You are on page 1of 19

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ANORGANIK
PERCOBAAN IV
ANODASI ALUMINIUM

NAMA
NIM
KELOMPOK/REGU
HARI/TANGGAL PERCOBAAN
ASISTEN

:
:
:
:
:

RACHMA SURYA M
H311 12 267
III (TIGA)/VII (TUJUH)
RABU/23 OKTOBER 2013
HASMINISARI JUFRI

LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013

1 Latar Belakang Banyak barang logam yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penebalan lapisan oksida dari aluminium akan menyebabkan berat logam . Telah diketahui bahwa logam aluminium yang dilapisi dengan oksidanya dapat mencegah pengkaratan.5 sampai 8. Salah satu logam yang sering dianodasi adalah aluminium. Salah satu proses yang dilakukan untuk melapisi cincin tersebut yaitu dengan teknik anodasi atau teknik penyepuhan logam. Kebanyakan aluminium yang digunakan secara komersial diberi perlakuan sedemikian rupa agar dapat terlapisi dengan oksidanya. Banyak cara dilakukan agar barang-barang dari logam misalnya cincin yang terbuat dari perak atau aluminium dapat dilapisi oleh emas. Logam aluminium bereaksi untuk membentuk selaput tipis oksida yaitu Al2O3 di seluruh permukaannya. Salah satu metode yang dinamakan anodizing dilaksanakan sebagai berikut : obyek aluminium dibuat sebagai anode dan batang grafit sebagai katode. Logam ini bersifat sangat reaktif terhadap oksigen. Pelarutan Al2O3 dengan bermacam-macam porositas dan ketebalan dapat dilakukan.5. Lapisan oksida ini memiliki kerapatan molekul yang tinggi atau dapat dikatakan tidak memiliki pori sehingga dapat menghentikan reaksi oksidasi dan melindungi logam bagian bawahnya. Aluminium adalah unsur logam yang biasa dijumpai di kerak bumi dan terdapat dalam batuan seperti mika. Ketahanan maksimum pada pengkaratan berada pada selang pH 4. dan larutan elektrolit berupa H2SO4(aq).BAB I PENDAHULUAN 1.

1. 1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan 1.2. Selanjutnya logam aluminium yang telah dianodasi diwarnai dengan mencelupkan logam ke dalam larutan campuran besi (III) klorida dan amonium oksalat. Struktur oksida hasil anodasi akan lebih tebal dibandingkan struktur oksida biasa dan mempunyai pori-pori yang jaraknya teratur sehingga dapat menyerap partikel warna.bertambah.3 Prinsip Percobaan Prinsip dari percobaan ini adalah logam aluminium dianodasi melalui proses elektrokimia dengan asam sulfat sebagai larutan elektrolit. sehingga terbentuk lapisan oksida. maka dilakukan percobaan anodasi aluminium ini untuk mengetahui peningkatan ketebalan lapisan oksida logam.2 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah : 1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Anodisasi adalah proses pembentukan lapisan oksida pada logam dengan cara mereaksikan logam.2. misalnya aluminium dengan oksigen (O2) dari larutan elektrolit yang digunakan sebagai media. 1. Menghitung berat logam aluminium sebelum dan setelah anodasi.1 Maksud Percobaan Maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui peningkatan ketebalan lapisan oksida logam aluminium setelah proses anodasi dan pewarnaan. 2. Menghitung rendemen logam aluminium setelah proses anodasi. Proses ini juga . Berdasarkan teori diatas.

. temperatur serta hubungan antara tegangan dan arus yang digunakan (Sidharta. dimana ukurannya merupakan fungsi dari tegangan proses anodasi. diperoleh karena terbentuknya lapisan oksida pada permukaan aluminium selama proses anodasi. Ukuran pori dipengaruhi oleh banyak faktor seperti jenis elektrolit. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik itu. anoda permukaan alumunium diubah menjadi oksida aluminium. 2010). Proses anodasi adalah sebuah proses elektrokimia. Proses elektrokimia adalah reaksi redoks (reduksi-oksidasi) dimana dalam reaksi ini energi yang dilepaskan oleh reaksi spontan diubah menjadi energi listrik atau energi listrik digunakan agar reaksi yang nonspontan bisa terjadi. Tetapi. Dalam reaksi redoks. Ketebalan oksida kurang lebih dua kali aluminium yang hilang (Santhiarsa.disebut sebagai anodic oxidation yang prinsipnya hampir sama dengan proses pelapisan dengan cara listrik (elektroplatting). 2004). Perbedaan lain yaitu larutan elektrolit yang digunakan bersifat asam dengan sumber arus bertipe dan ampere tinggi. 2010). 2012). Hasil ini. elektron-elektron ditransfer dari satu zat ke zat lain (Chang. proses ini dilakukan pada waktu tertentu. dimana reaksi kimia yang terjadi adalah: 2Al + 3 H2SO4 Al2O3 + 3 H2O + 3 SO2 Asam yang digunakan harus asam pekat. Selama proses oksidasi. Kekerasan permukaan hasil anodasi ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan aluminium tanpa proses anodasi. asam kromat atau campuran asam sulfat dan asam oksalat (Santhiarsa. serta asam tersebut menjadi oksidator. Pada permukaan lapisan oksida yang terbentuk dalam proses anodasi ini terdapat jutaan sel per cm2. perbedaannya logam yang akan dioksidasi ditempatkan sebagai anoda didalam larutan elektrolit. Proses utama dalam oksidasi anoda alumunium memerlukan larutan asam sulfat.

karena elektron . 1999). Hal ini dapat dijelaskan melalui reaksi berikut (Petrucci. Katoda adalah elektroda tempat reduksi terjadi. Katoda. 1999): Oksidasi : Cu(p) Reduksi : Ag+(aq) + e- Cu2+(aq) + 2e- Reaksi Keseluruhan Cu(p) + 2 Ag+(aq) Ag(p) Cu2+(aq) + 2 Ag(p) Oksidasi merupakan suatu proses dimana bilangan oksidasi unsur bertambah dan elektron di sisi kanan dari setengah-persamaan oksidasi. Dalam sebuah sel elektrolit itu adalah elektroda terpasang ke sumber terminal negatif sumber. Jika sel dapat memberikan energi listrik ke sistem eksternal itu disebut sel volta (galvanik. tetapi beberapa energi dapat hilang sebagai panas. Sebuah sel yang terdiri dari dua elektroda dan satu atau lebih larutan dalam wadah yang sesuai. Beberapa istilah yang digunakan dalam proses elektrokimia antara lain (Jeffery dkk. Sebuah sel yang diberikan dapat berfungsi pada satu waktu sebagai sel galvanik dan di lain waktu sebagai sel elektrolit. 1989): a. Reduksi merupakan suatu proses dimana bilangan oksidasi unsur menurun dan elektron di sisi kiri dari setengah-persamaan reduksi. b.Reaksi redoks perlu dipisahkan menjadi reaksi setengah-reaksi oksidasi dan setengah reaksi reduksi. jumlah keseluruhan elektron yang menyangkut reaksi oksidasi harus sama dengan jumlah keseluruhan elektron yang menyangkut proses reduksi (Petrucci. Energi kimia akan menjadi energi listrik. Jika energi listrik disuplai dari sumber luar sel yang dilalui arus disebut sel elektrolit dan menjelaskan Hukum Faraday untuk perubahan material pada elektroda. Volta (galvanik) dan elektrolit sel. Selanjutnya.

Akibatnya. Potensial berlebih ini umumnya terjadi bila reaksinya melibatkan gas. Ini adalah terminal positif dari sel elektrolisis atau terminal negatif dari sel volta. karena sel tersebut menerima elektron di terminal. Anoda adalah elektroda tempat oksidasi terjadi. Katoda adalah terminal positif dari sel galvanik.5 V. maka mungkin terjadi persaingan reaksi elektroda (Petrucci. Hubungan antara jumlah energi listrik yang digunakan dan perubahan kimia yang dihasilkan dalam elektrolisis merupakan salah satu persoalan penting yang dicarik jawabannya oleh Michael Faraday (1791 – 1867). diperlukan suatu energi potensial yang berlebih agar reaksi elektroda itu terjadi. Tegangan yang diperlukan untuk menjalankan reaksi elektrode tertentu dapat melampaui hitungan secara teori dalam beberapa hal. sedangkan pada katode platina adalah nol. Interaksi yang disebut polarisasi antara permukaan elektrode di bagian yang terdapat dalam reaksi elektroda. Hukum kedua tentang elektrolisis menyatakan bahwa sejumlah tertentu arus listrik menghasilkan jumlah ekivalen yang sama dari benda apa saja dalam suatu elektrolisis (Petrucci. c. . potensial berlebih dalam penggunaan sel dengan H2(g) pada katode raksa kira-kira 1. Anoda. 1999). Faktor kedua yang sulit adalah bila zat yang dielektrolisis mengandung beberapa spesies yang mampu menjalani oksidasi dan reduksi. Misalnya.meninggalkan sumber dan masuk ke dalam sel elektrolisis di terminal. Suatu potensial berlebih adalah perbedaan potensial yang berlebih yang dihitung secara teoritis untuk menghasilkan elektrolisis. Hukum Faraday pertama tentang elektrolisis menyatakan bahwa jumlah perubahan kimia yang dihasilkan sebanding dengan besarnya muatan listrik yang melewati suatu sel elektrolisis. 1999).

3. amonium oksalat.1 Bahan Percobaan Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini antara lain asam sulfat 6 M. Lempeng aluminium ini bertindak sebagai katoda. 3. amplas dan tissue roll. Anodasi dilakukan pada 2 keping aluminium dengan waktu anodasi masing-masing 5 menit dan 10 menit. akuades. Diambil kepingan aluminium lain dengan ukuran 1. keping aluminium dan silinder aluminium dijepit dengan penjepit aligator yang dihubungkan ke adaptor dengan arus 6 Volt. Kemudian. I. sabun cair. gelas kimia 50 mL. adaptor. Keping aluminium ini bertindak sebagai anoda Digunakan pinset untuk menjepit keping aluminium.5 x 3 cm diamplas dan dibersihkan menggunakan sabun cair kemudian dibilas dengan akuades lalu ditimbang menggunakan neraca analitik. besi(III) klorida. Keping Aluminium diletakkan persis ditengah silinder aluminium di dalam gelas kimia. . sikat tabung dan gunting. sedemikian rupa agar tidak bersentuhan dengan silinder. Adaptor dinyalakan dan diamati perubahan yang terjadi setelah 5 menit lalu arus dinaikkan menjadi 12 Volt.BAB III METODE PERCOBAAN 3. gelas kimia 200 mL. batang pengaduk.2 Alat Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini antara lain neraca analitik. penjepit buaya (alligator clips).3 Prosedur Percobaan Lempeng aluminium digunting dan dilekukkan menyerupai silinder sesuai ukuran gelas kimia 50 mL diamplas kemudian dicuci. hotplate. labu ukur 100 mL. pinset. lempeng aluminium. Dituang Asam sulfat 6 M ke dalam gelas kimia sebanyak 15 mL.

+.08 . Berat sebelum anodasi (g) Berat setelah anodasi (g) Berat lapisan oksida (g) Berat rendemen (%) 1 0. Kemudian kepingan diangkat dari air mendidih lalu ditimbang kembali dengan neraca analitik. ++. Hasil penimbangan NO .3509 0.+ 10 ++ 15 +++ Tabel 2. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Hasil anodasi dengan variasi waktu Waktu anodasi 5 Hasil anodasi. Setelah itu dimasukkan lagi ke dalam air panas selama 10 menit. +++. Diamati perubahan yang terjadi.Larutan pewarna disiapkan dengan melarutkan 2 gram besi(III) klorida dan 2 gram amonium oksalat ke dalam 200 mL akuades. Dipanaskan larutan hingga mendidih dan keping aluminium hasil anodasi dicelupkan ke dalam larutan selama 10 menit. Tabel 1.3712 0. Percobaan anodasi dilakukan dengan dua tahap yaitu teknik anodasi pada keping aluminium dan pewarnaan pada logam yang telah dianodasi. Anodasi dilakukan dengan menggunakan sebuah sel elektrokimia dengan menggunakan asam sulfat sebagai larutan elektrolit.0203 78.1 Hasil Pengamatan Dalam percobaan ini kita akan mengamati peningkatan penebalan lapisan oksida logam aluminium dengan yang telah melalui proses anodasi (anodizing).

Lempeng aluminium tersebut .→ 3H2 2Al3+ + 6e- 2Al + 6H+ → 2Al3+ + 3H2 ↑ 2Al + 3H2SO4 → Al2(SO4)3 + 3H2 ↑ Ion aluminium sangat tidak larut dalam air.0042 7. sehingga akan membentuk oksida di permukaan logam: 2Al3+ + 3H2O → Al2O3 + 6H+ Al2(SO4)3 + 3H2O → Al2O3 + 3H2SO4 Sehingga reaksi totalnya : 2Al + 3H2SO4 → Al2(SO4)3 + 3H2 ↑ Al2(SO4)3 + 3H2O → Al2O3 + 3H2SO4 2Al + 3H2O → Al2O3 + H2 ↑ 4.3.95 4.3603 0.2 Reaksi Setengah reaksi : Anoda : Al → Al3+ + 3e- x2 Katoda : 2H+ + 2e. Pembahasan Percobaan dimulai dengan menggunting lempeng aluminium lalu dilekukkan menyerupai silinder sesuai ukuran gelas kimia 50 mL.3561 0.2 0.→ H2 x3 Anoda : 2Al → Katoda : 6H+ + 6e.

pada anoda logam Al akan mengalami oksidasi dari . Keping anoda diletakkan ditengah silinder aluminium di dalam gelas kimia. Selanjutnya.5 x 3 cm sebanyak 2 keping. Setelah dialiri arus listrik. Diperoleh berat sebelum anodasi untuk keping I = 0. Keping yang tidak bersentuhan. diatur agar keping tidak mengenai silinder.3509 gram dan keping II = 0.akan bertindak sebagai katoda dalam proses elektrolisis yang akan terjadi nanti. hal ini dapat menyebabkan terjadinya perpindahan elektron sehingga dapat menghasilkan data yang menyimpang dari yang diharapkan. keping aluminium dihubungkan dengan kutub postif dari sumber arus sedangkan silinder aluminium dihubungkan dengan kutub negatif pada adaptor dengan menggunakan penjepit aligator. Setelah dibersihkan. dituangkan asam sulfat 6 M secukupnya ke dalam gelas kimia.3561 gram. Kepingan aluminium ini akan bertindak sebagai anoda pada proses elektrolisis. Kemudian adaptor dinyalakan lalu diamati perubahan yang terjadi. Selanjutnya. sebaiknya keping logam dijepit dengan pinset agar logam tersebut tetap bersih dan tidak terkontaminasi lagi. Setelah itu. Asam sulfat ini berfungsi sebagai larutan elektrolit yang merupakan media bergeraknya elektron dimana asam sulfat akan mengalami reaksi reduksi. disiapkan kepingan aluminium dengan ukuran 1. maka proses elektolisis dapat berjalan dengan baik dan tidak akan menghambat perpindahan elektron. Kedua keping aluminium tersebut kemudian diamplas dan dibersihkan dengan sabun cair lalu dibilas dengan akuades. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan lemak-lemak dan kotoran yang melekat pada logam tersebut yang dapat menghambat proses anodasi. Kedua keping yang telah dibersihkan harus ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui berat keping sebelum proses anodasi. Diusahakan agar keping aluminium tercelup setengahnya agar dapat juga diamati mana yang mengalami dan yang tidak mengalami proses korosi akibat perendaman dengan asam sulfat dan diusahakan penjepit tidak terkena asam sulfat agar penjepit tidak mengalami korosi.

Setelah proses anodasi. Selanjutnya. Fungsi dari pewarnaan ini adalah untuk mengetahui tingkat ketebalan lapisan oksida logam. Dari hasil pengamatan. Semakin lama proses anodasi. Percobaan dilakukan terhadap 2 kepingan logam aluminium dengan lama anodasi masing-masing 5 menit dan 10 menit. Untuk mencegah terjadinya pengotoran setelah pewarnaan. Hal ini dapat dilihat dari perubahan berat aluminium sebelum dan setelah anodasi. Dari percobaan ini dapat dihasilkan logam aluminium yang lebih tahan karat karena lapisan oksidanya telah mengalami penebalan melalui proses anodasi. maka hal tersebut menunjukkan bahwa proses elektrolisis berjalan dengan baik. sehingga lapisan oksida akan mengembang dan menutup pori-pori tersebut. Apabila terjadi gelembung-gelembung di luar silinder aluminium. semakin baik pula hasil pewarnaan yang ditunjukkan oleh logam aluminium. dimana berat sesudah anodasi lebih besar . sedangkan pada katoda terjadi reduksi ion H + dari asam sulfat yang menyebabkan timbulnya gelembung-gelembung gas H2 pada larutan asam sulfat disekeliling keping aluminium. dapat dilihat bahwa semakin lama proses anodasi. sehingga keping aluminium tersebut dapat diwarnai. kepingan logam hasil anodasi dicelupkan ke dalam larutan warna selama 10 menit. dimana larutan pewarna disiapkan dengan melarutkan 2 gram amonium oksalat dan 2 gram besi(III) klorida ke dalam 200 mL akuades. maka semakin banyak gelembung yang dihasilkan. Awalnya arus adaptor ini 6 volt setelah 5 menit arus adaptor dinaikkan menjadi 12 volt. pori-pori tersebut harus ditutup melalui proses pemanasan. keping aluminium akan memiliki pori-pori yang dapat menyerap zat warna. Percobaan dilanjutkan dengan proses pewarnaan. Kemudian kepingan logam dimasukkan ke dalam air mendidih selama 10 menit. Hal ini dilakukan karena struktur oksida hasil anodasi mempunyai pori-pori yang teratur sehingga masih dapat menyerap partikel warna sehingga kepingan logam tersebut dapat diwarnai dengan berbagai warna. Larutan tersebut kemudian dipanaskan hingga mendidih.Al menjadi Al3+.

2. 5.08 % dan keping II adalah 7.3712 gram dan keping II = 0.3561 gram.3712 gram dan 0. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.2 Saran Diharapkan alat-alat dilaboratorium dapat ditambah agar praktikum dapat berjalan lebih cepat dan lancar serta praktikan dapat melaksanakan praktikum perorang agar praktikan keahlian dalam penggunaan alat-alat laboratorium lebih baik. Rendemen dari keping I adalah 78.3509 gram dan keping II 0.95%.3603 gram.08 % dan keping II adalah 7. Dari hasil perhitungan diperoleh berat rendemen untuk keping I setelah anodasi sebesar 78.95 %.3603 gram. Diperoleh berat sesudah anodasi untuk keping I = 0.daripada berat sebelum anodasi. Berat aluminium setelah dianodasi dengan waktu masing-masing 5 menit dan 10 menit adalah 0. DAFTAR PUSTAKA . Adapun faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kesalahan disebabkan karena kesalahan dalam penimbangan atau terkontaminasinya logam dengan kotoran pada saat penimbangan dan juga saat melakukan anodasi yang kurang teliti dan tepat. Bobot sebelum anodasi keping I adalah 0.1 Kesimpulan Berdasarkan percobaan anodasi aluminium yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa : 1.

Soekrisno. 1989. C. diakses pada tanggal 22 Oktober 2013 pukul 19. (Online).45 WITA) . Petrucci. Erlangga. New York.Chang. Pengaruh Kuat Arus Listrik Dan Waktu Proses Anodizing Dekoratif Pada Aluminium Terhadap Kecerahan Dan Ketebalan Lapisan. R. LEMBAR PENGESAHAN . (Online). 2010. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CakraM.ac..W..ac. T.H. Quantitative Chemical Analysis. I.55 WITA). Pengaru h Konsentrasi Elektrolit Dan Waktu Anodisasi Terhadap Ketahanan Aus Dan Kekerasan Pada Lapisan Oksida Paduan Aluminium ADC12.ojs.. N. Jakarta. J. R.H. G. N. G.unud. diakses pada tanggal 26 Oktober 2013 pukul 07.... Erlangga.repository.. (4).id. dan Denney. 75-82 (https://www. Santhiarsa. Mendham. Jakarta.. P. J. 1-6 (https://www..id. R. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga.akprind. Prosiding SNAST. John Willey and Sons. 2005. Bassett. 4(1). B. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi Keempat. 1999. 2012. Sidharta. Jeffery. dan Iswanto. R.

Diatur menjadi katoda. Dihubungkan ke adaptor dengan penjepit aligator. Keping Aluminium - - - Gelas kimia Diamplas Dibersihkan. Diatur menjadi anoda. (HASMINI SARI JUFRI) (RACHMA SURYA M) Lampiran 1 BAGAN PROSEDUR KERJA A. Praktikan. 23 Oktober 2013 Asisten. Diletakkan di tengah silinder aluminium ke dalam gelas kimia. dicuci Dihubungkan ke adaptor dengan penjepit aligator.Makassar. diamplas Dilekukkan menyerupai silinder sesuai ukuran gelas kimia 50 mL. Anodasi Aluminium Lempeng Aluminium - - - Digunting. . dibilas dengan akuades Ditimbang.

arus dinaikkan - menjadi 12 volt. Hasil anodasi B.- Dituangkan Asam sulfat 6 M sampai sebagian keping - aluminium tercelup. Setelah 5 menit. Diberi arus 6 volt Diamati perubahan yang terjadi. Pewarnaan Keping Al Larutan campuran 2 gram amonium oksalat dan 2 gram besi(III) klorida dalm 200 mL akuades - Didihkan Dicelupkan keping aluminium hasil anodasi ke dalam larutan pewarna - selama 10 menit. Diangkat lalu dimasukkan ke dalam - air mendidih selama 10 menit. Ditimbang beratnya menggunakan neraca analitik Data . Anodasi dilakukan pada 2 keping aluminium dengan waktu anodasi selama 5 menit dan 10 menit.

08 % b.5 ampere x 300 detik 96500 Coloumb = 0.026 x 100% x 100% = 78. T = 10 menit = 600 detik . t = 5 menit = 300 detik Berat teoritis = = BE x I x T F 17 g /mol ekuivalen x 0. Keping II.5 ampere = Mr n = 102 6 = 17 g/mol ekuivalen a.3712 gram – 0.0203 0.berat sebelum anodasi = 0.026 gram Berat praktek = berat setelah anodasi .Lampiran 2 Perhitungan Berat teoritis I BE Al2O3 = BE x I x T F = 0.0203 gram Berat rendamen = = berat praktek berat teori 0.3509 gram = 0. Keping I.

0042 gram Berat rendamen = = berat praktek berat teori 0.Berat teoritis = BE x I x T F = 17 g /mol ekuivalen x 0.0042 0.95% PENGAMATAN Rangkaian anodasi aluminium .0528 gram Berat praktek = berat setelah anodasi .0528 100% x 100% = 7.berat sebelum anodasi = 0.3603 gram – 0.5 ampere x 600 detik 96500 Coloumb = 0.3561 gram = 0.

Proses anodasi keping aluminium I. selama 10 menit pada 6 volt Proses anodasi keping aluminium I. selama 10 menit pada 12 volt . selama 5 menit pada 6 volt Proses anodasi keping aluminium I. selama 5 menit pada 12 volt Proses anodasi keping aluminium II. Selama 15 menit Proses anodasi keping aluminium II. selama 10 menit pada 6 volt Proses pewarnaan keeping aluminium I.

Proses pewarnaan keping Al II selama 20 menit dan proses pemanasan keping Al I dalam air panas Hasil proses anodasi dan pewarnaan kepingan Al .