You are on page 1of 16

Kelompok 9

Osborne Reynolds
1. Pendahuluan
Percobaan Osborne Reynold adalah percobaan untuk mengamati sifat
aliran pada saluran tertutup, yaitu laminar, baik secara visual maupun secara
teoritis. Secara visual, percobaan dilakukan dengan mengamati gerak zat warna
dalam aliran pipa lurus yang akan menunjukan pola aliran tersebut. Zat yang
dipakai adalah tinta. Jika tinta tersebut bergerak secara teratur dan mempunyai
garis edar yang sejajar dan bergerak berlapis-lapis, maka aliran tersebut adalah
laminar. Jika tinta bergerak menyebar tidak menentu maka aliran tersebut adalah
turbulen. Apabila terjadi perpindahan kondisi dari aliran laminar dan aliran
turbulen, maka aliran tersebut adalah aliran transisi.

Gambar 1
Alat Osborne Reynolds

Data yang diperoleh ari percobaan ini digunakan untuk menghitung
bilangan reynold dapat diklasifikasikan sifat-sifat aliran tersebut secara teoritis,
kemudian dibandingkan dengan hasil pengamatan visual.
2. Tujuan
Tujuan percobaan ini adalah:

Mengamati dan mengklasifikasi sifat aliran secara visual berdasarkan pola
gerak zat warna tinta dalam aliran.

Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds

Gelas Ukur Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds . Seperangkat alat Osborne Reynolds Gambar 2 Alat Osborne Reynold b.Kelompok 9  Menghitung dan mengklasifikasi sifat aliran secara teoritis berdasarkan  bilangan reynolds. Membandingkan apakah terdapat kesesuaian antara pengamatan visual dengan pengamatan perhitungan (teoritis). Alat-alat Percobaan dan Gambar Alat Percobaan Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah: a. 3. Termometer Gambar 3 Termometer c.

Dasar Teori 4.dan dapat dirumuskan menjadi : V Q= t Dimana : Q = Debit aliran (m3/s) V = Volume air (m3) t= Waktu yang diperlukan air untuk mengisi suatu volume. untuk kecepatan kita dapat menggunakan prinsip kontinuitas. Pengukur waktu (stopwatch) Gambar 5 Stopwatch 4. Banyaknya fluida tersebut dapat dinyatakan dalam volume/ berat massa fluida persatuan waktu.Kelompok 9 Gambar 4 Gelas Ukur d. v Dimana : Q = Debit (volume) Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds . Sehingga untuk mencari debit kita dapat menghitungnya dengan cara membagi volume dengan waktu.1 Debit Debit merupakan parameter yang digunakan untuk menunjukan berapa banyak fluidayang mengalir pesatuan waktu.yaitu : Q= A . (s) Parameter kecepatan aliran tidak dapat member indikasi tentang banyaknya fluida yang mengalir melewati suatu penampang.

2 Viskositas Gambar 6 Viskositas mutlak (dinamik) vs temperature Gambar 6 menunjukan secara lebih terperinci bagaimana viskositas bervariasi dari fluida yang satu ke fluida yang lain dan bagaimana viskositas bervariasi menurut temperature untuk suatu jenis fluida tertentu.s) 4. Olehkarena itu untuk mencari viskositas kinematiknya kita dapat menggunakan data dari viskositas dinamik dengan memasukan ke dalam rumus : μ v= ρ Dimana : v = viskositas kinematik μ = viskositas dinamik ρ = massa jenis Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds . Dapat dicatat dari gambar diatas bahwa viskositas zat cair berkurang dengan kenaikan temperature.Kelompok 9 A = Luas penampang tegak lurus aliran (m2) v = Kecepatan Aliran (m. Dari table diatas hanya bisa melihat dan mencari viskositas dinamik.

