2f/dx2 = – 2 fyy = d2f/dy2 = -2 fxy = fyx = d2f/dydx = 1 determinan dari turunan parsial f(x. Solusi: fx(x.b) adalah titik ekstrem dari fungsi f(x.y)) Contoh 2.y) D=det [ f xx f xy f yx f yy ] [ −2 1 = det 1 −2 ] = 4-1 = 3 > 0 karena exx = -2 < 0 dan D = 3 > 0 maka titik (-2.Jika dua variabel z = f(x. fyy dan fxy dan selanjutnya mencari determinannya.y) = 2x4 –x2 + 3y2.b)<0 dan D>0 (Titik (a.y) = f(-2.

z) yang terdekat ke titik asal 0 pada sebuah permukaan bidang V = x – y + 2z = 2 Solusi. 3 ke pers 1 diperoleh: f(x.0) jenisnya: D x=0=det [ f xx f xy f yx f yy ] [ ] [ ] [ −2 0 = det 0 6 ] = -12 < 0 untuk fxx = -2 Dx=1 /2=det 4 0 0 6 = 24 > 0 untuk fxx = 4 D x=−1 /2=det 4 0 0 6 = 24 >0 untuk fxx = 4 Kesimpulan Dx=0 < 0 maka jenis ekstrimnya titik pelana f(0.y.z) = 0 dapat dipecahkan dengan cara eliminasi dan pengali langgrange.y)= 3x 3 + y2 – 9x + 4y Kasus 2: Jika variabel x dan y memiliki hubungan tertentu.y. Jika fungsi f(x.0) = 2x4 –x2 + 3y2 = -1/8 Soal: tentukan ekstrem untuk fungsi f yang didefenisikan oleh F(x. Jarak sebuah titik P(x.z) = x 2 + (x + 2z – 2) 2+ z2 = 2x2 + 4xz + 5z2 – 4x – 8z + 4 Nilai ekstremnya: .z) = d2= x2 + y2+ z2 √ x2 + y 2 + z 2 1) Constrainnya (x. 0) dan (-1/2.y.y.y.y) = 6 fxy(x.0).y.y.z) dengan nilai constrain (x.y) = fyx(x. maka persoalan nilai ekstrem ini disebut constrain.y) = 0 nilai ekstremnya (0.y) = 24x2 – 2 untuk x = 0 maka fxx = -2.y =0 fy(x.0) = 0 Dx=±1/2 = titik ekstremnya minimum dengan nilai minimum local pada f(±1/2.z) ke titik asal O adalah d = OP = Jadi f(x. Cara eliminasi Tentukanlah letak titik P(x. 1.z) = x – y + 2z – 2 = 0 2) Dari persamaan constrain diperoleh y = x + 2z – 2 3) Sisipkan pers.y) = 6y = 0 fxx(x. (1/2. untuk x = ½ dan -1/2 maka fxx = 4 fyy(x.

