You are on page 1of 38

BAB I

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

1.1 Algoritma dan pemrograman
Sebelum membuat membuat suatu program dengan bahasa pemrograman
tertentu, perlu dibuat prosedur pengkodean program yang disebut algoritma.
Algoritma merupakan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah yang
disusun secara sistematis dan logis. Algoritma tidak hanya digunakan dalam
aplikasi komputer saja melainkan banyak juga digunakan dalam kehidupan
sehari-hari.
Secara umum, pihak yang pihak yang mengerjakan proses disebut pemroses
(processor). Pemroses dapat berupa manusia, komputer, robot atau alat
elektronik lainnya. Pemroses melaksanakan suatu proses dengan mengeksekusi
atau menjalankan algoritma yang menjabarkan proses tersebut dan
mengerjakannya sesuai dengan algoritma yang diberikan kepadanya. Contohnya
tukang tambal ban menambal ban berdasarkan metode yang diberikan
kepadanya, koki membuat kue berdasarkan resep, pianis memainkan lagu
berdasarkan papan not balok. Karena itu suatu algoritma harus dinyatakan dalam
bentuk yang dimengerti oleh pemroses.
Komputer hanyalah suatu pemroses. Agar dapat oleh suatu komputer,
algoritma harus ditulis dalam notasi bahasa pemrograman sehingga dinamakan
program. Jadi program adalah implementasi teknis algoritma yang ditulis dalam
bahasa pemrograman tertentu sehingga dapat dilaksanakan oleh komputer.
Belajar memprogram tidak sama dengan belajar bahasa pemprograman.
Belajar memprogram adalah belajar tentang strategi dan metodologi pemecahan
suatu masalah, kemudian menuangkannya dalam notasi tertentu yang mudah
dibaca dan dipahami. Belajar memprogram bersifat pemahaman persoalan,
analisis dan sintesis yang menitik beratkan pada perancangan program.
Belajar bahasa pemrograman berarti belajar memakai suatu aturan tata
bahasa, instruksi-instruksi, tata cara pengoperasian compiler, dan memanfaatkan
instruksi-instruksi tersebut untuk membuat program yang ditulis dalam bahasa
itu saja yang menitik beratkan pada pengkodean program atau sebagai corder.

1
1.2 Struktur data
Untuk melakukan pengkodean program harus diketahui data apa yang
dipakai atau terlibat didalam program. Data harus didefinisikan dengan baik dan
benar agar program yang dibuat berfungsi dengan baik. Pemilihan tipe data
yang kurang tepat akan menyebabkan program kurang berfungsi dengan baik
bahkan mengalami kegagalan alias tidak berfungsi seperti yang diinginkan.
Dalam pemrograman data disimpan dalam bentuk variabel yang merupakan
besaran atau data yang nilainya dapat berubah-ubah. Nilai variabel tergantung
pada input yang dimasukan. Didalam pemrograman terstruktur variabel harus
dideklarasikan dengan tipe data yang sesuai dengan data yang akan digunakan.
Sebagai contoh Nama siswa dapat dideklarasikan dengan tipe data string, data
panjang alas segitiga dapat dideklarasikan dengan tipe data integer atau real.
Macam-macam tipe data dalam melakukan pengkodean program diantaranya
adalah sebagai berikut :
TIPE DATA KEGUNAAN
Tipe data string Digunakan untuk menyimpan data berupa untaian karakter
Tipe data number Digunakan untuk menyimpan data berupa bilangan
Tipe data Boolean Digunakan untuk menyimpan data yang mempunyai 2 kondisi
Tipe data karakter Digunakan untuk menyimpan data yang berupa karakter
Tipe data array Digunakan untuk menyimpan kumpulan data yang mempunyai
tipe data yang sama
Tipe data record Digunakan untuk menyimpan kumpulan data yang masing-
masing datanya mempunyai tipe data yang berbeda
Tipe data pointer Digunakan untuk menyimpan data yang menujukkan alamat
memori tertentu

Masing-masing data mempunyai fungsi dan karakteristik yang spesifik.
Suatu data dapat diwakili dengan tipe data yang berbeda tetapi ada juga yang
dapat diwakili dengan tipe data yang sama. Sebagai contoh, data jumlah
penduduk dapat digunakan tipe data number dengan jenis integer karena data
jumlah penduduk merupakan bilangan bulat, namun dapat juga dengan jenis real
walaupun kurang tepat.

BAB II
PENGENALAN BAHASA PEMROGRAMAN DELPHI

2
Setelah algoritma disusun dengan baik dan benar, maka langkah selanjutnya
adalah memilih bahasa pemrograman yang akan digunakan untuk membuat program
aplikasi. Dewasa ini berkembang bahasa pemrograman yang berbasis text (Pascal,
Basic, C, Fortran, Prolog, Cobol) maupun berbasis grafik (Borland Dhelpi, Visual
C, C developer) dan lain sebagainya.
Dalam memilih bahasa pemrograman yang akan digunakan sebaiknya konsisten
artinya usahakan menguasai suatu bahasa pemrograman dengan baik, jangan
menguasai beberapa bahasa pemrograman tetapi hanya sedikit-sedikit.

