You are on page 1of 186

PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND

LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV
DI SDIT NURUL FALAH CILINCING JAKARTA UTARA
SKRIPSI

Oleh
RINDANG WIJAYANTI RAHARJO
0701045190

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS

KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA

PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND
LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV
DI SDIT NURUL FALAH CILINCING JAKARTA UTARA

SKRIPSI
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh
RINDANG WIJAYANTI RAHARJO
0701045190

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA
2011

LEMBAR PENGESAHAN

SKRIPSI

:

PENGARUH

PENDEKATAN

CONTEXTUAL

PEMBELAJARAN

TEACHING AND LEARNING (CTL)

TERHADAP HASIL BELAJAR IPA

SISWA KELAS IV

SDIT NURUL FALLAH PAGI CILINCING JAKARTA
UTARA
NAMA

: RINDANG WIJAYANTI RAHARJO

NIM

: 0701045190

Telah diuji, dipertahankan dihadapan tim penguji Skripsi dan direvisi sesuai
saran penguji.
FKIP-UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
Pada hari : Rabu
Tanggal

: 7 September 2011

Tim Penguji
Nama Jelas

Tanda Tangan

Ketua

: Drs. H. Kusmajid Abdullah, M.Pd

…………………………..

Sekretaris

: Dra. Rahmiati, M.Psi

…………………………..

Penguji I

: Dr. H. Budhi Akbar, M.Si

…………………………..

Penguji II

: Dra. Hj. Fitniwilis, M.Pd

…………………………..

i

M. HAMKA Telah memeriksa dan menyetujui Jakarta. Engkus Kusnadi. FKIP-UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.Pd ii . DR. M.LEMBAR PERSETUJUAN JUDUL SKRIPSI : PENGARUH TEACHING AND PENDEKATAN CONTEXTUAL LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDIT NURUL FALLAH PAGI CILINCING JAKARTA UTARA NAMA : RINDANG WIJAYANTI RAHARJO NIM : 0701045190 Tim pembimbing memberikan persetujuan skripsi atas nama mahasiswa tercantum di atas telah mengikuti ujian skripsi. September 2011 Pembimbing I Drs.Pd Pembimbing II Gufron Amirullah.

terima kasih mah atas semuanya. Karna kalian semualah aku dapat menyelesaikkan skripsi ini dengan baik. Terima kasih pah. Yang terkasih (Budi Ayatno) yang telah meberiku kasih sayang.. semangat serta dukungan baik moril maupun material. Embeb dan Nabila). kasih sayang berlimpah. yang telah memberikku keceriaan. Terima kasih semuanya.. Mba Nuning dan Intan). Untuk kakak dan adikku (Mba Ninuk. kalianlah penyemangat dalam hidupku... Kiki. Untuk sahabtku nene dan esti. iii . yang telah memberiku motivasi dan semangat untukku. Septi. Moto : Jadilah manusia yang terbaik bagi diri sendiri dan orang tuamu karna dengan begitu kamu akan mendapat kebahagiaan yang sejati. iiL. Keponakan-keponakan ku yang lucu (Aping. dan semangat. serta teman-teman terbaikku Kompor Meleduk (Ai. Gita.LEMBAR PERSEMBAHAN Skripsi ini ku persembahkan untuk orang tuaku tersayang (Bapak Sudiyono dan Ibu Suwarti) yang telah memberiku doa yang tulus. Reva. Omah. Feby dan Sovi) yang telah mengisi hari-hariku dengan penuh canda riang dan tawa.

. Uji normalitas hasil belajar IPA siswa menggunakan uji Lilliefors. Penelitian ini dilakukan di SDIT Nurul Falah Pagi Kelas IV A dan Kelas IV B Semester II Tahun Ajaran 2010/2011.820 ini dihitung dengan rumus K-R 20 (Kuder dan Richardson). Pendekatan pembelajaran yang penulis gunakan adalah pendekatan pembelajaran konvensional dan pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning. Koefisien reliabilitas tes 0.Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen. Di mana dalam pendekatan pembelajaran ini siswa belajar untuk mencari sendiri makna dari apa yang dipelajarinya dan siswa dituntut aktif dalam kegiatan belajar mengajar karna pada dasarnya guru hanya bersifat sebagai fasilitator saja. Dunia pendidikan saat ini umumnya hanya menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional saja. Universitas Muhammadiyah Prof. “Pengaruh Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDIT Nurul Fallah Pagi Cilincing Jakarta Utara”.173) pada α 5%. Skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terhadap hasil belajar IPA dengan menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional dan model pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning siswa kelas IV SDIT Nurul Falah Pagi Cilincing Jakarta Utara. Jakarta. Dari hasil perhitungan normalitas untuk kelompok yang menggunakan model pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning didapat nilai Lhitung lebih kecil dari Ltabel (0.0909> 0. Hal ini di karnakan kurangnya motivasi dalam diri siswa untuk mengikuti pelajaran yang tersesan membuat siswa jenuh dalam belajar.ABSTRAK RINDANG WIJAYANTI RAHARJO. Validitas tes dihitung dengan menggunakan rumus korelasi point biserial. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2011. Sampel penelitian ini meliputi 26 siswa kelas IVA dan 26 siswa Kelas IVB di SDIT Nurul Falah Pagi Jakarta Utara. DR. maka dengan demikian populasi berdistribusi normal. Perhitungan normalitas kelompok yang menggunakan model pendekatan pembelajaran konvensional didapat nilai iv . Instrumen penelitian berupa tes obyektif pilihan ganda sebanyak 30 soal dengan empat pilihan jawaban. NIM : 0701045190. Untuk itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan contextual teaching and learning (CTL). sehingga dalam pelaksanan kegiatan belajar mengajar berlangsung monoton dan membuat siswa sulit untuk menerima pelajaran dengan baik. HAMKA.

IPA. Ternyata thitung = 5.08. Diperoleh Fhitung = 1.08 > ttabel = 2.29 Ftabel = 1. Uji hipotesis menggunakan uji t. hasil belajar.1056 > 0. Uji homogenitas hasil belajar IPA siswa menggunakan uji fisher.031 maka disimpulkan bahwa ada pengaruh hasil belajar IPA dengan menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional dan pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning siswa kelas IV SDIT Nurul Falah Pagi Cilincing Jakarta Utara.Lhitung lebih kecil dari Ltabel (0. Pada α = 0. v .05 dengan dk pembilang = 25 dan dk penyebut = 25.173 pada α 5%.031 pada α = 0. Pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning ini lebih cocok diterapkan dalam proses pembelajaran disekolah dibandingkan dengan model pendekatan konvensional. maka disimpulkan data hasil belajar IPA siswa bervarians sama. Kata kunci : Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). diperoleh thitung = 5. ttabel = 2. maka dengan demikan populasi distribusi normal.95. ternyata Fhitung < Ftabel.05 dan dk = 50.

M. M. Hamka Jakarta.Pd. Universitas Muhammadiyah Prof.PRAKATA Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. penulis ingin menyampaikan terima kasih khususnya kepada : 1.Pd. 2.Pd. Skripsi ini tersusun tentunya tidak luput dari bantuan berbagai pihak. Ketua Program Studi S-I PGSD yang telah banyak membantu memberikan arahan dan pandangan dalam penulisan sehingga proposal skripsi ini dapat disusun dengan baik. Drs. Drs. Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan. Dr. M. Dr. Amin. Sukardi. Engkus Kusnadi. 3. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. kritik dan saran sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan proposal skripsi ini dengan baik. Skripsi ini disusun untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Kusmajid Abdullah. vi . yang telah menunjukkan manusia kepada jalan kebenaran. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UHAMKA yang telah banyak berjuang dibidang pendidikan dalam usahanya melahirkan guru-guru yang profesional yang berintelektual dan berakhlak islami. Oleh karena itu.

dengan penuh kesabaran telah mendoakan. Pembimbing II yang telah banyak membantu memberikan arahan dan pandangan dalam penulisan. Febi. Seluruh Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang telah memberikan ilmunya yang sangat bermanfaat bagi penulis. Kiki. 7. Septi. Yang tersayang keponakan-keponakanku (Rahfin. Omah. 9. vii . mendukung dan membantuku baik moril maupun materil untuk dapat segera menyelesaikan studi. dan Sovi) yang dengan penuh kebahagiaan memberikan keceriaan dan semangat untukku dalam mengisi saat-saat terpenting dalam hidupku. 6. sehingga proposal skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Yang terindah teman-teman Mahasiswa PGSD S1 Tahun 2007 khususnya genk KM (Ai. Revania. 8.4. Penulis berdoa semoga amal kebaikan yang diperbuat senantiasa mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah SWT dan bagi yang melakukannya akan selalu dilimpahkan rizki dan selalu dalam lindungan-Nya. Yang terkasih (Budi Ayatno) yang dengan penuh kasih sayang telah memberikanku semangat dan doanya untukku untuk dapat menyelesaikan skripsi ini. M.Pd. kakakkakakku (Mba Ninuk dan Mba Nuning) dan adiku (Intan). Yang tercinta orang tua (Bapak Sudiyono dan Mamah Suwarti). Tika. Gufron Amirullah. 5. Iil. Regita dan Renita) yang dengan penuh keceriaan telah memberikan semangat dan motivasiku untuk dapat segera menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan yang ada dalam penyusunan skripsi ini. hal ini disebabkan karena keterbatasan waktu. Juli 2011 Peneliti viii .. Amin Ya Rabbal Alamin... Akhirnya penulis berharap mudah-mudahan skripsi ini dapat memberikan manfaat untuk pembaca sekalian.. biaya dan kemampuan penulis sendiri. Dengan demikian penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak untuk perbaikan pada masa yang akan datang.. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Jakarta.

................................ix DAFTAR TABEL ............................................ Latar Belakang Masalah ...................................................................................... Pembatasan Masalah ....................................................................................................................... ........................................................................................................................................................ 1 B.. ................................................................ xiii Bab I : Pendahuluan A................................................................................................................................................................... ....................................DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN .............................................................................. ..................................................................................... Identifikasi Masalah ....... 7 D.................................................................................................... ...................................................... Perumusan Masalah ...............................vi DAFTAR ISI ......................................................................ii LEMBAR PERSEMBAHAN ............. ...................................xii DAFTAR LAMPIRAN ................................. ...................................xi DAFTAR GRAFIK ..................................iii ABSTRAK .iv PRAKATA ................................................................................................................................................................. …i LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................................................................................................................... 7 ix ...................... 6 C.................

................................... Populasi dan Sampel Penelitian ......................... 39 C........................................................................................ 9 2...................................................... 39 B.... Hakikat IPA ......... Hakikat Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) ................. 8 5......................... Tujuan Penelitian .......................................... Tempat dan Waktu Penelitian .................. Manfaat Penelitian ................................................................. Kerangka Berpiki 36 C..........................................................E.............................. Hakikat Hasil Belajar . 7 F.............. 41 E............................................ Kajian Teori 1.............. 3 3........................................................................ Definisi Operasional ............................ 3 6... Hakikat Belajar ............................................................................................................................................................................................ Kerangka Berpikir dan Hipotesis Penelitian A............................ Teknik Pengumpulan Data x ............................................. Perubahan Fisik Bumi24 7.................................. 40 D................................................................................................. 5 4.............. Hipotesis Penelitian 37 Bab III : Metodologi Penelitian A...................... Hakikat Pendekatan konvensional33 B................................................ Metodologi Penelitian ...... Tujuan Pembelajaran IPA di SD .............................. 8 Bab II : Kerangka Teori.........................................

..................... 60 LAMPIRAN-LAMPIRAN .......................................................................................................................... 167 xi .................... Saran .................................................................. 53 C............................. 58 C............................. Pengujian Hipotesi ........................................................................................................................ Pembahasan Hasil Penelitian ......................... Pengujian Persyaratan Analisis .......................................... 62 DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................................1................................................... 54 D...................................... 58 B............................. 55 BAB V : SIMPULAN DAN SARAN A......................................... Deskripsi Data ………………………………………….......... Implikasi ..................................................................................... Teknik Analisis Data 45 BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A............................................................. Validitas Instrumen 42 2.................................................................................... ......................................................................... 47 B................................. Reabilitas Instrumen 43 3........... 59 DAFTAR PUSTAKA ..... Simpulan ........................................................

4... Data Hasil Hasil Belajar Siswa Dengan Pendekatan Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Siswa Kelas IVB (Kelas Eksperimen) SDIT Nurul Fallah Pagi…… 4 7 Tabel 4......... Data hasil hasil belajar siswa dengan pendekatan pembelajaran konvensional siswa kelas IVA (kelas kontrol) SDIT Nurul Fallah Pagi……………………………………….2.... 50 Tabel 4....DAFTAR TABEL Halaman Tabel 4...1............ 48 Tabel 4... ........ 51 xii ...... Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPA Kelas IVB Sebagai Kelas Eksperimen Di SDIT Nurul Fallah Pagi .3...... ......... Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPA Kelas IVA Sebagai Kelas Kontrol Di SDIT Nurul Fallah Pagi ..........

....... Histogram Hasil Belajar IPA Kelas IVB Sebagai Kelas Eksperimen Di SDIT Nurul Fallah Pagi ....................DAFTAR GRAFIK Halaman Grafik 4.............. 49 Grafik 4.. ........2.........1...................... 52 xiii ................ ... Histogram Hasil Belajar IPA Kelas IVA Sebagai Kelas Kontrol Di SDIT Nurul FallahPagi..

................ 158 Gambar Kegiatan Belajar Mengajar Kelas IV B ........................ 115 Kunci Jawaban Soal Instrumen Penelitian ................ ......... ..................... ........................ 109 Soal Instrumen Penelitian ...................................................... ................... ..................................... ............................. .. 122 Perhitungan Validitas Uji Coba Butir Soal Tes Hasil Belajar IPA Siswa ....................................... .... 140 Uji Homogenitas Di Kelas IVA Dan Kelas IVB SDIT Nurul Falah Pagi ... 160 Surat Pengantar Dari Sekolah SDIT Nurul Falah ................ 165 Pernyataan ........................... .................................................. 128 Perhitungan Instrumen Uji Reliabilitas Butir Soal Hasil Tes IPA Siswa ..................................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran 2 3 4 5 6 7 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran 17 18 19 20 21 Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran 22 23 24 25 26 27 26 27 Halaman Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Eksperimen) ...................................................................................... 120 Tabel Perhitungan Instrumen Uji Validitas Butir Soal Tes Hasil Belajar IPA Siswa ...................................................... 139 Perhitungan Normalitas Kelas Kontrol (IV A) ... .......................................................... 129 Skor Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV B (Kelas Eksperimen) SDIT Nurul Falah Pagi .. 153 Nilai Persentil Untuk Distribusi F ........ ......................................... ......................................... 146 Analisis Uji Statistik ............. ...................................... ............................................... 93 Kisi-kisi Penulisan Naskah Soal ................................ ....................................................... 89 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Kontrol) ....................... 123 Tabel Perhitungan Instrumen Uji Reliabilitas Butir Soal Tes Hasil Belajar IPA Siswa ..................................................... .. ...... 166 Daftar Riwayat Hidup ..............62 Lembar Kerja Siswa (LKS) ....... 154 Luas Bawah Lengkungan Normal Standar Dari 0 Ke Z ......... 162 Lembar Konsultasi Bimbingan Skripsi Pembimbing I ........................ ............. 82 Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa (LKS) .............. ... ..... .................. 152 Nilai-nilai Dalam Distribusi-t ................................................................................................... 132 Skor Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV A (Kelas Kontrol) SDIT Nurul Falah Pagi .......... 164 Lembar Konsultasi Bimbingan Skripsi Pembimbing II ....................... 159 Surat Izin Riset Dari Kampus .................... 167 xiv ........... 148 Nilai Kritis Uji Liliefors.................. ......... ..... ............................... ........... . 131 Perhitungan Normalitas Kelas Eksperimen (IV B). 157 Gambar Kegiatan Belajar Mengajar Kelas IV A ...........

pemikiran. hlm 1.1 BAB I PENDAHULUAN A.3. 2007. Pendidikan Anak di SD. kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi anak usia sekolah perlu ditingkatkan terutama pada tingkat Sekolah Dasar. Thompson yang dikutip oleh Hera menyatakan bahwa : “ Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang menetap di dalam kebiasaankebiasaan. ia akan mendapatkan berbagai macam pengetahuan. Oleh karena itu.  1 . jelaslah bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan setiap manusia. Ini sesuai dengan pernyataan G. Karna pada tingkat Sekolah Dasar seseorang mulai                                                               1 Hera Lestari Mikarsa. Dengan pendidikan manusia dapat memperoleh berbagai pengetahuan dan dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya untuk dapat diterapkan di dalam kehidupan seseorang. dan tingkah laku. sikap-sikap. Baik pendidikan formal maupun informal. Di dalam pendidikan terdapat proses belajar. dan perubahan sikap serta tingkah laku. Hal ini ditandai dengan adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. keterampilan. proses inilah yang menghasilkan perubahan-perubahan tersebut. Pendidikan sangatlah penting bagi manusia karena didalam pendidikan. 1 Dengan demikian. dkk. Latar Belakang Masalah Mutu pendidikan di Indonesia saat ini belum menunjukkan adanya peningkatan.Jakarta : Universitas Terbuka.

Sekolah Dasar merupakan jenjang pendidikan yang paling dasar dalam pendidikan formal. baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Pembelajaran IPA sangat berperan dalam proses pendidikan dan juga perkembangan Teknologi. karena IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat manusia serta kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemahaman tentang alam semesta yang mempunyai banyak fakta yang belum terungkap dan masih bersifat rahasia sehingga hasil penemuannya dapat dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan alam yang baru dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kenyataan di lapangan masih ditemui bahwa pembelajaran IPA dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan menjadi momok bagi peserta didik. Di dalam Kurikulum pendidikan sekolah dasar terdapat beberapa mata pelajaran pokok yang harus dikuasai siswa. Di dalam pendidikan Sekolah Dasar. Ketidaktahuan peserta didik mengenai kegunaan IPA dalam aplikasi sehari-hari menjadi penyebab mereka lekas bosan dan tidak tertarik pada . siswa mulai mempelajari dan memahami apa saja yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi yang telah diajarkan di Sekolah Dasar.2 menerima berbagai pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah IPA atau yang lebih dikenal saat ini Sains merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia.

kurang percaya diri.3 pelajaran IPA. hlm. Jakarta : Uhamka. 2 Hal ini terlihat jelas dalam pendidikan di beberapa sekolah dasar yang masih menerapkan sistem pembelajaran yang cenderung monoton dan membuat siswa menjadi jenuh dalam mengikuti pelajaran. Salah satu sekolah yang masih terlihat menggunakan sistem pembelajaran yang cenderung monoton adalah SDIT Nurul Fallah Pagi Cilincing Jakarta Utara.  .                                                               2 Gufron Amirullah. System pembelajaran di sekolah ini masih hanya sekadar guru menstranfer ilmu saja tapi siswa tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dan siswa tidak dilatih untuk berfikir kritis melalui percobaan-percobaan yang dilakukan oleh siswa. 2007 . Proses pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD) yang teramati selama ini belum optimal.Jurnal Visi. disamping pengajar IPA yang mengajar secara monoton dan hanya berpegang teguh pada diktat-diktat atau buku-buku paket saja. 113. karna pada dasarnya guru hanya menggunakan model pendekatan pembelajarn konvensional saja atau yang lebih di kenal saat ini yaitu metode ceramah atau metode ekspositori. Diantaranya adalah Pudyarto (1996) yang dikutip oleh Gufron menyatakan bahwa : Proses belajar mengajar (PMB) yang dipraktikkan selama ini tidak mampu mengembangkan dan membentuk kemandirian peserta didik. dan tidak terlatih berfikir kritis guna mengembangkan penalarannya. melainkan mengarah kepada pembentukan sikap yang pasif.

belajar konsep-konsep tanpa melalui proses penggunaan konsep-konsep tersebut atau belajar konsep-konsep tanpa mengalami atau mengamati acuan konkrit konsep-konsep. Namun pendekatan konvensionalah yang banyak dominan digunakan oleh para ahli. Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting. suatu jalan atau cara yang teratur untuk melakukan sesuatu.4 Oleh karena itu pengembangan metode pembelajaran yang tepat harus selalu dilakukan. cenderung membuat para siswa belajar konsep-konsep secara abstrak.IPA sebagai . IPA merupakan proses pembelajaran dengan pemberian pengalaman langsung untuk memahami alam sekitar secara ilmiah. Di dalam pembelajaran IPA terdapat materi yang menjelaskan tentang perubahan fisik bumi. Pendekatan konvensional yang digunakan di banyak sekolah.mengajar dapat dianggap sebagai suatu prosedur atau proses yang teratur. yang mencakup faktor-faktor penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari adanya perubahan lingkungan. Belajar yang demikian cenderung bersifat menerima pengetahuan bukan membangun sendiri pengetahuan. Tujuan pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD) adalah agar dapat menjadi usaha bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar serta dapat mengembangkan pengetahuan dan pamahaman konsep – konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.

pendekatan model pembelajaran dan strategi yang tepat agar apa yang dipelajari oleh siswa dapat dimengerti dengan baik. sehingga siswa termotivasi untuk berfikir kritis dalam memahami sesuatu malaui apa yang dipelajarinya. dimana siswa belajar untuk mencari sendiri makna dari apa yang telah dipelajarinya dan guru hanya bersifat sebagai pembimbing atau fasilitator saja.5 ilmu yang mempelajari tentang alam alam sekitar untuk dapat diamati dapat menggunakan lingkungan dan dicari penyebab dari adanya perubahan lingkungan yang terjadi. Akan tetapi pendekatan pembelajaran CTL. CTL merupakan pendekatan pembelajaran yang menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa. Akan tetapi dalam pendekatan CTL ini. salah satunya adalah pendekatan pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). saat ini masih belum banyak digunakan oleh guru dalam pembelajaran IPA. Untuk mengatasi hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan melakukan pendekatan lain yaitu pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) disingkat dengan CTL. Untuk itu di dalam pembelajaran IPA seorang guru harus menggunakan metode. guru . agar siswa termotivasi untuk memahami dan mencari sendiri setiap makna yang dipelajari oleh siswa. Untuk itu pendekatan CTL dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran IPA di sekolah. Terdapat pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar-mengajar di sekolah.

sarana dan . Apakah pendekatan konvensional dalam pembelajaran IPA di kelas IV SDIT Nurul Falah sudah efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa? 4. Pembatasan Masalah Setelah memperhatikan latar belakang masalah. Mengapa sebagian siswa mengalami kesulitan dan cenderung bosan dengan pembelajaran IPA? 2. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang diajarkan dengan pendekatan kontekstual( Contextual Teaching and Learning) dengan pendekatan konvensional? C. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka identifikasi masalah yang relevan dalam penelitian ini yakni : 1. identifikasi masalah.6 memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pembelajaran dengan menggubakan pendekatan lainnya. Apakah penerapan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) efektif dan dapat mempengaruhi hasil belajar IPA siswa? 5. juga karena keterbatasan penulis dalam waktu. Apakah penggunaan pendekatan pembelajaran yang tepat dapat mempengaruhi pemahaman siswa di dalam meningkatkan hasil belajar siswa ? 3.