2/3) fxx = 4 fzz = 10 jenis ekstremnya: fxz = fzx = 4 [ D=det 4 4 4 10 ] = 40 – 16 = 24 >0 dan fxx = 4 > 0 maka jenis titik ekstremnya minimum.y) yang mana nilai x dan y berhubungan dengan persamaan konstrainnya yaitu (x. Jarak titik terdekat ke titik asal diperoleh dengan cara mencari nilai variabel y dengan memasukkan (x. Terdapat sebuah garis lurus dari pusat ke titik (x. Untuk .y).y) dan diperoleh: f(x) = x2 + (1 – x2)2 = x2 + 1 .y) = x2 + y2 dan (x.y.1 + x2 = 0 Substitusikan persamaan konstrain : y = 1 – x2 ke f(x. Kita ke ingin meminumkan jarak d = √ x2 + y 2 dari pusat ke titik (x.y) = y .b) = (1/3. Tentukan jarak minimum garis (x.2/3) ke dalam persamaan bidang V = x – y + 2z = 2 diperoleh y = -1/3 y Jadi jarak terdekat titik P (x. Jadi nilai terdekat ke titik asal berada pada x = ± √1/2 dan y = ½ 2.y) titik pusat. 2/3) (x.fx = 4x + 4z – 4 = 0  4x = -4z + 4  x = -z + 1 fz = 4x + 10z – 8 = 0  10z = 8 – 4x  z = (8 – 4(-z + 1))  z = 2/3 dan x = 1/3 titik ekstremnya P(a.y) = (1/3. Metode Pengali Lagrange Jika kita ingin mencari nilai ekstrem dari fungsi f(x.z) yang terdekat dengan titik asal adalah x pada titik P(1/3.y) = konstanta.2x2 + x4 = x4 – x2 + 1 mencari nilai ekstrim : fx = 4x3 – 2x = 0 diperoleh x = 0 dan x = fxx = 12 x2 – 2 ± √1/2 {4−2padapadax=±x=0√2 karena D = 0 maka tidak dapat disimpulkan minimum atau maksimum.y) Contoh 2 : sebuah kawat dibelokkan membentuk kurva y = 1 – x 2.y) seperti yang ditunjukkan gambar. -1/3. f=d2 = x2 + y2 (x dan y tidak bebas tetapi berhubungan dengan persamaan kurve: y = 1 – x2 Kita tuliskan kembali: f(x.

z) = xyz dan (x.y. Dapat kita tuliskan: df = ∂f ∂f dx + dy=0 ∂x ∂y dϕ= ∂ϕ ∂ϕ dx+ dy=0 ∂x ∂y Jumlahkan df + d =  x dϕ= ∂ϕ ∂ϕ dx+ dy=0 ∂x ∂y ( ∂∂ xf + ∂∂ϕx )dx +( ∂∂ fy + ∂∂ ϕy )dy =0 Dengan memandang x dan y bebas.z) = xyz dan luas kotak tanpa penutup atas = L = luas alas + 2(luas sisi kiri dan kanan) + 2 (luas sisi muka dan belakang) = xy +2xz + 2 yz = 108 cm 2 (anggap kotak berada pada oktan pertama dan sisinya berimpit dengan sumbu –x.z) = xyz + xy +2xz + 2yz Terdapat tiga persamaan turunan parsial.y) = f(x.y.z) + (x.y) Contoh 1. y dan z) Jadi: f(x. yakni: ∂f ∂ ϕ + =0 ∂x ∂ x  yz + (y+2z) = 0 ** * .mendapatkan nilai ekstrem dari f maka kita meng-set fx = 0.z) = f(x.z) = xy +2xz + 2yz = 108 F(x. maka dx dan dy juga bebas.y.y.y. jika luas permukaannya 108 cm3 Penyelesaian: Diketahui volume kotak f(x.y) + (x. sehingga kita peroleh: ∂f ∂ ϕ + =0 ∂x ∂ x ∂f ∂ϕ + =0 ∂y ∂y dan Jadi dapat kita tuliskan persamaan syarat ekstrem dari fungsi sbb: F(x.y. fy = 0 dan d = 0. berapakah ketiga sisi sebuah kotak tanpa penutup atas dengan volume maksimum.

