You are on page 1of 19

BAB I

PENDAHULUAN

Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek
atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Pada hernia abdomen, isi
perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari bagian muskulo-aponeurotik
dinding perut. Hernia terdiri atas cincin, kantong dan isi hernia. Semua hernia
terjadi melalui celah lemah atau kelemahan yang potensial pada dinding abdomen
yang dicetuskan oleh peningkatan tekanan intraabdomen yang berulang atau
berkelanjutan.
Hernia adalah adanya penonjolan peritoneum yang berisi alat visera dari
rongga abdomen melalui suatu lokus minoris resistensieae baik bawaan maupun
didapat. Hernia tetap merupakan problem kesehatan yang tidak bisa lepas dari
problem sosial, banyak orang dengan tonjolan di lipat paha ke dukun sebelum
dibawa ke rumah sakit atau dokter; adapula sebahagian masyarakat yang merasa
malu bila penyakitnya diketahui orang lain sakit demikian, sehingga hal-hal inilah
yang

kadangkala

memperlambat

penanganan

penyakit

dan

khususnya

hernia. Problem kedokteran yang penting adalah bagaimana mengurangi frekuensi
timbulnya hernia inguinalis.
Dalam sejarahnya pada 1552 sebelum Masehi di Mesir telah dilaporkan
pengobatan untuk hernia inguinalis dengan melakukan suatu tekanan dari luar.
Galen pada tahun 176 Masehi melaporkan penurunan duktus testikularis melalui
lubang kecil pada lower abdomen, kemudian ia meneliti dari awal tentang sebab
terjadinya hernia inguinalis indirekta. Susruta pada abad ke 5 sesudah Masehi

1

7% dilanjutkan dengan bedah elektif setelah 48 jam dan pada 8 kasus hernia inguinalis yang inkarserata dilakukan bedah emergensi. sedangkan Later pada abad ke 19 melakukan berbagai metode pembedahan dalam mengatur kembali lapisan anatomis dari kanalis inguinalis dengan memperhatikan hubungan sekitarnya seperti struktur dari funikulus spermatikus. 52. terjadi perlengketan antara isi Hernia dengan dinding kantong Hernia sehingga isi Hernia tidak dapat dimasukkan 2 .1 tahun (50%). Pada autopsi terhadap anak yang menderita hernia sebanyak 500 orang pada abad ke 18 dan 19 didapatkan 56% adanya patensi dari prosesus vaginalis peritonei. Bank pada tahun 1884 menyatakan bahwa pengobatan hernia yang definitif adalah dengan melakukan ikatan yang baik. 42. terbanyak pada ke-lompok umur 0 . penelitian retrospektif dengan analisis deskriptif terhadap 95 kasus hernia inguinalis lateralis anak pada kurun waktu Januari 1988 sampai dengan Desember 1991.1% kelompok umur 0 -1 tahun. 31.9% kasus laki-laki.pertama kali melaporkan pengobatan bedah terhadap hernia. Selanjutnya dilaporkan pula pengangkatan lengkap kantong hernia melalui cincin hernia eksterna. Bila tidak ditangani secara dini.6% hernia inguinalis inkarserata.6% hernia inguinalis lateralis dekstra. kegagalan dalam tindakan tersebut didapatkan akibat kelemahan ikatannya. Didapatkan 78. Mc Lennan pada tahun 1914 menyatakan pengobatan bedah Telah dilakukan. Fergusson pada tahun 1899 menekankan ligasi tinggi dari kantong hernia tanpa merusak struktur anatomis funikulus dan lapisan anatomis dari kanalis inguinalis dengan melakukan insisi aponeurosis otot obliquus externus. “reduksi konservatif’ berhasil pada 72. Hernia Inguinal Lateralis (indirek) dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti.

Salah satu penanganan yang dilakukan pada klien Hernia adalah herniotomi atau herniorafi. dimana hernia femoralis lebih mengambil porsi yang lebih sedikit Hernia sisi kanan lebih sering terjadi daripada di sisi kiri. meskipun kasus hernia femoralis pada pira dan wanita adalah sama. 97000 hernia post insisi dan 76000 untuk hernia abdomen lainya. Tujuh puluh lima persen dari semua kasus hernia di dinding abdomen muncul didaerah sekitar lipat paha. 3 . Hernia indirect lebih banyak daripada hernia direct yaitu 2:1. 166000 hernia umbilicalis. Ada kira-kira 750000 herniorrhaphy dilakukan tiap tahunnay di amerika serikat. Hernia femoralis kejadiannya kurang dari 10 % dari semua hernia tetapi 40% dari itu muncul sebagai kasus emergensi dengan inkarserasi atau strangulasi. insiden hernia femoralis dikalangan wanita 4 kali lebih sering dibandingkan dikalagan pria. Hernia femoralis lebih sering terjadi pada lansia dan laki-laki yang pernah menjalani operasi hernia inguinal.. Dampak kesehatan yang ditimbulkan pada pasien yang dilakukan herniorafi diantaranya nyeri. aktivitas intoleran dan resiko terjadinya infeksi. dibandingkan dengan 25000 untuk hernia femoralis. karena secara keseluruhan sedikit insiden hernia inguinalis pada wanita.kembali dan penekanan terhadap cincin Hernia semakin banyaknya usus yang masuk. Perbandingan pria:wanita pada hernia indirect adalah 7:1.

