You are on page 1of 16

LAPORAN PRAKTIKUM FOTOMETER NYALA

I.

TUJUAN PERCOBAAN

Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa diharapkan dapat :

1.
2.

II.

Menggunakan alat spektrofotometer nyala;
Menganalisis cuplikan secara spektrofotometer nyala.

ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN

Alat yang digunakan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Alat Fotometer Nyala untuk Na dan K
Tabung LPG
Gelas Kimia 100 Ml
Gelas Kimia 250 mL
Labu Takar 100 mL
Pipet Volum 1 mL dan 5 mL
Botol semprot

Bahan yang digunakan :
1.
2.
3.

III.

Larutan standar Na dan K
Sampel yang mengandung Na dan K
Aquadest

DASAR TEORI

Dan bila terjadi eksitasi atom. Hal inila telah dimanfaatkan untuk maksud identifikasi unsur alkali tersebut. Misalkan logam natrium menghasilkan pijaran warna kuning. Prinsip Kerja Filter Fotometer Nyala Prinsip kerja filter fotometer nyala adalah eksitasi atom. Fotometri nyala adalah suatu metoda analisa yang berdasarkan pada pengukuran besaran emisi sinar monokromatis spesifik pada panjang gelombang tertentu yang di pancarkan oleh suatu logam alkali atau alkali tanah pada saat berpijar dalam keadaan nyala dimana besaran ini merupakan fungsi dari konsentrasi dari komponen logam tersebut. Dasar ini digunakan untuk analisa kualitatif unsur-unsur logam secara reaksi nyala. lithium. kalium memancarkan warna ungu seadngkan litium memancarkan sinar merah bila dibakar dalam nyala. kalium. Eksitasi terjadi bila lektron dari atom netral keluar dari orbitalnya ke orbital yang klebih tinggi. di antaranya natrium.Contoh : atom Na menyerap energi . Besaran intensitas sinar pancaran ini ternyata sebanding dengan tingkat kandungan unsur dalam larutan. Semua atom dapat menyerap energi (kalor). maka energi yang dibutuhkan setiap atom untuk tereksitasi juga berbeda. Fotometri nyala didasarkan pada kenyataan bahwa sebagian besar unsur akan tereksitasi dalam suatu nyala pada suhu tertentu serta memancarkan emisi radiasi untuk panjang gelombang tertentu. inilah yang disebut dengan prinsip kerja dari alat ini. akan diemisikan foton yang energinya. Oleh karenasetiap atom memiliki konfigurasi elektron yang berbeda.ion molekul akan kembali ke orbital semula dan akan memancarkan cahaya pada panjang gelombang tertentu.Besarnya energi yang digarap oleh atom-atom kemudian yangdibebasakan kembali dalam bentuk pancaran (emisi). yang dibolehkan. namunkalor ini disesuaikan dengan tingkat energi eksitasi agar tidak terjadi ionisasi. Oleh karena tingkat-tingkat energi eksitasi tersebut adalah khas atau spesifik untuk suatu unsur logam tertentu. dan kalsium.maka sinar yang dipancarkan oleh suatu atom unsur logam tersebut adalah khas pula. sehingga metoda flame fotometer digunakan untuk tujuan kuantitatif dengan mengukur intensitasnya secara relatif. Metoda ini menggunakan foto sel sebagai detektornya dan pada kondisi yang sama digunakan gas propana atau elpiji sebagai pembakarnya untuk membebaskan air sehingga yang tersisa hanyalah kandungan logam.Sebuah fotometer nyala adalah alat yang digunakan dalam analisis kimia anorganik untuk menentukan konsentrasi ion logam tertentu. Prinsip dari fotometri nyala ini adalah pancaran cahaya elektron yang tereksitasi yng kemudian kembali kekeadaan dasar. Dipancarkannya warna sinar yang berbeda-beda atau warna yang khas oleh tiap-tiap unsur adalah disebabkan oleh karena energi kalor dari suatu nyala-nyala elektron dikulit paling luar dari unsur-unsur tersebut tereksitasi dari tingkat dasar ke tingkat yang lebih tinggi.Pada waktu elektron-elektron tereksitasi kembali ke tingkat dasar.