∂f ∂ϕ + =0 ∂y ∂y  xz + (x+2z) = 0 ∂f ∂ ϕ + =0 ∂z ∂z  xy + (2x+2y) = 0 Untuk memecahkan ketiga persamaan di atas. Contoh 2. diperoleh: yz + (y+2z) = 0  1− x ( y +2 z ) =0 72  xz + (x+2z) = 0  1− y ( x+ 2 z )=0 72  xy + (2x+2y) = 0  1− z ( 2 x +2 y )=0 72  dari pers  dan  diperoleh x = y. Kita perlu memaksimalkan T(x. hasil ini masukkan ke persamaan  diperoleh: 2zx + 2zy = 72  2zx +2zx = 72  4zx = 72 sehingga zx = 18  z = 18/x Substitusikan z = 18/x ke pers  diperoleh xy + 2xz = 72  x2 + 2x. kalikan masing-masing pers. Penyelesaian.y) = T(x. dan z lalu dijumlahkan: xyz + (yx+2zx) = 0 xyz + (xy+2yz) = 0 xyz + (2xz+2yz) = 0 + 3xyz + (2xy+4yz+4zx) = 3xyz + 2(xy + 2yz + 2zx) = 3xyz + 2(108) = 0 jadi  = -(xyz/72) Masukkan nilai  ke dalam ketiga persamaan **.y) dalam ruang diberikan oleh T(x.y) = (1 + xy) +  (x2 + y2) ∂T ∂ ϕ + = y +2 λx=0 ∂x ∂ x ∂f ∂ϕ + =x +2 λy=0 ∂y ∂y Pers ** masing-masing di kali y dan x supaya: ** . Jadi ukuran sisi-sisi kotak yang dikehendaki adalah x = y = 6 dan z = 3. Carilah dua titik suhu terpanas dalam lingkaran.y)= 1 + xy. 18/x = 72 x2 + 36 = 72  x2 = 36 sehingga x = y = 6 dan z = 3.y) berdasarkan constrain x2 + y2 = 1 Dapat kita tuliskan T(x. y. Temperatur pada sebuah titik (x.y) + (x. berturut-turut dengan x.

tetapi jika kita mengerjakan persoalan gelombang bunyi dalam ruang. s = x – vt ∂2 F 1 ∂2 F − =0 ∂ x2 v 2 ∂t 2 Penyelesaian: 1. . √2 √2 = 3/2 pada titik y = x =  1 √2 Perubahan Variabel (Change Of Variable) Aplikasi lain dari diferensial parsial adalah mengubah variabel. misalnya dari koordinat rectangular menjadi koordinat polar. Mari kita lihat hubungan antara koordinat polar dan rectangular pada gambar berikut: Contoh1. Sebagai contoh jika kita mengerjakan persoalan getaran pada membrane bundar atau aliran panas pada tabung silinder maka koordinat polar lebih baik digunakan. . dll. Diferensialtotalkan persamaan berikut r = x + vt . s = x – vt: ∂r ∂r ∂s ∂s =1 dan =v selanjutnya =1 dan =−v ∂x ∂t ∂x ∂t ∂ F ∂ F ∂2 F ∂ 2 F . maka koordinat rectangular/kartesian lebih baik. Kita cari ∂ x ∂t ∂ x 2 ∂t 2 . 2. Rubahlah persamaan gelombang berikut ke dalam variabel r = x + vt . 1 1 .2 y +2 λxy =0 dan 2 x +2 λxy=0 kemudian dijumlahkan: (x2 + y2) + 4xy = 1 + 4xy =0 Dari sini kita peroleh  = -1/4xy Masukkan nilai  ke pers ** : y=x=  y +2 λx= y−2 1 1 x= y − =0 4 xy 2y 1 √2 Jadi temperature maksimum pada lingkaran adalah T = 1 + xy = 1 + VI.

