You are on page 1of 11

SINTESIS LEMAK ALKANOL AMIDA DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM

LIPASE TERIMMOBILISASI

PROPOSAL PENELITIAN

Oleh:
ADILMAN ZAI
(137006006)

PROGRAM MAGISTER ILMU KIMIA
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2014

dan lain-lain. Buahnya juga disebut manggis. Sehingga di luar negeri buah manggis dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia. hipertensi dan trombosis.stroke. berwarna merah keunguan ketika matang. antibakteri. Selama ini kita hanya mengenal manggis sebagai buah berwarna ungu kemerahan yang daging buahnya sangat manis dan segar saat digigit tetapi kulitnya seringkali kita hanya membuangnya percuma begitu saja. ginjal. Tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter. Arry Miryanti. 2008). AIDS. Penelitian Prima (2010) melakukan isolasi senyawa xanthone pada kayu akar manggis (Garcinia mangostana L) melaporkan bahwa pada kayu akar manggis terdapat dua senyawa xanthone yaitu β-mangostin dan α-mangostin. Manggis merupakan komoditas buah eksotik yang dijuluki sebagai “Queen of the Fruit” karena memiliki warna dan rasa yang unik dibandingkan dengan komoditas buah-buahan lainnya (Reza dalam Arini. kanker. antialergi. kulit buah manggis juga sangat kaya akan antioksidan tinggi yang dapat mengobati berbagai macam penyakit bahkan penyakit maut sekalipun seperti penyakit jantung. Latar Belakang Manggis (Garcinia mangostana L) sebuah pohon tropis yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. antiinflamasi dan antihistamin. kini orang mulai mencarinya untuk dikonsumsi. Ternyata. Kulit manggis mengandung 50 senyawa xanthone. hepatitis. Senyawa itu tersebar pada kulit buah dan biji. mampu memperbaiki sel yang rusak. meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah. kulit batang. melindungi sel-sel di dalam tubuh. (2011) telah melakukan penelitian ekstraksi antioksidan dan uji aktivitas dari kulit buah manggis. antitumor. aterosklorosis. Telah kita ketahui bahwa senyawa xanthone sangat banyak manfaat misalnya dapat membunuh penyakit. melaporkan bahwa adanya aktivitas antioksidan dari kulit buah manggis. Penelitian ini melanjutkan penelitian tersebut . daun serta sebagian kecil pada daging buahnya. Kita menganggap kulit manggis sebagai sampah. Di alam ini terdapat sekitar 200 jenis xanthone dimana 50 jenis diantaranya berada pada buah manggis (Garcinia mangostana). diabetes. khasiat kulit manggis selain mengandung Xanthone yang merupakan zat yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Xanthone adalah bioflavonoid yang bersifat antioksidan. Buah ini mengandung aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.BAB I PENDAHULUAN 1.dkk. pengobatan penyakit jantung.

2. 2. 1.3. Senyawa xanthone memiliki banyak manfaat salah satunya adalah antioksidan.2. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengisolasi senyawa xanthone dari ekstrak etil asetat kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) dan menentukan struktur molekulnya.2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . Perumusan Masalah Penelitian senyawa xanthone pada kulit buah manggis masih terbatas (Garcinia mangostana L) laporan hasil isolasinya.yaitu melakukan penelitian tentang isolasi dan identifikasi senyawa xanthone yang terdapat pada kulit buah manggis khususnya dari ekstrak etil asetat. Melakukan uji aktivitas antioksidan senyawa hasil isolasi menggunakan metoda DPPH. Manfaat Penelitian Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan nilai tambah dari pemanfaatan kulit buah manggis (Sansevieria trifasciata) dan mengurangi sampah pada lingkungan serta melaporkan senyawa hasil isolasi untuk melengkapi profil kandungan senyawa kimianya. 1. Penelitian sebelumnya telah melakukan ekstraksi antioksidan kulit buah manggis dan penelitian ini melanjutkan penelitian isolasi dan identifikasi senyawa xanthone yang terdapat pada kulit buah manggis khususnya ekstrak etil asetat.

