You are on page 1of 19

JIGGING

Jig merupakan salah satu alat pemisahan yang berdasarkan perbedaan berat jenis, bekrja secara mekanis yang menggunakan adanya perbedaan kemampuan menerobos dari butiran yang akan dipisahkan terhadap suatu lapisan pemisah (bed). Secara umum jig merupakan suatu tangki terbuka yang berisi air dengan saringan horizontal terletak pada bagian atasnya dimana terdapat lapisan pemisah.

Tangki jig

dilengkapi dengan lubang pengeluaran konsentrat (spigot) pada

bagian bawahnya. Disamping itu jig juga memiliki suatu mekanisme penyebab

terjadinya tekanan (pulsion) yang diimbangi dengan pemakaian air tambahan.

<a href=http://erickalfonsus.blogspot.com/2012/01/jigging.html JIGGING Jig merupakan salah satu alat pemisahan yang berdasarkan perbedaan berat jenis, bekrja secara mekanis yang menggunakan adanya perbedaan kemampuan menerobos dari butiran yang akan dipisahkan terhadap suatu lapisan pemisah ( bed ). Secara umum jig merupakan suatu tangki terbuka yang berisi air dengan saringan horizontal terletak pada bagian atasnya dimana terdapat lapisan pemisah. Tangki jig dilengkapi dengan lubang pengeluaran konsentrat ( spigot ) pada bagian bawahnya. Disamping itu jig juga memiliki suatu mekanisme penyebab terjadinya tekanan ( pulsion ) yang diimbangi dengan pemakaian air tambahan. " id="pdf-obj-0-28" src="pdf-obj-0-28.jpg">
GAMBAR I JIG TAMPAK DEPAN PRINSIP KERJA PROSES JIGGING Apabila terjadi pulsion maka bed akan terdorong

GAMBAR I

JIG TAMPAK DEPAN

PRINSIP KERJA PROSES JIGGING

Apabila terjadi pulsion maka bed akan terdorong naik. Sehingga batuan pada lapisan bed akan merenggang karena adanya tekanan. Kesempatan ini akan dimanfaatkan oleh mineral berat untuk menerobos bed masuk ke tangki sebagai konsentrat sedangkan mineral ringan akan terbawa oleh aliran horizontal diatas permukaan bed dan akan terbuang sebagai tailing. Pada saat terjadi suction, bed menutup kembali sehingga mineral berat berukuran besar dan mineral ringan berukuran besar tidak berpeluang masuk ke tangki. Jadi mineral berat berukuran besar akan mengendap diatas bed untuk menunggu kesempatan pulsion berikutnya, sedangkan mineral ringan berukuran besar akan terbawa aliran arus horizontal.

GAMBAR II JIG TAMPAK SAMPING PADA SAAT PULSION

GAMBAR II

JIG TAMPAK SAMPING PADA SAAT PULSION

GAMBAR III JIG TAMPAK SAMPING PADA SAAT SUCTION

GAMBAR III

JIG TAMPAK SAMPING PADA SAAT SUCTION

GAMBAR IV JIG TAMPAK ATAS DIAFRAGMA PADA SAAT PULSION DAN SUCTION Pada pemisahan partikel mineral dalam

GAMBAR IV

JIG TAMPAK ATAS DIAFRAGMA PADA SAAT PULSION DAN SUCTION

Pada pemisahan partikel mineral dalam proses jigging dipengaruhi tiga faktor, antara lain :

  • a. Differential acceleration

Differential acceleration merupakan faktor perbedaan kecepatan jatuh partikel mineral ke bed, karena adanya gerakan yang terjadi pada alat jig. Hal ini akan menyebabkan partikel mineral yang memiliki berat jenis besar akan memiliki kecepatan jatuh yang lebih besar.

b. Hinderet setting

Hinderet setting adalah faktor kerapatan batuan pada lapisan bed, faktor dimana kecepatan jatuh setelah mineral mencapai kecepatan akhir atau setelah mengendap pada bed, dimana partikel mineral terangkat dan turun pada saat terjadi pulsion dan suction mengalami kesulitan untuk melalui media pemisah di dalam jig. Jadi dapat dikatakan faktor pengaturan kerapatan bed.

c. Consolidation trickling

Consolidation trickling adalah faktor atau cara pengaliran campuran partikel mineral pada waktu akhir jatuh, dimana berlaku setelah lapisan bed menutup pada saat akhir dorongan (pulsion) . Partikel mineral ringan berukuran besar tidak sanggup berpindah ke kompartemen berikutnya karena pengaruh kecepatan yang terjadi pada partikel mineral tersebut. Sedangkan mineral berat dengan ukuran kecil mempunyai kesempatan untuk menerobos celah-celah lapisan bed, karena partikel tersebut cukup kecil bila dibandingkan dengan rongga bed. Kondisi seperti inilah yang dikendalikan dalam Consolidation trickling.

Berdasarkan ketiga faktor pemisahan mineral dalam jig diatas, maka terjadilah proses pemisahan mineral yang berbeda berat jenisnya, dalam hal ini mineral berharga seperti kasiterit, xenotin, monasit, ilmenit, zircon, Pb dan biji besi dengan mineral tailing yang berupa kuarsa dan clay. Mineral-mineral yang berat jenisnya lebih besar baik yang berukuran kecil maupun besar berada di bawah saringan, kemudian masuk kedalam tangki dan keluar melalui spigot sebagai konsentrat. Sedangkan mineral pengotor atau mineral ringan baik yang berukuran kecil ataupun besar akan terdorong oleh desakan dari feed berikutnya dan arus horizontal diatas permukaan bed dan terbuang sebagai tailing . Apabila ketiga faktor tersebut disatukan maka proses tersebut dinamakan ideal jigging process.

Berdasarkan jumlah kompartemennya jig dapat dibagi menjadi beberapa tipe, antara lain :

  • - tipe 1x2

-

tipe 2x2

  • - tipe 1x3

-

tipe 2x3

Berdasarkan jumlah kompartemennya jig dapat dibagi menjadi beberapa tipe, antara lain : - tipe 1x2 -

Gambar V

JIG 1X2 CELL

Gambar VI JIG 2X2 CELL Gambar VII JIG 1X3 CELL

Gambar VI

JIG 2X2 CELL

Gambar VI JIG 2X2 CELL Gambar VII JIG 1X3 CELL

Gambar VII

JIG 1X3 CELL

Gambar VIII JIG 2X3 CELL B. PARAMETER PADA PROSES JIGGING Pada proses pemisahan dengan menggunakan alat

Gambar VIII

JIG 2X3 CELL

  • B. PARAMETER PADA PROSES JIGGING

Pada proses pemisahan dengan menggunakan alat jig, terdapat beberapa parameter yang mempengaruhi efektifitas kerja jig. Adapun parameter yang mempengaruhi proses pemisahan tersebut antara lain :

  • a. Amplitudo membran atau frekuensi stroke

Amplitudo membran adalah jarak yang ditempuh oleh torak atau membran dari awal dorongan (pulsion) hingga akhir hisapan (suction), sedangkan frekuensi stroke merupakan banyaknya dorongan per menit. Bila jumlah (rpm) pukulan besar, maka panjang langkahnya (amplitudo) lebih pendek demikian sebaliknya.

Amplitudo membrane dan frekuensi stroke ini akan berpengaruh kepada kecepatan aliran vertical ke atas dimana kecepatannya tidak boleh lebih besar dari pada kecepatan jatuh partikel. Apabila hal ini terjadi maka akan menyebabkan kehilangan mineral berharga yang mempunyai ukuran butir lebih kecil. Oleh sebab

itu amplitude membrane dan frekuensi stroke yang digunakan harus disesuaikan dengan ukuran butir partikel mineral berharga yang ada di lapangan.

  • b. Kecepatan aliran horizontal

Kecepatan aliran horizontal adalah kecepatan air yang mengalir di atas lapisan bed . Fungsi kecepatan horizontal adalah untuk membawa material ringan, baik yang berukuran besar ataupun kecil. Kecepatan aliran horizontal ini sangat berpengaruh terhadap pengendapan mineral.

  • c. Ketebalan bed dan ukuran batu pada lapisan bed yang digunakan

Bed merupakan bahan padat yang terdiri dari lapisan batu hematite yang digunakan sebagai media pemisah mineral berat pada jig. Ketebalan dan ukuran bed sangat mempengaruhi hasil pemisahan dan tergantung kepada mineral yang akan dipisahkan . Semakin tebal dan besar ukuran butir bed, maka akan semakin sulit kecepatan aliran vertical ke atas untuk mendorong lapisan bed, sehingga semakin sedikit partikel mineral berharga yang mengendap sebagai konsentrat. Sebaliknya semakin tipis dan kecil ukuran butir bed, maka ada kemungkinan aliran vertical ke atas akan melontarkan bed, sehingga ruangan antara bed menjadi terlalu besar. Hal ini menyebabkan mineral ringan yang berukuran besar akan menerobos lapisan bed dan mengendap sebagai konsentrat, sehingga kadar konsentrat menjadi rendah.