4 .

aponeurosis dan fascia. ductus deferens.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Pembuluh darah epigastric inferior menjadi batas superolateral dari trigonum Hesselbach. Kanalis inguinalis harus dipahami dalam konteks anatomi tiga dimensi. Funikulus spermatikus terdiri dari serat-serat otot cremaster. dinding inferior dibangun oleh ligamentum inguinal dan ligamentum lacunar.1 Anatomi Regio inguinal harus dipahami. arteri cremaster. pembuluh darah dan struktur vas deferen. Tepi medial dari trigonum dibentuk oleh membrane rectus. 5 . pengetahuan tentanag regio ini penting untuk terapi operatif hernia inguinal. Sebagai tambahan. Kanalis inguinalis dibangun oleh aponeurosis obliquus ekternus dibagian superficial. Kanalis inginalis berjalan dari lateral ke medial. Dinding posterior (dasar) kanalis inguinalis dibentuk oleh fascia transfersalis dan aponeurosis transverses abdominis. dalam ke luar dan cepal ke caudal. Kanal melebar diantara cincin internal dan eksternal. Dasar kanalis inguinalils adalah bagian paling penting dari sudut pandang anatomi maupun bedah. limfatik. pengetahuan tentang posisi relatif dari saraf. Kanalis inguinalis mengandung salah satu vas deferens atau ligamentum uterus. * Kanalis Inguinalis Kanalis inguinalis pada orang dewasa panjangnya kira-kira 4 cm dan terletak 2-4 cm kearah caudal lagamentum inguinal. pleksus pampiniformis. arteri testicularis n ramus genital nervus genitofemoralis. dan prosesus vaginalis.

6 . Bersama dengan aponeorosis otot obliqus internus dan transversus abdominis. mereka membentuk sarung rectus dan akhirnya linea alba. Hernia yang melewati trigonum Hesselbach disebut sebagai direct hernia. sedangkan hernia yang muncul lateral dari trigonum adalah hernia indirect.dan ligamentum inguinal menjadi batas inferior. Gambar 2. external oblique aponeurosis menjadi batas superficial dari kanalis inguinalis. Ligamentum inguinal terletak dari spina iliaca anterior superior ke tuberculum pubicum.1. Segitiga Hesselbach's * Aponeurosis Obliqus External Aponeurosis otot obliquus eksternus dibentuk oleh dua lapisan: superficial dan profunda.

Otot Oblique * Otot Oblique internus Otot obliq abdominis internus menjadi tepi atas dari kanalis inguinalis . bagian medial dari internal oblique aponeurosis menyatu dengan serat dari aponeurosis transversus abdominis dekat tuberculum pubicum untuk membentuk conjoined tendon. 7 . Adanya conjoined tendon yang sebenarnya telah banyak diperdebatkan.Gambar 2. bagian dalam lebih tipis dari bagian luar. ia keluar dari tendon otot transversalis pada bagian dalam dari spermatic cord dan berikatan ke linea semulunaris. tetapi diduga oleh banyak ahli bedah muncul pada 10% pasien.2. * Fascia Transversalis Fascia transversalis dianggap suatu kelanjutan dari otot transversalis dan aponeurosisnya. Fascia transversalis digambarkan oleh Cooper memiliki 2 lapisan: "The fascia transversalis dapat dibagi menjadi dua bagian. satu terletak sedikit sebelum yang lainnya.

