You are on page 1of 7

TEKNIK PEMERCONTO,TAHAPAN EKSPLORASI DAN

PEGOLAHAN PEMURNIAN MANGAN

1.

DEFINISI

Mangan Pertama kali dikenali oleh Scheele, Bergman dan ahli lainnya
sebagai unsur dan diisolasi oleh Gahn pada tahun 1774, dengan mereduksi
mangan dioksida dengan karbon. Mangan adalah unsur kimia dalam tabel
periodik yang memiliki lambang Mn dannomor atom 25. Mangan termasuk salah
satu dari 12 unsur terbesar yang terkandung dalam kerak bumi. Mineral mangan
yang diketahui ada sekitar 300 jenis. Namun yang sering dijumpai dalam
cabakan bijih komersial ada 13 jenis. Bijih mangan utama adalah pirolusit dan
psilomelan yang mempunyai komposisi oksida dan terbentuk dalam cebakan
sedimenter dan residu. Mangan mempunyai warna abu-abu besi dengan kilap
metalik sampai submetalik, kekerasan 2 6, berat jenis 4,8, massif, reniform,
botriodal, stalaktit, serta kadang-kadang berstruktur fibrous dan radial. Mangan
berkomposisi oksida lainnya namun berperan bukan sebagai mineral utama
dalam cebakan bijih adalah bauxit, manganit, hausmanit, dan lithiofori,
sedangkan yang berkomposisi karbonat adalah rhodokrosit, serta rhodonit yang
berkomposisi silika.

2.

GENESA

Endapan mangan dapat terbentuk dari beberapa cara yaitu proses


hidrotermal yang dapat dijumpai dalam bentuk (vein), metamorfik dan cebakan
sedimenter dan residual (Asril Riyanto., 1989).
a. Endapan Hidrotermal
Endapan hidrotermal merupakan hasil dari proses terakhir diferensi
magma, dimana larutan magma sisa yang belum membeku terutama yang terdiri
dari larutan yang berair dan dalam keadaan panas, dalam perjalanannya menuju
ke suatu tempat untuk membentuk endapan hidrotermal akan mengisi tempat
tempat di dalam bumi seperti pada pori pori dan lubang lubang kecil pada
batuan beku, pengisian pada lubang lubang yang terjadi akibat pembekuan
magma dari aliran lava, pengisian pada rekahan rekahan seperti retak retak

lava akibat pembekuan misalnya dalam dike atau rekahan rekahan yang terjadi
akibat proses perlipatan suatu lapisan batuan, pengisian pada breksi vulkanik,
pengisian pada bidang perlapisan, pengisian pada patahan dan pengisisan pada
daerah daerah pergeseran lapisan. Pada saat larutan hidrotermal menerobos
batuan batuan yang dilewatinya mungkin akan terjadi pergantian susunan
ikatan kimia dari batuan yang dilewati tersebut. Proses ini bisa baik terjadi pada
batuan yang reaktif dan biasanya batas batas daerah alterasi adalah sejajar
dengan dinding lubang yang diterobos larutan hidrotermal tersebut. Batuan yang
dilewati akan berubah baik secara kimia maupun mineraloginya. Akibat aktivitas
hidrotermal ini juga dijumpai endapan endapan mangan di bawah laut dan
biasanya bersama dengan endapan Pb, Zn, Cu dan Fe.
b. Endapan Residual
Endapan residual adalah termasuk endapan permukaan yang terjadi
akibat proses pelapukan terhadap batuan sumber. Unsur unsur Mn-nya dapat
berasal dari batuan kapur yang mengandung Mn atau sekis (batuan metamorf),
vein atau pegmatit yang mengandung Mn serta batuan breksi andesit atau dasit.
Disamping batuan sumber tersebut di atas, dalam proses pembentukannya juga
sangat dipengaruhi oleh faktor iklim dan topografi, dimana keadaan reliefnya
harus sedemikian rupa sehingga memungkinkan terakumulasinya unsur unsur
tersebut menjadi endapan residual yang bernilai ekonomis.
c. Endapan Sedimenter
Terbentuknya oksida Mn biasanya berkaitan dengan kegiatan vulkanis
dan batuan yang bersifat basa. Setelah batuan melapuk, maka butir butir
batuan itu mungkin menjadi mineral mineral yang lebih stabil atau mungkin
pula akan larut, terangkut oleh aliran air dan diendapkan di tempat lain sebagai
endapan sedimenter.

3.

KOMPOSISI MINERAL DAN KOMPOSISI KIMIA

Beberapa jenis bijih besi yang mengandung mineral mangan adalah:


Pirolusit

(MnO2),

Manganit

(Mn2O3.H2O),

Psilomelane

(MnO.MnO2.2H2O),

Hausmanit (Mn3O4), Rhodokrosit (MnCO3) dan Rhodonit (MnSiO3). (Asril


Riyanto., 1989)
Pirolusit (MnO2),Pirolusit adalah mineral murni mangan oksida dan
merupakan salah satu sumber bijih mangan yang penting. Kondisi

idealnya berbentuk kristal tetragonal, tetapi jarang dijumpai di alam dalam


bentuk kristal yang sempurna. Senyawa pirolusit sebagai sumber bijih
mangan sering dijumpai dalam bentuk serat-serat menjari, gumpalan
gumpalan, atau adonan menyerupai lumpur, dan sering berasosiasi
dengan mangan oksida yang lain,seperti manganit. Massa Kristal pirolusit
kompak, dengan kekerasan 5-6, berwarna abu-abu kehitaman, kilap
logam. Dibawah mikroskop bijih pirolusit mudah dibedakan dengan
mineral mangan lainnya karena warnanya yang putih kekuningan,
cemerlang, pemadaman lurus, belahan sejajar dengan bidang kristal dan
anisotropi yang kuat. Selain sebagai kumpulan Kristal yang relative kasar,
pirolusit

juga

terdapat

sebagai

Kristal

berbentuk

jarum

yang

halus. Mineral pirolusit umumnya berasosiasi dengan batuan sediment

sebagai hasil persipitasi kimia di danau atau laut dangkal.


Manganit (Mn2O3.H2O),Manganit mempunyai system kristal monoklin dan
di alam sering dijumpai dalam bentuk batang batang kecil memanjang,
bergurat-gurat, atau sebagai gumpalan-gumpalan membulat berwarna
gelap. Manganit terbentuk dalam lingkungan hidrotermal suhu rendah
yang berasosiasi dengan kalsit (batugamping) dan barit (BaSO4). Dalam
lingkungan endapan batuan sediment manganit dijumpai berasosiasi
dengan psilomelan dan pirolusit. Manganit mempunyai kadar mangan
cukup tinggi, tetapi jarang sekali dijumpai dalam jumlah besar sebagai

sumber bijih mangan yang ekonomis.


Psilomelane (MnO.MnO2.2H2O),Psilomelane mempunyai system kristal
orthorombik, tetapi dialam tidak pernah dijumpai dalam bentuk kristal.
Endapan mangan yang berasosiasi dengan psilomelan lebih sering
dijumpai sebagai tanah lunak atau serat serat yang tidak beraturan
bentuknya. Psilomelan mempunyai berat jenis tinggi (4,7), berwarna
coklat atau hitam dan berkilap seperti logam. Jika di remas mempunyai
kesan berminyak. Sifat kristal psilomelane tidak begitu jelas, lebih sering
bersifat amorf (non kristal) dan sering mengandung unsur unsur alkalin,
seperti kalsium, natrium, dan barium dalam proporsi yang tidak
stoikiometrik. Psilomelan terbentuk dalam lingkungan batuan sediment
sebagai hasil oksidasi dari senyawa senyawa mangan silikat.
Psilomelane merupakan salah satu sumber bijih mangan yang penting.