2.1 Bahasa Pemrograman Delphi 7
Dhelpi merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang sangat popular
karena kehandalan, kemudahan, kecepatan dan dukungan yang luas untuk
membuat program aplikasi baik yang sederhana sampai yang kompleks.
Keistimewaan bahasa pemrograman ini adalah sebagai berikut :
a.Dapat berjalan dalam Sistem Operasi Microsoft Windows 9x, ME,
2000 dan XP yang banyak dipakai oleh pengguna komputer di
Indonesia.
b. Bisa digunakan untuk membuat program aplikasi
perhitungan, multimedia, program interaktif, program basis data,
maupun program yang memiliki kecerdasan yang kompleks (rumit)
c.Mudah dalam penggunaannya karena dhelpi bekerja dengan menu
user friendly.
d. Dhelpi 7 merupakan bahasa pemrograman visual dengan
mode grafik sehingga untuk membuat program dengan tampilan yang
menarik tidak memerlukan kode yang panjang.
e.Mendukung pemrograman berorientasi objek.
Dalam melakukan pengkodean program hendaknya program yang ditulis
mengikuti algoritma yang telah ditentukan sebelumnya yang biasa digambarkan
dalam diagram flow chart.

Berikut adalah gambar tampilan awal Dhelpi 7 :

3
2.2 Form
Pada saat pertama kali membuka Dhelpi, kita akan menemukan sebuah form
kosong secara otomatis dengan bentuk sebagai berikut :

Form merupakan tempat kerja dimana komponen-komponen akan diletakkan
dan output program akan terlihat dalam form tersebut. Form merupakan suatu
objek yang mempunyai sifat (properties) dan even yang dapat diatur pada objek

4
inspector. Form mempunyai sifat yaitu nama, align, AutoScroll, Auto size,
caption dan lain sebagainya. Form mempunyai sifat yang banyak, akan tetapi
yang perlu diketahui bagi pemula adalah caption= judul form dan name= nama
form.

Sifat pada form dapat diubah dengan mengubah propetiesnya pada object
inspector,

2.3 Komponen
Dhelpi merupakan pengembangan bahasa pemrograman Pascal yang sudah
popular sebelumnya dengan menambahkan fasilitas mode dengan menu user

5
friendly seperti kebanyakan program berbasis Ms.Windows. Hal inilah yang
menjadi daya tarik bagi kebanyakan orang untuk menggunakan Dhelpi sebagai
bahasa pemrograman dewasa ini.
Dengan pemrograman visual dan ditambah dengan OOP (Object Oriented
Programming) menjadikan hasil program yang dibuat dengan dhelpi
mempunyai kehandalan dan kecepatan seperti pascal dengan tampilan menarik.
Untuk membuat program dengan tampilan menarik, tidak diperlukan banyak
kode program yang harus ditulis karena sudah disediakan komponen visual
yang dapat dipakai secara langsung dengan cara yang sangat mudah.
Untuk membuat program dengan dhelpi, kita hanya menaruh komponen-
komponen yang kita inginkan pada form dan memfungsikan masing-masing
komponen sesuai dengan yang kita inginkan. Dhelpi akan membuat kerangkan
program dengan kode editor (unit). Jendela form digunakan untuk mendesain
tampilan program sedangkan kode editor digunakan untuk menuliskan kode
programnya. Setiap komponen pada form, dhelpi secara otomatis akan
menuliskan kerangka programnya dalam kode editor. Untuk berpindah dari
form ke kode editor anda dapat menekan F12.
Macam-macam komponen Dhelpi
Dhelpi 7 atau versi sebelumnya, menyediakan banyak komponen yang
digunakan dalam program, akan tetapi dalam modul ini akan dibahas beberapa
komponen dasar yang harus diketahui pemula. Komponen di dhelpi diletakkan
pada komponen palet yang terletak dibawah menu pull down.

a. Komponen palet standart berisi 16 komponen yaitu label, edit, memo,
button, check box, radio button dan lain-lain.
b. Komponen palet Aditional berisi 26 komponen yaitu Bitbtn, speed
button, MaskEdit, StringGrid, Image, Shape dan lain-lain
c. Komponen palet Win 32 berisi 20 komponen yaitu TabControl,
PageControl, RichEdit, ProgressBar, Updown, Animate dan lain-lain.
d. Komponen system berisi 20 komponen yaitu TabControl, PageControl,
RichEdit, ProgessBar, Updown, Animate dan lain-lain.