  • d. Volume air tambahan (Under water)

Selama proses pemisahan berlangsung dengan baik sesuai rencana, air di dalam tangki ada yang masuk ada pula yang keluar. Air yang masuk adalah air yang bercampur bersama feed dan air yang berasal dari header tank (air tambahan).

Sedangkan air yang keluar adalah air yang keluar bersama-sama dengan tailing dan air yang keluar melalui spigot bersama konsentrat.

Volume air tambahan adalah jumlah air yang dialirkan ke jig yang berguna sebagai air tambahan. Manfaat air tambahan ini adalah untuk mengimbangi hisapan, mengimbangi jangan terlalu banyaknya aliran air diatas jig yang menuju ke dasar dapat terjadi apa yang dinamakan gerak pulsasi (gerakan ketas dan hisapan ke bawah) dan menggantikan air yang keluar melalui lubang spigot.

  • e. Ukuran lubang spigot

Lubang spigot adalah suatu lubang yang berfungsi sebagai tempat keluarnya konsentrat hasil pemisahan. Besarnya ukuran lubang spigot ini akan mempengaruhi volume air yang terdapat dalam tangki jig. Apabila ukuran lubang spigot terlalu besar, maka volume air yang keluar melalui lubang spigot akan menjadi besar. Hal ini akan mengakibatkan tangki jig menjadi kosong, dan jig akan mengalami kekurangan air. Untuk menjaga keseimbangan air didalam jig, maka ukuran lubang spigot diusahakan sekecil mungkin. Hali ini bertujuan agar pada proses pemisahan berikutnya tidak terjadi kelebihan air dan pemakaian air tambahan dapat terjaga.

f. Feeding dan proses padatan

Feeding adalah proses pemasukan bahan baku campuran mineral baik bijih berharga atau mineral lainnya dengan mengalir kepermukaan jig, yang disesuaikan dengan kapasitas alat pencucian. Distribusi feed dipermukaan jig harus diatur dengan baik agar proses jigging dapat berjalan dengan sempurna.

Penyebaran dan kekentalan (proses padatan) feed yang masuk kepermukaan jig perlu diperhatikan. Penyebaran feed yang tidak merata mengakibatkan terjadinya penumpukan dan kelebihan beban yang terlalu besar yang diterima oleh permukaan jig. Feed yang terlalu kental akan menyebabkan penumpukan dan kecepatan aliran kecil, sebaliknya feed yang terlalu encer akan menyebabkan kecepatan aliran yang besar sehingga banyak mineral berharga yang hilang sebagai tailing.

g. Motor jig

Motor jig merupakan motor penggerak stroke yang menyebabkan terjadinya pulsion dan suction pada proses pemisahan. Penentuan daya atau HP motor yang digunakan berdasarkan beban yang akan didorong pada saat pulsion, jumlah putaran gear box dan panjang pukul motor yang digunakan.

h. Jig screen

Jig screen merupakan saringan yang terbuat dari kawat (ketebalan kawat 1,5 mm) yang dipasang diantara rooster bawah dan rooster atas. Posisi pemasangan jig screen berpengaruh terhadap jumlah dan luas lubang bukaan jig screen tersebut.

i. Kecepatan aliran didalam jig tank

Kecepatan aliran didalam tangki jig berpengaruh terhadap proses pengendapan mineral berharga. Apabila kecepatan aliran vertikal keatas akibat pulsion lebih besar dari kecepatan jatuh butir mineral berharga, maka mineral berharga tidak memiliki kesempatan untuk turun mengendap sebagai konsentrat. Sebaliknya jika kecepatan aliran vertikal ke atas terlalu kecil maka kadar konsentrat

akan menjadi rendah. Hal ini disebabkan karena mineral pengotor yang kecepatan jatuhnya juga kecil akan turun sebagai konsentrat.

j. Kemiringan jig

Kemiringan jig berpengaruh terhadap kecepatan aliran horizontal pada kondisi yang stabil, dengan perbandingan kemiringan jig 1:12, dalam artian bila kemirinagan jig ditambah satu derajat maka kecepatan akan bertambah dua belas kali dari kecepatan pada posisi jig yang datar.

Jigging

Jig Separator (Jigging) adalah proses pemisahan ineral yang berharga dengan mineral tidak berharga berdasarkan pada perbedaan berat jenis mineral tersebut dengan aliran fluida yang vertikal Dalam jigging terjadi stratifikasi atau perlapisan pada partikel yang akan dipisahkan. Hal ini terjadi karena partikel-partikel tersebut berbeda berat jenisnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi stratifikasi adalah :

1. Hindered Settling Classification Pada campuran material dengan cairan yang menjadi cairan crowded atau menjadi pulp, akan terjadi proses pengendapan material setelah mengalami halangan diantara partikel-partikel itu sendiri berdasarkan besar butir mineral. Untuk material dengan ukuran butir kecil tapi mempunyai berat jenis besar akan lebih dulu mengendap demikian juga untuk mineral besar dengan berat jenis besar juga akan mengendap lebih dulu dibandingkan dengan mineral berberat jenis ringan. Peristiwa ini terjadi pada saat jig mengalami pulsion sehingga ada aliran air ke atas yang akan membuat material tersebar atau terlempar ke arah atas. Material yang berat jenisnya kecil akan terlempar lebih jauh daripada mineral yang berat jenisnya besar. Jadi disini material yang mempunyai berat jenis besar tapi ukurannya kecil akan sama waktu mengendapnya dengan material yang besar tapi mempunyai berat jenis kecil, demikian juga sebaliknya. 2. Differential Acceleration Di dalam jigging partikel bergerak selama periode percepatan dan karena itu partikel berat

akan mempunyai percepatan awal dan kecepatan jatuh lebih besar daripada partikel ringan.

  • 3. Consolidation trickling Pada waktu akhir dari suction, partikel-partikel berukuran kecil tapi berat jenisnya besar

akan mempunyai kesempatan untuk menerobos diantara partikel-partikel itu maupun kesempatan menerobos jog bed daripada mineral ringan dan kecil. Persyaratan untuk jig adalah harus ada :

  • 1. Pengatur stroke

  • 2. Pengatur underwater

  • 3. Pengatur umpan/konsentrat

  • 4. Screen dan raging disesuaikan

Persyaratan untuk jig bed (ragging)

  • 1. Mempunyai kecepatan mengendap antara mineral berat dan ringan

  • 2. Tidak mudah hancur

  • 3. Ukuran partikel jig bed harus lebih besar dari screen

  • 4. Fluktuasi ukuran butir kecil

Fungsi dari under water adalah :

  • 1. Untuk mengeliminir ruangan yang vakum pada saat suction sehingga hisapan akibat suction

agak berkurang

  • 2. Menambah air

Untuk memperkirakan apakah suatu mineral akan dapat dipisahkan dengan baik atau tidak dari mineral lainnya adalah dengan cara mengetahui criteria concentration.

dimana :

dh = berat jenis mineral berat dl = berat jenis mineral ringan dm = berat jenis media pemisah Jika harga CC :

- 2,50 = pemisahan dapat dilakukan untuk segala ukuran

  • - 1,75 = pemisahan hanya dapat dilakukan pada ukuran 65# - 100#

  • - 1,5 = pemisahan hanya dapat dilakukan pada ukuran 10#

  • - 1,00 = sulit dilakukan pemisahan Pembagian jig berdasarkan sieve atau screen :

    • 1. Fixed Sieve Jig

      • a. Fix Sieve Plunge Jig

Alat yang termasuk didalamnya adalah Harz jig. Penggerak alat ini adalah plungger yang bergerak naik turun sehingga menimbulkan suctiondan pulsion. Tempat konsentrat terletak di bagian bawah sedangkan dibagian atas tempat keluarnya tailing, ini semua terletak di bagian atas screen. Alat ini terbuat dari kayu atau beton, yang terdiri dari beberapa kompartemen yaitu konsentrat, middling dan tailing.

  • b. Fixed Sieve Air Pulsator Jig

Contoh alat ini adalah Baum jig. Alat ini mempunyai fixed sieve (a) yang dilalui air yang terdorong karena tekanan udara. Secara mekanis tekanan udara dikontrol oleh valve (b) menuju closed chamber (c) dan selanjutnya ke ruang bawah kompartemen sieve. Perubahan kecepatan tekanan udara pada closed chamber dikendalikan oleh perangkat mekanisme valve. Screen pengeluaran dari depan yang digerakkan aleh mekanisme float (d). Material ringan dikeluarkan melalui bagian atas. Alat ini digunakan dalam pencucian batubara.

  • c. Fixed Sieve Diaphragma Jig

Alat yang termasuk jenis ini adalah Bendelari jig. Gerakan pulsiondan suction dehasilkan dari diaphragma yang terbuat dari karet. Diaphragma mengembang dan mengempis sehingga menimbulkan gerakan ke atas. Diaphragma terletak pada bagian dalam dari alat tersebut yang digerakkan oleh torak yang naik turun karena dihubungkan dengan eksentrik.

Under water disalurkan pada bagian bawah saringan melalui sebuag klep pada saat diaphragma bergerak turun.

  • d. Fixed Sieve Pulsator Jig

    • 2. Movable Sieve Jig

Yang termasuk movable jig adalah hancock jig. Alat ini berupa tangki yang berbentuk rectangular atau kotak persegi panjang dengan sieve yang bergerak dan dijalankan secara mekanik. Gerakan dari sieve tidak hanya naik turun tapi juga ke depan belakang dengan

percepatan yang besar. Konsentrat dikumpulkan pada hutch dari kompartemen terakhir. Kapasitas sangat besar, dari 300 – 600 ton per hari dengan mesin ukuran panjang 25 ft dan lebar 4 ft. or Gerakan vertikal

Gerakan horizontal

Gerakan melingkar / sentrifugal

Mineral berat

Mineral ringan

Fluida

Ditunjukan dengan kurva sebgai berikut :

Vt

Kecepatan terminal

  • V t1 (waktu)

Difrensial awal pengendapan

M = Massa m = massa Fluida g = konstanta gravitasi Fd = gaya drag

Karena dengan adanya densitas, maka :

ρs = densitas soild

ρf = densitas fluida untuki mendapatkan gaya drag, maka :

Fd =

fd ρf V 2 A

fd = koefisien densitas A = Luas

Σ F = M

0 = [ M – m] g – Fd Didapatkan :

  • 0.5 d = diameter partikel (solid)

strifikasi

Umpan

Trikling

 

sekat

Tailing

 

Diafragma

Reg

Ayakan Gerkan air :

Pulsion

Suction Palong (Sluice box)

Umpan + Fluida

Rittle

 

M.R

V1

V1

 

V1 = V2

V1 < V2

V2

V2

V1

V1 > V2

V2

Fungsi dari ripple : - Stratifikasi - Arus edit - Tempat / kantong Sluesing Efect : pengaruh yang ada pada scuice box

http://kiradminner.blogspot.com/2011/04/konsentrasi.html

b.

Jig

Jigging adalah suatu proses pemisahan bijih dalam medium liquid berat yang tergantung daripada kesanggupan penetrasi suatu bed yang semi stationary yang disebabkan karena perbedaan Specific Gravity.

  • 1. Prinsip Kerja Alat Semakin besar perbedaan Specific Gravitasi, semakin baik jalan mineral-mineral yang mengalami proses tersebut. Bila dalam bijih menpunyai Specific Gravity yang berbeda-beda maka untuk meramalkan pemisahan baik dengan bantuan CC (Concentration Criteria). CC lebih besar dari 2,s pemisahan makin baik. Tiga gaya yang bekerja pada proses jigging adalah :

    • a. Hindred Setting Classifier, formasi jatuh atau pengendapan dari material yang Specific Gravitasinya besar dengan ukuran kecil akan sama dengan material dengan SG kecil tapi ukuranyya besar.

  • b. Differential Trickling : Partikel berat atau SG tinggi akan mempunyai kecepatan jatuh lebih tinggi, maka partikel berat akan lebih cepat mengendap daripada material ringan.

  • c. Consolidation Trackling adalahsuatu proses dimana partikel halus menerobos melalui bed pada waktu akhir portion.

  • 11. Prinsip Kerja Jigging :

Jigging ialah proses ore kosentrasi dalam suatu cairan berdasarkan perbedaan berat jenis dari partikel mineral yang mengakibatkan kesanggupan dari pertikel tadi mengatur dirinya mengambil kedudukan (startification) dalam beberapa lapisan sesuai dengan BD-nya masing-masing yang kemudian dilanjutkan dengan pengeluarannya. Dalam jigging digunakan gaya hidrolic ke 2 jurusan, yaitu bergantian aliran air ke atas (pulsion) melalui suatu lapisan partikel “semistationery bed” yang bertidak sebagai media pemisah dan ditahan oleh suatu screen. Pada saat terjadi pulsion dan suction, maka partikel mengalami fraksi gaya-gaya yang berbeda-beda.