JTTO;!1236.:24!

Y
iuuq;00xxx/lbmcf/dp/je0del
271!0!wpm/!46!op/!2
Kbo!.!Gfc!3119
Bsujlfm!Vubnb!;
RISIKO ANOVULASI PADA PENDERITA INFERTIL DENGAN HIPERPROLAKTINEMI
IB Putra Adnyana, Haya Harareth/ hal. 5
AKURASI GINESKOPI DENGAN BANTUAN OLESAN ASAM ASETAT 5 % UNTUK DE-
TEKSI DISPLASIA PADA LESI SERVIKS
Ketut Suwiyoga/ hal. 9
TERAPI PRE-EKLAMPSIA
Caroline Hutomo/ hal. 12
------------------------------------------------------------------------------------
Cfsjub!Ufsljoj!;
REVIEW COCHRANE MEMBERIKAN LAMPU HIJAU UNTUK
PEMBERIAN TAXANE PADA KANKER PAYUDARA
hal. 36
ANALGESIA EPIDURAL MENURUNKAN TEKANAN INTRAABDOMINAL
hal. 37
MIDAZOLAM EFEKTIF MENCEGAH PONV
hal. 38
Cermin Dunia Kedokteran
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 1
ÞL1UNJUK UN1UK ÞLNUL| 5
Cermin Dunia Kedokteran menerima naskah yang memba-
has berbagai aspek kesehatan, kedokteran dan farmasi,
juga hasil penelitian di bidang-bidang tersebut. Naskah yang
dikirimkan kepada Redaksi adalah naskah yang khusus un-
tuk diterbitkan oleh Cermin Dunia Kedokteran; bila pernah
dibahas atau dibacakan dalam suatu pertemuan ilmiah, hen-
daknya diberi keterangan mengenai nama, tempat dan saat
berlangsungnya pertemuan tersebut.
Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris; bila
menggunakan bahasa Indonesia, hendaknya mengikuti kai-
dah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Istilah medis
sedapat mungkin menggunakan istilah bahasa Indonesia
yang baku, atau diberi padanannya dalam bahasa Indonesia.
Redaksi berhak mengubah susunan bahasa tanpa mengubah
isinya. Setiap naskah harus disertai dengan abstrak dalam
bahasa Indonesia.
Untuk memudahkan para pembaca yang tidak berbahasa
Indonesia lebih baik bila disertai juga dengan abstrak dalam
bahasa Inggris. Bila tidak ada, Redaksi berhak membuat
sendiri abstrak berbahasa Inggris untuk karangan terse-
but. Naskah diketik dengan spasi ganda di atas kertas putih
berukuran kuarto/ folio, satu muka, dengan menyisakan cu-
kup ruangan di kanan kirinya, lebih disukai bila panjangnya
kira-kira 6 - 10 halaman kuarto disertai/atau dalam bentuk
disket program MS Word.
Nama (para) pengarang ditulis lengkap, disertai keterangan
lembaga/fakultas/institut tempat bekerjanya. Tabel/skema/
grafk/ilustrasi yang melengkapi naskah dibuat sejelas-jelas-
nya dengan tinta hitam agar dapat langsung direproduksi,
diberi nomor sesuai dengan urutan pemunculannya dalam
naskah dan disertai keterangan yang jelas.
Bila terpisah dalam lembar lain, hendaknya ditandai untuk
menghindari kemungkinan tertukar. Kepustakaan diberi no-
mor urut sesuai dengan pemunculannya dalam naskah; di-
susun menurut ketentuan dalam Cummulated Index Medicus
dan/ atau Uniform Requirement for Manuscripts Submitted
to Biomedical Journals (Ann Intern Med 1979; 90 : 95-9).
Contoh :
1. Basmajian JV, Kirby RL.Medical Rehabilitation.
1st ed. Baltimore, London: William and Wilkins,
1984; Hal 174-9.
2. Weinstein L, Swartz MN. Pathogenetic properties
of invading microorganisms. Dalam: Sodeman
WA Jr. Sodeman WA, eds. Pathologic physiology:
Mechanism of diseases. Philadelphia:
WB Saunders, 1974;457-72.
3. Sri Oemijati. Masalah dalam pemberantasa flariasis
di Indonesia. Cermin Dunia Kedokt. 1990; 64: 7-10.
Bila pengarang enam orang atau kurang, sebutkan semua;
bila tujuh atau lebih, sebutkan hanya tiga yang pertama dan
tambahkan dkk.
Naskah dikirimkan ke alamat :
Redaksi Cermin Dunia Kedokteran
Gedung KALBE, Jl. Letjen Suprapto Kav. 4
Cempaka Putih, Jakarta 10510 PO. Box 3117 JKT.
Tlp. (021) 4208171. E-mail : cdk@kalbe.co.id
Pengarang yang naskahnya telah disetujui untuk diterbitkan,
akan diberitahu secara tertulis.
Naskah yang tidak dapat diterbitkan hanya dikembalikan bila
disertai dengan amplop beralamat (pengarang) lengkap de-
ngan perangko yang cukup.
Daftar |s|
contont
2. Editorial
4. English Summary
A Þ 1 | K L L
b. Þ|s|ko Anovu|as| pada Þon-
dor|ta |nfort|| dongan H| porpro-
|akt|nom|
IB Putra Adnyana, Haya Harareth
9. Akuras| G|noskop| dongan
Bantuan 0|osan Asam Asotat
b% untuk Dotoks| D|sp|as|a
pada Los| 5orv|ks
Ketut Suwiyoga
12. 1orap| Þro-ok|amps|a
Caroline Hutomo
17. Hubungan Jum|ah |o||ko|
Antra| dongan Þospons 0var|-
um torhadap 5t|mu|as| 0vu|as|
IB Putra Adnyana
23. Þortumbuhan Jan|n 1or-
hambat
Jefferson Rompas
2B. Gambaran H|stopato|og|
Ku||t pada Þongobatan 1rad|s|o-
na| Korokan
Didik Gunawan Tamtomo
32. Motodo |so|as| |nnor Co||
Mass sobaga| 5umbor Lmbryo-
n|c 5tom Co||
Dwi Agustina, Caroline T. Sardjono, Ferry
Sandra
BLÞ|1A 1LÞK|N|
36. Review Cochrane memberikan
lampu hijau untuk pemberian Taxane
pada kanker payudara
37. Analgesia epidural menurunkan
tekanan intraabdominal
38. Midazolam efektif mencegah
PONV
39. Asam folat tingkatkan performa
fungsi kognitif lansia
40. Jogging tidak sebaik sepak bola
untuk membakar lemak
41. Kadar HDL tinggi melindungi jan-
tung Anda
42. Kafein plus asetaminofen beracun
untuk beberapa orang
43. Melawan kuman dengan sabun
dan air hangat
44. Seksio saesar meningkatkan risiko
ibu dan bayi
45. Informatika Kedokteran
48. Profl
50. Korespondensi
51. Laporan Kegiatan Ilmiah
54. Kalender Kegiatan Ilmiah
56. RPPIK

cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 008
Editorial
Berbagai masalah ginekologi akan mengisi CDK edisi ini; beberapa di
antaranya mengenai fertilitas.
Selain itu juga ada artikel mengenai kanker serviks, kanker utama di
kalangan wanita.
Artikel mengenai farmakoterapi eklampsi semoga dapat menyegarkan
kembali pengetahuan yang sudah ada.
Seperti biasa, sejawat akan menjumpai artikel mengenai stem cell,
topik yang akan makin mengemuka di saat-saat mendatang
Selamat membaca,
Redaksi
Redaksi CDK Mengucapkan
Selamat Hari Raya Natal 2007
&
Tahun Baru 2008
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
3

CDK
Cermi n Duni a Kedokt eran
ISSN: 0125-913 X
http://www.kalbe.co.id/cdk
ALAMAT REDAKSI
Gedung KALBE
Jl. Letjen. Suprapto Kav. 4 Cempaka Putih, Jakarta 10510
PO Box 3117 JKT
Tlp. 021-4208171
Fax.: 021-4287 3685
E-mail : cdk@kalbe.co.id
http://www.kalbe.co.id/cdk
NOMOR IJIN
151/SK/DITJEN PPG/STT/1976 Tanggal 3 Juli 1976
PENERBIT Grup PT. Kalbe Farma Tbk.
PENCETAK PT. Temprint
susunan redaksi
KETUA PENGARAH
Dr. Boenjamin Setiawan, PhD
PEMIMPIN UMUM
Dr. Erik Tapan
KETUA PENYUNTING
Dr. Budi Riyanto W.
MANAJER BISNIS
Nofa, S.Si, Apt.
DEWAN REDAKSI
Prof. Dr. Sjahbanar Soebianto Zahir, MSc.
Dr. Michael Buyung Nugroho
Dr. Karta Sadana
Dr. Sujitno Fadli
Drs. Sie Johan, Apt.
Ferry Sandra, Ph.D.
Budhi H. Simon, Ph.D.
TATA USAHA
Dodi Sumarna
REDAKSI KEHORMATAN
Prof. Drg. Siti Wuryan A Prayitno, SKM, MScD, PhD
Bagian Periodontologi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta
Prof. Dr. Abdul Muthalib, SpPD KHOM
Divisi Hematologi Onkologi Medik
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Prof. Dr. Djoko Widodo, SpPD-KPTI
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonsia/
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Prof. DR. Dr. Charles Surjadi, MPH
Pusat Penelitian Kesehatan Unika Atma Jaya Jakarta
Prof. DR. Dr. H. Azis Rani, SpPD, KGEH
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Prof. DR. Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD, KEMD, FACE
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
DR. Dr. Abidin Widjanarko, SpPD-KHOM
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS Kanker Dharmais, Jakarta
DR. Dr. med. Abraham Simatupang, MKes
Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia
Jakarta
Prof. Dr. Sarah S. Waraouw, SpA(K)
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado
Prof. DR. Dr. Rully M.A. Roesli, SpPD-KGH
Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/
RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung
Dr. Aucky Hinting, PhD, SpAnd
Bagian Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya
Prof. DR. drg. Hendro Kusnoto, SpOrt.
Laboratorium Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Jakarta
DR. Dr. Yoga Yuniadi, SpJP
Sub Dept. Kardiologi, Dept. Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia/RSP Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta
Prof. DR. Dra. Arini Setiawati
Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
Prof. Dr. Faisal Yunus, PhD, SpP(K)
Departemen Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
SMF Paru RS Persahabatan, Jakarta
Prof. DR. Dr. Rianto Setiabudy, SpFK
Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
Dr. R.M. Nugroho Abikusno, MSc., DrPH
Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta
Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS
Fakultas KedokteranUniversitas Udayana Denpasar, Bali
Prof. DR. Dr. Ignatius Riwanto, SpB(K)
Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/
RS Dr. Kariadi, Semarang
Dr. Tony Setiabudhi, SpKJ,, PhD
Universitas Trisakti/ Pusat Kajian Nasional Masalah Lanjut Usia, Jakarta
Prof. DR. Samsuridjal Djauzi, SpPD,KAI
Sub Dept. Alergi-Imunologi, Dept. Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Dr. Prijo Sidi pratomo, SpRad(K)
Departemen Radiologi FKUI/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Prof. DR. Dr. Johan S. Masjhur, SpPD-KEMD, SpKN
Departemen Kedokteran Nuklir Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/
RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung
Dr. Hendro Susilo, SpS(K)
Dept. Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/
RS Dr. Soetomo, Surabaya
Prof. DR. Dr. Darwin Karyadi, SpGK
Institut Pertanian Bogor, Bogor, Jawa Barat
Dr. Ike Sri Redjeki, SpAn KIC, M.Kes
Bagian Anestesiologi & Reanimasi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/
RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
English Summary
damages.
Keywords: Kerokan, skin biopsy,
inflammatory reaction.
Cermin Dunia Kedokt. 2008; 35(1) : 28-31
dgt
INNER CELL MASS ISOLA-
TION METHOD AS EMBRYONIC
STEM CELL RESOURCES
Dwi Agustina, Caroline T. Sardjono,
Ferry Sandra
Stem Cell and Cancer Institute, Kalbe
Pharmaceutical Company, Jakarta,In-
donesia
Embryonic stem cells are self-renew-
ing, pluripotent cells derived from
the inner cell mass of blastocyst
stage embryo.
Recently, there are several pub-
lished methods to isolate Inner Cell
Mass (ICM) from animals and hu-
mans. Methods for the ICM isolation
includes the immunosurgery, micro-
surgery, enzymatic, and laser meth-
ods. The crucial component in the
isolation methods is the technique
to remove zona pellucida prior to the
ICM isolation. Within each method,
there are several advantages and
disadvantages in regard to the re-
moval techniques to eliminate zona
pellucida. At the end, the decision to
select a particular method is based
on the purpose of the experiment.
Keywords: Inner cell mass, isolation,
embryonic stem cell
Cermin Dunia Kedokt. 2008; 35(1) : 32-5
hm, ab, bs, fs
RISK OF ANOVULATION
AMONG INFERTILE WOMEN
WITH HYPERPROLACTINEMIA
IB Putra Adnyana, Haya Harareth
Dept. Of Obstetrics and Gynecology,
Faculty of Medicine, Udayana
University/ Sanglah Hospital,
Denpasar, Bali, Indonesia
Background : Anovulation is
disturbance of follicle development,
rupture and dysfunction of follicle
that could be one factor for infertility.
Generally, anovulation was caused by
hormonal imbalance due to pituitary
gland and hypothalamus disorder,
including hyperprolactinemia.
Hyperprolactinemia was a condition
of increased prolactin serum level
>25 ng/ml in basal condition.
Objective : To measure risk of
anovulation among infertile women
with hyperprolactinemia.
Method : A case control study was
conducted in Sanglah Hospital
during July 1
st
2002

until July 31
th

2004. Cases of 114 infertile women
were allocated into two groups:
anovulatory and ovulatory. Prolactin
serum level were checked in this two
group respectively.
Result : There were 19 hyper-
prolactinemia cases (33,3%)
found from 57 anovulatory cases.
While from 57 ovulatory cases as
a control, 10 cases (17,5%) were
hyperprolactinemic. This result
was not statistically significant
(p=0,085) with OR = 2,35. However,
hyperprolactinemia in infertile cases
was risk factor for anovulation.
Conclusion : There was 2,35
times increased risk of anovulation
among infertile women with hyper-
prolactinemia compared with infertile
women without hyperprolactinemia.
Key words : Hyperprolactinemia,
anovulation, infertile women
Cermin Dunia Kedokt. 2008; 35(1) : 5-8
ibpa, hhh
H I S T O P A T H O L O G I C A L
FEATURES OF SKIN AFTER
TRADITIONAL KEROKAN
Didik Gunawan Tamtomo
Dept. of Anatomy, Faculty of
Medicine,Sebelas Maret University,
Solo,Indonesia
Background: Kerokan is a Javanese
traditional medication by slightly
pressing and rubbing blunt object
usually coin with oily liquid on the
skin repeatedly until the skin turns
red. This medication is believed by
layman to be useful for a condition,
which is referred to as masuk angin
– common cold. This condition
is indicated by intestinal gas
(flatulence), watery nose, stiffness,
headache, etc. This method, in fact,
has been practiced not only by the
Javanese but also by a large number
of people in South East Asia. Due
to its broad use, it is necessary to
conduct a research on its reaction.
The present research tries to find
out what happens in the Kerokan
medication, and whether or not there
are damages to the skin resulting
from the repeated pressing and
rubbing of blunt object or coin with
oily liquid on it.
Methodology: The present research
is a descriptive and explorative
one. Sample of the research
was the researcher himself. The
material of the research was the
skin biopsy tissue following the
exposure to kerokan. The material
was stained by SL and examined
under the microscope with 400 x
magnification.
Result: The analysis shows:
(1) stratum corneum erosion;
(2) subepithelial tissue edema;
(3) capillaries expansion; (4)
inflammatory cells; and (5)
extravascular erythrocytes.
Conclusion: in kerokan, (1) there is
inflammatory reactions, (2) no skin
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 5
Hasil Penelitian
Risiko Anovulasi pada Penderita Infertil
dengan Hi perprolaktinemi
IB Putra Adnyana, Haya Harareth
Sub Divisi FER Bagian Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Sanglah Denpasar, Bali, Indonesia
ABSTRAK
Latar Belakang . ^novu|os| ooo|oh gongguon per|embongon se| te|ur. peoohnvo se| te|ur otou tungs| se| te|ur vong
merupo|on so|oh sotu to|tor penvebob |ntert|||tos. ^novu|os| b|osonvo o|sebob|on o|eh |et|oo|se|mbongon hormo
no| o||bot gongguon |e|en|or h|pot|s|s otou h|poto|omus. termosu| |eoooon h|perpro|o|t|nem|. ¬|perpro|o|t|nem|
ooo|oh suotu |eoooon pen|ng|oton |ooor pro|o|t|n serum me|eb|h| 25 ng´m| pooo |ono|s| boso|. Men|ng|otnvo
|ooor pro|o|t|n |n| ser|ng men|mbu||on berbogo| gongguon s|stem reproou|s|. termosu| r|s||o onovu|os|.
Tujuan . Untu| mengetohu| r|s||o ter|oo|nvo onovu|os| pooo penoer|to |ntert|| oengon h|perpro|o|t|nem|.
Bahan dan cara . |ene||t|on |osus|ontro| o||o|sono|on o| |3 3ong|oh |enposor mu|o| 1 Ju|| 2002 h|nggo 31 Ju||
2004. Beroosor|on |r|ter|o |n||us|´e|s||us|. 114 |osus |ntert|| vong memenuh| |r|ter|o pooo pene||t|on |n| o|o|o
|os||on men|oo| ouo |e|ompo| vo|tu |e|ompo| onovu|os| oon ovu|os|. Mos|ngmos|ng |e|ompo| tersebut o|per||so
|ooor pro|o|t|nnvo.
Hasil . |or| 57 |osus onovu|os|. 19 |osus |33.3/] o| ontoronvo h|perpro|o|t|nem|. 3ementoro oor| 57 |osus ovu
|os| |ontro|. 10 |osus |17.5/] h|perpro|o|t|nem| |t|oo| berbeoo bermo|no p ÷ 0.0B5. 0| ÷ 2.35].
Kesimpulan . |os|en |ntert|| oengon h|perpro|o|t|nem| ber|s||o mengo|om| onovu|os| 2.35 |o|| |eb|h besor oor|pooo
pos|en tonpo h|perpro|o|t|nem|.
|oto |uno| . ¬|perpro|o|t|nem|. onovu|os|. perempuon |ntert||
PENDAHULUAN
|ert|||tos ooo|oh |emompuon seorong perempuon un
tu| hom|| oon me|oh|r|on ono| h|oup. ||wovot tert|||tos
sebe|umnvo somo se|o|| t|oo| men|om|n tert|||tos o| |e
muo|on hor|. bo|| pooo posongon |tu seno|r|. moupun
ber|o|non posongon. |osongon |ntert|| ooo|oh suotu
|esotuon hos|| |ntero|s| b|o|og|| vong t|oo| menghos||
|on |ehom||on oon |e|oh|ron bov| h|oup. ||sebut |nter
t|||tos pr|mer |||o perempuon be|um berhos|| hom|| wo
|oupun bersenggomo terotur oon o|hooop|on |epooo
|emung||non |ehom||on se|omo 12 bu|on berturuttu
rut. ||sebut |ntert|||tos se|unoer |||o perempuon pe
noh hom||. o|on tetop| |emuo|on t|oo| berhos|| hom||
|og| wo|oupun bersenggomo terotur oon o|hooop|on
|epooo |emung||non |ehom||
on se|omo 12 bu|on berturut
turut.
|1]
^novu|os| ooo|oh gongguon
per|embongon se| te|ur.
peoohnvo se| te|ur otou tung
s| se| te|ur vong merupo|on
so|oh sotu to|tor penvebob
|ntert||. ^novu|os| oopot |ugo o|||hot oor| s|||us ho|o
vong ter|o|u penoe| otou ter|o|u pon|ong otou t|oo|
terotur boh|on t|oo| ho|o somo se|o||.
|2.3]
^novu|os| oopot |ugo o|sebob|on o|eh gongguon |er|o
ovor|um m|so|nvo pooo s|norom 3te|n |eventho| otou
penvo||t ovor|um po||||st||. 3|norom |n| umumnvo ter
oopot pooo us|o muoo. o|serto| tonootonoo ho|o t|
oo| terotur oon onovu|os|. 3e|o|n |tu. gongguon |er|o
ovor|um |ugo songot o|pengoruh| o|eh pen|ng|oton
otou penurunon berot booon ber|eb|hon. |etegongon
|stres] emos|ono| oon o|t|v|tos t|s|| ber|eb|hon. No
mun ooo|o|onvo gongguon |er|o ovor|um t|oo| oopot
o|terong|on penvebobnvo.
|2.3.4]

¬|perpro|o|t|nem| ooo|oh
suotu |eoooon pen|ng|ot
on |ooor pro|o|t|n serum
me|eb|h| 25 ng´m| pooo
|ono|s| boso|
|5.6]
. N||o|
normo| serum pro|o|t|n
ooo|oh 525 ng´m|. |eb|h
renooh pooo |o|||o|| oon
ono|ono| serto meng
Anovulasi biasanya disebabkan olah
ketidakseimbangan hormonal akibat
gangguan kelenjar hi pofisis atau hi po-
talamus, termasuk keadaan hi perpro-
laktinemi.
6 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
tert|| |3 3ong|oh |enposor oo|om per|ooe 1 Ju|| 2002
so. 31 Jun| 2003. |r|ter|o |n||us| ooo|oh penoer|to |n
tert||. onovu|os|. berseo|o ||ut oo|om pene||t|on. |r|ter|o
e|s||us| ooo|oh tumor ovor|um oon |e|o|non bowoon
ovor|um.
|engh|tungon |um|oh sompe| o|oosor|on otos osums| .
1. |e|oo|on h|perpro|o|t|nem| pooo penoer|to |ntert||
oengon onovu|os| ||o] ÷ 0.33.
2. |engon 0oo |ot|o ÷ 3 sebogo| botos t|ng|ot o|u
ros| sompe|. beroosor|on osums| |o ÷ 0.33. mo|o
osums| |e|oo|on h|perpro|o|t|nem| pooo |osus |n
tert|| oengon onovu|os| ||t] ÷ 0.59. |engh|tungon
osums| |t o|oosor|on pooo rumus .
0| x |o
|t ÷
0| x |o + |1|o]
3. 1|ng|ot |emo|noon ÷ 0.005 |Z ÷ 1.96] oon ÷
0.2 u|| sotu s|s| |Z ÷ 0.B4].
4. |engh|tungon besor sompe| oengon rumus .
2|Z + Z ]
2
||1|]
n ÷
||t – |o]
2
oengon .
|t + |o
| ÷
2
Jum|oh sompe| m|n|mo| beroosor|on pengh|tungon
oengon rumus o| otos ooo|oh 57. seh|nggo toto| som
pe| pene||t|on men|oo| ÷ 114 |osus.
DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL
1. 0vu|os| ooo|oh opob||o o|temu|onnvo |r|ter|o se
bogo| ber||ut oengon pemer||soon U3S tronsvog|
no| mer| |ontron |nstrumen v 3.00. tvpe 3|gmo
110| cNS. |erono|s pooo hor| |e10. |e12 oon |e
14 sete|oh hor| pertomo ho|o .
cnoometr|o| ||ne grooe ^ oengon penompo|on en
oometr|um vong ber|op|s|op|s.
||temu|on to|||e| motur otou oom|non oengon o|o
meter 1924 mm.
^oonvo oo|ron o| |ovum |oug|os 45 mm. sete|oh
ter|oo| ovu|os|.
2. ^novu|os| ooo|oh |||o t|oo| memenuh| |r|ter|o ovu|os|.
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
unto|on |o|ung mut|oro oon pen|ng|oton vo|ume
ovor|um vong berhubungon oengon pen|ng|oton
stromo.
5. |e|o|nonon bowoon ovor|um ooo|oh t|oo| ooonvo
|eouo otou sotu ovor|um. b|osonvo tubo vong ber
song|uton t|oo| ooo pu|o. otou teroopot ovor|um
tombohon vong |eo|| oon |eto|nvo |ouh oor| ovor|um
normo|.
Tabel 1. Karakteristik Sampel
^novu 0vu 3c t p
|os| |os| Meon
Umur |bu
· 20 tohun 1
2030 tohun 26 31
3140 tohun 30 23 .629
· 40 tohun 3 .69B .B59 .932¯
^|omot
|oovo |enposor 45 53
|ob S|onvor 7 2
|ob.Bu|e|eng 2
|ob.||ung|ung 2
|ob.1obonon 1
|uor Bo|| 2 .10B¯
|eno|o||on
3or|ono 1B 20
3|1^ 35 33
3|1| 4 4 .9B1¯
|e|er|oon
Be|er|o 34 29
1|oo| Be|er|o 23 2B 607¯
|omo |ow|n
1 tohun 13 6 .3514
· 1 tohun 44 51 .3911 .234 B16¯
|or|tos
0 44 49
1 1 5
2 9 2 .117
·2 2 1 .07B 1.617 .109¯
Umur ono| ter|eo||
Be|um punvo ono| 44 49
1 thun 1 1 .1B70
·1 tohun 12 7 .3206 402 .6B9¯
|omo tonpo |ontroseps|
1 tohun 45 50 .3125
·1 tohun 12 7 .3611 1.047 .297¯
Menorohe
12 tohun 10 17
13 tohun 36 29
14 tohun 10 11 .0B66
15 tohun 1 .0926 1.107 .271¯
1|ngg| Booon
·145 om .5631
≥145 cm 57 57 .5133 -.345 .730*
Berot Booon
·45 | .5 929
≥45 kg 57 57 .4880 -.137 .891*
|uos |ermu|oon tubuh
57 57 .009B7 .241 .B10¯

|eterongon . ¯ ÷ t|oo| ooo perbeooon bermo|no p · 0.05
HASIL DAN PEMBAHASAN
1e|oh o||o|u|on pene||t|on mengguno|on ronoongon
|osus|ontro| untu| mengetohu| r|s||o onovu|os| oe
ngon h|perpro|o|t|nem|o pooo penoer|to |ntert||. |ene
||t|on o||o|sono|on o| |3 3ong|oh |enposor. mu|o| 1
Ju|| 2002 sompo| |um|oh sompe| ou|up.
Tabel 2. Hi perprolaktinemi sebagai risiko anovulasi pada penderita
infertil
19 x 47 B93
0| ÷ ÷ ÷ 2.35
3B x 10 3B0
|or| 114 |osus vong memenuh| |r|ter|o sebogo| sub
ve| pene||t|on. 57 |osus |ntert|| oengon onovu|os| oon
57 |osus |ntert|| oengon ovu|os| sebogo| |ontro|.
Ber||ut o|on o|uro||on hos|| pene||t|on sesuo| oengon
tu|uon pene||t|on.
|oro|ter|st|| sompe| oopot o|||hot o| tabel 1.
|ooo 57 |osus |ntert|| oengon onovu|os|. 19 |33.3/]
|osus h|perpro|o|t|nem|. seoong|on pooo |osus |nter
t|| oengon ovu|os| sebogo| |ontro|. 10 |17.5 /] |osus
h|perpro|o|t|nem|. 0oo rot|o ÷ 2.35 berort| pos|en |n
tert|| oengon h|perpro|o|t|nem| o|on ber|s||o onovu|os|
2.35 |o|| |eb|h besor oor|pooo tonpo h|perpro|o|t|ne
m|. wo|oupun seooro stot|st|| t|oo| berbeoo bermo|no
|p÷0.0B5]. (Tabel 2).
¬|perpro|o|t|nem| oopot menvebob|on gongguon
tungs| reproou|s|. |oreno h|perpro|o|t|nem| oopot
mengo||bot|on |eoooon onovu|os|. |||opor|on 54/
|osus onovu|os| o|sebob|on |oreno h|perpro|o|t|ne
m|
|11]
. 3eoong|on onovu|os| |n| bertonggung|owob
terhooop 33.5/ |osus|osus |ntert|||tos
|14]
. 3o|oh sotu
penvebob gongguon ovu|os| ooo|oh h|perpro|o|t|nem|
|||so ^]. 3e|o|n |ooor pro|o|t|n per|u |ugo o|per||so
|ooor estrogen. |¬ oon |3¬. |ooor pro|o|t|n bers|tot
o|nom|s. J||o |ooor pro|o|t|n ·50 ng´m| mo|o 20/
teroopot pooo tumor h|pot|se. b||o |ooor pro|o|t|n 100
ng´m| mo|o 50/ teroopot pooo tumor h|pot|se oon
|ooor pro|o|t|n · 100 ng´m| mo|o 100 / teroopot
pooo tumor h|pot|se.
3omo| 3 o|| |2002] oengon stuo| prospe|t|t pooo 200
sompe| pene||t|on won|to |ntert|| bu|on Jun| 1997 som
po| oengon Ju|| 1999 o| |no|o. mengguno|on |ooor
pro|o|t|n serum ·25 ng´m| sebogo| botoson h|perpro
|o|t|nem|. o|pero|eh 22 |osus |11/] h|perpro|o|t|nem|
|ro|o|t|n
¬|perpro|o|t|nem|
Normopro|o|t|nem|
Jum|oh
^novu|os| 0vu|os| Jum|oh
t
19
3B
57
/
33.3
66.7
100
t
10
47
57
/
17.5
B2.5
100
t
29
B5
114
/
25.4
74.6
100
Risiko Anovulasi
8 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
|p · 0.05]. |ooo pene||t|on tersebut o|oopot|on n||o|
h|perpro|o|t|nem| ontoro 2675 ng´m| oon honvo 1
|osus |eb|h oor| 76 ng´m|. pooo pene||t|on |n| o|oopot
|on 3 |osus |ooor pro|o|t|n serum · 50 ng´m|.
¬|perpro|o|t|nem| merupo|on so|oh sotu to|tor penve
bob onovu|os| pooo won|to |ntert||. |ooo 35 sompe| pene
||t|on won|to |ntert|| o| |no|o o|oopot|on hos|| oengon h|per
pro|o|t|nem| 7 |osus |20/]. |M|shro | o||. 2002].
|ooo 100 won|to |ntert|| |o||ston o|oopot|on B2 |osus
|B2/] h|perpro|o|t|nem| oon 1B |osus |1B/] normo
pro|o|t|nem| sebogo| |ontro|. ono||s|s menoopot|on ho
s|| bermo|no |p·0.05] bohwo h|perpro|o|t|nem| berpe
ron sebogo| penvebob |ntert||. 3e|o|n memer||so |ooor
serum pro|o|t|n |ugo o|per||so serum |¬. serum |3¬.
estrogen oon progesteron. ||o|sum ^.. Jo|o|| 3.. 2002].
SIMPULAN
|os|enpos|en |ntert|| oengon h|perpro|o|t|nem| ber
r|s||o onovu|os| 2.35 |o|| |eb|h besor oor|pooo tonpo
h|perpro|o|t|nem|.
SARAN
|ooo posongon |ntert|| vong o|our|go| onovu|os|. sebo||
nvo men|o|on| pemer||soon |ooor pro|o|t|n ooroh.
DAFTAR PUSTAKA
1. Joooeb 1Z. 1e|n|| penongonon posongon |ntert|| sompo| tert|||sos| |n
v|tro. |o|om. Boz|oo ^. Joooeb 1Z. 3ur|ono ¬cJ. ^||ott ¬Z. eos. cnoo|r|
no|og| S|ne|o|og|. co|s| |e1. Jo|orto. |e|ompo| 3tuo| cnoo|r|no|og| |e
proou|s| |noones|o. 1993. 174.
2. ||owot| Y. |osou |. Bov| tobung sebuoh horopon boru. |umohso||t
Bunoo. Leto|on pertomo. Jo|orto. Mosvoro|ot |enu||s ||mu |engeto
huon oon 1e|no|og| |M^|||1c|]. 2000.224.
3. 3perott |. S|oss |¬. |ose NS. L||n|oo| Svneoo|og|o cnooor|no|ogv ono
|ntert|||tv. 6
th
eo. Bo|t|more. ||pp|noott v||||oms ono v||||ns. 1999.
4214.
4. Moe|oe| |^. |oporos|op| pooo pemer||soon |||n|| |ntert|||tos won|to.
1es|s. Jo|orto. Un|vers|tos |noones|o. 19B3.h.711
5. ¬ersh|og ^. |eterson LM. cnooor|ne o|soroers. |n. Bere| J3. ^osh| cY.
¬|e|oro |^. eos. Novo|’s Svneoo|ogv. 12
th
eo. Bo|t|more . v||||oms ono
v||||ns. 1996.B546.
6. vermesh M. So|ootorrheo ono hvperpro|oot|nem|o. |n. M|she|| ||.
Brenner || eos. Monogement ot oommon prob|ems |n obstetr|os ono
gvneoo|ogv. 3 ro eo. Boston. B|oo|we|| 3o|ent. |ub|. 1994. 612B
7. |orreo |. csoorzo ^. vo|ero ^. ¬eterogen|o|tv ot serum pro|oot|n thro
ughout the menstruo| ovo|e ono pregnonov |n hvperpro|oot|nem|o
women w|th normo| ovor|on tunot|on. J L||n cnooor|no| Metob. 19B9.
37.
B. Mo||toh Mc. ||soroer ot pro|oot|n seoret|on. cnooor|no| Metob L||n.
2001.30.13.
9. 3oss|n J|. |routz ^S. ve|tzmon c|. ¬umon pro|oot|n. 24hour pottern
w|th |noreoseo re|eose our|ng s|eep. 3o|enoe 1972. 177. 12057.
10. 3oeb||onto 3. |ro|o|t|n sebogo| penvebob |ntert|||tos. ||sompo||on pooo
|ongres 0bstetr| oon S|ne|o|og| |noones|o v|||. Jo|orto.1990.h.121.
11. vo||ooh J. cnooor|ne o|soroers.|o|om. vo||ooh J. co. |nterpretot|on ot
||ognost|o 1est. 5
th
. co. Boston. ||tt|e Brown Lo.. 1992.5434.
12. 3|ogren ^. ¬|||ens|o 1. ¬o|nberger |. |ro|oot|n ono gonoootrop|n |nter
oot|ons on progesterone tormot|on |n ou|tureo humon gronu|ose oe||s.
¬umon |eproo 19BB. 3. 6012.
13. Boz|oo ^. Joooeb 1Z. 3ur|ono ¬cJ. ^||ott ¬Z. eos. cnoo|r|no|og|
S|ne|o|og|. co|s| |e1. Jo|orto. |e|ompo| 3tuo| cnoo|r|no|og| |e
proou|s| |noones|o. 1993.17B.
14. Bohnet ¬B. ¬on|er J|. ¬orows|| |. v|oh|ng c. 3ohoer ¬|S. 3uppres
s|on ot pro|oot|n seoret|on bv ||sur|oe throughout the menstruo| ovo|e
ono |n hvperpro|oot|nem|o menstruo| o|soroer. 1979. 92. 1B9.
Risiko Anovulasi
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
ABSTRAK
Tujuan. Mengetohu| o|uros| o|ognost|| g|nes|op| untu| menoete|s| |es| pro |on|er serv||s oo|om rong|o menoor|
o|ternot|t metooo s|r|n|ng.
Bahan dan Cara. |ene||t|on u|| o|ognost|| o| po|||||n|| S|ne|o|og| |3 3ong|oh |enposor se|omo ouo tohun 1999
2000. 3ompe| ooo|oh pos|en oengon |es| serv||s oon berseo|o sebogo| sub|e| pene||t|on. |ooo sompe| o||o|u|on
opuson osom osetot 5/ |emuo|on o|v|suo||sos| oengon g|nes|op|. Jugo o||o|u|on b|ops| untu| pemer||soon h|s
topoto|og| sebogo| bo|u emos o| Bog|on |oto|og| |o|u|tos |eoo|teron Un|vers|tos Uoovono. |enposor.
Hasil. 3e|um|oh 114 |osus |es| serv||s men|o|on| pemer||soon g|nes|op| oon h|stopoto|og|. ^|uros| g|nes|op|
ooo|oh. sens|t|t|tos 9B.1/. spes|t|s|tos B1.9/. n||o| preo||s| pos|t|t 50.9/ oon n||o| preo||s| negot|t 91.7/.
Kesimpulan dan Saran. S|nes|op| mem||||| sens|t|t|tos oon spes|t|s|tos vong memooo|. o|eh |oreno |tu oopot o|
pert|mbong|on sebogo| s|r|n|ng |on|er serv||s pooo |osus |es| serv||s. Meng|ngot n||o| preo||s| negot|t menoopo|
91.7/ sebo||nvo g|nes|op| o||o|u|on bersomo oengon te|n|| s|r|n|ng |o|n.
|oto |uno| . g|nes|op|. |es| serv||s. s|r|n|ng.
Akurasi Gineskopi
dengan Bantuan Olesan Asam Asetat 5%
untuk Deteksi Displasia pada Lesi Serviks
Ketut Suwiyoga
Sub-divisi Ginekologi Onkologi, Bagian Obstetri dan Ginekologi
Fakulutas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali
PENDAHULUAN
|o|om t|go oe|ooe tero|h|r. |on|er serv||s mos|h
menouou|| per|ng|ot terotos o| ontoro penvo||t |on
|er perempuon o| |noones|o. |o|to o| otos o|perburu|
|og| |oreno |eb|h oor| 70/ |osus o|temu|on pooo sto
o|um |nvos|t|on|ut vong memer|u|on penongonon mo
ho| oengon hos|| vong t|oo| memuos|on. 3totus sos|o|
e|onom| renooh. peno|o||on re|ot|t renooh. homboton
buoovo. to|tor oemogrot|. sorono. oon sumber oovo
monus|o terbotos serto to|tor mono|emen mengo||
bot|on |emot|on perempuon o||bot |on|er o|oom|nos|
o|eh |on|er serv||s.
1.2
Moso|oh |on|er serv||s o| |noones|o |hos vo|tu us|o
re|ot|t muoo. stoo|um |nvos|t|on|ut. oon s|r|n|ng |op
smeor mempunvo| bonvo| |enoo|o. |enoo|o terse
but me||put| |uos w||ovoh´oemogrot|. oo|upon. |e
s|nombungon. |e|urongon sumber oovo monus|o
sebogo| pe|o|u s|r|n|ng bo|| |tu tenogo oh|| poto|og|
moupun tenogo s|r|ner seh|nggo horopon untu| me
nemu|on |on|er serv||s stoo|um o|n| mos|h |ouh.
1.3
S|nes|op| merupo|on metooe s|r|n|ng non |nvos|t vong
|eb|h seoerhono. muooh. pro|t|s oopot o||o|sono|on
o|eh tenogo |esehoton sepert| b|oon ter|ot|h o| set|op
tempot pemer||soon |esehoton |bu. seh|nggo |ovo| o|
pert|mbong|on sebogo| metooe s|r|n|ng o|ternot|t un
tu| |es| pro |on|er o| |noones|o.
4.5.6
|engo|eson serv||s
oengon osom osetot 35/ o|on menvebob|on se|uruh
|es| ep|te||o| men|oo| |eb|h |e|os. perubohonperubohon
worno men|oo| menon|o|. oon berbogo| stru|tur men|oo|
|eb|h muooh o|beoo|on sotu oengon vong |o|n. |eruboh
on tersebut ter||hot pooo zono tronstormos| ot|p||o|
sebogo| o||o| bo|o| o|sp|os|o. ^som osetot menguboh
ep|te| ot|p|| men|oo| put|h oon menon|o||on |ontur per
mu|oonnvo o|sebut sebogo| wh|te ep|the||um |vc].
5.7.B