7 prasarana. identifikasi serta pembatasan masalah penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut : “ Apakah penggunaan pendekatan kontekstual (contexstual Teaching and Learning) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDIT Nurul Falah. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi beberapa pihak diantaranya : 1. Penulis . pengetahuan menulis. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) terhadap hasil belajar siswa di SDIT Nurul Falah Cilincing Jakarta Utara. maka penulis telah fokus lebih mendalam. D. serta lebih teliti penulis hanya membatasi permasalahan pada pengaruh penggunaan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dengan pokok bahasan perubahan fisik bumi terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDIT Nurul Falah Cilincing Jakarta Utara. Cilincing Jakarta Utara” E. F.

2. Sekolah Sebagai masukan dalam usaha peningkatan kualitas dan kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). . 4. diharapkan dapat memberikan motivasi bagi guru dan sebagai masukan dalam memilih model pendekatan pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran IPA di SD dengan menggunakan model pendekatan CTL (Contextual Teaching and Teaching) dalam meningkatkan hasil belajar siswa . 3.8 Dari hasil penelitian ini. Siswa Memberikan motivasi dan mendorong siswa untuk dapat berfikir kritis dalam memahami setiap materi yang diajarkan melalui pengalaman yang telah didapat oleh siswa. diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti dalam menambah wawasan tentang model pendekatan pembelajaran IPA di SD. Guru Melalui hasil ini.

dkk. dikatakan bahwa aktivitas belajar itu telah ada sejak adanya manusia. Teori Belajar dan Pembelajaran. Belajar merupakan salah satu kebutuhan bagi manusia. Hakikat Belajar Sejak manusia diciptakan. Jakarta : Rineka Cipta. 3 Banyak para ahli yang berpendapat mengenai arti belajar dalam unsur perubahan seseoorang diantaranya menurut Bower dan Hilgard yang dikutip oleh Udin yang menyatakan bahwa : “ Belajar mengacu pada perubahan perilaku atau potensi individu sebagai hasil dari pengalaman dan perubahan tersebut tidak disebabkan oleh insting.8. 1. KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. sebenarnya ia telah melaksanakan aktivitas belajar. bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. baik yang menyangkut pengetahuan. Artinya tujuan dari belajar itu sendiri adalah adanya perubahan tingkah laku. hlm. 1011 4 Udin S Winatapura. kematangan atau kelelahan dan kebiasaan”.dkk. Belajar merupakan perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Strategi Belajar Mengajar. karna manusia adalah makhluk belajar yang di dalam dirinya terdapat potensi untuk diajar. keterampilan maupun sikap. 2007. 4                                                               3 Syaiful Bahri Djamarah.9 BAB II KAJIAN TEORI. Jakarta : Universitas Terbuka. 2006. Kajian Teori 1. hlm. 9 . Oleh karena itu.

Belajar dan Pembelajaran. yang berpusat pada : a. 5 Ali Imron.                                                               5 6 Ali Imron. 8 . b. Mencoba-coba ini dilakukan manakala seseorang tidak tahu bagaimana harus memberikan respon atas sesuatu. Ibid. Belajar harus memungkinkan terjadinya perubahan perilaku pada diri individu. Perubahan perilaku yang terjadi pada diri individu karena adanya interaksi antara dirinya dengan lingkungan. hlm. Perubahan itu harus merupakan buah dari pengalaman. hlm. Jakarta : Pustaka Jaya. Perubahan tersebut tidak hanya pada aspek pengetahuan atau kognitif saja tetapi juga meliputi aspek sikap dan nilai (afektif) serta keterampilan (psikomotor).10 Belajar menurut psikologi behavioristik yang dikutip oleh Ali menyatakan bahwa : “ Belajar adalah suatu control instrument yang berasal dari lingkungan. 1996. belajar dapat dilakukan dengan mencoba-coba (Trial and Error). Perubahan yang relatif menetap. Artinya belajar sebagai suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman. 6 Dari definisi tersebut jelas bahwa belajar tidak hanya berkenaan dengan jumlah pengetahuan saja tetapi meliputi seluruh kemampuan individu. 5 Menurut Thorndike. c.

keturutsertaannya dalam pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Ibid. Rangkaian belajar tersebut dilakukan dalam bentuk keterlibatannya dalam pendidikan informal.11 Menurut psikologi kognitif menyatakan bahwa belajar adalah sebagai suatu usaha untuk mengerti tentang sesuatu.dkk. hlm. 10                                                               7 Ali Imron. menyatakan bahwa : “ Belajar terdiri atas hubungan respon yang sederhana tanpa adanya pengulangan ide atau proses berfikir.14 8 . Ibid.Op cit. 1. dan sikap yang diperoleh dari secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari masa bayi sampai masa tua melalui rangkaian proses belajar sepanjang hayat”. 9 Menurut pandangan psikologi gesalt. hlm. Op cit. 10 Ali Imron. 11 9 Udin. hlm. keterampilan. dilakukan secara aktif oleh pembelajar. hlm. Perubahan belajar dapat terjadi apabila seseorang telah mengalami proses belajar.dkk. 7 Belajar menurut pandangan psikologi humanistik manyatakan bahwa : “ Belajar merupakan cara memberikan kebebasan yang sebesarbesarnya kepada individu. Usaha untuk mengerti tentang sesuatu tersebut. 8 Kebebasan dalam hal ini adalah kebebasan individu untuk berfikir dan mengeluarkan ide-ide dari apa yang telah dipelajarinya dan dipahami oleh individu melalui proses balajar. Bell-Gredler yang dikutip oleh Udin menyatakan bahwa : “ Belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam kemampuan.mengajar.dkk.5 10 Ali Imran.

Perubahan yang ditimbulkan dari adanya proses belajar meliputi : perubahan sikap dan tingkah laku. sehingga melalui proses belajar mengajar manusia mendapatkan pengalaman dan diikuti dengan perubahan dari apa yang telah dipelajarinya.12 Di mana dalam proses pendidikan ini. pemahaman dalam memahami sesuatu. pola pikir. manusia mengalami proses perubahan belajar yang ditandai dengan adanya keingintahuan seseorang terhadap sesuatu. . Semakin aktif seseorang berinteraksi dalam proses belajar mengajar semakin baik pula perubahan yang terjadi dalam diri seseorang yang sedang belajar. Jadi dalam penelitian ini yang dimaksud hakikat belajar adalah suatu kegiatan sadar yang dilakukan oleh seseorang dalam usaha mendewasakan dirinya melalui pengetahuan yang telah didapatkan melalui proses belajar. Dimana dalam proses belajar tersebut ditandai dengan perubahan-perubahan pada diri individu seseorang. dan keterampilan melalui pengalaman yang telah dialaminya memalui proses belajar yang terjadi secara terus-menerus.

yang umumnya meliputi pengetahuan. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relative menetap. 2009. Hakikat Hasil Belajar Tujuan proses belajar-mengajar pada hakikatnya adalah sejumlah hasil yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan perbuatan belajar. dan keterampilan. keterampilan dan sikap-sikap yang baru. Evaluasi Pembelajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya.22 13 Purwanto. 13 Sedangkan menurut Purwanto hasil                                                               11 Asep Jihad. dkk. Jakarta : Multi Pressindo. 11 Setelah melalui proses belajar maka siswa dapat mencapai tujuan belajar yang disebut juga sebagai hasil belajar yaitu kemampuan yang dimiliki siswa setelah menjalani proses belajar.13 2. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. hlm.2010. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. hlm. Hal ini sesuai dengan pendapat Abdurrahman yang dikutip oleh Asep bahwa : “Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. 2008. Evaluasi Hasil Belajar. Purwanto berpendapat bahwa : “Hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya”. yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa. 45 12 . hlm. Nana Menyatakan bahwa : Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. 12 Dari uraian di atas jelas bahwa suatu proses belajar mengajar pada akhirnya akan menghasilkan kemampuan siswa yang mencakup pengetahuan. sikap. 14 Nana Sudjana.

Ibid. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer.dkk. Jakarta : Rineka Cipta. ini sesuai Degeng yang dikutip oleh Made menyatakan bahwa : “Hasil belajar adalah semua efek yang dapat dijadikan sebagai indicator tentang nilai dari penggunaan strategi pembelajaran di bawah kondisi yang berbeda”. 2006. 50 17 Dimyanti. Jakarta : Bumi Aksara. Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui kegiatan belajar. 16 Menurut Dimyanti berpendapat bahwa “Evaluasi hasil belajar merupakan proses untuk menentukan nilai belajar siswa melalui kegiatan penilaian atau pengukuran hasil belajar”. Belajar dan Pembelajaran. 15 Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Dalam arti bahwa perubahan kemampuan merupakan indicator untuk mengetahui hasil perstasi belajar siswa. 200 15 . Evaluasi itu sendiri menurut Wand dan Brown menyatakan bahwa :” Evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Op cit. 17 Dari uraian tersebut telah dipaparkan. 2009. hlm. baik untuk keseluruhan kelas maupun individu. hlm. 46 Made Wena. hlm. Selanjutnya dari informasi tersebut guru dapat menyusun dan membina kegiatan-kegiatan siswa lebih lanjut. hlm.14 belajar merupakan pencapaian tujuan pendidikan pada siswa yang mengikuti proses belajar mengajar 14. maka hakikat hasil belajar dalam penelitian ini adalah hasil akhir pengambilan keputusan mengenai                                                               14 Purwanto. 6 16 Syaiful Bahri. Hasil belajar diperoleh dari evaluasi pembelajaran.

19   Akan tetapi IPA juga sering digambarkan hanya sekedar kumpulan hukum dan catalog dari fakta-fakta yang tidak berhubungan. 2 . Setelah data dikumpulkan baru dapat dikemukakan teori yang lebih jauh untuk menjelaskan apa yang telah diteliti. Bahan Ajar. berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil observasi dan eksperimen. 2006. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Powler yang menyatakan bahwa : IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala-gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur.15 tinggi rendahnya nilai yang diperoleh siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Jakarta : Universitas Negri Jakarta. 3. hlm. 196 Usman Samatowa. Pengertian IPA Secara umum IPA didefinisikan sebagai suatu sistem dalam mempelajari alam melalui pengumpulan data dengan cara observasi dan percobaan yang terkendali. Gambaran yang sempit tersebut akhirnya akan mempengaruhi cara menyikapi IPA sebagai hal yang rumit dan membosankan. hlm. Hasil belajar dikatakan tinggi apabila kemampuan siswa bertambah dari hasil sebelumnya. Bagaimana Membelajarkankan IPA di Sekolah Dasar.2008. 18 IPA membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia.                                                                   18 19 Tim Penyusun. Hakikat Sains (IPA) 1.

Nash 1993 yang dikutip oleh Usman Samatowa dalam bukunya The Nature of Sciences menyatakan bahwa IPA itu adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Jakarta : Uhamka. serta menggunakan prosedur yang benar dan dijelaskan dengan penalaran yang valid sehingga dihasilkan kesimpulan yang betul. Log cit. Kumpulan Materi PLPG. lengkap. yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan induksi “ 20. cermat. IPA dapat juga didefinisikan sebagai kumpulan pengetahuan yang sistimatik dari gejala .W. sehingga keseluruhannya membentuk suatu perspektif yang baru tentang objek yang diamatinya. 22 Jadi. “ Ilmu yang sistematis dan dirumuskan.gejala alam. IPA mengandung tiga hal.com/03/02/2011/hakikat ipa Usman Samatowa. Selain itu. 21 Secara singkat dapat dikatakan IPA merupakan suatu usaha manusia dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat (correct) pada sasaran. 2 22 Budi Akbar.37 21 .blongspot.16 IPA mempelajari tentang sebab akibat peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam. yaitu proses (usaha manusia                                                               20 http://wdsains. Terjemahan bebasnya adalah. 2010. serta menghubungkan antara satu fenomena dengan fenomena lain. Powler mendefinisikan pengertian tentang sains sebagai “ Systematic and formulated knowledge dealing with material phenomena and based mainly on observation and induction “. H. hlm. Nash juga menjelaskan bahwa cara IPA mengamati dunia bersifat analisis. hlm.

fakta-fakta dan teori-teori melalui kerja yang dilakukan untuk dapat memecahkan ilmu-ilmu yang terdapat di alam ini yang pada akhir didapatkan produk sains (hasil IPA) yang berupa fakta. mempergunakan pengetahuan baru untuk diramalkan apa yang akan terjadi dan menguji ramalan-ramalan di bawah konddisi-kondisi untuk melihat apakah ramalan tersebut benar”.38 . prinsip. karena seluruh aktivitas/kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan di alam merupakan peristiwa IPA. siswa belajar untuk memecahkan masalah-masalah yang terdapat dalam kehidupan. tetapi harus lebih manusiawi dan membekali siswa untuk                                                               23 Budi Akbar. hlm. IPA juga dikatakan sebagai suatu objek atau pokok bidang studi yang membahas kenyataan. Berdasarkan analisis laporan proyek sintesis. dan produk (kesimpulan yang betul). Ibid. fakta-fakta. konsep. teori-teori untuk menggambarkan tentang kerja dari alam.. 23 IPA membahas kenyataan. Sehingga dengan belajar sains.17 memahami alam semesta). Menurut Paolo dan Martin yang dikutip oleh Budi menyatakan bahwa IPA untuk anak-anak mencakup kegiatan-kegiatan seperti : “Mengamati yang terjadi. mencoba memahami yang terjadi. sains dapat disimpulkan bahwa pengajaran IPA orientasinya harus berubah. tidak lagi menekan pada struktur keilmuannya dan menyiapkan siswa untuk menjadi saintis semata. hukum dan teori. prosedur (pengamatan yang tepat dan prosedurnya tepat).

18 menghadapi maslah-masalah yang berhubungan dengan sains dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Bandung : Alfabeta. Konsep dan Makna Pembelajaran. Belajar akan lebih bermakna jika peserta didik mengalami apa yang dipelajarinya. hlm. bukan mengetahuinya. ini sesuai dengan sagala yaitu : Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dalam mengajar IPA tidak berarti hanya menstransfer materi IPA yang terdapat dibuku lebih jauh siswa diajak masuk ke dalam alam yang konkret melalui cara mengajak siswa melakukan pengamatan sendiri untuk menemukan jawaban dari apa yang diamati. Jakarta : Universitas Terbuka.12 Syaiful Sagala. Hakikat Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam proses pembelajaran begitu banyak pendekatan yang digunakan akan tetapi kebanyakan pendekatan tersebut berdasarkan konsep semata tanpa dibekali peserta didik dalam memecahkan masalah dengan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan nyata. 25 Pendekatan yang menekan pada kehidupan dengan situasi dunia nyata peserta didik yang menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya                                                               24 25 Nono Sutarno. Materi dan Pembelajaran IPA SD. 2009. 9. 4. hlm. 2003. 87 . 24 definisi tersebut maka hakikat IPA dalam penelitian ini adalah sebagai proses yang merujuk pada suatu aktivitas ilmiah atau kerja cara memperoleh hasil IPA.

hlm.dkk 2010. ini sesuai dengan pendapat Wina bahwa : Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajarinya dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Garut : Rahayasa Research and Training.253 27 Dharma Kesuma. Contextual Teaching and Learning. artinya apa yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh yang memiliki keterkaitan satu sama lain. pembelajaran harus membantu peserta didik untuk membangun sendiri pengetahuannya dan dapat memecahkan masalah dari apa yang dipelajarinya.                                                               26 Wina Sanjaya. pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge). Dalam CTL. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.58    . Jakarta : Kencana. 27 Dalam kontek CTL. yaitu : a. hlm. Sehubungan dengan hal itu.19 dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. 2006. terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL. 26 Menurut Depdiknas yang dikutip oleh Dody menyatakan bahwa Contextual Teaching and Learning adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan perencanaan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. Hal ini dilakukan sevagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi. c. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge). d. Proses belajar-mengajar akan lebih efektif bila dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan. inkuiri. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). refleksi. sehngga tampak perubahan perilaku siswa. Ihat menyatakan bahwa : . artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya garus dapat diaplikasikan dalam kehidupan siswa. Karakteristik pembelajaran kontekstual melibatkan 7 asas utama dalam pembelajaran yakni : konstruktivisme. kemudian memperhatikan detailnya.20 b. misalnya dengan cara meminta tanggapan dari yang lain tentang pengetahuan yang diperolehnya dan berdasarkan tanggapan tersebut baru pengetahuan itu dikembangkan. artinya pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal tetapi untuk dipahami dan diyakini. dan penilaian nyata. masyarakat belajar (learning community). bertanya (questioning). e. pemodelan. Pembelajaran yang kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge).

Dalam CTL terrdapat delapan komponen. 8. konteks pribadi. 6. 9. 4. 2. Jakarta : Universitas Terbuka. Membantu individu untuk tumbuh dan berkembang. Berfikir kritis dan kreatif. hlm. Bekerja sama.17 . Melaksanakan proses belajar yang diatur sendiri. Melakukan pekerjaan yang berarti. Di dalam pembelajaran Contextual Teaching and Learning mengajarkan langkah-langkah yang dapat digunakan dalam berfikir kritis dan kreatif serta memberikan kesempatan untuk menggunakan keahlian berfikir siswa dalam tingkatan yang lebih tinggi dalam dunia nyata. 3. 7. 5. 2007. 28 Pendekatan CTL bertujuan membantu para peserta didik melihat makna pada materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan materi tersebut dengan konteks kehidupan sehari-hari mereka. Pembelajaran Berwawasan Masyarakat.21 Pembelajaran CTL merupakan upaya pendidik untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik melakukan hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Sesuai dengan pendapat Elaine yang mendefinisikan CTL sebagai :                                                               28 Ihat Hatimah. yaitu : 1. Membuat hubungan-hubungan yang bermakna. Menggunakan penilaian otentik.dkk. Mencapai standar tinggi.. social dan budaya mereka.

Contextual teaching and learning adalah model pembelajaran yang menekan pada aktivitas siswa secara penuh. Ibid. mengambil keputusan. Salah satu yang paling menakjubkan dari anak-anak adalah keterbukaan mereka pada informasi baru dan kemauan mereka untuk berubah”.22 Sebuah system yang menyeluruh. Contextual Teaching dan Learning. 29 Menurut D’ Arcangelo yang dikutip oleh Elaine menyatakan bahwa : Para ilmuwan mengemukakan bahwa “ anak-anak lebih kompeten dan dapat belajar lebih baik daripada yang telah diperkirakan dalam teoriteori. hlm. hlm. hlm. 30 Berfikir kritis dalam memecahkan masalah. merumuskan pertanyaan inovatif. yang terdiri dari bagian-bagian yang saling terhubung dan bagian-bagian ini terjalin satu sama lain sehingga menghasilkan pengaruh yang melebihi hasil yang diberikan secara terpisah. Op cit. 2010. Bagian-bagian CTL yang terpisah melibatkan proses yang berbeda. 31 Di dalam penelitian ini pada hakikat pendekatan kontekstual adalah suatu pendekatan yang mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan dunia nyata peserta didik serta melibatkan peserta didik dalam mencari makna atau konteks itu sendiri di dalam materi akademik yang siswa pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik                                                               29 Elaine B Johnson. yang digunakan secara bersama-sama. menghadapi berjuta tantangan dengan cara yang terorganisasi. memampikan para siswa membuat hubungan yang menghasilkan makna. 270 30 . 65 Elaine. Bandung : Kaifa. baik fisik maupun mental. dan merancang solusi orisional. membujuk menganalisis asumsi dan melakukan penelitian ilmiah dan berfikir kreatif untuk mempelajari masalah sacara sistematis. 184 31 Wina Sanjaya.

c) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang akan bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari. hlm. 2006. 32 Sedangkan secara rinci. social dan budaya siswa. menjaga dan melestarikan lingkungan alam.23 dengan konteks dalam kehidupan sehari mereka. yaitu dengan konteks keadaan pribadi. 23 . 2003) tujuan pembelajaran IPA untuk Sekolah Dasar pada prinsipnya membekali siswa untuk memiliki kemampuan berbagai cara untuk “mengetahui” dan “cara mengerjakan” yang dapat membantu siswa dalam mamahami alam sekitar. Tujuan Pembelajaran IPA di SD Menurut Kurikulum 2004 yang berbasis pada kompetensi (Depdiknas. e) Menghargai alam sekitar dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan. tujuan pembelajaran IPA di Sekolah Dasar adalah: a) Menanamkan rasa ingin tahu dan sikap positif terhadap IPA. d) Ikut serta dalam memelihara. teknologi dan masyarakat. b) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar. 5. Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar. memecahkan masalah dan membuat keputusan.                                                               32 Muslichach Asy’ari.

Hujan badai sering terjadi di laut. Perubahan Fisik Bumi A. Angin kencang dengan kecepatan tinggi dapat menimbulkan kerusakan di permukaan bumi. Badai gurun terjadi di gurun pasir karena angin kencang meniup gurun pasir dan menyebabkan permukaan gurun berubah-ubah. Badai yang pernah terjadi di beberapa negara. kendaraan bahkan pohonpohon juga dapat terangkat dan rusak.24 6. Di Amerika. Angin menerbangkan butiran-butiran es menyebabkan pemandangan menjadi terbatas. Kadang-kadang air laut jadi pasang dan terjadi banjir. terutama di daerah panas. Angin ini biasanya disebut badai atau topan. Faktor Penyebab lingkungan fisik 1. Badai salju kadang-kadang terjadi karena angin bertiup kencang ketika turun salju. Akibat badai salju sering terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Angin ini dapat menyapu segala yang ada di permukaan bumi. jika anginnya sampai ke pantai menyebabkan kerusakan yang parah di pantai karena kecepatan angin dapat lebih dari 100 km/jam. . Angin kencang sambil berputar disebut angin puting beliung. rumah-rumah. Angin juga membantu penyerbukan berbagai tanaman untuk menghasilkan buah. misalnya Badai Catrina dan Badai Nina. Faktor Angin Angin sepoi-sepoi sangat nyaman terasa di badan. angin ini terkenal dengan nama angin Tornado.

Di perkotaan. Debit air sungai meningkat dan air sungai dapat meluap di daerah yang sungainya sudah dangkal. Banjir di suatu kota dapat saja terjadi akibat banjir kiriman dari kota lain yang mengalami hujan deras. Faktor Hujan Hujan sangat dinantikan oleh manusia.25 Angin Tornado 2. banjir dapat disebabkan oleh air hujan yang tidak tertampung lagi di sungai-sungai untuk dialirkan ke laut. terutama para petani untuk mengairi sawah atau lahan pertaniannya. Banjir sering terjadi di manamana akibat hujan. Di daerah pegunungan yang gundul kadang-kadang terjadi bencana banjir akibat hujan yang deras .

dan pohonpohon dari atas bukit. Banjir di ibu kota . Banjir yang membawa material tersebut disebut banjir bandang. Airnya biasanya berwarna cokelat karena mengandung lumpur. tanah. Di gunung yang gundul air hujan dapat mengikis lapisan tanah di permukaan bahkan menyeret batu-batu.26 di puncak gunung.

