You are on page 1of 4

Hukum Ohm

Fitri Rahayu dan Ridwan Ramdhani*


Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati
Jl. A. H Nasution No.105 Bandung 40614
* Email: frahayu81@gmail.com
Abstrak. Eksperimen ini bertujuan untuk memperagakan pengukuran tegangan listrik, memperagakan
pengukuran arus listrik, menginterpretasikan grafik tegangan dan arus serta menentukan besar hambatan suatu
penghantar Adapun kawat yang digunakan adalah kawat konstan dan kawat nikrom, yang masing-masing memiliki
nilai hambat jenisnya = 1 x 10-6 m dan = 4.47 x 10 -6 m. Besarnya hambat jenis suatu penghantar berbanding
lurus dengan hambatan dan luas penampangnya serta berbanding terbalik dengan panjangnya. Dari percobaan
kawat nikrom 1 lapis dan 2 lapis didapatkan nilai hambat jenis rata-ratanya adalah = 3.25 x 10 -6 m dan = 6.17 x
10-6 m. Untuk nilai hambat jenis rata-rata yang didapatkan pada kawat konstan 1 lapis dan 2 lapis adalah 3.09x10 -6 m dan
6.09 x 10-6 m.
Kata kunci: Hambat jenis, Panjang, Jenis Kawat, Arus, Tegangan

PENDAHULUAN
Dalam sebuah rangkaian listrik biasanya terdapat
istilah yang di kenal dengan arus listrik, tegangan dan
hambatan. Pada dasarnya sebuah rangkaian listrik
terjadi ketika sebuah penghantar mampu dialiri
electron bebas secara terus menerus. Apabila suatu
penghantar diberikan potensial yang berbeda di antara
kedua ujungnya, maka dala penghantar itu akan timbul
arus listrik. Sedangkan tegangan adalah beda potensial
yang ada diantara titik rangkaian listrik tersebut.
Apabila suatu penghantar diberikan potensial yang
berbeda diantara kedua ujungnya, maka dalam
penghantar itu akan timbul arus listrik. Hukum Ohm
menjelaskan hubungan antara tegangan listrik dengan
kuat arus listrik. Orang yang pertama kali menyatakan
hubungan antara tegangan dengan kuat arus listrik
adalah George Simon Ohm.
Hukum Ohm dalam kehidupan sehari-hari sudah
sering dijumpai. Seperti pada penggunaan alat-alat
listrik seperti lampu, TV, dan kulkas juga alat elektrik
lainnya yang harus disesuaikan dengan tegangan.
Hukum Ohm memberikan informasi mengenai kuat
arus atau tegangan suatu alat listrik. Bila alat listrik
diberi tegangan listrik yang lebih kecil dari
seharusnya, arus akan mengecil sehingga alat itu tidak
bekerja normal (misalnya lampu akan redup).
Berdasarkan hukum Ohm, 1 Ohm didefinisikan
sebagai hambatan yang digunakan dalam suatu
rangkaian yang dilewati kuat arus sebesar 1 Ampere
dengan beda potensial 1 Volt. Oleh karena itu, kita
dapat mendefinisikan pengertian hambatan yaitu
perbandingan antara beda potensial dan kuat arus.

Semakin besar sumber tegangan maka semakin besar


arus yang dihasilkan. Jadi, besar kecilnya hambatan
listrik tidak dipengaruhi oleh besar tegangan dan arus
listrik tetapi dipengaruhi oleh panjang penampang,
luas penampang dan jenis bahan.
Hambatan dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu panjang,
luas dan jenis bahan. Hambatan berbading lurus
dengan panjang benda, semakin panjang maka
semakin besar hambatan suatu benda. Hambatan juga
berbading terbalik dengan luas penampang benda,
semakin luas penampangnya maka semakin kecil
hambatannya. Inilah alasan mengapa kabel yang ada
pada tiang listrik dibuat besar-besar, tujuannya adalah
untuk memperkecil hambatan sehingga tegangan bisa
mengalir dengan mudah. Hambatan juga berbanding
lurus dengan jenis benda (hambatan jenis) semakin
besar hambatan jenisnya maka semakin besar
hambatan benda itu.
Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar
arus listrik yang mengalir melalui sebuahpenghantar
selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang
diterapkan kepadanya.

V
R

METODE EKSPERIMEN
Alat dan Bahan
1.
2.
3.
4.

Catu Daya
Volt meter
Amperemeter
Resistor

(1)

5.
6.