|ene||t|on |n| bertu|uon untu| mengetohu| sens|t|v|tos.
spes|t|s|tos. n||o| preo||s| pos|t|t. oon n||o| preo||s| negot|t
serto o|uros| g|nes|op|. ¬os|| pene||t|on |n| o|horop|on
oopot o|po|o| sebogo| bohon pert|mbongon oo|om upo
vo oown stog|ng |on|er serv||s.
BAHAN DAN CARA
|ene||t|on u|| o|ognost|| pooo |osus |es| serv||s o| po
|||||n|| 0bstetr| oon S|ne|o|og| |3 3ong|oh |enposor
se|omo sotu tohun oor| bu|on ^pr|| 2000 h|nggo Mo
ret 2001. 3ebogo| preo||tor ooo|oh g|nes|op| oon se
bogo| bo|u emos ooo|oh h|stopoto|og|. |em|||hon |osus
oengon oonseout|ve somp||ng oon persetu|uon oengon
|ntormeo oonoent. |||o|u|on pemer||soon g|nes|op|
vong te|oh o|o|es oengon osom osetot 35/ pooo |es|
serv||s. |emuo|on o||o|u|on b|ops| pooo pors|o uterus
Hasil Penelitian
10 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
vong o|our|go| untu| bohon pemer||soon h|stopoto|og|.
|erh|tungon besor sompe| beroosor|on pooo pro||roon
sens|t|t|tos oon spes|t|s|tos u|| o|ognost|| vo|tu B5.0/
untu| sens|t|t|tos oon B0.0/ untu| spes|t|s|tos oengon
penv|mpongon mos|ngmos|ng 10/ oon t|ng|ot |eper
oovoon 95/ |÷ 0.05]. Besor sompe| o|h|tung oengon
rumus |oooo| oon o|oopot|on 114 |osus.
Definisi operasional variabel
1. S|nes|op| ooo|oh pemer||soon serv||s oengon g|ne
s|op vong te|oh o|o|es| osom osetot 5/ oon pen||o|on
o||o|u|on sete|oh 60 oet||. negot|t |||o ep|te| serv||s
menun|u||on gomboron ep|te| |o|umner o||e||||ng|
o|eh ep|te| s|uomoso metop|ost|| vong member||on
gomboron sepert| buoh onggur oon pos|t|t opob||o
menun|u||on gomboron wh|te ep|the||um |teroopot
beroo| put|h ho|us berbotos tegos].
2. |es| serv||s ooo|oh |e|o|non serv||s uterus berupo
serv|s|t|s. eros|o porson|s uterus. oon pop||omo
pooo serv||s bo|| seooro seno|r|seno|r| moupun
bersomosomo.
3. ^|uros| g|nes|op| ooo|oh n||o| sens|t|t|tos. spes|t|s|
tos. n||o| preo||s| pos|t|t oon n||o| preo||s| negot|t
g|nes|op| terhooop bo|u emos h|stopoto|og||
|oto o|ootot pooo tormu||r |husus oon o|so|||on oo|om
tobe| 2x 2. |emuo|on o|h|tung sens|t|t|tos. spes|t|s|tos.
n||o| preo||s| pos|t|t. oon n||o| preo||s| negot|t.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1. Akurasi gineskopi terhadap baku emas histopatologik
3e|um|oh 114 |osus |es| serv||s men|o|on| pemer||soon
g|nes|op| oon b|ops| . hos||nvo tertero pooo tabel 1.
|ooo pene||t|on |n| o|oopot|on. untu| g|nes|op| sens|
t|t|tos 9B.1/. spes|t|s|tos B1.9/. n||o| preo||s| negot|t
91.7/ oon n||o| preo||s| pos|t|t 50.9/. 1|ng|ot o|uros|
|n| menun|u||on bohwo g|nes|op| oopot o|guno|on se
bogo| o|ot s|r|n|ng o|ternot|t |es| pro|on|er. N||o| pre
o||s| negot|t g|nes|op| |ugo memooo|. opob||o g|nes|op|
menvoto|on negot|t mo|o 91.7 / t|oo| teroopot
|e|o|non´normo|. 3eoong|on. n||o| preo||s| pos|t|t
sebesor 50.9/ ort|nvo opob||o g|nes|op| menvoto|on
pos|t|t mo|o 50.9/ ooo|oh benor o|sp|os|. ct|s|ens|
g|nes|op| pooo pene||t|on |n| sebesor 55.2/.
S|nes|op|
|os|t|t
Negot|t
Jum|oh
¬|stopoto|og||
||sp|os|o
|+]
52
1
53
|]
50
11
61
Jum|oh
102
12
114
1|ng|ot o|uros| pemer||soon g|nes|op| untu| menoe
te|s| o|sp|os| serv||s o||opor|on o|eh 0ottov|ono oon
|o 1orre |1992] pooo 2400 pos|en oon o|oopot|on
sens|t|t|tos 9B.4/ untu| meno|ognos|s zono trons
tormos| ot|p||o| vong merupo|on tohop owo| o|sp|os|.4
v||||nson |1990]. oengon mengguno|on osom osetot
5/ oopot menemu|on 15/ |osus o|sp|os| vong t|oo|
o|temu|on pooo pemer||soon |op smeor.
9
|ene||t|on
1992 menoopot|on sens|t|t|tos g|nes|op| sebesor
95.B/. spes|t|s|tos sebesor 99.7/. n||o| preo||s| pos|
t|t BB.5/ oon n||o| preo||s| negot|t 99.9/.
2
|er|embongon |es| pro|on|er men|oo| |on|er serv||s
ooo|oh ontoro 515 tohun. 3e|o|n |tu. honvo 25/ o|s
p|os| ber|embong men|oo| |on|er serv||s. 7075/
o|sp|os| r|ngon ber|embong men|oo| o|sp|os| seoong.
2535/ o|sp|os| seoong ber|embong men|oo| o|sp|os|
berot. oon 15/ o|sp|os| berot men|oo| |on|er serv||s
|n s|tu.
10.11.12
¬o| |n| o|hubung|on oengon teor| |ors|
nogenes|s |on|er vong mu|t|tootors. mu|t|h|ts. oon
mu|t|stoges. ^rt|nvo |e|ongsungon |ors|nogenes|s
memer|u|on berbogo| |ors|nogen vong seooro ber
somosomo oon terus menerus menoero se| sosoron
seh|nggo seooro bertohop mengo||bot|on |es| pooo
berbogo| tohop vo|tu mu|o| t|ng|ot subse|. se|u|er. |o
r|ngon. oon orgon.
13.14
|ors|nogen oopot oo|om ben
tu| b|o|og|. bohon ||m|o. oon roo|os| bo|| seooro ber
somo moupun seno|r|seno|r| vong mengo||bot|on
|es|´mutos| gen pengenoo|| s|||us se|. Sen pengenoo||
tersebut ooo|oh on|ogen oon gen supresor tumor.
|eouo gen tersebut mempunvo| ete| vong ber|owonon.
0n|ogen memperontoro| t|mbu|nvo tronstormos| mo
||gno. seoong|on gen supresor tumor menghombot
per|embongon tumor vong o|otur o|eh gen vong ter
||bot oo|om pertumbuhon se|. v|rus mung||n menve
bob|on ter|oo|nvo mu|t| o|teros| gen vong tero|r| otos
tohop |n|s|os| revers|be| vong memer|u|on |ors|nogen.
promos| |revers|be|. se|on|utnvo progres|. oon bero|
h|r oengon metostos|s.
11.14.15
|| t|ng|ot se|u|er. |nte|s|
¬|v ep|somo| pooo |nte|s| tose |oten menge|spres|
|on prote|n |ops|o |1 se|o|n |2 vong berperon pooo
rep|||os| oon pero||ton v|rus boru. v|rus boru terse
but meng|nte|s| |embo|| se| ep|te| serv||s. 3e|o|n |tu.
ter|oo| e|spres| prote|n c1 oon c2 pooo |nte|s| tose
|oten vong |emuo|on mengo||bot|on reo|s| |mun t|pe
|ombot oengon membentu| ont|boo| ont| c1 oon ont|
menon|o|. 3e|omo mutos| genet|| beru|ong oon berto
hop |n| c2. |enurunon e|spres| c1 oon c2 serto |nte|s|
oengon |um|oh v|r|on ¬|v |eb|h oor| ' 50 000 per se|
menoorong |ntegros| ontoro |N^ v|rus oengon |N^
se| pe|omu oon |nte|s| memosu|| tose o|t|t. c|spres|
c1 oon c2 renooh´h||ong pooo posoo |ntegros| |n|
Akurasi Gineskopi
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 11
menst|mu|us e|spres| on|oprote|n c6 oon c7 ber|eb|
hon. |rote|n c6 vong bertungs| sebogo| tronstormos|
o|on mengo||bot|on oegrooos| tungs| p53 oon men
go|t|vos| te|omerose. 0n|oprote|n c7 membentu|
|omp|e|s c7p|B´p|B muton vong mengo||bot|on
penurunon´h||ong tungs| p|B. 3e|o|n |tu. e|spres| c1
oon c2 |ugo o|||ut| o|eh e|spres| c4 oon c5. c5 ber
peron sebogo| to|tor trons|r|ps| membron se| vong
ber|ntero|s| oengon growth tootor reoeptor |B|v1].
3e|on|utnvo. opo|oh |ors|nogenes|s memosu|| tose
ber||utnvo tergontung oor| |er|o gen supresor tumor.
pooo |on|er serv||s. prote|n 53 |p53] oon prote|n ret|
nob|ostomo |p|B] o|nvoto|on berperonon c2. ^nt|boo|
|n| mengo||bot|on penurunon e|spres| c1 oon oo|om
botos normo| otou metop|os|o. Sen supresor tumor
p53 vong menvono| prote|n 53 w||o tvpe berbentu|
tetromer. tere|spres| pooo se|uruh se| somot||. oon
mem||||| z|n| t|nger. oo|om bentu| |ob||. oon berperon
sebogo| |ontro| negot|t genom. |rote|n 53 sebogo|
guoro|on ot genome berperon sebogo| |ontro| s|||us
se| pooo tose 3 oon tose S2´M me|o|u| |emompuon
nvo untu| mengeno| gen vong ruso|. perbo||on gen.
oon opoptos|s. |rote|n c6 proou| ¬|v ber|o|oboros|
oengon p53 oon membentu| |omp|e| c7p53 oon
p53 muton vong |eb|h stob|| oon menvebob|on peron
on p53 w||o tvpe menurunmengh||ong. p53 |ugo oopot
mengo|t|vos| e|spres| on|ogen omvo be|er|osomo
oengon p|B me|o|u| p21. |rote|n |B ooo|oh so|oh sotu
|en|s gen supresor tumor oengon s|tot o|e| negot|t. ter
e|spres| pooo se|uruh se| somot|| oon h||ong peronon
nvo me|o|u| ouo |o|| mutos| |two h|t hvpothes|s theorv].
3|tot p|B songot |ob|| o|t|v|tosnvo o|pengoruh| o|eh
tostor||os|oetosotor||os| o|eh s||||n ||nose so|o.
|omp|e|s c7p|B oon ot|n|tos ontoro p|B oengon c7
vong |eb|h besor o|bono|ng|on oengon ot|n|tos ontoro
p|B oengon c2| mengo||bot|on to|tor trons|r|ps|
c2| bebos oon |emuo|on be|er|o tonpo |ontro| o|eh
p|B. 3e| vong te|oh mengo|om| beberopo |o|| mutos|
gen oon t|oo| oopot o||ontro| o|eh p53 w||o tvpe o|on
memosu|| tose 3 s|||us m|tos|s se|. 3eooro |||n|s. ter
|oo| perubohon |en|s se| serv||s oor| se| normo|´moto
p|os|o men|oo| |es| pro|on|er berupo o|sp|os| oero|ot
r|ngon. seoong. oon berot.
15.16
Beroosor|on hos|| pene||t|on |n| mo|o g|nes|op| oopot
o|po|o| untu| s|r|n|ng o|ternot|t pooo o|sp|os| sebogo|
|es| pre|on|er. ¬os|| s|r|n|ng |es| pre|on|er oengon
g|nes|op| horus o||ont|rmos| oengon pemer||soon |o|
pos|op| oon h|stopoto|og|s untu| oopot menentu|on
terop| vong tepot.
17
vo|tu vong o|butuh|on |es| pro
|on|er ber|embong men|oo| |on|er serv||s ou|up
|omo vo|tu 312 tohun
17
seh|nggo mos|h teroopot
ou|up |esempoton me|o|u|on pemer||soon untu|
mengotos| bo|| negot|t po|su |B.3/] moupun pos|t|t
po|su |49.0/] g|nes|op|.
SIMPULAN
S|nes|op| menun|u||on sens|t|t|tos 9B.15/. spes|t|s|
tos B1.9/. n||o| preo||s| pos|t|t 50.9/. oon n||o| pre
o||s| negot|t 91.7/.
S|nes|op| oopot o|pert|mbong|on sebogo| metooo
s|r|n|ng o|ternot|t pooo |es| serv||s oo|om upovo
oown stog|ng |on|er serv||s |oreno mem||||| berbogo|
|eunggu|on sepert| sens|t|t|tos oon spes|t|s|tos vong
memooo|. t|oo| troumot|s. seoerhono´pro|t|s oon
oepot. oon oopot o||er|o|on o|eh b|oon ter|ot|h.
DAFTAR PUSTAKA
1. Nuronno |. 3|r|n|ng |on|er serv||s upovo oown stog|ng oon metooe
s|r|n|ng o|ternot|t. Bog|on 0bstetr| oon S|ne|o|og| || U|´|3U|N L|pto
Mong|n|usumo. Jo|orto 1999. 15.
2. 3|omsuo|n 3. |r|hortono J. Nuronno |. et o|. ^|oeo v|suo| |nspeot|on.
pre||m|norv resu|ts ot the |noones|on gvnesoopv ossessment. Lerv|oo|
Lonoer Meet|ng. Montreo|. Lonooo 1994. 34
3. |r||otmo ¬. vors|to B. |rognos|s |on|er serv||s. Mo|.0bstetr. S|ne|o|.
|noon. 1996.co|s| supp. 4549.
4. 0ttov|ono M. |o 1orre |. cxom|not|on ot oerv|x w|th the no|eo eve us|ng
ooet|o oo|o test. ^m J 0bstet Svneoo| 19B2. 143. 13942.
5. ||osor S. |u||er 3|. Jerom|n J|. cnhono|ng oerv|oo|oonoer oeteot|on
us|ng nuo|e|o oo|o hvbr|o|zot|on ono ooet|o oo|o test. Nurse |root|t|o
ner 199B. 15. 2630.
6. B|shop ^. 3herr|s J. 1su v|. Lerv|oo| ovsp|os|o treotment |n oeve|op|ng
oountr|es . o s|tuot|on ono|vs|s. J |otho| 1995. 13.
7. Borron B^. ||ohort |M. 3oreen|ng protooo|s tor oerv|oo| neop|ost|o
o|seose. J Svneoo| 0noo| 1991.12. 515660.
B. 3|nger ^. Lerv|oo| oonoer soreen|ng . stote ot the ort. L||n 0bstet Sv
neoo| 1999. 3950.
9. Boronow |L. M|ss|ss|pp| J. |eoth ot popon|oo|oou smeor ? o to|e ot
three reosons. ^m J 0bstet Svneoo| 199B. 179. 3912.
10. |or||n |M. ||son| |. |er|ov J. cst|motes ot wor|ow|oe |no|oenoe ot e|gh
teen mo|or oonoers |n 1990. |nt J Lonoer 1993. 54. 594606.
11. Bo|to M. 0n|ogen. perononnvo oo|om |ors|nogenes|s. ||v|s| ¬emoto|o
g| oon 0n|o|og| Meo|| |oborotor|um´3M| |envo||t |o|om |o|u|tos
|eoo|teron Un|vers|tos Uoovono´|3 3ong|oh |enposor. |o|om. |um
pu|on Nos|oh |ertemuon ||m|oh Nos|ono| |egu|er |v |otob|o|og|. |oto
b|o|og| |on|er oon |otob|o|og| 1hrombos|s. |enposor 2002. 124.
12. Murphv M. |ev|ne ^J. 1umor 3uppressor Senes. |n. Menoe|sohn J.
¬ow|ev |M. |sroe| M^ et o|. 1he Mo|eou|or Bos|s ot Lonoer 2no eo.
vB 3ounoers Lo.2001.95114.
13. Borrosso |. ¬umon pop|||omov|rus |nteot|on |n the mo|e. |n. Lonoer
ono preoonoer ot the oerv|x. |ues|ev M|. Borrosso |. ||pp|noott|oven
|ub||shers 199B. 265274.
14. Muro|om| M3. vouoe S|v. |egu|ot|on ot 1he Le|| Lvo|e. |n. 1he Mo
|eou|or Bos|s ot Lonoer 2no eo.. Menoe|sohn J. ¬ow|ev |M. |sroe| M^.
et o|. vB 3ounoers Lo 2001.101B.
15. B|oo| |M. 1umor suppressor genes ono |nher|tonoe ot oonoer. |n. 0n
oogenes ono 1umor 3uppressors. |eters S. vousoen |¬.eos. 0xtoro
Un|vers|tv |ress. New Yor| 1997. 293307.
16. Bonooro ||. |om cv|. 3orensen 13 et o|. ||1. o oe|| ovo|eregu|oteo
ono phosphorv|oteo oomponent ot tronsor|pt|on tootor ||1|1´c2|
wh|oh |s tunot|ono||v |mportont tor reoogn|t|on bv p|B ono the ooenov|
rus c4 ort 6´7 prote|n. cMB0 J 1994. 13. 31046.
17. v||||nson cJ. |op smeor ono soeen|ng tor oerv|oo| neop|os|o. L||n 0bs
tet Svneoo| 1990. 33. B1725.
Akurasi Gineskopi
12 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Terapi Pre-eklampsia
Caroline Hutomo
Observer Bagian Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya/ RS Atmajaya, Jakarta
PENDAHULUAN
|ree||omps|o ooo|oh |eruso|on mu|t|s|stem vong o|
hubung|on oengon h|pertens| oon prote|nur|o. meru
po|on |omp|||os| vong umum ter|oo| oo|om |ehom||on.
3eoong|on e||omps|o. o|oet|n|s||on sebogo| t|mbu|nvo
sotu otou |eb|h |e|ong vong berhubungon oengon
s|norom pree||omps|o. |orong ter|oo| nomun meru
po|on |omp|||os| vong ser|us. || U| e||omps|o ter
|oo| pooo sotu oor| 2000 |e|oh|ron ||oug|os 1994].
o| negoro m|s||n oon menengoh ter|oo| pooo 1 oor|
100 oon 1 oor| 1700 |e|oh|ron |v¬0 19BB]. c||omp
s|o menvebob|on 50.000 |emot|on´tohun o| se|uruh
oun|o. 10/ oor| toto| |emot|on moterno|. Meng|ngot
bonvo|nvo |e|oo|on e||omps|o serto ete|nvo vong
ser|us mo|o terop| pree||omps|o men|oo| pent|ng.
3e|on|utnvo o|on o|bohos berbogo| terop| vong te|oh
umum o|guno|on poro pro|t|s| |||n|| untu| pos|en pre
e||omps|o´e||omps|o.
1u|uon tormo|oterop| ooo|oh untu| menurun|on
ong|o |emot|on. menoegoh |omp|||os| oon memper
bo||| |ono|s| e||omps|o. ^nt||onvu|son o|ber||on pooo
e||omps|o untu| menoegoh |e|ong |eb|h |on|ut oon |ugo
o|ber||on pooo pree||omps|o oengon horopon menoe
goh |e|ong pertomo oon oengon oem|||on o|horop|on
memperbo||| |eoooon |bu oon ono|
|| Un|teo ||ngoom. o|ozepom popu|or o|guno|on se
|o| 1970 oon ten|to|n se|o| 1990 nomun penggunoon
mognes|um su|tot mos|h |orong. Mognes|um su|tot
te|oh o|guno|on seooro |uos se|omo pu|uhon tohun
o| ^mer||o 3er||ot oon o|h|ro|h|r |n| o||eno| sebogo|
ont||onvu|son terp|||h pooo e||omps|o. Beberopo pene
||t|on te|oh mengung|op|on bohwo mognes|um su|
tot merupo|on obot p|||hon untu| mengobot| |e|ong
e||ompt||. ||tomboh |og| oengon horgonvo vong mu
roh mo|o oopot o||oto|on mognes|um su|tot meru
po|on orug ot oho|oe untu| terop| e||omps|o. 3e|o|n |tu
mos|h ooo obot p|||hon |o|n sepert| ten|to|n. o|ozepom.
h|oro|oz|n. |obeto|o| oon n|teo|p|n.
KATEGORI OBAT-OBATAN
^N1||0NvU|3^N
Menoegoh |ombuhnvo |e|ong oon mengo|h|r| o|t|v|
tos |||n|| oon e|e|tr|| |e|ong.
1. Mognes|um su|tot.
Beberopo pene||t|on te|oh mengung|op|on bohwo
mognes|um su|tot merupo|on orug ot oho|oe untu|
mengobot| |e|ong e||ompt|| |o|bono|ng|on oengon
o|ozepom oon ten|to|n]. Merupo|on ont||onvu|son
vong ete|t|t oon membontu menoegoh |e|ong |ombuh
on oon mempertohon|on o||ron ooroh |e uterus oon
o||ron ooroh |e tetus. Mognes|um su|tot berhos|| me
ngontro| |e|ong e||ompt|| pooo ·95/ |osus. 3e|o|n |tu
zot |n| member||on |euntungon t|s|o|og|s untu| tetus
oengon men|ng|ot|on o||ron ooroh |e uterus.
Me|on|sme |er|o mognes|um su|tot ooo|oh mene|on
penge|uoron oset|||o||n pooo motor enop|ote. Mogne
s|um sebogo| |ompet|s| ontogon|s |o|s|um |ugo mem
ber||on ete| vong bo|| untu| otot s|e|et.
Mognes|um su|tot o||e|uor|on seooro e|s||us|t o|eh
g|n|o| oon mempunvo| ete| ont|h|pertens|.
|opot o|ber||on oengon ouo ooro. vo|tu |v oon |M.
|ute |ntroveno |eb|h o|su|o| |oreno oopot o||ontro|
|eb|h muooh oon wo|tu vong o|butuh|on untu| menoo
po| t|ng|ot teropet|| |eb|h s|ng|ot. |ute |ntromus|u|or
oenoerung |eb|h nver| oon |urong nvomon. o|guno
|on |||o o|ses |v otou pengowoson |etot pos|en t|oo|
mung||n. |ember|on mognes|um su|tot horus o|||ut|
oengon pengowoson |etot otos pos|en oon tetus.
1u|uon terop| mognes|um ooo|oh mengo|h|r| |e|ong
vong seoong ber|ongsung oon menoegoh |e|ong
ber|e|on|uton. |os|en horus o|evo|uos| bohwo ret|e|s
tenoon oo|om mos|h ooo. pernotoson se|urongnvo
12 |o|| per men|t oon ur|ne output seo|||tnvo 100 m|
oo|om 4 |om.
1erop| mognes|um b|osonvo o||on|ut|on 1224 |om
sete|oh bov| |oh|r . oopot o|hent||on |||o te|onon ooroh
membo|| serto o|ures|s vong ooe|uot.
|ooor mognes|um horus o|owos| pooo pos|en oengon
gongguon tungs| g|n|o|. pooo |eve| 6B mg´o|. |os|en
oengon ur|ne output vong men|ng|ot memer|u|on
Hasil Penelitian
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 13
oos|s rumoton untu| mempertohon|on mognes|um
pooo |eve| teropet||nvo. |os|en o|owos| opo|oh ooo
tonootonoo perburu|on otou ooonvo |eroounon mog
nes|um.
|roto|o| pember|on mognes|um menurut 1he |or|
|ono Memor|o| ¬osp|to|. Bo|t|more. ooo|oh sebogo|
ber||ut.
4 g. mognes|um su|tot |v oo|om 5 men|t. o||on|ut|on
oengon 10 g. mognes|um su|tot o|oompur oengon 1 m|
||oo|o|n 2/ |M o|bog| pooo |eouo bo|ong. B||o |e|ong
mos|h menetop sete|oh 15 men|t |on|ut|on oengon
pember|on 2 g. mognes|um su|tot |v oo|om 35 men|t.
3ebogo| oos|s rumoton. 4 |om |emuo|on ber||on 5 g.
mognes|um su|tot |M. |eouo|| |||o ret|e|s pote||o t|oo|
ooo. teroopot oepres| pernotoson. otou ur|ne output
·100 m| oo|om 4 |om tersebut. ^tou oopot o|ber||on
mognes|um su|tot 24 g´|om |v. B||o |ooor mogne
s|um ·10 mg´o| oo|om wo|tu 4 |om sete|oh pember|
on bo|us mo|o oos|s rumoton oopot o|turun|on. |eve|
teropet|| ooo|oh 4.BB.4 mg´o|.
|engon proto|o| o| otos. b|osonvo serum mognes|um
o|on menoopo| 47 mg´o| pooo pos|en oengon o|str|
bus| vo|ume normo| oon tungs| g|n|o| vong normo|.
|engowoson o|tuo| serum mognes|um honvo o||o|u|on
pooo pos|en oengon ge|o|o |eroounon mognes|um otou
pooo pos|en oengon gongguon tungs| g|n|o|.
|os|en oopot mengo|om| |e|ong |et||o menoopot mog
nes|um su|tot. B||o |e|ong t|mbu| oo|om 20 men|t per
tomo sete|oh mener|mo |ooo|ng oose. |e|ong b|osonvo
penoe| oon t|oo| memer|u|on pengoboton tombohon.
B||o |e|ong t|mbu| ·20 men|t sete|oh pember|on |ooo
|ng oose. ber||on tombohon 24 grom mognes|um.
Dosis:
Inisial: 46 g. |v bo|us oo|om 1520 men|t. b||o |e|ong
t|mbu| sete|oh pember|on bo|us. oopot o|tomboh|on
2 g. |v oo|om 35 men|t. |urong |eb|h 1015/ pos|en
mengo|om| |e|ong |og| sete|oh pember|on |ooo|ng oos|s.
|os|s rumoton. 24 g.´|om |v per or|p. B||o |ooor mog
nes|um · 10 mg´o| oo|om wo|tu 4 |om sete|oh pembe
r|on per bo|us mo|o oos|s rumoton oopot o|turun|on.
|ooo Mogp|e 3tuov. untu| |eomonon. oos|s mogne
s|um o|botos|. |os|s owo| terbotos pooo 4 g. bo|us
|v. o||on|ut|on oengon oos|s rumoton 1 g.´|om. J||o
o|ber||on |M. oos|snvo 10 g. o||on|ut|on 5 g. set|op 4
|om. 1erop| o|terus|on h|nggo 24 |om
Kontraindikasi : ¬|persens|t|t terhooop mognes|um.
ooonvo b|o| pooo |ontung. penvo||t ^oo|son. |eruso|on
otot |ontung. hepot|t|s berot. otou mvosthen|o grov|s.
Interaksi : |enggunoon bersomoon oengon n|teo|p|n
oopot menvebob|on h|potens| oon b|o|ooe neuro
mus|u|or. |opot men|ng|ot|on ter|oo|nvo b|o|ooe
neuromus|u|or b||o o|guno|on oengon om|nog|||os|oo.
potens|o| ter|oo| b|o|ooe neuromus|u|or b||o o|guno|
on bersomoon oengon tubo|uror|n. ven|uron|um oon
su|s|n|||o||n. |opot men|ng|ot|on ete| 33| oon to|s|s
|tos oor| oepreson 33|. betometoson oon |oro|oto|
s|s|tos oor| r|toor|ne.
Kategori keamanan pada kehamilan : ^ omon pooo
|ehom||on.||ugote 3| o||]
Peringatan : 3e|o|u mon|tor ooonvo ret|e|s vong h|
|ong. oepres| notos oon penurunon ur|ne output. |em
ber|on horus o|hent||on b||o teroopot h|permognes|o
oon pos|en mung||n membutuh|on bontuon vent||os|.
|epres| 33| oopot ter|oo| pooo |ooor serum 6B mg´
o|. h||ongnvo ret|e|s tenoon pooo |ooor B10 mg´o|.
oepres| pernotoson pooo |ooor 1217 mg´o|. |omo
pooo |ooor 1317 mg´o| oon hent| |ontung pooo
|ooor 1920 mg´o|. B||o teroopot tonoo |eroounon
mognes|um. oopot o|ber||on |o|s|um g|u|onot 1 g. |v
seooro per|ohon.
Mognes|um su|tot horus o|p|||r|on untu| won|to hom||
oengon e||omps|o |oreno horgonvo muroh. oooo|
o|guno|on o| negoro vong penoopotonnvo renooh.
|ember|on |ntroveno |eb|h o|su|o| |oreno ete| som
p|ngnvo |eb|h renooh oon moso|oh vong o|sebob|on
o|eh tempot penvunt||on |eb|h seo|||t. |omonvo peng
oboton umumnvo t|oo| |eb|h oor| 24 |om. oon b||o rute
|ntroveno o|guno|on untu| terop| rumoton mo|o oo
s|snvo |ongon me|eb|h| 1 g´|om.|ember|on oon peng
owoson |||n|| se|omo pember|on mognes|um su|tot
oopot o||o|u|on o|eh stot meo||. b|oon oon perowot
vong suooh ter|ot|h.
2. |en|to|n
|en|to|n te|oh berhos|| o|guno|on untu| mengotos|
|e|ong e||ompt||. nomun o|ougo menvebob|on broo|
|oro| oon h|potens|.
|en|to|n be|er|o menstob|||on o|t|v|tos neuron oengon
menurun|on t|ux |on o| seberong membron oepo|or|sos|.
|euntungon ten|to|n ooo|oh oopot o||on|ut|on seooro
oro| untu| beberopo hor| sompo| r|s||o |e|ong e||om
t|| ber|urong. |en|to|n |ugo mem||||| |ooor teropet||
Terapi Pre eklampsi
14 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
vong muooh o|u|ur oon penggunoonnvo oo|om |ong
|o penoe| sompo| se|ouh |n| t|oo| member||on ete|
somp|ng vong buru| pooo neonotus.
Dosis awal: 10 mg´|gbb. |v per or|p oengon |eoepot
on · 50 mg´m|n. o|||ut| oengon oos|s rumoton 5 mg´
|gbb. 2 |om |emuo|on
Kontraindikasi: ¬|persens|t|t terhooop ten|to|n. b|o|
s|nootr|o|. ^v b|o| t|ng|ot |eouo oon |et|go. s|nus bro
o||oro|. s|norom ^ooms3to|es
Interaksi: ^m|oooron. benzoo|ozep|n. ||oromten||o|.
s|met|o|n. t|u|onozo|. |son|oz|o. metron|oozo|. m|oo
nozo|. ten||butozon. su|s|n|m|o. su|tonom|o. omeprozo|.
tenosem|o. o|su|t|rom. etono| |terte|on seooro o|ut].
tr|methopr|m oon osom vo|proot oopot men|ng|ot|on
to|s|s|tos ten|to|n. cte|t|v|tos ten|to|n oopot ber|urong
b||o o|guno|on bersomoon oengon obot go|ongon bor
b|turot. o|ozo|s|o. etono|. r|tomp|s|n. ontos|o. ohorooo|.
|orbomozep|n. teot|||n. oon su|ro|tot. |en|to|n oopot
menurun|on ete|t|t|tos osetom|noten. |ort||ostero|o.
o||umoro|.o|sop|rom|o. oo|s|s||||n. estrogen. ho|oper|
oo|. om|oooron. |orbomozep|n. g|||os|oo |ontung. |u|n|
o|n. teot|||n. methooon. met|ropon. mex||et|n. |ontro
seps| oro|. oon osom vo|proot.
Kategori keamanan pada kehamilan: |1|oo| omon
untu| |ehom||on.
Peringatan: ||per|u|on pemer||soon h|tung |en|s oon
ono||s|s ur|n soot terop| o|mu|o| untu| mengetohu|
ooonvo o|s|ros|o ooroh. ¬ent||on penggunoon b||o ter
oopot s||n rosh. |u||t menge|upos. bu||o oon purpuro
pooo |u||t. |ntus vong oepot oopot menvebob|on |e
mot|on |oreno hent| |ontung. o|tonoo| o|eh me|ebornvo
U|3. ¬ot|hot| pooo port|r|o |nterm|ten o|ut oon o|obe
tes ||oreno men|ng|ot|on |ooor gu|o ooroh]. ¬ent||on
penggunoon b||o teroopot o|stungs| hot|.