Ca.Sr. Gangguan spektral Ialah gangguan yang disebabkan oleh spektrum unsur-unsur lain yang terdapat bersama unsur yang dicari. Gangguan-gangguan dalam fotometri sumber dan sifatnya dapat dibagi dalam beberapa golongan. Energi inisesuai dengan energi eksitasi atom Na.dimana alat pertama menggunakan filter sebagai monokromatornya dan alat kedua yang berfungsi sebagai monokromatornya adalah pengatur panjang gelombang. Contoh gangguan spektral ini misalnya : Pita jingga dari CaOh mengganggu pengamatan intensitas garis Na pada 590 mu gangguan ini sukar diatasi walaupun dengan .2 elektron volt. Gangguan ini akan berkurang. antara lain : a). Atomatom yang lain tidak akan bisamenyerap energi yang sama dengan atom Na Flame fotometer dibedakan atas dua yaitu :  Filter flame fotometer Hanya terbatas untuk analisa unsur Na.Mg.K dan Li  Spektro flame fotometer Digunakan untuk analisa unsur K. Perbedaan alat ini terletak pada monokromatornya. GANGGUAN – GANGGUAN DALAM FOTOMETRI NYALA Cara intensitas langsung untuk analisa fotometri langsung akan memberikan hasil yang baik hanya apabila tidak ada gangguan – gangguan yang dapat mempengaruhi intensitas pancaran sedemikian rupa sehingga nilai intensitas yang dibaca akan lebih rendah atau lebih tinggi daripada nilai intensitas yang sesuai dengan konsentrasi unsur. Dengan monokromator seperti prisma dsb.Ba dll. cara penambahan standar atau dengan cara standar dalam. Gangguan ini dijumpai terutama kalau dipakai filter untuk memperoleh panjang gelombang yang akan diukur intensitasnya. Apabila terdapat gangguan-gangguan tersebut maka analisa tidak dilakukan secara intensitas langsung melainkan dengan salah satu cara dari kedua cara yang lain yaitu.dari nyala sebesar 2.

pengendapan dll. Suatu keuntungan adalah bawa kebanyakan garis-garis spektrum yang berguna dalam fotometri nyala terdapat dalam daerah biru dan ultra lembayung. Tetesan tetesan kabut yang besar menyebabkan tetesan tetesan kabut tersebut mencapai nyala. akibat dari adanya ionisasi akan mengurangi jumlah atom netral. Gangguan karena variasi karena sifat-sifat fisik larutan Variasi sifat fisik dari larutan dapat memperkecil atau membesar intensitas sinar yang akan dianalisa. Kedua garis spektrum dapat berimpit (overlap) sebagian saja atau keseluruhan. dimana atomizer (pengabut) tidak menjadi satu dengan pembakar. b). Logam alkali dan alkali tanah yang mudah terionisasi. sehingga intensitas yang terbaca tidak sesuai dengan konsentrasi yang akan dianalisa. c). Gangguan gangguan sifat fisik yang dimaksud antara lain adalah 1 viskositas ini mempengaruhi kecepatan larutan atau kabut larutan mencapai nyala. 3 garam-garam yang ditanmbahkan kedalam larutan yang akan dianalisa secara fotometri akan memperlambat penguapan pelarut yang akan mengurangi intensitaspancaran sehingga tidak sebanding lagi dengan konsentrasi unsur. maka semakin lambat larutan mencapai nyala.monokromator bukan filter karena Sisitin Ca tumpang suh ( overlap) dengan panjang gelombang Na. Gangguan ionisasi Gangguan ini disebabkan karena menggunakan suhu nyala yang lebih tinggi. Semakin besar viskositas dari suatu larutan yang dianalisa. sedang kebanyakan pita spektrum molekul dan spektrum kontinu yang mengganggu terdapt didaerah hijau dan daerah merah spektrum tampak. Terutama pada alat-alat filter fotometer nyala. penukaran ion. sehingga intensitas yang dibaca lebih kecil daripada intensitas yang sesuai dengan konsentrasi yang dicari. sehingga intensitas pancaran pada alat akan semakin kecil dan tidak sesuai dengan konsentrasi unsur yang kita analisa. Gangguan spektral jenis lain adalah intensitas pancaran latar belakang atau background. Cara mengatasi gangguan spektral ini dapat dengan memilih panjang gelombang pancaran lain dari unsur lain yang akan dianalisa jika tidak ada dilakukan pemisahan unsur yang dianalisa dari unsur pengganggu dengan pertolongan cara-cara pemisahan seperti ekstraksi pelarut. Gangguan spektral jenis lain disebabkan karena garis unsur pengganggu berimpit dengan garis spektrum unsur yang akan diselidiki. Akibatnya intensitas dari spektrum atom akan berkurang dan tidak sesuai . 2 tekanan uap dan tegangan permukaan larutan mempengaruhi ukuran tekanan kabut larutan. Intensitas yang dibaca adalah intensitas keduaduanya.