6
e. Komponen palet Data Access berisi 6 komponen yaitu DataSource dan
lain-lain.
f. Komponen palet Data Control berisi 15 komponen yaitu DBGrid,
DBEdit, DBText dan lain-lain.
g. Komponen palet DBE berisi 8 komponen yaitu Table, SQL, StoreProc
dan lain-lain.
h. Komponen palet ADO beris 20 komponen yaitu ADOConection, ADO
Table, ADOQuery dan lain-lain.
i. Dan lain-lain
Isi komponen palet standart
Karena banyaknya komponen yang disediakan dalam Dhelpi 7, maka dalam
modul ini hanya dibahas beberapa komponen saja yang berada pada komponen
palet standart yaitu :
a. Komponen Label digunakan untuk memberika label atau tulisan
pada program seperti judul atau keterangan. Label memiliki properties
yang terpenting yaitu Caption dan Name.
b. Komponen Edit merupakan komponen yang dapat digunakan untuk
tempat yang dapat diisi, biasanya digunakan untuk input dalam program.
Edit memiliki beberapa properties yang terpenting adalah Name dan
Text
c. Komponen Button merupakan komponen berupa button yang
biasa digunakan untuk mengeksekusi sebuah perintah pada program
visual. Button memiliki beberap properties yang terpentig adalah
Caption dan Name, dan mempunyai even yang penting yaitu OnClick.
d. Komponen Memo hampir mirip dengan edit tetapi memo memiliki
kapasitas string dan baris yang lebih banyak. Memo memiliki beberapa
properties yang terpenting yaitu Name dan Lines.
e. Komponen Main Menu merupakan komponen yang digunakan
untuk membuat tampilan menu pulldown seperti pada aplikasi program
berbasis windows. Properties yang penting dalam main menu adalah
Caption dan Name.

f. Komponen CheckBox digunakan pada program untuk memilih
pilihan yang berisi lebih dari satu (seperti form isian hoby dll).

7
CheckBox memiliki properties yang penting antara lain Name dan
Checked.
g. Komponen RadioButton digunakan pada program untuk memilih
pilihan yang hanya boleh diisi satu pilihan seperti pada software ujian
berganda. RadioButton memiliki properties yang penting antara lain :
Caption dan Name.
Komponen lainnya
Karena komponen pada Dhelpi 7 sangat banyak, akan sangat membantu
jika anda pelajari sendiri komponen lainnya baik melalui buku referensi
maupun menu help. Untuk belajar help tinggal pilih Menu Pull Down Help >
Delphi sehingga muncul tampilan sbb :

BAB III
MELAKUKAN PENGKODEAN PROGRAM

8
DENGAN DHELPI 7

3.1 Perancangan Tampilan Program Dengan Form
Sebelum membuat program dengan Dhelpi 7, sebaiknya dibuat rancangan
tampilan program didalam form dengan menempatkan komponen yang
dibutuhkan pada form. Sebagai contoh, untuk membuat program sederhana
yaitu untuk menghitung luas segitiga siku-siku dengan input masukan adalah
panjang alas dan tinggi segitiga.
Rancangan tampilan program pada form dapat dibuat seperti contoh dibawah
ini:

Tampilan diatas terdiri dari 9 komponen (Label = 4, Edit = 3, Button = 2) yang
semua komponen diatas terletak pada komponen palet Standart. Untuk
menempatkan komponen-komponen tersebut diatas form caranya tinggal pilih
komponen yang diinginkan dan drag dengan mouse. Jika tampilannya belum
sesuai, dapat diatur dengan mendrag komponen untuk diletakkan sesuai dengan
yang diinginkan. Daftar komponen yang dibutuhkan dan propertiesnya adalah
sebagai berikut :

3.2 Pengaturan Properties Melalui Object Inspector

9
Setelah meletakkan komponen yang diperlukan pada from, langkah
selanjutnya adalah mengatur properties masing-masing komponen pada object
inspector.

3.3 Penulisan Kode Program
Setelah rancangan tampilan sudah jadi, langkah selanjutnya adalah
menuliskan kode program pada code editor. Delphi 7 sudah menyediakan
kerangka program secara menyeluruh, untuk menambahkan kode program
dapat dilakukan pada prosedur atau fungsi pada program secara keseluruhan.
Pada contoh diatas, Delphi 7 secara otomatis akan membuat kerangka kode
program sebagai berikut :

10
Kode program tersebut merupakan program otomatis yang dibuat oleh
Delphi 7 yang merupakan kerangka program. Kode program perlu dilengkapi
yaitu jika button1 diklik maka akan menghitung luas segitiga. Untuk
menambahkan kode program dapat dilakukan dari form dengan mendobel klik
pada komponen button1(hitung) pada form. Delphi secara otomatis akan
menambahkan prosedur baru didalam program.

Catatan :

Sudah secara otomatis dibuat Delphi, sehingga hanya perlu ditambahkan
kode antara begin dan end

Ingat penulisan kode program pada procedure ditulis dalam program utama.
Procedure akan terbentuk secara otomatis pada saat button1 (hitung) didobel
klik pada form dan langsung akan berpindah ke code editor. Program yang
ditambahkan disisipkan diantara procedure.
Untuk menambahkan kode program pada button2 (keluar) caranya sama
seperti diatas yaitu dengan mendobel klik pada form sehingga secara otomatis
Delphi 7 akan masuk ke menu code editor dan menciptakan procedure baru dan
dapat diisi dengan “close” untuk keluar.