∂ρ x x = = =cosϕ 1/ 2 ∂ x ( x2 + y2 ) ρ ∂ϕ ∂ϕ dan ∂x ∂y tan  = y/x (tan) = ( y/x) −y ∂x Sec2  = 2 x −y −y −y 2 2 ∂ϕ x x x2 = = = ∂ x sec 2 ϕ 1+ tan 2 ϕ y 1+ x 2 () ∂ϕ −y −ρsin ϕ −sin ϕ = = = ∂ x x 2+ y 2 ρ ρ2 II.t) menjadi 2 ∂r∂s ∂ x v ∂t ( ) ( ) (r. Tuliskan persamaan laplace berikut dalam koordinat polar x =  cos  dan y =  sin  2 2 ∂ F ∂ F + =0 2 2 ∂x ∂y Penyelesaian: kita ketahui bahwa dalam koordinat polar 2 = x2 + y2 dan  = tan1 (y/x) 1. ∂F ∂F ∂ ρ ∂ F ∂ϕ ∂ F ∂ F sin ϕ = + = cosϕ− ∂ x ∂ ρ ∂ x ∂ϕ ∂x ∂ρ ∂ϕ ρ ∂F ∂F ∂ ρ ∂ F ∂ϕ ∂ F ∂ F cosϕ = + = sinϕ+ ∂ y ∂ ρ ∂ y ∂ϕ ∂ y ∂ ρ ∂ϕ ρ ∂ρ y y = = =sinϕ 1/ 2 ∂ y ( x 2+ y 2 ) ρ (tan) = ( y/x) 1 ∂y Sec2  = x 1 1 ∂ϕ x x = = = 2 ∂ y sec ϕ 1+ tan 2 ϕ 1 x y 1+ x 2 () ∂ϕ x ρcos ϕ cos ϕ = 2 2= = 2 ∂y x +y ρ ρ  ∂ ∂ ∂ sin ϕ = cosϕ− ∂x ∂ ρ ∂ϕ ρ ∂ ∂ ∂ cosϕ = sinϕ+  ∂y ∂ρ ∂ϕ ρ .s) Contoh 2.∂ F ∂ F ∂r ∂ F ∂ s ∂ F ∂ F ∂ ∂ ∂ = + = + = + F= F ∂ x ∂r ∂ x ∂s ∂ x ∂r ∂s ∂r ∂s ∂x ( ) ∂F ∂F ∂r ∂ F ∂ s ∂F ∂F ∂ ∂ ∂ = + = v− v=v − F= F ∂t ∂ r ∂t ∂ s ∂ t ∂ r ∂s ∂r ∂ s ∂x ( ) ∂ F ∂ ∂F ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂F ∂F ∂ F ∂ F ∂ F = =( + )( + ) F=( + )( + = +2 + ) ∂r ∂ s ∂ r ∂ s ∂ r ∂ s ∂r ∂ s ∂r ∂ s ∂ s ∂x ∂x ∂x ∂r ∂ F ∂ ∂F ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂F ∂F ∂ F ∂ F ∂ F = =v ( − ) v ( − ) F=v ( − )(v −v =v ( −2 + ) ∂ t ∂t ∂r ∂ s ∂r ∂s ∂r ∂s ∂r ∂s ∂r ∂s ∂s ) ∂t ∂r 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Subst ke pers gelombang: 2 ∂2 F 1 ∂2 F ∂2 F ∂2 F ∂2 F 1 ∂2 F ∂2 F 2 ∂ F − = + 2 + − v −2 + =0 . 2 2 2 2 2 2 ∂ r ∂ s ∂ s2 ∂r ∂ s ∂ s 2 ∂ x v ∂t ∂r v ∂r ∂2 F 1 ∂2 F ∂2 F − 2 2 =4 =0  perubahan variabel dari koordinat (x. Turun parsialkan masing-masing pers.