Lampu
Kabel pengubung

Prosedur Percobaan
Kuat arus tetap
1. Pasanglah rangkaian listriknya seperti gambar
diatas dan beritahukan kepada Assisten lebih
dahulu untuk diperiksa sebelum rangkaian
tersebut
dihubungka dengan sumber
tegangan.
2. Setelah diperiksa, aturlah saklar dalam posisi
terhubung ( ON )
3. Atur potensio pada catu daya sehingga
Amperemeter menunjukkan pada Angk
tertentu ( I ), catatlah penujukkan pada
Amperemeter dan Volmeter serta besarny
resistor yang digunakan.
4. Ulangi langkah 2-3 dengan mengganti
resistor.
5. Dengan mengubah nilai Arus menjadi (I )
lakukan langkah 2-4.
6. Ulangi hingga 5 variasi Arus.
Hambatan tetap
1. Pasanglah rangkaian listriknya seperti gambar
diatas dan beritahukan kepada Assisten lebih
dahulu untuk diperiksa sebelum rangkaian
tersebut
dihubungkan dengan sumber
tegangan.
2. Setelah diperiksa, aturlah saklar dalam posisi
terhubung ( ON ).
3. Atur ujung Voltmeter pada hambatan dengan
nilai tertentu ( R1) dan catatlah besarnya arus
dan tegangan.
4. Pada resistor yang sama Anda ulangi untuk
Voltase yang berbeda-beda.
5. Ulangi langkah 2-4 dengan mengganti
resistor (R2).
6. Ulangi hingga 5 variasi Hambatan

GAMBAR 2. Pengaturan alat percobaan hokum ohm

HASIL DAN DISKUSI


Eksperimen ini bertujuan untuk mempelajari
hubungan antara hambatan kawat penghantar dengan
panjang, luas penampang dan jenis kawatnya. Adapun
kawat yang digunakan adalah kawat konstan dan
kawat nikrom.
Pada percobaan hambat jenis ini yaitu mencari
nilai hambat jenis pada masing-masing kawat yang di
pakai. Hambatan yang dimiliki oleh suatu bahan
penghantar ternyata dapat mempengaruhi kuat arus
yang mengalir pada penghantar tersebut. Hambatan
yang besar pada suatu bahan menyebabkan bahan
tersebut sukar mengalirkan arus listrik, sedangkan
bahan yang hambatannya kecil akan lebih muah
mengalirkan arus listrik.
Pada percobaan pertama jenis kawat yang
digunakan yaitu kawat nikrom. Kawat nikrom
merupakan material komposit, paduan antara logam
nikel dan krom. Kawat nikrom merupakan konduktor
dengan nilai hambat jenis yang cukup besar bila di
bandingkan dengan tembaga, yang mana kawat
nikrom memiliki nilai hambat jenis = 100 x 10 -8 m
atau 1 x 10-6 m. Pada percobaan kawat nikrom ini,
dilakukan 2 kali percobaan yaitu kawat 1 lapis dan kawat 2
lapis guna untuk mengetahui pengaruh luas penampang A
terhadap hambat jenis kawat nikrom. Adapun data
percobaannya sebagai berikut :
TABEL 1. Percobaan hambatan R tetap

N
o
1

catudaya

(V)
2

R ()
10

V (V)
1.89

10

3.68

10

5.46

10

7.29

10

10

12

10

10.81

I (A)
0.004
0.007
8
0.011
6
0.015
5
0.019
1
0.022
8

GAMBAR 2. Grafik hubungan tegangan dan arus


TABEL 2. Percobaan kuat arus I tetap

GAMBAR 2. Grafik hubungan antara tegangan dan arus


pada kawat nikrom I lapis (A)

GAMBAR 3. Grafik hubungan antara tegangan dan arus


pada kawat nikrom 2 lapis (2A)
Dapat kita lihat dari kedua table tersebut, pengaruh
hambatan R dan luas penampang A pada nilai hambat jenis
suatu penghantar adalah ketika hambatan dan luas
penampangnya semakin besar maka nilai hambat jenisnya
semakin besar. Untuk nilai hambat jenis yang di dapat dari
kawat 1 lapis yaitu nilai rata-rata hambat jenis yang
didapatkan adalah = 3.25 x 10-6 m sedangkan untuk
kawat 2 lapis nilai rata-rata hambat jenisnya yaitu = 6.17
x 10-6 m. Hal ini sesuai dengan teori , bahwa nilai hambat
jenis berbanding lurus dengan luas penampangnya.
Pada percobaan kedua jenis kawat yang digunakan yaitu
kawat konstan. Kawat konstan merupakan bahan konduktor
dengan nilai hambat jenis = 4.47 x 10 -6 m. Sama halnya
dengan kawat nikrom , pada kawat konstan dilakukan dua
kali percobaan yaitu percobaan kawat konstan 1 lapis dan
kawat konstan 2 lapis. Adapun data percobaannya sebagai
berikut :
TABEL 3. Percobaan hambat jenis kawat nikrom (A)
L (m)
V(Volt)
I(A)
R()
(m)
0.28
2
1.4
1.43
2.89 x 10-6
0.56
2.3
0.7
3.29
3.33 x 10-6
0.84
2.5
0.5
5.00
3.38 x 10-6
3.19 x 10-6
Diameter kawat = 0.00085 m

TABEL 2. Percobaan hambat jenis kawat nikrom (2A)


L (m)
V(Volt)
I (A)
R()
(m)
0.28
1.7
1.9
0.89
6.9 x 10-6
0.56
2
1.3
1.54
5.9 x 10-6
0.84
2.2
1
2.20
5.67 x 10-6
6.17 x 10-6
Diameter kawat = 0.00166 m

GAMBAR 4. Grafik hubungan antara tegangan dan arus


pada kawat konstan I lapis (A)
TABEL 4. Percobaan hambat jenis kawat nikrom (2A)
L (m)
V(Volt)
I (A)
R()
(m)
0.28
1.6
2.25
0.71
5.76 x 10-6
0.56
2.1
1.35
1.56
6.3 x 10-6

0.84

2.3

2.30

6.21 x 10-6
6.09 x 10-6

Diameter kawat = 0.00170 m

UCAPAN TERIMA KASIH


Terimakasih kepada Bapak Ridwan Ramdhani, S.Si
selaku dosen Eksperimen Fisika 2, serta rekan-rekan
Fisika 2012 A yang ikut bekerja sama dalam
pelaksanaan eksperimen ini.

REFERENSI

GAMBAR 5. Grafik hubungan antara tegangan dan arus


pada kawat konstan 2 lapis (2A)
Begitupun dengan kawat konstan, pengaruh hambatan R
dan luas penampang A pada nilai hambat jenis suatu
penghantar adalah ketika hambatan dan luas penampangnya
semakin besar maka nilai hambat jenisnya semakin besar.
Untuk nilai hambat jenis yang di dapat dari kawat 1 lapis
yaitu nilai rata-rata hambat jenis yang didapatkan adalah =
3.19 x 10-6 m sedangkan untuk kawat 2 lapis nilai rata-rata
hambat jenisnya yaitu = 6.09 x 10-6 m. Hal ini sesuai
dengan teori , bahwa nilai hambat jenis berbanding lurus
dengan luas penampangnya.
Besar hambatan suatu kawat penghantar sebanding
dengan panjang kawat penghantar, semakin panjang kawat
penghantarnya semakin besar pula hambatannya. Besar
hambatan suatu kawat penghantar bergantung pada jenis
bahan kawat. Dan besar hambatan suatu kawat penghantar
berbanding terbalik dengan luas penampang kawat, semakin
kecil luas penampang kawat maka semakin besar
hambatannya.
Nilai hambatan suatu penghantar tidak bergantung pada
beda potensialnya. Beda potensial hanya dapat mengubah
kuat arus yang melalui penghantar itu. Jika penghantar yang
dilalui sangat panjang, kuat arusnya akan berkurang. Hal itu
terjadi karena diperlukan energy yang sangat besar untuk
mengalirkan arus listrik pada penghantar panjang.

KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, maka dapat
disimpulakan bahwa besarnya panjang kawat, luas
penampang dan hambatan kawat mempengaruh nilai
hambat jenis suatu penghantar. Besarnya nilai hambat
jenis berbanding lurus dengan nilai hambatan dan luas
penampangnya serta berbanding terbalik dengan
panjangnya. Pada percobaan kawat nikrom 1 lapis dan
2 lapis didapatkan nilai hambat jenis rata-ratanya
adalah = 3.25 x 10-6 m dan = 6.17 x 10-6 m. Untuk
nilai hambat jenis rata-rata yang didapatkan pada kawat
konstan 1 lapis dan 2 lapis adalah 3.09x10 -6 m dan 6.09 x
10-6 m.

1. Lab Fisika Dasar . Modul Praktikum Fisika Dasar 2 .


Bandung: Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.
2010
2. Resnick & Haliday, Fisika Jilid 1 Bab 20 Erlangga
(Terjemahan).
3. Tipler, P. Fisika Untuk Sains dan Teknik Jilid 1
Erlangga (Terjemahan)
4. http://catatanfisika08.blogspot.com/2011/04/panduanpercobaan-hambatan-jenis.html diakses pada tanggal 01
Februari 2015