3. ||ozepom
1e|oh |omo o|guno|on untu| menonggu|ong| |egowot
ooruroton pooo |e|ong e||ompt||. Mempunvo| wo|tu po
ruh vong penoe| oon ete| oepres| 33| vong s|gn|t||on.
Dosis : 5 mg |v
Kontraindikasi: ¬|persens|t|t pooo o|ozepom. norrow
ong|e g|ouoomo
Interaksi: |ember|on bersomo tenot|oz|n. borb|turot.
o||oho| oon M^0| men|ng|ot|on to|s|s|tos benzoo|o
zep|n pooo 33|.
Kategori keamanan pada kehamilan: |t|oo| omon
o|guno|on pooo won|to hom||.
Peringatan : |opot menvebob|on t|eb|t|s oon trom
bos|s veno. |ongon o|ber||on b||o |v ||ne t|oo| omon.
|opot menvebob|on opneo pooo |bu oon hent| |ontung
b||o o|ber||on ter|o|u oepot. |ooo neonotus oopot me
nvebob|on oepres| notos. h|poton|o oon notsu mo|on
vong buru|.
3oo|um benzoot ber|ompet|s| oengon b|||rub|n untu|
peng||oton o|bum|n. seh|nggo merupo|on to|tor pre
o|spos|s| |ern||terus pooo bov|.
ANTIHIPERTENSI
¬|pertens| vong berosos|os| oengon e||omps|o oopot
o||ontro| oengon ooe|uot oengon menghent||on |e
|ong.
^nt|h|pertens| o|guno|on b||o te|onon o|osto||| ·110
mm¬g. untu| mempertohon|on te|onon o|osto|||
pooo ||soron 90100 mm¬g.
^nt|h|pertens| mempunvo| 2 tu|uon utomo. |1] menu
run|on ong|o |emot|on moterno| oon |emot|on vong
berhubungon oengon |e|ong. stro|e oon embo|| poru
oon |2] menurun|on ong|o |emot|on tetus oon |emo
t|on vong o|sebob|on o|eh |US|. p|ooento| obrupt|on
oon |ntor|.
B||o te|onon ooroh o|turun|on ter|o|u oepot o|on me
nvebob|on h|popertus| uterus. |embu|uh ooroh uterus
b|osonvo mengo|om| vosoo||otos| mo|s|mo| oon penu
runon te|onon ooroh |bu o|on menvebob|on penu
runon pertus| uterop|osento.
vo|oupun oo|ron tubuh toto| pooo pos|en e||omps|o
ber|eb|hon. vo|ume |ntrovos|u|or mengo|om| penvu
suton oon won|to oengon e||omps|o songot sens|t|t
pooo perubohon vo|ume oo|ron tubuh. ¬|povo|em|o
menvebob|on penurunon pertus| uterus seh|nggo
penggunoon o|uret|| oon zotzot h|perosmot|| horus
o|h|noor|.
0botoboton vong b|oso o|guno|on untu| won|to hom||
oengon h|pertens| ooo|oh h|oro|oz|n oon |obeto|o|. N|te
o|p|n te|oh |omo o|guno|on tetop| mos|h |urong oopot
o|ter|mo.
1. Hidralazin
Merupo|on vosoo||otor orter|o|or |ongsung vong me
nvebob|on to|||oro| oon pen|ng|oton ooro|oo output.
¬|oro|oz|n membontu men|ng|ot|on o||ron ooroh |e
uterus oon menoegoh h|potens|. ¬|oro|oz|n o|metobo
||s|r o| hot|. |opot mengontro| h|pertens| pooo 95/
pos|en oengon e||omps|o.
Terapi Pre eklampsi
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 15
Dosis: 5 mg |v u|ong| 1520 men|t |emuo|on sompo|
te|onon ooroh ·110 mm¬g. ^|s| obot mu|o| oo|om 15
men|t. punoo|nvo 3060 men|t. ouros| |er|o 46 |om.
Kontraindikasi: ¬|persens|t|t terhooop h|oro|oz|n. pe
nvo||t remot|| |otup m|tro| |ontung.
Interaksi: M^0| oon betob|o|er oopot men|ng|ot|on
to|s|s|tos h|oro|oz|n oon ete| tormo|o|og| h|oro|oz|n
oopot ber|urong b||o ber|ntero|s| oengon |noometos|n.
Kategori keamanan pada kehamilan: L |eomo
non penggunoonvo pooo won|to hom|| be|um pernoh
o|tetop|on.
Peringatan: |os|en oengon |ntor| m|o|oro. mem|||||
penvo||t |ontung |oroner. cte| somp|ngnvo |emero
hon. so||t |epo|o. pus|ngpus|ng. po|p|tos|. ong|no oon
s|norom sepert| |o|os|n|rot|| |upus.|b|osonvo pooo
penggunoon |ron||]
2. Labetalol
Merupo|on betob|o|er non se|e|t|t. 1erseo|o oo|om
preporot |v oon per oro|. ||guno|on sebogo| pe
ngoboton o|ternot|t oor| h|oro|oz|n pooo penoer|to
e||omps|o. ^||ron ooroh |e uterop|osento t|oo| o|pe
ngoruh| o|eh pember|on |obeto|o| |v.
Dosis: |os|s owo| 20 mg. oos|s |eouo o|t|ng|ot|on
h|nggo 40 mg. oos|s ber||utnvo h|nggo B0 mg sompo|
oos|s |umu|ot|t mo|s|mo| 300 mg. |opot o|ber||on se
ooro |onston me|o|u| |ntus. ^|s| obot o|mu|o| sete|oh
5 men|t. ete| punoo| pooo 1020 men|t. ouros| |er|o
obot 45 men|t sompo| 6 |om.
Kontraindikasi: ¬|persens|t|t pooo |obeto|o|. shoo| |or
o|ogen||. eoemo poru. broo||oro|. b|o| otr|oventr||u|or.
gogo| |ontung |ongest|t vong t|oo| ter|ompensos|. pe
nvo||t so|uron notos reo|t|t. broo||oro| berot.
Interaksi: Menurun|on ete| o|uret|| oon men|ng|ot
|on to|s|s|tos oor| metotre|sot. ||t|um. oon so||s||ot.
Mengh||ong|on ret|e|s to|||oro| vong o|sebob|on o|eh
penggunoon n|trog||ser|n tonpo ete| h|potens|. 3|met|
o|n oopot men|ng|ot|on |ooor |obeto|o| oo|om gu|o
ooroh. S|utet|m|o oopot menurun|on ete| |obeto|o| oe
ngon ooro meng|nou|s| enz|m m||rosomo|.
Kategori keamanan pada kehamilan : L|eomonon
penggunoonvo pooo won|to hom|| be|um o|tetop|on.
Peringatan: ¬ot|hot| b||o o|guno|on pooo pos|en oengon
gongguon tungs| hot|. ¬ent||on penggunoon b||o teroopot
tonoo o|stungs| hot|. |ooo pos|en vong berumur oopot
ter|oo| |eroounon otoupun respons vong renooh.
3. Nifedi pin:
Merupo|on Lo|o|um Lhonne| B|oo|er vong mempunvo|
ete| vosoo||otos| |uot orter|o|or. ¬onvo terseo|o oo|om
bentu| preporot oro|.
Dosis: 10 mg per oro|. oopot o|t|ng|ot|on sompo| oo
s|s mo|s|mo| 120 mg´ hor|
Kontraindikasi: ¬|persens|t|t terhooop n|teo|p|n.
Interaksi: ¬ot|hot| pooo penggunoon bersomoon
oengon obot |o|n vong berete| menurun|on te|onon
ooroh. termosu| beto b|oo|er oon op|ot. ¬2 b|o|er |s|
met|o|n] oopot men|ng|ot|on to|s|s|tos.
Kategori keamanan pada kehamilan: L |eomonon
penggunoonnvo pooo won|to hom|| be|um o|tetop|on.
Peringatan: |opot menvebob|on eoemo e|strem|tos
bowoh. |orong nomun oopot ter|oo| hepot|t|s |oreno
o|erg|. Moso|oh utomo penggunoon n|teo|p|n ooo|oh
h|potens|. ¬|potens| b|osonvo ter|oo| b||o meng|on
sums| |o|s|um. 3ebo||nvo o|h|noor| pooo |ehom||on
oengon |US| oon pooo pos|en oengon tetus vong ter
|ooo| mem||||| oeto| |ontung obnormo|.
4. Klonidin
Merupo|on ogon|s se|e|t|t reseptor 2 | 2ogon|s].
0bot |n| merongsong oorenoreseptor 2 o| 33| oon
per|ter. tetop| ete| ont|h|pertens|nvo terutomo o||bot
perongsongon reseptor 2 o| 33|.
Dosis: o|mu|o| oengon 0.1 mg ouo |o|| sehor|. oopot
o|t|ng|ot|on 0.10.2 mg´hor| sompo| 2.4 mg´hor|.
|enggunoon ||on|o|n menurun|on te|onon ooroh
sebesor 3060 mm¬g. oengon ete| punoo| 24 |om
oon ouros| |er|o 6B |om. cte| somp|ng vong ser|ng
ter|oo| ooo|oh mu|ut |er|ng oon seoos|. ge|o|o ortosto
t|| |ooong ter|oo|. |enghent|on menoooo| oopot me
n|mbu||on reo|s| putus obot.
Kontraindikasi: 3|o|s|nus svnorome. b|o| ortr|oventr|
|u|or oero|ot ouo otou t|go.
Interaksi: ||uret||. vosoo||otor. b|o|er oopot men|ng
|ot|on ete| ont|h|pertens|. |ember|on bersomoon
oengon b|o|er oon otou g|||os|oo |ontung oopot
menurun|on oenvut |ontung oon o|sr|tm|o. |embe
r|on bersomoon oengon ont|oepreson tr|s||||| oopot
menurun|on |emompuon ||on|o|n oo|om menurun|on
te|onon ooroh.
Terapi Pre eklampsi
16 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Kategori keamanan pada kehamilan: L |eomonon
penggunoonnvo pooo won|to hom|| be|um o|tetop|on.
|er|ngoton. ¬ot|hot| pooo pos|en oengon |e|o|non
r|tme |ontung. |e|o|non s|stem |onou|s| ^v |ontung.
gogo| g|n|o|. gongguon pertus| 33| otoupun per|ter.
oepres|. po||neuropot|. |onst|pos|. |opot menurun|on
|emompuon mengenooro| mob|| otoupun mengopero
s||on mes|n.
KESIMPULAN
Meng|ngot ong|o |e|oo|on e||omps|o oon |omp|||os|
nvo vong ser|us h|nggo menvebob|on |emot|on. tor
mo|oterop| ooo|oh mut|o| untu| menurun|on ong|o
|emot|on. menoegoh |omp|||os| oon memperbo|||
e||omps|o. 0botoboton vong o|po|o| mu|o| oor| on
t||onvu|son oon beberopo ont| h|pertens|. ^|h|ro|h|r
|n| mognes|um su|tot o|sebut sebogo| orug ot oho|oe.
||ou|ung o|eh |eomonon penggunoonnvo oo|om |e
hom||on oon horgonvo vong muroh. penggunoon mog
nes|um su|tot memong horus o|p|||r|on untu| terop|
e||omps|o.
KEPUSTAKAAN
1. Be|tort M^. 3oooe S| et o|. Lhonge |n est|moteo oerebro| pertus|on
pressure otter treotment w|th n|moo|p|ne or mognes|um su|tote |n po
t|ents w|th preeo|omps|o. ^m J 0bstet Svneoo| 1999.1B1|2].40207
2. Be|tort M^. ^nthonv J et o|. ^ oompor|son ot mognes|um su|tote ono n|
moo|p|ne tor the prevent|on ot eo|omps|o. N cng| J Meo 2003. 34B|4].
30411
3. Bo|te ^L. cvo| Jv et o|. |etonser|n versus o|hvoro|oz|ne |n the monoge
ment ot severe eor|vonset preeo|omps|o. moterno| outoome. ^m J
0bstet Svneoo|. 1999 ||eb].37177
4. |revent|ng ono treot|ng eo|ompt|o se|zures. BMJ 2003. 326|7379].
50.
5. |u|ev |. ¬enoerson3mort |. Mognes|um 3u|phote versus ||ozepom
tor co|omps|o |rev|ew]. Loohrone ||brorv 2006. |ssue 4. L|000127.
2006
6. |u|ev |. ¬enoerson3mort |. Mognes|um 3u|phote versus |henvto|n
tor co|omps|o |rev|ew]. Loohrone ||brorv 2006. |ssue 4. L|00012B.
2006
7. |u|ev |. Mognes|um 3u|phote shou|o be useo tor eo|ompt|o t|ts. BMJ
1996. 312. 639.
B. coton |vnn. Mognes|um oou|o sove hunoreos ot women’s ||ves wor|o
w|oe. BMJ 2002.324 . 1351.
9. |ugote 3|. Lhow Sc .co|omps|o. emeo|o|ne.oom´meo´top|o 633.htm.
2005.
10. Srohom |M. Mognes|um 3u|tote |n eo|omps|o. |onoet 199B. 351.
106263.
11. Sreene M| . Mognes|um 3u|tote tor preeo|omps|o. N cng| J Meo
2003.34B|4]. 27576.
12. Su|mezog|u ^M. |u|ev | et o|. Mognes|um 3u|phote ono other ont|
oonvu|sonts tor women w|th preeo|omps|o |rev|ew]. Loohrone ||brorv
2006. |ssue 4. L|000025. 2006
13. Su|mezog|u ^M. |u|ev |. Use ot ont|oonvu|sonts |n eo|omps|o ono pre
eo|omps|o. 3urvev ot 0bstetr|o|ons |n the Un|teo ||ngoom 8 |epub||o
ot |re|ono. BMJ 199B. 316. 975976
14. ¬oromon JS. Sooomon 8 S||mon’s. 10
th
eo. New Yor|. MoSrow¬|||.
2001
15. Mob|e vL. 3|bo| BM. Lurrent 0bstetr|o 8 Svneoo|og|o ||ognos|s 8
1reotment. B
th
eo. U3^. ^pp|eton 8 |onge. 1994. 393
16. Mogee |^. Lhom L et o|. ¬voro|oz|ne tor treotment ot severe hvperten
s|on |n pregnonov. metoono|vs|s. BMJ 2003. 327. 95560
17. M|M3. 104
th
eo. 2
no
|ssue. 2006
1B. 3|bo| BM. 1reotment ot hvpertens|on |n pregnont women. Br J 0bstet.
Svneoo|. 1996.335 |4]. 25765
Tabel 1. Kategori keamanan obat-obatan untuk
wanita hamil (US FDA)
Kategori A: 3tuo| |ontro| pooo won|to hom|| gogo|
memper||hot|on ooonvo r|s||o pooo tetus o| tr|mester
pertomo |oon t|oo| teroopot bu|t| ooonvo r|s||o pooo
penggunoon tr|mester ber||utnvo] oon ooonvo |e
mung||non oopot member||on ete| buru| pooo tetus
omot songot |eo||
Kategori B: |ene||t|onpene||t|on pooo reproou|s|
b|notong gogo| memper||hot|on ooonvo r|s||o pooo
tetus tetop| t|oo| teroopot stuo| |ontro| pooo won|to
hom|| otou pene||t|on pooo reproou|s| b|notong mem
per||hot|on ooonvo ete| somp|ng vong t|oo| o||uot|on
pooo stuo| |ontro| pooo won|to hom|| tr|mester perto
mo |oon t|oo| teroopot bu|t| ooonvo r|s||o pooo peng
gunoon tr|mester ber||utnvo].
Kategori C: 3tuo| pooo b|notong mengung|op|on
ooonvo ete| somp|ng pooo tetus |terotogen||. embr|o
s|oo|. otou |o|nnvo] oon t|oo| teroopot stuo| |ontro|
pooo won|to hom||. ^tou pene||t|on bo|| pooo b|notong
moupun won|to hom|| t|oo| ooo. 0bot o|ber||on honvo
b||o teroopot |euntungon potens|o| vong sebono|ng
oengon r|s||o buru| pooo tetus.
Kategori D: ^oonvo bu|t| ber|s||o pooo tetus monus|o.
nomun |oreno |euntungon oo|om penggunoon pooo
won|to hom|| mo|o penggunoonvo mos|h oopot o|ter|
mo. |m|so|nvo penggunoonnvo pooo s|tuos| vong me
ngonoom nvowo. seoong|on obot |o|n vong |eb|h omon
t|oo| oopot o|guno|on otou t|oo| ete|t|t]
Kategori X: |ene||t|on pooo b|notong moupun monus|o
memper||hot|on ooonvo obnormo||tos tetus otou ter
bu|t| ooonvo r|s||o beroosor|on pengo|omon monus|o
otou |eouonvo. |enggunoonnvo pooo won|to hom|| |ouh
|eb|h merug||on o|bono|ng|on |euntungonnvo. |eng
gunoon obot |n| merupo|on |ontro|no||os| pooo won|to
hom|| otou pooo mere|o vong mung||n o|on hom||.
Terapi Pre eklampsi
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 1
Hubungan Jumlah Folikel Antral
dengan Respons Ovarium
terhadap Stimulasi Ovulasi
IB Putra Adnyana
Sub Divisi FER Bagian Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Sanglah Denpasar, Bali, Indonesia
ABSTRAK
Latar Belakang. |ene||t|onpene||t|on menun|u||on ooonvo |emung||non untu| mempreo||s| respons ovor|um
terhooop st|mu|os| ovu|os|. |o|torto|tor vong mung||n o||oo||on preo||tor menoo|up umur. vo|ume ovor|um. |um
|oh to|||e| ontro|. o||ron ooroh stromo| ovor|um. oon petonoo hormono| sepert| |o|||o|e 3t|mu|ot|ng ¬ormone ||3¬].
estroo|o| |c
2
] oon |nh|b|n B. ¬|tung to|||e| ontro| ooo|oh so|oh sotu ooro pemer||soon |opos|tos ovor|um vong
seoerhono. ||bono|ng|on pemer||soon petonoo hormono|. pemer||soon to|||e| ontro| |eb|h seoerhono. re|ot|t |eb|h
muroh. oon honvo memer|u|on sorono berupo o|ot u|trosonogrot| vong soot |n| suooh terseo|o seooro |uos oon
pen||o|on hos||nvo oopot o||o|u|on seooro oepot.
Tujuan. Mengetohu| hubungon ontoro |um|oh to|||e| ontro| oengon respons st|mu|os| ovu|os|
Bahan dan Cara. 3e|uruh perempuon vong men|o|on| progrom ||v oengon st|mu|os| short protooo| ontoro bu|on
Jonuor| 2005 – Me| 2006 o|serto|on oo|om pene||t|on. |||o|u|on pengumpu|on ooto h|tung to|||e| ontro| hor|
|eouo. |um|oh to|||e| motur. |um|oh toto| oos|t. |um|oh oos|t motur. oon toto| oos|s gonoootrop|n. |||o|u|on ono||s|s
|enoo||’s oorre|ot|on test untu| menun|u||on hubungon.
Hasil. |ooo pene||t|on |n| o|oopot|on hubungon vong bermo|no ontoro h|tung to|||e| ontro| oengon h|tung to|||e|
motur |r÷0.329. p÷0.037]. |um|oh toto| oos|t |r÷0.506. p÷0.001]. |um|oh oos|t motur |r÷0.492. p÷0.002]. oon
toto| oos|s gonoootrop|n |r÷0.477. p÷0.002].
Simpulan. |ene||t|on |n| menun|u||on bohwo teroopot hubungon vong bermo|no ontoro h|tung to|||e| ontro| oengon
respons ovor|um terhooop st|mu|os| ovu|os| oon o|oopot|on n||o| t|t|| potong h|tung to|||e| ontro| sebesor 4.5.
|oto |uno|. h|tung to|||e| ontro|. respons ovor|um. st|mu|os| ovu|os|. short protooo|
PENDAHULUAN
Untu| men|ng|ot|on |eberhos||on proseour |ert|||sos|
|n v|tro |||v]. o|horop|on o|pero|eh |eb|h oor| sotu oos|t
oo|om sotu s|||us. Mo||n bonvo| |um|oh oos|t o|on mo
||n bonvo| |um|oh embr|o vong o|pero|eh oor| |eber
hos||on tert|||sos|. oon sebogo| hos|| o|h|rnvo ong|o |e
hom||on |||n|spun o|on mo||n t|ngg|. Untu| menoopo|
tu|uon tersebut o|per|u|on suotu proseour st|mu|os|
vong berhos|| |ovu|os|]. |ooo bonvo| |osus respons
ovor|um terhooop st|mu|os| ovu|os| t|oo| sepert| vong
o|horop|on.
|oto menun|u||on ooonvo |emung||non untu| mem
preo||s| respons ovor|um terhooop st|mu|os| ovu|os|.
|o|torto|tor vong mung||n oopot o||oo||on preo||tor
menoo|up umur. vo|ume ovor|um. |um|oh to|||e| ontro|.
o||ron ooroh stromo| ovor|um. oon petonoo hormono|
sepert| |o|||o|e 3t|mu|ot|ng ¬ormone ||3¬]. estroo|o|
|c
2
] oon |nh|b|n B
|1]
. |o|torto|tor tersebut oopot |ugo
o|sebut sebogo| preo||tor |opos|tos ovor|um |ovor|on
reserve]. |opos|tos tersebut menoo|up |uont|tos oon
|uo||tos oos|t.
¬|tung to|||e| ontro| ooo|oh so|oh sotu ooro pemer||
soon |opos|tos ovor|um vong seoerhono. |o|||e| ontro|
ooo|oh to|||e|to|||e| |eo|| bero|ometer se||tor 2 – 10
mm vong oopot o|h|tung oon o|u|ur oengon peme
r||soon u|trosonogrot|. U|trosonogrot| tronsvog|no|
ooo|oh ooro terbo|| untu| mengu|ur oon mengh|tung
to|||e|to|||e| |n|
|2.3]
.
||bono|ng|on pemer||soon petonoo hormono|. peme
r||soon to|||e| ontro| |eb|h seoerhono. re|ot|t |eb|h
muroh. oon honvo memer|u|on sorono berupo o|ot
u|trosonogrot| vong soot |n| suooh terseo|o |uos oon
pen||o|on hos||nvo oopot o||o|u|on seooro oepot.
Hasil Penelitian
18 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Untu| pemer||soon |opos|tos ovor|um sebenornvo
ooo pemer||soon vong |eb|h o|urot. vo|tu b|ops| ovor|
um. ^|on tetop| pemer||soon |n| songot |nvos|t oon me
mer|u|on sorono o|ot |oporos|op| vong songot moho|.
3eooro osums|. |um|oh to|||e| ontro| vong tompo| se
ooro u|trosonogrot| ooo|oh |no||ot|t untu| |um|oh re|o
t|t to|||e| pr|moro|o| vong ters|so oo|om ovor|um. 1|op
to|||e| pr|moro|o| mengonoung sotu oos|t |motur vong
potens|o| untu| ber|embong |emuo|on. |engon |oto
|o|n opob||o honvo teroopot seo|||t to|||e| ontro| vong
ter||hot mo|o teroopot |eb|h seo|||t oos|t vong ters|so
o|bono|ng|on opob||o ter||hot |eb|h bonvo| to|||e| ontro|
soot pemer||soon u|trosonogrot|
|2.4]
.
Beropo|oh |um|oh to|||e| ontro| vong bo||? 1|oo| ooo
|owobon vong sempurno untu| pertonvoon |n|. ¬|tung
to|||e| ontro| be|um o||o|u|on seooro rut|n seh|nggo
be|um ou|up ooto untu| men|owob pertonvoon |n|
|2]
.
Untu| menoet|n|s||on respon ovor|um terhooop st|
mu|os| ovu|os| pun be|um teroopot t|t|| potong obso
|ut vong oopot o|ter|mo. ^|on tetop| ^ovonoeo |ert|||tv
Lenter ot Lh|oogo meng||os|t||os||on respons terho
oop st|mu|os| oengon
|2]
.
1. |ow responoer . o|pero|eh |urong oor| 5 to|||e| mo
tur
2. Normo| responoer. o|pero|eh 5B to|||e| motur
3. ¬|gh responoer.o|pero|eh |eb|h oor| B to|||e| motur.
|espon terhooop st|mu|os| sebog|on besor o|pe
ngoruh| o|eh |opos|tos ovor|um. |erempuon oengon
penurunon |opos|tos ovor|um mem||||| ong|o |ego
go|on st|mu|os| oon ong|o |egogo|on |ehom||on vong
t|ngg|. ¬ubungon ontoro u|| hormono| oengon |opos|
tos ovor|um te|oh o|tetop|on. nomun be|um teroopot
|esepo|oton mengeno| hubungon ontoro h|tung to|||e|
ontro| oon |opos|tos ovor|um
|5]
.
Meng|ngot be|um ooonvo t|t|| potong |um|oh to|||e| on
tro| sebogo| preo||tor respons st|mu|os| ovu|os| mo|o
pene||t|on |n| o|tu|u|on untu| me||hot ooonvo hubungon
ontoro |um|oh to|||e| ontro| oengon respon st|mu|os|
ovu|os|. oon berusoho untu| menentu|on besor t|t||
potong tersebut.
BAHAN DAN CARA
|onoongon pene||t|on ooo|oh h|stor|oo| oohort oengon
popu|os| se|uruh perempuon vong suooh men|o|on|
progrom |ert|||sos| |n v|tro |||v] o| |||n|| bov| tobung
Sroho 1un|ung |3U| 3ong|oh |enposor ontoro Jo
nuor| 2005 sompo| Me| 2006. |r|ter|o |n||us| ooo|oh
perempuon vong men|o|on| progrom ||v oengon short
protooo| oengon Sn|¬ ontogon|s. |r|ter|o e|s||us|
ooo|oh r|wovot go|o|tore. h|perpro|o|t|nem|. h|rsut|sm.
r|wovot operos| ovor|um. s|norom ovor|um po||||st||.
enoometr|os|s grooe ||||v. 3ompe| pene||t|on ooo|oh
se|uruh perempuon vong suooh men|o|on| progrom
||v o| |||n|| Bov| 1obung Sroho 1un|ung |3U| 3ong|oh
|enposor.
Besor sompe| pene||t|on o|h|tung oengon rumus .
n ÷ |um|oh sompe|. Z ÷ 1.96 |n||o| Z untu| t|ng|ot
|emo|noon ÷ 0.05]. Z ÷ 1.2B2 |N||o| Z untu| power
pene||t|on sebesor 90/]. |n ÷ |ogor|tmo normo|. r ÷
per||roon besor |oet|s|en |ore|os| |oor| |epusto|on o|
pero|eh |oet|s|en |ore|os| ontoro |um|oh to|||e| ontro|
oon |um|oh oos|t motur sebesor 0.65].
Joo| sompe| vong o|butuh|on untu| pene||t|on |n| se
o|||tnvo 20 sompe|. Untu| men||o| hubungon ontoro
|um|oh to|||e| ontro| oon respon st|mu|os| ovu|os| o|
|o|u|on ono||s|s oengon metooe regres| ||neor untu|
mengest|mos| |oet|s|en |ore|os| |ono||s|s o||er|o|on
oengon 3|33 v 13.0]
Definisi Operasional Variabel
1. Jum|oh to|||e| ontro| ooo|oh |um|oh to|||e| pooo |e
ouo ovor|um oengon o|ometer 2 sompo| 10 mm
vong ter||hot soot pemer||soon u|trosonogrot|
tronsvog|no| ||ontron v3.00] pooo s|||us hor|
|eouo oengon mengu|ur rotoroto o|ometer to||
|e| oor| 2 pengu|uron tego| |urus oo|om mm.
2. |espon ovor|um terhooop st|mu|os| ovu|os| o|n||o|
oengon.
o. Jum|oh toto| to|||e| motur |to|||e| motur ooo|oh to
|||e| bero|ometer 1624 mm oengon |ooor c2 .
200 pg´m| per to|||e| soot penentuon pember|on
¬LS]
|. |espon bo|| ooo|oh |||o o|oopot|on to|||e| motur
||mo otou |eb|h.
||. |espon buru| ooo|oh |||o o|oopot|on to|||e| motur
|urong oor| ||mo.
b. Jum|oh toto| oos|t vong o|pero|eh oo|om proseour
pet|| ovum
o. Jum|oh oos|t motur vong o|pero|eh oo|om proseour
pet|| ovum. 0os|t motur ooo|oh oos|t oengon |u
mu|us vong |ebor oengon |orono roo|oto tersebor
meroto menge||||ng| oos|t oon zono pe|us|oo serto
oop|osmo tompo| |e|os.
o. Jum|oh toto| oos|s gonoootrop|n vong o|per|u|on
oo|om s|||us st|mu|os| ovu|os|.
Respon terhadap Stimulasi Ovulasi
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 1
3. So|o|tore . se|res| pers|sten |e|en|or mommo
berupo oo|ron sepert| susu vong t|oo| t|s|o|og|s
|ter|oo| t|oo| segero sete|oh |ehom||on].
4. ¬|perpro|o|t|nem| ooo|oh |ooor pro|o|t|n serum
|eb|h oor| 1B pg´m|.
5. ¬|rsut|sme . pertumbuhon rombut perempuon o|
tempot vong normo|nvo t|oo| o|temu|on. rombut
vong o|temu|on |o|u. oon ter||hot o| wo|oh. oooo.
perut. oon punggung |normo| pooo pr|o o|on teto
p| t|oo| normo| pooo won|to].
6. ||wovot operos| ovor|um . semuo |en|s operos|
vong oopot mengurong| vo|ume ovor|um. o| on
toronvo ootore|tom|. ootore|tom| pors|o|. weoge
reseot|on. oon ||ste|tom|.
7. 3|norom ovor|um po||||st|| o|o|ognos|s seooro u|
trosonogrot| |||o o|temu|on 10 otou |eb|h to|||e|
|eo|| |o|ometer ·.10 mm] tersebor o| bog|on per|
ter ovor|um
B. cnoometr|os|s ooo|oh |or|ngon enoometr|um vong
berooo o| |uor uterus oon o|tego||on beroosor
|on |oporos|op|
HASIL DAN PEMBAHASAN
^ntoro bu|on Jonuor| 2005 sompo| bu|on Me| 2006
o|oopot|on 26 pos|en vong men|o|on| progrom |v| o|
|||n|| bov| tobung Sroho 1un|ung |umoh 3o||t 3ong|oh
|enposor. ¬onvo 25 pos|en vong memenuh| |r|ter|o
|1 pos|en o|e|s||us| o|eh |oreno 3|norom 0vor|um
|o||||st||]. Jum|oh sompe| |n| suooh me|eb|h| botos
m|n|mum sompe| vong o|butuh|on pooo pene||t|on |n|.
3e|on|utnvo o||o|u|on pengumpu|on ooto seooro re
trospe|t|t. |emuo|on o|ono||s|s.
Karakteristik sampel
Tabel 1. Karakteristik Sampel
Tabel 2. Logistic Regression test
|or| |oro|ter|st|| sompe| t|oo| o|oopot|on perbeooon
bermo|no oo|om ho| umur. |en|s |ntert|||tos. oon |omo
|ntert|||tos ontoro |e|ompo| oengon to|||e| ontro| ||mo
|oro|ter|st||
Umur
Jen|s |ntert||
|r|mer
3e|unoer
|omo |ntert||
Jum|oh to|||e| ontro|
≥ 5
Meon. 32.75
tohun3|. 4.203
B |53.3/]
B |B0/]
Meon. 5.125 to
hun3|. 3.1011
Jum|oh to|||e|
ontro| · 5
Meon. 36.56
tohun3|. 5.503
7 |46.7/]
2 |20/]
Meon. B.000 to
hun3|. 5.4B29
p
0.064
0.174
0.105
|oro|ter|st||
Umur |str|
|omo |ntert||
Jen|s |ntert||
B
0.157
0.005
1.00B
|
0.224
0.976
0.395
otou |eb|h oon |urong oor| ||mo. Beroosor|on u|| re
gres| |og|st||. |et|go vor|obe| tersebut t|oo| mempe
ngoruh| |um|oh to|||e| ontro|.
3ete|oh o|u|| oengon |enoo||’s oorre|ot|on test o|oopot
|on hubungon bermo|no ontoro |um|oh to|||e| ontro|
oengon |um|oh to|||e| motur oengon r ÷ 0.329 oon p
÷ 0.037. |Gb.1]
Gambar 1. Grafik hubungan jumlah folikel antral dengan jumlah
folikel matur
Gambar 2. Grafik hubungan jumlah folikel antral dengan jumlah total
oosit
3ete|oh o|u|| oengon |enoo||’s oorre|ot|on test o|oopot
|on hubungon bermo|no ontoro |um|oh to|||e| ontro|
oengon |um|oh toto| oos|t oengon r÷0.506 oon p ÷
0.001. |Gb.2]
Gambar 3. Grafik hubungan jumlah folikel antral dengan jumlah oosit
matur
3ete|oh o|u|| oengon |enoo||’s oorre|ot|on test o|oopot
|on hubungon bermo|no ontoro |um|oh to|||e| ontro|
oengon |um|oh oos|t motur oengon r÷ 0.490 oon p ÷
0.002. |Gb.3]
3ete|oh o|u|| oengon |enoo||’s oorre|ot|on test o|oopot
|on hubungon bermo|no ontoro |um|oh to|||e| ontro|
oengon |um|oh toto| oos|s gonoootrop|n oengon r÷
||00¯|^||vXU¯U|||oengon |u405eB001gon 0ro|0.001. |
20 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Gambar 5. Kurva ROC hubungan hitung folikel antral dengan respons
stimulasi ovulasi
|engon |urvo |0L ||eoe|ver 0perotor Lurve] o|oopot
|on t|t|| potong h|tung to|||e| ontro| ooo|oh 4.5 oengon
sens|t|v|tos 77.B/ oon spes|t|s|tos 71.4/. |opot o|h|
tung pu|o N||o| |reo||s| |os|t|t sebesor B7.5/ oon N||o|
|reo||s| Negot|t sebesor 55.6/ oengon 1|ng|ot ^|u
ros| sebesor 76.0/. |Gb.5] |n| berort| opob||o pooo soot
pemer||soon sonogrot| tronsvog|no| boso| o|oopot|on
|um|oh to|||e| ontro| 5 otou |eb|h. mo|o oopot o|preo||s|
o|on ter|oo| respons st|mu|os| ovu|os| vong bo|| sebe
sor B7.5 / seoong|on b||o |um|oh to|||e| ontro| boso|
|urong oor| 5 mo|o oopot o|preo||s| o|on ter|oo| res
pons st|mu|os| ovu|os| vong buru| sebesor 55.6 / oe
ngon t|ng|ot o|uros| pemer||soon sebesor 76.0 /..
Jen|s |ntert|||tos menun|u||on perbeooon bermo|no
oo|om respon ovor|um terhooop st|mu|os| ovu|os|. |ooo
|en|s |ntert|| se|unoer. 100/ menun|u||on respons bo||.
¬o| |n| |oreno pooo |ntert|| se|unoer sebog|on besor
moso|oh bu|on o|sebob|on o|eh |opos|tos ovor|um.
||oopot|on hubungon bermo|no ontoro |um|oh to|||e|
ontro| oengon respon ovor|um terhooop st|mu|os| ovu
|os|. |espons ovor|um o|n||o| oengon 4 porometer.
1. Jum|oh to|||e| motur
Mo||n bonvo| |um|oh to|||e| ontro| o|on menoopot
|on |um|oh to|||e| motur vong mo||n bonvo|. |e
ngon |enoo||’s oorre|ot|on test o|oopot|on r ÷
0.329 oon p ÷ 0.037.
2. Jum|oh toto| oos|t
Mo||n bonvo| |um|oh to|||e| ontro| o|on menoopot
|on |um|oh toto| oos|t vong mo||n bonvo|. |engon
|enoo||’s oorre|ot|on test o|oopot|on r ÷ 0.506
oon p ÷ 0.001.
3. Jum|oh oos|t motur
Mo||n bonvo| |um|oh to|||e| ontro| o|on menoopot
|on |um|oh oos|t motur vong mo||n bonvo|. |engon
|enoo||’s oorre|ot|on test o|oopot|on r ÷ 0.490
oon p ÷ 0.002.
4. 1oto| oos|s gonoootrop|n
Jum|oh to|||e| ontro| vong mo||n bonvo| o|on me
mer|u|on toto| oos|s gonoootrop|n vong mo||n se
o|||t. |engon |enoo||’s oorre|ot|on test o|oopot|on
r ÷ 0.477 oon p ÷ 0.002.
N||o| r pooo oorre|ot|on test menun|u||on |e|uoton
hubungon. mo||n menoe|ot| 1 otou 1 berort| hubu
ngonnvo mo||n |uot. seoong|on b||o r menoe|ot| 0
berort| hubungonnvo mo||n |emoh. |ooo pene||t|on |n|
o|oopot|on |um|oh toto| oos|t menun|u||on hubungon
vong po||ng |uot oengon h|tung to|||e| ontro|.
¬os|| |n| sesuo| oengon beberopo pene||t|on sebe|um
nvo. Lh|ong MY me|o|u|on pene||t|on prospe|t|t pooo
149 s|||us ||v oor| 130 posongon. ||s|mpu||on boh
wo h|tung to|||e| ontro| ber|ore|os| bermo|no oengon
|um|oh oos|t vong o|pero|eh oon |um|oh embr|o vong
o|tronster
|6]
.¬ung YN
|7]
mengemu|o|on |um|oh to|||e|
ontro| mempunvo| n||o| preo||t|t vong |eb|h bo|| o|bon
o|ng|on |3¬ boso|. oon umur. |ooo perempuon oe
ngon |um|oh to|||e| ontro| vong |eb|h seo|||t o|per|u|on
oos|s hMS vong |eb|h t|ngg| oon pember|on oo|om
|ong|o wo|tu vong |eb|h |omo oon pooo perempuon
tersebut |ugo o|pero|eh |eb|h seo|||t oos|t.
|ooo pene||t|on |umes|o
|B]
. 25 perempuon vong ovu
|os|nvo normo| men|o|on| pemer||soon u|trosonogrot|
tronsvog|no| t|go o|mens|. o|oopot|on h|tung to|||e| on
tro| ber|ore|os| pos|t|t oengon |um|oh toto| oos|t oon
|um|oh oos|t motur sete|oh st|mu|os| oengon gonooo
trop|n untu| tert|||sos| |nv|tro.
Bonos|
|4]
menoopot|on h|tung to|||e| ontro| merupo|on
preo||tor tunggo| terbo|| untu| respon ovor|um oo|om
progrom ||v.
|upes|o
|9]
mengemu|o|on bohwo pemer||soon h|tung
to|||e| ontro| merupo|on preo||tor terbo|| untu| |e
berhos||on ||v o|bono|ng|on oengon |ooor c2. vo|ume
ovor|um. pengu|uron stromo ovor|um. oon rotoroto
t|ow |noex stromo ovor|um.
o|ogono| segments ore proouoeo bv t|es
Gambar 4. Grafik hubungan jumlah folikel antral dengan jumlah go-
nadotropin
Respon terhadap Stimulasi Ovulasi
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 21
3ohetter
|10]
membono|ng|on |opos|tos preo||t|t be
beropo mor|er. |ooo perempuon oengon tert|||tos
normo| o||o|u|on pemer||soon h|tung to|||e| ontro|.
vo|ume ovor|um. |3¬. c2. oon |nh|b|n B. oon o||o|u
|on pemer||soon S^31. ¬os||nvo h|tung to|||e| ontro|
mempunvo| osos|os| terbo|| oengon umur |rono|og|s
won|to oengon tert|||tos bo||.
|opov| o 1ooorov| o
| 1]

mengemu|o|on bohwo
|um|oh to|||e| ontro|
merupo|on preo||tor
tunggo| ter|uot oor| |um
|oh to|||e| vong o|osp|ros|
oon |um|oh oos|t vong
o|pet||.
v|oo|m|rot
|11]
mene||t| 29 pos|en vong men|o|on| ||v.
3ompe| ooroh o|omb|| oon o||o|u|on pemer||soon
u|trosonogrot| tronsvog|no| pooo tose to|||u|or o|n|.
|emuo|on o||o|u|on st|mu|os| |ong protooo|. |es|m
pu|onnvo h|tung to|||e| ontro| oon o|ometer rotoroto
ovor|um mempunvo| n||o| prognost|| vong bo|| terho
oop |eberhos||on ||v.
|ene||t|on retrospe|t|t terhooop beberopo preo||tor
|eberhos||on st|mu|os| ovu|os| oo|om te|no|og| re
proou|s| bontuon menoopot|on bohwo h|tung to|||e|
ontro| mem||||| hubungon bermo|no oengon |um|oh
oos|t vong berhos|| o|pet|| oon merupo|on preo||tor
vong bo|| terhooop ter|oo|nvo |ehom||on seooro |||
n|s
|12]
.
Tabel 3. Penelitian-penelitian hitung folikel antral
|ene||t|onpene||t|on tersebut |tabel 3] t|oo| menge
mu|o|on ooonvo suotu n||o| t|t|| potong |um|oh to|||e|
ontro| vong menghos|||on respon st|mu|os| ovu|os|
bo||. |engon |urvo |0L |om| berusoho menentu|on
|ene||t|on
|ene||t|on |n|
|opov|o 1ooorov|o B
|2003]
|1]
Muttu|r|shno |2005]