bentuk buah yang indah dan tekstur daging buah yang putih halus sehingga manggis mendapat julukan Queen of Tropical Fruit.2.2.06 mg. Buah Manggis Buah manggis termasuk buah eksotik yang sangat digemari oleh konsumen karena rasanya lezat. Manggis (Jawa).9 mg besi. bertekstur halus dan rasanya manis bercampur asam sehingga menimbulkan rasa khas dan segar. Tanaman Manggis Menurut Qosim. Gambar 2. dan luka. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti Manggu (Jawa Barat). 66 mg vitamin C.1 mg.2.1). vitamin B2 (riboflavin) 0. .1. merupakan nama latin yang diberikan untuk tanaman manggis (Gambar 2. vitamin B1 (thiamin) 0. wasir.1. 14 IU vitamin A. yaitu tanaman buah yang berasal dari hutan tropis di kawasan Asia Tenggara (Malaysia atau Indonesia).09 mg. 0. Bentuk fisik dari buah dan kulit manggis disajikan pada Gambar 2. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan. 2007 diketahui komposisi bagian buah yang dimakan per 100 gram1 7 mg fosfor. Manggusto (Sulawesi Utara). Daging buah manggis berwarna putih. Mangustang (Maluku) dan Manggih (Sumatera Barat) Gambar 2. dan vitamin B5 (niasin) 0. Tanaman Manggis Garcinia mangostana L.

Zat antimikroba dalam kulit manggis dapat memerangi bakteri. antifungi. Antioksidan senyawa yang dapat mencegah terjadinya reaksi terhadap oksidasi radikal bebas. Kulit manggis mengandung senyawa yang bernama “Xanthone” yang bekerja menyeimbangkan sistem kelenjar endokrin. Xanthone juga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka. Bahkan di negara maju seperti di Amerika Serikat. zat antimikroba tersebut bekerja untuk mengatasi iritasi usus besar dan usus kecil yang dapat menyebabkan gangguan fungsi pencernaan dan serta diare. Senyawa xanthone mempunyai kemampuan sebagai antioksidan. parasit dan jamur dalam perut. Sedangkan di Thailand. Kandungan antioksidan di dalam kulit buah manggis dapat membantu untuk melindungi dan menurunkan kandungan asam yang tinggi pada lambung. antiinflamasi. 2. 3. juga mencegah terjadinya faktor kerusakan sistem syaraf yang dapat mengakibatkan penyakit Parkinson. dan tannin. kandungan kimia yang terdapat dalam kulit manggis adalah xanthone. Mari kita lihat beberapa diantara manfaat kulit buah manggis tersebut bagi kesehatan 1. kulit buah manggis sudah menjadi ramuan tradisional turun menurun untuk mengobati infeksi pada kulit. mengeluarkan racun dari hati. dan lain-lain. garsinon. Menjaga Kesehatan Pencernaan. mangostin. luka dan diare. Selanjutnya. 6. Kandungan flavonoid di dalam kulit buah manggis bekerja untuk menghentikan kerusakan ringan pada memori otak. Sistem kelenjar endokrin yang seimbang menimbulkan keseimbangan yang baik dari semua hormon dan neurokimia yang diproduksi oleh sistem endokrin. Kulit manggis terbukti sangat efektif sebagai antioksidan. Secara umum. bahkan dapat menjadi penghambat pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Antioksidan yang ada di dalam kulit buah manggis juga dapat membantu mencegah penurunan fungsi otak yang dapat mengakibatkan penyakit seperti demensia dan Alzheimer. antioksidan akan bereaksi dengan radikal bebas sehingga dapat mengurangi kemampuan radikal bebas untuk menimbulkan kerusakan. Menjaga Kesehatan Otak. 5. . Menyeimbangkan Sistem Kelenjar Endokrin. Selain itu juga. antibakteri. ekstrak dari kulit manggis sudah menjadi suplemen diet yang dianjurkan oleh Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Pemerintah Amerika Serikat karena potensial sebagai antioksidan. flavonoid. dan air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit disentri. 4. termasuk untuk tekstil.Kulit buah manggis dimanfaatkan sebagai pewarna.

xanthone adalah substansi kimia alami. Mencegah Batu Ginjal. Dalam penamaan menurut IUPAC. B2 dan C. Selain itu. Manfaat Kulit Manggis Untuk Berbagai Penyakit sudah sangat populer di masyarakat. Manfaat kulit manggis tidak hanya untuk penyakit diabetes. ampuh sebagai obatManfaat Kulit Manggis Untuk Berbagai Penyakit diabetes melitus. Dengan kandungan xanthone yang tinggi(123. sodiumdan zat besi. Senyawa ini memiliki rumus molekul C13H8O2. spingomyolinase dan gartanin. yang terdapat dalam kulit manggis adalah senyawa xanthone yang merupakan senyawa organik turunan dari difenil-γ-pyron. Senyawa antioksidan terkuat. Manfaat dan kandungan kulit manggis : Buah manggis kaya akan vitamin B1. Mengkonsumsi ekstrak kulit manggis dalam jumlah tertentu secara rutin akan membuat anda mengeluarkan air seni lebih sering sehingga anda dapat terhindar dari penyakit infeksi saluran kemih dan juga masalah batu ginjal. 7. Manggis juga mengandung xanthone. epicatechin. Senyawa xanthone merupakan substansi kimia alami yang dapat digolongan dalam senyawa jenis fenol atau polyphenolic. serta kalsium. xanthone memiliki manfaat sebagai pengobatan untuk penyakit jantung. potassium. Dalam kulit buahnya. yaitu 40 persen. namun juga menurunkan kadar kolestreol jahat. 9. dalam kulit buah manggis yang mana dapat membunuh penyakit dan memperbaiki sel yang telah rusak serta melindungi sel-sel di dalam tubuh. senyawa ini diberi nama 9H-xanthen9-one. sehingga memiliki massa molar sebesar 196. Karena itulah. diantaranya. 8. apa lagi manfaatnya ? Manfaatnya adalah : 10. aterosklorosis (plakdi pembuluh darah). yang tergolong senyawa polyhenolic yang dapat digunakan sebagai zat untuk mengatasi berbagai penyakit. senyawa xanthone dapat digolongkan sebagai senyawa polar.Ekstrak kulit manggis juga mampu mencegah radang usus besar dengan cara menghambat infeksi pada kantong-kantong yang terdapat di lapisan usus besar. Khasiat dari Jus Kulit Manggis ini sudah terkenal dan sudah terbukti. hipertensi dan trombosis. mangostin. kandungan xanthone yang tertinggi. . flavonoid.19 gram/ mol.97 mg/ml). garsinon.

senyawa xanthone juga mengandung gamma-mangostin yang juga memiliki banyak manfaat dalam memberikan proteksi atau melakukan upaya pencegahan terhadap serangan penyakit. Proses isolasi senyawa xanthone dari ekstrak etil asetat dilakukan di laboratorium Kimia Organik.Menurut penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 1970-an. Senyawa alfamangostin sebagai turunan xanthone memiliki kemampuan dalam menekan pembentukan senyawa karsinogen pada kolon.Dalam penelitian lainnya juga ditemukan fakta bahwa gammamangostin memiliki sifat anti-radang yang jauh lebih baik dibandingkan dengan obat-obat inflamasi yang selama ini beredar di pasaran. dan aktivitas sitotoksik. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian mulai dilakukan dari bulan Juni tahun 2014 sampai dengan selesai. aromatase inhibitor.1. Xanthone Antioksidan yang unik dengan kadar tinggi pada kulit buah manggis (KBM) adalah senyawa xanthone.3 menunjukkan struktur senyawa xanthone. antikanker. Berbagai penelitian menunjukkan. Alfa-mangostin adalah senyawa yang sangat berkhasiat dalam menekan pembentukan senyawa karsinogen pada kolon. meningkatkan kekebalan tubuh.Gambar 2. BAB III METODE PENELITIAN 3.Dengan demikian. .2. antiplasmodial. Selain alfa-mangostin. antifungi. gamma-mangostin mampu memberikan proteksi pada serangan penyakit yang menyebabkan inflamasi seperti alzheimer dan arthritis. Turunan senyawa xanthone yang sudah diidentifikasi ada 14 jenis. kedua turunan senyawa xanthone tersebut bisa menghentikan proses peradangan atau inflamasi dengan jalan menghambat enzim COX-2 yang merupakan enzim pemicu peradangan. 2. antibakteri. senyawa xanthone memiliki sifat sebagai antidiabetes. antiperadangan. dan senyawa yang paling banyak pada KBM adalah alfa-mangostin dan gamma-mangostin. hepatoprotektif.

2. Pengambilan dan Penyiapan Kulit Buah Manggis Perlakuan awal yang dilakukan adalah pemilihan buah manggis berkualitas baik (diameternya > 65 mm dan warna kulit ungu kehitaman) dari Nias dan kulitnya dikumpulkan kemudian diproses melewati tahapan penyiapan sampel seperti skema 3.1. Alat Alat sohxlet. H 2SO4 10 %.2. 3. Ektraksi Senyawa Metabolit Sekunder Sebanyak 50 gram kulit buah manggis kering (simplisia) diisolasi dengan metode soxhletasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan dan etil asetat. 3.1. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. kromatografi lapis tipis. larutan A1C13 5%. erlenmeyer. dan uji bioaktivitas dilakukan di laboratorium Organik dan Biokimia. Alat dan Bahan 3.2. silika gel.3. campuran larutan AlCl3 5 % dan HCl 50 %. Universitas Sumatera Utara. Tahap Penyiapan Sampel 3. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. ITB Bandung.2. spektrofotometer FT IR. kromatografi kolom.1 Skema 3.1. pelarut etil asetat. Pengukuran spektroskopi dilakukan di laboratorium penelitian Kimia Organik Bahan Alam. basahi dengan pelarut n-heksan 200 ml yang ditampung dalam labu alas bulat 500 ml . Na asetat serta serbuk Na asetat dan asam borat.4. prosedur Kerja 3. spektrofotometer UV. Bahan Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) yang sudah kering 50 mg diperoleh dari Nias. NaOH 2 N. 3.4. Ekstraksi dilakukan dengan cara memasukkan simplisia kulit buah manggis sebanyak 50 gram ke dalam alat soxhlet. pelarut n-heksan 200 mL.

3.4.5. Fraksi yang mempunyai 1 noda dan berwarna kuning.As Ak x 100 Larutan DPPH 0. Penggunaan pelarut etil asetat bertujuan untuk menarik senyawa xanthone dari kulit buah manggis. 4.4. Uji kemurnian selanjutnya dilakukan dengan mengukur titik lebur senyawa hasil isolasi sebesar 930C 3. Na asetat serta serbuk Na asetat dan asam borat. Uji Antioksidan % Inhibisi = Ak . larutan A1C13 5%.4.4.4. kemudian 1/3 ekstrak kental diambil dan diuapkan di atas penangas air sampai seluruh pelarut yang tersisa habis menguap dan terbentuk ekstrak kering untuk digunakan pada proses selanjutnya. Pemisahan Senyawa Metabolit Sekunder Simplisia yang telah disari dengan n-heksan dikeringkan.2. Ekstraks etil asetat dengan KLT menggunakan eluen n-heksan:etil asetat. Sari n-heksan dipekatkan dengan menggunakan rotavapor sampai diperoleh ekstrak yang kental. Penentuan Struktur Hasil Isolasi Senyawa hasil isolasi selanjutnya ditentukan struktur senyawanya dengan menggunakan spektroskopi UV (Camago) 254 nm dan penampak noda H2SO4 10 %. .3. Dari proses yang dilakukan diperoleh ekstrak etil asetat kental.Tetesan filtrat ditampung dengan Erlenmeyer masing-masing 100 ml dan filtrat tersebut diperiksa dengan KLT menggunakan eluen nheksan : etil asetat (7 : 3) dengan penampak bercak H2SO4 10%.05 mM disiapkan dalam metanol. campuran larutan AlCl3 5 % dan HCl 50 %.dan dipanaskan sampai pelarut n-heksan di dalam alat soxhlet jernih. jika ada warna ungu menunjukkan steroid dan triterpenoid. setelah kering di soxhlet dengan pelarut etil asetat dengan cara yang sama seperti ekstraksi dengan pelarut n-heksan. Uji kemurnian senyawa hasil isolasi Ekstrak kental yang diperoleh dipisahkan dengan kromatografi kolom menggunakan fase gerak n-heksan: etil asetat secara gradien dari perbandingan 100:0 sampai perbandingan 0:100 dengan menggunakan fase diam silika gel. FT-IR 5300 Biorad Merlin mengunakan pereaksi geser NaOH 2 N. rasa pahit dan tidak berbau menunjukkan senyawa xanthone. 3. jika ada warna kuning menunjukkan flavonoid atau xanthone kemudian dipisahkan dengan kromatrografi kolom. Larutan induk ekstrak sampel dibuat dalam dimetil sufoksida (DMSO) dengan konsentrasi 1000 µg/mL. Ekstraksi dilakukan sebanyak empat kali dengan cara dan perlakuan yang sama.

.............. 0................................................................................................ Campuran larutan dihomogenkan dan dibiarkan selama 30 menit di tempat gelap..................................................2 mL berbagai konsentrasi larutan ditambahkan 3....... ii DAFTAR ISI....... Aktivitas antioksidan ditentukan oleh besarnya hambatan serapan radikal DPPH melalui perhitungan persentase inhibisi serapan DPPH dengan rumus sebagai berikut: Keterangan: Ak = Absorban kontrol As = Absorban sampel DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK.. 1 1.......................05 mM............ iii BAB I PENDAHULUAN......8 mL larutan DPPH 0.................................. Serapan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada λ maks 517 nm (Selvi...................... 1 ..................................... et al (2003)).....................................1 Latar Belakang..................................................Variasi konsentrasi dibuat dengan pengenceran larutan induk...........................

...........1 Kitin dan Kitosan...........1.......................................................................................... 6 3....2.......1...............2..................................2 Alat..3 Pemeriksaan Powder XRD...2............................................ 3 2....................... 7 3............................ 4 2................................................. 19 ................................................... 11 4...................................... 3 2.................. 15 BAB V KESIMPULAN ... 7 3.. 7 3.....................................................................................................................................3 Sintesis kitosan Basa-Schiff Tembaga (II) Kompleks.................... 9 4................................................2 Sintesis Kitosan Basa-Schiff............................................................................... 6 3...............................1 Pemeriksaan Spektra FTIR................................................................... 1 1..... 9 4........................1 Sintesis Intermediat 4-Hexadecyloxy-2-Hydroxybenzaldehyde..................3 Tujuan Penelitian..............................................................................................2..2 Struktur Kitin dan Kitosan..........................4 Manfaat Penelitian...........2............................................................2 Analisis Thermal...........................1................................. 6 3............................ 6 3.................................................................................................................. 6 3.5 Kalkulasi Deasetilasi............................................8 Modifikasi Struktur Kimia Kitosan........... 1 1...........................................4 Karakterisasi............................................................................ 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................2 Peumusan Masalah..................................................................................................................................................... 6 3.............................................................................................. 8 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 18 DAFTAR PUSTAKA.....................3 Bahan.......... 5 BAB III METODOLOGI PENELITIAN.............................2 Prosedur Kerja...........1 Alat dan Bahan..............