Catatan : yang perlu dituliskan dalam program diatas hanya “close”,

sedangkan sudah secara otomatis dibuat oleh Delphi

11
3.4 Mengkompile Dan Mengeksekusi Program
Setelah kode program diisi dengan benar, langkah selanjutnya adalah
melakukan kompile program. Mengkompile program bertujuan untuk
mengetahui apakah kode program yang diisikan sudah benar atau belum baik
secara sintak, penulisan maupun logika pemrogramannya. Untuk melakukan
kompile program dapat dilakukan dengan menekan kombinasi CTRL+F9
secara bersamaan. Jika kode program yang diisikan tidak ada kesalahan maka
tidak muncul pesan kesalahan sehingga dapat dilanjutkan dengan mengeksekusi
program.
Eksekusi program bertujuan untuk melihat apakah program yang telah
dibuat sudah sesuai dengan yang diharapkan. Untuk melakukan eksekusi
program caranya adalah dengan memilih menu RUN > Run atau dengan
menekan tombol F9. Jika kode program yang dibuat mempunyai kesalahan
maka akan muncul pesan kesalahan seperti gambar dibawah ini.

Jika terdapat kesalahan, maka kode program harus diperbaiki. Delphi 7
memberikan keterangan dan informasi bagian kode program yang mengalami
kesalahan. Bagian yang salah akan berwarna merah seperti gambar diatas.
Delphi juga memberikan keterangan salahnya pada bagian yang mana dan
mengapa sehingga akan lebih mudah untuk memperbaikinya. Seperti contoh
diatas ada pesan kesalahan “Missing Operator or semicolon” yang berarti
bahwa kode program kurang tanda “ ; ”. Ingat setiap akhir baris harus diberi
tanda tersebut.

12
Pesan kesalahan kedua “undeclared indentifier “als” artinya bahwa data als
belum didefinisikan. Dari contoh diatas terlihat bahwa kode program yang
ditulis yang dideklarasikan dengan alas, tinggi dan luas. Data als kemungkinan
terjadi karena salah dalam penulisan alas.
Hasil eksekusi program luas segitiga

13
BAB IV
MEMBUAT PROGRAM APLIKASI BASIS DATA
DENGAN DELPHI 7

4.1 Basis Data
Basis data merupakan kumpulan data (tabel) yang saling berkaitan yang
disimpan dalam media penyimpanan elektronik (floppy disk, hardisk, CD, DVD,
Flash Disk, PCMCIA) agar dapat ditambah, diedit, disimpan dan diakses dengan
mudah dan cepat.
Setiap organisasi yang baik bersifat profit (perusahaan, hotel, rumah sakit,
took swalayan) maupun organisasi non profit (instansi pemerintah, organisasi
keagamaan, sekolah) membutuhkan pengelolaan data yang mudah dan cepat.
Pengelolaan data secara manual dengan pembukuan kertas dianggap memiliki
banyak kekurangan terutama jika jumlah data sudah sangat besar sehingga
diperlukan pengembangan system pengolahan dengan basis data.

4.2 Sistem Pengelola Basis Data
Pengelolaan basis data tidak dilakukan secara langsung oleh user melainkan
oleh sebuah program aplilkasi yang khusus untuk mengelola basis data yang
disebut istilah “Database Management System” yang lebih dikenal dengan
DBMS. DBMS berfungsi untuk melakukan pengorganisasian data dimana data
akan disimpan, diedit, dihapus dan ditambahkan serta diakses oleh user. DBMS
juga berfungsi untuk mengatur pemakaian bersama data yang terdapat dalam
system basis data dan mengamankan data dari akses orang yang tidak berhak.
Dalam manajemen basis data pada suatu komputer diperlukan suatu program
(software) aplikasi yang mampu mengolah basis data. Ada banyak software
yang dapat digunakan untuk mengelola basis data, diantaranya adalah :
• Berbasis DOS : dbase, foxbase, foxpro dan lain-lain
• Berbasis Windows : Ms Access, Visual Foxbase, Oracle, Microsoft
SQL Server, MySQL, Interbase dan lain-lain
• Berbasis Linux : MySQL, PostGrest dan lain-lain
Pada awalnya untuk membangun program basis data digunakan bahasa
pemrograman dengan menggunakan tipe data seperti yang dijelaskan diatas

14
yaitu berupa record. Dengan cara ini pemrogram dapat membuat jenis file basis
data yang spesifik sehingga tidak standard. Jika terjadi perubahan kebutuhan
program, maka kode harus diubah dan memerlukan waktu yang lama untuk
melakukan perubahan yang sebenarnya relatif mudah.
Akan tetapi bahasa pemrograman sekarang sudah menyediakan fasilitas
basis data yang sudah ada sehingga program basis data dapat dibangun sesuai
kebutuhan