|12]
|oh| M |2000]
|13]
|upes|o
|9]
¬ung YN
|7]
|orometer
|o|||e| motur
1oto| oos|t
0os|t Motur
|os|s Sonoootrop|n
|o|||e| motur
1oto| oos|t
1oto| oos|t
1oto| oos|t
1oto| oos|t
1oto| oos|t
r
0.329
0.506
0.490
0.477
0.327
0.249
0.505
0.146
p
0.037
0.001
0.002
0.002
·0.001
·0.001
·0.001
·0.001
0.077B
0.003
n||o| t|t|| potong h|tung to|||e| ontro| tersebut. oon o|
oopot|on n||o| 4.5 oengon sens|t|v|tos 77.B/ oon
spes|t|s|tos 71.4/. |n| berort| respon ovor|um bo||
sebesor 77.B / |||o pooo pemer||soon sonogrot|
tronsvog|no| boso| o|temu|on |um|oh to|||e| ontro| 5
otou |eb|h oon respon ovor|um buru| sebesor 71.4 /
b||o pooo pemer||soon sonogrot| tronsvog|no| boso|
o|temu|on to|||e| ontro| |urong oor| 5.
|opot o|h|tung pu|o N|
|o| |reo||s| |os|t|t sebe
sor B7.5/ oon N||o|
|reo||s| Negot|t sebe
sor 55.6/ oon 1|ng|ot
^|uros| sebesor 76.0/.
|n| berort| opob||o oo|om
pemer||soon sonogrot|
tronsvog|no| boso| o|te
mu|on |um|oh to|||e| ontro| ||mo otou |eb|h oopot o|
preo||s| |emung||non respons bo|| sebesor B7.5/.
sebo|||nvo b||o o|temu|on |um|oh to|||e| ontro| |urong
oor| ||mo. oopot o|preo||s| |emung||non respons buru|
sebesor 55.6/ oengon t|ng|ot o|uros| pemer||soon
sebesor 76.0/.
|unente|o
|15]
menvoto|on bohwo untu| mempreo||s|
respon ovor|um terhooop st|mu|os| ovu|os| oopot o|
perguno|on h|tung to|||e| ontro|. ¬|tung to|||e| ontro|
|urong oor| 6 oopot mempreo||s| respon buru|. ¬|
tung to|||e| ontro| oengon |um|oh 612 o|on member|
|on respon normo|. oon h|tung to|||e| ontro| 13 otou
|eb|h o|on mengo||bot|on h|perrespons.
|e|urongon pene||t|on |n| ooo|oh |um|oh sompe| vong
seo|||t seh|nggo t|t|| potong |urvo |0L mung||n |urong
o|urot. || somp|ng |tu o|so|n pene||t|on |n| ooo|oh h|s
tor|oo| oohort seh|nggo t|oo| mung||n me|o|u|on |on
tro| vong bo|| terhooop semuo vor|obe| |o|n.
SIMPULAN DAN SARAN
1. ||oopot|on hubungon bermo|no ontoro |um|oh to
|||e| ontro| oengon respon ovor|um terhooop st|mu
|os| ovu|os|. vong oopot o|||hot oor|.
o. ^oonvo hubungon pos|t|t bermo|no ontoro |um|oh
to|||e| ontro| oengon |um|oh to|||e| motur.
b. ^oonvo hubungon pos|t|t bermo|no ontoro |um|oh
to|||e| ontro| oengon |um|oh toto| oos|t.
o. ^oonvo hubungon pos|t|t bermo|no ontoro |um|oh
to|||e| ontro| oengon |um|oh oos|t motur.
o. ^oonvo hubungon negot|t bermo|no ontoro |um|oh
to|||e| ontro| oengon toto| oos|s gonoootrop|n.
2. |engon t|t|| potong 4.5 o|oopot|on sens|t|v|tos
Respon terhadap Stimulasi Ovulasi
Pasien-pasien yang memiliki kurang dari 5
folikel pada status basal memerlukan peng-
obatan tambahan dan menghasilkan jumlah
oosit lebih sedikit tetapi memiliki angka
kejadian kehamilan sampai 35%
(14).
22 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
77.B/ oon spes|t|s|tos 71.4/ untu| |um|oh to|||e|
ontro| sebogo| preo||tor respon ovor|um terho
oop st|mu|os| ovu|os| oengon N||o| |reo||s| |os|t|t
sebesor B7.5/ oon N||o| |reo||s| Negot|t sebesor
55.6/.
3. ||per|u|on pene||t|on |eb|h |on|ut oengon |um|oh
sompe| |eb|h besor seh|nggo oopot o|tentu|on t|t||
potong vong |eb|h tepot ogor h|tung to|||e| ontro|
oopot o|perguno|on sebogo| preo||tor vong |eb|h
o|urot oo|om mempreo||s| respons ovor|um terho
oop st|mu|os| ovu|os|.
4. ||per|u|on pene||t|on |eb|h |on|ut untu| penentuon
oos|s oon proto|o| st|mu|os| sesuo| oengon |um|oh
to|||e| ontro|.
KEPUSTAKAAN
1. |opov|o1ooorov|o B. |ott ^. ||nohoro ^ et o|. ^ prospeot|ve stuov ot
preo|ot|ve tootors ot ovor|on response |n ’stonooro’ |v|´|L3| pot|ents
treoteo w|th reoomb|nont |3¬. ^ 3uggest|on tor o reoomb|nont |3¬
oosoge normogrom. ¬umon |eproouot|on 2003.1B|4].7B17B7
2. ^non|m. Methoos to he|p preo|ot temo|e tert|||tv. |v| oonoe||ot|on r|s|.
response to ovor|on st|mu|ot|on orugs. ono number ot eggs retr|eveo
tor |v|. ^ovonoeo |ert|||tv Lenter ot Lh|oogo. http.´´www.oovonoeter
t|||tv.oom´ontro|to|||o|eoounts.htm|. 2005.
3. 3perott |.S|oss |¬. |ose NS. |nouot|on ot 0vu|ot|on. |n. L||n|oo| Svne
oo|ogv. cnooor|no|ogv ono |ntert|||tv. 6th eo..1999.ho|.1097132
4. Bonos| ||. Broe|mons |J. c|||emons MJ et o|. |reo|otors ot poor ovo
r|on response |n |n v|tro tert|||zot|on . o prospeot|ve stuov oompor|ng
boso| mor|ers ot ovor|on reserve. |ert|| 3ter|| 2002.77|2].32B36
5. c|ter |. |ovo| ZN. So|os|on ¬ et o|. ^ntro| to|||o|e ossessment otter
oownregu|ot|on mov be o usetu| too| tor preo|ot|ng pregnonov |oss |n |n
v|tro tert|||zot|on pregnono|es. Svneoo|. cnooor|no|.2005. 21|1].3337
6. Lhong MY. Lh|ong L¬. ¬s|eh 11 et o|. Use ot ontro| to|||o|e oount to
preo|ot the outoome ot oss|steo reproouot|ve teohno|og|es. |ert|| 3te
r||.199B. 69|3].505510
7. ¬ung YN. 0| 31. |o| L¬. 1he s|gn|t|oonoe ot the number ot ontro| to|
||o|es pr|or to st|mu|ot|on |n preo|ot|ng ovor|on responses |n on |v| pro
gromme. ¬umon |eproo. 2000.15|9].19371942
B. |umes|o |^. |omor|o M^. 3ess|on || et o|. 0vor|on morpho|ogv ono
serum hormone mor|ers os preo|otors ot ovor|on to|||o|e reoru|tment
bv gonoootrop|ns tor |n v|tro tert|||zot|on. J L||n cnooor|no| 8 Metobo
||sm 2001.B6.253B2543
9. |upes|o 3. |ur|o| ^. |reo|otors ot |v| outoome bv threeo|mens|ono|
u|trosouno. ¬umon |eproouot|on 2002.17|4].950955.
10. 3ohetter SJ. Broe|mons |JM. |oomon LvN. et o|.1he number ot on
tro| to|||o|es |n normo| women w|th proven tert|||tv |s the best ret|eot|on
ot reproouot|ve oge. ¬umon |eproo. 2003.1B|4].700706
11. v|oo|m|rot |. 1oohevo |. B|ogoevo v. |rognost|o vo|ue ot some hor
mono| ono u|trosouno ovor|on reserve test. ^|ush S|ne|o|. 2003.
42|5].1420
12. Muttu|r|shno 3. MoSorr|g|e ¬. vo||m |. et o|. ^ntro| to|||o|e oount.
ont|mu||er|on hormone ono |nh|b|n B. preo|otors ot ovor|on res
ponse |n oss|steo reproouot|ve teohno|ogv ? Br.J.0bstetr.Svneoo|.
2005.112|10].13B4
13. |oh| M. ¬oh|ogsohwonotner M. 0bruoo ^ et o|. Number ono s|ze ot
ontro| to|||o|es os preo|ot|ve tootors |n |nv|tro tert|||zot|on ono embrvo
tronsver. J. ^ss|steo |eproo. Senet|os 2000.17.31531B
14. 3oott |1 Jr. cvo|uot|on ono treotment ot the |ow responoer pot|ent.
1extboo| ot ^ss|steo |eproouot|ve 1eohn|ques |oborotorv ono L||n|oo|
|erspeot|ves 2001. ho|. 52742
15. |unente|o B. vhot’s new |n ovor|on st|mu|ot|on? ||te ||eorn|ng |n|t|o
t|ves tor |ert|||tv cxperts. 2006.14|2]. 25
Respon terhadap Stimulasi Ovulasi
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 23
PENDAHULUAN
Bov| berot |oh|r renooh |· 2500 g] sompo| soot |n| mo
s|h merupo|on penvebob utomo morto||tos oon mor
b|o|tos. Bov| berot |oh|r renooh oopot o|beoo|on otos
bov| vong o||oh|r|on premotur oon bov| vong mengo|o
m| pertumbuhon |on|n terhombot ||ntrouter|ne growth
retoroot|on´|US|]. || negoro mo|u. se||tor 2´3 bov|
berot |oh|r renooh |BB||] o|sebob|on o|eh premotur|
tos. seoong|on o| negoro seoong ber|embong sebo
g|on besor BB|| o|sebob|on o|eh pertumbuhon |on|n
terhombot.
1
3et|op tohun o| ^mer||o 3er||ot teroopot se||tor
250.000 bov| o||oh|r|on oengon berot booon |urong
oor| 2500 g. 1he Not|ono| |nst|tutes ot ¬eo|th mem
per||ro|on bohwo |urong |eb|h 40.000 |osus meru
po|on bov| oterm oon se|eb|hnvo bov| preterm vong
mengo|om| retoroos| pertumbuhon ||r|go|etto. 19B6].
Bov|bov| |o|nnvo menoo|up bov| preterm oon bov| pre
term vong |ugo mengo|om| retoroos| pertumbuhon
seh|nggo r|s||o men|oo| |eb|h besor.
1.2
|e|oo|on pertumbuhon |on|n terhombot ||J1] bervor|o
s| ontoro 310/. tergontung pooo popu|os|. geogrot|
oon oet|n|s| vong o|guno|on. 3e||tor 2´3 pertumbu
hon |on|n terhombot beroso| oor| |e|ompo| |ehom||on
r|s||o t|ngg| |h|pertens|. peroorohon onterportum. |bu
menoer|to penvo||t |ontung otou g|n|o|. uterus mu|t|
pe|. osb] seoong|on 1´3 |o|nnvo beroso| oor| |e|om
po| vong o||etohu| t|oo| mempunvo| to|tor r|s||o.
3.4
|ertumbuhon |on|n terhombot ooo|oh suotu |eoooon
vong o|o|om| o|eh bov|bov| vong mempunvo| berot
booon o| bowoh botoson tertentu oor| umur |ehom|
|onnvo.
4.5
|et|n|s| vong po||ng ser|ng o|guno|on ooo|oh bov|bov|
vong mempunvo| berot booon o| bowoh 10 persent||
oor| |urvo berot booon normo|. |enu||s |o|nnvo meng
guno|on t|t|| potong |outott po|nt] 5 persent||. ooo
|ugo vong memo|o| 2 3| |||ro||ro 3 persent||].
3.5
3e|o|n |tu ooo vong menvoto|on bohwo pertumbuhon
|on|n terhombot merupo|on oet|n|s| postnoto| |oreno
boru o||etohu| post| sete|oh bov| o||oh|r|on. Memong
sompo| soot |n| be|um o||eno| ooro vong oopot me
nentu|on berot bov| |ntrouter|n seooro o|urot. nomun
bonvo| pene||t|on te|oh membu|t||on bohwo oengon
mengeno|| seooro o|n| ooonvo gongguon pertumbu
hon |on|n |opopun botoson vong o|guno|on]. morto||
tos oon morb|o|tos per|noto| o||bot pertumbuhon |on|n
terhombot o|on oopot o||urong|.
3e||tor 70/ |emot|on o||bot pertumbuhon |on|n ter
hombot oopot o|oegoh |||o |e|o|non tersebut oopot
o||eno|| sebe|um |ehom||on 34 m|nggu. Loroooro
pemer||soon |||n|s untu| menoete|s| pertumbuhon
|on|n terhombot sepert| pengu|uron t|ngg| tunous.
pro||roon berot |on|n osb. hos||nvo ser|ng |urong o|u
rot. terutomo pooo penoer|to gemu|. |e|o|non |eto|
|ontung oon pooo |ehom||on oengon o||go otou po||h|
oromn|on.
U|trosonogrot| |U3S] soot |n| o|ponoong sebogo| suotu
metooe pemer||soon vong po||ng o|urot untu| men
oete|s| pertumbuhon |on|n terhombot. |emer||soon
U3S bermontoot oo|om menentu|on |en|s. progres|
v|tos |oero|ot] oon prognos|s pertumbuhon |on|n ter
hombot serto berguno oo|om menentu|on ooro pe
nongonon vong po||ng tepot. |engon oem|||on U3S
songot berperon o| oo|om upovo penurunon ong|o
morto||tos oon morb|o|tos o||bot pertumbuhon |on|n
terhombot.
6.7.B
KRITERIA DIAGNOSIS
||ognos|s boru oopot o|tego||on b||o us|o |ehom||on
te|oh menoopo| 2B m|nggu |e otos.
|ertumbuhon |on|n o|nvoto|on terhombot b||o seooro
|||n|s oon U3S o|oopot|on to|s|ron berot booon |on|n
o| bowoh 10 persent|| oor| |urvo berot booon normo|.
^oo vong mengguno|on t|t|| potong |out ott po|nt] 5
persent||. ooo pu|o vong mengguno|on 2 3| |||ro||ro
3 persent||].
3.5
Mes||pun se||tor 50/ pertumbuhon |on|n terhom
Pertumbuhan Janin Terhambat
Jefferson Rompas
Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi/
Rumah Sakit Umum Pusat Manado
Hasil Penelitian
24 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
bot be|um o||etohu| penvebobnvo. ooo beberopo to|
tor vong o||etohu| oopot menvebob|on pertumbuhon
|on|n terhombot.
1) Faktor ibu
o. |envo||t poru |ron||
b. |envo||t |ontung s|onot||
o. ¬|pertens|
o. ^nem| berot
e. Mo|nutr|s|
t. |onsums| renooh |o|or|
g. Mero|o| 8 oo||s| obot
h. Songguon obsorps| mo|onon |operos| rese|
s| usus]
|. ||wovot |J1 sebe|umnvo
|. |enombohon berot booon |bu se|omo |e
hom||on · 7 |g pooo soot oterm otou berot
booon |bu |urong oor| 45 |g
|. |enombohon t|ngg| tunous uter| · 10 persen
t|| menurut |urvo normo|
2) Faktor plasenta
o. ||osento |eo|| oon penoer|to h|pertens|
b. ||osento s|r|umvo|oto
o. |mp|ontos| p|osento obnormo|
o. 3o|us|o p|osento
3) Faktor janin
o. |e|o|non |ongen|to|
b. 1r|som||1B.21]
o. |nte|s| |ntrouter|n |10|L¬. ^||3]
o. |oo|os|
||ognos|s Bono|ng . |reterm
KLASIFIKASI
Beroosor|on proses ter|oo|nvo. pertumbuhon |on|n
terhombot oopot o|||os|t||os||on |e oo|om 2 |e|om
po|. vo|tu.
1] |ertumbuhon |on|n terhombot t|pe | |s|metr||. pro
pors|ono|] vong ter|oo| o||bot ber|urongnvo potens|
pertumbuhon |on|n.
2] |ertumbuhon |on|n terhombot t|pe || |os|metr||.
o|spropors|ono|] vong ter|oo| o||bot pembotoson
pertumbuhon |on|n.
Jen|s vong po||ng bonvo| o||umpo| ooo|oh t|pe || vo|tu
se||tor B0/. s|sonvo t|pe |.
6.B.9
Bentu| pertumbuhon |on|n terhombot o|tentu|on o|eh
soot gongguon t|mbu| oon |omonvo st|mu|| penvebob
gongguon. berot oon oso| gongguon.
|roses pertumbuhon se|se| pooo orgon |on|n oon
p|osento oopot o|bog| |e oo|om 3 tose. vo|tu.
1] |ose h|perp|os| otou pro||teros| |penombohon |um
|oh se|]
2] |ose h|perp|os| ter|oo| bersomoon oengon tose h|
pertrot|
3] |ose h|pertrot| |penombohon u|uron se|]
|ose h|perp|os| o|mu|o| o| owo| per|embongon |on|n. |e
muo|on sesuo| oengon per|embongon |ehom||on seooro
bertohop ter|oo| pergeseron |e tose h|pertrot|.
10.11
Songguon pertumbuhon |mo|nutr|s|] vong ter|oo| pooo
tose h|perp|os| o|on menvebob|on pengurongon |um
|oh se| vong s|totnvo permonen |pertumbuhon |on|n
terhombot t|pe |] seoong|on mo|nutr|s| pooo tose h|
pertrot| o|on menvebob|on pengurongon u|uron se|
vong s|totnvo revers|be| |pertumbuhon |on|n terhombot
t|pe ||]. Mo|nutr|s| pooo tose h|perp|os| oon h|pertrot|
o|on menvebob|on pengurongon |um|oh oon u|uron
se| |pertumbuhon |on|n terhombot t|pe oompuron].
|ooo pertumbuhon |on|n terhombot t|pe | gongguon
pertumbuhon te|oh o|mu|o| se|o| owo| |ehom||on.
Songguon |n| oopot o|sebob|on o|eh |e|o|non gene
t|| pooo |romosom. |e|o|non |ongen|to|. |nte|s| v|rus.
obotoboton terotogen||. osb. Somboron pertumbuh
on |on|n terhombot t|pe | ooo|oh berupo pengurongon
u|uron orgonorgon |on|n vong s|totnvo menve|uruh
|propors|ono|] bo|| u|uron |epo|o. u|uron tubuh. mou
pun pon|ong |on|n.
12.13
|ooo pertumbuhon |on|n terhombot t|pe ||. gongguon
b|osonvo o|mu|o| pooo |ehom||on tr|mester |||. |ooo
owo|nvo pertumbuhon |on|n ber|ongsung normo|. |e
muo|on |o|u pertumbuhon ber|urong. o|h|rnvo ber
hent|. 0rgon vong po||ng rowon ter|eno ooo|oh or
gonorgon |nterno| |g|n|o|. poru. hepor. usus. t|mus.
ooreno|. ||mpo]. |emo| sub|ut|s o|on ber|urong.
|ertumbuhon oto| ||epo|o] b|osonvo t|oo| tergonggu.
seh|nggo ter|oo| o|spropors| ontoro u|uron |epo|o
oengon u|uron tubuh. |e|o|non |n| ser|ng ter|oo| o||
bot gongguon tungs| p|osento ||nsut|s|ens| p|osento]
vong menvebob|on sup|o| o|s|gen oon nutr|s| oor| |bu
|e |on|n men|oo| ber|urong. 3eooro umum berot |on|n
seo|||t ber|urong. 0|eh |oreno |tu pertumbuhon oto|
|orong tergonggu. otou ter|oo| pooo |eoooon vong po
||ng o|h|r. Me|on|sme |n| o||eno| sebogo| bro|nspor|ng
phenomenon.
13
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1] |emontouon |||n|s oengon Srov|oogrom menu
rut J|L^ sebogo| pro||roon ooonvo |J1 ber
oosor|on pengomoton to|torto|tor r|s||o oon
|et|oo|sesuo|on t|ngg| tunous uter| oengon umur
Pertumbuhan Janin Terhambat
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 25
|ehom||onnvo oopot o|guno|on o| ooeroh vong be
|um mempunvo| pero|oton U3S.
2] U3S
U|trosonogrot| |U3S] soot |n| o|ponoong sebogo|
metooe pemer||soon vong po||ng o|urot untu|
menoete|s| ooonvo pertumbuhon |on|n terhombot.
|emer||soon U3S bermontoot oo|om menentu|on
|en|s. progres|v|tos |oero|ot] pertumbuhon |on|n ter
hombot. prognos|s oon ooro penongonon pertumbu
hon |on|n terhombot. 3vorot utomo untu| mengeto
hu| opo|oh pertumbuhon |on|n ber|o|on normo| otou
t|oo| ooo|oh us|o |ehom||on vong tepot. Us|o |ehom|
|on seooro troo|s|ono| o|h|tung oor| tonggo| hor| per
tomo ho|o tero|h|r |¬|¬1]. Nomun se||tor 2040/
|bu hom|| ¬|¬1nvo t|oo| oopot o|peroovo. m|so|nvo
|oreno. 1] |upo. 2] r|wovot o||gomenore otou me
trorog|. 3] peroorohon o||bot ^|||. 4] peroorohon
n|oos| oon 5] r|wovot penggunoon |ontroseps|
12.13
|ooo pemer||soon U3S oopot o|oor| tonootonoo tung
s|ono| |on|n vong oopot o|beoo|on otos “tonootonoo
|eros” |horo s|gns] oon “tonootonoo |uno|” |sott
s|gns].
1onootonoo |eros bermontoot untu| menentu|on
et|o|og| oon prognos|s |on|n. merupo|on tonootonoo
vong oopot o|u|ur oon mempunvo| pengoruh besor
pooo |e|oo|on |emot|on per|noto|.
Tanda-tanda keras tersebut ooo|oh.
o. |en||o|on vo|ume oo|ron omn|on
U|trosonogrot| oopot o|guno|on untu| men||o| vo
|ume oo|ron omn|on seooro sem||uont|tot|t. vong
songot berguno o| oo|om evo|uos| pertumbuhon
|on|n terhombot. Beberopo ooro pen||o|on vo|ume
oo|ron omn|on. m|so|nvo mengu|ur o|ometer ver
t||o| |ontung omn|on vong terbesor. otou meng
h|tung s|or 4 |uooron |ontong omn|on. Monn|ng
|19B1] mengemu|o|on bohwo per||roon |uo||to
t|t vo|ume oo|ron omn|on oopot o|guno|on untu|
mengeno|| retoroos| pertumbuhon |on|n. ¬os||
obnormo| |||o o|temu|on |ontong oo|ron beru|u
ron ·1 om. ||ognos|s o||goh|oromn|on o|tego||on
b||o o|ometer vert||o| omn|on ·1 om |penu||s |o|n
memo|o| botoson 2 om]. otou b||o s|or 4 |uooron
|ontung omn|on ·5. B||o teroopot o||goh|oromn|on
mo|o r|s||o |emot|on per|noto| o||bot |omp|||os|
ost||s| o|on men|ng|ot |eb|h oor| 50 |o|| ||pot. 0|eh
|oreno |tu ooonvo o||goh|oromn|on pooo pertum
buhon |on|n terhombot o|onggop sebogo| |eoooon
emergens| oon merupo|on |no||os| term|nos| pooo
|on|n vong suooh mompu h|oup |v|ob|e]. |emung
||non ooonvo |e|o|non bowoon vong oopot menve
bob|on o||goh|oromn|on |sepert| ogenes|s otou o|s
genes|s g|n|o| vong ser|ng menverto| pertumbuhon
|on|n terhombot] |ugo per|u o|wospooo|.
12.13
b. |en||o|on |ese|ohteroon |on|n
|en||o|on |ese|ohteroon |on|n terutomo berguno
untu| menoete|s| ooonvo ost||s| |ntrouter|n. Bebe
ropo ooro pemer||soon ontoro |o|n pen||o|on prot||
b|ot|s|| |on|n. |oro|oto|ogrot| ||1S] oon ono||s|s gos
ooroh |on|n. |en||o|on prot|| b|ot|s|| |on|n tero|r| otos
pen||o|on gero|on tubuh |on|n. gero| pernoposon
|on|n. tonus |on|n oon vo|ume oo|ron omn|on ber
oosor|on pemer||soon U3S o|serto| oengon pe
n||o|on reo|t|v|tos oenvut |ontung |on|n beroosor|on
otos s|stem s|or|ng |on|n beroosor|on tes tonpo
|ontro|s| |nonstress test] oengon |1S. |en||o|on
o|oosor|on otos s|stem s|or|ng |s|or toto| ontoro
110]. ^ng|o |emot|on per|noto| o||bot ost||s| o|on
|e|os men|ng|ot b||o n||o| s|or · 4.
12.13
o. |en||o|on s|stem orgon |on|n
|en||o|on |n| bermontoot untu| menentu|on et|o|og|
oon oero|ot pertumbuhon |on|n terhombot. M|so|
nvo. ros|o ||ng|or |epo|o terhooop ||ng|or oboomen
|ros|o ¬L´^L] o|on men|ng|ot pooo pertumbuhon
|on|n terhombot t|pe ||. seoong|on pooo pertumbuh
on |on|n terhombot t|pe |. ros|o ¬L´^Lnvo normo|.
Mo||n berot oero|ot pertumbuhon |on|n terhombot
t|pe ||. ros|o ¬L´^L o|on mo||n besor mes||pun
pooo pertumbuhon |on|n terhombot t|pe || vong ter
|oo| pooo |ehom||on vong |eb|h muoo. ros|o ¬L´^L
nvo normo|.
12.13
o. |emer||soon |opp|er
||tu|u|on untu| men||o| perubohon res|stens|
vos|u|er me|o|u| pengu|uron |eoepoton orus ooroh
oengon ge|ombong u|troson||.
|ertumbuhon |on|n terhombot t|pe || vong terutomo
o||bot |nsut|s|ens| p|osento o|on tero|ognos|s oengon
bo|| seooro U|troson|| |opp|er. ||oopot|on pen|ng
|oton res|stens| per|ter |op||er|op||er oo|om roh|m
|terutomo pooo ¬|pertens| |o|om |ehom||on o|tonoo|
oengon penurunon te|onon o|osto||| seh|nggo o|on
ter|oo| pen|ngg|on ros|o s|sto|||´o|osto|||]. |noe|s pu|
sot|||tos oon |noe|s res|stens|. ^|h|ro|h|r |n| U|tro
son|| |opp|er o|onggop sebogo| metooo vong oopot
po||ng o|n| meno|ognos|s gongguon pertumbuhon se
be|um ter||hot tonootonoo |o|n. |e|o|non o||ron ooroh
pooo pemer||soon |opp|er boru o|on teroete|s| o|eh
|oro|oto|ogrot| 1 m|nggu |emuo|on. h||ongnvo ge
|ombong o|osto||| ||ost ot eno o|osto||o ve|oo|tv wove
torm] o|on o|||ut| o|eh |e|o|non |oro|oto|ogrom 34
hor| |emuo|on. Se|ombong o|osto||| terbo||| |reverseo
Pertumbuhan Janin Terhambat
26 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
o|osto||o t|ow] o|on o|serto| oengon pen|ng|oton |emo
t|on per|noto| oo|om wo|tu 4B72 |om. |engon oem|||
on. pemer||soon U|troson|| |opp|er b|so mengetohu|
|emung||non et|o|og|. oero|ot penvo||t oon prognos|s
|on|n oengon pertumbuhon terhombot.
|oent|t||os| bentu| ge|ombong obnormo| o| orter| um
b||||o||s per|u o|our|go| sebogo| tonoo ooonvo retor
oos| pertumbuhon |on|n. |e|o|non bentu| ge|ombong
tersebut ooo|oh |||o t|oo| o|temu|on o||ron o|osto|||
o|h|r pooo ge|ombong o||ron orter| umb||||o||s. |e|o|n
on bentu| ge|ombong oorto |on|n vong obnormo| oon
ber|urongnvo o||ron ooroh oorto |ugo oopot meru
po|on tonoo vong per|u o|our|go|. |en|ng|oton pu|so
t|||tos orter| umb||||o||s oon penurunon pu|sot|||tos or
ter| |orot|s vong ter|oo| bersomoon |ugo oopot ter|oo|
pooo retoroos| pertumbuhon |on|n.
|ooo |eoooon res|stens| vos|u|er vong men|ng|ot.
mo|o |eoepoton orus ooroh se|omo s|sto||| o|on me
n|ng|ot. seoong|on |eoepoton orus ooroh se|omo
o|osto||| o|on ber|urong. Mo||n besor pen|ng|oton re
s|stens| vos|u|er. |eoepoton orus ooroh o|osto||| o|on
mo||n ber|urong. |erubohonperubohon |n| o|guno|on
sebogo| ooro penentuon res|stens| vos|u|er. m|so|nvo
oengon pengh|tungon ros|o s|sto|||´o|osto||| |ros|o
3´|]. |noe|s pu|sot|||tos. oon |noe|s res|stens|.
|eoooon |n| o|on menvebob|on perubohon gomboron
ve|os|metr| orus ooroh o| oo|om orter| umb||||o| vong
berbono|ng |urus oengon oero|ot pen|ng|oton res|s
tens| m||rovos|u|er p|osento. |en||o|on ve|os|metr|
ooroh orter| umb||||o| berguno untu| mengeno|| per
tumbuhon |on|n terhombot o||bot |nsut|s|ens| p|osento
oon |ugo untu| menentu|on berotnvo penvo||t. |ooo
pertumbuhon |on|n terhombot. b|osonvo |on|n me
ngo|om| ost||s| |ron|| oon ter|oo| reo|str|bus| o||ron
ooroh. |emer||soon ve|os|metr| pembu|uh ooroh |on|n
tertentu |orter| |orot|s. oorto oboom|no||s] oopot me
nentu|on ooonvo r|s||o ost||s|. oon oero|ot berotnvo
ost||s| |on|n pooo pertumbuhon |on|n terhombot vong
o|sebob|on |nsut|s|ens| p|osento. 3e|o|n |tu pemer||
soon |n| |ugo oopot membeoo|on pertumbuhon |on|n
terhombot o||bot |nsut|s|ens| p|osento oor| pertumbu
hon |on|n terhombot o||bot |e|o|non |ongen|to|.
1eroopot bu|t| |uot bohwo ve|os|metr| |opp|er um
b||||o| berhubungon oengon hos|| per|noto| pooo |e
|ompo| r|s||o t|ngg|. |eb|h |ouh |og| pengetohuon o|on
ooto |opp|er berhubungon oengon penurunon ong|o
|emot|on per|noto|. vong |ugo menurun|on tre|uens|
|ntervens| meo|s sepert| pengowoson ontenoto|. |nou|
s| perso||non. oon 3L |oreno gowot |on|n. ve|os|metr|
oopp|er orter| umb||||o| terutomo untu| pemer||soon
tungs| p|osento. Sobungon ooto oopp|er |eouo ve|o
s|metr| umb||||o| oon ve|os|metr| serebro| member||on
|ntormos| tombohon pooo |on|n oengon obnormo||tos
p|osento.
12.13

Tanda-tanda lunak
Merupo|on tonootonoo pooo |on|n oengon pertumbu
hon terhombot vong |urong ob|e|t|t oon be|um |e|os
hubungonnvo oengon et|o|og|. oero|ot oon prognos|s
|on|n.
1onootonoo tersebut ontoro |o|n.
o. |en||o|on moturos| p|osento
vo|oupun oero|ot moturos| p|osento me
n|ng|ot sesuo| oengon pertumbuhon umur
|ehom||on|Sronnum o||. 1979]. o|on tetop| t|oo|
berhubungon oengon berot booon ono|. |ozz| o||
|19B3] me|opor|on bohwo p|osento oero|ot ||| pooo
|on|n preterm otou |eo|| menurut us|o gestos|ono|.
yang didefinisikan melalui diameter biparietal ≤ 87
mm. mem||||| |o|ton t|ngg| oengon retoroos| per
tumbuhon |on|n. 3ompo| soot |n| |eoooon tersebut
be|um o||ont|rmos||on pooo |ehom||on tunggo|. no
mun proses penuoon p|osento vong mo||n oepot
pernoh o||opor|on |||o |ehom||on |embor tersebut
o|bono|ng|on oengon |ehom||on tungo| |1ruo|noer
oon Loo|. 19B5].
b. |en||o|on |etebo|on |emo| sub|uton
Bov| normo| o|on memper||hot|on pen|mbunon |e
mo| sub|uton vong ou|up tebo|. terutomo o| ooe
roh p|p|. perut oon teng|u| ||rogon s|gn].
o. |en||o|on |etebo|on |emo| oon otot |on|n
|eoooon oon stotus g|z| |on|n o|hubung|on oengon
besornvo ||ng|oron pertengohon poho |on|n.
PENATALAKSANAAN
|enoto|o|sonoon terutomo beroosor|on |ousonvo .
B||o o|our|go|. ru|u| |e pusot pe|ovonon |esehoton
Pertumbuhan Janin Terhambat
Pada keadaan insufisiensi plasen-
ta terjadi perubahan abnormal
mikrosirkulasi plasenta yang
akan menyebabkan peningkatan
resistensi vaskuler plasenta.
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 2
´rumoh so||t teroe|ot.
|ooo |osus preterm oengon pertumbuhon |on|n
terhombot oopot o||o|u|on pemotongon poru –
poru oon osupon nutr|s| t|ngg| |o|or| muooh oerno.
bonvo| m|num · 2000 m|´hor| oon bonvo| |st|ro
hot. |t|our m|r|ng]
1] 1erm|nos| |ehom||on
B||o pertumbuhon |on|n t|oo| ooo oon motur|tos poru
ou|up |b|osonvo pooo |ehom||on 35 m|nggu] o||o|u|on
term|nos| oengon ooro .
o. Jon|n reo|t|t . |nou|s| perso||non o|oohu|u| oe
ngon pemotongon serv||s
b. Jon|n non reo|t|t otou teroopot ge|o|o gowot
|on|n . se|s|o sesoreo
o. J||o teroopot o||goh|oromn|on berot o|soron|on
untu| peroboom|non.
Bov| membutuh|on penongonon |husus ||hususnvo
bov| oengon ost||s|]. 3omb|| menunggu |um|oh ^3| op
t|mo|. oopot o|ber||on penggont| ^3|.
2] |envu||t .
1ergontung |eoooon |on|n .
|J1 s|metr|| . o||bot |e|o|non genet||
|J1 os|metr|| . h|po|s| o||bot |nsut|s|ens| p|osen
to. |nte|s|. o||
|emot|on |on|n oo|om |onoungon´o| |uor |on
oungon
Looot bowoon
PROGNOSIS
|bu umumnvo bo||. |on|n bergontung |eoooonnvo.
KEPUSTAKAAN
1. Lunn|nghom |S. Moo|ono|o |L. Sont N|. |reterm ono |ostterm |reg
nonov ono |noppropr|ote |eto| Srowth. |o|om. v||||oms 0bstetr|os
eo.19. cost Norwo||. Lonneot|out. ^pp|eton 8 |onge. 1993. B53B3
2. Moe|oe| |^. Nuronno |. v|bowo N. |urboo| 3. |ertumbuhon Jon|n
1erhombot. |o|om . 3tonoor |e|ovonon Meo|| 0bstetr| oon S|ne|o|og|
Jo|orto. 2003. 4951
3. Monn|ng |^. ¬uh|er L. |ntrouter|ne Srowth |etoroot|on. ||ognos|s.
|rognost|oot|on. ono Monogement Boseo on U|trosouno Methoos.
|o|om. ||e|soher ^L. |omero |. Monn|ng |^. Jeontv |. Jomes ^c.
eos. 1he |r|no|p|e ono |root|oe ot U|trosonogrophv |n 0bstetr|o ono
Svneoo|ogv. co. 4. |onoon. |rent|oe¬o|| |nternot |no. 1991. 33147.
4. 1obussum S. |or|m 3^. |hon 3. Noru 1Y. |reterm B|rth |ts ct|o|ogv
ono 0utoome. J|M^ 1994. 44. 6B9.
5. Mose JL. |ertumbuhon Jon|n 1erhombot. |o|om. v||ovonegoro ¬.
v|ro|usumoh ||. Mose JL. eos. U|trosonogrot| |eoo|teron ||||o |. |er
h|mpunon U|trosonogrotr |eoo|teron |noones|o Lobong Jowo Borot.
Leto|on ||. Bonoung. 1996. 5360.
6. ||n LL. cvons M|. |ntroouot|on. |o|om. ||n LL. cvons M| eos. |ntroute
r|ne Srowth |etoroot|on. |othophvs|o|ogv ono L||n|oo| Monogement.
U3^. Mo Srow ¬||| Boo| Lo. 19B4. 316.
7. ^r|os |. |root|oo| Su|oe to ¬|gh ||s| |regnonov ono |e||verv. eo.2. 3t
|ou|s. M|ssour|. Mosbv Yeor Boo|. 1993. 3011B.
B. Buo|ong ||. |ertumbuhon Jon|n 1erhombot. |o|om . Bog|on 0bstetr|
oon S|ne|o|og| ||U| ´ |3LM. Jo|orto. 1999. 77190.
9. v||n|osostro S¬. |enongonon |ertumbuhon Jon|n 1erhombot.. |o
|om. |usponegoro 13. ^bou|ot|t. Mon|nt|o ¬c. |er|noto|og| tohun
2000. |orum ||m|oh |er|noto|og| ||U| |3^B ¬oropon ||to. Jo|orto.
Bo|o| |enerb|t ||U|. 1993. 257.
10. 1hompson ¬c. Bernst|ne |L. Lomp||oot|ons ot |regnonov. |o|om. ||og
nost|o U|trosouno |n L||n|oo| 0bstetr|os ono Svneoo|ogv. John v||ev 8
3ons. 1oronto. 197B. 110210.
11. Uueenon J1. |ntrouter|ne Srowth |etoroot|on. |o|om. Monogement ot
¬|gh ||s| |regnonov. U3^. B|oo|e|| 3o|ent|t|o |ub|. 1994. 413B.
12. vorner Mv. ||sproport|onote |eto| Srowth. |o|om 0bstetr|os ono
Svneoo|ogv ||ognost|o ono 1reotment. eo B. Lonneot|out. ^pp|eton 8
Lo. 1994. 34456.
13. Bohooo3|ngh |0 et.o|. 1he |opp|er Lerebrop|ooento| |ot|o ono |er|
noto| 0utoome |n |ntrouter|ne Srowth |estr|ot|on. |o|om. ^m J. 0bs
tet Svneoo|. 1999. 1B0 port |. 7506.
Pertumbuhan Janin Terhambat
28 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Gambaran Histopatologi Kulit
pada Pengobatan Tradisional Kerokan
Didik Gunawan Tamtomo
Lab Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta
ABSTRAK
Latar belakang. |ero|on ooo|oh suotu pengoboton troo|s|ono| Jowo oengon ooro mene|on oon menggeser|on
moto uong |ogom pooo tubuh beru|ongu|ong oengon oo|ron vong ||o|n seh|nggo ter|oo| worno meroh. |engoboton
|n| o|peroovo bermontoot untu| |eoooon vong o|eh mosvoro|ot owom o|sebut “mosu| ong|n”vong o|tonoo| oengon
perut |embung.h|oung bero|r. pego| ||nu. nver| |epo|o oon sebogo|nvo. |engoboton |n| ternvoto t|oo| honvo o|mon
toot|on o| Jowo so|o me|o|n|on o|eh sebog|on besor mosvoro|ot ^s|o 1enggoro. Meng|ngot |uosnvo pemontooton
ooro |n| o| mosvoro|ot mo|o per|u pene||t|on reo|s| oon ooo|oh |eruso|on pooo |u||t o||bot te|onon oon geseron
vong beru|ongu|ong pooo |ero|on.
Metode. pene||t|on oes|r|pt|t e|sp|orot|t oengon sompe| pene||t| seno|r|. bohon pene||t|on ooo|oh |or|ngon b|ops|
|u||t sesuooh |ero|on. Bohon o|worno| oengon pengeooton 3| |emuo|on o|per||so o| bowoh m||ros|op oengon
pembesoron 400X
Hasil. 1. eros| pooo strotum oorneum. 2. uoem |or|ngon subep|te| 3. |op||er me|ebor. 4. sebu|on r|ngon se| |n
t|omos|. 5. er|tros|t e|strovos|u|er.
Simpulan. 1. pooo |ero|on ter|oo| reo|s| |nt|omos|.
2. t|oo| teroopot |eruso|on |u||t pooo |ero|on.
|oto |uno|. |ero|on. b|ops| |u||t. reo|s| |nt|omos|
Hasil Penelitian
PENDAHULUAN
3e|o| r|buon tohun vong |o|u te|oh o||eno| ooro pengo
boton mengguno|on sentuhon. te|onon oon tusu|on
o| permu|oon tubuh vong oopot member| |esembu
hon berbogo| mooom penvo||t.
1
Bongso |noones|o
mempunvo| berogom pengoboton troo|s|ono|. so|oh
sotunvo ooo|oh |ero|on. |hususnvo o| |o|ongon mos
voro|ot o| Jowo. |ero|on ooo|oh suotu metooo pe
ngoboton oengon ooro mene|on oon menggeser|on
benoo tumpu| |b|osonvo uong |ogom] seooro beru|ong
u|ong o| permu|oon |u||t sompo| ter|oo| b||urb||ur ber
worno meroh.
1
|o|om me|o|u|on |ero|on tersebut
o|per|u|on oo|ron vong bertungs| sebogo| pe||o|n m|so|
nvo m|nvo| herbo|. s||n |ot|on. bo|sem.
2