bilangan reynolds adalah bilangan tak berdimensi yang menunjukan perbandingan antara gaya inersia dengan gaya yang timbul akibat viskositas aliran dan nilai ini dapat dipakai untuk menentukan jenis aliran. Aliran transisi adalah aliran peralihan antara aliran laminar dan  turbulen. transisi. dibuatlah suatu parameter yang disebut bilangan reynolds.D v Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds . Jadi.Kelompok 9 4. tipe aliran dibagi menjadi 3 jenis yaitu aliran laminer. pengamatan secara visual tidak cukup dan hasilnya sangat bergantung terhadap pengamat.3 Bilangan Reynold Menurut Reynolds. Aliran turbulen adalah aliran yang gerakannya teratur dan lapisanlapisannya bertabrakan satu sama lain. D μ Re : Bilangan reynolds ρ : massa jenis (kg/m3) υ : kecepatan aliran (m/s) D : diameter pipa (m) μ : Viskositas dinamik (kg/(m. Rumus dari bilangan Reynolds adalah : ℜ= ρ .υ. dan turbulen. Definisi dari masing-masing aliran tersebut adalah :  Aliran laminar adalah aliran yang bergerak secara teratur dan lapisan lapisannya dalam aliran tersebut tidak bertabrakan satu sama lain.s)) Karena μ ρ adalah v maka rumus bilangan Reynold dapat ditulis sebagai berikut : ℜ= υ . Agar hasil pengamatan menjadi objektif. Untuk membedakan ketiga jenis aliran tersebut.

25 R  Untuk aliran peralihan Dilakukan dengan cara interpolasi data. meregresikan f dan Re dari aliran laminar dan turbulen. L2 . Penurunan rumus: Bilangan Reynolds adalah perbandingan gaya inersia terhadap gaya viskositas yang bekerja pada suatu cairan. LV t Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds . Gaya Inersia (Fi ) = massa x percepatan Fi =M . V t Fi =ρ . L3 . a Fi =ρ .316 f = 0.Kelompok 9 Re : Bilangan reynolds υ : kecepatan aliran (m/s) Berikut ini adalah tipe aliran bila ditinjau dari bilangan Reynolds-nya :    Laminar bila R < 2000 Transisi bila 2000< R < 4000 Turbulen bila R > 4000 Friksi atau faktor gesekan yang terjadi akibat tipe aliran fluida dapat diketahui dengan menggunakan rumus Blasius adalah :  Untuk aliran laminar 64 f= ℜ  Untuk aliran turbulens 0.

..V 2 . L F i ρ .. (1) dengan : V = kecepatan aliran L = dimensi panjang  = kerapatan massa Gaya gesek (Ff ) = gesekan x luas F f =μ dV . L2 . L y F f =μ V 2 . sehingga : V 2 F f =μ .. L2 .. V = Ff μ Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds . L2 . V .. V 2 = Ff μ .V . L. (2) Bandingkan persamaan (1) dengan persamaan (2) maka menjadi : F i ρ ......L L F f =μ .Kelompok 9 Fi =ρ ...A dy  dengan : = kekentalan dinamis dV dy = gradien kecepatan V = kecepatan setempat dV 0 dx Bila kecepatan sama maka atau V konstan.

L υ 4. L = Ff υ ℜ= V .sebagai berikut: Gambar 7 Diagram Moody Cara membaca diagram Moody untuk mendapatkan nilai (f) faktor gesekan adalah dengan menarik garis tegak lurus pada sumbu y (mendatar) di nilai bilangan Reynoldsnya. Prosedur Pembuatan Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds .dapat menggunakan diagram Moody.lalu tarik garis mendatar dan lihat sumbu x sebelah kiri untuk mendapatkan nilai (f) faktor gesekannya. 5.4 Faktor Gesekan Untuk mencari faktor gesekan untuk setiap jenis aliran dan bilangan Reynoldsnya.Kelompok 9 Fi V .