DIFERENSIAL DARI INTEGRAL: Dikenal dengan HUKUM LEIBNIZ’ Kita mendefenisikan bahwa integral merupakan lawan/anti dari turunan. jika: x f ( t ) dt=¿ F (t)|a dF ( x) x f ( x )= maka = F(x) –F(a) dimana a adalah konstanta dx ∫¿ a Jika kita turunkan terhadap x kita peroleh: f ( t ) dt=¿ d d x F(x) –F(a) = F(x) = f(x) d ¿ dx dx ∫ dx a Dengan cara yang sama a f ( t ) dt=¿ F (t)|x 1 = F(a) –F(x) a ∫¿ x f ( t ) dt=¿ x d ∫¿ dx a d dx [F(a) –F(x)] = −d dx F(x) = -f(x) 2 x Contoh 1 carilah d ∫ sin t dt dx π / 4 penyelesaian x x ∫ sint dt=−cost|π =−cosx+1/ 2 √2 π/4 4 Kita ubah x pada pers 1 menjadi v dan x pada pers 2 menjadi u .∂2 F ∂ ∂ ∂ ∂ sin ϕ ∂ ∂ sin ϕ ∂ ∂ sin ϕ ∂ F ∂F s = F= cosϕ − cosϕ− F= cosϕ− cosϕ− 2 ∂ρ ∂ϕ ρ ∂ρ ∂ϕ ρ ∂ρ ∂ϕ ρ ∂ρ ∂ϕ ∂ x ∂ x ∂x 2 2 2 2 2 ∂ F ∂ F ∂ F cosϕsin ϕ ∂ F sin ϕ =cos2 ϕ −2 + 2 2 2 2 ∂ ρ∂ ϕ ρ ∂x ∂ρ ∂ϕ ρ 2 ∂ F ∂ ∂ ∂ ∂ cosϕ ∂ ∂ cosϕ ∂ ∂ cosϕ ∂ F ∂ F cos = F= sinϕ+ sinϕ+ F= sinϕ+ sinϕ+ 2 ∂ρ ∂ϕ ρ ∂ρ ∂ϕ ρ ∂ρ ∂ϕ ρ ∂ρ ∂ϕ ρ ∂y ∂y ∂y 2 2 2 2 2 ∂ F ∂ F ∂ F cosϕsin ϕ ∂ F cos ϕ =sin2 ϕ +2 + 2 2 ∂ ρ∂ϕ ρ ∂y ∂ρ ∂ ϕ2 ρ 2 Jumlahkan: ∂2 F ∂2 F ∂2 F ∂2 F cosϕsin ϕ ∂2 F sin2 ϕ ∂2 F ∂2 F cosϕsin ϕ ∂2 F cos 2 ϕ 2 2 + = cos ϕ −2 + + sin ϕ +2 + =0 ∂ ρ∂ϕ ρ ∂ρ∂ϕ ρ ∂ x2 ∂ y 2 ∂ ρ2 ∂ ϕ2 ρ 2 ∂ ρ2 ∂ ϕ 2 ρ2 ( ) ( )( ) ( ( ) ( )( ) ( ( ¿ )( )( )( ) ∂2 F ( 2 ∂2 F 1 ( 2 ∂2 F 1 ∂2 F 2 2 ) ) cos ϕ+sin ϕ + cos ϕ +sin ϕ = + =0 ∂ ρ2 ∂ ϕ 2 ρ2 ∂ ρ 2 ρ 2 ∂ ϕ2 [ ( )] ∂2 F ∂2 F ∂2 F 1 ∂ 2 F ∂ ∂ F 1 ∂2 F 1 ∂ ∂F 1 ∂2 F + = + = + = ρ + =0 ∂ x2 ∂ y 2 ∂ ρ2 ρ2 ∂ ϕ 2 ∂ ρ ∂ ρ ρ2 ∂ ϕ 2 ρ ∂ ρ ∂ ρ ρ2 ∂ ϕ2 ( ) ∂2 F ∂2 F ∂2 F 1 ∂ F 1 ∂2 F + = + + =0 Jadi ∂ x2 ∂ y 2 ∂ ρ 2 ρ ∂ ρ ρ2 ∂ ϕ 2 VII.

f (t) dt=¿ f ( v ) v d ∫¿ dv a f (t) dt=¿−f (u) b d ∫¿ du u Ingat u dan v fungsi dari x v I =∫ f (t) dt Misalkan u dI ∂ I du ∂ I dv = + dx ∂ u dx ∂ v dx f ( t ) dt=¿ f ( v ) dv du −f ( u ) dx dx v ( x) d ∫¿ dx u ( x ) maka f (t) dt=¿ f ( v ) v dI d = ∫¿ dv dv a dan f (t) dt=¿−f (u) b dI d = ∫¿ du du u .