You are on page 1of 19

Sholat, Sebuah Tradisi Penyembahan Kristen

Sejak Zaman Purba
Oleh: willie

Orthodoxia (Ajaran Yang Benar)
Ortholatria (Penyembahan Yang Benar)
Orthopraxia (Sikap Hidup Yang Benar)

"Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan
keempat makhluk itu. Mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan
menyembah Allah." (Wahyu 7:11)

"Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan
menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air
kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata
mereka." (Wahyu 7:17)
"Tzelota" secara sederhana adalah bahasa Aramaika (dialek yang digunakan pada
zaman Yesus) untuk menyebut kata "sembahyang", yang dalam bahasa Arab-nya
adalah "sholat". Sholat / sembahyang harian adalah merupakan bagian dari lingkaran
peringatan Gereja Orthodox. Mungkin harus dijelaskan dulu kalau Gereja Orthodox
adalah Gereja yang penuh dengan perayaan, sehingga memiliki daur peringatan yang
tiap tahunnya dirayakan dalam kalender liturgi. Lingkaran peringatan tersebut antara
lain: Lingkaran Peringatan Tahunan, Peringatan Bulanan, Mingguan, Harian, dan
Jam. Sholat dalam Tradisi Orthodoxia adalah merupakan lingkaran peringatan dalam
jam. Gereja Orthodox memiliki total lingkaran peringatan dalam jam seperti terlihat
dalam Tradisi sholat tiga kali sehari dan tujuh kali sehari.

Sholat dalam tradisi gereja Orthodox merupakan ibadah non-sakramental di Gereja
yang dilakukan secara pribadi masing-masing sebagai wujud kesalehan pribadi, bukan
karena tuntutan syariah seperti dalam Islam. Sholat dalam Islam merupakan syariah,
yang berarti baik dan akan mendatangkan pahala bila dilakukan, tetapi akan berdosa
bila ditinggalkan. Berbeda dengan Islam, sholat dalam tradisi Orthodoxia di seluruh
dunia bukan karena syariah tetapi karena habibah (kasih kepada Allah) atau dalam
bahasa Protestan Injili disebut sebagai 'devotional worship', semacam kalau umat
Injili melakukan ibadah harian 'Saat Teduh' (baca Alkitab dan berdoa secara pribadi),
atau kalau di kalangan kaum Kharismatik – Neo Pentecostal semacam 'doa
penyembahan' sehari-hari di rumah. Kalau dibandingkan dengan Yudaisme, sholat
tiga atau tujuh kali sehari ini semacam doa-doa Siddur (doa-doa pribadi) yang berbeda
dengan doa-doa Mahzor atau doa-doa liturgis di synagoga-synagoga dan dalam
perayaan-perayaan agama.

Sholat tiga kali sehari adalah mengikuti teladan nabi Daniel:

"Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke
rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah
Yerusalem. Tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang
biasa dilakukannya." (Daniel 6:10)

Jadi, seperti yang bisa dilihat, Daniel sendiri biasa bersembahyang tiga kali sehari. Ia
"biasa melakukannya" artinya ia "menetapkan", paling tidak bagi dirinya sendiri,
untuk sholat tiga kali sehari. Namun ternyata kebiasaan ini akhirnya diikuti juga oleh
segenap orang Israel, bahkan oleh Raja Daud sendiri:
"Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis, dan Ia
mendengar suaraku." (Mazmur 55:18)

Jadi sholat tiga kali sehari waktunya adalah pagi (jam ketiga setelah matahari terbit =
jam 9 pagi), siang (jam keenam setelah matahari terbit = jam 12 siang), dan petang
hari (jam kesembilan setelah matahari terbit = jam 3 sore). Inilah mengapa, ketika
murid-murid dituduh mabuk anggur pada hari Pentakosta, Petrus menyanggah bahwa
tidak mungkin mereka bermabuk-mabukan pada saat jam sembahyang pagi (jam
sembilan):
"Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring
ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di
Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Orang-orang ini tidak mabuk
seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan.." (Kisah Rasul 2:14-
15)

Sholat tujuh kali sehari adalah mengikuti teladan Raja Daud:

Kitab Mazmur mencatat Raja Daud berseru:
"Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang
adil." (Mazmur 119:164)

Tujuh kali dalam sehari Raja Daud bersembahyang / sholat kepada Allah. Kita telah
memiliki catatan akan tiga jam sembahyang di Alkitab, yakni jam 9 pagi, jam 12, dan
jam 3 sore seperti yang sudah disebutkan di atas. Lalu bagaimana dengan ke-empat
sisa jam yang lain?

Pada zaman Perjanjian Lama, Musa diperintahkan Allah untuk memberitahu Imam
Harun agar mempersembahkan korban binatang dan korban dupa sebanyak dua kali
(pagi dan senja) setiap hari (Keluaran 29:38-39, 30:7-8), sehingga dalam sehari ada
dua kali ibadah pembakaran dupa di Kemah Suci (selanjutnya diteruskan dalam Bait
Allah). Gereja Orthodox terus memelihara perintah ini setiap harinya. Dalam Gedung
Gereja, perintah Allah kepada Musa dan Harun untuk mengadakan sembahyang
“Waktu Singsing Fajar” (jam 6 pagi) dan “Waktu Senja” (jam 6 sore) tetap
dipertahankan, dan inti utama dari sembahyang ini juga tetap berupa persembahan
dupa. Jadi sudah ada 2 tambahan jam sholat lagi, yaitu jam 6 pagi dan jam 6 sore.