|engoboton |n| ternvoto t|oo| honvo o||eno| o| ||ng|u
ngon mosvoro|ot Jowo tetop| menvebor |e ooeroh
ooeroh |o|n o| |noones|o. boh|on sebog|on besor bu
oovo ^s|o 1enggoro memperoovo| ete| penvembuhon
pengoboton |n|.
3.4
|| v|etnom pengoboton |n| o|sebut
Loo S|o.
5.6.7
o| |ombo|o o|sebut Soh |vo| |rubb|ng the
w|no]. |vo| seno|r| o|ort||on sebogo| w|no |||nes otou
mosu| ong|n.
2.B
|| L|no o|sebut Suo 3ho. Suo berort|
menggoso| |sorop|ng] seoong|on 3ho berort| rooun
|to|s|n].
9
|| L|no |ero|on t|oo| mengguno|on uong
|ogom tetop| botu Jooe seh|nggo o|sebut Jooe stone
theropv vong o||no||os||on untu| pengoboton osteopo
ros|s. nver| bohu. nver| punggung. nver| seno|. |umbo
go. s||ot||o. t|brom|o|g|. m|gren. oeoero o|ohrogo oon
|o|n|o|n.
1
|| L|no teroopot r|buon pengobot |ooe stone
|oreno merupo|on pengoboton ro|vot. oon oopot
menurun|on heo|th oore oost.
10

|| Borot |ero|on o|sebut oo|n|ng otou oo|n rubb|ng.
5.11

|oreno pooo owo|nvo vong mere|o |etohu| pengo
boton |n| mengguno|on moto uong |ogom vong o|oe
|up|on |eoo|om o|r otou onggur.
1

|| Jowo |ero|on merupo|on suotu pengoboton vong
o||o|u|on pooo |ono|s| |husus vong o|sebut mosu|
ong|n. Mosvoro|ot owom mengguno|on |st||oh mosu|
ong|n untu| menggombor|on berbogo| |eooon vong
berhubungon oengon roso t|oo| eno| booon sepert|
perut |embung. pego| ||nu. botu| p||e|. so||t |epo|o
oon |o|n|o|n.
12.13
Bog|on tubuh vong o||ero| b|osonvo
ooo|oh punggung. |eher be|o|ong. oooo. |engon oon
|ooong tung|o| otos. || punggung o||o|u|on o| s|s|
|onon oon ||r| tu|ong be|o|ong oor| otos |e bowoh. |e
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 2
muo|on menvomp|ng oor| tengoh |e tep|. o| bog|on |e
her be|o|ong o||o|u|on oor| otos |e bowoh oon o| ooe
roh oooo o||o|u|on oor| tengoh |e tep|. |ero|on t|oo|
menvebob|on roso so||t |||o o||o|u|on oengon benor.
worno meroh vong ter|oo| oopot o|po|o| sebogo| pe
ngu|ur berot r|ngonnvo mosu| ong|n. mo||n meroh
wornonvo mo||n berot oero|ot so||tnvo.
6
|engoboton
|n| member| hos|| vong songot mengogum|on |oreno
be|er|o me|o|u| bermooommooom s|stem ontoro |o|n
|u||t. otot. pembu|uh ooroh. sorot. ||mto. s|stem |mun
oon mer|o|on.
6

¬os|| surve| pooo 390 responoen o| |oto 3o|o menun
|u||on bohwo mos|h bonvo| mosvoro|ot |B7/] oor|
go|ongon bowoh sompo| bongsowon vong memon
toot|on oon meroso|on |egunoon pengoboton |n| oon
penggunonvo b|osonvo o|on |etog|hon.
14

Meng|ngot |uosnvo pemontooton pengoboton |n| o|
mosvoro|ot mo|o per|u pene||t|on reo|s| opo vong ter
|oo| oon ooo|oh |eruso|on pooo |u||t o||bot te|onon
oon geseron vong beru|ong pooo |ero|on. .
METODOLOGI
1empot pene||ton o| |||n|| |oomo oon |oborotor|um
|oto|og| ^notom| |o|u|tos |eoo|teron UN3 pooo 3ep
tember 2004 otos pene||t| seno|r|.
|||o|u|on |ero|on o| |engon otos pene||t| mengguno|on
moto uong |ogom |benggo|] oengon pe||o|n m|nvo| |e
|opo. 3otu |om |emuo|on o||o|u|on b|ops| o|eh seorong
oo|ter spes|o||s |u||t oengon ooro |unoh B|opsv oeng
on o|ometer B mm seoo|om 5 mm. 3pes|men berupo
|or|ngon b|ops| |u||t sesuooh o||o|u|on |ero|on o|||r|m
|e |oborotor|um |oto|og| UN3

Loro membuot seo|oon .
1. 3pes|men o|t||sos| oengon phosphote butter so||ne
oengon p¬ 7
2. ||proses seooro porott|n embeooeo t|ssue
3. ||potong oengon m||rotom 3 m||ron
4. ||oot oengon peworno rop|o 31 ||1 31 |eogens|o
Jo|orto] vong tero|r| oor|.
o. |oruton t||sot|t se|omo 20 men|t
b. |oruton eos|n se|omo 2 men|t
o. |oruton met||en b|ue se|omo 2 men|t
5. ||ouo| oengon o|r mengo||r untu| mer|ngon|on wor
no
6. ||oe|up |e oo|om o||oho| 70/ se|omo 5 men|t
7. ||oe|up |e oo|om o||oho| 90/ se|omo 5 men|t
B. ||oe|up |e oo|om o||oho| 96/ se|omo 5 men|t
9. ||oe|up|on oo|om xv|en se|omo 5 men|t
10.|||o|u|on penutupon |mount|ng]
11.||omot| o| bowoh m||ros|op 0|vmpus oengon |o
mero op 70 oengon pembesoron 400x
HASIL PENELITIAN
Sombor 1. ¬os|| pemer||soon h|stopoto|og| pooo b|ops| |u||t
sesuooh |ero|on
Sombor 2 . Mo|rotog vong seoong togos|tos|s
Sombor 3 . 3e| |nt|omos| oon se| vong mot|
¬os|| pemer||soon oopot o|rong|um sebogo| ber||ut .
1. 1eroopot eros| pooo strotum oorneum oor| ep|oer
m|s
2. Jor|ngon sub ep|te| sembob |uoem].
3. |op||er me|ebor |vosoo||otos|].
4. 3ebu|on r|ngon se| |nt|omos|.
5. 3e| er|tros|t extrovos|u|er.
6. |ebr|s oor| se| mot|.
PEMBAHASAN
|ero|on ooo|oh suotu ooro pengoboton troo|s|ono| |n
oones|o |hususnvo o| Jowo. vonv |ugo o||eno| o| ^s|o
1enggoro ontoro |o|n o| v|etnom. 1ho||ono. |ombo|o
oon L|no. boh|on worgo ^s|o o| ^mer||o o||opor|on
mos|h me|o|u|on pengoboton |n|. Bonvo| |osus ono|
ono| o| ^mer||o vong o||opor|on o|eh guru. pe|ot|h re
Gambaran Histopatologi Kulit
30 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
nong. |nstru|tur o|oh rogo. pe|er|o |esehoton sebogo|
pengon|ovoon|obuse ].
15
|ro|te| Loo S|o ||ero|on] o| |o|ongon popu|os| ^s|o
1enggoro |v|etnom. Lomboo|o. |oos] o| ^mer||o
mengunoong peroeboton oon o|eh tenogo |eseho
ton ^mer||o o||oto|on bohwo t|noo|on |n| ooo|oh
obuse.
16

|ooo |ero|on memong ter|oo| worno meroh pooo
|u||t. tetop| |ongon o||ooou|on oengon |e|o|non peroo
rohon.
17
oon |ongon o|tuouh sebogo| obuse tonpo
pene||t|on |u|turo| vong menoo|om.
1B
Bonvo| orong
oewoso oon ono|ono| menvu|o| pengoboton |n|. |ero
|on vong benor t|oo| menvebob|on roso so||t boh|on
nvomon.
B

¬os|| pene||t|on |or|ngon b|ops| |u||t sesuooh |ero|on
menoopot|on e|s|or|os| strotum |orneum ep|oerm|s.
sembob |or|ngon sub ep|te|. |op||er me|ebor. sebu|on
r|ngon se| ||mtos|t oon monos|t. se| er|tros|t per|vos|u
|or. tompo| pu|o se|se| mot| |oebr|s]. 1onootonoo
tersebut o| otos merupo|on suotu reo|s| |nt|omos|.
19

|nt|omos| ooo|oh reo|s| |or|ngon vong mempunvo|
vos|u|or|sos| terhooop |e|os. merupo|on suotu pro
ses |omp|e|s me||put| perubohon pembu|uh ooroh.
perubohon |or|ngon ||ot oon |ntero|s| berbogo| |en|s
se|.
19.22
|nt|omos| bertu|uon untu| menetro||s|r ogen
penvebob |e|os oon members|h|on |or|ngon vong mot|.
|oo| |nt|omos| merupo|on so|oh sotu |omponen pe
nvembuhon sebob |o menv|op|on |or|ngon ter|e|os
untu| proses penvembuhon.
23.24.25

|nt|omos| o|ut merupo|on |owobon otou respon |ong
sung oon o|n| terhooop ogen |e|os. |espon |n| re|ot|t
s|ng|ot. honvo ber|ongsung beberopo |om otou hor|.
|oreno |eouo |omponen utomo pertohonon tubuh vo|
tu ont|boo| oon |eu|os|t teroopot oo|om o||ron ooroh.
mo|o t|oo| mengheron|on bohwo tenomeno vos|u|or
berperon pent|ng pooo proses |nt|omos|.
21.23

|nt|omos| mem||||| 3 |omponen pent|ng.
1. |erubohon o|ometer pembu|uh ooroh vong bero||
bot men|ng|otnvo o||ron ooroh
2. |erubohon stru|turo| pooo pembu|uh ooroh m||ro
vong memung||n|on prote|n p|osmo oon |eu|os|t
men|nggo||on s|r|u|os| ooroh
3. ^gregos| |eu|os|t o| |o|os| |e|os
|ooo proses |nt|omos| o|ut o|on o|proou|s| berbogo|
mooom meo|otor ||m|o. mes||pun |en|s |e|os berbeoo
oon |or|ngon vong ter|eno berbeoo. meo|otor vong
o||epos|on somo. seh|nggo respon terhooop |nt|omos|
tompo|nvo stereot|p. Joo| |nte|s| vong o|sebob|on o|eh
|umon. |e|os ponos. o|ng|n. roo|os|. ||str|| . bohon ||m|o
oon troumo me|on||. o|on member| reo|s| |nt|omos|
segero vong somo. Mes||pun pooo oosornvo proses
|nt|omos| |tu stereot|p. |ntens|tos oon |uosnvo tergon
tung pooo oero|ot porohnvo |e|os oon |emompuon
bereo|s| tuon rumoh. |nt|omos| o|ut oopot terbotos
pooo tempot |e|os oon men|mbu||on tonoo oon ge|o|o
|o|o| otou oopot e|stens|t oon menvebob|on tonoo
oon ge|o|o s|stem||.
23

1. cros| strotum |orneum ep|oerm|s
cros| o|sebob|on |e|os me|on|| uong |ogom vong o|
guno|on pooo |ero|on. |eoooon |n| terbotos honvo
o| strotum |orneum so|o. |oreno pooo proses pengo
boton |n| o|perguno|on oo|ron pe||o|n.
2. Uoem |or|ngon sub ep|te|
3egero sete|oh |e|os. ter|oo| o||otos| orter|o| |o|o| vong
o|oohu|u| o|eh voso|onstr||s| s|ng|ot. 3t|ngter pro|o
p||er membu|o menvebob|on pen|ng|oton o||ron oo
roh |op||er. ^||botnvo onvomon venu|or posoo |op||er
me|ebor oon o||s| ooroh vong mengo||r oeros. |engon
oem|||on |or|ngon m||rovos|u|or o| |o|os| |e|os me|e
bor ber|s| ooroh vong terbenoung.
26
Bertombohnvo
o||ron ooroh pooo tohop owo| o|on o|susu| oengon
per|omboton o||ron ooroh. perubohon te|onon ooroh
|ntrovos|u|or oon perubohon o|no|ng pembu|uh ooroh.
venu|o oon |op||er bertomboh permeobe| menvebob
|on |e|uornvo oo|ron p|osmo |e |or|ngon. ¬o| |n| o|on
men|ng|ot|on v|s|os|tos ooroh seh|nggo se| ooroh
menggumpo| oon tohonon terhooop o||ron ooroh no||.
o|eh sebob |tu o||ron ooroh vong |e|uor oor| tempot |e
|os o|on terho|ong oon menomboh stos|s. Ber|urong
nvo o||ron ooroh |e|uor bersomoon oengon men|ng
|otnvo o||ron ooroh mosu| oor| orter|o| men|ng|ot|on
te|onon h|orostot|| |op||er oon venu|o. 1e|onon vong
t|ngg| |n| o|on menoeso| oo|ron |e |uor |e |or|ngon |n
tert|s|o| seh|nggo ter|oo| uoem.
22.23
3. |op||er me|ebor
|espon vos|u|or o| tempot |e|os merupo|on oosor
untu| reo|s| |nt|omos| o|ut. 1onpo poso|on ooroh
vong memooo|. |or|ngon t|oo| oopot member| reo|s|
|nt|omos|. vosoo||otos| |op||er o|pengoruh| terutomo
o|eh meo|otor ||m|o ontoro |o|n om|nvosoo|t|t. proteo
se p|osmo. s|stem |omp|emen metobo||| osom oro||
oonot.
22.23

|erubohon pembu|uh ooroh tergontung pooo oero|ot
Gambaran Histopatologi Kulit
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 31
|eporohon |e|os. |||otos| orter|o| t|mbu| oo|om bebe
ropo men|t sete|oh |e|os. |er|omboton oon benoungon
tompo| sete|oh 1030 men|t.
23.25
4. 3ebu|on se| |nt|omos|
|en|mbunon |eu|os|t terutomo neutrot|| oon monos|t
o| |o|os| |e|os merupo|on ospe| terpent|ng reo|s| |n
t|omos|. |eu|os|t mompu me|ohop bohon bers|tot
os|ng termosu| bo|ter| oon se| oebr|s.
20

|o|om to|us rooong owo| benoungon s|r|u|os| m|
|ro menvebob|on se| ooroh meroh menggumpo| oon
membentu| ogregot vong |eb|h besor oor|pooo |eu|o
s|t seh|nggo mosso se| ooroh meroh |n| o|on teroopot
o| bog|on tengoh o||ron o|s|o| oon se|se| ooroh put|h
p|nooh |e morg|no|. |emuo|on se| ooroh put|h o|on
men|u|ur|on pseuoopoo o| ontoro se|se| enoote||o|
oon berm|gros| |e|uor oor| o|no|ng se|.
21.23

Neutrot|| merupo|on se| pertomo vong tompo| o| ru
ong per|vos|u|or. o|susu| o|eh monos|t |sete|oh |e|uor
oor| |umen pembu|uh ooroh. monos|t o|sebut mo|
rotog otou h|st|os|t].
22.23

5. cr|tros|t e|strovos|u|or
|roses perp|noohon |eu|os|t |e|uor oor| pembu|uh
ooroh me|o|u| pertemuon ||unot|on] ontor se| enoote|.
wo|oupun pe|eboron pertemuon ontor se| |o| bowoh
pengoruh om|nvosoo|t|t] memuooh|on em|gros| |eu
|os|t. tetop| |eu|os|t mompu menvusup seno|r| me|o|u|
pertemuon ontor se| enoote| vong tertutup tonpo pe
rubohon nvoto pseoopoonvo. 3e|omo m|gros| me|o|u|
o|no|ng pembu|uh ooroh |eu|os|t sementoro berhent|
o| bowoh membrono boso||s. |emuo|on segero me||n
tos mosu| |e oo|om ruongon |nters|s|o|.
21.22.23.25
|ooong er|tros|t ||ut menerobos o|no|ng pembu|uh
ooroh meng||ut| |eu|os|t. Sero|on er|tros|t |n| o|sebut
o|opeoes|s|ber|o|on o| ontoronvo]. bers|tot pos|t o||bot
te|onon h|orostot||. Joo| o|opeoes|s er|tros|t meru
po|on tenomeno pos|t seoong|on em|gros| |eu|os|t
merupo|on proses o|t|t vong memer|u|on energ|.
23

SIMPULAN
1. |ooo pengoboton |ero|on ter|oo| reo|s| |nt|omos|
2. 1|oo| teroopot |eruso|on pooo |u||t
KEPUSTAKAAN
1. 1|erro |. Boretoot |ootor ¬eo||ng 1eohn|ques. 1he ¬erbs ot ||te.
Lroos|ng |ress. 1992
2. Srohom c^. Lh|tnorong J. v|no |||nnes. cthnogroph|o stuov omong 3e
ott|e Lomboo|ons. ¬orborv|ew Meo|oo| Lenter. http.´´www.etnomeo.
org´Lo|n|ubb|ng.htm 1997
3. ¬u|ew|oz B3 Lo|nrubb|ng |n|ur|es.^m J |orens|o Meo |otho|. 1994.
15.25760
4. |emp L. ^s|on Lu|tures. ^vo||ob|e trom. http.´´www3.bov|or.eou´
¯Lhor|es |emp 2000.
5. Yeotmon Sv. |ong vv. Loo S|o |oo|n rubb|ng]. v|etnomese ott|tuoes
heo|th oore. J^M^ 19B0. 244.274B9
6. 3t|e|emo ¬M. Yu MM. 3tone oge theropv tor mooern mon |Lh|nese
Suosho] http.´´www.guosho.Bm.oom 2000
7. 3h|pe 33. 1roo|t|ono| Lh|nese ¬eo||ng. ^oupunture ono 0r|ento| Meo|
o|ne. http.´´www.oootorsspeo|ersbureou.oom´|ooote.htm 2004.
B. ^|or|ge v. ¬ow monev oon heo|. 1he |om|n|on.v||||ngton.2002.
9. Lostoneoo ||.Suo 3ho. ^no|ent oh|nese seoret no |onger o seoret.
http.´´www.o|soover|ngwe||ness.homenterpr|ses.oom´Suo3ho.
htm.2002.
10. |ob|oh LM. vhot oo | oo. http.´´www.stopthepo|n.net´whot oo |
oo.htm.2004
11. Lhon 3.|or |.3eoono tom||v o|eoreo |n oo|n|ng oose. 1he ^ssos|oteo
|ress. 2002
12. Bustom| Z3. ^ng|n ouou| |ongon o|p||ot. |ompos Lvber Meo|o 2003.
13. Movo. 3erongon oommon oo|o ||epub|||o on||ne]. http.´´www.|epub
|||o.oo.|o.2004.
14. ||o|| 1. Buoovo |ero|on sebogo| upovo pengoboton troo|s|ono|. Bu|.
UN3 2004. 9.14.
15. Mo|eor|es |. 1he vor|o 3pvoo|n|ng. http.´´www.1he vor|o 3pvoo|n
|ng2.htm.2002.
16. |ov|s |c. Lu|turo| ¬eo|th Lore or Lh||o ^buse. J ^m ^ooo Nurse
|root.2000.12.B995.
17. Zu|||mons Lv. v|nterberg |¬. |ubb|ng w|th o oo|n |s not obuse. J
|orens|o 3o|. 1997.42.1035
1B. M3¬ c|eotron|o Lenter. Lommon Be||ets 8 Lu|turo| |root|oes. http.´´
www.meo.um|oh.eou´mu|t|ou|turo|´oop´top|o.htm.2000.
19. 1err ^|. |nt|ommot|on |n. |ors|ow 1S. 3t|tes ||. eos. |onge Meo|oo| |m
muno|ogv 10th eo. New Yor| . MoSrow¬|||. 2003.p.1B995.
20. ^bbos ^|. ||ohtmon ^¬. |ober J3. Le||s ono 1|ssues ot the |mmune
3vstem |n. Le||u|or ono Mo|eou|or |mmuno|ogv. 2no eo. |h||ooe|ph|o.
v.B.3ounoers Lo.1994.p 1530
21. |e|sohner ||. |nt|ommot|on ono ¬eo||ng. ¬ttp.´´www.meooeon.|uo.
eou´|umen´meoeo´meoh´|eotures´|ee2.pot.2000.
22. L|onov J. |nt|ommot|on. |n. Boo|o Lonoepts |n |mmuno|ogv. New Yor|.
1he MoSrow¬||| Lo. 199B. 101109
23. |obb|ns. |umor. |ooong oon |emu||hon. |o|om Bu|u ^|or |oto|og|
1 co|s| 4
24. ^||h Bohoso 3tot |engo|or |oborotor|um |oto|og| ^notom|| |o|u|tos
|eoo|teron Un|vers|tos ^|r|onggo. 3urobovo. |enerb|t Bu|u |eoo|
teron. 1995. ¬o| 2B65
25. Lonstont|n|oes |. |nt|ommot|on |esponse. |n. Senero| |othob|o|ogv.
Norwo||. Lonneot|outt. ^pp|eton 8 |onge. 1994.p 1331156
26. |ornen SB. |nt|omos|. |o|om. |muno|og| |osor co|s| 5. Jo|orto. Bo|o|
|enerb|t |o|u|tos |eoo|teron U| . 2002. 315330
27. Soro|o B. |nt|ommot|on. B|oteoh |otho|ogv Lourse. |eoture 2 0ot 7.
http.´´www.||b.uwo.oo´bus|ness´|vevB|oteohoourse|eoo|ngspotho|
ogv.htm|.2003
Gambaran Histopatologi Kulit
32 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Metode Isolasi Inner Cell Mass
sebagai Sumber Embryonic Stem Cell
Dwi Agustina, Caroline T. Sardjono, Ferry Sandra
Stem Cell and Cancer Institute, Kalbe Pharmaceutical Company
Jakarta, Indonesia
ABSTRAK
cmbrvon|o stem oe|| |c3L] merupo|on sumber stem oe|| vong beroso| oor| embr|o stoo|um b|ostos|s. bog|on vong
o||so|os| ooo|oh |nner oe|| moss ||LM] vong bers|tot p|ur|poten. 3ompo| soot |n| teroopot beberopo metooe untu|
meng|so|os| |LM. bo|| oor| hewon moupun monus|o. Metooe |so|os| |LM tersebut ooo|oh metooe |mmunosurgerv.
m|orosurgerv. enz|mot||. oon |oser. |er|u |ugo o|perhot||on metooe pengh||ongon zono pe||uo|oo oor| b|ostos|s
sebe|um |so|os| |LM o||o|u|on. 3et|op metooe pengh||ongon zono pe||uo|oo oon |so|os| |LM tersebut mem||||| |e|e
b|hon oon |e|emohon terseno|r|. |enentuon penggunoon metooemetooe tersebut tergontung pooo tu|uon pene
||t|on vong o|on o||o|u|on.
|oto |uno|. |nner oe|| moss. |so|os|. embrvon|o stem oe||
Pendahuluan
3tem oe|| ooo|oh se| pembongun set|op orgon oon
|or|ngon tubuh ||to. merupo|on se| vong be|um ber
o|terens|os| oon oengon |ono|s| tertentu oopot ber
pro||teros| serto bero|terens|os| men|oo| berbogo| t|pe
se| oengon tungs| |husus. 3umber stem oe|| vong soot
|n| ser|ng o|guno|on untu| pene||t|on b|omeo|s ooo|oh
stem oe|| vong beroso| oor| embr|o otou embrvon|o
stem oe|| |c3L].
11
|oro|ter|st|| un|| vong o|m||||| o|eh c3L o|bono|ng|on
|en|s stem oe|| |o|nnvo ooo|oh |emompuonnvo untu|
berpro||teros| se|omo per|ooe vong pon|ong. 3e|o|n |tu.
pooo |ono|s| |u|tur tertentu. |en|s stem oe|| |n| oopot o|
|nou|s| untu| bero|terens|os| men|oo| semuo |en|s se|
tubuh vong merupo|on turunon oor| t|go |op|s |eoom
boh. vo|tu e|tooerm. mesooerm. oon enoooerm. |e
mompuon tersebut o|sebob|on s|tot p|ur|poten otou
oovo p|ost|s|tos vong o|m|||||nvo.
2. 19
Gambar 1. Hirarki embryonic stem cell.
19
c3L oopot o|pero|eh oengon meng|so|os| |nner oe||
moss ||LM] oor| embr|o stoo|um b|ostos|s. vo|tu pooo
hor| |e empot per|embongon embr|o meno|t oon hor|
|e ||mo pooo per|embongon embr|o monus|o. 3e|se|
|LM tersebut |||o o||u|tur oon o||embong|on oengon
|ono|s| tertentu o|on menghos|||on stem oe|| vong
be|um bero|terens|os| oon bers|tot p|ur|poten. 3tem
oe|| |n||oh vong mem||||| |emompuon untu| memper
bonvo| o|r|nvo seno|r|. berpro||teros|. oon oopot ber
o|terens|os| men|oo| berbogo| mooom |en|s se| vong
teroopot oo|om tubuh.
4.19. 20
|ooo per|embongon embr|on||. stoo|um b|ostos|s ter
bentu| soot teroopot ronggo o| ontoro se|se| moru|o
vong ber|s| oo|ron vong o|sebut b|ostoso|. B|ostos|s ter
susun o|eh ouo |en|s se|. vo|tu trote|tooerm vong ter
oopot o| bog|on |uor oon |LM o| bog|on oo|om. 3e|se|
|LM o|on ber|embong men|oo| semuo |or|ngon tubuh
embr|o. oon |ugo |or|ngon nontrotob|os vong menun
|ong per|embongon embr|o ||or|ngon e|stroembr|on||.
termosu| |ontung |un|ng te|ur. o||onto|s. oon omn|on].
1rote|tooerm o|on menghos|||on se|se| trotob|os
|or|on. vong se|on|utnvo o|on ber|embong men|oo|
p|osento.
11. 20

Isolasi Inner Cell Mass (ICM)
|so|os| o|mo|suo|on untu| mem|soh|on se|se| |LM
oor| se|se| trote|tooerm. |LM merupo|on se|se|
vong be|um bero|terens|os| oon mem||||| potens| un
tu| membentu| semuo |en|s se| tubuh. seoong|on
se|se| trote|tooerm suooh bero|terns|os| oon honvo
Tinjauan Pustaka
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 33
berpotens| untu| mem
bentu| p|osento. |oro|
ter|st|| |n||oh vong men|oo|
o|oson untu| mem|soh|on
|eouo |en|s se| tersebut.
|LM o|gombor|on sebogo|
suotu |o|on| oengon u|uron
se| vong |eo||. mem|||||
nu||eus beru|uron besor.
oon s|top|osmo vong se
o|||t. |LM vong o|pero|eh
|emuo|on oopot o||u|tur
oengon tetop memper
tohon|on s|tot uno|tteren
t|oteo vong o|m|||||nvo.
7
1eroopot beberopo metooe |so|os| |LM vong te|oh
o||eno| oon o||o|u|on o|eh poro pene||t| h|nggo soot
|n|. vo|tu metooe |mmunosurgerv. pembeoohon m||ro
otou m|orosurgerv. enz|mot||. oon oengon menggu
no|on s|nor |oser. |erbeooon oor| t|opt|op metooe
tersebut ooo|oh o|ot oon bohon vong o|guno|on. per
|o|uon serto wo|tu vong o|butuh|on untu| menoopot
|on |LM.
5. B. 13. 14. 17
|em|||hon penggunoon metooe |so|os| |LM oopot o|
|o|u|on oengon me||hot |uo||tos oor| b|ostos|s vong
o|on o||so|os| |LMnvo. |uo||tos b|ostos|s vong mem
bentu| |LM merupo|on to|tor pent|ng vong mempe
ngoruh| |eberhos||on oo|om per|embongon |u|tur
c3L. B|ostos|s oengon |LM vong ter||hot |e|os oon
u|uronnvo ou|up besor oopot mengguno|on metooe
|mmunosurgerv untu| meng|so|os| |LM. B|ostos|t oe
ngon |LM vong ter||hot |e|os nomun u|uronnvo |eb|h
|eo|| b||o o|bono|ng|on oengon vong pertomo oopot
mengguno|on metooe m|orosurgerv. 3e|o|n oor| |uo||
tos b|ostos|s. penggunoon metooe peng|so|os|on |LM
o|p|||h beroosor|on oso| b|ostos|s serto tu|uon oor|
mos|ngmos|ng pene||t|on. |ene||t|on c3L soot |n| vong
mengguno|on b|ostos|s monus|o te|oh mengurong|
ooonvo |onto| oengon bohonbohon vong beroso| oor|
hewon. sepert| ont|boo| oon serum. 0|eh |oreno |tu pe
m|||hon metooo peng|so|os|on |LM per|u o|perhot||on
oengon bo||.
1. 7. B. 12. 1416. 21
Beberopo metooe o| otos memer|u|on proses peng
h||ongon zono pe||uo|oo ter|eb|h oohu|u untu| memper
muooh oo|om proses peng|so|os|on |LM. Bohon vong
b|osonvo o|guno|on untu| mengh||ong|on zono pe||u
o|oo b|ostos|s ooo|oh enz|m pronose 0.25/ 0.5/.
|ooo pene||t|on vong mengguno|on b|ostos|s monu
s|o. penggunoon pronose o|gont||on oengon 1vrooe’s
oo|o. ¬o| |n| o||o|u|on untu| mengurong| |onto| b|os
tos|s oengon bohonbohon vong beroso| oor| hewon.
Nomun penggunoon 1vrooe memer|u|on penongonon
vong oepot ogor b|ostos|s t|oo| ter|o|u |omo terpopor
oengon |oruton osom tersebut. 3ete|oh zono pe||uo|oo
||s|s o||bot |onto| oengon 1rvooe’ oo|o. b|ostos|s o|ou
o| beberopo |o|| untu| mengh||ong|on s|sos|so osom
vong tert|nggo|. |so|os| |LM s|op o||o|u|on.
1. 3. 9. 14. 20