27 3. Manusia memanfaatkan cahaya matahari untuk keperluan hidupnya. Cahaya matahari pun dapat membakar pepohonan atau rerumputan yang kering. Hewan juga membutuhkan sinar matahari untuk kehidupannya. cahaya matahari dapat menyebabkan keretakan pada tanah dan batuan. kemudian berubah menjadi daratan yang gundul dan tandus. Sehingga terjadilah kebakaran hutan. Namun. Faktor Sinar Matahari Tumbuhan sangat membutuhkan sinar matahari untuk membuat makanannya melalui proses fotosintesis. cahaya matahari juga dapat membawa dampak yang tidak diharapkan oleh manusia. Mulai dari menjemur pakaian sampai membuat pembangkit listrik tenaga surya. . Ketika musim kemarau yang panjang. Daratan yang tadinya hijau ditumbuhi pepohonan yang rindang.

Batu karang hancur menjadi butiran pasir yang halus terhampar luas.28 Tanah Kekeringan 4. Peristiwa ini ini disebut Abrasi. Pantai yang curam dengan batu karang yang terjal terjadi karena hempasan gelombang air laut yang sangat kuat mengikis batu karang dalam waktu beribu-ribu tahun. Pada pantai ini ada batu karang yang membentuk gua-gua dan dikenal dengan nama karang bolong. Abrasi . Pengikisan daratan oleh gelombang air laut menyebabkan perubahan pada permukaan bumi. Faktor Gelombang Air laut Ombak terjadi karena gelombang air laut. Pantai yang landai dapat terjadi akibat batu karang di pantai terus menerus terhantam ombak air laut.Jika pasir berasal dari batu karang berwarna putih pantai ini dikenal dengan nama pasir putih.

29 yang telah terjadi menimbulkan pantai-pantai yang sangat indah. Pencegahan abrasi di pantai-pantai yang landai. yaitu dengan pelestarian hutan bakau di sepanjang pantai. Cara Mencegah Banjir dan Tanah Longsor Banjir merupakan salah satu dampak dari perbuatan manusia yang tidak menyayangi lingkungannya. Abrasi B. Cara Pencegahan Kerusakan Lingkungan 1. contohnya air laut sampai ke daratan bahkan sampai ke pemukinan penduduk bahkan ada pula pulau-pulau kecil yang tenggelam. Abrasi dapat pula menimbulkan masalah. Banjir dapat merusak dan mengubah .

- Menyediakan lahan kosong untuk ditanami tanaman. Selain itu. buatlah sengkedan (terasering).Jangan membiarkan tanah yang miring menjadi gundul atau tidak ada tumbuhannya. Tanah miring dan tidak terdapat tanaman sangat rentan terhadap longsor. Biasanya longsor terjadi pada tanah yang miring atau tebing yang curam. atas bukit. Hal itu terjadi karena tidak ada akar tumbuhan yang dapat menahan tanah tersebut.Jika tanah miring dijadikan lahan pertanian. air yang ada di dalam tanah terus diserap oleh tumbuhan sehingga kandungan air dalam tanah tidak berlebih.30 lingkungan dengan cepat. . Akar-akar tumbuhan yang menjalar di dalam tanah akan saling mengikat dan mengait sehingga permukaan tanah pun akan cukup kuat.Membuang sampah pada tempat yang benar dan telah disediakan. dan atas tebing. kaki tebing. Lakukanlah reboisasi dan penghijauan. Pencegahan longsor dapat dilakukan sebagai berikut : . Longsor adalah meluncurnya tanah akibat tanah tersebut tidak dapat lagi menampung air dalam tanah.Tidak menebang pohon secara besar-besaran dan tanpa kontrol agar tempat peresapan dan cadangan air tetap terjaga. seperti di kaki bukit. Cara Mencegah Erosi Tanah dan Abrasi . Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah banjir antara lain: . 2. .Jangan membuat tempat tinggal di daerah rawan longsor. Sistem tersebut dapat mencegah terjadinya longsor. Tanah tersebut berfungsi sebagai daerah peresapan air. .

dapat juga dilakukan dengan mencegah penebangan secara liar dan . Air hujan tertahan terlebih dahulu oleh daun-daun tumbuhan sehingga jatuhnya air ke atas tanah tidak terlalu cepat. Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah erosi adalah melakukan reboisasi dan penghijauan. Jika suatu daerah dipenuhi tumbuhan. penyerapan air pun dapat berlangsung dengan baik. Oleh karena itu. angin dapat mengikis permukaan tanah. Selain itu. Erosi pada tanah dapat disebabkan oleh perubahan lingkungan yang tidak seimbang. Pengikisan tanah dapat disebabkan oleh air dan angin. kemung kinan erosi tanah terjadi sangat kecil. air hujan tidak langsung jatuh ke tanah. Hal tersebut sangat bermanfaat karena pengikisan permukaan tanah oleh angin menjadi berkurang. Contohnya adalah erosi yang terjadi di kawasan hutan gundul.31 Erosi adalah pengikisan yang terjadi pada tanah. Pada saat hutan masih dipenuhi tumbuhan. Sementara itu. Selain itu. hutan yang gundul. Hal tersebut terjadi karena lapisan tanah yang subur ikut terkikis air. akar tumbuhan akan lebih mengikat dan menahan tanah dengan baik. Di kawasan hutan gundul. tidak ada daun-daun tumbuhan yang menahan jatuhnya air ke atas tanah dan menahan hem busan angin. erosi sangat mudah terjadi. tumbuhan dapat memperlambat kecepatan angin yang berhembus. Dampak lebih lanjut dari erosi adalah tanah menjadi tandus dan tidak subur. Air hujan jatuh langsung ke atas tanah dan membawa butiran tanah bersama aliran air. Selain itu. Selain itu.

Selain itu. Dengan cara tersebut. . Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah abrasi. Abrasi akan terjadi dengan cepat jika tidak ada penahan ombak. akibat pertambahan penduduk yang cepat dan kebutuhan tempat tinggal yang bertambah. Hal tersebut terjadi akibat kuatnya ombak yang menghantam daratan. kamu dapat mencegah dan mengurangi erosi tanah. yaitu: .Mengembalikan keadaan lingkungan pantai pada keadaan semula seperti adanya hutan bakau dan hutan pantai. Mengembalikan keadaan lingkungan pantai dapat dengan cara reboi sasi dan penghijauan. Namun. Reboisasi adalah menanami kembali hutan-hutan gundul dengan tumbuhan yang sesuai. hutan-hutan di daerah pantai telah habis. . Abrasi dapat menyebabkan berkurangnya luas daratan. Abrasi adalah pengikisan daratan oleh air laut.Jika daerah pantai tersebut merupakan pusat kehidupan manusia maka harus dibuat daerah penahan dan pemecah ombak. dinding. Penahan ombak alami adalah hutan bakau dan hutan pantai. atau beton. Hal ini dapat mempercepat proses abrasi yang terjadi di daerah pantai. seperti batu-batu besar.32 berlebih. Penghijauan adalah menanami daerah-daerah kosong dan tidak termanfaatkan. lingkungan di sekitar pesisir pantai pun berubah. Deburan ombak yang terus menerus menghantam pesisir pantai menyebabkan daratan terus terkikis.

Djamarah (1996) pendekatan pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah. interaksi di antara siswa kurang.com/01. karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran. terjadi passive learning. serta pembagian tugas dan latihan. dan penilaian bersifat sporadis. yaitu :pembelajaran berpusat pada guru. tanpa memberikan waktu yang cukup kepada siswa untuk merefleksi materi-materi menghubungkannya dengan yang pengetahuan dipresentasikan. Hakikat Pendekatan Konvensional Dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar terdapat beberapa pendekatan diantaranya adalah pendekatan konvensional atau pengajaran tradisional. cenderung pada belajar hafalan yang mentolerir respon-respon yang bersifat                                                               33 34 http://edukasi. Dalam pembelajaran sejarah metode konvensional ditandai dengan ceramah yang diiringi dengan penjelasan.com/06/02/2011 . 34 Depdiknas.02. 33 Pembelajaran konvensional memiliki cirri-ciri. sebelumnya. Burrowes (2003) menyatakan bahwa :“pembelajaran konvensional menekankan pada resitasi konten. tidak ada kelompok-kelompok kooperatif.blogspot.33 7. atau mengaplikasikannya kepada situasi kehidupan nyata”.kompasania. Dalam pembelajran konvensional.2011/ pendekatan konvensional http://iyasphunkalfreth.

Belajar hafalan mengacu pada penghafalan fakta-fakta. b. yakni : a. Yamsudin Maknum yang dkutip oleh sagala mengemukakan bahwa : guru menyajikan materi dalam bentuk yang telah dipersiapkan secara rapi. hlm. hubungan-hubungan. dan konsep. serta penilaian masih bersifat tradisional dengan paper dan pencil test yang hanya menuntut pada satu jawaban benar. Sering terjadi kesulitan untuk menjaga agar siswa tetap tertarik dengan apa yang dipelajari. Tidak semua siswa memiliki cara belajar terbaik dengan mendengarkan.34 konvergen. menekankan informasi konsep. Op cit. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tersebut sama halnya dengan pembelajaran yang menggunakan pendekatan ekspositori. 35 Pendekatan konvensional yang dimaksud adalah proses pembelajaran yang lebih banyak didominasi gurunya sebagai “pentransfer” ilmu.blogspot. sementara siswa lebih pasif sebagai “penerima” ilmu. prinsip. sistematik dan lengkap sehingga siswa hanya menyimak dan mencerna matri yang disampaikan dengan teratur dan tertib. 79 .                                                               35 36 http://iyasphunkalfreth.com/06/02/2011 Syaiful Sagala. latihan soal dalam teks. 36 Pendekatan konvensional memiliki beberapa kelemahan.

dan pembelajaran berlangsung secara pasif karna siswa hanya menerima materi saja tanpa dibimbing secara lebih lanjut untuk memahami materi yang diajarkan dengan baik.com/06/02/2011/ pendekatan konvensional .                                                               37 http://sunartombs.wordpress. sedangkan siswa lebih banyak sebagai penerima. Proses belajar dengan menggunakan pendekatan ini memiliki ciri-ciri yaitu : pembelajaran berpusat pada guru. Wallace mengatakan bahwa : pendekatan konvensional memandang bahwa proses pembelajaran yang dilakukan sebagai mana umumnya guru mengajarkan materi kepada siswanya. 37 Di dalam penelitian ini. Guru mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa.35 c. d. Pendekatan tersebut cenderung tidak memerlukan pemikiran yang kritis. interaksi diantara siswa kurang. hakikat pendekatan konvensional adalah suatu pendekatan yang memberikan konsep-konsep pengetahuan yang masih bersifat abstrak dan sulit dipahami dengan baik oleh siswa. Pendekatan tersebut mengasumsikan bahwa cara belajar siswa itu sama dan tidak bersifat pribadi.

Di dalam dalam pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). yaitu meliputi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki siswa. Kerangka Berpikir Berdasarkan kerangka teoritis yang telah diuraikan di atas.pendekatan pembelajaran yang digunakan mempengaruhi bagaimana siswa dalam belajar. guru dapat mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa sehari-hari.36 B. seorang guru haruslah menggunakan pendekatan pembelajaran yang tepat dan memacu siswa untuk dapat mengamati. dengan individu atau kelompokmelalui penggunaan metode-metode tertentu secara efektif. memahami. sehingga guru dapat mempermudah siswa untuk menyerap pelajaran yang disampaikan. terdapat kaitan erat antara pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran tertentu terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar akan maksimal apabila pendekatan pembelajaran yang digunakan dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik. Untuk itu. atau interaksi. relasi dalam suasana tertentu. dan mampu memecahkan masalah dari setiap percobaan yang diamati. dalam pembelajaran IPA. Pendekatan pembelajaran adalah suatu antar usaha dalam aktivitas kajian. . Melalui percobaan-percobaan ilmiah yang dilakukan dalam pendekatan ini dapat membantu siswa untuk dapat mencari makna di dalam materi akademik yang telah dipelajari dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and akan lebih menarik dan memberikan motivasi tersendiri bagi siswa untuk dapat mengembangkan kecerdasankecerdasan yang dimiliki siswa melalui berfikir kritis dan kreatif dalam menemukan makna dari apa yang telah dipelajari dan mendorong siswa untuk mengeluarkan bakat yang terpendam dalam diri siswa. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka teoritis dan kerangka berfikir yang telah dikemukakan di atas. .37 Diharapkan peserta didik dapat menyelesaikan suatu masalah yang dihadapinya tersebut menggunakan kemampuankemampuan yang telah ia dapatkan dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Pendekatan ini sangatlah baik digunakan untuk dapat membantu siswa dalam memahami materi yang diajarkan dan merubah sistem pendidikan yang cenderung monoton sehingga dapat memberikan suatu proses belajar-mengajar yang diminati oleh siswa. C. maka peneliti mengajukan hipotesis penelitian tindakan kelas yaitu : Ho : Tidak ada pengaruh pendekatan Contextual Teaching and Learning terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDIT Nurul Falah. Cilincing Jakarta Utara.

38 Ha : Ada pengaruh pendekatan Contextual Teaching and Learning terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDIT Nurul Falah. . Cilincing Jakarta Utara.

Kelompok eksperimen yaitu kelompok siswa yang diberikan perlakuan dengan pendekatan CTL. Metode ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara penggunaan pendekatan Contextual Teaching and Learning dan pendekatan konvensional yang digunakan guru terhadap hasil belajar IPA siswa. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2010/2011 dimulai pada bulan Februari-Mei 2011. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen. Cilincing Jakarta Utara. dan kelompok kontrol yaitu siswa yang diberikan perlakuan dengan pendekatan konvensional serta yang akan dilihat hasilnya adalah hasil belajar siswa setelah peneliti menggunakan pendekatan CTL dan pendekatan konvensional.39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pada penelitian ini dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas IV SDIT Nurul Falah beralamat di Komplek TNI AL di jalan Dewa Kembar. 39 .

53 . Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDIT Nurul Falah yang berjumlah 52 orang siswa. kelas IV B (kelas eksperimen) yang diberi perlakuan dengan pendekatan CTL yang berjumlah 26 orang siswa dan kelas IV (kelas kontrol) A yang diberi perlakuan pendekatan konvensional yang berjumlah 26 orang siswa dan kelas kontrol yaitu hasil belajar IPA siswa kelas IV. 2.40 Salah satu kelas sebagai kelompok eksperimen. C. Hlm. Populasi dan Sampel Penelitian. dan kelas kontrol yaitu siswa kelas IVA dengan menggunakan pendekatan konvensional dengan pokok bahasan yang sama. Sampel Sampel adalah sebagian anggota populasi yang memberikan keterangan atau data yang diperlukan dalam penelitian. Artinya seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Ibid. 38 Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh.                                                               38 Toha Aggoro. 1. yaitu siswa kelas IVB yang akan menerima pelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL dengan pokok bahasan perubahan fisik bumi.

hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar. Dalam pendekatan pembelajaran CTL ini diharapakan langkahlangkah yang digunakan dengan mengaitkan antara materi pelajaran dengan lingkungan sekitar siswa ini dapat dimengerti dengan baik oleh siswa. . tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar.41 D. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa dari proses atau kegiatan belajar yang dapat berupa pengetahuan. sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar yaitu hasil belajar IPA tentang perubahan fisik bumi. Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajarinya dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Dari sisi guru. Dari sisi siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan CTL. Definisi Operasional Definisi operasional merupakan deskripsi tentang variabel yang diteliti. Variabel penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat.

Teknik Pengumpulan Data dan Uji Coba Instrumen Pengumpulan data dilakukan melalui tes obyektif yang berbentuk pilihan ganda dengan materi perubahan fisik bumi yang diberikan setelah seluruh proses belajar mengajar berlangsung. 79 . hlm. Jakarta : Bumi Aksara. Sebelum pengambilan data terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen tes untuk mengetahui validitas. Metodologi Penelitian. 1. 14 Suharsimi Arikunto. hln. 2007. 40 γ pbi = Mp − Mt St p q Keterangan : pbi : koefisien korelasi biseriar                                                                39 40 Hari Naredi.42 E. Tes obyektif tentang perubahan fisik bumi itu diberikan pada kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan CTL dan kelas kontrol yaitu hasil belajar IPA siswa kelas IV. 39 Validitas instrument dilakukan agar mengetahui ketepatan alat penilaian. Validitas Instrumen Validitas adalah tingkat kemampuan instrument penelitian untuk mengungkapkan data sesuai dengan masalah yang hendak diungkapkan. dan daya pembeda instrumen. Tes ini disusun dalam bentuk pilihan ganda yaitu dengan 4 pilihan jawaban sebanyak 20 soal. taraf kesukaran. Evaluasi Pendidikan. reabilitas. 2009. Jakarta : Uhamka. Validitas instrument dilakukan dengan rumus korelasi biserial.

4.12.27.31 .19.   2.21. Mt : rerata skor total St : standar deviasi dari skor total P : proporsi siswa yang menjawab betul ( p = banyaknya siswa yang menjawab benar ) Jumlah seluruh siswa q : proporsi siswa yang menjawab salah ( q = 1.22.7.43 Mp : rerata skor dari subjek yang menjawab betul bagi item yang dicari validitasnya.p ) Kriteria pengujian validitas instrumen :    pbi hitung > pbi tabel = valid  pbi hitung < pbi tabel = tidak valid Jumlah soal yang di ujicobakan dengan menggunakan rumus di atas sebanyak 30 butir soal kepada 36 orang siswa.25. Reliabilitas instrument Reliabilitas berasal dari bahasa inggris yang artinya reliability yang berarti kemantapan alat ukur. hlm. Op cit. 5. Jika alat ukur tersebut digunakan untuk melakukan pengukuran secara berulang kali maka alat tersebut tetap memberikan hasil yang sama.6.24.13.29.9.18.26.11.23. 41                                                               41 Toha Anggoro. butir-butir soal yang valid adalah sebagai berikut (2.16.20.17. Soal yang valid ada 22 butir.30).

maka butir-butir soal yang valid di atas dinyatakan reliabel. rtabel = 0. hlm. Jakarta : Rineka Cipta. Prosedur Penelitian. Jumlah soal yang diujikan dalam menganalisis reliabilitas adalah sebanyak 31 soal yang valid dengan hasil sebagai berikut : rhitung = 0.329.                                                               42 Suharsimi Arikunto 2010. 231 .44 Realibilitas dilakukan dengan rumus K-R 20.820. P : banyaknya subjek yang skornya 1 N q : proporsi subjek yang mendapat skor 0 (q = 1-p) Ketentuan : Jika r11 > r tabel berarti reliabel dan r11 < r tabel berarti tidak reliabel. 42 = Keterangan : r11 : realibilitas instrumen K : banyaknya butir pertanyaan V1 : varians total P : proporsi subjek yang menjawab betul pada sesuatu butir ( proporsi subjek yang mendapat skor 1). Karena rhitung > rtabel.

45 3. pada taraf signifikansi α = 0. hlm. pengujian dilakukan dengan uji-t. 349 .05. Adapun rumus yang digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 43 t= Keterangan : X1 : skor prestasi siswa yang menggunakan model pendekatan Contextual Teaching and Learning X2 : skor prestasi belajar siswa yang menggunakan model pendekatan konvensional SD1 : simpangan baku siswa yang menggunakan model pendekatan Contextual Teaching and Learning SD2 : simpangan baku siswa yang menggunakan model pendekatan konvensional                                                               43 Suharsimi Arikunto. Teknik Analisis Data Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar IPA siswa. Op Cit.

46 n1 : jumlah sampel belajar siswa yang menggunakan model pendekatan Contextual Teaching and Learning n2 : jumlah sampel belajar siswa yang menggunakan model pendekatan konvensional Kriteria pengujiannya jika t tabel > t hitung maka Ho diterima dan Ha ditolak sedangkan jika t tabel < t hitung maka Ho ditolak dan Ha diterima pada taraf signifikansi α = 0. Sebelum analisis statistik dilakukan. Kedua uji ini dilakukan sebagai syarat dari analisis data. .05 dan dengan derajat kebebasan / dk (n1+n2-2). Uji normalitas menggunakan chi-kuadrat dan uji homogenitas menggunakan uji Fisher. terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas.

1 Data hasil hasil belajar siswa dengan pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) siswa kelas IVB (kelas eksperimen) SDIT Nurul Fallah Pagi No 1 2 3 4 5 6 7 Nama Siswa Nurul Ulfah M.khafi 17 17 17 17 17 16 16 16 16 15 15 14 14 13 12 10 10 10 414 8 8 47 .Aswad X (kelas eksperimen) 20 20 20 19 19 18 18 18 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Sri Indah Rahayu Adelia Irma W Siti Redita Rama wira Aliffah H Raja L Adinda Dwi Anisa Syahfryl Septian Ditya Putri N Renaldy Raam Syah Adi Mawardi Rani Sri Sundari Ninis Hermawati Rahmalia Putri Juanis Wildan faris Sasha Safira M. DESKRIPSI DATA 1. Data Hasil Belajar Siswa Dengan Pendekatan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) diperoleh data sebagai berikut : Tabel 4. Rifan Purbayu Bagus Andika Kresna Rahmalia Putri Anisa Putri Hastami Nabila Raicintka MMM M.47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.

5 17.00. maka dapat dibuat grafik histogram frekuensinya sebagai berikut : .5 13.2 Data hasil belajar siswa dengan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) siswa kelas IVB (kelas eksperimen) SDIT Nurul Fallah Pagi Cilincing Jakarta Utara No.5 23 19.5 5 7.5 11. median. 12 – 13 2 12.38.5 18 34. 14 – 15 4 14. 20 – 21 3 20.5 9 15.5 17. 16 – 17 9 16.2 % 6. 10 – 11 9.5 19.48 Berdasarkan hasil penelitian di atas.5 % Σ 26 Berdasarkan hasil perhitungan data dengan model pendekatan penbelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) .5 % 2.92. Nilai rata-rata 15. simpangan baku 3.5 11. modus dan simpangan baku dapat dilihat di lampiran 13 hal 134-136).5 3 11.63 % 3.5 15.3 % 4.5 15. dan modus 17.5 1.5 21.6 % 5.5 13. Tabel 4.6 (perhitungan dalam mencari mean.5 19. Skor F Batas Atas Batas Bawah Fk Fr 3 Nilai Tengah (xi) 10. didapat data tentang hasil belajar siswa pada pokok bahasan perubahan fisik bumi dengan model pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) siswa kelas IVB dengan skor tertinggi 20 dan skor terendah 10 pada lampiran.5 26 11. median 18. 18 – 19 5 18.

5  12. Data Hasil Belajar Siswa Dengan Model Pendekatan Pembelajaran Konvensional Data Hasil Belajar Siswa Dengan Pendekatan Pembelajaran konvensional diperoleh data sebagai berikut : .5  18.5  16.49      10                                                                                              9          9          8          7      Frekuensi                                                                         5       6          4                3         2                    14.5  20.1 Diagram Histogram dan Poligon kelas IVB (Kelas Eksperimen) SDIT Nurul Falah Pagi Cilincing Jakarta Utara   2.5          Batas Nyata X     Grafik.5        5                4                                                    3             3                         2                               1          10.4.