Nyala yang dihasilkan dari campuran oksigen dan gas akan mempunyai energi yang dapat mengionisasi logam alkali dan alkali tanah hal ini menggakibatkan terjadinya penurunan jumlah atom yang akan diekstraksi. Adanya atom yang lebih mudah terionisasi akan memberikan sejumlah elektron kedalam nyala sehingga akan mendesak ion menjadi atom. taetapi masih ada dalam keadaan belum tereksitasi. Gangguan karena absorbsi sendiri Sinar pancaran yang berasal dari atom-atom unsur yang dianalisa dapat diabsorbsi kembali oleh atom-atom lain unsur yang sama yang ada dalam nyala. Gejala absorbsi sendiri ini terutama nyata sekali kalu intensitas yang diukur intensitasnya adalah panjang gelombang yang sesuai dengan perpindahan elektron antara tingkat energi dasar ( ground state) dan tingkat energi tereksitasi pertama diatasnya. Penambahan kation Dalam nyala tinggi. sehingga nilai intensitas pancaran yang dihasilkan tersebut tidak lagi sesuai dengan unsur yang sebenarnya. Radiasi dari unsure Jika terdapat garis spektrum yang berdekatan dengan garis spectrum logam yang ditentukan sehingga memungkinkan terjadinya interferensi. e). Gejala absorbsi sendiri ini dapat dihindari dengan menggunakan konsentrasi rendah.misalnya : . dan yang dibaca pada alat akan lebih rendah dengan yang sesuai dengan konsentrasi unsur ybs. b. d). Beberapa masalah yang ditemui dalam analisa kuantitatif secara flame fotometri : a. Dengan sendirinya gangguan ini akan menyebabkan intensitas yang yang dipancarkan oleh unsur tersebut. Gangguan dari anion Intensitas pancara logam akan turun (hingga tidak sesuai lagi dengan konsentrasinya) apabila tercampur dengan asam-asam HNO3.dengan konsentrasi yang akan kita amati. H3PO4 dan atau garam dari asam-asam tersebut dalam jumlah yang besar.beberapa atom logam mungkin terionisasi. Gangguan–gangguan analisa fotometri secara intensitas langsung adalah segala gangguan atau hal dan peristiwa-peristiwa yang dapat mempengaruhi intensitas pancaran unsur yang kita analisa. H2SO4.

Na↔ Na + e Ion tersebut mempunyai spektrum emisi tersendiri dengan frekuensi. Dari data no 6. FOTOMETRI NYALA DENGAN CARA STANDAR DALAM DAN DENGAN CARA PENAMBAHAN STANDAR Beberapa point yang harus diperhatikan pada cara standar dalam : 1 2 3 4 5 6 7 Cuplikan unsur yang dianalisa . Karena intensitas nyala merupakan fungsi dari konsentrasi atau kadar unsur dalam sampel. Bagian-bagian dari fotometer nyala yaitu : 1. Mixing Chamber . Interferensi anion Pada percobaan ini dilakukan penentuan kadar logam natrium dan kalium dengan cara pengukuran intensitas nyala masing-masing logam alkali tersebut.X Larutan X tersebut disemprotkan pada nyala. masuk ke dalam pembungkan cuvet oleh pipa kecil.maupun kepada larutan standar unsur tersebut ditambahkan jumlah yang sama dari unsur standar dalam. Atomizer Udara pada tekanan tertentu (atm).frekuensi yang berbeda dari atomnya sehingga akan mengurangi tenaga radiasi dari emisi atomnya. Unsur standar dalam itu disemprotkan dan diexitasi di dalam nyala Ditetapkan juga intensitas background pada panjang gelombang yang dipakai Alurkan grafik log (Ix-Hx)/(Is-Hs)terhadap log konsentrasi larutan standar Kurva tersebut sebagai kurva kalibrasi yang digunakan mencari konsentrasi lar. c.lalu ditentukan Ix pada panjang gelombangnya.tentukan Log (Ix-Hx)/(Is-Hs)untuk lar X. Hisapan oleh udara menyebabkan larutan contoh terhisap ke dalamruangan pengabut dalam bentuk kabut-kabut yang halus 2.