Metooe |mmunosurgerv merupo|on metooe |so|os|
|LM oengon mengguno|on ont|boo| vong mengeno||
trote|tooerm. Metooe |n| suooh o||o|u|on se|o| tohun
1975 o|eh 3o|ter oon |now|es. |mmunosurgerv oopot
me||s|s|on se|se| trote|tooerm seh|nggo se|se| |LM
vong teroopot o| oo|omnvo oopot oengon muooh o|
|so|os| untu| |emuo|on o||u|tur oo|om meo|um vong
mengonoung ||| otou Mc| untu| membentu| |o|on|
c3L. |so|os| |LM oengon metooe |mmunosurgerv o|
|o|u|on oengon meng|n|ubos| b|ostos|s tonpo zono
oo|om robb|t ont|mouse ont|boov |untu| c3L oor| em
br|o meno|t] otou robb|t ont|humon ont|boov |untu|
c3L oor| embr|o monus|o] oon oomp|ement sero trom
gu|neo p|g. mos|ngmos|ng 30 men|t pooo 370L. 5/
L02. |enggunoon ont|boo| oo|om metooe |n| o|sesuo|
|on oengon b|ostos|s vong o|guno|on. o|mono ont|boo|
vong mengeno|| trote|tooerm o|on me||s|s|on se|se|
tersebut.
Gambar 3. Metode immunosuregery untuk mengisolasi ICM dari blas-
tosis mencit. Mula-mula blastosis diinkubasi dalam rabbit anti-mouse
serum,dicuci,kemudian diinkubasi dengan guinea pig complement.
Sel-sel trofoblas akan lisis dan ICM dapat diisolasi.
6
Beroosor|on |uo||tos b|ostos|t. |mmunosurgerv honvo
oopot o||o|u|on pooo b|ostos|s vong mem||||| |LM vong
ter||hot |e|os oon beru|uron ou|up. Untu| b|ostos|t vong
mem||||| |LM oo|om |um|oh seo|||t. penggunoon metooe
|mmunosurgerv untu| meng|so|os| |LM men|oo| t|oo|
opt|mo| |oreno o|to|ut|on |LM o|on h||ong se|omo pro
ses |mmunosurgerv ber|ongsung. |enggunoon metooe
|mmunosurgerv suooh |orong o||o|u|on pooo pene||t|on
o|h|ro|h|r |n|. terutomo pene||t|on c3L vong menggu
no|on b|ostos|s monus|o. ¬o| |n| o||o|u|on untu| me
ngurong| |onto| |u|tur se| oengon bohonbohon vong
beroso| oor| hewon. vo|tu ont|boo| oon serum. 3e|o|n |tu.
meo|um vong o|guno|on |ugo bebos oor| bohonbohon
vong beroso| oor| hewon. sepert| serum. |er|o|uon |n|
Gambar 2. Bagian-bagian embrio
stadium blastosis: ICM (Inner
Cell Mass),T (Trofoblas),dan C
(Blastosol).
2
Isolasi Inner Cell Mass
34 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
bertu|uon untu| mengurong| ooonvo |ontom|nos| oor|
bohonbohon vong beroso| oor| hewon oon pengoruh
nvo terhooop tubuh vong mener|mo tronsp|ontos| se|
se| hos|| o|terens|os| oor| c3L.
1. 6B. 12. 1416. 21
Metooe m|orosurgerv oopot o||o|u|on pooo b|ostos|s
vong mem||||| |LM vong ter||hot |e|os nomun |um|ohnvo
|eb|h seo|||t o|bono|ng|on b|ostos|s vong ber|uo||tos
bo|| pooo umumnvo. B|ostos|s tersebut mem||||| re
s||o vong t|ngg| untu| |eh||ongon |LM se|omo proses
|so|os| opob||o o||o|u|on oengon metooe |mmunosur
gerv. Metooe m|orosurgerv untu| meng|so|os| |LM
o||o|u|on oengon bontuon m||romon|pu|otor. o|mono
o|buot beberopo sovoton pooo zono pe||uo|oo mem
bentu| bu|oon berbentu| seg|t|go otou perseg|. 3e|o
mo proses |n| ber|ongsung. b|ostos|s o|tohon oengon
mengguno|on ho|o|ng p|pette pooo s|s| vong |o|nnvo.
||ne|vorown g|oss p|pette |emuo|on o|guno|on untu|
meng|so|os| |LM me|o|u| sovoton tersebut. |opot pu|o
o||o|u|on pemotongon terhooop b|ostos|s tonpo zono
untu| mem|soh|on bog|on vong ber|s| |LM oengon bo
g|on |o|nnvo. 3ete|oh pemotongon. |LM o||so|os| oen
gon t|ne|vorown g|oss p|pette. |LM vong te|oh o||so|os|
oopot o||u|tur |eb|h |on|ut.
6. 7
Gambar 4. Metode microsurgery untuk mengisolasi ICM dengan meng-
gunakan teknik pemotongan blastosis. (a) Blastosis tanpa zona,(b)
Pemotongan pada bagian yang ditandai untuk memisahkan daerah yang
mengandung ICM,(c) ICM yang telah diisolasi,(d) Perkembangan hari ke-
7 dari ICM dengan trofektoderm yang mengelilinginya. Garis panah: ICM,
Bintang: trofektoderm. Skala = 100 m.
7
|enggunoon metooe m|orosurgerv o|onggop |eb|h
menguntung|on untu| |so|os| c3L oor| monus|o |ore
no t|oo| men|mbu||on |onto| ontoro b|ostos|s oengon
ont|boo| vong beroso| oor| hewon vong umumnvo o|gu
no|on pooo proses |mmunosurgerv. Nomun. |e|emo
hon oor| metooe |n| ooo|oh terbowonvo se|se| trote|
tooerm vong oopot mempengoruh| oon menghombot
pertumbuhon |u|tur |LM |tu seno|r|. 3e|o|n |tu te|n||
me|on|| |n| ogo| rum|t oon memer|u|on |eteromp||on
oon pengo|omon oo|om mengguno|on m||romon|pu|o
tor.
5. 6. 7
Untu| meng|so|os| |LM seooro enz|mot||. mu|omu|o
b|ostos|s tonpo zono o||u|tur oo|om meo|um |u|tur
c3L oengon mengguno|on teeoer |over oon o|b|or|on
ter|oo| per|e|oton pooo mono|over. Meo|um |u|tur
o|gont| set|op hor|nvo. |em|sohon |LM oor| trote|to
oerm boru o||o|u|on seooro enz|mot|| sete|oh se|se|
trote|tooerm menvebor membentu| mono|over oon
bentu| |LM suooh oopot o||oent|t||os|. 3ete|oh 57 hor|.
|LM o|on membentu| |o|on| besor vong o||e||||ng| o|eh
se|se| trote|tooerm. |so|os| |LM oengon metooe enz|
mot|| o||o|u|on oengon memopor|on b|ostos|s tonpo
zono tersebut oo|om |oruton 0.25/ trvps|n – 1nM
c|1^ se|omo 10 men|t. 3ete|oh terp|soh oor| trote|
tooerm. |LM oopot o||u|tur |eb|h |on|ut. |o|om proses
enz|mot|| |n| per|u o||o|u|on pengomoton embr|oem
br|o tersebut o|bowoh m||ros|op se|omo per|o|uon.
|ooo soot trote|tooerm mu|o| terp|soh. per|o|uon
sebo||nvo o|hent||on oon |LM o||so|os|. ¬o| |n| o||ore
no|on ooonvo pengoruh negot|t pooo |u|tur se| |LM
opob||o ter|o|u |omo terpopor oengon enz|m trvps|n.
13
|emo|o|on bohonbohon vong beroso| oor| hewon pooo
|u|tur se| monus|o mem|||| res||o vong besor ter|oo|nvo
|ontom|nos| xenogen|o otou o||ogen|o. |eng|so|os|on
oengon metooe |mmunosurgerv vong mengguno|on
|omp|emen oon ont|boo| vong beroso| oor| hewon oopot
memunou||on ep|top vong t|oo| o||ng|n|on pooo |u|tur
c3L oon mempengoruh| op|||os|nvo |e oepon. |so|os|
|LM oengon mengguno|on s|nor |oser merupo|on o|
ternot|t untu| mengh|noor| ter|oo|nvo |ontom|nos| pooo
|u|tur c3L. Nomun penggunoon te|n|| |n| memer|u|on
pero|oton |oser vong ou|up moho|. Mu|omu|o b|ostos|s
o|tohon oengon 2 ho|o|ng p|pette pooo |eouo s|s|nvo.
|LM o|pos|s||on pooo oroh |om 9. 3|nor |oser o|tembo|
|on pooo |eouo s|s| b|ostos|s untu| mem|soh|on b|os
tos|s oor| zono pe||uo|oo. |emuo|on b|ostos|s |embo||
o|tohon oengon 2 ho|o|ng p|pette oon |LM o|pos|s||on
pooo oroh |om 9. 3|nor |oser |embo|| o|tembo||on pooo
|eouo s|s| b|ostos|s untu| mem|soh|on b|ostos|s men
|oo| ouo bog|on. vo|tu bog|on |eo|| vong mengonoung
|LM serto bog|on vong besor o|mono sebog|on besor
mengonoung trotob|os.
10. 17
|ooo pene||t|on untu| menoopot|on se| |estor| oor|
c3L monus|o.pronose o|guno|on untu| mengh||ong|on
zono pe||uo|oo oon peng|so|os|on |LM oor| b|ostos|s o|
|o|u|on oengon metooe |mmunosurgerv. Bogo|mono
pun |ugo. |mmunosurgerv bu|on|oh metooe vong
opt|mo| opob||o b|ostos|s vong o|on o||so|os| |LMnvo
mem||||| |uo||tos vong t|oo| bo||. 3e|o|n |tu. penggu
noon metooe |mmunosurgerv vong me||bot|on bohon
bohon vong beroso| oor| hewon. sepert| mouse ont|
boo|es oon gu|neo p|g oomp|ement. per|u o|p|||r|on
res||o ter|oo|nvo |ontom|nos| xenogen|o otou o||ogen|o
Isolasi Inner Cell Mass
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 35
serto pengoruhnvo soot o||o|u|on tronsp|ontos| se|.
0|eh |oreno |tu. poro pene||t| me|o|u|on moo|t||os|
untu| meng|so|os| |LM oor| b|ostos|s. ^ntoro |o|n oe
ngon penggunoon osom tvrooe untu| mengh||ong|on
zono pe||uo|oo serto meng|so|os| |LM seooro me|on||.
Moo|t||os| tersebut merupo|on so|oh sotu ooro untu|
mengurong| |onto| b|ostos|s oengon bohonbohon
vong beroso| oor| hewon. sepert| pronose. ont|boo|
oon to|tor |omp|emen.
10.14.1
Gambar 5. Pemotongan dengan laser. Blastosis ditahan dengan 2
holding pi pette pada kedua sisinya,dimana ICM di posisikan pada
arah jam 9 sebelum (a) dan sesudah (b) di potong dengan sinar laser.
Blastosis kembali ditembak dengan sinar laser (c) untuk memisahkan
blastosis menjadi 2 bagian,bagian kecil yang mengandung ICM (panah
putih) dan bagian besar yang mengandung trofoblas (panah kuning).
Skala = 30 μm.
17
KESIMPULAN
cmbrvon|o stem oe|| |c3L] merupo|on so|oh sotu
sumber stem oe|| vong beroso| oor| embr|o stoo|um
b|ostos|s. c3L oopot o|pero|eh oengon meng|so|os|
|nner oe|| moss ||LM]. o|mono |so|os| o|mo|suo|on un
tu| mem|soh|on se|se| |LM oor| se|se| trote|tooerm.
1eroopot beberopo metooe peng|so|os|on |LM vong
te|oh o||eno| oon o||o|u|on o|eh poro pene||t| h|nggo
soot |n|. vo|tu metooe |mmunosurgerv. pembeooh
on m||ro otou m|orosurgerv. enz|mot||. oon oengon
mengguno|on s|nor |oser. Beberopo metooe o| otos
memer|u|on proses pengh||ongon zono pe||uo|oo ter
|eb|h oohu|u untu| mempermuooh oo|om proses pe
ng|so|os|on |LM. Bohonbohon vong b|osonvo o|guno
|on untu| mengh||o|on zono pe||uo|oo b|ostos|s ooo|oh
enz|m pronose serto 1vrooe’s oo|o. 3et|op metooe
pengh||ongon zono pe||uo|oo oon |so|os| |LM mem|||||
|e|eb|hon oon |e|emohon terseno|r|. M|so|nvo penggu
noon metooe vong me||bot|on bohonbohon vong ber
oso| oor| hewon. sepert| mouse ont|boo|es oon gu|neo
p|g oomp|ement. per|u o|p|||r|on res||o ter|oo|nvo |on
tom|nos| xenogen|o otou o||ogen|o serto pengoruhnvo
soot o||o|u|on tronsp|ontos| se|. |ooo o|h|rnvo penen
tuon penggunoon metooemetooe tersebut tergon
tung pooo tu|uon oor| pene||t|on vong o|on o||o|u|on.
DAFTAR PUSTAKA
1. ^o|ove J. ¬untr|ss J. ¬erw|g |. et o|. |r|morv ||tterent|ot|on |n the ¬u
mon B|ostoovst. Lomporot|ve Mo|eou|or |ortro|ts ot |nner Le|| Moss
ono 1ropheotooerm Le||s. 3tem Le||s. 2005. 23. 1514–1525.
2. ^non|m. L. |ntroouot|on. 2004. http.´´www.un|ge.oh´ovberooou
ments´these2004´¬eU´these_boov.htm|. |1B 0|tober 2006].
3. Lowon L^. |||mons|ovo |. MoMohon J. et o|. |er|vot|on ot cmbrvon|o
3temLe|| ||nes trom ¬umon B|ostoovsts. N cng| J Meo. 2004. 350.
13.
4. |oss MX. |oeh|er L|. S|sse| L. ¬esohe|er J. 3ooh|n|o|s ^. cmbrvon|o
3tem Le||s. ^ |rom|s|ng 1oo| tor Le|| |ep|ooement 1heropv. J. Le||.
Mo|. Meo. 2004. B |4]. 465473.
5. Seorg|ooes |. |ossont J. cts2 |s neoessorv |n trophob|ost tor normo|
embrvon|o onteroposter|or ox|s oeve|opment. |eve|opment. 2006.
133. 1059106B.
6. ¬ogon B. Lonstont|n| |. |oov c. Mon|pu|ot|ng the Mouse cmbrvo. ^
|oborotorv Monuo|. 19B6. New Yor|. Lo|o 3pr|ng ¬orbor |oborotorv.
7. ||m ¬3. 0h 3|. |or| YB. et o|. Methoos tor |er|vot|on ot ¬umon cmbrv
on|o 3tem Le||s. 3tem Le||s cxpress. pub||sheo on||ne Ju|v 2B. 2005.
oo|.10.1634´stemoe||s.20040296.
B. |ee JB. |ee Jc. |or| J¬. et o|. cstob||shment ono Mo|ntenonoe ot ¬u
mon cmbrvon|o 3tem Le|| ||nes on ¬umon |eeoer Le||s |er|veo trom
Uter|ne cnoometr|um unoer 3erum|ree Lono|t|on. B|o|ogv ot |epro
ouot|on. 2005. 72. 4249.
9. Monsour |1. |hooes L^. ^bou|ghor M^. 3erour S|. |omo| ^. 1ronster
ot zonotree embrvos |mproves outoome |n poor prognos|s pot|ents.
o prospeot|ve ronoom|zeo oontro||eo stuov. ¬umon |eproouot|on.
2000. 15 |5]. 10611064.
10. Moon 3Y. |or| YB. ||m |3. 0h 3|. ||m |v. Senerot|on. Lu|ture. ono
||tterent|ot|on ot ¬umon cmbrvon|o 3tem Le||s tor 1heropeut|o ^p
p||oot|ons. Mo|eou|or 1heropv. 2006. 13 |1]. 514.
11. Not|ono| |nst|tutes ot ¬eo|th. 3tem oe||s. 3o|ent|t|o progress ono tuture
reseoroh o|reot|ons. 2001. http.´´www.n|h.gov´news´stemoe||´so|
report.htm. |1 Moret 2003].
12. |or| 3|. |ee YJ. |ee |3. et o|. cstob||shment ot humon embrvon|o
stem oe|| ||nes trom trozen'thoweo b|ostoovsts us|ng 310 oe|| teeoer
|overs. ¬umon |eproouot|on. 2004. 19 |3]. 6766B4.
13. 3ohoon|ons |. |reemers v. |on|ov 3. et o|. |mproveo Senerot|on ot
Serm||neLompetent cmbrvon|o 3tem Le|| ||nes trom |nbreo Mouse
3tro|ns. 3tem Le||s. 2003. 21. 9097.
14. 3|ottmon ¬. ¬ovotto 0. Lu|ture oono|t|ons tor humon embrvon|o stem
oe||s. |eproouot|on. 2006. 132. 691–69B.
15. 3o|ter | ono |now|es BB. |mmunosurgerv ot Mouse B|ostoovst. 1975.
|roo. Not. ^ooo. 3o|. U3^. 72 |12]. 50995102.
16. 3to||ov|o M. |o|o M. 3troohon 1. Muroooh ^. |er|vot|on. growth ono
opp||oot|ons ot humon embrvon|o stem oe||s. |eproouot|on. 2004.
12B. 259–267.
17. 1ono|o N. 1o|euoh| 1. Ner| Uv. 3|||s c3. |o|ermo S|. |oseross|steo
b|ostoovst o|sseot|on ono subsequent ou|t|vot|on ot embrvon|o stem
oe||s |n o serum´oe|| tree ou|ture svstem. opp||oot|ons ono pre||m|norv
resu|ts |n o mur|ne mooe|. Journo| ot 1rons|ot|ono| Meo|o|ne. 2006.
4. 20.
1B. 1homson J^. |ts|ov|tzc|oor J. 3hop|r 33. cmbrvon|o 3tem Le|| ||nes
|er|veo |rom ¬umon B|ostoovsts. 199B. 3o|enoe. 2B2. 11451147.
19. vobus ^M ono Bohe|er ||. cmbrvon|o stem oe||s. |rospeots tor oeve
|opmento| b|o|ogv ono oe|| theropv. |hvs|o| |ev. 2005. B5. 63567B.
20. Yu J. 1homson J^. |egenerot|ve Meo|o|ne 2006. 1. cmbrvon|o stem
oe||s. 2006. http.´´www.n|h.gov. |14 Jonuor| 2007].
21. Zhong X. 3to||ov|o |. |rzvbors|| 3. et o|. |er|vot|on ot ¬umon cmbrvo
n|o 3tem Le||s trom |eve|op|ng ono ^rresteo cmbrvos. 3tem Le||s.
2006. 24. 2669–2676.
Isolasi Inner Cell Mass
36 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Berita Terkini
Taxane yaitu paclitaxel
dan docetaxel, telah ter-
bukti efektif sebagai terapi
kanker payudara metasta-
sis dan penelitian semakin
luas menilai potensinya
pada kanker payudara sta-
dium dini.
Cochrane review (review berdasar-
kan informasi mengenai kesehatan,
melakukan penyelidikan mengenai
efektivitas dari terapi obat obatan,
operasi, edukasi dll. pada kondisi
khusus). memberi peluang lebih men-
genai pemberian taxane pada kanker
payudara, regimen taxane pada
kanker payudara terbukti mengun-
tungkan baik bagi pasien dan dokter
dengan variasi pilihan regimen.
“Kini dokter diijinkan untuk menye-
suaikan regimen setiap individu ber-
dasarkan efek samping, lamanya
terapi dan kenyamanan” demikian
diungkapkan oleh Dr. Nowak dari
Sir Charles Gardiner Hospital and
University of Western Australia pada
Mescape Oncology.
Review Cochrane memberikan lampu hijau
untuk pemberian Taxane pada kanker payudara
Berdasarkan review
ini juga diketahui
lekemia sekunder ti-
dak meningkat pada
yang menerima ta-
xane setidaknya se-
lama waktu follow up
uji klinik. Peneliti juga
melaporkan peng-
gantian antrasiklin
dengan taxane dapat
menurunkan toksisi-
tas kardiovaskuler.
Hal penting dari re-
view adalah sbb:
· Cochrane Breast Cancer Group
Specialised Register mengacak
uji klinik regimen yang mengan-
dung taxane dengan regimen non
taxane pada penderita kanker
payudara (stadium I – IIIA), yang
mendapatkan kemoterapi neoaju-
van masuk dalam kriteria eksklu-
si.
· Penilaian utama review ini adalah
keseluruhan harapan hidup dan
juga menilai disease free survivial
rata rata dan toksisitas; perban-
dingan harga tidak diteliti.
· Review awal 76 literatur dari 12
penelitian untuk metaanalisis,
melibatkan 21.191 wanita, 11.069
kelompok taxane dan 10.122
mendapatkan terapi non taxane.
· Umumnya penelitian memban-
dingkan penambahan taxane
pada kemoterapi standar dengan
kemoterapi standar tanpa taxane
tunggal, atau regimen dengan
satu obat digantikan dengan ta-
xane dibandingkan kemoterapi
standar. Semua penelitian kecua-
li satu menggunakan antrasiklin
baik pada kelompok taxane atau
pada kelompok non taxane, 5
penelitian menggunakan paclita-
xel dan 7 penelitian mengguna-
kan docetaxel, secara keseluruh-
an kualitas metodologi sangat
tinggi.
· Rata-rata median follow up 60,4
bulan, dilaporkan 2.483 kematian
dan hazard ratio untuk taxane
dibandingkan non taxane adalah
0,81 ( nilai p < 0,00001).
· Disease free survival juga lebih
tinggi pada wanita yang menerima
taxane dibandingkan pasien yang
tidak menerima taxane ( hazard
ration = 0,81; nilai p < 0,00001).
· Analisis sub kelompok berdasar-
kan jenis kemoterapi hampir sama
baik pada paclitaxel maupun pada
docetaxel. Tidak ada perbedaan
bermakna antara pemberian terapi
sekuensial dibandingkan concur-
rent antara taxane dan antrasiklin,
dan dengan ada atau tidak adanya
metastasis pada KGB, atau pada
regimen yang dikombinasikan
dengan taxane atau dimana ta-
xane menggantikan kemoterapi
regular lainnya.
· Sepuluh penelitian melaporkan
toksisitas; taxane yang meng-
gantikan antrasiklin umumnya
menurunkan kardiotoksisitas te-
tapi taxane meningkatkan risiko
demam netropenia dengan odds
ratio 2,51. Taxane berkaitan den-
gan rendahnya efek samping
mual dibandingkan kemoterapi
standar dan tidak meningkatkan
risiko leukemia sekunder maupun
mielodisplasia.
Sumber : Allison G. Cochrane Review Gives
Green Light to Tailoring Taxanes to Individu-
als. www.medscape.com diakses 22 oktober
2007.
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 37
Berita Terkini
penurunan tekanan intraabdominal
setelah pemberian analgesia epidu-
ral tanpa penurunan MAP. Tekanan
intraabdominal rata-rata sebelum
analgesia epidural 16,826 mmHg
menjadi 11,565 mmHg 1 jam setelah
analgesia epidural dan terus menu-
run pada 1 hari (9,065 mmHg), 2 hari
(7,019 mmHg), 3 hari (6,565 mmHg),
dan 4 hari (6,304 mmHg) setelah an-
algesia epidural.
Dari studi tersebut disimpulkan bah-
wa analgesia epidural dapat menu-
runkan tekanan intra abdominal pada
pasien dengan hipertensi intra ab-
dominal.
Sumber : Hakobyan RV, Mchoyan GG. Epi-
dural Analgesia Decreases Elevated Intraab-
dominal Pressure. Anesthesiology 2007; 107:
A633. (Esther)
Analgesia epidural menurunkan tekanan
intraabdominal
Hipertensi intraabdominal
dan sindrom komparte-
men abdominal dapat me-
nyebabkan morbiditas dan
mortalitas pada pasien
bedah dan trauma kritis.
Sindrom kompartemen
abdominal adalah pening-
katan mendadak tekanan
intraabdominal yang men-
gakibatkan perubahan
mekanisme pernapasan,
parameter hemodinamik,
dan perfusi ginjal maupun
otak.
Bedah dekompresi dapat menyela-
matkan jiwa, namun karena kesulitan
dalam penata-laksanaan abdomen
yang terbuka, pembedahan hanya
terbatas untuk sindrom komparte-
men abdominal. Sehingga diperlu-
kan metode alternatif dengan indeks
terapi yang lebih luas.
Analgesia epidural merupakan
metode mengatasi nyeri pascaoper-
asi yang juga memberikan relaksasi
otot segmental. Hilangnya nyeri dan
spasme otot diduga dapat menurunk-
an tekanan intraabdominal.
Suatu studi telah dilakukan untuk
menilai efek relaksasi otot abdomen
selektif dari analgesia epidural seb-
agai metode dekompresi abdominal
nonbedah untuk pasien pasca opera-
si dengan hipertensi intra abdominal.
Studi prospektif tersebut dilakukan
secara buta ganda pada 58 pasien
bedah dan trauma abdominal kritis
dengan hipertensi intraabdominal
primer (tekanan intra abdominal >
12 mmHg). Semua pasien mendapat
analgesia epidural dengan anestetik
lokal di ICU. Tekanan intraabdominal
diukur transvesikal setelah instilasi
50 mL salin pada posisi telentang se-
tiap 6 jam dan segera sebelum dan
1 jam setelah dimulainya analgesia
epidural. Tinggi kateterisasi epidural
di T8-T10.
Hasilnya menunjukkan terdapat
38 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Berita Terkini
Midazolam efektif mencegah PONV
Kejadian mual dan muntah
pasca operasi (PONV =
postoperative nausea and
vomiting) pada aneste-
sia inhalasi cukup tinggi.
Saat ini beberapa peneliti
telah menunjukkan sifat
antiemetik midazolam.
Bauer dkk mencatat bah-
wa premedikasi midazo-
lam efektif mengurangi
frekuensi PONV
pada pasien be-
dah rawat jalan.
Unlugenc dkk
juga melaporkan
bahwa midazol-
am dengan dosis
subhipnotik efek-
tif dalam terapi
PONV.
Sanjay dan Tauro
menunjukkan bahwa
midazolam merupakan
antiemetik yang efektif
setelah bedah jantung.
Seperti diketahui bedah jantung telah
dikaitkan dengan kejadian PONV
yang bermakna. Suatu studi acak
dan buta ganda pada 200 pasien
bedah bypass jantung menunjukkan
bahwa infus midazolam 0,02 mg/kg/
jam efektif dalam mencegah PONV
setelah bedah jantung.
Selanjutnya suatu studi juga telah
dilakukan untuk menguji efkasi an-
tiemetik proflaksis dari midazolam
dosis tunggal dibandingkan dengan
ondansetron (antagonis 5-HT30),
suatu obat antiemetik yang poten,
pada 90 pasien histeroskopi atau
ureteroskopi yang diperkirakan ber-
langsung 1-2 jam dengan induksi dan
pemeliharaan anestesia sevofurane
melalui LMA (laryngeal mask airway).
Midazolam 2 mg atau ondansetron 4
mg diberikan IV 30 menit sebelum
akhir pembedahan.
Hasilnya menunjukkan bahwa pasien
yang mengalami mual dan muntah
pascaoperasi (PONV) pada 24 jam
pertama tidak berbeda bermakna
antara kelompok midazolam dan on-
dansetron. Kejadian PONV secara
bermakna lebih rendah pada kedua
kelompok dibanding dengan yang di-
prediksikan berdasarkan risiko pada
pasien (55% vs 30% untuk kelompok
midazolam dan 53% vs 27% untuk
kelompok ondansetron). Tidak ter-
dapat perbedaan bermakna pada
skor sedasi atau skor nyeri.
Sebagai kesimpulan, hasil studi
tersebut menunjukkan bahwa untuk
pasien dengan induksi dan peme-
liharaan anestesia menggunakan
sevofurane, pemberian midazolam
2 mg IV sebelum akhir pembedahan
efektif dalam mengurangi kejadian
PONV tanpa memperpanjang waktu
pulih sadar dan tanpa meningkatkan
tingkat sedasi. (Esther K).
Sumber :
1. Lee Y, Wang JJ, Yang YL et al. Midazolam
vs ondansetron for preventing postopera-
tive nausea and vomiting: a randomised
controlled trial. Anaesthesia 2007;62(1):18-
22.
2. Sanjoy OP, Tauro DI. Midazolam: an effec-
tive antiemetic for cardiac surgery – a clini-
cal trial. Anesthesia and Analgesia 2004;
99: 339–43.
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 39
Berita Terkini
Asam folat tingkatkan performa
fungsi kognitif lansia
Dari hasil penelitian ter-
baru disimpulkan bahwa
tingginya kadar asam fo-
lat berhubungan dengan
perbaikan performa fungsi
kognitif. Hasil penelitian
ini dimuat
dalam jurnal
The Ameri-
can Journal
of Clinical Nu-
trition edisi
Sept ember .
Dr. Monique
MB. Breteler
dari RS. Eras-
mus di Rotter-
dam Belanda
meneliti 1.033
orang yang usianya seki-
tar 60 hingga 90 tahun
yang juga ikut dalam rang-
kaian. Tes untuk mengeta-
hui fungsi kognitif secara
cepat, serta juga menjalani
peme-riksaan MRI di Pu-
sat Scan Rotterdam.
Kadar asam folat berkisar antara
0,9 nmol/L hingga 55 nmol/L. Hasil
penilaian telah menyatakan bahwa
penambahan kadar asam folat seki-
tar 0,05 mmol/L saja berhasil dikore-
lasikan dengan perbaikan hasil per-
hitungan untuk fungsi kognitif secara
global. Nilai rata-rata perubahan
kecepatan psikomotor dan fungsi
memori yang dapat diukur dalam
penelitian tersebut adalah 0,08 dan
0,02. Hubungan ini hanya sedikit
terlihat melemah setelah memperhi-
tungkan konsentrasi homosistein.

Peneliti juga melakukan penilaian ter-
hadap hubungan konsentrasi asam
folat dengan adanya lesi substansia
alba otak, karena dianggap hilang-
nya atau penurunan area substan-
sia alba otak merupakan indikator
presimptomatik penyakit Alzheimer,
begitu juga penurunan volume area
hipokampus dan amigdala. Semua-
nya tampak bermakna mengalami
peningkatan seiring dengan pening-
katan kadar asam folat, tetapi tidak
ada hubungan untuk perubahan vo-
lume otak.
Kesimpulan penelitian ini ialah pe-
ningkatan status asam folat ada
hubungannya dengan perbaikan
fungsi kognitif melalui perbaikan me-
kanisme vaskuler jika dibandingkan
dengan proses neurodegeneratifnya
sendiri.
Sumber : Plasma folate concentration and
cognitive performance: Rotterdam Scan Study,
Am. JClin. Nutri 2007; 86 3: 728-734 (ids)
40 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Berita Terkini
Jogging tidak sebaik sepak bola untuk
membakar lemak
Ilmuwan olahraga eksperi-
men Peter Krustrup dan
koleganya dari Universi-
tas Copenhagen, RS Uni-
versitas Copenhagen dan
Rumah Sakit Bispebjerg
meneliti satu tim sepak-
bola yang terdiri dari pria
tak terlatih berumur 20-40
tahun. Selama periode 3
bulan, pemain diberi be-
berapa tes seperti ftness,
masa total otot, persen-
tase lemak, tekanan da-
rah, sensitivitas insulin dan
keseimbangan.
Hasilnya cukup mengejutkan. Dua-
tiga pertemuan mingguan latihan
bola, durasi 1 jam, menghasilkan
manfaat latihan dan kesehatan yang
besar. Persentase lemak turun, mas-
sa total otot meningkat, tekanan da-
rah menurun dan tingkat kebugaran
meningkat bermakna. Semua yang
diuji meningkat, kata Peter Krustrup.
Dalam percobaan se-
cara paralel dengan
pemain bola, kelom-
pok peneliti melaku-
kan hal yang sama
pada kelompok jog-
ging sebagai kelom-
pok kontrol pasif. Para
pelari dilatih 2-3 kali
seminggu, tapi hasil-
nya menunjukkan
efek yang lebih kecil
dibandingkan pemain
bola. Lari jarak jauh
dengan kecepatan se-
dang adalah menyehatkan, tapi hasil
menunjukkan bahwa bermain bola
merupakan cara yang lebih baik. Per-
baikan dalam tingkat kebugaran dan
peningkatan massa total otot lebih
banyak terjadi pada pemain bola dan
selama 8 minggu percobaan terakhir;
hanya pemain bola yang menunjuk-
kan perbaikan.
Setelah 12 minggu, para pemain bola
kehilangan lemak sebanyak 3,5 kg
dan memperoleh lebih dari 2 kg mas-
sa otot tambahan, sedangkan para
pelari kehilangan 2 kg lemak dan tidak
ada perubahan dalam massa total
otot. Kedua kelompok menunjukkan
perbaikan bermakna dalam tekanan
darah, sensitivitas insulin dan ke-
seimbangan. Ilmuwan olahraga per-
caya bahwa perubahan dari berjalan,
berlari dan lari sprint menyebabkan
pemain bola mengalami perbaikan
kesehatan yang lebih baik.
Peter Krustrup mengatakan bahwa
rahasianya adalah bahwa bermain
bola adalah salah satu bentuk lati-
han lengkap karena banyak kegiatan
intensitas tinggi. Ketika anda berlari
sprint, melompat dan menahan la-
wan, anda menggunakan semua
serabut dalam otot. Ketika anda lari
dengan kekuatan sedang, anda ha-
nya menggunakan sebagian otot
yang bekerja, lanjut Peter.
Para pemain bola menyatakan bah-
wa mereka tidak mengalami latihan
yang berat, sedangkan para pelari
menyatakan hal sebaliknya. Para
pelari selalu mengatakan berat, wa-
laupun mereka bergerak dengan laju
rata-rata yang sama seperti para
pemain bola. Diduga karena ketika
anda lari, anda fokus pada diri sen-
diri. Anda memperhatikan hasil dan
napas sehingga anda mulai merasa
kasihan kepada diri sendiri. Pada pe-
main bola, para pemain menikmati
permainan dan tidak memperhatikan
jantungnya berdetak kencang. Hal
yang menggembirakan dan tim perlu
kerjasama seluruh pemain sehingga
mereka lupa beratnya latihan.

Kerjasama internsional akan melan-
jutkan penelitian di bidang sepakbola
pada kadar latihan berbagai kelom-
pok umur. Para peneliti juga mem-
pertimbangkan pengujian olahraga
lain seperti : bola tangan, volley dan
basket.
Sumber :
www.medicalnewstoday.com/articles/80477.
php
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 41
Berita Terkini
Kadar HDL tinggi melindungi jantung Anda
Sebuah studi baru menun-
jukkan bahwa kadar tinggi
‘kolesterol baik’ HDL me-
lindungi terhadap penyakit
jantung dan stroke, tidak
tergantung pada kadar
‘kolesterol jahat’ LDL.
Insiden serangan jantung, stroke,
dan masalah kardiovaskular lain 40%
lebih rendah dalam 1/5 partisipan se-
buah studi besar yang mempunyai
kadar kolesterol HDL tertinggi, tidak
tergantung kadar kolesterol LDL me-
reka. Efek perlindungan dari tinggi-
nya angka HDL terbukti pada pasien
dengan angka LDL 70, yang meru-
pakan kadar rekomendasi untuk ke-
sehatan jantung.
Dr. Philip Barter, direktur the Heart
Research Institute di Sydney, Aus-
tralia mengatakan bahwa pesan pen-
tingnya adalah bila kadar HDL anda
cukup tinggi, LDL tidak menjadi ma-
salah. Kolesterol LDL terlibat dalam
pembentukan plak lemak yang se-
lanjutnya menutupi arteri, sebaliknya
kolesterol HDL mencegah pemben-
tukan plak ini.
Apa yang kita perlukan adalah obat
baru yang meningkatkan kadar
HDL. Namun demikian, belum ada
obat seperti itu. Tahun lalu, Pfzer
menghentikan trial obat peningkat
HDL torcetrapib pada 15.000 par-
tisipan karena laju kematian lebih
tinggi pada yang meminum obat
dibandingkan plasebo. Obat terse-
but sebelumnya direncanakan
dipasarkan dalam kombinasi den-
gan statin penurun LDL, Lipitor®.
Obat peningkat HDL yang terse-
dia saat ini adalah niasin dosis tinggi
yang dapat meningkatkan kadar HDL
sekitar 20%. Tetapi memiliki efek
samping mengganggu, seperti kulit
kemerahan dan gatal-gatal serius.
Formulasi baru dapat mengurangi
tapi tidak menghilangkan efek sam-
pingnya, lanjut Barter.
Saat ini Barter mempelajari untuk
membedakan apakah kematian aki-
bat torcetrapib, berkaitan erat de-
ngan efek meningkatkan HDL obat
tersebut. Bila efeknya tidak berkai-
tan dengan HDL, obat golongan ini
masih mempunyai harapan di masa
depan karena anggota lain golongan
obat ini mungkin tidak ada masalah.
Hal ini masih harus diuji. Anggota lain
golongan obat ini mungkin akan diuji
klinik tahun depan.
Kita melihat adanya risiko kardio-
vaskular pada beberapa orang de-
ngan LDL rendah; saat ini tampak-
nya penyebab utama risiko tersebut
adalah kadar HDL yang rendah. Im-
plikasinya adalah kita harus mena-
ngani HDL seperti penanganan LDL,
lanjut Barter.
Dr Vera Bittner, profesor kedokteran
di Universitas Alabama, Birmingham
dan salah satu pemimpin trial me-
ngatakan kita perlu obat yang dapat
meningkatkan HDL, sehingga kita
dapat menguji hipotesis bahwa me-
ningkatkan HDL dapat menurunkan
risiko.
Sumber : MedlinePlus : www.nlm.nih.gov/med-
lineplus/news/fullstory_55372.html
42 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Berita Terkini
Kafein plus asetaminofen beracun
untuk beberapa orang
Para peneliti memperi-
ngatkan bahwa dosis sa-
ngat tinggi kafein dan ase-
taminofen (parasetamol),
jika digunakan bersama
dapat menyebabkan keru-
sakan hati. Studi pada ti-
kus menunjukkan bahaya
pada hati, tapi dosisnya
mesti sangat tinggi. Ke-
duanya dapat menghasil-
kan produk antara yang
bersifat racun pada organ
tubuh, demikian laporan
para peneliti dari Univer-
sity of Washington. Para
peneliti melaporkan hal ini
dalam jurnal Chemical Re-
search in Toxicology edisi
15 Oktober 2007.
Kombinasi beracun ini hanya de-
ngan meminum kafein bersamaan
dengan asetaminofen, tapi dalam do-
sis besar. Peneliti utama Sid Nelson,
seorang profesor kimia medisinal
mengatakan bahwa kafein yang ber-
interaksi dengan enzim dapat mem-
bentuk metabolit asetaminofen toksik
yang akan meningkatkan pemben-
tukan metabolit toksik dan merusak
hati.
Dalam studi ini, Tim Nelson menguji
efek asetaminofen dan kafein pada
bakteri E. coli. Bakteri ini telah diubah
secara genetik menyerupai enzim
manusia di hati yang menguraikan
obat-obat resep maupun non resep.

Nelson menjelaskan bahwa diperlu-
kan jumlah kafein yang sangat besar
untuk menghasilkan reaksi ini. Se-
cara normal, orang tidak akan meng-
konsumsi jumlah kafein sebanyak
ini, yang kira-kira sebanyak 10 kali
lipat kadar kafein dalam 2 cangkir
kopi. Tim Nelson menemukan bahwa
kafein meningkatkan 3 kali lipat ra-
cun N-Acetyl-p-benzoquinone imine
(NAPQI) yang diproduksi oleh enzim
yang mengurai asetaminofen. Ra-
cun yang sama yang juga diketahui
merusak hati, juga diproduksi selama
interaksi antara alkohol dan aset-
aminofen.