11.3 Skor hasil belajar IPA siswa dengan pendekatan pembelajaran konvensional siswa kelas IVA (Kelas Kontrol) SDIT Nurul Fallah Pagi cilincing Jakarta Utara No Nama Siswa X (Kelas Kontrol) 1 Aldi 15 2 Erlina Lestari 15 3 Dony Ferdiansyah 15 4 Nadia 14 5 Ihsan Andi Nugroho 14 6 Dimas 14 7 Ramadhan Sadewo 14 8 Metha Azhar 14 9 Faiz Widi P 13 10 Diah 13 11 Inayah Farah 13 12 Farsya Az-Zahra 13 13 Intan Alfina 12 14 Azizah Rahmania 12 15 Hadistya Ramadhan 12 16 Nabila Bilqis 12 17 Candra Irsandi 12 18 Rafi 12 19 Sabrina Agita 12 20 Aldi Faryrahman 11 21 Reno Harlem 11 22 Chaerul 10 23 Ridwan 10 24 Syifa Fitriyah 9 25 Viya 8 26 Okto M 5 Σ 315 Berdasarkan hasil penelitian di atas. didapat data tentang hasil belajar siswa pada pokok bahasan perubahan fisik bumi dengan pendekatan pembelajaran Konvensional siswa kelas IVA dengan skor tertinggi 15 dan skor terendah 5 pada lampiran.50 Tabel 4. . Nilai rata-rata 12.

5 10. median 14. 15 – 16 3 15.5 8.6 % 5.5 6. Skor F Nilai Tengah (xi) Batas Atas Batas Bawah Fk Fr 1. dan modus 13.5 6.5 14.84 % 3.51 simpangan baku 2.5 2 3.84 % 2.5 8.5 14.5 (perhitungan dalam mencari mean. median.5 4.31.5 1 3.5 10.6 % 6.5 16. modus dan simpangan baku dapat dilihat di lampiran15 hal142-144).5 % 4. Tabel 4.5 12. maka dapat dibuat grafik histogram frekuensinya sebagai berikut : .26.5 % ∑ 26   Berdasarkan hasil perhitungan data dengan model pendekatan penbelajaran Konvensional . 11 – 12 9 11. 13 – 14 9 13.4 Data hasil hasil belajar siswa dengan pendekatan pembelajaran konvensional siswa kelas IVA (kelas kontrol) SDIT Nurul Fallah Pagi No. 7–8 1 7.5 5 11.5 14 34. 5–6 1 5.5 26 11.5 12. 9 – 10 3 9.5 23 34.

5  11.5  15.5      Batas Nyata X Grafik 4.52        10                                                                                 9         9          8          7      Frekuensi                 6  9                    5                        4               3                        3          3                                     2                  1       1                          1                    9.2 Diagram Histogram dan Poligon kelas IVA SDIT Nurul Falah Pagi Cilincing Jakarta Utara (Kelas Kontrol)                 .5  13.5        5.5  7.

173 pada taraf signifikan α = 0.173  pada taraf signifikan α = 0. Sedangkan dari pengujian tes hasil belajar untuk kelompok eksperimen diperoleh dan    = 0.05 untuk N= 26. Dikarenakan pada kedua kelompok tidak melebihi   yakni < maka dapat disimpulkan bahwa data populasi pada kedua kelompok berdistribusi normal. . Pengujian Persyaratan Analisis Data Sebelum menguji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas.1056 (lampiran 145-146) dan   = = 0.0909 (lampiran hal 138-139.05 untuk N= 26.53 B.) = 0.. 1. Uji Normalitas Uji normalitas yang digunakan yaitu uji Lilliefors pada taraf signifikan 5%. Adapun kriterianya sebagai berikut : Ho : Data berdistribusi normal H1 : Data tidak berdistribusi normal Terima Ho Jika Tolak Ho Jika < > : Data berdistribusi normal : Data tidak berdistribusi normal Dari tes hasil belajar untuk kelompok kontrol diperoleh 0.

Untuk harga rata – rata hasil belajar kelompok siswa yang diajarkan dengan model pendekatan pembelajaran konvensional adalah 12.11 dan simpangan baku (standar deviasi) 2. Pengujian Hipotesis Dari data penelitian didapat rata – rata hasil belajar kelompok siswa yang diajarkan dengan model pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning adalah 15.1056 0.173 Berdistribusi Normal 2.29 (Lampiran 16 halaman 147).95 pada taraf signifikan 0. (Lampiran 16 halaman 147-148) karena     <    maka dapat disimpulkan bahwa varian kedua kelompok tersebut homogen. Uji Homogenitas Uji homogenitas atau uji kesamaan dua varian populasi dari dua kelompok dilakukan dengan uji Fisher.   = 1. 3.0909 0.173 Berdistribusi Normal 71 0.00 (Lampiran 13 halaman 136). Untuk mengetahuai apakah .31 (Lampiran 15 halaman 144).3 Hasil uji normalitas hasil belajar siswa kelas IVA dan IVB SDIT Nurul Fallah Pagi Variabel            N Kesimpulan 71 0.92 dan simpangan baku (standar deviasi) 3.54 Tabel 4. Dari hasil pengujian diperoleh   = 1.05 dengan dk pembilang = 25 dan dk penyebut = 26.

bahwa model pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning memiliki pengaruh yang cukup signfikan terhadap hasil belajar siswa kelas IV.031. Oleh karena thitung > ttabel maka Ho ditolak. maka dapat disimpulkan bahwa model pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa. Ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan model pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap hasil belajar IPA siswa (Lampiran17 halaman 149-150). Perhitungan pengujian hipotesis yang menyatakan bahwa    diterima yang berarti model pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning memiliki pengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV. Hal ini dipertegas dengan hasil perhitungan pada uji-t dengan menggunakan t.08.08 serta ttabel (pada taraf signifikan (α) = 0.05 dengan derajat kebebasan 50) adalah 2. Pembahasan Hasil Penelitian Penelitian yang telah dilaksanakan mendapatkan hasil. Dari hasil perhitungan uji-t dengan menggunakan t. maka perlu dilakukan analisis lebih lanjut dengan analisis uji statistik menggunakan uji-t. Dengan demikian model .tes yang diperoleh sebesar 5. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis tersebut.tes diperoleh thitung = 5.55 perbedaan kedua nilai rata – rata tersebut signifikan (bermakna). 4.

memberikan motivasi tersendiri dalam kegitan pembelajaran. didalam pembelajaran menggunakan model pendekatan pembelajaran ini. Kerjasama dan partisipasi antar siswa lain dapat terlihat dengan jelas melalui percobaanpercobaan yang dilakukan sehingga mereka dapat bertukar fikiran dengan baik antar sesama siswa lain. pada akhirnya siswa dapat mempersentasikan hasil diskuusinya antar kelompok lain dan dapat saling bertukar fikiran antara kelompok satu dengan yang lain. dapat dilihat bahwa model pendekatan pembelajaran ini memberikan suasana yang baru dari kegiatan pembelajaran pada umumnya. Siswa sangat berminat untuk melakukan percobaan-percobaan yang dilakukan secara berkelompok. Siswa lebih antusias dalam mengikuti pelajaran dengan melakukan beberapa percobaan-percobaan ilmiah. selain itu siswa juga sangat memperhatikan pengarahan yang diberikan oleh guru. sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan efektif dan menyenangkan. Melalui hal beberapa hal tersebut. Selain itu. Hal ini terlihat jelas melalui respon yang didapat melalui pembelajaran dengan model pendekatan ini.56 pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning memberikan pengaruh yang cukup baik terhadap hasil belajar siswa. . Melaui beberapa penjelasan di atas.

sehingga kegiatan pembelajaran cenderung membosankan dan siswa menjadi pasif. . suasana pembelajaran yang tercipta cenderung monoton dan kurang dapat memotivasi siswa dengan baik.57 Berbeda dengan sistem pebelajaran yang menggunakan model pendekatan konvensional.

lebih efektif digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dibandingkan dengan model pendekatan pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional khususnya pada mata pelajaran IPA. Selain itu dengan menggunakan model pendekatan pembelajaran ini. IMPLIKASI DAN SARAN A. Implikasi Melalui penelitian yang telah dilakukan. Dengan demikian model pendekatan pembelajaran ini. B. sehingga siswa dapat lebih memahami materi yang diajarkan karena media yang digunakan adalah kehidupan nyata siswa itu sendiri. dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pelajaran dan memacu siswa untuk berfikir kritis dalam memecahkan masalah dari setiap pelajaran yang diberikan oleh guru. Dari semua 58 . Simpulan Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di Sekolah Dasar Islam Teladan Nurul Fallah.58 BAB V SIMPULAN. Jakarta Utara. Penggunaan model pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat dilakukan guru untuk mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa. pembelajaran dengan model pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning ini memberikan pengaruh yang cukup baik terhadap hasil belajar siswa.

guru maupun masyarakat. agar hasil yang dicapai dapat meningkatkan mutu dari pengajaran itu sendiri. Sebaiknya guru haruslah dapat membuat inovasi-inovasi baru dalam kegiatan pembelajaran. Sebagai guru haruslah senantiasa dapat merancang program pengajaran yang baik. Saran – saran Berdasarkan hasil penelitian dilapangan. agar inovasi tersebut dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dalam belajar. c. C.59 hal tersebut model pendekatan pembelajaran ini merupakan cara yang cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kepada Kepala Sekolah hendaklah lebih memperhatikan kelengkapan sarana dan prasarana yang ada di sekolah agar dapat menunjang kegiatan pembelajaran dan dapat menerapkan rancangan-rancangan pengajaran yang baik dan inovatif agar pengajaran yang dilakukan dapat memberikan makna yang lebih baik bagi siswa. b. . maka peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut : a. Dan janganlah pernah malas atau takut dalam melakukan inovasi-inovasi baru dalam mengajar karna siswa lebih menyukai kegiatan pembelajaran yang lebih bervariasi dibandingkan dengan sistem pembelajaran yang cenderung monoton.

dkk (2010). Suharsimi. Metodologi Penelitian. Hatimah. Syaiful. Muslichach. (2010). Amirullah. Imron. Contextual Teaching dan Learning. Metodologi Penelitian. Akbar.60 DAFTAR PUSTAKA Anggoro. Pendekatan Konvensioanl. 2009.com. B. 2009. Garut : Rahayasa Research and Training. Bandung : Kaifa. Belajar dan Pembelajaran. Evaluasi Pembelajaran.Ihat. Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat Dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar. Belajar dan Pembelajaran.Hari( 2009). (2006). Hera (2007). Pendidikan Anak di SD. Tersedia.blongspot. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. http://iyasphunkalfreth. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan. Jakarta : Uhamka. Jakarta : Uhamka. Ali. Rineka Cipta. Arikunto.dkk. Asep. Diakses pada tanggal 6 Februari tahun 2011. 60 . Ketut Juliantara. Prosedur Penelitian. Contextual Teaching and Learning. 2010. Purwanto (2010). Jakarta : Universitas Terbuka.dkk(2006). 2009. Jakarta : Rineka Cipta. Evaluasi Hasil Belajar. Diakses pada tanggal 1 Februari tahun 2011. (2008). Jakarta : Universitas Terbuka. Jakarta : Rineka Cipta Asy’ari. Dimyanti.com. Jakarta : Pustaka Jaya. Jihad. Strategi Belajar Mengajar. Kumpulan Materi PLPG.com/.Diakses pada tanggal 6 Februari tahun 2011 . Pembelajarn Konvensional Banyak dikritik Namun Paling Disukai.dkk( 2007). Jakarta : Bumi Aksara. Lestari.com. (1996). Diakses pada tanggal 3 Februari tahun 2011. (2007). Budi (2010). Bahri. Pembelajaran Berwawasan Masyarakat.Gufron (2007). Evaluasi Pendidikan. dkk (2006). Jakarta : Uhamka. Jakarta : Universitas Terbuka.kompasania. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam. Yogyakarta : Multi Pressindo.blogspot.Toha(2007). http://sunartombs. Pendekatan Pembelajaran Konvensional. http://wdsains. Jakarta : Pt.wordpress. Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya. Dharma. Naredi.Elaine( 2010). http://edukasi. Kesuma.

Tim Penyusun. Bahan Ajar. Jakarta : Universitas Terbuka. Jakarta : Bumi Aksara. Nono( 2009). . (2006). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Wena. Bandung : Remaja Rosdakarya. S. Made( 2009). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Strategi Pembelajarn Berorientasi StandarProses Pendidikan. Sutarno. Bandung : Alfabeta. Sanjaya.2008. Bagaimana Membelajarkankan IPA di Sekolah Dasar. Jakarta : Universitas Terbuka. Materi dan Pembelajaran IPA SD. Udin. Konsep dan Makna Pembelajaran. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan. Syaiful( 2003). Samatowa. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Sudjana. Nana( 2009). Wina.dkk (2007).61 Sagala. Jakarta : Universitas Negri Jakarta. Usman. (2006).

gelombang air laut). A. Mengetahui manfaat yang didapat dan kerugian yang dapat ditimbulkan dari adanya angin dan hujan. B.62 Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Eksperimen) Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas : IV (Empat) Pertemuan :I Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit I. Standar Kompetensi : Memahami perubahan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan. 2. Memahami faktor-faktor penyebab perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan. Tujuan Pembelajaran : . II. cahaya matahari. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan berbagai penyebab perubahan lingkungan fisik (angin. Indikator : 1. III. hujan.

Perbedaan tekanan itu manyebabkan terjadinya angin yang berhembus dari laut ke darat. Angin seperti itu disebut angin darat. IV. Udara memberikan tekanan ke segala arah. Hujan dapat membuat tanaman dapat tumbuh subur dan cuaca menjadi sejuk. Aliran udara disebut angin. Pada malam hari. diharapkan siswa dapat mengerti dan memahami kaitan antara materi yang sedang diajarkan dengan percobaan yang telah dilakukan. Dimana dalam percobaan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui manfaat angin bagi kehidupan manusia. Perbedaan angin tersebut menyebabkan angin dari daratan berhembus ke lautan. Selain itu siswa juga dapat mengetahui manfaat dan kerugian yang didapat dari adanya hujan bagi kehidupan manusia. Tekanan udara di setiap tempat tidaklah sama. Akibatnya tekanan udara di daratan lebih tinggi daripada lautan. . dataran lebih cepat panas daripada lautan. Pada siang hari. Materi Pembelajaran : Angin dan hujan. karena air hujan dapat melarutkan kotoran di udara.63 Melaui percobaan yang dilakuakan untuk mengetahui manfaat dan perbedaan tekanan angin yang terjadi. Tanaman menjadi subur karena akar tanaman banyak menghisap air hujan yang meresap ke dalam tanah. Angin seperti itu disebut angin laut. Hal itu terjadi karena daratan lebih mudah melepaskan panas daripada lautan. Hujan menyebabkan udara menjadi bersih. suhu di lautan lebih panas daripada di daratan. Aliran udara terjadi dari tempat yang bertekanan tinggi ketempat yang bertekanan rendah.

B.Tanya jawab .Diskusi kelompok . guru memperhtikan kerapihan siswa. . kondisi siswa. Metode dan model pendekatan pembelajaran : .Pemberian tugas VI.Guru mengkondisikan siswa (salam.Guru mengkondisikan kelas ( guru memperhatikan kebersihan dan kerapihan kelas). . guru mengecek kehadiran siswa. berdoa bersama. . Kegiatan Awal ( 5 menit ) . Kegiatan Inti ( 45 menit ) - Guru memberikan pengarahan dan memperagakan langkahlangkah percobaan yang dilakukan dan siswa menyimak dengan baik.Guru melakukan apersepsi. . kerapihan posisi duduk siswa serta kelengkapan sarana belajar siswa).Siswa melakukan percobaan yang berhubungan dengan materi yang sedang diajarkan.Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan. . yaitu percobaan untuk mengetahui manfaat dan perbedaan tekanan angin yang terjadi.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Langkah-langkah Pembelajaran A. .Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). (Pemodelan) .64 V.

(Konstruktivisme) . (Inkuiri) .(Penilaian otentik) C.Guru memberikan penguatan tentang materi yang telah diajarkan. .65 .Guru menutup pelajaran.(Tanya jawab) . sikap. (Refleksi) . dan perilaku siswa dalam diskusi kelompok.Siswa melakukan diskusi di dalam kelompok masing-masing untuk memecahkan masalah melalui percobaan ilmiah yang dilakukan.Masing-masing kelompok menulis laporan hasil percobaannya dengan kata-katanya sendiri.Tanya jawab antar kelompok tentang percobaan yang dilakukan. Kegiatan Akhir ( 20 menit ) .Guru meninjau kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. .Guru menilai sikap dan perilaku siswa selama berlangsungnya diskusi.Masing-masing kelompok memberikan kesimpulan tentang materi dan percobaan yang telah dilakukan. .Guru membimbing siswa baik secara individual kelompok dalam pemahaman materi. (Komunitas belajar) . .Masing-masing kelompok mempersentasikan percobaan tersebut didepan kelas dan menyampaikan hasil laporan percobaan. .Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa.

. Media : - Kipas Angin yang berukuran kecil atau kipas tangan. Prosedur penilaian .Tes awal. Media dan Sumber Belajar : A. B.Tes akhir. .Lembar soal pengamatan. VIII. Tiga Serangkai.   . B. - Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV. Sumber Belajar : - Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV. Jenis penilaian -Lisan. - Dua nampan atau baskom.Tes dalam proses. Alat Penilaian . C. -Tertulis.66 VII. - Kertas yang akan dibuat menjadi perahu. Penilaian : A. - Air. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Pd Nip. S. Ahmad Ahlan. 130382356   . S. 0701045190 Mengetahui.Pd Rindang Wijayanti Raharjo Nip. Guru Kelas Peneliti.67    Jakarta. Danu Sugiartono. Nim.

Standar Kompetensi : Memahami perubahan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan. cahaya matahari. Mengetahui manfaat yang didapat dan kerugian yang dapat ditimbulkan dari adanya cahaya matahari dan gelombang laut. 2.68 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas : IV (Empat) Pertemuan : II Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit I. B Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan berbagai penyebab perubahan lingkungan fisik (angin. Indikator : 1. III. hujan. II. A. gelombang air laut). Memahami faktor-faktor penyebab perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh cahaya matahari dan gelombang laut. siswa dapat memahami dengan baik manfaat dari percobaan yang dilakukan dan siswa dapat mengaitkan percobaan yang telah dilakukan dengan materi . Tujuan Pembelajaran : Melalui hasil percobaan yang telah dilakukan.

Gelombang laut terkadang tampak besar dan kadang tampak kecil sehingga menyebabkan gelombang laut tampak indah dan menarik. Adanya energi panas dan cahaya dari matahari menyebabkan bumi sesuai untuk kehidupan makhluk hidup. Oleh karena itu banyak pantai yang dijadikan tempat tujuan objek wisata. Energi panas matahari menyebabkan bimi tidak membeku. Materi Pembelajaran : Cahaya matahari dan gelombang laut. Metode dan model pendekatan pembelajaran : benda yang ada . IV. dimana tujuan dari percobaan itu sendiri adalah untuk mengetahui manfaat cahaya matahari bagi seluruh makhluk hidup terutama dalam percobaan ini adalah untuk mengetahui manfaat cahaya matahari bagi tumbuhan.69 yang diajarkan. Gelombang laut dapat menghempaskan dipermukaannya. Gelombang laut dapat dilihat dari pantai. dan energi cahaya dari matahari diperlukan oleh tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Siswa juga dapat mengetahui manfaat dan kerugian yang didapat dari adanya gelombang laut. Matahari merupakan sumber energi panas dan cahaya yang terbesar di muka bumi. V.

kondisi siswa.Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan.Diskusi kelompok . Kegiatan Awal ( 5 menit ) . . .Guru mengkondisikan siswa (salam. guru memperhtikan kerapihan siswa. B.Guru mengkondisikan kelas ( guru memperhatikan kebersihan dan kerapihan kelas).Model pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). berdoa bersama.Pemberian tugas VI .70 . (Pemodelan) .Guru melakukan apersepsi.Tanya jawab .Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. . Kegiatan Inti ( 45 menit ) - Guru memberikan pengarahan dan memperagakan langkahlangkah percobaan yang dilakukan dan siswa menyimak dengan baik. . guru mengecek kehadiran siswa. kerapihan posisi duduk siswa serta kelengkapan sarana belajar siswa). Langkah-langkah Pembelajaran A. .

.Guru menilai sikap dan perilaku siswa selama berlangsungnya diskusi. yaitu percobaan untuk mengetahui manfaat cahaya matahari bagi tumbuhan.Masing-masing kelompok menulis laporan hasil percobaannya dengan kata-katanya sendiri. dan perilaku siswa dalam diskusi kelompok.Masing-masing kelompok mempersentasikan percobaan tersebut didepan kelas dan menyampaikan hasil laporan percobaan.Siswa melakukan percobaan yang berhubungan dengan materi yang sedang diajarkan.Tanya jawab antar kelompok tentang percobaan yang dilakukan. (Komunitas belajar) .Guru membimbing siswa baik secara individual kelompok dalam pemahaman materi.71 .(Tanya jawab) . Kegiatan Akhir ( 20 menit ) . (Inkuiri) .Siswa melakukan diskusi di dalam kelompok masing-masing untuk memecahkan masalah melalui percobaan ilmiah yang dilakukan. (Konstruktivisme) . . sikap.(Penilaian otentik) C.

. .Kapas.Masing-masing kelompok memberikan kesimpulan tentang materi dan percobaan yang telah dilakukan. Media : . VIII.Guru menutup pelajaran. Penilaian : . .Guru memberikan penguatan tentang materi yang telah diajarkan.Gelas aqua kecil. .Guru meninjau kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.Penggaris atau mistar. Media dan Sumber Belajar : A. Sumber Belajar : - Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV.Biji kacang hijau.72 . Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. A. - Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV. (Refleksi) . Tiga Serangkai. .Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa. VII. .

S.Tes awal. Danu Sugiartono. C. -Tertulis.Pd Rindang Wijayanti Raharjo Nip.Tes akhir.                  Jakarta. . .73 A.Soal dalam bentuk lembar pengamatan. 0701045190 Mengetahui. 130382356 .Tes dalam proses. Nim. Alat Penilaian .Pd Nip. Jenis penilaian -Lisan. S. Ahmad Ahlan. Guru Kelas Peneliti. Prosedur penilaian . B.

dan longsor). banjir. abrasi. A. diharapkan siswa dapat memahami apa yang telah mereka amati dan siswa dapat membuat kaitan antara hasil pengamatan yang dilakukan dengan materi yang diajarkan. B Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan cara pencegahan kerusakan lingkungan (erosi. Pengmatan dilakukan untuk mengetahui caracara yang dilakukan untuk mencegah terjadinya banijr dan siswa dapat . Standar Kompetensi : Memahami perubahan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan. II. III. Indikator : Memahami cara-cara mencegah banjir dan tanah longsor.74 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas : IV (Empat) Pertemuan : III Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit I. Tujuan Pembelajaran : Melalui pengamatan yang dilakukan oleh siswa.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir salah satunya yaitu tidak membuang sampah ke saluran air. Ketidaklancaran itu disebabkan oleh saluran air yang tersumbat sampah. . banyak tanaman yang hilang. sekolah dan lingkungan masyarakat. tanah tidak dapat menyimpan cadangan air di dalam tanah dengan baik.75 menerapkan cara-cara tersebut di dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan keluarga. Aliran air dari banjir dapat menghanyutkan tanaman. IV. Banjir disebabkan oleh jumlah air hujan yang terlalu banyak. Banjir akan lebih parah jika tidak diimbangi kelancaran pembuangan air. Selain itu siswa juga dapat memahami cara-cara mencegah terjadinya tanah longsor. Banjir merusak permukaan tanah. Hujan yang berlangsung secara terus-menerus dapat menyebabkan banjir. Materi Pembelajaran : Cara pencegahan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh banjir dan tanah longsor. Akibatnya. Tanah longsor adalah bencana alam yang disebabkan oleh keadaan tanah yang telah mengalami erosi tanah sehingga tanah menjadi hilang kesuburannya dan pada saat musim hujan. Hal ini dikarnakan tidak adanya tumbuhan yang dapat membantu menyimpan cadangan air di dalam tanah.