Cabang genital masuk ke kanalis inguinalis melalui cincin dalam sedangkan cabang femoral masuk ke hiatus femoralis sebelah lateral dari arteri. nervus cutaneous femoral lateral berasal dari serabut L2 dan L3 dan kadang cabang dari nervus femoralis. 8 . pembuluh darah dan saraf. * Preperitoneal Space Preperitoneal space terdiri dari jaringan lemak. Ligamentum cooper adalah titik fixasi yang penting dalam metode perbaikan laparoscopic sebagaimana pada teknik McVay. Nervus genitofemoral biasanya berasal dari L2 atau dari L1 dan L2 dan kadang dari L3. Fascia Transversalis * Ligamentum Cooper Ligamentum Cooper terletak pada bagian belakang ramus pubis dan dibentuk oleh ramus pubis dan fascia.Gambar 2. Ia turun didepan otot psoas dan terbagi menjadi cabang genital dan femoral. Saraf preperitoneal yang harus diperhatikan oleh ahli bedah adalah nervus cutaneous femoral lateral dan nervus genitofemoral. lymphatics.3. Nervus ini berjalan sepanjang permukaan anterior otot iliaca dan dibawah fascia iliaca dan dibawah atau melelui perlekatan sebelah lateral ligamentum inguinal pada spina iliaca anterior superior.

3. Hernia congenital sempurna Bayi sudah menderita hernia kerena adanya defek pada tempat – tempat tertentu. antara lain: 9 . Dapat ada sejak lahir atau didapat kemudian dalam hidup. ditemukan di preperitoneal space. Kongenital a. 4. b. Aquisial adalah hernia yang buka disebabkan karena adanya defek bawaan tetapi disebabkan oleh fakor lain yang dialami manusia selama hidupnya. Hernia congenital tidak sempurna Bayi dilahirkan normal (kelainan belum tampak) tapi dia mempunyai defek pada tempat – tempat tertentu (predisposisi) dan beberapa bulan (0 – 1 tahun) setelah lahir akan terjadi hernia melalui defek tersebut karena dipengaruhi oleh kenaikan tekanan intraabdominal (mengejan. batuk. Jaringan lemak. 2. dan jumlah jaringan lemak sangat bervariasi. Akibat dari pembedahan sebelumnya. menangis).ductus deferens berjalan melalui preperitoneal space dari caudal ke cepal dan medial ke lateral ke cincin interna inguinal. lymphatics. 2. Lemahnya dinding rongga perut.2 Etiologi Penyebab terjadinya hernia: 1.

Isi hernia Berupa organ atau jaringan yang keluar melalui kantong hernia. Banyak dialami oleh pasien yang sering mengejan yang baik saat BAB maupun BAK. g. misalnya hernia incisional. Sikatrik. dan jaringan penyangga usus (omentum). Distensi dinding abdomen karena peningkatan tekanan intraabdominal. Sedangkan pada orang gemuk juga dapat terkena hernia karena banyaknya jaringan lemak pada tubuhnya yang menambah beban kerja jaringan ikat penyokong pada LMR. e. Orang kurus cenderung terkena hernia jaringan ikatnya yang sedikit. ovarium. d. Diabetes mellitus 2.a. Tekanan intraabdominal yang tinggi. hernia intertitialis. hernia adiposa. 3. 2. misalnya usus. Tidak semua hernia memiliki kantong. Kantong hernia Pada hernia abdominalis berupa peritoneum parietalis. Penyakit yang melemahkan dinding perut. f. b. Merokok h. Pintu hernia 10 . Banyaknya preperitoneal fat banyak terjadi pada orang gemuk. c. Konstitusi tubuh.3 Bagian dan Jenis Hernia Bagian – bagian hernia : 1.

Merupakan bagian locus minoris resistance yang dilalui kantong hernia. Hernia inguinalis adalah hernia yang terjadi dilipatan paha. b. Leher hernia Bagian tersempit kantong hernia yang sesuai dengan kantong hernia. Menurut lokasinya: a.4. 5.4 Jenis Hernia 1. 11 . 4. Bagian-bagian Hernia 2. Jenis ini merupakan yang tersering dan dikenal dengan istilah turun berok atau burut. Locus minoris resistence (LMR) Gambar 2. Hernia umbilikus adalah di pusat.

4. Hernia femoralis adalah di paha. 5. Secara klinis 12 . hernia foramen winslowi. Hernia omentum 3. 2. Hernia traumatic c. dan sebagainya. hernia scrotalis. Hernia externa. Hernia usus halus b. Menurut terlihat dan tidaknya : a. Hernia interna misalnya hernia diafragmatica. hernia obturaforia. Hernia inkarserata adalah bila isi kantong terperangkap. Menurut penyebabnya : a. Menurut keadaannya: a. b. misalnya hernia inguinalis. tidak dapat kembali kedalam rongga perut disertai akibat yang berupa gangguan pasase atau vaskularisasi. Hernia kongenital atau bawaan b. Hernia insisional adalah akibat pembedahan sebelumnya. Menurut isinya : a.c.

hernia inkarserata lebih dimaksudkan untuk hernia irrenponibel. Menurut nama penemunya: a. Hernia reponibel adalah bila isi hernia dapat keluar masuk. c. b. Isi hernis keluar jika berdiri atau mengedan dan masuk lagi jika berbaring atau didorong masuk. tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus. 6. dapat mengganggu aliran darah normal dan pergerakan otot serta mungkin dapat menimbulkan penyumbatan usus dan kerusakan jaringan. b. 13 . Hernia strangulata adalah jika bagian usus yang mengalami hernia terpuntir atau membengkak. Hernia spigelli yaitu hernia yang terjadi pada linen semi sirkularis diatas penyilangan vasa epigastrika inferior pada muskulus rektus abdominalis bagian lateral. Hernia richter yaitu hernia dimana hanya sebagian dinding usus yang terjepit. Menurut sifatnya: a. 7. Hernia petit yaitu hernia di daerah lumbosacral.

Hernia irreponibel adalah bila isi kantung hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga. femoralis) Keluhan nyeri jarang dijumpai. Jenis hernia lainnya: a. e. mirip keluhan pada kelainan kandung ampedu. Pada hernia obturatoria didapatkan keluhan nyeri seperti ditusuk-tusuk dan parastesia didaerah panggul. 2. Anamnesa a. Hernia scrotalis adalah hernia inguinalis yang isinya masuk ke scrotum secara lengkap.b. Nyeri yang disertai mual atau muntah (bila terjadi inkarserasi d. paha akibat penekanan pada n. lutut dan bagian medial 2. b. peptik atau hernia hiatus esophagus. karena ileus atau strangulasi karena nekrosis atau gangren). 8. c.obturatorius. Hernia littre adalah hernia yang isinya adalah divertikulum meckeli. Pada hernia strangulata suhu badan dapat meninggi/normal Pada hernia epigastrika penderita sering mengeluh perut kurang enak dan mual. kalau ada biasanya dirasakan didaerah epigastrium atau daerah paraumbilikal berupa nyeri viseral karena regangan pada mesenterium sewaktu segmen usus halus masuk c.5 Diagnosis 1. b. Adanya benjolan dilipat paha (hernia inguinalis. kedalam kantong hernia. tukak f. Hernia pantolan adalah hernia inguinalis dan hernia femuralis yang terjadi pada satu sisi dan dibatasi oleh vasa epigastrika inferior. Pemeriksaan fisik 14 .

bersin.I.  Inspeksi Hernia reponibel: terdapat benjolan dilipat paha yang muncul pada waktu berdiri. Titik tengah antar SIAS dengan tuberculum pubicum (AIL) ditekan lalu pasien disuruh mengejan. batuk.atau mengedan  - dan menghilang setelah berbaring Hernia inguinalis Lateralis: muncul penonjolan di regio inguinalis yang berjalan dari - lateral atas ke medial bawah (tonjolan berbentuk lonjong) Medialis: tonjolan biasanya biasanya terjadi bilateral (tonjolan  berbentuk bulat) Hernia skrotalis: Benjolan yang terlihat sampai ke skrotum yang     merupakan tonjolan lanjutan dari hernia inguinalis lateralis Hernia femoralis: Benjolan dibawah ligamentum inguinal Hernia epigastrika: Benjolan dilinea alba Hernia umbilical: Benjolan diumbilikal Hernia perineum: Benjolan di perineum Gambar 2.5 Lokasi hernia  Palpasi Caranya : 1.Medialis 15 . Jika terjadi penonjolan di sebelah medial maka dapat diasumsikan bahwa itu adalah H.

Dalam hal hernia dapat direposisi pada waktu jari masih berada dalam annulus eksternus.L.I.I. pasien diminta mengedan .I.M) ditekan lalu pasien disuruh mengejan jika terlihat benjolan di lateral titik yang kita tekanmaka dapat diasumsikan sebagai H. Titik tengah antara kedua titik tersebut di atas (pertengahan canalis inguinalis) ditekan lalu pasien disuruh mengejan jika terlihat benjolan di lateralnya berarti H.I.Medialis  Hernia inguinalis - Kantong hernia yang kosong kadang dapat diraba pada funiculus spermatikus sebagai gesekan dari dua lapis kantong yang memberikan sensasi gesekan dua permukaan sutera. kalau hernia menyentuh ujung jari.2. berarti hernia inguinalis lateralis.. Kantong hernia yang berisi. Mungkin teraba usus. dan kalau samping jari yang menyentuh menandakan hernia  inguinalis medialis. jika di medialnya H. omentum (seperti karet) atau ovarium. Titik yang terletak di sebelah lateral tuberkulum pubikum (A. Tanda ini - disebut tanda sarung tangan sutera. Hernia femoralis: Benjolan lunak di lipat paha dibawah ligamentum inguinal dan lateral tuberkulum pubikum Hernia inkarserata: Nyeri tekan  Perkusi: Bila didapatkan perkusi perut kembung maka harus dipikirkan  kemungkinan hernia strangulate  Auskultasi: Hiperperistaltis didapatkan pada auskultasi abdomen pada hernia yang mengalami obstruksi usus (hernia inkarserata)  Colok dubur: Tonjolan hernia yang nyeri yang merupakan tanda HowshipRomberg (hernia obturatoria) 16 . maka tergantung - isinya.Lateralis 3.

antara lain merusak kulit dan tonus otot dinding perut didaerah yang tertekan sedangkan strangulasi tetap mengancam. reposisi dilakukan secara bimanual. Hal ini disebabkan oleh cincin hernia yang lebih elastis dibandingkan dengan orang dewasa. Pada anak-anak cara ini 17 . Pada anak-anak inkarserasi lebih sering terjadi pada umur dibawah dua tahun. Namun cara yang berumur lebih dari 4000 tahun ini masih saja dipakai sampai sekarang. Bila usaha reposisi ini berhasil anak disiapkan untuk operasi pada hari berikutnya. Bantalan penyangga Pemakaian bantalan penyangga hanya bertujuan menahan hernia yang telah direposisi dan tidak pernah menyembuhkan sehingga harus dipakai seumur hidup. Konservatif Pengobatan konservatif terbatas pada tindakan melakukan reposisi dan pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Reposisi dilakukan dengan menidurkan anak dengan pemberian sedative dan kompres es diatas hernia. Reposisi spontan lebih sering dan sebaliknya gangguan vitalitas isi hernia jarang terjadi jika dibandingkan dengan orang dewasa.6 Penatalaksanaan 1. Tangan kiri memegang isi hernia membentuk corong sedangkan tangan kanan mendorongnya kearah cincin hernia dengan tekanan lambat tapi menetap sampai terjadi reposisi. Jika reposisi hernia b. Sebaiknya cara ini tidak dinjurkan karena mempunyai komplikasi.2. a. tidak berhasil dalam waktu enam jam harus dilakukan operasi segera. kecuali pada pasien anak-anak. Reposisi Reposisi tidak dilakukan pada hernia inguinalis strangulate.

kantong hernia dijahit-ikat setinggi mungkin lalu dipotong b. tranversus internus abdominis dan m. m. Hernioplasti lebih penting artinya dalam mencegah terjadinya residif dibandingkan dengan herniotomi. Prinsip a.oblikus internus abdominis keligamentum cooper pada metode Mc Vay. kemudian direposisi. Bila defek cukup besar atau terjadi residif berulang diperlukan pemakaian bahan sintesis seperti mersilene. dan menjahitkan pertemuan m. atau menjahitkan fasia tranversa m. Herniotomi. Dikenal berbagai metode hernioplastik seperti memperkecil anulus inguinalis internus dangan jahitan terputus. dasar operasi hernia terdiri dari herniotomi dan hernioplastika.dapat menimbulkan atrofitestis karena tekanan pada taki sperma yang mengandung pembuluh darah testis. 18 . oblikus internus abdominis yang dikenal dengan nama conjoint tendon ke ligamentum inguinale poupart menurut metode Bassini. Kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan. Pada herniotomi dilakukan pembebasan kantong hernia sampai kelehernya. Hernioplasti Pada hernioplasti dilakukan tindakan memperkecil anulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. transversus abdominis.prolene mesh atau marleks untuk menutup defek. 2. menutup dan memperkuat fasia transversa. Operatif Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional.

1-18 Kingsnorth. 2013. Pp: 1-6 De Jong. Buku Ajar Ilmu Bedah. 2008. 2013. W.DAFTAR PUSTAKA Bethesda.L. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Jakarta. Pp: 10-16 Simons. 2010. Hal. 2013. M. Edisi I. 2008. Pp: 1-8 19 . Hal 700-718 Faradilla. American College of Surgeon. A. Hernia. D. European Hernia Society Guidelines. Treatment of Inguinal Hernia in Adult Patients. N. 2009. Hernia: Inguinal and Femoral What to Expect. Pp: 2-8 Sanders. Penerbit buku kedokteran EGC. Groin Hernia Inguinal and Femoral Repair. Groin Hernia Guidelines. Association of Surgeons of Great Britain and Ireland. Inguinal Hernia. Medibank Private ABN 47 080 890 259. N. National Digestive Disease Information Clearing House. Pp: 6-21 Strand.