4.3 Mengenal Komponen Basis Data pada Delphi 7
Delphi 7 menyediakan beberapa fasilitas basis data yang dapat digunakan
pada program aplikasi basis data. Basis data yang didukung oleh Dhelpi
diantaranya Paradox, Interbase, Ms.Access, MySQL, dbase dan lain sebagainya.
Secara default Delphi menyediakan komponen untuk koneksi ke basis data
dengan BDE (Borland Database Engine). Dalam instalasi Delphi akan terbentuk
BDE Administrator di Control Panel seperti tampilan berikut :

Untuk membuat program basis data dengan Delphi diperlukan komponen
basis data yang terbungkus pada komponen Palet Data Access, Data Control dan
BDE.

15
Komponen Basis Data
a. Komponen Palet Data Access

Komponen palet Data Access berisi 6 komponen, yang sering digunakan
adalah Data Source . Data Source ini digunakan untuk menghubungkan
basis data dengna komponen visual yang akan ditampilkan pada form.
Komponen Data Source tidak akan tampak pada saat program
dijalankan.

b. Komponen Palet Data Control

Komponen Palet Data Control berisi 15 komponen yang sering
digunakan adalah

c. Komponen Palet BDE

Komponen palet BDE berisi 8 komponen, yang sering digunakan adalah
Table dan Query.
• Table digunakan untuk menghubungkan tabel mana basis data
disimpan. Properties table yang paling penting “Name”,
“Database Name”, “Table Name”, dan “Active”.
• Query hamper sama dengan table yang berguna untuk
menghubungkan kebasis data yang disimpan didalam hardisk.
Bedanya kalau table hubungannya ditentukan lewat lewat
properties pada Object Inspector sedangkan Query koneksinya
menggunakan perintah SQL (Structured Query Language).

16
4.4 Membuat Basis Data Dengan Database Desktop
Delphi 7 menyediakan Database Desktop untuk membuat dan mengedit
basis data. Untuk masuk kedalam Database Desktop caranya adalah tekan
tombol Start > Program > Borland Delphi 7 > Database Desktop

Untuk membuat basis data dengan Database Desktop misalnya tabel siswa
dengan desain sebagai berikut :

Data NIS berupa bilangan sehingga dapat digunakan tipe data Number atau
dapat juga menggunakan tipe data String (Alpha). Karena tiap siswa mempunyai
NIS yang berbeda maka field NIS dapat dijadikan sebagai kata kunci (Primary
key). Data Nama berisi kumpulan huruf sehingga dapat dipilih Alpha, demikian
juga untuk Alamat dan Orang tua.
Untuk tipe data yang lain seperti Number, Date/Time, Memo, Graphic, OLE
dan lain sebagainya dapat dipelajari lebih lanjut.
Untuk membuat basis data baru pilih menu File > New > Table maka akan
muncul tampilan sebagai berikut :

17
Pilih tipe dari basis data yang akan dibuat (misal paradox) atau lainnya lalu pilih
tombol ok, maka akan muncul menu untuk pembuatan tabel baru.

Buatlah field-field misalkan tabel siswa adalah sebagai berikut : NIS, Nama,
Alamat dan Orang Tua. Tentukan tipe data untuk masing-masing field. Pilihlah
salah satu field yang datanya bersifat unik atau tidak mungkin sama sebagai kata
kunci (primary key). Pada contoh disini field yang bersifat unik adalah NIS
(Nomor Induk Siswa) karena setiap siswa pasti mempunyai NIS yang berbeda,
dengan kata lain tidak mungkin ada siswa yang mempunyai NIS sama dengan
siswa lainnya.
Setelah masing-masing field ditentukan tipe datanya maka langkah
selanjutnya adalah menyimpan tabel tersebut ke database. Simpanlah tabel
dalam database alias (work). Database alias adalah sebuah nama database yang
menunjuk ke alamat di media penyimpanan.

Pada contoh disini dipilih database alias work yang merupakan database
alias yang disediakan oleh Delphi. Jika ingin menyimpan dalam database alias
yang lain dapat dibuat database alias baru di BDE Administrator pada Control

18
Panel. Berilah nama tabel misal latihan, maka program secara otomatis akan
memberi ekstensi latihan.db.
4.5 Membuat Aplikasi Basis data dengan Delphi 7
Untuk membuat basis data dengan dhelpi 7 diperlukan komponen yang
terdapat pada komponen Palet BDE, Data Access dan Data Controls. Adapun
komponen yang dibutuhkan tergantung kebutuhan. Sebagai contoh disini akan
dibuat program aplikasi untuk menampilkan, menambah, mengubah data pada
tabel siswa SMK dengan nama latihan.db.
Seperti pada pembuatan program aplikasi biasa, program aplilkasi basis data
harus dirancang pada form. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan pada langkah
pembuatan basis data denga Delphi 7.
• Buka program Delphi 7
• Atur properties Form dengan Name form1 dan Caption= Latihan
Program Basis Data
• Pasangkan komponen Label, DataSource, Table, DBGrid, Button dan
DBNavigator.
• Aturlah properties komponen-komponen yang dibutuhkan tersebut.
• Aturlah posisi tampilan seperti pada gambar berikut :