Guru mengkondisikan kelas ( guru memperhatikan kebersihan dan kerapihan kelas).Tanya jawab.Guru melakukan apersepsi. .Guru memberikan pengarahan tentang pengamatan yang dilakukan dan siswa menyimak dengan baik. .Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan. kerapihan posisi duduk siswa serta kelengkapan sarana belajar siswa).Guru mengkondisikan siswa (salam.Diskusi kelompok. Metode dan model pembelajaran : . . kondisi siswa. B. Kegiatan Inti ( 45 menit ) . VI. . .76 V. (Pemodelan) .Pemberian tugas. . Langkah-langkah Pembelajaran A.Model pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). . guru mengecek kehadiran siswa. guru memperhtikan kerapihan siswa. Kegiatan Awal ( 5 menit ) .Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. berdoa bersama.

(Inkuiri) .Guru menilai sikap dan perilaku siswa selama berlangsungnya diskusi. (Komunitas belajar) - Tanya jawab antar kelompok tentang percobaan yang dilakukan.Siswa melakukan pengamatan yang berhubungan dengan materi yang sedang diajarkan yaitu mengamati keadaan saluran air di sekolah. . dan perilaku siswa dalam diskusi kelompok. Kegiatan Akhir ( 20 menit ) . sikap. .(Tanya jawab) .77 .Siswa melakukan diskusi di dalam kelompok masing-masing untuk memecahkan masalah melalui percobaan ilmiah yang dilakukan. (Konstruktivisme) . kegiatan ini bertujuan agar siswa memahami cara-cara mencegah banjir yang dapat dimulai dari lingkungan sekolah.Masing-masing kelompok menulis laporan hasil percobaannya dengan kata-katanya sendiri.Guru membimbing siswa baik secara individual kelompok dalam pemahaman materi.Masing-masing kelompok mempersentasikan percobaan tersebut didepan kelas dan menyampaikan hasil laporan percobaan.(Penilaian otentik) C.

Guru menutup pelajaran. Prosedur penilaian . . .Saluran air di lingkungan sekolah.Tes awal. (Refleksi) .Guru meninjau kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Media : . .Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa.Guru memberikan penguatan tentang materi yang telah diajarkan. - Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV. Penilaian : A.Tes dalam proses. Media dan Sumber Belajar : B.Tes akhir.Masing-masing kelompok memberikan kesimpulan tentang materi dan percobaan yang telah dilakukan.78 . B. . Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. . VIII. Tiga Serangkai. Sumber Belajar : - Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV. . VII.

Pd Nip. Jenis penilaian -Lisan. S. -Tertulis.Soal dalam bentuk lisan dan tertulis. 130382356 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas : IV (Empat) . Nim. 0701045190 Mengetahui.  Jakarta. C.Pd Rindang Wijayanti Raharjo Nip. S. Ahmad Ahlan.79 B. Guru Kelas Peneliti. Alat Penilaian . Danu Sugiartono.

Indikator : Memahami cara-cara mencegah erosi tanah dan abrasi. Standar Kompetensi : Memahami perubahan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan. IV. . II. abrasi. III. dan longsor). banjir. Tujuan Pembelajaran : Melalui percobaan yang telah dilakukan diharapkan siswa dapat mengaitkan hasil percobaan yang telah dilakukan dengan materi yang diajarkan.80 Pertemuan : IV Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit I. B Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan cara pencegahan kerusakan lingkungan (erosi. A. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui ketahanan tanah terhadap erosi serta siswa dapat memahami dengan baik cara-cara mencegah erosi tanah melalui percobaan yang telah dilakukan. Materi Pembelajaran : Cara pencegahan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh erosi tanah dan abrasi. Dan siswa dapat memahami sebab-sebab terjadinya abrasi tanah.

Guru melakukan apersepsi.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.Pemberian tugas.Guru mengkondisikan siswa (salam.Guru mengkondisikan kelas ( guru memperhatikan kebersihan dan kerapihan kelas). .Tanya jawab . VI. . setiap tanah dapat terkikis dan hanyut terbawa air. Tanah dilapisan atas yang tidak memiliki penahan. Pengikisan tanah oleh air dan angin disebut erosi. berdoa bersama.Diskusi kelompok . guru memperhtikan kerapihan siswa. . Metode dan model pendekatan pembelajaran : . . . guru mengecek kehadiran siswa. kondisi siswa. kerapihan posisi duduk siswa serta kelengkapan sarana belajar siswa). Langkah-langkah Pembelajaran A. .81 Tanah yang subur terdapat pada lapisan atas. Sedangkan pengikisan tanah di pantai yang disebabkan oleh gelombang laut disebut abrasi.Model pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Kegiatan Awal ( 5 menit ) . V.Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan.

Siswa melakukan percobaan yang berhubungan dengan materi yang sedang diajarkan. .Masing-masing kelompok menulis laporan hasil percobaannya dengan kata-katanya sendiri. (Komunitas belajar) - Tanya jawab antar dilakukan.82 B.Guru memberikan pengarahan dan memperagakan langkah-langkah percobaan yang dilakukan dan siswa menyimak dengan baik. Percobaan yang dilakukuan bertujuan untuk mengetahui ketahanan tanah terhadap erosi.Siswa melakukan diskusi di dalam kelompok masing-masing untuk memecahkan masalah melalui percobaan ilmiah yang dilakukan.(Tanya jawab) kelompok tentang percobaan yang . (Konstruktivisme) .Masing-masing kelompok mempersentasikan percobaan tersebut didepan kelas dan menyampaikan hasil laporan percobaan. Kegiatan Inti ( 45 menit ) . (Inkuiri) . (Pemodelan) .

Media dan Sumber Belajar : A. - Lapisan tanah berumput sedikit. sikap. (Refleksi) .Guru menutup pelajaran. VII. .Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa. . dan perilaku siswa dalam diskusi kelompok. .Guru membimbing siswa baik secara individual kelompok dalam pemahaman materi. - Lapisan tanah berumput banyak. Media : - Lapisan tanah biasa.(Penilaian otentik) C.83 . .Masing-masing kelompok memberikan kesimpulan tentang materi dan percobaan yang telah dilakukan.Guru memberikan penguatan tentang materi yang telah diajarkan.Guru menilai sikap dan perilaku siswa selama berlangsungnya diskusi. .Guru meninjau kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Kegiatan Akhir ( 20 menit ) .

.      Jakarta. - Tiga kotak peyangga. B. Sumber Belajar : - Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV. - Gayung B.Tes akhir.Tes awal. . - VIII. Jenis penilaian -Lisan.84 - Enam kotak atau nampan. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Alat Penilaian . Prosedur penilaian . -Tertulis. - Air secukupnya. Tiga Serangkai. Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV.Soal dalam bentuk lembar pengamatan.Tes dalam proses. Penilaian : A. C. .

Pd Nip. Ahmad Ahlan. S.85 Guru Kelas Peneliti. 0701045190 Mengetahui. 130382356   . Danu Sugiartono. S.Pd Rindang Wijayanti Raharjo Nip. Nim.

Sediakan tiga jenis lapisan tanah yang telah dipersiapkan.86 Lampiran 2 Nama : Kelas : Lembar Kerja Siswa 1 Lakukan kegiatan ini bersama anggota kelompokmu! Tujuan Kegiatan : Mengetahui ketahanan tanah terhadap erosi. Lapisan tanah berumput banyak C). Tiga kotak peyangga. Lapisan tanah biasa atau tanah yang tidak ada rumput (A). 3. Lapisan tanah berumput sedikit (B). Enam kotak atau nampan. Letakkan masing-masing lapisan tanah dengan nampan. Alat dan bahan : 1. Air secukupnya. . 7. Gayung Cara kerja : 1. 2. 2. 4. 6. 5.

Letakkan ketiga nampan tersebut di atas kayu penyangga sehingga nampan menjadi miring. Kecepatan aliran air 2. Jumlah air tampungan 4. Tuangkan segayung air di tiap-tiap nampan. Endapan lumpur A Pertanyaan : 1. Di tanah mana air tampungan palingan banyak? Jawab : 3. Warna air tampungan 3. Di mana lumpur yang diendapkan paling banyak ? Jawab : 4. Amatilah yang terjadi. Apa yang kamu dapat simpulkan dari hasil kegiatan ini ? Jawab : 5. 4. Di tanah mana air mengalir ? Jawab : 2. Catatlah hasil pengamatanmu pada tabel berikut. Bagaimanakah cara mencegah terjadinya erosi ? Jawab : Nama : B C . 6.87 3. 5. Keadaan masing-masing tanah No Hal yang diamati 1.

5. Biji kacang hijau 2. 4. . Letakkan kapas ke dalam gelas aqua yang telah disiapkan. Cara Kerja : 1. Amati apa yang terjadi dan ukurlah pertumbuhan tinggi batang dari hari ke hari . Dua gelas aqua. Kapas. Beri air secukupnya. 4. Lalu beri perlakuan yang berbeda. Alat dan bahan : 1. 3. gelas aqua yang pertama diletakkan diruangan yang terkena cahaya matahari dan gelas aqua yang kedua diletakkan diruangan yang tidak ada cahaya matahari. Letakkan beberapa biji kacang hijau di atas kapas yang telah ditaruh di dalam gelas aquq. 2. 3.88 Kelas : Lembar Kerja Siswa 2 Lakukan kegiatan ini bersama kelompokmu! Tujuan : Mengetahui manfaat cahaya matahari bagi tumbuhan. Penggaris atau mistar.

Gelas A (terkena cahaya matahari) 2. Gelas B (tidak terkena cahaya) Hari II (cm) Hari III (cm) Hari IV (cm) Pertanyaan : 1. Apakah terjadi perbedaan antara kecambah yang terkena cahaya dengan yang tidak terkena cahaya ? Jawab : 2. Apakah manfaat yang didapat dari adanya cahaya matahari dan apa pula kerugian yang diperoleh dari cahaya matahari ? . Manakah yang lebih cepat berkembang antara kecambah yang terkena cahaya dengan yang tidak terkena cahaya ? Jawab : 3. Buatlah kesimpulan dari percobaan di atas ? 5.89 No Perlakuan Pertumbuhan Kecambah Hari I (cm) 1. Bagaimanakah bentuk batang yang tumbuh antara kecambah yang terkena cahaya dengan yang tidak terkena cahaya ? 4.

3. 3. Kipas Angin yang berukuran kecil. Isi nampan atau baskom dengan air secukupnya. Dua nampan atau baskom. Kertas yang akan dibuat menjadi perahu. Taruhlah kipas angin di sebelah kiri nampan yang berisi air dan nyalakan kipas angin tersebut. Alat dan bahan : 1. . Cara kerja : 1. 4. Anggaplah bahwa sebelah kiri nampan adalah daratan dan sebelah kanan adalah lautan. Amatilah yang terjadi.90 Nama : Kelas : Lembar Kerja Siswa 3 Lakukan kegiatan ini bersama kelompokmu! Tujuan : Untuk mengetahui manfaat dan perbedaan tekanan angin yang terjadi. Air secukupnya 4. 2. Letakkan perahu yang terbuat dari kertas ke dalam nampan yang telah berisi air. 2.

6. Jika perahu kertas bergerak dan berpindah posisi. Buatlah kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan ? Jawab : 4. Apa sajakah manfaat angin dalam kehidupan sehari ? Jawab : 5. Apa yang menyebabkan kertas menjadi berpindah posisi? Jawab : 3. Pertanyaan : 1. Angin apakah yang dapat memberikan kerugian bagi manusia dan menyebabkan terjadinya perubahan fisik pada lingkungan ? Jawab : . Amatilah yang terjadi. Lalu letakkan kipas keberlainan arah yaitu sebelah kanan dan nyalakan kipas tersebut.91 5. Apakah kertas tersebut bergerak dan berpindah posisi? Jawab : 2.

1. Bagaimanakah cara menjaga saluran air agar tetap bersih dan bebas dari sampah ? Jawab : . Apa yang terjadi jika saluran di sekolahmu tidak dapat berfungsi dengan baik ? Jawab : 5.92 Nama : Kelas : Lembar Kerja Siswa 4 I. Apakah fungsi dari saluran air yang ada di sekolahmu ? Jawab : 4. Apakah air yang ada di saluran air disekolahmu dapat mengalir dengan lancar ? Jawab : 3. Amatilah keadaan saluran air yang ada di lingkungan sekolahmu dan jawablah soal-soal di bawah ini ! Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana cara merawat lingkungan dan mencegah terjadinya perubahan fisik bumi yang disebabkan oleh manusia. Apakah saluran air yang ada di sekolahmu dalam keadaan bersih dan bebas sampah ? Jawab : 2.

2. Endapan lumpur Banyak Sedikit Tidak ada Jawaban Pertanyaan : 1. Air dapat mengalir pada tanah yang ditumbuhi rumput. 3. Warna air tampungan Coklat Agak coklat Tidak ada air tampungan 3. . Jumlah air tampungan Banyak Sedikit Tidak ada 4. Di tanah yang tidak ada rumput. Kecepatan aliran air Lambat menyerap air Agak Cepat menyerap air Cepat menyerap air 2.93 II. Buatlah kesimpulan dari apa yang telah kamu amati dan bahaslah hasil kesimpulanmu bersama teman-temanmu ! Lampiran 3 Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa (LKS) I. Lembar Kerja Siswa 1 Keadaan masing-masing tanah No Hal yang diamati A B C 1. Di tanah yang tidak ada rumput.

Kesimpulan : tanah yang ditumbuhi rumput. namun batang ini memiliki tekstur yang kuat dan lebih kokoh. Cahaya matahari mempunyai manfaat yang sangat baik bagi tumbuhan karna selain cahaya matahari dapat membantu proses fotosintesis. walaupun batang lebih berukuran pendek dibandingkan dengan batang yang tidak terkena matahari. II. Kecambah yang tidak terkena matahari dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan kecambah yang terkena matahari. Sedangkan yang terkena matahari.94 5. Bentuk batang yang tidak terkena matahari memilki batang yang lebih tinggi. 2. . namun batang tersebut tidak memiliki batang yang kokoh. akan dapat menyerap air lebih cepat menyerap ke dalam tanah dibandingkan dengan tanah yang tidak ditumbuhi rumput. Kecambah yang tidak terkena matahari dapat tumbuh atau berkembang dibandingkan dengan yang terkena matahari. 3. cahaya matahari juga dapat membuat batang tumbuhan menjadi kokoh. 4. Terjadi atau ada perbedaan. Lembar Kerja Siswa 2 Jawaban Pertanyaan : 1. Hal ini membuktikan bahwa tanah yang ditumbuhi tumbuhan dapat mencegah terjadinya erosi tanah. karena tumbuhan berfungsi untuk menyerap air ke dalam tanah.

95

5. Matahari dapat memberikan banyak manfaat bagi manusia yaitu matahari
dimanfaatkan oleh manusia untuk menjemur pakaian agar pakaian menjadi
kering, selain itu matahari juga dimanfaatkan oleh para nelayan untuk
menjemur ikan hasil tangkapannya untuk dibuat ikan asin. Sedangkan bagi
tumbuhan dimanfaatkan untuk proses fotosintesis.

Dan yang paling

penting manfaat matahari adalah sumber penerangan di bumi. Cahaya
matahari yang berlangsung secara terus menerus dan tidak diimbangi
dengan hujan akan menyebabkan terjadinya kekeringan.

III. LembarKerja Siswa
Jawaban Pertanyaan :
1. Bergerak atau berpindah posisi
2.

Karena adanya angin.

3. Angin dapat membuat perahu berpindah tempat, karena angin memberikan
dorongan sehingga perahu dapat berpindah tempat.
4. Angin dimanfaatkan untuk para nelayan untuk berlayar mencari ikan di
laut, sedangkan bagi tumbuhan angin bermanfaat untuk membantu
tumbuhan dalam proses penyerbukan. Selain itu angi juga dapat
dimanfaatkan untuk sarana olah raga yairu untuk olah laga selancar air.
Dan bagi nelayan air bermanfaat untuk menggerakan kincir air yang
digunakan untuk irigasi.

96

5. Angin yang memberikan kerugian bagi makhluk hidup di bumi yang
terjadi di Indonesia adalah angin puting beliung, angin topan dan angin
ribut. Karna angin terjadi begitu cepat dan mampu memporak-porandakan
lingkungan yang dilalui oleh angin tersebut.

IV. Lembar Kerja Siswa 4
I. Jawaban Pertanyaan
1. Tidak, karena masih terdapat banyak sampah
2.

Tidak, karena terdapat sampah pada saluran air, maka air tidak dapat
mengalir dengan lancar.

3. Saluran air hujan yang ada di sekolah berfungsi untuk menampung air
hujan.
4. Jika saluran air tidak dapat berfungsi dengan baik dapat menyebabkan
terjadinya banjir.
5. Tidak membuang sampah ke tempat saluran air.

III. Kesimpulan : saluran air yang ada di lingkungan sekolah berfungsi untuk
menampung air hujan, sehingga air dapat mengalir dengan

97

baik. Jika saluran air terdapat banyak sampah, maka akan
menyebabkan terjadinya banjir. Banjir dapat memberikan
dampak yang tidak baik bagi lingkungan, karna banjir dapat
membuat lingkungan menjadi kotor. Berbagai cara yang
dapat dilakukuan untuk mencegah terjadinya banjir yaitu
membuanglah sampah pada tempatnya dan membersikan
saluran air secara rutin dari sampah agar air dapat mengalir
dengan lancar.

98 Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelas Kontrol) Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas : IV (Empat) Pertemuan :I Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit V. VI. A. Memahami manfaat yang didapat dan kerugian yang dapat ditimbulkan dari adanya angin dan hujan. gelombang air laut). VII. perubahan . Menyebutkan faktor-faktor penyebab perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan. Indikator : 3. Standar Kompetensi : Memahami perubahan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan. cahaya matahari. C. 4. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menyebutkan faktor-faktor penyebab lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan berbagai penyebab perubahan lingkungan fisik (angin. hujan.

Materi Pembelajaran : Angin dan Hujan.Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan. Kegiatan Inti ( 45 menit ) .Guru mengkondisikan kelas ( guru memperhatikan kebersihan dan kerapihan kelas). . VIII. guru memperhtikan kerapihan siswa.Guru melakukan apersepsi. berdoa bersama. kondisi siswa.Guru mengkondisikan siswa (salam. B. .Siswa mengamati gambar. IX.Pemberian tugas. . guru mengecek kehadiran siswa.99 2. . X.Tanya jawab. . kerapihan posisi duduk siswa serta kelengkapan sarana belajar siswa). Kegiatan Awal ( 5 menit ) . Metode .Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. . . Siswa dapat memahami manfaat yang diperoleh dari adanya angin dan hujan serta kerugian yang dapat ditimbulkan dari adanya angin dan hujan. Langkah-langkah Pembelajaran A.Ceramah. kemudian siswa mampu menyebutkan contoh peristiwa yang terjadi pada gambar tersebut.

- Gambar peristiwa tanah longsor. . .Tanya jawab tentang materi yang diajarkan.Guru melakukan evaluasi.Guru memberikan kesimpulan atau penguatan dari materi yang telah diajarkan. D.Guru menyebutkan manfaat dan kerugian yang dapat ditimbulkan dari adanya angin dan hujan. - Gambar peristiwa hujan. XI.Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa. C. . Media : - Gambar peristiwa angin ribut.Guru menjelaskan faktor-faktor penyebab perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan. .100 . Sumber Belajar : - Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV. . Media dan Sumber Belajar : C. Kegiatan Akhir ( 20 menit ) . .Dengan mengamati gambar siswa mampu menyebutkan perubahanperubahan fisik lingkungan yang terjadi yang disebabkan oleh adanya angin dan hujan. .Guru menutup pelajaran.Guru meninjau kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. - Gambar peristiwa banjir. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. .

101

-

Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV, Tiga Serangkai.

XII. Penilaian :
C. Prosedur penilaian
- Tes awal.
- Tes dalam proses.
- Tes akhir.
D. Jenis penilaian
-Lisan.
-Tertulis.
C. Alat Penilaian
- Soal dalam bentuk lisan dan tertulis.
Jakarta,

  

Guru Kelas

Peneliti

Dra. Zumi Febrik

Rindang

Nip.

Nim. 0701045190

Wijayanti

Raharjo

Mengetahui,

102

Ahmad Ahlan, S.Pd
Nip.130382356

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran

: Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kelas

: IV (Empat)

Pertemuan

: II

Alokasi Waktu

: 2 x 35 Menit

J. A. Standar Kompetensi :
Memahami perubahan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan.
B Kompetensi Dasar :
Mendeskripsikan berbagai penyebab perubahan lingkungan fisik (angin,
hujan, cahaya matahari, gelombang air laut).
VI. Indikator :
3. Menyebutkan faktor-faktor penyebab perubahan lingkungan fisik yang
disebabkan oleh cahaya matahari dan gelombang laut.
4. Memahami manfaat yang didapat dan kerugian yang dapat ditimbulkan
dari adanya cahaya matahari dan gelombang laut.
VII.

Tujuan Pembelajaran :

103

1. Siswa

dapat

menyebutkan

faktor-faktor

penyebab

perubahan

lingkungan fisik yang disebabkan oleh cahaya matahari dan
gelombang laut.
2. Siswa dapat memahami manfaat yang diperoleh dari adanya angin dan
hujan serta kerugian yang dapat ditimbulkan dari adanya cahaya
matahari dan gelombang laut.

VIII. Materi Pembelajaran :
Cahaya Matahari dan Gelombang laut.
IX. Metode
- Ceramah
- Tanya jawab
- Pemberian tugas
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal ( 5 menit )
- Guru mengkondisikan kelas ( guru memperhatikan kebersihan
dan kerapihan
kelas).
- Guru mengkondisikan siswa (salam, berdoa bersama, guru
mengecek kehadiran siswa, guru memperhtikan kerapihan siswa,
kondisi siswa, kerapihan posisi duduk siswa serta kelengkapan
sarana belajar siswa).
- Guru melakukan apersepsi.
- Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan.

