You are on page 1of 3

PASTA

Definisi Pasta :
Pasta adalah sediaan berupa massa lunak yang dimaksudkan untuk pemakaian
luar. Biasanya dibuat dengan mencampurkan bahan obat yang berbentuk serbuk
dalam jumlah besar dengan vaselin atau parafin cair atau dengan bahan dasar
tidak berlemak yang dibuat dengan gliserol, mucilago atau sabun. Digunakan
sebagai antiseptik atau pelindung kulit.
Komposisi Formula :
Biasanya dibuat dengan mencampurkan bahan obat yang berbentuk serbuk
dalam jumlah besar dengan vaselin atau paraffin cair atau dengan bahan dasar
tidak berlemak yang dibuat dengan gliserol, musilago, atau sabun.
Basis :
Macam-macam Basis Pasta :
Basis Hidrokarbon
Karakteristik :
-

Tidak diabsorbsi oleh kulit

Inert

Tidak tercampurkan dengan air

Daya absorbs air rendah

Menghambat kehilangan air pada kulit dengan membentuk lapisan tahan


air & meningkatkan hisrasi sehingga meningkatkan abbsorbsi obat melalui kulit
Basis Absorbsi
Karakteristik : bersifat hidrofil dan dapat menyerap sejumlah tertentu air dan
larutan cair.
-

Non emulsi co : wool fat, wool alcohol, Bees wax, kolesterol.

Emulsi A/M co : Hydrous wool fat (lanolin), Oily cream.

Larut Air, co : PEG


Air-misibel, co : salep beremulsi
Pembuatan : bahan dasar yang berbentuk setengah padat dicairkan lebih dulu,
baru dicampur dengan bahan padat dalam keadaan panas agar lebih tercampur
dan homogen.
Pembuatan pasta baik dalam ukuran besar maupun kecil dibuat dengan dua
metode:
(1) Pencampuran

Komponen dari pasta dicampur bersama-sama dengan segala cara sampai


sediaan yang rata tercapai.
(2) peleburan.
Semua atau beberapa komponen dari pasta dicampurkan dengan melebur
bersama dan didinginkan dengan pengadukan yang konstan sampai
mengental.Komponen-komponen yang tidak dicairkan biasanya ditambahkan
pada campuran yang sedang mengental setelah didinginkan dan diaduk.
PASTA ASAM SALISILAT SENG
Komposisi Tiap 10 gr mengandung :
-

Acidum Salycylicum

200 mg

Vaselinum album hingga

10 gr

ZAT AKTIF PASTA ASAM SALISILAT


Acidum Salycylicum

(Asam Salisilat) C7H6O3

Asam salisilat mengandung tidak kurang dari 99,5 % C 7H6O3


Pemerian : Hablur ringan tidak berwarna atau serbuk berwarna putih; hampir
tidak berbau; rasa agak manis dan tajam.
Kelarutan : Larut dalam 550 bagian air dan dalam 4 bagian etanol (95%) P;
mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P; larut dalam larutan ammonium
asetat P, dinatrium hidrogenfosfat P, kalium sitrat P dan natrium sitrat P.
Identifikasi :
A. Menunjukan reaksi salisilat yang tertera pada Reaksi Identifikasi
B. Larutkan bereaksi asam terhadap larutan metal merah P
Suhu Lebur : Antara 158,5

dan 1610

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup


Kasiat dan penggunaan : keratolitikum dan antifungi
Vaselinum album
Vaselin terdiri dari vaselin putih dan kuning. Vaselin putih adalah bentuk yang
telah dimurnikan warnanya, karena pemucatan menggunakan asam sulfat,
anhydrous tidak larut dalam air, tidak tercucikan dengan air. Kerugiannya adalah
berlemak dan tidak dapat dikombinasikan dengan cairan yang mengndung air,
hanya dapat menyerap ait 5%, jarang dipengaruhi oleh udara, kelembaban
kebanyakan bahan obat dan bahan kimia, vaselin digunakan pula sebagai
pelumas, pelindung, penutup kulit, karena merupakan film penutup pada kulit
yang mencegah penguapan.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup


Kasiat dan penggunaan : basis pasta
Indikasi penggunaan pasta ialah dermatosis yang agak basah.
Kontraindikasinya ialah dermatosis yang eksudatif dan daerah yang
berambut. Untuk daerah genital eksterna dan lipatan-lipatan badan, pasta tidak
dianjurkan karena terlalu melekat.
Sekarang pasta jarang dipakai karena pengolesan dan pembersihannya lebih
sulit.