BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Sebagai Negara yang telah menjadi pengimpor BBM, Indonesia terkena dampak negatif dari peningkatan harga BBM dipasaran internasional. Dampak negatif yang di maksud adalah : • • Devisa Negara semakin tesedot untuk membeli BBM impor yang prosentasenya sekitar 30% dari konsumsi total BBM nasional, Keuangan Negara terus terbebani ,karena BBM,baik dari dalam negeri maupun impor,dijual dibawah harga keekonomiannya sehingga perlu disubsidi, • Adanya krisis “energi”,yang antara lain ditandai dengan pemadaman listrik dan kekurangan pasokan BBM diberbagai daerah,serta kampanye penghematan listrik pada akhir-akhir ini. Dengan tingkat produksi sekarang dan tidak adanya penemuan cadangan baru,”umur” minyak bumi Indonesia diperkirakan hanya tinggal 11 tahun.padahal,dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang diperkirakan tumbu sekitar 5% pertahun ,konsumsi BBM didalam negeri juga akan ikut-ikutan naik.ini berarti devisa negara juga akan terus tersedot dan subsidi BBM akan semakin membengkak jika tidak ada kebijakan barudisektor energi. Teknologi pencairan batubara (coal liquefaction) merupakan proses pencairan batubara yang diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif terbaik untuk menambah pasokan BBM dimasa mendatang. Dengan pertimbangan kondisi proses dan keekonomian,Indonesia dalam melakukan litbangnya telah memilih teknologi pencairan batubara secara langsung.halini juga sesuai dengan karakteristik batubara peringkat rendah dan menghasilkan nilai konversi tinggi,sehingga teknologi yang dipilih adalah BCL (brown coal liquefaction).

1

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dan tujuan dari pembutan makalah ini adalah: • Kita sebagai mahasiswa dapat menambah wawasan mengenai masalah krisis energi yang dihadapi oleh negara kita ini dan memberikan solusi yang tepat untu mengatasi krisis energi tersebut, • Mengetahui proses pencairan batubara dengan teknologi BCL yang sangat cocok diterapkan diIndonesia.halini disebabkan karena Indonesia memiliki sumber daya batubara peringkat rendah (lignit) yang sangat melimpah. 1.3 RUMUSAN MASALAH 1. 2. Apa yang dimaksud dengan pencairan batubara ? Bagaimana proses pencairan batubara teknologi BCL ?

1.4 PEMBATASAN MASALAH Pada tulisan ini akan dijelaskan mengenai dua proses BCL yaitu proses BCL awal (proven BCL) yang telah dicoba dalam skala pilot plant di Australia dan proses BCL terkini (improved BCL) yang akan diterapkan untuk pencairan batubara indonesia.

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Salah satu jenis bahan tambang adalah batu bara.istilah batu bara merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, yaitu coal. Batu bara merupakan suatu campuran padatan yang heterogen dan terdapat dialam dalam tingkat/grade yang berbeda dari lignit, subbitumine, antrasit. Batu bara dapat digolongkan menurut kualitasnya dan sifatnya. Penggolongan batu bara berdasarkan kualitasnya merupakan penggolongan batu bara yang didasarkan pada tingkat baik atau buruknya mutu batu bara tersebut. Penggolongan batu bara berdasarkan kualitasnya dibagi menjadi dua macam, yaitu kualitas tinggi dan kualitas rendah. Batu bara kualitas tinggi merupakan batu bara yang nilai kalorinya di atas 5.000 kkal/kg. Sementara itu batu barra kualitas rendah (lignite) adalah batu bara yang nilai kalorinya dibawah 5.000 kkal/kg. Berdasarkan data cadangan batubara Indonesia sekitar 43,6 miliar ton dan 58,6% dari cadangan tersebut masih dalam bentuk batubara peringkat rendah (lignite). Penggolongan batu bara berdasarkan sifatnya merupakan penggolongan batu bara dari cri khas atau sifat yang ada pada batu bara tersebut. Batu bara menurut sifatnya dibagi menjadi tiga macam, yaitu antrasit, bitimine/subbitumine, dan lignit (brown coal). Sifat batu bara antrasit adalah: 1. 2. 3. 4. 5. warna hitam mengkilat, kompak; nilai kalor sangat tinggi, kandungan karbon sangat tinggi; kandungan air sangat sedikit; kandungan abu sangat sedikit; kandungan sulfur sangat sedikit. Sifat batu bara bitumine/subbitumine adalah: 1. warna hitam mengkillat, kurang kompak; 2. nilai kalor tinggi, kandungan karbon sangat tinggi; 3

3. kandungan air sedikit; 4. kandungan abu sedikit; 5. kandungan sulfur sedikit Sifat batu bara lignit (brown coal) adalah : 1. warna hitam, sangat rapuh; 2. nilai kalor rendah, kandungan karbon sedikit; 3. kandungan air tinggi; 4. kandungan abu banyak; 5. kandungan sulfur banyak. Di samping itu, di dalam dunia perdagangan dikenal istilah hard coal dan brown coal. Hard coal adalah jenis batu bara yang menghasilkan gross kalori lebih dari 5.700 kkal/kg. hard coal dibagi menjadi: 1. kandungan zat terbang (volatile matter) hingga 33%, dan 2. kandungan zat terbang (volatile matter) lebih besar dari 33%. Brown coal merupakan batu bara dengan nilai kalor yang rendah. Sebenarnya masih ada lagi pembagian lainya yaitu batu bar dengan sifat analisisnya batu bara kaitannya volatile matter. Namun, pembagian yang paling mendasar adalah pembagian pada kualitas batu bara karena pembagian ini didasarkan pada komersial dan penggunaannya. Pencairan batu bara adalah proses mereaksikan batu bara dengan hidrogen pada suhu dan tekanan tertentu atau proses mensintesa gas-gas dari batubara untuk menghasilkan minyak atau produk bahan bakar cair. ada dua cara membuat bahan bakar cair dari batubara yaitu cara langsung (direct liquefaction) dan tidak langsung (indirect liquefaction).pencairan batubara secara langsung dilakukan dengan cara melarutkan batubara dalam suatu pelarut (solvent) dalam atmosfer hidrogen pada suhu dan tekanan tinggi.proses ini pertama kali dipatenkan oleh Bergius pada tahun 1913 dan pabrik skala komersialnya mulai beroperasi pada tahun 1920-an.pencairan batubara secara tidak langsung dilakukan melalui proses pembuatan gas dari batubara (gas karbonmonoksida dan hidrogen) terlebih dahulu yang selanjutnya dilakukan proses sintesa gas tersebut untuk menghasilkan produk bahan bakar cair yang dikehendaki.proses pencairan secara tidak langsung inidipatenkan oleh Fisher dan Tropsch pada tahun 1925 dan pabrik skala komersialnya mulai beroperasi pada tahun 1930-an.

4

BAB III PERMASALAHAN
Kebutuhan bahan bakar minyak di seluruh dunia mengalami peningkatan setiap tahunnya, sementara cadangan minyak mentah diperkirakan semakin menipis. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah mencari energi alternatif pengganti minyak bumi. Sumber energi alternatif pengganti minyak bumi adalah batubara. Indonesia memiliki cadangan batubara sekitar 43,6 miliar ton dan 58,6% dari cadangan tersebut masih dalam bentuk batubara peringkat rendah (lignite). Pemanfaatan cadangan batubara dapat dilakukan dengan penggunaan teknologi pencairan batubara.

5

6

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful