You are on page 1of 34

Judul

MASYARAKAT
PRASEJARAH INDONESIA

Mata Pelajaran : Sejarah


Kelas : I (Satu)
Nomor Modul : Sej.I.01

Penulis: Dra. Dwi Hartini


Penyunting Materi: Dra. Corry Iriani R., M.Pd.
Penyunting Media: Dra. Asih Priati
DAFTAR ISI

IDENTITAS

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN

Kegiatan Belajar 1: PENGERTIAN TENTANG WAKTU ............................................. 5


1. Pengertian Tentang Waktu ..................................................... 5
2. Sumber-sumber Prasejarah dan Sejarah ............................... 7
3. Ilmu Bantu Sejarah ................................................................ 9
Tugas Kegiatan 1 ........................................................................ 10

Kegiatan Belajar 2: PEMBABAKAN ZAMAN PRASEJARAH ................................. 11


1. Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Geologi ......... 11
2. Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Arkeologi ...... 14
3. Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Ciri-ciri
Kehidupan ............................................................................. 17
Tugas Kegiatan 2 ........................................................................ 19

Kegiatan Belajar 3: MASYARAKAT PRASEJARAH INDONESIA ........................... 21


1. Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia ................................ 21
2. Perpindahan/Migrasi Bangsa-bangsa ke Indonesia ............... 25
3. Jenis Bangsa Prasejarah Indoenesia .................................... 27
Tugas Kegiatan 3 ........................................................................ 29

PENUTUP ..................................................................................................................... 31

KUNCI TUGAS ............................................................................................................. 32

DAFTAR ISTILAH ........................................................................................................ 34

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 34


PENDAHULUAN

Selamat! Anda telah menjadi siswa di SMU Terbuka! Salah satu mata pelajaran di SMU
Terbuka, adalah Sejarah Nasional dan Umum. Sejarah, tentu bukanlah sesuatu yang baru
lagi bagi Anda, dan ketika Anda membaca kata sejarah, pasti ingatan Anda kepada peristiwa-
peristiwa atau cerita masa lalu, seperti yang pernah Anda pelajari ketika masih di SLTP.

Walaupun di SLTP Anda sudah kenal dengan sejarah, alangkah baiknya kalau Anda mengenal
lebih jauh. Apa sebenarnya sejarah itu? Apa tujuan belajar sejarah? Adakah manfaat belajar
sejarah? Serta apa yang dipelajari dalam sejarah?

Tujuan mempelajari sejarah dalam modul ini, agar Anda memahami dinamika masyarakat
Indonesia pada masa prasejarah. Manfaat Anda mempelajari modul ini, agar Anda dapat
mengenal peristiwa pada masa lampau. Sehingga Anda dapat melihat masa depan dengan
rasa yang lebih mantap, karena masa depan adalah bagian dari waktu, bagian dari dunia, di
mana proses-proses sejarah yang sama akan terjadi.

Modul ini berisi 3 kegiatan, yang terdiri dari kegiatan belajar 1 membahas pengertian tentang
waktu, kegiatan belajar 2 membahas pembabakan zaman prasejarah dan kegiatan belajar 3
membahas masyarakat prasejarah Indonesia. Tiap-tiap kegiatan terkait erat, untuk itu
sebaiknya Anda mengikuti petunjuk berikut ini:
1. Bacalah setiap penjelasan yang berkaitan dengan cermat langkah demi langkah, jangan
tergesa-gesa, agar Anda benar-benar paham.
2. Waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari modul ini adalah 90 menit untuk kegiatan 1,
kegiatan 2 membutuhkan waktu 45 menit, sedangkan kegiatan 3 membutuhkan waktu
90 menit.
3. Selama mempelajari modul ini, hendaknya Anda berusaha untuk dapat mempelajari
peta Pulau Jawa yang bisa Anda pinjam di perpustakaan sekolah penyelenggara atau
perpustakaan umum.
4. Setelah Anda merasa paham maka kerjakan soal latihan atau tugas yang Anda temui
dan cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban di halaman belakang modul ini.
5. Jika jawaban Anda masih banyak yang tidak sesuai dengan kunci jawabannya, maka
Anda harus membaca lagi bagian yang kurang Anda pahami. Usahakan Anda benar-
benar jelas, karena modul ini berkaitan dengan modul 2 terutama kegiatan belajar 2 dan
3.

Dengan adanya petunjuk di atas, mudah-mudahan Anda mau bersungguh-sungguh


mempelajari modul ini, sehingga Anda mencintai sejarah bangsa dan menjadi manusia yang
arif dan bijaksana.

Selamat belajar!
Kegiatan Belajar 1

PENGERTIAN TENTANG WAKTU

Setelah mempelajari kegiatan 1 modul ini, Anda dapat:


1. menjelaskan pengertian tentang waktu;
2. menyebutkan 2 sumber prasejarah;
3. menjelaskan 4 jenis sumber sejarah ditinjau dari wujudnya; dan
4. menyebutkan 2 contoh ilmu bantu prasejarah.

Apakah Anda sudah siap mempelajari modul ini?


Pusatkan pikiran Anda untuk mempelajari urian materi berikut ini!

1. Pengertian tentang waktu


Waktu tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi Anda! Karena dalam kehidupan sehari-
hari setiap orang selalu dibatasi oleh waktu. Apakah Anda mengetahui definisi tentang
waktu?

Berdasarkan kamus umum Bahasa Indonesia, waktu adalah seluruh rangkaian saat
ketika proses perbuatan atau keadaan berlangsung atau berada. Dari definisi tersebut,
tentu Anda dapat memahami bahwa, apabila membahas tentang waktu sebagai suatu
rangkaian saat ketika proses berlangsung, maka berarti yang dibahas adalah suatu
peristiwa atau kejadian yang lalu atau yang akan datang.

Peristiwa masa lalu itu sangat luas, peristiwa masa lalu yang tidak menyangkut manusia
itu bukan sejarah. Karena sejarah mengkaji tentang peristiwa masa lalu manusia tetapi
tidak secara keseluruhan. Dan sejarah hanya mengurusi manusia masa kini. Untuk itu
sejarah disebut sebagai ilmu tentang manusia.

Di samping pengertian di atas, karena manusia pembentuk masyarakat. Masyarakat


yang dikaji oleh sejarah adalah masyarakat dari segi waktu. Untuk itu sejarah juga disebut
sebagai ilmu tentang waktu. Dengan demikian pengertian sejarah beraneka ragam.

Sejarah pada hakekatnya dibatasi oleh dua pengertian yaitu sejarah dalam arti subyektif
dan sejarah dalam arti obyektif. Sejarah dalam arti subyektif adalah bangunan yang
disusun oleh penulis sebagai suatu uraian atau cerita, maka memuat unsur-unsur dan
isi penulis atau pengarang (subyek). Sedangkan sejarah dalam arti obyektif menunjuk
kepada kejadian atau peristiwa itu sendiri atau keseluruhan pada proses peristiwa atau
kejadian berlangsung terlepas dari unsur-unsur subyek seperti pengamat atau pencerita.

Dari penjelasan di atas apakah Anda sudah memahami? Kalau sudah memahami silahkan
pelajari kembali penjelasan berikutnya. Setiap peristiwa kejadian yang berlangsung dalam
suatu masyarakat, kalau dilihat dari segi waktu, maka akan terlihat adanya 4 hal, yaitu:
a) perkembangan; b) kesinambungan; c) pengulangan; dan d) pergeseran. Mengenai

5
contoh dari 4 hal tersebut dapat Anda temukan pada setiap peristiwa/kejadian dalam
sejarah, atau lebih jelasnya dapat Anda tanyakan kepada Guru Bina Anda.

Agar supaya setiap waktu dalam setiap peristiwa atau kejadian dapat dipahami, maka
sejarah membuat pembabakan waktu atau periodisasi. Maksud periodisasi ini adalah
agar babak waktu itu menjadi jelas ciri-cirinya. Contohnya sejarah Eropa dapat dibagi ke
dalam 3 periode yaitu zaman klasik/kuno, zaman pertengahan dan zaman modern.

Untuk menambah pemahaman Anda, silahkan Anda tulis contoh periodisasi


sejarah di Indonesia pada kolom di bawah ini.

Setelah Anda mengisi kolom di atas, maka untuk mengetahui kebenaran apa yang Anda
tulis, silahkan Anda pelajari kembali uraian materi berikut ini.

Periodisasi/pembabakan waktu sejarah Indonesia menurut Dr. Kuntowijoyo dalam bukunya


yang berjudul Pengantar Ilmu Sejarah, dibagi menjadi 4 periode, yaitu: zaman prasejarah,
zaman kuno, zaman Islam, dan zaman modern.

Tetapi secara graris besar periodisasi sejarah dibagi menjadi zaman prasejarah dan
zaman sejarah. Untuk lebih jelasnya bagaimana hubungan antara zaman prasejarah
dan zaman sejarah, maka silahkan Anda perhatikan gambar 1 berikut ini.
Zaman Prasejarah Zaman Sejarah

Mulai ada tulisan Sekarang

Zaman Sejarah

Gambar 1

Dengan melihat gambar 1, maka Anda tentu memahami bahwa prasejarah merupakan
suatu zaman yang terjadi sebelum sejarah. Pemahaman tersebut sangatlah benar karena
sesuai dengan arti kata prasejarah. Pra artinya sebelum, maka prasejarah artinya sebelum
sejarah.

Sebenarnya ada istilah lain untuk menamakan zaman prasejarah yaitu zaman Nirleka,
Nir artinya tidak ada dan leka artinya tulisan, jadi zaman Nirleka zaman tidak adanya
tulisan. Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya
tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum
ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan.
Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di
dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut.

6
Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir + tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal
tulisan, sehingga + tahun 4000 bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Dari
penjelasan di atas, apakah Anda sudah paham? Kalau Anda sudah memahami, tentu
Anda sudah mempunyai gambaran tentang sejarah Indonesia.

Untuk itu silahkan Anda jawab pertanyaan berikut ini!


1. Kapan berakhirnya zaman prasejarah di Indonesia?
2. Bukti dimulainya zaman sejarah di Indonesia adalah ...

Jawaban Anda dapat Anda tulis pada tiitik-titik di bawah ini.


1. ...................................................................................................................................
2. ...................................................................................................................................
Setelah Anda menuliskan jawaban pertanyaan di atas dapat Anda pelajari kembali uraian
berikut ini. Sesuai dengan periodisasi sejarah Indonesia yang awalnya dibagi dalam
zaman prasejarah, maka dapatlah dijelaskan bahwa prasejarah Indonesia berakhir
dengan adanya kerajaan Kutai abad 5 M atau tahun 400 M, dan dibuktikan dengan
adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai Mahakam,
Kalimantan Timur.
Dari penjelasan tersebut, di samping Anda mengetahui kebenaran jawaban Anda, maka
Anda juga harus memahami bahwa peristiwa berakhirnya prasejarah atau dimulainya
sejarah dapat diketahui melalui fakta atau sumber, karena peristiwa munculnya kerajaan
Kutai tidak akan pernah terulang lagi, tetapi bekas-bekasnya sebagai memori dapat
diungkapkan atau diaktualisasikan melalui fakta-fakta tersebut.
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa setiap peristiwa atau
kejadian hanya dapat diketahui kembali melalui fakta atau sumber-sumber yang ada.
Untuk lebih jelasnya pelajari dengan baik uraian materi berikut ini.

2. Sumber-sumber Prasejarah dan Sejarah


Sumber atau fakta merupakan hal terpenting sebagai kunci untuk mempelajari suatu
peristiwa yang telah terjadi pada masa lalu. Sumber-sumber atau fakta dari setiap peristiwa
yang telah terjadi beraneka ragam.

Untuk memudahkan Anda memahami sumber-sumber tersebut maka yang akan disajikan
terlebih dahulu adalah sumber-sumber prasejarah. Untuk itu silahkan Anda pelajari uraian
materi berikut ini.
a. Sumber-sumber Prasejarah
Sebelum membaca uraian materi,
perhatikanlah gambar 2. Pada Gambar
tersebut, merupakan salah satu bentuk fosil
tengkorak manusia. Tentu Anda mulai
berpikir, apa yang dimaksud dengan fosil?

Gb.2 Fosil manusia


7
Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu karena adanya proses
kimiawi. Fosil merupakan peninggalan masa lampau yang sudah tertanam ratusan
peninggalan masa lampau yang sudah tertanam ratusan bahkan ribuan tahun di
dalam tanah.
Contoh fosil antara lain fosil manusia, fosil binatang, fosil pepohonan (tumbuhan).
Selain fosil yang menjadi sumber prasejarah juga terdapat artefak yaitu peninggalan
masa lampau berupa alat kehidupan/hasil budaya yang terbuat dari batu, tulang,
kayu dan logam.
Untuk lebih memahami salah satu contoh bentuk artefak, lihat gambar 3.

Gambar 3. Artefak.

Demikian uraian materi tentang sumber-sumber prasejarah maka untuk menambah


pemahaman Anda lengkapilah tabel 1 berikut ini!

Tabel 1. Sumber-sumber Prasejarah.

No. jenis pengertian Contoh

1. Fosil 1. .... 2. ....


3. ....
4. ....

2. Artefak 5. .... Alat-alat dari tulang.


Alat-alat dari batu.

Setelah Anda melengkapi tabel 1, maka sesuaikan jawaban Anda dengan kunci
jawabannya di bawah ini.
1. Sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu.
2. Fosil manusia.
3. Fosil hewan.
4. Fosil tumbuhan/pepohonan.
5. Benda-benda purbakala.

8
Bagaimana dengan jawaban Anda? Kalau jawaban Anda semua benar, berarti Anda
benar-benar paham, untuk itu selamat untuk Anda! Selanjutnya pelajari uraian materi
berikutnya.

b. Sumber-sumber Sejarah
Peristiwa masa lalu dapat diketahui secara lengkap dan mendekati kebenaran adanya
sumber-sumber yang beranekaragam. Ditinjau dari wujudnya, maka sumber sejarah
dapat dibagi lagi menjadi 4, yaitu sebagai berikut:
1) Sumber lisan adalah sumber sejarah yang berupa keterangan dari seseorang
atau beberapa orang yang menyaksikan langsung atau mengalami langsung
suatu peristiwa.
2) Sumber tertulis adalah sumber sejarah yang berupa keterangan tertulis mengenai
suatu peristiwa/kejadian misalnya data, dokumen, babad prasasti, naskah kuno,
buku, dsb.
3) Sumber benda adalah sumber sejarah yang berupa benda-benda peninggalan
budaya atau la zim dginamakan benda purbakala, misalnya: candi, senjata,
gedung, dsb.
4) Sumber audio visual adalah sumber sejarah yang merupakan hasil rekaman
media elektronika, misalnya: kaset video, film, tape recorder, dll.
Untuk lebih memahami sumber-sumber sejarah tersebut, maka diskusikanlah
bersama teman-teman Anda jenis sumber-sumber sejarah dalam suatu peristiwa
Proklamasi 17-8-1945, seperti yang pernah Anda pelajari di SLTP.
Hasil diskusi Anda dapat Anda tunjukkan kepada Guru Bina Anda! Selanjutnya Anda
dapat melanjutkan pada uraian materi berikutnya.

3. Ilmu Bantu Prasejarah


Dalam mempelajari zaman prasejarah, di mana belum ditemukan bukti-bukti tertulis,
maka untuk mengetahui peristiwa atau kejadian pada masa tersebut, para ahli melakukan
hal-hal sebagai berikut:
a. Ekskavasi, melakukan penggalian untuk menemukan peninggalan budaya yang
kebanyakan tertanam di dalam tanah.
b. Mempelajari kehidupan suku-suku terasing yang sekarang masih hidup seperti yang
tinggal di daerah-daerah pedalaman. Hal ini dilakukan karena, dengan mempelajari
alat yang digunakan suku terasing/suku primitif tersebut, sehingga dapat memberikan
pengertian tentang kehidupan dan kebudayaan manusia di zaman prasejarah.
Untuk melakukan hal tersebut di atas, maka prasejarah harus bekerjasama dengan disiplin
ilmu yang lain antara lain:
a. Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau melalui artefak.
b. Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan.
c. Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fosil.
Demikianlah uraian materi tentang ilmu bantu prasejarah. Untuk selanjutnya apabila Anda
sudah merasa paham dengan seluruh uraian materi pada kegiatan belajar 1 ini, maka
Anda dapat melanjutkan kembali dengan mengerjakan latihan soal pada akhir kegiatan
ini.
Kerjakanlah dengan sungguh-sungguh agar tingkat pemahaman Anda dapat terukur,
semakin banyak Anda berlatih mengerjakan soal maka semakin mudah Anda memahami
materi.
Selamat berlatih!
9
KEGIATAN 1

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat!


1. Sejarah dalam arti subyektif adalah ....
2. Sejarah dalam arti obyektif adalah ....
3. Periodisasi sejarah Indonesia dibagi menjadi 4 periode, yaitu ....
4. Sejarah sebagai ilmu tentang waktu terkait 4 hal, yaitu ....
5. Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah ....
6. Zaman prasejarah di Indonesia berakhir sejak adanya ....
7. Zaman prasejarah disebut juga dengan zaman ....
8. Sumber-sumber prasejarah adalah ....
9. Yang dimaksud dengan fosil adalah ....
10. Dilihat dari wujudnya, sumber sejarah terdiri dari:
a. ....
b. ....
c. ....
d. ....
11. Contoh dari sumber tertulis adalah ....
12. Yang dimaksud dengan artefak adalah ....
13. Yang menjadi ilmu bantu prasejarah antara lain ....
14. Contoh dari sumber benda adalah ....
15. Hal yang dilakukan oleh para ahli untuk mengetahui kejadian atau peristiwa masa lalu
dengan cara:
a. ....
b. ....

Setelah Anda menjawab latihan soal tersebut, cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban
yang ada di belakang modul ini. Mudah-mudahan Anda selalu berhasil.

10
Kegiatan Belajar 2

PEMBABAKAN ZAMAN PRASEJARAH

Setelah mempelajari kegiatan 2 modul ini, Anda dapat:


1. menguraikan pembabakan prasejarah berdasarkan geologi;
2. menyebutkan pembabakan prasejarah berdasarkan arkeologi; dan
3. menyebutkan pembabakan prasejarah berdasarkan ciri kehidupan
masyarakat.

Apakah Anda sudah memahami pengertian tentang zaman prasejarah. Untuk


lebih meningkatkan pemahaman Anda tentang zaman prasejarah, alangkah
baiknya kalau Anda memahami sejarah munculnya makhluk hidup ke muka bumi,
sebagai awal dari zaman prasejarah.

Guna mengikuti perkembangan makhluk hidup, maka yang harus diperhatikan adalah sejarah
terbentuknya bumi yang terbagi dalam beberapa zaman. Seperti yang terdapat pada uraian
pembabakan prasejarah berikut ini.

1. Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Geologi


Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan. Berdasarkan geologi,
terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut
merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah yang terdiri dari:
a. ARKAEKUM/zaman tertua
Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas,
sehingga tidak ada kehidupan. Dari penjelasan ini tentu Anda ingin bertanya kapan
muncul kehidupan? Untuk itu simak uraian berikutnya.

b. PALEOZOIKUM/zaman primer atau zaman hidup tua


Zaman ini berlangsung 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini
seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang
punggung. Untuk lebih mengenal bintang-binatang tersebut amatilah gambar 4 berikut
ini.

Gb.4 Binatang yang hidup zaman Paleozoikum


11
Setelah Anda mengamati gambar 4, tentu Anda mulai berpikir, bagaimana dengan
makhluk hidup yang lain?

Dengan berakhirnya zaman primer, maka kehidupan terus berkembang sehingga


memasuki zaman baru. Untuk lebih jelasnya Anda dapat menyimak kembali gambar
5 berikut ini.

Dari gambar 5 yang Anda amati,


merupakan sejenis reptil raksasa
yang hidup pada zaman kedua.
Untuk lebih jelasnya dapat Anda
simak uraian berikut

Gambar 5. Dinosaurus.

c. MESOZOIKUM/zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan


Zaman ini berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada zaman pertengahan ijenis reptil
mencapai tingkat yang terbesar seperti gambar 5 sehingga pada zaman ini sering
disebut juga dengan zaman reptil. Setelah berakhirnya zaman sekunder ini, maka
muncul kehidupan yang lain yaitu jenis burung dan binatang menyusui yang masih
rendah sekali tingkatannya. Sedangkan jenis reptilnya mengalami kepunahan.
Selanjutnya berlangsunglah zaman hidup baru seperti yang diuraikan pada materi
berikut ini.

d. NEOZOIKUM/zaman hidup baru


Zaman ini dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu:
1) Tersier/zaman ketiga
Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun. Yang terpenting dari zaman ini
ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui seperti jenis primat,
contohnya kera.

2) Kuartier/zaman keempat
Zaman ini ditandai dengan adanya kehidupan manusia sehingga merupakan
zaman terpenting. Dan zaman ini dibagi lagi menjadi dua zaman yaitu yang disebut
dengan zaman Pleistocen dan Holocen.

Untuk memahami zaman tersebut, maka Anda dapat menyimak pada uraian
berikut ini:
• Zaman Pleitocen/Dilluvium berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai
dengan adanya manusia purba.

12
• Zaman Holocen/Alluvium berlangsung kira-kira 20.000 tahun yang lalu dan
terus berkembang sampai dewasa ini. Pada zaman ini ditandai dengan
munculnya manusia jenis Homo Sapiens yang memiliki ciri-ciri seperti
manusia sekarang.

Dari penjelasan materi di atas, apakah Anda sudah memahami? Untuk lebih
meningkatkan pemahaman Anda pada materi pembabakan zaman prasejarah
berdasarkan geologi, maka simaklah bagan 1 berikut ini.

ARKAEKUM

PALEOZOIKUM
PRASEJARAH
MESOZOIKUM
TERSIER
NEOZOIKUM DILLUVIUM
KUARTIER
ALLUVIUM

Setelah Anda menyimak bagan 1, langkah selanjutnya untuk Anda adalah


melengkapi tabel 2 pembabakan zaman prasejarah berikut ini.

No. Zaman Kurun waktu Ciri-ciri kehidupan

1. ARKAEIKUM 1.

2. PALAEOZOIKUM 2.

3. MESOZOIKUM 3.
N
4. TERSIER 4.
E
O
Z
DILLUVIUM 5.
O
I
KUARTER
K
U
AILLUVIUM 6.
M

Untuk mengetahui apakah yang Anda lengkapi pada tabel 2 benar jawabannya, maka
cocokkanlah dengan kunci jawaban berikut ini.
1. 2500 juta tahun, ciri-cirinya belum ada kehidupan.
2. 340 juta tahun, ciri-cirinya muncul makhluk baru seperti: reptil, ikan, dan amphibi.
3. 140 juta tahun, ciri-cirinya muncul reptil raksasa.
4. 60 juta tahun, ciri-cirinya muncul binatang mamalia.

13
5. 600.000 tahun, ciri-cirinya muncul manusia purba.
6. 20.000 tahun, ciri-cirinya muncul homosapiens.

Apakah jawaban Anda sudah benar? Jika sudah benar selamat untuk Anda! Berarti
Anda telah memahami uraian materi ini dengan baik. Untuk selanjutnya agar pengetahuan
Anda semakin luas tentang prasejarah, maka simak kembali uraian materi berikut ini.

2. Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Arkeologi


Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau melalui benda-benda
artefak. Dari hasil penelitian para ahli arkeologi, maka tabir kehidupan masyarakat
prasejarah Indonesia dapat diketahui. Berdasarkan penggalian arkeologi maka prasejarah
dapat dibagi menjadi 2 zaman, seperti pada uraian materi berikut ini.
a. Zaman Batu
Zaman batu menunjuk pada suatu periode di mana alat-alat kehidupan manusia
terbuat dari batu, walaupun ada juga alat-alat tertentu yang terbuat dari kayu dan
tulang. Tetapi pada zaman itu secara dominan alat-alat yang digunakan terbuat dari
batu. Dari alat-alat peninggalan zaman batu tersebut, melalui Metode Tipologi (cara
menentukan umur berdasarkan bentuk atau tipe benda peninggalan), maka zaman
batu dibedakan lagi menjadi 3 periode/masa, yaitu:
1) Batu Tua/Palaeolithikum
Merupakan suatu masa di mana hasil buatan alat-alat dari batunya masih kasar
dan belum diasah/diupam, sehingga bentuknya masih sederhana.
Contohnya: kapak genggam.

Untuk lebih mengetahui bentuk kapak tersebut, amati gambar 6 berikut ini.

Gambar 6. Peninggalan Zaman Palaeolithikum.

Selanjutnya masa ke-2 dari zaman batu adalah batu Madya seperti uraian materi
berikut ini.

2) Batu Tengah Madya/Mesolithikum


Merupakan masa peralihan di mana cara pembuatan alat-alat kehidupannya lebih
baik dan lebih halus dari zaman batu tua.
Contohnya: Pebble/Kapak Sumatera.

14
Untuk mengetahui bentuk pebble, amati gambar 7 berikut ini.

Gambar 7. Peninggalan Mesolithikum.

Setelah Anda mengamati gambar 7, maka sekarang Anda bandingkan dengan


zaman berikutnya.

3) Batu Muda/Neolithikum
Merupakan suatu masa di mana alat-alat kehidupan manusia dibuat dari batu
yang sudah dihaluskan, serta bentuknya lebih sempurna dari zaman sebelumnya.
Contohnya: kapak persegi dan kapak lonjong.

Bentuk kapak tersebut dapat Anda amati pada gambar 8 berikut ini.

Bagaimana setelahAnda melihat


3 contoh dari alat kehidupan
manusia yang berasal dari
zaman batu? Apa kesimpulan
Anda?

Gambar 8. Peninggalan Neolithikum

Untuk mengetahui hasil peninggalan zaman batu yang lebih terperinci, Anda
akan mempelajarinya kembali pada modul 2. Selanjutnya, Anda harus menyimak
periodisasi prasejarah berikutnya.

b. Zaman Logam
Perlu ditegaskan bahwa dengan dimulainya zaman logam bukan berarti berakhirnya
zaman batu, karena pada zaman logampun alat-alat dari batu terus berkembang
bahkan sampai sekarang. Sesungguhnya nama zaman logam hanyalah untuk
menyatakan bahwa pada zaman tersebut alat-alat dari logam telah dikenal dan
dipergunakan secara dominan. Zaman logam disebut juga dengan zaman
perundagian.

15
Setelah satu contoh dari peninggalan zaman logam dapat Anda simak gambar 9
berikut ini.

Gambar 9. Peninggalan Perunggu.

Gambar 9 merupakan gambar nekara yang terbuat dari perunggu. Dari gambar 9
tentu Anda ingin bertanya lebih jauh, apakah zaman logam terbagi lagi menjadi
beberapa zaman?

Perkembangan zaman logam di Indonesia berbeda dengan yang ada di Eropa, karena
zaman logam di Eropa mengalami 3 fase/bagian, yaitu zaman tembaga, zaman
perunggu, dan zaman besi. Sedangkan di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara
umumnya tidak mengalami zaman tembaga tetapi langsung memasuki zaman
perunggu dan besi secara bersamaan. Dan hasil temuan yang lebih dominan adalah
alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam disebut juga dengan zaman perunggu.

Demikianlah uraian materi pembabakan prasejarah berdasarkan arkeologinya. Untuk


memudahkan Anda memahami uraian materi di atas, maka simaklah bagan 2 berikut
ini.

Palaeolithikum
Zaman Batu Mesolithikum
Prasejarah
berdasarkan Neolithikum
Arkeologi
Zaman Logam Perunggu + Besi

Selanjutnya apakah Anda pernah mendengar atau membaca istilah Megalithikum?


Megalithikum merupakan suatu istilah kebudayaan batu besar (Mega = besar; Lithos
= batu).

16
Kebudayaan Megalithikum bukanlah suatu zaman yang berkembang tersendiri,
melainkan suatu hasil budaya yang timbul pada zaman Neolithikum dan berkembang
pesat pada zaman logam. Adapun salah satu contoh budaya Megalithikum dapat
Anda lihat pada gambar 10 berikut ini.

Gambar 10. Punden Berundak.


Sumber: Album Peninggalan Sejarah dan Purbakala

Setelah Anda mengamati gambar 10, Punden berundak-undak, tentu Anda bertanya
apa fungsi bangunan tersebut? Setiap bangunan yang diciptakan oleh masyarakat
tentu memiliki fungsi. Untuk mengetahui lebih jelas tentang fungsinya, nanti akan
Anda pelajari pada modul berikutnya.

Selanjutnya Anda simak kembali periodisasi prasejarah berikutnya.

3. Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Ciri-ciri Kehidupan


masyarakat
Makhluk manusia adalah makhluk yang hidup berkelompok dan mempunyai organisme
yang secara biologis berbeda dan lebih lemah dari jenis binatang. Namun otak manusia
berevolusi paling jauh bila dibandingkan dengan makhluk lainnya. Kemampuan otak
manusia yang berupa proses berpikir menyebabkan manusia dapat memilah-milah
tindakan yang dapat menguntungkan kelangsungan hidupnya.

Dalam rangka kelangsungan hidupnya maka manusia merupakan makhluk pembentuk


kebudayaan dan manusia juga sebagai pembentuk masyarakat. Karena pada hakekatnya
manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi harus berkelompok.

Berikut ini Anda akan mengikuti paparan perkembangan manusia Indonesia yang hidup
pada zaman prasejarah. Kehidupan masyarakat (manusia) pada zaman prasejarah terbagi
menjadi 3 periode, yaitu:

a. Masa berburu dan mengumpulkan makanan


Pada masa ini secara fisik manusia masih terbatas usahanya dalam menghadapi
kondisi alam. Tingkat berpikir manusia yang masih rendah menyebabkan hidupnya
berpindah-pindah tempat dan menggantungkan hidupnya kepada alam dengan cara
berburu dan mengumpulkan makanan.

17
b. Masa bercocok tanam
Pada masa ini kemampuan berpikir manusia mulai berkembang. Sehingga timbul
upaya menyiapkan persediaan bahan makanan yang cukup dalam suatu masa
tertentu. Dalam upaya tersebut maka manusia bercocok tanam dan tidak lagi
tergantung kepada alam.

c. Masa perundagian
Pada masa ini masyarakat sudah mengenal teknik-teknik pengolahan logam.
Pengolahan logam memerlukan suatu tempat serta keahlian khusus. Tempat untuk
mengolah logam dikenal dengan nama perundagian dan orang yang ahli
mengerjakannya dikenal dengan sebutan Undagi.

Demikianlah uraian singkat pembabakan prasejarah berdasarkan ciri-ciri


kehidupannya. Untuk uraian materi yang lebih luas nanti akan Anda pelajari kembali
pada modul berikutnya. Dan selanjutnya, apabila Anda sudah merasa paham dengan
seluruh uraian materi, kerjakanlah latihan soal yang disajikan pada akhir kegiatan
modul ini dengan sebaik-baiknya.

18
KEGIATAN 2

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!


1. Perkembangan bumi dapat diketahui melalui penelitian ...
a. Geologi d. Geomorfologi
b. Geografi e. Pedologi
c. Oceanografi

2. Ciri dari zaman Arkaekum adalah ...


a. munculnya tanda-tanda kehidupan d. munculnya kehidupan manusia
b. belum ada tanda-tanda kehidupan e. proses awal terbentuknya bumi
c. munculnya binatang-binatang besar

3. Zaman Palaeozoikum disebut juga dengan zaman ...


a. Tertier d. Quartier
b. Sekunder e. Dilluvium
c. Primer

4. Munculnya binatang-binatang besar terjadi pada zaman ...


a. Arkaekum d. Kainozoikum
b. Palaeozoikum e. Neozoikum
c. Mesozoikum

5. Berdasarkan tarikh bumi, tanda-tanda kehidupan manusia terjadi pada zaman ...
a. Arkaekum d. Neozoikum tersier
b. Palaeozoikum e. Neozoikum quartier
c. Mesozoikum

6. Perbedaan pembabakan zaman prasejarah berdasarkan Arkeologi dan Geologi pada


tabel di bawah ini adalah ...

Menurut Arkeologi Menurut Geologi

Kajian berdasarkan : Kajian berdasarkan :


a) Sumber bahan tertulis. a) Sumber benda peninggalan.
b) Benda-benda peninggalan kuno. b) Komposisi, struktur, sejarah bumi.
c) Benda/artefak. c) Flora, fauna, hasil bumi.
d) Penemuan prasasti. d) Asal usul kehidupan manusia.
e) Benda-benda peninggalan. e) Fosil dan lapisan bumi.

7. Zaman Quartier terdiri dari dua bagian, yaitu ...


a. Pleistocen dan Holocen d. Plustocen dan Tersier
b. Pleistocen dan Dilluvium e. Tersier dan Holocen
c. Holocen dan Alluvium

19
8. Perhatikan data di bawah ini!
1. Zaman Neozoikum 4. Zaman Mesolithikum
2. Zaman Mesozoikum 5. Zaman Neolithikum
3. Zaman Paleolithikum

Dari data di atas, yang termasuk pembagian prasejarah Indonesia berdasarkan


Arkeologinya ...
a. 1, 2, 3 d. 2, 3, 4
b. 1, 3, 4 e. 3, 4, 5
c. 1, 3, 5

9. Perhatikan data di bawah ini!


1. Beternak 4. Berladang
2. Berburu dan mengumpulkan makanan 5. Perundagian
3. Bercocok tanam

Dari data di atas, yang merupakan zaman prasejarah berdasarkan ciri kehidupan
masyarakatnya meliputi ...
a. 1, 2, 3 d. 2, 3, 5
b. 1, 3, 4 e. 2, 4, 5
c. 1, 3, 5

10. Zaman logam di Indonesia diawali dengan logam yang terbuat dari ...
a. perunggu d. perak
b. tembaga e. emas
c. besi

Essay

1. Buatlah bagan pembabagan prasejarah berdasarkan geologi/kulit bumi!

2. Buatlah bagan pembabagan prasejarah berdasarkan arkeologi!

Setelah Anda menjawab soal tersebut, maka cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci
jawaban yang ada di belakang modul ini. Seyogyanya Anda tidak melihat dulu kunci
jawabannya agar kemampuan Anda dapat terukur. Mudah-mudahan hasil Anda memuaskan
sehingga Anda dapat melanjutkan pada kegiatan ke-3.

20
Kegiatan Belajar 3

MASYARAKAT PRASEJARAH
INDONESIA

Setelah mempelajari kegiatan 3 pada modul ini, Anda dapat:


1. menguraikan jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia;
2. menjelaskan migrasi/perpindahan bangsa-bangsa ke Indonesia; dan
3. menyebutkan 2 jenis bangsa yang pernah hidup di Indonesia pada zaman
prasejarah.

Setelah Anda mempelajari kegiatan 1 dan 2 tentang prasejarah. Tertarikkah Anda


dengan pelajaran sejarah? Untuk lebih menarik, maka silahkan Anda pelajari
kegiatan 3 tentang masyarakat yang hidup pada zaman prasejarah.

Pada pembahasan tentang masyarakat prasejarah, maka yang akan dipelajari adalah
berbagai jenis manusia yang hidup pada zaman prasejarah. Untuk itu silahkan Anda pelajari
uraian materi berikut ini.

1. Jenis-jenis Manusia purba di Indonesia


Manusia yang hidup pada zaman prasejarah sekarang sudah berubah menjadi fosil.
Fosil manusia yang ditemukan di Indonesia dalam perkembangan terdiri dari beberapa
jenis. Hal ini diketahui dari kedatangan para ahli dari Eropa pada abad ke-19, di mana
mereka tertarik untuk mengadakan penelitian tentang fosil manusia di Indonesia.

Fosil manusia yang ditemukan pertama kali berasal dari Trinil Jawa Timur oleh Eugene
Dubouis, sehingga menarik para ahli lain untuk datang ke Pulau Jawa mengadakan
penelitian yang serupa. Selanjutnya penyelidikan fosil manusia dilakukan oleh GRH Von
Koenigswald, Ter Har, dan Oppenoorth serta F. Weidenrech. Mereka berhasil menemukan
fosil manusia di daerah Sangiran, Ngandong, di lembah Sungai Bengawan Solo.

Atas temuan fosil tersebut, Von Koenigswald membagi zaman Dilluvium/Pleistocen di


Indonesia menjadi 3 lapisan yaitu Pleistocen bawah/lapisan Jetis, Pleistocen tengah/
lapisan Trinil dan Pleistocen atas/lapisan Ngandong.

Penyelidikan fosil manusia selain dilakukan oleh orang-orang eropa, juga dilakukan oleh
para ahli dari Indonesia, yaitu seperti Prof. Dr. Sartono, Prof. Dr. teuku Jacob, Dr. Otto
Sudarmadji dan Prof. Dr. Soejono. Lokasi penyelidikan adalah Sangiran dan lembah
Sungai Bengawan Solo. Dari hasil penyelidikan tersebut dapat diketahui jenis manusia
purba yang hidup di Indonesia. Untuk itu silahkan Anda pelajari uraian berikut ini.

a. Meganthropus
Seperti yang telah diuraikan pada materi sebelumnya, Von Koenigswald menemukan
tengkorak di Desa Sangiran tahun 1941. Tengkorak yang ditemukan berupa tulang

21
rahang bawah, dan gigi geliginya yang tampak mempunyai batang yang tegap dan
geraham yang besar-besar.

Dari penemuan tersebut, maka oleh Von Koenigswald diberi nama Meganthropus
Palaeojavanicus yang artinya manusia raksasa tertua dari Pulau Jawa. Fosil tersebut
diperkirakan hidupnya antara 20 juta - 15 juta tahun yang lalu, dan berasal dari
lapisan Jetis. Untuk lebih menambah pemahaman Anda tentang jenis manusia purba
di Indonesia, maka bandingkanlah jenis Meganthropus ini dengan jenis fosil yang
lain seperti pada uraian materi berikut ini.

b. Pithecanthropus/Homo Erectus
Dengan kedatangan Eugene Dubouis ke Pulau jawa tahun 1890 di Trinil, Ngawi
ditemukan tulang rahang, kemudian tahun 1891 bagian tengkorak dan tahun 1892
ditemukan tulang paha kiri setelah disusun hasil penemuan fosil-fosil tersebut oleh
Eugene Dubouis diberi nama Pithecanthropus Eractus artinya manusia kera yang
berjalan tegak. Dan sekarang fosil tersebut dinamakan sebagai Homo Erectus dari
Jawa. Homo Erectus hidupnya diperkirakan antara 1,5 juta - 500.000 tahun yang lalu
dan berasal dari Pleistocen tengah atau lapisan Trinil.

Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah memahami bahwa Homo Erectus
ternyata usianya lebih muda jika dibandingkan dengan Meghanthropus
Plaeojavanicus.

Untuk menambah pemahaman Anda tentang manusia jenis Homo Erectus, maka
perhatikanlah hasil rekonstruksi dari fosil temuan Eugene Dubouis melalui gambar
11 berikut ini.

Setelah Anda mengamati gambar 11 apakah Anda


dapat membandingkan fisik Homo Erectus dengan
fisik Homo Sapiens masa sekarang?

Silahkan Anda diskusikan bersama teman-teman


Anda!

Untuk selanjutnya Anda dapat mempelajari kembali


uraian materi berikut ini.

Gambar 11. Homo Erectus.

22
Para ilmuwan awalnya menganggap hasil temuan E. Dubouis (Homo Erectus) bukan
termasuk garis keturunan manusia, tetapi setelah adanya temuan fosil oleh Von
Koenigswald dari lapisan jetis/pleistocen bawah, maka seluruh ilmuwan mengakui
bahwa fosil-fosil yang ditemukan Von Koenigswald lebih tua umurnya jika dibandingkan
dengan Homo Erectus yang ditemukan oleh E. Dubouis.

Fosil manusia yang ditemukan Von Koenigswald di lapisan jetis adalah:


1. Fosil manusia yang ditemukan di Perning (Mojokerto) Jawa Timur tahun 1936 -
1941, diberi nama Pithecanthropus Mojokertensis yang artinya manusia kera
dari Mojokerto, dan sekarang disebut dengan Homo Mojokertensis.
2. Fosil manusia yang ditemukan tahun 1936 di Sangiran lembah Sungai Bengawan
Solo, diberi nama Pithecanthropus Robustus yang artinya manusia kera yang
besar dan kuat tubuhnya atau disebut dengan Homo Robustus.

Dari uraian di atas, apakah Anda sudah memahami? Kalau Anda sudah merasa
paham, silahkan Anda jawab pertanyaan berikut ini!
1. Fosil manusia tertua di Indonesia disebut dengan ....
2. Penemu fosil manusia tertua adalah ....
3. Fosil manusia yang ditemukan pada lapisan Trinil disebut dengan ....
4. Penemu fosil manusia di Trinil adalah ....
5. Fosil manusia yang ditemukan pada lapisan jetis adalah:
a. ....
b. ....
c. ....

Seyogyanya Anda tidak melihat kunci jawabannya terlebih dahulu, sebelum Anda
selesai menjawab seluruh pertanyaan yang disajikan. Dan selanjutnya Anda dapat
mencocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban di bawah ini.
1. Meganthropus Palaeojavanicus.
2. Von Koenigswald
3. Homo Erectus
4. Eugene Dubouis
5. a. Meganthropus Palaeojavanicus
b. Homo Mojokertensis
c. Homo Robustus

Setelah Anda mencocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban, apakah Anda
sudah puas dengan jawaban Anda? Kalau Anda sudah merasa puas, silahkan Anda
kembali mempelajari uraian materi berikut.

c. Homo Sapiens
Homo Sapiens adalah jenis manusia purba yang memiliki bentuk tubuh yang sama
dengan manusia sekarang. Mereka telah memiliki sifat seperti manusia sekarang.
Kehidupan mereka sangat sederhana, dan hidupnya mengembara.

Jenis fosil Homo Sapiens yang ditemukan di Indonesia terdiri dari:


1. Fosil manusia yang ditemukan di daerah Ngandong lembah Sungai Bengawan
Solo tahun 1931 - 1934. Fosil ini setelah diteliti oleh Von Koenigswald dan
Weidenreich diberi nama Homo Sapiend Soloensis (Homo Soloensis).

23
2. Fosil manusia yang ditemukan di Wajak (Tulung Agung) tahun 1889 oleh Van
Reitschotten diteliti oleh Eugene Dubouis kemudian diberi nama menjadi Homo
Sapiens Wajakensis.

Tempat penemuan kedua fosil manusia di atas adalah lapisan Ngandong atau
Pleistocen Atas dan hidupnya diperkirakan 100.000 - 50.000 tahun yang lalu
Untuk memudahkan Anda memahami lokasi penemuan jenis manusia purba di
Indonesia, maka perhatikanlah gambar peta berikut ini.

n Solo
awa
eng
B
Ngandong Surabaya
Trinil
Djetis
Surakarta
Mojokerto
Madiun

Jarapung Malang
Wadjak

Gambar 12. Peta Lokasi Penemuan Fosil Manusia Purba.

Setelah Anda mengamati gambar peta lokasi penemuan fosil manusia purba,
selanjutnya Anda dapat melengkapi tabel 3 berikut ini.

Tabel 3. Jenis Manusia Purba di Indonesia.

Lapisan Jenis Fosil Penemu Lokasi Tahun


Pleistocen Penemuan

Atas/Ngandong 1. 2. 3. 4.

5. 6. 7. 8.

Tengah/Trinil 9. 10. Trinil 11.


(Ngawi)

Bawah/Jetis Homo 12. 13. 14.


Robutus

15. Von Koenigswald 16. 17.

18. 19. 20. 1941

24
Seyoganya Anda tidak melihat terlebih dahulu kunci jawabannya, agar kemampuan
pemahaman Anda terukur. Untuk selanjutnya Anda dapat mencocokkan apa yang Anda
lengkapi pada tabel 3 dengan kunci jawabannya berikut ini.
1. Homo Sapiens Wajakensis 11. 1890
2. Von Reitschotten 12. Von Koenigswald
3. Wajak/Tulung Agung 13. Ngandong
4. 1889 14. 1939
5. Homo Sapiens Soloensis 15. Homo Mojokertensis
6. Von Koenigswald 16. Perning/Mojokerto
7. Nagndong/Solo 17. 1936
8. 1931 - 1934 18. Meganthropus Palaeojavanicus
9. Homo Erectus 19. Von Koenigswald
10. Eugene Dubouis 20. Sangiran

Puaskah Anda dengan jawaban Anda sendiri? Kalau Anda sudah merasa puas dan
paham dengan uraian materi yang telah diberikan, maka lanjutkanlah pada materi
berikutnya.

2. Perpindahan/Migrasi Bangsa-bangsa ke Indonesia


Sebelum Anda membahas lebih jauh uraian materi migrasi bangsa-bangsa ke Indone-
sia, alangkah baiknya Anda perhatikan terlebih dahulu gambar 13 yang merupakan peta
yang menunjukkan rute atau arah penyebaran kapak persegi dan kapak lonjong
(kebudayaan Neolithikum) ke Indonesia.

X Kapak Pesegi
X X Kapak bahu
Kapak lonjong
X
X Jalan penyebaran kapak persegi
Jalan penyebaran kapak lonjong

X
X

Gambar 13. Penyebaran Kebudayaan Neolithikum.

25
Dari gambar 13 di atas, tentu Anda mempunyai suatu gambaran bahwa kebudayaan
Neolithikum yang berupa kapak persegi dan kapak lonjong yang tersebar ke Indonesia
tidak datang/menyebar dengan sendirinya, tetapi terdapat manusia pendukungnya yang
berperan aktif dalam rangka penyebaran kebudayaan tersebut.

Manusia pendukung yang berperan aktif dalam rangka penyebaran kebudayaan itulah
merupakan suatu bangsa yang melakukan perpindahan/imigrasi dari daratan Asia ke
Kepulauan Indonesia bahkan masuk ke pulau-pulau yang tersebar di Lautan Pasifik.

Dari penjelasan di atas tentu Anda ingin mengetahui dari mana, asal bangsa-bangsa
yang berimigrasi ke Indonesia? Untuk itu silahkan Anda perhatikan gambar 14 berikut
ini.

SIBERIA KANADA
EROPA

Perpindahan AMERIKA
ASIA SERIKAT
seb 2.000 sm

Perpindahan
seb 2.000 - 1.000 sm
AFRIKA AMERIKA
Perpindahan TENGAH
budak 1.500-1.700 M AMERIKA
Perpindahan pada SELATAN
AUSTRALIA abad ke 16 M

Perpindahan pada
abad ke 17 M

Gambar 14. Perpindahan Bangsa-bangsa.

Bangsa yang berimigrasi ke Indonesia berasal dari daratan Asia tepatnya Yunan Utara
bergerak menuju ke Selatan memasuki daerah Hindia Belakang (Vietnam)/Indochina
dan terus ke Kepulauan Indonesia, dan bangsa tersebut adalah:
1. Bangsa Melanesia atau disebut juga dengan Papua Melanosoide yang merupakan
rumpun bangsa Melanosoide/Ras Negroid. Bangsa ini merupakan gelombang
pertama yang berimigrasi ke Indonesia.
2. Bangsa Melayu yang merupakan rumpun bangsa Austronesia yang termasuk
golongan Ras Malayan Mongoloid. Bangsa ini melakukan perpindahan ke Indonesia
melalui dua gelombang yaitu:
a. Gelombang pertama tahun 2000 SM, menyebar dari daratan Asia ke
Semenanjung Melayu, Indonesia, Philipina dan Formosa serta Kepulauan Pasifik
sampai Madagaskar yang disebut dengan Proto Melayu. Bangsa ini masuk ke
Indonesia melalui dua jalur yaitu Barat dan Timur, dan membawa kebudayaan
Neolithikum (Batu Muda) seperti pada gambar 13.
b. Gelombang kedua tahun 500 SM, disebut dengan bangsa Deutro Melayu. Bangsa
ini masuk ke Indonesia membawa kebudayaan logam (perunggu).

26
Demikianlah uraian materi migrasi bangsa-bangsa ke Indonesia, maka untuk
meningkatkan pemahaman Anda, lengkapilah tabel 4 berikut ini.

Tabel 4. Migrasi bangsa-bangsa ke Indonesia.

Gelombang Jenis Bangsa Rumpun Bangsa Jenis Ras


Migrasi

1 Papua Melanosoid 1. 2.

2 3. Austronesia 4.

3 5. Austronesia Mongoloid

Setelah Anda melengkapi tabel 4, maka cocokkan apa yang Anda lengkapi dengan
kunci jawaban berikut ini.
1. Melanosoide
2. Ras Negroid
3. Proto Melayu/Melayu Tua
4. Malayan Mongoloid
5. Deutro Melayu/Melayu Muda

Bagaimana dengan jawaban Anda? Apabila jawaban Anda memuaskan, berarti Anda
sudah memahami uraian materi migrasi bangsa-bangsa ke Indonesia, sehingga Anda
memiliki gambaran tentang jenis bangsa yang hidup di Indonesia pada zaman prasejarah.
Untuk lebih menambah wawasan pengetahuan Anda maka pelajarilah uraian materi
berikut ini.

3. Jenis Bangsa Prasejarah Indonesia


Dengan adanya migrasi/perpindahan bangsa dari daratan Asia ke Indonesia, maka pada
zaman prasejarah Kepulauan Indonesia sudah dihuni oleh berbagai bangsa yang terdiri
dari:
a. Bangsa Melanisia/Papua Melanosoide yang merupakan Ras Negroid memiliki ciri-
ciri antara lain: kulit kehitam-hitaman, badan kekar, rambut keriting, mulut lebar dan
hidung mancung.
Bangsa ini sampai sekarang masih terdapat sisa-sisa keturunannya seperti Suku
Sakai/Siak di Riau, dan suku-suku bangsa Papua Melanosoide yang mendiami Pulau
Irian dan pulau-pulau Melanesia.

b. Bangsa Melayu Tua/Proto Melayu yang merupakan ras Malayan Mongoloid memiliki
ciri-ciri antara lain: Kulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggi ramping, bentuk
mulut dan hidung sedang.
Yang termasuk keturunan bangsa ini adalah Suku Toraja (Sulawesi Selatan), Suku
Sasak (Pulau Lombok), Suku Dayak (Kalimantan Tengah), Suku Nias (Pantai Barat
Sumatera) dan Suku Batak (Sumatera Utara) serta Suku Kubu (Sumatera Selatan).

27
c. Bangsa Melayu Muda/Deutro Melayu yang merupakan rasa Malayan Mongoloid sama
dengan bangsa Melayu Tua, sehingga memiliki ciri-ciri yang sama.
Bangsa ini berkembang menjadi Suku Aceh, Minangkabau (Sumatera Barat), Suku
Jawa, Suku Bali, Suku Bugis dan Makasar di Sulawesi dan sebagainya.

Demikianlah uraian materi tentang jenis bangsa prasejarah Indonesia. Maka untuk lebih
memahami silahkan Anda pelajari ikhtisar bangsa prasejarah Indonesia berikut ini.
Riau
Papua Melanosoid
1 Kep. Indonesia Timur
Melanesia
Irian

Kalimantan/Suku Dayak
Daratan Asia Sulawesi/Toraja
2 Proto Melayu
Yunan Utara Melayu Tua Nias/Suku Nias
Lombok/Suku Sasak
Sumatera/Suku Kubu
Sumatera
Deutron Melayu Jawa
3 Melayu Muda Bali
Madura
Sulawesi

Dengan berakhirnya uraian materi tersebut di atas, maka Anda diperkenankan untuk
mengerjakan latihan soal pada akhir kegiatan belajar 3 ini. Kerjakanlah soal-soal tersebut
dengan sungguh-sungguh.

28
KEGIATAN 3

Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap tepat!

1. Jenis fosil manusia yang tertua di Indonesia adalah ...


a. Homo Erectus d. Homo Mojokertensis
b. Meganthropus Palaeojavanicus e. Homo Sapiens
c. Homo Robustus

2. Fosil manusia yang ditemukan pada lapisan tengah adalah ...


a. Homo Erectus d. Homo Sapiens Soloensis
b. Homo Robustus e. Homo Sapiens Wajakensis
c. Homo Mojokertensis

3. Yang membagi zaman Pleistocen Indonesia menjadi 3 lapisan adalah ...


a. Van Koenigswald d. Eugene Dubouis
b. Van Reichhotten e. Weidenreich
c. Van Stein Callenfels

4. Fosil manusia Homo Mojokertensis ditemukan oleh ...


a. Weidenrisch d. Eugene Dubouis
b. Teuku Jacob e. Van Koenigswald
c. Van Reitschotten

5. Bangsa yang pertama melakukan migrasi ke Indonesia adalah ...


a. Mongoloid d. Melayu Tua
b. Australoid e. Melanesia
c. Melayu Muda

6. Asal bangsa yang berimigrasi ke Indonesia adalah ...


a. Indochina d. Yunan Utara
b. Vietnam e. Nepal
c. Jepang

7. Bangsa yang melakukan migrasi ke Indonesia tahun 2000 SM adalah ...


a. Melanesia d. Austronesia
b. Proto Melayu e. Malayan Mongoloide
c. Deutro Melayu

8. Bangsa Melayu Muda melakukan migrasi ke Indonesia pada tahun ....


a. 2000 SM d. 500 SM
b. 1500 SM e. 500 M
c. 1000 SM

29
9. Perhatikan nama-nama suku di bawah ini!
1. Suku Nias 4. Suku Sawu
2. Suku Tugutil 5. Suku Dayak
3. Toraja

Dari nama suku di atas yang merupakan bangsa Proto Melayu adalah nomor ...
a. 1, 2, 3 d. 1, 3, 5
b. 1, 2, 4 e. 3, 4, 5
c. 1, 2, 5

10. Bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu termasuk dari golongan ras ...
a. Austaloid d. Mongoloid
b. Kaukasoid e. Melanesian
c. Negroid

Setelah Anda menjawab latihan soal tersebut, cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban
yang ada di belakang modul ini. Seyogyanya Anda tidak melihat kunci jawabannya terlebih
dahulu agar tingkat pemahaman Anda terukur.

Mudah-mudahan Anda selalu berhasil!

30
PENUTUP

Selamat untuk Anda yang telah mempelajari modul ini dengan baik. Semoga rasa cinta
akan sejarah tertanam di hati Anda! Melalui sejarah Anda akan belajar bagaimana manusia
masa lampau mengarungi hidupnya. Hal terpenting yang harus Anda ingat adalah pengertian
tentang waktu, karena sejarah adalah ilmu tentang waktu.

Agar peristiwa/kejadian mudah dipahami, maka sejarah dibagi dalam periodisasi prasejarah
dan sejarah. Prasejarah adalah zaman sebelum ditemukan tulisan, maka sumbernya berupa
artefak dan fosil. Sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan, sehingga sumber-sumbernya
terdiri dari sumber lisan, tertulis, benda dan audio visual.

Dalam mempelajari prasejarah memerlukan ilmu bantu dari disiplin ilmu lain. Hal ini terlihat
dalam pembabakan prasejarah berdasarkan Geologi yang terdiri dari 4 zaman yaitu
Arkaekum, Plaeozoikum, Mesozoikum dan Neozoikum. Sedangkan pembabakan prasejarah
berdasarkan Arkeologi terdiri dari 2 zaman, yaitu zaman batu dan zaman logam. Pembabakan
prasejarah yang berdasarkan ciri-ciri kehidupan masyarakat terbagi menjadi masyarakat
berburu dan mengumpulkan makanan, masyarakat bercocok tanam dan masyarakat
perundagian.

Dan yang terpenting dari prasejarah Indonesia adalah mengenai perkembangan awal
kehidupan masyarakat Indonesia dari jenis manusia purba sampai terjadinya migrasi/
perpindahan bangsa-bangsa ke Indonesia yang dilakukan oleh bangsa Melanesia Melayu
Tua dan Melayu Muda.

Dari paparan/kesimpulan di atas, Anda dapat mengetahui dan memahami dinamika


masyarakat prasejarah Indonesia. Untuk dapat mengukur tingkat pemahaman Anda terhadap
modul ini maka sebaiknya Anda mendatangi sekolah penyelenggara untuk meminta Tes
Akhir Modul ini.

Kerjakan soal-soal tes tersebut dengan teliti dan sungguh-sungguh, dahulukan menjawab
soal yang Anda anggap mudah, jika menemukan soal yang kurang Anda pahami, maka
baca kembali modul Anda. Jika jawaban Anda mencapai ≥ 80% berarti Anda cukup memahami
dan selamat untuk Anda! Tetapi jika < 80%, maka cobalah Anda pelajari kembali modul
Anda. Banyak-banyaklah Anda membaca, karena membaca adalah salah satu kunci
keberhasilan Anda. Sekali lagi selamat untuk Anda!

Sampai jumpa pada modul berikutnya!

31
KEGIATAN 1

1. Suatu bangunan yang disusun penulis sebagai suatu uraian atau cerita.

2. Suatu peristiwa atau kejadian itu sendiri.

3. a. Zaman Prasejarah b. Zaman Kuno


c. Zaman Islam d. Zaman Modern

4. a. Perkembangan b. Kesenimbangunan
b. Pengulangan d. Pergeseran

5. Mulai ada tulisan.

6. Kerajaan Kutai ± tahun 500 M.

7. Nirleka.

8. Fosil dan artefak.

9. Sisa makhluk hidup yang telah membatu.

10. Sumber lisan, sumber tertulis, sumber benda, sumber audio visual.

11. Prasasti, dokumen, data, babad, kitab kuno, dsb.

12. Peninggalan masa lampau berupa alat kehidupan/hasil budaya yang terbuat dari batu,
ulang, kayu dan logam.

13. Arkeologi, Geologi, Paleontologi.

14. Candi, Gedung, patung, artefak.

15. a. Ekskavasi/Penggalian
b. Mempelajari kehidupan suku-suku terasing.

32
KEGIATAN 2

I.
1. A 6. B
2. B 7. A
3. C 8. E
4. C 9. D
5. E 10. A

Arkaekum

II.
1. Prasejarah Palaozoikum/Zaman Primer
(Geologi)
Mesozoikum?Zaman Sekunder
Zaman Quartier

Neozoikum Pleistocen
Zaman Tertier
Holocen
Palaeolithikum
Zaman batu Mesolithikum
Neolithikum
2. Prasejarah
(Arkeologi) Perunggu
Zaman Logam
Besi

KEGIATAN 3
1. B 6. D
2. A 7. B
3. A 8. D
4. E 9. D
5. E 10. D

33
Artefak : Peninggalan masa lampau berupa alat kehidupan atau hasilbudi daya
yang terbuat dari batu, logam.
Arkeologi : Ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau melalui artefak.
Ekskavasi : Penggalian untuk menemukan peninggalan budaya yang tertanam
di dalam tanah.
Fosil : Sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu.
Geologi : Ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan.
Megalithikum : Kebudayaan batu besar.
Nirleka : Zaman sebelum ada tulisan.
Paleontologi: Ilmu yang mempelajari tentang fosil.
Perundagian : Tempat pengolahan logam.
Tipologi : Cara menentukan umur berdasarkan bentuk atau tipe benda
peninggalan.

DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud, Album Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Jakarta: Direktorak
Perlindungan dan Pembinaan, 1991.
Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah, Yogyakarta: benteng Budaya, 1995.
Sartono Kartodirjo, Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah, Jakarta:
Gramedia, 1992.
Soekmono, R., Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 1, Yogyakarta: Kanisius,
1973.
William A. Haviland dan RG. Soekadijo, Antropologi 1, Jakarta: Erlangga, 1988.
AM. Sardiman dan Kusriyantinah, Sejarah Nasional dan Sejarah Umum, Surabaya:
Kendang Sari, 1995.

34