Atur debit aliran dan amati aliran tinta pada alat Osborne Reynolds. transisi 2 kali dan turbulen 4 kali. Contoh Perhitungan a. Tentukan viskositas kinematik e.47 Q=0.Kelompok 9 a. aliran terkadang bergerak lurus terkadang berbelok. b.002 m 3 baru dimasukan ke dalam rumus : Q= V t Q= 0. Suhu air perlu diketahui karena nilai viskositas bergantung dari suhunya dan nilai viskositas ini sangat diperlukan untuk mencari bilangan Reynolds.Bila bentuk aliranya tidak teratur maka aliran tersebut diklasifikasikan sebagai aliran turbulen. ubah volume air yang keluar sebanyak 3 kali dan rata-ratakan nilai debit tersebut.0000144 m3 / s Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds . d. 6. c. Bila bentuk alirannya ada di antara 2 kondisi tersebut.002 17. maka aliran tersebut digolongkan sebagai aliran transisi. untuk masing-masing jenis aliran. Bila bentuk aliran yang keluar teratur maka aliran tersebut adalah aliran laminar. Lakukan percobaan sebanyak 10 kali dan frekuensi pengambilan data untuk masing-masing jenis aliran adalah laminar 4 kali. Catat volume air yang keluar ke gelas ukur dalam durasi waktu tertentu. Menghitung debit dengan cara memasukan volume dan waktu ke dalam rumus : Q= V t Contoh : Diperoleh data dari hasil pengamatan 1 t = 17. Hasil pembagian antara volume dengan durasinya adalah nilai debit (dalam satuan m3/s).47 s dan V = 200 ml Untuk mencari debit pertama-tama ubah volume dari ml ke m3 dengan cara membagi 200 dengan 1000000 sehingga didapat 0. Ukur suhu air yang digunakan dalam percobaan.

Tabel 1 Tabel Perhitungan Debit untuk satu aliran Pengukuran Debit Wakt Volu ut me V (deti (m3) k) 17.08955E-05 c.013 m. Sehingga didapatkan 3 debit. Pada percobaan pertama dilakukan pengambilan data 3 kali untuk satu jenis aliran.8 0.000 9 4 Harga Ratarata Debit Q (i/dt) 1. Temperature air disamakan dengan temperature ruangan yaitu 290C.4 0. besarnya dapat kita lihat melalui grafik dibawah ini.1 0.00001089 1 π 0.00001089 1 π d2 4 0.14482E-05 1. Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds .0132 4 v =0. v v= v= v= Q A 0. Selanjutnya menghitung kecepatan aliran dengan memasukan nilai debit dan luas penampang dari pipa ke dalam persamaan rumus : Q= A .07643E-05 1.04739E-05 1.Kelompok 9 b.000 7 2 27. Q= A . Mencari viskositas air dari temperature air.084 m/s d. Rata-ratakanlah.000 7 3 38. v Dengan diameter pipa 13 mm dikonversi menjadi 0.

Menghitung nilai gesekan menggunakan rumus Blasius atau table moody.013 8 x 10−7 ℜ=1361.Kelompok 9 Gambar 6 Viskositas mutlak (dinamik) vs temperature Sehingga didapat viskositas dinamik air yaitu 8 x 10 -7. Lalu menghitung bilangan Reynolds dengan cara memasukan data yang ada ke persamaan : ℜ= ρ . Saat dihitung bilangan reynold didapat 1361. e. Bandingkan Hasil pengamatan dengan hasil perhitungan. 0. Dari hasil pengamatan data pertama yang diambil adalah aliran laminar. Maka dapat disimpulkan dari hasil teori pun diperoleh hasil laminar. D μ ℜ= 1000 .υ. 0.084 .93. Bila aliran adalah aliran laminar maka gunakan rumus f yang digunakan Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds . g.93 f.