Kegiatan Akhir ( 20 menit ) .Dengan mengamati gambar siswa mampu menyebutkan perubahan-perubahan fisik lingkungan yang terjadi yang disebabkan oleh cahaya matahari dan gelombang laut. Media : - Gambar peristiwa tanah yang mengalami kekeringan.Guru menutup pelajaran. . Kegiatan Inti ( 45 menit ) . . . . VII.Tanya jawab tentang materi yang diajarkan.Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa. . .Guru menjelaskan faktor-faktor penyebab perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh cahaya matahari dan gelombang laut .104 . B.Guru menyebutkan manfaat dan kerugian yang dapat ditimbulkan dari adanya cahaya matahari dan gelombang laut.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. C. .Siswa mengamati gambar.Guru memberikan kesimpulan atau penguatan dari materi yang telah diajarkan. kemudian siswa mampu menyebutkan contoh peristiwa yang terjadi pada gambar tersebut. . Media dan Sumber Belajar : C. .Guru meninjau kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.Guru melakukan evaluasi.

D. C.105 - Gambar peristiwa tanah abrasi.Tes dalam proses.Soal dalam bentuk lisan dan tertulis. 0701045190 Wijayanti Raharjo . -Tertulis.Tes awal. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. . Penilaian : C. Prosedur penilaian . Nim. VIII. Jenis penilaian -Lisan. Zumi Febrik Rindang Nip. Sumber Belajar : - Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV. .. - Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV. D. Jakarta. Alat Penilaian .Tes akhir. Guru Kelas Peneliti Dra. Tiga Serangkai.

VI.106 Mengetahui. B Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan cara pencegahan kerusakan lingkungan (erosi. abrasi. Ahmad Ahlan.Pd Nip. Standar Kompetensi : Memahami perubahan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan. Indikator : .130382356   Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas : IV (Empat) Pertemuan : III Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit J. dan longsor). S. A. banjir.

Materi Pembelajaran : Cara pencegahan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh banjir dan tanah longsor.Siswa dapat menyebutkan cara-cara mencegah banjir dan tanah longsor. Kegiatan Awal ( 5 menit ) . kerapihan posisi duduk siswa serta kelengkapan sarana belajar siswa). .Guru mengkondisikan siswa (salam.Guru melakukan apersepsi. VIII. IX. guru memperhtikan kerapihan siswa.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. .Guru mengkondisikan kelas ( guru memperhatikan kebersihan dan kerapihan kelas).Siswa dapat memahami dengan baik cara-cara mencegah banjir dan tanah longsor. berdoa bersama. .Ceramah. . Langkah-langkah Pembelajaran A. . guru mengecek kehadiran siswa. VII. X.107 Menyebutkan cara-cara mencegah banjir dan tanah longsor. kondisi siswa.Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan.Pemberian tugas. Metode . Tujuan Pembelajaran : . . .Tanya jawab. .

kemudian siswa mampu menyebutkan contoh peristiwa yang terjadi pada gambar tersebut.Guru memberikan kesimpulan dan penguatan dari materi yang telah diajarkan.Siswa mengamati gambar.Guru menjelaskan cara-cara mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor. . Tiga Serangkai. . . Prosedur penilaian . B. Sumber Belajar : . . Kegiatan Inti ( 45 menit ) . C.Tanya jawab tentang materi yang diajarkan. XI.Guru menutup pelajaran. VIII.108 B.Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa. Penilaian : C.Gambar peristiwa tanah longsor.Guru melakukan evaluasi. . Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. .Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV. . Kegiatan Akhir ( 20 menit ) .Guru meninjau kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.Gambar peristiwa banjir. Media dan Sumber Belajar : A. . Media : .Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV.

Zumi Febrik Rindang Nip. . C. D.Soal dalam bentuk lisan dan tertulis.Tes akhir. Alat Penilaian . 0701045190 Wijayanti Raharjo Mengetahui.                          Jakarta. Jenis penilaian -Lisan.Tes awal.Tes dalam proses. .109 . Guru Kelas Peneliti Dra. Nim. -Tertulis. .

Pd Nip. A. Standar Kompetensi : Memahami perubahan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan.130382356   Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas : IV (Empat) Pertemuan : IV Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit J. .110 Ahmad Ahlan. S.

Guru mengkondisikan kelas ( guru memperhatikan kebersihan dan kerapihan .Ceramah . X. Materi Pembelajaran : Cara pencegahan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh erosi tanah dan abrasi. . Kegiatan Awal ( 5 menit ) .Tanya jawab . Tujuan Pembelajaran : . Indikator : Menyebutkan cara-cara mencegah erosi tanah dan abrasi. abrasi.Pemberian tugas XIII. XII. XI. IX.111 B Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan cara pencegahan kerusakan lingkungan (erosi. banjir. dan longsor).Siswa dapat memahami dengan baik cara-cara mencegah erosi tanah dan abrasi.Siswa dapat menyebutkan cara-cara mencegah erosi tanah dan abrasi. Metode . Langkah-langkah Pembelajaran A.

112

kelas).
- Guru mengkondisikan siswa (salam, berdoa bersama, guru
mengecek kehadiran siswa, guru memperhtikan kerapihan siswa,
kondisi siswa, kerapihan posisi duduk siswa serta kelengkapan
sarana belajar siswa).
- Guru melakukan apersepsi.
- Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti ( 45 menit )
- Siswa mengamati gambar, kemudian siswa mampu menyebutkan
contoh peristiwa yang terjadi pada gambar tersebut.
- Guru menjelaskan cara-cara mencegah erosi tanah dan abrasi.
- Tanya jawab tentang materi yang diajarkan.
C. Kegiatan Akhir ( 20 menit )
- Guru meninjau kembali kegiatan pembelajaran yang telah
dilakukan.
- Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa.
- Guru memberikan kesimpulan dan penguatan dari materi yang
telah diajarkan.
- Guru melakukan evaluasi.
- Guru menutup pelajaran.
XIV. Media dan Sumber Belajar :
C. Media :

113

-

Gambar peristiwa erosi tanah.

-

Gambar peristiwa tanah abrasi.

D. Sumber Belajar :
-

Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV, Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.

-

Buku Ilmu Pengetahuan Alam SD kelas IV, Tiga Serangkai.

VIII. Penilaian :
C. Prosedur penilaian
- Tes awal.
- Tes dalam proses.
- Tes akhir.
D. Jenis penilaian
-Lisan.
-Tertulis.
C. Alat Penilaian
- Soal dalam bentuk lisan dan tertulis.

 

114

Jakarta,
Guru Kelas

Peneliti

Dra. Zumi Febrik

Rindang

Nip.

Nim. 0701045190

Wijayanti

Raharjo

Mengetahui,

Ahmad Ahlan, S.Pd
Nip.130382356

 

Indikator Alokasi Waktu Butir Soal : 90 menit.4.8.12 13 soal dan 30 penyebab perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan.6. Jumlah Soal Faktor-faktor 1. gelombang air laut).3.10.5.2.7. cahaya matahari. Manfaat yang didapat dan kerugian yang dapat ditimbulkan dari adanya angin dan 11. Mendeskripsikan berbagai penyebab perubahan lingkungan fisik (angin.9.115 Lampiran 5 KISI-KISI UJI COBA INSTRUMEN Jenis Sekolah : Sekolah Dasar Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Penulis : Rindang Wijayanti Raharjo Kompetensi Dasar 1.11. hujan.15 dan 28 3 soal .

22 dan 23 6 soal faktor-faktor penyebab perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh cahaya matahari dan gelombang laut. Memahami manfaat yang didapat dan kerugian yang dapat ditimbulkan dari adanya cahaya matahari dan gelombang laut.21.116 hujan (soal no11.15. 20 1 soal . dan 28).18. Menyebutkan 17.19.

Fokus terhadap proses pembelajaran yang sedang dilakukan c. memiliki antusias yang tinggi dalam proses pembelajaran. Menunjukkan sikap perhatian dalam pembelajaran. Mendeskripsikan Menyebutkan cara pencegahan cara-cara kerusakan mencegah lingkungan (erosi. c. b.117 2. banjir dan abrasi. memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Partisipasi a. b. dan tanah longsor. Berperan aktif dalam proses pembelajaran . banjir. 2. Kriteria Penilaian Lembar pengamatan peserta didik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan model pendekatan Contextual Teaching and Learning. Perhatian Untuk butir ini yang diperhatikan adalah hal-hal sebagai berikut : a. menunjukkan minat dan semangat dalam proses pembelajaran. 13 dan 16 2 soal longsor). Memiliki disiplin belajar yang baik dalam proses pembelajaran 3. 1. Minat Untuk butir ini yang diperhatikan adalah hal-hal sebagai berikut : a.

118 b. Menunjukkan sikap yang baik dalam proses pembelajaran b. Berani menyampaikan perintah kepada teman atau kelompok lain Skala Nilai Keterangan 1 Tidak satu ciripun muncul 2 Satu ciri muncul 3 Dua ciri muncul 4 Tiga ciri muncul . Presentasi a. Dapat merespon perintah dari guru atau teman c. Dapat melakukan perintah yang diberikan oleh guru atau teman c. Menunjukkan sikap kerjasama dalam kelompoknya atau sebagai individu di dalam kelas dengan baik 4.

Rama D 9 3. Rama Wira 9 5. Sri Rahayu 2. Juanis P Indah Minat 9 Perhatian Partisipasi Presentasi Nilai 9 9 4 9 9 3 . M Aswad 4.119 Tabel Penilaian Model Pendekatan Contextual Teaching and Learning Per Individu Kelompok 1 No Nama Siswa Minat 1. Alifah H 9 2. Siti Redita Cahyani 9 Perhatian 9 Partisipasi Presentasi Nilai 9 4 9 3 9 9 9 9 9 4 9 3 4 Kelompok 2 No Nama Siswa 1.

Nabila 9 9 Kelompok 5 Minat 9 Perhatian Partisipasi Presentasi 9 9 Nilai 3 9 3 9 2 3 9 4 . Syahfrl Septian 3.120 3. Adi Mawardi 5. Rani Sri Sundari 3. Renaldy Syah Putri Minat Perhatian 9 9 9 Partisipasi Presentasi 9 3 9 3 9 3 9 2 9 Raam Nilai 9 3 Kelompok 4 No Nama Siswa 1. Wirdan Faris 9 4. Adinda Anisa Dwi 2. Anisa Putri 9 9 5. Raja L 9 9 9 4 9 3 9 3 Kelompok 3 No Nama Siswa 1. Ninis Hermawati 2. Ditya Novianti 4. Bagus 4. Sasha Safira 9 5.

Andika Kresna 9 2. Nurul Ulfah 9 3. Siti Redita Rifan Indah Perhatian 9 Partisipasi Presentasi 9 4 2 9 9 9 9 9 4 9 3 9 Lampiran 6 INSTRUMEN PENELITIAN Mata Pelajaran Nilai : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 4 2 . M Purbayu 4. Rahmalia Putri 9 5.121 No Nama Siswa Minat 1. Sri Rahayu 9 6.

122 Kelas/Semester : V/2 (Dua) Alokasi waktu : 90 Menit Tahun Pelajaran : 2010/2011   I.b. Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf a. Perubahan lingkungan di bawah ini yang disebabkan oleh faktor manusia adalah…. Gunung meletus c. (Pemodelan) a. Siang hari . Angin darat terjadi karena…. Cuaca b. Suhu di daratan lebih rendah daripada suhu di pantai 5. Malam hari c. Suhu c. Cahaya matahari 4. Cahaya matahari b. Suhu di daratan sama dengan suhu di lautan d. (Tanya Jawab) a. (Inkuiri) a. Angin laut terjadi pada waktu…. Erosi b. Tekanan udara di atas permukaan laut lebih tinggi daripada di daratan c. Gempa bumi 2. (Konstruktivisme) a. Penambangan pasir d. Gelombang laut 3. Hujan d. atau d di depan jawaban yang paling tepat! 1.c. Tekanan Udara d. (Penilaian Otentik) a. Angin terjadi karena adanya perbedaan…. Tekanan udara di atas permukaan laut lebih rendah daripada di daratan b. Angin c. Aliran udara disebut juga….

Salah satu jenis olah raga yang memanfaatkan angin adalah….123 b. Inggris c. Perancis d. Membantu penyebaran tanaman 11. Sore hari 6. Jerman 7. Renang b. (komunitas belajar) a.. Menerbangkan layang-layang c. Mengikis permukaan tanah d. (Refleksi) . Embusan angin laut terkuat terjadi pada pukul…. Angin laut dimanfaatkan oleh para nelayan untuk…. 14. Mencari ikan c. Menggerakkan kincir angin b. Pesawat terbang d.00 b. Negara di Eropa yang banyak memanfaatkan angin untuk menggerakkan kincir angin adalah…. Kapal layar c. (Inkuiri) a. Kembali kedaratan d. Hujan yang berlangsung secara terus-menerus dapat menyebabkan….00 9. (Penilaian Otentik) a. Proses penyerbukan 12. Berikut ini yang merupakan kerugian yang disebabkan oleh angin…. Tenis meja d. Membantu penyerbukan tanaman b. Pagi hari d. 16. (Refleksi) a.00 c. (Tanya Jawab) a. 13. Belanda b. Sepak bola c. Kereta api 8. Motor b. (Tanya jawab) a. Tenaga angin dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi gerak pada…. 15.00 d. Selancar angin 10.

Migrasi c. Tsunami b.. Makin siang udara makin panas. Reboisasi d. Banjir kiriman 15. Tidak membuang sampah sembarangan b. Di pagi hari udara dingin.124 a. Badai 13. Urbanisasi b. Air . (Tanya jawab) a. kecuali…. Melarutkan debu-debu yang berterbangan diudara b. kecuali…. Berikut cara yang dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir. Badai d. Tanah tercukupi kandungan airnya unruk pertumbuhan tanaman d. (Refleksi) a. Perubahan itu disebabkan oleh…. Udara menjadi bersih c. (Komunitas belajar) a. Menebang pohon secara liar d. Badai topan b. Banjir bandang c. Penanaman kembali hutan yang gundul disebut…. Kemarau d. (Inkuiri) a. Menanam pohon di tanah yang gundul c. Banjir c. Air hujan yang turun dari bukit-bukit sambil yang batu-batuan dan lumpur ke daerah yang lebih rendah dapat menyebabkan…. (Penilaian otentik) a. Angin b. Membersihkan saluran air 14. Transportasi 17. Matahari d. Salah satu manfaat yang didapat dari turunnya hujan adalah sebagai berikut. Terjadi banjir dimana-mana 16. Hujan c.

Abrasi 22. Polusi udara d. Energi panas dan cahaya c. Matahari merupakan sumber energi…. Pengikisan tanah oleh gelombang laut disebut…. Tsunami c. Menggugurkan daun c. Energi bunyi d. Irigasi d. Kincir angin c. Gelombang air laut yang sangat besar dan airnya sampai ke wilayah daratan disebut…. (Refleksi) a. (Inkuiri) a. Cendana c. Jika tidak diimbangi hujan. Abrasi d.125 18. Abrasi d. Topan b. (Penilaian Otentik) a. Energi bumi 19. Kekeringan c. Untuk mencegah kekeringan didaerah pertanian atau persawahan maka para petani pada umumnya membuat… (Konstruktivisme) a. cahaya matahari dapat menyebabkan…. Cahaya matahari secara terus-menerus dapat menyebabkan kekeringan.(Konstruktivisme) a. Kelapa . Energi listrik b. Jenis pohon yang ditanam di pantai untuk mencegah abrasi adalah…. Polusi 20. Berkembang d. Fotosintesis 21. Gelombang air laut 24. Energi cahaya matahari dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk…. Erosi b. (penilaian otentik) a. Polusi 23. Membelah diri b. ( Tanya Jawab) a. Erosi c. Erosi b. Korasi b.

(Konstruktivisme) a. Mengadakan hutan lindung di lereng-lereng gunung. Sistem terasering sangat cocok diterapkan pada tanah yang… (Penilaian Otentik) a. maka aliran air akan…. Subur d. ( Penilaian Otentik) a. b. Melakukan penebangan pohon di hutan secara liar. Sengkedan b. d.126 b. Hilangnya kesuburan tanah b. Untuk mencegah terjadinya erosi. Beringin d. Selokan d. Penanaman kembali pohon-pohon di atas tanah yang gundul. Kesuburan tanah bertambah c. Tanah menjadi gembur 26. ( Konstruktivisme) a. Basah 28. Erosi dapat mengakibatkan…. (Inkuiri) a. Untuk memperlambat aliran air di tanah yang miring dibuatlah…. Deras karena tidak ada tumbuhan d. Miring c. Parit c. maka perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut. Deras karena banyak tumbuhan b. c. 27. Lamban karena banyak tumbuhan 29. kecuali…. Air tanah bertambah banyak d. Jika air hujan turun pada tanah yang gundul. Pembuatan sengkedan pada tanah yang miring. Contoh perubahan lingkungan yang menguntungkan adalah…. Lamban karena tidak ada tumbuhan c. Landai b. Tanggul 30. (Komunitas belajar) . Bakau 25.

B 21. Pembukaan lahan pertanian dengan pembakaran hutan d. A .127 a. Pembuatan waduk irigasi b. Penambangan pasir secara besar-besaran c. Pembakaran hutan untuk pemukiman Lampiran 7 Kunci Jawaban Uji Coba Instrumen 1. B 11.

B 13. A 28. A 4. B 26. A 22. A 17. B . A 24. B 9. C 6.128 2. A 7. C 20. D 25. C 10. C 23. A 14. D 5. A Kunci Jawaban Post Test 1. A 8. B 29. D 15. A 12. A 11. B 3. C 18. C 16. D 30. B 27. D 19.

D 15. B 5. A 12. C 8. D 7. C 13. A 6. C 17.129 2. B 19. D 3. A 16. A 20. A 4. A . A 14. A 9. A 10. B 18.

31 0.355 Valid 19 20 21 22 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 32 25 32 25 0.69 0.72 0.47 0.81 0.372 Valid 18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 32 0.11 0.497 0.677 Valid x X2 18 12 23 21 25 26 27 25 28 16 18 13 21 26 16 19 21 29 22 25 26 21 29 13 13 22 30 22 21 24 16 26 18 24 21 14 771 324 144 529 441 625 676 729 625 784 256 324 169 441 676 256 361 441 841 484 625 676 441 841 169 169 484 900 484 441 576 256 676 324 576 441 196 17401 Nilai .36 0.69 0.89 0.11 0.69 0.068 0.64 0.329 0.521 Valid 25 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 24 0.89 0.81 0.130    Lampiran 8 Analisis Validitas Ujicoba Butir Soal Tes NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 2 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 4 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 5 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 6 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 7 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 8 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 9 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 10 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 11 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 12 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 13 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 14 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 15 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 16 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 17 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 18 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 19 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 20 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 21 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 22 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 24 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 25 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 28 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 29 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 31 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 32 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 33 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 34 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 35 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 36 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 Jumlah 32 32 24 31 33 29 19 25 29 10 p 0.620 Drop 29 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 25 0.06 0.229 Drop 16 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 17 0.69 0.457 0.19 0.31 0.14 0.67 0.274 0.92 0.14 0.343 Valid Valid Valid Valid 23 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 25 0.69 0.69 0.11 0.69 0.31 0.53 0.31 0.67 0.89 0.31 0.465 Valid 12 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 9 0.531 0.620 Valid 28 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 25 0.89 0.209 Status Drop valid Drop Valid Drop Valid Valid Drop Valid Drop No Soal 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 25 0.94 0.344 0.28 q 0.668 Valid 24 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 17 0.405 Valid 30 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 20 0.443 Valid 17 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 32 0.08 0.47 0.44 0.582 Valid 13 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 23 0.89 0.33 0.31 0.81 0.328 Drop 15 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 34 0.47 0.656 Valid 26 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 31 0.468 Valid 27 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 25 0.31 0.377 Valid 14 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 29 0.56 0.512 0.89 0.25 0.86 0.11 0.31 0.53 0.291 0.53 0.385 0.19 0.33 0.75 0.227 0.19 0.11 0.339 0.86 0.11 0.69 0.472 0.

= 0.81 St =   .131    Lampiran 9 PERHITUNGAN UJI VALIDITAS BUTIR SOAL TES HASIL BELAJAR IPA SISWA r tabel diperoleh dari harga kritis r product moment dengan dan n = 36. Mt  =    Mt = = 21.329.41 Mp    =  Mp = = = 21. Pengujian validitas menggunakan kriteria sebagai berikut: maka > : butir soal valid < : butir soal tidak valid perhitungan validitas pada soal nomor 1 : 1.

89 = 0. 36) = 0. Karena γpbi = 0.844 = 0. 36).89 = 0. Mp = .p = = 1 – 0.329 = r (0. Perhitungan validitas pada soal no 2: 2.227 < 0.11 γpbis = = = x = 0.132 =                     =                     =                      =                     = 4. maka dapat disimpukan bahwa butir soal nomor 1 adalah drop.05. r(0.329.080 x 2.05.96   P = . q = 1.227 Dari tabel diperoleh.

161 x 2.457 0. Karena = 0.329.89 = 0.89 = 0.0.21 P = . Keterangan : Uji validitas sebanyak 30 butir soal.844 = 0.329 .test berjumlah 20 soal. maka soal yang valid sebanyak 22 soal dan yang digunakan untuk t.11 γpbis = = = x = 0.457 Dari tabel diperoleh. q = 1. = = 0.133 = = 22. . maka dapat disimpukan bahwa butir soal nomor 2 adalah valid. didapatkan soal tidak valid sebanyak 8 soal.

23.219 Drop 6. 23.344 Valid 7.068 Drop 9.372 Valid 18.41 0.19 4.96 0.72 4.24 21.41 0.96 0.41 0.96 21.41 0.96 0.81 0.14 4.41 0.96 0.41 0.75 4.41 0.84 21.229 Drop 16.70 21.96 0.25 0. 22.41 0. 21.41 0. 21.64 21.08 4.531 Valid Soal .41 0.96 0.41 0.81 21.41 0. 23.47 0.96 0.89 0.89 0.11 4.28 0.19 4.41 0.96 0.465 Valid 12.96 0.69 0.69 0.41 0.89 0.53 4.328 Drop 15.227 Drop 2. 22.47 4. 22.41 0.19 4.86 0.443 Valid 17.53 0.67 0.96 0. 22.82 21.11 4. 22.134 Perhitungan Validitas Uji Coba Butir Soal Tes Hasil Belajar No Mp Mt p q St γ pbi Ket 1. 21.472 Valid 8. 22. 22.31 4.33 4.64 0.31 4.96 0. 22. 22.11 4.81 0.09 21.385 Valid 10.41 0.355 Valid 19.94 0.96 0.76 21.89 0. 26.37 21. 21. 22.63 21.03 21.41 0. 22.92 0.89 0.41 0.20 21.34 21.1 21.378 Valid 14.96 0.339 Valid 5.34 21.96 0.44 21.96 0.457 Valid 3.96 0.582 Valid 13.11 4.81 0.06 21.21 21.06 4.96 0.96 0.11 4.41 0.274 Drop 4.36 4.209 Drop 11.96 0.