19
• Buatlah form2 sebagai input masukan sebagai berikut :

• Tuliskan kode program untuk unit1 (form1)
Kliki doubel Button1 (tambah) maka akan masuk ke menu code editor.
Delphi akan membuat procedure baru yang siap diisi dengan program
sebagai berikut :

Klik double button2 (keluar) dan isikan kode program sebagai berikut :

20
• Tuliskan kode program untuk unit2 (form2)
Klik double button1 (OK) maka akan masuk ke menu kode editor.
Delphi akan membuat prosedur baru yang siap diisi dengan program
sebagai berikut :

Klik double button2 (batal) seperti diatas dan isikan kode program
berikut ini :

• Compile program dengan menekan CTRL+F9 secara bersamaan
untuk mengecek apakah kode program ada yang salah atau tidak. Jika
masih ada kesalahan lakukan perbaikan terlebih dahulu, setelah tidak
ada kesalahan dapat dilanjutkan kelangkah berikutnya.
• Eksekusi program dengan menekan tombol F9
• Lihat hasil eksekusi program dan lakukan pengecekan fungsional

• Program diatas merupakan program basis data yang sangat sederhana
yang hanya dapat menambah data. Fasilitas lainnya seperti edit, delete

21
dan jika datanya banyak dapat ditambahkan fasilitas pencarian
kedalam program diatas.

BAB V
MELAKUKAN PENGUJIAN DAN MEMBUAT
LAPORAN HASIL PENGUJIAN PROGRAM

5.1 Pendahuluan
Setelah memahami konsep dasar algoritma dan pemrograman, struktur data,
memahami bahasa pemrograman Delphi 7, mampu membangun program
aplikasi baik perhitungan dan basis data pada materi ini akan membahas
bagaimana menguji sebuah program dan membuat laporannya.
Pengujian sebuah program yang telah dibangun menjadi tugas analisis dalam
memberikan tugas kepada Programmer, akan tetapi sebagai programmer harus
mengetahui juga bagaimana mekanisme pengujian program apakah telah
berhasil atau belum. Pengujian program per bagian atau secara keseluruhan.
Pengujian program per bagian dapat dilakukan pada saat pembuatan kode,
sedangkan pengujian secara keseluruhan dilakukan setelah semua bagian selesai.

5.2 Pengujian Program
Dalam melakukan pengkodean program, seorang programmer harus
mengetahui permasalahan yang dihadapi dan mengetahui juga bagaimana
penyelesainnya. Penyelesaian permasalahan dalam pengkodean program
biasanya diimplementasikan dalam algoritma yang digambarkan dengan
diagram alir. Diagram alir penyelesaian sebuah permasalahan harus dikonversi
dalam bahasa pemrograman sehingga menghasilkan sebuah program aplikasi
komputer sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.
Proses pengujian sebuah program aplikasi yaitu dengan mencocokan fungsi-
fungsi yang telah dibuat dengan berbagai input masukan atau tindakan yang
mencerminkan dari permasalahan. Sebagai contoh dalam program mencari luas
segitiga siku-siku terdapat input masukan panjang alas dan tinggi segitiga dan
juga terdapat output yaitu luas segitiga berdasarkan persamaan yang diberikan.

22
Dalam contoh program mencari luas segitiga, untuk melakukan pengujian
program dapat dilakukan dengan memberikan input masukan untuk panjang alas
dan tinggi segitiga.

Langkah-langkah dalam melakukan pengujian program adalah sebagai
berikut :
• Jalankan program mencari luas segitiga
• Berikan input sesuai dengan criteria yang diberikan (Contoh untuk
panjang alas masukan bilangan bukan huruf atau tanda baca)
• Klik tombol Hitung
• Lihat hasilnya
• Bandingkan hasil perhitungan dengan komputer dengan hitungan
manual
• Jika program telah melakukan perhitungan dengan benar, maka
lakukan pengujian untuk bilangan yang lain
• Berikan input sembarang (Misal huruf)
• Perhatikan apa yang dilakukan program!!
• Catat setiap hasil yang telah didapat

Untuk melakukan pengujian program aplikasi lainnya baik perhitungan,
basis data, interaktif maupun animasi langkahnya hampir sama tergantung pada
permasalahan yang dipecahkan.

5.3 Membuat Laporan
Untuk memberikan laporan kepada pemberi tugas dalam hal ini adalah
program analisis, diperlukan laporan hasil pengujian program yang telah dibuat.
Format laporan hasil pengujian program dapat dibuat dengan mencantumkan
indicator yang diuji apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum.