24 0.20 0.31966E06 8.05 3.0003 38.10132E- Kecepata n Aliran v (m/dt) Bilanga n Reynold s 0.65 Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds f (ges eka n) Log f 0.24 1.070 1130.088 1431.05 8 0.05 6 0.93 f =¿ 0.072 1164.02527E06 9.25 1.047 h.0004 Harga Ratarata 33.05 3.46 0.069 1128.07 3.04 7 0.145E-05 1.41 Tampak Visual Laminar Laminar Laminar Laminar 0.13 3.0002 32.85 0.08755E05 1.05 3.33 1.0004 Harga Ratarata 36.14 .0002 27.24 0.070 1137.0004 Harga Ratarata 22.07 3.16 0.25 1.05 3.05 5 0.13 3.0003 44.93 0.04739E05 1.0003 1.83 0.083 1345.24 1.59 0.05 5 0.05 3.78 27.07531E06 1.070 1134.32 1.069 1114.34871E06 8.25 1.04 7 0. Tabel 2 Tabel data dan perhitungan hasil percobaan Pengukuran Debit Wakt Volum ut Debit Q eV (detik (i/dt) (m3) ) 17.12 3.04 5 0.26 1. Karena aliran pertama yang ditinjau adalah aliran laminar maka pertama-tama gunakan rumus mencari f untuk aliran laminar.26 1.085 1359.33 - log Re 3.25 1.05 7 0.08955E05 9.35 1.04 8 0.05 7 0.04 0.Kelompok 9 untuk aliran laminar.07643E05 1.081 1309.12 0.05 6 0.04 9 0.072 1168.13 3.12 0.16 3.068 1110.19 0.87 0.47 0.09 0.96 0.87 0. Kemudian dibuat grafik dari data yang telah ada.05 7 0.88099E06 9.0002 45.31 1.02 0. 64 f= ℜ f= 64 1361.084 0.04159E06 9.04 1.084 1361.91862E06 9.10297E06 9.53 0.24 0.06 3. Grafik yang harus dibuat adalah grafik f vs Re dan Log f vs log Re.0003 21.43 1376.0004 0.

70 3.73 3.26 0.05954E05 4.0004 Harga Ratarata 2.9 0.196 3186.91957E05 4.04 3 0.43 1.0003 Harga Ratarata 13.58 0.325 5277.50 3.37 1.43 1.45 0.43 1.53 0.71 3.0003 0.42 1.43 1.08 0.298 4840.77 0.43 1.03 3 0.73 0.04 2 0.77 15.0003 0.0003 9.312 5074.172 2799.33 1.25 0.70 3.306 4980.61 0.09836E05 4.193 3138.05405E05 4.12692E05 2.72 3.04 3 0.8 0.89 0.52101E05 2.39 0.78 0.33 10.29 5.43 1.48 1.326 5291.194 3151.92042E05 6.51099E05 2.04 2 0.38 1.0003 0.1841E05 4.07 0.0003 9.42 1.34 1.37 1.43 1.45 3.69 3.36 1.69 0.76 0.0004 7.03 7 0.87222E05 3.46 3.43 1.98406E05 3.83 0.69 3.092 1489.0004 Harga Ratarata 9.03 3 0.39 0.13 0.68 3.38 1.0004 Harga Ratarata 10.45 3.73 0.27 0.69 Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds Peraliha n Peraliha n Turbule n Turbule n Turbule n Turbule n 6 0.07065E05 6.01 0.31 0.03 7 0.03 7 0.0003 7.322 5230.52101E05 2.37 1.173 2813.36 1.302 4899.72 3.312 5067.531 8741.0004 0.54885E05 2.04 3 0.52 0.0004 7.87 0.1 17.60 0.71 3.43 3.03 8 0.49 - 3.315 5122.94 .42 1.26 8620.087 1408.0002 Harga Ratarata 11.89655E- 0.94 3.42 1.24929E05 4.03 7 0.0004 11.36 1.06 0.72 3.4 0.50 3.04 5 0.0003 Harga Ratarata 7.65 0.03 7 0.Kelompok 9 16.56 0.50 3.0004 18.42 0.176 2862.538 0.05 0.37 0.313 5088.532 8650.23951E05 4.300 4878.03 1.03 8 0.36 1.50 3.04 4 0.94 3.03 7 0.25098E05 2.95 0.47 0.03 8 0.17746E05 2.04 2 0.04 2 0.93 0.0004 05 1.03 7 0.167 2721.99301E05 6.03 7 0.57 0.22207E05 3.90244E05 3.15 3.71 3.194 3158.0002 4.03 8 0.29008E05 2.04 3 0.17 3.1919E05 1.2328E05 4.327 5311.