Dalam studi sebelumnya, tim Nel-
son menemukan bahwa dosis tinggi
kafein meningkatkan kerusakan hati
pada tikus yang telah menderita keru-
sakan hati akibat asetaminofen.Tidak
diketahui jelas apa yang menyebab-
kan campuran ini menjadi beracun.
Beberapa orang lebih rentan terha-
dap interaksi racun ini dibandingkan
yang lain. Mereka mungkin termasuk
orang yang sedang menjalani pe-
ngobatan anti epilepsi, seperti karba-
mazepin dan fenobarbital, dan orang
yang menggunakan pengobatan al-
ternatif St. John’s Wort. Obat-obat
ini meningkatkan kadar enzim yang
memproduksi NAPQI dan mem-
produksi lebih banyak daripada cam-
puran asetaminofen dan kafein.
Sebagai tambahan, orang yang ba-
nyak minum alkohol akan meningkat
risiko interaksi toksik ini karena alko-
hol dapat memicu produksi NAPQI.
Risiko ini juga meningkat pada peng-
guna obat kombinasi asetaminofen
dan kafein untuk menangani migrain,
arthritis dan kondisi lain. Namun
demikian, untuk kebanyakan orang,
tidak ada alasan untuk panik kare-
na kemungkinan kafein dan aset-
aminofen menjadi campuran beracun
sangat kecil.
Nelson menambahkan bahwa ke-
banyakan orang tidak perlu khawatir
menggunakan kafein dengan aset-
aminofen, kecuali bagi orang-orang
yang menggunakan dosis tinggi ka-
fein, dosis tinggi asetaminofen, yang
kemungkinan alkoholik dan atau epi-
lepsi serta menggunakan obat-obat
anti konvulsi.
Sumber : MedlinePlus/HealthDay
cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 43
Berita Terkini
Melawan kuman dengan sabun dan air hangat
Rumah sakit di seluruh
dunia berperang melawan
infeksi nosokomial (infeksi
di rumah sakit) setiap saat.
Salah satu dari keban-
yakan bakteri bandel yang
diperangi adalah Clostridi-
um diffcile. Untuk memas-
tikan metode pengenda-
lian terbaik yang mungkin,
Dr. Michael Libman, Direk-
tur Divisi Penyakit Infeksi
di McGill University Health
Centre (MUHC), mempela-
jari cara yang paling efek-
tif untuk menghilang-
kan bakteri C. diffcile
dari tangan para pe-
kerja kesehatan. Pe-
menang terbaiknya
jatuh pada sabun
dan air hangat
Hasil studi ini dipresentasi-
kan oleh Dr. Matthew Ough-
ton, salah seorang peneliti dari tim
Dr. Libman pada kongres 47
th
Inter-
science on Antimicrobial Agents and
Chemotherapy (ICCAC 2007), Sep-
tember 2007 di Chicago.
Tim Dr. Libman, termasuk Dr. Ougton,
Dr. Vivian Loo, Direktur Departemen
Mikrobiologi MUHC dan Susan Fenn,
Asisten Kepala Teknologi MUHC, se-
cara terpisah menguji 5 protokol cuci
tangan yang sedekat mungkin menye-
rupai kondisi di rumah sakit. Setelah
tangan-tangan dari 10 relawan dikon-
taminasi dengan C. diffcile, mereka
mencuci bersih dengan : sabun biasa
dan air dingin atau hangat, sabun an-
tiseptik dan air hangat, larutan alko-
hol dan dengan handuk desinfektan.
Hasilnya sangat menyolok : protokol
pencucian dengan air menghilang-
kan lebih dari 98% bakteri, pencu-
cian dengan larutan alkohol hampir
tidak menghilangkan sedikitpun, dan
protokol dengan handuk desinfektan
menghilangkan sekitar 95% bakteri,
kata Dr. Oughton.
Karakteristik keluarga bakteri Clos-
tridium diffcile adalah mampu meng-
hasilkan spora di bawah kondisi
stres (tidak menguntungkan). Spora
ini, yang sangat resisten, kemudian
memproduksi bakteri baru ketika kon-
disi kembali normal. Menghilangkan
Clostridium diffcile adalah tantangan
dalam mengontrol bakteri.
Dr. Oughton menjelaskan bahwa
mereka mengira alkohol dapat meng-
hilangkan bakteri ‘hidup’ tapi tidak
sporanya, sedangkan tindakan pem-
bersihan dikombinasi dengan bahan
kimia sabun dapat menghilangkan
keduanya. Cairan pencuci tangan
mengandung alkohol masih tetap
efektif dan nyaman untuk higiene
tangan secara rutin dan menghilang-
kan bakteri yang tidak menghasilkan
spora. Namun demikian, para pene-
liti merekomendasikan penggunaan
sabun dan air jika kontaminasi oleh
C. diffcile dicurigai. Pencucian de-
ngan sabun dan air hangat juga tetap
merupakan metode terbaik untuk
mengendalikan infeksi nosokomial
secara umum.
Sumber : www.muhc.ca dan www.medical-
news today.com/articles/83234.php
44 cdk 160/ vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Berita Terkini
Seksio saesar meningkatkan risiko ibu dan bayi
Menurut temuan sebuah
studi di Amerika Latin,
dibandingkan dengan per-
salinan normal, persalinan
seksio caesar memiliki 2
kali lipat risiko komplikasi
dan kematian baik pada
bayi dan ibu, jika janin
normal, posisi kepala di
bawah. Namun demikian,
jika janin posisi terbalik,
posisi melintang, manfaat
persalinan normal me-
lebihi risikonya. Dr. Jose
Villar dan koleganya dari
University of Oxford di In-
ggris melaporkan dalam
jurnal BMJ Online First, 31
Oktober 2007.
Peningkatan angka persalinan cae-
sar beberapa tahun belakangan ti-
dak jelas bermanfaat untuk bayi dan
ibu. Oleh karena itu, ibu dan pela-
yan kesehatan perlu diberi informasi
mengenai risiko potensi individu dan
manfaat yang berkaitan dengan per-
salinan normal.
Studi ini diikuti oleh 94.307 perem-
puan yang melahirkan di 120 fasili-
tas kesehatan di 8 negara Amerika
Latin. Para peneliti membandingkan
hasil dari 31.821 perempuan yang
menjalani persalinan caesar, yang
dilakukan selama melahirkan atau
berencana, dengan 62.486 perem-
puan yang menjalani persalinan nor-
mal.
Perempuan di kelompok caesar
mempunyai 2 kali risiko histerektomi,
transfusi darah, pelayanan intensif,
rawat inap lebih lama dan kematian,
dibandingkan dengan mereka yang
melahirkan normal. Mereka juga 5
kali lipat lebih sering memerlukan
penanganan antibiotik pasca mela-
hirkan.
Risiko tinggal di dalam ruangan ICU
neonatus selama 7 hari mencapai
45% lebih tinggi untuk bayi yang di-
lahirkan melalui persalinan caesar
terpaksa dan lebih dari dua kali lipat
untuk yang menjalani persalinan cae-
sar elektif, dibandingkan dengan bayi
yang dilahirkan normal. Pola yang
sama juga diamati pada kematian
bayi, yang meningkat pada persali-
nan caesar masing-masing sebesar
41% dan 82%.
Pola kebalikan diamati jika janin
dalam posisi melintang saat persali-
nan. Dibandingkan persalinan nor-
mal, risiko kematian bayi dikurangi
45% pada persalinan caesar yang
direncanakan dan 31% pada persali-
nan caesar saat persalinan.
Villar dan koleganya menyimpulkan
bahwa jika janin dalam posisi normal,
kepala di bawah, yang merupakan
mayoritas persalinan, seksio caesar
berkaitan dengan risiko kematian
dan komplikasi ibu dan bayi yang
lebih tinggi.

Sumber : BMJ Online First, 31 Oktober 2007
CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 45
Informatika
Kedokteran
Salah satu media Internet yang kini makin populer adalah blog. Sekitar
120.000 blog baru bermunculan tiap hari atau 1,4 blog baru tiap de-
tiknya.
1
Di Indonesia, media ini cukup populer sebagai media alternatif
sehingga muncul inisiatif penetapan tanggal 27 Oktober sebagai Hari
Blog Nasional oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indo-
nesia, Bapak Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, D.E.A. pada Pesta Blogger
2007 yang lalu di Jakarta. Bagaimana dengan dunia blog kedokteran
(medical blogosphere)?
Saat ini penulis mencatat setidaknya terdapat 80-an buah blog kedok-
teran Indonesia yang terkumpul di Bloglines Kesehatan dan separuhnya
masih aktif dalam 6 bulan terakhir.
2
Blog kedokteran Indonesia yang
dimaksud adalah blog yang menyatakan dikelola oleh dokter (umum,
spesialis, gigi, hewan) atau mahasiswa kedokteran baik pribadi maupun
komunitas warga negara Indonesia. Sebagian besar blog kedokteran
memuat informasi kesehatan dan kedokteran. Daftar blog (personal)
kedokteran Indonesia yang masih aktif dalam 6 bulan terakhir akan di-
lampirkan pada akhir tulisan.
Tulisan ini akan menyajikan pengertian blog secara umum, beberapa
karakteristik blog kedokteran, kelebihan dan kekurangan blog serta po-
tensinya sebagai media komunikasi pasien-dokter.
Pengertian blog
Blog berasal dari kata web log, kini sering disebut weblog-dipopuler-
kan oleh Jorn Barger (1997) atau blog-dipopulerkan oleh Peter Merholz
(1999), diartikan sebagai sesuatu yang termuat di situs web berdasar-
kan urutan waktu tertentu. Sebagai kata kerja, ‘blog’ merupakan suatu
kegiatan mengelola blog. Sejarah selengkapnya dapat dilihat pada ha-
laman Wikipedia tentang blog.
Pernyataan ‘sesuatu yang termuat’ di atas bermaksud bahwa suatu blog
dapat memuat teks (seperti pada umumnya), foto (photoblog), video
(vlog), audio (podcasting) maupun berita singkat (micro-blogging). Blog
yang berbasis web ini; ada juga yang menyebutnya sebagai catatan
harian terkoneksi/terhubung (online), biasanya juga memiliki sistem ko-
mentar, umpanan (feed), menyajikan berkas (fle) media lain (misalnya
gambar, animasi, presentasi, permainan) serta taut (link) topik terkait.
3

Tersedia beberapa layanan mesin blog yang dapat dimanfaatkan gratis,
diantaranya Blogger (http://www.blogger.com/) dan WordPress (http://
www.wordpress.com/).
Sebagai sebuah media sosial, blog menawarkan interaktivitas (walau-
pun blog dapat pula digunakan sebagai jurnal harian pribadi yang hanya
boleh diakses pribadi, kelompok atau orang-orang tertentu seperti blog
keluarga, organisasi, perusahaan). Pengunjung atau pembaca dapat
memberikan komentar pada tiap tulisan, kecuali pengelola membatasi
ftur ini. Komentar yang masuk dapat diatur agar melalui proses mo-
derasi dahulu atau seijin pengelola. Sehingga tercipta komunikasi dua
arah, sahut menyahut komentar, berkunjung ke blog lain (blogwalking)
dan berbagai kemudahan pengelolaan lainnya. Agak berbeda dengan
situs web biasa yang cenderung satu arah dan pengelolaannya relatif
lebih sulit. Kita pun dapat mengikuti tulisan dan komentar terbaru tanpa
harus berkunjung langsung ke blog bersangkutan, dengan memanfaat-
kan umpanan (feed) serta surat elektronik (email). Penulis blog dapat
mengelola komentar blog yang masuk via surat elektroniknya. Saling
bertukar taut tentang topik dan blog terkait, memperluas jejaring per-
temanan, berbalas komentar hingga pertemuan dan kegiatan di dunia
nyata dapat terwujud berkat blog. Interaksi terjadi bukan hanya di dunia
maya (virtual) tapi juga di dunia nyata.
Pengelola blog dapat langsung berlaku sebagai administrator (‘admin’),
penulis maupun editor. Selanjutnya, pengelola blog akan kita sebut se-
bagai ‘blogger’. Jadi penulis blog kedokteran dapat dikatakan sebagai
‘med blogger’.
Konsep berbagi dan interaktivitas melalui Internet membuka cakrawala
baru bagi hubungan pasien dan dokter. Selama ini mungkin kita telah
mengenal adanya kelompok diskusi via surat elektronik (mailing list),
forum dan situs-situs kesehatan-kedokteran. Blog memiliki nuansa per-
sonalisasi bagi perorangan maupun kelompok. Masing-masing blog
bebas memilih topik sesuai minatnya. Pada tulisan berikutnya akan
kita lihat karakter blog kedokteran dari sudut pandang pengunjung atau
pembaca.
Karakteristik blog kedokteran
Mengacu pada pentingnya validasi informasi kesehatan di Internet dari
The Health on the Net Foundation (HON), ada beberapa aspek yang
perlu diperhatikan saat membaca suatu blog kedokteran.
Seperti blog umumnya, pengunjung dapat mengetahui identitas penu-
lis blog, alamat surat elektronik atau formulir kontak di menu ‘Tentang’
(‘About’) dan ‘Kontak’ (‘Contact’). Jati diri pengelola mungkin jarang
ditelusuri pengguna, seperti pada suatu penelitian yang menyatakan
bahwa pengguna lebih mementingkan sumber tulisan dan desain yang
profesional.
4
Walaupun demikian, informasi pengelola sebaiknya tetap
dicantumkan untuk menjaga kredibilitas blog. Kadang disertai pula per-
nyataan bahwa tulisan di blog kedokteran tersebut tidak berhubungan
dengan institusi atau organisasinya. Tidak pula bermaksud untuk meng-
gantikan nasihat dokter saat konsultasi di ruang praktik. Anonimitas pun
turut dihargai, terutama yang berhubungan dengan identitas pasien
maupun organisasi.
Pada tiap tulisan, pembaca mungkin menemukan bahwa tulisan terse-
but adalah pendapat pribadi, pengalaman atau review tulisan/penelitian
lain. Tulisan yang mengandung pernyataan ilmiah akan menyertakan
kuotasi atau taut sumber sehingga pembaca dapat menelusuri lebih lan-
jut. Hal ini sesuai dengan kaedah kedokteran berbasis bukti (evidence-
based medicine).
Topik yang disajikan pun beragam, tidak ada pembatasan. Hal ini pun
disarankan bagi blogger pemula agar tidak bingung memilih topik blog.
Tidak selalu membahas kesehatan-kedokteran. Beberapa teman se-
jawat dokter bahkan memiliki lebih dari 2 blog dengan topik yang ter-
segmentasi. Ada yang sesuai dengan minat, spesialisasi atau bidang
yang tengah digeluti. Bahkan pengalaman sehari-hari di kala praktik.
Pembaca akan menemukan lingkungan orang-orang kedokteran dari
sudut pandang pengelolanya. Tidak jarang isinya memuat bermacam
kritik serta saran terhadap situasi dan kebijakan kesehatan negara kita.
Bahasa yang digunakan tidak harus formal. Bahasa dan istilah sehari-
hari pasien tentu akan lebih dapat diterima bagi pembaca, terutama un-
Blog Kedokteran
sebagai Media Komunikasi Pasien dan Dokter
Dani Iswara*, Anis Fuad**
46 CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
tuk tulisan tentang penyakit tertentu. Istilah medis, kodifkasi penyakit
atau International Classifcation of Diseases (ICD) tetap dapat diser-
takan untuk memperjelas informasi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran sangat berkembang pesat.
Suatu informasi bisa saja menjadi ketinggalan jaman dengan cepat.
Beberapa pengelola blog kedokteran juga turut memperbaharui tulisan-
nya. Jika terdapat perubahan atau pembaharuan pada tulisan, biasanya
disertai informasi bahwa tulisan diperbaharui terakhir pada tanggal atau
waktu tertentu.
Kelebihan dan kekurangan blog
Dari sudut pengelolaan, blog menawarkan kemudahan dibandingkan si-
tus web biasa. Beragamnya informasi dan kejadian yang tersebar di du-
nia tertuang dalam Internet. Mereka yang mengalami atau menemukan
informasi kemudian memuatnya dalam blog. Internet dapat dikatakan
sebagai sarana mencuri informasi/pengetahuan dari mereka yang mau
berbagi informasi via blog. Untuk mengikuti topik-topik yang sesuai mi-
nat kita, cukup memanfaatkan teknologi web 2.0 yang dalam bidang
medis diaplikasikan menjadi medicine 2.0.
5
Dengan berlangganan via
surat elektronik dan umpanan, informasi kesehatan-kedokteran terba-
ru dapat terintegrasi via perambah (browser) dan memudahkan untuk
diakses di komputer pengguna.
Pemasaran via Internet juga otomatis terjadi. Nama atau situs siapa
yang muncul pada halaman awal hasil pencarian saat pengguna me-
ngetikkan nama penyakit, nama sendiri, nama sejawat atau nama
produk obat di kolom alamat mesin pencari Google? Apakah ini berarti
para sejawat telah berpromosi (melakukan pemasaran) di Internet?
Blog sebagai media berbasis web (Internet) memiliki jangkauan yang
relatif lebih luas, tidak terbatas ruang, tempat dan waktu, dibanding me-
dia cetak konvensional (terutama yang tidak memiliki situs web). Dalam
hal ini Internet sebagai jaringan yang dapat menjangkau seluruh dunia.
Penerima informasinya pun memiliki cakupan yang lebih luas. Disebut
relatif karena jangkauan akses Internet di negara kita masih terbatas.
Arsip tulisan dan topik tertentu di dunia maya pun akan tetap dapat di-
baca kembali selama isi situs tersebut tidak dihapus. Blog, terutama
milik pribadi, lebih memiliki kebebasan menyuarakan pendapatnya,
karena penulis sendiri langsung bertindak sebagai editornya. Berbeda
dengan media konvensional. Hal-hal yang kemungkinan tidak lulus sen-
sor pada media konvensional seakan menemukan pelampiasannya.
Pembaca akan disuguhi tentang kisah kontroversi kebijakan kesehatan,
kelalaian pelayanan kesehatan, korupsi dunia kesehatan, kebobrokan
PTT (Pegawai Tidak Tetap) dokter, kerja sama dokter-farmasi, suka
duka dokter dan keluhan lainnya. Figur anonim biasanya lebih merasa
nyaman berada dalam topik demikian. Walaupun anonimitas di dunia
Internet bisa saja tidak berlaku absolut, seperti kejadian pada salah satu
med blogger luar negeri yang melibatkan pengadilan.
Bagi pasien, konsultasi via blog menjadi relatif hemat tempat, waktu
dan biaya. Tidak perlu memenuhi tempat antrian dokter atau rumah
sakit (RS) dan menunggu antrian untuk dipanggil. Juga relatif hemat
biaya perjalanan, parkir (kecuali ke warnet) dan biaya konsultasi/peme-
riksaan. Lebih tepat diaplikasikan untuk konsultasi kasus yang bukan
gawat darurat.
Seperti halnya informasi yang tersedia di Internet pada umumnya, dapat
ditemui berbagai sampah informasi (informasi yang tidak jelas sumber
dan kebenarannya; hoax) hingga informasi yang benar-benar berman-
faat. Belum tentu semua informasi tersebut benar sesuai kaedah ilmiah
yang ada. Begitu juga dengan blog. Dalam beberapa hal, anonimitas
pengelola blog dapat dipertanyakan. Terutama jika isi tulisan memuat
informasi kedokteran tanpa sumber yang jelas.
Ada kalanya tidak semua komentar pengunjung langsung dibalas oleh
pengelola. Beberapa sebab yang harus dimaklumi diantaranya: kesibu-
kan pengelola, keterbatasan pemahaman pengelolaan dan hambatan
akses Internet. Hal-hal teknis pengelolaan blog seperti desain, ak-
sesibilitas, promosi, penambahan aksesoris dan ftur tambahan lainnya
bisa saja diserahkan kepada rekanan administrator. Jadi dokter hanya
fokus pada menulis isi blog.
Potensi Blog bagi Komunikasi Pasien-Dokter
Sebagian besar (80%) pengguna Internet berusia dewasa di Amerika
Serikat adalah pencari informasi kesehatan.
6
Dengan masih minimnya
informasi kesehatan di Internet yang ditulis oleh lembaga yang ter-
percaya, ketersediaan blog kedokteran seakan merupakan oasis bagi
para pencari informasi kesehatan berbahasa Indonesia. Media ini juga
semakin membawa perubahan paradigma komunikasi pasien-dokter
yang tidak lagi doctor-oriented (dokter adalah manusia sebagai sum-
ber informasi utama, yang paling benar) tetapi sudah patient-oriented
(mengutamakan penyediaan informasi kepada pasien). Hal ini juga
akan berpotensi mengikis asimetri informasi kesehatan yang selama ini
menyebabkan pasien sebagai pihak subordinat terhadap profesi dokter.
Semakin tersedianya informasi kesehatan di blog menyebabkan peran
mesin pencari (misalnya Google) menjadi sangat dominan bagi para
pencari informasi kesehatan. Bahkan suatu penelitian memprediksi
suatu saat Google akan mengalahkan Pubmed sebagai referensi utama
mencari informasi mengenai diagnosis penyakit.
7,8
Dari sinilah kemung-
kinan berikutnya akan muncul: perubahan paradigma evidence-based
medicine yang tidak lagi meremehkan penelitian atau publikasi yang
bersifat case studies.
Di satu sisi, blog kedokteran awalnya bisa saja menjadi suatu pemaparan
monolog, satu arah, yang akhirnya diikuti dengan diskusi atau tanya
jawab via kolom komentar atau surat elektronik. Bagi dokter, media blog
menyediakan sarana penyampaian informasi yang mungkin tidak sem-
pat tersampaikan di ruang praktik. Sekaligus pembelajaran bagi dokter
untuk mengelola sebuah media elektronis interaktif dan terangsang un-
tuk selalu memperbaharui diri.
Melalui blog, pembaca sebagai pencari informasi kesehatan (health
seekers) mungkin dapat memahami bahwa dokter juga ingin dianggap
sebagai manusia biasa. Beberapa blog kedokteran telah mengungkap-
kan bagaimana susahnya menempuh pendidikan kedokteran, tugas di
daerah terpencil, gaji terlambat, masa depan karir dokter dan sebagai-
nya. Tidak semua pandangan masyarakat tentang kemewahan dokter
benar adanya. Setelah membacanya, mungkin para orang tua akan ber-
pikir seribu kali untuk menyekolahkan anaknya di fakultas kedokteran?
Sedikit banyak, kondisi internal dalam dunia kedokteran yang terungkap
via blog akan mengurangi jenjang psikologis komunikasi pasien-dokter.
Bahasa blog yang mudah dimengerti juga turut menjembatani kelan-
caran komunikasi. Bagi pencari informasi kesehatan di Internet, salah
satu tulisan blog kedokteran mungkin akan anda temui dari mesin pen-
cari dengan menggunakan kata kunci sederhana (istilah sakit menurut
pasien) yang pembaca pahami. Banyak istilah awam kesehatan yang
kurang tepat tetapi masih digunakan untuk menyatakan keluhan sakit.
Selain memberikan pemaparan istilah medis, pengelola blog kedokter-
an juga seringkali memberikan padanannya dalam bahasa pasien, agar
tidak terjadi kerancuan dalam komunikasi berikutnya.
Terbukanya jalur komunikasi pasien-dokter melalui blog ini berpeluang
mengurangi kejadian medical error. Ini terkait dengan salah persepsi
dan komunikasi dalam penanganan pasien yang sering memicu mal-
praktik. Pasien dan keluarganya yang mampu melakukan pencarian
informasi kedokteran melalui Internet diharapkan menjadi pasien/ ke-
luarga yang cerdas. Setidaknya ingin mengetahui dan mampu bertanya
mengenai penyakit dan penanganannya. Bukan lantas mengobati de-
ngan sembarang obat yang dibeli sendiri. Tidak lagi sungkan bertanya
karena dokternya telah meluangkan waktu walaupun dalam hal ini lewat
media blog. Lebih baik lagi jika memang diwujudkan di dunia nyata.
Pasien pun harus menyadari bahwa pemeriksaan langsung oleh dokter
tetap dibutuhkan untuk penanganan menyeluruh.
Simpulan dan saran
Terbukanya peluang komunikasi pasien-dokter via blog, menuai kon-
sekuensi bagi pasien dan dokter. Bagi pasien, segala informasi yang
tersedia di blog kedokteran (Internet) tetap harus disaring kembali
kebenarannya. Dalam beberapa hal, komunikasi via blog tentu dapat
memudahkan, tetapi tetap tidak dapat menggantikan sentuhan/kontak
langsung pasien-dokter. Informasi yang diperoleh melalui blog umum-
nya belumlah berupa identifkasi pasti penyakit yang diderita (diagnosis),
tetapi tetap dapat dimanfaatkan sebagai sebuah opini yang membantu.
Bagi dokter, pembelajaran melalui blog layak ditelusuri lebih lanjut se-
bagai media penyampaian informasi kesehatan dan kedokteran. Blog
berpotensi menjembatani jenjang komunikasi pasien dan dokter.
Dengan ketersediaan akses Internet yang makin mudah dan murah, kita
CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 47
harapkan orientasi dan kebutuhan informasi kesehatan masyarakat me-
ningkat sehingga dapat memperbaiki derajat kesehatan masyarakat.
Kepustakaan
1. Sifry, D. The state of the live web, April 2007. [Internet]. Tersedia
dalam: < http://technorati.com/weblog/2007/04/328.html > [Diakses
2 Desember 2007].
2. Bloglines Kesehatan. Blog kedokteran [Internet]. Tersedia dalam:
< http://bloglines.com/public/bloglineskesehatan > [Diakses 1 De-
sember 2007].
3. Boulos, M.N.K., Maramba I. & Wheeler S. Debate - Wikis, blogs
and podcasts: a new generation of web-based tools for virtual col-
laborative clinical practice and education. BMC Medical Education.
2006; 6;41.
4. Eysenbach, G. & Kohler, C. How do consumers search for and ap-
praise health information on the world wide web? Qualitative study
using focus groups, usability, and in-depth interviews. BMJ. 2002;
324; 573-577.
5. McLean, R., Richards, B.H. & Wardman, J.I. The effect of web 2.0 on
the future of medical practice and education: Darwikinian evolution
or folksonomic revolution? MJA. 2007; 187; 174-177.
6. Fox, S. & Fallows, D. Internet health resources - Health searches
and email have become more commonplace, but there is a room
for improvement in searches and overall. Pew Internet & American
Life Project. 2003.
7. Tang, H. & Ng, J.H.K. Googling for a diagnosis – use of Google as a
diagnostic aid: internet based study. BMJ. 2006; 333; 1143-1145.
8. Giustini, D. How google is changing medicine. BMJ. 2005; 331; 1487-
1488.
Lampiran
Tabel 1. Daftar blog kedokteran Indonesia yang masih aktif dalam 6
bulan terakhir
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
http://agnes.ismailfahmi.org/
http://adywirawan.com/
http://rosyidi.com/
http://mave.wordpress.com/
http://penjelajahwaktu.blogspot.com/
http://arifndj.blogspot.com/
http://astaqauliyah.blogspot.com/
http://as3pram.wordpress.com/
http://basukipramana.blogspot.com/
http://blogdokter.net/
http://daniweblog.blogspot.com/
http://andaka.com/
http://dwisusanti.blogspot.com/
http://ilmukedokteran.net/
http://eriktapan.blogspot.com/
http://senyumsehat.wordpress.com/
http://kodoklapar.blogspot.com/
http://drhandri.wordpress.com/
Agnes Tri H., dr.
Ady Wirawan, dr.
Agam Rosyidi
Alf Yasmina, dr.
Amrizal Muchtar, dr.
Arifanto, dr.
Asri Tadda
Astri Pramarini, dr.
Basuki Pramana, dr.
Cock Wirawan, dr.
Dani Iswara, dr
Deddy Andaka, dr.
Dwi Susanti
Elias H.S., dr.
Erik Tapan, dr., MHA
Evy Indriyati, drg., Sp.BM
GrapZ (alias; dokter)
Handri Irawan, dr.
No Alamat blog Pengelola
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
http://klikharry.wordpress.com/
http://cakmoki86.wordpress.com/
http://hudatoriq.web.id/
http://dokterearekcilik.wordpress.com/
http://imrannito.wordpress.com/
http://www.i-rara.com/
http://dokteriwan.blogspot.com/
http://manusia-kamil.blogspot.com/
http://kadar100.blogspot.com/
http://kobalsangaji.blogspot.com/
http://lakshminawasasi.blogspot.com/
http://drlizahidup.blogspot.com/
http://drluna.blogspot.com/
http://mashuri.blogspot.com/
http://pitutur.web.id/
http://pebipurwosuseno.wordpress.com/
http://sibermedik.wordpress.com/
http://hidupku.info/
http://drvinatips.org/
http://martariwansyah.blogspot.com/
http://mabanget.wordpress.com/
http://keluargazulkarnain.blogspot.com/
http://catatandoktermuslim.blogspot.com/
http://gitaewi.blogspot.com/
http://medlinux.blogspot.com/
http://komik.blogdrive.com/
http://subhanallahu.multiply.com/
http://dokteryhosse.blogspot.com/
http://dokterpenulis.wordpress.com/
http://zulharman79.wordpress.com/
Harry Wahyudhy
Hatmoko, dr.
Huda Toriq
Ilyas, dr., Sp.A
Imran Nito, dr., Sp.PD
Irayani Queencyputri
Iwan Setyawan, dr.
Kamil Muhammad
Kadarsyah, dr.
Kobal Sangaji, dr., Sp.M
Lakshmi Nawasasi, dr., Sp.B
Liza Sofyan, dr.
Luna Fitria Kusuma
Mashuri, dr.
Mbah Dipo (alias; dokter)
Pebi Purwo Suseno, drh.
Penggalih
Pinto Sjafri, dr.
Revina Octavianita, dr.
Riwan
Rizma Adlia S.
Rosalina L.Z., dr., Sp.M
Rully Rudianto
Sagita Dewi, dr.
Salim Mulyana
Tito, drh.
Widodo Wirawan, dr.
Yhosse, dr.
Yusuf Suseno, dr.
Zulharman, dr.
Catatan:
 Pengelola: identitas sesuai yang tercantum dalam blog (profl, tentang) atau
direkomendasikan rekan sejawat lainnya
 Sebagian besar merupakan hasil pencarian 10 halaman pertama di mesin pencari
Google dengan kata kunci “blog dokter”, tercatat di Bloglines Kesehatan dan per-
nah penulis kunjungi (diakses Desember 2007)
 Maaf bila terdapat kekurangan dalam penulisan nama blog, pengelola dan
gelar
 Penulis tidak menjamin kebenaran seluruh identitas pengelola yang tercan-
tum.
*) Mahasiswa S2 Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Minat
FETP Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM
**) Staf pengajar Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM, sedang mengikuti
program doctor di Department
48 CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Mengenal Secara Utuh
Sosok Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo
Prof. Dr. dr. R. Sarwono
Prawirohardjo, DSOG adalah
sosok dokter yang memi-
liki segudang prestasi. Ialah
pribumi asli Indonesia pertama
yang mendalami bidang ke-
dokteran kebidanan dan kan-
dungan (1939), Profesor dan
Dekan pertama FKUI (1945),
Ketua IDI yang pertama (1952-
1953), Penggagas dan Ketua
POGI yang pertama (1954),
Ketua MIPI (1956-1967) dan
Ketua LIPI yang pertama
(1967-1973), Pemrakasa Ger-
akan Keluarga Berencana Nasional sekaligus Ketua Perkumpu-
lan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) periode 1967-1970,
Perintis Klinik Raden Saleh bagi pasangan penderita infertilitas
(1972) serta pendiri Yayasan Bina Pustaka (YBP) yang mener-
bitkan buku-buku Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan
(1974). Nama YBP kini telah berubah menjadi YBP Sarwono
Prawirohardjo. Cuplikan riwayat hidup dokter ini disajikan dalam
tulisan sebagai berikut :
R. Sarwono Prawirohardjo dilahirkan di Solo, 13 Maret 1906.
Setelah menempuh kuliah di STOVIA (School Tot Opleiding
Van Indische Artsen ) Batavia pada tahun 1929 ia lulus dengan
predikat “Cum Laude”. Selama Sarwono belajar di STOVIA,
ia menjadi Pengurus Besar Jong Java dan selama setahun
pernah menjabat sebagai ketuanya.
Sarwono menikah dengan Rr. Sumilir Martowibowo dan dika-
runiai satu anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Pada ta-
hun 1929-1931 ia diangkat sebagai dokter di Penyakit Dalam
Rumah Sakit Umum yang dulu dinamakan CBZ (Centrale
Burgelijke Ziekeninrichting) di Batavia sambil dipekerjakan pula
di Pandeglang.
Pada tahun 1931 sampai 1934 dr. Sarwono ditugaskan di Tan-
jung Pinang. Kemudian antara tahun 1934 dan 1937, ia diang-
kat sebagai Direktur Rumah Sakit Bersalin di Cirebon. Rupanya
dari sini ia tertarik menekuni Ilmu Kebidanan dan Kandungan.
Ia diangkat pada tahun 1937 sebagai dokter di Bagian Kebi-
danan dan Penyakit Kandungan CBZ Batavia dan pada tahun
1939 menempuh ujian ”Arts” di Geneeskundige Hoogeschool
(GH) di Batavia dan lulus dengan predikat Cum Laude. Surat
keterangan lulus pada waktu itu selalu ditulis oleh Kepala Per-
pustakaan GH, Nona Tjan, dengan tulisannya yang khas.
Pada tahun 1940 dr. Sarwono diangkat sebagai Staf Bagian Ke-
bidanan dan Penyakit Kandungan GH di bawah asuhan Profe-
sor R. Remmelts, salah satu Profesor Belanda yang merangkul
pribumi. Dengan menyerahnya pemerintah kolonial Belanda
pada tentara Jepang Maret 1942, semua Guru Besar dan dok-
ter Belanda dimasukkan ke kamp interniran milik Jepang. Maka
yang menjadi Ketua Bagian di RSUP Batavia adalah dokter
senior berkebangsaan Indonesia. Di bagian kebidanan adalah
dr.Sarwono Prawirohardjo, dr. Darma Setiawan, mantan men-
teri luar negeri dan dr. Subyakto, pendiri bagian Orthopedi se-
bagai asisten di bagian Kebidanan.
Berhubung dr. Darma Setiawan berselisih paham dengan pihak
Jepang maka ia dan dr. Subyakto akhirnya dikeluarkan dari Ba-
gian Penyakit Dalam RSUP. Apalagi pihak Jepang kemudian
mengetahui bahwa keduanya sebelumnya bekerja sebagai op-
sir kesehatan tentara Hindia Belanda.
Setelah Jepang masuk Geneeskundige Hoogeschool Batavia
ditutup pihak penjajah. Demikian pula Sekolah Kedokteran
NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School) di Surabaya.
Para calon dokter tingkat terakhir GH dan NIAS digabung di
Jakarta untuk menyelesaikan studinya sebagai dokter umum.
Pemerintah Jepang menempatkan pada tiap bagian RSUP
seorang dokter atau Profesor Jepang. Yang menjadi Ketua Ba-
gian Kebidanan dan Kandungan adalah Profesor Kimura yang
fasih berbahasa Jerman dan memberikan kuliah dalam bahasa
Jerman pula. Baru setelah beliau dapat berbahasa Indonesia,
kuliahnya diberikan dalam bahasa Indonesia. Dokter Sarwono
Prawirohardjo diangkat sebagai asisten profesor yang praktis
menjalankan pekerjaan di bagian, dibantu oleh dr. SA Goelam,
dr. Iman Sujudi dan dr. Hanifa Wiknjosastro.
Pendidikan di klinik berlangsung seperti di zaman Belanda;
setelah Sekolah Tinggi Kedokteran “IKADAGAIKU” Jakarta
dibuka pada tahun 1943 diadakan pula “co-assistenschap” di
bagian-bagain. Operasi-operasi besar dan sulit dikerjakan dr.
Sarwono Prawirohardjo. Demikian pula konsul yang sulit diker-
jakannya dan harus ditampungnya. Tidak mengherankan bila
kondisi itu membuat kondisi fsiknya menjadi susut.
Kehebatan dr. Sarwono adalah ia tidak segan-segan mendo-
norkan darahnya sebelum mengadakan operasi. Tak dapat di-
lupakan bagaimana ia dengan tegas menugaskan orang untuk
mengambil darahnya 300 ml dalam cairan sitrat, disaring kemu-
dian diberikan pada penderita yang akan dioperasinya sendiri.
Saat itu belum ada dinas transfusi darah seperti yang dilakukan
PMI (Palang Merah Indonesia) sekarang.
Permintaan seorang dokter untuk dijadikan dokter Peta dise-
lesaikan melalui undian. Dr. Sarwono yang paling akhir masuk
di bagian, menarik undian tersebut, sehingga akhirnya ia yang
harus menjadi dokter Peta. Posisi itu kemudian membuat dr.
Sarwono harus mendampingi almarhum Jenderal Sudirman.
Pada akhir pendudukan Jepang bagian tidak mempunyai ko-
asisten lagi dengan alasan dalam peperangan hanya dibutuhkan
dokter yang tidak menolong persalinan. Di samping melakukan
pekerjaan biasa seperti operasi ginekologi, seksio sesarea dan
pertolongan persalinan patologis rujukan dari luar, dr. Sarwono
juga harus menangani poliklinik, menangani ruangan C IV (Ba-
gian Kebidanan tanpa infeksi), C III (Bagian Kebidanan dengan
infeksi), Paviliun B (Bagian Neonatus), Paviliun 9 (Bagian Ob-
stetri Ginekologi Operatif) dan Paviliun E (Bagian Onkologi).
Ronde besar selalu dilakukan 2 kali seminggu secara teratur
dan tepat pada waktunya. Pasien dan statusnya harus rapi.
Pasien-pasien yang diperiksa dr. Sarwono Prawirohardjo diten-
tukan dan kita dibimbing dalam pemeriksaan dan pengobatan.
Kata-kata yang disampaikan kepada penderita selalu penuh
harapan. Ia tidak segan-segan menegur bila status dan lapo-
ran operasi kurang baik.
Profil
CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 49
Bagian Kebidanan dan Kandungan juga mempunyai biro kon-
sultasi bagi ibu hamil :
1. Di Gang Adjudan, Kramat Bidan Sinah
2. Di Kepu Dalam Bidan Wasini
3. Di Utan Kayu Bidan Sukaesih
4. Di Daerah Rawa Bangke Jatinegara Bidan Onah
Biro konsultasi di Kebon Terong di daerah Kota ditutup saat
pendudukan Jepang karena kesulitan transportasi. Tempat-
tempat pemeriksaan ibu hamil tersebut memberi kesempatan
pada mahasiswa tingkat akhir untuk menolong ibu bersalin di
rumah mereka sendiri. Status diteliti dr. Sarwono sendiri dengan
memberikan saran dan pengertian.
Satu tahun setelah ditutup, Fakultas Kedokteran dibuka kem-
bali oleh pihak Jepang bersama-sama dengan dibukanya pula
Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Farmasi. Ketiganya
berada di bawah Bagian Kesehatan Pemerintah Pendudukan
Jepang. Setelah Jepang menyerah, fakultas-fakultas tersebut
diambil alih oleh Pemerintah RI dan sebagai Balai Pelajaran
Tinggi ditempatkan di bawah Departemen Kesehatan.
Sesudah proklamasi Kemerdekaan hari Jumat, 17 Agustus
1945, dr. Sarwono Prawirohardjo diangkat sebagai profesor
dan dekan pertama dari Fakultas Kedokteran disamping Kepala
bagian gabungan Perguruan Tinggi dalam lingkungan Departe-
men Kesehatan (1945-1947).
Sejak menjadi dekan, dr. Sarwono diminta pendapatnya di Ke-
mentrian PP dan K, dan dijadikan pula Ketua Panitia Penasihat
Perguruan Tinggi (1946-1949). Memikul tanggung jawab yang
besar tidaklah mudah, khususnya saat Fakultas Kedokteran ha-
rus dipindahkan ke pedalaman (di Klaten, Jawa Tengah). Ia pun
harus ke pedalaman untuk menyelesaikan hal-hal yang tidak
atau kurang beres.
Pada tanggal 23 Agustus 1948 RSUP diduduki tentara Belanda.
Profesor Sarwono menyerahkan semua inventaris antara lain
kunci untuk Radium di Paviliun E kepada dr. Sindram dari pi-
hak Belanda. Semua staf bagian kebidanan, para dokter, para-
medis dan tenaga administrasi keluar dari RSUP. Suatu hal
yang mengesankan adalah Dinas Luar Kebidanan masih jalan
terus. dr. Sarwono Prawirohardjo dan dr. Hanifa Wiknjosastro
masih diminta dr. Marzuki, Kepala Dinas Kesehatan Kota untuk
menangani ujian bidan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan yang
dipimpin dr. Sarlono.
Pada Februari 1950, Fakultas Kedokteran UI dan RSUP dikem-
balikan ke Pemerintah Republik Indonesia setelah seluruh
dunia mengakui kedaulatan RI. Prof. Sarwono memanggil dr.
Hanifa untuk ikut membangun bagian kebidanan. Pertanyaan
pertama yang diajukan Prof. Sarwono adalah, ” Apakah Sauda-
ra memiliki ambisi menjadi Kepala Rumah Sakit Budi Kemuliaan
menggantikan dr. Sarlono yang akan dijadikan Direktur Rumah
Sakit St. Carolus ?” Mendapat pertanyaan seperti itu dr. Hanifa
menjawab dengan tegas, ” Tidak Prof, sebetulnya saya tidak
suka praktik partikulir. Masih ada yang lebih tua dari saya sep-
erti dr. Goelam dan dr. Iman Sujudi.”
Kemudian Prof. Sarwono berkata sambil tersenyum kepada dr.
Hanifa. ”Praktik yang sudah berjalan jangan dihentikan sebab
pemerintah belum dapat memberikan imbalan yang pantas.”
Ketika kemudian dr. Hanifa mulai membantu membangun ba-
gian kebidanan di Fakultas Kedokteran dan RSUP di Jakarta
sering sekali dr. Hanifa menerima surat atau telegram dari Uni-
versitas Gajah Mada untuk pindah ke Jogjakarta. Ketika surat
dan telegram itu diperlihatkan kepada Prof. Sarwono tampak
sekali bahwa ia sangat tersinggung dan meminta dr. Hanifa un-
tuk membalasnya dengan kalimat ” Pekerjaan di sini tidak dapat
ditinggalkan.” Kedua pasangan dokter kebidanan itu di samping
mendidik para ko-asisten para dokter dari pedalaman seperti
dr. Sardjono Danudibroto yang kemudian menjadi profesor di
Undip Semarang, juga masih harus menyelesaikan pendidikan
para dokter asisten dari bekas Nood Universiteit van Indonesia
(cikal bakal FK UI).
Pada waktu itu dr. Soerodjo dari Malang, dr. Diapari Siregar dari
Medan dan Prof. Tan Oen Siang dari Medan memperoleh pen-
didikan tambahan di bawah asuhan Prof. Dr. Sarwono Prawiro-
hardjo. Konferensi klinik 2 kali seminggu, ronde besar 2 kali
seminggu, malam klinik tiap bulan dilangsungkan secara teratur
dengan mutu ilmiah yang cukup tinggi didukung dengan hasil-
hasil : PA radiologi dan laboratorium atau konsul dari bagian lain
yang mantap. Cara pengujian dokter terakhir secara lisan dan
pada fantom dikenal secara sistematik dan terarah hingga yang
diuji tahu gagal atau lulus. Kadang-kadang ada peserta yang
jatuh pingsan.
Setelah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) didirikan, Prof. Dr. Sarwo-
no didaulat menjadi Ketua pertama dengan masa jabatan 1952-
1953. Pada tanggal 5 Juli 1954 atas gagasannya pula didirikan
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Se-
bagai Ketua Pertama POGI Prof. Sarwono mengikuti kongres
pertama dari International Federation of Gynecology and Ob-
stetrics di Geneva, Swiss pada September 1954.
Pada tahun 1952, Prof. Sarwono ditunjuk untuk menjadi Ketua
Panitia Persiapan Pembentukan Majelis Ilmu Pengetahuan In-
donesia dan pada tahun 1956 ia ditunjuk menjadi Ketua MIPI
(1956-1967). Prof. Sarwono juga pernah dijadikan Ketua Per-
kumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) periode 1967-
1970 setelah diadakan Kongres Nasional pada tahun 1967.
Ketika terpilih sebagai Ketua MIPI tahun 1956, Prof. Sarwono
memanggil dr. Hanifa Wiknjosastro ke ruang kerjanya di Bagian
Kebidanan FKUI/RSUP sambil berkata,”Saya sudah 25 tahun
berkecimpung dan membangun bagian Kebidanan dan sekarang
saya diberi tugas membangun MIPI.” dr. Hanifa berkomentar,”
Sebaiknya profesor memakai kesempatan itu untuk memberi
arah kepada perahu yang profesor naiki. ” Wajah Prof. Sarwono
tampak cerah yang menandakan bahwa ia akan menerima tan-
tangan tersebut. Sambil tersenyum ia mengangkat kakinya dan
menginjak ubin sambil berkata,” Ya sudah. Terima kasih.”
Pada akhirnya sejarah membuktikan bahwa MIPI diasuhnya dari
1956-1967. Kemudian pada 1967 diubahnya menjadi LIPI yang
dibangunnya secara sistematik dan terarah dan ia tetap diper-
caya untuk memimpinnya selama kurun waktu 1967-1973.
MIPI dan LIPI merupakan badan yang memainkan peranan
penting dalam menentukan arah dan jalannya perkembangan
ilmu pengetahuan di Indonesia. Prof. Sarwono mempunyai
nama terhormat dalam masyarakat ilmu pengetahuan interna-
sional. Ia antara lain menjadi anggota Advisory Panel on Mater-
nal and Child Health of the WHO (1951-1955). Dari 1958-1962
ia menjadi Wakil Ketua International Advisory Committee on
Research in the Natural Science Program of Unesco. Pernah
pula dari tahun 1963 sampai 1968 menjadi anggota Executive
Committee “International Council of Scientifc Unions.” Sejak
1965 hingga meninggalnya pada 1983 menjadi anggota World
Academy of Arts and Sciences. Pada tahun 1967-1970 pernah
menjadi anggota ICSU. “Committee on Science and Technol-
ogy in Developing Countries”. Kemudian pada tahun 1970-1972
menjadi anggota United Nations Advisory Committee on the
Applications of Science and Technology to Development. Se-
menjak 1971 ia diangkat menjadi anggota kehormatan seumur
hidup oleh Pacifc Science Association. Pada tahun 1972, Prof.
50 CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Sarwono memperoleh Doktor Honoris Causa dari Universitas
Indonesia atas pemikirannya mengenai Keluarga Berencana
sebagai suatu program nasional. Setelah pensiun dari LIPI
Prof. Sarwono kembali ke bagian Kebidanan FKUI-RSCM dan
ikut bergabung kembali ke Klinik Raden Saleh untuk menangani
pasangan infertilitas.
Departemen Kesehatan setelah menyaksikan integritas Prof.
Sarwono yang tinggi mempercayakan jabatan Ketua PPPEK
Pusat (Panitia Pembinaan dan Pembangunan Etika Kedokte-
ran) kepadanya. Sewaktu Yayasan Bina Pustaka didirikan pada
tahun 1974, Prof. Sarwono menjadi ketua pertama. YBP adalah
yayasan nirlaba yang bertujuan menerbitkan buku pelajaran
khususnya dalam ilmu kebidanan dan penyakit kandungan.
Dalam usia 70 tahun sebagai ketua editor buku ilmu kebidanan
dan penyakit kandungan edisi pertama dapat diterbitkan (1976)
menyusul buku-buku lainnya yang berlangsung terus hingga
saat ini. Untuk menghormati dan melestarikan cita-citanya nama
yayasan telah diganti namanya menjadi Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.
Prof.Sarwono menerima tanda-tanda kehormatan antara lain
pada 20 Agustus 1971 berupa Groot Offcer in de Orde Van
Oranje Nassau (Belanda) disusul pemberian Commandeur in
de Kroon Orde (Belgia) pada tanggal 24 April 1973 dan pada
tanggal 19 Mei 1973 berupa Bintang Mahaputra III.
Almarhum Prof. Sarwono meninggal pada 10 Oktober 1983
pada pukul 14.30 WIB di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo. Jenazahnya dikebumikan keesokan
harinya di pemakaman keluarga di Desa Kempul, Kelurahan
Taji, Klaten, 17 kilometer timur laut Yogyakarta secara seder-
hana sesuai pribadinya sehari-hari yang sarat dengan keseder-
hanaan.
Referensi :
1. Kompas, 11 Oktober 1983 , Prof. Dr. Sarwono Prawiro-
hardjo Tutup Usia (Julius Pour)
2. Catatan pribadi Prof. dr. Hanifa Wiknjosastro tentang Ri-
wayat Prof. Dr. dr. Sarwono Prawirohardjo
(Ari Satriyo Wibowo)
korespondensi
Redaksi Yth,
Meningat masalah insomnia relatif sering ditemukan
pada lanjut usia, dan obat yang sering digunakan dapat
mempunyai efek samping yang membahayakan, mohon
dapat diberikan informasi mengenai penanganan insom-
nia pada lanjut usia
Ikhlas Hasahtan
Jember, Jawa Timur
Jawaban:
Memang saat ini berbagai masalah lanjut usia sudah
harus mulai diperhatikan mengingat rata-rata usia
harapan hidup yang meningkat sesuai dengan pening-
katan kesejahteraan masyarakat.
Pembahasan insomnia dapat dibaca di Cermin Dunia Ke-
dokteran edisi 53 tahun 1988 yang dapat saudara akses
melalui website www.kalbe.co.id/cdk
Artikel lain yang berkaitan dengan lanjut usia dapat
saudara peroleh dari antara lain website www.alzforum.
org
Semoga bermanfaat
Redaksi
Kegiatan
Ilmiah
CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 51
Kegiatan
Ilmiah
AOCOG 2007
Golden Jubilee of Federation
The XX
th
Asia and Oceanic Congress
of Obstetrics and Gynecology
(21-25 September 2007)
Sebanyak lebih dari tiga
ribu peserta yang berasal
dari beberapa negara di du-
nia terutama di Asia Ocea-
nia menghadiri kongres
AOCOG XX 2007. Kongres
ini adalah even yang pen-
ting untuk kalangan praktisi
kedokteran di bidang obs-
tetri dan ginekologi di Asia
Oceania. Kongres diadakan
selama 5 hari sejak tanggal
21 hingga 25 September
2007 bertempat di Keio Ho-
tel Plaza, Tokyo, Jepang.
Kongres yang dilaksanakan
oleh Japan Society of Obstetrics and Gynecology secara resmi
dibuka oleh Yuji Taketani, MD., PhD. selaku pesiden komite The
XXth Asia and Oceanic Cong-ress of Obstetrics and Gynecol-
ogy. Kongres ini juga diadakan untuk memperingati perayaan
ke-50 Asia and Oceania Federation of Obstetrics and Gynecol-
ogy (AOFOG).
Jepang mengadakan AOCOG pertama kali pada tahun 1957.
Panitia merasa senang mendapat kehormatan untuk mengada-
kan AOCOG kembali yang merupakan kongres yang penting
dan terhormat. Kongres ini memberikan kesempatan bagi para
pesertanya untuk melihat kembali aktivitas yang telah dilakukan
selama kurang lebih 50 tahun ke belakang. Beranjak dari ak-
tivitas yang telah dilakukan tersebut, diharapkan para praktisi
kesehatan dapat melihat jauh ke depan untuk melakukan apa
yang seharusnya dilakukan agar setiap wanita dapat mem-
peroleh pelayanan kesehatan yang terbaik.
Tema yang diangkat pada kongres AOCOG XX 2007 kali ini
yaitu New Tide in Obstetrics and Gynecology. Melalui tema ini
para ahli di bidang obstetri dan ginekologi saling berdiskusi,
bertukar pikiran, pendapat, dan pengalaman klinis yang berlatar
belakang ilmiah untuk membangun dunia kesehatan yang lebih
baik. Beberapa negara di Asia Oceania memiliki latar belakang
sejarah, budaya, bahasa, agama, dan etos kerja yang berbeda
satu dengan yang lainnya. Pada kesempatan kali ini masing-
masing negara memaparkan berbagai macam penelitian dan
pengalaman klinis untuk didiskusikan pada forum yang penting
ini. Diskusi ilmiah ini sangat penting untuk bertukar pengalaman
ilmiah dan kemudian diimplementasikan pada negaranya ma-
sing-masing.
Presentasi ilmiah dilakukan oleh berbagai nara sumber dari
berbagai negara di Asia Oceania. Berbagai acara ilmiah yang
dilakukan memiliki dampak yang positif terhadap kesehatan
wanita. Beberapa kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan
profesionalisme dan wawasan para dokter peserta. Hal ini dapat
tercipta melalui kegiatan kongres, pemaparan hasil penelitian,
penyampaian pengalaman di lapangan oleh para pembicara.
Beberapa topik yang hangat dibicarakan dalam kongres yaitu
mengenai perkembangan terapi terbaru pada kanker ovarium.
Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Mohamad Farid Azis, SpOG dari
Indonesia memberikan kuliah yang berjudul Novel Therapy in
Advanced or Recurrent Ovarian Cancer. Pembicara lain dari
Indonesia yaitu dr. Wachyu Hadisaputra SpOG yang memberi-
kan presentasi ilmiah mengenai peranan laparoskopi pada nyeri
pelvis kronis. Selain itu, beberapa materi lain yang menarik
dibicarakan di antaranya yaitu mengenai Assisted reproductive
technology, tatalaksana persalinan prematur, pre eklampsia,
sindroma metabolik yang terjadi pada wanita dengan sindrom
ovarium polikistik. dan masih banyak materi-materi lain yang
menarik dan hangat didiskusikan.
Kongress yang diselenggarakan selama kurang lebih 5 hari ini
berlangsung sukses. Berbagai acara baik ilmiah maupun pro-
gram sosial berlangsung dengan baik. Kongres yang diadakan
diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan para
peserta di bidang obstetri dan kandungan, sekaligus sebagai wa-
hana berbagi pengalaman berbagai dokter obstetri dan ginekolo-
gi di seluruh dunia terutama di Asia Oceania.
(WDA)
52 CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
Dimoderatori oleh Dr.Edy Herman Tanggo, Sp.B(K).Onk, pem-
bicara Dr. Dradjat Suardi, Sp.B(K).Onk menyampaikan presen-
tasi “The Role of Docetaxel in Breast Cancer” dan Prof.Arini
Setiawati Ph.D yang karena berhalangan diganti oleh penulis
sendiri dengan judul “Pharmacology of Taxoid Especially with
Docetaxel”.
Dalam presentasinya Dr. Dradjat menyampaikan pendahuluan
sejarah pemberian kemoterapi ajuvan modern pada kanker
payudara mulai tahun 1970 dengan kemoterapi berbasis non
antrasiklin, dilanjutkan tahun 1980 dengan kemoterapi ber-
basis antrasiklin (doxorubicin/epirubicin), mulai tahun 1990
berkembang kemoterapi berbasis taxoid baik dengan paclitaxel
maupun docetaxel dengan pemberian sekuensial A-T-C (An-
trasiklin, Taxoid, Cyclophosphamide) atau A-C-T (Antrasiklin,
Cyclophosphamide, Taxoid) maupun kombinasi AT/TAC yang
menunjukkan efektivitas kombinasi Taxoid Antrasiklin jauh lebih
baik dibandingkan antrasiklin non taxoid sehingga di tahun 2000
mulai pula berkembang target terapi dalam kombinasi dengan
kemoterapi.
Peran Docetaxel pada kanker payudara stadium dini
Docetaxel sebagai kemoterapi ajuvan pada kanker payudara
stadium dini, dalam uji klinik BCIRG 001 N+ polikemoterapi TAC
dibandingkan dengan FAC melibatkan 1.500 pasien dan North
American Intergroup N+ 1-3/N0 membandingkan AT dengan
AC pada 3.200 pasien; didapatkan Disease Free Survival mau-
pun Overall survival pada kelompok berbasis taxoid secara ber-
makna lebih tinggi, bahkan dengan penilaian faktor HER2 positif
Disease Free Survival 2 dan 4 tahun pada kelompok Docetaxel
lebih tinggi dibandingkan kelompok non docetaxel.
Dalam Aberdeen TAX 301 Study yang melibatkan 162 pasien
kanker payudara stadium dini diperlihatkan peran Docetaxel se-
bagai neoajuvan pada kanker payudara dengan disain peneli-
tian: pasien mendapatkan pertama kali CVAP 4 siklus, kemu-
dian dibagi dalam kelompok respon (+) dan (-), di kelompok
respon (-) dilanjutkan dengan pemberian docetaxel tunggal 4
siklus dan di kelompok dengan respon (+) terbagi dalam 2 ke-
lompok yaitu kelompok docetaxel 4 siklus dibandingkan dengan
lanjutan pemberian CVAP 4 siklus, diperoleh hasil sbb:
ORR : Overall Response Rate, CR : Complete Response
Dalam penelitian ini 43 pasien respon (-), dilanjutkan dengan
pemberian docetaxel tunggal, dicapai ORR hingga 55 % de-
ngan CR 13 % dan PR (partial response) sebesar 42 %, de-
ngan kesempatan operasi baik mastektomi maupun breast con-
serving surgery secara bermakna lebih tinggi pada kelompok
docetaxel.
Dalam kumpulan penelitian docetaxel sebagai kemoterapi neo-
ajuvan, juga dilaporkan pemberian kemoterapi docetaxel tung-
gal maupun kombinasi dengan pemberian sequential maupun
concurrent didapatkan ORR yang hampir sama hingga di atas
79% .
Terakhir disampaikan laporan meta-analisis terbaru pemberian
kemoterapi taxoid dibandingkan kemoterapi non taxoid pada
kanker payudara stadium dini maupun lanjut : sebagai terapi lini
pertama pada kanker payudara stadium lanjut, overall survival,
disease free survival maupun overall response secara ber-
makna lebih tinggi pada kelompok taxoid. Demikian pula pada
meta-analisis dari 12 uji klinik yang melibatkan 21.191 pasien
(kelompok taxoid 11.069 dan kelompok non taxoid 10.122) di-
dapat kelompok taxoid secara bermakna meningkatkan over-
all survival dan disease free survival, dan pemberian taxoid
menggantikan antrasiklin tidak meningkatkan risiko kardiotoksik
dengan laporan mual, muntah, lekemia sekunder serta sindrom
mielodisplatik lebih rendah.
Dalam Pharmacology of Taxoid Especially with Docetaxel,
dijelaskan sejarah zat aktif taxoid yang pertama kali ditemukan
adalah paclitaxel dari spesies Taxus brevifolia di Eropa tahun
1970 an dan kemudian berkembang ditemukan docetaxel dari
spesies Taxus baccata di Amerika tahun 1980 yang mulai diteli-
ti secara preklinik dan akhirnya di tahun 1996 untuk pertama
kalinya Docetaxel diakui sebagai terapi lini kedua pada kanker
payudara; hingga tahun 2007 ini docetaxel telah diakui untuk 5
indikasi sebagai terapi utama pada kanker payudara kombinasi
antrasiklin, kanker paru, kanker ovarium masing masing dalam
kombinasi dengan kemoterapi platinum, kanker prostat kom-
binasi docetaxel dengan prednison dan terbaru docetaxel se-
bagai terapi induksi kombinasi cisplatin dan 5-FU pada kanker
kepala dan leher.
Dalam penelitian preklinik diketahui secara farmakologi perbe-
daan struktur molekul docetaxel dengan paclitaxel adalah pada
posisi 10 cincin baccatin gugus hydroxyl docetaxel menggan-
tikan gugus asetat pada paclitaxel dan posisi 3’ pada rantai
samping gugus O-tertiary butyl docetaxel menggantikan gugus
phenylpropionate pada paclitaxel, potensi yang lebih besar
pada kelompok docetaxel baik dari kekuatan ikatan dengan b
tubulin, retensi yang juga lebih lama dalam intraseluler kanker
serta kekuatan mencetuskan apoptosis dengan menghambat
fosforisasi dari overekspresi onkoprotein bcl-2 yang ditemukan
tinggi pada beberapa jenis sel kanker di antaranya pada kanker
prostat, paru dan payudara menjadikan kekuatan apoptosis
docetaxel 100 kali lebih besar.
Pada docetaxel terdapat korelasi antara dosis dengan efektivi-
tas dan keamanan obat; respon didapatkan pada rentang do-
sis 60-100 mg/m2, lama remisi maupun harapan hidup paling
tinggi didapat pada dosis 100 mg/m
2
tetapi dibatasi terutama
dengan kejadian efek samping netropenia sehingga dosis yang
direkomendasikan terutama adalah dosis 75 mg/m
2
baik dalam
pemberian tunggal maupun kombinasi, pemberian dapat sing-
kat yaitu secara infus IV 1 jam; beberapa hal yang perlu diper-
hatikan adalah pemberian premedikasi golongan steroid yaitu
deksametason 16 mg dalam dosis terbagi 2 dimulai sehari se-
belum pemberian kemoterapi, pada hari pemberian kemoterapi
dan setelah pemberian kemoterapi, dengan tujuan mengurangi
risiko hipersensitivitas, mencegah retensi cairan dan infus set
khusus non PVC untuk mengurangi luruhnya DEHP dalam infus
set PVC. (ARI)
ORR
CR
CVAP
66 %
34 %
Docetaxel
94 %
62 %
Nilai p
0,001
Dinner Symposia Brexel di PERABOI
(Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi)
Malang, 1 November 2007
CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 53
15
th
ASEAN Congress
of Anesthesiologists 2007
Pada tanggal 10-13 No-
vember 2007 di Pattaya
Exhibition and Conven-
tional Hall (PEACH)
Royal Cliff Beach Resort,
Thailand berlangsung
15
th
ASEAN Congress
of Anesthesiologists
2007.
Acara 15th ACA 2007
yang didahului dengan
acara Pra-konggres (10
November 2007) tersebut
mengambil tema “Glo-
balization and Coopera-
tion in Anesthesia, Pain
Management and Cri-ti-
cal Care Medicine” untuk
meningkatkan pengeta-
huan dokter di bidang anestesia, penatalaksanaan nyeri pasca
operasi, dan perawatan intensif dengan topik yang beraneka
ragam. Acara ini diikuti sekitar 1.200 dokter spesialis dan res-
iden anestesi dari seluruh negara anggota ASEAN dengan
pembicara dari berbagai negara. Acara yang diselenggarakan
di Thailand ini juga dalam rangka memperingati hari ulang
tahun ke-80 raja Thailand, Bhumibol Adulyadey.
Salah satu topik dalam simposium ini adalah mengenai “Anes-
thesia Best Practices : An interactive symposium” yang dispon-
sori oleh Baxter Healthcare Co, Ltd dengan beberapa pembi-
cara yaitu Prof. Raafat Hanallah, MD dari Washington, Florian
Nuevo, MD, DPBA dari Filipina, dan Ruenreong Leelanukrom,
MD dari Thailand.
Dalam presentasinya, Prof. Raafat mengatakan bahwa aneste-
tik ideal untuk tonsilektomi anak adalah anestetik yang memberi-
kan onset cepat, mudah dalam mengatur kedalaman anestesia
selama operasi, pulih sadar yang cepat dan bebas dari rasa
nyeri, muntah, dan efek samping yang tidak menyenangkan. In-
duksi inhalasi merupakan teknik yang populer pada anestesia
pediatrik. Untuk induksi inhalasi biasanya digunakan sevofu-
rane yang baunya tidak tajam sehingga kurang mengiritasi jalan
napas dan mempunyai onset cepat.
Sedangkan untuk pemeliharaan anestesia, desfurane meru-
pakan anestetik yang sangat sesuai karena desfurane mem-
punyai kelarutan dalam darah yang sangat rendah (koefsien
partisi 0,42) sehingga pulih sadar setelah penggunaan desfu-
rane sangat cepat. Pemberian desfurane untuk pemeliharaan
anestesia setelah pemberian sevofurane untuk induksi sangat
bermanfaat pada pasien tonsilektomi jika waktu operasi tidak
dapat diperkirakan secara pasti, dan jika diperlukan pulih sa-
dar dan kembalinya refeks jalan napas yang cepat. Pulih sadar
yang cepat sering dikaitkan dengan agitasi pasca operasi, na-
mun analgesia yang adekuat dapat meminimalisasi terjadinya
agitasi tersebut. Pengalaman saat ini menunjukkan bahwa fen-
tanyl 2-3 mcg/kg efektif mengurangi agitasi pasca operasi tanpa
memperlambat pulih sadar pada penggunaan desfurane atau
sevofurane untuk anak-anak dengan prosedur THT.
Adapun Florian Nuevo, MD mengemukakan bahwa risiko iskemi
jantung dapat dikurangi dengan anestetik yang tidak menyebab-
kan depresi jantung, mempertahankan fungsi hemodinamik dan
jantung yang baik, meminimalkan peningkatan kebutuhan oksi-
gen, dan menjamin hantaran dan utilisasi oksigen. Berbagai uji
klinik dan laboratorium menunjukkan bahwa paparan anestetik
inhalasi dapat memberikan proteksi miokardium terhadap injuri
iskemia-reperfusi. Dari hasil meta-analisis 22 uji klinik secara
acak dengan total subyek 1922 pasien bedah jantung disimpul-
kan bahwa desfurane dan sevofurane mengurangi infark mio-
kardium dan mortalitas secara bermakna dibandingkan dengan
anestesia intravena total.
Sedangkan Ruenreon MD dalam presentasinya mengemukakan
bahwa desfurane 45% mempunyai efek neuroprotektif dengan
menyebabkan vasodilatasi serebral dan menurun-kan resistensi
serebrovaskuler, dengan peningkatan aliran darah serebral dan
penurunan kecepatan metabolisme serebral untuk oksigen.
Desfurane juga dapat memperbaiki status metabolisme jarin-
gan otak (meningkatkan pO2 dan pH serta menurunkan pCO2
jaringan otak) jika tekanan perfusi otak dapat dipertahankan.
Selain itu, desfurane juga dapat menurunkan kadar endotelin
selama operasi sehingga berperan dalam pencegahan vaso-
spasme serebral akut. (EKM)
Kongres ECCO ke-14, Barcelona, Spanyol
23-27 September 2007
Acara kongres ECCO (The European Can-
cer Conference) ke-14 yang berlangsung dari
tanggal 23-27 September 20007 di Barcelona
dihadiri oleh lebih dari 12.000 peserta dari
beberapa negara. Kongres terbesar di Eropa
ini melibatkan forum multidisiplin onkologi,
mendiskusikan penelitian dan manajemen kanker, dengan fokus
untuk mentranlasikan pengetahuan kedokteran onkologi dan hasil
penelitian pada praktik klinis.
7
th
Scientifc Meeting on Medical Informatics
in Gunadarma, Depok - Malang, 3 November 2007
Bertempat di Kampus Depok Universitas Gu-
nadarma, Sabtu 3 November 2007 telah dia-
dakan Seminar Internasional Informatika Ke-
dokteran. Acara yang dihadiri oleh sekitar 300
peserta kali ini cukup istimewa dibandingkan
pertemuan-pertemuan ilmiah sebelumnya
yang diadakan oleh Pusat Studi Informatika
Kedokteran Universitas Gunadarma. Selain karena seminar ini bisa
diikuti oleh peserta dari Universitas Brawijaya Malang dengan video
conference, hadir 2 pembicara dari luar negeri, pakar Informatika
Kedokteran dunia yaitu: Prof KC Lun dari Singapura dan Prof M
Paindavoine dari Perancis. Acara ini terselenggara berkat kerjasa-
ma dengan Perhimpunan Informatika Kedokteran Indonesia (PIKIN)
serta mendapat dukungan penuh dari Departemen Kesehatan dan
Departemen Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
International Symposium and Exhibition
in Aesthetic Medicine, Jakarta, 23 - 25 November 2007
Bertempat di Hotel Ritz Carlton Pacifc
Place Jakarta, berkumpul sekitar 600 dok-
ter yang berminat terhadap Kedokteran
Estetika. Sebagian besar peserta yang
datang dari seluruh Indonesia adalah ang-
gota perhimpunan seminat Dokter Este-
tika Indonesia (PERDESTI). Dalam sambutannya, Ketua Panitia
dr Theyroto menjelaskan mengenai tema yang diusung acara yang
juga diikuti dengan Rakernas pertama dari organisasi ini yaitu, “the
latest breakthrough in aesthetic medicine”.
>
54 CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
@ globalmedica@cbn.net.id
& 021-30041026
:021-30041027; 453 5833
The International Conference on Fixed Combination in the
Treatment of Hypertension and Dyslipidemia 2008
207 – 10 Februari 2008
8InterContinental, Budapest, Hungary
- Internal medicine, cardiology, nephrology, family medicine
and primary care physicians
!Conference Secretariat Fixed ‘08 Secretariat c/o Paragon
Conventions 18 Avenue Louis-Casai 5th foor 1209 Gene-
va, Switzerland
@ yaara@paragon-conventions.com;
fxed@paragon-conventions.com
& +41 (0)22 747 7930
:+41 (0)22 747 7999
Symposium on Diabetic Limb 2008
208 – 09 Februari 2008
8Hyatt Regency Hotel, Bandung
!Pharma-Pro Taman Palem Lestari, Perkantoran Fantasi
Blok W/29 Jl. Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng,
JAKARTA, 11830
@ paulinalo@pharma-pro.com
& 62-21-55960180
:62-21-55960179
: Paulina
Symposium on Resuscitation 2008 : New Guidelines
209 – 10 Februari 2008
8Novotel Mangga Dua Hotel, Jakarta
!Geoconvex Offce: Jl. Kebon Sirih Timur 4 Jakarta Pusat
(10340) Indonesia
@ marketing@geoconvex.co.id
& +62-21 3149318 / 3149319 / 2305835
:+62-21 3153392
: Jery Londa
EASL-AASLD-APASL-ALEH-IASL Conference : Hepatitis B
& C Virus Resistance to Antiviral Therapies
214 – 16 Februari 2008
8Paris, Perancis
!Kenes International 1-3, rue de Chantepoulet P.O. Box
1726 CH-1211 Geneva 1 Switzerland
@ resistance@easl.ch
& +41 22 908 0488
:+41 22 732 2850
The 6th World Congress on the Aging Male 2008
221 – 24 Februari 2008
8Tampa Convention Center, Tampa, USA
- ISSAM member
!ISSAM Administrative Offce c/o Kenes International, 17
Rue du Cendrier, CH-1211 Geneva 1, Switzerland
@ aging@kenes.com
& +41 22 908 0488
:+41 22 732 2850
Basic Management of Trauma Emergency in Primary Care
2008
223 Februari 2008
8Ruang Seminar Gd. AR Fachruddin Kampus Terpadu
UGM, Yogyakarta
- Bedah ortopedi, bedah saraf, perawat
!Gd. FK UMY Komp. Eksakta, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