23
Contoh format laporan pengujian program adalah sebagai berikut :

24
BAB VI
LATIHAN-LATIHAN

6.1 Membuat program animasi sederhana
Buatlah tampilannya seperti gambar dibawah ini :

Ubah nilai propertiesnya :
a. Animate 1 : Untuk menampilkan animasi yang dibuat, misalnya
animasi copy file
CommanAvi : Avi copying file
b. Button1
Caption : Play
Event on click sebagai berikut :
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
begin
animate1.Active:=true;
end;
c. Button2
Caption : Stop
Event on click sebagai berikut :
procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
animate1.Active:=false;

25
end;

end.
Jalankan programnya dengan menekan F9 atau menu Run pada pallets. Klik
play untuk menjalankan animasi copying file nya, klik stop untuk berhenti.
6.2 Menampilkan Pesan
Buat desainnya seperti gambar dibawah ini :

Ubah nilai propertiesnya :
a. Label 1
Caption : Nama
b. Edit1.text : kosongkan
c. Button1
Caption : Pesan
Event onclick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
var nama:string;
begin
nama:=edit1.Text;
showmessage('Helloo..'+nama);

end;
d. Button2
Caption : Keluar
Event onclick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
application.Terminate;
end;
Jalankan/run programnya, inputkan (GALAVARI) klik pesan maka
outputnya :

26
6.3 Membuat Program Warna
Desainnya seperti berikut :

Ubah nilai propertiesnya :
a. Button 1
Caption : Merah
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
begin
edit1.Color:=clred;
end;
b. Button 2
Caption : Kuning
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
edit2.Color:=clyellow;
end;
c. Button 3
Caption : Hijau
Event onClick sebagai berikut :

27
procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject);
begin
edit3.Color:=clgreen;
end

d. Button 4
Caption : Biru
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button4Click(Sender: TObject);
begin
edit4.Color:=clblue;
end;
e. Button 5
Caption : Ungu
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button5Click(Sender: TObject);
begin
edit5.Color:=clpurple;
end;
f. Button 6
Caption : Keluar
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button6Click(Sender: TObject);
begin
close;
end;
g. Edit1.text, edit2.text sampai dengan edit5.text. Text dikosongkan
Jalankan/run program, kemudian tekan tombol merah untuk menampilkan
warna merah dan seterusnya, tekan keluar untuk menutup program.

6.4 Kalkulator sederhana
Desainnya seperti berikut :

28
Ubah nilai propertiesnya :
a. Label1 (caption : masukan bilangan pertama)
b. Label2 (caption : masukan bilangan kedua)
c. Label3 (caption : hasil )
d. Button1 (caption : jumlah)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
var a,b,c:integer;
begin
a:=strtoint(edit1.Text);
b:=strtoint(edit2.Text);
c:=a+b;
edit3.Text:=inttostr(c);
end;
e. Button2 (caption : Kurang)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
var a,b,c:integer;
begin
a:=strtoint(edit1.Text);
b:=strtoint(edit2.Text);
c:=a-b;
edit3.Text:=inttostr(c);
end;
f. Button3 (caption : kali)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
var a,b,c:integer;
begin
a:=strtoint(edit1.Text);
b:=strtoint(edit2.Text);
c:=a*b;
edit3.Text:=inttostr(c);
end;
g. Button4 (caption : bagi)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
var a,b,c:integer;
begin
a:=strtoint(edit1.Text);
b:=strtoint(edit2.Text);
c:=a div b;
edit3.Text:=inttostr(c);
end;

29
h. Button5 (caption : sisa bagi)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
var a,b,c:integer;
begin
a:=strtoint(edit1.Text);
b:=strtoint(edit2.Text);
c:=a mod b;
edit3.Text:=inttostr(c);
end;
i. Button6 (caption : hapus)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button6Click(Sender: TObject);
begin
edit1.Text:='';
edit2.Text:='';
edit3.Text:='';
end;
j. Button7 (caption : keluar)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button7Click(Sender: TObject);
begin
close;
end;
k. Edit1.text sampai dengan edit3.text, text dikosongkan.

6.5 Menampilkan Kata
Desainnya seperti berikut :

30
Ubah propertiesnya :
a. Button1 (caption :tampilkan)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
begin
edit1.Text:='Selamat Datang';
end;
b. Button2 (caption :tampilkan)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
edit2.text:='Di Universitas Muhammadiyah Bengkulu';
end;
c. Button3 (caption : tampilkan)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject);
begin
edit3.Text:='Fakultas Teknik';
end;
d. Button4 (caption : tampilkan)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button4Click(Sender: TObject);
begin
edit4.Text:='Prodi Teknik Informatika';
end;
e. Button5 (caption : keluar)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button5Click(Sender: TObject);
begin
close;
end;
f. Edit1.text sampai dengan edit4.text, text dikosongkan.
Jalankan program/run, klik satu persatu untuk menampilkan tulisan-tulisan
tersebut.