000 Turbulen 2000.60 3.534 8670.03 3 1.20 3.40 3.00 4000. Semakin besar bilangan reynold maka gesekan yang dihasilkan semakin kecil.3 grafik log f vs log Re Grafik 2 Log f vs Re Log f vs log Re -1.1 Grafik f vs Re Grafik 1 F vs Re f vs Re 0.00 0.48 Grafik dan Analisis 7.00 Re 7.40 Turbulen -1.060 0.040 Laminer Peralihan f 0.20 Log f Laminar -1.00 3.00 -1.00 8000.50 -1.80 4.Kelompok 9 Harga Ratarata 05 6.00 6000.4 Analisis Tujuan dari kedua grafik diataas adalah untuk mengetahui hubungan antara gesekan dengan bilangan reynoldnya.10 3. Bila bilangan reynold besar Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds 3.30 Peralihan -1.93666E05 0.82 3 0.60 Log Re 7.020 0.48 1.00 10000.94 .

Kemudian tujuan dari grafik log Re dan log f adalah untuk memperkecil skala sehingga dapat lebih terlihat perbedaan gesekan antara aliran laminar. Semakin besar Re maka semakin kecil gesekan yang terjadi.Kelompok 9 maka kecepatan aliran besar.1 Kesimpulan  Jenis suatu aliran bila bilangan reynoldnya lebih kecil dari 2000 diklasifikasikan sebagai aliran laminar. Kesimpulan dan Saran 8. Tabel 3 Tabel perbandingan antara pengamatan dengan perhitungan Percobaan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tampa k Visual lamina r lamina r lamina r lamina r Transis i Transis i turbul en turbul en turbul en turbul en Berdasarkan Perhitungan laminar laminar laminar laminar Transisi Transisi turbulen turbulen turbulen turbulen Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds . Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari hasil pengamatan dan hasil perhitungan diperoleh hasil aliran yang sama. Setelah diklasifikasikan maka akan didapatkan data seperti data di bawah ini. turbulen dan transisi. Namun bila Re diantara 2000 sampai 4000 diklasifikasikan sebagai aliran transisi. 7. Namun apabila Re lebih besar dari 4000 aliran dapat diklasifikasikan  sebagai aliran turbulen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar kecepatan suatu aliran maka semakin kecil gesekan yang terjadi.

Mekanika Fluida Jilid 2 Edisi Keempat. Pengambilan waktu harus sigap.. Tepat pada saat volume yang diinginkan sehingga data yang kita ambil seragam dan tidak perlu  mengulang-ulang pengambilan data. E. Syahril.Kelompok 9 8.2011. dan peralihan. Victor L. Jakarta: Erlangga. Mekanika Fluida dan Hidraulika. Fluids Mechanics. Laporan Praktikum Mekflu – Osborne Reynolds . 1985. Bandung: Penerbit ITB. turbulen. Referensi Munson. New York: McGraw Hill. Jangan sampai  tertukar. Streeter. Benjamin Wylie.2 Saran  Saat melakukan percobaan diharapkan praktikan bisa membedakan mana aliran yang laminar. 8. Bruce R. Pengaturan debit untuk memperoleh jenis aliran sebaiknya dilakukan dengan teliti atau secara perlahan agar lebih mudah dan cepat menemukan jenis aliran yang kita inginkan. 2002.