Kalor nyalamenyebabkan larutan contoh menguap. Filter Filter akan meneruskan cahaya sinar pancaran dengan panjang gelombangyang khas dan berintensitas tinggi dari unsur yang dianalisis dan akanmenyerap sinar-sinar lain yang berasal dari nyala. 5. Molekul-molekul garam ini (uap) selanjutnyaakan terdisosiasi menjadi atom-atom netral. 6. Reflektor Sinar pancaran yang keluar dari nyala akan dipantulkan kembali ke nyala.Kabut yang berasal dari atomizer masuk ke dalam ruangan pencampur alat pembakar. 7. Photo Tube . disini akan bertemu dengan gas pembakar yang masuk dengantekanan tertentu 3. Optical Lens Lensa pancaran yang bersifat polikromatik akan difokuskan oleh lensa melaluisuatu celah (diafragma). Flame Campuran udara dengan gas pembakar menghasilkan nyala dan ke dalamnyala ini pula kabut halus dari larutan contoh menguap. sehingga contoh berubah menjadi butir-butir halus padat (garam). Atom-atom netral ini akanmenyerap energi kalor dari nyala sehingga tereksitasi dan kemudian memancarkan sinar pancaran yang terdiri dari berbagai panjang gelombang 4.

Fotometri nyala berdasarkan pada kenyataan bahwa sebagian besar unsur yang tereksitasi dalam suatu nyala pada suhu tertentu akan memancarkan emisiradiasi untuk panjang gelombang tertentu.ekstraksi. Misalnya. harus didestruksi dengan destruksi basah dengan menggunakan asam nitrat. Metoda ini dimanfaatkan untuk identifikasi unsur alkali tersebut. Untuk air yang tidak homogen.kalium memancarkan sinar ungu dan litium memancarkan sinar merah biladibakar dalam nyala. distilasi. . Amplifier Arus listrik yang berasal dari photo tube. harus didestruksi terlebih dahuludengan asam-asam kuat.asam sulfat. Analisa logam alkali dan alkali tanah dengan menggunakan filter fotometrinyala dapat dilakukan dengan cepat dan praktis karena mampu mendeteksi kadar-kadar yang rendah (ppb) dan analisis pendahuluannya tidak rumit. Pemekatan ini dapat dilakukan dengan cara. misalnya asam nitrat dan asam sulfat. oleh amplifier akan diperkuat danditeruskan ke recorder. Flame fotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran besaran emisi sinar monokromatis dengan panjang gelombangtertentu yang dipancarkan oleh suatu logam alkali / alkali tanah dalam keadaan berpijar atau bernyala. dsb.Intensitas sinar pancaran tersebut oleh photo tube diubah menjadi arus listrik yang besarnya berbanding lurus dengan intensitas sinar pancaran tersebut. 9. kadar logam-logam alkali dapatdilakukan langsung tanpa pemisahan terlebih dahulu. yaitu penguapan. natrium menghasilkan pijaran warna kuning. Sedangkan destruksi kering dengan cara pengabuan kemudian dilarutkan dalam air atau asam-asam kuat (encer) yangcocok. Recorder Output dari amplifier dicatat oleh recorder yang skalanya terkalibrasi oleh suatu intensitas. Untuk contoh padat. maka analisa dapat dilakukan dengan pemekatan terlebihdahulu. Bila kadar-kadar logamtersebut terlalu rendah. dan asam perklorat. Aplikasi dalam Oceanologi Untuk contoh air laut yang homogen. Besaran ini merupakan fungsi dari konsentrasi darikomponen logam tersebut. 8. Eksitasi terjadi bila elektron dari atom netral keluar dari orbitalnya ke orbital yang lebih tinggi.