31
6.6 Menghitung Luas Segitiga
Desainnya seperti berikut :

Ubah nilai propertiesnya :
a. Label1 (caption : alas)
b. Label2 (caption : tinggi)
c. Label3 (caption : Luas)
d. Button1 (caption : proses)
Event onClick sebagai berikut :

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
var a,b,c:real;
begin
a:=strtofloat(edit1.Text);
b:=strtofloat(edit2.Text);
c:=a*b/2;
edit3.Text:=floattostr(c);
end;
e. Button2 (caption : Hapus)
Event onClick sebagai berikut :

32
procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
edit1.Text:='';
edit2.Text:='';
edit3.text:='';
end;

f. Button3 (caption : Keluar)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject);
begin
close;
end;
g. Edit1.text sampai edit3.text, text dikosongkan

6.7 Radio Button
Desainnya seperti berikut :

Ubah nilai propertiesnya :
a. Group box1 (caption : Menu makanan)
b. Radio group1 (caption : Menu minuman)
c. Radio button1 (caption : Nasi Goreng)
d. Radio button2 (caption : Bakso)
e. Radio button3 (caption : Ayam Bakar)
f. Radio button4 (caption : Es jeruk)
g. Radio button5 (caption : Es teh)

33
h. Radio button 6 (caption : soft drink)
i. Button1 (caption : ok)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
var makanan,minuman,bayar:integer;

begin
if radiobutton1.Checked then makanan:=3000;
if radiobutton2.Checked then makanan:=3500;
if radiobutton3.Checked then makanan:=4000;

if radiogroup1.ItemIndex=0 then minuman:=1500;
if radiogroup1.ItemIndex=1 then minuman:=1250;
if radiogroup1.ItemIndex=2 then minuman:=2000;

bayar:=makanan+minuman;
edit1.Text:=inttostr(bayar)
end;
j. Label 1(caption : Bayar)
k. Edit1.text, text dikosongkan
Jalankan/run programmnnya, input (checkllist pada bakso dan esjeruk), lalu
tekan ok maka ouputnya seperti gambar dibawah ini

6.8 Menghitung volume dan luas permukaan bola
Volume := 4/3 * 3.14 * R * R * R
Luas := 4 * 3.14 * R * R

Berikut desain form di Delphi :

34
Tempatkan komponen-komponen berikut pada form kemudian ubah nilai
properties-nya :
1. Label1 :
• Caption : Menghitung Volume & Luas Permukaan Bola
• Font.Style : Bold
• Font.Size : 16
• Wrap : True
2. Label2
• Caption : Jari-jari
3. Label3
• Caption : Volume
4. Label4
• Caption : Luas
5. Edit1.Text, Edit2.Text, Edit3.Text diisi dengan nilai 0
6. Button1:
• Caption : Hitung
• Event Onclick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
Var r, vol, luas : real;
begin
//konversi dari String ke Real
r := StrToFloat(Edit1.Text);
Vol := 4/3 * 3.14 * R * R * R;
Luas := 4 * 3.14 * R * R;
//konversi dari Real ke String
Edit2.Text := FloatToStr(Vol);
Edit3.Text := FloatToStr(Luas);
end;
Hasil running :

35
6.9 Scrolbar ,menghitung rata-rata
Buatlah desainnya seperti berikut ini :

Tempatkan komponen-komponen berikut pada form, kemudian ubah
propertiesnya :
a. Labe1 (caption : bilangan1)
b. Label2 (caption : bilangan2)
c. Label3 (caption : bilangan3)
d. ScrolBar1
procedure TForm1.ScrollBar1Change(Sender: TObject);
begin
edit1.Text:=inttostr(scrollbar1.position);
end;

e. ScrolBar2
procedure TForm1.ScrollBar2Change(Sender: TObject);
begin
edit2.Text:=inttostr(scrollbar2.Position);
end;

f. Button 1 (caption : hitung)
Event onClick sebagai berikut :
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);

36
var bil1,bil2:integer;
rata:real;
begin
bil1:=strtoint(edit1.Text);
bil2:=strtoint(edit2.Text);
rata:=(bil1+bil2)/2;
edit3.Text:=floattostr(rata);
end;
g. Edit1.text sampai dengan edit3.text, text dikosongkan

Hasil running :

Geser scrolbar untuk menentukan nilai yang di inginkan

4.10 Pemrograman grafik sederhana
Desainnya seperti berikut ini :

Ubah nilai propertiesnya :

37
 Timer 1 :
procedure TForm1.Timer1Timer(Sender: TObject);
var X,Y,DX,DY:integer;
begin
X:=random(form1.Width-10);
Y:=random(form1.Height-10);
canvas.Pen.Color:=random(653515);
canvas.Pen.Width:=random(5);
DX:=random(100);
DY:=random(100);
canvas.ellipse(x,y,DX,DY);
end;

Hasil Running :

38