Hausmanit (Mn3O4),Hausmanit Mempunyai sistem kristal berbentuk


tetragonal

dengan

berat

jenis

4,7

4,8,

berwarna

hitam

kecoklatan. Hausmanit memiliki kekerasan 5,0 5,5. Kilap seperti logam.


Hausmanit sering berasosiasi dengan pirolusit, magnetit, barit dan

hematit.
Rhodokrosit (MnCO3),Rodokrosit dengan system kristal benbentuk
hexagonal dan biasanya dijumpai dialam dalam bentuk rombik atau
butiran-butiran berwarna merah muda atau pink. Rodokrosit jarang
ditemukan sebagai endapan bijih mangan. kilap seperti kaca, tetapi
mudah sekali berubah menjadi kegelapan jika teroksidasi di udara
terbuka. Rodokrosit terbentuk oleh proses hidrotermal suhu sedang dan
sering berasosiasi dengan sulfida tembaga, perak dan timbal serta
mineral-mineral mangan lainya. Dalam lingkungan sedimen juga sangat
umum dijumpai pada zona zona oksidasi endapan sulfida atau sebagai
hasil persipitasi larutan hidrotermal. Rodokrosit jarang dijumpai dalam
jumlah besar sehingga tidak merupakan sumber bijih mangan yang
penting, tetapi kadang kadang di cari untuk digunakan sebagai batu
perhiasan.

4.

SIFAT FISIK

Mangan berwarna putih keabu-abuan, dengan sifat yang keras tapi rapuh.
Mangan sangat reaktif secara kimiawi, dan terurai dengan air dingin perlahanlahan. Mangan digunakan untuk membentuk banyak alloy yang penting. Dalam
baja, mangan meningkatkan kualitas tempaan baik dari segi kekuatan,
kekerasan dan

kemampuan pengerasan. Dengan aluminium dan bismut,

khususnya dengan sejumlah kecil tembaga, membentuk alloy yang bersifat


ferromagnetik. Logam mangan bersifat ferromagnetik setelah diberi perlakuan.
Logam murninya terdapat sebagai bentuk allotropik dengan empat jenis. Salah
satunya, jenis alfa, stabil pada suhu luar biasa tinggi; sedangkan mangan jenis
gamma, yang berubah menjadi alfa pada suhu tinggi, dikatakan fleksibel, mudah
dipotong dan ditempa.

5.

EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI


A. Eksplorasi

Pada dasarnya belum adan metode eksplorasi yang paling tepat untuk
mengetahun potensi mangan, karena penyebarannya yang sulit diprediksi dan
ditemukan secara sporadis. Pendekatan-pendekatan yang bisa dilakukan adalah
suatu rangkaian kegiatan eksplorasi yang merupakan suatu kesatuan dan saling
melengkapi. Setiap tahapan direncanakan berdasarkan tahapan sebelumnya.
Apabia setiap tahapan ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka tingkat
keyakinan data semakin tinggi sehingga menjadi informasi berharga dalam
perencanaan produksi tambang. Adapun

tahapan

tahapan

dalam

eksplorasi mangan sebagai berikut:

Survey Tinjau
Suatu kegiatan awal yang biasanya dilakukan dalam suatu kegiatan

eksplorasi untuk mengetahui kondisi umum suatu area yang diduga mengandung
mangan. Informasi yang harus di dapatkan :
Beberapa titik pengamatan umum (jenis batuan dan bentuk muka bumi)
Kondisi penduduk (pemukiman, kearifan lokal, agama, tingkat pendidikan,
dan lain-lain)
Tata guna lahan
Kesampaian daerah
Pemetaan Geologi Permukaan
Dengan mengamati keadaan geologi yang berkembang disuatu daerah
untuk mengetahui penyebaran mangan dipermukaan. Peta dasar sekurangkurangnya dengan skalan 1:25.000. Dari hasil pemetaan ini akan diperoleh ;
Peta lintasan dengan titik pengamatan
Peta geologi, merupakan penggambaran 2D kondisi geologi suatu daerah
meliputi jenis batuan, struktur geologi, serta sejarah pembentukannya
Penampang geologi, penampang yang menggambarkan urutan-urutan
pembentukan satuan litologi dalam peta geologi
Peta
geomorfologi, peta
ini menggambarkan relief permukaan
bumi suatu daerah. Peta ini penting untuk perencanaan tambang dan
infrastruktur tambang.
Peta tata guna lahan, Peta yang menunjukkan penggunaan lahan oleh
masyarakat. Peta ini penting untuk mengetahui lokasi-lokasi yang
tidak bisa dilakukan proses penambangan.
Peta pola pengaliran, Peta pola pengaliran
mangan
mangan.

diperlukan

dalam

eksplorasi

untuk interpretasi struktur dan

mineralisasi

Peta interpretasi zona mineralisasi mangan. Peta ini sangat penting untuk
mengetahui zona prospeksi mangandan rekomendasi metode eksplorasi
selanjutnya.
Rekomendasi-rekomendasi: Lokasi

rencana

test

pit Perencanaan pemetaan bawah permukaan dengan metodeg

geofisika.
Test pit dan Trenching
Test pit dilakukan untuk menindak lanjuti kegiatan pemetaan setelah

pemetaan permukaan dan diketahui lokasi-lokasi prospek. Jenis dan dimensinya


diatur berdasarkan kebutuhan data yang diinginkan dan pola mineralisasi
mangan dari hasil kegiatan pemetaan geologi.

Metode Geofisika
Metode

ini

dipilih

dari

rekomendasi

kegiatan

pemetaan

geologi

permukaan atau berdasarkan jenis batuan yang berasosiasi dengan mangan.


Metode geofisika yang biasanya dipakai adalah geolistrik dan geoscanner.
Tujuannya untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan termasuk
didalamnya interpretasi keterdapatan mangan secara vertical.

Pemboran
Pemboran dilakukan untuk menindaklanjuti kegiatan pemetaan geologi

permukaan dan geofisika. Disamping memberikan keyakinan pada interpretasi


metode geofisika. Pemboran juga dapat menghasilkan informasi terkait kualitas
dan kuantitas mineral mangan serta model 3D dengan pendekatan perhitungan
cadangan mangan terukur secara akurat.
B.

Eksploitasi
Metode eksploitasi mangan ada dua yaitu

Dengan menggunakan peledakan atau membuat suatu jalur bawah


tanah (terowongan) diantara rekahan batuan gamping. Sedangkan di
lingkungan

batuan

malihan

dapat

membuka

singkapan

mangan

menggunakan alat berat kemudian diambil secara tradisional.


Penambangan secara tradisional oleh masyarakat.

6.

KEGUNAAN

Kegunaan mangan sangat luas, baik untuk tujuan metalurgi maupun nonmetalurgi. Untuk tujuan non-metalurgi, mangan digunakan untuk produksi
baterai, kimia, keramik dan gelas, glasir dan frit, pertanian, proses produksi

uranium, dan lainnya. Di Indonesia, industri hilir pemakai mangan adalah industri
baterai, keramik dan porselein, industri logam, dan industi korek api. Mangan
juga banyak tersebar dalam tubuh. Mangan merupakan unsur yang penting
untuk penggunaan vitamin B1.

7.
KETERDAPATAN DI DUNIA DAN INDONESIA
Keterdapatan Di Dunia
Kebanyakan senyawa mangan saat ini ditemukan di Rusia, Brazil,

Australia, Afrika Selatan, Gabon, dan India. Irolusi dan rhodokhrosit adalah
mineral mangan yang paling banyak dijumpai. Logam ,mangan diperoleh dengan
mereduksi oksida mangan dengan natrium, magnesium, aluminum atau dengan
proses elektrolisis.

Keterdapatan Di Indonesia
Potensi cadangan bijih mangan di Indonesia cukup besar dan terdapat di

berbagai lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Potensi tersebut terdapat di


Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau
Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.