sambil memutar tombol IGNITION pelan-pelan kearah kiri. 5. penyediaan udara atau oksigen dan perencanaan alat pembakar. Besaran intensitassinar pancaran ini sebanding dengan tingkat kandungan unsur dalam larutan. pengetahuan.Maka hal ini digunakan dalam flame fotometri untuk tujuan kuantitatif pengukuran intensitas secara relatif. 6.Sebagian besar unsur akan tereksitasi dalam suatu nyala pada suhu tertentuserta memancarkan emisi radiasi untuk panjang gelombang tertentu. ion molekul akan kembali ke orbital semula dan akan memancarkan cahaya pada panjang gelombang tertentu. 3. dan bidang-bidang lain yang perlu untuk menetukan suatu logam alkali. menggunakan detektor fotosel dan gas bahan bakar berupa propana / Elpiji dan gas pembakarnya udara. Nyala hydrogendan oksigen digunakan secara luas untuk memberikan energi bagi banyak keperluan dan nyala apinya menghasilkan radiasi dengan latar belakang sangatsedikit yang dapat mengahalangi pengamatan spektrum. Peristiwa ini disebut dengan self absorption. Eksitasiterjadi bila elektron dari atom netral keluar dari orbitnya ke orbit yang energinyalebih tinggi. Dengan fotometer nyala kebanyakan atom berada dalam keadaan dasar (ground state energy). IV. ion molekul akan kembali ke orbitsemula dan akan memancarkan cahaya pada panjang gelombang tertentu. PROSEDUR KERJA Menyambungkan selang gas LPG ke tabung LPG Memastikan tidak ada kebocoran gas LPG Menyalakan alat dengan menekan tombol MAIN ke atas Menyalakan air compressor dengan menekan tombol COMP ke atas Menekan tombol IGN dan menahannya. Melihat nyala api pada pada prosedur 5. dan bila terjadi eksitasi atom. 4.Suhu nyala merupakan salah satu variabel yang paling penting dalamfotometri nyala.Dan bila terjadi eksitasiatom. 2. Filter dapatmenggantikan monokromator dalam suatu instrumen yang menggunakan sumber bertemperatur rendah. analisa air. Penggunaanfotometri nyala sangat penting dalam riset biomedis. gizi.Penerapan fotometri nyala yang paling penting adalah yang menyangkutanalisa yang sukar atau tidak mungkin dilakukan dengan cara yang lain. Ini ditentukan oleh sifat bahan bakar dan laju penyediaanya. memutar tombol GAS VALUE ke kiri kurang lebih 6x putaran. palingtidak apabila kecepatan jauh lebih penting daripada ketepatan. sehingga mempunyai kecenderungan untuk menyerapenergi yang dipancarkan oleh atom yang tereksitasi ketika kembali ke keadaandasar. . jika nyala api sudah ada.Prinsip dasar dari flame fotometri ini adalah pancaran cahaya elektronyang tereksitasi yang kemudian kembali ke keadaan dasar. Untuk mendapatkan kondisinyala yang optimum dipergunakan pengaturan untuk mengendalikan tekanan gasdengan cermat dan pengukur untuk memonitor laju alir. 1.

Mematikan nyala api dengan memutar tombol GAS VALUE ke kanan sampai full. Mengulangi langkah no. setelah api besar menyala. 14. Melakukan analisis blanko selama 5 menit untuk membersihkan sisa-sisa sampel dalam alat setelah selesai melakukan analisis sampel. Larutan yang akan dianalisis harus tidak mengandung endapan. membandingkan dengan skala pembacaan standar 10ppm. 2 atau 3. 10. V. Melepaskan sambungan KPG. Memutar tombol IGNITION ke kanan sampai batas minimal tidak bisa diputar lagi. 13. Mematikan air compressor dengan menekan tombol COMP. Catatan: 1. 11. Memasukkan standar ppm. memilih range 1. 12. kemudian mematikan alat dengan menekan MAIN setelah api mati.11 setelah melakukan analisis sampel sebanyak 10 atau 15. Nyala yang bagus adalah nyala biru tanpa ada warna kuning atau merah. 2.7. jika ada endapan lakukan penyaringan terlebih dahulu Jika pembacaan sampel melebihi skala % (melebihi 100%) lakukan pengenceran sampel sampai pembacaan di bawah 100% DATA PENGAMATAN . mengatur jarum penunjuk keposisi 0 dengan memutar tombol 0. 17. Mengatur nyala api dengan mengatur/memutar-mutar GAS VALUE. Memasukkan Blanko. 18. 16. mengatur jarum penunjuk supaya menunjukkan angka 100% dengan memutar tombol 100 % Menganalisis sampel dan mencatat skala pembacaan. 9. misalnya terbaca 13% artinya konsentrasi sampel adalah 1. 8.3 ppm Mengusahakan melakukan analisis blanko 1x setiap melakukan analisis 2 sampel. 15. Memutar tombol IGNITION pelan-pelan sampai api besar menyala.