Waktu sembahyang yang lain adalah setelah sembahyang senja dan waktu tengah
malam. Jam sembahyang setelah senja ini dilakukan satu jam setelah sembahyang
senja sampai dengan sebelum tidur:
"Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku! ... dengan tenteram aku mau
membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang
membiarkan aku diam dengan aman." (Mazmur 4:1-9)

Sementara sholat tengah malam (tahajjud) dilakukan untuk mengingatkan umat agar
berjaga-jaga menyambut kedatangan Kristus yang tidak terduga seperti kedatangan
seorang pencuri, seperti yang diteladankan Paulus dan Silas di dalam penjara:
"Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-
pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka." (Kisah
Rasul 16:25)

Jadi, berdasarkan keterangan-keterangan ini, umat Orthodox, terutama yang hidup di
biara-biara, mencoba mendisiplinkan dirinya untuk melakukan sholat 7 waktu.

Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, karena posisinya sebagai wujud dari kesalehan
pribadi seseorang, sholat dalam tradisi Orthodox menyatakan seberapa dalam
kerinduan seseorang kepada Tuhan. Mengapa harus tiga atau tujuh waktu? Apakah
Tuhan hanya berkenan ditemui pada jam-jam tertentu? Kritikan khas kaum
Kharismatik terhadap praktek sholat umat Islam ini sering dilontarkan juga terhadap
praktek sholat dalam gereja Orthodox oleh mereka yang terlalu awam. Sebenarnya,
bukan begitu maksudnya.
Selain memiliki dasar-dasar keteladannya dari Alkitab, sholat tujuh waktu juga
dimaknai sebagai lingkaran peringatan Gereja dalam jam. Maksudnya, sholat tujuh
waktu adalah ibadah pribadi untuk memperingati detik-detik sengsara Tuhan Yesus
ketika Ia disalib.
1. Sholat Singsing Fajar / Subuh (jam 6, atau saat matahari terbit) adalah untuk
memperingati kebangkitan Kristus di pagi hari menjadi Terang Dunia,
2. Sholat Pagi / Dhuha (jam 9 pagi) adalah untuk memperingati saat Kristus
diadili oleh Pontius Pilatus, selain itu juga untuk memperingati turunnya Roh
Kudus,
3. Sholat Tengah Hari / Dzuhur (jam 12 siang) adalah untuk memperingati saat
Kristus disalibkan dan ketika kegelapan meliputi tempat penyaliban itu,
4. Sholat Petang / Asyar (jam 3 petang) adalah untuk mengingat saat Yesus
mengatakan "Sudah genap", saat Yesus putus nafas, saat rencana keselamatan
digenapi secara sempurna,
5. Sholat Senja / Magrib (jam 6 petang) adalah untuk mengingat saat mayat
Yesus diturunkan dari salib.
6. Sholat Setelah Senja / Isya' (jam 7 petang) adalah untuk malam mengingat saat
mayat Yesus dikuburkan, dan
7. Sholat Tengah Malam / Tahajjud (jam 12 malam) merupakan penantian akan
kedatangan Kristus yang akan "datang seperti seorang pencuri sehingga kita
harus tetap berjaga-jaga".

Jadi seperti yang bisa dilihat, keterangan-keterangan mengenai jam-jam sembahyang
nabi-nabi dan para rasul yang hingga kini masih tetap diadopsi oleh Gereja Orthodox
dalam bentuk sholat tujuh waktu ini, ternyata jelas merupakan ibadah yang bersifat
Kristosentris. Semuanya berpusat pada Kristus. Inilah mengapa sholat-sholat dalam
Gereja disebut sebagai lingkaran peringatan dalam jam.

Jadi memang bisa anda lihat bahwa para nabi dan rasul Kristus sendiri melakukan
sholat / sembahyang tidak melulu secara spontan, tapi ada jam-jamnya di setiap hari.
Dan hal adanya jam-jam sembahyang yang sudah ditetapkan ini, dipertegas lagi oleh
ayat berikut:
"Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah
Petrus dan Yohanes ke Bait Allah." (Kisah Rasul 3:1)

Jadi, para rasul sebagai representasi dari Gereja purba ternyata terbukti memiliki jam-
jam sholat / sembahyangnya. Ini berita dari Alkitab.

Lalu bagaimana sholat itu dilakukan?

Memang tidak ada informasi lengkap mengenai bagaimana sholat itu dilakukan, tetapi
menilik kebiasaan nabi Daniel, setidaknya kita mendapatkan hal-hal ini:
"Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke
rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah
Yerusalem. Tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti
yang biasa dilakukannya." (Daniel 6:10)
Hal-hal yang bisa kita dapatkan mengenai bagaimana nabi Daniel Sholat adalah:
1. Mempunyai kiblat, menghadap ke Yerusalem (lokasi Bait Allah).
2. Ada gerakan berlutut
3. Ada doa yang disampaikan
4. Ada puji-pujian kepada Allah

Cara sembahyang ini kemudian dijelaskan lagi oleh sikap Yesus ketika berdoa kepada
Bapa-Nya dengan gerakan:
"Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang
sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga
mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:25)

Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau
sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang
Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39)

Jadi ada tambahan gerakan:
1. Berdiri
2. Maju sedikit
3. Bersujud

Dan bagaimana posisi tubuh ketika berdoa dapat dilihat dari perumpamaan orang
Farisi dan pemungut cukai yang berdoa:
"Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah
ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang
berdosa ini." (Lukas 18:13)

Ayat ini memberitahukan kita bahwa walaupun si pemungut cukai merasa bersalah
sekali sampai tidak berani mengangkat mukanya kepada Allah, tapi sudah menjadi
sikap umum bahwa ketika sholat, orang membuka matanya menengadahkan kepala ke
langit kepada Allah, seperti yang dilakukan oleh nabi Ayub (Ayub 16:20), nabi
Yesaya (Yesaya 38:14), dan bahkan Yesus sendiri.

Sikap lainnya adalah menengadahkan tangan:
"Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan
menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan." (1 Timotius
2:8)

Jadi, kalau digabung, beginilah sikap sholat dalam Alkitab:
1. Menghadap kiblat,
2. Berdiri,
3. Ada gerakan maju sedikit (membungkuk), berlutut, dan kemudian berdoa,
4. Ada doa yang disampaikan dengan sikap tubuh: tangan ditengadahkan ke atas,
mata terbuka, dan kepala ditengadahkan pula ke atas (kepada Allah),
5. Ada puji-pujian kepada Allah.
Umat bersembahyang dengan menengadahkan tangan dalam Liturgi Suci (Khidmat
al-Quddus), maupun sembahyang harian (sholat) dalam sebuah Gereja Orthodox
Assyria Timur (pre-Kalsedonian), di Irak.

Sebuah lukisan yang menggambarkan umat Gereja Orthodox Koptik Alexanderia
Mesir yang sedang bersujud ketika melakukan sembahyang harian (sholat)

Sedikit catatan mengenai kiblat. Karena kekristenan percaya bahwa "Yang Lebih
Besar Dari Bait Allah" (Matius 12:6) telah menyatakan diri-Nya, maka kiblat
sembahyang umat Orthodox sudah tidak lagi menghadap kepada bangunan fisik Bait
Allah yang memang telah hancur dan sudah tidak ada lagi, melainkan kiblat Orthodox
adalah menghadap Kristus sendiri, menghadap kepada "Yang Melebihi Bait Allah".
Lalu karena Kristus saat ini sedang berada di surga, lalu menghadap ke arah mana
sholat umat Orthodox itu? Karena segenap kehidupan Orthodoxia adalah
Kristosentris, berpusat pada Kristus, maka sholat Orthodox pun menghadap ke Timur.
Kenapa harus ke Timur? Karena Alkitab mengatakan bahwa Kristus yang sekarang
ada di surga itu akan datang "sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan
melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak
Manusia" (Matius 24:27). Jadi kiblat sembahyang Orthodox adalah menghadap ke
Timur sebagai gambaran akan harapan umat Kristen akan penyambutan kedatangan
Kristus yang kedua kalinya dari Timur, dari Eden, dari surga, karena Alkitab
mengatakan bahwa arah Timur melambangkan Taman Eden berada (Kejadian 2:8).
Implikasi Sholat Bagi Umat

Selain sebagai wujud kesalehan dan kerinduan pribadi akan perjumpaan dengan
Allah, ibadah sholat harian ini merupakan tindakan nyata anak-anak Tuhan dalam
menghargai keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada kita. Umat Kristen wajib
mengerjakan keselamatan (Filipi 2: 12), yaitu dengan senantiasa menjaga kekudusan
yang diberikan Tuhan setelah kita mendapatkan pengampunan-Nya. Sholat
merupakan tindakan nyata dalam proses pengudusan (sanctification) umat Tuhan
yang setelah diselamatkan oleh iman kepada Kristus, tidak berhenti sampai di situ
saja, tetapi mewujudkan iman dalam tindakan-tindakan yang nyata sebagai bukti dari
pertobatan yang sungguh-sungguh. Mengapa harus begitu? Ya, karena setelah kita
diselamatkan dan dikuduskan oleh darah Kristus, kita masih disempurnakan terus
untuk menjadi serupa dengan Kristus (Roma 8: 29). Kalau tujuan keselamatan kita
hanya untuk masuk surga, apa bedanya Kekristenan dengan Islam? Keselamatan, lahir
baru, adalah bukan hanya sekedar proses satu kali ketika kita dengan hati dan
mulut mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, melainkan kita
diselamatkan untuk terus disempurnakan seperti kemanusiaan Kristus yang
sempurna. Makanya, umat gereja Orthodox tidak mengenal polemik antara doktrin
keselamatan ala Calvinis dan ala Armenian. Kaum Calvinis bilang bahwa "sekali
selamat tetap selamat" dan kaum Armenian bilang bahwa "keselamatan bisa hilang
bila tidak dijaga". Kaum Calvinis bisa jatuh dalam praktek hidup terlalu yakin dengan
keselamatan pribadinya tetapi sembrono dalam etika (orthodox dalam iman tetapi
liberal dalam kelakuan). Kaum Armenian bisa jadi sangat saleh gara-gara takut
kehilangan keselamatan (tidak yakin sepenuhnya terhadap jaminan keselamatan
dalam Kristus). Nah, ekstrim seperti itu engga ada dalam kehidupan umat Gereja
Orthodox.

Umat Orthodox menyatakan keselamatan dalam Kristus itu pasti dan tidak akan
dibatalkan Allah, oleh karena itu marilah kita menghargai keselamatan itu dengan
pertobatan yang sungguh-sungguh yang diwujudkan dalam perbuatan-perbuatan baik
yang saleh (2 Petrus 1: 3-11).

Kalau urusannya untuk memelihara keselamatan dan menjaga kekudusan dalam
proses sanctification, apakah sholat itu penting? Jawabannya pasti ya secara positif.
Sama seperti kalau orang-orang Protestan Injili ditanya, "Pentingkah Saat Teduh itu?"
Jabawannya pasti ya. Juga kalau kaum Kharismatik-Neo Pentakosta ditanya,
"Pentingkah doa penyembahan itu?" Maka jawabannya pasti ya. Apapun yang dijiwai
dengan semangat ibadah kepada Tuhan (devotional living), maka yang kita lakukan
itu menjadi sarana-sarana anugerah, di mana kita menerima terus 'nutrisi rohani' dari
Pokok Angggur kita, Tuhan Yesus Kristus (Yohanes 15: 1-7).

Mengapa Tradisi Sholat Gereja Purba Ini Hilang Di Barat?

Sekarang, mengapa Gereja Katolik Roma (dan Gereja Protestan, anaknya)
melepaskan tradisi Sholat? Praktek sholat itu semula dilakukan oleh kaum biarawan
berselang-seling antara kegiatan bekerja dan belajar di biara. Kalau dalam biara
Katollik Roma, semula ada 9 jam untuk doa brevir. Tapi karena banyak kesibukan di
biara, brevir mereka akhirnya berkurang jadi doa pagi dan petang saja (2 kali sehari).
Turunnya semangat kerohanian di kalangan biarawan Roma Katholik ini akhirnya
berakibat pula pada kehidupan Martin Luther yang semula adalah biarawan ordo
Augustinian di Gereja Katolik Roma.

Sholat itu dibedakan dari doa sehari-hari. Sholat adalah bentuk ibadah non-
sakramental yang merupakan doa peringatan (karena mengingat detik-detik sengsara
Tuhan Yesus). Kita beribadah pada hari Minggu (tidak termasuk bidat sesat Advent
Hari Ketujuh dan bidat-bidat sejenisnya) karena merayakan (suatu peringatan) akan
kebangkitan Kristus. Orang bisa saja bilang, "Ibadah kan tidak harus hari Minggu!"
Memang, tetapi ibadah Minggu bermaksud memperingati dan memberitakan
kebangkitan Kristus. Karena itu, dalam ibadah Minggu di semua Gereja Orthodox
(dan Katolik Roma) selalu ada Liturgi Perjamuan Kudus (Liturgi Ekaristi). Tanpa
Liturgi Ekaristi, kebaktian itu hanya semacam Qeriah ha Torah di synagoga pada hari
Sabtu yang dalam Kekristenan disebut Ibadah Liturgi Sabda (intinya mendengar dan
mempelajari Alkitab).

Liturgi Ekaristi Pada Hari Minggu: (Kiri) Umat berlutut untuk menerima tubuh dan
darah Tuhan. (Kanan) Anak-anak pun asal telah dibaptis berhak mendapatkan
perjamuan kudus sebagai bukti bahwa mereka pun beroleh hak atas Perjanjian
Anugerah Allah bagi keselamatan dan persatuan dengan Kristus.

Bagitu pula kalau orang bilang, "Berdoa itu kan setiap saat, tidak pada saat-saat
tertentu!" Memang, berdoa bisa sepontan dan setiap saat (sering yang bilang begitu
adalah orang-orang yang justru tidak punya kebiasaan berdoa secara teratur atau
kelompok yang malas berdoa). Sholat itu ada format bacaannya (biasanya diambil
dari kitab Mazmur), sikap tubuhnya bagaimana (berdiri, ruku', dan sujud, serta
membuat tanda salib, menengadahkan tangan). Sebelum sholat mesti harus membasuh
diri (ini soal etika juga). Tidak asal begitu bangun tidur langsung berdoa biarpun
belum cuci muka, kaki dan tangan. Mereka bisa saja beralasan, "Tuhan kan melihat
hati, bukan penampilan tubuh kita." Kalau memang begitu, coba saja langsung pergi
ke gereja setelah bangun tidur, berani tidak?

Ada yang berkomentar, "Wah sholat itu 'kan seperti legalismenya orang Farisi!"
Mereka yang mengatakan demikian juga pasti tidak tahu ibadahnya orang Farisi itu
seperti apa. Hanya kesan sinistis-kultural saja yang dilontarkan, tetapi tidak tahu
doktrin dan makna dalam sholat itu apa. Orang Kristen seperti itu hanya memandang
bahwa Kekristenan yang benar adalah kekristenan ala tradisi gerejanya sendiri, di luar
itu dianggap "sesat". Nah, kepada mereka yang mengatakan seperti itu, kita dapat
bertanya, "Kira-kira ibadah Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya dulu itu lebih
mendekati ibadah Gereja Orthodox (dengan sholatnya) atau ibadah Gereja Barat?
Bagaimana jawaban Anda?
DOA PENTAHIRAN BAGI PERSIAPAN SEMBAHYANG
(Di Depan Tempat Air Pentahiran)

(Sambil membuat tanda salib)
Atas Nama Sang Bapa dan Sang Putra serta Sang Roh Kudus. Amin

(Sambil membasuh kedua telapak tangan)
Aku hendak mencuci tanganku dalam kemurnian, ya Tuhan

(Sambil membasuh kedua lengan)
Dan aku hendak melayani di depan hadirat-Mu

(Sambil membasuh kedua telinga)
Aku hendak mendengar suara kepujian-Mu

(Berkumur)
Dan memberitakan semua keajaiban-Mu

(Sambil membasuh wajah)
Ya Tuhan, aku telah mencintai keindahan rumah-Mu, tempat di mana kemuliaan-Mu
bersemayam. Jangan Kau hancurkan jiwaku dengan orang berdosa, jangan pula
hidupku dengan orang-orang penumpah darah yang tangannya penuh dengan
pelanggaran, tangan kanannya penuh dengan suapan

(Sambil membasuh kedua telapak kaki)
Namun aku ini, aku telah berjalan di dalam kemurnian. Tebuslah aku, ya Tuhan, dan
kasihanilah aku.

(Seluruh kaki dibasuh)
Kakiku terletak di jalan yang lurus, di dalam jemaat, ya Tuhan. Aku hendak
memberkati-Mu.
SEMBAHYANG NABI DANIEL
(Tiga Kali Sehari)

1. SEMBAHYANG PAGI
(Menghadap Ke Timur)

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Kemuliaan bagi Sang Bapa, Sang Putra, serta Sang Roh Kudus, sekarang dan selalu
serta sepanjang segala abad. Amin.

Kemuliaan bagi-Mu ya Allah kami, kemuliaan bagi-Mu.

Ya Raja Sorgawi, Penghibur, Roh Kebenaran, yang hadir di segala tempat serta yang
memenuhi segala sesuatu, harta simpanan segala yang baik serta Sang Pemberi
Hidup, datanglah dan tinggallah di dalam kami serta bersihkanlah kami dari segala
kenajisan, dan selamatkanlah jiwa kami ya Yang Mahabaik.

(Membungkuk membuat tanda salib)
Allah Mahakudus, Sang Kuasa Mahakudus, Sang Baka Mahakudus, kasihanilah kami. (3X)

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Kemuliaan bagi Sang Bapa, Sang Putra, serta Sang Roh Kudus, sekarang dan selalu
serta sepanjang segala abad. Amin.

(Berdiri tegak menengadahkan tangan)
Ya Sang Tritunggal Mahakudus, kasihanilah kami. Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa
kami. Ya Baginda, maafkanlah pelanggaran-pelanggaran kami. Ya Sang Mahasuci,
kunjungilah kami dan sembuhkanlah kelemahan-kelemahan kami, demi nama-Mu.

(Sujud, kepala menyentuh lantai)
Tuhan kasihanilah. (3x)

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Kemuliaan bagi Sang Bapa, Sang Putra, serta Sang Roh Kudus, sekarang dan selalu
serta sepanjang segala abad. Amin.

(Berdiri tegak menengadahkan tangan)
Bapa kami yang ada di sorga, dikuduskanlah kiranya nama-Mu, datanglah kerajaan-
Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam sorga. Berikanlah kami hari
ini, makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami
juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah membawa kami
ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari si jahat

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Karena Engkau yang empunya Kerajaan, dan Kuasa, dan Kemuliaan, Sang Bapa,
Sang Putra, serta Sang Roh Kudus, sekarang dan selalu serta sepanjang segala abad.
Amin.
(Troparia Bagi Sang Tritunggal Mahakudus)
Setelah bangun dari tidur, kami bersujud di hadirat-Mu, ya Yang Maha Terpuji, dan
mengidung pada-Mu, ya Yang Mahakuasa, kidungan para malaikat: Kudus, Kudus,
Kuduslah Engkau, ya Allah, melalui Sang Theotokos kasihanilah kami. (Sujud, kepala
menyentuh lantai)
.
(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Kemuliaan bagi Sang Bapa, Sang Putra, serta Sang Roh Kudus.

Dari tempat tidur dan dari tidurku Engkau telah membangkitkan aku, ya Tuhan.
Terangilah pikiran dan hatiku, dan bukalah bibirku, agar aku boleh memuji-Mu, ya
Sang Tritunggal Mahakudus: Kudus, Kudus, Kuduslah Engkau, ya Allah, melalui
Sang Theotokos kasihanilah kami. (Sujud, kepala menyentuh lantai)
.
(Berdiri tegak)
Sekarang dan selalu serta sepanjang segala abad. Amin.

Dengan tiba-tiba Sang Hakim akan tiba, dan perbuatan masing-masing orang akan
dinyatakan: Tetapi dengan rasa gentar kami berseru di tengah malam: Kudus, Kudus,
Kuduslah Engkau, ya Allah, melalui Sang Theotokos kasihanilah kami. (Sujud, kepala
menyentuh lantai)
.
(Berdiri tegak, menengadahkan tangan)
Tuhan kasihanilah. (12x)

(Doa Kepada Sang Tritunggal Kudus; Berdiri tegak, menengadahkan tangan)
Setelah bangun dari tidur hambar bersyukur kepada-Mu, ya Sang Tritunggal Kudus,
karena dengan kelimpahan, kebaikan, dan kesabaran-Mu, Engkau tidak murka
kepadaku orang yang lamban dan malas ini. Tidak pula Engkau hancurkan aku di
dalam pelanggaran-pelanggaranku, tetapi di dalam welas asih-Mu, Engkau bangkitkan
aku sementara aku tergeletak dalam putus asa, agar pada saat fajar aku boleh
menyanyikan kemuliaan kebesaran-Mu. Kiranya Engkau sekarang menerangi mata
pengertianku, bukalah mulutku untuk menerima sabda-sabda-Mu, ajarlah aku
perintah-perintah-Mu, tolonglah aku untuk melakukan kehendak-Mu, mengakui-Mu
dari lubuk hatiku, menyanyi dan memuji nama-Mu Yang Mahakudus, Sang Bapa,
Sang Putra, serta Sang Roh Kudus, sekarang dan selalu serta sepanjang segala abad.
Amin.

(SAAT PEMBACAAN ALKITAB. Pembacaam Alkitab dan perenungan dilakukan di
sini)

(PENGAKUAN IMAN NICEA; Berdiri tegak)

1. Aku percaya pada satu Allah, Sang Bapa, Yang Maha Kuasa, Pencipta Langit
dan Bumi, dan Segala Sesuatu yang Kelihatan maupun Tak Kelihatan.
2 Dan kepada Satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, yang
diperanakkan dari Sang Bapa sebelum segala zaman. Terang yang keluar dari
Terang; Allah Sejati yang keluar dari Allah sejati; Yang Diperanakkan dan
bukan diciptakan, satu Dzat Hakekat dengan Sang Bapa; yang melaluiNya
segala sesuatu diciptakan.
3 Yang untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita, telah turun dari Sorga,
dan menjelma oleh Sang Roh Kudus dan dari Sang Perawan Maryam serta
menjadi Manusia.
4 Telah disalibkan bagi keselamatan kita dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,
Dia menderita sengsara dan dikuburkan.
5 Dan telah bangkit lagi pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci.
6 Dan telah naik ke Sorga, serta duduk disebelah kanan Sang Bapa.
7 Serta Dia akan datang lagi dalam kemuliaan untuk menghakimi orang yang
hidup maupun orang mati, yang KerajaaNya tidak ada akhirnya.
8 Dan aku percaya pada Sang Roh Kudus, Tuhan Sang Pemberi Hidup, yang
keluar dari Sang Bapa, yang bersama dengan Sang Bapa dan Sang Putra
disembah dan dimuliakan, yang berbicara melalui para Nabi.
9 Aku percaya pada Gereja Yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik.
10 Aku mengakui Satu Baptisan bagi Pengampunan dosa-dosa
11. Aku menunggu akan kebangkitan Orang-Orang mati .
12 Serta Kehidupan Zaman yang akan datang. Amin.

(Doa Dari St. Basilius Agung; Berdiri tegak menengadahkan tangan)
Kami haturkan berkat bagi-Mu, ya Allah Yang Mahaluhur dan Tuhan Belaskasihan, yang
selalu mengerjakan perbuatan-perbuatan yang agung dan penuh rahasia bagi kami, mulia,
menakjubkan, dan tak dapat dihitung, yang menyediakan bagi kami saat tidur sebagai
suatu istirahat bagi kelemahan-kelemahan kami dan sebagai saat mengasuh bagi tubuh
kami yang letih karena bekerja. Kami bersyukur kepada-Mu bahwa Engkau tidak
menghancurkan kami, tetapi di dalam kasih-Mu akan manusia Engkau bangkitkan kami
sementara kami tergeletak dalam putus asa, agar kami memuliakan kebesaran-Mu. Kami
memohon kebaikan-Mu yang tanpa batas, terangi mata pengertian kami dan bangkitkan
pikiran kami dari tidur kemalasan yang lelap. Bukalah mulut kami dan penuhilah dengan
pujian-Mu, agar kami boleh tanpa henti memuji dan mengakui-Mu, Allah yang
dimuliakan dalam semua dan melalui semua, Sang Bapa Yang Kekal, Sang Putra Yang
Tunggal, Sang Roh Yang Mahakudus dan Mahabaik serta Maha Memberi Hidup,
sekarang dan selalu serta sepanjang segala abad. Amin.

(DOA PRIBADI. Di sini boleh diisi doa pribadi secara spontan, bacaan-bacaan Mazmur,
atau doa-doa tertentu dari Buku Doa, atau Doa Puja Yesus).

(Tegak berdiri menengadahkan tangan)
Melalui doa-doa para Bapa Suci, ya Tuhan Yesus Kristus Allah sesembahan kami,
kasihanilah kami dan selamatkan kami.

(Membungkuk)
Amin.
2. SEMBAHYANG TENGAH HARI
(Menghadap Ke Timur)

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Kemuliaan bagi Sang Bapa, Sang Putra, serta Sang Roh Kudus, sekarang dan selalu
serta sepanjang segala abad. Amin.

Kemuliaan bagi-Mu ya Allah kami, kemuliaan bagi-Mu.

Ya Raja Sorgawi, Penghibur, Roh Kebenaran, yang hadir di segala tempat serta yang
memenuhi segala sesuatu, harta simpanan segala yang baik serta Sang Pemberi
Hidup, datanglah dan tinggallah di dalam kami serta bersihkanlah kami dari segala
kenajisan, dan selamatkanlah jiwa kami ya Yang Mahabaik.

(Membungkuk membuat tanda salib)
Allah Mahakudus, Sang Kuasa Mahakudus, Sang Baka Mahakudus, kasihanilah kami. (3X)

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Kemuliaan bagi Sang Bapa, Sang Putra, serta Sang Roh Kudus, sekarang dan selalu
serta sepanjang segala abad. Amin.

(Berdiri tegak menengadahkan tangan)
Ya Sang Tritunggal Mahakudus, kasihanilah kami. Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa
kami. Ya Baginda, maafkanlah pelanggaran-pelanggaran kami. Ya Sang Mahasuci,
kunjungilah kami dan sembuhkanlah kelemahan-kelemahan kami, demi nama-Mu.

(Sujud, kepala menyentuh lantai)
Tuhan kasihanilah. (3x)

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Kemuliaan bagi Sang Bapa, Sang Putra, serta Sang Roh Kudus, sekarang dan selalu
serta sepanjang segala abad. Amin.

(Berdiri tegak menengadahkan tangan)
Bapa kami yang ada di sorga, dikuduskanlah kiranya nama-Mu, datanglah kerajaan-
Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam sorga. Berikanlah kami hari
ini, makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami
juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah membawa kami
ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari si jahat

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Karena Engkau yang empunya Kerajaan, dan Kuasa, dan Kemuliaan, Sang Bapa, Sang
Putra, serta Sang Roh Kudus, sekarang dan selalu serta sepanjang segala abad. Amin.

(Berdiri tegak menengadahkan tangan)
Ya Kristus Allah sesembahan kami, yang pada saat jam ini merentangkan lengan-Mu
yang penuh kasih di atas salib agar semua orang boleh dikumpulkan kepada-Mu,
tolonglah kami dan selamatkan kami yang berseru kepada-Mu: ...
(Sujud, kepala menyentuh lantai)
Kemuliaan bagi-Mu ya Tuhan.

(PENGAKUAN IMAN NICEA; Berdiri tegak)

1. Aku percaya pada satu Allah, Sang Bapa, Yang Maha Kuasa, Pencipta Langit
dan Bumi, dan Segala Sesuatu yang Kelihatan maupun Tak Kelihatan.
2. Dan kepada Satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, yang
diperanakkan dari Sang Bapa sebelum segala zaman. Terang yang keluar dari
Terang; Allah Sejati yang keluar dari Allah sejati; Yang Diperanakkan dan
bukan diciptakan, satu Dzat Hakekat dengan Sang Bapa; yang melaluiNya
segala sesuatu diciptakan.
3. Yang untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita, telah turun dari Sorga,
dan menjelma oleh Sang Roh Kudus dan dari Sang Perawan Maryam serta
menjadi Manusia.
4. Telah disalibkan bagi keselamatan kita dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,
Dia menderita sengsara dan dikuburkan.
5. Dan telah bangkit lagi pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci.
6. Dan telah naik ke Sorga, serta duduk disebelah kanan Sang Bapa.
7. Serta Dia akan datang lagi dalam kemuliaan untuk menghakimi orang yang
hidup maupun orang mati, yang KerajaaNya tidak ada akhirnya.
8. Dan aku percaya pada Sang Roh Kudus, Tuhan Sang Pemberi Hidup, yang
keluar dari Sang Bapa, yang bersama dengan Sang Bapa dan Sang Putra
disembah dan dimuliakan, yang berbicara melalui para Nabi.
9. Aku percaya pada Gereja Yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik.
10. Aku mengakui Satu Baptisan bagi Pengampunan dosa-dosa
11. Aku menunggu akan kebangkitan Orang-Orang mati .
12. Serta Kehidupan Zaman yang akan datang. Amin.

(DOA PRIBADI. Di sini boleh diisi doa pribadi secara spontan, bacaan-bacaan Mazmur,
atau doa-doa tertentu dari Buku Doa, atau Doa Puja Yesus).

(Tegak berdiri menengadahkan tangan)
Melalui doa-doa para Bapa Suci, ya Tuhan Yesus Kristus Allah sesembahan kami,
kasihanilah kami dan selamatkan kami.

(Membungkuk)
Amin.
3. SEMBAHYANG SORE HARI
(Menghadap Ke Timur)

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Kemuliaan bagi Sang Bapa, Sang Putra, serta Sang Roh Kudus, sekarang dan selalu
serta sepanjang segala abad. Amin.

Kemuliaan bagi-Mu ya Allah kami, kemuliaan bagi-Mu.

Ya Raja Sorgawi, Penghibur, Roh Kebenaran, yang hadir di segala tempat serta yang
memenuhi segala sesuatu, harta simpanan segala yang baik serta Sang Pemberi
Hidup, datanglah dan tinggallah di dalam kami serta bersihkanlah kami dari segala
kenajisan, dan selamatkanlah jiwa kami ya Yang Mahabaik.

(Membungkuk membuat tanda salib)
Allah Mahakudus, Sang Kuasa Mahakudus, Sang Baka Mahakudus, kasihanilah kami. (3X)

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Kemuliaan bagi Sang Bapa, Sang Putra, serta Sang Roh Kudus, sekarang dan selalu
serta sepanjang segala abad. Amin.

(Berdiri tegak menengadahkan tangan)
Ya Sang Tritunggal Mahakudus, kasihanilah kami. Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa
kami. Ya Baginda, maafkanlah pelanggaran-pelanggaran kami. Ya Sang Mahasuci,
kunjungilah kami dan sembuhkanlah kelemahan-kelemahan kami, demi nama-Mu.

(Sujud, kepala menyentuh lantai)
Tuhan kasihanilah. (3x)

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Kemuliaan bagi Sang Bapa, Sang Putra, serta Sang Roh Kudus, sekarang dan selalu
serta sepanjang segala abad. Amin.

(Berdiri tegak menengadahkan tangan)
Bapa kami yang ada di sorga, dikuduskanlah kiranya nama-Mu, datanglah kerajaan-
Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam sorga. Berikanlah kami hari
ini, makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami
juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah membawa kami
ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari si jahat

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Karena Engkau yang empunya Kerajaan, dan Kuasa, dan Kemuliaan, Sang Bapa, Sang
Putra, serta Sang Roh Kudus, sekarang dan selalu serta sepanjang segala abad. Amin.

(Berdiri tegak menengadahkan tangan)
Ya Kristus Allah sesembahan kami, yang pada saat jam ini merentangkan lengan-Mu
yang penuh kasih di atas salib agar semua orang boleh dikumpulkan kepada-Mu,
tolonglah kami dan selamatkan kami yang berseru kepada-Mu: ...
(Sujud, kepala menyentuh lantai)
Kemuliaan bagi-Mu ya Tuhan.

(TROPARIA UCAPAN SYUKUR; Berdiri tegak, menengadahkan tangan)
Sekarang karena harinya telah berakhir, hamba bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan
memohon agar sore dan malam ini boleh tanpa dosa. Karuniakanlah hal ini kepadaku, ya
Juruselamat, dan kasihanilah aku. (Sujud, kepala menyentuh lantai).

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Kemuliaan bagi Sang Bapa, Sang Putra, serta Sang Roh Kudus.

(Berdiri tegak, menengadahkan tangan)
Sekarang karena harinya telah berlalu, hamba memuliakan-Mu ya Baginda dan memohon
agar sore dan malam ini boleh tanpa pelanggaran. Karuniakanlah hal ini kepadaku, ya
Juruselamat, dan kasihanilah aku. (Sujud, kepala menyentuh lantai).

(Berdiri tegak membuat tanda salib)
Sekarang dan selalu serta sepanjang segala abad. Amin.

(Berdiri tegak, menengadahkan tangan)
Sekarang karena harinya telah hampir habis, hamba memuji-Mu ya Yang Mahakudus dan
memohon agar sore dan malam ini boleh tanpa terganggu. Karuniakanlah hal ini
kepadaku, ya Juruselamat, dan kasihanilah aku.

(Sujud, kepala menyentuh lantai).
Tuhan kasihanilah. (12x).

(DOA PERMOHONAN AMPUN; Berdiri tegak, menengadahkan tangan)
Ya Tuhan Allah sesembahan kami, jika selama hari ini hamba telah berdosa, baik dalam
kata-kata, perbuatan, maupun angan-angan, ampunilah aku semuanya itu, karena Engkau
adalah yang Mahabaik dan mengasihi manusia. Karuniakanlah hamba tidur dengan
tenang dan tanpa gangguan, dan lepaskan hamba dari semua pengaruh dan pencobaan si
jahat. Bangkitkanlah hamba lagi pada saat yang seharusnya agar hamba boleh
memuliakan-Mu, karena Engkau itu Mahaberkat bersama dengan Anak Tunggal-Mu dan
Roh-Mu Yang Mahakudus, sekarang dan selalu serta sepanjang segala abad. Amin.

(PENGAKUAN IMAN NICEA; Berdiri tegak)

1. Aku percaya pada satu Allah, Sang Bapa, Yang Maha Kuasa, Pencipta Langit
dan Bumi, dan Segala Sesuatu yang Kelihatan maupun Tak Kelihatan.
2. Dan kepada Satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, yang
diperanakkan dari Sang Bapa sebelum segala zaman. Terang yang keluar dari
Terang; Allah Sejati yang keluar dari Allah sejati; Yang Diperanakkan dan
bukan diciptakan, satu Dzat Hakekat dengan Sang Bapa; yang melaluiNya
segala sesuatu diciptakan.
3. Yang untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita, telah turun dari Sorga,
dan menjelma oleh Sang Roh Kudus dan dari Sang Perawan Maryam serta
menjadi Manusia.
4. Telah disalibkan bagi keselamatan kita dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,
Dia menderita sengsara dan dikuburkan.
5. Dan telah bangkit lagi pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci.
6. Dan telah naik ke Sorga, serta duduk disebelah kanan Sang Bapa.
7. Serta Dia akan datang lagi dalam kemuliaan untuk menghakimi orang yang
hidup maupun orang mati, yang KerajaaNya tidak ada akhirnya.
8. Dan aku percaya pada Sang Roh Kudus, Tuhan Sang Pemberi Hidup, yang
keluar dari Sang Bapa, yang bersama dengan Sang Bapa dan Sang Putra
disembah dan dimuliakan, yang berbicara melalui para Nabi.
9. Aku percaya pada Gereja Yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik.
10. Aku mengakui Satu Baptisan bagi Pengampunan dosa-dosa
11. Aku menunggu akan kebangkitan Orang-Orang mati .
12. Serta Kehidupan Zaman yang akan datang. Amin.

(DOA SAAT SEMBAHYANG; Berdiri tegak, menengadahkan tangan)
Ya Kristus Allah sesembahan kami, yang pada segala waktu dan di dalam setiap jam, di
sorga maupun di bumi, disembah dan dimuliakan, yang panjang sabar penuh belas
kasihan dan welas asih, yang mengasihi orang saleh dan menunjukkan belas kasihan
kepada orang berdosa, yang memanggil semua manusia kepada keselamatan melalui janji
berkat-berkat jaman yang akan datang, terimalah kiranya, ya Tuhan, permohonan kami
pada jam ini, dan arahkanlah kehidupan kami sesuai dengan perintah-perintah-Mu.
Sucikanlah jiwa kami, murnikanlah tubuh kami, luruskanlah angan-angan kami, dan
bersihkanlah pikiran kami, lepaskanlah kami dari kesesakan, kejahatan, dan kesesakan.
Kelilingilah kami dengan malaikat-malaikat kudus-Mu, agar dengan dibimbing dan
dijagai oleh mereka, bolehlah kami mencapai kesatuan iman dan pengetahuan akan
kemuliaan-Mu yang tak terjangkau akal, karena Engkau itu terberkati sampai sepanjang
segala abad. Amin.

(SAAT PEMBACAAN ALKITAB; Pembacaan Alkitab dan perenungan dilakukan di sini)

(DOA PRIBADI. Di sini boleh diisi doa pribadi secara spontan, bacaan-bacaan Mazmur,
atau doa-doa tertentu dari Buku Doa, atau Doa Puja Yesus).
(Tegak berdiri menengadahkan tangan)
Melalui doa-doa para Bapa Suci, ya Tuhan Yesus Kristus Allah sesembahan kami,
kasihanilah kami dan selamatkan kami.

(Membungkuk)
Amin.

(Jika mau tidur)
Ke dalam tangan-Mu, ya Tuhan, aku serahkan jiwa dan tubuhku. Kiranya Engkau sendiri
memberkatiku dan mengasihi aku, dan karuniakanlah kepadaku hidup kekal. Amin.