69 0.96 0.468 Valid 27.69 0.135   20.96 0.96 0.33 4.31 4.668 Valid 24.56 21.41 0.96 0.41 0.64 21.11 4.76 21. 23. 23.96 0.53 4.17 21.41 0.96 -0.69 0.31 4.31 4.28 21.32 21.343 Valid 23.41 0.96 0.96 0. 22.41 0.41 0.31 4.620 Valid 28.67 0.70 21.41 0.656 Valid 26. 23.026 Drop 29.41 0.86 0.89 0.41 0.69 0.31 4.35 21.96 0.14 4.41 0. 22. 24.405 Valid 30. 23.44 4.96 0.497 Valid 22.31 4. 24.69 0.96 0. 22.69 0. 21.4 21.48 21.41 0.47 0. 22.512 Valid 21.677 Valid .12 21.56 0.521 Valid 25.

136    Lampiran 10 Tabel Perhitungan Mencari Reliabilitas N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 X² 1 1 1 1 1 1 1 6 1 0 1 0 1 1 1 1 1 7 0 0 1 0 1 1 1 0 1 9 1 0 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 0 0 0 0 0 1 1 1 1 13 0 0 0 1 1 1 1 1 1 16 0 1 1 0 0 1 1 0 1 17 0 1 1 0 1 1 1 1 1 No Soal 18 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 X 4 0 1 1 1 1 1 1 1 1 20 1 0 1 1 1 1 1 1 0 21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 0 0 1 1 1 0 1 1 1 23 1 0 1 1 1 1 1 1 1 24 0 0 1 0 0 1 1 1 1 25 1 0 0 1 1 1 1 1 1 26 1 0 1 1 1 1 1 1 1 27 0 1 0 1 1 1 1 1 1 29 1 1 0 1 1 1 1 1 1 30 1 0 0 0 1 1 1 1 1 12 9 16 15 19 21 22 20 21 144 81 256 225 361 441 484 400 441 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 10 100 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 14 196 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 8 64 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 15 225 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 21 441 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 9 81 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 12 144 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 15 225 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 484 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 15 225 2 0 0  .

31 0.31 0.81 0.11 0.21 39 9 0.56 0.31 0.12 04 29 0.11 0.31 0.24 91 24 0.53 0.53 0.24 91 32 0.09 79 32 0.14 0.69 0.67 0.69 0.09 79 31 0.64 0.21 39 25 0.24 91 29 0.11 0.86 0.31 0.21 39 17 0.36 0.5 63 .89 0.12 04 25 0.53 0.89 0.69 0.09 79 25 0.22 11 31 0.14 0.33 0.31 0.89 0.75 0.69 0.89 0.11 0.21 39 25 0.19 0.18 75 23 0.47 0.15 39 19 0.25 0.11 0.86 0.15 39 25 0.47 0.69 0.19 0.21 39 32 0.23 04 17 0.09 79 25 0.47 0.137 2 0 2 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 3 0 3 1 3 2 3 3 3 4 3 5 3 6 N p p q p q 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 17 289 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 19 361 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 16 256 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 21 441 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 8 64 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 9 81 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 15 225 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 484 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 16 256 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 18 324 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 17 289 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 10 100 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 20 400 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 11 121 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 19 361 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 17 289 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 8 64 32 0.81 0.09 79 32 0.21 39 20 0.24 64 ∑p q 38.89 0.69 0.44 0.

harga r tabel (0. Kriteria Reliabilitas Tes Tes reliabel jika r hitung > r tabel Tes tidak reliabel jika r hitung < r tabel c.329.138    Lampiran 11 PERHITUNGAN INSTRUMEN UJI RELIABILITAS BUTIR SOAL TES HASIL BELAJAR IPA SISWA a. = = = = = 0. diketahui bahwa dengan n = 36. d. Kesimpulan . Menghitung Koefisien Reliabilitas dengan rumus K-R 20 (Kuder dan Richardson). Menghitung r tabel Dari tabel r product moment.05) = 0.820 b.

05. maka dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut reliabel dan dapat dipergunakan sebagai alat pengukuran tes hasil belajar.   .139 Karena r hitung > r tabel untuk α = 0.

140 Lampiran 12 Skor hasil belajar IPA siswa kelas IVB SDIT Nurul Falah Pagi (Kelas Eksperimen)   No Nama Siswa X (kelas eksperimen) 1 2 3 4 5 6 7 88 Nurul Ulfah M. Rifan Purbayu Bagus Andika Kresna Rahmalia Putri Anisa Putri Hastami Nabila Raicintka MMM M.Aswad 20 20 20 19 19 18 18 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Sri Indah Rahayu Adelia Irma W Siti Redita Rama wira Aliffah H Raja L Adinda Dwi Anisa Syahfryl Septian Ditya Putri N Renaldy Raam Syah Adi Mawardi Rani Sri Sundari Ninis Hermawati Rahmalia Putri Juanis Wildan faris Sasha Safira M.khafi 17 17 17 17 17 16 16 16 16 15 15 14 14 13 12 10 10 10 414 18 400 400 400 361 361 324 324 324 8       Lampiran 13(Perhitungan Normalitas kelas eksperimen) 289 289 289 289 289 256 256 256 256 225 225 196 196 169 144 100 100 100 6818 .

K = 1 + 3. P= = = 1. 14 – 15 4 13.5 9 15. 12 – 13 2 11.141 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPA Siswa Kelas Eksperimen A.5 5 7. R = Skor Tertinggi – Skor Terendah = 20 – 10 = 10 B. Panjang Interval Kelas (P).5 15. Banyak Kelas.5 13.5 % 2.74 =6 C.41) = 1 + 4.5 11.33 Log 26 = 1 +3.6 =2 Daftar Distribusi Frekuensi Data Hasil Belajar Kelas IV B (Kelas Eksperimen) No.3 % .5 3 11.63 % 3.33 Log n = 1 + 3. Skor F Batas Atas Batas Fk Fr Bawah 1. Rentangan.74 = 5.33 Log (1. 10 – 11 3 9.

92 2. 5. Me = b + p Keterangan : Me : Median b : batas bawah kelas median p : panjang kelas median n : banyaknya sampel F : jumlah frekuensi kelas sebelum kelas median f : frekuensi kelas median diketahui : b = 17. f = 9 Me = b + p = 17.5 % . F = 9 . 6.142 4. p = 2 .5 17.5 19.5 + 2 = 17.5 17.5 .5 21.5 Diperoleh sebagian data sebagai berikut: = 414 = n = 26 ) sebagai berikut: 1.2 % 11.6 % 19. Rata-rata = = = 15.5 + 2 18 23 26 34. Σ 16 – 17 18 – 19 20 – 21 9 5 3 26 15.5 19. n = 26 . Median (Me).

(0. = =5.1 = 17.5 + 2.5 + 2 = 16. p = 2 .5 + 2 = 16. Modus (Mo) Mo = b + p Keterangan : Mo : Modus b : batas bawah kelas modus p : panjang kelas modus : frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi sebelum kelas modus : frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi sesudah kelas modus diketahui : b = 16.5 .44) = 17.5 + 1.55) = 16.38 3. =4 . Mo = b + p = 16. Simpagan Baku.5 + 2.5 + 0.6 4.(0.88 = 18.143 = 17.

00 Perhitungan Uji Normalitas Skor Tes Hasil Belajar IPA Kelas Eksperimen SDIT Nurul Fallah Cilincing Jakarta Utara No.0081 .0968 0.2692 0.0263 6.92 -1.97 0. 10 -5.0909 4. 13 -2.1153 0.1153 0.0909 2.92 -1.64 0.0909 3. 10 -5.97 0. 12 -3.2611 0. 14 -1.92 -1. 10 -5. y- zi f(zi) s(zi) s(zi)-s(zi) 1.1923 0.166 0.0244 0.30 0.057 5.0244 0.1153 0.92 -1.0244 0.92 -0.97 0.144 = = = = = 3.92 0.1538 0.97 0.

6406 0. 17 1. 17 1.64 0.026 0.08 0. 14 -1.2611 0.026 0.36 0.08 0. 17 1.026 0.6406 0.08 0. 16 0.08 0.3821 0.08 0.008 12.6923 0.8461 0.008 14.5 0.0517 18.08 0. 17 1.145 7.8076 0.6923 0. 16 0.7549 0. 18 2. 15 -0.0517 15.36 0.08 0.026 0. 19 3.693 0.92 -0.008 11.508 0.08 0.508 0.36 0.8076 0.0517 16.92 -0.36 0.6406 0.0527 22.306 0.2692 0. 17 1. 18 2.6406 0.306 0.693 0. 18 2.6923 0.508 0.7549 0.0527 21.08 0.92 -0.508 0.5 0.008 13.3461 0.0385 . 15 -0.0527 20.6923 0.036 10.8846 0.693 0.8076 0.7549 0.6406 0. 16 0.026 0.36 0.3461 0.5 0.0517 19.5 0.08 0. 16 0.6923 0.0081 8.08 0.036 9.08 1.08 0.3821 0.0517 17.

08 1.08 1.8846 0.36 0.08 1. 19 3.9131 1 0.0385 24 20 4.8461 0.9131 1 0.0869 25.146 23. 20 4. 20 4.9131 1 0.92 s 3.36 0.00 Menentukan Normalitas : .08 1.0869 15.0869 26.36 0.026 0.

Lampiran 14 Skor hasil belajar IPA siswa kelas IVA SDIT Nurul Fallah Pagi .0909 < 0.173. maka dapat dikatakan bahwa data distribusi tersebut Normal.147 Karna < y yaitu 0.

Rentangan.148 (Kelas Kontrol) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Σ Nama Siswa Aldi Erlina Lestari Dony Ferdiansyah Nadia Ihsan Andi Nugroho Dimas Ramadhan Sadewo Metha Azhar Faiz Widi P Diah Inayah Farah Farsya Az-Zahra Intan Alfina Azizah Rahmania Hadistya Ramadhan Nabila Bilqis Candra Irsandi Rafi Sabrina Agita Aldi Faryrahman Reno Harlem Chaerul Ridwan Syifa Fitriyah Viya Okto M X (Kelas Kontrol) 15 15 15 14 14 14 14 14 13 13 13 13 12 12 12 12 12 12 12 11 11 10 10 9 8 5 315 Lampiran 15 (Perhitungan Normalitas kelas kontrol) Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPA Kelas Kontrol A. R = Skor Tertinggi – Skor Terendah 225 225 225 196 196 196 196 196 169 169 169 169 144 144 144 144 144 144 144 121 121 100 100 81 64 25 3951 .

5 1 3.33 Log 26 = 1 +3. 11 – 12 9 10.149 = 15 .5 12.5 26 11.5 16. P= P= P = 1. 5–6 1 4.33 Log (1.6 P=2 Daftar Distribusi Frekuensi Data Hasil Belajar Kelas IV A (Kelas Kontrol) No. 7–8 1 6.6 % 6.5 23 34.5 10.5 5 11. 9 – 10 3 8.5 14.5 6. 13 – 14 9 12.5 = 10 B.41) = 1 + 4. K = 1 + 3.5 2 3. 15 – 16 3 14.84 % 2.33 Log n = 1 + 3. Skor F Batas Atas Batas Fk Fr Bawah 1.5 14 34.74 = 5.84 % 3.5 % 4.5 % . Banyak Kelas.6 % 5.74 =6 C.5 8. Panjang Interval Kelas (P).

11 2. p = 2 . Rata-rata = = = 12. Median (Me). Me = b + p Keterangan : Me : Median b : batas bawah kelas median p : panjang kelas median n : banyaknya sampel F : jumlah frekuensi kelas sebelum kelas median f : frekuensi kelas median diketahui : b = 12.5 + 2 = 12. n = 26 .76 . F = 5 . f = 9 Me = b + p = 12.(0.5 + 2 = 12.5 .5 + 1.5 + 2.150 ∑ 26 Diperoleh sebagian data sebagai berikut: = 315 = n = 26 ) sebagai berikut: 1.88) = 12.

5 + 2 = 13. = = =6.5 + 2 = 11. Simpagan Baku.151 = 14. Modus (Mo).(1) = 11. Mo = b + p = 11.26 3.5 . =0 .5 + 2 = 11. Mo = b + p Keterangan : Mo : Modus b : batas bawah kelas modus p : panjang kelas modus : frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi sebelum kelas modus : frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi sesudah kelas modus diketahui : b = 11. p = 2 .5 + 2.5 4.

11 -0. Zi F(zi) S(zi) F(zi)-S(zi) 1.07 0.0464 8.152 = = = = 2.1923 0.0544 10.04 0.04 0.2692 0.0769 0. 12 -0. 12 -0.11 -0.91 0.0544 12.0544 9.1923 0.5384 0.11 -1. 11 -1.31 Perhitungan Uji Normalitas Skor Tes Hasil Belajar IPA Kelas Kontrol SDIT Nurul Fallah Cilincing Jakarta Utara y- No.1814 0.2692 0. 10 -2.0252 4.0109 6.1153 0.0109 5. 10 -2.0011 0.0544 .0373 2.11 -0.5384 0.484 0.04 0.0384 0.0385 3.0464 7.484 0.77 0.3156 0. 12 -0.0544 11. 12 -0.484 0. 5 -7.91 0.0901 0. 12 -0.11 -0.3156 0.11 -0.11 -0.11 -3.48 0.484 0.04 0.04 0.5384 0.0384 0.11 -0.5384 0.11 -1. 11 -1.48 0.34 0.11 -0.1814 0.484 0.11 -0. 9 -3.5384 0. 8 -4.

8846 0.8846 0.11 -0. 13 0.648 0.791 0.89 1.0936 20.81 0.89 0.0936 23.0443 18.81 0.38 0.648 0. 15 2.6923 0.8944 1 0.0936 22. 14 1.791 0.173.89 0.648 0.484 0.04 0.0936 24 15 2. 14 1.89 1. 13 0.0443 17.6923 0.11 -0.791 0.81 0.1056 26.648 0.89 0.11 Norm alitas s 2.1056 25.5384 0.153 Mene ntuka n 13.89 0.38 0.89 1. 13 0.791 0.1056 < 0. 12 -0.89 0. 14 1.8846 0.8944 1 0. 15 2.8944 1 0.89 0.0544 15.81 0.25 0.89 0.04 0. 12 -0.8846 0. 13 0.25 0.31 : Karna < y yaitu 0.791 0. maka dapat dikatakan bahwa data distribusi tersebut Normal. 14 1.0544 14.81 0.1056 12.25 0.0443 16.484 0.8846 0.38 0.0936 21.0443 19.5384 0. 14 1.6923 0.89 0. .89 0.6923 0.38 0.

68 3) Menentukan derajat kebebasan dk pembilang = n1 – 1 = 26 – 1 .00 2.31 N 26 26       2) Mencari nilai F hitung     F hitung = =   = = 1.154 Lampiran 16 UJI HOMOGENITAS DI KELAS IVA DAN KELAS IVB SDIT Nurul Fallah Pagi Langkah-langkah pengujian dan perhitungannya adalah sebagai berikut : Nilai Varians Sampel Jenis variabel : Perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas IVA dan kelas IVB di SDN Rambutan 02 Pagi S 3.

95 4) Penentuan Homogenitas Ternyata Fhitung = 1.92 F0.96 - x(1.95 = Ftabel pada α = 0.68 < 1.05 (25/24) = 1.96-0.05 (25/25) = 1.16x0.92) = 196-(0.05 (25/25) maka kedua variansi tersebut homogen.04) = 1.05 (25/30) = 1.96 F0.05 (25/25) F0. Lampiran 17 .155 = 25 dk penyebut = n2 – 1 = 26 – 1 = 25 3) Menentukan nilai F dari daftar Akan dicari F 0.96-1.006 = 1.

Hipotesis : Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa dengan menggunakan model pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning dan model prndekatan pembelajaran konvensional. 2.11 SD12 = 3. Menghitung harga statistik dengan rumus : = dimana nilai : = 15.00 SD22 n1 = 26 n2 = 2.05 1.156 ANALISIS DATA DENGAN UJI-t Pengujian hipotesis menggunakan uji ttest dengan taraf signifikan α = 0.31 = 26 . Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa dengan menggunakan model pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning dan model prndekatan pembelajaran konvensional.92 = 12. Pengujian Hipotesis : Tolak Ho jika thitung > ttabel Terima Ho jika thitung < ttabel 3.

C = C0 + (B – B0) B = nilai dk yang dicari B0 = nilai dk pada awal nilai yang sudah ada B1 = nilai dk pada akhir nilai yang sudah ada .157 ttest = = = = = = = 5.08  db = n1 + n2 – 2 = 26 + 26 – 2 = 50 Mencari interpolasi pada tabel t.

021 + (50 – 40) (10) = 2.021 +(– 0.010 Pengujian Hipotesis Berdasarkan hasil uji ttest dapat diketahui bahwa thitung = 5. Oleh karena thitung > ttabel.08 serta ttabel (α = 0.158 C = nilai ttabel yang dicari C0 = nilai ttabel pada awal nilai yang sudah ada C1 = nilai ttabel pada akhir nilai yang sudah ada Dimana nilai : B = 50 C0 = 2. maka H0 ditolak.021 + (B – B0) = 2.000 B1 = 60 C = C0 + C = 2.0105) = 2.010. .021 B0 = 40 C1 = 2.05 . n = 50) = 2. ini berarti Terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa dengan menggunakan model pendekatan pembelajaran contextual teaching and learning dan model prndekatan pembelajaran konvensional.

886 √n Taraf Nyata (a) 0.265 0.276 0.194 0.271 0.277 0.131 0.183 0.261 0.207 0.169 0.331 0.315 0.05 0.200 0.177 0.258 0.377 0.174 0.231 0.234 0.223 0.319 0.206 0.285 0.337 0.20 0.8 √n √n 0.147 0.215 0.159 Lampiran 18 NILAI KRITIS UNTUK UJI LILLIEFORS Ukuran Sampel n* 6 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 25 30 n>30 0.166 0.220 0.417 0.245 0.233 0.173 0.206 0.294 0.10 0.223 0.258 0.261 0.242 0.247 0.285 0.289 0.348 0.239 0.257 0.160 0.184 0.381 0.405 0.187 1.235 0.239 0.805 0.195 0.163 0.190 0.031 √n 0.227 0.224 0.179 0.199 0.217 0.169 0.300 0.190 0.213 0.250 0.294 0.212 0.249 0.300 0.299 0.284 0.249 0.244 0.142 0.161 0.275 0.01 0.173 0.158 0.201 0.187 0.15 0.195 0.233 0.166 0.263 0.311 0.144 0.230 0.736 √n .136 0.352 0.16.173 0.202 0.319 0.364 0.182 0.200 0.214 0.

921 2.315 1.447 0.333 1.120 0.687 1.326 0.080 0.677 1.541 3.462 2.313 1.01 31.750 2.685 1.684 1.303 0.683 1.812 2.708 2.372 1.110 0.701 2.650 2.685 1.02 0.841 4.350 1.316 1.282 1.947 2.539 2.658 1.861 2.753 2.860 2.707 3.321 1.679 1.048 0.674 1.365 3.878 2.819 2.782 2.032 3.920 4.763 2.690 1.725 2.896 2.473 2.960 0.025 1.729 2.132 2.500 2.353 3.821 6.746 2.021 0.747 3.688 1.415 1.01 0.533 2.355 3.055 3.182 0.796 2.160 0.706 0.467 2.671 2.571 0.980 0.681 2.787 2.440 1.306 0.684 2.314 1.10 1.718 1.683 1.717 2.499 3.704 2.727 1.681 1.05 α untuk uji satu fihak {one tail test) 0.807 2.965 4.250 3.771 2.528 2.898 2.318 1.998 2.895 2.740 2.711 2.131 0.078 6.325 1.779 2.457 2.000 3.508 2.20 0.831 2.476 2.684 1.695 1.314 12.617 2.761 2.684 1.328 1.228 0.563 2.576 .797 2.363 1.25 0.624 2.296 1.201 0.262 0.697 1.311 1.093 0.977 2.289 1.319 1.000 0.383 1.303 1.943 2.686 1.686 1.886 2.706 2.845 2.688 1.323 1.052 0.741 1.765 1.764 2.645 1.056 0.069 0.687 1.721 2.816 1.689 1.50 0.821 2.567 2.145 0.064 0.552 2.05 0.711 1.718 2.341 1.657 9.638 2.692 1.042 0.005 63.423 2.479 2.160 Lampiran 19 NILAI-NILAI DALAM DISTRIBUSI-t dk 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 40 60 120 to α untuk uji dua fihak (two tail test) 0.697 2.734 2.106 3.10 0.060 0.337 1.365 0.756 2.683 1.397 1.602 2.390 2.086 0.700 1.660 2.310 1.776 0.169 3.925 5.345 1.703 1.771 2.699 2.714 2.485 2.492 2.691 1.703 2.012 2.833 2.015 2.518 2.101 0.358 2.143 2.045 0.356 1.179 0.604 4.074 0.330 1.706 1.

5403

5625

5764

5859

7
5828

237

8
5981

239

9
6022

241

10
6056

242

11
6082

243

12
6106

244

14
6142

245

16
6169

246

20
6208

248

24
6234

249

30
6258

250

40
6286

251

50
6323

252

75
6323

253

6334

253

100

6352

254

200

6361

254

500

254
6366

9,55

9,28

9,12

9,01

8,94

8,88

8,48

8,81

8,78

8,76

8,74

8,71

8,69

8,66

9,64

8,62

8,60

8,58

8,57

8,57

8,54

8,54

8,53

6,94

5,41

6,39

6,26

6,16

6,09

6,04

6,00

5,96

5,93

5,91

5,87

5,84

5,80

5,77

5,74

5,71

5,70

5,68

5,66

5,65

6,64

5,63

5,05

4,95

4,88

4,82

4,78

4,74

9,55

4,46

8,65

4,25

8,02

4,10

7,56

3,98

7,20

7 5,59

12,25

8 5,32

11,26

9 5,12

10,56

10 4,96

10,04

11 8,84

9,65

6,22

3,59

6,55

3,71

6,99

3,86

7,59

4,07

8,45

4,35

4,76

9,78

5,14

13,74 10,92

6 5,99

5,67

3,36

5,99

3,48

6,42

3,63

7,01

3,84

7,85

4,12

9,15

4,53

5,32

3,20

5,64

3,33

6,06

3,48

6,63

3,69

7,46

3,97

8,75

4,39

5,07

3,09

5,07

3,09

5,39

3,22

5,80

3,37

6,37

3,87

8,47

4,28

4,88

3,01

5,21

3,14

5,62

3,29

6,19

3,50

7,00

3,79

8,26

4,21

4,74

2,95

5,06

3,07

5,47

3,23

6,03

3,44

6,84

3,73

8,10

4,15

4,63

2,90

4,95

3,02

5,35

3,18

5,91

3,39

6,71

3,68

7,98

4,10

4,54

2,86

4,85

2,97

5,26

3,13

5,82

3,34

6,62

3,63

7,87

4,06

4,46

2,82

4,78

2,94

5,18

3,10

5,74

3,31

6,54

3,60

7,79

4,03

9,96

5,19

4,70

5,41

4,74

5,79

16,26 13,27 12,06 11,39 10,97 10,67 10,45 10,27 10,15 10,05

5 6,61

4,40

2,79

4,71

2,91

5,11

3,07

5,67

3,28

6,47

3,57

7,72

4,00

9,89

4,68

4,29

2,74

4,60

2,86

5,00

3,02

5,56

3.23

6,35

3.52

7,60

3,96

9,77

4,64

4,21

2,70

5,52

2,82

5,92

2,98

5,48

3,20

6,27

3,49

7,52

3,92

9,68

4,60

4,10

2,65

4,41

2,77

4,80

2,93

5,36

3,15

6,15

3,44

7,39

3,87

9,55

4,56

4,02

2,61

4,33

2,74

4,73

2,90

5,28

3,12

6,07

3,41

7,31

3,84

9,47

4,53

3,94

2,57

4,25

2,70

4,64

2,86

5,20

3,08

5,98

3,38

7,23

3,81

9,38

4,50

3,86

2,53

41,7

2,67

4,56

2,82

5,11

3,05

5,90

3,34

7,14

2,77

9,29

4,46

3,80

2,50

4,12

2,64

4,51

2,80

5,06

3,03

5,85

3,32

7,09

3,75

9,24

4,44

3,74

2,47

4,05

2,61

4,45

2,77

5,00

3,00

5,78

3,29

7,02

3,72

9,17

4,42

3,70

2,45

4,01

2,59

4,41

2,76

4,94

2,98

5,75

3,28

6,99

3,71

9,13

4,40

3,66

2,42

3,96

2,56

4,36

2,73

4,91

2,96

5,70

3,25

6,94

3,69

9,07

4,38

3,62

2,41

3,93

2,55

4,33

2,72

4,88

2,94

5,67

3,24

6,90

3,68

9,04

4,37

3,60

2,40

3,91

2,54

4,31

2,71

4,86

2,93

5,65

3,23

6,88

3,67

9,02

4,36

21,20 18,00 12,06 15,98 15,52 15,21 14,98 14,80 14,66 14,54 14,45 14,37 14,24 14,15 14,02 13,93 13,83 13,74 13,69 13,61 13,57 13,52 13,48 13,46

4 7,71

34,12 30,81 29,46 28,71 28,24 27,91 27,67 27,49 27,34 27,23 27,13 27,05 26,92 26,83 26,69 26,60 26,50 26,41 26,30 26,27 26,23 26,18 26,14 26,12

3 10,13

98,49 99,01 99,17 99,25 99,30 99,33 99,34 99,36 99,38 99,40 99,41 99,42 99,43 99,44 99,45 99,46 99,47 99,48 99,48 99,49 99,49 99,49 99,50 99,50

2 18,51 19,00 19,16 19,25 19,30 19,33 19,36 19,37 19,38 19,39 19,40 19,41 19,42 19,43 19,44 19,45 19,46 19,47 19,47 19,48 19,49 19,49 19,50 19,50

4999

6
234

5
230

Nilai Persentil untuk Distribusi F 

§

4052

V2 = dk V1 = dk pembilang
penyebut
1
2
3
4
1 161
200
216
225

   Bilangan Dalam Daftar Menyatakan Fp; 

Lampiran 20 

161

3,80
6,70

3,74
6,51

3,68
6,36

3,63
6,23

3,59
6,11

3,55
6,01

3.52
5,93

3,49
5,85

3,47
5,78

3,44
5,72

3,42
5,66

3.4
5,61

3,38
5,57

13 4,67

14 4,60

15 4,54

16 4,49

17 4,45

18 4,41

19 4,38

20 4,35

21 4.32

22 4,30

23 4,28

24 4,26

25 4,24

7,77

7,77

7,88

7,49

8,02

8,10

8,18

8,28

8,40

8,53

8,68

8,86

9,07

6,93

2,99
4,68

3,01
4,72

3,03
4,76

3,05
4,82

3,07
4,87

3,10
4,94

3,13
5,01

3,16
5,09

3,20
5,18

3,24
5,29

3,29
5,42

3,34
5,56

3,41
5,74

5,95

2,76
4,18

2,78
4,22

2,80
4,26

2,82
4,31

2,84
4,37

2,87
4,43

2,90
4,50

2,93
4,58

2,96
4,67

3,01
4,77

3,06
4,89

3,11
5,03

3,18
5,20

5,41

2,60
3,86

2,62
3,90

2,64
3,94

2,66
3,99

2,68
4,04

2,71
4,10

2,74
4,17

2,77
4,25

2,81
4,34

2,85
4,44

2,90
4,56

2,96
4,69

3,02
4,86

2,49
3,63

2,51
3,67

2,53
3,71

2,55
3,76

2,57
3,81

2,60
3,87

2,63
3,94

2,66
4,01

2,70
4,10

2,74
4,20

2,79
4,32

2,85
4,46

2,92
4,62

6
3,00
4,82

5

3,11
5,06

7

2,41
3,46

2,43
3,50

2,45
3,54

2,47
3,59

2,49
3,65

2,52
3,71

2,55
3,77

2,58
3,85

2,62
3,93

2,66
4,03

2,70
4,14

2,77
4,28

2,84
4,14

2,92
4,65

8

2,34
3,32

2,36
3,56

2.38
3,41

2,40
3,45

2,42
3.51

2,45
3,56

2,48
6,63

2,51
3,71

2,55
3,79

2,59
3,89

2,64
4,00

2,70
4,14

2,77
4,30

2,85
4,50

9

2,28
3,21

2,30
3,25

2,32
3,30

2,35
3,35

2,37
3,40

2,40
3,45

2,43
3,52

2,46
3,60

2,50
3,68

2,54
3,78

2,59
3,89

2,65
4,03

2,72
4,49

2,80
4,39

10

2,24
3,13

2,26
3,17

2,28
3,21

2,30
3,26

2,32
3,31

2,35
3,37

2,38
3,43

2,41
3,51

2,45
3,59

2,45
3,59

2,49
3,69

2,55
3,80

2,60
3,94

2,76
4,30

11

2,20
3,05

2,22
3,09

2,22
3,09

2,24
3.14

2,28
3,18

2,31
3,30

2,34
3,30

2,37
3,44

2,41
3.52

2,45
3,61

2,51
3,73

2,56
3,86

2,63
4,02

2,72
4,22

12

2,16
2,99

2,18
3,03

2,20
3,07

2,23
3,12

2,25
3,17

2,28
3,23

2,31
3,30

2,34
3,37

2,38
3,45

2,42
3,55

2,48
3,67

2,53
3,80

2,60
3,96

2,69
4,16

14

2,11
2,89

2,13
2,93

2,14
2,97

2,18
3,02

2,20
3,07

2,23
3,13

2,26
3,19

2,29
3,19

2,33
3,35

2,37
3,45

2,43
3,56

2,48
3,70

2,55
3,85

2,64
4,05

16

2,05
2,81

2,09
2,85

2,10
2,89

2,13
2,94

2,15
2,99

2,18
3,05

2,21
3,12

2,25
3,19

2,29
3,27

2,33
3,37

2,39
3,48

2,44
3,62

2,51
3,78

2,60
3,98

20

2,00
2,70

2,02
2,74

2,04
2,78

2,07
2,83

2,09
2,88

2,12
2,94

2,15
3,00

2,19
3,07

2,23
3,16

2,28
3,25

2,33
3,36

2,39
3,51

2,46
3,67

2,54
3,86

24

2,96
2,62

1,98
2,66

2,00
2,70

2,03
2,75

2,05
2,80

2,08
2,86

2,11
2,92

2,15
3,00

2,19
3,08

2,24
3,18

2,29
3,29

2,35
3,43

2,42
3,59

2,50
3,78

30

1,92
2,54

1,94
2,58

1,96
2,62

1,98
2,67

2,00
2,72

2,04
2,77

2,07
2,84

2,11
2,91

2,15
3,00

2,20
3,10

2,25
3,20

2,31
3,34

2,38
3,51

2,46
3,70

40

1,87
2,45

1,89
]2,49

1,91
2,53

1,93
2,58

1,96
2,63

1,99
2,69

2,02
2,76

2,07
2,83

2,11
2,92

2,16
3,01

2,21
3,12

2,77
3,26

2,34
3,42

2,42
3,61

50

1,84
2,40

1,86
2,44

1,88
2,48

1,91
2,53

1,93
2,58

1.06
2,63

2,00
2,70

2,04
2,78

2,08
2,86

2,13
2,96

2,18
3,07

2,24
3,21

2,32
3,37

2,40
3,56

75

1,80
2,32

1,82
2,36

1,84
2,41

1,87
2,46

1,89
2,51

1,92
2,56

1,96
2,63

2,00
2,79

2,04
2,79

2,09
2,89

2,15
3,00

2,21
3,14

2,28
3,30

2,36
3,49

1,77
2,29

1,80
2,33

1,82
2,37

1,84
2,42

1,87
2,47

1,90
2,53

1,94
2,60

1,98
2,68

2,02
2,76

2,07
2,86

2,12
2,97

2,19
3,11

2,26
3,27

2,35
3,46

100

1,74
2,23

1,76
2,27

1,79
1,32

1,81
2,37

1,84
2,42

1,87
2,47

1,91
2,54

1,95
2,62

1,99
2,70

2,04
2,80

2,10
2,92

2,16
3,06

2,24
3,21

2,32
3,41

200

1,72
2,19

1,74
2,23

1,77
2,28

1,80
2,33

1,82
2,38

1,85
2,44

1,90
2,51

1,93
2,59

1,97
2,67

2,02
2,77

2,08
2,89

2,14
3,02

2,22
3,18

2,31
3,38

500

1,71
2,17

1,73
2,21

1,76
2,26

1,78
2,31

1,81
2,36

1,84
2,42

1,88
2,49

1,92
2,57

1,96
2,65

2,01
2,75

2,07
2,87

2,13
3,00

2,21
3,16

2,30
3,36

§

9,33

V2 = dk V1 = dk pembilang
penyebut
1
2
3
4
12 4,75 3,88 3,49 3,26

162

3,35
5,49

3,34
5,45

5,33
5,52

3,32
5,39

3,30
5,34

3,28
5,29

3,26
5,25

3,25
5,21

3,23
5,18

3,22
5,15

3,21
5,12

3,20
5,10

3,19
5,08

27 4,21

28 4,20

29 4,18

30 4,17

32 4,15

34 4,13

36 4,11

38 4,10

40 4,08

42 4,07

44 4,06

46 4,05

48 4,04

7,19

7,21

7,24

7,27

7,31

7,35

7,39

7,44

7,50

7,56

7,60

7,64

7,68

5,53

2,80
4,22

2,81
4,24

2,82
4,29

2,83
4,29

2,84
4,31

2,85
3,34

2,86
4,38

2,88
4,42

2,90
4,46

2,92
4,51

2,93
4,54

2,95
4,57

2,96
4,60

4,64

2,56
3,74

2,57
3,76

2,58
3,78

2,59
3,80

2,61
3,83

2,62
3,86

2,63
3,89

2,65
3,93

2,67
3,97

2,69
4,02

2,70
4,04

2,71
4,07

2,73
4,11

4,14

2,41
3,42

2,42
3,44

2,43
3,46

2,44
3,49

2,45
3,51

2,46
3,54

2,48
3,58

2,49
3,61

2,51
3,66

2,53
3,70

2,54
3,73

2,56
3,76

2,57
3,79

2,30
3,20

2,30
3,22

2,31
3,24

2,32
3,26

2,34
3,29

2,35
3,32

2,36
3,35

2,38
3,38

2,40
3,42

2,42
3,47

2,43
3,50

2,44
3,33

2,46
3,56

6

2,47
3,59

5

2,59
3,82

7

2,21
3,04

2,22
3,65

2,23
3,07

2,24
3,10

2,25
3,12

3,26
3,15

2,28
3,18

2,30
3,21

2,32
3,25

2,34
3,30

2,35
3,33

2,36
3,36

2,37
3,39

2,39
3,42

8

2,14
2,90

2,14
2,92

2,16
2,94

2,17
2,95

2,18
2,99

2,19
3,02

2,21
3,04

2,23
3,08

2,25
3,12

2,27
3,17

2,28
3,20

2,29
3,23

2,30
3,26

2,32
3,29

9

2,08
2,80

2,09
2,82

2,10
2,84

2,11
2,86

2,12
2,88

2,14
2,91

2,15
2,94

2,17
2,97

2,19
3,01

2,21
3,06

2,22
3,06

2,24
3,11

2,25
3,14

2,27
3,17

10

2,03
2,71

2,04
2,73

2,05
2,75

2,06
2,77

2,07
2,80

2,09
2,82

2,10
2,86

2,12
2,89

2,14
2,94

2,16
2,98

2,18
3,00

2,19
2,03

2,20
3,06

2,22
3,09

11

1,99
2,64

2,00
2,66

2,01
2,68

2,02
2,70

2,05
2,73

2,06
2,78

2,08
2,82

2,10
2,86

2,12
2,90

2,14
2,92

2,15
2,95

2,16
2,98

2,18
3,02

12

1,96
2,58

1,97
2,60

1,98
2,62

1,99
2,64

2,00
2,66

2,02
2,69

2,03
2,72

2,05
2,76

2,07
2,80

2,09
2,84

2,10
2,87

2,12
2,90

2,13
2,93

2,15
3,96

14

1,90
2,48

1,91
2,50

1,92
2,52

1,94
2,54

1,95
2,56

1,96
2,59

1,98
2,62

2,00
2,66

2,02
2,70

2,04
2,74

2,05
2,77

2,06
2,80

2,08
2,83

2,10
2,86

16

1,86
2,40

1,87
2,42

1,88
2,44

1,89
2,46

1,90
2,49

1,92
2,51

1,93
2,54

1,95
2,58

1,97
2,62

1,99
2,66

2,00
2,68

2,02
2,71

2,03
2,74

2,05
2,77

20

1,79
2,28

1,80
2,30

1,81
2,32

1,82
2,35

1,84
2,37

1,85
2,40

1,87
2,43

1,89
2,47

1,91
2,51

1,93
2,55

1,94
2,57

1,96
2,60

1,97
2,63

1,99
2,66

24

1,74
2,20

1,75
2,22

2,76
2,24

1,78
2,26

1,79
2,29

1,80
2,32

2,82
2,35

1,84
2,38

1,86
2,42

1,89
2,47

1,90
2,49

1,91
2,52

1,93
2,55

1,95
2,58

30

1,70
2,11

1,71
2,13

1,72
2,15

1,73
2,17

1,74
2,20

1,76
2,22

1,78
2,26

1,80
2,30

1,82
2,34

1,84
2,38

1,85
2,41

1,87
2,44

1,88
2,47

1,90
2,50

40

1,64
2,02

1,65
2,04

1,88
2,06

1,68
2,08

169
2,11

1,71
2,14

1,72
2,17

1,74
2,21

1,76
2,25

1,79
2,29

1,80
2,32

1,81
2,35

1,84
2,38

1,85
2,41

50

1,61
1,96

1,62
1,98

1,63
2,00

1,64
2,02

1,66
2,05

1,67
2,08

1,69
2,12

1,71
2,15

1,74
2,20

1,76
2,24

1,77
2,77

1,78
2,30

1,80
2,33

1,82
2,36

75

1,56
1,88

1,57
1,90

1,58
1,92

1,60
1,94

1,61
1,97

1,63
2,00

1,65
2,04

1,67
2,08

1,69
2,12

1,72
2,16

1,73
2,19

1,75
2,22

1,76
2,25

1,78
2,28

1,53
1,84

1,54
1,86

1,56
1,88

1,57
1,91

1,59
1,94

1,60
1,97

1,62
2,00

1,64
2,04

1,67
2,08

1,69
2,13

1,71
2,15

1,72
2,18

1,74
2,21

1,76
2,25

100

1,50
1,78

1,50
1,78

1,51
1,80

1,52
1,82

1,54
1,85

1,55
1,88

1,59
1,90

1,61
1,98

1,64
2.02

1,66
2,07

1,68
2,10

1,69
2,13

1,71
2,16

1,72
2,19

200

1,47
1,73

1,48
1,76

1,50
1,70

1,50
1,78

1,51
1,80

1,53
1,84

1,56
1,86

1,59
1,94

1,61
1,98

1,64
2,03

1,65
2,06

1,67
2,09

1,68
2,12

1,70
2,15

500

1,45
1,70

1,46
1,72

1,48
1,75

1,49
1,78

1,51
1,81

1,53
1,84

1,55
1,87

1,57
1,91

1,59
1,96

1,62
2,01

1,64
2,03

1,65
2,06

1,67
2,10

1,69
2,13

§

7,73

V2 = dk V1 = dk pembilang
penyebut
1
2
3
4
26 4,22 3,37 2,89 2,74

163

4 4772 4821 4861 4893 4918 4778 4826 4864 4896 4920 4783 4830 4868 4898 4922 4788 4834 4871 4901 4925 4793 4838 4875 4904 4927 4798 4842 4878 4906 4929 4803 4846 4881 4909 4931 4808 4850 4884 4911 4932 4812 4854 4887 4913 4934 4817 4857 4899 4916 4936 2.3 1. . M.7 0.3 3.0 2.5 0.164 Lampiran 21 LUAS DI BAWAH LENGKUNGAN NORMAL STANDAR DARI O KE Z (Bilangan Dalam Daftar Menyatakan Desimal) Z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0.2 2.7 1.5 1.1 3.2 0.9 1915 2258 2580 2881 3159 1950 2291 2619 2910 3186 1985 2324 2642 2939 3212 2019 2357 2673 2967 3238 2054 2389 2704 2996 3264 2088 2422 2734 3023 3289 2123 2454 2764 3051 3315 2157 2486 2794 3078 3340 2190 2518 2823 3106 3365 2224 2549 2852 3133 3389 1.1 2.4 0000 0398 0793 1179 1554 0040 0438 0832 1217 1591 0080 0478 0871 1255 1628 0120 0517 0910 1293 1664 0160 0557 0948 1331 1700 0199 0596 0987 1368 1736 0239 0636 1026 1406 1772 0279 0675 1064 1443 1808 0319 0714 1103 1480 1844 0359 0754 1141 1517 1879 0.0 0.2 1.6 2.7 4999 4999 4999 4999 4999 4999 4999 4999 4999 4999 3.9 4938 4953 4965 4974 4981 4940 4955 4966 4975 4982 4941 4956 4967 4976 4982 4943 4957 4968 4977 4983 4945 4959 4969 4977 4984 4946 4960 4970 4978 4984 4948 4961 4971 4979 4985 4949 4962 4972 4979 4985 4951 4963 4973 4980 4986 4952 4964 4974 4981 4986 3.3 0.B.6 0.3 2.9 4332 4452 4554 4641 4713 4345 4463 4564 4649 4719 4357 4474 4573 4656 4726 4370 4484 4582 4664 4732 4382 4495 5491 4671 4738 4394 4505 4599 4678 4744 4406 4515 4608 4686 4750 4418 4525 4616 4693 4756 4429 4535 4625 4699 4761 4441 4545 4633 4706 4767 2.5 2.8 1.1 0.8 2.0 3. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula.6 4999 4999 4999 4999 4998 4999 4999 4999 4999 4999 3.1 1.2004.4 4987 4990 4993 4995 4997 4987 4991 4993 4995 4997 4987 4991 4994 4995 4997 4988 4991 4994 4996 4997 4988 4992 4994 4996 4997 4989 4992 4994 4996 4997 4989 4992 4994 4996 4997 4989 4992 4995 4996 4997 4990 4993 4995 4996 4997 4990 4993 4995 4997 4998 4998 4998 4998 4998 3.4 3413 3643 3849 4032 4192 3438 3665 3869 4049 4207 3461 3686 3888 4066 4222 3485 3708 3907 4082 4236 3508 3729 3925 4099 4251 3531 3749 3944 4115 4265 3554 3770 3962 4131 4279 3577 3790 3980 4147 4292 3599 3810 3997 4162 4306 3621 3830 4015 4177 4319 1.7 2.8 0.9 5000 5000 5000 5000 5000 5000 Sumber: Riduwan.2 3.5 4998 4998 4998 4998 4998 4998 4999 4999 4998 4999 3.0 1. Bandung.A.8 4999 4999 4999 4999 4999 4999 5000 5000 5000 5000 3.6 1.

165 Lampiran 22 Gambar Kegiatan Belajar Mengajar Kelas IVA (Kelas Kontrol)           .

166 Lampiran 23 Gambar Kegiatan Belajar Mengajar Kelas IVB (Kelas Eksperimen) .

25 Maret 2011 Kepala SDIT Nurul Fallah Pagi H. S. 130382356   . dengan ini menerangkan bahwa: Nama : RINDANG WIJAYANTI RAHARJO Tempat. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagai mana mestinya.167 SURAT KETERANGAN Nomor : 067/SK-NF/03/2011 Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SDIT Nurul Fallah Pagi. lahir : Jakarta. tanggal 25 Maret 2011. Tanggal. 8 Januari 1990 No.Hamka Tahun Akademik : Universitas Muhammadiyah : 2011 Telah melaksanakan uji validitas di SDIT Nurul Fallah Pagi dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul “Pengaruh Model Pendekatan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Tehadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV di SDIT Nurul Fallah Pagi” yang dilaksanakan pada Hari Jum’at. Jakarta.Pd Nip.DR. Ahmad Ahlan. Mahasiswa : 0701045190 Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD S- Semester : VIII (Dealapan) 1) Universitas Prof.

lahir : Jakarta. S. 130382356   . Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagai mana mestinya. Ahmad Ahlan. 1) Hamka Telah melaksanakan penelitian skripsi di SDIT Nurul Fallah Pagi dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul : “Pengaruh Model Pendekatan Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDIT Nurul Fallah Pagi Cilincing Jakarta Utara” yang dilaksanakan pada tanggal 31 Maret sampai dengan 27 April 2011.Pd Nip. 8 Januari 1990 NIM : 0701045190 Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD S- Universitas : Universitas Muhammadiyah Prof. Jakarta.168 SURAT KETERANGAN Nomor : 070/SK-NF/04/2011 Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SDIT Nurul Fallah Pagi. 27 April 2011 Kepala SDIT Nurul Fallah Pagi. dengan ini menerangkan bahwa: Nama : RINDANG WIJAYANTI RAHARJO Tempat. DR.               H. tanggal.

Juli 2011 Yang membuat pernyataan. Jakarta. dan sepanjang pengetahuan saya dalam skripsi ini tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di FKIP UHAMKA. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Apabila terbukti secara meyakinkan saya melakukan plagiat. Rindang Wijayanti Raharjo   .169 Lampiran 26 PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Mahasiswa : Rindang Wijayanti Raharjo NIM : 0701045190 Fakultas : FKIP Program Studi : S1-PGSD Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini merupakan hasil karya saya sendiri dan belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi.

Jakarta Utara). 8 Januari 1990 Agama : Islam Alamat : Jl. SMP (SMPN 152 Sunter Jaya. c. Demikian riwayat hidup ini dibuat dengan sebenar-benarnya. Jakarta. b. Berijazah. Berijazah. Lulus 2007.170 Lampiran 27 DAFTAR RIWAYAT HIDUP 1. Data Pribadi Nama : Rindang Wijayanti Raharjo Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta. Berijazah. Jakarta Utara). Juli 2011 Rindang Wijayanti Raharjo . Lulus 2004. 5 Sunter Jaya Jakarta Utara Anak Ke 2. SMA (SMAN 15 Sunter Agung. Jakarta Utara). Kedondong 3 Rt/Rw 10/06 No. SD (SDN Sunter Jaya 10 Pagi. Lulus 2001. : III dari IV Bersaudara Pendidikan a.