5 4 Larutan kalium 4 ppm - 36 % 3.8 .0 No Sampel Konsentrasi sampel Pembacaan sampel (%) (ppm) 1 Air hujan <0% <0% 2 Aqua <0% <0% 3 Daira <0% <0% 4 Alfa <0% <0% 5 Air sumur bor >100 % > 10 6 Air sisa 28 % 2.6 5 Larutan kalium 6 ppm - 54 % 5.4 6 Larutan kalium 8 ppm - 70 % 7.No Sampel Pembacaan Standar Pembacaan Sampel Konsentrasi Sampel 1 Aquadest 0% - 0 2 Larutan kalium 10 ppm 100 % - 10 3 Larutan kalium 2 ppm - 15 % 1.

50ml V1 = 3 ml .V1 = M2 .V1 = M2 . V2 (100 mol/ml).V1 = 6 ppm.(100 ml) = (1000ppm). V2 V2 = 10 ml Pembuatan larutan standar 2.V1 = M2 .V1 = 4 ppm.V1 = 2 ppm. V2 (100 ppm). PERHITUNGAN Pembuatan larutan standar 1. 50ml V1 = 1 ml ‐ 4 ppm K dari larutan 100 ppm K M1 . V2 (100 mol/ml). V2 (100 mol/ml).V1 = M2 . 50ml V1 = 2 ml ‐ 6 ppm K dari larutan 100 ppm K M1 .VI. ‐ 2 ppm K dari larutan 100 ppm K M1 . 100 ppm K dari larutan 1000 ppm K M1 .

V2 (100 mol/ml).5 ppm ‐ K 4 ppm M = 36 % x 10 = 3. 50ml V1 = 4 ml ‐ 10 ppm k dari larutan 100 ppm k M1 . V2 (100 mol/ml).4 ppm ‐ K 8 ppm M = 70 % x 10 = 7. Persen Kesalahan ‐ K 2 ppm .0 ppm ‐ K 10 ppm M = 100 % x 10 = 10 ppm ‐ Air Hujan M = < 0 % x 10 = 0 ppm ‐ Aqua M = <0 % x 10 = < 0 ppm ‐ Daira M = < 0 % x 10 = < 0ppm ‐ Alfa M = < 0 % x 10 = < 0ppm ‐ Air sumur bor M = > 100% x 10 = > 10 ppm ‐ Air sisa M = 28 % x 10 = 2.8ppm 4.V1 = M2 . ‐ 8 ppm K dari larutan 100 ppm K M1 .V1 = 10 ppm.3. 50ml V1 = 5 ml Konsentrasi sampel ‐ K 2 ppm M = 15 % x 10 = 1.V1 = M2 .6 ppm ‐ K 6 ppm M = 54 % x 10 = 5.V1 = 8 ppm.

5 % ‐ K 10 ppm % kesalahan = = teori− praktek x 100 teori 10 ppm−10 ppm x 100 10 ppm =0% VII.4 ppm x 100 6 ppm = 10 % ‐ K 8 ppm % kesalahan = = teori− praktek x 100 teori 8 ppm−7.6 ppm x 100 4 ppm = 10 % ‐ K 6 ppm % kesalahan = = teori− praktek x 100 teori 6 ppm−5.% kesalahan = = teori− praktek x 100 teori 2 ppm−1. ANALISA DATA .5 ppm x 100 2 ppm = 25 % ‐ K 4 ppm % kesalahan = = teori− praktek x 100 teori 4 ppm−3.0 ppm x 100 8 ppm = 12.

KESIMPULAN GAMBAR ALAT Alat fotometer nyala Erlenmeyer Labu takar Gelas Kimia DAFTAR PUSTAKA Jobsheet.Palembang. .VIII. IX.Politeknik Negeri Sriwijaya.2012.”Penuntun Praktikum Kimia Analitik Instrument”.