calendar
JAN-MAR ’07
Calendar Jan ‘08
The 1st International Symposium on Molecular Pathogene-
sis 2008 & Workshop: “Synthetic Genes and Their Uses for
Various Applications”
215 – 17 Januari 2008
8Aula Barat ITB, Bandung
- Pharmacist, scientist, lecturer, student
!Secretariat, School of Pharmacy, ITB Bandung
@ farmasetika@fa.itb.ac.id
& +62-22-250-4852 or + 62 813 218 41661
:+62-22-250-4852
PIN Dental Terapan Klinik ke-2
225 – 26 Januari 2008
8Hotel Millennium, Jakarta
- Dokter gigi
!Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Anak Fakultas Kedokteran
Gigi UI
@ marketing@geoconvex.co.id
& (021) 584-6203
: Drg. Rianto 0812-919 0077 ; Drg. Hetty Widyawati 0888-
8387 4
4
th
Asian Pacifc Congress of Heart Failure 2008
231 Januari – 03 Februari 2008
8the Melbourne Exhibition Centre, Melbourne, Australia
- dokter perusahaan
!4th Asian Pacifc Congress of Heart Failure Congress Man-
agers
GPO Box 128, Sydney Australia 2001
@ apchf@tourhosts.com.au
& +61 2 9265 0700
:+61 2 9265 5443
: Congress Managers
Calendar Feb ‘08
1st International Conference on Drug Design and Disco-
very (ICDDD 2008)
204 – 07 Februari 2008
8Dubai World Trade Centre, United Arab Emirates, Dubai
- Chemists, pharmacologists, biotechnologists, and other al-
lied professionals
!1st International Conference on Drug Design & Discovery
Executive Suite Y - 26 P.O. Box 7917, Saif Zone Sharjah,
U.A.E.
@ info@icddd.com
& +971-6-5571132
:+971-6-5571134
World Cancer Day 2008
204 Februari 2008
8Jakarta
- Dokter dan awam
!Yayasan Kanker Indonesia bekerja sama dengan Global
Medica
CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008 55
@ PSDXIX@yahoo.com
& 0274-690 0561
: Gatot 0813 284 34034, Nareswari 0812 271 9778
Calendar Mar ‘08
STROMA (Symposium of Technological Revolution in Medi-
cal Application
201 – 05 Maret 2008
8Kampus Atma Jaya Semanggi
!Kampus Atma Jaya Semanggi, Jl. Jend. Sudirman Jakarta
& 08196052437 / 08158813900
: Alexander A.S./Sarindra W.S.
Annual Scientifc Meeting dan Temu Alumni 2008
206 – 07 Maret 2008
8Kampus FK UGM, Yogyakarta
!Gedung KPTU Lantai II FK UGM Jl. Farmako, Sekip, Yog-
yakarta 55281
@ alumnifk@ugm.ac.id; komkagama_yog@yahoo.com
& 0274-560300 ext 206
:0274-581876
: Febi
2
nd
International Conference on Hypertension, Lipids, Dia-
betes and Stroke Prevention
206 – 08 Maret 2008
8Prague, Czech Republic
- Dokter dan Tenaga Kesehatan
!Global Congress Organizers and Association Management
Services 17 Rue du Cendrier PO Box 1726 CH-1211 Ge-
neva 1, Switzerland
@ strokeprevention08@kenes.com
& +41 22 908 0488
:+41 22 732 2850
European Congress of Radiology 2008
207 – 11 Maret 2008
8Vienna, Austria
- Radiolog
@ communications@myESR.org
& +43 1 533 40 64 - 0
World Kidney Day 2008 - Seminar Nasional Ginjal & Hiper-
tensi
208 Maret 2008
8Hotel Borobudur, Jakarta
- Dokter
!Global Medica
@ globalmedica@cbn.net.id
& 021-30041026
:021-30041027; 453 5833
MedChem India 2008
218 – 19 Maret 2008
8Chancery Pavillion, Bangalore, India
- pharmacist, chemist
@ paul.raggett@selectbiosciences.com
& +44 (0) 1787 315117
: Paul Raggett, Exhibition Manager
Kongres PDGI XXIII 2008
219 – 22 Maret 2008
8Hotel Shangri-La, Surabaya
- dokter gigi
!Sekretariat Persatuan Dokter Gigi Indonesia cabang
Surabaya Klampis Aji 1 No. 9 Blok P , Surabaya
@ pdgi_23@yahoo.com; khrisna@indo.net.id; rachmadipri@
yahoo.com; emunadziroh@yahoo.com
& (031) 5036864
:(031) 5036864
: drg. Bambang Agustono, Mkes, drg. Priyawan Rachmadi,
PhD
2
nd
International Meeting on Congenital Anomaly 2008
221 – 22 Maret 2008
8Jakarta, Indonesia
- Paediatric surgeon, Paediatric, General surgeon, Ob/Gyn,
and Internal Medicine
!Pharma-Pro Taman Palem Lestari, Perkantoran Fantasi
Blok W/29 Jl. Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng,
JAKARTA 11830
@ isoca@pharma-pro.com
& 021-31909382
:021-31909382
: Tiolan 081317857586
APASL 2008 - 18th Conference of the Asian Pacifc Asso-
ciation for the Study of the Liver
223- 26 Maret 2008
8COEX Convention Center, Seoul, Korea
- Gastroenterologist, Hepatologist, Digestive Surgeon, inter-
nist
!INSESSION International Convention Services, Inc. 3rd Fl.
672-35 Yeoksam-dong, Gangnam-gu Seoul 135-915, Ko-
rea
@ info@apaslseoul2008.org
& +82-2-538-5868, 82-2-3471-8555
:+82-2-521-8683
2: Tanggal
8 : Tempat
- : Kalangan
! : Sekretariat
@ : Email
& : Telephone
: : Fax
: : Contact Person
56 CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan - Feb 2008
?
Ruang Penyegar dan Penambah
Ilmu Kedokteran
Dapatkah sejawat menjawab
pertanyaan-pertanyaan di bawah ini?
Jawablah B jika benar, S jika salah
Jawaban dari pertanyaan berikut dapat ditemukan di
artikel :
Terapi Pre eklampsia
Oleh : Caroline Hutomo
1. Pre eklampsia dicirikan dengan hipertensi dan pro-
teinuria
2. MgSO4 merupakan antikonvulsan terpilih pada
eklampsia
3. MgSO4 hanya bisa diberikan secara intravena
4. Diazepam aman digunakan oleh perempuan hamil
5. Klonidin bersifat beta-bloker
6. Nifedipin hanya tersedia dalam bentuk preparat oral
7. Anti hipertensi digunakan pada eklampsia jika tekan-
an diastolik > 120 mmHg
8. Efektivitas fenitoin berkurang jika digunakan bersama
karbamazepin
9. Bahaya penurunan tekanan darah ialah hipoperfusi
uterus
10. Labetalol tersedia dalam bentuk preparat intravena
JAWABAN:
1.B 2.B 3.S 4.S 5.S 6.B 7.S 8.B 9.B 10.B
Jawaban dari pertanyaan berikut dapat ditemukan di
artikel :
Risiko Anovulasi pada Penderita Infertil dengan
Hi perprolaktinemia
Oleh : IB Putra Adnyana,Haya Harareth
1. Infertilitas primer ialah jika perempuan belum ber-
hasil hamil walaupun bersanggama teratur dan di-
hadapkan pada kemungkinan kehamilan selama 12
bulan berturut-turut.
2. Gangguan kerja ovarium dapat disebabkan oleh per-
ubahan berat badan berlebihan
3. Nilai normal prolaktin serum lebih tinggi di kalangan
anak-anak
4. Hiperprolaktinemi menyebabkan peningkatan sekresi
FSH dan LH
5. USG dapat membedakan tingkat maturitas folikel.
6. Sindrom Stein Leventhal biasa diderita perempuan
menjelang menopause
7. Ovarium polikistik antara lain ditandai dengan pengu-
rangan jumlah folikel yang terlihat melalui USG
8. Kadar prolaktin > 50 ug/ml memastikan diagnosis
tumor hipofisis
9. Ketidakseimbangan hormonal juga bisa dipengaruhi
oleh hipotalamus
10.Hiperprolaktinemi mengurangi risiko anovulasi
JAWABAN:
1.B 2.B 3.S 4.S 5.B 6.S 7.S 8.S 9.B 10.S

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful